Arsip

My Girl Is Flower Boy [Part 1 of 2]

Tittle : My Girl Is Flower Boy Part 1
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : SG, Romance

Main Cast :

  • Jo Youngmin (Yeoja)
  • Jo Kwangmin (Namja)
  • Kim Donghyun (Namja)

Support Cast :

  • Kyuhyun as Jo Twin’s older brother
  • Heechul as Jo Twin’s Eomma (SG)
  • Kwon Yuri
  • Kwon Jiyong

Haloooo… salam sejahtera bagi pecinta FF sejagat dumay.. Author balik bawa FF bergenre aneh dimana Youngmin jadi cewek di sini *Maaf buat fansnya Youngmin* author gak ada maksud apa-apa. Justru author nge-fans ama Youngmin makanya kepikiran buat bikin FF ini.
Ini sebenernya mau diposting dalam rangka valentine kemaren. tapi karena authornya pikun, jadi baru diposting sebulan kemudian. *telat*

Apa ada yang udah baca FF My Girl Is Flower Boy yang ada di blog ini? FF itu belum selesai tapi kok udah muncul FF ini? Nah, sebenernya itu bukan kesalahan teknis. Melainkan FF ini memang lebih dulu muncul. cuma author postingnya baru sekarang, gitu loh.

Maaf ya kalau banyak typo.dan peringatan dari author, kalau bahasa di FF ini masih bahasa ‘gaul’. jadi gak sesuai EYD alias suka-suka gue. Harap dimaklumi ^^ Happy Reading ^^

My Girl Is Flower Boy By Dha Khanzaki

Baca lebih lanjut

Cherry Blossom (Part 3)

Tittle : Cherry Blossom Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast:

  • Park Je Young
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Park Jungsoo as Je Young’s Appa
  • Kim Heechul as Je Young’s Eomma
  • Kang In as Kyuhyun’s Appa
  • Lee Sungmin as Kyuhyun’s Eomma
  • Park Minwoo as Je Young’s brother

Hai, kembali lagi dengan FF yang cast utamanya author sendiri… *jreng-jreng* Di sini bahasanya masih kaku gitu. soalnya ini juga salah satu FF author yang paling pertama. nah, jadi maaf juga kalau bahasanya amburadul, banyak typo, dan feelnya gak dapet.

Happy Reading

Cherry blossom by Dha Khanzaki

———-0.0———-

Part 3

Siang itu Kyuhyun benar-benar berada di bandara untuk mengantar mertuanya pergi ke luar negeri. Ia pun bingung mengapa ia bisa berpikir untuk melakukannya. Padahal ia bisa saja beralasan jika tidak mau.
“Jaga diri kalian disini. Kyu, Appa titip Jeyoung padamu” ucap Jungsoo, Appa Je Young kepada menantunya itu.
Kyuhyun mengangguk “Ne, Appa” ucapnya sambil tersenyum. Jeyoung memeluk Appa dan ummanya sebentar.
“Umma, Appa, aku pasti merindukan kalian..” rengek Minwoo
“Omo, putra Umma tercinta.. Jaga dirimu” Heechul memeluk erat Minwoo. Ia tidak akan pernah tega melihat putra kesayangannya itu kesepian. Tapi harus bagaimana lagi, tugasnya menanti di Swiss sana.

Minwoo menangis ketika melihat orangtuanya pergi memasuki terminal keberangkatan. Jeyoung jadi harus memeluk untuk membuat adiknya itu tenang.
Kyuhyun berdecak sebal. Ia malas sekali melihatnya. “anak manja!” gumamnya.

—-o0o—–

Setelah itu, Jeyoung dan Kyuhyun mengantar Minwoo kembali ke asrama sekolahnya.
“oke Nuna, bye bye. Nanti aku meneleponmu. Dan Kyu hyung, aku titip Nunaku. Berani membuat Nuna menangis, aku tidak akan melepaskanmu!” ancam Minwoo dengan wajah seram tapi tetap manis
“Bocah ini!” Kyuhyun benar-benar ingin menjitak Minwoo. Namun sayang, Minwoo berinisiatif kabur sebelum Kyuhyun melakukannya. Mereka dalam perjalanan pulang sekarang.
“kenapa harus kita harus tinggal rumah baru? Memang rumahmu kurang besar? Atau ke rumahku saja. Di sana kosong.” keluh Jeyoung. Hari ini mereka berdua berencana untuk tinggal di rumah terpisah dari kedua orang tua mereka. Dan kenyataan itu, membuat Je Young sangat gugup.
“Ini hadiah dari Umma dan Appa. Kita tidak bisa menolak. Lagipula letaknya tidak jauh dari kampus. Dan lagi aku bisa benar-benar terbebas” Kyuhyun tersenyum senang. Jeyoung cemberut. Mendengar itu membuatnya seperti di manfaatkan. Ternyata, pernikahan mereka memang sebuah kompromi. Je Young melakukan semua ini karena Appanya, dan Kyuhyun bersedia menikah juga karena ingin terlepas dari bodyguard yang selama ini menjaganya.

Mereka berhenti tepat di depan rumah yang indah. Arsitekturnya modern dan bergaya neogothic. Kyuhyun memarkirkan mobil. Mereka turun kemudian. Ekspresi Je Young belum juga menunjukkan perubahan meskipun mereka kini berada di depan sebuah rumah yang megah. Gadis itu berjalan gontai lebih dulu ke arah halaman rumah.
“kalau kau tidak..” ucapan Kyuhyun terpotong karena Je Young mendadak saja berteriak.

“AARGGH!”

“Kenapa?!” Kyuhyun kaget bukan kepalang. Jeyoung berlari ke halaman samping rumah.
“Halamannya besar dan indah!!” serunya dengan wajah ceria. Kyuhyun menghela napas. Dasar! Bikin kaget saja! Batinnya. Jeyoung berlari-lari kecil di sekitar halaman itu. Kyuhyun tersenyum melihatnya. Ia senang melihat wajah gembira Jeyoung.
“Ada kolam renangnya juga!” seru Jeyoung. Kyuhyun menghampiri Jeyoung yang berdiri di pinggir kolam.
“Memang di rumahmu tidak ada kolam renang?”
Jeyoung menggeleng “Tidak ada”
“Aku heran, tidak mungkin rumah dari sutradara Park Jungsoo dan mantan model Kim Heechul tidak memiliki kolam renang.” ucap Kyuhyun sambil mengeluarkn PSPnya hendak bermain game lagi.
“Ya! Jangan bawa-bawa orangtuaku!” Jeyoung merampas PSP dari tangan Kyuhyun dan berlari.
Namja itu mengerjap kaget melihat benda kesayangannya di rampas tiba-tiba. “Hei, PSPku. Kembalikan!” teriak Kyuhyun sambil mengejarnya. Cukup lama juga mereka saling kejar-kejaran. Akhirnya Kyuhyun bisa menangkap Jeyoung juga.
“Kembalikan PSPku!!”
“Tidak mau!” Jeyoung menjauhkan tangannya tinggi-tinggi. Tapi ia lupa bahwa Kyuhyun lebih tinggi darinya. Kyuhyun dengan mudah mengambilnya.
“Akhirnya..” ucap Kyuhyun lega.

Beberapa detik kemudian baik Jeyoung maupun Kyuhyun baru tersadar. Kyuhyun sedang memeluknya dari belakang. membuat jarak di antara mereka tidak ada sama sekali. Secepat kilat Kyuhyun segera melepaskan Jeyoung. Mereka jadi salah tingkah satu sama lain. Kyuhyun berdehem untuk mengilangkan kegugupannya.
“Ah, aku harus mengambil koper kita yang tertinggal..” ucapnya gugup lalu pergi meninggalkan Je Young sendiri.
“Aku juga harus membereskan rumah, sepertinya..” gumamnya kaku. Ia gugup sekali. Kyuhyun, tadi benar-benar memeluknya. Dan perasaan apa ini? Sekarang, ia berdebar-debar. Getaran aneh pun menjalar di setiap urat sarafnya.

—-o0o—-

Jeyoung menyiapkan makanan untuk makan malam. Ia sudah terbiasa melakukannya karena orangtuanya jarang ada di rumah. Jadi ia yang menyiapkan makanan untuknya sendiri ataupun Minwoo. Semuanya sudah siap. Jeyoung sedang menata piring dan sendok di atas meja makan.
“Wah, makan malamnya banyak sekali..” ucap Kyuhyun. Jeyoung menoleh. Sesaat kmudian ia terkejut, karena Kyuhyun baru selesai mandi dan ia hanya mengenakan celana panjang serta bertelanjang dada.
“Aarrgh!!” Jeyoung menjerit panik dan langsung membalikkan badan. Gantian namja itu yang kaget.
“Kenapa? Apa yang salah?” ia kebingungan.
“Kau jangan berkeliaran dengan penampilan seperti itu, Kyu!!” Jeyoung gugup kembali.
Kyuhyun mendesah berat. “Bukankah kita sudah menjadi suami-istri. Untuk apa canggung begitu” ucap Kyuhyun enteng. Je Young masih enggan membalikkan badan.
“Araso. Aku pakai baju dulu” Kyuhyun memilih mengalah saja. Ia segera pergi.

Jeyoung menghela napas. Namja itu benar-benar membuat jantungnya hampir copot tadi. Bagaimana mungkin ia bisa tidak berperasaan begitu, dengan tampil topless di depan seorang gadis? Meskipun mereka sekarang sudah suami istri tapi tetap saja rasanya sangat aneh melihat seorang pria muncul di hadapannya tanpa memakai baju. Tak lama Kyuhyun kembali. Sekarang dia sudah memakai kaus panjang berwarna biru tua.
“Ayo makan dulu” Jeyoung meminta Kyuhyun duduk. Ia menurut.

“Aku tidak tahu kau suka apa. Jadi kubuatkan banyak makanan. Aku harap kau suka” ucap Jeyoung dengan wajah ceria. Kyuhyun mengangguk ringan.
“oh, ne. Tenang saja, aku bukan tipikal orang yang suka pilih-pilih makanan” jawab Kyuhyun
“Baguslah. Ayo makan”
Jeyoung makan dengan lahap sementara Kyuhyun justru melamun. Ia teringat kejadian ketika pertama kali bertemu dengan Nichan.

*flashback*
Saat itu musim semi. Bunga sakura bermekaran menghiasi setiap sudut kota dengan keindahannya. Kyuhyun baru berusia 5 tahun. Ia berjalan-jalan bersama Appa dan Ummanya. Ia berlari sampai terpisah dengan orangtuanya. Ia ketakutan. Orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya sangat asing dan membuatnya ingin menangis.

Kyuhyun berlari lalu terjatuh. Kakinya terluka dan berdarah. Ia menangis. Tanpa diduga ada seorang yeoja sebaya dengannya mengulurkan tangan. Dengan baiknya dia memberikan plester dan saputangan. Plester ia gunakan untuk mengobati kaki Kyuhyun dan saputangan untuk menghapus airmatanya. Kyuhyun tersanjung dengan tindakannya. Yeoja itu tersenyum dan pergi sambil memakan lolipop. Kyuhyun mengejarnya, dan menemukan yeoja itu.
“Hei, terimakasih sudah membantuku”
Yeoja itu tersenyum kembali. Senyumannya indah.
“Siapa namamu?” tanya Kyuhyun.
“Nichan” ucapnya ramah. Momen itulah yang tidak bisa dilupakannya. Bunga-bunga sakura berguguran mengiringi pertemuan itu.
*flashback end*

Kejadian itu terasa samar-samar. Kyuhyun tidak terlalu mengingatnya dengan jelas. Yang paling diingatnya adalah senyumannya ketika memberikan plester dan saputangan.

Jeyoung melihat Kyuhyun tidak menyentuh makanan di piringnya sedikitpun. Ia tampak melamun sambil mengaduk-aduk teh pelan.
“Kyu, kau tidak suka dengan makananya?” tanya Jeyoung sedih Kyuhyun menoleh. Ia tersadar Jeyoung menatapnya dengan mata sedih bercampur kecewa.
“Aniyo. Aku hanya belum lapar” bantah Kyuhyun.
Jeyoung mengerutkan kening. Tingkahnya ini mirip sekali dengan Minwoo. Adiknya itu juga kerap kali malas makan. Jeyoung jadi terpaksa harus menyuapinya.
“Bohong. Kau belum makan dari siang”
Benar juga. Perutnya memang mulai keroncongan. Karena Kyuhyun tidak kunjung makan, Jeyoung inisiatif meraih sendok dan menyuapi suaminya. Sama seperti pada Minwoo. Jeyoung melakukannya tanpa sadar.

Kyuhyun terperangah, tak menyangka Jeyoung akan memperlakukannya begini.
“Aa~” ucap Jeyoung seperti pada anak kecil.
“Ya! Kau ini apa-apaan” Kyuhyun awalnya ingin menolak. Tapi Jeyoung tetap memaksa. Jadi terpaksa ia menurut. jeyoung tersenyum puas karena berhasil menyuapkan makanan ke dalam mulut Kyuhyun. Namja itu mengunyahnya kewalahan. Je Young terlalu banyak menyuapkan makanan.
“Arraso! Sisanya aku bisa sendiri” Ia merebut sendok dari tangan Jeyoung dan memakan makanannya sendiri.
“Harusnya kau seperti ini sejak tadi.” Jeyoung memperhatikan Kyuhyun makan sambil menopang dagunya. Seulas senyum pun terhias di wajahnya.
“Aku ingin bertanya” ujar Kyuhyun.
Jeyoung bereaksi “Apa?”
Kyuhyun menghentikan kegiatannya sejenak lalu menoleh. “Kau percaya dengan cinta pada pandangan pertama?”

Jeyoung tersentak dengan pertanyaan itu. Ia terdiam untuk beberapa saat. Reaksi itu membuat Kyuhyun bertanya-tanya.
“Tidak” jawab Jeyoung singkat dan tegas. Kyuhyun menoleh, agak terkejut.
“Kenapa?”
Jeyoung diam sejenak, sedang berpikir. Kemudian ia tersenyum dan berkata dengan pandangan menerawang.
“Menurutku cinta seperti itu semu. Tidak nyata. Mana mungkin seseorang bisa jatuh cinta ketika pertama kali bertemu padahal tidak tahu apapun tentang orang yang dipujanya itu”

Kyuhyun diam, ia lebih merasa iba melihat expresi Jeyoung. Tampaknya dia pernah mengalami peristiwa tak menyenangkan dalam kisah asmaranya.
“Bukankah cinta itu hadir karena seseorang merasa cocok satu sama lain. Dan itu terjadi jika sudah saling mengenal. Begitulah. Aku tidak percaya ama cinta pada pandangan pertama”
Kyuhyun tersenyum “Aku kira kau akan berkata iya. Ternyata kau berbeda dari Yeoja kebanyakan”
“Lalu kau percaya?” jeyoung balik bertanya.
Kyuhyun menyeringai “Tentu saja. Menurutku kesan pertama itu menentukan segalanya”
“Huh, ternyata kita bertolak belakang” cibir Jeyoung.

“Memang apa yang membuatmu tidak percaya? Ah, jangan-jangan karena tidak ada yang pernah menyukaimu. Iya kan?” tanya Kyuhyun setengah bercanda.
Cleb! Kata-kata Kyuhyun tepat menusuk hatinya yang terdalam. Jeyoung menunduk sedih.
“Begitulah. Aku tidak pernah tahu rasanya dicintai oleh namja.” jeyoung tertawa kecil “kebanyakan mereka akan menolakku dengan berbagai alasan. Entahlah, alasan mereka macam-macam. Dan dari situ aku yakin, tidak ada cinta pada pandangan pertama di dunia ini”
Kyuhyun dapat melihat luka yang dalam dari sorot mata Jeyoung. entah kenapa ia tidak tega. Ia menyesal sudah bertanya.
“ah, kenapa jadi bergalau ria begini” Jeyoung kembali memasang ekspresi gembira. Ia beralih pada Kyuhyun
“Lalu, kenapa kau percaya?”
Kyuhyun baru mau membuka mulut Jeyoung sudah memotong lagi.
“Aku tebak. Apa cinta pada pandangan pertamamu itu Nichan?”
Kyuhyun menoleh cepat dengan expresi terkejut. jeyoung terpana, tak menyangka Kyuhyun bereaksi seperti itu. Jangan-jangan, benar.
“Sudahlah, lupakan” Kyuhyun mengalihkan pembicaraan. Dia bangkit dan berjalan menuju ruang tengah. Jeyoung mengejarnya.
“Jadi benar kan. Nichan orangnya” tanya Jeyoung. Kyuhyun berhenti lalu menoleh, jarak mereka hanya 2 langkah.
“Kalau iya lalu kenapa?”

Ternyata memang benar. Tapi, mengapa ia merasa hatinya sakit mendengar Kyuhyun masih mencintai Nichan.
“Aniyo~ Nichan yeoja yang sangat cantik. Wajar saja” jawab jeyoung gugup. Kyuhyun mengerutkan kening curiga. Ia mendekati jeyoung perlahan.
“Kenapa? Kau cemburu?”
Jeyoung terbelalak kaget dan panik. “hahaha, siapa bilang? Aku hanya penasaran”
Kyuhyun semakin curiga dengan sikap aneh gadis itu.
“Lagipula kalau memang dia orang yang kau suka kenapa kau menikah denganku bukan dengannya.” lanjut Jeyoung lagi. Ia semakin panik karena Kyuhyun menatapnya aneh.
“Kenapa kau peduli tentang itu?” Kyuhyun mendekat lagi lalu memeluk pinggang Jeyoung dan menariknya lebih dekat. Jeyoung dibuat gugup tidak jelas lagi. Kali ini apa yang akan Kyuhyun lakukan???

Kyuhyun menyipitkan matanya lalu menatap Je Young yang lebih memilih menuntukkan kepalanya di banding balas menatapnya. “Jangan-jangan kau mulai menyukaiku?” tanya Kyu. Jeyoung sempat terkesiap. Namun ia langsung tertawa kemudian.
“Mana mungkin..” ucapnya sambil berusaha melepaskan diri. Tapi Kyuhyun tidak mau melepaskannya.
“Ah, terlihat jelas dari ekspresimu. Bilang saja terus terang. Mungkin aku bisa membantumu merasakan bgaimana dicintai seseorang” ujar Kyuhyun.

Jeyoung terpedaya lagi dengan tingkah Kyuhyun itu. Mungkin benar ia sudah mulai menyukai Kyuhyun. Jeyoung menunduk untuk menyembunyi mukanya yang memerah.
“Kau.. Benar bisa membantu aku?” tanya Jeyoung gugup. Kyuhyun tersenyum licik. Ia senang melihat wajah tersipu Jeyoung.
“Kau benar-benar sudah terpikat padaku?” goda Kyuhyun lagi. Dia mulai mendekatkan wajahnya. “Kau.. Mau kita b-bciuman lagi?” tanya Jeyoung gugup sambil menunduk.
Kyuhyun tersenyum, jaraknya tinggal sedikit lagi. “Berciuman? Kau bahkan tidak membalas ciumanku” ucap Kyuhyun sambil mengangkat wajah Jeyoung. Ia sudah tidak bisa menolak lagi. Ia mulai menutup mata, dan Kyuhyun pun tidak bisa lagi menahan hasratnya. Namja itu akan menciumnya ketika Sungmin—Eomma Kyuhyun—tiba-tiba datang.
“Kyu! Youngie! Omo~” seru Sungmin kaget melihat Kyuhyun dan jeyoung nyaris brciuman. Kedua orang itu terkesiap lalu inisiatif saling menjauhkan diri.

“Umma!” protes Kyuhyun kaget. Ah, hampir saja tadi dia mencium Jeyoung jika tidak diganggu kedatangan Sungmin. Je Young menunduk malu. Rasanya sangat memalukan, hampir berciuman di depan mertuanya sendiri.
“Aduh, mianhae, Umma sudah mengganggu” ujar Sungmin tidak enak hati. Kyuhyun menggaruk-garuk kepala jengkel.
Jeyoung buru-buru meralat “Aniyo Umma.. Tidak mengganggu kok” Jeyoung menghampiri Sungmin dan menggandeng tangannya.
“Ada perlu apa Umma malam-malam kemari?” tanya Jeyoung ramah. Sungmin tersenyum senang sambil mengusap-usap kepala Jeyoung.
“Umma hanya ingin menengok kamu dan littlebaby Umma”
Kyuhyun menoleh kaget dan Jeyoung terbelalak mendengar ucapan Sungmin.
“Littlebaby?” Jeyoung menahan tawa saat menyebutnya. Kyuhyun jadi jengkel.
“Umma, jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi. Lihat, dia sampai tertawa girang begitu”
“Ah, makanya kalian cepat punya baby. Umma ingin cepat menimang cucu”

He? Kyuhyun dan Jeyoung saling pandang dengan tatapan tercengang.
“Youngie, apa kamu mulai merasa aneh, atau mual-mual?” tanya Umma. jeyoung menelan ludah.
“Tidak, Umma” jawab Young asal. Bagaimana mungkin bisa begitu? Pernikahan mereka baru terjadi kemarin. Kyuhyun mendekat lalu merangkul Je Young.
“Tenang Umma, tidak akan lama lagi. Malam ini kita-Auch” Kyuhyun berhenti bicara karena Jeyoung menyikutnya kencang.
“Kau ini!” ujar jeyoung jengkel.
“Ya! Sakit tahu!”
Sungmin tertawa. “Ya sudah, terserah kalian. Umma hanya ingin menengok kalian. Syukur kalian baik-baik saja. Ya, sudah. Umma pulang, kalian lanjutkan saja yang tadi tertunda” ucap Sungmin. Tak lama ia sudah pergi. Meninggalkan Kyuhyun yang terpaku di tempat mereka.

Kyuhyun melirik Jeyoung, mereka saling diam beberapa saat dan salah tingkah.
“Ah, aku ngantuk” ucap Kyuhyun kikuk sambil pergi.
“A-aku harus bereskan meja makan!” Jeyoung langsung berlari ke ruang makan.

—-o0o—-

Donghae berdiri dengan posisi mengintip ke arah kelas Jeyoung. Tak diragukan lagi siapa yang sedang diamatinya, Song Raeseok. Yeoja itu sedang mengobrol dengan Eunri.
“Ah, hari ni pun dia manis seperti biasanya” gumam Donghae. Orang-orang yang melihat Donghae bergumam sambil senyum-senyum aneh , tertawa cekikan. Yeoja-yeoja yang melihatnya iri dengan cara Donghae mengagumi yeoja yang disukainya. Menawan tapi aneh.
“Heh, jangan hanya melihat dari jauh. Kalau berani masuk dan dekati dia.”
Donghae menoleh kaget mendengar suara yang entah berasal dari mana itu. Ia melihat Eunhyuk berdiri di belakangnya.
“Kau mengagetkanku!” ujar Donghae sambil mengusap-usap dada.
“Kajja! Aku ajak kau mendekatinya.”
“Omo, Hyukjae..” Donghae belum menyiapkan hatinya namun Eunhyuk tetap menariknya masuk ke kelas.

“Chagiya..!” sapa Eunhyuk pada Eunri. Donghae semakin gugup ketika sudah berada di dekat Raeseok.
“Eh, ada apa ini? Kau merindukanku, chagi?” tanya Eunri sambil berdiri.
“iya. Aku rindu sekali” balas Eunhyuk.
Raeseok melengos malas melihatnya. “Ah, mesra-mesraan lagi”
“Jangan iri begitu. Lihat, Donghae menganggur. Kau ajak dia mengobrol saja.” ucap Eunhyuk sambil menunjuk Donghae. Raeseok melirik Donghae sejenak dan namja itu tersenyum supermanis. Yah, senyum yang membuat banyak yeoja jatuh bangun terpesona. Tapi Raeseok malah membuka buku dan mengabaikan Donghae. Seketika Donghae mengerucutkan bibirnya sebal.
“Chagi, aku lapar. Bagaimana kalau kita pergi ke kantin?” Eunhyuk sengaja mengajak Eunri pergi agar Donghae bisa leluasa mengobrol dengan Raeseok.

Suasana sempat kaku setelah hanya ada mereka berdua di kelas itu. Donghae bingung berbicara apa. Kemudian ia memutuskan duduk di samping Raeseok.
“Kau sedang membaca buku apa?” tanya Donghae sambil berusaha melihat judul buku yang dibaca Raeseok. Tindakan Donghae itu membuatnya terganggu.
“Hae, kau..” Raeseok menoleh dan Donghae pun menoleh bersamaan.
Cupp!!
Tanpa sengaja bibir mereka saling bersentuhan. Untuk sedetik keduanya terpaku. Donghae inisiatif mundur lebih dulu sementara Raeseok masih syok tak bergerak.
“Mianhae, tadi, aku, tidak sengaja” Donghae takut Raeseok marah atau salah paham.
Raeseok berdiri dengan wajah masih syok. “A-Aku pergi” ucap Raeseok kaku, lalu berlari keluar kelas. Namja itu tercengang di tempatnya duduk. Dia marah! Batin Donghae panik “Raeseok, mianhae..” Donghae bangkit lalu mengejar Raeseok.

—-o0o—

Jeyoung duduk termenung sendirian sambil memainkan sedotan jusnya yang sudah diminum setengahnya. Otaknya masih memikirkan kejadian semalam. Soal Nichan yang cinta pertama Kyuhyun, soal Kyuhyun mau membantunya merasakan cinta, dan soal ia yang menyukai Kyuhyun.
“Ah, eotteohke!!” erang Jeyoung bingung sambil mengacak-acak poninya.

Tiba-tiba Raeseok duduk di sampingnya, mengambil gelas jusnya lalu meminumnya sampai habis. Wajahnya tampak syok.
“Aigoo, gwaenchana?” tanya Jeyoung bingung. Mata Raeseok sedikit melotot dan tubuhnya tegang.
“Andwae, ini tidak mungkin! Sadar Song Raeseok!” gumamnya sambil menepuk-nepuk kepalanya sendiri. jeyoung makin dibuat bingung.
“Waeyo?” tanya Jeyoung. Beberapa detik kemudian Raeseok menatapnya dengan pandangan memelas.
“Youngie.. Eotteokajyo..” lirihnya sambil menahan tangis.
“Ada apa? Aduh, jangan menangis” Jeyoung kebingungan. Tiba-tiba Raeseok memeluknya sambil menangis.
“Aku sudah tidak perawan. Bagaimana ini?” ucapnya berlebihan.
“APA?!!” pekik Je Young superkaget. Seisi kantin sampai menoleh. Jeyoung melepaskan pelukan Raeseok.
“Tidak perawan bagaimana? Siapa yang sudah berani melakukannya padamu!” Jeyoung panik sambil mengguncang-guncang tubuh Raeseok.
Raeseok menunduk sedih. “Aku, anu, tadi ciuman..” ucapnya polos. Jeyoung melongo sesaat. Kemudian ia tertawa lepas.
“Youngie, tidak lucu!”
Jeyoung masih tertawa sementara Raeseok cemberut.
“Ya ampun, aku kira ada apa. Rae, itu kan hanya ciuman.”

Raeseok murung sambil menautkan jari telunjuknya.
“tapi tetep saja” kemudian ia merengek “Aah! Aku kasian pada suamiku nanti!” rengeknya
“Memang siapa yang sudah ciummu? Kau tinggal minta dia untuk menikahimu saja”
Rae menoleh kaget “Mwo! Kenapa aku harus menikah dengan Donghae!”
Gantian Jeyoung yang kaget “Aigoo, jadi yang sudah menciummu itu Donghae?! Akhirnya dia berhasil juga!” seru Jeyoung girang
*sekilas info: Jeyoung dan Donghae itu tetanggaan. Jadi dari dulu Donghae sudah sering cerita soal perasaannya suka pada Raeseok*

Raeseok kesal. Ia berdiri namun saat akan berbalik ia menyenggol seorang yeoja.
“Ah, mianhae” ucap yeoja itu sambil membungkuk
“tidak apa-apa” jawab Raeseok segera
“Kau tidak apa-apa Heerin?” tanya Jeyoung pada yeoja bernama Heerin itu.
“aku tidak apa-apa. Oh iya Jeyoung, Raeseok, kaliah melihat nae nampyeon tidak?”
“Nampyeon?” tanya Jeyoung dan Raeseok bersamaan.
“Memang kau sudah menikah?” tanya Raeseok polos.
“Ah, maksudku chagiyaku, Kibum. Apa kalian melihatnya? Aku sudah mencari-cari tapi tidak menemukannya di manapun. Ah, padahal aku sudah merindukannya.” ucapnya sambil mengedarkan pandangan.
“Aku lihat tadi dia bersama Kyuhyun” jawab Jeyoung lebih dulu.
“Jinjja? Gomawo” Heerin hendak pergi tapi balik lagi.
“Oh iya, selamat atas pernikahanmu. Aku juga sebentar lagi akan menyusulmu” ujar Heerin bangga
“He, jadi Kibum sudah melamarmu?” seru jeyoung, kaget.
“Begitulah. Hehe” setelah itu Heerin benar-benar pergi.

Jeyoung dan Raeseok menatap kepergian Heerin sambil geleng-geleng kepala.
“Aku bingung. Bagaimana bisa Kibum yang superkeren dan Kyeoptanya tidak ketulungan bisa menyukai Heerin” ucap Raeseok heran.
“Mungkin itu yang disebut ‘cinta itu buta'” jawab Jeyoung. “tapi Heerin kan cantik” lanjutnya.
“iya cantik tapi…” Raeseok dan Jeyoung melihat kembali Heerin yang sedang berjalan di depan sana. Gadis itu kembali menabrak orang sampai barang-barang yang dibawa orang itu jatuh dan menimbulkan suara gaduh.
“Dia ceroboh” ucap Jeyoung dan Raeseok dengan gaya dramatis sambil geleng-geleng kepala.
“Tidak apa-apa ceroboh. Kibum menyukainya, itu yang lebih penting” lanjut Jeyoung.
“Ah, aku juga ingin dicintai dengan cara seperti itu. Tidak peduli aku seperti apa dia tetap suka” lirih Raeseok iri.
“Donghae bukankah bersikap seperti itu padamu. Memang kau tidak menyadari perasaannya?” Jeyoung balik bertanya. Raeseok kembali duduk. Wajahnya muram.
“Who knows? Dia tidak pernah mengatakan bahwa dia menyukaiku. Bagaimana bisa aku dengan egois menyimpulkan bahwa ia menyukaiku”

Jeyoung terdiam. Jadi itu masalahnya,..

To be continued..

My Girl Is Flower Boy (Part 2)

Tittle : My Girl Is Flower Boy Part 2
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : SG, School, Friendship

Main cast :

  • Jo Youngmin (Yeoja)
  • Jo Kwangmin (Namja)
  • Kim Donghyun (Namja)

Support Cast :

  • No Minwoo (Yeoja)
  • Lee Jeongmin (Yeoja)
  • Shim Hyunseong (Namja)
  • Kim Heechul (Jo Twins’s Eomma)
  • Nickhun (Jo Twins’s Appa)
  • Kyuhyun (Jo Twins’s Older brother)

 

Nah, ini dia FF aku yang gendrenya agak ngaco. Di sini Youngmin berperan sebagai yeoja yang jadi namja. *hah?* gak papa ya.. namanya juga fanfic. jadi apapun jadi. yang biasnya Youngmin maaf ya.. habis Youngmin cantik sih. jadi otak kecilku yang suka ngehayal ini gak sengaja kelintas ide FF ini. so, happy reading ^^

My Girl Is Flower Boy By Dha Khanzaki

——–o0o————

Osaka, Jepang..

 

“Shireo!!” teriak Youngmin untuk ke sekian kalinya pagi itu. Ia mendenguskan napasnya berkali-kali dengan gaya kesal. Sambil sesekali merapikan rambut pirangnya yang panjang dan bergelombang.

“Aku menolak, Papa” tegas Youngmin kembali duduk dengan gaya anggun ala putri raja. Baru saja Nickhun Jo, Appanya yang merupakan pengusaha permata kaliber dunia mengatakan tentang pernikahan.

“Jangan menolak, Jo Youngmin! Pria yang Papa jodohkan denganmu bukan pria sembarangan. Dia anak dari pemilik departement store terbesar di Korea sana”

“Aku tidak peduli. Bahkan jika dia seorang pangeran dari Negeri Seribu Satu Malam pun aku menolak! Permisi.” Youngmin dengan anggun sedikit mengangkat Kimono yang dipakainya agar bisa berjalan lebih cepat.

“Jo Youngmin!!!” teriak Nichkhun namun tak digubris oleh putrinya itu.

 

Cukup! Youngmin menolak untuk berdebat lagi. Ia segera menarik dirinya dari perbincangan itu. Kimono yang dipakainya membuat ia kesulitan bergerak. Namun ia tetap bersikeras lari meskipun harus mengangkat kimono itu hingga setinggi lututnya. Hatinya kesal. Sangat kesal. Sudah sampai di sini Sang Papa ikut campur tangan dalam urusan hidupnya. Ia bukan boneka yang bisa diatur sesuka hati. Ataupun robot yang akan menurut dengan mengaturnya lewat remote control.

“Apa Papa lupa, aku ini putrinya!!” dengan rasa kesal yang memuncak Youngmin melempar bantal yang ada di kasurnya ke mana-mana. Membuat seisi kamarnya yang luas dan indah itu berantakan.

 

Youngmin kembali terisak sendirian. Ia menelungkupkan dirinya di atas kasur berseprai motif bunga sakura itu. Perlakuan sang Papa kepadanya sudah sangat keterlaluan. Dahulu, saat ia dilarang bermain basket hanya karena ia yeoja dan takut terluka ia masih bisa memakluminya. Kemudian, secara sengaja Sang Papa memasukannya ke sekolah khusus perempuan hanya karena tidak mau ia dekat dekat namja sembarangan. Dan banyak sekali larangan yang harus ditanggungnya hanya karena ia YEOJA. Youngmin sudah muak dengan semua itu. Ia juga ingin sesekali merasakan hidup seperti perempuan pada umumnya. Bermain sepuasnya, melakukan banyak kegiatan di luar ruangan, dan.. merasakan jatuh cinta pada seorang namja. Tapi apa yang terjadi? Ia justru akan berakhir seperti di cerita dongeng menyedihkan. Dijodohkan dengan namja yang tak dikenalinya.

 

“Tidak. Aku adalah Youngmin. Selamanya hidupku adalah milikku. Aku yang berhak mengaturnya. Bukan orang lain.” Youngmin bertekad sambil memandangi pantulan dirinya di cermin besar setinggi dirinya. Tangannya mengepal kuat dan pandangannya menajam. Maka, detik itu juga. Setelah ia mengumpulkan semua keberanian, ia memutuskan untuk pergi meninggalkan Papanya.

 

Dan negara pertama yang terlintas di benaknya adalah, Korea Selatan. Tempat seharusnya ia berada.  Youngmin membuka seluruh isi tabungannya, mengepak baju seadanya, mengambil paspor, lalu kabur dari rumahnya yang besar seperti istana itu. Penjagaan rumah itu cukup ketat. Namun bukan Jo Youngmin jika tidak bisa mengelabui penjaga-penjaga di sana. Dan akhirnya, ia bisa keluar dari rumah itu dan menghirup udara bebas.

 

#flashback end#

 

Youngmin menunduk takut melihat ekspresi tercengang yang ditunjukkan tiga orang di hadapannya. Ia sudah menceritakan semua penyebab kepulangannya kembali ke Korea. Dan di akhir cerita, ia justru menyaksikan wajah terkejut Umma, Oppa dan dongsaengnya.

“Aku kabur kemari tanpa sepengetahuannya.” Tambahnya membuat Heechul makin menegang.

“Kau gila! Appa bisa membunuh kita jika tahu kau di sini!” teriak Kyuhyun dengan tangan menunjuk Youngmin, menuduhnya bak seorang penjahat teroris.

“Nuna, aku tidak tahu kau senekat ini.” Kwangmin menggelengkan kepalalnya tak percaya.

Tundukkan kepala Youngmin makin dalam. “Aku tahu aku salah. Tapi, tidak ada tempat yang bisa kudatangin selain di sini.” Sesalnya.

 

Heechul bangkit dari tempat duduknya yang berada di seberang Youngmin, beralih duduk di samping putrinya itu. Ia memandang sendu Youngmin sejenak sebelum akhirnya memilih untuk memeluk Youngmin.

“Umma paham. Sudah. Appamu memang sedikit keterlaluan” Heechul mengusap kepala Youngmin dengan penuh kasih sayang. Seperti yang ia sering lakukan ketika dirinya masih kecil dulu.

“Jadi Umma, aku boleh tinggal di sini?” tanya Youngmin takut-takut. Kyuhyun hanya bersedekap melihatnya dan Kwangmin lebih memilih melanjutkan makannya yang tertunda dibandingkan menyaksikan adegan mengharukan itu.

“Tentu saja. Kita bisa menjadi partner yang baik. Kau tahu, Umma bosan hanya ditemani bocah-bocah namja yang manjanya minta ampun.” Heechul melirik Kyuhyun dan Kwangmin saat mengatakannya. Youngmin tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa. Ia tertawa puas. Baru kali ini ia bisa tertawa selepas ini.

“Ya! Umma, apa maksud perkataanmu??” seru Kyuhyun jengkel. Ia mendengus lalu bangkit pergi dari ruangan itu.

Heechul mendelik menyaksikan tingkah Kyuhyun. “Kau lihat, Oppamu itu sifatnya mirip sekali dengan Appamu.” Bisiknya.

 

@@@

 

“Maaf ya.. karena kamu tidak mungkin tidur bersama Kwangmin apalagi bersama Kyuhyun, Umma jadi harus memberikanmu kamar di loteng ini. Agak berantakan sih, tapi Umma akan membantumu merapikannya.”

Youngmin tersenyum samar melihat ruangan yang sangat dirindukannya. Dulu, saat masih kecil, ketika bermain petak umpet dengan Kwangmin, ia selalu bersembunyi di loteng ini karena saat itu fungsi ruangan ini adalah sebagai gudang penyimpanan baju-baju rancangan Ummanya. Tapi sekarang, ruangan yang berada di loteng rumahnya itu sudah beralih fungsi menjadi ruang pribadi Kyuhyun dan Kwangmin. Dan sekarang akan diambil alih olehnya.

“Tidak apa-apa Umma. Ini lebih dari cukup.” Ya.. harus diakui, meskipun tidak sebagus kamarnya yang ada di Jepang, namun Youngmin lebih nyaman dengan kamar ini. Youngmin melirik ke arah luar jendela, ia merasa seperti seorang putri yang berada di puncak sebuah menara istana.  Ruangan itu memang berada di lantai teratas rumah itu alias loteng. Sementara kamar Kyuhyun dan Kwangmin ada di lantai 2. Satu-satunya akses ke kamarnya pun hanya berupa tangga kayu semi permanen.

“Aku akan memulai hidup baru mulai dari detik ini..” gumamnya senang. Entah kenapa, hatinya merasa yakin bahwa setelah ini akan banyak terjadi hal menyenangkan dalam hidupnya. Ia membongkar kopernya, saat menemukan sebuah figura yang di isi oleh foto dirinya bersama Sang Papa, Youngmin tersenyum.

“Maaf, Papa. Tapi aku hanya ingin Papa mengerti. Aku ini sudah dewasa. Sudah saatnya aku menentukan hidupku seperti apa. Bukan hidup yang sudah di atur olehmu.” Youngmin meletakkan foto itu di atas meja yang ada di samping tempat tidur.

 

@@@

 

Rutinitas tetap berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Kyuhyun tengah memasukkan laptop beserta alat-alat tulis ke dalam tasnya bersiap untuk pergi kuliah. Ia melirik sejenak adik perempuannya yang sampai hari ini masih asyik dengan kegiatan ‘bermalas-malasan’.

“Youngmin, apa kau tidak bosan seharian diam di depan tv seperti itu?” Kyuhyun memprotes. Ia mendekati Youngmin yang masih asyik duduk di depan tv menonton acara kesayangannya. Youngmin menoleh, dengan mulut penuh cemilan.

“Tidak..” ucapnya sambil menggeleng. Kyuhyun mendengus.

“Setidaknya temukan kegiatan lain yang menarik”

“Oppamu benar..” Heechul yang sudah rapi dengan pakaian rapi, membenarkan ucapan Kyuhyun. Ia juga hendak berangkat bekerja.

“Apa kau akan terus-terusan diam di rumah? Sebaiknya kau juga sekolah seperti Kwangmin.”

“Mwo? Ada apa denganku?” tanya Kwangmin. Ia baru turun dan sudah memakai seragam.

 

Youngmin menoleh, menatap satu persatu anggota keluarganya. Ia juga tahu hal itu. Tapi sepertinya ia masih membutuhkan waktu untuk beristirahat.

“Araseo Umma.. itu akan kupikirkan nanti” ia diam sejenak. “Sepertinya siang ini aku akan berjalan-jalan keliling Seoul. Kalian berangkat saja. Tidak perlu mengkhawatirkanku.”

Heechul menghela napas. “Baiklah. Kalau begitu Umma pergi. jaga rumah baik-baik ya sayang..” Heechul mendekat lalu mengecup singkat kepala Youngmin.

“Hei,  Umma tidak pernah seperti itu padaku.” Protes Kwangmin. Kenapa perlakuan Ummanya terhadap anak laki-laki berbeda.

“Kau juga mau? Kemari..” Heechul lalu mengecup pelan dahi Kwangmin. Sukses membuat Kyuhyun bergidig ngeri melihatnya.

“Aigoo..” ringisnya seperti menyaksikan adegan yang menjijikan.

“Kenapa? Kau juga ingin?” tanya Heechul menggoda.

“Tidak!” tegas Kyuhyun. Ia lalu mengambil tasnya dan berinisiatif meninggalkan orang-orang yang terinfeksi virus gila itu.

 

Setelah semua orang pergi, Youngmin merenung sambil memindahkan sembarangan channel tv. Ya..ia memang harus kembali bersekolah. Bagaimanapun ia tidak mau ketinggalan pelajaran. Lagipula, sekolah di Korea.. adalah salah satu impiannya. Ia hanya berharap Ummanya tidak akan memasukkannya ke sekolah khusus perempuan seperti yang di lakukan Papanya.

 

Hari semakin siang. Youngmin melirik jam dinding. Waktu sudah mendekati tengah hari. Ia mulai bosan.

“Sepertinya aku memang harus pergi rekreasi..” gumamnya. ia beralih ke kamarnya untuk bersiap-siap. Youngmin memilih hotpants berwarna putih dengan atasan kemeja kotak-kotak berwarna pink. Youngmin mengikat rambutnya ala ekor kuda dan juga sepatu sneaker warna senada. Ia memandangi dirinya di cermin.

“Ah, jika Papa melihatku, ia pasti akan membunuhku..” gumamnya. saat di Jepang, Papa melarangnya menggunakan celana. Katanya itu sangat tidak sopan untuk seorang perempuan terhormat. Ada-ada saja.

Setelah siap, Youngmin mematut dirinya sejenak di depan cermin. Ia tersenyum puas melihat penampilannya sendiri. Tinggal di tambah topi, sempurna…

“Tidak akan ada yang mengenaliku..”

 

“Wuah.. kota Seoul memang indaaahh..” serunya sambil merentangkan tangan lebar-lebar. Setelah mengunjungi berbagai tempat yang indah, museum, taman kota, sekarang ia berada di tempat yang paling difavoritkan oleh warga kota Seoul. Namsan Tower. Youngmin mengarahkan kamera DSLRnya ke beberapa sudut yang ia anggap menarik.

 

Saat menyorot ke sebuah sudut, matanya tertarik melihat seorang namja tampan dari kameranya tengah berjalan melewati Namsan Tower. Youngmin menyingkirkan kameranya karena ingin melihat namja itu dengan mata kepalanya sendiri. Namun ternyata namja itu sudah menghilang.

“Loh, kemana dia?”

Youngmin segera menuju kearah namja tadi menghilang. Ia melihat namja itu menyebrang jalan. Entah kenapa Youngmin ingin sekali mengikutinya. Ia pertama kalinya terpesona saat melihat seorang namja.

 

Namja itu berhenti di sebuah lapangan basket. Ia mengambil bola basket yang tergeletak dekat ring. Memainkannya, mendribble, lalu melompat untuk memasukkannya ke dalam ring. Youngmin terpana melihatnya. Tak pernah ia menyaksikan aksi semenawan itu seumur hidupnya. Oh, tentu saja. Memang berapa banyak namja yang ia kenal selama di Jepang? Bisa di hitung dengan jari. Ia sampai tidak mengedipkan matanya sedikitpun. Ia segera mengarahkan kameranya membidik setiap aksi keren namja itu.

 

Saat namja itu membalikkan  badannya, Youngmin segera bersembunyi di balik pohon. Ia mengintip sebentar. Gawat, namja itu bergerak pergi. youngmin segera mengikutinya. Ia berjalan beberapa meter di belakang namja itu di antara kerumunan orang-orang yang lalu lalang di sekitar trotoar area pertokoan itu. Youngmin sampai tidak fokus ketika akan menyebrang.

“Loh, mana namja itu?” ia tidak melihat namja yang sedari tadi ia ikuti. Saat akan menyebrang,…

 

“Kyaaaaa!!!” Youngmin menjerit sekeras-kerasnya. Ia pasrah dengan apa yang akan terjadi setelah ini.

 

 

Namun tak di sangka ada sebuah tangan menariknya ke sisi jalan. Youngmin selamat dari bencana itu. Jantungnya berdetak cepat. Bukan karena ia bersyukur dirinya baik-baik saja. Tapi karena namja yang sudah membuatnya hilang konsentrasi kini berada di hadapannya.

“Gwaenchana?” tanyanya cemas. Youngmin hanya terpaku. Ternyata dari dekat namja ini tampak begitu mempesona. Namja itu tidak bisa melihat dengan jelas wajah Youngmin karena tertutup topi. Ia hanya bisa melihat rambut pirang Youngmin yang terikat dan mulai berantakan.

Youngmin mengangguk. Namja itu tersenyum lalu pergi.

 

Youngmin terpaku di tempatnya. Cukup lama sampai ia  tersadar karena ponselnya berbunyi.

 

“Moshi-moshi” jawabnya. Ia terbiasa menjawab dengan bahasa Jepang..

“Ya! Jangan berbicara denganku dalam bahasa Jepang, Nuna!” teriak Kwangmin dari ujung sana. Youngmin menegakkan badannya. Ia berusaha menjawabnya dengan tenang.

“Mianhae. Aku sudah terbiasa. Ada apa?”

“Di mana kau sekarang?”

“Aku?” Youngmin menengadahkan kepalanya ke kiri dan kanan mencari sesuatu yang bisa dijadikan penunjuk. “Di tempat yang penuh dengan toko-toko. Tak jauh dari namsan Tower.”

“Oh, aku tahu. Kita bertemu di depan taman xxx tempatnya tak jauh dari situ. Oke.” Kwangmin segera memutuskan sambungan.

Youngmin mengerutkankeningnya. “Tumben sekali dia. Sejak kapan dia menjadi rajin begini?”

Ah, masa bodoh. Yang penting ia tidak perlu pusing memikirkan jalan pulang.

 

@@@

 

“Sial! Anak itu malah terlambat!!” Youngmin menggerutu karena sudah 10 menit ia menunggu di taman itu namun sosok adiknya tak kunjung muncul juga. Ia baru akan pergi saat ia melihat Kwangmin sedang berbicara dengan seseorang. Eh, tunggu dulu, bukankah itu namja yang menolongnya tadi? Dan ia baru sadar kalau namja itu juga memakai seragam yang sama seperti Kwangmin.

 

“Siapa namja itu?” tanya Youngmin ketika adiknya sudah berada tepat di hadapannya.

“namja mana?” Kwangmin menoleh ke belakang.

“Itu, yang tadi bicara dengannmu. Dia memakai seragam yang sama denganmu.”jelas Youngmin gemas. Uuuhh.. padahal IQ adiknya ini kan tinggi. Tapi kenapa otaknya bekerja sangat lamban?

“Oh, itu, dia sunbae-ku di sekolah. Namanya Kim Donghyun.” Jawabnya. Youngmin mengerjap. Ia memegang erat ke dua bahu Kwangmin.

“Jinjja??? Itu artinya dia satu sekolah denganmu?”

Kwangmin agak meringis karena Youngmin mencengkram bahunya terlalu keras.

“I-iya..”

“Apa itu sekolah campuran?”

“Tentu saja. Seoul of Performing Art School adalah sekolah terbaik di sini.”

 

Youngmin melepaskan pegangannya. Ia membalikkan badannya dengan perasaan senang. Sekarang ia mempunyai alasan baru untuk tinggal lama di Seoul. Ia harus masuk sekolah yang sama dengan Kwangmin!

 

Youngmin tertawa keras seperti orang kerasukan setan. Kwangmin bingung melihat kakaknya mulai aneh lagi.

“Seoul of Performing Art School, I’m Coming!!!” teriaknya

 

To be continued…

Guardian Angel (Part 5) End

Tittle : Guardian Angel Part 5 End
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Fantasy, SG, Romance

Main Cast :

  • Jo Youngmin (Yeoja)
  • Jo Kwangmin (Yeoja)
  • Kim Donghyun (Namja)

Support Cast :

  • Lee Jeongmin (Namja)
  • Shim Hyunseong (Namja)
  • No Minwoo (Yeoja)
  • Kim Jaejoong (Donghyun’s Appa)
  • Kim Taeyeon (Donghyun’s Eomma)

tiba juga dipart ending ^^ akhirnya… setelah dibiarkan terbengkalai terlalu lama, FF ini bisa diposting juga. nah, tanpa membuang-buang waktu, Happy reading ^^

Guardian Angel By Dha Khanzaki
Baca lebih lanjut

Guardian Angel (Part 4)

Tittle : Guardian Angel Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Fantasy, Romance, SG

Main Cast :

  • Jo Youngmin (Yeoja)
  • Jo Kwangmin (Yeoja)
  • Kim Donghyun (Namja)

Support Cast :

  • Lee Jeongmin (Namja)
  • Shim Hyunseong (Namja)
  • No Minwoo (Yeoja)
  • Kim Jaejoong (Donghyun’s Appa)
  • Kim Taeyeon (Donghyun’s Eomma)

FF ini hasil jerih payah setelah memeras otak semaleman. So, check this out..

Guardian Angel By Dha Khanzaki

Baca lebih lanjut

Guardian Angel (Part 3)

Tittle : Guardian Angel Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Fantasy, SG, Romance

Main Cast :

  • Jo Youngmin (Yeoja)
  • Jo Kwangmin (Yeoja)
  • Kim Donghyun (Namja)

Support Cast :

  • Lee Jeongmin (Namja)
  • Shim Hyunseong (Namja)
  • No Minwoo (Yeoja)
  • Kim Jaejoong (Donghyun’s Appa)
  • Kim Taeyeon (Donghyun’s Eomma)

akhirnya FF dengan genre aneh terbit juga. Di sini Jo Twins jadi yeoja. gak papa ya.. namanya juga fanfiction. *nyengir kuda*

FF ini murni keluar dari otak kecilku yang suka ngehayal ini. Maaf kalau banyak typo ataupun bahasanya kamseupay gitu. *bow*

Don’t copas without mypermission. This FF is mine. the casts belongs to themselves. arigatou and happy reading ^^

Guardian Angel By Dha Khanzaki
Baca lebih lanjut

Guardian Angel (Part 2)

Tittle : Guardian Angel Part 2
Auhtor : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young

Genre : Switch Gender, Fantasy, School life, Romance

Main Cast :

  • Jo Youngmin (Yeoja)
  • Jo Kwangmin (Yeoja)
  • Kim Donghyun (Namja)

Support Cast :

  • Lee Jeongmin (Namja)
  • Shim Hyunseong (Namja)
  • No Minwoo (Yeoja)
  • Kim Taeyeon (Donghyun’s Eomma)
  • Kim Jaejoong (Donghyun’s Appa)

Aku harap ceritanya gak terlalu gaje gitu. Dan maaf kalau ngawur dan banyak typo.. ditunggu kritik dan sarannya ^^

Guardian Angel By Dha Khanzaki
Baca lebih lanjut

Cherry Blossom (Part 1)

Tittle : Cherry Blossom Part 1
Author: Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre: Romance

Main cast:
Park Jeyoung | Cho Kyuhyun

Jeyoung’s Family :
Park Jungsoo a.k.a Leeteuk as Father | Kim Heechul as Mother | Park Minwoo as Younger brother

Kyuhyun’s Family :
Cho Youngwoon a.k.a Kangin as Father | Lee Sungmin as Mother

Support Cast :

Kae Nichan | Choi Siwon | Lee Eunri | Lee Donghae | Song Raeseok | Lee Hyukjae/ Eunhyuk | Kim Kibum |

Hai hai.. Ketemu lagi ama Author yang selalu bawa cerita gaje, Shin Je young! Kali ini tetep main castnya Cho Kyuhyun, suami author yang cakep ini.. hehe..*dibom Sparkyu*.. author harap readers semua suka ceritanya… udah ah, gak mau banyak cuap-cuap gaje lagi..
Happy reading^_^

Cherry blossom by Dha Khanzaki

Baca lebih lanjut

Guardian Angel (Part 1)

Tittle : Guardian Angel Part 1

Author: Dha Khanzaki a.k Shin Je Young
Genre: Romance, fantasy (gaje), Switch Gender (SG)

Lenght : Chapter 1 of 4
Cast:

  • Jo Youngmin (Yeoja)
  • Kim Donghyun
  • Jo Kwangmin (Yeoja)
  • Kim Jaejoong a.k Appa
  • Kim Taeyeon a.k Umma

other cast:

  • (tokoh2 gaje bakal muncul s’iring brjalan’y cerita)

Balik lagi Author yang super gaje tapi berusaha supaya ceritanya gak gaje, Shin Je Young.. Aku sekarang bawa FF yang bergenre agak aneh. Jo Twins aku bikin jadi yeoja di sini, hehehe.. buat chingudeul yang biasnya Jo Twins, mianhae kalo gak suka ama ceritanya. Author gak ada maksud apa-apa. Biar ceritanya seru aja…

warning: Cerita ini hanya fiktif belaka n murni hasil dari otak author yg udah ngebul mikirin ide cerita yg bagus. Jadi jika ada kesalahan karakter, pengetikan, ceritanya ngawur ato gaje, hehehe, maklum aja ya.. Author masih punya banyak kekurangan.

HAPPY READING..

Guardian Angel By Dha Khanzaki

Baca lebih lanjut

My Girl Is Flower Boy (Part 1)

Tittle : My Girl Is Flower Boy Part 1
Author: Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre: Fantasy, School life, Switch Gender (SG)

Main Cast:

  • Jo Youngmin (Yeoja)
  • Jo Kwangmin (Namja)
  • Kim Donghyun (Namja)
  • No Minwoo (Yeoja)
  • Lee Jeongmin (yeoja)
  • Shim Hyunseong (Namja)

Support Cast:

  • Kim Heechul (Umma Jo twins)
  • Nickhun Jo (Appa Jo Twins)
  • Kyuhyun (Oppa/Hyung Jo Twins)
  • Lee Sungmin (Eonni Jeongmin)

Cuap-cuap Author: hai, hai.. author Dha Khanzaki balik lagi bawa
cerita gaje yang gak kalah gaje dari FF yang sebelum-sebelumnya hehehe *apalah*. Ada yang pernah baca FF author yang ‘My Girl Is Flower Boy’? *chingudeul: gak ada* ini adalah versi awal dari cerita itu.

Sebelumnya jeongmal mianhae buat yang biasnya Youngmin. Soalnya di sini Youngminnya jadi yeoja alias cewek. Gak ada maksud apa-apa. Biar seru aja. *Author nyengir kuda* selain Youngmin, Minwoo dan Jeongmin juga jadi yeoja. Jadi gak apa-apa yaa…*puppy eyes*

FF ini terinspirasi dari komik Mint Na Bokura(We Are Twins) karya Mangaka favorit Author Wataru Yoshizumi. Cuma kalo di komik itu ceritanya cowok yang jadi cewek. Di sini kebalikannya. Cewek yang jadi cowok. Jadi anggap aja Youngmin itu Noel dan Kwangmin itu Maria*eh, kebalik thor*

ya udah deh, daripada banyak ngegaje, lebih bae baca aja FFnya. Dan yang paling penting, jangan lupa RCL yaahh.. *Bow bareng Kyuhyun*

Image

Happy Reading…^_^

Baca lebih lanjut