Tag Archive | Seohyun

All My Heart (Part 4)

Tittle : All My Heart Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, sad,

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho kyuhyun

Support Cast :

  • Leeteuk
  • Seohyun
  • Hangeng
  • Kibum

Ceramah Author : Bingung juga. apa yah? gak ada deh.. selamat membaca aja ^_^
Warning :
Banyak typo di mana-mana
Bahasa tidak sesuai EYD
Maaf kalau feelnya gak dapet
Maaf kalau ceritanya makin gak rame

Happy Reading ^^

All My Heart by Dha Khanzaki1

Baca lebih lanjut

Iklan

No Other (Part 7)

Tittle : No Other Part 7
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Friendship, School Life, Romance, Family

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Leeteuk
  • Seohyun
  • Kim Ryeowook
  • Im Yoona
  • Lee Hyukjae / Eunhyuk
  • Bae Suzy

Ada yang kangen ama FF ini? nah, check this out ajalah.. ^^

No Other by Dha Khanzaki

———o0o———-

Kyuhyun menatap Jiyeon sungguh-sungguh. Namun sepertinya gadis itu salah mengartikan ekspresinya karena sekarang dia malah bersorak senang.
“Kenapa dia? Oh, kau sudah melakukan sesuatu?” tanya Jiyeon girang sambil menggoncang lengan Kyuhyun halus. Tatapan Kyuhyun begitu serius hingga akhirnya membuat senyum Jiyeon terhenti.
“Jiyeon, kau harus menyerah!” tegas kyuhyun. gadis itu tersentak kaget. Kenapa tiba-tiba Kyuhyun memintanya menyerah?
“waeyo?” Ia tidak mengerti. Kyuhyun memegang erat kedua bahu Jiyeon.
“Heechul hyung sudah mempunyai pacar!” ucapnya dengan suara berat. Kyuhyun benar-benar tidak tega mengatakannya. Namun Jiyeon harus tahu. ia harus tahu bahwa percuma saja memaksakan diri menyukai Heechul karena namja itu tidak mungkin membalas perasaannya.
Tubuh gadis itu membeku seketika. Heechul sudah memiliki kekasih? Tidak mungkin.
“You lie! Aku pernah bertanya pada Ryeowook dan dia bilang Heechul Oppa tidak sedang dekat dengan yeoja manapun!”
“Mana aku tahu soal itu. Yang pasti kemarin Hyung berbicara dengan pacarnya yang bernama.. Ah, taeyeon!” ujar Kyuhyun yakin. Ia menatap jiyeon sungguh-sungguh berharap gadis ini percaya. Namun gadis itu justru terdiam.

Jiyeon merasakan otaknya mendadak kosong. Ia bingung antara percaya atau tidak. Otaknya berputar-putar cepat seperti roller coaster.
“Jadi, Mianhae, aku tidak bisa menepati janjiku” sesal Kyuhyun. Jiyeon langsung menatapnya tajam.
“Kalau begitu kita putus” timpal Jiyeon. Kyuhyun mengerjap kaget.
“Shireo!!” spontan ia menolak.
“kenapa? Bukankah kita pacaran dengan syarat kau akan mendekatkan aku dengan Heechul Oppa!”
“Arra! Tapi..”

Jiyeon menyipitkan matanya, ia menatap Kyuhyun dengan hati kesal. Kyuhyun kehabisan kata-kata. Ia kebingungan harus menjawab apa. Hatinya mendadak gusar. Ia memejamkan mata sejenak lalu menatap Jiyeon sungguh-sungguh. Dalam hati, ia benar-benar tidak mau berpisah dengan yeoja ini.
“Karena aku sepertinya sudah memahami sesuatu” ujar Kyuhyun dengan suara rendah.
“Paham apa?”
“arti dari cinta” jawab Kyuhyun langsung, tanpa mengalihkan tatapannya dari mata gadis itu. Jiyeon seketika diam. Ia terkesiap kaget begitu menyadari eskpresi Kyuhyun berubah serius. Namja itu menatap matanya dalam-dalam.
“Selama beberapa hari bersamamu. Entah kenapa sepertinya ada yang berubah. Aku merasakan sesuatu yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Seperti lagu yang ku nyanyikan tadi. Sepertinya tanpa berbicara pun kau sudah mengajarkan aku cinta”

Mata Jiyeon melebar. Ada perasaan aneh menyusup ke dalam hatinya detik itu juga. Dan itu membuatnya sesak. Jantungnya pun berdetak lebih cepat. Perasaan apa ini? Kyuhyun meraih kedua tangan Jiyeon. Sekali lagi menunjukkan kesungguhan hatinya pada gadis ini.
“Jadi ku mohon. Tetaplah jadi pacarku. Ajari aku sebentar lagi” pintanya serius.
Jiyeon terbelalak.”Mwo? Tapi Kyu, kau melupakan satu hal” ucap Jiyeon seraya menarik tangannya perlahan. Ia memberanikan diri membalas tatapan Kyuhyun.
“Jika kau sudah memahami apa itu cinta, apa yang akan kau lakukan?”

Kyuhyun merengutkan keningnya, bingung. Benar juga! Jika ia sudah paham, apa yang harus ia lakukan? Jiyeon merasa menjadi orang paling menyedihkan ketika menatap wajah bingung Kyuhyun.
“Kau bahkan tidak tahu? Aku akan memberitahumu satu hal, Kyu. Di dunia ini tidak ada hal yang lebih menyakitkan dari cinta” ujar Jiyeon serius. Kyuhyun semakin tidak mengerti.
“Apa maksudmu?”

Pertanyaan Jiyeon belum terjawab karena mendadak saja seseorang berseru memanggil Kyuhyun. kedua orang itu menoleh bersamaan. Kyuhyun mengerjap begitu melihat sosok kakaknya, Leeteuk dan yeojachingunya, Seohyun datang. Jiyeon mengenali dua orang ini! Bukankah saat ke hotel ini kemarin mereka pernah bertemu.
“Loh Kyuhyun, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Leeteuk.
“Oh Hyung, tidak hanya mengobrol ringan dengan…” Kyuhyun sadar bahwa ia belum mengenalkan Jiyeon pada kakaknya. Baru ia akan membuka mulut, Jiyeon menyela.
“Eonni..” ucap Jiyeon pada Seohyun.
Seohyun tertegun sesaat menatap Jiyeon. Sepertinya ia mengenal gadis ini. “Oh, kau gadis cantik waktu itu!” serunya. Kyuhyun mengerjap, mereka sudah saling mengenal?
“Ne Eonni. Lee Jiyeon imnida” Jiyeon mengenalkan dirinya dengan sopan. Jiyeon senang sekali pada Seohyun. Menurutnya Seohyun adalah seorang yeoja yang cantik, ramah, dan memiliki senyum yang menawan!
“Tunggu, kalian sudah saling mengenal?” serobot Kyuhyun tidak sabar. Seohyun mengangguk ringan.
“Pertemuan yang tidak disengaja” jawab Seohyun.
“Dia temanmu?” tanya Leeteuk. Kyuhyun menggeleng dengan senyum lebar.
“Kau salah, Hyung. Dia pacarku” ucapnya sambil merangkul bahu Jiyeon. Gadis itu melonjak kaget, begitu Seohyun dan Leeteuk.
“Omo, kenapa kau tidak bilang dia kekasihmu, Kyu..jadi maksudmu berkonsultasi malam itu karena dia?” ujar Seohyun senang.
“Konsultasi?” tanya Leeteuk. Gawat, Hyungnya itu tidak boleh tahu perihal konsultasinya dengan Seohyun.
“Aaa—stop. Jiyeon ini hyungku. Leeteuk” potongnya. Kali ini Jiyeon terkesiap kaget. Apa? Ia tidak percaya. Namja keren ini Kakak Kyuhyun?
“Aku Jiyeon” ia mengenalkan dirinya dengan kaku.
“Oh, yang tadi menyanyi bersama Suzy? Jadi kau yeojachingu Kyuhyun. Aku kira kau teman Suzy.” Ucap Leeteuk.
“Suaramu indah. Sama seperti Kyuhyun.” timpal Seohyun. Kyuhyun mengeryitkan alisnya. Suaranya jauh lebih indah, mengapa bisa disamakan dengan Jiyeon?
“Terima kasih” jawab Jiyeon malu. Tiba-tiba ia teringat pada Donghae. omona, bagaimana mungkin ia meninggalkan namja itu sendirian di dalam ballroom.
“Kalau begitu aku pamit. Kasihan temanku di dalam sendiri” jiyeon kemudian pergi. Kyuhyun hendak mencegahnya namun entah kenapa ia hanya bisa menatapi kepergian Jiyeon dalam diam.

Leeteuk juga pergi karena harus menjawab telepon. Sekarang yang tersisa tinggal Kyuhyun dan Seohyun saja. gadis itu melirik Kyuhyun yang terdiam sejak kepergian Jiyeon.
“Kenapa? Ku perhatikan kau seperti orang kebingungan” tanya Seohyun. Calon adik iparnya itu kemudian menghela napas berat.
“Aku tidak mengerti. Jiyeon mengatakan, di dunia ini tidak ada yang lebih menyakitkan dari cinta. Nuna, bukankah kau pernah mengatakan bahwa cinta itu indah. bagaimana bisa hal indah seperti itu membuat orang sakit hati?”
Seohyun tersenyum. “Bukankah aku juga pernah bilang, cinta itu universal. Tentu saja makanany pun bisa bermacam-macam. Jika Jiyeon bilang cinta itu menyakitkan, itu artinya mungkin, dia pernah mengalami pengalaman yang sangat pahit. Yang bahkan kau sendiri tidak akan bisa menahannya”
Kyuhyun mengerjap. “Benarkah?” lirihnya.

—-o0o—–

Besoknya, di sekolah Jiyeon tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi. begitu bel istirahat berbunyi, ia segera melesat untuk meminta konfirmasi pada seseorang.
“Aku tidak percaya heechul Oppa sudah punya pacar! Aku harus menanyakannya pada Ryeowook. Dia pasti tahu!” Jiyeon pergi menemui namja itu yang sedang menikmati makan siangnya di kantin.
“Wookie-ah, aku ingin bertanya sesuatu” Jiyeon langsung duduk di depannya tanpa permisi. Ryeowook tersenyum sambil sesekali menyantap jajangmyun.
“Malhaebwa” ucap Ryeowook santai.
“Heechull Oppa, apa benar dia sudah punya pacar?” tanya Jiyeon serius. Ryeowook terpaku mendengar pertanyaannya. Sumpit yang dipegangnya refleks terjatuh dan mata namja itu terbelalak kaget.
“Hee? Yang benar?! Mengapa aku tidak tahu!” tak tahunya namja itu pun berseru kaget.
“Mengapa kau justru balik bertanya!! Cepat katakan.. Aku sangat penasaran!!”

Ryeowook meneguk minumannya dulu lalu berkata. “Hyung itu orang yang tertutup soal cinta. Jadi aku tidak tahu. Mungkin saja dia benar-benar sudah memiliki yeojachingu?”
Jiyeon melemas di tempat duduknya. Sepertinya kisah cintanya harus berakhir sebelum Ia memulainya. Jiyeon pamit pergi. Kini, ia berjalan di lorong dengan langkah lunglai.
“Heechul Oppa sudah memiliki yeojachingu..lalu, bagaimana denganku??” gumamnya. tatapannya menerawang ke depan. Saat seluruh pikirannya sedang berputar-putar dan otaknya kosong, sebuah suara tak asing menelusup merasuki telinganya. Langkahnya terhenti seketika, tepat saat dirinya berada di depan ruang praktek. Jantungnya mendadak berdebar.

Terdengar suara orang bernyanyi. Ia mengerjap. bukankah Suara ini.. milik Kyuhyun? langkahnya membelok, Jiyeon masuk ke ruangan itu. Benar saja, di dalam sana ia menyaksikan Kyuhyun sedang memainkan piano sambil menyanyikan sebuah lagu yang merdu. Ia tertegun. Mengapa namja itu bisa memiliki suara seindah itu? entah ia harus iri atau kagum.

_haruman danharuman, neoui chingu
aneon neoui namjaro mannaseumyeon,
sashil u jeongyateungeon naegen
gwamshimeobseo, just for one day_

Karena terbawa suasana, tanpa disadari Jiyeon ikut menyanyi. Kyuhyun sempat terkejut, ia menoleh dan melihat gadis itu berdiri tak jauh dari dirinya. Mendadak saja, ia lega dan rasa bahagia itu menyeruak dari dalam hatinya. Ia melanjutkan nyanyiannya.

_sarangboda gipeun u jeongi nama,
gamchul su bake eobneun nae sarangeul.
Neoui chinguraneun ireumeuro maeumdolda ji chyeo,
neoreul nohajul kkabwa, duryeoweo_
*just for one day- kyuhyun ft CSJH*

Kyuhyun tersenyum gembira di akhir nyanyiannya. Perasaannya begitu tenang dan damai karena kini matanya kembali menatap sosok itu, Jiyeon yang sekarang berdiri di depannya. Jiyeon salah tingkah karena senyuman Kyuhyun. ia tersenyum kikuk.
“Jadi, kau selalu kemari?” tanyanya.
Kyuhyun mengangguk ringan “Tidak terlalu sering. Hanya kadang-kadang saja. Ngomong-ngomong mengapa kau kemari? Kau..merindukanku?”
Deg! Jantungnya berdetak tak karuan lagi. ia cepat-cepat memalingkan wajahnya.
“Untuk apa! Aku hanya kebetulan lewat saja!” Jiyeon bermaksud pergi namun dengan sigap Kyuhyun menahan tangannya. Gadis itu terkesiap.

“Kajima!” lirih Kyuhyun. ia lalu berdiri, menatap punggung Jiyeon dengan pandangan sendu. “bertemu denganmu membuatku bahagia. Jadi tinggallah di sini beberapa saat lagi.” mohonnya.
Jiyeon memalingkan pandangnnya menatap Kyuhyun, ekspresi namja itu membuat hatinya goyah. Namun secepat mungkin ia kembali menatap ke arah lain. Ia tidak mau melihat Kyuhyun. Hatniya takut. Takut terjadi hal yang paling tidak diharapkanmya.
“Kenapa kau melakukan ini Kyu? Apa sebenarnya tujuanmu?” Perlahan ia membalikkan badannya menghadap Kyuhyun. suaranya terdengar parau dan sedih. Ia menatap Kyuhyun. Ia benar-benar tidak mengerti. Kyuhyun terdiam, masih memegang tangannya.
“Sejujurnya aku juga tidak mengerti.” jawab Kyuhyun pelan.
Jiyeon jadi kesal. Kyuhyun orang yang sulit di pahami dan aneh. Kadang jadi jahat, baik, mengagumkan, bodoh, dan menyebalkan!
“kenapa kau meminta kita berpacaran? Kenapa kau tidak memintanya pada tunanganmu saja? Lagipula, sepertinya harapanku untuk dekat dengan Heechul Oppa hilang. dan tunanganmu..” ia mengerjap begitu teringat Suzy. Benar juga, bukankah Kyuhyun sudah memiliki tunangan? Untuk apa sekarang ia bersama dengan namja ini? Bahkan ia tidak berhak untuk bersamanya.

“Semua kesepakatan kita batalkan saja. Ok, jadi mulai sekarang jangan ganggu aku!” jiyeon menarik tangannya kemudian melesat pergi. namun sebelum itu, Kyuhyun segeramemeluk Jiyeon dari belakang. yeoja itu terbelalak kaget. Bagaimana ini, badannya kaku seketika.
“Kajima! Tolong tetap bersamaku meski aku tidak bisa menepati janjiku.” bisik Kyuhyun pelan di telinganya.
Kalimat yang di ucapkan Kyuhyun membuat dadanya sesak. Tanpa di sadari air mata Jiyeon meleleh perlahan. Ia melepaskan pelukan Kyuhyun pelan-pelan. Ia membalikkan badannya lalu menatap Kyuhyun dengan mata yang basah oleh airmata.
“Kau tahu siapa orang yang paling menyebalkan di dunia ini?” tanya Jiyeon dengan suara tercekat. Kyuhyun merasa hatinya seperti teriris melihat ekspresi Jiyeon.
“Orang yang sudah membuatku jatuh cinta, namun dia tidak mau bertanggung jawab! Ketika aku sudah menyayanginya, ketika aku mencintainya, dia mengecewakanku dan mematahkan hatiku hingga hancur tak tersisa”

setelah mengatakannya Jiyeon berlari dari tempat itu sambil menangis. Kyuhyun lagi-lagi hanya bisa menatap kepergian Jiyeon dengan hati berkecamuk. Ia tidak mengerti. Tapi ia merasa dadanya sakit dan perih. Ya ampun, apa yang terjadi? Ia terpaku cukup lama hingga akhirnya ia tersadar.
Jangan-jangan..

—o0o—

Jiyeon menangis sendirian di taman sekolah yang sepi. Ia teringat kembali pada perceraian Appada dan Mamanya dulu. Ia sempat ingin mati saat itu. Ia sangat tersiksa karena kedua orang yang di cintainya membuatnya kecewa. Begitu pun saat ia tahu Kibum hanya memanfaatkannya saja untuk lari dari perasaannya sendiri. Semua membuatnya sakit!

“Sekarang sudah musim dingin. Kenapa diam di tempat seperti ini. Kau tidak takut jadi beku?” tiba-tiba ada seseorang melilitkan syal ke lehernya. Hal itu membuat Jiyeon tersadar dari lamunan.
Jiyeon menoleh. “Eunhyuk Oppa..” lirih jiyeon ketika melihat Oppanya sudah duduk di sampingnya dengan wajah yang menenangkan. Eunhyuk mengamati wajah adiknya yang terlihat sembab. Di pipinya yang merona kemerahan karena udara dingin itu masih tersisa aliran air mata.
“Kenapa menangis? Kau itu jelek kalau menangis” ucap Eunhyuk sambil menghapus airmata di pipi Jiyeon dengan kedua tangannya. Jiyeon bukannya berhenti malah semakin menjadi-jadi tangisannya. Ia menangis sambil memeluk Eunhyuk.
“owh” eunhyuk lantas balas mendekap dongsaengnya dengan hangat.

“Aku ini baru 15 tahun Oppa, kenapa harus mengalami semua ini?” rintih Jiyeon terisak.
Eunhyuk terdiam. “aku, tidak tahu jawabannya.” jawabnya bingung. Jiyeon melepaskan pelukannya. Airmata masih mengalir di pipinya yang memerah. Eunhyuk tersenyum simpul, tanpa berkata apapun ia lalu memasangkan headphone untuk memperdengarkan musik dari i-pod miliknya.

_nalgaeleulpyeogo, juhhaneul
wiaeh hwul hwul nalabga,
nunmuleun annyeong, ssangcheodo
annyeong, ijae euljianna_
*spread it wings- f(x)*

“Hajiman, semua ini terjadi bukan tanpa alasan. Setidaknya kau bisa mendapatkan hal baik dari semua hal buruk yang kau alami. Meski hanya satu saja” ucap Eunhyuk bijak. Mata jiyeon terbuka lebar. Benar. Banyak sekali hal baik yang didapatkannya. Kenapa selama ini Ia melupakannya. Perlahan ia tersenyum.
“Kau tahu oppa, hal terbaik yang aku dapatkan dari semua hal buruk yang terjadi?”
Eunhyuk menoleh ringan. “Apa?”

Jiyeon kali ini memeluknya lebih erat lagi. “Tuhan memberi kau, Siwon Oppa dan Sungmin Oppa sebagai oppaku” ucp jiyeon plan dan dalam. Eunhyuk tersenyum lalu mengelus-elus kepala jiyeon dengan penuh kasih sayang.
“Iya, aku pun beruntung memiliki adik perempuan sepertimu. tidak ada adik yang lebih baik darimu” balasnya.

—-o0o—-

Mendadak pikiran Kyuhyun terus dihantui oleh ucapan Seohyun yang mengatakan mungkin saja Jiyeon pernah mengalami hal pahit yang membuat ia bilang bahwa cinta itu menyakitkan. Jadi ia pergi bertanya pada Donghae, meski sebenarnya ia malas menemui namja itu.

“Orangtua Jiyeon pernah bercerai ketika dia masih kecil. Iyu saja yang aku dengar tentang jiyeon. Selebihnya dia terlihat bahagia-bahagia saja tuh.” jawab Donghae santai saat di tanyai perihal Jiyeon. Kyuhyun mengangguk paham. Jangan-jangan ini yang membuatnya bilang begitu. Ia tidak tahu rasanya. Karena dari kecil ia di besarkan dengan penuh kasih sayang. Ia memiliki Orangtua yang rukun dan hyung yang perhatian padanya.

Ketika pulang, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Jiyeon. Namun yeoja itu berinisiatif menghindar dengan menarik Yoona pergi. Kyuhyun hanya terpaku menatapi kepergian Jiyeon, tanpa bisa melakukan apapun.

“Loh, kau tidak pulang bersama dengannya? Bukankah dia namjachingumu sekarang?” tanya Yoona. Mereka berjalan menelusuri trotoar yang berderet toko-toko dan kafe di sepanjang sisinya. Jiyeon mendengus.
“Namjachingu apanya? Dia…” mendadak saja langkahnya terhenti dan ekspresinya berubah drastis. Seperti melihat sesuatu yang mengejutkan. Yoona ikut melihat ke arah pandang Jiyeon dan ia pun ikut membelalakkan matanya.

Jiyeon terpaku melihat pemandangan di depannya. Kyuhyun benar! Heechul memang sudah memiliki kekasih. Buktinya ia melihat Heechul sedang bergandengan tangan dengan seorang yeoja yang memakai seragam berbeda.
“Loh, Ji. Bukankah itu Heechul Oppa! Ji, dia menggandeng yeoja!” seru Yoona agak tergagap. Ia bermaksud heboh namun melihat wajah datar Jiyeon ia pun berhenti bertingkah berlebihan.
“Araseo!” ucap jiyeon dengan wajah biasa saja. Apa yang terjadi! Kenapa dia tidak merasa marah atau cemburu? Tunggu sebentar! Ada yang salah. Bukankah seharusnya ia marah ataupun kesal? tapi kenapa tidak ada apapun yang terjadi? Kenapa justru ia merasa lega mengetahui Heechul sudah memiliki yeojachingu? Ini aneh.
“kau kenapa ji?” yoona heran melihat jiyeon diam. Ekspresi gadis itu kini tercengang. Ia mencengkram lengan Yoona.
“Ini aneh yoong, apa yang terjadi padaku?!” ucap jiyeon panik ketika menyadari ada yang aneh dengan dirinya. Yoona makin kebingungan.

—-o0o—–

Sejak saat itu, entah kenapa Jiyeon selalu menghindar tiap kali bertemu Kyuhyun. Ada sesuatu yang ditakutinya bila bertatapan dengan namja itu. Ia merasa senang dan sakit di saat yang bersamaan.

“Tidak mungkin!” Jiyeon berusaha menepis pikirannya sendiri. Ia teringat ucapan Eunhyuk dulu. Jika ia merasa sedih dan senang di saat yang bersamaan, maka itu adalah cinta! Impossible!

—-o0o—-

Kyuhyun juga merasa bingung dan frustasi dengan apa yang sekarang ia alami. Ia tidak bisa menemukan jawabannya sekeras apapun otaknya berpikir. Seohyun bilang bahwa cinta itu indah. Lalu yang dirasakannya sekarang apa? hatinya justru merasa sakit.
“Aaaaah!!” Kyu berteriak frustasi di kelas. Teriakannya itu sukses membuat hampir seluruh teman sekelasnya melonjak kaget. Kyuhyun tidak mempedulikan tatapan heran orang-orang. Ia lalu keluar dan pergi ke ruang praktek untuk menenangkan diri. Tempat ia biasa menghabiskan waktu istirahat.

Kyuhyun harap bisa bertemu dengan Jiyeon. Tapi ternyata tidak. Kenapa ia merasa rindu pada yeoja itu. Jika dipikirkan kembali, ia baru mengenalnya beberapa hari. apa yang bagus dari gadis itu? jika dilihat secara keseluruhan, tidak ada yang bagus. Bahkan sifatnya pun tidak ada yang menarik. Tapi hari-harinya berbeda di saat ia bersama gadis itu. dan akan terasa semakin berbeda jika tidak ada gadis itu. Ia duduk di depan piano lalu bernyanyi lagi.

_jugeodo mot bonae,
naega eotteohke neol bonae,
garyeo geodeun tteonaryeo geodeun
nae gaseum gochyeo nae.

Apeuji anhke na,
saragal surado itge,
andwindamyeon eochapi ussal geo,
jugeodo mot bonae_
*Can’t Let You Go-2AM*

Suara tepuk tangan terdengar ketika lagu yang dimainkan olehnya selesai. Kyuhyun cepat menoleh karena mengira itu adalah Jiyeon. Senyumnya memudar perlahan ketika ia tahu yang berdiri di depannya adalah Suzy. Gadis itu tersenyum riang kemudian berjalan hingga ke hadapan Kyuhyun.
“Kau. Aku kira siapa” ucap Kyuhyun dingin.
“kenapa? Kau berharap orang lain?”
“aniyo!” sela Kyuhyun lalu menutup kap piano. Ia bangkit kemudian berlalu melewati gadis itu. ia malas sekali jika harus berbincang dengannya.

Suzy seolah tidak memahami Kyuhyun yang mencoba menghindarinya. Ia dengan polosnya mendekat. “kau sedang bertengkar dengan Jiyeon?” tanya. Kyuhyun menghentikan langkahnya.
“tidak juga” jawab Kyuhyun malas.
“Kyu, sepertinya kau melupakan satu hal yang sangat penting” ucap Suzy. Namja itu langsung menoleh. Kata-kata Suzy sama dengan yang pernah di katakan Jiyeon dulu. Ia mendadak saja penasaran. Memang hal penting apa yang sudah dilupakannya?
“Apa? Apa yang ku lupakan?!” tanyanya tidak sabar.
Suzy mendekat dan langkahnya terhenti tepat di depan Kyuhyun. “Ketika kau merasakan sesuatu, ketika cinta datang menghampirimu, sambutlah dengan gembira. Jika perlu kau katakan pada orangnya langsung. Cinta hadir untuk menutupi kesedihan dalam diri seseorang. Jadi tidak selayaknya seseorang bersedih karena cinta.” Jelasnya.

Kyuhyun membeku di tempatnya berdiri. Otaknya yang pintar itu masih berusaha mencerna ucapan Suzy. Jadi intinya ia harus mengatakan isi hatinya pada jiyeon, dan bukankah itu berati… HE’S FALLIN’ IN LOVE WITH HER??
Kyuhyun mengejrap begitu tersadar. Tanpa membuang waktu ia segera berbalik, namun sebelum itu ia harus berterima kasih pada Suzy. Berkat ucapannya, ia tersadar akan satu hal penting yang memang dilupakannya.
“Suzy, gomawo. Kau sudah memberiku saran bagus. Mian jika selama ini aku bersikap dingin padamu”
Suzy tersenyum manis sambil mengendikkan bahu, “Never mind. Semoga kau dengan Jiyeon berhasil. Ingat Kyu, jika kau sampai putus dengannya, kau harus bertunangan denganku” ancam Suzy dengan mata menyipit.
Kyuhyun tersenyum, lalu menggeleng “Never happen” ucapnya sambil memamerkan senyum evil. Ia segera melesat pergi.

Suzy menatap kepergian Kyuhyun dengan hati perih. Sebenarnya ia tidak rela melepaskan Kyuhyun. tapi untuk apa ia mempertahankan seseorang yang tidak mencintainya.
“Aku sudah mengambil keputusan tepat..” gumamnya menyemangati diri.

—-o0o—–

Saat ini, Jiyeon tengah duduk sendirian di taman sambil membaca buku Les Miserables favoritnya. Kyuhyun akhirnya berhasil menemukan Jiyeon. Senyumnya merekah dan kakiknya melangkah otomatis mendekati yeoja itu. namun saat jarak tinggal 2 meter lagi, ia terpaksa menghentikan langkahnya karena ia melihat yeoja itu mengangkat ponselnya yang berdering.
“Hallo? Oh, Oppa! Aku dengar sekarang kau sedang syuting film di pulau Jeju. Chukkae..” seru Jiyeon dengan wajah gembira. Kyuhyun yang mendengarnya dari jauh memiringkan kepalanya, bingung. Syuting? Oh, mungkin itu telepon dari Siwon, kakaknya.

“Ya? Kado ultahku? Aku belum menerimanya. Jinjja? Di rumah? Ah, aku jadi tidak sabar ingin segera pulang”
Kyuhyun mengejrap. Ulang tahun? Jiyeon ulang tahun? Kapan? Kyuhyun memberanikan diri mendekat setelah Jiyeon selesai bicara di telepon.
“Sedang apa kau di sini?” tanya Kyuhyun sambil melipat tangan di depan dada.

Jiyeon terkesiap kaget karena Kyuhyun mengejutkannya dengan muncul secara tiba-tiba. Secepat mungkin ia menyesuaikan diri.
“Sedang apa? tentu saja membaca buku” jawab Jiyeon dengan suara senormal mungkin. Ia berusaha menutupi kegugupannya. Dalam hati ia mengumpat, mengapa namja ini malah muncul di hadapannya?

Kyuhyun mengangguk singkat lalu duduk di samping jiyeon.
“kenapa dari sekian banyak bangku taman kau malah duduk di sini?” tanya Jiyeon bingung.
“Aku tidak mau duduk sendirian” jawab Kyuhyun enteng. Jiyeon mendesah berat, lalu bangkit. Ia harus pergi. Tapi Kyuhyun cepat meraih tangannya.
“kenapa pergi? Kau menghindariku?”
“Tidak. Di sini dingin” elak Jiyeon, ia berusaha menarik tangannya namun sayang, cengkraman Kyuhyun terlalu kuat.
“kalau begitu kenapa kau tidak mau melihat wajahku?” selidik kyuhyun heran. Sejak tadi Jiyeon memang terus mengindari kontak mata dengannya.
“Bukan begitu!” jiyeon menarik tangannya. Ia kemudian membalikkan badannya pergi.

“Benar apa katamu!” teriak Kyuhyun membuat Jiyeon berhenti melangkah. Gadis itu terpaku di tempatnya berdiri.
“Orang paling menyebalkan di dunia ini adalah orang yang sudah membuatku jatuh cinta namu dia tidak mau bertanggung jawab!” tegas Kyuhyun agak berteriak. Jiyeon mengerjap. ia tidak mau membalikkan badannya menatap Kyuhyun. ia tidak sanggup menahan gejolak hatinya saat ini. Ia ingin sekali melihat ekspresi namja itu namun ia takut ia akan merasakan sesuatu yang tidak ia harapkan.
“Dan orang itu adalah KAU!”

Jantung jiyeon seperti berhenti berdetak saat medengarnya. Apa yang baru saja ia dengar? Apa itu artinya Kyuhyun..Kyuhyun menyukainya? Kyuhyun jatuh cinta padanya??.

To be continued..

No Other (Part 4)

Tittle : No Other Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a shin Je Young
Genre : School Life, Friendship, Family, Romance

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Kim Kibum
  • Lee Donghae
  • Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
  • Im Yoona
  • Hankyung
  • Choi Siwon
  • Choi Sooyoung
  • Kim Jong Woon a.k.a Yesung
  • Kim Ryeowook
  • Kim Heechul
  • Seo Joo Hyun a.k.a Seohyun
  • Leeteuk
  • Bae Suzy

Warning : typo bertebaran di setiap sudut, bahasa kamseupay

No Other by DhaKhanzaki

——–0.0——–

Besoknya,
Kaki Jiyeon sudah sedikit sembuh. Ajaib sekali. Ia bisa sekolah. Eomma, Appa dan kedua Oppanya juga tidak melarangnya sekolah. Tapi sebelum ke sekolah, ia mampir untuk melihat motor yang sedang di perbaiki di bengkel milik orangtuanya Donghae.
“Bagaimana, tidak ada yang rusak parah kan?” tanya Jiyeon. Donghae berdiri di sampingnya.
“Tidak. Hanya lampu depannya saja pecah” jawab montir yang memperbaikinya. Jiyeon dan Donghae mengangguk paham.
“Syukurlah” Jiyeon lega sekarang. Motor itu motor kesayangan Sungmin. Jiyeon tidak tega membuat oppanya sedih.

“Aku dengar dari Sungmin Hyung kakimu terluka. Kenapa mondar-mandir seperti ini? Kau
harusnya istirahat!” tegur Donghae. Jiyeon meliriknya tajam. “Apa kamu juga ingin menceramahiku? Tenang, aku baik-baik saja”
“Aku ini mencemaskanmu.” Ujarnya. Jiyeon ini tidak bisa melihat ekspresi cemasnya sekarang apa?
Jiyeon langsung memegang pundak Donghae dengan kedua tangannya.
“Gomawo atas perhatianmu, aku harap kamu bisa mendapatkan gadis yang baik juga”
Donghae mengerutkan kening bingung. “Hei, apa maksudmu?”
“Tenang, aku akan membantumu mendapatkan hati Yoona” ucap Jiyeon seraya mengacungkan jempolnya. Donghae terperanjat, cepat-cepat dia menepis tangan Jiyeon dari pundaknya.
“Kau bercanda? Memang apa hubungannya?”
Jiyeon berdecak “Kamu pikir aku tidak tahu. Hah, sikapmu pada Yoona itu mudah sekali
ditebak.” Ucapnya. Jiyeon lalu pergi. meninggalkan Donghae yang menatapnya dengan ekspresi bingung luar biasa.

@@@

*di sekolah*

“Aigoo,, Jiyeon. Memangnya kamu sudah sembuh?” seru Yoona ketika bertemu Jiyeon di depan gerbang.
“Tentu saja! Lihat, aku bisa berjalan normal” jawab Jiyeon enteng. Yoona geleng-geleng kepala. “Berarti kamu siap untuk tes menari nanti?”
“Tentu!” Jiyeon mengangkat jempolnya. Sesaat kemudian ia teringat sesuatu. “Oh iya, kamu tahu namja yang bernama kyuhyun tu kelas berapa?”
“Dia sekelas dengan Wookie. Kenapa memangnya?”
“Ini, aku mau mengembalikan ponselnya. Kemarin tidak sengaja tertinggal.” Jiyeon mengeluarkan ponsel Kyuhyun dari dalam saku jas seragamnya.
Yoona belum sempat menjawab karena Ryeowook datang menghampiri mereka.
“Pagi…” ucapnya dengan wajah cerah seperti biasa.
“Pagi..” balas Yoona.
“Wookie kebetulan sekali..” Jiyeon bermaksud mengatakan sesuatu ketika tiba-tiba suara klakson mobil mengejutkan mereka bertiga. Otomatis ketiga orang itu menoleh bersamaan.
“hei, kalian, bisa kan kalian tidak berdiri di tengah jalan” ucap Kyuhyun kesal. Mobilnya jadi tidak bisa lewat karena ada orang yang memblokir jalan. Sedetik kemudian raut wajahnya berubah terkejut saat melihat Jiyeon.
“Ah Kau?”
“Kau” Jiyeon pun ikut terkejut.
Kyuhyun malas berhadapan dengan Jiyeon, lantas ia kembali menjalankan mobilnya.
“Hoi kau, tunggu!!” Jiyeon ingin mengejar, tapi kakinya kan baru saja sembuh. Jadi niatnya ia batalkan. Sekarang perhatiannya teralih pada Ryeowook.
“Wookie, aku minta tolong padamu” ucap Jiyeon.
“Apa? Soal Hyung lagi?” goda Ryeowook. Sejauh ini Jiyeon selalu meminta bantuannya jika menyangkut masalah Heechul.
“Bukan!” Jiyeon diam. Ah, apa sebaiknya ia serahkan sendiri saja. Itu lebih terkesan sopan. Baiklah..”Tidak jadi deh.”

__o0o__

Waktu istrahat, Jiyeon menolak ketika diajak makan di kantin oleh Yoona. Alasannya karena ia ingin mencari Kyuhyun untuk mengembalikan ponselnya.
“Jiyeon!” panggil Siwon. Langkah gadis itu terhenti. Tubuhnya segera membalik bersamaan dengan sosok Siwon yang semakin dekat dengannya.
“Oppa.. Ada apa? Ah, mian. Kemarin aku telat menyerahkan CD-nya” Jiyeon menyesal. Siwon tidak terlihat marah. Malah raut wajahnya begitu khawatir.
“Kau tidak apa-apa kan? Aku dengar kemarin kau kecelakaan”
Jiyeon sempat takjub juga. Ternyata, Oppa kandungnya ini menaruh perhatian juga padanya. “aku baik-baik saja. Lihat” ia menunjukkan dirinya yang tampak segar bugar agar Siwon percaya.
“Kamu ini, membuatku cemas setengah mati”
“Maaf” Jiyeon bukannya merasa bersalah ia justru merasa sangat senang. Ternyata oppanya yang satu ini juga tidak kalah baik dengan Sungmin dan Eunhyuk. Saking terharunya tanpa sadar Jiyeon memeluk Siwon. Padahal di sana kan koridor yang tidak sepi.

“Huuu~” orang-orang langsung berseru melihat kejadian itu.
“Jiyeon, di sini banyak orang. Lepas!” ucap Siwon panik. Mengingat statusnya juga seorang publik figur. Jiyeon sadar, ia lekas melepaskan pelukannya.
“Mian” Jiyeon membungkuk meminta maaf lalu pergi sebelum ada fans Siwon yang membantainya.

Baru pergi beberapa langkah saja ia sudah kembali berhenti. Di hadapannya kini berdiri Kibum tengah menatapnya dengan pandangan datar.
“Emh, hai” Jiyeon salting sambil mengangkat tangannya. Kibum malah memalingkan pandangannya. Ioh, reaksi yang mneyebalkan!
Tanpa diduga dia berjalan melewati jiyeon tanpa berkata sepatah katapun.
“Yesung oppa, apa dia sudah lebih baik sekarang?” tanya Jiyeon. Kibum berhenti. Itu membuat Jiyeon lega, entah kenapa. Kibum membalikkan badan.
“Aku tidak akan bertanya kenapa kamu bisa mengetahuinya” ucapnya datar. Jiyeon mngerutkan kening.
“kau, marah padaku?” tanya Jiyeon heran.
“Ani” kibum hendak pergi. Tapi Jiyeon menghalanginya.
“lalu kenapa kau bersikap seolah-olah kita ini musuh? Setidaknya kita bisa berteman lagi kan, setelah.. Setelah..” Jiyeon tidak berani melanjutkan kalimatnya.
“Aku tidak akan pernah menjadikanmu temanku” jawab Kibum datar. Jiyeon terkejut.

“kenapa?”
“karena aku tidak akan jatuh cinta pada temanku!” setelah menjawabnya Kibum pergi. Jiyeon terpaku. Otaknya bekerja lambat siang itu.
“Apa maksudnya?” Jiyeon tidak mengerti sama sekali. 5 detik kemudian ia baru mengerti.
“ah!” tapi ketika berbalik sosok Kibum sudah menghilang. Loh, kemana anak itu?

—-o0o—-

Jiyeon mencari Kyuhyun, seperti yang dikatakan teman sekelasnya selalu berada di ruang praktek saat istirahat.
Beberapa langkah lagi menuju ruangan itu sudah terdengar dentingan alunan piano. Jiyeon membuka pintu sedikit dan mengintip.

_coz’ there’s something in the way.. You look at me.. It’s as if myheart knows.. You’re the missing piece.._

Kyuhyun duduk di balik grand piano menyanyikan lagu Christian Bautista diiringi permainan indah jari-jarinya diatas piano. Tidak hanya permainannya, namun, suara dan cara namja itu menyanyikannya pun mampu membuat Jiyeon terasa seperti terlempar ke dunia lain. Seolah dunia di sekitarnya memudar dan ia hanya melihat sosok Kyuhyun dengan jelas.

Lagi-lagi, dan lagi-lagi Jiyeon dibuat terhanyut. Ternyata benar, lagu yang didengarnya kemarin adalah lagu yang dinyanyikan oleh Kyuhyun sendiri.
Begitu nada berhenti Jiyeon merasa alam khayalnya hancur dan ia tersadar kembali. Segera saja ia menghampiri Kyuhyun sebelum dia menghilang lagi.
“Sedang latihan untuk tes nanti?” tanya Jiyeon polos. Mengingat ujian tes sebentar lagi.
“Ah, kau! Jangan membuatku kaget!” seru Kyuhyun kaget. Jiyeon muncul tiba-tiba sih.
“Aku tidak sedang latihan. Ini hanya keisenganku saja” elak Kyuhyun. ia menutup piano itu lalu bangkit.
“Tapi suaramu bagus” Jiyeon berkata jujur. Selama ini ia hanya mengakui suara Sungmin saja yang bagus. Jika ia memberikan satu jempol untuk Oppanya itu, maka ia memberikan 2 jempol untuk Kyuhyun
“Semua orang juga tahu” jawabnya pede seraya mengendikkan bahu. Ia melirik Jiyeon datar.
“Apa maumu? Kau bukan secara kebetulan kemari kan?”
Jiyeon menjentikkan jarinya “Binggo!! Nih” Jiyeon menyerahkan ponsel Kyuhyun. Tapi dia melengos pergi melewatinya. Jiyeon terpaku. Dia serasa jadi orang bodoh.
“Ya!” Seru Jiyeon jengkel.

“Aku hanya ingin mengembalikan ponselmu!” teriak Jiyeon sambil mengejarnya. Kyuhyun berhenti. Ekspresinya saat menatap Jiyeon tetap datar dan dingin.
“Ponsel itu untukmu saja. Aku sudah tidak suka” Kyuhyun pergi lagi.

Jiyeon kaget mendengarnya. “Mwo, tapi ini terlalu mahal, hei Kyu!” Jiyeon mengejarnya lagi sambil berteriak di koridor. Kyuhyun menghentikan langkahnya lagi. Teriakan Jiyeon benar-benar mengganggu dan membuatnya kesal.
“Siapa yang menyuruhmu memanggil Kyu, HAH? Jangan sok akrab, ok!” Kyuhyun memasang tampang evilnya.
“Tapi, semalam…” ucapan Jiyeon terpotong karena tiba-tiba Heechul datang memanggil. Ah, Itu pangeran berkuda putihnya. Bagaimana ini.

Jiyeon jadi gugup sendiri melihat Heechul berjalan menghampiri Kyuhyun. tampangnya kesal seperti singa kelaparan dan gagal mendapan santapan makan malamnya.
“Dasar bocah tengik! Aku bilang datang ke tempat latihan jam 10. Kau malah berkeliaran di sini” ucapnya sambil berkacak pinggang. Weish! Jiyeon terbelalak. Ia kan belum bilang pada Kyuhyun tentang itu.
“Hyung, memangnya kapan kau bilang?” Kyuhyun bertanya dengan wajah innocent. Heechul menarik napas kesal.
“tadi malam!” tegasnya penuh penekanan. Ada apa ini? Apa Kyuhyun amnesia. Baru saja semalam ia menelepon dan namja ini sudah lupa?

Kyuhyun bingung, seingatnya tidak ada yang menelepon semalam “tadi ma–” Kyuhyun berhenti karena ia baru ingat sesuatu. Ia menoleh pada Jiyeon yang memegang ponselnya semalam.
Gadis itu tersenyum serba selah dan mengangkat ponselnya sambil memberitahu dengan bahasa isyarat bahwa Heechul memang menelepon semalam. Ia mengangguk paham.
“Oh ya, aku lupa” ucap Kyuhyun bohong.
“Sekarang mana lagu yang kau janjikan itu?” Heechul mengulurkan tangannya meminta Kyuhyun menyerahkan sekarang juga. tapi Kyuhyun malah menepuk keningnya sendiri.

“Aishy, aku meninggalkannya di kelas”
Heechul mengepal tangannya yang terulur. Uh, dia ingin sekali menjitak kepala Kyuhyun
“Kau ini! Loh, kau kan adiknya Eunhyuk dan Sungmin” seru Heechul saat menyadari keberadaan Jiyeon di sana. Tentu saja di sapa begitu Jiyeon salah tingkah.
“Ne, oppa.” jawabnya sambil tertawa tidak jelas. Kyuhyun tersenyum sinis melihatnya.
“Aku tidak tahu kalau kalian dekat. Jangan-jangan…” Heechul menebak-nebak. Wajahnya tersenyum menggoda Kyuhyun dan Jiyeon

“TIDAK!” tegas Kyuhyun dan Jiyeon bersamaan. Heechul sampai kaget di serbu teriakan oleh dua orang sekaligus.
“Tidak Hyung, aku tidak dekat dengannya” tegas Kyuhyun.
“Iya Oppa, aku juga tidak mau dekat dengan namja tengil ini” jawab Jiyeon panik. Kyuhyun melirik tajam ketika Jiyeon menyebutnya namja tengil.

Heechul tertawa melihat reaksi Jiyeon dan Kyuhyun. mereka seperti baru saja tertangkap basah. Jika memang tidak ada apa-apa seharusnya mereka menjawabnya dengan santai.
“Calm down. Fine, aku tidak akn mengganggu kalian. Kyu, ambil lagumu itu sekarang. Lalu temui kami di ruang latinan. Ok” Heechul menepuk pundak Kyuhyun lalu prgi.

Yah.. Jiyeon hanya memandangi kepergian Heechul dengan wajah pasrah. Kyuhyun membalikkan badannya menghadap Jiyeon. Sudah banyak sekali kekesalan menumpuk dalam dirinya.
“Heh yeoja rese, kenapa kau tiadk bilang Heechul Hyung menelepon semalam?”
Jiyeon balas menatap Kyuhyun, tapi ia tidak bisa membalas melotot seperti yang namja itu lakukan sekarang. “Aku mau bilang, kau saja yang tidak mau dengar”
Kyuhyun mendesah berat. Sebaiknya ia pergi. menghadapi yeoja-yeoja polos seperti Jiyeon membuatnya malas. “Aish!! Gara-gara kamu aku kena semprot dia sekarang!” Kyuhyun lalu pergi sambil menggerutu.
“Dsar namja aneh!” Teriak Jiyeon. Sekarang ia tidak mau mengejar Kyuhyun. malas sekali. Namja seperti Kyuhyun harusnya dilenyapkan dari muka bumi. Ia menatap tangannya dan terkejut saat melihat ponsel namja rese itu masih digenggamnya.
“O?? Ponselnya!!” lagi-lagi ia lupa mengembalikannya.

—-o0o—-

Jiyeon dan Yoona tengah latihan menari unyuk tes nanti di lantai 2 rumah Jiyeon. Musik beat mengalun mengiringi gerakan luwes keduanya. Namun gerakan Jiyeon terbatasi karena kakinya belum sembuh total sementara Yoona bergerak dengan energik.
“aduh, gerakanku payah nih!” keluh Yoona. Ia duduk menyandarkan diri pada tembok yang dingin sambil mengelap keringat yang mengucur.
“Kau masih mending, gerakanku lebih payah lagi” sambung Jiyeon ikut mengeluh.
“kau wajar sedang terluka”
“Ah, harusnya aku minta diajarkan Donghae saja. Dia kan masternya!!” seru Jiyeon. Yoona tertawa. “Kau benar. Harusnya aku juga memintanya mengajariku.”

Jiyeon mendesah. “Kalau padamu Donghae pasti dengan senang hati mengajarkan”
Yoona menoleh bingung “Maksudmu?”
“lupakan” tepis Jiyeon. Ia lupa Yoona sama naifnya dengan Donghae. padahal tingkah Donghae sudah sangat jelas padanya. semua orang juga sudah tahu hal itu. tapi Yoona tidak pernah sadar. Dan anehnya, Donghae juga tidak mau mengakui kalau dia menyukai Yoona. Bagus, pasangan yang serasi!

“Buat apa minta diajarikan Donghae kalau kau punya Oppa sang maestro tari” ucap Eunhyuk mendadak muncul.
“Oppa?! Kau tidak membantu Appa di resto?” Jiyeon setengah senang, setengah bingung. jam segini harusnya kakaknya itu sibuk membantu di restoran. Eunhyuk menggeleng seraya berjalan mendekat.
“Tidak. Hari ini jadwal Hyung yang bertugas. Btw, tadi kalian bicara soal tari. Mau aku ajarkan?” Eunhyuk menawarkan diri dengan sukarela. Jiyeon dan Yoona saling berpandangan. Senyum sumringah pun merekah di bibir keduanya.
“Mau!” seru mereka bersamaan.
“Come on!!” teriak Eunhyuk seraya menarik keduanya berdiri. Yoona beralih menyalakan kembali musik dan Eunhyuk pun mulai mengajarinya.

Di sekolah Eunhyuk terkenal sngt piawai menari. Yang mampu menyainginya dari sekian banyak dancer di sekolah hanya Donghae saja.

Tralilalila..

Jiyeon berhenti latihan sejenak karena ponselnya berbunyi.
“hallo..” ucapnya agak terengah karena baru saja menari.
“my doll?”
Jiyeon mengerjap mendengar suara ibunya. “Mommy!!” serunya senang. ia memindahkan ponselnya ke telinga kanan. Jiyeon berjalan ke beranda untuk mencari suasana tenang.
“Kamu tidak merindukan Mama chagi?”
“Sangat. Ma, kapan Mama pulang?. Aku ingin sekali bertemu denganmu” ucap Jiyeon, ia menyandarkan punggungnya pada pagar beranda. Memandang Yoona dan Eunhyuk yang asyik menari di dalam.
“Mama juga, ingin bertemu dengamu dan Siwon. Oh iya, Mama sudah mengirimkan kartu undangan pesta sayang, Mama ingin kamu dan Siwon datang mewakili Mama.”
“Loh, kenapa? Mama sibuk di Hongkong?”
“Itu sudah sangat jelas.”
Jiyeon mengangguk paham. “Pesta apa?”
“Ulang tahun perusahaan teman Mama. Kamu datang ya sayang. Ajak oppa mu juga”
“oke! Buat Mama apa sih yang tidak, hehe”

Bahkan setelah pembicaraan usai pun, senyum gembira terus menghiasi wajahnya. Jiyeon sangat senang karena sudah berbicara dengan Mama. Sekarang ia bisa lepas menari sepuasnya.

—o0o—

Hari minggu,

Ryeowook mengajak Jiyeon ke suatu tempat siang itu. Jiyeon tidak terlalu keberatan. Ia tidak ada kegiatan dan seharian di rumah bisa membuatnya mati kebosanan. Yah, Sekalian ia juga ingin jalan-jalan.
“Ini kan!” seru Jiyeon ketika tiba di depan sebuah hotel mewah. Ryeowook menoleh kaget.
“kenapa?” tanyanya bingung

Jiyeon tidak cepat menjawab. Ia sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya. Begitu menemukannya, ia meneliti kartu undangan yang dikirimkan Mamanya. Tidak salah lagi, alamat dan nama hotelnya sama. Jangan-jangan…
“Kita mau ngapain kemari?” tanya Jiyeon. Ryeowook mengangkat kamera yang dibawanya.
“Memotret keadaan panggung. Hyung dan bandnya akan tampil pada sebuah pesta di hotel ini”
Mata Jiyeon melebar seketika begitu mendengar nama Heechul. “Heechul Oppa?? Sini, biar aku saja yang memotret” Jiyeon langsung mengambil kamera dari tangan namja manis itu.
Ryeowook mencibir pelan. “Hu! Kalau soal Hyung kau selalu girang”
“Hehe” Jiyeon cengengesan tidak jelas. Ia sudah terlalu sering merepotkan Ryeowook menyangkut Heechul. Jadi bingung harus membalas apa. Mereka pun masuk.

—o0o—

*di rumah sakit*

Kyuhyun baru selesai medical check up. Sekarang ia sedang berjalan di lorong, merenungkan hasil pemeriksaan tadi. Untunglah hasilnya tidak membuat Kyuhyun kehilangan semangat.
Saat mengangkat kepalanya yang tertunduk, tanpa sengaja ia melihat Kibum dan Sooyoung berjalan masuk ke sebuah ruangan. Entah kenapa ia penasaran. Kyuhyun bergegas mengendap-endap seperti mata-mata, lalu mengintip dari kaca pintu.

Di dalam sana ia melihat Kibum, oranh tuanya, Sooyoung, dan Yesung yang terbaring di ranjang. Keningnya berkerut.
“loh, sejak kapan Yesung Hyung masuk rumah sakit? Bukannya seharusnya dia sibuk debut sebagai penyanyi” pikir kyuhyun. Setahunya Yesung adalah bintang yang debut bersama Siwon tahun ini.

Karena terlalu sibuk melamun, ia tidak sadar dari dalam sana ada orang yang berjalan mendekat ke arah pintu. Aishy!! Kyuhyun kaget karena pintu tiba-tiba terbuka. Ia pura-pura sibuk menelepon. Sooyoung mengerjap senang melihat Kyuhyun ada di hadapannya. ini kebetulan yang menyenangkan.
“Kyuhyun..” ucap Sooyoung senang.
Kyuhyun menoleh, dan memasang wajah innocent. Ia pura-pura kaget.
“Hei, Sooyoung” sapanya.
“Sedang apa kau di sini? Oh, kau ingin menjenguk oppa juga?”
“Anii” Kyuhyun mengibaskan tangannya cepat. “tadi aku habis menjenguk saudara di sini” akunya bohong. Sooyoung percaya saja karena ia yakin Kyuhyun tidak pernah membohonginya.

Kyuhyun dan Sooyoung adalah teman sejak kecil. Tapi sekarang hubungan mereka tidak begitu dekat lagi. Entah apa penyebabnya.
“Kau tidak ingin jenguk oppa, dia pasti senang bisa bertemu denganmu”
Kyuhyun tersenyum simpul. Ia ingat dulu ia bersama Yesung selalu latihan bernyanyi bersama saat SMP. Masa-masa yang indah. Dan sekarang kenangan itu hanya tinggal memori. Kyuhyun maupun Yesung sudah mengambil jalannya masing-masing.
“Nanti saja”
“Kenapa? Apa karena ada Kibum? Ada apa dengan kalian berdua.. Kalian perang dingin tanpa sebab”

Kyuhyun berhenti tersenyum. Kibum juga temannya sejak kecil. Dulu mereka sangat akrab. Tapi sekarang. Entahlah, ia merasa Kibum membencinya. Dan sialnya, ia tidak tahu alasannya.
“Soal itu aku juga tidak mengerti” lirih kyu. Kibum tidak pernah menyapanya lagi sejak SMP. Ditambah mreka masuk ke SMP yang berbeda. Jadi sampai sekarang Kyuhyun tetap tidak mengerti.
“Ah, ya sudah, aku pergi dulu. Sampaikan salamku pada Hyung ya”
“oh, ne” ucap sooyoung.

Kyuhyun tidak ingin berlama-lama di sana. Lantas ia pergi. Di tempat parkir ia menghampiri Hankyung yang sedari tadi menunggunya. Ia terkesiap melihat Kyuhyun berwajah suram.
“Lama sekali. Apa hasilnya mengecewakan?”
“Enak saja! Aku baik-baik saja kok!” tepis kyuhyun. Hankyung terkekeh pelan. Ia mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. Ia tidak mau mendengar omelan Kyuhyun lebih panjang lagi. Mereka kemudian masuk mobil. Kyuhyun duduk di samping kursi kemudi dan memasang sabuk pengaman.
“Oh iya, tadi Leeteuk Hyung menelepon, katanya kita harus datang ke hotel sekarang. Dia sudah mencoba menghubungimu tapi tidak bisa” jelas Hankyung panjang lebar. Ia mulai menyalakan mobil, kemudian mengemudikannya dengan tenang.
“Oh, tadi ponsel kumatikan. Untuk apa Hyung menyuruh kita ke hotel?”

Hankyung mengendikkan bahunya. “Entahlah, mungkin membicarakan soal pesta”
“Aish! Aku malas, tapi aku tahu Hyung pasti mengamuk jika aku tidak menurutinya” keluh Kyuhyun membuat Hankyung tertawa kencang.
“Hahaha. Kau juga yang tengil”
Kyuhyun menoleh horor pada sepupu Cina-nya itu. “Han, kau jangan memanggilku tengil juga! Aish, menyebalkan!”

—o0o—

*di hotel*

Jiyeon memotret semua sudut ballroom tempat pesta di adakan. sementara Ryeowook melihat-lihat sekitar. Ia menoleh pada Jiyeon yang asyik memfoto beberapa objek. Ia jadi curiga, jangan-jangan Jiyeon hanya menghabiskan memori kameranya dengan memotret gambar-gambar aneh.
“Sini aku liat” Ryeowook mendadak mengambil kamera dari tangan Jiyeon untuk melihat hasilnya. Seperti dugaannya, ia menatap Jiyeon jengkel.
“Aigoo, foto apa ini? Kau hanya mengambil gambar-gambar tidak jelas!” protesnya karen hanya ada gambar dekorasi ruangan dan foto panggung hanya sedikit.

Jiyeon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Sorry, habis ballroomnya bagus banget. Interior gaya kastil-kastil Perancis” ucap Jiyeon sambil cengengesan.
“ah, sia-sia aku mengajakmu. Tahu begini aku ajak Yoona saja” dengus Ryeowook sambil lalu menuju keluar ruangan.
“Ya! Jadi kamu nyesel! Ih, namja rese!” Jiyeon mengejar Ryeowook. Tanpa sengaja ia malah menyenggol seorang yeoja.
“Mian” Jiyeon membungkuk menyesali tindakan cerobohnya.
“It’s okay” ucapnya ramah. Jiyeon kagum dengan caranya tersenyum. Cantik. Yeoja ini sungguh cantik.

“Seohyun, kamu sudah lama datang?” seru seseorang. Menyadari namanya di panggil, gadis itu mnengok. Senyumnya merekah sempurna, membuat Jiyeon makin terpesona saja. ia selalu mendambakan bisa menjadi wanita yang anggun dengan senyum menawan seperti itu.
“Oppa, aku baru saja tiba” ucapnya pada seorang namja yang berjalan ke arah mereka. Wow, namja yang keren dan dewasa. Dia adalah Leeteuk. Tentu saja Jiyeon tidak mengenalnya. Jika ia tahu namja keren itu adalah kakak Kyuhyun, entah apa reaksinya nanti.

“Siapa nona ini?” tanya Leeteuk seramah yeoja cantik bernama Seohyun itu. Jiyeon menepis pikirannya yang melantur kemana-mana. Ia segera memfokuskan pikirannya lagi.
“Ani, aku hanya kebetulan menyenggol. Eonni, mianhae.” ucap Jiyeon meminta maaf lagi.
“Aigoo, nona cantik, aku bilang tidak apa-apa” balas Seohyun. Ia senang sekali bisa bertemu yeoja semanis Jiyeon. Ia jadi terpikir ingin menjodohkan Kyuhyun dengannya. Karena beberapa hari yang lalu calon adik iparnya itu mengaku ingin jatuh cinta.

“Kalau begitu aku permisi” Jiyeon bergegas pergi meninggalkan Seohyun dan Leeteuk begitu ia teringat Ryeowook.

Sepeninggal Jiyeon, Seohyun menoleh pada namjachingunya.
“Kyuhyun mana? Dia akan datang juga kan?” Leeteuk mengangguk.
“Sudah ku telepon. Ah, kudengar kemarin lusa dia datang ke tempatmu? Apa yang dilakukanya? Dia tidak membuat keributan di sana kan?”
Seohyun tertawa menanggapi gurauan Leeteuk. “Hanya konsultasi biasa” jawab Seohyun ringan.
“Soal apa?”
“Oppa ini! Untuk apa ingin tahu masalah dongsaengmu? Lagipula sebagai calon psikolog, aku tidak boleh membocorkan masalah-masalah klienku”
“Dasar! Pada pacarmu pun kau tidak ingin memberitahukannya?” tegur Leeteuk jngkel. Terkadang Seohyun sama seperti Kyuhyun. Senang sekali iseng padanya.

—-o0o—

Kyuhyun dan Hankyung baru tiba di hotel. Mungkin hari itu Kyu tidak sedang beruntung, karena di lobi sudah bertemu Suzy. Gadis itu tersenyum lebar lalu berlari kecil menghampirinya. Ah, Kyuhyun ingin kabur tapi sudah terlanjur tertangkap.
“Hallo kyu, hallo Han” sapanya.
“Hallo Suzy” jawab Han sama ramahnya. Tapi Kyu tidak. Dia malah sibuk mengasihani diri sendiri sambil mengumpat pelan.
“Aigoo, mimpi apa aku semalam” lirihnya.
“Kenapa? Kau tidak senang aku disini?” Tanya Suzy. Ia tidak bisa membaca situasi rupanya. Kyuhyun tidak menjawab. Suasana di antara mereka sempat canggung.

Menyadari situasi aneh itu, Hankyung angkat bicara duluan. “Ah, kalau begitu aku duluan. Kalian mengobrol saja dulu” Hankyung inisiatif meninggalkan Kyuhyun dan Suzy.
“Jadi, ada urusan apa kau kemari? Ah, semoga tidak ada kaitannya denganku” ucap Kyuhyun sambil berjalan. Suzy ikut berjalan disamping Kyuhyun.
“Tentu saja ada. Ahjumma, mengundangku datang” ucapnya enteng plus gembira. Kyuhyun mendengus. Tepat sekali dugaannya.
“Eomma? Aish, sudah kuduga!” lirihnya malas.

to be continued….

No Other (Part 3)

Tittle : No Other Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : School Life, Friendship, family, romance

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Lee Hyukjae / Eunhyuk as Jiyeon’s Oppa
  • Lee Sungmin as Jiyeon’s Oppa
  • Hankyung
  • Bae Suzy
  • Seo Joo Hyun / Seohyun
  • Kim Heechul
  • Kim Ryeowook
  • etc

Ini FF aku yang paling awal loh. Jadi maaf ya kalau bahasanya masih kaku dan gak baku gitu. Maaf juga buat typo dan sebagainya.
Happy reading ^^

No Other by DhaKhanzaki

——-0.0——–

Part 3

Suasana di antara Eunhyuk dan Jiyeon sempat hening. Eunhyuk tidak tahu apa yang membuat adiknya seserius ini.
“Jika ada. Oppa harus bilang. Aku akan bantu Oppa mendapatkan hati orang itu.” Jiyeon mengatakannya dengan kesungguhan hati.

Seketika tawa Eunhyuk meledak. “Kau ini, aku kira ada apa” ucapnya di sela tawa. Jiyeon gondok di buatnya. Ia menelan ludahnya sendiri dengan susah payah.
“Oppa aku serius!!” tegas Jiyeon.
Eunhyuk berhenti tertawa. Ia tidak mau membuat Jiyeon cemberut.
“Memangnya kenapa ingin bantu?” Eunhyuk memandangi Jiyeon.
“Habis Oppa baik sekali sih. Aku tidak rela kalau namja sebaik Oppa harus di tolak.”
Eunhyuk tidak bisa menahan senyumnya mendengar penuturan Jiyeon.

“Dasar!!” Eunhyuk mengacak-acak rambut Jiyeon.
“Oppa!” ujar Jiyeon jengkel sambil menyingkirkan tangan Eunhyuk. Sebaiknya ia mengalah saja sebelum Jiyeon mengeluarkan sifat buruknya.
“Oke. Nanti Oppa bilang.” Eunhyuk diam sejenak. “Ah, memangnya kau sedang ditolak namja?” ledeknya.
“Mwo?! Siapa bilang!!” Jiyeon kaget setengah mati. Eunhyuk tersenyum jahil, merasa pertanyaannya itu benar. Jiyeon menautkan kedua jarinya. Ia selalu begitu jika sedang bingung ataupun gugup.
“Habis tiba-tiba bertanya begitu. Ah, aku bener kan..”goda Eunhyuk sambil mencolek dagu Jiyeon.

“Aish!! Kuberitahu, ditolak orang yang disukai itu rasanya sakit sekali.” Jiyeon menengadahkan kepalanya ke langit-langit ruangan. Teringat kenangan buruk yang sudah lama ia kubur di lubuk hatinya yang terdalam.
“Jadi benar kan. Kamu tengah sakit hati kan? Pada siapa?”

Jiyeon terdiam memandangi wajah Eunhyuk yang sepertinya sudah berhasil membaca isi hatinya.
“Ah,,” Jiyeon menegakkan duduknya. “Aku lupa kalau Hyukppa itu pintar membaca isi hati orang” Ia menghela napas berat, bersiap untuk bercerita. Ia selalu tidak tahan menyimpan unek-uneknya di dalam hati.

“Begini, hari ini aku bertemu dengan seseorang yang sudah lama  kulupakan, rasanya aneh. Aku senang dan sedih di saat yang bersamaan. Aku ingin bilang sesuatu, tapi aku tidak bisa. Dan waktu dia pergi…” Jiyeon meletakkan tangan di dada dan pandangannya menerawang.

“Di sini rasanya sakit dan perih. Aku juga tidak mengerti kenap.a Harusnya tidak begitu kan? Harusnya saat bertemu tidak ada perasaan apapun iya kan!?” Jiyeon memandangi Eunhyuk lekat-lekat. Matanya sudah berkaca-kaca. Rasa sakit di hatinya mulai terasa kembali.

Eunhyuk mengangguk-angguk.

“Apa dia Kibum?” tebak Eunhyuk. Jiyeon menoleh cepat. Matanya membulat sempurna. Aigoo.. kenapa bisa sangat tepat begitu?

“Oppa tahu?”

“Dasar! Tergambar jelas di wajahmu. Namja mana lagi yang bisa membuat hati kamu pasang surut dengan cepat selain Kibum. Dan dia satu-satunya orang yang pernah menjadi namja chingumu”

“Mantan tepatnya” ralat Jiyeon sambil bersedekap. Ia merenung, kisah cinta itu seperti baru terjadi kemarin.

*Flashback*
Ketika SMP ia bertemu dengan Kibum. Saat itu Jiyeon menganggap Kibum adalah namja yang sangat lucu dan tampan. Namja itu sangat populer. Tapi di sekian banyak yeoja yang menyukainya, dia justru memilih Jiyeon. Entah apa alasannya.

Baru 2 minggu jalinan cinta itu bersemi. Jiyeon baru tahu alasannya. Kibum berpacaran dengannya demi melupakan yeoja yang sudah menolaknya. Dan ternyata sampai saat itu Kibum masih menyukainya. Jiyeon orang yang tidak mau di duakan. Baik itu secara perasaan ataupun tindakan.

Cinta itu pun berakhir.
*Flashback end*

Eunhyuk menghela napas melihat kegalauan dongsaengnya itu. Haruskah dia mengeluarkan ekspresi sedih itu lagi?
“Menurutku, kamu masih menyukainya” jawab Eunhyuk singkat. Kepala adiknya itu menoleh cepat. Penjelasan macam apa itu?
“Omo?! Tidak mungkin!” tepis Jiyeon.
“Buktinya kamu merasa sedih dan senang di waktu yang bersamaan. Tidak ada jawaban lain selain kamu masih suka padanya.”

Jiyeon terdiam sejenak. Ia merenungi baik-baik perkataan Eunhyuk.
“Lalu  aku harus bagaimana?”
“Saranku, jangan pernah mencoba lupakan ataupun pikirkan dia. Karena semakin kamu ingin melupakannya, semakin kamu sadar kalau kamu suka padanya.”
Otaknya berpikir keras dan hatinya merasa perkataan Eunhyuk ada benarnya.
“Begitu , oke deh!!” ujarnya dengan senyum riang.
“Dan… Secepatnya mencari gebetan baru.” sambung Eunhyuk. Jiyeon mengibaskan tangannya dan senyumnya makin lebar.
“Ah, itu sih sudah ada” ucap Jiyeon senyum-senyum sendiri. Di otaknya sekarang di penuhi oleh 1 nama. KIM HEECHUL.

“Omo. Putriku yang cantik!! Kamu tidak apa-apa kan??” pekik Eomma saat melihat Jiyeon. Ia baru saja pulang belanja. Wanita berusia 40 tahunan itu dengan cepat menghampiri putrinya. Ia sangat terkejut melihat kondisi Jiyeon.
“Anu Eomma, ini tidak apa-apa. Hanya luka ringan” Jiyeon berusaha agar terlihat biasa saja.
“Aigoo,,, sudah Eomma bilang kamu jangan bawa motor. Coba kamu dengarkan ucapan Eomma.”
“Mianhae” ucap Jiyeon menyesal. Eunhyuk yang gemas dengan reaksi adiknya itu hanya mengacak-acak rambutnya.
“Aiishy! Oppa rese!!” ia sangat bingung kenapa Eunhyuk suka sekali menggodanya.

“Jiyeon, ada paket untukmu” Sungmin muncul dari ruang tamu dengan sebuah kotak di tangannya.
“Paket, aku tidak menunggu paket apapun. Siapa pengirimnya?” Jiyeon mengerutkan kening bingung.
“Emm.. Chankaman” Sungmin membaca label yang tertempel di atas kotak. ”
for mybeloved doll, jiyeon. From yourmum” ucapnya dengan dahi berkerut. Jiyeon melonjak senang sesaat setelah Sungmin membacakannya.
“Jinjja?!” seru jiyeon senang. “Sini, aku ingin membukanya!” ia sudah tidak sabar.

Sungmin menyerahkan kotak itu pada Jiyeon. Eomma duduk di samping Jiyeon.
“Dari ibumu, apa isinya?” tanya Eomma penasaran. Jiyeon membukanya dengan tidak sabar.  saat melihat dengan seksama isi dari kotak itu, Matanya membesar. Ternyata isinya sebuah baju musim dingin yang begitu indah lengkap dengan syal dan topi rajutan. Semuanya berwarna putih pastel.
“Owh, ini indah sekali” serunya bahagia. Jiyeon mendekap baju itu dengan hati membuncah oleh aura kegembiraan. Sungmin, Eunhyuk dan Eomma pun ikut tersenyum melihatnya. Jiyeon menemukan secarik kertas di dasar kotak. Ia membacanya:

_untuk boneka cantik Mommy yang lahir di musim dingin, saengil chukhahamnida. Mommy ingin kamu tidak kedinginan di musim dingin tahun ini.
Dari yang mencintaimu, Mommy_

Jiyeon meneteskan airmata haru. “Mommy” lirihnya sambil mendekap surat itu di dada. Rasa rindunya pada sang mama kian besar. sudah lama ia tidak bertemu dengan ibu kandungnya itu. Ia ingin sekali bilang, tapi ia terlalu takut menghadapi wajah tidak setuju yang nanti akan ditunjukkan Appanya bila ia mengutarakan keinginannya itu.

“Hadiah ultah? Ulang tahunmu kan 2 minggu lagi” Sungmin heran.
“Tidak apa-apa. Aku senang” jawab Jiyeon.
“Anak manis” ucap Eomma sambil mengusap-usap kepala Jiyeon.. meskipun Jiyeon bukan putri kandungnya, ia sangat menyayangi satu-satunya anak perempuan dalam keluarga itu.

__o0o__

Malam itu Jiyeon tidak bisa tidur. Ia membaca kemabli surat dari Mom-nya. Meskipun sudah membaca surat itu berkali-kali, Jiyeon tetap meneteskan air mata rindu.

Keadaan keluarganya sangat rumit. Sebenarnya Eomma yang sudah membesarkannya bukanlah ibu kandung. Sungmin dan Eunhyuk juga hanyalah saudara tirinya. Oppa kandungnya sendiri adalah Siwon. Appa dan Momnya bercerai ketika usianya 4th. Siwon memilih ikut bersama sang Ibu dan Appa membawa Jiyeon.

Mom-nya adalah wanita berdarah campuran. Jadi itu sebabnya kenapa Jiyeon maupun Siwon berwajah cantik dan tampan. Sekarang Ibunya bekerja sebagai diplomat di kedutaan besar Korea untuk Hongkong.

Tidak banyak orang tahu tentang keadaan keluarganya itu. Dan setelah Siwon menjadi bintang terkenalpun, kenyataan kalau dia adalah Saudara kandung Jiyeon tidak ada yang tahu. Hanya orang-orang terdekatnya saja.

__o0o__

Kyuhyun duduk di sofa, lelah setelah 2 jam bermain game. Ia lagi-lagi merenung. Stik game yang sudah ia pegang selama 2 jam terakhir kini tergeletak tak berdaya di sudut sofa tempatnya duduk.
“Hoi, jangan lupa lusa kamu harus check up ke rumah sakit. Tadi Dr Shin menelefon kemari” ucap Hankyung mengingatkan. Kyuhyun seketika tersadar. Ia melengos malas. Telinganya selalu berdengung tiap kali mendengar nasihat basi dari semua keluarganya tentang madical check up yang menurutnya tidak penting itu.
“Dasar cerewet, sudah kubilang aku baik-baik saja!” Kyuhyun kemudian mencari-cari ponselnya dari dalam tas sekolahnya.
“Loh, mana ponselku?” tanyanya bingung terlebih pada diri sendiri. Ia tidak bisa menemukan ponselnya di dalam sana. Aneh.
“Bukankah kau pinjamkan pada yeoja tadi siang? Siapa namanya, ah, Lee Jiyeon” ucap Hankyung santai. Ia fokus mengotak-atik androidnya.

Kyu teringat. “Ah, kau benar. Aku lupa” kyuhyun tidak mau membuang waktu. ia lalu mengambil kunci mobilnya berniat pergi.
“Kau mau mengambil ponselmu lagi?” tanya Hankyung sebelum namja itu menghilang di balik pintu.
“Tidak. Biarkan saja ponsel jelek itu.  Aku ingin pergi menemui seseorang.” kyuhyun berjalan keluar ruangan, tapi ketika tiba di ruang tamu ia berpapasan dengan Suzy. Gadis cantik dengan rambut panjang dan gaya selayaknya nona muda. Ia tersenyum manis saat melihat Kyuhyun.

“Oh kau” Kyuhyun heran. Malam-malam begini apa yang dilakukannya di rumah orang lain?
“Malam” Suzy tetap memamerkan senyum cerahnya. Ah..semangat Kyuhyun langsung memudar melihat gadis rese yang ditunangkan dengannya itu. Kyuhyun melipat kedua tangannya.
“Untuk apa kau kemari malam-malam begini?” tanyanya malas. Suzy mendekat. Gadis itu seolah tidak menyadari nada ketus dari ucapan Kyuhyun. Apa Kyuhyun kurang memperlihatkan sikap ‘tidak suka’nya pada Suzy hingga gadis itu tidak sadar.

“Menyapa calon suamiku, of course” jawabnya enteng. Kyuhyun tersentak kaget. Enak saja. mengapa Suzy selalu seenaknya seperti ini? Dia benar-benar gadis yang tidak peka.
“Siapa yang calon suami?! kita bahkan belum bertunangan!” bantah kyuhyun tidak terima. Suzy semakin mendekatkan dirinya.  Dengan lancang ia menggaet lengan Kyuhyun.
“Bukankah tidak akan lama lagi? Harusnya kau gembira karena bisa menikah denganku” ujarnya pede.

Kyuhyun memamerkan senyum sinisnya.  “Jadi kau bangga hanya karena kau ini cantik, pintar dan kaya raya?” ucap Kyuhyun sarkastis. Bagi orang lain terdengar sangat ketus.  Tapi kalimat bernada menyindir ini tidak mempan di telinga Suzy.
Gadis itu malah mengangguk senang “Tentu. Tidak ada lagi yang ku inginkan. Kau kandidat paling sempurna untuk menjadi suamiku. Kau tampan, sangat berkelas, tentu saja kaya raya. Sangat cocok disandingkan denganku”

Hah?! Percaya diri sekali. Kyuhyun menarik tangannya dari dekapan Suzy.  Seringaian sinis pun kembali ia tunjukkan. “Omong kosong. Sifatmu sama buruknya denganku. Kita sama sekali tidak cocok. Biarpun menikah, aku yakin tidak akan bertahan lama karena kita sama-sama egois”

Suzy mengangguk pelan. Ucapan sinis Kyuhyun tidak membuatnya goyah sedikitpun. Justru ia suka pada Kyuhyun ketika sifat evil-nya keluar seperti ini.

“Lalu menurutmu apa yang paling penting dari sebuah hubungan?”

Suzy mencoba menguji Kyuhyun. Ia ingin tahu reaksinya. Kyuhyun terlihat melamun. Keduanya sempat terdiam. Kyuhyun sibuk dengan pikirannya sementara Suzy tak bisa memalingkan pandangannya dari wajah menerawang namja di hadapannya ini.

“Rasa saling membutuhkan” jawab Kyuhyun antara sadar dan tidak sadar. Suzy menepuk tangannya.

“Fine. Aku membutuhkanmu. Aku rasa kau juga akan membutuhkanku untuk melanjutkan perusahaan orangtua mu nanti. Benarkan?”

Kyuhyun tersenyum sinis lagi. “Sudah kuduga. Yeoja sepertimu tidak akan pernah mengerti” kyuhyun melangkah meninggalkan Suzy.

“Kau mau kemana?” tanya Suzy mencoba mengejar Kyuhyun.

“Kamu pulanglah. Aku ada urusan. Jadi tidak akan bisa mengantarmu pulang” kata kyuhyun sambil lalu. Namja itu masuk mobil yang terparkir di depan rumah kemudian berangkat meninggalkan rumah.

“Kyuhyun!” panggil Suzy. Haah, ia menghela napas pasrah. Rasanya akan sulit menakhlukan namja seperti Kyuhyun. Entah ini sudah yang keberapa kalinya ia di abaikan seperti ini olehnya.

__o0o__

Malam sudah hampir larut, namun Jiyeon masih juga terjaga di kamarnya. Ketika membereskan buku di dalam tasnya, Jiyeon menemukan sebuah ponsel yang tidak dikenalinya. Keningnya berkerut, ia mencoba memeras otaknya untuk mengingat siapa kira-kira pemilik ponsel ini. Begitu menyadarinya, ia memekik.

“Ah, bukankah ini ponsel namja tengil itu. Gawat! Aku lupa mengembalikannya!”

Bagaimana ini? Ah, nanti dia cari saja namja bernama Cho Kyuhyun itu di sekolah. Bukankah dia terkenal, pasti tidak sulit untuk menemukannya.

Jiyeon iseng mengotak-atik ponsel itu. Mugkin ini lancang tapi siapa peduli, selama pemiliknya tidak melihat. Dia membuka musicplayer yang ada di ponsel itu. Jiyeon terkejut, isinya lagu-lagu klasik dan beberapa judul lagu yang tidak dikenalnya. Ia ingin sekali tertawa di depan namja itu, tertawa mengejek.

“Hah, ternyata selera musiknya buruk.” gumam Jiyeon sinis. Ia iseng memutar salah satu lagu yang berjudul ‘Late Autumn’, karena sesuai dengan keadaan sekarang yang sedang berada di penghujung musim gugur.

Jiyeon mendengarkannya dengan seksama. Alunan nada mulai mengalun. Hmm.. lagu yang lumayan membuat hati tenang. namun beberapa saat kemudian ia mengerjap.

_…geurae neoyeoseo nal derigo naongeon.. Nae jumeoni sog nae soneul kkog jabdeon.. Geuhae neujgaeurui neo ijen eodireul geodni… Neoui balsoriga geuriwo.._

Hati kecil Jiyeon tersentuh mendengarnya. Bukan hanya lirik dan iramanya saja yang indah. Tapi suara si penyanyi pun sangat mengagumkan. Hatinya sukses tersentuh mendengarkan lagu ini.

“Lagu siapa ini? Apa dia sendiri yang membuatnya?” lirihnya kagum. Saat tengah tenggelam dalam lagu, semuanya kacau karena ada panggilan masuk. Ia mengumpati siapapun yang berani mengganggu ketenangannya.

“Aish! Siapa yang mengganggu!” Jiyeon menekan tombol hijau.

“Hallo..” ucap Jiyeon. Tidak ada jawaban. “Hallo..!”ia mencoba lagi dengan nada sedikit lebih tinggi. Keadaan masih sunyi juga.

“Ini ponsel Kyuhyun kan?” seseorang menjawab dari ujung sana. Suara laki-laki.

“Bukan..” jawab Jiyeon tidak sadar. Ya ampun, kenapa ia bisa lupa kalau ponsel yang kini dipegangnya ini bukan miliknya. Ia  kemudian meralatnya secepat mungkin.

“Ne. Ini memang ponselnya” keringat dingin muncul membasahi keningnya. Waduh, gawat. Bagaimana ini.

“Ini siapa? Apa terjadi sesuatu pada dongsaengku?” tanyanya lagi.

Waduh, Jiyeon panik siaga lima. “Eotteokajyo, eotteokajyo..” lirihnya panik. Ia berjalan mondar mandir mengelilingi kamarnya. Ia berhenti. Menarik napas, kemudian duduk kembali di tepi tempat tidur.  Jiyeon mencoba tenang. “Anu, begini, ponselnya tertinggal padaku tadi pagi. Tapi tenang saja. Tidak ada apapun yang terjadi”

“Begitu.. Kalau boleh tahu, kamu siapa?”

Glek. Jiyeon menelan ludahnya dengan susah payah. Waduh. “A-aku Lee Jiyeon. Aku, Teman. Temannya Kyuhyun. Begitulah..” jawab Jiyeon asal. Ia sedikit mual saat menyebut nama namja rese itu.

“oh. Aku Hyungnya. Leeteuk. Sungguh dia tidak apa-apa. Aku hanya ingin tahu kabarnya. Mungkin aku harus menelepon ke rumah. Kalau begitu terima kasih dan maaf sudah mengganggu–tuuut—“  Hubungan langsung terputus. Jiyeon mengerutkan kening.

“Jadi tadi itu Hyungnya? Hh.. perhatian sekali.” Ucapnya sedikit iri. Baru sesaat suasana sepi, ponsel dalam genggamannya kembali berdering.

“Ya ampun, kenapa banyak sekali yang menelepon!”kesal Jiyeon.

“Hallo…” sekarang Jiyeon tanpa ragu mengangkatnya. Siapa tahu ini dari kerabat dekat namja itu lagi.

“Mana Kyuhyun?! Kenapa orang lain yang menjawab?” lagi-lagi laki-laki. sekarang namja di ujung sana terdengar marah.

“Dia tidak ada,.” jawab Jiyeon enteng.

“Aishy! Dia membuatku kesal saja! Bilang padanya kenapa hari ini dia tidak datang latihan?!

Bukankah dia harus menyerahkan musik buatannya juga!” cerocosnya panjang lebar. Entah siapa orang yang sedang menggerutu padanya itu. Jiyeon kebingungan sendiri.

“Tapi..”

“Kenapa? Dia pura-pura sibuk lagi? Atau memang sengaja tidak menelponku dan menyuruhmu menjawab teleponku? Cepat katakan padanya. Kau salah satu pelayannya kan?”

Apa maksud namja ini?! Jiyeon tersinggung. “Oke akan aku sampaikan tapi katakan siapa kamu?”

“Bilang saja dari Kim Heechul. Dia pasti mengerti”

eh, Jiyeon seketika mematung. Kim heechul.. Apa ini benar-benar Heechul pangeran berkuda putihnya? Ya ampun, mengapa ia bisa melupakan seperti apa suara namja yang disukainya?

“B-baik. Nanti aku sampaikan” suara Jiyeon mendadak bergetar. Hatinya berbunga-bunga. Siapa sangka akan berbicara dengan prince-nya.

“Dan bilang padanya besok temui aku di ruang latihan jam 10 tepat!”

“oke, anu” –tuuttt– hubungan terputus. “hallo hallo” Jiyeon tidak terima Heechul menutupnya. Padahal kan ia masih ingin mengobrol lebih lama.

__o0o__

Heechul membanting gagang telepon dengan amarah memuncak. “Bocah tengil itu! Sampai kapan dia akan terus seenaknya!” umpatnya kesal. Ia kembali mengambil gitar untuk menyelesaikan lagu buatannya.

“Masih banyak yang harus diperbaiki” lirihnya. Tapi kemampuannya membuat lagu tidak sehebat Kyuhyun. Jadi ia sangat tertolong atas bergabungnya Kyuhyun dengan grup bandnya.

Pintu kamarnya tampak dibuka. Ternyata yang masuk Ryeowook. “Hyung, aku sudah bawakan buku-buku yang kau minta” ucap Ryeowook, dongsaeng yang lebih muda 2 tahun darinya sambil meletakkan buku-buku itu di atas meja di hadapan Heechul.

“Gomawo” jawab Heechul singkat. Matanya tetap fokus pada kertas di hadapannya.

Ryeowook melihat ada sebuah surat di atas meja itu.

“Loh Hyung, surat apa ini?” tanyanya penasaran. Heechul menoleh sebentar, memperhatikan surat yang sedang diamati adiknya.

“Oh itu, surat undangan pesta perusahaan orangtua Kyuhyun. Band kita akan tampil untuk

mengisi acara di sana”

“Daebak.” kagum Ryeowook. Mulutnya terbuka lebar. Karena Ryeowook menyinggung perihal pesta itu,  Heechul teringat sesuatu.

“Oh iya, minggu nanti kamu bisa kan datang ke lokasi pesta untuk memeriksa keadaan panggung? Aku sangat sibuk minggu-minggu ini. Banyak sekali tugas dari guru” sesalnya.  wajarlah, Heechul sudah ada di tingkat tiga.

“Dengan senang hati!” ucap Ryeowook segera.  “Tapi aku boleh mengajak seseorang kan?”  tambahnya.

“Terserah” ucap Heechul acuk tak acuh.

“Yes!” Ryeowook mengepalkan tangannya. Ia  jadi tidak sabar ingin segera hari Minggu.

__o0o__

Mobil yang dikendarai Kyuhyun berhenti tepat di depan sebuah kantor seorang psikolog. Tanpa ragu namja itu masuk. Ia sudah terbiasa datang ke tempat itu. Ia kemudian bertanya pada resepsionis.

“Apa Seohyun ada?”

Resepsionis itu mengangguk ramah.  “Iya. Dia ada di ruangan ibu Han”

“Kamsahamnida”

Tanpa membuang waktu Kyuhyun segera menuju ruangan tersebut yang ada di lantai 2. Ia mengetuk pintu sebentar. Tak lama ia mendengar suara yeoja dari dalam menyuruhnya masuk.

“Seperti biasa, kamu selalu datang di jam yang tidak terduga, Kyu” ucap Seohyun ketika melihat kyuhyun masuk. Gadis itu sedang mreapikan berkas-berkas di meja kerja ibunya.

Dengan wajah cemberut Kyuhyun membalas ucapan calon kakak iparnya itu. Seohyun, sudah lama berpacaran dengan Leeteuk, Hyungnya. Dan menurut kabar terakhir yang ia dengar dari orangtuanya, mereka akan menikah tidak lama lagi.

“Jadi Nuna keberatan aku datang tiba-tiba? Nuna tahu kan aku orang sibuk” Kyuhyun berjalan menuju kursi tamu dan duduk di atasnya.

Seohyun berbeda 3 tahun dengan Kyuhyun. Sekarang ia tengah belajar psikologi di universitas agar bisa seperti Eommanya yang juga seorang psikolog. Sudah 2 tahun ini Seohyun berpacaran dengan leeteuk yang juga sedang belajar di universitas. Kyuhyun dan Leeteuk sendiri berbeda 4 th.

Seohyun tersenyum tipis menanggapi sikap Kyuhyun yang childish itu. “Bukan begitu. Hanya saja sekarang waktunya kantor tutup. Dan itu jelas sangat mengganggu” Seohyun memandang wajah Kyuhyun yang ekspresinya tidak secerah cuaca siang tadi.

“Tapi kamu adalah pengecualian” ucapnya dengan senyum yang sudah membuat Hyungnya jatuh cinta. Seohyun duduk di kursi lain di sebelah Kyuhyun. Ia menopangkan dagunya bersiap mendengar curhatan Kyuhyun.

“Nah, sekarang apa keluhanmu?” tanyanya penuh perhatian.

Kyuhyun membenarkan posisi duduknya. “Aku hanya ingin bertanya..” wajah Kyuhyun berubah serius. Seohyun jadi penasaran. Suasana hening sejenak. ekspresi Kyuhyun membuat suasana sedikit mencekam. Untung tidak ada suara anjing yang melolong.

“Nuna, Apa kau tahu rasanya jatuh cinta?” tanyanya polos. Seohyun bingung sejenak. Sesaat kemudian ia tertawa lepas. Gantian Kyuhyun yang mengerutkan kening bingung. Memangnya apa yang salah dengan pertanyaannya?

“Nuna aku srius!” umpat Kyuhyun kesal. Seohyun terus tertawa sampai 5 menit kemudian baru berhenti.

“Kamu bukan anak SD lagi kyu, hal sepele saja kamu harus bertanya padaku?”

Kyuhyun sudah menduga reaksinya bakal begini. “Mungkin bagi orang lain sepele, tapi bagiku ini serius!! Amat serius” tegasnya. Kali ini Seohyun memilih untuk mengalah.

“ok, ok. Sekarang dimana letak masalahnya? Apa yang tidak kamu mengerti sampai bertanya dan mengganggu waktu pulang ku.”

Kyuhyun menghela napas. Hanya pada Seohyun dia bisa berterus terang.

“Nuna mengenalku dengan baik kan?” tanyanya mengawali. Seohyun mengangguk mantap.

“Ya, sejak Kita SD”

“Apa selama Nuna mengenalku pernah sekali saja Nuna melihatku bereaksi ketika mengenal seorang yeoja?”

Seohyun memiringkan kepalanya sejenak. “Eopseo” jawabnya ragu. Lalu ia mengangkat bahu. “Entahlah, aku kan tidak bersamamu sepanjang waktu”

Kyuhyun menepuk lengan sofa yang di dudukinya. “ini dia masalahnya!”

“Kenapa bisa tidak terjadi apa-apa. Mungkinkah ada yang salah dengan kejiwaan ku? Atau ini adalah pengaruh dari penyakitku?”

“Termasuk pada Suzy?”

“Ya..”

“Hmm..” Seohyun berpikir sejenak. Kemudian ia tersenyum. “Tidak ada yang salah dengan

kejiwaanmu. Yang kamu alami sekarang juga banyak dialami oleh orang lain. Semua itu tergantung pada situasi dan kondisi”

Kyuhyun memegangi keningnya. Ia meminta Seohyun berhenti sejenak.  “Bicara dengan bahasa yang lebih mudah bisa kan?” kepalanya berdenyut-denyut tidak karuan. Ia benar-benar tidak paham.

“Singkatnya, kamu hanya belum bertemu dengan seseorang yang membangkitkan minatmu”

Kyuhyun diam sejenak. Kepalanya mengangguk pelan. “Begitu, benar tidak ada hubungannya dengan penyakitku?” ia cemas. Seohyun menggeleng kembali.

“Bukan”

Sebenarnya ada yang masih tidak di mengerti olehnya. Kyuhyun meletakkan tangannya di dada. Tatapannya lebih sendu dari sebelumnya. “Lalu kenapa jantungku tidak pernah bereaksi?” lirihnya. Kyuhyun tampak seperti seekor anjing yang kebingungan karena ditinggal majikannya. Itu membuat Seohyun terenyuh hatinya.

“Kalau begitu cobalah untuk menyukai seseorang. Suzy misalnya. Bukankah dia calon tunanganmu. Mulai besok kamu coba berikan perhatian lebih padanya. Mungkin dengan begitu kamu bisa mengerti sesuatu”

Meskipun tidak mengerti namun Kyuhyun tetap mengangguk. Benar juga, bukan hal buruk memberi perhatian pada Suzy. Lagipula yeoja itu sepertinya berharap ia bisa sedikit memperhatikannya.

“Lagipula kenapa kamu ingin jatuh cinta sih. Umurmu kan baru 16 tahun” tanya Seohyun penasaran. Kyuhyun yang sebelumnya tidak pernah memikirkan masalah rumit semacam cinta dan hanya peduli pada game-nya, tiba-tiba saja bertanya hal itu. Siapa yang tidak heran. Kyuhyun menunduk sedih.

“Aku hanya ingin tahu rasanya sebelum… Aku mati” ucapnya lemah.

Seohyun terperangah. Ia tersenyum sambil menyipitkan matanya. “Hei, jangan bicara begitu. Aku yakin kamu bisa merasakannya. Segera.” Terkadang Kyuhyun bisa menjadi namja sensitif memang.

“Em..” Kyuhyun tampak ingin bertanya, namun ia ragu. Seohyun menunggu dengan sabar.

“Nuna, hal yang kamu rasakan terhadap Hyung, apa itu cinta?” tanya Kyuhyun. Ah, lagi-lagipertanyaan anak SD.

“Tentu saja!” tegas Seohyun.  “begitu juga kamu masih bertanya” tambahnya.

“Seperti apa rasanya?” Kyuhyun penasaran sekali untuk  yang ini. Ia pun bingung kenapa.

Seohyun merenung sejenak, bagusnya memakai kalimat apa ya, untuk membuat Kyuhyun paham apa itu cinta.

“Senang, berdebar-debar, rindu, bahagia, kasih sayang, cemburu, khawatir, perhatian, dan

Sedih. Kira-kira seperti itulah cinta.” jawab Seohyun seperti seorang pujangga yang tengah bersajak.

Kyuhyun melongo. “Ha! Nuna bercanda?! Masa begitu” Kyuhyun tidak terima penjelasan seperti itu. Seohyun menghela napas.

“Kyuhyun, yang namanya cinta itu universal. Bagaimana rasanya ya bermacam-macam. Jika kamu bertanya pada setiap orang, jawaban mereka pasti berbeda-beda. Cinta itu satu-satunya perasaan manusia yang tidak memiliki formula.”

Kyuhyun diam. Sebagai orang yang memiliki kecerdasan intelektual di atas rata-rata, ia bisa sedikit memahami ucapan Seohyun. Karena Kyuhyun masih belum bereaksi juga, Seohyun melanjutkan “Bisa datang kapanpun, tidak terduga dan bahkan kau pun bisa saja tidak menyadarinya”

Kyuhyun mengangkat tangannya. Meminta Seohyun untuk berhenti.  “Araseo!” jawab Kyuhyun malas dan bangkit. Ia paling tidak mau mendengar jika Seohyun sudah mulai berkhotbah.

“Terima kasih untuk waktunya. Aku pergi.”

“Lain kali jika ingin berkonsultasi, kamu harus menelpon dulu. Dan ingat, konsultasi ini tidak gratis” ucap Seohyun setengah bercanda. Kyuhyun mendengus.

“Nuna, kau pelit sekali. Kau pasti sudah tertular Hyung.”

“Jangan bawa-bawa Oppa! Asal kamu tahu, professional tidak akan bekerja tanpa dibayar” jawab Seohyun sambil mengedipkan mata.

“Ara!” Kyuhyun berjalan menuju pintu. Sebelum Kyuhyun keluar Seohyun berkata lagi.

“Dan Kyu, kau harus ingat, jika cinta itu datang, sambutlah dengan gembira”

Kyuhyun tersenyum tipis namun tidak menjawab. Ia pergi dari ruangan itu. Cinta, ia bakal merasakannya atau tidak, itu hanya Tuhan yang memutuskan.

To be continued..