Shady Girl Yesung’s Story [Part 1]

Tittle : Shady Girl Yesung’s Story Part 1
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance

Main Cast :
Choi Eunri | Kim Jongwon a.k.a Yesung

Support cast :
Cho Kyuhyun | Kim Joonmyun a.k.a Suho

Dha’s Speech :
Shady Girl lanjutannya hadir juga. Wah, berarti makin numpuk nih FF yang harus aku selesaikan.. hehehe.. biarlah, toh aku suka kok ^_^
Pada tahu kan dalam Shady Girl, Yesung berperan sebagai jaksa dan Eunri itu Editor in Chief majalah Fashion? Oke yang belum tahu baca aja Shady Girl Kyuhyun’s Story atau Shady Girl Heechul’s Story karena di sana ada sedikit cerita tentang pasangan ini.

Kalau Ryeowook’s Story bercerita tentang mafia, maka di sini aku coba pake genre misteri. Meskipun yah, aku gak ahli dalam bidang ini. Suer deh, makanya jarang banget bikin genre cerita detektif-detektif gitu. Karenanya maaf kalau ceritanya abal banget, kasusnya gak mutu atau cara penyelesaiannya terlalu gampang ditebak. Susah banget soalnya bikin cerita dengan tema begini. Sok deh tanya ama Aoyama Gosho-sensei atau pak Dan Brown. Makanya juga aku berharap tidak mendapat bashing. Heheheh.. aku fansnya pak Dan Brown karena itu ada beberapa hal yang aku contek dari bukunya. Gak ngejiplak, cuma ngambil beberapa istilah keren di sana. Ada yang udah pernah baca novel The Da Vinci Code, nah, kalau pernah baca pasti tahu yang mana yang aku cuil dari novel superkece itu.

Happy Reading ^_^Shady Girl Yesung's Story by Dha Khanzaki

====Part 1====

TIRAI putih yang menjuntai hingga lantai itu disibakkan, menampilkan pemandangan yang sudah dinantikan Yesung sejak lima belas menit yang lalu. Ia langsung bangkit dengan wajah membelalak takjub melihat betapa cantiknya Eunri dalam balutan gaun pengantin yang indah. Majalah yang sejak lima belas menit lalu menjadi temannya jatuh begitu saja dari atas pangkuannya.

“Bukankah sudah kukatakan, gaun itu memang diciptakan untuk kau kenakan.” Ungkapnya penuh kekaguman.

Semburat merah langsung menghiasi kedua pipi Eunri. Dengan bantuan seorang pramuniaga ia melangkah keluar dari ruang ganti lalu berjalan ke hadapan tunangannya.

Hari ini sesuai dengan janji, Eunri mengajak Yesung pergi ke butik milik sahabatnya, Sung Youngjae untuk mengepas gaun pengantin yang akan dipakai saat pernikahan mereka nanti. Ia terlalu bahagia. Lebih banyak senyuman yang ia tampilkan hari ini hingga bibirnya pegal. Tak pernah ia sangka akan tiba saatnya Yesung mengajaknya menikah. Mereka sudah berpacaran hampir lima tahun lamanya. Yesung terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai jaksa sampai tidak memiliki cukup waktu luang untuk menikah. Baru saat ini, tepatnya sebulan yang lalu Yesung melamarnya. Bukan lamaran yang romantis, tetapi cukup untuk membuat Eunri menitikkan airmata.

Dan tiga bulan ke depan, pernikahan mereka akan digelar. Itulah yang membuat Eunri tidak bisa berhenti tersenyum.

“Aku merasa sangat sempurna. Terima kasih.” Ia sudah merencanakan pesta pernikahan yang meriah karena kedua orangtuanya ingin pernikahan putri pertama mereka dan satu-satunya berlangsung spektakuler.

Sikap malu-malu Eunri membuat Yesung tertawa bahagia. Ia memeluk pinggang gadis itu dengan sikap posessif. “Kapan tepatnya pesta pernikahan kita?”

“Tiga bulan lagi. Kenapa?” Eunri lalu menyipitkan matanya, “Jangan katakan akan ada sidang yang harus kau hadiri. Yang benar saja Kim Jongwon, bisakah kau meluangkan waktu sehari saja untuk pernikahanmu?”

Eunri tidak habis pikir bagaimana ada manusia yang begitu mendedikasikan hidupnya pada pekerjaan seperti tunangannya ini. Mereka sudah bertunangan lebih dari dua tahun yang lalu dan Yesung baru saja memiliki waktu untuk melangsungkan pesta pernikahannya tiga bulan dari sekarang. Betapa gembiranya Eunri ketika Yesung melamarnya sore itu dan sekarang, dia akan mengacaukan kebahagiaannya dengan melupakan kapan mereka akan menikah?

Yesung berdecak, “Kau mulai mengambil kesimpulan sendiri lagi, Putri. Belajarlah untuk berpikiran positif tentang calon suamimu ini.”

“Lalu kenapa bertanya?”

Senyum pria itu mengembang, “Aku sudah tidak sabar ingin melihatmu memakai gaun ini saat berjalan menuju altar nanti.”

Berkat kata-kata romantis itu kemarahan Eunri seketika lenyap. Senyum di bibirnya kembali terbit. “Jadi benar-benar tidak ada sidang atau kasus yang harus kau tangani nanti?”

Yesung menggeleng yakin lalu mencium keningnya, “Tidak ada. Aku bisa menjaminnya.”

“Jika kau sampai melanggar kata-katamu, aku tidak akan pernah mau menikah denganmu lagi.” ancam Eunri sengit. Kata-kata tajam yang tak lebih dari sekedar gurauan karena tidak mungkin ia berpisah dengan Yesung setelah perjalanan cinta mereka yang panjang dan berliku selama berpacaran.

“Em, apa aku mengganggu?”

Eunri menoleh dan menemukan sang perancang berjalan sambil membawa tuksedo yang akan dicoba Yesung di tangan kirinya. Eunri tersenyum pada wanita yang pernah menjadi salah satu perancang untuk majalah fashionnya. Eunri adalah Editor in Chief untuk majalah Ri-Bon, perusahaan yang ia warisi dari ibunya.

“Tidak sama sekali. Aku bersyukur kau datang sebelum aku terpaksa mencium Eunri di sini.” Canda Yesung. Eunri langsung menyikutnya karena malu. Youngjae hanya tertawa lalu mengulurkan tuksedo itu pada Yesung.

“Kuberikan rancangan terbaikku untukmu. Kuharap ini sesuai dengan ukuranmu.” Seperti biasa, Youngjae memang wanita yang ceria dan ramah.

“Kau baik sekali. Terima kasih.” Yesung mengambilnya. “Aku akan mencobanya dan membuat Eunri terpesona.”

“Yeah, coba saja.” sahut Eunri menanggapi lelucon tunangannya itu. Yesung pergi ke ruang ganti untuk mencoba baju pengantinnya.

“Aku tidak melihat Joon, kemana dia?” Eunri mempertanyakan kehadiran putra Youngjae. Tidak biasanya wanita itu terlihat tanpa anak lelakinya.

“Aku menitipkannya pada Eomma. Dia ingin mengurus Joonie sementara aku dan Ayahnya bekerja.” Senyum Youngjae melebar bila mengingat putranya yang baru berusia 8 bulan. Ia dan Heechul—suaminya memang selalu sibuk mengurus pekerjaan masing-masing, tetapi tidak pernah melupakan tugas utama mereka sebagai orang tua. Hanya saja kakek nenek Joonhee seringkali meminta agar Youngjae menitipkan putranya itu pada mereka. Terutama kedua orangtua suaminya.

“Huh, aku sungguh iri padamu. Semakin hari kau dan suamimu terlihat makin mesra saja. Kalau boleh jujur, hingga saat ini aku tidak percaya pria seperti Kim Heechul bisa berumah tangga juga. Aku sempat berpikir pernikahan kalian hanya akan bertahan selama satu tahun.” celoteh Eunri. Sifat tak bisa menahan dirinya itu memang sudah ada sejak lahir dan Youngjae cukup mengenal mantan bosnya itu sehingga ia hanya bisa tersenyum menanggapi komentar tajam Eunri.

“Kau tidak tahu saja,” balas Youngjae dengan senyum misterius. Pernikahannya memang diawali dengan kontrak selama satu tahun. Tetapi cinta yang tumbuh seiring berjalannya waktu membuat Heechul dan dirinya sepakat untuk menghapus kontrak itu dan menjalin pernikahan yang sesungguhnya. *baca Shady Girl Heechul’s Story*

“Bagaimana dengan persiapan pernikahanmu?” Youngjae sengaja membelokkan pembicaraan.

“Sudah mencapai lima puluh persen. Orangtuaku sudah mengerahkan seluruh kemampuannya agar persiapan pernikahanku sempurna hingga tiba waktunya.”

“Mereka pasti sangat antusias dengan pernikahan ini.”

“Sangat. Terutama ibuku. Mungkin ini karena aku satu-satunya anak gadisnya. Adik laki-lakiku baru berusia 15 tahun. Aku tidak tahu apa yang terjadi jika pernikahan ini sampai tertunda atau bahkan batal.” Dia bergidig ngeri membayangkannya. Itu jelas mimpi buruk baginya. Ibunya memiliki penyakit lemah jantung sehingga bisa tumbang dengan mudah jika mendengar kabar buruk ataupun mengagetkan.

Tepat setelah itu Yesung muncul dalam tuksedo hitam rancangan Youngjae. Dia berjalan dengan penuh percaya diri. Tangannya bergerak merapikan rambutnya dan ketika ia tiba di hadapan Eunri, pria itu tersenyum.

Chagi, bagaimana penampilanku?”

Eunri menatapnya dari ujung rambut hingga kaki, “Jinjja, kau buang kemana kekasihku? Jelas pria yang berdiri di depanku bukanlah jaksa Kim yang kukenal.” Ia tidak sedang menggombal, tetapi Yesung memang terlihat sangat tampan dalam tuksedo hitam yang memperlihatkan sisi maskulinnya. Namun kata-kata Eunri menimbulkan kerutan di kening Yesung.

“Apa artinya aku tampak aneh?”

Aniyeo,” kepala Eunri menggeleng cepat. “Kau tampak sangat tampan.” Wajahnya berbinar penuh kekaguman lalu menoleh pada Youngjae dengan antusias, “Kau sungguh pintar, Youngjae.”

“Kalau begitu momen ini harus diabadikan.” Youngjae mengambil kamera digitalnya. Eunri segera menggandeng Yesung bersiap-siap untuk dipotret.

“Tunggu dulu,” Yesung menyela membuat Youngjae berhenti. Pria itu mengambil sebuah kotak yang ia simpan di dalam tasnya lalu mengeluarkan sebuah cincin indah yang akan ia sematkan pada Eunri di hari pernikahan nanti.

Chagi,” Eunri mengerjapkan mata. Yesung tersenyum, tanpa berkata apa-apa ia memakaikan cincin itu pada jari manis kekasihnya. Ia lalu menoleh ke arah Youngkjae. “Nah, kami siap dipotret, Youngjae-ssi.”

Eunri memancarkan rona bahagia. Dengan semangat ia menggandeng lengan Yesung lalu menatap kamera. Ia posisikan tangannya sedemikian rupa agar cincin di jarinya terlihat jelas di foto nanti.

Mereka tersenyum pada lensa kamera. Youngjae memotretnya beberapa kali dan tersenyum saat hasil jepretannya memuaskan.

Jinjja, aku bisa menyaingi Henry dengan hasil jepretan seperti ini.” candanya. Ia memperlihatkannya pada Eunri dan Yesung. Mereka memperlihatkan ekspresi puas yang sama.

“Aku akan mengunggahnya ke homepageku.” Ujar Yongjae bangga.

“Kau benar, kita harus membagikan kebahagiaan ini pada seluruh dunia.” Sahut Eunri senang selama itu berkaitan dengan publikasi. Setelah itu mereka berganti baju kembali.

“Baiklah, kami puas dengan hasil rancanganmu Youngjae. Sisanya aku serahkan padamu.” ucap Yesung setelah mereka berganti pakaian. Ia merapikan jas kerjanya lalu mengambil tas.

Mwo? Kau akan kembali ke kantor lagi?” seru Eunri kaget melihat Yesung sudah siap pergi.

Ne. Aku harus menyelesaikan semua tugasku agar di hari pernikahan kita nanti tidak ada tugas yang menggantung.” Yesung menghampiri Eunri saat menyadari kekasihnya itu mengerucutkan bibir. “Hei, aku bekerja untukmu sayang.”

Eunri membuang napas berat, “Terkadang aku merasa diselingkuhi oleh pekerjaan-pekerjaanmu.”

Yesung langsung tertawa. “Yang benar saja. Aku akan menjemputmu sore nanti. Kita akan makan malam bersama orang tuaku malam ini.”

Jinjja? Ah, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ibumu.” Eunri melingkari lengan Yesung dengan tangannya. “Kajja, kita pergi.”

“Hati-hati di jalan.” Seru Youngjae ketika sepasang kekasih itu pergi meninggalkan butiknya.

—o0o—

Yesung tiba di kantornya satu jam kemudian setelah ia mengantar Eunri dengan selamat ke tempat kerjanya. Ia berjalan dengan bahagia menuju ruangannya. Sepertinya bencana apapun yang akan terjadi tidak ada yang bisa menghilangkan senyuman itu. Ya, namun Yesung sepertinya harus berpikir ulang karena ketika ia tiba di ruang kerjanya, asistennya sudah menunggu di sana dengan wajah cemas.

“Ada apa?” Yesung meletakkan tasnya di atas meja.

“Ada kasus baru yang harus kita tangani.” Ucap asistennya, Yoo serius. Pria itu berdiri dengan gelisah.

“Kasus?” Yesung mengangkat alisnya heran. Yoo segera menyerahkan map berisi berkas pada jaksa muda itu.

“Anda tahu Ox bukan?” tanya Yoo sambil berbisik seolah takut dinding pun ikut menguping.

“Oh, si pembuat onar yang akhir-akhir ini naik daun?” ujar Yesung acuh tak acuh. Media massa Korea sebulan terakhir ini sedang dihebohkan oleh Ox, pencuri yang berhasil membobol toko perhiasan Enchant yang memiliki sistem keamanan tinggi, tetapi anehnya tidak ada satupun yang dicuri, hanya ada satu etalase berisi sebuah giwang bertatahkan berlian warna biru laut yang dipecahkan. Tetapi perhiasan itu tidak dicuri, entah dengan alasan apa. Polisi hanya menemukan goresan berbunyi ‘Ox’ yang ditulis dengan watermark stylus atau spidol sinar hitam, sehingga tulisan tidak akan terlihat jika tidak terkena sinar hitam di bagian etalase kaca yang tidak pecah. Sejujurnya ketika pertama kali membaca berita itu di koran, Yesung berpikir siapapun si Ox itu dia adalah orang gila. Membobol toko perhiasan tetapi tidak mencuri apapun? Orang bodoh mana yang mau repot-repot begitu?

“Sekarang apa yang dilakukannya?”

“Tadi malam dia membobol sebuah kalung di Hwang Art Museum. Dan sekarang kalung itu berhasil dicurinya.”

“Apa!!!!” Yesung terkejut. Yoo menutup matanya karena teriakan itu terlalu kencang.

“Karena itu atasan meminta Anda secara langsung untuk menyelidikinya. Hwang Jinmi sekarang sedang menunggu di ruangan lain jika Anda ingin mengajukan beberapa pertanyaan padanya.”

Yesung menutup matanya. Sebenarnya ia tidak ingin menangani kasus apapun sampai pernikahannya selesai digelar dan atasannya sudah berjanji tentang hal ini. Tetapi kenapa pria itu mengingkari janjinya sendiri? Apa sekarang ia diperintahkan untuk mengungkap siapa penjahatnya? Itu akan memakan waktu berbulan-bulan.

Akhirnya Yesung menghela napas. Ia akan mengesampingkan urusan pernikahannya lebih dulu. Sekarang hanya temui Hwang Jinmi dan ajukan beberapa pertanyaan padanya. Ia harus mencari informasi secepatnya jika ingin kasus ini selesai sebelum pesta pernikahannya digelar.

“Dimana Hwang Jinmi-ssi berada?”

Yoo langsung mengantarnya ke ruang tunggu VIP. Di sana Hwang Jinmi, seorang gadis cantik kurator sekaligus pemilik Hwang Art Museum, duduk di sana dengan raut letih. Yesung segera menghampirinya lalu menyalaminya dengan hormat.

“Anda Hwang Jinmi-ssi?”

“Dan Anda pasti Jaksa Kim Jongwon yang terkenal cakap menangani berbagai kasus.” Jinmi tersenyum penuh wibawa.

“Panggil saja Yesung.” Ucapnya ramah, “Mereka hanya melebih-lebihkan. Sebenarnya bisa dibilang aku terlalu fokus pada pekerjaanku.” Yesung mempersilakan Jinmi duduk kembali. Mereka duduk berhadapan.

“Apa salahnya dengan fokus pada pekerjaan?”

“Itu yang membuatku dan tunanganku selalu bertengkar.” Yesung tertawa, kemudian ia berdehem ketika melihat Jinmi menunjukkan senyum lembut. “Maaf sudah berbicara melantur. Mari kita masuk pada masalah sebenarnya.” Yesung membuka berkas yang Yoo berikan. Sementara asistennya itu sejak tadi berdiri di dekat pintu. Memantau situasi dari jauh.

“Jadi sebuah kalung dicuri dari Museum Seni Hwang?” tanya Yesung.

Jinmi mengangguk sedih, “Itu adalah hasil pekerjaan seniman terkenal dari Pulau Nami.” Gadis itu menunjukkan selembar foto yang menunjukkan sang seniman, dirinya dan kalung yang telah dicuri. Yesung memandangnya dengan seksama, terutama kalung itu. Ia penasaran apa yang membuat sang pencuri begitu tertarik. Ia memang tidak terlalu tertarik pada benda-benda bernilai seni tetapi ia tahu kalung ini memiliki model yang indah. Terutama berlian di tengah liontin itu.

“Foto itu diambil beberapa tahun yang lalu ketika aku membelinya dari sang pengrajin. Aku memberi nama kalung itu Diamond Sky karena warna berlian di liontin itu berwarna biru langit.”

Yesung mengangguk-angguk, “Lalu apa alasanmu meletakkannya di dalam museum? Apa ini memiliki nilai sejarah tertentu?”

“Tuan Yesung, Museum Seni Hwang bukan galeri seni yang dipenuhi benda-benda bersejarah.” Bantah Jinmi tenang, “Tak perlu memiliki nilai sejarah untuk menjadikan sesuatu sebagai benda seni kualitas tinggi. Kalung ini dibuat oleh seorang seniman yang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya. Ini adalah karya yang dihasilkan dari rasa bangga sang seniman sebagai pengrajin. Dan aku meletakkannya di Museum agar semua pengunjung bisa merasakan spirit sang pengrajin saat melihatnya.”

Yesung mengangguk lagi. Tentu saja ia tahu hal itu. Benda-benda seni yang dipajang di Hwang Art Museum bukanlah benda-benda penuh sejarah seperti museum kebanyakan. Sebagian besar isi museum itu adalah karya-karya yang langka dengan nilai seni tinggi. Ada berbagai macam benda mulai dari porselen dengan bentuk unik, ukiran-ukiran kayu, berbagai macam perhiasan, lukisan, hingga beberapa tulang-belulang yang disulap menjadi bentuk tertentu. Tetapi bagaimana pun benda-benda itu memiliki daya jual selangit jika saja Jinmi—si kolektor bersedia menjualnya. Banyak kolektor dari penjuru dunia datang mengunjungi Hwang Art Museum untuk berburu harta. Karena itu pencurian yang dilakukan Ox merupakan berita duka bagi para pengunjung dan pecinta seni Museum Seni Hwang.

“Hmmm, rupanya si pencuri juga cerdik, dia mematikan listrik di area museum selama melakukan aksinya.” Ujar Yesung ketika ia membaca laporan tim penyidik yang dilampirkan dalam berkas.

“Tapi kami memiliki sistem pengamanan ganda. Benda-benda di sana dilindungi semacam sensor alarm dengan tenaga baterai yang secara otomatis berfungsi saat siapapun mencoba memindahkannya.”

“Oh apa yang terjadi seandainya sensor itu berfungsi?”

“Pencuri akan terkurung di dalam museum karena sensor itu otomatis membuat setiap ruangan di Museum menjadi semacam perangkap tikus.”

“Ah, seperti sistem keamanan di Museum Louvre.”

“Aku mengadaptasi sistem keamanan di sana.”

“Jelas si pencuri bukan orang bodoh karena dengan keamanan secanggih itu dia tetap berhasil lolos.” Yesung membaca kembali laporan itu, “Sepertinya media belum mengetahui hal ini.”

“Aku meminta pihak kepolisian untuk tidak membocorkannya pada media. Aku tidak ingin orang datang berbondong-bondong ke Museum dan merusak TKP.” Ia memandang Yesung penuh permohonan. “Jadi, maukah kau membantuku menemukannya? Benda itu sangat berarti untukku.”

“Aku akan mengusahakannya Nona Hwang. Kita hanya berharap si pencuri mencoba melakukan aksinya lagi. Dengan begitu kita bisa menebak cara dia mencuri dan benda apa lagi yang akan diincarnya.”

Jinmi tersenyum lega. Gadis itu langsung berdiri lalu membungkukkan badannya.

“Aku tahu atasanmu sudah menunjuk orang yang tepat.”

—o0o—

“Bagaimana cara Anda menangkap si pencuri? Ox sepertinya benar-benar pencuri abad ini.” Yoo bertanya heran pada Yesung yang sedang berkonsentrasi pada layar komputer yang menampilkan rekaman cctv pada hari sebelum terjadinya pencurian. Ketika sadar Yesung tidak menjawab, ia menambahkan. “Apa yang Anda cari dari rekaman ini?”

Yesung menoleh, “Aku ingin tahu apa ada seseorang yang memperhatikan kalung itu selama beberapa hari. Aku yakin sang pencuri tidak memilih benda itu secara acak. Banyak sekali barang di dalam museum tetapi kenapa kalung yang ia curi? Jika kau menjadi si pencuri benda apa yang akan kau ambil?” tanya Yesung pada Yoo.

Pria itu memiringkan kepala lalu berpikir, “Sudah jelas benda yang memiliki harga tinggi.”

Bingo, kenyataannya si pencuri tidak mengambil benda dengan nilai jual lebih mahal dari kalung itu. Kau lihat mahkota itu?” Yesung menghentikan rekaman sebentar, menunjuk sebuah etalase berisi mahkota salah satu raja Swedia yang sudah jelas bernilai lebih tinggi. “Benda itu hanya berjarak beberapa meter tetapi sang pencuri justru menjarah kalung yang berharga empat kali lipat lebih rendah. Kau tahu apa artinya itu?”

Yoo menggeleng bingung, “Aku tidak mengerti.” Lalu tiba-tiba dia menepukkan tangan, “Si pelaku telah mengincarnya sejak awal.”

“Tepat sekali. karena itu aku mencari seseorang yang mengamati kalung itu selama beberapa hari. Aku yakin si pencuri melakukan riset untuk mengetahui keamanan semacam apa yang melindungi kalung itu.”

“Tuan, Anda sungguh pintar!” seru Yoo bangga. Tiba-tiba pintu ruangan itu diketuk. Seorang petugas berpakaian rapi masuk lalu membungkuk hormat pada mereka berdua.

“Siapa kau?” Yoo bertanya heran. Pria muda itu tersenyum sambil buru-buru mengeluarkan sebuah tanda yang menunjukkan bahwa dia adalah anggota kepolisian.

“Oh, kau utusan dari kepolisian untuk membantu kami.” Sahut Yoo santai.

“Saya Petugas Kim Joonmyun dari Kepolisian Seoul, datang untuk membantu Jaksa Kim menguak kasus pencurian Hwang Art Museum!” serunya terlalu bersemangat sampai-sampai Yoo dan Yesung menahan tawa.

“Kau pasti petugas baru.” Ujar Yesung menilai dari penampilan polisi muda itu yang masih muda. “Berapa usiamu?”

“24 tahun, Pak!” serunya lagi, kali ini sampai melakukan hormat segala. Yesung mengangguk senang melihat semangatnya.

“Dia terlalu bersemangat,” bisik Yoo sambil terkikik.

“Kau juga dulu seperti itu.” sahut Yesung ia lalu menatap Petugas Kim itu lagi, “Jadi kau yang akan membantuku, em, aku harus memanggilmu apa?”

“Suho, Pak.” Serunya. “Saya ditugaskan untuk membantu Anda menyelesaikan kasus. Jadi, kita akan mulai darimana?” matanya yang berbinar gembira membuat Yesung ingat masa-masa ketika dirinya ditugaskan menangani kasus untuk pertama kali. Waktu itu hanya kasus-kasus ringan seperti perseteruan dalam rumah tangga atau laporan kehilangan.

Yesung akan menjawabnya tepat ketika ponselnya berdering. Ia melirik layar dan mengerang mengetahui itu panggilan dari Eunri. Sial, ia benar-benar lupa pada janjinya mengajak Eunri makan malam di rumahnya.

“Sebentar,” ia mengangkat tangan meminta Suho menunggu sejenak. Ia lalu bangkit dari mejanya dan menjauh agar bisa berbicara tenang dengan Eunri.

Yeobseo.” Ucapnya. Ia siap menerima kemarahan Eunri dan benar saja, suara Eunri yang meledak-ledak langsung menusuk telinganya.

“Kau lupa janjimu lagi, Tuan Kim! Aku sudah menunggu di depan kantorku selama satu jam! Aku pikir kau ingat karena itu aku tidak menelepon ataupun mengirimimu pesan tetapi setelah aku menunggu selama ini aku baru sadar bahwa penyakit amnesiamu kambuh!”

Yesung mengusap keningnya letih, “Maaf sayang. Ada pekerjaan penting yang harus aku selesaikan.” Ia menoleh pada Yoo dan Suho yang saat ini sedang berbincang tentang kasus itu lalu kembali fokus pada Eunri. “Bagaimana jika makan malam…”

“TIDAK!!” penolakan tegas dari Eunri membuat Yesung menghela napas. “ Aku sangat ingin berbicara dengan kedua orang tuamu tentang pesta pernikahan kita. Karena itu JEMPUT AKU SEKARANG!!!”

“Tapi pekerjaanku masih belum selesai.”

“Apa itu artinya aku lebih penting dari pekerjaanmu? Jinjja, ternyata tunanganku belum berubah juga. Kau tetap Yesung si workaholic dan penghancur suasana!!”

“Eunri.” Yesung mendesah. Ia ingin berkata tidak tetapi hatinya luluh ketika ia mendengar suara isak tangis Eunri di telepon.

“Bisakah kau meluangkan waktumu untukku? Kita akan menikah sebentar lagi. Kau sudah berjanji untuk mengosongkan jadwalmu sampai kita menikah. Apa kau ingin menghancurkan kepercayaanku lagi?”

“Tidak, sayang. Baiklah, aku akan menjemputmu sekarang.” Yesung mendesah kalah. Astaga, bagaimana bisa ia begitu mudah terpengaruh oleh Eunri?

Sedetik kemudian Eunri berhenti terisak, malah kini berbicara dengan nada superceria, “Baiklah, aku menunggumu di depan kantorku. Sampai bertemu, sayang!!”

Sambungan terputus dan saat itulah Yesung kembali mendesah berat. Ia menatap kakinya sambil berkacak pinggang. Bagaimana ia menjelaskan hal ini pada Eunri nanti? Ia tidak mungkin menutup-nutupi fakta bahwa ada kasus penting yang sedang ia tangani dan itu membutuhkan perhatian ektra. Tetapi di lain pihak ia sudah berjanji tidak akan sesibuk dulu di saat mereka akan menikah tak lama lagi. Yesung benar-benar menyalahkan si pencuri itu yang melakukan aksinya di saat yang tidak tepat. Ia menghampiri Yoo dan Suho dengan ekspresi penuh penyesalan.

“Apa tidak apa-apa jika aku meninggalkan kalian sebentar? Ada sesuatu yang harus kuurus.” Ucap Yesung tidak enak hati.

“Apa itu tentang persiapan pernikahanmu? Kalau begitu pergilah.” Ujar Yoo penuh pengertian. “Kami baik-baik saja di sini. Lagi pula ada anak baru yang menemani.” Pria itu merangkul Suho dengan senang.

“Apa Jaksa Kim akan menikah tidak lama lagi? Chukkae.” Suho memberikan selamat.

Yesung tersenyum, “Doakan semoga semuanya berjalan lancar.” Ia berkata seperti itu karena tiba-tiba saja ia mendapat firasat buruk. Sebelum pergi ia sempat memberi instruksi pada Yoo dan Suho tentang apa saja yang harus mereka selidiki dan temukan selama ia pergi. Ia percaya kedua orang itu bisa mendapatkan sesuatu yang menarik ketika ia kembali nanti. setelah itu ia meninggalkan gedung kejaksaan dengan perasaan khawatir.

Semoga Eunri tidak marah saat ia mengatakan padanya tentang kasus ini.

—o0o—

Makan malam itu berjalan lancar. Yesung lega karena Eunri tidak marah sama sekali ketika ia menjemputnya tadi. Sekarang tunangannya itu sedang terlibat perbincangan seru dengan ibu dan adik perempuannya—Hyunjung.

“Oh, jadi kau sedang hamil 2 bulan? Selamat.” Seru Eunri senang. “Aku tidak sabar ingin memiliki keponakan yang lucu.”

Hyunjung, wanita yang kecantikannya memancar keluar karena kehamilannya itu hanya tersipu. “Aku sudah menantikan kehamilan ini sejak lama. Benar bukan, Oppa.” ia lalu menoleh pada Kyuhyun, suaminya yang balas tersenyum.

“Tentu saja sayang.”

“Kenapa kalian menunda kehamilan itu cukup lama?” tanya Yesung heran.

“Aku hanya ingin Hyunjung menyelesaikan kuliahnya lebih dulu.” sahut Kyuhyun tenang. Ia lalu balas memandang kakak iparnya. “Bagaimana dengan persiapan pernikahanmu, Hyung?”

Eunri menjawab lebih dulu, malah terlalu bersemangat, “Sudah 50 persen. Semuanya hampir siap hanya tinggal mengurus beberapa berkas untuk pernikahan.”

“Ah, semoga saat itu aku tidak bertambah gemuk. Aku ingin tampak cantik dalam gaun pengiring penantin nanti.” ucap Hyunjung cemas. Kyuhyun mengusap pipinya dengan lembut.

“Kau masih cantik, sayang. Tak perlu khawatir.”

Hyunjung tersenyum lalu merangkul lengan suaminya dengan mesra, “Aku mencintaimu.” Meskipun hanya berupa bisikan tetapi Yesung yang duduk di seberang bisa mendengarnya. Sebagai kakak ia hanya menggelengkan kepala dengan bibir tersenyum. Dahulu ia memang terlalu overprotektif terhadap adik perempuan satu-satunya itu. Ia selalu memusuhi semua pria yang mencoba mendekati adiknya karena menurutnya tidak ada satu pun dari mereka yang pantas mendampingi adiknya. Tetapi ketika ia bertemu Kyuhyun—pria yang kini menikahi adiknya—ia merasa pria itu berbeda. Kyuhyun yang saat itu penampilannya masih meragukan, berhasil meyakinkannya bahwa dia mencintai adiknya dengan sepenuh hati. Hal itulah yang membuat Yesung pasrah saja dan merelakan adiknya menjalin hubungan dengan pria itu *baca Shady Girl Kyuhyun’s Story*.

Lagipula Kyuhyun pria yang baik. Dan lihat bagaimana mereka saling mencintai. Yesung terkadang selalu iri dengan cara Kyuhyun menunjukkan cinta pada adiknya. Sungguh tulus dan langsung. Pantas saja Hyunjung mencintainya setengah mati.

“Proyek apa yang sedang kau tangani sekarang?” tanya Tuan Na—Ayah Yesung pada Kyuhyun.

“Perusahaanku berencana meluncurkan game baru akhir musim ini. Aku sudah membuat prototipenya dan berniat menunjukkan pada para sponsor akhir minggu nanti.” Kyuhyun adalah CEO QC Company, sebuah perusahaan game terbesar di Korea sekaligus dosen di salah satu universitas.

Ayahnya tampak mengangguk puas. Tentu saja dia bangga memiliki menantu sepintar dan segigih Kyuhyun. Yesung pun diam-diam bangga pada adik iparnya itu meskipun ia lebih memilih memakan beling daripada harus mengakuinya secara langsung. Ia masih menyimpan rasa tidak suka pada Kyuhyun semenjak pria itu pernah terlibat dalam kasus pencurian kartu kredit temannya sendiri *baca Shady Girl*.

“Dan apa yang sedang kau tangani sekarang, nak?”

Yesung terperanjat kaget ketika ia menyadari Ayahnya sedang mengajukan pertanyaan untuknya. Akhirnya, tiba juga saatnya ia memberitahu hal ini. Ia tiba-tiba saja merasa gugup.

“Um, aku sedang menangani kasus, sebenarnya.” Ujarnya perlahan. Tatapan Eunri yang tiba-tiba menegang membuat Yesung harus menahan napas.

“Kasus?” Eunri bertanya heran. Gadis itu terlihat ingin mengajukan ribuan pertanyaan tetapi terpaksa menelannya kembali karena adanya kedua orangtua Yesung.

“Ya. Kasus pencurian yang melibatkan Ox.” Jawab Yesung ragu berharap tidak ada satupun yang membaca koran ataupun menonton berita pagi ini. Tetapi dugaannya salah karena Ayahnya langsung membelalak sementara Kyuhyun tersedak teh yang sedang disesapnya.

“Pembobol Toko perhiasan Enchant?” seru Ayahnya tak percaya. “Tentu saja itu bukan kasus kecil, nak.”

“Dia adalah pencuri misterius yang pintar. Aku kagum pada caranya melewati sistem keamanan toko itu tanpa terlacak sama sekali.” ujar Kyuhyun sambil mengangkat jempolnya. Yesung langsung menatap tajam padanya. Ia tidak suka ide tentang pencuri yang mendapat pengaguman.

“Tapi dia tetap seorang kriminal.” Debatnya dengan mata menyipit. Kyuhyun yang sadar telah berkata salah pada si penegak kebenaran langsung mengusap tengkuknya kikuk.

“Ya, dan dia tetap harus ditangkap.”

“Aku mendengar sesuatu telah dicuri di Hwang Art Museum.” Ujar Hyunjung membuat Yesung menatap kaget adiknya. “Kau tahu? Tapi polisi tidak..”

“Aku kenal Hwang Jinmi—kurator museum itu. Dia pernah menjadi juri dalam lomba design fashion yang disponsori perusahaan kita. Dia terlihat sedih ketika aku menemuinya pagi tadi.”

“Apa yang dicuri di sana?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Entahlah, Jinmi-ssi tidak mengatakan apapun.”

“Wah, ini benar-benar kasus besar dan kau ditugaskan untuk menangkap pencurinya?” tanya Ayahnya lagi.

“Itu pasti akan memakan waktu lama.” sahut ibunya serius. “Semoga kau tetap siap untuk pernikahanmu, nak.”

Yesung tidak langsung menjawab karena ia semakin kehilangan kata-kata ketika Eunri menatapnya dengan sorot mata meredup. Jelas Eunri memahami bahwa untuk memecahkan satu kasus pencurian seperti ini akan memakan waktu lama dan ia merasa bersalah karena telah mengecewakan Eunri malam ini.

—o0o—

“Maaf, chagi. Aku tidak tahu akan mendapatkan tugas ini. Kukira kasus ini akan dilimpahkan kepada Jaksa Jung.” Ucap Yesung malam itu ketika mengantar Eunri kembali ke apartemennya. Eunri membuka pintu apartemennya dengan malas. Mereka masuk ke dalam apartemen itu lalu menyalakan beberapa lampu hingga keadaan terang.

“Sudahlah. Lagipula kau tidak mungkin menolak permintaan atasanmu bukan?”

“Ya.” Yesung mendesah karena ia lelah. Ia benci saat ketika Eunri mendiamkannya seperti ini. Lebih baik ia mendapati Eunri berteriak-teriak padanya jika marah daripada bersikap cuek padanya seolah dirinya hanya sebuah patung.

Dengan lembut Yesung menarik Eunri ke pelukannya. Gadis itu tidak meronta atau pun balas memeluknya seperti biasa. Jelas Yesung hapal gelagat ini. Eunri sedang merajuk, mencoba memahami tuntutan pekerjaannya tetapi sebenarnya gadis itu sedang menahan emosi.

“Aku akan mencoba memecahkan kasus ini sebelum waktu pernikahan kita tiba. Aku berjanji pernikahan ini akan tetap terlaksana pada tanggal yang sudah kita tentukan bersama.”

“Aku tidak tahu. Dengan kasus sebesar ini rasanya tidak mungkin selesai dalam tempo tiga bulan.” Eunri mendengus. Yesung menarik dagu gadis itu agar menatapnya.

“Kau sebaiknya tidak meremehkan kemampuanku, Nona. Lihat saja, Ox atau siapapun akan kutangkap dalam tempo satu bulan.” Ucapnya sungguh-sungguh. “Aku tidak ingin pernikahan kita ditunda apalagi batal.”

Eunri tersentuh oleh kesungguhan Yesung. Lambat laun kekesalannya berubah menjadi kelegaan. Gadis itu melemaskan bahunya yang tegang lalu memeluk Yesung.

“Kau sudah berjanji. Awas jika kau sampai mengingkarinya.” Ia memeluk pinggang tunangannya itu dengan mesra. Yesung tertawa karena ia pun merasa lega. Syukurlah kali ini pun Eunri kembali memerinya pengertian. Ia sudah khawatir sejak meninggalkan kantor bahwa Eunri akan marah lalu merajuk. Jika itu terjadi segalanya akan menjadi kacau.

“Ya, aku berjanji.” Ia menyentuh pipi Eunri dengan buku-buku jarinya, “Jadi tidak masalah bukan jika aku meminta satu ciuman selamat malam darimu?”

Pipi Eunri memerah, “Kau selalu meminta di saat kau bisa mendapatkannya sendiri.”

Yesung tergelak, “Kau benar.” ia lalu menarik dagu Eunri ke atas lalu meraup bibirnya. Menciumnya dengan lembut, pelan, dan dalam.

Eunri melingkarkan tangannya di leher Yesung. Karena sepatu high heelsnya sudah dilepas maka ia harus berjinjit agar bisa mengimbangi ciuman tunangannya. Eunri merasa bahagia karena malam ini berakhir indah seperti yang ia selalu khayalkan setiap malam. Yesung mengantarnya ke apartemen lalu mereka berciuman sejenak sebelum berpisah.

Mereka berdua terengah ketika Yesung menjauhkan wajahnya. Pria itu tersenyum lembut lalu mencium kening Eunri sebelum berpamitan.

“Kalau begitu aku pergi dulu, semoga kau tidur dengan nyenyak malam ini.”

Eunri tampaknya enggan membiarkan Yesung pergi, ia masih memeluk pria itu dengan segenap kasih sayang, “Aku berharap kau bisa menginap.”

“Hahaha, dimana aku akan tidur? Kita belum menikah jadi tidak bisa tidur satu ranjang dan apartemen ini hanya memiliki satu kamar.”

“Tapi kita akan menikah. Ayolah, kau anggap saja ini latihan.” Eunri mengeratkan pelukannya, ia mulai bersikap manja lagi. Matanya yang jernih itu tampak berkilauan memohon.

“Tidak, sayang. Lain kali saja.” Yesung mengecup Eunri kembali. Ketika Eunri dengan sebal melepaskannya, ia berbisik mesra, “Aku mencintaimu.” Ucapnya meniru apa yang dilakukan Hyunjung pada suaminya.

Eunri langsung terkikik geli, “Aku mencintaimu juga. Sudah sana pergi sebelum aku melarangmu keluar.” Ia mendorong punggung Yesung ke arah pintu.

“Baik-baik.” ia menatap Eunri sekali lagi sebelum meninggalkan kekasihnya sendiri di apartemen. “Aku benar-benar senang kau bisa memahamiku lagi. Selamat tidur dan jangan lupa mimpikan aku.”

“You wish!” seru Eunri sambil meleletkan lidah. Yesung hanya menjawabnya lalu pergi setelah Eunri menutup pintu apartemennya.

Eunri tersenyum sendiri ketika ia kembali ke kamar setelah berendam dalam airhangat. Ia mengganti bajunya dengan piyama lalu duduk di tepi ranjang, memandang cincin yang akan Yesung pakaikan di hari pernikahan mereka nanti. Untuk sementara Yesung mempercayakan cincin itu padanya.

“Aku tidak sabar melihat kau memasangkan cincin ini di jariku, chagi.” Eunri tersenyum. Setelah puas memandanginya ia memasukkan cincin itu kembali ke dalam kotak beludru kecil lalu menyimpannya ke dalam kotak perhiaasannya yang diamankan oleh kode. Semacam brankas kecil tempat ia meletakkan seluruh perhiasan kebanggaannya.

Ia memutuskan untuk tidur sambil meraih remote AC untuk mengatur suhu ruangan. Ia tidak bisa tidur jika udara kamarnya terlalu panas atau dingin. Tetapi ketika ia mengarahkan remote itu AC-nya dan tidak terjadi apapun, ia mengerang.

“Astaga, bagaimana aku lupa kalau AC ku rusak!” gerutunya lalu melempar remot di tangannya ke tengah ranjang. “Aku harus memanggil tukang reparasi besok.” Sambil mengomel Eunri terpaksa tidur tanpa pendingin ruangan. Sepertinya ia tidak akan tidur semudah itu mengingat hari ini cuaca begitu cerah dan kering.

—o0o—

Ketika Yesung kembali ke kantornya, jam menunjukkan pukul 10 malam. Sebagian penghuni gedung itu sudah pergi dan hanya menyisakan beberapa pekerja yang sedang dikejar deadline di ruangan masing-masing.

“Bagaimana, apa kalian sudah menemukan sesuatu?” tanya Yesung pada Yoo dan Suho ketika ia memasuki ruangannya. Yesung terkejut mendapati ruangannya berantakan oleh berkas-berkas dan bungkus makanan. Bahkan asistennya, Yoo sudah jatuh tertidur di sofa dengan jas yang tersampir di sandaran sofa. Ia mendesah berat. Jika seperti ini maka akan sulit untuk memecahkan kasusnya.

“Yesung-ssi, aku menemukan sesuatu!” seru Suho dari balik meja Yesung. Pria itu dengan cekatan mengotak-atik keyboard lalu meminta Yesung mendekat. Suho sepertinya seorang pekerja keras karena Yesung melihat kedua alis polisi muda itu mengerut serius. Wajar karena ini adalah tugas pertama yang harus ia tangani. Yesung setidaknya melihat secercah harapan di mata pria itu. Ia mendekat.

“Apa yang kau temukan?” Yesung penasaran. Suho menunjuk layar komputer dengan pointer.

“Orang ini, dia tampak mencurigakan. Sepertinya dia sedang mengamati kalung itu.”

Yesung menyipitkan matanya pada sosok misterius dalam rekaman. Jelas itu seorang pria yang memakai mantel tebal warna cokelat dan topi hijau. Wajahnya tidak terlihat jelas tapi mereka yakin kemana arah pandang pria itu. Jelas tertuju pada etalase kaca yang memajang kalung yang dicuri.

“Dia memang mencurigakan.” Ujar Yesung serius.

“Aku sudah melihat rekaman lain dan di hari-hari sebelumnya ada sosok yang menyerupai dirinya juga sedang mengamati kalung itu dari tempat yang berbeda. Aku yakin mereka orang yang sama.”

“Kau serius?” Yesung membelalak takjub. Suho lalu menunjukkan beberapa scene berbeda dalam rekaman cctv yang membuktikan kecurigaannya. Sepertinya dugaan Suho benar. Orang itu adalah orang yang sama meskipun memakai mantel dan topi yang berbeda. postur tubuh dan gerakan tubuhnya sama.

“Dia pasti pelakunya.” Lirih Yesung menggebu. “Sebagai petugas baru kau hebat, Suho-ssi.” Yesung menepuk pundaknya dengan bangga. Ia lalu menatap kembali layar komputernya. Matanya menyipit pada sosok misterius yang diduga sebagai Ox, pencuri kalung di Hwang Art Museum.

“Lihat saja, aku pasti akan menangkapmu pencuri.”

To Be Continued

204 thoughts on “Shady Girl Yesung’s Story [Part 1]

  1. Sebenernya nie yesung ama eunri tunangan Ϟÿª 2 tahun yang lalu atau sebulan yang lalu???
    Cek lgi author tulisannya jdi bingung krna jarak kalimat Ϟÿª berdekatan jdi langsung ketauan.
    ªK̶̲̥̅̊υ̲̣̥° suka ceritanya, ani ani semua cerita shandy girl story ªK̶̲̥̅̊υ̲̣̥° suka🙂
    Lanjut y thor ttp S̤̥̈̊є̲̣̥є̲̣̣̣̥M̲̅ªªªηGªª†̥†̥̥ ..(งˆヮˆ)ง

  2. Akhirnya giliran bias aku nih., hwaaaa kyanya bkal sering berantem deh gra2 workholicnya yeye ., aku berharap pernikahannya ngga batal .,

    good job thour , ff mu slalu keren😉

  3. Lanjut eonni.. ^^
    Penasaran ama pencuri.a.. *nyiapin.palu
    Eonni sequel.a SG kyuhyun story lanjut jg eon..
    Aku tetap menanti karya” mu eonni.. keren..

  4. aigoo aku kira shady girl lanjutannya bakal kangin story kalo ga henry ehh ga taunya yesung story. sumpah seru banget ini crita , dan aku baru liat padahal aku udh nunggu”.
    suka sama semua cerita shady girl mu thor mulai dari donghae,sungmin,kibum,kyuhyun,eunhyuk,siwon.taemin,heechul (mian ga apal urutannya heheh)
    di tunggu lanjutannya ya thor😀 hwaightiiiinngg !!!!

  5. anyyeong….salam kenal
    aku seneng banget sama semua ff series nya eonni yg shady girl
    apalagi yg terakhir yesung story….
    dilanjut ya eonni…..

  6. Anyeong thour… sebelumnya aku minta maaf karna dri awal aku hanya jadi silent reader karna aku blm tw gmna caranya ngalin jejak. hehehe tapi aku berhasil ngikutin setiap ff milik thor sampi ketahap ini. pokoknya semuanya berkesan n dhaebak deee, aku mengagumi thor yg udh bkrja keras. terima kasih ya thor udh ngibur readers ditunggu kelanjutanya thor. fighting

  7. hahahaha……aduhhh…q g bisa menghrntikan imajinasiku tentng yesung yg mukanya seriuss….
    arghhh
    q suka ceritanha..berbau misteri gituuu

  8. Waahh genre baru..seru,menegangkan
    Kasian eunri yg selalu was-was krna kerjaannya yesung,moga kasusnya bsa slesai sblum acara prnikhan mreka..

  9. ceritanya seru dan bikin penasaran, semoga yesung oppa bisa cepet menyelesaikan kasusnya
    dan semoga pernikahannya sama eunri lancar..

  10. Wihi sbnarnya udh bca yg part 1 tp rda lupa …. Ga kbyang gmna cool nya yesung oppa jd jaksa aduh bkin gemes….

  11. Keren (y) suka sma jalan cerita nya.. Yesung oppa di sini mkin ketjeh aja sihh :* tpi krang suka sma sifat nya eunri, rada gmna gtu..

    seruuu eonni 🙂🙂

    Next read ->>>

  12. eh ada suho muncul. jadi polisi lagi.
    kasian eunri harus extra sabar. semoga kasusnya bisa ditangani secepatnya. penasaran juga nih, bakal seru bingits kayaknya..

  13. Cieee Yesung mau nikah.. Jaksa yang keren… Di awal part sudah ada konflik, dan ini bagaimana kelanjutan nya cerita nya. Takut pernikahan Yesung gagal..

  14. semoga cepat ke tangkap, agar pernikahan Yesung dan Eunri terlaksana pada waktu yg sdh d tentukan.
    keep writ and hwaiting thor

  15. Baru nemu ff ini,,,dan bru baca part 1 aja dhhhh gregetan….ceritanya menarik bgt,,,,,yesung oppa jd jaksa,,wow sesuatu bgt!! Hehehehehehe

  16. Semoga yesung bisa nyelesaiin kasusnya kurang dari 3bulan yaaa, kasihan eunri udh nunggu 2tahun dan kemarin yesung baru ngajak nikah alias tunangan, next part ditunggu ya kak^^

  17. Hai Kak, aku reader baru di sini, salam kenal yaaa:3
    Cerita ini keren banget. Aku suka sama kata2nya. Mudah dipahami jugaa. Nanti aku coba baca part selanjutnya😀
    Salam kenal ya Kak. Sekalian izin ubek2 blog-nya. Terimakasih^^

  18. Jd Yesung emng srba slah,, d satu sisi dy ingin mnyiapkn acara prnikahannya dgn Eunri,,,d sisi lain ada tugas yg tdk bsa d abaikan sbg seorg jaksa,,, ah ksian jd galau nih bang Yesung…
    Aplg liat tentramen tunangannya yg??? Ah psti tau sndrikn sprti itu?? Jd hrap Yesung hrus byk2 sbar aja… Wah sngguh kbr mmbhgiakn,, Hyunjung hamil,,skian lama bru ksmpean nih pnya anaknya…slamat

  19. Hwkwkwkwk. Ketawa geli pas kyuhyun memuji kehebatan ox dan kemudian yesung terlihat sebal. Tapi ox emang keren. Dan yang bikin cerita ini lebih keren lagi😀.. Lanjut baca lagi ah. Penasaran apakah kerusakan ac eunri ada hubungannya dengan ox.

  20. Kayaknya bakal susah selesai dalam satu bulan. Bahkan lebih. Soalnya kasus ini ribet banget. Kalo bukan detektif handal bakal keliyengan. Tapi moga aja janji itu bakal kejadian. Kasihan dong yang mau nikah ini

  21. Wahh sepertinya bercerita ttg detektif nih untuk shady girl yesung…di awal cerita udh menarik dan bikin penasaran. Tp semoga kasus ini tdk menghambat pernikahan yesung eunri…

  22. Bang Yesung mah keterlaluan, cinta sih cinta ama kerjaan, tpi ya jngan smpe lupa donk ama yg lagi nungguin, untung aja tuh calonnya pengertiannya ngk terhingga, coba klo ngk, beeeh bisa batal deh pernikahannya….. 😂😁😁😁

  23. Ciyee yang mau nikah, gak nyangka abang yesung mo nikah juga,,malu udah tua masih bujangan, punya pacar malah di php-in..Syukurlah akhirnya 🙌😆😍

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s