Another Story in Shady Girl [Kyuhyun’s Story] // Kyuhyun’s Love Sign – Beginning

Another Story in Shady Girl

Tittle : Kyuhyun’s Love Sign – Beginning
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : NC21, Married Life, Romance

 

Main Cast :
Cho Hyunjung | Cho Kyuhyun

Dha’s Speech :
Hati-hati for typo. Happy reading ^_^

Another Story In Shady girl - Kyuhyun's Love Sign by Dha Khanzaki

====ONESHOOT====

HYUNJUNG selalu terbangun di pagi harinya karena terganggu oleh hal kecil yang dilakukan suaminya, Kyuhyun. Seperti pagi ini, tidurnya terusik berkat tangan hangat yang membelai punggungnya dengan gerakan intens.
“Oppa,” Hyunjung menoleh ke belakang tepat ke arah pria yang tersenyum menyambutnya.
“Maaf, aku tidak bermaksud membangunkanmu. Aku hanya tergoda oleh punggung indah yang kulihat ketika aku membuka mata,” gumam Kyuhyun tak bermaksud merayu tetapi pada kenyataannya kata-kata itu menimbulkan semburat merah di pipi Hyunjung.

Pemandangan menggemaskan itu membuat Kyuhyun mengetatkan pelukannya. Ia lalu berbisik mesra, “Kau selalu terlihat cantik, Hyunjung-ah.”
“Jika aku tidak cantik, kau tidak akan jatuh cinta padaku.” Hyunjung malu karena Kyuhyun kini tengah berkonsentrasi menurunkan tali gaun tidurnya.
“Aku tidak yakin,” Kyuhyun menyanggah. Suaranya semakin serak ketika ia berhasil menurunkan gaun tidur Hyunjung dan mendapati pemandangan indah dari tubuh sempurna istrinya. Napasnya mulai memburu. Ia mengangkat kepalanya menatap mata Hyunjung langsung.
“Aku tidak jatuh cinta pada wajahmu, tetapi pada hatimu.”

Kata-kata sederhana itu membuat Hyunjung melayang. Binar mata Kyuhyun membuatnya merasa bahagia sekaligus hangat, “Kau semakin pintar merayu.”

Reaksi Hyunjung membuat Kyuhyun berhasrat. Kyuhyun lantas mengulum bibirnya. Tangannya dengan luwes menyingkirkan rambut yang menutupi tengkuk putih istrinya agar bisa mengecup daerah itu. Hyunjung tersenyum geli saat Kyuhyun memberikan beberapa ciuman di tengkuk dan sekitar bahunya yang terbuka. Ia hanya mengenakan gaun tidur model tali spagetti dan gaun itu kini sudah teronggok tak berdaya di samping tempat tidur, membuat tubuhnya hanya tertutupi selembar selimut.

“Kau pulang jam berapa semalam?” tanya Hyunjung sambil menikmati ciuman Kyuhyun yang kini sudah merambah naik ke pipinya.
“Sangat larut. Kau sudah tertidur pulas ketika aku tiba.” Kyuhyun menjawab di sela-sela kegiatannya menjejaki leher Hyunjung setelah itu berhenti sejenak agar bisa menatap wajah cantik istrinya. “Kau tidak menungguku lagi bukan?” tanyanya cemas bercampur curiga. Ia tidak suka istrinya menghabiskan energi hanya menatap pintu berharap ia segera pulang.
“Aku mencemaskanmu. Kau bekerja siang malam seperti orang gila. Kalau nanti Oppa sakit bagaimana?”

Sudah sebulan ini Kyuhyun terus bekerja mengurus proyek kerjasamanya dengan salah satu perusahaan game dari Jepang. Padahal pernikahan mereka baru berjalan hampir dua bulan. Mereka seharusnya sedang menikmati masa-masa manis pengantin baru. Tapi yang terjadi adalah, Hyunjung sering ditinggal di rumah sendirian dan hanya ditemani Sherry, anjing Shih Tzu milik Kyuhyun. Mereka bahkan belum sempat berbulan madu.

Bukannya ia ingin berbulan madu, ia hanya mengkhawatirkan kondisi psikologis Kyuhyun jika terus bekerja tanpa henti seperti mesin. Pergi pagi sekali dan pulang larut malam, jika hari libur pasti mendekam di dalam ruang kerjanya untuk menyelesaikan game baru yang harus diluncurkan tiga bulan lagi. Hyunjung rindu sekali dengan saat-saat mereka baru saja menikah. Setiap harinya, meskipun tetap disibukkan oleh rutinitas biasa namun tak sedetik pun waktu terlewat untuk saling mencintai.

Kyuhyun mengulurkan tangan untuk mengusap pipi putih Hyunjung, ia bisa menangkap raut khawatir dari wajah istri tercintanya. Hanya dia wanita di dunia ini yang mampu membuat hatinya meleleh seperti keju mozarella di atas pizza panas. Kyuhyun hanya mencintai Hyunjung seorang.
“Hanya tinggal tiga bulan lagi jika kau bisa bersabar. Setelah aku berhasil menyelesaikan game baruku, aku berjanji akan bekerja normal lagi.”

Hyunjung mengangguk, “Aku mengerti,” ucapnya ringan. Kyuhyun tersenyum lega, kini pandangannya jatuh ke arah bibir Hyunjung yang berwarna plum, sedikit kering. Mungkin akan lebih bagus kalau ia membuatnya basah. Ia segera menahan Hyunjung yang hampir saja bangkit. Istrinya itu menatapnya bingung.
“Kita harus bersiap-siap sebelum terlambat, Oppa,” ucap Hyunjung sadar Kyuhyun sedang mendekatkan wajah, mengincar bibir ranumnya.
“Di luar sedang hujan lebat, lebih baik kita menghangatkan badan di dalam rumah—untuk kasus kita, di atas ranjang,” desahnya seraya mengeratkan pelukan. Hyunjung melebarkan mata mendengar cara bicara Kyuhyun—seperti ajakan bercinta. Ia menoleh ke luar jendela dan baru sadar hujan deras sedang turun di luar sana.

“Kau be—“ Hyunjung belum sempat mempersiapkan diri saat bibir Kyuhyun sudah tertaut dengan bibirnya. Morning kiss, batin Hyunjung. Ciuman Kyuhyun begitu bergairah dan ia membalasnya dengan antusias. Kedua tangan Hyunjung merengkuh rahang kokoh Kyuhyun. Tangan Kyuhyun tak mau tinggal diam begitu saja. Ia dengan semangat meremas gundukan kembar milik Hyunjung. Gadis itu menggeliat seiring dengan pijatan Kyuhyun yang tidak menentu. Sesekali ia menggunakan jari-jarinya untuk memelintir ataupun mencubit gemas puncak dada Hyunjung yang sudah menegang, Kyuhyun sangat menikmati hal itu. Ia suka cara Hyunjung menggeliat dan mendesah setiap kali ia menyentuhnya.

Hyunjung melenguh begitu Kyuhyun melepas bibirnya dan beralih menciumi pelipisnya. Matanya terpejam dan kepalanya bergerak-gerak gelisah karena kini daerah intimnya tak luput dari jamahan tangan Kyuhyun. Entah sejak kapan jari-jari lihai Kyuhyun singgah di sana.
“Oppa—nghhh,” Hyunjung menatap nanar Kyuhyun yang tersenyum puas melihatnya tak berdaya. “Ohhh,” ia memejamkan matanya saat Kyuhyun mencubit-cubit pusat tubuhnya.
“Kau seksi sekali saat mendesah, yeobo,” Kyuhyun puas sekali menyiksa Hyunjung dengan cara yang disukainya. Ia membungkukkan tubuhnya agar bisa mencium buah dada Hyunjung yang sejak tadi hanya dikerjai oleh tangannya saja.

Hyunjung merasa luar biasa bisa berkeringat di pagi hari yang dingin dan dihiasi hujan seperti pagi ini, semuanya karena ulah Kyuhyun. Ia tak tahu harus melakukan apa lagi selain mengerang dan mendesah karena semua titik-titik sensitifnya diserang Kyuhyun secara bersamaan. Bahkan celana dalamnya sudah dilepas entah sejak kapan. Ia juga baru sadar Kyuhyun sudah tidak mengenakan apapun lagi, full naked sama sepertinya.
“Ahhhh—eunghh..” bibirnya menjadi sasaran gigitannya sendiri, ia tak kuasa menahan nikmat yang menumpuk tatkala Kyuhyun menusukkan satu jarinya ke dalam tubuhnya, menggerakkannya keluar-masuk. Terkadang cepat, terkadang lambat. Kyuhyun berhenti mencumbu lehernya hingga kemudian berguling menindihnya. Kakinya di sampirkan di pundak suaminya.

“Ahhh..” Dalam satu gerakan cepat tanpa isyarat apapun Kyuhyun melesakkan tubuhnya yang sudah tegang sejak tadi ke dalam tubuh Hyunjung dalam sekali dorongan. Hyunjung sampai harus mencengkram pundak Kyuhyun. Bibirnya mengerangkan suara yang dalam dan seksi. Detik berikutnya Hyunjung mendesah tak karuan saat pinggang Kyuhyun bergerak mendesak tubuhnya.
“Ahhh..hhh..hhh..” Hyunjung memegang pundak Kyuhyun untuk berpegangan selagi tubuhnya ikut terdorong dan dadanya berguncang mengundang Kyuhyun untuk memakannya. Ia membungkukkan tubuhnya mencium sekali lagi gunung kembar Hyunjung, berikut puncaknya yang tegang bergairah membuat kaki Hyunjung yang tertekuk menempel dengan badannya.

Kyuhyun selalu suka bercinta di pagi hari seperti ini. Ia bersyukur karena Hyunjung tidak pernah menolaknya. Tubuhnya mulai berkeringat seperti sedang berolahraga. Ia melumat bibir Hyunjung yang terus mengeluarkan desahan untuk meredamnya sejenak sementara ia mengubah posisi mereka. Ia membaringkan Hyunjung miring dan ia ikut berbaring di sampingnya, ia memeluk Hyunjung dari belakang sambil meremas kedua buah dadanya. Sementara Hyunjung terlena, Kyuhyun menarik pinggul Hyunjung dan melesakkan kembali miliknya ke dalam tubuh Hyunjung yang hangat.
“Ahhsshh..” Hyunjung mengacak seprei yang dicengkramnya ketika Kyuhyun kembali bergerak liar.
“Saranghae..” bisik Kyuhyun sambil menciumi tengkuknya. Hyunjung tidak bisa menjawab karena ia tidak bisa berpikir sementara dirinya disentak oleh kenikmatan yang bertubi-tubi. Desahan mereka saling bersahutan begitupun desahan lega ketika keduanya berhasil mencapai puncak.

Hyunjung melemaskan dirinya sejenak sementara ia membiarkan Kyuhyun mengubah posisi mereka kembali. Kini mereka berbaring saling berhadapan dengan Kyuhyun memeluknya. Ia tidak merasa kedinginan lagi berkat lingkaran tangan Kyuhyun mengelilingi tubuhnya. Ia masih terengah, capek, berkeringat, namun bahagia.
“Oppa,” Hyunjung mendongakkan kepalanya, begitu Kyuhyun menundukkan kepala ke arahnya, Hyunjung langsung memberikan kecupan manis di bibirnya. “Nado saranghae,” ia membalas pengakuan cinta Kyuhyun yang belum sempat dijawabnya. Pria itu tersenyum dan membalas kecupan mesra Hyunjung tadi dengan kecupan kasih sayang di keningnya.

—o0o—

Majalah itu ditutupnya sebelum Kyuhyun menyadari ia sedang membacanya dengan penuh minat. Mereka sedang sarapan bersama sebelum memulai rutinitas masing-masing. Kyuhyun sudah pasti akan pergi ke kampus untuk mengajar setelah itu pergi ke kantornya. Selain sebagai CEO perusahaan game, dia juga seorang dosen di Universitas Seoul. Hyunjung pun kuliah di universitas yang sama.

Hyunjung terdiam menatap suaminya. Dahulu ia mengenal Kyuhyun adalah pria paling malas dalam urusan penampilan dan bersih-bersih, tetapi dia jelas menuangkan banyak perhatian untuk kesehatan tubuhnya. Namun saat ini, Kyuhyun sudah banyak berubah. Suaminya itu menjadi pria paling tampan di dunia karena sudah seratus persen meninggalkan kebiasaan lamanya yang malas memperhatikan penampilan. Rambutnya tertata rapi, pakaiannya lebih trendi dan bersih dan ia menjadi lebih dewasa.
“Kenapa memandangiku seperti itu, yeobo? Apa di wajahku ada noda kecap?” Kyuhyun menyentuh pipinya sendiri dengan cemas. Ia bingung melihat Hyunjung terpaku menatapnya.

Hyunjung mengerjap sadar. “Tidak apa-apa.” ia memegang erat majalahnya sementara Kyuhyun melanjutkan sarapannya. Mereka terlalu asyik mengobrol sehingga tidak terlalu sadar ada makhluk cantik berbulu lebat menghampiri kaki Kyuhyun.
“Guk, guk.”
Kyuhyun menoleh, matanya langsung berbinar cerah melihat anjing kesayangannya, Sherry duduk manis di samping kursinya sambil menyalak meminta perhatian.
“Kau lapar manis? Aku akan menyiapkan sarapanmu setelah ini, oke.” Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk mengusap-usap kepala Sherry. Anjing itu langsung menyalak senang.
“Biar aku saja yang melakukannya.” Usul Hyunjung inisiatif. Ia bangkit sebelum Kyuhyun memprotes. “Ayo sayang, kau akan mendapatkan sarapanmu sekarang.” Hyunjung memberi intruksi agar Sherry mengikutinya. Anjing itu sangat pintar sehingga langsung memahami gerakan tangan Hyunjung. Dengan semangat kaki lincahnya berlari menghampiri Hyunjung.

Kyuhyun tersenyum simpul melihatnya. Ia melirik majalah yang sejak tadi tak dilepaskan istrinya. Ia mengambil itu selagi Hyunjung tidak melihat. Ia ingin tahu hal apa yang selalu dilihat Hyunjung di sana. Ketika ia mengetahui sesuatu yang begitu memikat Hyungjung, matanya melebar. Ini..

Pandangan Kyuhyun beralih pada istrinya. Mengapa kau tidak pernah mengatakan apapun tentang keinginanmu, sayang? Tanyanya dalam hati.

—o0o—

Hari ini adalah hari libur. Pagi-pagi sekali sebelum Kyuhyun terbangun Hyunjung sudah terjaga untuk membereskan rumah. Ia memulainya dengan mencuci baju kotor lebih dulu. Ia melirik Sherry yang sudah berlarian di taman mengejar kupu-kupu. Lucu sekali melihat anjing cantik itu melompat ke sana-sini saat ia membiarkannya berkeliaran di taman samping rumah. Sepertinya akan menyenangkan jika anaknya kelak ikut berlarian bersama anjing itu. Oh, anaknya…

Hyunjung mengedipkan mata berkali-kali akan khayalannya sendiri. Ia mengusap perutnya sendiri. Apa dalam perutnya sudah tumbuh seorang anak mengingat mereka selalu melakukannya tanpa pengaman. Ide tentang anak membuat hatinya hangat. Ia penasaran bagaimana rasanya saat ia mengandung dan melahirkan anak? Pasti sangat menyenangkan saat mengetahui bahwa dirinya sudah menjadi ibu. Senyum di bibirnya memudar begitu ia ingat betapa sibuknya Kyuhyun saat ini. Entah kapan angan-angan itu akan terwujud.

Dimasukkannya beberapa baju kotor ke dalam mesin cuci. Ia memeriksa setiap saku jas ataupun celana Kyuhyun untuk memastikan tidak ada apapun yang akan ikut tercuci. Namun ketika ia merogoh saku salah satu jas Kyuhyun, ia menemukan sesuatu yang mengejutkan.
“Apa ini?” gumamnya heran. Secarik kertas bertuliskan alamat dan foto Kyuhyun bersama seorang perempuan ada di tangannya saat ini. Matanya seketika melebar. Kenapa Kyuhyun menyimpan foto perempuan lain dalam saku jasnya? Lalu alamat siapa yang tertulis di kertas ini? Ia tidak mau menduga macam-macam. Ia harus menanyakannya langsung pada Kyuhyun.

Setelah memasukkan semua baju kotor ke dalam mesin cuci, ia mendatangi kamar. Ia yakin Kyuhyun masih terlelap.
“Yeobo,” Hyunjung berhenti melangkah mendengar Kyuhyun memanggilnya. Ia memutar tubuhnya dan menemukan Kyuhyun berdiri di depan kulkas sambil meminum air langsung dari botolnya. Penampilannya menunjukkan bahwa dia baru saja bangun tidur.
“Syukurlah kau sudah bangun.” Ujar Hyunjung sambil menghampirinya.
“Ada apa?” Kyuhyun mengerutkan kening bingung.
“Jelaskan padaku apa ini!” Dengan alis bertautan penasaran Hyunjung menunjukkan foto dan secarik kertas mencurigakan itu pada Kyuhyun. Pria itu langsung tersedak minumannya dan merebut benda itu dari tangan Hyunjung.
“Bukan apa-apa. Ini tidak penting sama sekali, percayalah.” Tanpa berniat menjelaskan apapun Kyuhyun segera menjejalkannya ke dalam saku celana tidur yang dikenakannya.
“Dan kau ingin aku mempercayainya?” Hyunjung menyipit curiga. Reaksi Kyuhyun menunjukkan bahwa ada sesuatu dari kedua benda itu. Sebenarnya ia tidak ingin menuduh Kyuhyun, tetapi ia hanya ingin memastikannya, “Apa itu fotomu bersama kekasih gelapmu?”

Kali ini Kyuhyun benar-benar tersedak. “Astaga!!!” ia berseru kaget. “Itu tidak mungkin Hyunjung-ah. Aku tidak mungkin berselingkuh di belakangmu.”
Hyunjung langsung bersedekap, “Oh, jadi Oppa berniat berselingkuh di depanku? Memberitahuku terang-terangan bahwa Oppa menyukai wanita dalam foto itu?”
Kyuhyun membelalakkan mata mendengar tuduhan tak tanggung-tanggung yang dilayangkan istri tercintanya itu. Tak pernah terpikirkan sedikit pun dalam benaknya bahwa ia akan mencintai wanita lain selain Hyunjung.
“Dugaanmu terlalu berlebihan, yeobo. Dengar,” Kyuhyun memegang lengan atas Hyunjung, menghapus jarak di antara mereka. “Kau satu-satunya wanita yang kucintai di dunia ini dan akan selalu seperti itu.”
“Lalu siapa wanita dalam foto itu?”
“Dia..” Kyuhyun menundukkan kepalanya, “Aku belum bisa menceritakannya padamu. Mianhae.” Ia benar-benar ingin memberitahu Hyunjung, tetapi dengan sangat menyesal ia terpaksa menundanya atau segala rencananya akan gagal.

Hyunjung membulatkan mata, ia tak percaya karena pada akhirnya Kyuhyun akan tetap menyimpan rahasia itu darinya. “Tidak mau memberitahuku? Baiklah..”
“Hyunjung..” Kyuhyun memelas saat Hyunjung mencoba melepaskan diri. Gadis itu menunduk sesaat.
“Tak apa. Aku juga berjanji tidak akan bertanya lagi. Aku hanya berpikir sebagai istri aku harus tahu semua wanita yang berfoto bersama suamiku. Tetapi jika suamiku sendiri tidak ingin memberitahukannya, apa yang bisa kuperbuat?”
“Hyunjung, bukan..” Kyuhyun menggeleng cepat melihat sorot mata penuh luka istrinya. “Aku tidak pernah ingin menyembunyikan apapun darimu…” Kyuhyun menghentikan kata-katanya karena Hyunjung mengangkat sebelah tangannya meminta Kyuhyun tidak meneruskannya.
“Sudah kukatakan tidak apa-apa.” dengan gerakan yang menyakitkan hati Kyuhyun, Hyunjung melepaskan diri darinya lalu pergi. “Masih banyak pekerjaan yang harus kulakukan.”
“Yeobo..” Kyuhyun memelas memanggil istrinya. Tetapi Hyunjung tidak menoleh ataupun menyahut. Gadis itu berlalu meninggalkan Kyuhyun yang berdiri menyesal di tepatnya.

“Maaf yeobo, tetapi ini semua demi kebaikan kita.” Lirihnya penuh permohonan maaf.

—o0o—

Sejak pertengkaran kecil pagi itu Kyuhyun mendapatkan perlakuan dingin istrinya. Ia sarapan, makan siang, hingga makan malam dalam suasana canggung karena tidak ada lagi Cho Hyunjung yang ramah dan penuh senyuman. Selama itu juga Kyuhyun tidur tanpa memeluk Hyunjung. Rasanya hampa dan menyedihkan. Sepanjang malam ia hanya menatap Hyunjung yang tidur membelakanginya. Tak ada ciuman panas, tidak ada seks selama hampir dua minggu ini. Ia sudah mencoba meminta maaf atau memberi penjelasan tetapi di saat yang bersamaan Hyunjung memintanya berhenti. Apakah ada cara untuk memohon maaf tanpa perlu mendapatkan penolakan? Rasa bersalah sekaligus rindu telah menyakiti hatinya begitu buruk. Ia tidak bisa bekerja dengan tenang sementara masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Aku juga akan marah jika aku menjadi kakak ipar.” Suara tajam Jarin—adik perempuannya begitu menusuk Kyuhyun. Pria itu mendesah seraya memutar kursi kerjanya membelakangi meja. Ia menatap langit biru berawan dari jendela besar di ruang kerjanya.
“Kata-katamu sungguh menyakitkan. Tidak bisakah kau mendukungku atau memberiku motivasi?” ia menyesal sudah bercerita pada adiknya. Seharusnya ia ingat Jarin juga perempuan—bermulut tajam pula. Percuma saja meminta saran atau usul pada adiknya karena Jarin pasti ikut menuduhnya penjahat.
“Kau tahu Chokobi, jika kau menyimpan fotomu bersama wanita artinya wanita itu berarti bagimu. Melihatnya saja sudah menimbulkan pertanyaan apalagi jika kau sampai tidak ingin menceritakan siapa dia. Aku juga akan berpikir dia selingkuhanmu atau semacamnya dan akupun akan melakukan hal yang sama seperti kakak ipar seandainya Kibum menyimpan foto wanita lain dalam saku jasnya—Oh Tuhan bunuh aku jika itu terjadi.” Jarin mengerang di akhir penjelasan yang membuat mood Kyuhyun semakin jatuh ke dasar.

“Jadi, sebenarnya siapa wanita itu?” tanya Jarin.
“Bukan siapa-siapa. Hanya—hei, aku tidak perlu menjelaskannya padamu bukan.” Dengus Kyuhyun. Ia juga menolak memberitahu Jarin tentang wanita itu.
“Ya, Chocobi!” bentak Jarin. “Pantas saja jika kakak ipar marah padamu! Kau sangat menyebalkan. Jika memang tidak ada hubungan apapun apa susahnya memberitahu? Tidak akan ada pertengkaran dan tidak akan ada yang merasa dikhianati.”
“Aku tidak mengkhianati siapapun. Apa kau juga mencoba menuduhku berselingkuh?”
“You do it, right?”
“No, I don’t!”
“Yes, you are.”
“No, Jarin. Nooo!!”
“Kalau begitu ceritakan yang sebenarnya. Maka aku akan membantumu berbaikan dengan kakak ipar.”
“Sudahlah, aku menyesal bercerita padamu!!” Kyuhyun langsung membating gagang teleponnya lalu membuang napas kesal. Ia melirik sebuah brosur yang diletakkan Sunny—sekretarisnya pagi tadi. Inilah alasan mengapa ia tidak ingin menceritakan apapun pada Hyunjung. Istrinya tidak boleh tahu apapun tentang rencananya atau tidak akan ada kejutan lagi.

Tetapi ketika Kyuhyun kembali ke rumah malam itu, ia sadar Hyunjung menghilang. Ia hanya menemukan Sherry yang tertidur di keranjang tidurnya di ruang tengah sementara istrinya tak ditemukan di manapun. Tas yang digenggamnya jatuh ke lantai. Matanya melebar panik.

“Hyunjung!!!”

—o0o—

Napas berat kembali dihembuskan Hyunjung untuk yang ke sekian kali hari ini. Ia tidak pernah bermaksud merajuk lama-lama seperti ini. Ia sangat penasaran dengan wanita itu. Apa mungkin dia benar-benar kekasih gelap Kyuhyun? Tidak! Ia menggelengkan kepala. Atau salah satu pegawainya? Tidak juga. Ia sudah mengenal semua pegawai wanita yang bekerja di QC Company—perusahaan game milik suaminya. Mungkinkah dia rekan kerja mengingat akhir-akhir ini Kyuhyun seringkali bepergian ke luar negeri untuk menyelesaikan proyek kerjasamanya dengan perusahaan game dari Jepang. Itu mungkin saja.

“Kau harus pulang, Hyunjung-ah. Suamimu pasti mencemaskanmu.” Eommanya duduk setelah meletakkan segelas teh. Ia memandang putrinya khawatir. Ia cukup terkejut ketika putrinya datang siang tadi dengan ekspresi sedih. Ketika ditanya ada apa, Hyunjung hanya diam dan menolak menceritakan masalanya.
“Aku bisa menebak apa yang terjadi,” komentar Yesung santai. Ia melirik Hyunjung sekilas, “Suamimu berselingkuh bukan?”
“Apa?” Hyunjung terperanjat, “Jangan menuduh suamiku seperti itu. Dia bukan tipikal pria yang akan melakukan tindakan serendah itu!” ia marah mendengar Kyuhyun dihina meskipun itu oleh kakaknya sendiri.
Yesung mengangkat bahu tak peduli. “Sikapmu menjelaskan segalanya.” Ia cukup mengenal wanita karena Eunri pun seringkali merajuk seperti itu ketika menuduhnya berselingkuh—padahal mereka sama-sama tahu tidak ada wanita lain. Yesung hanya berselingkuh dengan pekerjaannya yang padat sebagai jaksa.
“Diamlah dan lanjutkan permainanmu!” ujar Appanya. Ia menolak ikut campur dan menyuruh Yesung kembali fokus. Mereka sedang bermain catur sejak setengah jam yang lalu.

Hyunjung mendengus kesal melihat kedua pria itu kembali sibuk bermain catur. Dahulu ketika ia belum menikah kedua pria itu sangat posessif dan memperhatikannya seperti memperlakukan anak berusia 5 tahun. Tetapi lihat sekarang setelah ia menikah, ia datang atau tidak mereka tetap bersikap sama—mendiamkannya.
“Jika memang kau bertengkar dengan suamimu bukankah lebih baik jika kalian membicarakannya baik-baik? Tidak akan ada masalah yang terselesaikan jika kau pergi seperti ini.” bujuk Eommanya. Dari ekspresi putrinya, ia tidak yakin Hyunjung mendengarkan apa yang dikatakannya.

Ting tong.

Semua orang menoleh mendengar bel pintu berbunyi. “Biar kubuka,” Eomma hendak berdiri untuk membukakan pintu tetapi Yesung sudah berdiri lebih dahulu. “Biar aku saja. Mungkin itu pria brengsek yang datang untuk menjemput Hyunjung.” Ujarnya dingin. Hyunjung menganga mendengar kakaknya mengatai Kyuhyun seperti itu. Tetapi ia belum sempat mencegah karena Yesung sudah terlanjur membuka pintu.
Kyuhyun tidak tahu tujuan lain selain rumah mertuanya. Ia yakin Hyunjung ada di sana karena itu adalah tempat pertama yang akan didatangi Hyunjung selain rumah Haebin dan Donghae. Jika Hyunjung tidak ditemukan di sana, ia terpaksa mengganggu sahabatnya—Donghae demi menemukan istrinya dan membawanya pulang.

Ketika pintu dibuka, Kyuhyun langsung disambut oleh tatapan tajam Yesung. Kakak laki-laki Hyunjung itu tetap menyimpan rasa tidak suka padanya karena ia pernah terlibat dalam kasus kriminal kecil beberapa waktu yang lalu *baca Shady Girl*.
“Selamat malam, Hyung.” Kyuhyun menundukkan kepalanya. Yesung tidak berkata apapun selain menatapnya dengan pandangan sengit. “Apa Hyunjung datang kemari?”
“Waeyo? Kau membuatnya kabur dari rumah?” sentaknya pedas. Kyuhyun mengerjap.
“Aniyeo. Aku mencemaskannya. Dia tidak ada ketika aku pulang ke rumah.”
“Bukankah kau bisa menghubungi ponselnya.”
“Sudah kulakukan,” ujar Kyuhyun. Kenapa dia tidak bisa bersikap hangat padaku? Bagaimana pun aku adik iparnya bukan? Batinnya heran. “Dia tidak menjawab panggilanku.”
“Itu karena kau membuatnya kesal.”
Kyuhyun mengerutkan kening, “Jadi dia memang ada di sini?”

Yesung mengerjap. Ia sadar sikap sinisnya sudah memberitahu Kyuhyun sesuatu. Padahal ia bermaksud menyembunyikan fakta bahwa Hyunjung berada di sana.
“Dia memang ada di sini bukan? Kau tidak akan tahu Hyunjung kesal atau tidak jika tidak bertemu dengannya.”
Sulit mengelabui pria jenius seperti Kyuhyun. Seharusya Yesung tahu hal itu. Ia berdehem untuk mempertahankan wibawanya.
“Dia memang ada di dalam. Tetapi jangan kira kau—“ Kyuhyun langsung menerjang masuk sebelum Yesung menyelesaikan katanya. “Bisa masuk dengan mudah.” Lanjutnya dengan ekspresi melongo. Setelah sadar ia diperlakukan begitu tidak hormat, ia berteriak. “Yaaa!!”

Kyuhyun tidak mempedulikan teriakan Yesung karena ia terlalu semangat untuk menemui istrinya. Ketika tiba di ruang tengah, ia menemukan kedua orang tua Hyunjung di sana. Istrinya pun ada di sana. Ia ingin sekali berlari memeluk Hyunjung tetapi ia tidak boleh melupakan tatakrama. Ia menundukkan kepalanya pada mertuanya itu.
“Selamat malam, Shiabeoji, Shieomeoni. Bagaimana kabar kalian?”
“Kyuhyun-ah,” Eomma lebih dulu menyambut. “Duduklah. Hyunjung, siapkan minum untuk suamimu.”
“Baik, Eomma.” Hyunjung bangkit meninggalkan Kyuhyun yang kebingungan berada di antara kedua mertuanya. Ia berniat duduk tetapi Ayah mertuanya lebih dulu berbicara.
“Sementara kau menunggu, bagaimana kalau kau menemaniku bermain catur? Kau bisa bukan?”
Kyuhyun mengangguk tanpa bisa membantah. Ia duduk di tempat yang tadi ditempati Yesung.

Yesung sendiri mengambil tempat di sebelah Ayahnya, mengamati Kyuhyun dengan serius. Pria itu gugup setengah mati dihujani tatapan tajam Ayah mertua dan kakak iparnya.

Hyunjung yang kembali dengan nampan berisi minuman untuk suaminya terkejut melihat Kyuhyun dikerubungi pria-pria overprotektif itu. Ia menatap ibunya yang menggeleng lemah. Ia meletakkan cangkir berisi kopi yang masih mengepulkan asap di atas meja dekat Kyuhyun. Pria itu meliriknya sekilas lalu kembali fokus pada permainan yang sedang berlangsung. Hyunjung lalu duduk di dekat ibunya.

“Kau tahu nak, kesalahan apa yang tidak termaafkan dalam kehidupan berumah tangga?”
Kyuhyun menatap Ayah mertuanya yang mengajukan pertanyaan itu. Pria tua itu fokus pada bidak-bidak di atas papan catur tetapi nada bicaranya seserius ekspresi wajahnya.
“Perselingkuhan?” jawab Kyuhyun ragu.
“Anniyeo,” bantah pria itu lalu menatap Kyuhyun, “Tetapi ketidakjujuran. Karena dari situlah semua akar masalah rumah tangga bermula. Memang tidak mungkin sebuah hubungan akan lancar tanpa masalah apapun tetapi setidaknya dengan saling terbuka kalian bisa menyelesaikan masalah itu bersama-sama?”
Kyuhyun mengerjapkan mata dengan jantung berdebar. Ia menoleh pada Hyunjung. Apa Hyunjung menceritakan masalah mereka pada orangtuanya?
“Hyunjung tidak menceritakan apapun,” lanjut Ayah mertuanya itu, “Aku bisa menebak ekspresinya dari pengalaman bertahun-tahun menjadi seorang suami. Istriku pun seperti itu setiap kali dia marah padaku karena alasan apapun.” Ia melirik istrinya yang langsung memalingkan wajah karena malu. Hyunjung sendiri menundukkan wajahnya ketika Kyuhyun memandangnya.
“Karena itu aku ingin membawa Hyunjung pulang secepatnya agar kami bisa berbicara tentang..masalah kami.” Ucap Kyuhyun. Tiba-tiba pri paruh baya itu meletakkan bidak dengan keras hingga mengejutkan semua orang di sana.
“Jika kau bisa mengalahkanku, anak muda.”

Hyunjung mengerjap. Semua keluarganya tahu Ayahnya adalah pemain catur handal karena pernah memenangkan turnamen catur ketika dia muda. Bagaimana Kyuhyun bisa mengalahkannya.
“Bagaimana jika aku tidak berhasil?” tanya Kyuhyun ragu.
“Kau tidak bisa membawa putriku pulang. Aku ingin kalian membicarakan masalah kalian bersama-sama. Di sini, di depan kami.”
“Apa?” Kyuhyun dan Hyunjung mengerjap. Kyuhyun tidak bisa meluapkan semua perasaannya jika ia berada di bawah tatapan orangtua Hyunjung. Ia harus membicarakan semua ini dengan Hyunjung, berdua saja, di rumah mereka. Tiba-tiba Kyuhyun di penuhi tekad untuk mengalahkan Ayah mertuanya.
“Baiklah, kita lihat siapa yang akan kalah.”

—o0o—

Hyunjung menatap kosong pemandangan yang berjalan cepat meninggalkannya. Kini ia duduk di samping Kyuhyun, di dalam mobil pria itu dalam perjalanan pulang. Kyuhyun berhasil mengalahkan Ayahnya. Entah ia harus senang atau sedih, tetapi ia merasa Ayahnya sengaja membiarkan Kyuhyun menang.

“Ayahmu tidak serius ketika melawanku.” Lirih Kyuhyun memecah keheningan. Hyunjung terkesiap, ternyata Kyuhyun pun bisa mengetahuinya.
“Arra.” Balas Hyunjung. “Ayahku sengaja mengalah untukku.”
“Waeyo? Bukankah dia sangat melindungimu dari pria yang membuatmu terluka?”
“Aku juga sempat bertanya-tanya. Tetapi tahu apa yang dikatakannya padaku sebelum kita pergi?”
Kyuhyun menoleh.
“Ayahku berkata; Ketika seorang anak perempuan menjadi seorang istri, maka tanggung jawab Ayahnya sudah pindah pada suaminya. Karena itu aku tidak akan mencoba menahanmu dari suamimu. Dia adalah orang yang kupercaya untuk melindungimu dan orang yang melindungimu itu datang sendiri kemari, menghadapi orang tua istrinya agar bisa membawanya pulang. Dia pria yang bertanggung jawab, sebagai Ayah aku hanya bisa mempercayakan putriku pada pria seperti itu.” Hyunjung menarik napas dalam lalu menatap Kyuhyun. “Ayahku sangat mempercayaimu. Itulah alasan kenapa dia membiarkanmu mengalahkannya dan membawaku pergi.”

“Kurasa bukan itu alasannya.” Balas Kyuhyun dengan bibir tersenyum. Hyunjung menoleh. “Ayahmu tahu aku sangat mencintaimu.”

Hyunjung langsung terdiam.

—o0o—

Meskipun mereka sudah bisa dikatakan berbaikan, tetapi Kyuhyun masih bisa merasakan kecanggungan. Hal itu terus berlangsung hingga tiga bulan kemudian. Kyuhyun hampir menyelesaikan proyek kerjasamanya. Peluncuran game baru tinggal menghitung hari. Sebelum saat itu tiba, waktunya Kyuhyun untuk menyelesaikan kesalahpahamannya dengan istrinya.

Hyunjung sudah tidak mempermasalahkan Kyuhyun berfoto dengan wanita lain tetapi setiap kali mengingat masalah itu selalu membuatnya tertekan. Tiga bulan berlalu tetap tidak ada penjelasan. Sebenarnya apa sih yang ada dalam pikiran suaminya? Apa benar-benar ada wanita lain atau istri hanya menjadi prioritas kedua setelah pekerjaan? Lihat saja, bahkan hingga detik ini Kyuhyun sibuk mendekam di ruang kerjanya sejak pulang kerja dua jam yang lalu. Proyek kerjasama. Pikir Hyunjung. Ia heran bagaimana bisa pernikahan mereka tetap bertahan.

Makan malam tiba dan Kyuhyun muncul di ruang makan ketika semua makanan sudah siap. Hyunjung mendesah cemas melihatnya kelelahan. Ada lingkaran hitam di bawah matanya. Tetapi ia tidak berkata apapun dan mereka memulai makan malam dalam diam.

Kyuhyun diam-diam mengamati istrinya. Gadis itu makan di hadapannya dengan ekspresi datar. Kyuhyun berkali-kali ingin mengajaknya bicara tetapi rasa bersalah membuat niatnya terhenti di detik terakhir. Ia menolak untuk bertengkar.
“Jika sudah selesai makan, letakkan saja piring kotornya di atas meja. Oppa tidak perlu membereskan apapun. Bukankah masih banyak tugas yang harus diselesaikan?” Hyunjung berlalu di depannya tanpa memandangnya sama sekali. Kyuhyun tiba-tiba kehilangan selera makan. Ia meletakkan sumpitnya lalu meneguk air hingga tandas seluruhnya. Ia tidak suka situasi ini. Ia harus menyelesaikannya sebelum masalah ini lebih melukai Hyunjung.
“Yeobo..” Kyuhyun bangkit dari kursinya. Meskipun Hyunjung melarangnya membereskan apapun ia tetap membawa piring kotornya ke tempat cuci piring agar memiliki alasan untuk menghampiri istrinya.
“Kita harus bicara.”
“Bicara saja.” Hyunjung menjawab cepat dan tanpa emosi. Tangannya yang dilapisi sarung tangan karet sibuk menyabuni setumpuk piring, gelas dan peralatan masak yang tadi dipakainya untuk menyiapkan makan malam.

Kyuhyun menelan ludah. “Soal foto itu..” ia langsung mengatupkan bibirnya melihat Hyunjung menoleh. Tatapan matanya benar-benar penuh luka.
“Bukankah sudah pernah kukatakan tidak apa-apa. Tidak ada yang harus dijelaskan.” Tegasnya. Oke, jadi dia tidak ingin penjelasan. Kyuhyun menghembuskan napas berat.
“Lalu kenapa kau marah?”
“Aku tidak marah.” Hyunjung langsung memalingkan wajah. Pura-pura sibuk dengan kegiatannya.
“Jika bukan marah berarti cemburu?”
“Tuduhan yang salah sasaran.” Hyunjung semakin ketus menjawabnya. Reaksi lucu itu berhasil menumbuhkan gairah Kyuhyun. Rasa bersalah dan canggung lenyap dalam dirinya digantikan oleh semangat pria berdarah panas. Kyuhyun suka setiap kali melihat Hyunjung merajuk. Terlihat sangat manis sekaligus seksi.

Lihat, bibir merahnya mulai mengerucut sebal. Kyuhyun harus menggertakkan gigi untuk tidak langsung meraup bibir sensual itu. Pria itu menyandarkan sisi tubuhnya pada kitchen set, menghadapkan tubuhnya pada Hyunjung dengan mata berkilat-kilat penuh hasrat.
“Yeobo, apa kau tahu bahwa kau terlihat paling seksi ketika sedang mengerucutkan bibir seperti itu?”
“Mwo?” Hyunjung tak percaya mendengarnya. Ia salah sudah menolehkan kepala karena momen itu dimanfaatkan Kyuhyun untuk menciumnya. Ia terkejut pada detik ketika bibirnya menabrak material lembut, basah, dan hangat. Namun detik berikutnya tangannya sudah melingkari leher Kyuhyun dan menyambut setiap lumatan Kyuhyun lebih menggebu. Dalam hati ia mendesah lega. Entah ia mengakui atau tidak, tetapi ia merindukan sentuhan Kyuhyun.

Kyuhyun mengerang ketika Hyunjung mengigit bibir bawahnya dengan gemas. Ia mematikan air keran dengan sebelah tangannya yang bebas sementara tangan yang lain memeluk pinggang istrinya agar tetap diam di tempat. Dia tidak akan membiarkan Hyunjung lari. Ia bahkan tidak peduli jika bahunya mulai basah oleh air dan busa yang berasal dari sarung tangan karet di tangan Hyunjung yang melingkari lehernya. Ia hanya peduli untuk mencicipi bibir itu, bibir yang sangat dirindukan karena telah menjadi candu baginya. Siapa yang menyangka Hyunjung akan begitu menyambutnya sehingga tidak perlu berbasa-basi lagi jika Kyuhyun ingin memperdalam ciumannya. Ia melesakkan lidahnya memasuki mulut hangat istrinya. Sial, bagaimana bisa ia bertahan tanpa merasakan kenikmatan ini selama tiga bulan terakhir?

Tubuh Hyunjung terdesak hingga punggungnya menabrak pinggiran meja bar. Ia tidak tahu bagaimana ia bisa berada di sana karena ia terlalu sibuk melayani ciuman Kyuhyun. Bodoh jika ia berbohong. Ia sangat merindukan sentuhan Kyuhyun—setiap malamnya. Sehingga hasrat yang tertumpuk selama tiga bulan ini meledak di saat yang tidak terduga—malam ini.
Tangan Kyuhyun menangkup pantatnya lalu mengangkatnya dengan mudah hingga ia duduk di permukaan marmer yang dingin. Posisinya yang sedikit lebih tinggi membuat pagutan mereka terlepas. Ketika membuka mata dengan napas berantakan Hyunjung menemukan mata hitam Kyuhyun menatapnya langsung, dipenuhi oleh gairah dan berbagai emosi lainnya.
“Akhirnya, aku bisa menciummu juga.” pria itu berbisik dengan suara serak. Menciumnya berkali-kali membuat jantungnya hampir meledak. Kening mereka menempel dan Hyunjung bisa merasakan napas tak teratur Kyuhyun menabrak pipinya. “Aku kesakitan karena tidak bisa menyentuhmu.”
Hyunjung tidak menjawab. Ia membiarkan Kyuhyun memeluknya sementara kakinya yang menggantung melingkari pinggang kokoh suaminya. Ia mendesah lega. Inilah tempat seharusnya ia berada, dalam lingkaran tangan Kyuhyun. Ia baru sadar betapa hangat dan nyamannya pelukan pria ini. Ia menyandarkan kepalanya pada bahu Kyuhyun. Ia merasa keintiman yang sudah lama tidak ia rasakan. Sambil mendesah lega, ia berpikir sekarang-lah saatnya untuk memperbaiki hubungan mereka.
“Mianhae, sikapku sangat menyebalkan.” lirih Hyunjung menyesal.
Senyum Kyuhyun terbit. Dari suara lembut Hyunjung sepertinya gadis ini sudah memaafkannya, “Tidak apa. Aku pantas mendapatkannya. Maaf karena aku tidak bisa jujur padamu.”

Hyunjung menggeleng, “Aku sudah merenungkannya. Seharusnya aku percaya padamu. Siapapun wanita dalam foto itu tidak semestinya menjadi penyebab pertengkaran kita. Jika Oppa tidak ingin membicarakannya padaku pasti ada alasan kuat. Apapun itu aku akan menunggunya hingga Oppa siap menceritakannya padaku.” Inilah alasan mengapa selama tiga bulan ini ia menghindari Kyuhyun. Ia memikirkan alasan mengapa ia marah. Marah? Kesal? Semuanya wajar saja dirasakan wanita yang sedang cemburu. Tetapi Kyuhyun adalah pria baik yang mencintainya dengan tulus, ia tahu itu. Tidak mungkin rasanya Kyuhyun berselingkuh. Lalu untuk alasan apalagi ia marah.

Mendengar Hyunjung berkata dengan nada setulus itu membuat mata Kyuhyun berkaca-kaca. Tubuhnya seperti dihempaskan dengan kuat dari langit ke tujuh. Ia sudah melukai hati Hyunjung. Kyuhyun merasa sangat bersalah.
“Jadi kau sudah memaafkanku?”
Hyunjung mengangguk. Kyuhyun tersenyum diliputi rasa bahagia, lega, dan puas. Ia menarik kepala Hyunjung dari pundaknya, menangkup wajah cantik istrinya yang berkaca-kaca oleh emosi yang sama.
“Tidak akan ada rahasia lagi di antara kita. Aku berjanji. Aku akan menjelaskan semuanya.” Janjinya.
“Kau akan menceritakannya padaku?”
“Emm..” Kyuhyun merapikan rambut Hyunjung yang jatuh menutupi wajahnya. Hyunjung tersipu.
“Ah, kau tahu betapa aku merindukan pipi kemerahan ini?” Kyuhyun mengecup pipinya. “Aku juga merindukan bibir ini.” ciuman selembut bulu mendarat di bibirnya. Hyunjung menggeliat dan bulu kuduknya berdiri. Ia ingin melingkarkan tangannya tetapi ia sadar baju yang dipakai Kyuhyun basah dan ia juga baru sadar sejak tadi sarung tangan karet yangbasah itu masih menempel di tangannya.
“Omo, mianhae.” Hyunjung segera melepas sarung tangan itu lalu membuangnya ke lantai. “Bajumu basah. Bagaimana ini?”
Kyuhyun tampak tak peduli, “Kalau begitu kau bisa melepaskannya.” Kedua mata Hyunjung mengerjap. Kyuhyun langsung menyerang bibirnya lagi saat Hyunjung hendak mengatakan sesuatu. Mulutnya yang terbuka memudahkan Kyuhyun memulai kembali ciuman panasnya.
“Aku juga ingin melepaskan bajumu.” Bisik pria itu serak. Hyunjung langsung merasakan getaran hebat menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia bisa merasakan gairah tak terbendung suaminya saat ini. Hyunjung langsung berpegangan pada Kyuhyun ketika pria itu dengan sigap mengangkat tubuhnya lalu membawanya ke kamar mereka.

—o0o—

Kamar itu gelap. Satu-satunya pencahayaan berasal dari lampu beranda yang masuk melalui jendela yang hanya tertutup gordin separuh saja. Terdengar suara desahan dan lenguhan kecil berasal dari ranjang yang sudah berantakan. Sepasang manusia sedang memadu cinta di atasnya.

Pakaian mereka berserakan di sepanjang jalan menuju ranjang. Sepasang kaki saling mengait dan bibir mereka beradu menciptakan decapan menggairahkan. Hyunjung mengerang. Sentakan nikmat yag ia terima begitu memabukkan sampai kedua tangannya harus mencengkeram erat seprei hingga tak berbentuk lagi. Tubuh berkeringat di atasnya tetap semangat mendaki menuju puncak.
“Oppaaa..” Hyunjung melenguh. Ia memeluk erat punggung telanjang Kyuhyun ketika ia berhasil mencapai klimaks. Kyuhyun menjejaki leher Hyunjung dengan bibirnya. Ia mengerang di telinga Hyunjung ketika ia berhasil mencapai puncak. Ia hujamkan dalam-dalam tubuhnya sampai Hyunjung harus ikut menjerit. Tubuhnya menegang lalu lemas hingga tak bertenaga. Kyuhyun jatuh menimpa Hyunjung.
“Bagaimana bisa aku tidak melakukan ini denganmu selama tiga bulan?” Kyuhyun berkata dengan suara dalamnya. Ia lalu berguling dan membiarkan Hyunjung berbaring di atasnya. “Jinjja, aku sangat merindukan ini. Rasanya sama seperti ketika aku pertama kali bercinta denganmu.”

Pipi Hyunjung merona, “Kurasa kau melupakan sesuatu.”
“Ah,” Kyuhyun membalikkan posisi mereka. Ia mencium Hyunjung sampai gadis itu kehabisan napas. Hyunjung mendorong bahu Kyuhyun.
“Bukan ciuman ‘after sex’. Kau berjanji akan menceritakan siapa wanita itu padaku.” Ujarnya dengan mata melebar. Bagaimana bisa Kyuhyun menyalah artikan maksudnya.
“Ah, maksudmu itu.” ia menjauhkan wajahnya agar bisa menatap Hyunjung. Setelah percintaan luar biasa tadi otaknya memang sedikit kacau. Ia ingat tujuannya mengajak Kyuhyun bicara malam ini.

“Kau penasaran dengan siapa wanita itu?”

Hyunjung mengangguk. Kyuhyun tersenyum lalu mencium bibirnya dengan mesra. “Jawabannya akan kuberi jika kau bersedia ikut denganku untuk peluncuran game baruku di Jepang nanti.”

FIN

264 thoughts on “Another Story in Shady Girl [Kyuhyun’s Story] // Kyuhyun’s Love Sign – Beginning

  1. eon kpan ff mu yg atu ni akn d lnjutkn?aku pnasarn siapa sbnrx yg brfoto dg kyu pa dn kjutan ap yg akn dy brikan bwt ia3 trcintax??ff ni sdh hmpir 8 bln eon ga d lnjut..ayooo lah aku bnr2 pnasarn..eonnie hwaiting

  2. Eonni kpan ff nya d lanjut lagi,aq penasaran sama cewe yang udah buat rumah tangga kyuhyun bermasalah hhee….
    Oh iya aq readers baru,salam kenal

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s