Tag Archive | Kangin

Shady Girl Heechul’s Story (Part 13-END)

Judul : Shady Girl Heechul’s Story Part 13 END
Author : DHA KHANZAKI a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance, Married Life, Happy Ending

Main Cast :

  • Sung Youngjae
  • Kim Heechul

 

Dha’s speech :
Aku harap hasilnya tidak mengecewakan. Maaf untuk segala bentuk kekurangan FF ini dan selamat membaca ^_^

Shady Girl Heechul's Story by Dha Khanzaki

Baca lebih lanjut

Shady Girl Heechul’s Story (Part 5)

Tittle : Shady Girl Heechul’s Story Part 5
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance, Married Life
Twitter : @julianingati23 *follow me^_~*

Main Cast :

  • Sung Youngjae
  • Kim Heechul

Support Cast :

  • Henry Lau
  • Kangin

 

Happy reading ^_^

Shady Girl Heechul by Dha Khanzaki

Baca lebih lanjut

Shady Girl Heechul’s Story (Part 2)

Tittle : Shady Girl Heechul’s Story Part 2
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance

Main Cast :

  • Sung Youngjae
  • Kim Heechul

Support Cast :

  • Kangin

Cuap-cuap author : Pertama-tama author ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk reader-deul yang setia meluangkan waktunya untuk membaca FF di situs ini. *bow* Maaf author hanya bisa memberikan suguhan FF yang ala kadarnya, hasil buah pikiran otak author yang suka mengkhayal ini. Author sadar FF ini masih banyak banget kekurangan karena itu author sangat menghargai apresiasi temen-temen semua yang sudah memberikan komentar ataupun sekedar menjadi ‘pembaca dalam selimut’ alias silent reader.

Author terima semua kritik dan saran temen-temen dengan penuh rasa suka cita dan terima kasih tapi, author mohon hargai kerja keras author dengan tidak memposting ulang FF ini apalagi sampai memplagiat. Author sedih banget kalau sampai itu terjadi *nangis kejer di pojokan*

Sekali lagi terima kasih sudah meluangkan waktu membaca FF buatan author dan selamat membaca ^_^

Shady Girl Heechul by Dha Khanzaki

Baca lebih lanjut

Shady Girl Heechul’s Story (Part 1)

Tittle : Shady Girl Heechul’s Story Part 1
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance

Main Cast :

  • Sung Youngjae
  • Kim Heechul

Support Cast :

  • Kim Kibum
  • Kangin

Hai-hai.. Shady Girl Series hadir lagi loh. Kali ini author bawa abang cantik jadi main cast utamanya *lirik abang Chullie*. Kalau temen-temen setia ngikutin FF Shady Girl dari awal, pasti tahu dong siapa tokoh ceweknya.. ^_^

Oh Iya, di seri sebelumnya ada beberapa reader yang berkomentar gak ngerti kenapa muncul cerita baru padahal cerita sebelumnya udah tamat. Ahaaa.. author tahu temen-temen yang komentar begitu pasti belum baca Shady Girl seri sebelum-sebelumnya kan.. ^_^ itu memang sudah gaya author loh, setiap satu serial tamat, pasti ada hint yang merujuk ke Shady girl seri berikutnya ^_^ syukur deh masih banyak reader yang ngerti juga maksud dan tujuan author sehingga bisa menebak siapa main cast berikutnya yaitu Kim Heechul *yeiiiii*

So, Happy reading dan semoga seri ini pun tidak mengecewakan..

Shady Girl Heechul by Dha Khanzaki

Baca lebih lanjut

Shady Girl Kyuhyun’s Story (Part 5)

Tittle : Shady Girl Kyuhyun’s Story Part 5
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Na Hyun Jung
  • Cho Kyuhyun

Ceramah Author : Hai, lama tak berjumpa *tebar kisseu* masih betahkah baca FF abal author? *Gaaaaa*
Dikarenakan kesibukan author, jadi rada-rada jarang update FF di ni tempat. nah, mumpung ada waktu luang, author sempet-sempetin posting beberapa FF.

Warning : Typo bertebaran

Happy Reading ^_^

Shady Girl Kyuhyun's Story by Dha Khanzaki2

Baca lebih lanjut

No Other (Part 2)

Tittle : No Other Part 2
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : School Life, friendship

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Lee Sungmin (Jiyeon’s Oppa)
  • Lee Hyukjae (Jiyeon’s Oppa)
  • Choi Siwon (Jiyeon’s Oppa)
  • etc..

FF ini agak rumit dan berantakan penulisannya… maaf atas ketidaknyamanan itu semua *bow*

No Other by DhaKhanzaki

————o0o————

Part 2

*di rumah sakit*

“heh, cewek tengil, kau sudah menghubungi keluargamu? Aku tidak bisa menemanimu karena urusanku masih banyak!” ujar kyuhyun. Ia mengetuk-ngetukkan ujung sepatunya tak sabar. ia teringat janjinya pada Heechul. Dan ia tidak bisa membayangkan betapa menyeramkannya sunbaenya itu saat sedang marah.

Jiyeon mendengus jengkel. Namja ini benar-benar perlu di bawa ke psikolog. Sikapnya sangat menyebalkan.”Tenang saja. Aku sudah menghubungi oppa ku” jawab jiyeon mencoba sabar. “Dan jangan panggil aku cewek tengil. Namaku Lee Jiyeon. Aku lihat seragam kita sama. Kau pasti murid Kirin juga kan!”

Tentu saja. Kyuhyun tahu itu.
“Ah iya, Kita sekalian saja berkenalan. Aku Hankyung dan dia Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Kau tahu kan?” ujar Hankyung dengan tangan menunjuk Kyuhyun. Namja yang ditunjuk tersenyum sinis.
“Sudahlah Han, yeoja seperti dia mana tahu” celetuk Kyuhyun meremehkan. Dia sangat percaya diri bahwa dirinya begitu terkenal sampai seluruh penghuni sekolah tahu siapa dia.

“Memangnya siapa kau? Nama mu baru pertama kali ini aku dengar. Cho kyuhyun, memang ada murid bernama itu di sekolah” Jiyeon menjawabnya acuh tak acuh. Kyuhyun terpaku mendengarnya. Telinganya seolah tak percaya kalau ada juga murid yang akan mengucapkan kata itu. Apalagi di hadapannya.

“Gadis ini benar-benar cari mati!” umpat Kyuhyun kesal. Dia ingin sekali melakukan sesuatu pada yeoja bernama Jiyeon itu tapi tertahan karena pintu ruangn tiba-tiba menjeblak dibuka seseorang.

Muncul Sungmin disusul Yoona masuk ke dalam ruangan. Hankyung maupun Kyuhyun sedikit kaget dibuatnya.

“Oppa?! Yoona!” seru Jiyeon senang. Sungmin segera menghampiri.
“Kau tidak apa-apa kan? Katakan!” Sungmin berkata dengan nada penuh kepanikan. Jiyeon tersenyum lega.
“Hanya terkilir ringan. Sebentar saja juga sudah sembuh”
“Kau ini..” Sungmin langsung memeluk adik kesayangannya itu. Jiyeon mengerjap kaget. Omona.. Sungmin itu meskipun sedikit kejam padanya, tapi terbukti dia adalah seorang Oppa yang sangat perasa dan menyayanginya.
“Kau hampir membuatku mati berdiri. Semua ini salahku. Coba tadi pagi aku tidak membiarkanmu membawa motor sendiri ke sekolah.” ucap Sungmin terus mendekap Jiyeon.
“Bukan salahmu Oppa, aku saja yang kurang hati-hati.”

Setelah Sungmin melepas pelukannya, Jiyeon menoleh pada Yoona, gadis itu pun terlihat menahan air mata.
“Yoona, kau datang kemari karena mencemaskanku juga?” tanya Jiyeon polos. Yoona
berlari menghambur untuk memeluk Jiyeon, menangis di bahunya.
“Gadis jahat! Kamu berhasil membuatku cemas seharian. Bagaimana mungkin aku tidak kemari saat mendengarmu kecelakaan” lirihnya terisak. Jiyeon balas memeluknya.
“Jeongmal mianhae, karena sudah membuatmu cemas. Aku berjanji aku tidak apa-apa.”

Sungmin baru sadar kalau dari tadi ada 2 makhluk asing di dekat mereka. Tatapannya menajam ketika bertemu dengan pandangan Kyuhyun dan Hankyung.
“Kalian siapa? Orang-orang yang sudah mencelakai adikku?” tanya Sungmin curiga. Kyuhyun maupun Hankyung terperanjat.
“Anu. Kami..” mereka gelagapan saat akan menjawab. Pada kenyataannya memang mereka lah yang sudah membuat adiknya seperti ini.

“Bukan oppa, mereka yang sudah menolongku” potong Jiyeon. Sungmin menatap kedua orang itu. Kyuhyun mengangguk mengiyakan. Dalam hati Kyuhyun lega, setidaknya Jiyeon sudah mengatakan hal bagus.
“Begitu, baguslah” ucap Sungmin percaya.

Kyuhyun berdehem sejenak. “Karena kau sudah ada yang menjaga, kalau begitu kami pamit” ucap Kyuhyun. Tak menunggu lama, ia dan Hankyung keluar ruangan itu.
“Kalau begitu aku akan menelepon rumah dulu” Sungmin mengeluarkan ponsel. Jiyeon tertegun sejenak, ia ingin menanyakan sesuatu tapi ragu.
“Eunhyuk Oppa, apa dia tahu aaku kecelakaan?” tanyanya. Sungmin menoleh.
“Tidak. Sudahlah jangan beritahu dia, kamu tahu kan dia kalau sudah panik seperti apa?”
Jiyeon mengangguk paham.
“Arra” lirihnya.

Sungmin lalu keluar ruangan. Yoona segera duduk di samping Jiyeon begitu Sungmin tidak berada lagi di sana.
“Namja tadi, bukannya dia Cho Kyuhyun dan sepupunya Hankyung ya?” selidik Yoona. Jiyeon agak terkejut. Kenapa Yoona bisa tahu?
“Bagaimana kau tahu? Memangnya dia terkenal?”
Yoona menepuk pundaknya pelan. “Tentu saja! Kamu tahu, keluarganya itu sangat kaya. Selain berbakat dalam bidang musik, dia juga tampan dan pintar. Seluruh sekolah tahu dia.”
“Masa? Terus kenapa aku tidak tahu?” Jiyeon memiringkan kepalanya, berpikir mengapa ia bisa melewatkan hal yang umum seperti itu.
“Kau saja yang kuper.” Yoona diam sejenak, ia ingat kejadian tadi di lorong.
“Pantas saja tadi Heechul oppa mencari-cari Kyuhyun. Ternyata dia ada disini”
“Apa? Heechul oppa? Mau apa dia cari-cari namja tengil itu?” semangat Jiyeon tersulut begitu saja ketika nama Heechul disebutkan. Yoona mendecak.
“Huu! Aku baru sebut namanya saja kau sudah segirang itu. Kau menyukainya apa dongsaengnya?” sindir Yoona. Jiyeon berhenti cengengesan. Mendengar kata ‘dongsaengnya’, otaknya langsung terpikir pada Ryeowook.
“Wookie? Untuk apa aku suka padanya?. Dia itu hanya sebatas chingu bagiku” Jiyeon bingung kenapa mendadak Yoona berkata seperti itu.

Mata sahabatnya itu menyipit. Yoona duduk semakin merapat pada Jiyeon. “heh, kau tidak tahu gosip yang beredar di sekolah?” tanyanya dengan nada penuh misteri.
“Andwae,” jawab Jiyeon polos. Yoona menepuk keningnya. Jiyeon, kau kelewat kuper. Batin Yoona.
“Orang-orang bilang kamu suka pada Ryeowook!”
“MWO!” pekik Jiyeon kaget.
“Darimana datangnya gosip itu!” seru Jiyeon dengan suara keras. “Memangnya sikapku pada Wookie selama ini memperlihatkan kalau aku suka padanya…ah–” Jiyeon mengatupkan bibirnya. Ia seakan tersadar sesuatu. Jika dipikir-pikir, sikapnya pada Ryeowook memang sedikit berbeda. Dia selalu berbagi makan siang denganya, karena Ryeowook itu pandai memasak, dan Jiyeon juga suka memasak. Jadi mereka sering sekali bertukar bekal makan siang. Terkadang juga pulang dengannya. Ha! Jangan-jangan itu yang membuat orang-orang curiga.

“Aku memang sedikit berlebihan pada Wookie.” lirih Jiyeon lemas.
“Tuh kan!” Yoona mengiyakan.
“Tapi semua itu kulakukan karena aku ingin tahu soal Chullppa!” bela Jiyeon. Sebenarnya itu motif utama mengapa ia bisa akrab dengan Ryeowook.
“Tapi orang-orang tidak tahu kau suka pada Heechul Oppa”
“Bagaimana ini…” Jiyeon menatap Yoona dengan wajah khawatir. tangannya menggenggam erat lengan Yoona.
“Tenang, aku dukung kau apapun yang terjadi.” Yoona menepuk-nepuk pundak Jiyeon untuk menyemangatinya.

“Ah, Yoona. Bagaimana perasaanmu sekarang?” mendadak Jiyeon mengalihkan pembicaraan.
“Memangnya kenapa?” Yoona tak paham dengan pertanyaan Jiyeon.
Jiyeon menyikutnya. “Bilang saja lagi kalau kamu sekarang sangat bahagia. Tadi kan kau kemari bersama Sungmin Oppa” ledek Jiyeon. Pipi Yoona seketika memerah. Ia teringat saat ia memeluk pinggang Sungmin karena mereka kemari menggunakan motor milik namja itu.
“Kau ini apaan sih? Memangnya kenapa aku dengan Sungmin Oppa” Yoona berusaha mengelak. Padahal terlihat jelas di wajahnya.
“Kau suka padanya. Iya kan!!” Jiyeon berkata dengan suara keras sehingga Yoona. Terpaksa membekam mulutnya.

Bersamaan dengan itu Sungmin masuk ke dalam ruangan. Yoona menghentikan tindakannya
begitupun Jiyeon. Suasana hening seketika.
“Kok kalian berhenti? Aku mengganggu ya” tanya Sungmin heran. Kedua yeoja itu langsung duduk manis seolah tidak terjadi apapun.
“Tidak kok. Oppa tadi mendengar pembicaraan kita?” Jiyeon menyelidik ekspresi Sungmin sekarang. Yoona tampak memucat melihat Sungmin diam menatap mereka secara bergantian. Jiyeon ikut cemas.

“Tidak. Memang kalian membicarakan apa?” Sungmin bingung.
fuuh.. Untung tidak dengar. Secara bersamaan Jiyeon dan Yoona menghela napas lega.
“Kalian ini, ada apa sih sebenarnya?” Sungmin dibuat penasaran. Tapi baik Jiyeon maupun Yoona tidak berniat untuk menjawab.
“Ah, Jiyeon kau bisa pulang sekarang. Dokter sudah mengizinkan” ia teringat tadi ia sempat menemui dokter. Jiyeon mengerjap senang.
“Jinjja? Ayo pulang” ucap Jiyeon semangat.

__0.0__

*di kamar lain di rumah sakit yang sama*
“Hyung, aku sarankan jantungmu segera dioperasi sebelum kondisinya makin memburuk.” saran Kibum dengan wajah cemas. Yesung yang terbaring lemah hanya tersenyum sambil menepuk tangan Kibum yang terus menggenggam tangannya.
“Aku masih baik-baik saja. Jangan terlalu mencemaskanku. Bagaimana dengan sekolahmu? Kamu jangan terus membolos hanya untuk menjengukku” ucap yesung lemah.

Kibum menghela napas berat.
“Itu bukan hal penting. Bagiku yang terpenting sekarang adalah melihatmu sehat kembali”
Yesung tersenyum. “Maaf sudah membuatmu susah. Kau tidak perlu terlalu mencemaskan ku. Kau bisa lakukan apa saja yang kau inginkan”

Hati Kibum sakit atas ucapan Hyungnya. Ia sedih karena Yesung tidak bisa melakukan hal yang paling disukainya: menyanyi.
“Aku berharap segera ada donor jantung untukmu, Hyung” harap Kibum.
“Jangan terus cemas tentang penyakitku. Sekarang kau sekolah saja baik-baik.” ucap Yesung sambil tersenyum lemah.
Kibum mengangguk. Ia sangat menyayangi Yesung. Apapun akan dilakukannya asal bisa
melihat Hyungnya tersenyum seperti sekarang.

Terdengar pintu dibuka seseorang. Kibum menoleh, Sooyoung gadis cantik yang begitu anggun masuk dengan membawa sekeranjang buah. Senyumnya mengembang bergantian memandang Kibum dan Yesung.
“Seperti biasa, aku datang Oppa” ucapnya hangat sambil duduk di sisi tempat tidur yang lain. Pandangan matanya meredup ketika melihat orang yang dicintainya lemah tak berdaya.

“Oppa terlihat lebih baik.” Sooyoung berkata sambil menahan airmata meskipun di bibirnya tersungging seulas senyum manis.
“Gomawo. Berkat dirimu juga” Yesung menggenggam tangan Sooyoung dengan kasih sayang tulus seperti biasanya. Dan hal itu membuat Sooyoung merasa tenang. di saat suasana sedih seperti ini, senyuman Yesung-lah satu-satunya obat paling ampuh untuk meredakan tangisannya.

Kibum terguncang menyaksikan adegan itu. Bagaimanapun Sooyoung pernah menjadi pujaan hatinya dan mungkin sampai sekarangpun hal itu belum berubah. Kibum memilih menyingkir dari ruangan itu. Dia ingin mencari udara segar.

__o0o__

“Oppa, kau bilang semua pada Appa? Soal kecelakaanku?” tanya Jiyeon tiba-tiba. mereka sekarang sedang dalam perjalanan pulang. Jiyeon terpaksa harus dipapah Sungmin dan Yoona saat berjalan.
“Tentu. dan dari suaranya Appa terdengar sangat terkejut. Terlebih eomma.”
“Ah, sudah kuduga. Siap-siap kena semprot deh” Jiyeon menghela napas berat. Sungmin dan
Yoona secara kompak tertawa.

“Loh Ji, itu kan Kibum” ucap Yoona. Jiyeon menengok ke arah yang dimaksud. Matanya melebar. Ya. Dia melihat sosok orang yang tidak asing lagi baginya itu berjalan tak jauh di hadapannya. Jiyeon terpaku sesaat.

Kibum pun merasakan hal yang sama. Tubuhnya membeku ketika melihat Jiyeon. Ia melrik ke arah kaki Jiyeon yang dibebat. Kenapa dia? Kibum ingin bertanya, tapi ego membuatnya memilih pergi melewati Jiyeon tanpa menyapanya sedikitpun.
Jiyeon tidak percaya Kibum bersikap seolah-olah tidak mengenalnya. Hatinya terasa sangat pedih.
“Kenapa dia? Bahkan menyapa pun tidak!!” ucap Sungmin heran. Ia mengenal Kibum karena Kibum adalah juniornya di klub yang sama dengannya di SMA Kirin.
“Dia kenapa ada di sini?” tanya Yoona heran.
“Yesung, Hyungnya sakit dan dirawat di sini. Mungkin dia datang untuk menjenguk”
jawab Sungmin.

Jiyeon tidak berkomentar. Ia tadi sempat melihat wajah Kibum yang kelelahan dan sedih. Itu sangat mengganggu pikirannya. Ia terus melamun sampai akan masuk taksi.

“Ah!” mendadak Jiyeon berseru. Membuat Sungmin dan Yoona terperanjat.
“Kenapa? Ada yang salah?” tanya Sungmin cemas. Jiyeon menggeleng cepat. Ia hampir saja melupakan sesuatu yang sangat penting. Ia akan kehilangan seorang Oppa jika ia sampai melalaikan hal yang dilupakannya ini.
“Siwon oppa!” jiyeon baru ingat. CD rekaman lagu yang diminta Siwon masih ada di tangannya. Ia menoleh pada Sungmin dengan tatapan penuh harap.
“Oppa, kau mau menolongku?”
Sungmin tidak mengerti tapi dia mengangguk. Jiyeon mengambil sebuah kotak CD lalu menyerahkannya pada Sungmin. “Tolong berikan itu pada Siwon Oppa. Aku yakin sekarang dia sedang kelimpungan menunggu CD itu kuantar.”
Sungmin mendengus malas. “Hah?! Si bintang baru tidak jelas itu?” sindir Sungmin.
“Oppa! Kamu jangan bilang begitu. Meski tidak jelas dia itu Oppaku juga” bantah Jiyeon kesal.
“Arra, arra. Ok, kalau begitu aku pergi kembalikan ini dulu. Yoona, aku titip adikku tercinta ini yah” Sungmin mencubit pipi Jiyeon.
“n-ne” jawab Yoona gugup.
“Oppa!!” seru Jiyeon jengkel. Sungmin langsung kabur sebelum Jiyeon balas memukulnya.

__o0o__

JRENGJRANG!!
Suara dentang piano terdengar tidak karuan dari ruang latihan. Rasa kesal Siwon sudah memuncak hingga ubun-ubun. Kemarahannya terlampiaskan pada piano.
“Calm down” sahut Kangin santai. Dia tengah asyik memainkan gitar listrik dan sedikit bersenandung. Siwon tidak mendengarkan. Sekarang ia benar-benar sudah kehabisan kesabarannya. Bagaimana mungkin Jiyeon tidak kunjung menyerahkan CD itu juga padanya!!
“Lain kali kalau bertemu awas ya! Beraninya dia tidak datang sama sekali!” Siwon mengepal erat tangannya.
“Coba hubungi sekali lagi. Aku cemas terjadi sesuatu padanya” ucap Kangin. Siwon tersenyum sinis.
“Datang terlambat memang sudah menjadi keahliannya. Ini juga bukan pertama kali!” Siwon mencoba menelepon sekali lagi. Hasilnya tetap sama. Ponsel Jiyeon tidak aktif. Hal ini membuatnya makin sebal saja.
“Aish!! Kemana dia? Harusnya dia bawakan CD itu!” gerutu Siwon pada ponsel di tangannya. Kangin hanya bisa cengengesan melihat tingkah Siwon.

“Kau butuh ini?”

Siwon menoleh cepat mendengarnya. Ia kira Jiyeon ternyata bukan. Siwon mengerutkan kening bingung. Apa yang dilakukan Sungmin di sana?
“Kenapa kamu yang datang? Mana Jiyeon?!”
Sungmin memutar bola matanya, malas. Siwon itu benar-benar hanya memikirkan karir keartisannya saja.
“Dia baru pulang dari rumah sakit.” Jawabnya dengan wajah datar.

Raut wajah Siwon langsung berubah, ia terkejut.
“Rumah sakit? Kenapa?! Apa dia kecelakaan?” Siwon buru-buru mendekati Sungmin dengan wajah tak kalah cemas. “Apa parah? Dia baik-baik saja kan?”
“Tidak ada yang serius. Hanya terkilir” Sungmin mengatakannya dengan ekspresi datar. Ia ingin mellihat reaksi Siwon.
Siwon menghela napas lega. Hanya sesaat. Setelah itu ia kembali menjadi Siwon yang menyebalkan. “Lalu mana CD-nya? Kau kemari untuk mengantarkan itu kan?”
“Nih!!” Sungmin menekankan CD itu tepat di dada Siwon, lalu pergi dengan sikap dingin. Siwon tersenyum sinis menanggapi kelakuan Sungmin.
“Lihat dia! Dia pikir dia siapa?”

__o0o__

Bukannya pulang Jiyeon malah mampir ke restoran ayahnya. Mendadak ia ingin mencicipi lagi masakan sang Appa. Jadi ayah adalah seorang chef professional dan sudah membuka restoran sejak Jiyeon berusia 5 tahun.
“Aigoo, Jiyeon, apa yang terjadi padamu?!!” pekik Eunhyuk ketika melihat kaki Jiyeon diperban dan berjalan sambil dipapah oleh Yoona. Belum apa-apa namja itu sudah mondar-mandir panik gak jelas. Entahlah apa yang dilakukanya. Ia segera menata salah satu meja kosong agar Jiyeon bisa duduk di sana.
“Ayo duduk di sini. Sebentar…” Eunhyuk menarik kursi lalu menyandarkan kaki Jiyeon di atasnya. ia lalu pergi mengambil bantal untuk pengganjal kaki yang diperban.
“Sudah nyaman? Masih ada yang sakit?” tanyanya cemas. Jiyeon menggeleng pelan.
“Tidak ada. Gomawo..”ucap Jiyeon terharu dengan sikap perhatian Eunhyuk. Kekhawatiran belum juga lenyap dari wajah Eunhyuk. Namja itu terus saja bergerak-gerak gelisah.
“Sebentar, aku panggil Appa..” ia mengambil langkah seribu.
“Oppa..” baru Jiyeon hendak mencegah Eunhyuk keburu pergi ke dapur. Untung saat itu restoran sedang sepi. ia tidak menjadi pusat perhatian di sana.

“Eunhyuk Oppa tidak berubah ya, apa dia memang selalu begitu?” Tanya Yoona kagum
sambil menggeleng-gelengkan kepala. Jiyeon mengangguk setuju.
“Begitulah. Keahliannya adalah bersemangat setahun pnuh!”
Mendengarnya Yoona tertawa. Tiba-tiba sebuah suara menggelegar yang amat ditakuti oleh Jiyeon terdengar nyaring. Membuat gadis itu kaku seketika.

“LEE JIYEON, apa yang terjadi sebenarnya?!” Appa muncul dari dapur masih mengenakan pakaian chef lengkap terburu-buru menghampirinya. Disusul Eunhyuk. Waduh, Jiyeon bergetar.
“Mianhae Appa.. Kejadian ini murni karena kecerobohanku” jawab Jiyeon sambil menunduk. Takut melihat wajah seram Appa. “kakiku terkilir sedikit. Tapi tidak ada yang serius kok. Aku janji.”
Appa mendekat lalu dengan gerakan cepat tangannya menjitak Jiyeon. Yoona dan Eunhyuk sampai kaget.
“aw!” Jiyeon meringis.
“Sudah Appa bilang, perempuan jangan sembarangan membawa motor! Lihat ini akibat dari tidak menuruti ucapan orangtua!” tegur Appa. Jiyeon makin menundukkan kepalanya. ia akan tahu akan diceramahi seperti ini oleh sang Appa.
“mianhae..” lirihnya seperti suara cicak. Sangat pelan.

Sungmin baru saja tiba disana. Melihat suasana tampak ‘tidak biasa’, Ia segera mencairkan keadaan.
“Jiyeon, kau tiba selamat sampai di sini? Syukurlah” Sungmin menghampiri mereka dengan wajah cerah ceria. Appa masih tampak kesal sementara Jiyeon tetap pada posisi yang sama. Ah, ia harus melakukan sesuatu.
“Appa, aku lapar. Aku ingin sekali makan sup tulang sapi buatanmu.” Ucap Sungmin mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Kau ini, adikmu kecelakaan kau masih bisa meminta makan dengan wajah ceria begitu?”
“Sudahlah Appa, ayo aku bantu siapkan.” Sungmin mendorong tubuh Appa pelan kembali ke dapur. Ia menoleh sebentar ke arah Jiyeon sambil mengedipkan sebelah matanya.

“oppa…jeongmal gomawo” lirih Jiyeon terharu. Ia tahu Sungmin pasti akan menyelamatkannya.
Eunhyuk tertawa ringan. Ia berbisik pelan pada adik perempuannya itu. “lihat, ada-ada saja cara Hyung menolongmu.”
“Ne” ia mengangguk. Jiyeon tahu tu. Meski kadang menyebalkan, tapi ia harus mengakui bahwa Sungmin adalah kakak paling baik di dunia. Ia melirik Yoona yang duduk di sampingnya. Aishy!! Gadis ini malah diam terpaku ke arah dapur. Ia juga tahu, Yoona pasti terpesona pada Sungmin. Seperti biasa. Jiyeon tertawa dalam hati.
“hei, aku tahu. Oppaku yang satu itu memang sangat mempesona” kata jiyeon sambil menyikut Yoona. Otomatis gadis itu sadar dari lamunannya.
“Kenapa?” tanyanya heran. Melihat kepolosan sahabatnya Jiyeon benar-benar tertawa. Meskipun tidak mengerti, namun Eunhyuk juga ikut tertawa.

__o0o__

Mereka akhinya makan siang bersama. Sepanjang makan Appa terus mengobrol dengan Sungmin dan Eunhyuk sementara Jiyeon didiamkan. Akhirnya ia menusuk-nusuk ayam goreng dengan garpu, melampiaskan kekesalannya.
“Menyebalkan! Ternyata Appa memang lebih suka anak laki-laki!” gumamnya jengkel.
Yoona hanya bisa menahan tawa. Tapi Jiyeon tidak bisa membenci oppadeul-nya sedikitpun. Terkadang ia hanya kesal.

Tiba-tiba tercium aroma wangi. Jiyeon mengangkat kepalanya. ternyata Eunhyuk menyodorkan secangkir teh beraroma karamel ke hadapannya. Aigoo.. Ini kan teh kesukaannya. Senyum di bibir Jiyeon pun mengembang.
“Hyukppa, kau memang Oppa ku yang paling pengertian di dunia” seru Jiyeon terharu. Sudah berapa kali hari ini ia dibuat terharu. Eunhyuk tersenyum jahil.
“Araseo. Cepat minum sebelum tehnya dingin. Yoona, kau juga harus coba!” Eunhyuk pun menuangkan secangkir lagi untuk Yoona.
“Gomawo” Yoona menyesapnya sedikit. Ekspresinya langsung berubah. Melihat ekspresi yang ditunjukkan Yoona, Eunhyuk tersenyum lebar.
“Enak kan?” tanya Jiyeon.
“iya.” Yoona mengangguk.
“Itu oleh-oleh dari my mommy. Dia membelinya di Hongkong.”
Appa menoleh mendengar Jiyeon menyebut kata Mommy.

“Jinjja? Wah, tapi aku lebih suka teh hijau” ucap Yoona.
“Begitu. Selera kita ternyata berbeda.” Jiyeon mengangguk-angguk.

__o0o__

Begitu sampai rumah, Jiyeon dipapah Eunhyuk duduk di sofa ruang keluarga. Ketika Eunhyuk akan pergi, Jiyeon menahannya.
“Oppa, jangan pergi” Jiyeon menahan tangan Eunhyuk dengan nada memelas. Ah, Eunhyuk bisa membaca apa mau yeodongsaengnya ini. Lantas ia duduk di samping Jiyeon.
“Ada apa?” tanya Eunhyuk. Ia yakin Jiyeon pasti ingin curhat padanya. Selama ini
Eunhyuk memang selalu menjadi tong sampah semua unek-unek Jiyeon dan ia tidak keberatan sedikitpun. Jiyeon juga merasa Eunhyuk adalah seorang pendengar yang baik.
“Eunhyuk Oppa,.. Apa ada seseorang yang kau sukai?”

Eunhyuk terkejut dengan pertanyaan itu. “Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?” Eunhyuk heran. Jiyeon menatapnya dengan pandangan serius.

To be continued…

No Other (Part 1)

Tittle : No Other Part 1
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : School life, friendship

Main Cast :

  • Lee Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • *find by yourself*

Meskipun baru diposting sekarang, tapi gini-gini ini FF aku yang paling awal loh.. *gak nanya*. FF ini udah lama diem di dalem lappy. nah, daripada terus nganggur di sana, lebih baik aku posting aja. Bener gakkk…

Karena FF lama, makanya maaf kalau ada typo, atau bahasa yang dipakai terlalu kamseupay gitu..
Happy reading ^_^

No Other by DhaKhanzaki

———–0.0————-

Part 1

Telaaaat!!!!

Jiyeon baru sadar kalau dirinya terlambat pergi ke sekolah ketika melihat jam Mickey Mousenya menunjukkan pukul 7.00.
“Jiyeon sarapan!!” teriak eomma dari lantai 1 dan itu membuatnya semakin panik. Dengan cepat ia memasukkan semua buku pelajaran hari itu dan sebuah CD yang di minta Siwon, oppanya.
“CD ini, jangan sampai lupa di bawa. Bisa di gorok Oppa kalo aku sampai lupa” batin Jiyeon. Setelah selesai ia bergegas turun ke lantai 1 menuju ruang makan. Di sana sudah duduk Appanya tercinta, Sungmin, Eommanya yang sedang sibuk menata makanan dan Eunhyuk.

“Kenapa kamu berdiri disitu? Ayo duduk!” ucap Appa. Jiyeon menggaruk kepalanya kemudian duduk di sebelah Sungmin.
“Anu, aku jadi malu. Harusnya aku bantu Eomma menyiapkan sarapan. Eomma, mian aku bangun kesiangan” sesal Jiyeon.
“tidak apa-apa. Eomma dibantu Eunhyuk pagi ini”

Jiyeon melirik pada Eunhyuk dengan tatapan penuh penyesalan dan Eunhyuk hanya tersenyum manis.
“ah, kalau aku sih sudah maklum dengan kebiasaanmu itu. Pasti semalam pun kamu memimpikan Heechul lagi kan?!” ledek Sungmin sambil memakan roti.
“Oppa!!” bentak Jiyeon kaget. Yang lainnya ikut kaget juga.
“Kenapa? Tadi waktu aku akan membangunkanmu, kamu mengigau seperti ni: ‘Chullppa, kamu memang pangeran berkuda putihku yang sangat tampan.’. Dan suaramu sangat keras.—umph!” Jiyeon lekas menutup mulut Sungmin sebelum dia berkoar-koar hal yang memalukan. Yang lain hanya melongo melihat tingkah Jiyeon.

“hoo.. Siapa itu Heechul?” tanya Eomma penasaran dengan nada meledek.
“Anii! Bukan siapa-siapa! Oppa, kau ini pagi-pagi sudah melantur” Jiyeon makin panik. Sungmin melepaskan tangan Jiyeon dari mulutnya.
“Ya! benar atau tidak yang pasti kamu menyebut namanya” oceh sungmin.
“Jiyeon, siapa Heechul?!” ini yang bertanya Appa. Suaranya terdengar mrah. Appa memang tidak suka mendengar putri semata wayangnya itu dekat dengan pria manapun. Karena Jiyeon baru kelas 1 SMA. Jiyeon harus mengutamakan pendidikannya dulu di bandingkan urusan cinta.

“Bukan siapa-siapa, Appa. Hanya teman…” Jiyeon tidak melanjutkan kalimatnya.
“teman..?” tanya Appa makin curiga.
“Dia temanku dan Sungmin Hyung di sekolah” jawab Eunhyuk menengahi. Jiyeon menghela napas lega. Dengan wajah berbinar-binar dia tersenyum pada Eunhyuk.
“Gomawo Oppa” ucap Jiyeon dalam hati. Appa mengangguk percaya saja. Jiyeon semakin lega. Kini dia sebal sekali pada Sungmin. Dia menoleh pada oppanya itu dengan tatapan marah. Sungmin segera mengalihkan perhatiannya pada jam tangannya.

“Aish, sudah jam segini. Eunhyuk, ayo kita berangkat!” sungmin meraih tasnya lalusegera pergi diikuti eunhyuk. Didepan rumah, jiyeon mencegah sungmin yang akan menaiki motornya.

“Oppa kau ini tega sekali. Kau tahu kan Appa sangat sensitif soal ‘pacar’. Kau ingin aku diberangus oleh Appa” ucap Jiyeon dengan menekankan kata ‘pacar’.
“Kamu berlebihan. Appa tidak sekejam itu” ucap Eunhyuk.
“Tapi kan tetap saja” Jiyeon menautkan kedua jari telunjuknya tanda kalau dia gusar.
Eunhyuk mengusap-usap kepala Jiyeon dengan lembut.
“Tenang. All is well. Ok”
“Emm!” Jiyeon mengangguk cepat. Perasaan Jiyeon langsung tenang jika Oppanya yang satu ini mengelus kepalanya.

“Ok, sampai bertemu di sekolah, dongsaengku sayang. Ayo Hyuk, naik” Sungmin menyuruh Eunhyuk naik motor dibelakangnya.
“Loh Hyung, Jiyeon bagaimana?”
“Biarkan. Bukannya dia bisa bawa motor sendiri.” Ujar Sungmin. Eunhyuk menurut saja. Jiyeon terperangah sendiri.

“Oppa!!” Jiyeon berteriak ketika motor yang dibawa Sungmin melaju pergi.
“Oppa jahat!!” lirihnya menahan tangis. Tapi tidak jadi karena dia melirik jam tangannya.
“aigoo!! sudah jam segini!!” ia bergegas pergi.

__o0o__

*disebuah rumah mewah*

Kyuhyun bersama sepupunya yang dari luar negeri, Hankyung sedang berjalan menuju mobil yang terparkir di depan rumah.

Rumah itu besar sekali. Beberapa pelayan memberi salam ketika dia lewat. Kyuhyun memang tidak membalasnya, tapi pelayan-pelayan itu tersenyum puas melihat majikannya yang super keren.

Seorang pelayan pria datang menghampiri Kyuhyun untuk menyerahkan sebuah surat undangan.
“Apa ini?” tanya Kyuhyun bingung.

“Itu surat undangan untuk pesta minggu depan Tuan”
“Pesta?” tanya Kyuhyun bingung
“Pesta apa?” Hankyung ikut penasaran.
“Ah, hanya pesta biasa. Tidak begitu penting.” Kyuhyun melengos pergi begitu melihatnya sekilas.
“Loh kenapa? Memangnya kamu tidak akan datang?”
“Tidak!” jawab Kyuhyun tegas sambil membuka pintu mobil. Hankyung beralih membuka pintu yang satunya.
“Kenapa? itu pesta kawan. Pasti menyenangkan” Hankyung duduk di kursi kemudi.
“Percaya padaku, itu pesta biasa antar perusahaan dan sangat-sangat membosankan” ucap Kyuhyun sambil mengenakan sabuk pengaman.
“benarkah! Tapi aku ingin tetap datang.” Hankyung mulai menstarter mobil Pagani Zonda milik Kyuhyun itu.
“Kalau begitu datang saja.”
“Boleh?”
“hei, kau kan anggota keluarga juga”
“Ah kau benar”

mobil mulai melaju. Ditengah perjalanan Kyuhyun mlamun sementara Hankyung sibuk mnyetir mobil.

__o0o__

*di jalan*
Ponsel Jiyeon berdering. Terpaksa Jiyeon menghentikan motor sejenak.
“Hallo…” ucapnya pelan.
“APANYA YANG HALLO BODOH!!” suara teriakan langsung menerjang telinganya begitu Jiyeon menjawab. Jiyeon menjauhkan ponselnya sejenak. Tanpa menyakan identitas pun Jiyeon tahu yang membentaknya adalah Siwon.
“Sekarang jam berapa, hah!! Kenapa masih belum datang juga?! Kamu kira aku ini pengangguran? Setiap detik waktuku satu juta kali lebih berharga dari waktumu!” Siwon terdengar sangat marah. Suaranya menggelegar seperti petir di siang bolong. Jiyeon menganggukkan kepalanya berkali-kali walaupun Siwon tidak mungkin melihatnya.
“Araseo, mianhae. Aku sedang perjalanan ke sekolah. Jika ingin aku cepat sampai, tutup ponselnya segera!”
“Cepat kemari atau aku tidak akan mengakuimu sebagai dongsaeng lagi!”
“Oke! Tunggu aku di gerbang Oppa, aku ngebut sekarang!”

__o0o__

*di sekolah*

Yoona menunggu Jiyeon harap-harap cemas di depan gerbang.
“Anak itu kemana! 10 menit lagi gerbang akan ditutup!” Yoona mondar mandir gelisah.
“Kamu kenapa?” tanya Donghae dari kaca mobilnya. Yoona mendekat.
“Jiyeon belum sampai. Kamu lihat dia di jalan?”

“Tidak.” Donghae kemudian turun dari mobilnya. Sementara mobilnya itu melaju meninggalkan gerbang sekolah.
“Kenapa kau turun?” tanya Yoona bingung.
“Untuk menemanimu”
“What?!” Yoona kaget. Donghae buru-buru meralat.
“Maksudku, menemanimu menunggu Jiyeon. Ah, kemana anak itu, kenapa lama sekali..” Donghae mengalihkan pandangannya ke arah luar gerbang, pura-pura ikut mencemaskan Jiyeon juga. Ia jadi sedikit salah tingkah.

“Kalian mengapa mengumpul disini? Ah, aku tebak. Jiyeon datang terlambat lagi kan?” tebak Ryeowook yang mendadak muncul.
“Iya” ucap Yoona. Ia bersedekap jengkel “Dasar! Anak itu bikin cemas orang saja”
Ryeowook memiringkan kepalanya, ia merasa heran. “Aneh, tadi kulihat Sungmin Hyung dan Eunhyuk Hyung sudah datang”
Yoona mengerjap mendengarnya. “Jinjja!! Terus bagaimana Jiyeon?” wajahnya mendadak memucat.

Tiba-tiba terdengar suara cewek-cewek menjerit histeris. Yoona, Ryeowook dan Donghae serentak menoleh ke arah asal keributan. Rupanya disana ada Siwon, sang bintang di sekolah itu bersama temannya Kangin.

“Mana anak itu! Sebentar lagi gerbang akan ditutup” Siwon bergantian melihat kedepan dan ke jam tangannya. Kangin hanya mengangkat bahu.

Oh iya, sekolah tempat mereka belajar itu merupakan sekolah seni yang sangat terkenal bernama Kirin Art School. Bintang-bintang baru banyak dihasilkan sekolah tu. Salah satunya Siwon dan Yesung.
“Dia benar-benar sudah mempermainkanku! Bisa-bisanya aku membuang waktuku yang berharga demi menunggu hal tidak berguna”
“Tapi tanpa dia, kau tidak bisa tampil hari ini. Dia membawa rekaman lagu barumu kan” ucap Kangin sambil memainkan ponselnya.
“Tentu saja! Aku akan memastikannya, ah sial!” umpat Siwon
“Kenapa?” Kangin kaget.
“Ponselku mati. Pinjami aku ponselmu” paksa Siwon penuh emosi. Kangin menyerahkan ponselnya. Siwon segera menelpon Jiyeon namun tidak ada jawaban.
“Kenapa ponselnya dimatikan!” Siwon melirik Kangin dengan pandangan menyala-nyala kesal. Sahabatnya itu tenang-tenang saja, malah tertawa.
“Di saat seperti ini kamu masih bisa tertawa?” Siwon bertolak pinggang. Sikap angkuhnya mulai bangkit.
“Tenang. Semuanya bisa aman terkendali.” Kangin menenangkan dengan menepuk pundaknya.

“Lihat, Siwon Hyung kelihatannya panik” ujar Ryeowook yang menyaksikan mereka dari jauh.
“Pasti lagi nungguin orang juga” jawab Donghae.
“Siapa?” tanya Yoona penasaran. Donghae dan Ryeowook saling pandang karena tidak tahu jawabannya.
“Biar aku tanya.” Donghae hendak pergi tapi Ryeowook menahannya.
“Jangan. Buat apa. Memang dia mengenalmu?”
Donghae langsung diam. Benar juga sih. Siwon tidak mungkin mengenal murid biasa sepertinya.
“Paling dia cuma mau minta tanda tangan aja. Dia kan fansnya” ledek Yoona.
“Kalian!!” teriak Donghae jengkel.

__o0o__

Jiyeon memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Sehingga ia tidak begitu memperhatikan mobil-mobil lain yang berlalu lalang di sekitarnya hingga tiba-tiba ada mobil yang melintas di depanya.
Jiyeon cepat mengerem namun terlambat, motornya menabrak mobil itu dan ia jatuh dari motornya. Kecelakaan pun tidak dapat terhindarkan.

Braaakkk!!!

“Aduh!” erang Jiyeon menahan sakit di kakinya yang terkilir saat jatuh tadi.

Hankyung dan Kyuhyun terdiam saling pandang setelah mobil yang mereka kendarai menabrak motor. Hankyung segera keluar mobil diikuti Kyuhyun. Kyuhyun melihat seorang yeoja terduduk di aspal. Dia memakai seragam sekolah yang sama dengannya.
“Naneun gwaenchana?” tanya Kyuhyun hati-hati.
“Gimana bisa tidak apa-apa! Aku jatuh dan motorku rusak! Kamu tahu rasanya? Sakit sekali, aduuh” Jiyeon meringis sambil memegang kakinya.

Hankyung segera menghampiri Jiyeon.
“Mianhae. Ini semua salahku.” Hankyung membantu Jiyeon berdiri sementara Kyuhyun terus melihat jamnya. Tak ada segurat rasa bersalah sedikitpun di wajah dinginnya.
“Han, kita sudah terlambat sekolah. Ayo pergi” ia tampak tidak sabar.

Apa? Jiyeon pun melirik jamnya. Matanya terbelalak. Jam masuk sekolah sudah hampir tiba! Tidak! Dia juga sudah terlambat!
“kamu ini, Kita harus bertanggung jawab. Yeoja ini terluka dan motornya rusak.” Hankyung menatap Kyuhyun berharap namja itu mengerti kondisi sedikit saja.
“Aish, menyebalkan!” Kyuhyun dengan hati jengkel menelpon rumah sakit dan bengkel.
“Semuanya sudah kuurus. Han, ayo pergi.” Kyuhyun bergerak menuju mobilnya. Hankyung menurut, ia mengikuti Kyuhyun meskipun sebenarnya ia tidak tega meninggalkan yeoja itu sendirian. Apalagi saat kondisinya seperti itu.

Apa?? Etiket macam apa itu? Tidak sopan sekali! Jiyeon jengkel sekali dengan sikap namja menyebalkan itu. Ia lantas berteriak.
“Ya!! Kalian ingin seenaknya pergi meninggalkanku sendiri? Dasar namja tidak berperasaan!”
Kyuhyun berhenti berjalan mendengar bentakan yeoja yang tak dikenalnya itu. Ia lantas berbalik dengan kening berkerut kesal.
“Mwo?!” Ia tidak terima. Kyuhyun berkacak pinggang.
“Hei, tunggu saja. Sebentar lagi akan ada petugas rumah sakit datang dan motormu itu akan
kami betulkan di bengkel” Jiyeon mencoba bangkit dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya an dengan langkah diseret-seret dia mendekati Kyuhyun. Berdiri tepat di hadapannya.
“Ini bukan soal ganti rugi ok, aku hanya minta pertanggung jawaban dari kalian. Setidaknya temani aku sampai semuanya selesai. Kalian ingin kabur dari masalah?!”

“Kau!!” kyuhyun menggeram sambil telunjuknya ia arahkan tepat ke depan wajah Jiyeon. Ah, bisa terjadi perang sipil jika tidak segera dicegah.
“Hei hei” Hankyung menengahi mereka. “dia benar. Kita memang harus bertanggung jawab” ujar Hankyung. Kyuhyun melayangkan death glarenya pada Hankyung. Ia tidak suka dengan gagasan itu.
“Han, kau malah membela yeoja gak jelas ini?” tuduhnya. Tangannya tetap menunjuk Jiyeon.
“Heh, siapa yang kau panggil yeoja gak jelas? Dasar namja tengil!” ucap Jiyeon seraya menepis tangan Kyuhyun.
“Kau cari mati!!” namja itu kini memelototinya.
“hei hei!” lagi-lagi Hankyung harus menengahi. Akhirnya Kyuhyun memilih menyerah dari perseteruan ini. Ia kembali melirik jam tangannya.
“Waktu kita sudah habis. Kita terlambat sekarang” ujar kyuhyun mendesah kesal. ia orang yang ontime. Sangat benci dengan kata ‘terlambat’.

Suasana sempat hening.

“Ah!” pekik Jiyeon tiba-tiba. Jiyeon kelimpungan mencari ponselnya yang jatuh entah dimana. Ia harus menelpon seseorang.

Kyuhyun melihat ponsel tergeletak dekat mobil. Lantas ia mengambilnya.
“Ini milikmu?” Kyuhyun mengulurkan ponsel ke hadapan Jiyeon.
Gadis itu menoleh. “Ah benar!” ia segera merebutnya. Sayang ponselnya tidak bisa menyala lagi karena tadi berbenturan dengan aspal menyebabkan layarnya retak..
“Haa! Bagaimana ini! Aku harus mengabari oppaku” lirih Jiyeon panik. Dia langsung melirik pada Kyuhyun.
“Apa?!” tanya Kyuhyun heran. Ia merasa ada yang tak beres dengan tatapan Jiyeon.

“Pinjam ponselmu sebentar!” paksanya. Kyuhyun mengerjapkan mata.
“Tidak mau!” tegas Kyuhyun.
“Pinjam cepat!” Jiyeon tetap memaksa. Kyuhyun mendengus jengkel. Yeoja ini benar-benar selalu mencari masalah.
“Kau ini!” pada akhirnya-dengan kesal Kyuhyun menyerahkan ponselnya. Jiyeon mengambilnya dengan wajah sumringah. Tanpa menunggu, Jiyeon segera menghubungi Siwon. Tapi, tidak dijawab. Jiyeon makin panik. Jangan-jangan Siwon marah dan membanting ponsel sampai mati. Waduuh….

—-0.0—-

*di rumah sakit*
“Kau harus istirahat. Jangan melakukan gerakan-gerakan berlebihan selama 2 minggu”
ucap dokter yang bernama Shindong itu begitu selesai membalut kaki Jiyeon dengan perban. Pernyataan yang dilontarkan dokter itu bagaikan petir yang menyambar tepat di dekat telinga Jiyeon.
“APA?! Tapi dokter, minggu depan aku ada tes menari” pekik Jiyeon. Kyuhyun dan Hankyung yang ada disana sampai kaget lalu menoleh. Dokter Shindong adalah dokter keluarga Kyuhyun.
“Sayang sekali kalau begitu” jawab dokter singkat sambil tersenyum ramah. Kyuhyun menyunggingkan senyum evilnya melihat wajah Jiyeon memelas.
“Jadi dok, tidak ada yang terlalu serius kan?” tanya Hankyung.

Dokter Shindong menggeleng. “Tidak ada. Hanya terkilir. Yang lainnya baik-baik saja”
“Kau dengar itu cewek tengil? Hanya terkilir.” ulang kyuhyun penuh penekanan pada tiap kata yang di ucapkannya. Jiyeon melayangkan tatapan sinisnya pada Kyuhyun.
“Ara! Aku denger kok” balas Jiyeon jengkel.

Ah, Jiyeon ingat. Dia harus segera menghubungi seseorang.

__o0o__

“Siapa dia? Teman sekolahmu?” tanya dokter Shindong pada Kyuhyun dan Hankyung karena Jiyeon memakai seragam yang sama.
“Ya begitulah. Tapi aku tidak mengenalnya” jawab kyuhyun acuh tak acuh. Dokter Shin mendadak teringat sesuatu.
“Ngomong-ngomong, minggu ini jadwalmu melakukan pemeriksaan rutin. Kamu harus meluangkan waktu. Jika tidak maka orangtuamu akan mengeluh padaku”
Kyuhyun malas sekali jika mendengar ia harus kembali melakukan medical check up seperti biasanya. Uh,… ia sehat koo.. kenapa harus diperiksa secara rutin segala sih? Orang tuanya terlalu cemas berlebihan.
“Ya,ya. Aku tahu” ucap Kyuhyun malas. Setelah dokter pergi, mereka kembali ke kamar Jiyeon.

__o0o__

*di sekolah*
Yoona cemas karena Jiyeon akhirnya tidak datang juga. Sudah ia hubungi tapi ponselnya tidak aktif.
“Ah! Aku harus bertanya pada Sungmin Oppa!” Yoona bergegas keluar dari kelas, dalam perjalanan menuju kelas Sungmin, tanpa sengaja ia melihat Ryeowook sedang bersama Heechul, hyungntya. Mereka seperti sedang serius membahas sesuatu. Mendadak Yoona tertarik untuk mengetahui apa yang mereka bicarakan.

“kemana Kyuhyun! Dia harusnya menyerahkan partitur musik hari ini, dia ingin band kita tidak bisa latihan?!” Heechul tampak jengkel. Ia meninju pelan tembok di sampingnya.
“hari ini dia tidak masuk Hyung. Mungkin dia sakit” jawab Ryeowook. Kebetulan mereka sekelas.

Kyuhyun sakit? Pikir Yoona heran. Anak orang kaya raya itu bisa sakit juga. Karena ia terlalu cemas pada Jiyeon, Yoona langsung berlari menuju kelas Sungmin. Tanpa sengaja, Sungmin justru menabraknya hingga terjatuh. Yoona sedikit tersipu malu ketika tahu di hadapannya ada Sungmin.
“Mian, aku tidak sengaja” ucap Sungmin sambil membantu Yoona bangun. Yoona masih juga tersipu namun sedetik kemudian ia teringat pada tujuannya menemui Sungmin.
“Oppa kebetulan sekali.. Jiyeon..”
Mendengar kata Jiyeon disebut, Sungmin juga terkesiap. Ia segera memotong ucapan Yoona. Raut kepanikan jelas terlihat di wajah aegyeonya.
“Maaf Yoona, aku sedang buru-buru. Jiyeon kecelakaan” Sungmin tampak sangat panik.
“Ne?!!” Yoona pun memekik kaget.
“aku harus segera ke rumah sakit”
“oppa aku ikut”

To be continued…

Cherry Blossom (Part 1)

Tittle : Cherry Blossom Part 1
Author: Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre: Romance

Main cast:
Park Jeyoung | Cho Kyuhyun

Jeyoung’s Family :
Park Jungsoo a.k.a Leeteuk as Father | Kim Heechul as Mother | Park Minwoo as Younger brother

Kyuhyun’s Family :
Cho Youngwoon a.k.a Kangin as Father | Lee Sungmin as Mother

Support Cast :

Kae Nichan | Choi Siwon | Lee Eunri | Lee Donghae | Song Raeseok | Lee Hyukjae/ Eunhyuk | Kim Kibum |

Hai hai.. Ketemu lagi ama Author yang selalu bawa cerita gaje, Shin Je young! Kali ini tetep main castnya Cho Kyuhyun, suami author yang cakep ini.. hehe..*dibom Sparkyu*.. author harap readers semua suka ceritanya… udah ah, gak mau banyak cuap-cuap gaje lagi..
Happy reading^_^

Cherry blossom by Dha Khanzaki

Baca lebih lanjut