Another Story in Shady Girl // Kyuhyun’s Story // Kyuhyun’s Love Sign – Ending

Title : Another Story In Shady Girl // Kyuhyun’s Story
         Kyuhyun’s Love Sign
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance, NC 21

Main Cast :
Kyuhyun – Hyunjung Couple

Dha’s Speech :
Pada penasaran kan ama endingnya? Nah, Happy Reading aja deh.
Hati-hati ama typo.

Another Story In Shady girl - Kyuhyun's Love Sign by Dha Khanzaki

====One Shoot====

KYUHYUN tersenyum menatap istrinya yang sedang fokus memulas bibirnya dengan lipstik warna merah. Gaun hitam selututnya membungkus tubuhnya dengan sempurna, menonjolkan lekuk pinggang yang indah dengan rok gaun model A-line. Rambut panjang yang telah dibuat bergelombang itu dibiarkan jatuh di punggungnya, memberikan kesan misterius.

Hyunjung memang cantik, itu tak perlu dibantah. Kyuhyun telah jatuh hati pada istrinya bahkan sejak mereka pertama bertemu. Hyunjung adalah gadis dengan karakter polos, sederhana, dan jujur. Gadis itu tidak pandai berbohong, bahkan mudah sekali menangis sejauh itu berhubungan dengan seseorang yang dicintainya.

“Kau terlihat cantik.” Kyuhyun bergumam tanpa sadar. Hyunjung terkesiap. Menyadari suaminya berdiri di belakangnya, ia tersenyum lalu berbalik menghadapnya.

“Kau juga tampan.” Ia bukan sekedar membalas pujian Kyuhyun, tetapi pria itu memang tampak luar biasa dalam balutan pakaian resmi, rambut yang tertata rapi, dan senyuman menggoda.

Sangat berbeda dengan penampilan urakannya dahulu sebelum mereka menikah.

Malam ini mereka akan menghadiri acara peluncuran game terbaru yang diproduksi oleh perusahaan game milik Kyuhyun, QC Company. Mereka tidak berada di Seoul, melainkan di sebuah hotel mewah di Osaka.

Sesuai dengan janji, Kyuhyun mengajak istrinya ke acara peluncuran game di Jepang. Tetapi tujuan utama mereka berada di Jepang bukan hanya karena urusan pekerjaan Kyuhyun, melainkan untuk berbulan madu dan mendapatkan jawaban atas sesuatu yang membuat mereka bertengkar.

Beberapa bulan yang lalu Hyunjung menemukan foto wanita tak dikenal di dalam jas kerja suaminya. Foto itulah yang menjadi sumber pertengkaran mereka karena Kyuhyun menolak untuk memberitahu siapa gadis dalam foto itu. Hyunjung merajuk dan untuk pertama kalinya mereka bertengkar setelah menikah. Tetapi sekarang masalah itu sudah selesai dan Hyunjung tak lama lagi akan tahu siapa wanita ‘trouble maker’ dalam foto itu.

“Sejak tadi kau terlihat cemas, apa yang kau pikirkan?” Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang Hyunjung seraya memamerkan senyum manis yang ia berikan hanya untuk istrinya seorang. Hyunjung mendongak menatapnya. Mereka sekarang sedang berjalan menuju tempat pesta yang dilaksanakan di ballroom hotel itu.

“Aku mencemaskan Sherry. Kuharap Jarin tidak mengabaikannya.”

Kyuhyun langsung tertawa. Sherry adalah nama anjing Shih Tzu yang menjadi binatang peliharaan kesayangan mereka berdua. Kyuhyun memang menitipkan anjing cantik itu kepada Jarin—adiknya sebelum pergi ke Jepang.

“Kau tenang saja, honey. Jarin tidak akan membiarkan Sherry kita terlantar.” Ia memiringkan kepalanya, “Tetapi aku tidak yakin itu yang membuatmu gelisah.”

Hyunjung mendesah, menggeliat di dalam pelukan suaminya, “Sejujurnya aku tak sabar ingin mengetahui siapa wanita dalam foto itu.”

Menyadari ia cemas, Kyuhyun langsung mencium bibirnya dengan keras dan cepat untuk menenangkannya, sampai ketika ia melepaskan Hyunjung, kedua pipi gadis itu merona malu. Bukan karena dampak ciuman panas itu, tetapi karena mereka bercumbu di lorong sebuah hotel dengan kata lain—tempat umum. Ia tidak bisa menebak siapa saja yang akan menangkap basah mereka.

“Kau akan mengetahuinya. Aku berjanji. Tetapi sebelum ini kita harus menghadiri acara launching itu. Ayo.”

Hyunjung membiarkan tangannya diapit Kyuhyun. Ia masih kewalahan menerima perlakuan Kyuhyun yang selalu menciumnya tiba-tiba di mana pun dan kapan pun pria itu mau.

—o0o—

Acara launching berlangsung dengan lancar dan sukses. Sambutan dari kalangan pecinta game di Jepang begitu antusias. Hyunjung merasa bangga bisa menyaksikan betapa hebat dan mengagumkannya Kyuhyun ketika menjawab puluhan pertanyaan yang diajukan wartawan seputar game terbarunya dalam bahasa Jepang yang lancar dan fasih.

Sementara Kyuhyun tampak bersinar di atas panggung, Hyunjung menunggunya di kursi penonton paling belakang. Sebenarnya sejak tadi ia terus bertanya-tanya apakah gadis dalam foto itu akan muncul di acara ini
ataukah Kyuhyun akan mengenalkan mereka? Tetapi kegundahannya itu belum terjawab juga hingga acara berakhir. Hingga Kyuhyun telah berdiri di sampingnya dan mengecup pipinya dengan mesra, kecemasannya belum juga hilang.

“Ada apa sayang?” Kyuhyun heran melihat istrinya berkali-kali mengedarkan pandangan ke sekeliling mereka seperti mencari sesuatu.

“Tidak ada. Penampilanmu tadi sungguh hebat. Aku bangga padamu.” untuk pengalihan Hyunjung memeluk suaminya.

“Oh ya, tetapi kenapa aku merasa kau menyembunyikan sesuatu. Ah,” Kyuhyun mendesah di akhir kalimatnya. “Kau pasti bertanya-tanya apakah gadis dalam foto itu akan muncul di acara ini?”

“Apa?” Hyunjung terkejut. Apa gelagatnya begitu mudah terbaca? Ia tergagap-gagap tak sanggup menjawab.

Kyuhyun tersenyum manis. Tangannya meluncur merapikan helaian rambut di sisi wajahnya lalu menyampirkannya ke belakang telinga. Hyunjung lupa bahwa ia tidak bisa berbohong. Atau mungkin Kyuhyun terlalu pintar untuk ditipu. Dengan wajah tersipu ia menundukkan kepala. Terlebih karena Kyuhyun mengatapnya lembut.

“Kau akan mengetahuinya sayang. Kau tidak perlu cemburu buta seperti ini. Kupastikan dia tak akan mengubah hubungan kita. Well, mungkin akan sedikit mengubah perasaanmu padaku.”

Hyunjung membelalak kaget padanya. Reaksi polos itu kembali membuat Kyuhyun tergelak.

“Berubah ke arah yang lebih baik. Percayalah.”

“Sejak melihat foto itu kau terus membuatku gelisah.”

Hyunjung tenang untuk beberapa detik saja, kemudian ia kembali mengeluh, “Kumohon beritahu aku siapa sebenarnya gadis itu?”

“Kau akan mengetahuinya besok.”

“Oh, kau membunuhku!”

—O0O—

Hyunjung dibangunkan pagi itu oleh kecupan manis Kyuhyun di lehernya. Ia menggeliat dan tersenyum ketika bertatapan dengan wajah tampan suaminya. Ya Tuhan, dia adalah pemandangan terindah saat membuka mata, batin Hyunjung.

Kyuhyun memaparkan senyum geli, “bangun. Kita akan pergi ke suatu tempat.”

“Ke mana?” Hyunjung merasa disorientasi karena tubuhnya masih terlalu lelah pasca seks maraton mereka semalam. “Ini masih terlalu pagi, lebih baik kau ikut tidur denganku saja.” Erangnya setelah memeriksa jam yang baru menunjukkan pukul 4 pagi.

Tangan Kyuhyun mengelus rambutnya dengan lembut, “Sebaiknya jangan, sayang. Kau masih terlalu lelah dan aku baru saja selesai membersihkan diri.” Kekeh Kyuhyun, wajahnya berubah seduktif. Hyunjung menikuti fokus mata suaminga dan menyadari selimut yang dipakainya melorot sampai pinggang sehingga menyuguhkan pemandangan lezat untuk mata lapar Kyuhyun.

Hyunjung terkesiap dan Ia serta-merta menarik selimut agar menutupi tubuh telanjangnya. Meskipun Kyuhyun adalah suaminya, ia masih malu bila tampil tanpa busana di depannya. “Maksudku tidur di sampingku.” Hyunjung merona.

Hyunjung benar-benar menggemaskan, Kyuhyun membungkuk untuk meraih bibirnya, menciumnya dengan rakus. Hyunjung mengerang, gairah langsung bergolak di dadanya seperti air mendidih. Kyuhyun ikut menggeram, ia naik ke atas ranjang lalu mengangkangi tubuh istrinya agar ia bisa lebih leluasa menciumnya. Ketika Kyuhyun menjauhkan wajahny a, mereka terengah. Kyuhyun menekuk sikunya di kedua sisi kepala Hyunjung dan secara perlahan menindih tubuh istrinya. Hyunjung memejamkan mata diiringi lenguhan nikmat keluar dari sela bibirnya.

“Aku sungguh tergoda ingin bercinta denganmu lagi, tapi kita harus keluar dari hotel ini secepatnya.” Kyuhyun berbisik. Keningnya bersentuhan dengan kening Hyunjung. Gairahnya terbakar melihat Hyunjung merona dan nafasnya tak teratur.

Hyunjung membuka mata dan langsung bertatapan dengan mata tajam Kyuhyun dalam jarak yang teramat dekat. Jantungnya berdebar. “Mengapa kita harus terburu-buru. Masih ada tiga hari lagi sebelum kita kembali ke Korea.” Ia menggesekkan hidungnya pada hidung Kyuhyun dan membuat mereka sama-sama terkekeh.

“Kau sungguh pandai merayu.” Desah Kyuhyun. Ia sangat menyukai keintiman mereka di pagi hari dan cara Hyunjung yang manis dalam membangkitkan gairahnya. Jika mereka tidak memiliki rencana lain pagi ini, ia sudah bernafsu melahap istrinya lagi. Untuk sekarang singkirkan pikiran itu dan sadarlah.

Kyuhyun menunduk untuk mengigit lembut kulit leher Hyunjung lalu turun dari tempat tidur dengan enggan. Seperti air dingin menyiram tubuhnya, Hyunjung tercengang dan menatap Kyuhyun yang kini sedang sibuk memakai mantelnya. “Aku tunggu kau di bawah dalam dua puluh menit.”

“Hei!” Hyunjung tercengang. Ia menutup tubuhnya dengan selimut lalu bergegas ke kamar mandi. Ia ingin tahu apa yang membuat Kyuhyun begitu terburu-buru.

—o0o—

Dua puluh menit kemudian Hyunjung sudah siap dan sedang memoleskan lipgloss sebagai sentuhan akhir. Ia memakai gaun selutut dengan kardigan, sepatu berheels sedang dan topi rajut wol. Rambutnya ia biarkan tergerai setelah diberi aksen bergelombang memakai catok rambut.

“Oke, aku siap pergi menjelajah Osaka.” Udara di daerah itu cukup hangat karena berada di peralihan musim semi ke musim panas sehingga Hyunjung tak perlu membawa mantel tebal. Ia keluar dari kamar sambil menyampirkan tas tangan di bahu.

“Ke mana kita akan pergi?” Hyunjung syok tepat setelah ia mendengar rencana yang dipaparkan Kyuhyun ketika mereka berada di dalam mobil yang akan mengantar mereka ke suatu tempat.

“Hokkaido, sayang. Kita akan ke Sapporo.” Jelas Kyuhyun santai seolah itu telah menjelaskan segalanya. Ia tak menyadari bahwa istrinya berada dalam fase sangat terkejut dan kebingungan.

“Tapi itu tempat yang jauh sekali dari tempat kita menginap dan Kita meninggalkan barang-barang kita di hotel.”

“Hyunjung sayang..” disentuhnya dagu Hyunjung agar menghadapnya. “Jangan terlalu khawatir. Aku sudah menyuruh seseorang untuk mengantarkannya ke tempat tujuan kita.”

“Bagaimana bisa kau menugasi seseorang untuk mengurus barang-barang kita? Banyak benda berharga yang kita tinggalkan di sana.” Hyunjung teringat dengan dokumen-dokumen penting kerjasama perusahaan Kyuhyun dengan perusahaan game Jepang yang disimpan di dasar koper. Bagaimana jika dicuri?

“Tidak akan hilang, orang yang kusuruh bisa dipercaya.”

“Tapi..” ucapan Hyunjung dihentikan dengan satu ciuman Kyuhyun. Ia mengerjapkan mata dan tiba-tiba lupa dengan apa yang harus dikatakan. Panas menjalari pipinya kala ia mengerlingkan mata ke arah suaminya.

“Kau terlalu berpikir secara berlebihan. Sejak dulu selalu seperti itu. Kau tenang saja, semua baik-baik saja.”

Hyunjung hanya mengangguk dan diam. Melirik ke depan ia menyadari pengemudi mobil diam-diam memperhatikan apa yang mereka lakukan. Ia merasa malu lalu menoleh ke arah Kyuhyun yang tampak sangat santai, menatap pemandangan luar Osaka yang indah. Langit masih gelap di luar sana.

Sekarang, diselimuti keheningan Hyunjung kembali teringat pada foto perempuan misterius yang masih enggan dijelaskan identitasnya oleh Kyuhyun. Ia sangat penasaran dengan wanita itu. Dia tampak cantik dan muda, meskipun tidak semuda dirinya. Hyunjung melirik Kyuhyun lewat sudut matanya, suaminya masih menatap ke luar jendela. Bibirnya membentuk senyuman dan Hyunjung sungguh ingin mengetahui apa yang dipikirkan Kyuhyun.

Perjalanan menuju bandara yang hening. Hyunjung kaget merasakan Kyuhyun menggenggam tangannya. Ketika menoleh, ia disuguhkan senyuman manis suaminya.

“Kau akan tahu siapa wanita itu ketika kita tiba di sana.” Bisiknya tulus. Hyunjung mengerjap, bagaimana Kyuhyun tahu bahwa ia sedang memikirkan foto misterius itu?

Hyunjung mendesah,, “semoga fakta yang akan kuketahui tidak akan mengejutkanku.”

“Sayangnya, kau pasti akan terkejut.” Senyum miring Kyuhyun membuat detak jantung Hyunjung menggila.

Apa maksud kata-katanya?

—o0o—

Setibanya di Sapporo, matahari mulai menampakkan diri di ufuk timur. Hyunjung meniup tangannya karena tanpa disangka udara di daerah itu jauh lebih dingin daripada di wilayah Kansai. Kyuhyun menggenggam tangannya lalu menjejalkan tangan mereka ke saku mantelnya. Hyunjung merasa sangat hangat.

“Ayo, kita akan mengejar fajar.” Kyuhyun tersenyum lalu menariknya pergi.

“Tunggu, kita akan berjalan kaki?”

Hyunjung terperanjat sadar ketika Kyuhyun terus membawanya berjalan setelah keluar dari bandara. Mereka tidak naik taksi atau transportasi apapun. Apa tempatnya terjangkau dengan berjalan kaki?

“Tenang saja, tempatnya tidak jauh.” Kyuhyun menjawab kegusaran Hyunjung.

“Oh, baiklah.” Hyunjung hanya bisa mengikuti Kyuhyun. Semoga tujuan mereka memang tidak jauh karena ia khawatir tidak akan bisa bertahan berjalan dengan sepatu be-heels yang dikenakannya.

Sekitar lima belas menit kemudian, Hyunjung mulai mengeluh. Jika ia tahu mereka akan mendaki gunung, ia tidak akan memakai dress.

“Apa masih jauh?” Keluh Hyunjung. Ia mengerang karena kakinya terasa kebas. Berapa lama lagi mereka harus menaiki tangga ini. Rasanya sudah ratusan anak tangga yang didaki Hyunjung. Tapi puncaknya masih belum terlihat. Mungkin karena sekeliling mereka adalah hutan lebat dan tangga yang menjadi jalan satu-satunya menuju puncak bukit berkelok-kelok.

“Sebentar lagi kita sampai.” Kyuhyun menoleh dan mengeryit melihat istrinya kelelahan. “Kau lelah?”

“Hanya pegal.” Desis Hyunjung memegangi betisnya. Tanpa kata Kyuhyun berjongkok dan melepaskan sepatu Hyunjung. Ia mendongak dengan raut penuh permohonan maaf.

“Maaf, seharusnya aku mencari jalan yang lebih mudah.”

Hyunjung merona, “tidak apa-apa. Aku hanya tidak terbiasa.”

“Mungkin jika aku memperingatimu lebih dulu kau bisa mempersiapkan diri.” Kyuhyun merasa bersalah. Ia bangkit disertai kekhawatiran di wajahnya. “Apa kau ingin istirahat dulu?”

Hyunjung ingin berkata tidak, namun melihat ekspresi memelas Kyuhyun yang nampaknya akan sangat membuatnya kecewa bila Hyunjung sampai hati mengatakan tidak, untuk menyenangkan Kyuhyun ia menggelengkan kepala dengan bibir tersenyum.

“Tidak masalah. Aku masih bisa berjalan tanpa alas kaki.”

Kyuhyun tersenyum sehangat sinar matahari pagi, “aku akan memegangmu.” Sesuai kata-katanya, ia menggenggam tangan Hyunjung dan mereka berjalan bersama menaiki anak tangga yang tersisa.

Tak lama kemudian, Hyunjung berbinar bahagia melihat ujung tangga. “Kita hampir sampai.”

“Yup,” Kyuhyun menahan tawa. “Tapi bukan di sana tujuan kita.”

“Apa, lalu di mana?” Hyunjung kaget. Apa mereka akan mendaki ke tempat yang lebih tinggi?

“Di sini.” Kyuhyun membimbingnya melewati jalan setapak di sisi tangga, entah mengarah ke mana. Hyunjung kembali memakai sepatunya karena jalan itu ditutupi oleh dedaunan dan ranting yang lembab.

“Kau yakin ke mana jalan ini berakhir?” Gumam Hyunjung sangsi. Ia melirik waspada ke hutan yang mengapit jalan yang mereka lalui. Dahan pepohonan yang tinggi menjadi kanopi sehingga cahaya matahari sulit mencapai tanah. Udara di sekitar menjadi lembab dan basah.

“Kau tenang saja. Begitu sampai di ujung jalan, kau akan merasa jalan yang ditempuh untuk bisa ke sana sebanding dengan indahnya pemandangan yang disuguhkan.”

Hyunjung jadi bertanya-tanya sebagus apa pemandangan yang dimaksud Kyuhyun setelah mereka melalui jalan setapak sehoror ini.

“Nah.” Seru Kyuhyun membuatnya menoleh. Namun tiba-tiba saja penglihatannya menjadi gelap gulita.

“Kenapa mataku ditutup?” Hyunjung memegang tangan Kyuhyun di wajahnya.

“Karena aku akan memberimu kejutan.” Suara Kyuhyun terdengar di telinganya.

Hyunjung berdebar-debar. Kejutan? Ia akan mendapat kejutan? Ia merasa Kyuhyun membimbingnya ke depan, beberapa langkah kemudian mereka berhenti.

“Oke sayang, tarik napas dan bersiaplah.” Kyuhyun begitu antusias. Lalu ia menarik tangannya dari wajah Hyunjung.

Hyunjung merasa silau ketika membuka mata karena mereka berhadapan dengan matahari terbit. Ketika akhirnya ia bisa menyesuaikan diri dan menangkap pemandangan di hadapannya, tenggorokannya tercekat.

“Oh my..” ia berjalan lebih dekat untuk memastikan bahwa ia tidak salah lihat. Ia menutup mulutnya dan matanya berkaca-kaca. Ini nyata. Ia tidak sedang bermimpi.

“Bagaimana?” Kyuhyun menyeringai bangga.

Hyunjung hanya menggeleng, ia kesulitan mengungkapkan perasaannya dengan berkata-kata. Dalam mimpi pun, ia tak pernah membayangkan ini.

Di bawah sana, di antara hamparan ladang tulip putih terselip tulip merah yang membentuk namanya dalam hangul, berukuran begitu besar sehingga jika dilihat dari atas bukit, hasilnya akan spektakuler. Dan memang begitulah kenyataannya. Hyunjung begitu terharu sampai ingin menangis.

“Tolong katakan sesuatu, sayang. Aku hampir mati menunggu reaksimu.” Kyuhyun memeluknya dari belakang.

“Ini indah sekali, aku..” Hyunjung tersedak airmatanya sendiri. Ia bertahan agar tidak menangis, namun bagaimana pun melihat namanya diukir dalam kanvas sebesar satu hektar ia sangat terharu.

“Bagaimana bisa kau membuat ini..” Hyunjung tak bisa membayangkan besarnya usaha Kyuhyun untuk membuat semua ini terjadi.

“Aku tidak membuat ini sendiri, sayang. Aku meminta bantuan para petani ladang untuk mengatur bibit-bibit bunga itu agar membentuk namamu. Bagaimana, kau suka?”

“Oh,” Hyunjung berbalik lalu mengalungkan tangan di leher Kyuhyun dengan erat. Bergelantung padanya, “Aku sangat menyukainya. Membayangkan kau menghabiskan banyak waktu membuat ini untukku, aku merasa sangat terharu.” Ia menenggelamkan wajahnya di leher Kyuhyun.

Kyuhyun sangat puas dan bahagia mengetahui usahanya tidak sia-sia. Ia melingkari Hyunjung dengan pelukannya. “Ini adalah lambang cintaku untukmu, Hyunjung. Melalui tulip-tulip merah itu aku ingin menegaskan padamu bahwa ‘aku mencintaimu selamanya’. Tak ada wanita lain dalam hatiku selain dirimu.”

Benar, bahasa bunga untuk tulip merah adalah; aku mencintaimu selamanya.

“Sejak kapan kau terpikir membuat hal menakjubkan ini?”

“Sekitar tiga bulan yang lalu. Aku meminta pekerja ladang agar menata ulang bunga-bunga itu sesuai dengan pola yang sudah kubuat. Resiko kegagalan lumayan besar karena bunga-bunga yang sedang kuncup itu justru harus dipindahkan, dan butuh biaya besar juga. Tapi semua usaha itu terbayar melihatmu sangat bahagia.”

“Hanya itu?” Bahu Hyunjung turun. “Kau bersusah payah membuat ini dan mengajakku mendaki gunung hanya untuk membuatku bahagia?”

Mata Kyuhyun membiaskan rasa bahagia, dengan lembut ia mengusap pipi istrinya, “Aku ingin mewujudkan rasa cintaku padamu dalam bentuk yang lebih permanen.”

Kini Hyunjung merasa sangat malu, namun juga bahagia. Ia telah menuduh Kyuhyun berkhianat di saat pria itu berjuang membahagiakannya. Tiga bulan lalu adalah masa ketika Kyuhyun sibuk bolak-balik antara Korea dan Jepang. Ia tidak menyangka di antara kesibukan Kyuhyun bekerja, suaminya menyempatkan diri menyusun bunga tulip di ladang.

Foto wanita itu, Hyunjung yakin akan ada penjelasan logis dan tak melibatkan pengkhianatan apapun di baliknya.

“Terima kasih sudah memberiku hadiah seindah ini di saat aku tidak berulang tahun.”

Kyuhyun mengecup pipinya. “Apa harus berulang tahun dulu untuk mendapat hadiah?”

Hyunjung merona. Ia sekali lagi menatap hamparan bunga tulip yang membentuk namanya di bawah sana. “Mereka sangat indah. Aku ingin membawa pulang semuanya.” Desahnya penuh harap.

Tiba-tiba Kyuhyun merangkulnya, “akan kubuatkan satu untukmu di Korea. Tapi sekarang, kau hanya bisa membawa mereka dalam bentuk foto. Say kimchii,” Kyuhyun mengabadikan momen itu dengan kamera. Berkali-kali hingga mereka puas dan sama-sama kelaparan.

“Sekarang aku lapar.” Hyunjung mengusap perutnya. Sungguh ia tak ingin pergi, tapi ia harus melakukannya. Urusan perutnya tak bisa diajak kompromi.

“Kita pergi tanpa sarapan.”

Hyunjung menatap ke bawah dan mengerang. “Sejujurnya, aku sudah tidak memiliki tenaga yang tersisa lagi untuk turun.”

“Jangan khawatir. Ada penginapan di atas sana. Ayo.” Kyuhyun mengapit tangannya dan menggiringnya pergi melewati jalan lain. Hyunjung tak habis pikir, siapa yang membangun penginapan di puncak bukit seperti ini? Perjuangan untuk tiba di atas saja begitu besar dan melelahkan.

Tak butuh waktu lama untuk tiba di sana. Hyunjung terkejut dan hampir tersandung ketika melihat penginapan itu. Besar dan bergaya tradisional Jepang. Namun ia tak percaya bahwa ada jalan aspal yang cukup lebar dan bisa dilalui dua mobil untuk menuruni lereng bukit. Lalu mengapa ia harus bersusah payah menaiki ratusan tangga jika ia bisa menumpang mobil untuk sampai di sini.

“Jadi,” lirih Hyunjung dengan napas tersengal, “Kenapa kita harus susah-susah untuk sampai di tempat tadi jika kita bisa mencapainya dari sini.”

Kyuhyun mengusap tengkuknya, “aku mengharapkan suasana yang berbeda. Lagipula jalan tadi lebih dekat. Kita harus jalan memutar jika menggunakan mobil. Maaf, kau pasti kelelahan.”

“Tidak masalah,” Hyunjung menyunggingkan senyum, “hanya saja lain kali kumohon, beri aku peringatan lebih dahulu. Aku tidak mau mendaki bukit dengan memakai high heels untuk kedua kalinya.”

“Maaf.” Kyuhyun mengusap pipinya. “Aku akan bertanggung jawab untuk sisanya.”

“Apa?” Hyunjung mengerjap. Kyuhyun jongkok membelakanginya, “ayo, naiklah.”

Tawa ringan Hyunjung menguar, “hanya tinggal seratus meter lagi.”

“Tidak apa-apa.”

Baiklah, demi kepuasan Kyuhyun, Hyunjung melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun. Ia menjerit ketika Kyuhyun berdiri dan membawanya bersama.

“Wow, kau sangat kuat.” Hyunjung terkikik, kagum dan gembira.

“Kau yang ringan, sayang.” Kyuhyun menggendongnya menuju penginapan. Ada beberapa mobil terparkir di depannya dan Hyunjung diturunkan tepat di depan pintu kayu yang merupakan pintu masuk utama penginapan.

Hyunjung mendongak takjub melihat penginapan itu, ” kita akan menghabiskan sisa liburan kita di sini?”

Kyuhyun tertawa melihat rasa antusias istrinya, “tak pernah menginap di penginapan tradisional Jepang?”

“Ini yang pertama kali.” Aku Hyunjung.

“Well, senang menjadi yang pertama membawamu kemari. Ayo.”

Mereka disambut seorang wanita ketika memasuki penginapan. Wanita itu memberi salam khas untuk menyambut tamu.

“Omo!” Hyunjung mengerjapkan mata melihat wanita itu. Bukankah dia adalah wanita misterius dalam foto! Ia memandang Kyuhyun dengan mata membulat menuntut penjelasan.

“Perkenalkan, dia Kazumi Minamoto, pengelola penginapan ini sekaligus pemilik ladang tulip menakjubkan yang sudah kaulihat tadi.” Kyuhyun mengenalkan.

Apa? Hyunjung tergagap-gagap.

Nyonya Minamoto tersenyum. “Selamat datang Tuan dan Nyonya Cho di penginapan Minamoto. Barang-barang Anda sudah tiba dan sudah ditempatkan di kamar.” Ucapnya ramah seraya menyerahkan kunci.

Hyunjung mengerjap takjub sementara Kyuhyun menerima kunci itu.

“Aish, tolong jangan terlalu formal denganku, Kazumi.” Kyuhyun berkata.

“Kau bisa berbahasa Korea?” Hyunjung sudah ingin menanyakan itu sejak mendengar wanita misterius itu bicara dengan bahasa yang dimengertinya. Jelas-jelas dia orang Jepang dari wajah dan namanya. Dan ia penasaran bagaimana mereka bisa saling mengenal.

“Kau mengenal Kazushi Ando yang kukenalkan padamu kemarin, Kazumi adalah adiknya. Beberapa bulan lalu ketika aku bertanya apakah ada ladang bunga yang bagus untuk kugunakan sebagai kanvas, dia menyarankanku agar menemui adiknya di Sapporo yang memiliki ladang bunga tulip. Tuan Ando memberiku foto adiknya agar aku mudah menemukannya ketika tiba di sini. Nyonya Minamoto dengan senang hati mengizinkanku mengacak-acak ladang bunganya.”

“Menurutku, ide Tuan Cho sangat romantis. Aku adalah penggila segala hal romantis.” Sambung Kazumi. Hyunjung mengerutkan kening karena masih penasaran dengan sosok Kazumi Minamoto.

“Dalam beberapa kali kunjunganku kemari, Kazumi membantuku. Dia sangat baik, bahkan memberiku tempat menginap.”

“Apa?!” Hyunjung tersengal, kaget. Kyuhyun menginap di tempat wanita itu!

“Jangan khawatir, aku sudah menikah. Suamiku juga tinggal di penginapan ini.” Kazumi nampaknya menyadari kecurigaan Hyunjung, karena itu ia langsung mengklarifikasi.

“Kau belajar bahasa Korea dari suamimu?”

“Bukan, dari ibuku. Dia warga negara Korea sementara ayahku orang Jepang. Suamiku, Jun Minamoto adalah orang Jepang juga.”

Hyunjung mengangguk pelan. Ia paham sekaligus lega. Tentu saja, marga Minamoto didapat Kazumi dari suaminya. Ia heran sejak pertama mendengar marga Kazumi dan kakaknya tidak sama.

“Jadi, apa kejutannya berhasil?” Pertanyaan Kazumi membuyarkan lamunan Hyunjung.

“Oh sangat berhasil.” Hyunjung menyeringai. Hatinya kembali dipenuhi kehangatan yang ia rasakan ketika melihat ladang bunga itu. Ia menoleh dan mendapati Kyuhyun tersenyum penuh arti padanya.

“So, you’re not angry about that photo again? We’re just friend.” Kyuhyun sengaja bertanya dalam bahasa Inggris agar Kazumi yang tidak memaham bahasai itu tidak mendengarnya.

Apakah ia masih marah setelah mengetahui semuanya? Tentu saja tidak. Pipi Hyunjung merona menyadari ia memang cemburu buta.

“I’m really sorry.”

“Kau selalu kumaafkan.” Kyuhyun mencium keningnya. “Sekarang ayo kita masuk dan makan.”

—o0o—

Hyunjung kini merasa lebih ringan setelah segalanya jelas. Ia bisa bernafas lega dan menikmati pemandangan dengan lebih tenang. Seusai makan, Kyuhyun mengajaknya mengelilingi taman di sekitar penginapan itu yang indah dan bergaya sangat Jepang. Kebetulan sekali penginapan itu tidak sedang melayani banyak tamu sehingga tempat itu terasa seperti rumah sendiri.

Tidak hanya pemandangan di siang hari yang indah, malam hari pun suasana di sana tampak menakjubkan. Hyunjung bisa menyaksikan gugusan bintang dengan jelas sambil menikmati berendam di kolam air panas. Pemandian itu tidak memiliki atap dan Hyunjung gembira karena pemandiannya terpisah. Ia tidak bisa membayangkan berendam dengan tubuh telanjang bersama pria lain selain Kyuhyun. Kini pikirannya terasa rileks dan tubuhnya segar kembali begitu berendam dalam air panas.

“Bagaimana perasaanmu?” Kyuhyun bertanya sambil menuangkan teh herbal untuknya ketika Hyunjung kembali ke penginapan. Suaminya itu tampak santai mengenakan kimono tidur, duduk di kursi yang terdapat di balkon kamar mereka di lantai dua. Selain sepoci teh, di meja kecil samping kursi Kyuhyun pun terhidang aneka camilan pendamping minum teh.

“Baik dan segar.” Hyunjung tersenyum. Ia mendekati Kyuhyun untuk mengecup pipinya. “Terima kasih sudah membawaku ke tempat ini.” Lalu duduk di kursi lain yang kosong.

“Aku senang kau menikmatinya.”

“Hmm..” Hyunjung bergumam setuju sambil menyesap tehnya. Ah, rasa hangat teh herbal yang mengalir melewati tenggorokannya sungguh menenangkan hingga membuat ia memejamkan mata.

“Aku menyukai suasana pegunungan seperti ini. Aku berharap suatu hari bisa membangun rumah di atas bukit yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.” Renung Kyuhyun. Hyunjung menoleh.

“Kau terdengar seperti orangtua. Biasanya aku mendengar kalimat seperti itu dari Ayah atau Kakekku.”

Kyuhyun cemberut karena keinginannya dianggap lelucon oleh Hyunjung. “Maaf jika jalan pikiranku ketinggalan jaman.”

Melihat Kyuhyun merajuk, Hyunjung malah tertawa. “Maaf, aku tidak bermaksud mencela mimpimu. Hanya saja aneh sekali tiba-tiba kau menginginkannya.”

“Kau ini!” Kyuhyun mendesis gemas. Jika Hyunjung berada dalam jangkauan tangannya ia ingin sekali menciumnya sampai istrinya itu meminta ampun. Sayangnya ia harus bangun dari kursinya jika ingin melakukan niat mesumnya itu.

“Oh lihat, bulan!” Hyunjung menunjuk langit. Awan semula menyembunyikannya, tetapi kini begitu langit terbuka, bulan menampakkan diri dan menunjukkan betapa megah singgasananya di langit sana. Bulan adalah penguasa malam hari dan Hyunjung amat menyukai berdiri di bawah sinarnya. Ia berdiri dan mendekat ke sisi pagar pembatas, berharap bisa melihat bulan lebih dekat.

“Sekarang aku juga menginginkan rumah di atas bukit.” Desah Hyunjung kagum, matanya tak lepas dari langit.

Kyuhyun terkesima. Ia bangkit dari kursi dan berdiri di belakang Hyunjung. “Kenapa?” Ia memandang wajah cantik istrinya dari samping.

“Agar aku bisa melihat bulan lebih dekat dan sejelas ini.” Hyunjung menghela nafas seakan ingin menegaskan bahwa ia amat terkesan dengan pesona bulan yang tak pernah pudar.

“Kita bisa. Aku akan membuatkan satu untukmu.” Kyuhyun memandangnya dengan begitu intens. Ia tak bisa mengalihkan pandangan dari rupa canti istrinya. Hyunjung menoleh merasakan panasnya tatapan Kyuhyun. Jantungnya langsung berdetak kencang. Ia menemukan gairah dalam sorot mata suaminya.

“Kenapa?” Lidahnya kelu. Ia hanya sanggup mengucapkan satu kata.

“Aku ingin menciummu.” Sorot mata Kyuhyun membakar dan itu adalah pernyataan.

Hyunjung belum sempat bereaksi. Sedetik kemudian mulut Kyuhyun berada di mulutnya.

Kyuhyun sesekali harus bertanya pada temannya, dosen seksualitas manusia di universitas tempatnya mengajar. Mungkin ada sesuatu dalam dirinya yang membuatnya mudah bergairah setiap berdekatan dengan Hyunjung. Ia tak pernah merasa bosan. Rasa bibir Hyunjung selalu manis dan memabukan, membuatnya memagut bibir itu lebih menggebu lagi.

Ketika jari-jari Hyunjung meremas rambutnya, Kyuhyun menggeram. Ia tidak berhenti menciumnya, malah semakin merapatkan tubuh mereka. Ia berhenti hanya untuk mengisi paru-paru dengan udara.

“Kau seperti wine dengan citarasa tinggi yang membuatku ketagihan.” Kyuhyun menempelkan kening mereka, ia tidak mau berjauhan dengan Hyunjung. Ia suka menghirup wanginya yang memabukan bak candu.

Hyunjung tersengal dan jantungnya berdebar kencang. Nafas Kyuhyun menghangatkan pipinya dan seluruh tubuhnya yang dingin karena terbelai udara malam yang dingin. Ia melingkarkan tangam di leher Kyuhyun, sepenuhnya bersandar padanya.

“Aku menyukai caramu menyentuhku.” Pipi Hyunjung merona setelah mengatakannya.

“Dan aku menyukai caramu merespon sentuhanku.” Kyuhyun memberikan satu kecupan panas di lekuk lehernya. Hyunjung memiringkan kepala, melenguh pelan. Ia bergidig ketika Kyuhyun menggigit halus telinganya.

“Kurasa aku harus membawamu pindah ke tempat yang lebih hangat.” Suara Kyuhyun terdengar serak dan penuh maksud tersembunyi. Hyunjung memejamkan mata. Kyuhyun menciumnya sekali lagi kemudian berbisik, “Aku akan membawamu ke ranjang.”

Hyunjung merasakan tubuhnya terangkat dari lanta dan beberapa lama kemudian punggungnya menyentuh material yang lembut dan hangat. Membuka mata, Hyunjung menyadari ia sudah terbaring di tengah ranjang, di kamar dengan Kyuhyun berada di atasnya, menggunakan tangan dan lututnya sebagai tumpuan.

Matanya memancarkan gairah membara.

—o0o—

Hanya dengan tatapan panas Kyuhyun, Hyunjung mendapati dirinya terengah-engah.

“Kau sangat cantik.” Kyuhyun merayapkan tangannya menyusuri pipi menuju lehernya dan berlabuh di belahan dadanya yang mengintip di sela kimononya yang melonggar.

Hyunjung menelan ludah, matanya refleks menutup. Ia menikmati sentuhan Kyuhyun dan Kyuhyun pun semakin bergairah melihat reaksi istrinya. Libidonya terpompa naik sampai pada batas dimana ia tidak bisa mengendalikannya. Ia terburu-buru membuka tali pengikat kimono Hyunjung dan menahan nafas menyadari istrinya tidak memakai pakaian lagi di balik kain itu. Matanya membiaskan kegembiraan seperti seseorang yang membuka kotak kado berisi hadiah spektakuler. Hyunjung merona.

Kyuhyun hanya menyeringai singkat kemudian menguburkan kepalanya di leher putih nan jenjang istrinya. Sangat menggoda, membuatnya mereguk kenikmatan itu seperti orang kelaparan.

“Oh, please.” Hyunjung mencengkeram bahu suaminya. Ciuman panas Kyuhyun tak hanya menggelitik lehernya, secara perlahan merambah turun ke bawah, semakin ke bawah dan tiba di puncak sensitif dadanya.

Sekujur tubuh Hyunjung gemetar. Kyuhyun menghangatkan bagian itu dengan mulutnya, membasahinya sehingga merangsang hasrat Hyunjung. Sesuatu dalam perutnya berputar-putar. Ia menggeliat. Kyuhyun begitu pintar menggodanya dan menariknya ke tepian gairah.

Kyuhyun begitu puas, napasnya memburu melihat Hyunjung meregang oleh kenikmatan. Mulutnya yang seksi dan tampak memerah itu terbuka, mengeluarkan suara-suara provokatif yang membuat tubuhnya menegang. Tergoda oleh gerakannya yang sensual, Kyuhyun meraup bibir itu. Hyunjung mengerang di mulutnya.

Tangannya tak mau diam. Salah satunya berhasil mencapai pusat gairah Hyunjung yang panas dan basah. Menyibakkannya, dan menyentuhnya dengan lembut. Lenguhan nikmat Hyunjung berhasil lolos dan Kyuhyun melepaskan pagutannya agar ia bisa mendengar rintihan yang menggetarkan seluruh hati dan tubuhnya itu.

“Sayang, aku suka mendengar suaramu.” Bisik Kyuhyun. Hyunjung menatap matanya dalam keremangan. Lampu di kamar itu sengaja tak dinyalakan. Kyuhyun menyukai menikmati pemandangan tubuh telanjang istrinya disirami cahaya keperakan bulan.

Begitu seksi dan melumerkan hasrat.

“Kau selalu suka menggodaku, terutama saat kita berada di atas ranjang.” Suara Hyunjung terpatah-patah karena ia sedang berusaha tetap rasional di saat Kyuhyun mulai memainkan salah satu jari di dalam tubuhnya. Sentuhan itu seperti korek yang menyalakan sumbu. Ia terbakar, menggeliat dan gila.

Kyuhyun merundukkan kepalanya kembali ke persinggahan favoritnya, leher Hyunjung. “Aku memang suka menggodamu dan aku tidak akan pernah bosan.”

“Aku tidak mengeluh.” Dan Hyunjung mendesis bersamaan dengan tangan Kyuhyun yang lain mulai meremas buah dadanya.

Oh bagus, seluruh tubuh sensitifnya digoda bersamaan. Ia bisa gila.

Hyunjung merasa sekujur tubuhnya benar-benar terbakar. Kakinya mengejang ketika kenikmatan tiada tara tiba-tiba menariknya jatuh dan ia sampai pada pelepasannya yang pertama. Ia berteriak penuh kepuasan, kedua tangannya mencengkeram erat seprei. Saat gelombang itu mereda, ia terengah-engah, berkeringat, dan basah.

“Kau sangat seksi saat datang.” Kyuhyun menyeringai. Ia menanamkan beberapa kecupan di tempat gairah itu meledak tanpa melepaskan kontak mata dengan Hyunjung yang tampak memerah oleh gairah. Bagaimanapun, apa yang dilakukan Kyuhyun padanya sangat intim dan erotis. Sudah terlambat untuk malu, Hyunjung tanpa malu lagi melenguh dan menggeliat.

Mendengar suara erangan Hyunjung sungguh menggairahkan. Kyuhyun tak kuasa lagi hanya menyaksikan kenikmatan yang dirasakan istrinya. Ia akan ikut menikmatinya juga. Lekas ditanggalkannya kimono yang ia pakai dan mencampakannya ke lantai. Ia tidak malu dengan ketelanjangannya, malah menikmati cara dada Hyunjung naik dan turun karena gugup melihat dirinya.

“Kenapa gugup sayang, kita sudah melakukannya ratusan kali.” Sempat-sempatnya Kyuhyun menggoda.

Semburat merah kini melingkupi seluruh wajah Hyunjung. Bagaimana bisa ia merona hanya karena kata-kata Kyuhyun? Tidak, ia tidak boleh selalu menjadi penikmat. Ia harus bertindak.

“Siapa yang gugup?” Hyunjung tiba-tiba bangkit, mengejutkan Kyuhyun. Kini mereka duduk berhadapan. Hyunjung dengan berani menciumnya lebih dulu. Begitu menggebu hingga membuat Kyuhyun yang berpengalaman dalam hal cium-mencium kewalahan. Hyunjung mengurung sisi wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya. Kyuhyun tak bisa bergerak. Namun keagresifan Hyunjung berhasil merangsang nafsunya. Ia tak tahu bahwa momen di saat ia tak berdaya karena invasi Hyunjung terasa begitu panas.

Kyuhyun memggeram. Ia menarik Hyunjung jatuh bersamanya. Hyunjung terkesiap dan sontak menjauh. Ia terengah-engah di dada Kyuhyun. Pria itu menyeringa.

“Aku suka sekali dengan sisi liarmu. Mengapa baru menunjukkannya sekarang?” Bisiknya yerengah, suaranya serak dan menggoda. Hyunjung sendiri tidak tahu darimana ia mendapat keberanian menyerang seperti itu. Ia mengangkat bahu.

“Cahaya bulan memengaruhiku, mungkin.”

“Ya, kau memang sangat cantik di bawah sinar bulan seperti ini.” Kyuhyun mengagumi tampilsn Hyunjung saat ini. Sisi tubuhnya yang gelap tak terkena sinar tampak misterius sekaligus seksi bila dilihat dari bawah. Kyuhyun berhasrat, menjangkau tengkuk Hyunjung lalu menariknya ke bawah dan ia pun menyatukan bibir mereka.

Dengan posisi seperti ini membuat tarian lidah mereka menjadi lebih sensual. Tangan Kyuhyun tak mau diam, meraba dan merangsang seluruh tempat yang bisa digapainya. Ketiks tiba akhirnya di lipatan basah Hyunjung, ia menggodanya sekali lagi. Hyunjung mengerjap kaget dan mengigit bibir Kyuhyun sebagai balasan. Kyuhyun mendesis.

“Kau suka bermain nakal rupanya.”

Nafas Hyunjung tak beraturan. Mereka bertemu dalam tatapan yang membakar gairah. Entah apa mereka pikirkan, namun keduanya sepakat dengan satu hal; sekaranglah saatnya. Hasrat yang sudah tak terbendung lagi sudah seharusnya disalurkan.

Hyunjung beraksi lebih dulu. Ia bergerak menuruni tubuh Kyuhyun hingga tiba dibagian yang sudah begitu berhasrat. Ia menunduk dan menciumnya sekali. Kyuhyun mengerang nikmat, tangannya merenggut rambut panjang Hyunjung. Sementara Hyunjung merasa terbang di atas angin. Ia seperti wanita jalang, panas serta liar. Aiapa yang menyangka mendengar Kyuhyun mengerang karena ulahnya terasa begitu bergairah. Darah mengalir dengan cepat ke seluruh tubuhnya.

“Hyunjung,” Kyuhyun terus menyenandungkan namanya. “Berhenti kumohon, aku tidak ingin datang di mulutmu.” Ia menarik dagu Hyunjung dan napasnya berantakan. Hyunjung menyeringai puas.

“Kau sangat seksi saat terangsang.” Balas Hyunjung sambil mengedipkan mata. Kyuhyun mencengkeram pinggangnya.

“Maka kau harus bertanggung jawab.” Kyuhyun menempatkan Hyunjung hingga pas dengan pusat gairahnya yang terasa sakit dan berkedut. Hyunjung mengangkat sedikit pinggulnya. Ia bergumam lirih merasakan kenikmatan tak terkira ketika secara perlahan, tubuh mereka bersatu.

Kyuhyun menggeram seperti singa kelaparan melihat ekspresi Hyunjung. Ia pun memejamkan mata menahan nikmat tubuh sempit Hyunjung membungkus tubusnya. Terasa panas dan lembut. Ia merasa aliran hangat membasahi dirinya. Hyunjung terengah-engah karena pelepasannya yang kedua.

“Oh Tuan Cho, apa yang kau lakukan padaku?” Hyunjung menumpukan kedua tangannya di dada Kyuhyun. Ini bahkan baru saja dimulai. Ia sudah lelah dan berkeringat.

“Aku hanya membuatmu jatuh cinta padaku.” Kyuhyun memegang rahangnya dan menyusuri batas rambutnya yang basah. Hyunjung memejamkan mata. Tubuhnyaterasa panas karena sentuhan itu. Ia memegang ujung kimononya yang masih tersangkut di bahunya. Namun Kyuhyun buru-buru mencegah.

“Jangan. Aku menyukai kau memakai kimono itu dengan kondisi terbuka dan menampilkan tubuh bagian depanmu yang telanjang. Sangat merangsang mataku.”

Hyunjung merona kembali. Ia sekarang benar-benar terlihat seperti seorang wanita jalang. Tapi tak masalah selama ia melakukannya untuk Kyuhyun. Berpegangan pada bahu Kyuhyun, ia mulai bergerak.

Mereka bersama-sama melakukan tarian erotis itu. Kyuhyun membantunya dengan ikut menggerakkan pinggul naik-turun. Suara desahan mereka bersahutan. Kyuhyun tahu sensasi bercinta dengan Hyunjung tak pernah berubah. Rasanya selalu nikmat. Seluruh tubuhnya bagai dibawa ke langit. Ia meletakkan tangannya di punggung Hyunjung yang lembab, menariknya ke bawah. Kyuhyun melenguh ketika kulit telanjang mereka bersentuhan. Ia mencari-cari bibir Hyunjung dan langsung melumatnya ketika ia menemukannya.

Udara kamar terasa panas. Seprai ranjang, selimut dan bantal sudah tak berada pada posisinya semula lagi. Hyunjung menjerit ketika gerakan Kyuhyun mengenai titik rangsangnya, membuatnya mengejang dan melepaskan cairan kenikmatan sekali lagi.

Kyuhyun membalikkan posisi mereka menyadari Hyunjung telah kelelahan. Ia belum lelah, tidak sampai ia mendapatkan kepuasannya. Ia mengecup kening Hyunjung dan mengusap pipinya.

“Kau sudah lelah, sayang?” Kyuhyun bergerak dengan lambat, mencoba tidak membuat Hyunjung kewalahan. Istrinya membuka mata. Dengan senyum tulus ia meraih tangan Kyuhyun dan menggeleng.

“Tidak. Aku sangat menyukai momen ketika kita begitu intim. Aku menikmati berada sangat dekat denganmu.”

Kyuhyun terenyuh mendengarnya. Ia mencium bibir istrinya begitu lembut dan perlahan. Ia mencurahkan seluruh cinta dan dirinya pada Hyunjung, menyatakan bahwa ia miliknya begitupun sebaliknya.

“Aku selalu mencintaimu.” Kyuhyun mendesah di telinganya, kembali sibuk mencumbu lekuk leher Hyunjung.

“Kau mengatakannya setiap hari.” Hyunjung memeluk Kyuhyun. Ia melupakan rasa lelah yang sempat melanda tubuhnya. Ia begitu menikmati setiap bentuk kasih sayang Kyuhyun padanya. Salah satunya, bercinta.

Kyuhyun tak pernah menyakitinya, itu yang ia tahu.

Mereka bersama-sama mencapai puncak bersama. Kyuhyun bergerak semakin cepat dan cepat lagi. Dilihatnya Hyunjung kepayahan. Matanya terpejam rapat dan napasnya tak teratur. Kulitnya pun tampak luar biasa karena keringat. Kyuhyun tergoda mencumbu dadanya yang bergerak liar. Semakin keras ia memompa, semakin intens pula hisapannya. Ketika akhirnya ia merasakan sesuatu mendesak tubuhnya, ia melarikan mulutnya kembali menciumi bibir Hyunjung. Dihentakkan pinggulnya sedalam mungkin dan ia menggeram keras begitu akhirnya ia tiba. Sensasinya begitu luar biasa sampai Kyuhyun rasanya tak menapak bumi. Kepalanya pening, namun ia merasa nikmat, ringan dan puas.

Hyunjung ikut melenguh. Ia merasa perutnya hangat dan rasa itu berlangsung cukup lama. Kyuhyun ambruk ke atas dadanya, wajah tampannya terbenam di lekukan payudaranya. Sejenak, suasana hening. Mereka berpelukan. Hyunjung menelusupkan tangannya ke sela-sela rambut Kyuhyun. Mengusapnya dengan penuh kasih sayang.

“Kau baik-baik saja?”

Dengan enggan Kyuhyun mengangkat wajah untuk menatap istrinya. Keningnya berkerut. “Seharusnya itu pertanyaanku.”

“Kau tampak kelelahan.”

Kyuhyun berguling dan mereka berbaring berdampingan. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka lalu menarik Hyunjung ke pelukannya.

“Aku tidak lelah. Aku masih bisa melakukan sampai tiga ronde lagi.” Ia menyelipkan helaian rambut Hyunjung ke telinganya. “Tapi kau yang kelelahan.”

Hyunjung merona untuk yang ke sekian kali. “Apa aku membuatmu bosan?”

“Tentu saja tidak. Lagipula aku tidak mau mengambil resiko dijebloskan ke penjara oleh kakakmu atas tuduhan penganiayaan secara mental.”

Hyunjung tertawa. “Yesung Oppa tidak sejahat itu.”

“Tidak. Itu mungkin saja terjadi. Setelah kasus itu hingga saat ini, aku selalu merasa kakakmu masih tidak menyukaiku. Kerap kali aku merasa dia menatapku tajam seolah-olah aku akan menusukmu dengan pisau saja.” Kyuhyun tidak asal bicara. Sejak ia pernah terlibat kasus pencurian kartu kredit Donghae–ia melakukannya untuk membantu istri Donghae, Haebin–Yesung terus mengecapnya sebagai kriminal meskipun kasus itu sudah diselesaikan secara damai.

“Kalau begitu kau harus selalu berada di dekatku, karena Yesung Oppa tidak mungkin menyakiti seseorang yang kusayangi.”

“Baikah, kalau begitu kau jangan pernah lari dariku.” Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Ia mengecup kening Hyunjung lalu bergumam di rambutnya. “Tidurlah, kita harus istirahat. Besok kita akan kembali ke Korea.”

Hyunjung menghirup wangi tubuh Kyuhyun sambil merapakan diri, mencari kehangatan dan kenyamanan dalam pelukan Kyuhyun. Diiringi dengan detak jantung Kyuhyun, ia mulai terlelap.

—o0o—

Sekali lagi, Hyunjung menyaksikan lukisan namanya dari bunga-bunga tulip di ketinggian. Sebelum pulang ke Korea ia ingin melihat kemegahan itu, meresapi keindahannya. Ia yakin akan merindukan tempat ini begitu ia sampai di rumah nanti.

“Kau sudah puas melihat-lihat? Sudah waktunya kita pulang.” Kyuhyun merangkul pinggangnya dengan mesra.

Hyunjung menarik nafas lalu menghembuskannya dengan mata tertutup. Ketika ia membuka mata, ia menoleh. “Aku siap pulang.”

“Bagus. Semua koper kita sudah diangkut ke mobil. Kita hanya tinggal berpamitan pada Kazumi dan suaminya.”

“Oke. Ayo.”

Kyuhyun menahan Hyunjung. Istrinya menoleh bingung. Ia tersenyum manis. Dengan mudah ia menyentak Hyunjung ke dalam pelukannya, lalu sebelum Hyunjung sempat bertanya kenapa, ia melumat bibirnya.

“Hei, untuk apa itu?” Hyunjung memukul pelan dada Kyuhyun, ia terkejut karena Kyuhyun menciumnya tiba-tiba.

“Hanya ingin melakukannya. Kau sangat cantik.” Kyuhyun menciumnya sekali lagi. Mereka tertawa setelah melakukannya. Hyunjung merangkul leher Kyuhyun. Ia merasa sangat bahagia.

“Terima kasih sudah mengajakku kemari. Liburan kali ini sangat indah.”

“Aku akan memberikan apapu yang kau mau selama aku mampu.”

“Apa kita akan berlibur seperti ini lagi?”

“Jika kau menginginkannya.”

Senyum Hyunjung merekah. “Lain kali aku ingin pergi ke tempat budidaya tulip yang sebemarnya.”

“Ke mana?”

“Bawa aku ke Belanda.”

Kyuhyun tertawa. “Dengan senang hati.”

Setelah berpamitan dengan suami-istri Minamoto, Kyuhyun dan Hyunjung pulang menggunakan mobil milik penginapan. Hyunjung menyandarkan kepalanya ke bahu Kyuhyun. Ia sangat mencintai suaminya. Terlepas dari masalah yang sempat membuat hubungan mereka merenggang, ia tidak pernah merasa menyesal telah menikah dengannya.

Kyuhyun hanya mencintainya seorang. Begitupun hanya ada satu nama di hatinya, Kyuhyun.

Diam-diam Kyuhyun tersenyum. Ia mengusap kepala Hyunjung dan membiarkannya istirahat sejenak di bahunya.

Mereka akan kembali pulang. Tetap dengan hati saling mencintai.

Di kejauhan, bunga-bunga di ladang itu bergoyang tertiup angin sejuk Sapporo.

FIN

Kyuhyun hanya mencintainya seorang. Begitupun hanya ada satu nama di hatinya, Kyuhyun.

Diam-diam Kyuhyun tersenyum. Ia mengusap kepala Hyunjung dan membiarkannya istirahat sejenak di bahunya.

Mereka akan kembali pulang. Tetap dengan hati saling mencintai.

Di kejauhan, bunga-bunga di ladang itu bergoyang tertiup angin sejuk Sapporo.

FIN

Dha’s Speech :

272 thoughts on “Another Story in Shady Girl // Kyuhyun’s Story // Kyuhyun’s Love Sign – Ending

  1. Bagus bngt eon aku suka, ceritanya gak ngefokus ke nc nya dan romancenya itu lo ini ono ini ono kucrut apalah apalah. Bikin ngiri

  2. Omo..amaz banget ama ff ni.
    Feel nya dapet. gak banyak cengcong. langsung ke inti cerita. romance nya dapet ><
    Envy sama hyunjung,begitu amat di cintai dan di gilai choevil hihihi

  3. Kak.. boleh aku repost ff ini di fanspage aku di facebook? Tapi cast sama latar tempat nya aku ganti ko.. Em.. kalo ngga boleh juga engga apapa,hehe(: Aku tertarik bgt soalnya sama ff ini(: bikin ngeflyyy:D

  4. Hai, aku readers baru. Baru pertama kali baca ff nc dan nemu yang gak fulgar tapi romantis. Jadi pengen baca karya2 author lagi. Keep writing buat author, buat Ff nc yang romantis lagi ya. Hehehe

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s