School in Love [Chapter 11]

Tittle : School in Love Chapter 11
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance, School Life, Friendship

 

Main Cast :
Bae Suzy | Cho Kyuhyun | Kim Kibum | Park Jiyeon | Lee Donghae | Im Yoona

Dha’s Speech :
Masih pada betah ngikutin kan? FF ini menceritakan perjalanan hidup para tokohnya. Jadi tidak hanya menonjolkan kisah percintaan seperti FFku kebanyakan, tetapi ini lebih ke masalah persahabatan dan keluarga. Cinta di sini akan menjadi pelengkap malah mungkin hadiah bagi para tokoh dalam cerita ini. ^_^

Aku rajin post FF ini karena aku sukaaaa banget ceritanya. Bukan berarti FF yang lain terabaikan loh, tapi sedang dalam proses penggarapan agar hasilnya tidak terkesan terburu-buru. Aku harap temen-temen sabar menunggu dan sementara itu baca dulu saja FF yang sudah ada. Jangan teror aku dengan bertanya kapan FF akan dipublish. Pasti dipublish kok. tapi gak tahu kapan, oke. ^_^

Happy Reading.

School In Love [Nitha & Satya] 2 by Dha Khanzaki

====O0O====

CHAPTER 11

Kibum, The Playboy Genius

SUZY sempat mengira dirinya akan dibawa ke tempat rekreasi yang menyenangkan atau paling tidak tempat yang menjanjikan kegembiraan. Ia tak pernah menyangka Kibum akan membawanya ke sebuah gedung yang kini sudah dipenuhi oleh kerumunan orang. Ada beberapa wartawan berlalu lalang di sekitar venue. Tempat dilaksanakannya sebuah fashion show designer terkenal.

“Kibum, ini…” Suzy tercengang.

Fashion show.”
I know that
, Suzy memutar bola mata. Siapapun tahu ini acara fashion show.
“Kulihat acaranya meriah. Pasti acara ini milik seorang desainer terkenal.”
“Tentu saja. Kau tidak tahu desainer Kim Taehee?”
“Kau pasti bercanda!” Suzy terkejut bukan main. Meskipun ia tidak hapal wajahnya, namun ia tahu nama besar desainer sekelas Kim Taehee. Siapa yang tidak tahu? Namanya selalu terpampang di beberapa ajang penghargaan terkemuka karena menjadi sponsor untuk gaun-gaun malam indah dan jas pesta para artis yang datang ke sana.

Dan sekarang ia berada di tengah-tengah acara pagelaran busana Desainer sekaliber Kim Taehee? Suzy mencubit pipinya sendiri untuk memastikan ini bukanlah mimpi. Ternyata memang bukan. Ia terkesima ketika melihat beberapa artis dan model yang sering ia lihat di televisi dan majalah berlalu lalang di sana.

Kibum sungguh jenius. Jelas mengajaknya ke tempat ini berhasil menghapus sedih di hatinya. Suzy kini merasa sangat gembira. Ketika ia sedang memandang salah seorang model yang kini sedang diwawancara, Kibum tiba-tiba menariknya. Pria itu dengan cekatan melintasi lorong yang seharusnya terlarang untuk pengunjung. Apa yang pria ini lakukan, kemana ia akan dibawa.
“Ya, berhenti menarikku seenaknya! Kau pikir aku anjing Chihuahuamu?” Suzy dengan kesal menarik lepas tangannya.

Kibum tersenyum penuh pengertian, membiarkan tangan Suzy lepas dari tangannya. Mereka kini sudah tiba di depan pintu bertuliskan; Dress Room. Staff Only.

“Kibum…” seorang perempuan berpakaian modis yang sangat cantik menghampiri Kibum. Wanita itu tersenyum lebar, tampak terkejut karena sepertinya dia tidak percaya melihat Kibum berada di sini. Suzy merasa wanita itu familiar dan ia langsung melongo ketika wanita itu menarik Kibum ke dalam pelukannya lalu memberinya kecupan di pipi. Kibum pun melakukan hal yang sama.

Rahangnya nyaris jatuh melihat pemandangan itu.

Siapa wanita ini? Apa mungkin salah satu mantan pacar Kibum juga. Tapi yang benar saja? Meskipun wanita ini sangat cantik ia yakin usianya sepuluh atau lima belas tahun lebih tua dari Kibum. Ia terlalu syok dengan apa yang dilihatnya sampai-sampai tidak sadar mulutnya menganga. Barulah ketika wanita modis itu menoleh padanya, ia mengerjapkan mata. Ia baru sadar siapa wanita di hadapannya. Bukankah dia Desainer Kim Taehee? Astaga..
“Siapa gadis cantik ini, honey?” Wanita itu menggandeng lengan Kibum dengan mesra.

Kibum tidak menjawab, hanya menunjukkan senyum yang membuat orang lain salah paham. Desainer Kim merespon senyumannya dengan cubitan gemas di pipi, “Dasar, jangan terlalu sering mempermainkan perasaan seorang gadis.” Lalu pergi karena seseorang memanggilnya.

Suzy mengikuti kemana wanita itu pergi, lalu memandang Kibum. “Kau mengenal Desainer Kim Taehee?!” tanyanya penasaran sekaligus kaget. Kibum langsung mengangkat alisnya sebelah seolah Suzy baru saja berkata bahwa ayam bisa menggonggong.
“Apa aku tampak tidak cocok mengenal desainer sehebat dia?”
“Tidak, itu.. dia..” Suzy lalu menyipitkan matanya curiga, “Dia siapamu?”

Kibum langsung mengerjap. Suzy mencium bau skandal di sini. Akan sangat menarik jika Kibum berkata wanita itu adalah salah satu mantan kekasihnya. Atau mungkin akan menyeramkan karena ternyata Kibum adalah seorang Oedipus Complex. Suzy merinding. Jika benar seperti itu maka ia harus segera menjauhi Kibum. Ia tidak berminat pada pria yang menyukai wanita yang jauh lebih tua. Desainer Kim lebih pantas menjadi ibu atau kakaknya.

Kibum langsung menyipitkan matanya menyadari Suzy sangat penasaran tentang wanita tadi. Ia memandang gadis itu dengan curiga.
“Kau ingin tahu siapa dia?”
“Siapa…” Suzy merasa tidak enak dan tidak mau mendengar, tapi ia sangat penasaran.
Kibum mendekati Suzy, “Benar kau ingin tahu?” pria itu semakin menunjukkan ekspresi misterius yang membuat Suzy bergidig.
Suzy mengangguk kaku.
“Dia…”
“Siapa? Mantan kekasih atau wanita simpanan?”

Kibum sekuat tenaga menahan tawa melihat ekspresi Suzy. Gadis ini terkadang terlalu serius menanggapi sesuatu.
“Dia ibuku.”
“Apa?” Suzy terkejut setengah mati. Apa telinganya tidak salah dengar? “Hah??? Ibu? Tapi, tapi, tapi… dia cantik sekali…” ucapnya terbata-bata sambil menunjuk ke arah wanita modis tadi pergi.
“Percaya atau tidak, dia memang ibuku.” Kibum tertawa melihat wajah syok Suzy. Dia berhasil mengejutkan gadis ini lagi.

“Bohong!” Suzy tak percaya. Tidak mungkin wanita yang tidak memiliki tampang seorang ibu itu adalah wanita yang sudah melahirkan pria ini.
“Kenapa harus berbohong? Ibuku memang pesolek sejati. Dia tidak pernah mau dibilang wanita tua karena itu perawatan kecantikan adalah agenda utamanya setiap hari.”

Tidak mungkin! Suzy tercengang. Ibunya saja tidak terlihat semuda itu. Ia menyelami mata Kibum untuk mencari tahu apakah pria ini sedang mencoba membohonginya namun kedua mata Kibum berkilauan oleh kejujuran dan kesungguhan.
“Aku tidak percaya Desainer Kim adalah ibumu. Kalian tampak..em..tidak terlalu mirip.” Suzy sangsi namun kemudian menyesalinya saat Kibum tersenyum. Ia menemukan beberapa kemiripan antara Kibum dan Kim Taehee.
“Kau tidak penasaran darimana ketampananku ini berasal? Tentu saja karena ibuku mewariskan sebagian besar pesonanya padaku.” Ungkapnya penuh percaya diri. Suzy hanya menggertakkan gigi karena mau tidak mau mengakuinya. Ia mendesis sebal menyadari tidak bisa membalas kata-kata itu.

“Kibum…” Desainer Kim yang Kibum bilang sebagai ibunya kembali. Ada yang berbeda dalam ekspresinya kali ini. Wanita itu tampak panik. Kesenangan Kibum langsung lenyap.
“Kenapa?”

Suzy pun bahkan bisa mencium bau masalah di sini. Ia ikut memandang Desainer Kim yang bergerak-gerak gelisah di tempatnya berdiri.

“Model utamanya tidak bisa datang. Bagaimana ini, jika kita tidak segera menemukan penggantinya, fashion show kali ini bisa gagal dan acara puncak akan dimulai tiga puluh menit lagi.” wanita itu tampak gusar. Sesekali mengigiti buku-buku jarinya yang sudah dipedikur dan dikutek warna merah menyala. Detik itu Suzy seperti melihat gambaran Kibum dalam dirinya. Sepertinya wanita ini memang ibunya.
“Taeyeon Noona pergi kemana? Bukannya dia yang akan menggantikan jika terjadi hal seperti ini?”
Eomma sudah meneleponnya tetapi Kakakmu terjebak macet dan tidak tahu kapan akan tiba. Ayolah honey, bantu Eomma mencari jalan keluarnya.”

Suzy menunduk karena ia tidak memiliki solusi untuk yang satu ini.

Kibum memutar otaknya mencari jalan keluar. Ketika menoleh pada Suzy, Kibum sang jenius langsung mendapat ide, bibirnya tersenyum puas. “Eomma, kau bisa memakai dia.” Ia mendorong Suzy ke arah ibunya..
Ya, kau pasti becanda?” Suzy terkejut. Kenapa lagi-lagi Kibum mengorbankan dirinya untuk menyelesaikan masalah?
“Aku tidak bercanda. Ini masalah serius. Bantulah ibuku sekali.” ujar Kibum kali ini dengan aegyeo yang tidak khas dirinya sama sekali. Suzy bukannya ingin menolak, tetapi menjadi model catwalk bukanlah keahliannya. Ia tidak mau mengacau di perhelatan sebesar ini.

“Apa kau bersedia?” Desainer Kim yang sepertinya sudah putus asa ikut memohon. Suzy langsung mengalami konflik dalam benaknya. Dua pendapat yang berbeda beradu untuk menunjukkan siapa yang paling benar. Sisi pro dirinya berkata untuk membantu Desainer Kim, toh hanya memakai baju lalu berjalan di atas jalur setelah itu kembali sementara sisi kontranya menolak bahwa dirinya kemungkinan akan menjadi sangat ceroboh di atas panggung nanti. Ia tidak ingin merusak acara ini.

“Kau hanya perlu berjalan lurus, tersenyum pada beberapa kamera dan kembali. Tidak sulit, paling lama menghabiskan waktu lima menit.” Bujuk Desainer Kim membuat Suzy bimbang. Ia menatap Kibum yang memohon padanya lalu mendesah. Ia tahu lagi-lagi ia jatuh dalam permainan pria ini.
“Baiklah.” Suzy memutuskan.

“Bagus!!” Desainer Kim langsung menarik Suzy ke ruang rias. Hari ini ia menyadari tangannya sudah berkali-kali ditarik. Wanita itu dibantu oleh beberapa orang asisten mendandaninya dengan cekatan. Rambutnya di tata sedemikian rupa dan wajahnya dipoles dengan make-up.

“Wah, kau memiliki tubuh yang bagus untuk menjadi model.” Ujar salah seorang asisten kagum ketika membantu Suzy mengenakan pakaian untuk diperagakannya di atas panggung. Suzy sangsi dia wanita atau pria karena penampilannya yang aneh. Ia hanya menggumamkan terima kasih karena pujian itu membuatnya tersanjung. Sebelumnya ia tidak pernah memperhatikan bagaimana bentuk tubuhnya. Tetapi detik itu ketika ia mematut tubuhnya dengan seksama di depan cermin setinggi badan, ia sadar tubuhnya memang tinggi dan proporsional. Itu pasti berkat olahraga basket yang ia ikuti sejak masih di SMP.
“Wajahmu juga mudah sekali dirias. Cantik alami,” sahut Desainer Kim senang sambil memasangkan sebuah hiasan di rambutnya yang sudah diroll sampai bergelombang dan jatuh indah di punggungnya sebagai sentuhan akhir.

Suzy benar-benar terkejut ketika ia menatap dirinya kembali di cermin setelah didandani dengan gaun rancangan yang indah dan lengkap dengan aksesori dan make up. Tanpa sadar ia mendesah kagum. Tangannya menyentuh dengan hati-hati wajah, rambut, dan baju yang dikenakannya. Ia tidak tahu dirinya bisa berubah menjadi secantik ini. Tangan-tangan professional memang ajaib.
“Aku yakin fashion show kali ini akan menjadi sesi paling spektakuler.” Seru asisten yang lain. Mereka sama kagumnya melihat penampilan Suzy yang sudah berubah drastis. Desainer Kim mengangguk setuju.
“Anakku telah membawa sebuah permata kemari.” Ujarnya bangga.

Suzy berdebar-debar ketika berbalik menghadap Desainer Kim yang tampak sangat puas dengan penampilannya. “Apa Anda yakin membiarkanku memakai gaun ini? Bukankah ini rancangan utama Anda? Seharusnya ini diperagakan oleh model catwalk yang sudah berpengalaman.” Ucap Suzy mendadak ragu. Wanita itu mendekatinya lalu tersenyum.
“Bekal utama seorang model adalah percaya diri. Kau harus percaya diri saat memperagakannya nanti dan tersenyum. Aku percaya kau pasti bisa.”
Desainer Kim lalu menjelaskan apa yang harus dilakukan Suzy di atas panggung nanti yang kemudian membuatnya semakin gugup.

Sementara Suzy merasa gelisah di belakang panggung, Kibum menunggu di bangku penonton dengan kamera SLR di tangannya. Ia bersama beberapa kameraman lainnya siap di sisi panggung untuk memotret model yang akan memperagakan gaun yang menjadi desain utama fashion show itu. Kibum senang sekaligus penasaran seperti apa penampilan Suzy di atas panggung. Ia terkesiap ketika suara MC menggema dari speaker.

“Dan yang ditunggu tunggu, inilah karya kebanggan designer terkenal Kim Taehee…”

Kilatan blitz dari segala penjuru langsung menyambar-nyambar tatkala satu sosok wanita memasuki panggung.

Suzy berdiri di sana dengan penuh percaya diri. Ia memandang ke sekeliling lalu berjalan dengan langkah luwes. Bahkan seolah jalur catwalk adalah hal biasa baginya. Tak terlihat kecanggungan sedikit pun, bahkan ekspresinya begitu percaya diri dan gembira. Sinar panggung menyoroti setiap langkahnya dan jutaan pasang mata menatap busana rancangan yang dikenakannya dengan penuh kekaguman. Mereka terkesima dengan cara Suzy memperagakan baju itu. Suzy tersenyum pada ratusan kamera yang mengarah padanya, memberikan beberapa pose yang menonjolkan keindahan tubuh dan gaun yang dikenakannya.

Kibum terpana sesaat melihatnya. Tangannya bergerak sendiri untuk memotret Suzy. Ia berhasil merangkum semua momen menakjubkan itu dalam kameranya. Astaga, ia tidak menyangka hasilnya akan sehebat ini. Kibum diam dalam posisinya dengan jantung berdebar. Tadi, ketika Suzy pertama kali tersenyum pada kameranya, ia merasa jantungnya berhenti berdetak. Apa yang terjadi?

Tepuk tangan meriah mengiringi kembalinya Suzy ke belakang panggung.

Suzy menghela napas lega setelah ia meninggalkan panggung itu. Ia berjalan kembali ke ruang ganti dibantu oleh salah seorang asisten. Sebenarnya tadi kakinya gemetar luar biasa. Ia tak percaya efek yang ditimbulkan ketika jutaan pasang mata menatap ke arahnya dan ratusan kamera memotret dirinya begitu melemaskan seluruh tubuh. Beruntung sekali tadi ia tidak jatuh tersungkur di tengah panggung.

“Kau sangat hebat. Aku bangga padamu!!” Suzy langsung mendapat pelukan hangat dari Desainer Kim Taehee begitu ia memasuki ruang ganti. “Aku tahu kau tidak akan mengecewakan.”
Suzy begitu senang melihatnya gembira. Ia tersenyum sambil berusaha menormalkan kegugupannya, “Aku ikut senang.”

Kibum muncul di ruang ganti dengan wajah takjub yang serupa dengan ibunya, “Penampilanmu benar-benar memukau. Aku tidak menyangka kau bisa melakukannya.”
“Ini semua berkat usulmu juga, honey.” Desainer Kim memeluk putranya dengan hangat lalu menoleh pada Suzy. “Oh iya, siapa namamu?”
Seolah teringat sesuatu yang ia lupakan, ia buru-buru membungkukkan badannya. “Bae Suzy imnida.”
What a nice name. Beruntung sekali Kibum memiliki pacar sepertimu.”

Suzy terkejut bukan main dengan pernyataan itu. “Pacar…? Tapi, aku…” ia berusaha memberitahu bahwa ia tidak memiliki hubungan apapun dengan putranya tetapi kenapa lidahnya tidak bisa mengucapkan kata-kata itu dengan benar?

Desainer Kim hanya tersenyum lalu pergi meninggalkanya dengan segala kebingungan dan rasa bersalah karena tidak bisa menjelaskan dengan benar. Ia langsung menatap Kibum sebal.
“Kau berkata pada ibumu bahwa aku adalah pacarmu?” tuduhnya. Kibum tidak menjawab pertanyaannya. Pria itu malah menjawab dengan melempar sebuah pertanyaan padanya. Sorot matanya yang tampak meneduhkan.
“Bagaimana?”

“Apanya?” Suzy tidak mengerti. Apa Kibum meminta pendapatnya tentang ide mereka berpacaran? Jawabannya adalah TIDAK. Tetapi yang dimaksud Kibum bukanlah itu.
“Apa kau merasa senang?”

Kemarahan Suzy langsung lenyap ketika menyadari Kibum menanyakan suasana hatinya. Ia mendesah pelan lalu menunjukkan senyuman bahwa apa yang terjadi hari ini sangatlah menyenangkan.
“Iya. Menyenangkan sekali. Terima kasih.”

Kibum terdiam memandangnya dan detik berikutnya Suzy merasa gugup karena tatapan intens Kibum. Kenapa lagi dengan pria ini? Apa penampilannya terlalu aneh. Sepertinya ia harus mengganti bajunya.
“A-aku harus mengganti bajuku.”

Setelah mengganti bajunya kembali dengan seragam sekolah, Suzy merasa lebih lega. Ia menoleh ke arah Kibum yang sekarang sedang berhadapan dengan seorang wanita. Sepertinya wanita itu baru saja tiba karena ada aliran keringat di sepanjang garis rambutnya. Penampilannya semodis Desainer Kim. Wajahnya pun lebih muda dan cantik.
“Kau terlambat, acaranya sudah selesai sejak tadi.” ucap Kibum santai. Wanita itu sepertinya tidak suka dengan penuturan Kibum karena langsung melayangkan tatapan tajam pada pria itu.
“Lalu apa yang kau lakukan di sini? Sebaiknya kau pergi karena keberadaanmu sungguh menggangguku.”

Suzy terkesiap mendengar nada kasar dari mulut gadis itu. Kibum hanya meringis ketika gadis itu berbalik pergi dari ruang ganti. Ekspresinya langsung tak terbaca ketika Suzy menghampirinya dengan cemas. Ia yakin wanita tadi kesal karena Kibum pernah membuat masalah padanya. Astaga pria ini, sebenarnya berapa banyak masalah yang dibuatnya terhadap para wanita?
“Ada apa lagi antara kau dan gadis tadi?”

Kibum mengibaskan tangan mendengar pertanyaan Suzy, seolah hal itu tidak aneh lagi baginya. “Dia memang selalu seperti itu padaku.”
“Aku yakin itu karena kau pernah membuat perkara dengannya.” Kalimat bernada penuh penyindiran Suzy membuat Kibum menoleh heran.
“Untuk apa aku membuat perkara dengan kakakku sendiri?”
Suzy terperanjat, “Apa? Kakak??” lagi-lagi ia dibuat tercengang. Kenapa hari ini Kibum memberinya banyak sekali kejutan?
“Ayo, kuantar kau pulang.” Kibum memotong acara lamunannya. Pria itu keluar lebih dulu meninggalkan Suzy yang masih terbengong-bengong.

—o0o—

Sudah beberapa hari ini Jiyeon tidak berkumpul dengan Suzy maupun Yoona. Semuanya disebabkan oleh foto yang ditemukannya dari sweatshirt Kyuhyun. Ia masih terpukul dan belum siap menceritakannya pada kedua sahabatnya. Suzy sempat marah-marah padanya karena ia lagi-lagi tidak muncul saat makan siang.

Sekarang, ia terdiam sendirian di kamarnya. Duduk di atas ranjangnya dengan pikiran melayang. Siapakah gadis dalam foto ini? Jelas sekali bukan Cho Ahra, kakak perempuan Kyuhyun. Mungkinkah adik perempuannya? Tetapi bukankah Kyuhyun anak terakhir keluarga Cho?
Jinjja, aku bisa gila. Sebenarnya siapa wanita ini?!” Jiyeon berteriak frustasi di kamarnya. Ia langsung menyimpan foto gadis misterius itu ke bawah bantal ketika pintu kamarnya diketuk. Park Jungsoo, kakaknya masuk dengan santai.
“Ayo pergi.” ucapnya dengan nada mendesak. Jiyeon mengerutkan kening.
“Kemana?”
“Ke tempat latihan. Bukankah kau berkata ingin belajar judo?”
Kedua mata gadis itu langsung berbinar, ia tidak percaya kakaknya serius membiarkannya mempelajari Judo, “Akhirnya!!” ia langsung bergegas mengikuti Jungsoo.

—o0o—

Dojo Judo itu dipenuhi oleh murid dari berbagai usia yang sedang berlatih. Mereka kebanyakan berpasangan dan saling mempraktekan beberapa teknik untuk membanting lawan. Jiyeon meringis ngeri ketika salah satu dari mereka berhasil dijatuhkan ke atas matras dengan teknik yang sempurna. Pasti sakit sekali.

Jungsoo mengajaknya melihat-lihat segala hal yang akan membantunya belajar judo. Tempat, orang-orang dan beberapa pelatih yang tampak ramah dan ternyata semuanya adalah rekan-rekan kakaknya. Bagaimana ia bisa lupa, bukankah saat masih di SMU dulu kakaknya aktif di Judo dan pernah mengikuti turnamen nasional.

Kangin, pemilik Dojo itu adalah lelaki ramah meski wajahnya terlihat seram. Dia adalah pejudo yang sudah berada di tingkat Dan kesepuluh. Bisa dilihat dari ikat pinggang warna merah-putih yang dipakainya.
“Aku tidak tahu Jungsoo akan mengijinkan adik perempuannya belajar olahraga keras. Biasanya para kakak laki-laki akan melarangnya.” Ujar Kangin setelah Jiyeon berganti baju dengan Gi (seragam untuk latihan) dan sabuk putih mengikat pinggangnya.

“Aku akan berusaha keras.” Seru Jiyeon semangat.

Jungsoo menepuk pundak Kangin, “Aku titip dia selama belajar di sini. Kau harus bersabar menghadapinya, terkadang dia bisa sangat bodoh dan ceroboh.” Bisiknya namun masih terdengar oleh Jiyeon.

“Oppa!!” teriak Jiyeon kesal. Jungsoo mengedipkan mata jahil lalu meninggalkannya di sana karena ada urusan lain yang harus dikerjakan. Kangin tertawa dan pria itu menyuruh Jiyeon untuk bersiap-siap karena latihan akan di mulai. Ia berada di kelas Shoshinsha(pemula) bersama beberapa murid lainnya yang kebanyakan anak berusia 9-13 tahun. Jiyeon merasa yang paling tua dan tinggi saat berdiri di antara mereka.

“Baiklah, kita mulai latihan hari ini.” seseorang pengajar lain maju untuk melatih anak-anak itu, Jiyeon berteriak bersama yang lainnya dengan semangat.

“A-a, ada guru istimewa untukmu. Jadi kau tidak akan ikut bergabung dengan mereka.” Kangin meminta Jiyeon memisahkan diri. Gadis itu menurut saja ketika Kangin menggiringnya ke area di mana anak-anak sebayanya yang jelas-jelas berada di tingkat lebih tinggi berada.

“Choi Siwon!!” teriak Kangin memanggil seseorang di antara mereka. Seorang pria dengan ikat pinggang warna hitam menoleh. Jiyeon mengerjap karena sejak tadi diperhatikannya pria itu tampak menonjol. Bukan hanya karena penampilannya yang lebih dari sekedar tampan, tetapi karena teknik-teknik yang diperagakannya ketika berlatih nage waza (bantingan dalam judo) mendekati sempurna.

“Kemari,” panggil Kangin dan pria itu dengan patuh segera menghampirinya. “Perkenalkan dia Jiyeon, murid baru di dojo ini. Dia sangat berminat dalam judo dan aku ingin kau secara intens melatihnya.”
“Apa?” Jiyeon menoleh kaget pada Kangin, “Aku dilatih olehnya?” ia menunjuk pria bernama Siwon itu dengan ragu. Ia kira ia akan berlatih bersama murid pemula lain.
“Ya. Rasanya lebih mudah jika teman sebayamu yang melatihmu dan ini juga permintaan khusus dari kakakmu.”

Oppa, dia pasti mengira otakku akan bebal jika dilatih oleh pelatih biasa karena itu dia meminta aku dilatih oleh teman sebaya. Tetapi kenapa harus pria setampan ini? Bertatapan dengannya saja aku gugup setengah mati. Jiyeon mengutuk sifat buruknya yang mudah sekali terpesona pada pria tampan. Tetapi ia tidak perlu cemas karena pria yang disukainya hanya Kyuhyun.

“Nah, Siwon-ah. Aku serahkan dia padamu!” Kangin mendorong Jiyeon ke arah Siwon. Jiyeon yang gugup langsung tersandung dan hampir saja terjatuh. Ia tersenyum tidak jelas ketika Kangin meninggalkannya hanya berdua dengan Siwon. Pria itu menatapnya dengan senyuman ramah. Aha, selain tampan ternyata dia juga ramah.
“Aku Choi Siwon,” pria itu mengulurkan tangan.
“Park Jiyeon. Maaf, jika aku nanti akan merepotkanmu.” Ujar Jiyeon malu sambil mengusap tengkuknya. Ia menoleh ke sekitar karena tidak ada satupun yang menolongnya dari situasi ini.
“Aku sudah menduganya,” jawab Siwon sambil menunjukkan senyuman yang membuat Jiyeon malu setengah mati sekaligus mengutuk diri.
“Jadi, kita akan memulainya dari mana?” tanyanya polos.

Jiyeon sadar ia sudah salah bertanya karena dua jam berikutnya ia berada di dalam neraka. Choi Siwon yang tampak ramah itu ternyata seseorang yang tegas dan berdisiplin tinggi saat melatihnya. Ia disuruh melakukan pemanasan, peregangan, dan yang lainnya tanpa ampun dan tanpa istirahat. Jiyeon merasa tubuhnya remuk ketika Siwon mengajarinya teknik awal dalam judo. Dan ketika pria itu menyuruhnya istirahat, itu adalah kalimat paling indah yang pernah ia dengar. Jiyeon langsung jatuh terkulai dan tak sanggup lagi mengambil botol minum yang ia simpan di dalam tasnya.

Aish jinjja, tubuhku!!” Jiyeon menggerutu. Ia berbaring di atas lantai kayu dalam posisi menyedihkan. Beberapa orang sudah mulai meninggalkan dojo itu karena sesi latihan sudah berakhir. Sedikit ada penyesalan dalam hatinya. Kenapa ia memutuskan mengikuti olahraga penuh kekerasan seperti ini? Tubuhnya basah oleh keringat.
“Maaf, apa aku membuatmu terluka?” Siwon berjongkok di sisinya dengan wajah cemas. Jiyeon mendengus lalu berusaha bangkit dengan seluruh otot tubuh yang terasa pegal.
“Kau hampir membunuhku.”
Siwon tertawa lalu duduk di samping Jiyeon, “Jadi, apa ada yang bisa kubantu?”
“Ambilkan minumku!” suruhnya. Siwon lalu mengeluarkan botol minuman dari dalam tas Jiyeon lalu menyerahkan pada gadis itu. Ia tertawa lagi melihat Jiyeon dengan rakus meneguk air hingga habis setengahnya.

“Kenapa kau tertawa? Apa aku terlihat menyedihkan sampai kau merasa aku ini sangat lucu?” Jiyeon menggerutu lagi sambil menyeka bibirnya dengan punggung tangan. Pria ini memang tampan tapi bisa menyebalkan juga. Mereka baru saling mengenal dua jam yang lalu dan dia sudah berani membuat sekujur tubuhnya remuk lalu setelah itu menertawakannya? Yang benar saja.

Siwon langsung menghentikan tawanya sadar ia sudah bertindak tidak sopan, “Maaf, aku hanya takjub. Biasanya murid yang kulatih akan pingsan setelah latihan pertama dan tidak muncul lagi di dojo pada latihan berikutnya. Tetapi aku takjub karena kau hanya mengeluh.”
“Benarkah?” Jiyeon mengerjap takjub dengan dirinya sendiri.
“Tentu. Kau gadis yang kuat. Pasti karena kau benar-benar ingin mempelajari Judo. Apa ada alasan khusus?” tanyanya penasaran.

Tiba-tiba Jiyeon langsung teringat pada Kyuhyun. Ia memandang ke arah luar dojo, ke arah langit yang sudah mulai gelap. “Aku belajar beladiri agar bisa melindungi orang-orang yang kusayangi.”

Siwon memandangnya tanpa mengedipkan mata, “Alasan yang bijak.”
Jiyeon menoleh, “Kukutip dari seseorang.” Senyuman lebarnya lalu menguar. “dan aku pasti akan datang lagi di sesi latihan berikutnya.”
Siwon tersenyum karena ia merasa takjub melihat semangat Jiyeon, “Ingat, tadi belum seberapa. Kau harus menyiapkan diri lain kali.”

—o0o—-

Hari itu pun Donghae tidak datang di sesi latihan basket. Suzy mendesah berat mengetahui ia tidak berhasil mempengaruhi Donghae. Ia bahkan tidak tahu kemana perginya sang kapten. Pelatih Changmin bahkan tidak mempermasalahkan ketidakhadirannya sama sekali. Sisi baiknya, ia tidak perlu bertatapan dengan Donghae untuk sementara karena ia tidak tahu bagaimana menghadapi pria itu tanpa teringat pada fakta bahwa Donghae sudah memiliki kekasih.

Seperti biasa, sang kapten yang teramat jarang latihan itu ternyata sedang tertidur pulas di bawah pohon yang sama di belakang ruang kesenian yang sama. Tidur di sana sudah menjadi kebiasaannya semenjak masuk Royal President High School. Lelah yang ia rasakan memaksa tubuhnya untuk beristirahat sejenak. Dan hari itu pun ia kembali terbangun oleh suara asing dari arah kolam tak jauh dari tempatnya tidur. Kali ini bukan suara merdu alat musik melainkan teriakan kesal.
“Siapa lagi yang mengganggu ketenanganku!” gerutunya sebal. Ia beringsut bangun lalu menuju ke sumber suara. Ia melihat gadis yang sama berdiri di sana sambil melempar batu ke arah kolam.
“Lagi-lagi Park Jiyeon.” Lirihnya pasrah.

“Kau harus jujur padaku, sebenarnya kau siapa!” Jiyeon kesal sekali karena ia sudah sangat penasaran dengan gadis dalam foto yang sekarang berada di tangannya. Ia ingin menanyakannya pada Kyuhyun tetapi ia takut. Bahkan berhari-hari ini ia menghindari Kyuhyun. Ia takut pria itu menanyakan tentang sweatshirt yang masih ada di tangannya dan foto ini.

“Kau kenapa?” suara itu membuat Jiyeon terperanjat dan foto yang ada dalam genggamannya terjatuh. Ketika menoleh, ia menemukan Donghae berdiri di sana. Tatapan pria itu tidak terbaca.

“Tidak,” Jiyeon melirik foto yang kini ada di dekat kaki Donghae. Melihat kepanikan di mata Jiyeon, Donghae mengambil foto itu sebelum Jiyeon melakukannya. Air muka Donghae langsung berubah ketika menatap foto itu. Jiyeon berasumsi bahwa Donghae mengenal siapapun dalam foto itu.
“Darimana kau mendapatkan ini?” tanyanya mendesak.

Jiyeon panik, “Itu..Kyuhyun menjatuhkannya tempo hari.” ia memang tidak terlalu pandai berbohong. Karena itu ia ucapkan apa yang ada di dalam benaknya begitu saja. Ia kira Donghae akan menunjukkan reaksi yang lebih mengejutkan tetapi ternyata raut wajahnya kembali datar. Pria itu hanya mengangguk lalu mengembalikan foto itu padanya.

“Kau mengenal gadis ini?” Jiyeon penasaran sekali. Donghae pasti tahu jika pria ini begitu terkejut ketika melihatnya.
“Dia Tiffany Hwang” Jawab Donghae datar. Akhirnya aku tahu namanya juga. Jiyeon memandang foto itu. Jadi gadis ini bernama Tiffany Hwang?
“Apa hubungan Kyuhyun dengannya?” Jiyeon agak takut ketika mengajukan pertanyaan ini. Donghae mengendikkan bahunya.
“Untuk yang itu kau tanyakan saja pada Kyuhyun.” jelas sekali Donghae bermaksud menyembunyikan identitas gadis dalam foto ini darinya. Jiyeon merengut sedih. Untuk apa ia mengetahui nama gadis ini tetapi tidak tahu apa hubungannya dengan Kyuhyun. Pasti sangat penting mengingat Kyuhyun membawa fotonya ke mana-mana.

“Kusarankan agar kau segera mengembalikan foto itu pada Kyuhyun. Aku yakin dia pasti sedang mencari-carinya.” Ucap Donghae mengingat tingkah laku Kyuhyun yang memburuk akhir-akhir ini. Pria itu tampak uring-uringan, entah untuk alasan apa. Setelah meninggalkan keterkejutan untuk gadis di depannya, ia pergi.

—o0o—

Apa arti Tiffany Hwang bagi Kyuhyun? Jiyeon begitu penasaran dengan hal itu semenjak Donghae berkata bahwa kemungkinan Kyuhyun sedang mencari-cari foto gadis ini. Jiyeon memandanginya sekali lagi dengan perasaan sedih. Gadis ini cantik, caranya tersenyum seperti vacuum cleaner yang menyedot perhatian siapapun yang melihatnya. Dia terlihat lebih muda darinya dan jelas bukan murid Royal President. Ia buru-buru menjejalkan foto itu ke dalam saku jasnya lalu masuk ke dalam sebuah supermarket untuk membeli bahan-bahan yang akan ia masak untuk makan malam nanti.

“Jiyeon?” seseorang bertanya ragu ketika Jiyeon membawa keranjang berisi bahan makanan ke arah kasir. Ia menoleh. Senyumannya melebar saat ia menemukan Choi Siwon tersenyum ramah padanya. Pria itu memegang keranjang berisi beberapa softdrink dan makanan ringan.

“Siwon-ssi,” Jiyeon menundukkan kepalanya. Meskipun mereka sebaya, Siwon tetap seorang guru baginya dan ia harus berperilaku sopan padanya.
“Belanja untuk makan malam?” tanyanya melirik isi keranjang Jiyeon.
“Dan kau pasti berbelanja camilan dan minuman sebanyak itu untuk menonton pertandingan bola nanti malam.” ucapnya hanya asal tebak.
Siwon mengerjapkan mata, “Kau tahu?”

Jiyeon tertawa melihat ekspresi Siwon yang lucu. Sepertinya tebakannya tepat sasaran. Siapa yang tidak tahu bahwa nanti malam ada pertandingan antara dua klub raksasa di Inggris yang sayang untuk dilewatkan. Kakaknya sudah memperingatkannya sejak pagi bahwa ruang tv malam ini adalah hak eksklusifnya.

“Jungsoo Oppa akan menonton pertandingan itu juga nanti malam.” Komentar Jiyeon membuat Siwon tersenyum geli. Ia sadar reaksinya terlalu berlebihan. Baginya masih terdengar aneh jika ada seorang perempuan yang peduli pada jadwal pertandingan bola.

Mereka berjalan bersama ketika keluar dari supermarket itu. “Aku merasa aneh ketika melihatmu dalam penampilan lain dan hei, aku tidak tahu kau seorang pelajar juga.” Jiyeon melirik seragam SMU yang dipakai Siwon.
“Tunggu, apa Kangin Hyung tidak berkata bahwa aku sebaya denganmu?” Siwon merasa tersinggung. Apa ia terlihat tua?
“Aku pikir kau dua atau tiga tahun di atasku.”
“Astaga,” seru Siwon benar-benar terkejut. “Usiaku baru saja 17 tahun!” ujarnya tidak terima.
“Benarkah?” Jiyeon ikut terkejut. Ia memandangi Siwon sekali lagi dan ia sadar ia menebak terlalu jauh. Jika diamati, Siwon tampak seperti remaja berusia 17 tahun pada umumnya. Hanya saja seragam latihan judo benar-benar membuatnya tampak dewasa dan ‘sangat pria’.

—o0o—

Kyuhyun mendengus sebal sambil memasukkan kantong berisi barang-barang belanjaan Cho Ahra ke dalam bagasi mobil. Kenapa kakaknya tidak menelepon salah satu asistennya saja? Kenapa harus memanggilnya di saat ia sedang tidak mau bertemu siapapun? Anehnya lagi, ia selalu tidak bisa menolak jika Ahra sudah memintanya melakukan sesuatu.

“Sudah semua? Rasanya sudah.” Ahra menghitung jumlah kantong yang ada di dalam bagasi dan sadar ada satu yang kurang.
“Ah, sepatunya!” Ahra menepuk tangan, kantong berisi sepatu yang baru dibelinya masih tertinggal di dalam toko. Kyuhyun mengomel kesal.
“Cepatlah, aku ingin pulang!” keluhnya.
“Lima menit. Tunggu di sini lima menit lagi, oke. Setelah itu kita pulang.” Ahra tak lupa mencubit pipinya lalu berlari kembali ke toko sebelum Kyuhyun berteriak memaki.

Kyuhyun menunggu di sisi mobil dengan kesal. Ia melirik jamnya dan sadar kakaknya belum kembali setelah lima menit terlewat. Seperti biasa, selalu menyusahkannya. Apa sebaiknya ia kabur saja? Benar juga. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk kabur selagi setan belanja itu pergi.

Kyuhyun baru akan melangkah kabur ketika ia melihat Jiyeon berjalan berdampingan bersama seorang pria. Ia lebih terpaku lagi ketika sadar dengan siapa Jiyeon berjalan. Mereka bergurau dengan akrab. Langkahnya langsung terhenti. Untuk sesaat niatnya kabur terlupakan karena ia terpaku menatap mereka. Jiyeon tidak menyadari keberadaannya sama sekali. Bahkan mungkin ketika mereka berpapasan pun Jiyeon tidak akan menatapnya karena itu Kyuhyun memutuskan untuk menegurnya lebih dulu.

“Tak kusangka bisa bertemu di tempat ini.” ucapnya agak keras ketika Jiyeon dan Siwon melintasinya. Jiyeon menoleh dan ia terkejut melihat Kyuhyun ada di sana, bersandar pada badan mobil di sisi trotoar.

Jantungnya langsung berdebar tak karuan saat matanya bertatapan dengan mata tajam Kyuhyun. Ia seperti tertangkap basah sedang berselingkuh.
“Kyuhyun. Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Jiyeon. Siwon yang berdiri di sampingnya terkejut. Pandangannya bergantian menatap Kyuhyun dan Jiyeon. Mereka saling mengenal? Batinnya kaget.

Atmosfer di sekitar mereka langsung berubah ketika pandangan Siwon bertemu dengan Kyuhyun. Kedua pria itu saling melempar pandangan dingin.
Long time no see, Cho Kyuhyun.” sapa Siwon dengan nada datar. Kyuhyun menegakkan tubuhnya. Sambil menjejalkan kedua tangannya ke dalam saku celana dia menjawab.
“Apa aku terlihat gembira bertemu denganmu?” ujarnya dingin. Suasana semakin mencekam ketika rahang Kyuhyun menegang sementara Siwon mengepalkan tangannya. Jiyeon tidak mengerti dengan apa yang tengah terjadi. Ia memandang mereka berdua bingung.
“Apa kalian sudah saling mengenal?”

Kyuhyun mengangkat dagunya dengan angkuh, “Aku tidak merasa mengenal pria ini.” sindirnya sinis. Siwon mengatupkan bibir rapat-rapat. Raut wajahnya terlihat tak terbaca tetapi Jiyeon tahu pria ini sedang menekan emosinya dalam-dalam.

Ketegangan itu sedikit mencair ketika Cho Ahra datang mengampiri dengan satu kantong belanjaannya. Ia tampak gembira ketika bertemu pandang dengan Jiyeon.
“Park Jiyeon, hai.” Jiyeon mendapatkan satu pelukan hangat. “Aku senang bisa bertemu denganmu.” Dan ketika pandangan Cho Ahra beralih pada Siwon, gadis itu pun tampak terkejut.
“Bukankah kau Choi Siwon? Astaga, sudah lama sekali aku tidak melihatmu berkunjung ke rumah.”

Siwon mengerjapkan mata seperti baru tersadar. Ia menundukkan kepalanya dengan sopan pada Cho Ahra yang tidak memahami sama sekali ketegangan yang menggantung di antara Siwon dan adik laki-lakinya.
“Selamat malam, Noona.” Sapanya. Jiyeon mengerjapkan mata. Siwon mengenal kakak Kyuhyun tetapi pria itu tidak mengenalnya? Apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini? Tidak mungkin Siwon teman dekat Ahra bukan?

Cho Ahra terlihat akan mengatakan sesuatu namun Kyuhyun dengan sigap memotongnya, “Sudah jangan berbasa-basi lagi. Aku ingin pulang!” dengan kasar dia membuka pintu mobil lalu menutupnya dengan keras, mengejutkan Ahra, Siwon, dan Jiyeon.

Ahra langsung berdecak melihat tingkah adiknya, “Sepertinya aku memang harus pulang. Bisa gawat jika membiarkan dia terus seperti ini.” ia mengucapkan salam perpisahan pada Jiyeon dan Siwon yang masih terkejut.

Setelah mobil yang dinaiki Ahra dan Kyuhyun tidak terlihat lagi, Jiyeon segera memalingkan perhatiannya pada Siwon yang kali ini terlihat seperti mengenang sesuatu.
“Jadi kau mengenal Cho Kyuhyun juga? Ini benar-benar kejutan yang tak disangka. Apa kau teman lamanya?” cecarnya tak sabar. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

Siwon tidak menjawab, sudut bibirnya naik menunjukkan seringaian putus asa.

“Apa aku terlihat seperti mengenalnya?” pria itu memberikan jawaban seperti yang Kyuhyun ucapkan tadi. Jiyeon terdiam. Ia yakin ada sesuatu yang terjadi di antara mereka. Suasana dingin yang terjadi ketika mereka saling memandang tadi telah menunjukkan cukup bukti. Mereka jelas pernah saling mengenal di masa lalu.

~~~TBC~~~

195 thoughts on “School in Love [Chapter 11]

  1. nah jangan2 siwon lagi yg ngerebut tiffany,, atau tiffany nya yg jatuh cinta ke siwon, mangkanya kyu kaya bencibanget sama siwon…
    btw,, kenapa saya sekarang suka suzy sama kibum,.,wkkkkkk

  2. Makin keren ceritanya
    Ap jgn”
    Siwon oppa ad hub
    Dgn masa lalu kyuhyun oppa
    Dgn tiffany eoni
    Pnsaran
    D tnggu chap slnjtnya:D

  3. Annyeong haseo …
    Wahhh akhir’y bisa baca jga ^^ . Aigoo suzy bisa terluka bila terus²san mengejar donghae, kim bum jga ga buruk kok ?! Well tambah tokoh baru, choi siwon ?! Apa dulu siwon itu ada hubungan’y dngan tiffany ?! Mka’y kyuhyun ga suka , mmm karna part slnjut’y udh ada aku mau lngsung lnjut🙂 . Kajja kajja^^

  4. Waaah makin bnyak cast dan lucu aja dg merekayg masih anak2 sekolah alias ABG😀
    pada kenyataan.a mereka mulai menjadi ahjussi meskipun tak bs d.pungkiri pesona.a masih sperti ABG..
    Dan makin bikin penasaran dg semua.a seperti.a ada sesuatu dg Siwon-Kyuhyun.. #keep writting🙂

  5. ada apa antra kyuhyun siwon? kok musuhan ?
    huaaa gak kebayang kalau suzy jd model catwalk😀
    bnyak bnget kejutan critanya haha😀
    lanjut🙂

  6. wah wah ceritanya tambah bikin penasaran banget eonni:)
    siapa tuh siwon?ada hub apa ma kyu dimasa lalu?
    Penasaran bingit bingit bingit:D
    ditunggu next partnya eonni:)

  7. Huaaaa ap kyu udah mulai cemburu sma jiyeon? ? Hahahhhayyy
    ad ap dgn msa lalu kyu n siwon,, ap dlunya mreka shabat truz slah faham.n nie smua ad kaitanyya dgn mntan kyu??
    Huaaa mkinn rumittttt

  8. eonni author aku baru baca ff yg ini, sebelumnya blum niat baca, dan setelah banyak part bru niat😀
    sumpah yah awal nya pengen kyuzy tpi author bisa buat aku nerima kyuyeon ,dan ngerelain suzy ke hae , terus sekarang dpet feel suzy ke kibum, tpi blum rela buat hae ke yoon..
    aduhh bisa bgt bikin berubah pikiran aku tiap part buat couple” nya..
    author keren sumpah.. nunggu IMTBB part ending nya🙂 fighting buat eonni author

  9. Aaaa….KyuYeon moment xa gk ad

    jgn” Siwon ad hbngn xa dgn Tifanny bs jgkn siwon pnyebab putus xa hbngn kyu..
    O.o bgaimn nasib jiyi???

  10. Apa yg terjadi di antara WonKyu?😛
    Gue jg suka FF ini thor, rajin² aja di post haha. Ceritanya emg lebih simpel, ga serumit IMTBB. Bahkan skrg lebih suka SIL drpd IMTBB, walaupun ga suka Kyu-Jiyeon, tp gue selalu suka FF lu kebanyakan😉

  11. Kibum brhasil mngmbalikan mood suzy, bhkan mmbuat suzy trkjut dg fakta khdupannya..🙂
    Ada hbngan apa antara kyu-won di masa lalu? apa ada hbngannya dg Tiff? *Poor Jiyeon*

  12. tambah cast????
    wuih semakin byk oraaang!!!
    da hub pa y kyuhyun dg siwon??
    psti abiz ne kyuhyun uring2an gegara jiyeon dket2 ma namja lain alias siwon…mehehehehehehe
    jealous tn.cho????????
    next♥♥

  13. Aku kaget siwon yg jadi guru judo nya yeon.
    Ehhm ada pertngkran apa kyu dan won??
    Apa gr2 tiff?
    Dan 1 lg kaya nya tmpt istrhtnya hae bakal selalu terusik krna yeon pasti d situ juga.

  14. Tingkah Kibum ke Suzy yang sedikit beda daripada ke cewek lain udah membuktikan klo dia suka ke Suzy..salut banget buat kerja keras Kibum untuk mengambil hati Suzy,smoga ajah berhasil…
    Blom lagi perjuangan Jiyeon untuk menarik hati Kyu dengan mengikuti beladiri dan rela sakit badan patut diacungi jempol deh..
    Gak kebayang Siwon si manusia “Kuat” yang ngajarin beladiri ke setiap muridnya sampai pingsan dan akhirnya mereka mengundurkan diri..bener-bener bikin ngeri…
    wah..wah..wah sepertinya ada bola panas niy..Ada masalah apa yaw antara Siwon dengan Kyu..

  15. Tjakep eon!(y) ciah siwon ama kyuhyun konplik nih:v gegara tiffany kalii😀 kkk~ suzy sama kibum:3 moment nih buat kibum ngeliat suzy cakep banget kkk~

  16. entah kenapa, aku suka melihat pertemuan diam2 yang tak disengaja donghae dan jiyeon.. dan melihat jiyeon bisa akrab dg siwon dan perseteruan dg kyuhyun.,. ini sepertinya seru juga!

  17. Ada apa antara siwon dan kyu? Apa ada hub nya dengan tiffany? Knp jd tambah rumit,,
    Kibum – suzy cocok bgt,, kocak… Wkwkkk

  18. Ciee ada yang terpesona sama suzy..
    jadi suka couple ini, kalo ketemu pasti bawaan nya rusuh,dan perang mele hihihi
    Woww.. menarik sekali antara siwon dan kyu?penasaran ada apakah??

  19. Ciee ada yang terpesona sama suzy..
    jadi suka couple ini, kalo ketemu pasti bawaan nya rusuh,dan perang mele hihihi
    Woww.. menarik sekali antara siwon dan kyu?penasaran ada apakah???

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s