Shady Girl Yesung’s Story [Epilog]

Tittle : Shady Girl Yesung’s Story [Epilog]
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :
Choi Eun Ri | Yesung

Dha’s Speech:
Jangan berharap banyak adegan romantis di part ini ya. Ini hanya part penutup cerita ^_^ Aku memang gak memfokuskan pada adegan romantis untuk cerita Yesung. Kalau mau yang romantis, Shady Girl story yang lain banyak kok. hehehehe

Happy reading and hope you all enjoy it.

Shady Girl Yesung's Story 3 by Dha Khanzaki

====o0o====

Epilog

Tepat di hari yang ditentukan, pesta pernikahan Ye Sung-Eun Ri pun digelar di ballroom hotel LD Corp. Dong Hae menyediakan tempat untuk pernikahan Jaksa Kim sebagai ucapan terima kasih karena sudah mengembalikan gelang milik Hae Bin.

Kasus pencurian oleh OX sudah resmi ditutup dan sekarang si pelaku yang tertangkap sudah divonis hukuman penjara seumur hidup oleh hakim karena melakukan perampokan, penculikan, pembunuhan, serta mencelakakan orang. Pelaku dikenai pasal berlapis. Vonis hukuman seumur hidup itu termasuk pada kasus perampokan yang sebelumnya.

Seluruh barang bukti pun sudah dikembalikan ke pemiliknya yang semula. Tak terkecuali flashdisk berisi prototipe game milik Kyu Hyun. Jin Ki mengaku pada Ye Sung bahwa ia sengaja mencurinya karena ia penasaran dan ingin menguji game baru buatan Kyu Hyun. Jin Ki berkata Kyu Hyun pernah menyombong tentang game barunya itu di salah satu sesi kuliah yang diikutinya.

“Bagus kau mencurinya. Bocah itu sombong. Kau juga. Kalian berdua sama-sama kriminal.” komentarnya pada Jin Ki saat itu. Ye Sung tidak pernah melupakan kasus pencurian kartu kredit yang dilakukan Kyu Hyun pada temannya sendiri.

Polisi tidak tahu bahwa permata-permata itu ditukar dengan yang asli sebelum dikembalikan pada pemiliknya. Suho diam-diam melakukannya setelah Jin Ki mengembalikan berlian yang asli pada Ye Sung.

Sekarang Ye Sung bisa tersenyum lega. Semua itu tinggal kenangan. Hari ini Ye Sung harus berbahagia karena ia sudah resmi menikahi Eun Ri. Pesta pernikahannya berlangsung meriah.

“Selamat atas pernikahanmu,” Hee Chul berkata. Ye Sung tersentak sadar dari lamunannya. Ia tersenyum pada Hee Chul.

“Terima kasih.” Lalu dengan suara pelan Ye Sung menambahkan, “terima kasih juga atas bantuanmu memasangkan kembali berlian-berlian itu.”

Secara diam-diam Ye Sung pun meminta bantuan Hee Chul untuk mengganti berlian palsu yang dipasang Jin Ki pada perhiasan-perhiasan yang dicurinya dengan yang asli. Ye Sung tahu ia meminta bantuan pada orang yang tepat karena perhiasan itu kembali utuh tanpa cacat.

Hee Chul melambaikan tangan sambil lalu. “Itu pekerjaan mudah. Aku akan melakukan apapun asalkan pencuri itu benar-benar dipenjara. Tindakannya sangat meresahkan kami, para pengrajin perhiasan.”

Sampai sekarang semua orang mengira Ox adalah si penculik yang ditangkap Ye Sung dan Suho tempo hari.

Sambil menyesap minumannya, Hee Chul melanjutkan. “Tapi aku kagum dengan keterampilan si pencuri. Melepaskan permata tanpa menimbulkan cacat pada perhiasan itu pekerjaan yang rumit dan butuh keahlian tinggi. Kulihat si pelaku berhasil melepaskannya dengan sempurna dan memasangkan permata palsu pada perhiasan itu tanpa merusak sedikit pun. Kupikir dia bukan orang biasa.”

Ye Sung hanya terdiam. Dalam hati ia tersenyum. Sejujurnya, ia harus mengakui Lee Jin Ki bukanlah orang biasa. Pemuda itu jenius.

“Tapi aku senang dia sudah mendekam di penjara,” ujar Hee Chul mengakhiri argumentasinya.

Asal kau tahu, sebenarnya OX masih bebas berkeliaran. Batin Ye Sung.

Setelah semua barang bukti dikembalikan dan kasus selesai, Jin Ki melakukan aktivitasnya dengan normal. Jin Ki kembali menjadi mahasiswa berprestasi dari Universitas Seoul dan pewaris dari Coral Holding Inc. Bahkan dia mungkin datang ke acara ini karena Ye Sung secara pribadi mengundangnya.

“Omong-omong, di mana istrimu?” Ye Sung bertanya pada Hee Chul.

“Dia sedang mengobrol dengan istrimu.”

Tak jauh dari tempat Hee Chul dan Ye Sung mengobrol, Eun Ri dengan balutan gaun pengantin yang indah, tampak begitu bahagia. Akhirnya apa yang selalu ia impikan terwujud juga. Kini ia telah menjadi istri Ye Sung.

Dihiasi senyum cerah, Eun Ri berkata pada Young Jae. “Terima kasih sudah membuatkanku gaun seindah ini.” Gaun rancangan Young Jae memang indah. Bahkan Eun Ri sudah mendapatkan banyak pujian berkat gaun yang dikenakannya.

“Aku senang kau menyukainya. Bagaimana rasanya menikah?”

“Bahagia. Aku tidak percaya. Setelah melalui perjalanan panjang dan berliku, kami tiba di sini juga.”

Young Jae tertawa. “Sudah kukatakan Ye Sung sangat mencintaimu. Bagaimanapun keadaannya, sesulit apa pun, dia akan selalu berusaha membahagiakanmu.”

Selama ini Young Jae sudah cukup kenyang mendengar keluhan Eun Ri tentang Ye Sung yang selalu mendahulukan urusan pekerjaan dibandingkan dirinya. Eun Ri juga tidak yakin apakah bisa tetap melangsungkan pernikahan dengan kondisi genting karena Ye Sung begitu serius ingin menangkap pelakunya. Untung saja dugaan itu salah. Ye Sung tetaplah Ye Sung, kekasih yang mencintai Eun Ri sepenuh hati.

“Ini dia si pengantin yang berbahagia!”

Eun Ri dan Young Jae menoleh. Keduanya tersenyum pada Tiffany Hwang yang tampak cantik dan bersinar. Artis itu mengenakan gaun selutut warna abu-abu yang indah. Eun Ri mengundang Tiffany dan tidak mnyangka aktris sibuk itu meluangkan waktu untuk datang ke resepsi pernikahannya.

“Choi Eun Ri, ah bukan, sekarang kau sudah menjadi Nyonya Kim Eun Ri. Selamat atas pernikahanmu.” Tiffany memeluk Eun Ri.

Eun Ri berseri-seri. “Terima kasih.”

“Mana suamimu? Kau datang sendiri?” tanya Young Jae.

“Ryeo Wook pergi ke Amerika untuk menemui ayahnya. Sebagai gantinya aku mengajak Henry.” Tepat setelah Tiffany mengatakannya, Henry muncul.

“Eun Ri, selamat! Aku senang kau tidak lagi melajang!” Henry memeluk Eun Ri. Bukannya balas memeluk, Eun Ri justru memukul lengan Henry.

“Apa salahku?” Henry mengaduh bingung.

“Kenapa baru kembali sekarang?! Kau tahu kantor sedang dalam kondisi sibuk karena dikejar deadline. Kau malah kabur dan bersenang-senang di luar negeri!”

“Maaf, maaf, tapi kau tidak akan memecatku, bukan?”

“Tidak akan pernah! Aku malah akan mencekikmu jika kau mengundurkan diri!”

“Baiklah, aku mengerti.” Henry tersenyum. “Di hari pernikahanmu sendiri kau tetap saja galak.”

“Apa?”

Henry kabur sebelum menerima pukulan Eun Ri yang lain. Ia memutuskan menyapa beberapa orang kenalannya yang berkumpul di sekitar pintu masuk.

Di dekat pintu masuk yang baru saja dilewati Henry, sepasang pria dan wanita yang baru saja tiba di sana berdebat dengan suara pelan.

“Kenapa kau mengajakku kemari, kenapa kau tidak mengajak kekasihmu saja, Nuna?” Hwang Chan Sung menatap aula tempat resepsi pernikahan digelar itu dengan tidak nyaman. Jujur saja, ia lebih suka memakai seragam rumah sakitnya daripada jas resmi. Tetapi ia tidak bisa menolak permintaan kakak perempuannya. Ia melirik kakaknya dengan kesal.

Hwang Jin Mi balas membelalakkan mata pada adiknya. “Diam dan ikutlah masuk. Aku tidak memiliki kekasih karena itu aku mengajakmu.” Jin Mi buru-buru mengubah raut wajahnya menjadi tenang dan berwibawa setelah memarahi adiknya sementara tangannya melingkari lengan adiknya lebih erat. Ia tidak mau Chan Sung sampai kabur meninggalkannya sendiri di sini.

Chan Sung memutar bola mata. Ia sangat mengenal Jin Mi dan tahu bahwa kakaknya itu memiliki gengsi dan harga diri yang tinggi. Jin Mi tidak akan membiarkan orang lain melihatnya marah, menangis, dan ekspresi lain selain tenang dan berwibawa.

“Nuna bisa saja melewatkan undangan ini,” ujar Chan Sung saat mereka melangkah masuk.

“Tidak mungkin. Jaksa Kim sangat berjasa dalam mengembalikan salah satu aset berharga Museum Seni Hwang. Selain itu, aku akan kehilangan muka di hadapan Eun Ri jika sampai tidak datang. Dia pemilik majalah terkemuka di Seoul. Bagaimana jika dia menulis hal yang tidak-tidak tentangku? Citraku bisa jatuh.” celoteh Jin Mi panjang lebar. Bibirnya tetap tidak berhenti memberi senyuman ramah pada orang-orang yang menyapanya.

“Dasar penjaga imej,” cibir Chan Sung.

Mereka memberi selamat pada Eun Ri, sejenak mengobrol dengan Tiffany, sepupu jauh yang sudah lama tidak ditemui, kemudian pada Ye Sung. Setelah semua obrolan, ucapan selamat, dan basa-basi lain selesai dilakukan, Jin Mi lega sekali karena telah menyelesaikan kewajibannya. Sekarang ia bisa pulang. Ia baru akan mengajak adiknya pergi namun Chan Sung mendadak saja berseru heboh sambil melambai-lambaikan tangan di udara.

Sunbae! Ki Bum Sunbae!!”

Jin Mi tersentak malu karena orang-orang menatapnya skeptis. “Chan Sung, turunkan tanganmu!”

Chan Sung tidak mendengarkan. Adiknya itu terus melambaikan tangan sampai orang yang dimaksudnya menoleh. Orang itu melihat ke arah mereka dan balas melambai.

“Siapa dia?” Tanya Jin Mi penasaran. Ia kira Chan Sung begitu heboh karena wanita, ternyata seorang pria.

“Dia dokter pembimbingku di rumah sakit. Ayo kukenalkan.”

Chan Sung langsung menarik Jin Mi ke arah orang itu sebelum Jin Mi sempat memprotes. Karena sudah terlanjur dan tidak mungkin berbalik lagi, Jin Mi lekas tersenyum saat ia tiba di depan orang yang disegani adiknya itu.

Kim Ki Bum tidak sedang sendirian saat Chan Sung dan Jin Mi mendekat. Ia dan Ja Rin, istrinya sedang mengobrol dengan Kyu Hyun dan Hyun Jung.

“Chan Sung, aku tak mengira akan melihatmu di sini. Kau mengenal Jaksa Kim atau istrinya?” tanya Ki Bum ramah.

“Aku hanya menemani kakakku. Ah, perkenalkan, ini kakakku, Hwang Jin Mi. Nuna, ini dokter pembimbingku, Kim Ki Bum, dan istrinya, Kim Ja Rin.”

Jin Mi menundukkan kepala dengan anggun. “Senang berkenalan dengan kalian. Aku mengucapkan terima kasih karena telah membimbing adikku selama ini. Kuharap dia tidak merepotkan.” ucapnya pada Ki Bum.

“Tentu saja tidak. Dia cukup cekatan dan pintar.” Ki Bum tersenyum.

“Suamiku selalu berkata bahwa Chan Sung bisa menjadi dokter yang hebat.” tambah Ja Rin.

“Terima kasih.” Pipi Chan Sung merona. “Sunbae, kau mengenal Jaksa Kim juga?”

“Sebenarnya tidak. Aku datang untuk mewakili ayahku. Beliaulah yang diundang oleh Nyonya Choi, Ibu pengantin wanita.”

“Dan pengantin pria adalah kakakku,” sambung Hyun Jung. Jin Mi menyapanya dengan riang. Giliran ia yang mengenalkan Hyun Jung pada adiknya. Hyun Jung pun mengenalkan Jin Mi pada Kyu Hyun, suaminya.

“Kami pernah bertemu di kantor kakakmu,” kata Kyu Hyun pada istrinya.

“Ah, jadi dia suamimu?” Jin Mi berkata pada Hyun Jung. Ia cukup terkejut. Ia memamg bertemu Kyu Hyun di kantor Ye Sung karena mereka sama-sama korban OX, namun mereka tak sempat berkenalan. Hyun Jung mengangguk.

“Bagaimana dengan kalung yang dicuri?” tanya Kyu Hyun.

“Polisi sudah mengembalikannya dan sekarang sudah dipamerkan kembali ditempatnya semula. Bagaimana denganmu?”

“Aku menerima flashdisk gameku beberapa hari yang lalu. Untung saja sponsor menunda rapat yang sebelumnya sehingga aku masih bisa menunjukkan prototipe game itu tepat waktu.”

Ponsel Jin Mi mendadak berbunyi. Ia lupa mengeset ponselnya ke mode getar. Ketika dilihat, si penelepon rupanya sang kakek. “Maaf, aku harus menerima panggilan ini.” Pamitnya pada orang-orang di sekitarnya. Jin Mi menerima panggilan itu sambil mencari tempat yang lebih tenang.

Sementara itu ditempat lain, Lee Teuk dan Dong Hae sedang mengobrol dengan Na Jae Hoo, ayah Hyun Jung dan Ye Sung. Lee Teuk datang mewakili Lee Dong Il yang berhalangan hadir karena harus menghadiri acara keluarga bersama Sun Hee dan Si Won ke Jepang.

“Kapan kau menikah?”

Tuan Na mengejutkan Lee Teuk dengan pertanyaannya. Dia tidak mungkin menujukan pertanyaan itu pada Dong Hae, yang jelas-jelas sudah menikah dan datang bersama istri serta anaknya. Pertanyaan itu diajukan padanya. Lee Teuk langsung merasa panas-dingin. Ia tertawa hambar untuk menutupi kegugupannya.

“Masih banyak urusan yang harus kulakukan dibandingkan menikah.”

Dong Hae menimpali, “Sampai kapan kau akan terus menunggu? Usiamu sudah semakin tua.”

Na Jae Hoon tertawa, “Adikmu benar. Kau tidak berencana menghabiskan hari tua seorang diri, bukan?”

Lee Teuk hanya tersenyum dan memandang Dong Hae. Banyak orang dan kolega bisnis mengira bahwa ia adalah anak sulung Lee Dong Il. Lee Teuk beberapa kali ingin meluruskan anggapan itu namun Tuan Lee selalu berkata tidak masalah. Sebetulnya, Lee Teuk merasa agak terbebani. Ia merasa tidak enak hati. Ia tidak pantas menjadi anak laki-laki sehebat Lee Dong Il. Ia memutuskan menghindari topik pembicaraan ini. Ia pamit pergi untuk mengambil minuman.

“Andai Tuan Lee memberitahukan kebenarannya, aku tidak perlu merasa canggung setiap kali orang menganggapku anaknya,” gumam Lee Teuk sambil memilih-milih minuman yang hendak diambilnya. Ia memutuskan mengambil cocktail. Bahunya bersinggungan dengan seseorang saat ia hendak berbalik.

“Kakek, aku akan berusaha mendapatkan benda-benda itu untukmu. Jadi jangan coba-coba jodohkan aku dengan pria-pria tidak jelas itu. Dan aku juga tidak mau meneruskan bisnismu!”

Kata-kata penuh emosi itu membuat Lee Teuk menoleh. Ia mendapati seorang wanita sedang membelakanginya dengan ponsel menempel di telinga. Wanita itu sepertinya mengalami masalah dengan pernikahan juga. Ia mengabaikannya dan kembali mengampiri Dong Hae.

“Huh, jika saja Chan Sung tidak memilih menjadi dokter, dia yang akan menggantikan Kakek menjadi penerusnya. Dia juga yang akan pusing direcoki Kakek seperti ini!” Jin Mi mematikan sambungan dengan kesal.

Jin Mi benar-benar tak habis pikir dengan kakeknya. Apa pernikahan begitu penting? Jin Mi sudah melakukan semuanya untuk membahagiakan kakek dan mensejahterakan keluarga. Tetapi kerja kerasnya tak berarti sama sekali selama ia tidak menikah.

“Kakek pikir menikah itu mudah? Apa pernikahan itu tujuan akhir hidup wanita? Pernikahan tidak selamanya berakhir bahagia.” Jin Mi tanpa sadar menggerutu. Ia tahu karena pernikahan beberapa temannya justru berakhir dengan perceraian. Contohnya saja, pernikahan Im Seo Yoon, temannya yang berakhir tragis padahal usia pernikahannya masih muda. Ia harus mencari solusi untuk masalah ini. Sambil tetap menjaga imej, Jin Mi bergegas kembali ke samping Chan Sung.

Di sisi ruangan lain, adik Eun Ri, Eun Jo berlari menghampiri Ye Sung yang kini sudah berdiri berdampingan dengan Eun Ri. “Aku sangat gembira, akhirnya kau menjadi kakak iparku.”

Ye Sung tersenyum, “Kita resmi menjadi keluarga.”

“Aksimu menangkap OX sangat keren! Kau menginspirasiku, membuatku bermimpi menjadi penegak hukum juga.”

“Benarkah? Kau ingin menjadi jaksa?”

Eun Jo menggeleng, “Aku akan menjadi seorang hakim. Aku akan belajar sebaik-baiknya dari sekarang. Aku akan mengikuti ujuan masuk fakultas hukum universitas Konkuk.”

Eun Ri menyambung, “Benarkah? Jangan terlalu tinggi berharap. Kau pikir menjadi hakim itu mudah?” sindirnya.

“Aku yakin aku bisa. Aku lebih pintar darimu.”

“Dasar bocah tengik!”

Sementara mereka bertengkar, dari sudut mata Ye Sung melihat sosok Jin Ki. Pemuda itu tersenyum sambil melambaikan tangannya yang memegang sloki berisi sampanye. Ye Sung meninggalkan istrinya sejenak lalu mendekati Jin Ki.

“Kau bahagia, karena pada akhirnya orang lain yang harus menanggung akibat dari perbuatanmu?” sindir Ye Sung melihat senyum lebar tersungging di bibir Jin Ki.

“Kau sendiri bahagia meskipun kau membiarkan kriminal sepertiku berkeliaran bebas.”

Ye Sung mengeryit. Ia tidak suka mendengar itu. Meskipun mencoba menyangkal, sialnya ucapan Jin Ki memang benar. Bagaimanapun ia berusaha yakin bahwa Jin Ki tidak sepenuhnya salah, membiarkannya bebas tetap mengingkari keyakinannya untuk menegakkan keadilan.

“Bukankah kita sudah sepakat bahwa kau bukanlah seorang kriminal? Kau hanya meminjam perhiasan itu.” Ye Sung menghela napas berat.

Jin Ki mengangguk. Ya, mereka memang sudah sepakat untuk hal itu. “Kalau begitu, terima kasih dan selamat atas pernikahanmu.” Setelah mengatakannya, Jin Ki mengangguk sekali lagi lalu pergi.

Ye Sung menatap kepergian Jin Ki dengan hati tenang. Tentu saja, ia memang telah melakukan hal yang benar. Ia berharap kelak di masa depan Jin Ki tidak akan menjadi pencuri lagi. Pemuda itu sangat cerdik. Pasti akan sangat sulit menangkapnya.

Suho datang menghampiri Ye Sung. Pria itu datang sambil menggandeng seorang gadis.

“Selamat atas pernikahanmu, Jaksa Kim,” ucap Suho riang.

“Terima kasih.” Ye Sung melirik gadis cantik yang datang bersama Suho. “Siapa dia?” Ia tidak menyangka Suho sudah memiliki kekasih. Sebetulnya hal itu tidak mengherankan karena Suho merupakan laki-laki yang tampan, memiliki karier yang cemerlang, dan kaya.

“Oh, dia adalah teman sesama polisi, dia Song Sang In.” Suho tampak merona saat memperkenalkannya. Ye Sung menebak Suho menyukai Sang In, tetapi mungkin Sang In tidak mengetahuinya. Sang In tampak biasa saja.

Sang In malah terlihat gembira ketika memberi salam pada Ye Sung. “Senang bertemu denganmu. Aku sudah mendengar reputasi luar biasamu, Jaksa Kim. Kau sangat mengagumkan.”

Ye Sung merasa sangat tersanjung sekaligus malu. “Ah, pujian itu terlalu melebih-lebihkan. Tapi terima kasih.”

Eun Ri menghampirinya saat Ye Sung baru saja menerima ucapan selamat dari Yoo. Eun Ri terlihat berseri-seri.

“Sudah saatnya,” katanya gembira dan tidak sabar.

“Saatnya apa?” Nada misteriusnya membuat Ye Sung mengeryit heran sekaligus memberinya firasat tidak enak. “Saatnya apa?” ulangnya.

“Acara melempar bunga.”

Oh tidak! Ye Sung mengerang dalam hati. Sebenarnya ia malu harus melakukan ritual yang satu itu. Ia ingin melewatkan acara ini namun ia tidak mungkin membuat Eun Ri sedih. Ia tidak tega melenyapkan Senyum Eun Ri yang terlalu cerah. Karena Eun Ri begitu semangat, ia dengan rela melakukannya.

Kebetulan sekali, MC di dekat panggung mengumumkannya. Ye Sung sadar ia tidak bisa kabur lagi. Eun Ri menarik Ye Sung untuk naik ke atas panggung. Sebagian besar wanita lajang yang datang dengan semangat berkumpul ke sekitar panggung untuk mendapatkan bunga.

“Nuna, kau juga harus ikut!” Chan Sung dengan semangat menyuruh Jin Mi ikut. “Mungkin saja Nuna bisa mendapatkan suami dengan cepat jika kau berhasil merebut buket bunga itu. Jika Nuna menikah, Kakek tidak akan menerormu lagi.” bisiknya dengan suara pelan.

“Tidak!” tolak Jin Mi tegas. Demi Tuhan, untuk apa ia ikut berkerumun memperebutkan buket bunga seperti itu? Konyol sekali. Selain karena malu, Jin Mi juga tidak mau reputasinya sebagai wanita anggota keluarga bangsawan Hwang tercoreng.

“Simpan gengsimu untuk lain waktu!”

Jin Mi memekik kaget karena Chan Sung mendorongnya hingga ia bergabung dengan kerumunan wanita lajang yang bersiap-siap memperebutkan bunga. Sial! Jin Mi ingin kembali untuk mencekik Chan Sung namun ia malu karena diperhatikan sebagian besar tamu undangan. Ia buru-buru menyesuaikan diri dan memasang wajah tenang. Ia akan membunuh adiknya nanti, setelah ritual konyol ini selesai.

“Aku juga ikut!” seru Sang In semangat. “Aku ingin segera menikah,” tambahnya pada Suho, lalu ikut bergabung untuk mendapatkan buket bunga. Suho mengerjap dan hanya memandang punggung Sang In.

“Mungkin itu sebuah kode untukmu,” bisik Yoo memprovokasi. Suho tidak menjawab, namun diam-diam ia tersenyum.

Jin Mi sengaja berdiri di bagian paling belakang agar ia tak perlu berebut dengan wanita lain. Lagipula ia tidak membutuhkannya. Meskipun ia ingin cepat menikah, ia tidak akan mengandalkan buket bunga agar cepat mendapatkan suami. Jin Mi sebetulnya tidak perlu bersusah payah untuk menggaet satu lelaki ke pelaminan. Ia hanya belum berminat melakukannya.

Paling tidak, Jin Mi sudah berusaha menghindar, tetapi ketika Eun Ri dan Ye Sung melempar bunga itu, secara ajaib buket bunga itu jatuh ke tangannya.

Jin Mi tercengang menatap buket bunga di tangannya. Tuhan, apa artinya ini…

**Shady Girl Yesung Story End**

92 thoughts on “Shady Girl Yesung’s Story [Epilog]

  1. Nikah juga ini pasangan haha
    Padahal diawal sempat geregetan sama yesung

    Next shady gir story siapa lagi ya ? Teuk apa suho ni

    Ditunggu terus pokoknya ff dha khanzakiπŸ˜›

  2. ciee akhirnya mereka bisa menikah jugaπŸ˜€
    bahagia banget kanya nya yg udah nikah,colek yesung-eunri.πŸ˜€

    bahagia juga karna di pesta ini semua cast yg dulu pada hadir juga,mins siwon,ryeowook dan taemin sih sebenernya.πŸ˜€

    btw next story nya siapa ini ? leeteuk-jinmi atau henry-jinmi atau bisa juga suho-insung ??
    penasaran banget sama next story nya nanti,ditunggu banget ya next story nya kak :):)

  3. Huhuhu selesai juga akhirnya… setelah sekian lama vakum dan akhirnya di lanjut smp selesai… ^.^

    Btw siapa ya couple nya jinmi hmm… penasaran binggo…

  4. eeh cieee eunri akhirnya kesampaian jg nikahnya….aahh seneng deh
    erhh gk sabar nih shady girl versi lee teuk ma hwang jinmi …. ditungguπŸ˜ƒ
    keep writing!!!!

  5. Jin-Mi yang dapet buket bunganya? Kok aku ngerasa dia bakal jadi calonnya Leeteuk ya?hahahaha..
    Yeah, finally, happy ending! Eun-Ri sama Yesung akhirnya bisa nikah stlh melewati berbagai rintangan, hihi. Semoga cepet dapet momongan, kkkkk~~

  6. finally abang yeye menikah juga dengan eun ri

    kode keras ini ya next shady girl itu lee teuk dan hwang ji min kekekekeke
    bener kan
    entah kisah apa yang akan mendekatkan mereka

  7. huu.. Akhirnya ending juga.. Q bngung cast selanjutnya suho to leeteuk tp q hrap leeteuk duli deh q dah pnsaran..

  8. Artinya sebentar lagi kau–Jin Mi–akan menyusul Yesung dan Eunri. Apa pasangannya nanti Leeteuk ?
    Dan next story nanti akan membahas soal Jinmi dan Leeteuk ?
    Di tunggu next ff nya….

  9. Yuhuuuyy
    Akhirnya selesai juga nih kople nikah
    Happy ending.
    Kayaknya Jin Mi bakalan sama uri Leader Teuk nih. Nebak aja sih, Eonn.
    νŒŒμ΄νŒ…, μ–Έλ‹ˆ! ☺
    Titip salam buat dedek baim nya y, Eonn ☺

  10. happy end….. smuanya….
    yey shady cast buat couple nanti tu teuki ama jin mi…….
    asiiiiikkkkkkk d tnngu lanjutan ff mu ya….

  11. Akhirnya setelah berbulan bulan Shady Girl Yesung Story selesai juga haha

    Di part ini banyak banget cast yg akan muncul sama yg dulu dulu ada disini jadinya rada mikir gitu bacanya ini pasangannya siapa aja haha

    Next story kayaknya Leeteuk soalnya kan iniain castnya Super Junior semua jadi Suho selingan doang mungkin

    Keep writing ya kaaaak, aku selalu menunggu ceritamuu

  12. yeyeye..habis ini versinya euteuk oppa kah,..hahaha….bahagia banget endingnya…q suka vanget pas semua kisahnya mereka dipadukan jd satu…TOP

  13. Waahh.. . akhirnya ff yg aku tunggu” ini udah slsai jg ya. maksh eonni Dha udah bwt ff yg bagus”. aku seneng bs baca ff ff eonni❀
    Cerita selanjutnya siapa nie eonni. yg smangt ya ff nya ya eonni. aku tunggu ff eonni yg baruπŸ™‚

    walaupum aku ini EXO-L, smenjak baca ff ff nya eonni aku jg suka SuJu jg loohh. heheπŸ˜€

  14. Akhir yang bahagia… Akhirnya mereka bsa menikah… Next bwat shady girl bwt teuki dha..πŸ™‚
    Tetep semangat nulisnya…

  15. Yeeyyy..nikah juga deh..walau adegan romantisnya dikit, tapi tetep seru kok..
    Wah jangan2 cerita selanjutnya pasangan leeteuk-jinmi..
    Gak sabar nunggunya 😘😘😘😘😘

  16. Akhirnya yesung dan Eunri menikah juga. Senangnya mereka kini resmi menjadi pasangan suami istri. Ditunggu kisah shady girl lainnya. Tetap semangat buat terus berkarya keep writing and fighting.

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s