Hello My Charming Wife [Chapter 3]

Tittle : Hello My Charming Wife Chapter3
Author : DHA KHANZAKI a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance, Married Life, Conflict

Main Cast :
Shin Jeyoung | Cho Kyuhyun

Dha’s Speech :
Untuk yang belum tahu, ini sekuel FF Hello My Charming Yeoja. Maaf ya kalau ceritanya kurang memuaskan. Meskipun sederhana, tapi membuatnya gak semudah tinggal baca doang. Jadi jangan ngerusuh ya. Kalau gak suka, cukup tekan tombol back ^_^

Terima kasih untuk yang sudah memberikan komentar. Maaf jika tak sempat dibalas satu-satu ^^ Hati-hati ketemu typo di tengah cerita.

Happy reading

Hello my Charming Wife by Dha Khanzaki

=====o0o=====

CHAPTER 3
Jealous

KEPUTUSAN Kyuhyun untuk menunda bulan madu sedikit menohok Jeyoung. Sejak malam itu hingga saat ini ia selalu merasa bersalah setiap kali memandang Kyuhyun yang tetap tersenyum dan bersabar untuknya. Ketika akhirnya suaminya memahami mengapa ia tidak bisa meninggalkan Jinwoo untuk pergi berbulan madu, Jeyoung justru merasa bimbang sekaligus sedih.
Apa aku telah menjadi seorang istri yang egois? Jeyoung membatin. Apa salahnya mengabulkan permintaan sederhana Kyuhyun? Lagipula tujuan suaminya mengajaknya berbulan madu tak lain untuk membahagiakan dirinya. Jika dipikir-pikir, tidak ada satupun hal yang Kyuhyun lakukan pernah membuatnya terluka. Dia suami yang sempurna. Justru selalu dirinya yang menjadi penghalang dan keputusannya selalu menimbulkan konflik ringan di antara mereka.

Sungguh ajaib bahwa Kyuhyun masih bertahan bersama wanita seegois dirinya setelah sedikit hal baik yang ia berikan untuk membalas kebaikan suaminya. Tiba-tiba Jeyoung teringat kata-kata Minah.
Bagaimana jika Kyuhyun merasa bosan dengannya yang egois dan memilih untuk mencari wanita lain?

—o0o—

“Itu tidak mungkin.”

Jeyoung menoleh pada Minah. Ia telah menceritakan kegundahan yang sedang dirasakannya akhir-akhir ini kepada sahabatnya sejak kuliah itu. Kini mereka tengah menikmati secangkir teh dan kue di salah satu coffee shop langganan mereka sambil membawa putra-putri masing-masing. Jinwoo duduk di kursi bayi di sampingnya sambil menggigiti biskuit bayi sementara Minrae menikmati eskrimnya dengan tekun.
“Jangan pikirkan kata-kataku, aku hanya bergurau. Kyuhyun adalah tipikal pria yang setia. Dia tidak akan mencari kesenangan di tempat lain di saat dia telah mengerahkan seluruh perhatiannya untukmu dan Jinwoo.”

“Bagaimana kau tahu hal itu?” Jeyoung bergumam sambil memainkan sendok kuenya. “Suamiku seorang pria normal. Dia tampan dan baik. Lagipula dia seorang CEO yang bertemu dengan berbagai orang setiap harinya. Aku tidak akan heran jika—“
“Jeyoung,” Minah menyela, ia mulai tidak sabar dengan kepesimisan Jeyoung. “Kau terlalu khawatir. Jika kau mencurigai suamimu seperti itu maka hal itulah yang akan terjadi. Suamimu memang pria yang luar biasa tampan, baik, dan dia normal. Tetapi dia sangat mencintaimu dan Jinwoo. Jika kau masih merasa ragu maka ingatlah bagaimana gigihnya usaha yang dilakukannya dulu ketika ingin memenangkan hatimu.”

Minah mengatakan hal yang membuat hati Jeyoung sedikit lega. Namun itu tidak bisa menyingkirkan rasa bersalah yang bersarang di hatinya. Sekarang apa yang harus ia lakukan? Kyuhyun selalu mengerti apa yang ia mau namun pernahkah ia mengerti apa yang suaminya inginkan?
“Sudahlah, sekarang sebaiknya kita bergosip tentang hal lain.” Minah menyuapkan sepotong kue black forest ke dalam mulutnya.

“Kyuhyun Oppa—

Minah menaikkan alisnya bingung, lalu mendesah pasrah sambil menatap Jeyoung. “Kita sudah sepakat tidak akan membahas tentang suamimu lagi.”
Jeyoung menggelengkan kepala, ia tercengang dengan pandangan menatap lurus ke suatu arah. “Tidak Minah, maksudku Kyuhyun Oppa!”
Minah memutar kepalanya ke arah yang dilihat Jeyoung dan barulah ia paham mengapa air muka Jeyoung berubah sepucat manusia salju.

Tak jauh dari mereka, terpisah oleh beberapa meja berdiri Cho Kyuhyun bersama dengan seorang gadis cantik. Mereka terlihat jelas baru selesai dari sebuah pertemuan. Mungkin mereka berada di ruangan privat yang ada di sebelah dalam kafe itu karena sejak tadi baik Minah maupun Jeyoung tidak melihat mereka di sana.
Jeyoung tak hanya terkejut namun juga tak menyangka akan melihat suaminya berada di sana bersama dengan seorang gadis, bukan di kantor seperti yang biasanya. Kyuhyun tidak menyadari keberadaannya karena sedang terlibat dalam pembicaraan serius dengan wanita muda nan cantik itu. Ia penasaran apa yang mereka bicarakan dan mengapa Kyuhyun berbicara dengan gadis itu seperti seorang pria berbicara dengan kekasihnya?
Kedua matanya membelalak lebar saat detik berikutnya Kyuhyun mendekat untuk merangkul gadis itu, memeluknya dengan hangat. Rasa cemburu langsung menyengat hati Jeyoung, membakar sekaligus menghanguskan seluruh akal sehatnya.

Berani-beraninya!

“Jeyoung tenang—“ Minah memegang tangannya, mencegah karena Jeyoung hendak bangkit dengan raut wajah siap tempur. “Kita lihat situasinya.”
“Melihat situasi?” Jeyoung menatap horor Minah yang langsung menciut melihatnya. “Apa kau masih bisa tenang ketika melihat suamimu berpelukan dengan wanita lain tepat di depan matamu?”
“Tidak, aku akan langsung menampar wanita yang berani memeluk Sungmin Oppa-ku.” Jawabnya sambil memutar bola mata. “Tapi demi Tuhan, kau harus tenang. Gadis itu bisa saja hanya rekan kerja.” Akhirnya Minah berhasil membujuk Jeyoung agar kembali duduk di kursinya dan mengamati situasi.

Kafe itu dalam keadaan ramai sehingga wajar saja jika Kyuhyun tidak menyadari keberadaan istrinya. Pria itu tetap berbicara dengan wanita rekan berbincangnya di depan kasir. Entah apa yang mereka diskusikan. Mengapa mereka berdiri di sana begitu lama? Ketika Jeyoung sudah tidak bisa menahan diri lagi, ia langsung berdiri.
“Tolong jaga Jinwoo sebentar,” bisiknya tanpa mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun. Minah menyadari situasi berubah lebih buruk sehingga ia membiarkan Jeyoung menyelesaikan urusannya.
“Ya, good luck.” Minah berpindah duduk ke sisi Jinwoo dan menjaga bayi manis itu sementara Jeyoung berjalan menghampiri suaminya.

Kyuhyun terlalu serius sehingga tidak menyadari kedatangan. Jeyoung menekan rasa marahnya dalam-dalam ketika ia bersiap untuk menyapa suaminya. Ia harus tampak terkejut sekaligus senang. Ia tidak boleh menunjukkan kecurigaan apapun.
“Oh, sayang..”

Kyuhyun dan gadis yang berbincang bersamanya menoleh. Kyuhyun terkesiap melihat Jeyoung berdiri di hadapannya. Jeyoung sedikit lega karena cara Kyuhyun terkejut bukan seperti orang yang tertangkap basah sedang berselingkuh.
“Apa yang kau lakukan di sini?” Kyuhyun terkejut. “Mana Jinwoo?”
“Kutinggalkan bersama Minah di sana.” Jeyoung menunjuk kursi tempatnya duduk, Kyuhyun ikut menoleh dan mereka sama-sama melihat Jinwoo sedang dalam gendongan Minah. “Kami sedang makan siang, aku terkejut melihatmu di sini bersama..” Jeyoung menatap gadis yang sejak tadi berdiri di samping suaminya. Kyuhyun sangat pintar sehingga dia bisa mengerti isyarat lirikan mata Jeyoung dalam tempo sepersekian detik. Istrinya ini cemburu.
“Ah, dia Han Sungmi, rekan kerjaku. Kebetulan kami dan yang lainnya bertemu hari ini untuk membahas proyek terbaru. Dan Sungmi-ssi, dia adalah Jeyoung, istriku.” Kyuhyun melingkarkan tangan di pinggang Jeyoung seolah ingin memamerkan dirinya pada gadis bernama Sungmi itu.

Mereka berkenalan. Jeyoung mengamatinya diam-diam. Gadis ini cantik, tubuhnya tinggi dan langsing. Terlihat dia masih lajang. Penampilannya modis dan rambutnya tergerai cantik di punggungnya. Jeyoung mendadak merasa tua dan kuno jika dibandingkan dengan penampilannya sendiri.
“Wah, aku tidak tahu kau sudah menikah,” Sungmi berkata sambil melirik Kyuhyun. Suaminya tertawa, entah apa yang lucu.
“Tentu saja, kau tidak pernah bertanya.”
Yeah, kau juga tidak terlihat seperti pria yang telah beristri.”
“Tambahan, seorang suami sekaligus ayah.”
“Omo, kau sudah memiliki anak?” Sungmi menutup mulutnya dengan anggun menggunakan telapak tangannya.
“Yah, Jinwoo—putra kami berusia 10 bulan.”
“Wah, dia pasti sangat tampan sepertimu.”
“Begitulah.”

Jeyoung tertegun menyaksikan perbincangan antara suaminya dan Sungmi. Keakraban mereka membuatnya tidak nyaman. Ia merasa tersingkirkan, hatinya panas, dan ia tidak tahan melihat keduanya saling melempar senyum seolah mereka adalah kekasih yang lama tidak berjumpa. Lagipula baru kali ini ia melihat Kyuhyun tersenyum seringan ini. Pasti karena dia sedang berhadapan dengan gadis secantik Sungmi. Meksipun ia berada di antara mereka, ia seperti orang asing yang tidak diajak masuk dalam pembicaraan. Kyuhyun secara total mengabaikannya.
Apakah sikapnya selama ini membuat Kyuhyun bosan hidup bersamanya dan mulai beralih pada wanita lain?

—o0o—

“Kau sepertinya sering melamun akhir-akhir ini.”

Jeyoung tersentak. Ia mendongakkan kepala dan langsung bertatapan dengan sepasang mata cemas Kyuhyun. “Aku tidak melamun.” sanggahnya sambil tersenyum.
“Lalu kenapa kau jadi pendiam?” Kyuhyun mengusap pipinya dengan punggung tangan. Kelembutan suara dan sentuhannya membuat pipi Jeyoung merona dengan sendirinya.
“Maaf,” dengan pipi memerah malu, Jeyoung melanjutkan kegiatannya memasangkan dasi di leher Kyuhyun. Ini merupakan rutinitas paginya setelah menyiapkan sarapan dan memandikan Jinwoo, putranya itu sekarang sedang asyik bermain dengan mainannya di atas tempat tidur sementara ia membantu suaminya merapikan diri.

“Aku hanya sedang berpikir, tiba-tiba aku ingin sekali pergi berekreasi.”
“Tidak biasanya.” Kyuhyun mengerjapkan mata. Ia segera memakai jas setelah dasinya terpasang rapi.
“Bagaimana kalau kita pergi berlibur bersama ke Pulau Jeju?” tanya Jeyoung. Masih terpikirkan dalam benaknya penolakan ajakan berlibur Kyuhyun yang membuatnya merasa bersalah. Sekarang ia ingin menebusnya dengan cara mengajak Kyuhyun berlibur.

Kyuhyun menatapnya dengan raut aneh untuk sesaat lalu tersenyum. “Lalu siapa yang akan menjaga Jinwoo? Di usianya sekarang, dia sangat membutuhkan perhatian kita.” Ia menunduk lalu mencium bibirnya.
Hati Jeyoung mencelos oleh penolakan Kyuhyun. Ia terkejut suaminya akan menolak. Ia pikir Kyuhyun akan senang. “Kita bisa mengajak Jinwoo.”
“Tidak bisa sayang, untuk sekarang aku sibuk menangani proyek,” Kyuhyun memandang penampilannya di cermin, merapikan rambutnya lalu menyemprotkan parfum. Jeyoung mengerutkan kening melihat tingkah Kyuhyun yang berbeda dari biasanya. Sebelumnya suaminya jarang sekali memakai parfum yang ia belikan karena wanginya lebih cocok dipakai untuk pergi ke pesta, sebaliknya Kyuhyun lebih suka memakai colonge yang baunya lebih ringan.

“Kau tidak biasanya memakai parfum itu.” Jeyoung mendekatinya.
“Oh ini, hanya ingin suasana baru. Aku butuh penyegaran. Mungkin bisa dimulai dengan memakai parfum yang berbeda.”

Benarkah? Mengapa ia merasa Kyuhyun sedang berbohong. Cara Kyuhyun tersenyum padanya tidak lagi sama. Jeyoung merasa Kyuhyun sedang menyembunyikan sesuatu. Apa mungkin perilaku anehnya ini karena gadis bernama Han Sungmi itu?
Tidak mungkin. Jeyoung langsung tertawa dalam hati.
Merasa penampilannya sudah sempurna, Kyuhyun menghadap istrinya. “Nah, bagaimana? Aku sudah tampan bukan.”
Jeyoung mengerjapkan mata. Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja Kyuhyun selalu tampan kapan pun dan dimana pun. “Selalu.”
“Kalau begitu ayo kita sarapan.”

Jeyoung menggendong Jinwoo dan mengikuti suaminya keluar kamar. Sambil memandangi punggung bidang Kyuhyun, ia merenung. Memang ada yang berbeda dengan Kyuhyun, tepatnya setelah suaminya mengatakan untuk membatalkan acara bulan madu mereka. Apa perasaan Kyuhyun mulai berubah karena itu?
Apa mungkin memang karena gadis bernama Han Sungmi itu? Jeyoung terkesiap ketika teringat hal itu. Mendadak ia penasaran kapan suaminya mulai mengenal Sungmi. Ia tidak tahu karena Kyuhyun tidak pernah memperkenalkan dirinya pada teman-teman wanitanya.
“Sayang..” Jeyoung segera menanyakannya begitu mereka memulai sarapan pagi bersama. Setelah ia menempatkan Jinwoo pada kursinya, ia menatap Kyuhyun yang sedang menikmati sandwich.

“Sejak kapan kau mengenal Han Sungmi?”

Kyuhyun berhenti sejenak dari kegiatannya, tampak keheranan lalu menjawab. “Sejak beberapa minggu yang lalu. Tetapi jika kau bertanya tentang proyek kerjasama kami, itu ditandatangani sekitar seminggu yang lalu.”
Dia bahkan memakai istilah ‘kami’ untuk menggambarkan dirinya dan Sungmi. “Jadi kau mulai akrab dengannya sekitar seminggu yang lalu?” getaran aneh mulai menjerat hatinya.
“Apa?” Kyuhyun bingung dengan pertanyaan itu. “Memang kenapa?”
Jeyoung mengendikkan bahu, “Tidak. Aku hanya merasa dia gadis yang sangat cantik.”
“Ya.” Kyuhyun setuju. Jeyoung seperti baru saja tertimpa palu mendengarnya. “Tapi dia tidak secantik dirimu.” Tambahnya ketika menyadari Jeyoung syok karena kata-katanya tadi.
“Apa dia masih lajang?” Jeyoung semakin tidak bersemangat. Ia tidak yakin melanjutkan pembicaraan seputar Han Sungmi. Sebagai pengalihan ia memilih menyuapi Jinwoo.
“Setahuku dia masih lajang,” Kyuhyun mengerutkan kening bingung, “Sepertinya kau sangat penasaran dengan Sungmi. Ada apa?”

Apa aku tidak boleh tahu siapa saja wanita yang dekat denganmu? Jeyoung mengeluh dalam hati. “Just curious.” Ucapnya sambil mengangkat bahu. Setelah itu tidak ada percakapan apapun lagi. Kyuhyun sibuk menghabiskan sarapannya sementara Jeyoung berkonsentrasi menyuapi Jinwoo. Sesekali Jeyoung mengamati Kyuhyun. Ia penasaran karena Kyuhyun sepertinya tidak ingin menceritakan apapun tentang Sungmi. Suaminya itu seperti ingin menutupi sesuatu darinya. Padahal sebelum ini dia selalu terbuka terhadap hal apapun termasuk siapa saja yang sedang dekat dengannya. Ia mengerjap ketika ponsel Kyuhyun berbunyi. Pria itu menerima pesan dari seseorang, setelah membacanya tiba-tiba Kyuhyun bangkit.
“Aku harus pergi sekarang. Ada rapat pukul 10 nanti.”
“Tapi sekarang baru jam 8.” Jeyoung ikut berdiri.
“Banyak yang harus dipersiapkan, sayang.”
“Aku akan mengantarmu ke depan,” Jeyoung mengikuti Kyuhyun sampai ke depan rumah sambil menggendong Jinwoo. Mereka mengobrol sampai tiba di depan. Jeyoung sedikit lega karena saat ini Kyuhyun bersikap seperti biasanya.

“Aku pergi dulu, jaga dirimu dan Jinwoo.” Ujar Kyuhyun ketika ia sudah tiba di sisi mobilnya. Jeyoung mengangguk. Ia tersenyum. Kyuhyun mencium pipinya lalu mencium Jinwoo. “Jaga ibumu, jagoan. Appa mengandalkanmu.”
Jeyoung tertawa. “Untuk sekarang aku yang akan menjaganya.”
“Aku tahu.” Kyuhyun lalu masuk ke mobilnya. Jeyoung melambaikan tangan putranya. Setelah mobil suaminya menghilang, ia kembali ke dalam rumah. Rutinitas kesehariannya pun dimulai. Ia membereskan rumah lalu mencuci baju. Semuanya ia lakukan sambil menjaga anaknya yang tidak bisa diam. Jinwoo yang sedang belajar berjalan bergerak ke sana ke mari, melemparkan mainannya kemana-mana dan membuat ruang bermainnya berantakan. Jeyoung harus kembali membereskan rumah.
Jeyoung baru bisa mendesah lega ketika Jinwoo tidur tepat setelah makan siang. Sekarang ia memiliki waktu luang untuk dirinya sendiri. Jeyoung memanfaatkannya untuk istirahat. Ia mencoba untuk melupakan segala hal tentang Han Sungmi dan berhasil, sepanjang hari itu hingga sore ia habiskan untuk memanjakan diri. Menonton film favoritnya ditemani secangkir teh dan kue.

—o0o—

“Aku yakin memang terjadi sesuatu antara Kyuhyun dan Sungmi.”
“Jeyoung, sejak kau memiliki Jinwoo kau jadi lebih mudah berburuk sangka.”
“Tapi..”

Jeyoung menunduk menatap teh hijaunya yang mulai mendingin. Ia sengaja mengunjungi Minah siang itu karena wanita itulah satu-satunya tempat yang bisa ia datangi di saat ia gundah. Ia butuh seseorang untuk membagi keluh kesahnya. Ia mencoba untuk mempercayai Kyuhyun, tetapi semakin hari tingkah laku suaminya semakin mencurigakan. Berkali-kali ia mendapati suaminya sibuk berkirim pesan dengan seseorang, tetapi setiap kali ia mendekat, Kyuhyun segera menyembunyikan ponselnya.
Kyuhyun memang tampak seperti biasa, tetapi ada beberapa kebiasaannya yang mulai berubah atau menghilang. Sejak saat itu Kyuhyun tidak menyempatkan diri sarapan di rumah, dia hanya meminta disiapkan bekal untuk makan siang. Awalnya Jeyoung menganggap Kyuhyun sibuk dengan proyeknya, namun anggapannya itu memudar saat ia sadar Kyuhyun tidak pernah memintanya membantu suaminya itu bersiap-siap setiap pagi. Bahkan saat libur kantor, Kyuhyun hanya bermain dengan Jinwoo sebentar lalu pergi ke ruang kerjanya. Ketika ditengok, pria itu sibuk menelepon seseorang dengan wajah berseri.

Jeyoung tidak ingin curiga, tetapi pada akhirnya ia berpikir perubahan tingkah laku Kyuhyun terjadi sejak kehadiran Han Sungmi.
“Bagaimana jika Kyuhyun memang memiliki affair dengan Sungmi? Mereka berhubungan di belakangku?”
“Astaga,” Minah mengeluh. “Mereka hanya rekan kerja.”
“Ya tapi, Sungmi adalah wanita lajang. Dia cantik, muda, dan memiliki fisik yang sempurna.”
“Kau juga.”
“Tubuhku bertambah gemuk sejak melahirkan Jinwoo. Pinggangku bahkan tidak berlekuk lagi.”
“Kalau begitu kau tinggal mengembalikan bentuk badanmu, dan membuat dirimu sangat cantik. Dengan begitu Kyuhyun tidak akan pernah melirik wanita lain lagi.”

Saran Minah menjadi semacam pencerahan bagi Jeyoung. Minah benar, ia tidak mau kehilangan Kyuhyun. Jika Kyuhyun memang mulai tertarik pada wanita lain hanya karena dirinya sudah tidak cantik dan menarik seperti dulu, maka ia harus mulai berbenah diri.
Ketika menatap pantulan dirinya sendiri di cermin setinggi badan di rumahnya, ia sadar memang banyak yang harus diperbaiki dari penampilannya.
“Huh, timbunan lemak di sana-sini.” Jeyoung mengeluh sambil mengusap perutnya yang mengendur pasca kehamilan. Baiklah, tekadnya sudah bulat sekarang. Ia harus membentuk badannya kembali. Ia membayangkan betapa seksi, langsing, dan bagusnya badan Han Sungmi. Jika ia berlatih sedikit, ia pun bisa mendapatkan badan seperti itu lagi.
Lihat saja, ia akan membuat suaminya tidak bisa melirik wanita lain lagi.

—o0o—

Jeyoung mulai memperbaiki pola makannya dan berolahraga lebih sering dari sebelumnya. Mengurus Jinwoo menjadi lebih menyenangkan karena Jeyoung menginginkan badannya banyak bergerak. Begitupun saat ia mengurus Kyuhyun dan rumah tangga.
“Akhir-akhir ini dia selalu lupa sarapan.” Jeyoung menggelengkan kepala sambil menyiapkan bekal yang akan ia antarkan. Hari ini Jinwoo ia titipkan pada ibunya sehingga ia memiliki waktu luang untuk mengunjungi suaminya di kantor. Ia berdandan serapi dan secantik mungkin. Tidak terlalu berlebihan, ia hanya memakai gaun selutut dipadukan dengan blazer yang membuatnya tampak casual. Pakaian yang pantas untuk pergi ke kantor. Ia jadi teringat ketika ia masih menjadi sekretaris Tuan Cho—Ayah mertuanya.

Setibanya di kantor, Jeyoung melirik jam. Ia tersenyum karena ia tiba tepat pada saat jam makan siang. Ia berharap Kyuhyun belum pergi untuk makan. Ia menyapa sekretaris suaminya yang sudah dikenalnya sejak ia masih bekerja di perusahaan itu.
“Hai, kau semakin cantik saja.” ujar Jeyoung pada sekretaris itu. Wanita yang seusia dengannya itu tersenyum ramah.
“Membawa bekal untuk presdir?”
Jeyoung hanya tersenyum lalu melirik keranjang makanan yang ia bawa, “Apa suamiku ada?”
“Tentu saja. Tapi, Presdir sedang berbicara dengan tamunya.”
“Tidak apa-apa, aku tidak akan mengganggu.” Jeyoung begitu yakin. Tanpa menunggu sekretaris itu memberitahu Kyuhyun tentang keberadaannya, ia membuka pintu ruang kerja suaminya.

“Sayang—“

Jeyoung bahkan masih memegang kenop pintu ruang kerja suaminya saat kedua matanya menangkap pemandangan yang mengejutkan. Kata-katanya tak ia selesaikan, malah kini mulutnya terbuka. Ia melongo seperti orang dungu. Bagaimana tidak, ia melihat suaminya sedang berdekatan dengan Han Sungmi.
Ah, sial! Mataku sakit, hatiku juga!
Kyuhyun berdiri di dekat meja kerjanya, memegang tangan Sungmi dan mengangkatnya seperti ingin mengecup punggung tangannya. Posisi mereka terlalu dekat dan mereka saling melempar senyum. Itu tidak mungkin hanya sekedar berbincang biasa. Apa mungkin mereka..

Oppa..” Jeyoung memanggilnya pelan namun cukup untuk membuat Kyuhyun menoleh. Ia berusaha menahan diri untuk tidak berteriak atau menjambak rambut gadis itu. Hatinya terlalu sakit untuk melakukannya. Seperti yang Minah katakan,ia tidak boleh berburuk sangka lebih dulu.
Reaksi Kyuhyun sungguh di luar dugaannya. Ia mengira Kyuhyun akan tercengang, menunjukkan raut panik seperti kebanyakan orang yang tertangkap basah menyeleweng. Sebaliknya, Kyuhyun tidak panik, terkejut, ataupun takut. Pria itu memang terkejut, tetapi untuk alasan yang berbeda dengan harapannya. Senyumnya merekah seperti biasa. Tidak menunjukkan perbedaan yang berarti.
“Kau datang?” Kyuhyun dengan ringan melepaskan tangan Sungmi lalu berjalan mendekatinya seolah-olah tidak terjadi apapun. Apa arti semua ini? Jeyoung menatap suaminya lekat-lekat. Ia bisa saja marah jika Kyuhyun memperlihatkan sedikit saja kepanikan. Tetapi suaminya tersenyum tanpa dosa. Jika ia marah maka ia akan terlihat seperti seorang istri yang posessif dan pencemburu.
“Aku tidak tahu jika kau..sibuk.” Jeyoung melirik Sungmi yang tersenyum lalu menundukkan kepala padanya. Wanita itu, dia memang sopan atau hanya berpura-pura sopan? Kau pikir bisa merayu suamiku di belakangku?
“Tidak sibuk sama sekali.” Kyuhyun mencium pipinya, menariknya masuk lalu menutup pintu. “Kenapa kau tidak bilang akan kemari?” tanyanya dihiasi kerutan penasaran.

Agar kau bisa memiliki waktu untuk menutupi kemesraanmu dengan wanita itu? Jeyoung menggerutu dalam hatinya. Diam-diam ia menatap tajam suaminya.
“Aku membawakan bekal makan siang untukmu.” Jeyoung mengangkat keranjang makanannya.
Kyuhyun dan Sungmi langsung berpandangan. Mereka saling melempar lirikan yang membuat Jeyoung curiga. Apa artinya itu?
“Kenapa? Apa aku melakukan kesalahan? Atau aku mengacaukan sesuatu?” tanya Jeyoung halus. Kyuhyun dan Sungmi kompak mengeluarkan tawa hambar.
“Sebenarnya kami akan pergi makan siang.” Ungkap Sungmi. “Tapi karena Kyuhyun sudah mendapatkannya, sepertinya aku harus pergi makan siang sendiri.”

Mengapa aku merasa kalian akan pergi ke tempat lain? Jeyoung tiba-tiba saja merasa sedih. Ternyata kehadirannya mulai tidak dibutuhkan.
“Kau bisa makan bersama kami. Aku yakin istriku membuat bekal yang cukup untuk empat orang.”
Jeyoung langsung menoleh ke arah Kyuhyun. Tercengang. Kyuhyun bahkan mengajak Sungmi makan makanan buatannya tanpa meminta izin darinya lebih dulu?
“Tidak, terima kasih. Aku tidak ingin mengganggu kemesraan kalian. Kalau begitu aku permisi.”
Bagus, setidaknya dia masih tahu diri. Jeyoung menyeringai miris dalam hati.
“Aku akan mengantarmu ke depan.”

Apa? Jeyoung terkejut mendengarnya. Ia hanya bisa melihat Kyuhyun yang mengantar Sungmi keluar ruangannya dengan kedua mata melebar. Sepertinya apa yang ia curigai tidak hanya sekedar prasangka. Jeyoung memang mencium hubungan yang tidak wajar di antara mereka. Apa sebenarnya yang sedang Kyuhyun mainkan saat ini? Dia bahkan tidak meminta atau memandangnya saat membawa Sungmi pergi dari ruangan ini.
Jeyoung diam-diam mengintip dari celah pintu yang terbuka. Ia melihat Kyuhyun dan Sungmi berpamitan di dekat lift. Kyuhyun terlihat mengatakan sesuatu dengan ekspresi menyesal. Anehnya, Sungmi terlihat sedikit kecewa namun tetap tersenyum. Setelah itu Sungmi memberikan secarik kertas pada suaminya.
Catatan apa itu? Debaran menghentak dadanya dengan kencang. Tepat setelah Kyuhyun menyelipkan catatan itu ke dalam saku jasnya, lift berdenting dan Sungmi masuk ke dalamnya. Jeyoung terbelalak dan buru-buru duduk di sofa terdekat melihat Kyuhyun berbalik kembali ke ruangan kerjanya.

Sebenarnya apa yang dilihatnya tadi? Demi Tuhan, Jeyoung tidak ingin berburuk sangka. Tetapi apa yang dilihatnya dan bagaimana ekspresi yang ditunjukkan Kyuhyun saat menatap Sungmi membuat kadar kecurigaannya meningkat sampai level 9. Bagaimana ini, apa yang harus ia lakukan jika Kyuhyun memang benar…menduakannya?
Bagaimana dengan nasib Jinwoo?
Sungguh, Jeyoung benar-benar tidak rela jika hal itu terjadi. Ia tidak mau kehilangan Kyuhyun. Rasa posessif dan ketakutan menyengat lalu menjalar ke seluruh tubuhnya seperti listrik. Tubuhnya gemetar tanpa diperintah. Airmata mendesak pelupuk matanya.
Apa karena aku egois? Jeyoung memikirkan hal itu. Mungkinkah Kyuhyun memang sudah tidak tahan hidup dengan wanita sepertinya?
Aku tidak boleh menjadi wanita cengeng yang lemah! Jeyoung memarahi dirinya sendiri. Itu baru dugaan. Kyuhyun belum tentu berselingkuh.

“Maaf, sayang tadi ada sedikit gangguan.” Kyuhyun mengejutkannya. Jeyoung menoleh pada suaminya yang menghampirinya dengan senyum menghiasi wajah tampannya. “Jika kau memberitahuku lebih dulu, aku bisa menyelesaikan pertemuannya lebih cepat.”
“Oh, ya.” Jeyoung yang masih linglung tidak begitu sadar saat Kyuhyun menariknya berdiri lalu memeluk pinggangnya dengan mesra.
“Aku ingin bisa bermesraan denganmu tanpa gangguan orang lain.” Kyuhyun berbisik di telinganya. Jeyoung buru-buru menormalkan pikiran sebelum Kyuhyun menyadari perasaan sedihnya.
“Tidak apa-apa. Aku tahu kau sibuk.” Jeyoung tersenyum, melihat wajah polos suaminya untuk sesaat ia merasa sangat bodoh. Dengan wajah setampan ini bagaimana bisa Kyuhyun hanya bertahan dengan satu wanita. Wajar saja jika para wanita tertarik padanya seperti besi yang tertarik oleh magnet.
Tetapi ia tahu Kyuhyun tipikal pria setia. Pria ini mengejarnya selama dua tahun, itu membuktikan kesetiaan dan kesungguhannya.

“Benar dugaanku.”

Jeyoung mengerjap, ia tidak sadar sejak kapan ia melamun. Ketika ia mendongak untuk menatap suaminya, Kyuhyun memandangnya dengan kening mengerut.
“Kau menjadi sering melamun akhir-akhir ini. Apa ada masalah?” tanyanya cemas. Entah Jeyoung harus terharu atau kagum karena ternyata Kyuhyun masih memerhatikannya.
“Tidak ada. Aku hanya sedikit lelah.”
Kyuhyun langsung memperlihatkan raut prihatin. “Mengurus Jinwoo sendirian terlalu menguras tenagamu? Apa aku harus menyewa seorang baby sitter untuk membantumu?” tanyanya penuh perhatian.
Jeyoung sontak menggeleng. “Tidak. Aku tidak ingin bayiku diurus orang lain. Tidak, ini bukan karena Jinwoo. Mungkin aku hanya kurang asupan gizi.”

Jari-jari Kyuhyun menyentuh kulit wajahnya, mengusapnya dengan belaian sehalus bulu. Jantung Jeyoung berdesir hebat. “Kau benar, kulitmu terlihat pucat. Aku serius, sayang. Kau harus lebih sering pergi ke salon. Kau perlu mengurus dirimu sendiri.” Kyuhyun berkata tegas.
Tentu saja aku akan melakukannya. Batin Jeyoung. Karena aku tidak mau terlihat jelek di saat ada gadis muda dan cantik di sekelilingmu.
“Ya, aku akan ke salon akhir minggu ini.” Padahal Jeyoung sudah berdandan secantik mungkin hari ini. Mungkin karena Kyuhyun akhir-akhir ini melihat kecantikan sempurna milik Sungmi sehingga Jeyoung terlihat lebih pucat dan suram. Ia akan menghubungi Minah dan mengajaknya pergi ke salon setelah ini.
Kyuhyun tersenyum tulus sambil mendesah, “Lega mendengarnya.”

Jeyoung berdebar-debar melihat senyum itu. Ini adalah senyum khas Kyuhyun yang dikenalnya dengan baik karena Kyuhyun hanya menunjukkan senyum itu padanya. Perasaan lega menyusupi hatinya seperti air yang menghilangkan dahaga. Kyuhyun masih menyimpan senyum itu untuknya, hanya untuknya. Dan ia melihat begitu banyak cinta di mata Kyuhyun saat ini.
“Aku jadi ingat sesuatu.” Kyuhyun tersenyum penuh arti padanya.
“Apa?”
“Aku belum menciummu hari ini.” setelah mengatakan itu Kyuhyun langsung menciumnya. Pada awalnya lembut, menekan bibirnya dengan sentuhan yang memabukkan. Namun pagutan demi pagutan berubah menjadi lebih bergairah. Jeyoung melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun untuk menjaga keseimbangan. Rasanya seperti setahun tidak mendapatkan hujan dan akhirnya turun hujan. Jeyoung merasakan kelegaan itu.
Karena sibuk, akhir-akhir ini mereka jarang memiliki waktu untuk bermesraan. Berciuman pun dilakukan sekenanya. Kyuhyun bahkan jarang mengajaknya bercinta sejak menangani proyek besar yang melibatkan Han Sungmi.

Oh sial, ia ingat hal itu lagi. Gairah yang melingkupinya seketika lenyap.

Jeyoung refleks melepaskan pagutan bibir mereka. Kyuhyun tersentak lalu memandangnya bingung. “Kenapa?” ia heran karena tidak biasanya Jeyoung melepaskan momen tadi begitu saja.
“Sekretarismu,” Jeyoung gugup. Mengapa ia menjauhkan wajahnya? “Kau tidak memberitahunya? Bagaimana jika nanti tiba-tiba dia masuk dan melihat kita…” kedua pipi Jeyoung merona malu.
Kyuhyun tertawa geli. “Aku tahu maksudmu.” Ia mendekati mejanya lalu menelepon sekretarisnya, “Nona Park, sampai satu jam ke depan, aku tidak ingin diganggu untuk alasan apapun. Aku akan sangat sibuk selama itu.” Kyuhyun melirik padanya saat mengatakan kalimat terakhir. Jeyoung langsung salah tingkah.
“Nah, sekarang tidak akan ada yang mengganggu. Ayo kita lanjutkan.” Kyuhyun kembali memeluknya setelah pembicaraan selesai. Kali ini Jeyoung yang tertawa.
“Bagaimana dengan makan siang kita?”
Kyuhyun melirik keranjang makanan yang tergeletak di atas meja. “Kau benar. Kebetulan perutku sudah keroncongan. Kalau begitu ayo kita makan lebih dulu.”

Untuk saat ini, Jeyoung menyadari tidak ada perubahan dalam sikap Kyuhyun. Pria ini bersikap seperti sedia kala. Jenaka, romantis, sekaligus menyenangkan. Jeyoung tak berhenti tertawa karena lelucon Kyuhyun. Dalam hati ia berpikir, apa Kyuhyun pun melakukan hal yang sama pada Sungmi? Atau justru sebaliknya. Kyuhyun selalu membuatnya bahagia, apa Sungmi membuatnya bahagia?
Memikirkan betapa akrabnya mereka tadi, Jeyoung kembali dikuasai rasa cemburu. Ia bahkan tidak berani bertanya mengapa Kyuhyun memegang tangan Sungmi tadi dan catatan apa yang diberikan Sungmi padanya. Kyuhyun tidak membahasnya sama sekali. Apa karena ingin menutupi hal itu darinya atau hal itu memang tidak penting sama sekali, ia tidak mengerti.
Satu hal yang pasti, Jeyoung tidak mau membagi Kyuhyun dengan wanita manapun.

Jeyoung memandangi Kyuhyun yang sedang melahap potongan besar Kimbab ke dalam mulutnya. Untuk sekarang ia harus mempercayai suaminya. Selama Kyuhyun masih menunjukkan cinta padanya. Ia tidak akan berpikir yang tidak-tidak. Yang harus ia lakukan adalah menjadi lebih baik dari Han Sungmi atau wanita manapun. Ia harus menjadi wanita terbaik untuk Kyuhyun.
Tralilalila..
Dering ponsel membuyarkan lamunan Jeyoung. Ia buru-buru meraih ponselnya. Sebuah pesan masuk dari ibunya.

Sayang, kapan kau akan menjemput Jinwoo? Eomma harus pergi ke Daegu sore ini.

“Oh Tuhan,” Jeyoung tanpa sadar mendesah. Berusaha membuat diri lebih baik boleh saja, tetapi ia tidak boleh melupakan Jinwoo. Sepertinya sore ini ia batal mengajak Minah pergi ke salon karena ibunya tidak bisa menjaga putranya.
“Kenapa?” Kyuhyun melirik ponselnya.
“Aku harus menjemput Jinwoo sekarang. Eomma tidak bisa menjaganya lama-lama.”
“Apa perlu aku antar?” tanya Kyuhyun.
“Tidak perlu.” Jeyoung bangkit, “Aku tidak mau mengganggu pekerjaanmu.”
“Apa kau membawa mobil?”
“Tidak. Aku naik taksi.”
“Akan kupanggilkan seseorang untuk mengantarmu.” Kyuhyun segera bangkit. Jeyoung tersenyum. Kyuhyun tetap memperhatikannya dan mengusahakan yang terbaik untuknya dan Jinwoo. Sepertinya dugaannya memang terlalu berlebihan. Kyuhyun tidak mungkin berselingkuh.

—o0o—

Jeyoung rajin berolahraga setiap harinya ketika Jinwoo tidur siang. Ia memakai peralatan fitness milik Kyuhyun yang jarang dipakai karena suaminya itu terlalu sibuk bekerja dibandingkan olahraga. Ia juga mengatur pola makan sehat dan berdiet. Ia begitu bernafsu ingin tubuhnya kembali seksi sejak kejadian itu.

Beberapa hari yang lalu, setelah ia mengantarkan makan siang untuk suaminya, malam harinya ia mengecek jas Kyuhyun yang diletakkan di keranjang cucian. Ia ingin mencari catatan yang diberikan Sungmi. Ia terkejut ketika melihat apa yang tertulis di catatan itu. Sebuah alamat toko perhiasan. Jantung Jeyoung berdebar. Ia marah sekaligus curiga. Apa yang Kyuhyun lakukan dengan Sungmi di toko perhiasan itu? Untuk membuktikan kecurigaannya, ia pergi ke toko itu keesokan harinya dan terkejut.

Kyuhyun dan Sungmi benar-benar ada di sana. Kyuhyun tersenyum sambil memperlihatkan sebuah kalung yang indah, tak lupa juga memakaikan kalung itu pada leher Sungmi. Suaminya membelikan wanita lain perhiasan dan ia tidak mengetahuinya sama sekali?

Detik itu Jeyoung merasa sangat dicurangi. Ia memandangi Sungmi dari ujung rambut hingga kaki dan bertanya-tanya apa yang membuat gadis itu terlihat begitu istimewa sampai Kyuhyun tertarik padanya. Kebersamaan mereka membuktikan bahwa memang ada hubungan terlarang di antara mereka. Sambil menahan gemuruh di hatinya Jeyoung mendekat. Ia berpura-pura seolah mereka tanpa sengaja bertemu. Yang lebih menyebalkan, lagi-lagi Kyuhyun menunjukkan raut biasa saja. Bahkan sempat-sempatnya memeluk dan menciumnya.

Ketika ia melirik Sungmi, gadis itu tersenyum kecil padanya. Jeyoung sungguh ingin menjambak rambutnya. Tetapi menyadari penampilannya begitu sempurna, ia tidak sanggup melakukan itu. Jeyoung bahkan merasa terintimidasi. Sungmi tinggi semampai, cantik, dan tubuhnya membentuk lekukan di tempat yang pas. Jauh berbeda jika dibandingkan dengannya. Wajar saja jika Kyuhyun menjadikannya wanita kedua.
Tidak, tolong hentikan itu!

Karena itu, kini Jeyoung bertekad untuk meraih kembali bentuk badannya yang dulu. Ia tidak mau mengalah begitu saja. Sungmi memang belum menunjukkan gelagat untuk merebut Kyuhyun darinya, tetapi cepat atau lambat hal itu akan terjadi. Karena itu Jeyoung siap mempertahankan Kyuhyun bagaimana pun caranya.
Jeyoung bahkan sudah memasang target. Tiga minggu dari sekarang, akan ada jamuan makan malam bersama rekan kerja suaminya yang akan dilangsungkan di sebuah restoran terkenal. Jeyoung ingin mengejutkan suaminya malam itu. Ia harus tampil memukau malam itu.Ia akan memperlihatkan hasil latihannya di depan suaminya. Ia ingin Kyuhyun tahu bahwa ia masih wanita yang dulu pernah mempesonanya. Dan ia ingin Sungmi tahu bahwa Kyuhyun telah memiliki seorang istri yang sangat dicintainya sehingga Sungmi akan mundur dengan terhormat.

Jeyoung berhenti berlari di atas treadmill ketika ia mendengar suara tangis Jinwoo.

~~~TBC~~~

342 thoughts on “Hello My Charming Wife [Chapter 3]

  1. ada apakah antara kyuhyun dan sungmi .. jeyeong sampe kaya gtu takut kyuhyun selingkuh , kayany sih kyuhyun cuma belajar bersikap romantis sm sungmi deh buat bikin kejutan buat jeyeong… next chapter jangan lama ya thor. .

  2. KyuHyun-_- Poor Jeyoung … Awas aja kalo si upil selingkuh….tpi ngomong-ngomong ini ff ‘great’ binggow#alay mode on:v,,,, eonni jangan lama ya lanjutinnya*^_^*

  3. Ada hubungan apa kyu sama sungmi? Awas kalo bang kyu selingkuh, tak jambak rambut sungmi.
    Jeyoung keliatan posesif banget yak.
    Next chapter buat lebih greget author ya🙂

  4. Authorrrr saya mohon ini lanjuttttkaaannn…. saya udah baca lamaaaa banget ini dan belum ada kelanjutannya !
    ayooo donggg plisss banget ff yang ini dibikin tamaaattt karna saya jadi manusia kepoooo akan ff ini love you thorrr *segeradipublisyaa*

  5. Aigoo jeyoung bener2 gelisah krn kyu ..
    authornim please update yaaa.. ditunggu next partnyaa..penasaran .. apakah nanti jeyong dan kyu jadi bulan madu dan mempunyai aegy lagi..hohoho.. aegynya cewe seperti yg di harapkan jeyoung.. komawo

  6. paraaaah2 kangeen
    bgt sumpah sama
    epep yg satu ini😦
    kpn nih author yg
    cantik dan baik hati
    mau lanjut epep ini🙂
    baca dr part 1-3
    bolak balik gak
    bosen tp bikin
    penasaran cerita
    selanjutnya di
    tunggu bgt ya thor
    part selanjutnya
    hwaiting :-*

  7. Kalau liat sikapnya Kyu sama sungmi,,, aku gk terlalu curiga sih. Kaya’nya gk ada apa2 deh. Cuma rekan krja aja. Coz Kyuhyun nya biasa2 aja sih.
    Semoga cuma prasaan jeyoung aja..

  8. Oh Jeyeong, kamu kecewa saat Kyu menolak ajakanmu berlibur. Yaa seperti itu yang Kyu rasain waktu kamu nolak buat diajak honeymoon….

    Kyuuu…. Beneran kamu mau selingkuh gara2 Jeyeon ngk cantik lagi…??? Ngk sempurna lagi….??? Ngk seksi lagi….???? Dan agak egois….??? Laku kemana aja kamu selama 2 thun ngejar2 dia kalau 2 tahun setelahnya kamu campakan begitu aja…

    Truz pake ngajak tuh si Sungmi ke toko perhiasan lagi. Nyobain kalung buat dia lagi. Apa bagusnya siihhh….??? Nyebelin banget. Napa ngk ngajak Jeyeong aja….
    Jangan ngelirik rumput tetangga deeh walaupun kelihatannya lebih hijau dibanding punya sendiri tapi itu hanya kelihatannya aja kali. #aduh-jadi-ceramah😀
    agak sebel ama part ini…. Kemana kyu si lovely husband itu coba…..???

  9. jiyoung di bakar cemburu…..tapi kayaknya kyuhyun sama sungmi ga ada hngn apa2.. bisa jadi malahan kyuhyun ngajakin sungmi untuk nemenin dia bli perhiasan yg ntinya mau di kasihin ke jiyoung..

  10. Aaaaa usaha keras jeyoung!!! Fighting!!! Aku mendukungmu!!! Hahaha *evil laugh* *plak:D mian eonni… Sumpah ff ini bikin aku greget.. Ok deh aku lanjut dulu ya eonni:)

  11. Ada hubungan apa kyuhyun sama sungmi ? Bukan perselingkuhan kan ? Jangan sampai dan gak mungkin bnget kyuhyun bkal selingkuh.
    Fighting buat ji young yg udah mulai ngurus dirinya tpi jangan berlbh ya, kamu bkal tetep cuantik.
    Cus ke part selanjutnya eonnie ^^

  12. Kira” ada hubungan apa antara kyuhyun dan sungmi ? Please,jangan sampai kyuhyun selingkuh… Kasihan Je Young dan bukannya kyuhyun sangat mencintai Je Young

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s