Shady Girl Yesung’s Story [Part 5]

Title : Shady Girl Yesung’s Story Part 5
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre: Romance Misteri

Main Cast :
Choi Eunri | Yesung or Jaksa Kim Jong Won

Support Cast :
Suho as Police | Kang Yoo as Yesung’s Assisstant

Dha’s Speech:
Hallo semua. Lama juga ya gak posting. Maaf ya, bukannya malas, tapi maklumlah gak lagi ngurus badan sendiri nih. Ada baby yang masih tumbuh diperutku dan butuh perhatian ekstra. Hihihihi..tahulah ibu hamil kayak gimana, rempong dan gampang banget kecapean ^_^ terus jadi galau lagi gara-gara berat badan nambah drastis #eh, itu mah udah pasti, namanya juga lagi hamil. Bukan cuma mood yang gampang banget berubah-ubah, tapi juga inspirasi. Wah, pokoknya menyelesaikan part ini nyempetin banget deh di sela-sela aktivitas Ibu rumah tangga yang padet. Jadi jangan tanya ya kapan lanjutannya diposting, apalagi nanya FF lain. Haduuuh.. aku jadi kepikiran banget nih *curhat

Oke deh, yang penting aku merampungkan satu part dulu dan memperbaharui postingan di WP ini. Temen-temen pasti pada nunggu kan kapan aku posting FF lagi? #kepedean

FF ini gak akan sepanjang Eunhyuk’s Story kok tenang aja. Paling sepanjang Kyuhyun’s Story aja dan gak ribet banget masalahnya ^_^

Oh iya, doakan ya semoga project novel aku diterima. Masih deg-degan nih nunggu pemberitahuan dari penerbit. Hehehee..

Happy Reading ^_^

Shady Girl Yesung's Story 3 by Dha Khanzaki

=====CHAPTER 5=====

Yesung sangat berharap akan mendapatkan petunjuk besar ketika tiba di kantor sore harinya. Sepertinya penyelesaian atas kasus OX masih harus melewati jalan yang panjang dan berliku terutama begitu Yoo memberinya laporan berisi daftar peserta seminar yang ia minta beberapa jam lalu. Ada sekitar 400 peserta yang mengikuti acara itu dan jika mereka ingin mendapatkan petunjuk yang merujuk pada pengungkapan identitas Ox, mereka harus menyelidiki latar belakang ke 400 orang itu dan mewawancarai mereka. Yesung lemas. Perlu berminggu-minggu untuk melakukannya dan Yesung tidak memiliki waktu sebanyak itu. Ia harus menyelesaikan kasus ini sebelum tanggal pernikahannya tiba.

“Butuh waktu sekitar satu hari untuk mengumpulkan seluruh data mereka. Apa Anda yakin OX salah satu dari orang-orang dalam daftar ini?” Tanya Yoo.

“Aku belum bisa memastikan. Tapi mungkin kita bisa menemukan petunjuk. Untuk mempercepat penyelidikan, utamakan dapatkan data peserta yang berusia di antara 20-30 tahun. Itu adalah perkiraan usia OX.”

“Baik.” Yoo langsung sibuk bekerja di balik komputernya. Yesung meninggalkan Yoo dan menghampiri Suho.

“Apa kau menemukan petunjuk terbaru dalam berkas-berkas yang dikirim kepolisian?”

Suho menggeleng dengan sedih. Tetapi raut wajahnya masih bersemangat.

Tepat di atap hotel di seberang gedung kantor itu, tanpa disadari Yesung dan yang lainnya seseorang tersenyum sambil menurunkan teropong dari wajahnya. Ia sangat puas melihat Yesung frustasi karena kasus pencurian itu. Rencananya berjalan dengan sempurna.

“Jaksa Kim, kita lihat apa yang akan kaulakukan selanjutnya.”

—o0o—

Yoo dibantu Suho benar-benar bekerja keras untuk mengumpulkan data lengkap ke 400 peserta seminar. Yesung sangat terkesan saat mendapatkan kumpulan berkas itu keesokan harinya. Ia memutuskan membawa data itu pulang dan memeriksanya di rumah. Ia tidak tega membiarkan Yoo dan Suho lembur setelah mereka bekerja keras seharian. Mereka pasti bersikeras tetap tinggal jika Yesung memutuskan lembur. Yesung baru membaca halaman pertama laporan itu saat ia mendengar bel rumahnya berbunyi.

“Kejutaan!”

Yesung mengerjap tak percaya melihat Eunri, tunangannya berdiri di balik pintu. Eunri tidak pernah datang berkunjung tanpa pemberitahuan. Lagipula aneh sekali Eunri bisa bebas berkeliaran di jam seperti ini. Biasanya kekasihnya ini masih mendekam di kantor sampai jam sembilan malam.

“Kenapa, sepertinya kau tidak senang melihatku. Apa aku mengganggumu?” Eunri merengut melihat Yesung melongo. Pria itu buru-buru mengerjapkan mata lalu tersenyum.

“Apa? Tidak. Ayo masuk.” Yesung menarik Eunri masuk, mendaratkan satu kecupan manis di keningnya. Pria itu mendesah lega saat melingkarkan tangan di sekeliling pinggang Eunri. “Kupikir aku bermimpi melihatmu berada di sini. Tentu saja aku tidak keberatan. Kehadiranmu seperti udara segar yang menyembuhkanku dari sesak napas karena beban pekerjaan yang menumpuk.”

Eunri merona. “Melihatmu tiba-bisa semelankolis ini, aku jadi khawatir.” Ia mendongakkan wajahnya menatap Yesung. “Kau baik-baik saja?”

Yesung mendesah dengan bibir mengulum senyum. “Aku baik-baik saja. Kasus kali ini memang sedikit menyulitkan, tapi aku tidak akan tumbang hanya karena menghadapi kasus semacam ini.”

“Kau pasti bisa menangkap pelakunya, aku yakin. Kau lelah karena terlalu memaksakan diri.”

“Aku tidak bisa menghilangkannya. Orangtuaku mewariskan bakat dan semangat mereka padaku.”

Mereka sadar masih berdiri di depan pintu. Yesung segera menarik Eunri masuk sebelum tunangannya itu masuk angin lalu mengajaknya ke ruang tengah dan memberinya secangkir teh. Yesung duduk di sampingnya. Eunri mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tak lama lagi tempat ini akan menjadi tempat tinggalnya juga. Tepat setelah ia menyandang gelar sebagai Nyonya Kim Jong Won. Dengan perasaan yang lebih hangat Eunri bersandar pada dada Yesung. Ia mendongak menatap pria pujaannya.

“Omong-omong kau tidak pernah menceritakan tentang orangtuamu.”

“Kau ingin tahu tentang mereka?”

“Tentu saja. Mereka akan menjadi Ayah dan Ibuku juga.”

Yesung mendesah, sambil mengusap puncak kepala Eunri dan rambut panjangnya ia berkata, “Mereka adalah orang-orang yang hebat dan berdedikasi dalam pekerjaannya.” Ia dengan bangga menceritakan kasus terakhir yang ditangani Ayah dan Ibunya. Eunri tahu apa yang terjadi pada keduanya. Karena kasus itu, mereka tewas. Berita itu sangat heboh dan masih menjadi perbincangan hangat selama sepuluh tahun kemudian. Sekarang tiba-tiba saja Eunri ingin mengetahui cerita lengkap tentang kasus itu dan bagaimana kedua orangtua Yesung sampai kehilangan nyawa mereka.

Sekitar dua puluh lima tahun yang lalu, terjadi sebuah kasus pencurian bank yang dilakukan komplotan bernama Black Mask, komplotan itu spesialis perampok bank. Sudah dua bank ternama di Seoul yang menjadi sasarannya dan mereka selalu berhasil.

“Ketika komplotan pencuri itu beraksi di bank terbesar Seoul, kebetulan Ibuku sedang berada di sana. Semua nasabah yang datang hari itu menjadi sandera. Semua orang panik dan tak ada yang berani meminta bantuan polisi karena semua pencuri memegang senjata, tapi dengan cerdiknya Ibuku berhasil menghubungi Ayah yang bekerja di kepolisian tanpa diketahui mereka.”

Begitu mendapat laporan, Kim Jeongwan–Ayah Yesung–beserta beberapa anak buahnya dan satu tim anti-teror langsung bergerak ke lokasi. Sayang ketika tiba di sana para pelaku berhasil mengambil sebagian besar uang dan sedang bersiap-siap pergi. Mereka panik ketika mendengar suara sirine polisi dan terlambat menyadari bahwa mereka sudah dikepung.

“Karena panik, mereka mengambil salah satu sandera sebagai tameng. Sialnya, Ibuku yang ditarik mereka.”

“Ya Tuhan,” Eunri mengusap dadanya, ngeri.

“Menurut keterangan saksi yang melihat, mereka menyeret Ibuku secara paksa ke pintu belakang dan di sanalah para pencuri itu berhadapan dengan sepasukan polisi bersenjata lengkap yang siap menembak. Ayahku yang saat itu memimpin misi terkejut melihat istrinya disandera. Dengan tegas dia meminta para pelaku agar melepaskannya. Mereka menolak dan justru balik menyuruh polisi mundur atau mereka akan menarik pelatuk pistol yang mereka arahkan tepat di pelipis Ibuku.”

“Lalu apa yang terjadi?” Karena tegang bercampur takut Eunri sampai memeluk pinggang Yesung. Ia tak berani mendengar kelanjutannya namun ia penasaran.

“Tepat ketika para pencuri itu lengah, Ibuku yang menguasai beladiri balik menyerang mereka.” Ujar Yesung dengan bangga. Eunri tersenyum lega. Melihat ekspresi Yesung mendadak berubah sedih, senyumannya lenyap. “Tindakan ibuku itu membuat mereka panik dan membuat salah satu pelaku menembak Ibu. Pelurunya mengenai perut Ibu.”

Eunri memeluk Yesung lebih erat. Pasti berat menceritakan kembali peristiwa kelam itu.

Tembakan itu sontak membuat Kim Jeongwan terbelalak dan tanpa komando para polisi langsung menembaki si pelaku. Adu tembak pun sempat terjadi. Tiga orang pelaku tewas dan dua orang lainnya berhasil melarikan diri. Kim Jeongwan memerintahkan anak buahnya membawa istrinya ke rumah sakit lalu pergi mengejar para pelaku yang kabur.

Sepuluh mobil polisi dikerahkan untuk mengejar mobil pelaku yang melaju ke area pegunungan. Di tengah pengejaran Kim Jeongwan berhasil menembak mobil si pelaku yang langsung oleng dan melenceng ke sisi jalan, terperosok ke dalam area hutan yang melandai dan berhenti tepat sebelum mobil jatuh ke jurang. Kim Jeongwan mendekati mobil itu dan melihat ke dalam. Hanya ada satu orang yang duduk di balik kursi kemudi.

“Yang tersisa di dalam adalah seorang pria, dia sekarat. Bahu kanannya terluka terkena tembakan. Ayahku masuk bermaksud mengeluarkannya dari mobil karena posisi mobil begitu rentan terjatuh. Tetapi laki-laki itu justru tersenyum dan tiba-tiba menekan pedal gas sehingga mobil bergerak. Ayahku tidak sempat menyelamatkan diri dan ikut terjatuh bersama si pelaku ke jurang yang dasarnya adalah sungai deras.”

Eunri menatap Yesung penuh simpati. “Apakah Ayahmu selamat?”

Yesung menggeleng pilu. “Ayahku dan laki-laki itu di temukan dua kilometer dari lokasi jatuh dalam kondisi tak bernyawa.”

“Lalu bagaimana dengan Ibumu?”

“Ibu meninggal beberapa hari berikutnya begitu mengetahui Ayah meninggal.”

Ya Tuhan, Eunri memejamkan mata. Hatinya disesaki perasaan sedih dan sakit yang mendalam. Sungguh tragis kematian keduanya. Saat itu Yesung baru berusia 7 tahun, pasti berat menerima kenyataan bahwa kedua orangtuanya meninggalkannya di usianya yang masih muda.

“Lalu bagaimana dengan pelaku terakhir?”

“Pelaku terakhir itu lolos dan tidak pernah tertangkap hingga saat ini. Tidak jelas apakah dia pria atau wanita. Apakah masih hidup atau sudah mati. Identitasnya pun tidak terungkap karena saat kejadian semua pencuri mengenakan topeng. Kawan-kawannya yang tewas pun tak berhasil diketahui identitasnya. Mereka tak terdaftar sebagai warga negara Korea. Kudengar sekarang kasus itu sudah ditutup.”

“Kuharap dia tidak pernah hidup dengan tenang. Dia sudah membuatmu kehilangan kedua orangtuamu.” Dengus Eunri.

“Hei,” Yesung mengusap punggungnya. “Aku baik-baik saja. Lagipula waktu itu aku tidak sendiri. Ayahku yang sekarang menyelamatkanku dari masa duka.” Ia masih terkenang hari itu. Rasanya seperti baru terjadi kemarin. Yesung ingat saat itu Na Jaehoon memeluknya saat ia duduk menagis di depan altar kedua orangtuanya. Kasih sayang dan kehangatan yang dipancarkan Tuan Na padanya lewat pelukan membuat Yesung berhenti menangis. Detik itu Yesung sadar ia tidak sendiri.

“Seminggu setelah kematian kedua orangtuaku, Tuan Na datang dan mengadopsiku. Beliau adalah sahabat terdekat Ayah. Dia tidak tega melihat putra sahabatnya tumbuh sebatang kara, dengan dengan senang hati mengangkatku sebagai anaknya. Beliau memberiku keluarga baru, kasih sayang dan pendidikan yang berharga. Karena itu bagiku Ayahku yang sesungguhnya adalah beliau. Keluargaku saat ini adalah keluargaku yang sebenarnya. Meskipun begitu orangtua kandungku masih memiliki tempat, jauh di lubuk hati. Tanpa mereka aku tidak akan ada di sini. Mungkin segalanya akan berbeda seandainya Ayah dan Ibu kandungku masih hidup. Aku tidak tahu apa aku akan bertemu denganmu dan memelukmu seperti saat ini.”

Yesung memang sedih atas kehilangan kedua orangtua kandungnya, tapi tak pernah menyesali kepergian mereka. Yesung tahu Tuhan akan memberinya kehidupan lain yang jauh lebih baik dan ia kini telah merasakannya. Yesung mendesah lega. Ia menoleh menatap Eunri dan terkejut melihat tunangannya itu berkaca-kaca.

“Kenapa kau menangis?” Yesung was-was. Apa kata-katanya tadi telah menyinggungnya?

Eunri menggelengkan kepala. Ia segera menyeka airmata yang mengumpul di sudut matanya. “Aku sendiri tidak tahu mengapa aku menangis.”

“Aku tahu cara membuatmu berhenti menangis. Aku yakin setelah ini kau pasti tersenyum.”

Eunri belum sempat mencerna maksud Yesung, tahu-tahu detik berikutnya bibir mereka sudah saling menempel. Jantung Eunri seakan sedang berbungee jumping saat Yesung menciumnya dengan lembut dan menggebu. Yesung benar, Eunri memang tak merasakan kesedihan lagi. Kini hatinya berbunga-bunga. Ketika Yesung memaksa Eunri membuka mulutnya dan langsung mendesakkan lidahnya, Eunri sontak kehilangan akal sehatnya. Ia pasrah dalam pelukan Yesung dan membiarkan dirinya dibaringkan di atas sofa. Tangan mereka tidak tinggal diam, saling memeluk dan meraba satu sama lain. Entah apa yang mereka pikirkan, akal sehat tak lagi berfungsi karena yang menguasai mereka sekarang hanyalah gairah untuk mencapai kepuasan.

Suasana intim itu dipecahkan oleh suara dering ponsel yang nyaring.

Seketika Yesung maupun Eunri berhenti. Keduanya langsung tersentak bahwa apa yang sedang mereka lakukan bisa membawa mereka pada situasi yang lebih rumit jika diteruskan. Karena itu saat sadar ia kemungkinan bisa menodai Eunri sebelum pernikahan tiba, Yesung buru-buru bangkit dari atas Eunri lalu menyambar ponselnya yang menjerit memohon diangkat.

“Iya, Suho?”

Selagi Yesung menerima telepon, Eunri bangkit dengan kedua pipi merona malu. Ia merapikan baju dan rambutnya yang berantakan akibat ulah tangan Yesung. Jantungnya masih berdegup kencang. Astaga, apa yang mereka lakukan tadi? Eunri memejamkan mata rapat-rapat. Hampir saja mereka lepas kendali jika tidak dihentikan oleh dering ponsel. Bukannya Eunri tidak suka bermesraan dengan Yesung, tapi sekarang belum saatnya mereka masuk ke tahap yang lebih intim lagi. Eunri harus berterimakasih pada siapapun yang menyelamatkan situasi ini. Ia melirik Yesung yang berbicara dengan wajah serius namun senang. Sepertinya si penelepon memberinya kabar baik.

“Baiklah. Aku akan segera ke sana.” Yesung bangkit. Eunri mengerjap kaget melihatnya menyambar mantel dan kunci mobil. Ia bangkit secepat kilat.

“Mau ke mana malam-malam begini?”

“Suho memberitahu bahwa dia sudah menemukan petunjuk tentang Ox. Aku harus ke kantor untuk melihat hal bagus apa yang sudah ditemukannya.” Jelas Yesung sambil mengenakan mantel.

“Tapi kau bisa menemuinya besok, bukan?” Eunri mengejar Yesung yang telah mencapai pintu dan berniat meninggalkannya sendiri di sini. Ia tidak bisa membiarkan Yesung pergi begitu saja.

“Aku tidak bisa menundanya, sayang.” Tegas Yesung.

Eunri berhenti mengejarnya. Ia mematung di ambang pintu. Yesung pun ikut berhenti saat sebelah tangannya sudah meraih engel pintu mobilnya. “Kenapa?” Yesung heran karena Eunri tiba-tiba saja membeku.

“Kau tidak sedang menghindariku, bukan? Setelah tadi kita…” Eunri menunduk, wajahnya memerah malu. “Maaf jika aku membuatmu merasa canggung.”

Yesung mendesah lalu menghampirinya. “Bukan itu. Justru aku merasa bahagia karena bisa begitu dekat denganmu. Sekarang aku pergi karena aku memang harus pergi. Aku harus segera menyelesaikan kasus ini agar kelak kita bisa menikah tanpa beban. Lagipula aku berhutang menemukan cincin pernikahan kita, bukan?” Ia mendekat untuk mendaratkan satu kecupan hangat di kening Eunri, membuat pipi gadis itu merona kembali. “Selama aku pergi jaga dirimu dan rumah kita, oke. Jangan pergi sebelum aku kembali.”

“Baik.” Eunri mengangguk dan terpesona. Cara Yesung mengatakannya membuat Eunri merasa telah menjadi istri sungguhannya. Ia melambaikan tangan pada mobil Yesung yang melesat pergi.

Semoga sukses dan hati-hati, Jaksa Kim, batinnya.

—o0o—

Hal pertama yang Yesung lakukan begitu tiba di kantor adalah memarahi Suho dan Yoo. Tanpa seizinnya ternyata mereka memutuskan tinggal dan meneruskan penyelidikan. Padahal ia sudah menyuruh mereka pulang. Melihat Suho dan Yoo hanya tersenyum, Yesung tak tega berlama-lama marah. Ia langsung menanyakan petunjuk penting yang tadi dikatakan Suho di telepon.

“Kami menemukan lima orang yang mencurigakan dari ke empat ratus peserta seminar. Kelima orang itu memiliki ciri-ciri yang mirip Ox.” Jelas Suho sambil menyerahkan pada Yesung berkas kelima orang yang dimaksud.

“Hanya lima orang yang mencurigakan?” Tanya Yesung memastikan sambil mengecek data yang tertera pada berkas di tangannya.

“Sebenarnya ada sekitar lima puluh peserta laki-laki yang berusia di antara dua puluh sampai tiga puluh tahun. Tapi kami memprioritaskan peserta yang datang dari Seoul.” Ungkap Yoo. Yesung mengangguk. Untuk saat ini penyelidikan akan dimulai dari orang-orang yang tinggal di wilayah yang sama dengan lokasi kejadian.

Lima orang yang mencurigakan itu adalah Heo Jintae; 28 tahun, Kim Changdo; 26 tahun, Choi Seunghwa; 28 tahun, Min Yoonshik; 25 tahun, dan Lee Sangbum; 26 tahun. Hanya tiga orang di antara mereka yang bekerja sebagai seniman perhiasan yaitu Kim Changdo, Heo Jintae dan Min Yoonshik. Choi Seunghwa adalah seorang dokter dan Lee Sangbum bekerja sebagai bankir. Mereka semua tinggal di daerah yang berbeda dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Melihat sekilas saja Yesung belum bisa menyimpulkan mana yang lebih mengarah pada ciri-ciri Ox. Bahkan foto mereka pun tidak ada yang mengingatkannya pada Ox. Hanya tinggi badan mereka satu-satunya petunjuk yang merujuk pada Ox.

“Kita harus menanyai mereka langsung. Hanya data seperti ini aku belum bisa menyimpulkan apapun.” Kata Yesung sambil menatap Yoo dan Suho. “Besok kita mulai menemui mereka satu persatu. Sekarang waktunya pulang.” Yesung melotot di akhir kalimatnya untuk menegaskan bahwa kali ini ia tidak mau dibantah. Tidak boleh ada yang lembur tanpa seizinnya lagi. Suho dan Yoo langsung berlarian membereskan barang-barang mereka.

“Besok Jaksa Kim, baiklah!” Sahut mereka semangat. Yesung menghela napas lelah. Ia memandangi berkas yang masih dipegangnya, berharap penyelidikan kali ini tidak akan menemui jalan buntu.

Sekarang ia harus pulang dan menemui tunangannya yang ia tinggalkan di rumah.

—o0o—

Sesuai dengan kesepakatan, keesokan harinya Yesung beserta Yoo dan Suho pergi menemui kelima orang yang dicurigai sebagai Ox. Untungnya mereka bukanlah orang-orang yang sulit ditemui. Meskipun sempat kaget karena didatangi petugas polisi dan jaksa secara tiba-tiba mereka dengan patuh menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Yesung menanyai alibi mereka saat kejadian dan apakah mereka masih memiliki topi yang didapat dari seminar beberapa tahun lalu. Hasilnya beragam.

“Lee Sangbum dan Heo Jintae mengaku sudah kehilangan topi itu dan alibi mereka kuat sekali saat kejadian. Mereka memiliki banyak saksi yang bisa membuktikannya.” Ujar Suho begitu mereka kembali ke kantor sore harinya seusai menanyai kelima orang itu.

“Dan yang masih memiliki topi itu adalah Min Yoonshik, Choi Seunghwa dan Kim Changdo. Apa Ox ada di atara mereka bertiga?” Sambung Yoo.

“Coret Choi Seunghwa, dia berkata sudah memberikan topi itu pada keponakannya. Lagipula seorang dokter dengan jadwal padat sepertinya mustahil memiliki waktu untuk melakukan pencurian. Apalagi saat kejadian Choi Seunghwa sedang melakukan tugas malam.” Kata Yesung.

“Itu artinya yang tersisa tinggal Min Yoonshik dan Kim Changdo. Siapa di antara mereka yang paling mungkin menjadi Ox? Mereka berdua kebetulan seorang pengrajin perhiasan.” Suho berpikir.

“Mungkin Min Yoonshik, dia bersekolah di luar negeri. Dia pasti pintar. Ox juga merupakan pencuri jenius bukan?” Yoo menepuk tangannya.

“Jika kau berkata soal kecerdasan, bukankah seorang dokter dan bankir juga pintar?” Debat Suho tak setuju.

“Ah sial, jika begini pelakunya bisa siapa saja!” Yoo membanting berkas ke atas meja, kesal.

“Suho benar. Kita tidak bisa asal menebak. Pengungkapan identitas Ox adalah permasalahan serius. Dia pencuri yang jenius, dia pasti sudah memikirkan segala kemungkinan. Meskipun benar Ox adalah satu di antara mereka berlima, dia pasti sudah menyiapkan pengalihan yang akan membuat kita tidak mencurigainya. Kita harus lebih teliti lagi.” Yesung merasa kepalanya berdenyut. Hasil penyelidikan tidak seperti yang ia duga. Sosok Ox tetap tak teraba.

“Jika begini satu-satunya cara mengungkap identitas Ox adalah dengan menyergapnya saat dia kembali beraksi.” Ujar Suho.

Yesung mengangguk sependapat. Jika penyelidikan biasa terus berakhir buntu seperti ini maka tidak ada cara lain selain membekuk Ox saat pencuri itu mencuri lagi. Mereka kemudian menganalisis kira-kira siapa yang akan menjadi korban. Sayangnya mereka belum mendapatkan kembali info tentang pemilik perhiasan yang bertatahkan berlian biru yang diincar Ox. Kang Jungmo belum kembali dari pelesirnya keluar negeri dan kakek pemilik toko yang menjual berlian itu pun belum diketahui.

Keseriusan mereka diganggu oleh suara sapaan seseorang, “Halo semua.”

Ketiga pria itu menoleh ke arah pintu tempat suara berasal. Yesung sontak berdiri dengan senyum melebar tak percaya, “Eunri.” Rasanya bagai mimpi melihat tunangannya datang berkunjung ke kantornya. Ini yang pertama kali. Yesung langsung menghampirinya.

“Siapa wanita itu?” Bisik Suho penasaran pada Yoo.

“Dia Choi Eunri, tunangan Jaksa Kim.”

“Benarkah? Wah, cantik sekali.” Suho mengerjap kagum. Jelas sekali Eunri adalah tipikal wanita idealnya.

“Jangan banyak berharap. Mereka akan menikah.”

“Aku tahu. Lagipula aku yakin dia tidak berminat pada pria yang lebih muda.” Mereka kemudian lebih suka mengamati Yesung dan Eunri daripada berdiskusi seputar Ox.

“Kau sungguh tahu cara mengejutkanku. Tidak biasanya kau datang menemuiku di sini.” Yesung memberi Eunri pelukan singkat.

“Aku membawakan makan malam. Aku tahu kalian semua belum makan.” Ia mengangkat kantong berisi makanan yang tadi ia beli di perjalanan kemari.

Melihat makanan mata Suho dan Yoo langsung berkilauan. Seketika perut mereka berbunyi. Karena terlalu sibuk berpergian ke sana kemari mereka tak sempat makan siang.

“Terima kasih!!” Keduanya kompak mengambil makanan yang diberikan Eunri dan menatap kotak berbau harum itu seolah itu adalah bongkahan emas.

“Bolehkah aku memanggilmu kakak ipar?” Ucap Suho antusias. “Namaku Suho, aku polisi yang bertugas menangani kasus ini.” Tambahnya melihat Eunri mengerjapkan mata.

“Yak, memang aku kakakmu?” Omel Yesung lebih dulu.

“Ayolah, Jaksa Kim. Aku sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri. Lagipula marga kita sama, bukan?”

“Tidak.” Tegas Yesung. “Jangan banyak bicara, cepat makan sana.” Ia mengajak Eunri pergi keluar ruang kerjanya. Eunri menahan tawa melihat Suho mendengus. Ia lalu menatap Yesung.

“Kita akan ke mana?”

Yesung menyeringai. “Kita akan makan di tempat eksklusif.”

Eunri mengira Yesung akan mengajaknya ke tempat yang lebih romantis, ternyata tempat eksklusif yang dimaksudnya adalah atap gedung kejaksaan. Tempat itu luas dan memiliki pemandangan yang indah saat malam hari. Banyak tanaman dalam pot yang ditata dengan apik sehingga keadaan di atap itu terasa asri dan nyaman. Yesung benar, tempat ini sangat pas untuk menikmati makan malam. Yesung mengajaknya duduk di salah satu meja bundar dengan dua kursi yang sengaja diletakkan di tempat itu untuk bersantai. Mereka menikmati makan malam sambil mengobrol dan Eunri sesekali melarikan matanya ke arah langit penuh bintang dan seluruh kota Seoul yang terlihat dari atap itu.

“Bagaimana perkembangan kasus Ox? Apa ada kemajuan?” Eunri ingin tahu karena saat ia datang tadi Yesung dan yang lainnya tampak terlibat dalam diskusi serius.

“Kami belum menemukan titik terang.” Desah Yesung muram. “Sepertinya kasus Ox terlalu sulit jika diselidiki oleh jaksa biasa sepertiku. Polisi seharusnya meminta bantuan interpol.” Ia diam sejenak. “Lebih baik kita bicarakan hal lain saja. Bagaimana keadaan Ibumu?”

“Ibu sudah keluar dari rumah sakit pagi ini dan sedang menjalani perawatan di rumah. Meskipun sakit Ibu masih antusias mempersiapkan pernikahan kita.” Eunri tersenyum lepas. Kelegaan memancar di wajahnya. “Oh ya, edisi terbaru majalah Ribbon sudah terbit pagi tadi.”

Yesung terkejut. Ia langsung memberinya selamat dan juga permintaan maaf karena ia terlalu sibuk sehingga tidak terlalu memerhatikan Eunri. Yesung sungguh menyesal. Biasanya mereka akan melakukan perayaan kecil setiap edisi terbaru majalah Eunri diterbitkan tiap bulannya.

“Tidak apa-apa. Aku tahu kau harus fokus pada pekerjaanmu.” Dulu mungkin Eunri akan marah saat Yesung mengabaikannya, namun sekarang ia tahu Yesung sedang berjuang keras merampungkan kasus sulit demi kebahagiaan dan kesuksesan pernikahan mereka. Karena itu Eunri akan sebisa mungkin mengerti dan mendukungnya. Yesung mendesah lega dan ia menggenggam tangan Eunri untuk menunjukkan betapa bangga dan senangnya ia memiliki kekasih seperti Eunri.

“Jaksa Kiim!!!”

Teriakan heboh yang melengking tiba-tiba itu memaksa Eunri dan Yesung menoleh. Yoo berlari tergopoh-gopoh menghampiri mereka. Lelaki itu kehabisan napas saat tiba di dekat meja. Meskipun begitu Yoo tetap memaksakan diri bicara.

“Ini gawat, Jaksa Kim. Keadaan darurat.” Ucapnya tersengal-sengal.

“Ada apa?” Yesung ikut panik melihat asistennya kewalahan.

“Ox, pencuri itu berulah lagi!”

“Apa??!!!”

—o0o—

“Tidak bisakah Ox membiarkan kita makan dengan tenang?” Keluh Suho sambil bergegas menghampiri mobilnya. Tepat dipertengahan makan salah satu rekan polisinya memberitahu bahwa Ox kembali mencuri. Ia hampir saja tersedak.

Yesung berpamitan dengan singkat pada Eunri dan sekali lagi meminta maaf karena tidak bisa mengantarnya pulang. Tidak masalah bagi Eunri karena ia membawa mobil sendiri. Ia mendoakan semoga Yesung berhasil menangkap Ox kali ini. Yesung memberi Eunri ciuman singkat sebagai tanda terima kasih lalu bergegas menyusul Yoo dan Suho.

“Siapa korbannya kali ini?” Tanya Yesung pada Suho saat dalam perjalanan.

“Seorang CEO perusahaan kontruksi terkenal. Anda tahu LD Corp? Ox menjarah kediaman pemiliknya kali ini.”

“Sial.” Yesung mencengkeram erat kemudi. Tentu saja ia tahu pemilik perusahaan itu. Sebelumnya ia pernah menangani kasus yang melibatkan Lee Donghae, pemilik LD Corp saat ini. Lagipula Ayahnya cukup dekat dengan Lee Dongil, CEO perusahaan itu sebelumnya. Mengapa semua korban Ox adalah orang-orang terkenal? Mulai dari Hwang Jinmi hingga sekarang Lee Donghae.

Donghae dan Haebin, istrinya sedang ditanyai polisi di salah satu ruang di rumahnya saat Yesung dan rombongannya datang. Suho yang bertanggungjawab untuk kasus itu langsung mengambil alih. Donghae tersenyum pada Yesung saat mengenalinya. Saat ditanyai benda apa yang dicuri Ox, ia mengaku bahwa gelang istrinya hilang.

“Bagaimana bisa hilang? Kapan Anda pertama kali menyadari gelang itu hilang?”

Yang menjawab pertanyaan itu adalah istrinya, Haebin. “Aku memakaikan gelang itu pada Haeyoung karena gelangku terus ditarik-tarik olehnya. Aku hanya pergi sebentar ke kamar mandi dan menitipkan Haeyoung pada Insung selagi aku pergi. Ketika aku kembali, gelang itu sudah raib.”

“Siapa Haeyoung?” Tanya Suho.

“Dia putra kami.” Donghae menunjuk seorang balita yang sekarang sedang bermain bersama seorang wanita dan anak kecil lain. Yesung dan Suho langsung mencelos saat menyadari orang yang kemungkinan besar tahu sosok Ox hanyalah seorang anak kecil.

“Apa Anda bisa memanggil orang yang menjaga putra Anda selagi Anda pergi?”

Haebin langsung memanggil Insung yang ternyata adalah wanita yang sedang bermain dengan Haeyoung. Insung bergegas menghampirinya sambil memangku Inho, anaknya yang berusia satu tahun lebih.

Begitu tiba di sana Insung langsung ditanyai karena kemungkinan dia melihat sosok Ox. Namun sayang, Insung pun tidak melihatnya karena saat Ox beraksi Insung pergi ke dapur sebentar mengambil susu untuk Haeyoung.

“Haeyoung sempat hilang dari tempat bermainnya. Aku kira dia pergi mencari ibunya. Lalu aku menemukannya di taman samping, sedang mengemut lolipop. Aku tidak tahu Haeyoung mendapat lolipop itu darimana. Saat itu Haebin datang dan kaget karena gelangnya hilang.” Jelas Insung.

“Bagaimana Anda sadar gelang itu hilang dicuri Ox? Gelang itu bisa saja jatuh.” Tanya Suho pada Haebin karena tanda Ox baru bisa dikenali setelah polisi memeriksa TKP menggunakan senter sinar hitam. Tanda Ox tidak akan terlihat dengan mata telanjang karena ditulis dengan spidol stylus dan akan berpendar kehijauan saat disinari cahaya keunguan dari senter khusus.

Haebin dan Insung berpandangan sejenak, Haebin lalu menjawab. “Tanda itu terlihat jelas dengan mata telanjang.”

“Apa?” Yesung dan Suho terperanjat. Saat itulah Yoo menghampiri mereka sambil membawa benda yang didapatkannya dari tim penyidik.

“Jaksa Kim, kau tidak akan percaya ini.” Yoo menyerahkan bungkusan plastik berisi lolipop yang kemungkinan diberikan Ox pada Haeyoung. Yesung dan Suho langsung membelalakkan mata karena tanda Ox terukir dengan jelas di atas permukaan lolipop, berwarna hijau.

“Kami juga terkejut saat melihatnya pertama kali. Karena itu kami langsung menyimpulkan pencurinya adalah Ox. Kami yakin pencuri itu yang memberikannya pada Haeyoung.” Ucap Haebin. Donghae menghampirinya dengan Haeyoung dalam gendongannya, mencoba menenangkan istrinya yang masih terguncang. Bukan gelang itu yang mereka khawatirkan, tapi Haeyoung. Mereka amat bersyukur karena Ox tidak melukai Haeyoung saat mengambil gelang itu dari tangan mungilnya.

Yesung maupun Suho masih membeku menatap tanda Ox yang tercetak di atas lolipop dengan jelas. Tanda itu seakan sedang mengejek dan menertawakan mereka.

“Apa artinya ini Jaksa Kim?” Bisik Suho syok.

“Artinya Ox resmi menantang kita. Dia tak segan lagi menunjukkan dirinya secara terang-terangan.” Yesung menggertakkan gigi. “Pencuri keparat.” Ia menggenggam bungkus plastik itu erat-erat. Jika saja Ox ada di hadapannya, mungkin saat ini Ox sudah tewas dicekik olehnya.

Berani-beraninya Ox mempermainkan dirinya seperti ini. Sekarang Yesung sungguh ingin melihat wajah brengseknya.

“Tapi kenapa tiba-tiba Ox bermain secara terbuka seperti ini?” Yoo ngeri melihat ekspresi Yesung.

“Suho benar, Ox ingin dirinya dikenali.” Desis Yesung. Suho dan Yoo langsung berpandangan.

Apa itu artinya Ox adalah seseorang yang Yesung kenal?

—TBC—

148 thoughts on “Shady Girl Yesung’s Story [Part 5]

  1. Waaahh makin greget deh bacanya..siapa sih sebenarnya ox itu,bener2 nantangin yesung..udh terang2an dia beraksinya..
    Eunri sekarang lebih pengertian
    Aahh makin penasaran..moga kasus ini gk menghambat acara mereka nanti
    Sukses ya buat novelnya,smga bisa cpt terbit^^

  2. Congratz ya chingu atas kehamilannya,

    Kami ga akan maksa kok buat publish, kami bakalan ngerti gimana super sibuknya jd ibu rumah tangga apalagi sedang hamil πŸ’–

    Kami emang selalu menanti-nanti lanjutan ff disini, tp sebagai reader kami juga harus mengerti kondisi sang penulis hehehe,

    Fokus jaga kesehatan semasa hamil ya chingu, semoga lancar sampai lahiran n makasih udah nyempatin publish

    We love u πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

  3. Aaaahhhh aakkhhiiirrrnyyaaamuncul jugaaaa….

    Penasaran banget sama ox..
    Siapa sih oraanngnyaaaa…????
    Q curiga pas yeye crita ttg ortu.nya.. Kan perampok itu mash ada yj hidup satu.. Q sh nebaknya kesitu..
    Mungkin kan dia masih dendam sama ortunya yeye n berakibat membalasnya kpda yeye n ingin bermain2 sama kmampuan yeye
    ..
    Hmm mungkin kan waktu ox beraksi itu anaknya. Kan katanya masih muda..
    Apa ox itu cewek..??? :-OπŸ™‚

    haduuhh hanya bisa menebak2.. Hehwhee

  4. Wahhh makin tegang nich…. sebanarnya siapa ox ini??
    Makin gak sabar ma lanjutannya… di tunggu onni….
    N selamat untuk kehamilannya ya…. fighting….

  5. aigoo yaa.. chukhae dha eon atas kehamilannya 😊 semoga lancar terus yaa sampai nanti melahirkan πŸ˜‰
    ff ini bener-bener aku tunggu loh.. penasaran dan geregetan banget sama sii Ox itu.. siapa sih sebenarnya dia??
    kasihan kan Yesungnya sampe frustasi gitu.. kasian Eunri juga.. kisah kedua orangtua Yesung juga tragis banget, aku sampe nangis bacanya loh..
    okee dehh bumil, aku tunggu kelanjutan ff nya yang entah akan dipublish kapan lagi πŸ˜„ ohh iyaa, sukses juga buat project novelnya.. kalau sudah terbit jangan mahal2 yaa harganya 😁 aku kan mau koleksi novel eonnie juga πŸ˜„πŸ˜Š kkeut paii paii

  6. ayo main tebak2an, OX itu kemungkinan maling yg dlu hampir dtangkap ayahnya yesung, mungkin ada dendam masa lalu yg tertinggal, setidaknya ada titik terang kalo malingnya bkn henry

  7. eonni udah mau nyempetin nulis dimasa kehamilan eonni juga saya senang sekali, makasih eonni..

    aduh sebenarnya siapa si ox itu, apa si pelaku pencurian yg hilang di jaman orang tua kandung yesung? ngeselin banget si ox itu, rasanya pengen bejek-bejek mukanya..

    lancar buat kehamilan dan novelnya eonni

  8. Jd ikut gregetan am si ox..susah bgt sih tu org d tgkap. Udh kyk belut aj. Licinnnnn euyyy..
    ayo smgt yesung oppa.. tgkp si ox. biar c4 bisa nikah am eunrin

  9. haaha ini akan jadi cerita yg panjang kekeπŸ™‚
    yg baca jadi ikut berfikir siapa sebenarnnya si ox ini…
    cerita yg bikin penasaran bagi yg baca kekkeπŸ™‚
    di tunggu next chapternnyaπŸ™‚

  10. wahhh makin pelik aja ni masalah :/:/

    tapi aku rasa ox itu adalah orang yg sama dengan kasus yg di tangani oleh ayah yesung dulu,atau mungkin bisa jdi anak nya si pelaku yg dulu.
    tapi itu cuma felling aku sih kak :):)
    soal nya felling aku juga gak pernah ada yg benarπŸ˜€πŸ˜€

    uwahhh ox nyuri barang nya sama orang orang yg di kenal yesung yaπŸ˜€
    mulai dari eunhyuk trus kyuhyun trus skrang donghae wahhh bener bener dah ni si ox bikin penasaran ajaπŸ˜€

    ohh ya selamat untuk kehamilannya ya kakπŸ™‚
    jan lupa di jaga dengan baik calon bayi nyaπŸ™‚;)
    semoga sehat selalu ya kakπŸ™‚

  11. Jgn blng klo ox itu org dlam,,,waduuhhh,,,!! Piye iki,,itu opini aq doang,,gk sbar pngen tau spa ox sbnarnya,,,who are you OX,,??? Ok see you,

  12. Haaaai aku reader lama nih udah baca beberapa ff disini maaf ya baru komen disini soalnya biasanya aku pake hp abal abal yang selalu gagal kalau dipakai komen aku suka banget sama ff yang genrenya action misteri kaya gini bisa bikin kita ikutan mikir dan nebak nebak siapa pelakunya dan semua ff di web ini yang pernah aku baca itu emang keren banget feelnya juga selalu dapet dan tulisannya itu rapi aku salut banget sama authornya oiya selamat ya buat kehamilannya semoga kalian berdua sehat terus

  13. wah makin penasaran aja nih sama si Ox, tanya aja sama Haeyong bisa aja ada keajaiban Haeyong langsung bisa ngomong hahahah. Ngomong2 selamat ya atas kehamilanya, wahh bakal jadi Mommy pasti bahagia.

  14. Apa mungkin si ox ini anak dari salah satu komplotan pencuri yg dtembak ayah yesung dulu? Ya ampun eunri bner2 berubah dia jadi pengertian bangetπŸ˜‰

  15. huaaa sebel banget sama yang nama y ox bikin pusing abang tercinta aku padahal kan mau nikah bentar lagi, gegara ox si oppa jadi kehilangan cincin nikah y. Curiga jangan2 ox itu penjahat yg dulu hampir di tangkap sama appa y jong woon oppa kan tadi kata y masih ada satu pelaku yg lolos. Oke eonni semangat nulis y ditunggu lanjutannya n smoga eonni n aegie y sehat slalu.

  16. Apa mungkin si Ox ini pencuri bank yang hilang dulu?πŸ˜“
    Ox cepet ketangkep biar pernikahan Yesung lancar jaya, nggak diundur πŸ™
    Sukaa moment Yesung-Eunri 😍

  17. udah lama ga baca ff author..ught..ox itu henri kan?
    ya ampun untung anak haebin dan donghae ga knapa2..ox udah semakin gencar nerror yesung..

  18. jangan-jangan OX ini ada hubungannya sama kasus pencurian BLACK MASK bisa aja OX itu salah anak atau kerabat dari penjahat yg kabur dan bisa aja penjahat yang lolos itu perempuan mungkin suaminya yg tewas bareng ayah nya yesung… jadi penasaran nih…

  19. Gw jadi makin penasaran sama si OX ini,apa sech maksudnya buat nyuri ?motif nya apa gitu,apa emank dia orang yang dikenal sama yesung dan sengaja buat ngerecokin hidup yesung ?
    Tapi feeling gw sepertinya OX itu ada hubungannya dengan orang tuanya yesung dech

  20. Ya Tuhan, penasaran banget sama si Ox. kira2 dia kapan munculnya kak? *pertanyaan macam apa ini*
    apa bener si Ox itu Henry? greget banget ya ampun, nggak tau harus komentar apa lagi di setiap part FF ini, karena yang aku rasain cuma satu; penasaran.
    kira2 FF ini sampai berapa part kak? kasihan Yesung mau nikah malah dibikin pusing, wkwk

  21. Ini moment romantis buat couple ini,, eh mlh ada yg gnggu kekekekekke
    tumben2nya ya,, Eunri brsikap manis ama Yesung hehehe
    sedih jg ya denger kisah hidup Yesung wkt kecil udh d tnggl ortu scra tragis,, utk ada org baik yg mngangkat Yesung jd anak… Sngguh bkin trharu…
    Trus bkrj keras n tetep smngat utk nangkep pencuri yg udh bkin resah masyarakat….

  22. Waaaaduuuuh ox bkn org onasaran aj!!! Jgn kan yesung yg baca aja juga terbawa penasaran nih….hehehehe….
    Keren bgt idenya thor…

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s