School in Love [Chapter 5]

Tittle : School in Love Chapter 5
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : School Life, Friendship, Romance

Main Cast :
Bae Suzy | Cho Kyuhyun | Park Jiyeon | Kim Kibum

Dha’s Speech :
Ini merupakan cerita dengan episode panjang. Semoga temen-temen betah ngikutinnya. Kalau gak suka, gak usah ngerusuh oke. Aku tahu FF aku memang banyak kekurangannya. Kalau banyak typo tinggal kasih tahu aja dimana letak kesalahannya.

Terima kasih untuk teman-teman yang selama ini menjadi pengunjung cinta damai ^_^ love you.

Happy Reading

School In Love by Dha Khanzaki 4

===o0o===

CHAPTER 5

I Am Sorry

SINAR keemasan memancar dari balik awan. Pagi yang indah untuk berangkat ke sekolah dengan penuh semangat. Jiyeon berjanji tidak akan menampakkan wajah takut lagi meskipun kejadian kemarin-kemarin cukup meninggalkan kenangan buruk untuknya. Ia tidak akan menyulitkan siapapun termasuk Suzy. Gadis itu sudah menderita banyak karena dirinya.

Jiyeon menguatkan hati ketika berjalan menuju kelas. Ia waspada pada siapapun yang mulai menunjukkan gelagat mencurigakan di koridor yang dilewatinya. Ketika kembali terdengar suara ribut menuju ke arahnya, Jiyeon mengerang. Ia bersiap menerima serangan apapun yang akan dilancarkan orang-orang suruhan Kyuhyun untuknya. Tidak ada Suzy yang akan menolongnya kali ini. Ia harus menghadapinya sendiri.

“Hei, kau!” seru seseorang dingin. Jiyeon hanya mendengus mendengar nada yang tidak ramah sama sekali. Ia berbalik sambil menggerutu.
“Ada apa! Aku tidak memiliki waktu untuk—“ kata-katanya terhenti karena detik itu juga Park Jiyeon membatu dengan mata terbelalak. Seluruh urat syarafnya seperti dipotong ketika matanya menangkap sosok Cho Kyuhyun ada tepat di hadapannya. Berdiri dengan tangan dijejalkan ke dalam saku celana.

“E-um, maaf. Aku tidak bermaksud menyinggungmu.” Cicit Jiyeon takut dengan suara yang kecil. Ia baru menyadari orang-orang yang berkumpul di sekitar koridor memandang mereka dengan berbagai macam ekspresi. Tetapi yang lebih dominan di tampilkan adalah mimik meremehkan. Mereka berpikir Kyuhyun akan menghabisi Jiyeon kali ini.

Kyuhyun tidak menjawab, bahkan tidak memperlihatkan reaksi apapun. Dalam benaknya masih terngiang-ngiang kata-kata Suzy saat ia kalah dalam pertandingan basket satu lawan satu.
“Kau harus minta maaf pada Jiyeon.”

Sesuai kesepakatan, siapapun yang kalah dalam pertandingan itu harus mengikuti apapun yang diajukan sang pemenang. Setidaknya ada tiga permintaan yang harus dipenuhinya dan ini baru permintaan pertama.
“Aku…” Kyuhyun kembali diam. Sulit rasanya mengeluarkan kata ‘maaf’ dari dalam mulutnya. Ia sadar dirinya dihujani oleh berbagai tatapan dari segala penjuru. Ia benci mengetahui dirinya tergagap-gagap di depan seorang wanita. Jiyeon sampai memandanginya heran melihat keanehan tingkahnya. Ketika ia hampir saja mengucapkan kata keramat itu seseorang menghancurkan segalanya.

“Pagi, Jiyeon-ah!!” seru Suzy heboh. Ia yang tidak memedulikan situasi tegang yang tengah terjadi di antara Kyuhyun dan Jiyeon, dengan santainya merangkul bahu gadis itu. Kyuhyun membelalakkan matanya pada Suzy yang dibalas tatapan tajam yang mengisyaratkan ‘ayo cepat minta maaf!’.

Jiyeon tidak menjawab karena matanya masih terpaku pada pangeran yang berdiri di hadapannya. Suzy yang menyadari situasi itu langsung memberikan kode pada Kyuhyun dengan isyarat lirikan mata. Kyuhyun betul-betul ingin mencekik Suzy detik itu juga karena dengan berani memerintahkan seorang Cho Kyuhyun untuk melakukan sesuatu yang tak disukainya. Pria itu menggeram frustasi sebelum akhirnya berkata dengan nada datar dan cepat.

“Aku minta maaf.” Ucapnya tanpa ekspresi. Meskipun hanya seuntai kalimat yang diucapkan dengan nada kaku dan cepat, orang-orang tetap terkejut mendengarnya. Termasuk Park Jiyeon. Mereka semua menunjukkan raut histeris dan tidak percaya. Orang-orang saling pandang dengan bingung. Seorang Cho Kyuhyun meminta maaf?

“A… apa?” Jiyeon tidak percaya bahwa akan keluar kalimat sefenomenal itu dari mulut Kyuhyun. Untuk beberapa saat ia yakin telinganya salah dengar.
“Jangan membuat aku mengulanginya!” bentak Kyuhyun kesal.
“Ya, mana ada orang yang meminta maaf sambil berteriak-teriak begitu !” omel Suzy.
“Aku hanya perlu mengatakannya bukan? Tugasku sudah selesai.” tanpa mau mendengar jawaban dari Jiyeon, Kyuhyun melengos pergi begitu saja.
“Ya, tunggu!” teriak Suzy kesal. Ia memang menyuruh Kyuhyun meminta maaf, tetapi bukan berarti mengatakannya dengan nada kasar dan langsung pergi begitu saja seperti yang dilakukan pria itu barusan. Ia hendak mengejar, namun Jiyeon menahannya.
“Sudahlah, tidak apa-apa. Bersedia meminta maaf saja itu sudah bagus.”
“Tapi,” Suzy menoleh dan melihat Jiyeon menunjukkan senyum lebar. “Ada apa denganmu?”
Jiyeon menggeleng. Dengan suara bahagia gadis itu berkata, “Aku bahagia mendengar permintaan maafnya. Pria seperti Kyuhyun bukanlah tipikal yang bisa meminta maaf dengan mudah.”

Tentu saja, kejadian seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Biasanya Kyuhyun tidak pernah mau minta maaf atas perbuatan yang sudah dilakukannya. Suzy melemaskan bahu. Apa benar hanya begitu saja tidak apa-apa? Tetapi Jiyeon terlihat baik-baik saja. Bahkan bibirnya nyaris kram karena terlalu sering tertawa.
“Tapi ada satu hal yang aneh.” Jiyeon memiringkan kepala.
“Apa?”
“Kenapa Kyuhyun tiba-tiba mau minta maaf?” gadis itu memandang Suzy.
Deg.
Jantung Suzy berdegup kencang. Ia tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Ia tidak ingin Jiyeon tahu mengenai kesepakatan antara dirinya dan Kyuhyun. Ia tidak mau gadis itu kecewa padanya.
Akhirnya Suzy membalas disertai kekehan tak jelas, “Aku juga tidak tahu.”

—o0o—

Pasca Kyuhyun mengejutkan semua orang dengan permintaan maaf superkakunya, suasana menjadi lebih tenang. Tidak ada satupun yang berani mengusik ketenangan hidup Jiyeon. Gadis itu mendapatkan kembali kehidupan sekolah yang tenang. Tetapi rupanya suasana yang membaik itu tidak membuat Suzy tenang. Ia tetap merasa mengganjal dengan cara Kyuhyun meminta maaf. Jiyeon memang tersenyum gembira, namun senyum itu tidak berhasil mencapai matanya. Karena itu ketika bel pulang berbunyi, ia segera angkat kaki untuk mencari Kyuhyun. Tidak terlalu sulit untuk menemukannya karena pria itu bisa dikenali dengan mudah di manapun dia berada.

Kyuhyun berjalan menuju mobilnya di area parkir. Kepala pelayannya sudah cerewet memberitahunya tentang jadwal kunjungannya ke beberapa perusahaan cabang sebagai latihan untuk calon pewaris kerajaan bisnis Cho. Ia hanya mendengus dan berniat menonaktifkan ponselnya saat teringat pada Tiffany. Langkahnya terhenti. Tangannya tanpa sadar menekan nomor ponsel gadis itu. Entah kenapa sejak hubungannya dengan Tiffany berakhir, ia kerap kali menghubungi gadis itu tanpa disadarinya. Awalnya ia heran. Tetapi kemudian ia sadar bahwa ia masih belum bisa melupakan Tiffany Hwang.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

Pria itu tertawa sedih karena Tiffany tidak menjawabnya. Tentu saja tidak akan. Ia tahu kesalahannya tidak akan termaafkan. Mereka salah paham lalu bencana itu datang membuat mereka terpaksa mengakhiri hubungan. Kini, Kyuhyun menyesal karena membuat Tiffany pergi dengan perasaan terluka di hatinya.
“Cho Kyuhyun!” Rangkulan Kibum yang tiba-tiba di bahunya berhasil membuyarkan lamunan Kyuhyun. Pria itu langsung melayangkan death glare-nya pada Kibum yang tersenyum lebar.
“Bisakah kau muncul tanpa mengagetkanku?” hardiknya kesal.
“Kenapa, apa aku mengganggu acara renunganmu?” jawab Kibum polos. Ia suka melihat wajah sebal Kyuhyun. Ledekannya dijawab dengan dengusan jengkel.
“Tidak akan ada masalah yang bisa membuatku merenung!”
“Oh ya, termasuk tentang Tiffany?”

Langkah Kyuhyun langsung terhenti mendengar nama itu disebut Kibum. Rahangnya menegang. Ekspresinya menunjukkan betapa nama itu telah menimbulkan bekas luka yang cukup dalam di hatinya.
“Ini tidak ada hubungannya dengan Tiffany.”
Kibum tidak bermaksud mengingatkan Kyuhyun pada kenangan buruknya. Ia menyesal sudah mengungkit tentang Tiffany setelah melihat raut sedih di wajah Kyuhyun.
“Kenapa kau tidak menemuinya saja jika memang merindukannya?”
Kyuhyun menggeleng, “Aku tidak berani memandang wajahnya.”
“Huh, dasar pria sentimentil.” Kibum mendengus. Setelah itu mereka memutuskan untuk menutup topik pembicaraan tentang Tiffany. Kyuhyun sudah mencoba move on dari kisah masa lalunya yang kelam tetapi sekeras apapun ia berusaha, memori itu selalu terulang dalam pikirannya seperti film.

“Cho Kyuhyun!”

Langkah kedua pria itu terhenti mendengar seseorang berteriak di belakang mereka. Hanya satu orang di sekolah ini yang sangat berani menyerukan namanya dengan nada tidak sopan seperti itu. Kyuhyun membalikkan badan dengan malas. Seperti yang ia duga, Bae Suzy menderap ke arahnya dengan wajah kesal.
“Ada perlu apa?”
Begitu tiba tepat di depannya, gadis itu langsung menghujaninya dengan sederet kata yang diucapkan dengan nada tinggi, “Apa kau pikir yang kau lakukan pagi tadi adalah permintaan maaf?”
“Kau benar-benar cerewet. Bukankah kau hanya memintaku meminta maaf? Aku sudah melakukannya?”

Jawaban Kyuhyun yang terlalu tenang dan sombong membuat emosi Suzy mencapai ubun-ubum, “Kau memang raja sinis yang tidak tahu aturan! Kau seharusnya meminta maaf dengan cara sepenuh hati. Kau harus menunjukkan ketulusan dari ekspesi wajahmu. Jika kau melakukannya seperti apa yang kau lakukan pagi tadi, siapapun tidak akan memaafkanmu. Termasuk Jiyeon.”
“Oh ya? Jika kau memang merasa pintar tunjukkan padaku bagaimana caranya.” Kyuhyun melipat tangannya di depan dada dengan angkuh. Suzy terkesiap karena Kyuhyun sedang menantangnya kali ini. Gadis itu menarik napas dalam lalu menghembuskannya dengan kesal.
“Kau benar-benar bodoh sampai cara meminta maaf pun harus kucontohkan?”
“Mwo?”
“Lihat aku baik-baik pria bodoh,” Suzy menyela keterkejutan Kyuhyun. Tiba-tiba saja ia menarik kedua tangan Kibum lalu menggenggamnya dengan erat. Kim Kibum yang sejak tadi hanya menjadi penonton saja terkejut bukan main. Terlebih sekarang ini kedua mata Suzy menatap lurus matanya. Sial, apa sekarang ini dirinya sedang menjadi kelinci percobaan Bae Suzy?

Gadis ini, dia tidak tahu siapa yang sedang dia hadapi. Batin Kibum. Ia memutuskan untuk mengikuti permainan gadis ini. Tetapi melihat ekspresinya, Kibum merasa seolah Suzy benar-benar ingin meminta maaf padanya.

Suzy memang tidak sedang berakting. Saat ini ia mencurahkan seluruh isi hatinya untuk meminta maaf. Ia membayangkan Kibum adalah sahabatnya. Sejak dulu ia ingin sekali meminta maaf pada sahabatnya.
“Maafkan aku. Sungguh, aku tidak sengaja membuatmu mengalami hal buruk. Aku tahu apapun yang kulakukan tidak akan cukup untuk menebus luka yang sudah kutimbulkan. Tetapi, maukah kau setidaknya memaafkanku? Meskipun aku tidak bisa mengulang kembali masa lalu, tetapi setidaknya kita masih bisa memperbaiki masa depan. Aku tidak mau hidup sebagai seseorang yang pernah memberimu masa-masa kelam.”

Kata-kata yang diucapkan setulus hati oleh Suzy membuat kedua pria itu terdiam. Seperti sihir, kesungguhan Suzy meminta maaf berhasil menembus lapisan terkeras dalam hati kedua pria itu. Menembus relung hati yang terdalam, tempat di mana tersimpan kenangan paling menyakitkan dalam hati mereka.
Kyuhyun tertegun, kata-kata Suzy mengingatkannya dengan kesalahannya pada Tiffany. Apa jika ia mengatakan kalimat itu pada Tiffany, gadis itu akan memaafkannya?
Sementara Kim Kibum, ia tidak bisa berkata-kata. Tidak hanya kalimat Suzy berhasil menyentuhnya, hal itu pun kembali mengingatkannya pada kenangan yang tak pernah ia lupakan. Di telinganya terdengar tangisan histeris seorang gadis kecil. Untuk sesaat di retina matanya berkelebat bayangan seorang gadis kecil berlari meninggalkannya sambil menangis. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menepisnya. Setelah di matanya muncul kembali sosok Suzy, ia mendesah lega.

“Nah, seperti itu yang namanya meminta maaf.” Ucapan Suzy membuat semua kembali pada keadaan normal. Ia memandang Kyuhyun, “Kau harus melakukannya sama sepertiku.”

Reaksi Kyuhyun sungguh membuat Suzy sebal. Pria itu memalingkan wajahnya acuh tak acuh. Jelas dia tidak berniat melakukan apa yang sudah ia contohkan. Suara batuk Kibum membuat Suzy menoleh ke arah pria itu.
“Tanganku bisa kau pegang selama apapun yang kau inginkan,” pria itu mengedipkan matanya menggoda. Seketika itu juga Suzy terkesiap sadar bahwa ia masih menggenggam kedua tangan Kibum. Ia langsung melempar tangan itu dengan raut jijik.
“Astaga, apa yang kulakukan!!” teriaknya panik. Ia mengusap-usap tangannya seperti baru saja menggenggam sesuatu yang dipenuhi kuman penyakit. Sementara Kibum tidak melakukan apapun karena pandangannya fokus menatap Suzy. Sepertinya ia sudah menemukan mainan baru yang jauh lebih menyenangkan.

“Aku ingin kau mengulangi permintaan maafmu pada Jiyeon.” Suzy mengalihkan kepanikannya dengan memandang Kyuhyun. Pria itu langsung mencibir.
“Tidak mau.”
”Ingat! Aku masih punya dua permintaan yang bisa kuajukan kapanpun.” Suzy berhasil menskak matt Kyuhyun. Pria itu mendesis kesal karena tidak bisa membantah lagi.
“Dasar tukang peras!” kesal Kyuhyun. Kibum tersenyum melihat hal ini. Ia benar-benar mengagumi Suzy yang berhasil mengontrol seorang Cho Kyuhyun.
Suzy tersenyum penuh kemenangan, “Aku tunggu kau hari Minggu nanti di Kebun Binatang Seoul pukul 10 tepat. Jangan sampai terlambat.”

—o0o—

Hari minggu ketika jarum panjang jam sudah menunjuk pada angka sepuluh Kyuhyun telah menunggu di pintu masuk kebun binatang. Wajahnya tertekuk sebal. Sudah ketujuh kalinya ia melirik pada arloji di tangan kirinya. Sadar Suzy datang terlambat, ia berdecak jengkel.

“Berani sekali gadis itu membuatku menunggu.” Umpatnya. Hingga waktu sudah menunjukkan pukul 10.10 gadis itu belum menampakkan batang hidungnya. Ia tidak akan sejengkel ini jika ia hanya menunggu. Ia harus menahan diri agar tidak berteriak karena sejak tadi beberapa gadis memandangnya ketika mereka melintas di depannya. Apa mereka pikir aku badut di taman hiburan? Batin Kyuhyun marah.
Excuse me,” Kyuhyun menengok dan ia menemukan seorang gadis tidak dikenal menyapanya ramah. Merasa tidak begitu penting untuk meladeni gadis itu, Kyuhyun langsung membuang muka.
“Apa kau seorang artis?” gadis itu tetap bertanya tanpa memedulikan sikap acuh tak acuh Kyuhyun.
No.” jawabnya dingin.
“Kalau begitu kau pasti model.” Gadis itu asal menebak dengan wajah gembira. Kyuhyun semakin jengkel dibuatnya. Kenapa gadis ini tidak kunjung enyah dari hadapannya?
I’M NOT NOBODY LIKE YOU SAID!! ” tegas Kyuhyun dengan nada tinggi. Gadis itu mundur beberapa langkah karena terkejut.
Okay, maafkan aku.” gadis itu tersenyum kikuk lalu pergi. Kyuhyun benar-benar ingin meledak detik itu juga. Ia bersumpah jika Suzy tidak muncul dalam beberapa detik lagi ia akan membuat gadis itu menderita.

“Cho Kyuhyun, aku tidak percaya kita bisa bertemu di sini.” Suara itu. Karena berkali-kali Suzy berseru padanya maka ia hapal dengan baik seperti apa suaranya. Ia berbalik dan siap mengomel namun saat sadar Suzy tidak datang sendirian, ia menelan kembali semua gerutuannya. Suzy datang bersama Park Jiyeon. Kenyataan yang membuat Kyuhyun membeku. Sial, ternyata Suzy mengajak Jiyeon agar ia bisa meminta maaf padanya.
Annyeong haseyo,” Jiyeon menyapanya dengan suara gugup. Kyuhyun menegakkan tubuhnya. Ia harus terlihat sebagaimana orang-orang mengenalnya di sekolah. Cho Kyuhyun yang dingin, kuat, dan tak bisa dipengaruhi.
“Aku tidak tahu kau suka kebun binatang.” Lanjut Jiyeon, terpendar kebahagiaan dalam binar matanya.
“Kebetulan sekali kita bertemu di sini.” Seru Suzy .
“Ya, bukankah kau—Aooowww—“ Kyuhyun langsung mengatupkan bibirnya menahan sakit karena Suzy menginjak kakinya. “Apa masalahmu?!” tegurnya marah. Suzy memperlihatkan ekspresi yang berarti bahwa Kyuhyun tidak boleh mengatakan apapun tentang kesepakatan mereka. Jiyeon memandang mereka dengan heran.
“Aku kemari untuk refreshing.” Kyuhyun langsung mengarang alasan dihiasi senyum yang dibuat-buat.
Jiyeon mengangguk senang, “Aku tidak menyangka kau menyukai tempat seperti ini. Kau tidak pergi bersama teman-temanmu?”
“Donghae tidak bisa ikut karena ada pertandingan hari ini, sementara Kibum sekarang mungkin sedang berkencan dengan salah satu kekasihnya.”
“Dengan kata lain hanya kau yang menganggur..” Suzy terkekeh-kekeh. Ucapan tak berdosa itu langsung menyulut emosi Kyuhyun.
“Kau pikir aku tidak sibuk? Seharusnya aku menghadiri pelatihan karateku hari ini!”

Jiyeon hanya diam mendengarkan Kyuhyun dan Suzy terus beradu argumen. Cara mereka saling melemparkan ejekan satu sama lain entah mengapa membuat mereka terlihat mesra. Hatinya bergetar oleh rasa cemburu. Tetapi ia tidak bisa marah pada Suzy. Gadis itu adalah sahabatnya.
“Tunggu, kau bilang tadi hari ini ada pertandingan basket? Aigoo, bagaimana aku bisa melupakannya. Pantas saja Yoona meneleponku pagi ini!” Suzy menepuk keningnya dengan gaya dramatis. “Maafkan aku tidak bisa bersama kalian lagi. Kuharap kalian baik-baik saja jika kutinggal berdua. Bye!” Suzy melesat pergi sebelum Jiyeon sempat melayangkan protes. Gadis itu terkejut bukan main karena hanya tinggal dirinya dan Kyuhyun saja di sana. Ragu-ragu ia melirik Kyuhyun yang menunjukkan ekspresi tak terbaca lalu mengerang. Apa yang bisa ia lakukan bersama pria ini? Menatap matanya saja ia tidak sanggup.

Kyuhyun benar-benar sebal karena dirinya telah dijebak mentah-mentah oleh gadis monster itu. Tetapi nasi sudah menjadi bubur. Ia tidak bisa kabur begitu saja meninggalkan Jiyeon di sini. Setidaknya ia bukan pria kurang ajar yang tidak bertanggung jawab. Setelah mengeyahkan semua rasa egonya Kyuhyun melirik Jiyeon.
“Apa kau ingin melihat-lihat?”

—o0o—

Jiyeon merasa gugup bukan main ketika Kyuhyun mengajaknya berkeliling kebun binatang itu. Ia terjepit di antara perasaan takut, gelisah, malu, dan gugup sehingga tidak tahu harus menjawab apa ketika Kyuhyun berbicara basa basi padanya, meminta pendapatnya tentang binatang-binatang yang mereka lihat sepanjang perjalanan. Sejauh ini pembicaraan mereka hanya sampai pada hal-hal umum seperti cuaca dan sekolah mereka.
“Apa kau bosan bersamaku?”
“Apa?” terlalu terkejut Jiyeon memekik tanpa sadar. “Kau tidak membosankan, sungguh.” Jiyeon langsung menjawab begitu menyadari Kyuhyun menatapnya tak percaya.
“Kalau begitu kau takut padaku karena aku sempat membuatmu kesulitan di sekolah?”
“Ti-tidak.”
“Kau tidak takut, kau juga tidak bosan. Lalu kenapa kau berdiri jauh-jauh dariku?”

Detik itu juga Jiyeon baru sadar posisinya dengan Kyuhyun dipisahkan oleh jarak sekitar satu meter. Ia berjalan di belakang Kyuhyun. Orang lain yang melihatnya mungkin akan berpikir Jiyeon adalah pesuruh Kyuhyun.
Mi-mian.”
Kyuhyun mendesah pelan seraya melemaskan bahunya, “Berjalanlah di sampingku. Aku berjanji tidak akan memvonismu dengan hukuman apapun.” Rasanya wajar saja jika seseorang yang pernah menjadi korbannya takut, tetapi entah mengapa apa yang dilakukan Jiyeon membuatnya risih.
Jiyeon melangkah dengan ragu ke sampingnya. “Lihat, aku tidak langsung menerkammu bukan?” sahut Kyuhyun saat ia sudah tiba di sisinya. Kedua pipinya langsung merona malu.
“Maaf sudah membuatmu tidak nyaman.”

Sikap Jiyeon yang terkesan gugup sekaligus takut membuat Kyuhyun tertegun. Ia pernah melihat reaksi semacam ini sebelumnya.
“Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Kyuhyun teringat rencana awalnya bertemu Jiyeon hari ini. Meminta maaf.
“Apa?” Jiyeon penasaran.
Ketika perhatian gadis itu tertuju penuh padanya tiba-tiba saja otak Kyuhyun kosong. Mulutnya yang siap mengatakan kalimat maaf itu lenyap begitu saja sehingga lidahnya menjadi kaku dan bibirnya bergetar.
“Itu..” Kyuhyun membasahi bibirnya yang kering. Astaga, ini tidak benar. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain untuk mengatur napasnya. Setelah kembali normal ia siap mengatakannya pada Jiyeon. “Aku..”
“Ah,”
Lagi-lagi Kyuhyun terpaksa menghentikan kalimatnya ketika seseorang menyenggol bahu Jiyeon dari belakang. Gadis itu tersungkur ke depan dan tanpa persiapan sedikit pun jatuh ke pelukan Kyuhyun.

Deg.

Jiyeon diam tak bergerak selama beberapa saat karena ia tak percaya bahwa dirinya kini bersandar pada Kyuhyun yang refleks melingkarkan tangan di pinggangnya, menahannya agar tidak terjerembab jatuh ke tanah. Ketika ia mengangkat kepalanya, ia terkejut karena kedua mata pria itu menatap lurus padanya.
Ya Tuhan.
“Maaf,” Jiyeon langsung menjauhkan dirinya dari Kyuhyun. Meskipun enggan, ia harus berdiri dalam jarak yang aman dari pria ini.
“Kau tidak apa-apa?” gumam pria itu. Ekspresi wajahnya tidak terbaca. Jiyeon tidak bisa menebak apa yang ada dalam pikiran Kyuhyun. Ia takut pria ini marah dan tidak ingin bertatap muka dengannya lagi.
“Aku tidak apa-apa. Jangan khawatirkan aku.”

Kyuhyun lagi-lagi dibuat melamun oleh sikap Jiyeon. Sekarang ia ingat dimana ia pernah melihatnya. Reaksi Jiyeon mengingatkannya pada Tiffany Hwang, mantan kekasihnya. Astaga.

Jiyeon gugup mendapat tatapan intens Kyuhyun, ia menoleh ke arah lain dengan salah tingkah, “Apa kau suka reptil, aku tidak keberatan melihat binatang-binatang itu.”
“Kau bersikap seperti ini karena takut padaku atau karena kau menyukaiku?”
Segala kegusaran Jiyeon luntur begitu ia mendengar pertanyaan itu dari mulut Kyuhyun. Ketika ia menatapnya, Kyuhyun menunjukkan raut datar. Meskipun tanpa ekspresi, tetapi Jiyeon bisa melihat luka tersirat dalam binar matanya.
“A-apa?”
“Sudahlah lupakan,” Kyuhyun sendiri heran kenapa ia melontarkan pertanyaan konyol seperti itu. Ingatan tentang Tiffany membuat otaknya kacau balau. Ia harus mengendalikan dirinya sebelum ia terlanjur gila karena Tiffany. Jiyeon mengangguk bingung.
“Tunggu,” Kyuhyun lagi-lagi menahannya saat Jiyeon mengajaknya pergi. Gadis itu membelalak karena tangannya dipegang oleh pria itu. Sentuhan tangan Kyuhyun menjalarkan getaran ke seluruh tubuhnya. Ia langsung menatap Kyuhyun dengan jantung berdebar kencang.

“Aku tahu kau pasti kesal padaku karena akhir-akhir ini banyak hal buruk yang kau alami karena diriku. Aku sadar semua itu terjadi karena kata-kataku.” Kyuhyun bersyukur kata-kata itu bisa keluar dengan lancar. Ia bahkan tidak peduli ketika gadis di depannya melebarkan mata terkejut. Ia akan melanjutkan hingga selesai. Bukan karena permintaan Suzy yang harus ia penuhi, tetapi karena ia merasa harus meminta maaf pada Jiyeon.
“Aku juga menyadari aku meminta maaf padamu tempo hari dengan cara yang salah. Sejujurnya semua itu bukan karena aku tidak mau melainkan karena aku tidak tahu bagaimana cara meminta maaf dengan benar. Aku tidak ingin menjadi seseorang yang memberikan kenangan buruk dalam hidupmu.” Kyuhyun mengutip kata-kata yang diucapkan Suzy tempo hari lalu diam sejenak untuk mengambil napas panjang. “Karena itu, kumohon maafkan aku.”

Jiyeon terpana mendengar rentetan kata-kata itu. Ia terharu melihat betapa serius dan tulus Kyuhyun meminta maaf padanya. Beberapa detik kemudian pandangannya dikaburkan oleh airmata. Sungguh, meskipun Kyuhyun menyiksanya sampai ia menyerah ia tidak akan pernah membenci Kyuhyun. Karena rasa sukanyalah yang membuat Jiyeon memaafkannya dengan mudah. Baginya, Kyuhyun mau meminta maaf saja ia sudah memaafkannya dan sekarang Kyuhyun bahkan melakukannya dengan sepenuh hati. Ia pasti memaafkannya meskipun ia harus kehabisan suara karena menangis tersedu-sedu.
“Aku memaafkanmu,” bisik Jiyeon serak. Ia mengusap dengan cepat lelehan airmata di pipinya. Kyuhyun terkejut melihat gadis itu menangis. Meskipun ia sempat kebingungan namun ia merasa lega luar biasa. Jadi, inikah rasanya saat permintaan maaf diterima?
Apakah jika ia meminta maaf pada Tiffany segala beban di hatinya akan lenyap dan mereka bisa memulai hidup baru tanpa harus memikul beban apapun?

Kyuhyun tanpa sadar tersenyum. Ia mengulurkan tangan untuk menghapus jejak airmata di pipi Jiyeon.
“Terima kasih.” Gumamnya. Tangisan Jiyeon langsung terhenti ketika melihat raut tulus Kyuhyun. Jantungnya berdebar kencang.

Seandainya gadis di depanku adalah Tiffany Hwang, maka hari ini akan menjadi hari paling membahagiakan di dunia.

—o0o—

Hiruk pikuk sudah terdengar sejak radius dua puluh meter dari lapangan basket SMU Royal President. Suzy yang baru saja menginjakkan kaki di area parkir langsung berlari saat mengetahui bahwa pertandingan sudah dimulai sepuluh menit yang lalu.
“Ramai sekali!” seru Suzy takjub saat melihat banyaknya penonton yang datang untuk mendukung tim favoritnya masing-masing. Suzy menengok kanan kiri, berharap bertemu dengan orang yang ia kenal. Tapi semuanya terlihat asing di matanya. Mungkin karena sebagian besar dari mereka tidak mengenakan seragam.

Saat berputar-putar di sekitar bangku penonton mencari tempat duduk strategis, ia menemukan tempat kosong yang pas untuk menonton pertandingan. Setelah berdesak-desakan melewati padatnya penonton di area bawah, ia duduk santai tanpa peduli siapa yang ada di sebelahnya. Matanya langsung fokus memandang lapangan mencari-cari sosok Lee Donghae.

“Bukankah kau gadis monster kemarin.”

Suzy menoleh cepat mendengar sebutan tak pantas untuk dirinya dan langsung terperanjat kaget ketika matanya bertatapan dengan mata berbinar-binar Kim Kibum. Apa yang dilakukan pria playboy ini di sini? Bukankah Kyuhyun mengatakan..
“Kau…. emmm…” Suzy tiba-tiba saja tidak bisa mengingat namanya.
“Kim Kibum…” ucapnya ramah sambil mengulurkan tangan melihat Suzy kesulitan menyebut namanya.
“Bae Suzy,” Jawab Suzy tanpa berniat menjabat tangan Kibum. Ia teringat insiden kemarin ketika ia memegang tangan Kibum. Malu yang ia rasakan masih belum lenyap. Lagipula ia tidak mau termakan rayuan iblis penggoda ini.
“Kenapa kau kemari?”
“Menurutmu apa yang dilakukan seseorang yang duduk di kursi penonton?” jawab Suzy sarkastis.
“Jawaban yang tidak manis.”
“Sebaiknya aku pergi,” Suzy tidak tahan lagi, ia berniat pergi namun Kibum memegang tangannya.
“Jangan pergi.” Dengan sedikit memaksa ia berhasil membuat Suzy kembali duduk di sampingnya. Melihat ekspresi sebal di wajah gadis ini entah kenapa Kibum merasa senang.
“Kenapa kau berwajah masam begitu?”
“Aku tidak menyukaimu!” tegas Suzy. Kibum terkejut. “Kenapa?”
“Karena kau playboy!” Suzy berseru dengan tangan menunjuk Kibum. Teriakannya membuat orang-orang di sekitar menengok ke arah mereka.
“Siapa dia?” seketika ia dihujani berbagai pertanyaan bernada sinis dari sebagian besar penonton di sana, terutama dari perempuan. Ia merasakan hawa berbeda. Saat menatap sekeliling matanya terbelalak. Gawat, siapa yang menyangka ternyata tempat duduknya dikelilingi oleh siswa siswi kelas platinum.

~~~TBC~~~

(Apa yang terjadi pada Suzy selanjutnya adalah sesuatu yang mengerikan -_- Buktikan di part selanjutnya ^^v)

300 thoughts on “School in Love [Chapter 5]

  1. Ass, anyeong.. seblmnya ak minta maaf kalo jrng mmbrikan kmntr d stiap FF kmu, tpi ak sungguh menghargai setiap hsl karyamu. ak sungguh kagum pada kmampuan yg km milki, ak iri rasanya. apalgi FF IMTB , Shady Girl’s itu FF Fav ku.. aku trut prihtn stlah mendengar kbr kbr kalo sbagian FFmu d copas oleh orang yg tdak bertanggungjawab.. oh iya ak mau jjur tp maafkan ak,, ak smpt mengopas FF untuk ak smpn d file pribadiku, tpi itu ak lakukan karna ak tidak punya waktu untuk membacanya serta koneksi internt kurng baik. aku mengopasnya untuk aku bca d mlm hari stlah pulng kuliah atau kalo ad waktu luang, ak hanya melakkan itu sekali, bbrpa hari yg lalu, lalu ak hpus lagi. bolehkah aku meminta psswrd untuk IMTB jebal.. ak sangat ingn membacanya ak tidk suka jika mmbaca sebuah FF tdak sampai ending.. kuharap kau mau mmbls email ini,, dan mmbrikan psswrd IMTB. trimaksh🙂 gamsahamnida, anyyeong,,!!!

    salam knal  elipujiati

  2. Sweet bgt sih moment kyuyeon ..
    danbaku msh penasaran siapa sosok gadisnkecil kibum
    suka bgt sm katakter jiyeon .anehh .
    nnti brani nnti takut nnti ceria sedih .ahh aku suka pkoknya ini crta .

  3. kenapa kyu putus sama tiffany ? Aku brharapnya kyu nanti suka sama suzy bukan jiyeon. Awalnya aku kira kibum lebih trtarik sma jiyeon. Eh, skarang dia malah trtarik sama suzy. Bner2 playboy sejati. Mudah2an suzy bsa nyadarin kibum deh. Amiiiiiiin

  4. pas moment kyu ma jiyeon sweet bnget thor🙂 dan apa yg menyebabkan kyu putus sma tiffany thor? Hah penasaran sma gadis kecil yg ada dibayangan kibum thor? Wah penasaran nanti akhirnya kyu sma siapa thor? Kibum kyknya mulai tertarik sma suzy deh. Hah apa yg akan terjadi sma suzy thor? Lanjut bca chapter selanjutnya ya thor ^^

  5. Setidaknya aku brterima kasih sama Suzy, krna brkat dy, Kyu mw minta maaf sama Jiyeon, dan big thanks bwt author yg sdah menciptakan sweet moment kyuyeon.. Hahaha demi apa ini aku sneng bgt… Dan sjauh ini blum ada tanda2 bhwa Kyu trtarik sama Suzy, brharap kdepannya jga bgtu..😀
    Btw, Moment Kibum-Suzy slalu brhasil bkin ketawa, jdiin mreka couple aja y thor.. hhehhe

  6. smakin menarik saja jlan critanya, jiyeon udah mulai dpt lampu kuning…kan jarang” bang evil ngucapin kta ma’af spenuh hati. ya walaupun kyuhyun berandai-andai bkan tiffany melainkan jiyeon.

  7. suzy nyuruh kyu minta maaf, malah memungkinkan jiyeon salah paham mengartikan permintamaafan kyu😦 mungkin jiyeon akan tambah cinta ama kyu kasihan jiyeon😦
    suzy sbenernya suka sama siapa O.o donghae? ah jangan deh hihi tambah ribet nanti .. lanjut baca next part, author semangat!! :))

  8. Akhirnya Kyu berhasil mengucapkan kata maaf ke Jiyeon dengan tulus,, walau agak sedikit gak rela klo Kyu harus “kencan” dengan Jiyeon..
    Omo..mau diapain tuch Suzy ma anak-anak platinum?! Bikin penasaran..

  9. Aaaa suzy bodoh. Kalo duduk mesti nya liat2.
    Jiyeon akhirnya……
    Gk tau mau bilang apa yang jelas bgus.
    Kalo soal typo itu gk mslh buat aku. Solnya aku jg kalo komentar suka typo jg. Hehehe^_^

  10. woaah~ akhirnya.. rada bener dikitan sikapnya kyu, walopun kudu dipaksa….😄
    kirain kibum niat ngincer si jiyeon.. eh, malah kesengsem sama suzy..😄

  11. udah baca sampe part 5 ..😉
    awalnya aku gasuka kalo kyu sm jiyeon sii.. pengennya sama suzy #just opini tapi kalo sama kibum jg gpp hihi😀 halah tapi gatau ding.. uman menyuarakan isi hati ^^ lebih baik baca part lanjutannya ajadeh🙂

  12. Ooooo… Suzy kamu slh duduk.. Wkwkkkk
    Frontal bgt blg ga suka sm kibum,, ini sebenarnya couplenya gmn sih? Donghae- yonna, donghae – suzy, kyu-zy, kyu-yeon , kibum – suzy, apa kibum- jiyoen? Hhmmm… Sepot amat ni cinta2nya kapan :”””

  13. jiyeon khawatir kyu suka am suzy , tapi gg mungkin ,kyu cinta mati gila am tiffany -_-
    yoona favorit gue deh ><
    ehh gue baru sadar baca ff yang cast nya pacar abang lee minho , kkkkkk

  14. Moment langka pas kyu minta maaf..
    di ajarin baru,ngerti dasar anak mami ~kekeke
    Ciee yg be dua’an, jiyeon seneng bgt pastii
    Tp bgg nnti akhir nya mereka sama siapa??
    Apa yg akan terjadi sama suzy? wah wah moga gak parah deh..
    Dasar playboy, bukan nya dia kencan ya koq malah ada di lap basket#Curiga

  15. Kenapa Kyuhyun & Tiffany bisa putus ?! Sumpah penasaran >_< btw,semoga Kyuhyun kg suka sama Jiyeon -_- karna mau'nya Kyuhyun sama Suzy

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s