Tag Archive | Taeyeon

School in Love [Chapter 20]

Tittle : School in Love Chapter 20
Author : DHA KHANZAKI a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance, Family, Friendship

Follow Twitter author yuu : @julianingati23

Main Cast :
Bae Suzy | Park Jiyeon | Im Yoona
Cho Kyuhyun | Kim Kibum | Lee Donghae

Support Cast :
Kim Taeyeon | Choi Siwon

Dha’s Speech :
Cerita ini masih panjang. Buat yang tidak suka cerita, cast, maupun pairingnya jangan ngerusuh ya, cukup tekan tombol back atau menjadi silent reader. Aku berterima kasih bila teman-teman menyempatkan diri membaca bahkan meninggalkan jejak untuk part ini ^^ dan aku sangat berterima kasih bagi yang memfavoritkan FF ini bahkan menyukai pairingnya. Love u all ^^

Happy Reading

School in Love by Dha Khanzaki 2

=====o0o=====

CHAPTER 20
Taeyeon’s Secret

“JANGAN diam saja, katakan sesuatu Bae Suzy.” Untuk pertama kalinya Kibum merasa putus asa berhadapan dengan seorang gadis. Sebelumnya ia tidak pernah kesulitan jika ingin mengatakan perasaan bahkan bisa mendapatkan jawaban yang memuaskan dengan segera. Tetapi bersama Bae Suzy, segalanya berubah menjadi perkara yang teramat sulit.
Suzy masih belum membuka mulutnya. Tak hanya terkejut, tetapi ia juga kebingungan. Apa yang harus ia katakan? Sejujurnya ia tidak mengerti dengan apa yang ia rasakan terhadap pria ini sehingga ia tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan Kibum.

Apa hatinya memang hanya ia tujukan untuk Lee Donghae?

Baca lebih lanjut

Iklan

Unforgottable Love (Part 6-END)

Tittle : Unforgottable Love Part 6 END
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Lee Sungmin
  • Kim Taeyeon

 

Dha’s Speech :
Ini adalah cerita flashback dari Shady Girl Sungmin’s Story yang khusus menceritakan kisah Sungmin-Taeyeon.

Happy Reading.

Unforgottable Love by Dha Khanzaki

Baca lebih lanjut

Unforgottable Love [Part 5]

Tittle : Unforgottable Love Part 5
Author : DHA KHANZAKI a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Married Life, Romance

Follow Me : @julianingati23

Main Cast :

  • Kim Taeyeon
  • Lee Sungmin

Harusnya ini udah selesai diposting di bulan Januari. Tapi karena WPnya sempet error jadi baru bisa posting lagi sekarang. Sujud syukur deh aku WPnya udah gak pundung lagi.

Happy Reading ^_^

Unforgottable Love by Dha Khanzaki

Baca lebih lanjut

Unforgottable Love (Part 3)

FF Special Sungmin’s Birthday

Tittle : Unforgottable Love Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance
Lenght : Chapter 3 of 6
Find me on : @julianingati23

Main Cast :

  • Kim Taeyeon
  • Lee Sungmin

Support Cast:

  • Kim Heechul
  • Kim Kibum
  • Choi Siwon

Masih suka kah ama FF ini? Semoga temen-temen masih senang ya baca FF yang super gaje ini ^_^

Happy Reading..

Unforgottable Love by Dha Khanzaki

Baca lebih lanjut

Unforgottable Love (Part 2)

FF Special Sungmin’s Birthday

Judul : Unforgottable Love Part 2
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance
Length : Chapter 2 of 6

Find me on : @julianingati23 / FB : Dha Khanzaki

Main Cast :

  • Lee Sungmin
  • Kim Taeyeon

Support Cast :

  • Kim Kibum
  • Kim Heechul

Cuap-cuap gaje author : Hai haii… udah lama author gak apdet di site ini. Pada kangen gak? Makasih yah buat yang tetep setia ngikutin FF author meskipun gajenya gak ketulungan. Udah banyak typo, bahasanya masih berantakan, tapi temen-temen tetep nyempetin baca. Sekali lagi terima kasih banyak ^_^

Untuk kali ini pun author tetep tunggu kritik dan saran dari temen-temen *bow

Unforgottable Love by Dha Khanzaki

Part sebelumnya..

“Aku tidak yakin, tetapi aku tidak melihat temanku Taeyeon. Aku takut dia masih terjebak di dalam,” ucap seorang pria berusia tidak jauh dengan Sungmin. Mendengar hal itu Sungmin membelalakkan mata lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling dengan gerakan cepat, memindai semua orang yang ada di sana mencari keberadaan Taeyeon.

“Kau yakin? Taeyeon masih ada di dalam?” Sungmin tiba-tiba menyerobot.

Nuguseyo?” tanya pria itu tidak suka dan Sungmin tidak menghiraukannya. Ia berlari ke sekeliling sambil memanggil-manggil Taeyeon namun tidak ada jawaban.

“Terakhir kali Taeyeon terlihat di mana?” cecar Sungmin tak sabar.

“Di ruang lab nomor tiga. Letaknya di dekat ruang pertemuan—hei kau mau kemana!!!” pria yang menjelaskan tadi memekik karena tiba-tiba Sungmin berlari ke arah gedung setelah membasahi sekujur tubuhnya dengan air.

“Apa yang kau lakukan Tuan!!!” teriak pemadam kebakaran panik.

Baca lebih lanjut

Unforgottable Love [Part 1]

FF Special Sungmin’s Birthday

Tittle : Unforgottable Love Part 1
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance, Sad Ending
Lenght : Chaptered

Twitter  : @julianingati23 (yang mau boleh di follow, gak maksa kok ^_^, tapi tetep promosi *kekekk*)

Main Cast :

  • Lee Sung-Min
  • Kim Tae-Yeon

Support Cast :

  • Lee Dong-Hae
  • Jung So-Yeon

Hai.. author balik lagi membawa FF yang dibuat special untuk ultah abang super aegyeo di SJ *tepok pantat Sungmin Oppa*

FF ini masih ada kaitannya dengan FF Shady Girl Sungmin’s Story, mungkin bisa dibilang ‘before story’nya yang menceritakan khusus love story-nya Sungmin-Taeyeon. Bagi yang sudah pernah membaca FF itu pasti tahu dong FF ini akhirnya bakal gimana? Buat yang gak suka pairingnya, author gak maksa untuk baca kok ^_^ tapi makasih jika sudah memaksakan membaca apalagi sampai komen *kecup manja*

Buat yang oke-oke aja hope you like this ^^

Happy Reading ^^

Unforgottable Love by Dha Khanzaki

Baca lebih lanjut

Shady Girl Kibum’s Story (Part 2)

Tittle : Shady Girl Kibum’s Story Part 2
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre :Romance

Main Cast :

  • Cho Ja Rin
  • Kim Kibum

Support Cast :

  • Kim Heechul
  • Lee Sungmin
  • Kim Taeyeon
  • Lee Donghae
  • Choi Siwon
  • Choi Sooyoung

Sehari gak posting FF rasanya gimana, gitu. ah, akhirnya sekarang bisa posting juga. okelah, maaf untuk typo dan lain sebagainya.
Happy Reading

Shady Girl Kibum's Story by Dha Khanzaki

——o0o——-

“Nona, kau tidak apa-apa kan?” Kibum mengibaskan tangannya di hadapan muka Ja Rin. Ia bertanya-tanya mengapa yeoja di hadapannya ini tak berkedip sama sekali dan malah menatapnya tanpa henti*dia jatuh cinta ama kamu, Bummie*

Ja Rin mengerjap satu kali, dua kali, lalu pada akhirnya ia tersadar sepenuhnya.
“Hah? Iya..” ia terdiam sejenak “Ah, tidak.. aduuuhh.. kakiku sakiit..” ia mulai berakting. Tapi kakinya memang benar terasa sakit. Namun ia sengaja mendramatisir keadaan. Ia ingin sekali membuat namja di hadapannya ini panik pontang panting dan segera menolongnya. Ja Rin sengaja memasang tampang semenderita mungkin.
“Benarkah? Mana yang sakit??” Kibum langsung di dera rasa khawatir dan bersalah. Ja Rin meringis sambil menunjukkan pergelangan kakinya.
“Baiklah, aku akan membawamu segera..” tanpa di duga Kibum mengangkat Ja Rin dan membawanya ke mobilnya. Ja Rin sempat terkejut namun, ini membuatnya sangat terkesan. Ia serasa menjadi seorang putri dalam drama-drama tivi yang sedang ditolong oleh pangeran tampan. Ia senyam-senyum sendiri saat Kibum mendudukkannya di samping kursi kemudi.
Kibum bergerak cepat seperti orang yang kemallingan. Ia segera tancap gas membawa yeoja yang terkilir itu ke rumah sakit.
“Ngomong-ngomong, kita akan kemana?” tanya Heerin penasaran. Ia tidak bisa menyembunyikan wajah gembiranya.
“Rumah sakit.” Suara yang dikeluarkan Kibum terkesan panik dan buru-buru. Lain halnya dengan reaksi Ja Rin. Ia kaget setengah mati.
“Mwoooo!!!! Rumah sakit!! Shireo! Turunkan aku sekarang juga!!” teriak Ja Rin sambil mengguncang-guncang tangan Kibum yang memegang kemudi.
“Tidak bisa. Kau kan terluka. Aku harus bertanggung jawab.” Balas Kibum.
“Tapi.. tapi..” Ja Rin tidak melanjutkan. Aku benci rumah sakit..tambahnya dalam hati. Ia memelas pada Kibum. Tapi sayang sekali namja itu tidak menyadarinya. Sekarang ia menyesal berakting di hadapan Kibum. Tahu begini ia bilang tidak apa-apa saja tadi. Ia pikir namja itu akan membawanya ke rumahnya. Ternyata.. tidak.. namja itu malah membawanya ke tempat yang paling tidak ingin ia injak. Rumah sakit. Ia hanya berdoa semoga nanti ia tidak akan di suntik.

Sesampainya di rumah sakit, Kibum segera memapahnya menuju sebuah ruangan. Ja Rin sempat bingung juga. Namja ini langsung membawanya masuk ke ruangan itu tanpa berbicara dengan resepsionis ataupun suster yang ada di rumah sakit besar itu.
“Nona, kau duduk di sini yah.. tunggu aku akan mencari obat untuk menyembuhkan kakimu” namja itu hilir mudik di sekitarnya mengambil air dan handuk, lalu membuka sebuah lemari yang berisi botol-botol. Sepertinya itu obat atau entahlah. Yang pasti baunya begitu menyengat, khas rumah sakit.
Keningnya makin berkerut. Ia ingin sekali bertanya mengapa namja itu begitu lancang mengobrak-abrik ruangan orang. Tapi lagi-lagi diurungkannya karena namja itu sekarang menghampirinya dan duduk di kursi yang ada di sebelahnya.
“Ulurkan kakimu.” Pintanya dengan sopan. Ja Rin mengulurkan kakinya yang terasa sakit-roller bladenya sudah ia lepas semenjak turun dari mobil Kibum-
“Bagian sini?” tanya Kibum memastikan. Ia meletakkan handuk yang sudah dibasahi air hangat di pergelangan kakinya. Ja Rin meringis pelan lalu mengangguk. Kibum mengompresnya dengan gerakan lembut setelah itu ia memijatnya sebentar.

Sungguh, dalam jarak sedekat ini. Ia benar-benar akan kehabisan nafasnya jika terus menatap wajah namja di hadapannya. Dia begitu tampan dan lembut. Juga baik. Jangan lupakan itu. Ah, dan yang membuatnya makin terpesona adalah, dia namja yang bertanggung jawab. Di luar penampilannya yang sempurna itu, Ja Rin bisa melihat kepribadiannya yang memepesona. Ia benar-benar jatuh cinta pada namja ini.

“Siapa namamu, nona?” tanyanya membuyarkan lamunan Ja Rin.
“Cho Ja Rin” jawab Ja Rin tanpa ragu. Kibum mengangkat kepalanya, ia menatap Ja Rin sejenak. Sepertinya ia familiar dengan marga yeoja yang ada di hadapannya. Benar, marganya sama seperti Kyuhyun. Apa mungkiin??
“Kenapa menatapku?” Ja Rin gugup diperhatikan seperti itu. Kibum mengerjap. Ia tersenyum.
“Mianhae. Hanya saja margamu seperti marga temanku.” Jawab Kibum. Oh ayolah.. tidak mungkin kan ada satu orang yang bermarga CHO di dunia ini.
Ja Rin menganggapnya hanya angin lalu. Ia ingin bertanya pada namja yang ada di hadapannya ini. “Kenapa kau bisa membawaku ke sini? Memangnya..” ucapan Ja Rin terpotong karena seseorang masuk ke ruangan itu. Seorang suster cantik seusia dengannya.
“Oh, Dokter Kim.. kau sudah datang” ucapnya sambil membungkukkan badannya sejenak. Kibum bangkit. Ia tersenyum pada suster yang menurut Ja Rin nilai kecantikannya mencapai 9. Siapa dia???? Tapi tunggu, tadi suster itu bilang apa? Dokter Kim?? Jangan-jangan???
“Sooyoung, ada apa?” tanya Kibum ramah. Suster bernama Sooyoung itu menyerahkan sesuatu pada Kibum. Dan Ja Rin hanya bisa melihat keakraban mereka dengan wajah melongo. Apa maksudnya ini????
“Ini hasil rontgen dari pasien yang patah tulang kemarin. Dokter kepala menyuruhku menyerahkannya padamu.”
Kibum memakai kacamatanya lalu membuka map itu dan menelaah isinya baik-baik. Sumpah demi dewi Fortuna, Ja Rin benar-benar sesak napas melihat namja itu semakin tampan dalam ekspresi serius seperti itu. Rasanya ia ingin sekali memeluk namja itu dan tak ingin melepaskannya lagi.
“Oh, baik aku mengerti. Katakan pada Appa, maksudku dokter kepala bahwa aku akan mengambil alih pasien ini.” Ucap Kibum sambil menyerahkan kembali map yang dipegangnya pada suster bernama Sooyoung itu. Suster itu mengerti lalu pamit pergi.

Kibum kembali duduk di tempatnya tadi. Ja Rin tidak kunjung melepaskan tatapannya pada wajah rupawan Kibum. Ia mutlak jatuh cinta padanya.
“kakimu sudah lebih baik kan?” tanya Kibum. Ia memperlihatkan senyum andalannya. Ja Rin pasti sudah meleleh jika ia tidak menahan dirinya sendiri.
“Tidak.. aduh.. di sini masih sakit..” lagi-lagi Ja Rin berakting. Kakinya memang tidak terlalu sakit lagi. Malah sudah sangat baik. Tapi begitulah seorang Ja Rin bila sudah jatuh cinta. Ia sekarang sedang mencoba menarik perhatian Kibum.
Kibum berkerut samar. Ia memegang kaki Ja Rin kembali, mengeceknya. Setelah itu ia tersenyum.
“Tapi nona Cho, kakimu sudah tidak apa-apa..”
“Yang merasakan aku. Kenapa kau yakin aku baik-baik saja.”
Kibum mengangguk. “Sepertinya tidak ada cara lain kalau begitu. Aku akan memberimu suntikan penghilang rasa sakit segera”
Ja Rin melonjak mendengarnya. Ia buru-buru menahan Kibum saat namja itu hendak bangun.
“Ah.. jangan!! Sepertinya.. aku sudah baik..” Ja Rin tersenyum manis.
“Baguslah..”

Ja Rin menundukkan kepalanya. ia malu karena sudah berbohong.
“Em.. tadi kudengar suster tadi memanggilmu dokter. Apa kau sungguh-sungguh dokter di sini?” Ja Rin mengalihkan rasa malunya dengan bertanya.
Kibum mengangguk sambil membereskan alat-alat yang tadi digunakannya untuk mengobati Ja Rin.
“Benar” jawabnya. Ja Rin mengerjap. Omonaaa.. kenapa namja yang disukainya harus berprofesi sebagai dokter!! Tuhan.. apakah ini caramu menghukumku? Karena aku membenci rumah sakit dan segala yang berhubungan dengannya sekarang aku harus berhadapan dengan namja yang bekerja sebagai dokter?

__o0o__

“Sekali lagi terima kasih, Dokter Kim” ujar Ja Rin sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tidak ada senyum karena Ja Rin sangat sedih harus berpisah dengan Kibum.
“Tidak masalah. Kau terluka karena aku.” Kibum melirik kaki Ja Rin yang kini memakai sepatu yang dipinjamkan Sooyoung karena tidak mungkin Ja Rin pulang memakai sepatu roda. Itu akan membuat kakinya cidera.
“Aku harap kakimu cepat sembuh. Sebelum itu, kau jangan melakukan gerakan yang berlebihan. Dan jika terjadi sesuatu, aku harap tidak, kau tinggal mencariku di sini. Arraseo”
Ja Rin mengangguk. Pipinya merona. Ternyata sekarang ia jatuh cinta pada orang yang lembut seperti Kibum.
“Ngomong-ngomong dokter, boleh aku tahu nama lengkapmu?” Ja Rin hampir saja lupa menanyakan hal paling penting.
“Kim Kibum” jawab Kibum sambil mengulurkan tangan.

Brakkk..

Ja Rin menjatuhkan sepatu roda yang dipegangnya. Ia terkejut mendengar nama itu. Nama yang paling tidak ingin ia dengar karena mengingatkannya pada mantan pacarnya, Key alias Kim Kibum. Tubunya kaku seperti patung. Kibum terkesiap melihat reaksi Ja Rin.

“Omo, kau kenapa nona Cho?” tanya Kibum cemas. Ja Rin buru-buru menggelengkan kepalanya. ia mengambil kembali sepatu rodanya yang jatuh. Ia berusaha menahan jantungnya agar tidak berdebar kencang. Kenapa? Kenapa lagi-lagi harus sesuatu yang dibencinya??? Kenapa namanya harus Kim Kibum???
“Ah tidak.. salam kenal, Kim Kibum-ssi” ujar Ja Rin kaku. Ia bahkan memaksakan diri untuk tersenyum meskipun pada akhirnya senyumnya itu malah terlihat aneh.

Taksi yang tadi dipesan Kibum datang. Kibum membukakan pintu taksi itu untuk Ja Rin.
“Sekali lagi, terima kasih” Ja Rin menundukkan kepalanya. ia segera masuk ke dalam taksi. Saat taksi mulai berjalan, sesekali ia menoleh ke belakang. Kibum masih berdiri di sana, meninggalkan kesan mendalam dalam diri Ja Rin. Ia merenung.
“Dari sekian banyak nama, kenapa namanya harus Kim Kibum??” batinnya sambil menahan rasa sakit. Ia kembali teringat detik-detik saat ia menyaksikan Key menggandeng yeoja lain di hadapannya. Dan mengatakan bahwa yeoja itu adalah pacarnya. Lalu ia siapa? Ja Rin merasa sangat sakit karena ternyata selama ini ia dijadikan yang kedua oleh Key.

__o0o__

Kibum merasa ada yang aneh dengan yeoja bernama Cho Ja Rin itu. Sebenarnya selama gadis itu berada di sisinya, ia menyadari kalau Ja Rin terus menatap ke arahnya. Ia tidak mengerti mengapa. Tapi hanya satu hal yang ia tahu, mungkinkah yeoja itu terpikat padanya? Sama seperti yeoja-yeoja kebanyakan? Pasti begitu.

Selama ini, ia tidak terlalu terkejut saat mendengar ada yeoja yang menyukainya. Bahkan sering sekali yang nekat menyatakan perasaannnya pada Kibum. Tapi selama itu juga, ia tidak pernah tersentuh sama sekali. Hatinya seolah dirancang untuk tidak peka pada hal semacam itu. Ia juga mengira itu hal yang tidak normal. Karena kebanyakan orang pasti akan senang jika ada orang yang menyukainya. Tapi Kibum tidak pernah merasakan hal itu. Ia juga pernah berfikir ada yang salah dengan kejiwaannya. Dan sudah pernah berkonsultasi pada psikolog. Namun akhirnya ia tetap tidak bisa memahami apa yang membuatnya seperti itu.

“Ckckckc..Nona Cho, kau membuatku bingung.” Gumam Kibum sambil menggelengkan kepalanya.

Drrttt ddrrttt..

Kibum mengangkat ponselnya. “Yeobseo”
“Kibum.. jangan lupa besok kau harus meluangkan waktu.” Suara Ummanya terdengar ramah di ujung sana.
“Besok?” Kibum memutar otaknya memikirkan hari apa besok. Saat menyadarinya, ia mengerjap kaget.
“Besok kann..”
“Benar. Besok hari peringatan kematian Nunamu, Taeyeon. Jadi jangan telat datang.”
“Baik Umma. Aku mengerti.”

Setelah menutup telepon, Kibum sempat menghela napas sejenak. Kenapa waktu berlalu begitu cepat? Tanpa terasa sekarang sudah 5 tahun kakaknya meninggal dunia. Itu artinya, Minki-keponakannya, anak Taeyeon dan Sungmin-sudah berumur 5 tahun.

Benar juga. Bukankah hari ulangtahun Minki sama dengan hari kematian Taeyeon?
Kibum harus menyiapkan hadiah untuk keponakannya itu.

__o0o__

“Cho Ja Rin?? Apa yang terjadi padamu???” teriak Ummanya panik. Bagaimana tidak, putrinya yang semalam kabur entah kemana, kini pulang dalam keadaan mengenaskan. Baju berantakan, mata sembab, dan rambut tak kalah kusut seperti sapu yang sudah lama tidak dijemur(?). apa yang membuatnya menjadi begini menyedihkan?
“Kau kenapa nak?? Kau terjebak badai di mana?” Umma memapah Ja Rin agar duduk di sofa ruang tamu. “Bibi Han.. bibi Han..” Umma memanggil pembantu kepercayaannya itu. Seorang wanita berusia 40 tahunan datang tergopoh-gopoh menghampiri Umma.
“Iya, nyonya besar”
“Ambilkan handuk dan minuman untuk Ja Rin.”
“Baik.”

“Ayo minum dulu nak.” Umma meminta Ja Rin agar minum Hot Chocholate, minuman favoritnya. Ja Rin menolak. Ia sedang tidak mood untuk minum atau makan apapun hari ini. Umma tidak tega melihat putri yang biasanya sangat memperhatikan penampilan itu tampak berantakan dan tak berdaya. Dia pasti sedang menderita tekanan batin yang kuat.
“Mian Umma, tapi aku sedang tidak haus.” Ja Rin bangkit. Ia berjalan lunglai menuju tangga.
“Apa kau masih marah pada Appamu?”
Ja Rin menghentikan langkahnya. Badannya ia balikkan dengan gerakan malas.
“Tidak. Aku sudah tidak marah padanya.”
“Mwo? Lalu kenapa kau sekacau ini?”
“Semua karena…” Ja Rin buru-buru menutup mulutnya lagi. Ia tidak mau membicarakan perihal namja bernama Kim Kibum itu. “Sudahlah Umma, aku lelah. Sementara waktu, jangan ganggu aku. Aku ingin menenangkan diri.” Ja Rin kembali menaiki anak tangga yang akan mengantarkannya pada kamarnya di lantai 2.

__o0o__

Hari itu setelah diadakan upacara peringatan Hari kematian Taeyeon, keluarga besar Kim berkumpul di rumah mereka untuk merayakan ulangtahun Minki. Ulang tahun itu hanya dihadiri oleh keluarga dan teman-teman dekat saja.
“Min-chan.. saengil chukhaa..” Donghae memberikan kado untuk Minki. Gadis cilik itu makin imut saja menggunakan gaun berwarna putih. Minki melonjak senang.
“Gomawo, Oppa.. peluk Minnie..” pinta Minki manja. Ia memang selalu seperti itu jika senang. Selalu minta dipeluk. Donghae segera mengabulkannya.
“Ya! Minnie kau curang. Masa memanggil Donghae dengan sebutan Oppa sementara aku Shamchon.” Protes Heechul. Ia tidak menerima diskriminasi dalam bentuk apapun.
“Jangan kekanakan. Mungkin karena Donghae jauh lebih manis.” Jawab Sungmin. Ia melirik istrinya, In Sung yang hanya tertawa menanggapi sifat Heechul.
“Huh, padahal aku jauh lebih tampan..” pedenya mulai kambuh lagi.

Haebin sendiri dari tadi tidak bisa melepaskan perhatiannya dari kue tart yang ada di sana. Huuh.. padahal usia kandungannya sudah 7 bulan lebih. Tapi kenapa ia tetap ngidam juga??? Ia ingin memakan kue itu..
“Kenapa?” tanya Siwon bingung. Ia melirik pada Donghae sekilas. Suami Haebin itu sibuk bermain dengan Minki.
“Aku ingin kue itu Oppa, bolehkah?” tanya Haebin sambil memamerkan puppy eyesnya.
“Tentu saja boleh. Sebentar…”
Haebin buru-buru menahannya. “Tunggu Oppa”
“Kenapa?”
“Aku ingin Eunhyuk Oppa yang mengambilkannya..”
“Nde??” Siwon lalu melirik Eunhyuk. “Kenapa harus monyet yadong itu? Dampaknya akan buruk terhadap bayimu. Sudah aku saja…”
“Tapi aku ingin Eunhyuk Oppa yang mengambilkaaannnn..” rengek Haebin. suaranya itu otomatis membuat semua orang fokus padanya.
“Ya! Kau apakan istriku!!” protes Donghae. ia menghampiri Siwon dan Haebin.
Siwon kebingungan menghadapi situasi seperti ini. Ia menoleh kikuk pada kue tart yang masih utuh itu.

Sementara orang lain meributkan soal Haebin yang mengidam, Kibum sejak tadi diam saja. Ia diam di depan foto kakaknya yang berada di altar tempat upacara tadi berlangsung. Duduk bersimpuh di lantai dengan pandangan lurus ke arah foto itu.
“Nuna, andai kau masih hidup.. segalanya pasti akan berbeda sekarang. Meskipun semua orang di rumah ini menganggap remeh padaku, setidaknya hanya kau yang memihakku. Tapi,, kenapa kau pergi meninggalkanku? Dulu, saat Yoona meninggal, aku tidak terlalu sedih karena masih ada kau. Dan kau pun meninggalkanku. Aku.. aku tidak tahu harus bergantung pada siapa lagi..” lirihnya.

Terkadang, bila mengingat kenyataan itu ia sering kali menangis sendirian. Dari luar, Kibum memang tampak tegar dan kuat. Namun jauh di dalam lubuk hatinya, ia memendam rasa kesepian dan kesedihan. Tidak ada orang yang mengetahuinya.

Pikirannya berkelebat pada kejadian 5 tahun lalu. Saat Sungmin dengan wajah paniknya membawa Taeyeon ke rumah sakit karena akan melahirkan. Saat itu ia belum menjadi seorang dokter. Ia masih sebagai mahasiswa kedokteran.

#flashback#
“Taeyeon..bertahanlah. sebentar lagi kau akan masuk ke ruang operasi.” Sungmin terus memegang tangan Taeyeon yang mengerang kesakitan karena kontraksi. Taeyeon di bawa masuk ke ruang persalinan.
“Nuna..kau harus kuat..” ujar Kibum sambil menemani dokter yang akan membantu proses persalinan Taeyeon. Ia juga tak lupa meyakinkan Sungmin agar tetap tenang.
“Tuan, sebaiknya anda menunggu di luar. Tenangkan keluargamu yang menunggu di luar sana.” Ujar Dokter Park, dokter yang menangani proses persalinan Taeyeon.
Kibum sebenarnya tidak ingin. Namun akhirnya ia keluar juga.

Selama kurang lebih 1 jam, ia menunggu Taeyeon yang berjuang melahirkan bayinya di dalam sana. Kibum menoleh pada Appa, Umma, dan Heechul yang berwajah khawatir sama seperti dirinya. Saat itu Kibum merasa tidak berguna. Andaikan ia sudah menjadi dokter sekarang. Ia pasti akan menolong kakaknya detik itu juga.

Kibum merasakan firasat buruk. Entah apa itu. Tapi firasat itu hilang ketika terdengar suara tangis bayi dari dalam ruangan. Tubuh Kibum yang semula lemas langsung pulih begitu tahu bahwa kakaknya sudah melahirkan. Tidak hanya ia, tapi semua keluarganya pun segera bersyukur.

Dokter keluar, ia mempersilakan keluarganya masuk untuk melihat.

“Selamat Tuan, Nyonya, bayi yang lahir perempuan.” Kata Dokter Park sambil menyerahkan bayi yang masih merah dan diselubungi oleh selimut hangat pada Tuan Kim selaku kakeknya.
“Cucuku.. pasti akan tumbuh menjadi anak yang cantik kelak. Seperti ibunya.”

Kibum sangat terharu menyaksikan kejadian itu. Ia menengok pada Sungmin. Kakak iparnya itu masih memegangi tangan Taeyeon yang tampak sangat lemah.
“Nuna, kau sudah menjadi ibu sekarang..” ucap Kibum. Taeyeon meneteskan airmata bahagianya.
“Terima kasih, Kibum.” Ucapnya lemah.
“Hyung, kau juga sudah jadi Appa sekarang.”
Sungmin mengangguk dengan wajah senang juga. Tapi ada rona kesedihan di wajahnya. Kibum mengerjap saat melihat Sungmin meneteskan airmata.
“Hyung, kenapa kau menangis?”
Sungmin menggeleng. Genggaman tangannya mengerat. Taeyeon tersenyum lemah.
“Yeobo, aku tidak akan meninggalkanmu. Kau jangan menangis.” suaranya begitu pelan. Tapi Kibum bisa mendengarnya. “Meskipun aku pergi, kau tetap harus bahagia.”
Sungmin tak bisa menahan airmatanya.meskipun ia tidak terisak, tapi air mata itu terus jatuh dari ekor matanya.
“Apa maksudnya ini??” tanya Kibum bingung.

Barulah ia tahu saat dokter menjelaskannya dengan tenang di luar ruangan persalinan itu.
“Pasien mengalami komplikasi. Tapi dia tetap bersikeras ingin melahirkan bayinya. Itu sangat beresiko untuk keselamatan nyawanya. Dan maaf, tapi kami tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan pasien.” Ujar Dokter Park menyesal.
Tuan Kim membelalakkan matanya, kaget. “Apa maksudmu dengan tidak ada yang bisa dilakukan? Jadi maksudmu kau membiarkan putriku mati? Putriku satu-satunya?”
Dokter Park menghela napas. “Maaf Dokter kepala, aku sudah memperingatkannya sejak awal bahwa ini sangat beresiko untuk keselamatannya. Tapi pasien tetap bersikukuh ingin melahirkan.”
Nyonya Kim juga tak bisa menahan airmatanya saat mendengar hal itu. Ia menangis.

Kibum pun syok. Sangat terkejut. Bagaimana mungkin.. bahkan Heechul terus diam sejak tadi. Ia juga merasakan hal yang sama.

Kibum masuk kembali ke dalam kamar tempat Taeyeon berbaring untuk menghadapi detik-detik terakhir hidupnya. Langkahnya begitu pelan. Seakan ia takut membuat lantainya hancur jika ia berlari di atasnya.
“Nuna..” ucapnya terisak. Taeyeon sangat lemah. Ia hanya bisa tersenyum pada Kibum. Sungmin sudah lebih tenang. tapi jelas sekali dia yang paling sedih menghadapi situasi ini.
“Nuna, kajima..” ujar Kibum. Airmatanya mengalir deras.
“Kibum, setelah Nuna pergi, kau harus kuat. Kau ini adikku yang paling hebat. Jangan biarkan dirimu terus kesepian. Bahagialah. Kau mau kan berjanji pada Nuna?”
Kibum mengangguk lemah. Kepalanya tertunduk. Taeyeon mengulurkan tangannya untuk mengusap kepala Kibum.
“Adikku, Nuna yakin kau bisa menjadi dokter. Kau bisa membuktikan pada dunia bahwa kau ini hebat. Buatlah Nuna bangga. Kibum, kemarilah.” Taeyeon meminta Kibum agar mendekatinya. Kibum menurut. Taeyeon meminta Kibum agar memeluknya. Pelukan perpisahan.

“Nuna, aku menyayangimu.. sangat..” lirih Kibum.
“A-ra” jawab Taeyeon lemah. Ia lalu meminta Sungmin juga untuk memeluknya.
“yeobo, aku percayakan anak kita padamu..jangan kau buat dia merasakan kesepian karena tidak ada aku. Buat dia merasa memiliki segalanya.”
Sungmin kembali meneteskan airmatanya. “Tentu saja. Aku berjanji”
Taeyeon tersenyum. Ia menitikkan airmata bahagia. Tak lama juga masuk Appa, Umma, dan kakaknya. Taeyeon tersenyum untuk terakhir kalinya. Ia belum sempat mengatakan perpisahan pada mereka. Karena detik itu juga, mata Taeyeon tertutup, nafanya terhenti bersamaan alat pendeteksi detak jantung berbunyi nyaring pertanda pasien sudah pergi untuk selama-lamanya.

Yah..Taeyeon pergi dalam keadaan bahagia hari itu. Pergi setelah memberikan kesempatan pada anaknya untuk melihat dunia. Pergi dalam keadaan di kelilingi oleh orang-orang yang dicintainya. Sungmin memeluk istrinya yang sudah tidak bernyawa itu. Tangisannya pecah. Tidak hanya Sungmin, bahkan semua orang menangis mengiringi kepergian Taeyeon.

#flashback end#

Kibum menangis teringat hari itu. Hatinya terasa sepi kembali seiring dengan kenyataan bahwa tidak ada lagi orang yang bisa mendukungnya di saat ia sedih. Teman-temannya memang selalu ada, tapi itu berbeda. Ia merasa berbeda.

“Nuna, aku merindukanmu..” lirihnya..

To be continued..

Shady Girl Kibum’s Story (Part 1)

Tittle : Shady Girl Kibum’s Story Part 1
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance,

Main Cast :

  • Cho Jarin
  • Kim Kibum

Support Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Kim Heechul
  • Kim Taeyeon

Tiba juga di Kibum Story..author bingung harus ngomong apa lagi. jadi,
Check this out lah..

Shady Girl Kibum's Story by Dha Khanzaki

—–o0o—–

“Jika ada orang di dunia ini yang harus membunuhmu, maka aku yang akan melakukannya.”
Kyuhyun membelalakkan matanya. Ja Rin mengeluarkan sebuah revolver dari dalam jaket panjangnya itu. Ia mengarahkannya tepat pada dahi Kyuhyun.
Namja itu sudah tidak bisa bergerak sedikitpun. Karena jika ia melakukannya, Ja Rin tidak akan segan-segan untuk menarik pelatuk pistol yang dipegangnya.
“Ucapkan selamat tinggal, Cho Kyuhyun” ucapnya sambil menyeringai.

“Andwaeeeeee!!!!!”

Doooor!!!!!

Bersamaan dengan lengkingan teriakan yang terdengar sangat memilukan, bunyi letusan pun terdengar memecah keheningan malam itu..

__o0o__

Kyuhyun menutup matanya rapat-rapat kala Ja Rin menembaknya. Namun beberapa detik setelah bunyi letusan itu terdengar, kenapa ia tidak kunjung merasa sakit? Kyuhyun membuka matanya perlahan. Ia membelalakkan mata saat melihat pistol yang di arahkan Ja Rin padanya ternyata hanya pistol mainan yang hanya menimbulkan suara seperti pistol sungguhan saja.
“Hahahaha~” Ja Rin tertawa lepas setelahnya. Membuat namja yang sempat mati jantung sesaat itu jengkel setengah mati. Kyuhyun menggeram.
“CHO JA RIIIINNN!!!!!” teriaknya menyebut nama lengkap gadis itu.

Ja Rin tidak bisa menahan tawanya melihat wajah memerah Kyuhyun. Ia lantas meletakkan pistol mainannya di atas meja makan lalu menyingkirkan Kyuhyun agar ia bisa mengambil air dari dalam kulkas.
“Bagaimana, aktingku bagus kah?” tanyanya sambil meneguk air langsung dari botolnya.
“Aktingmu buruk sekali. Sekarang aku tidak heran kalau kau sampai tidak diterima masuk Akademi SM” ucap Kyuhyun sambil mengelap air yang ia tumpahkan di lantai dapurnya.
Ja Rin melotot. “Ya!! Kau ini bisa tidak memujiku sekali saja!!”
Kyuhyun bangkit lalu balas memelototi Ja Rin. “Kau sendiri bisa tidak memanggilku Oppa! Aku ini kakakmu!!”
“cih, kita kan hanya berbeda satu tahun. Aku tidak sudi memanggimu begitu” Ja Rin melengos masuk ke dalam ruangan favorit Kyuhyun, tempat ia memajang semua video game yang sudah ia kumpulkan selama ini.
“Ya! Ya! Siapa yang mengijinkanmu masuk ke sana!” teriak Kyuhyun lantas menyusul adiknya itu.

Cho Ja Rin, itulah nama gadis yang sudah membuat Kyuhyun hampir mati tadi. Sifatnya memang susah ditebak, keras kepala, dan nekat. Dia adik yang hanya berbeda satu tahun dengan Kyuhyun. Dan satu hal, meskipun Ja Rin sering sekali mengatakan ia sangat membenci Kyuhyun, namun baginya Kyuhyun tetap seorang kakak yang ia sayangi.
Sejak dulu, hubungan mereka memang kurang akur. Selalu bersaing dan enggan memuji satu-sama lain. Tapi begitulah hubungan kakak-adik. Jika sang adik mendapatkan masalah, maka orang pertama yang akan ia jadikan tempat mengeluh adalah kakaknya..

“Cho Ja Rin! Berhenti bermain dengan Sherry!!” Kyuhyun mengambil anjing kesayangannya dari hadapan Ja Rin.
“Aku tidak menyangka kau masih merawatnya sampai detik ini. Aku kira kau akan membuangnya setelah bosan.”
“Enak saja. Sherry adalah bagian dari hidupku selain game. Dia sudah kurawat dengan baik. Bahkan aku sering membawanya ke salon.”
“Mwo? Salon? Untuk anjing? Ayolah, kau harus menghabiskan uangmu untuk yeojachingumu. Bukan untuk anjing.”
Kyuhyun mendengus. “Berhenti menceramahiku. Lagipula aku tidak mempunyai yeojachingu.”
Ja Rin tersenyum mengejek. “Tentu saja. Siapa yang mau pacaran denganmu. Lihat penampilanmu.. aku yakin anjing betina saja tidak mau melirikmu” Ja Rin memperhatikan penampilan Kyuhyun dari atas sampai bawah, lalu menggeleng pasrah.

Kyuhyun malas mendengarkan nasihat dari adiknya itu. Ia duduk di sofa. “Lalu apa tujuanmu datang kemari. Aku yakin kau kemari bukan karena rindu padaku kan?”
Ja Rin menunjukkan ekspresi sebal. Ia bersedekap lau duduk di samping Kyuhyun. “Aku bertengkar dengan Appa.” Jawabnya singkat dan sukses membuat Kyuhyun tercengang.
“Bertengkar? Kenapa kau malah mengikuti jejakku? Sudah kubilang kau harus baik-baik pada Appa!”
Ja Rin menoleh lalu menjitak kepala Kyuhyun jengkel. “Memang semua ini gara-gara siapa? Masalah yang terjadi padaku semua karena kesalahanmu, pabo!”
“Mwo? Kau menyalahkanku?!” sungut Kyuhyun tak terima diperlakukan kasar begini.
“Tentu saja! Appa memintaku menjadi Direktur di Cho Corp! Harusnya itu kan jabatan yang akan diberikan padamu! Tapi karena kau pergi dari rumah, maka Appa melampiaskan semuanya padaku! Aku yang harus menderita karena menggantikan posisimu di perusahaan! Semua ini salahmu! Karena kau juga aku tidak bisa mewujudkan cita-citaku menjadi seorang aktris!! Ini semua salahmu Cho Kyuhyun! Aku sangat membencimu!!” Ja Rin melampiaskan semua kekesalannya pada kyuhyun. Ia mulai terisak.

Kyuhyun menghela napas. Ia akui penderitaan yang Ja Rin alami memang sebagian dikarenakan dirinya. Ia keluar dari rumahnya sekitar 8 tahun yang lalu. Mungkin karena ia enggan meneruskan perusahaan Appanya, Ja Rin-lah yang statusnya sebagai anak ke-dua harus menggantikan Kyuhyun meneruskan Cho Corp. Ia juga tahu bagaimana impian Ja Rin yang begitu besar untuk menjadi seorang aktris film. Tapi Appanya tetap tidak menyetujui impiannya itu karena Ja Rin harus belajar bisnis management agar bisa menjadi pemimpin perusahaan itu kelak.

“Sudah, jangan menangis.” Kyuhyun hendak menarik Ja Rin ke dalam pelukannya, bermaksud membuat gadis itu tenang. namun Ja Rin malah mendorongnya hingga Kyuhyun jatuh dari sofa.
“Auh..Appo..” ringis Kyuhyun.
“Jangan sok bijaksana! Aku datang bukan untuk meminta perhatian darimu!!” teriaknya sambil terus menangis.
“Kalau begitu kenapa datang kemari! Kenapa bukan ke tempat namjachingumu saja! Siapa itu namanya, ah, Kim Kibum!!” ujar Kyuhyun emosi. Ja Rin, sifat mu ini benar-benar harus di berantas. Batin Kyuhyun.
Ja Rin mengusap airmata yang mengalir di pipinya. “Jangan sebut nama itu! Aku benci dia! Hubunganku dengan Key sudah putus sejak 2 bulan lalu!” ia tidak mau mengingat nama namja yang sudah ia hapus dari ingatannya. Namja itu-Key-berselingkuh di belakangnya. Ja Rin sangat membenci namja itu begitu tahu cintanya yang tulus itu diduakan.
“Huh, kau ini senang sekali membenci orang.”

“Malam ini, aku menginap di sini.” Putus Ja Rin seenaknya. Kyuhyun kaget.
“Kau ini? Aku belum mengijinkan!”
“Lalu kau tega membuat yeoja sepertiku tidur di jalanan? Kau jahat sekali.”
Kyuhyun langsung speechless dibuatnya. Ia memang selalu tidak tega pada adiknya itu. “Ba-baiklah. Kau menang nona.. silakan pakai kamar yang ada di lantai 2.”
“Jinjjaaa?? Ah, kau memang Oppaku yang paling baik di dunia-chuuppp” Ja Rin mencium pipi Kyuhyun lalu berlari seperti anak kecil yang baru menemukan mainan baru ke lantai atas. Kyuhyun hanya bergidig ngeri sambil mengusap pipinya yang tadi dicium Ja Rin.
“Dasar gadis gila..”

__o0o__

Ja Rin tidak tidur. ia memang tidak bisa tidur di tempat baru. Meskipun ini rumah Kyuhyun a.k.a Oppanya sendiri, ia tetap sulit memejamkan mata. Ja Rin menengadahkan kepalanya ke arah luar jendela. Tepat saat bulan purnama tampak sangat jelas di langit sana.
Pikirannya melayang pada pertengkaran dengan Appanya sebelum ia memutuskan pergi ke rumah Kyuhyun.

#flashback#
“Berhenti menggeluti pekerjaan yang tidak berguna seperti itu dan mulailah belajar menjadi penerus Cho Corp!” itulah yang Appanya teriakkan saat ia mengatakan ingin berhenti belajar bisnis dan akan meneruskan sekolah akting di Amerika.
“Tapi aku mencintai seni drama Appa, kumohon mengertilah.. lagipula kan masih ada Kyuhyun Oppa.. kenapa bukan dia saja. Aku tidak bisa meninggalkan dunia yang sangat aku cintai itu..” ia terus meminta pengertian Appanya terhadap apa yang ia inginkan dan ia cita-citakan.
“Untuk apa mengharapkan anak yang tidak bisa diandalkan seperti itu! Anak tidak bisa diatur sepertinya bukanlah penerus untuk perusahaanku! Sekarang kau lah yang Appa harapkan untuk meneruskan perusahaan yang sudah membuatmu hidup nyaman hingga sekarang!!” ujar Appanya setengah membentak. Ja Rin sudah berlinangan air mata saat itu. Hatinya terasa sangat sakit. Ummanya yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menangis melihat putrinya tampak tak berdaya seperti itu.
“Appa, apa tidak bisa kau memberiku kesempatan untuk mewujudkan..”
“Tidak!!” tegas Appanya “Kau tetap akan menjadi direktur baru Cho Corp. Bersiap-siaplah meneruskan pendidikanmu di bidang bisnis management di Inggris. Jika masih tidak ingin juga, maka menikahlah dengan orang yang bisa meneruskan perusahaan Appa!!” Appa lalu pergi setelah sukses menghancurkan hati Ja Rin yang sangat rapuh saat itu. Kakinya terasa sangat lemas hingga ia jatuh ke lantai. Ummanya segera menghampiri dan menenangkannya saat itu juga.
“Sudahlah Ja Rin, kau turuti saja keinginan Appamu. Daripada kau terpaksa menikah.” Nasihat Ummanya. Ja Rin tidak menjawab. Ia segera berlari ke kamarnya dengan mata terus meneteskan airmata.
#flash back end#

Di kamar, Ja Rin menangis tersedu-sedu. Sekarang ia baru bisa mengerti perasaan Kyuhyun saat bertengkar dengan Appanya dan memutuskan pergi dari rumah dulu. Sekarang ia tahu bagaimana rasanya jika sudah sangat mencintai sesuatu dan ternyata itu dilarang oleh orangtuanya sendiri. Rasanya sangat perih dan menyakitkan. Sekarang ia baru paham kenapa kakaknya bahkan sampai rela pergi meninggalkan semua fasilitas yang ia punya dan memutuskan hidup sendiri. Kyuhyun pasti sangat sakit hati saat itu karena kecintaannya pada game tidak disetujui oleh Appanya. Sama seperti yang ia rasakan sekarang.
“Oppa, maaf aku tidak memahami perasaanmu saat itu..” batinnya sambil menahan sakit. Dulu, ia menanggapi tindakan Kyuhyun adalah tindakan terbodoh yang dilakukan kakaknya itu. Tapi siapa sangka ternyata semua itu berdampak baik bagi Kyuhyun. Dalam tempo singkat, ia bisa membangun perusahaan gamenya sendiri. Dan menjadi salah satu CEO termuda dalam sejarah bisnis Korea*Eunhyuk juga masuk loh*

Namun apa yang bisa dilakukannya? Ia tidak bisa melakukan seperti yang Kyuhyun lakukan untuk membuat Appanya mengerti apa yang ia suka dan ia inginkan. Haruskah ia menjadi seorang aktris terkenal? Seperti kata Kyuhyun, ia diterima di Academy SM saja tidak. Bagaimana menjadi seorang aktris terkenal?

Ja Rin merasa dirinya sangat menyedihkan.

__o0o__

Malam itu, Kibum kembali bermimpi buruk. Ia memimpikan perseteruannya dengan Heechul 10 tahun yang lalu.
#dimimpi Kibum#
“Kau pikir kau bisa mengikuti jejak Appa? Kau bahkan takut melihat darah” ejek Heechul
“Tentu saja aku bisa! Aku akan berusaha! Aku ini sudah dewasa. Aku tidak takut lagi melihat darah.” Bantah Kibum yang saat itu berusia 15 tahun. Heechul menyeringai.
“Benarkah? Kenapa kau ingin menjadi Dokter? Untuk membuat Appa bangga padamu? Dia tidak pernah menganggapmu. Kau ini bukan siapa-siapa. Kau hanya anak kecil. Meskipun kau bilang sudah dewasa, tapi kau tidak bisa menghindari bahwa dirimu tetap seorang anak-anak.” Ejek Heechul membuat Kibum sangat terpukul. Taeyeon sudah tidak kuat lagi melihat perseteruan di antara adik dan kakaknya. Ia mencoba menengahi mereka.
“Cukup Oppa, jangan membuat Kibum semakin terpuruk. Kau sudah keterlaluan” ucap Taeyeon. Ia beralih menenangkan Kibum.
“Sudah Kibum, jangan dengarkan kata-kata Hyungmu. Dia tidak benar. Kau adalah Kim Kibum. Anak kebanggaan keluarga ini. Dan kau bisa menjadi seorang dokter kelak.” Taeyeon tak tega melihat Kibum begitu terpukul seperti ini. Ia cukup tahu Kibum sangat kesepian selama ini karena selalu di anggap remeh oleh keluarganya.
“Jangan bela dia, Taeyeon! Dia harus sadar dengan kemampuannya.”
“CUKUP!” teriak Kibum. Kesabarannya juga memiliki batas. Tangannya mengepal erat dan rahangnya menggertak tanda ia benar-benar tersinggung dengan ucapan Heechul. “Aku bisa menjadi dokter. Aku harus menjadi dokter! Agar tidak ada yang mengalami hal yang sama seperti Yoona!!” teriaknya lalu pergi.
“Kibuuummm!!!!” teriak Taeyeon memanggilnya namun Kibum tidak mempedulikan hal itu. Ia terus berlari dengan segenap rasa sakit yang ditanggunggnya.


Kibum terbangun dari mimpinya. Tubuhnya dibasahi oleh keringat. Ia duduk perlahan di atas tempat tidurnya. Kepalanya terasa pening. Kenapa ia bermimpi kejadian itu lagi? Kejadian yang sudah membuatnya sadar. Kejadian yang sudah membuatnya bertekad kuat untuk menjadi seorang dokter seperti Appanya. Cukup ia diremehkan selama lima belas tahun lamanya. Cukup ia tidak dianggap selama itu dan hidup dalam kesepian dan kesendirian. Selama itu juga yang berada di sampingnya hanya Taeyeon dan Yoona, sahabatnya yang meninggal karena kanker itu. Hanya mereka. Dan kenapa ke dua orang itu pergi meninggalkannya???

“AARRRGGHHH!!!” teriaknya frustasi.

__o0o__

“Kau serius akan pergi ke Juilliard? Bukankah Appa memintamu belajar ke Harvard?” tanya Kyuhyun saat ia dan Ja Rin sarapan pagi harinya. Ja Rin entah kerasukan setan apa bersedia menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun. Mungkin karena semalaman ia sudah merenungkan bagaimana perasaan Kyuhyun saat pergi dari rumah dulu, ia sedikit memahami dan menghormatinya. Hanya sedikit.
“Tentu saja. Itu sekolah seni terbaik di Amerika. Lagipula, aku tidak sudi mengikuti jejakmu ke universitas itu.” Jawaban Ja Rin tetap menyebalkan seperti biasanya. Kyuhyun memaklumi hal itu dan hanya bisa menahan emosinya.
“Baguslah. Jangan ikuti jejakku. Setelah lulus dari Juilliard, kau turuti keinginan Appa untuk meneruskan perusahaan.”
“Shireo! Kau saja.”
“Aku juga tidak mau. aku sangat bangga dengan jabatanku sebagai CEO dari QC corp yang kubangun sendiri. Jangan kau hancurkan kebanggaanku itu” sekarang Kyuhyun bisa membanggakan diri di depan adiknya.
“Huh, sudah jangan pamer. Aku akan siap-siap sekarang juga” Ja Rin bangkit.
“Loh, kau tidak pamit pada Appa?”
“Kau ingin aku di ikat di rumah jika pamit padanya?” balas Ja Rin sambil melayangkan death glare-nya.
“Tidak. Kalau begitu jangan bilang”

Kyuhyun mengikuti adiknya yang bersiap-siap hendak pergi. ia mengerutkan kening saat melihat adiknya bukan memakai sepatu seperti yang kebanyakan yeoja pakai, melainkan sebuah roller blade?
“Kenapa kau memakai sepatu roda?” Kyuhyun bingung setengah mati dengan keanehan adiknya itu. Ah, ia lupa kalau Ja Rin lebih aneh dari dirinya.
“Aku nyaman mengenakan ini. Ya sudah, aku pergi ya…”
“Kau tidak ingin aku antar?”
“Tidak. Bye..” Ja Rin melesat ke luar rumah Kyuhyun dengan semangat tinggi. Kyuhyun melihatnya sambil geleng-geleng kepala. Tuhan.. kenapa ia mempunyai adik seperti itu?

__o0o__

Kibum merasa hari ini tubuhnya kurang bisa di ajak bekerja sama. Ah, ini tidak boleh terjadi. Ia tidak boleh sakit. Rasanya aneh jika seorang dokter jatuh sakit. Sekarang ia sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Pasiennya pasti sudah menunggu di rumah sakit sana. Ia bahkan tidak fokus saat menyetir mobilnya.

“Kyaaaaa!!!!” Karena tidak konsentrasi, Kibum hampir saja menabrak seseorang yang tengah menyebrang. Ia segera menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil untuk melihat ke adaan orang yang hampir ditabraknya tadi.

Seorang gadis tersungkur di tanah sambil memegang kakinya. Omona.. Kibum panik. Ia langsung menghampirinya.
“Nona, kau tidak apa-apa?” tanyanya panik. “Maaf, aku tadi tidak konsentrasi jadi—“
“Kalau memang tidak bisa menyetir jangan menyetir!!” bentaknya memotong ucapan Kibum. Namja itu langsung saja membungkam mulutnya.


Ja Rin menikmati perjalanannya menyusuri sepanjang jalan itu memakai roller blade kesayangannya. Jika Ummanya tahu apa yang ia lakukan, ia pasti telah menjadi santapan macan peliharaan yang ada di rumahnya.
“hmm.. ternyata memang lebih asyik jalan-jalan seperti ini..” gumamnya. entah kemana tujuannya. Ia hanya ingin menghirup udara bebas seperti ini.

Saat akan menyebrang, tanpa diduga ada mobil yang hampir saja menabraknya.
“Kyaaaaa!!!” beruntung gerak refleksnya sangat bagus hingga ia bisa menghindar dengan baik dan pengendara mobil itu juga sigap membelokkan mobilnya agar tidak menabrak. Dan nasib buruk menimpanya. Ia jatuh tersungkur mengakibatkan kakinya terkilir.
Seorang namja yang sepertinya pengendara mobil menghampirinya dengan cepat.
“Nona, kau tidak apa-apa?” namja itu berbicara dengan nada panik. “Maaf, aku tadi tidak konsentrasi jadi—“
“Kalau memang tidak bisa menyetir jangan menyetir!!” Ja Rin memotong ucapan namja di hadapannya itu sampai-sampai ia menutup rapat mulutnya. Nadanya terdengar membentak mungkin. Ah, tidak. Ia memang membentaknya.
“Kau tahu kan kalau aku..” Ja Rin menghentikan ucapannya saat melihat wajah namja yang ada di hadapannya. Matanya agak melebar dan jantungnya mendadak berdetak dua kali lebih cepat. Mulutnya bahkan sedikit menganga.
Oh Tuhan..Apa aku sedang bertemu seorang malaikat sekarang? Mengapa namja di hadapanku ini tampan sekali? Batinnya.

Cho Ja Rin, detik itu juga mengakui dirinya jatuh cinta pada namja yang sudah membuatnya tak berdaya.

To be continued..

 

Guardian Angel (Part 5) End

Tittle : Guardian Angel Part 5 End
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Fantasy, SG, Romance

Main Cast :

  • Jo Youngmin (Yeoja)
  • Jo Kwangmin (Yeoja)
  • Kim Donghyun (Namja)

Support Cast :

  • Lee Jeongmin (Namja)
  • Shim Hyunseong (Namja)
  • No Minwoo (Yeoja)
  • Kim Jaejoong (Donghyun’s Appa)
  • Kim Taeyeon (Donghyun’s Eomma)

tiba juga dipart ending ^^ akhirnya… setelah dibiarkan terbengkalai terlalu lama, FF ini bisa diposting juga. nah, tanpa membuang-buang waktu, Happy reading ^^

Guardian Angel By Dha Khanzaki
Baca lebih lanjut