Because WGM, You’ll Be Mine !! (Part 12-END)

Tittle : Because WGM, You’ll Be Mine !! Part 12 END
Author : DHA KHANZAKI a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance

 

Main Cast :
Shin Jeyoung | Cho Kyuhyun

Dha’s speech :
Tiba juga di part ending. Sedih dan senang menyertai hati aku ketika FF ini selesai. Tapi tenang aja kawan, FF ini ada penggantinya kok ^_^ tapi BUKAN sekuel ya.

Happy Reading ^_^

Because WGM You'll Be Mine !! By Dha Khanzaki

====PART 12 END====

KEBERADAAN Jeremy Shin di kantor Lee Sooman sungguh membuat Kyuhyun terkejut. Sontak ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruang kantor itu berharap menemukan sesuatu yang dicarinya.

“Jeyoung tidak ikut bersamaku, jika dia yang kau cari.” Ujar Jeremy Shin sambil tersenyum. Kyuhyun menunduk malu karena gelagatnya bisa terbaca dengan mudah.
“Duduklah,” Lee Sooman menyuruh Kyuhyun duduk. Pria itu langsung mengambil tempat di kursi yang berbeda dengan Lee Sooman maupun Jeremy Shin. Ia menatap tegang keduanya. Benaknya bertanya-tanya apa yang sedang mereka diskusikan di sini.

Lee Sooman melihat Kyuhyun duduk kaku dengan wajah serius, ia tertawa kecil lalu menyesap kopinya, “Santailah, nak. Aku memanggilmu kemari bukan untuk menyakitimu.”
“Oh ne, mianhanda.” Kyuhyun lekas menormalkan posisi duduknya. Meksipun begitu ia tidak bisa menghilangkan ketegangannya. Tidak ada yang berbicara selama beberapa menit kedepan. Kyuhyun di dera rasa penasaran yang membuatnya tidak bisa menahan diri lagi.
“Tuan Shin, bagaimana kabar Jeyoung?” Kyuhyun memberanikan diri bertanya. Kedua orang tua itu kompak menoleh dan menatapnya dengan ekspresi yang sulit ditebak. Kyuhyun terperangah heran.
“Dia baik-baik saja,” Tuan Shin tersenyum samar. “Sebentar lagi dia akan diwisuda.”
“Oh, jinjja?” Kyuhyun mendesah lega mendengarnya, “Senang mengetahui dia menjalani hidupnya dengan baik.”

Ekspresi Tuan Shin tiba-tiba meredup. “Sebenarnya, tidak terlalu baik.”

Kyuhyun tercengang. Ia balik menatap Lee Sooman yang hanya mengangkat bahu dan menyuruhnya mendengarkan cerita Jeremy Shin baik-baik.
“Jeyoung berubah.” Tuan Shin menghela napas berat, “Meskipun dia mati-matian menyembunyikan perasaannya, tetapi kami tahu dalam hatinya dia terluka. Dia selalu tampak ceria di depan kami dan di saat kami tidak bersamanya, dia akan menangis.” Ekspresi Tuan Shin saat ini menyiratkan luka orang tua yang tidak bisa membahagiakan anaknya, dan rasa penyesalan karena sudah memberikan nasib buruk menimpa anaknya. Kyuhyun bisa merasakan sakit itu karena kini hanya pun berdenyut nyeri.

“Dia tidak pernah mengatakannya, tetapi aku tahu dia ingin sekali bertemu denganmu. Dia merindukanmu, tidak, mungkin dia tersiksa karena cintanya kepadamu.” Tuan Shin menatap Kyuhyun yang terkejut. Mata pria itu melebar diiringi rasa bahagia yang tak terkirakan. Shin Jeyoung mencintainya juga? Betapa senang ia mendengarnya.

“Tuan Shin, biarkan aku menemui Jeyoung. Kumohon..” seru Kyuhyun langsung. Wajahnya berbinar oleh kegembiraan dan sukacita. Ia tidak bisa bersabar lagi menunggu waktu mempertemukan mereka. Ia ingin sekarang, ia ingin melihat Jeyoung sekarang juga. Ia harus membuat pertemuan itu terjadi.

“Aku pernah menyuruhnya, tetapi dia berkata tidak ingin mengganggumu.” Ujar Tuan Shin membuat senyum Kyuhyun meredup. Pria itu lalu menatap Lee Sooman. “Karena itu aku datang kemari untuk memintamu mengabulkan permintaanku.”
Lee Sooman mengerjap, begitupun Kyuhyun. “Bantuan?” gumam pria paruh baya itu. “Apa tepatnya?”

“Aku ingin acara We Got Married dilanjutkan kembali.”

Apa?

Lee Sooman terperanjat, “Tidak mungkin, kami sudah meminta pihak penyelenggara untuk menghentikan acara itu. Lagipula jika aku membiarkan Kyuhyun mengikutinya kembali, saham SM akan kembali goyah.” dia mengabaikan Kyuhyun yang menatapnya penuh harap.
“Aku akan memberikan suntikan dana untuk SM sebagai gantinya. Kau hanya tinggal menyebutkan angkanya. Bagaimana?”

Tawaran itu jelas menggoyahkan hati keras Lee Sooman. Sesuatu yang sangat menggiurkan dan sayang jika ditolak. Ia menatap ke arah lain dengan salah tingkah. Kyuhyun berdoa kencang dalam hati. Kumohon, katakan ya. Kumohon.. ini adalah kesempatan terakhirku bertemu dengan Jeyoung.
“E, itu bisa kita diskusikan lebih lanjut.” Jawab Sooman membuat Kyuhyun ingin sekali memeluknya. Ia mendesah selega-leganya. Terima kasih Tuhan, syukurnya dalam hati.

Kyuhyun sudah mengharapkan keajaiban terjadi, dan ternyata Tuhan mengabulkannya. Siapa yang menyangka cara dirinya bertemu dengan Jeyoung dibuka oleh Ayahnya sendiri?

“Mianhamnida, sajangnim. Bisakah aku juga mengajukan permintaan?” ujar Kyuhyun memotong diskusi para orang tua itu. Keduanya sontak menoleh. Pria itu tersenyum lalu mengatakan apa yang menjadi keinginannya.

—o0o—

Acara kelulusan itu berlangsung meriah. Ada bazaar di sayap timur kampus yang ramai didatangi pengunjung. Acara wisuda di Inha University selalu menarik untuk dikunjungi. Namun yang paling diminati di sana adalah acara pertunjukkan seni oleh murid-murid yang lulus tahun itu. Segalanya diselenggarakan dengan spektakuler. Panggung yang besar di dukung dengan dekorasi artistik hasil karya mahasiswa dari bagian seni rupa.

Nichan bangga setelah berhasil lulus dan mendapatkan ijazah perguruan tingginya. Dia berkoar-koar akan melanjutkan meniti karir di dunia bisnis periklanan. Ia sangat menyukai desain grafis. Jeyoung memeluk sahabatnya itu dengan bangga dan ia pasti mendukung apapun yang dilakukannya.

“Apa rencanamu kedepannya, youngie? Kau akan bekerja di perusahaan ayahmu atau membuka bisnis seperti kakakmu?”
Jeyoung tersenyum kecil, “Aku belum memikirkannya.”
“Oh Tuhan,” Nichan merangkulnya. Ia bisa membaca kesedihan di mata Jeyoung. Sejak berakhirnya We Got Married Jeyoung tidak pernah tersenyum tulus lagi. Nichan jadi merasa bersalah.
“Maaf,” kata Nichan, menyesal. “Jika aku dulu tidak nekat memasukkan aplikasimu ke acara itu kau tidak akan mengalami ini.”

Gadis itu mengerjap kaget, “Tidak Nichan,” sanggah Jeyoung. “Aku tidak pernah menyalahkanmu.” Ia tidak mau membebani sahabatnya itu atas apa yang ia rasakan. “Aku justru ingin berterima kasih padamu karena sudah membuatku bisa bertemu dengan Kyuhyun.” Pipi Jeyoung merona kemerahan, setiap mengingat kenangannya bersama Kyuhyun ia selalu berdebar dan rasa bahagia menyusup relung hatinya, membuat sekujur tubuhnya menghangat.
“Itu karena kau mengidolakannya,” Nichan berdecak, “Lagipula kenapa kau harus berbohong saat konferensi pers?”
“Aku harus melakukannya. Semua itu demi kebaikan Kyuhyun.”
“Tapi hatimu yang jadi korbannya.”

Jeyoung merunduk sedih, “Ya, itu harga yang harus aku bayar demi menyelamatkan mimpi seseorang.” Ia menengadahkan kepalanya ke langit lalu tersenyum. “Dia tetap menjadi bintang yang bersinar, bukan?”

Nichan menghela napas kagum, “Aku yakin kebaikanmu akan dibalas suatu hari nanti. Nah, lebih baik kita bergegas sekarang. Kau akan tampil bukan?” dengan semangat Nichan merangkul bahu Jeyoung lalu menariknya pergi.

—o0o—

Jeyoung duduk di depan cermin dengan raut tidak bahagia. Melihat tampilan dirinya yang telah dirias mengingatkannya pada acara We Got married. Sial, rasa sedih itu membuat airmatanya mendesak keluar. Ia terisak.
Sampai kapan kau akan membohongi diri sendiri? Jeyoung bertanya pada hatinya. Akui saja bahwa kau merindukannya, amat sangat merindukannya. Sudah hampir dua bulan mereka tidak bertemu, tetapi terasa seperti dua tahun.

Cinta yang tidak terbalas memang menyakitkan.

“Shin Jeyoung, 5 menit lagi kau akan tampil. Bersiaplah.” Ucapan salah satu panitia menyentak Jeyoung dari kesedihannya. Ia lekas menghapus airmata lalu bangkit.
“Ne.” ujarnya dengan senyum penuh semangat. Ia tidak boleh terlihat sedih di atas panggung. Bukankah Kyuhyun juga seperti itu?

Ketika Jeyoung sudah berdiri di belakang panggung, kegugupan menyerang tiba-tiba. Aigoo, kenapa di saat seperti ini ia terserang demam panggung? Jeyoung berkali-kali menarik napas lalu menghembuskannya. Ia mendengar tepuk tangan membahana ketika namanya di sebut. Inilah saatnya.

Jeyoung naik ke atas panggung disambut tepuk tangan dari penonton. Ia tersenyum hangat, membungkukkan badannya untuk memberi hormat. Setelah itu ia duduk di kursi yang sudah disediakan di tengah panggung, bersiap-siap dengan gitarnya. Suasana sempat hening sebelum ia memulai nada pertamanya.

Siganigago siganigado nae sarangeun ojik
(Time flies, my love only you even the time flies)
Neoman barabomyeon keojyeomanganeun nae moseubdeuri
(My love for you will just grow if I’m looking at you)
Nae jageun byeore nae jageun mame niga deureowaseo
(You have come to my little star, my little heart)
Tteollineun nan jeongmal ni apeseo isseosseo
(I’m so trembled being right in front of you)

Nae sangsangsoge geuryeodoetdeon nae kkumsogeman damadoetdeon
(You who I draw in my imagination and only remains in my dream)

Je Young berhenti bernyanyi ketika ia mencapai bagian reff. Ia tahu ini bukan suaranya, tetapi suara seseorang yang menjadi idolanya. Seluruh penonton memekik heboh ke suatu arah. Ia mengangkat kepala dan terbelalak ketika melihat Kyuhyun berdiri di sudut panggung. Pria itu tersenyum dan terus bernyanyi.

Neol ireohke ireohke mannage dwaesseo, Wae gaseumeul gaseumeul tteolligehaeseo
(The way I met you like this, why my heart keep trembling?)
Chagawatdeon barammajeo nal ttatteuthage mandeureoseo
(The way I met you like this, why my heart keep trembling?)
Ireohke neowana duri (duri) nae sarangeul neowana duri forever
(Just like this you and me together (two of us), my love-you and me together forever)

Je Young masih terkejut dan kehilangan kata-kata. Kyuhyun tanpa beban apapun berjalan mendekatinya. Sorot mata pria itu dipenuhi oleh binar indah yang membuatnya bahagia. Jeyoung mendapati dirinya mendesah lega dan airmatanya mulai menggenang. Astaga, ia sangat merindukan pria ini.

Kkumeseorado neolmannalsuitke
(Even in dream so that I can meet you)
Neo boda meonjeo nae maeumi ni apeseo isseo
(My heart already come to you before you)

Kyuhyun berlutut di depannya dan Jeyoung hampir menangis saat tangannya digenggam Kyuhyun. Ia bahkan tidak memedulikan teriakan riuh rendah yang terjadi di depannya. Penonton heboh melihat apapun yang Kyuhyun lakukan dan iri karena Jeyoung bisa mendapatkannya.
“Kyuhyun..” Jeyoung menggumamkan namanya dengan mata berkaca-kaca. Pria itu tersenyum, tetap melanjutkan nyanyiannya dengan mata berbinar.

Ohh~ Ireohke neowana duri~
(Ohh~ Just like this you and me ~)

Di akhir nyanyiannya, Kyuhyun mengecup punggung tangan Jeyoung dengan lembut. Je Young yakin, tidak hanya dirinya yang kehabisan napas menerima perlakuan romantis ini tetapi semua wanita yang melihatnya akan kehilangan kesadarannya. Jeyoung tidak bisa menahan airmatanya lagi. Tetesan bening itu meleleh di sepanjang pipinya yang merona merah jambu. Rasa haru membanjiri benaknya.

Kyuhyun ada di depanku, ya Tuhan, jika ini mimpi jangan pernah bangunkan aku.

Jeyoung tidak mengalihkan pandangannya sedetik pun dari Kyuhyun, begitupun sebaliknya. Keduanya seolah berkomunikasi lewat tatapan dan saling meluapkan kerinduan melalui sorot mata.
“Kau nyata, bukan?” Jeyoung bertanya, suaranya gemetar. Kyuhyun terkekeh kecil lalu bangkit.
“Tentu saja, putri. Jika kau sedang bermimpi kau boleh menciumku sekarang. Jika aku tidak membalasmu itu artinya kau bermimpi dan jika aku membalasmu, maka semua ini nyata.” Seringaian yang dikenal Jeyoung dengan baik muncul kembali.

Jeyoung mengerjapkan mata mendengar ucapan usil namun romantis Kyuhyun. Jantungnya tidak lagi bisa berdetak normal sementara penonton menahan napas dan berseru iri mendengarnya. Beberapa menjerit heboh, mungkin tidak terima. Kyuhyun memang sengaja membiarkan suaranya tertangkap mikerofon agar seluruh orang di gedung itu mendengarnya.

“Hei, apa ini masih bagian dari WGM?”
“Mungkin saja, lihat ada kamera.”
“Kyaaa..jadi ini benar-benar adegan reality show itu?”

Suasana tiba-tiba menjadi ribut ketika orang-orang menyadari keberadaan kamera di beberapa tempat. Ada beberapa yang mendesah lega namun ada juga yang histeris.
Jeyoung sendiri seakan tersadar oleh gemuruh tepuk tangan dari penonton. Ia juga baru menyadari beberapa kamera dari berbagai sudut sedang menyenternya. Ia mengerjap.
“Kyu, apa kita sedang..?”

Seolah tahu isi pikiran Jeyoung, Kyuhyun mengangguk. “Ne. kita berada di tengah syuting, sayang. Aku datang untuk menemui istriku karena aku sangat merindukannya.” Kyuhyun maju satu langkah dan detik berikutnya kedua tangan Kyuhyun telah melingkari tubuhnya, memberinya kehangatan mutlak yang membuat Jeyoung merasa kembali ke rumah. Nyaman, lega, dan menenangkan. Dia mendesah tanpa sadar dan menyandarkan pipinya pada dada Kyuhyun. Ia bisa mendengar detak jantung Kyuhyun. Kencang dan tak terkendali, seperti dirinya.

Kyuhyun sudah lama mengidamkan hal ini—memeluk Jeyoung tanpa merasa terbebani—sehingga ia merasa dadanya begitu lapang. “Apa kau merindukanku?”
Jeyoung tidak peduli jika ini hanyalah bagian dari sebuah skenario karena ia akan tetap memberikan jawaban yang sama, “Ya.” Ucapnya penuh hasrat. Jeyoung mengeratkan pelukannya. Hanya Tuhan yang tahu betapa lega dan bahagianya ia saat ini.

Penonton ribut sekali ketika mereka berpamitan dan turun dari panggung. Kyuhyun terus memegang tangannya. Erat namun tidak menyakiti. Kelembutan yang membuat Jeyoung berdebar kencang. Orang-orang hanya menatap mereka dengan raut tercengang ketika Kyuhyun membawanya melintasi lorong kampus yang penuh.
“Tunggu dulu, kau ingin membawaku kemana?” Jeyoung panik.
“Ini akan menjadi kejutan.” Ujar Kyuhyun misterus. Jeyoung hanya bisa menundukkan wajahnya karena malu dengan tatapan orang-orang. Ia yakin besok kejadian hari ini akan menjadi top gossip di kampus ini. Cho Kyuhyun datang ke acara kelulusan istri virtualnya dan mereka pergi sambil bergandengan tangan. Sepertinya akan menjadi headline mading yang bagus.

Sebuah keajaiban mereka bisa lolos dari kerumunan massa yang memadati acara pesta kelulusan itu. Jantungnya terus berdebar kencang mengetahui tangan mereka saling bertautan. Jeyoung tidak peduli apakah adegan ini termasuk bagian dari skenario atau tidak, dia hanya tahu hatinya bahagia.
Kini mereka berada di taman yang jarang dikunjungi orang yang ada di sayap barat kampus. Tempat itu indah namun sayang tidak banyak orang yang tahu. Jeyoung menunduk menatap kolam di depannya. Sesekali ia melirik Kyuhyun saat ia ingin menyanyakan sesuatu. Tetapi dihentikan di saat terakhir.

Keheningan di antara mereka tidak menimbulkan kecanggungan sedikit pun. Baik Jeyoung maupun Kyuhyun sangat menikmati suasana senyap yang memberi kesempatan bagi mereka untuk berpikir.
Suasana terpecah ketika Jeyoung terkikik kecil, “Tadi itu adalah modus penculikan yang paling romantis,” lirihnya pelan mengacu pada cara Kyuhyun menyeretnya dari panggung dan membawanya kemari tanpa mendengar sedikitpun kata-kata darinya.

Kyuhyun menyeringai, “Kenyataannya kau diculik oleh pangeran tampan dari negeri dongeng.”
Percaya diri sekali, batin Jeyoung sambil menahan tawa. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan alis bertautan, “Tidak ada kuda putih di sini. Kau jelas bukan pangeran.”
“Tapi aku membawa mobil putihku.”
Jeyoung tergelak melihat ekspresi Kyuhyun saat ini. Ia tidak menyangka keadaan akan menjadi semenyenangkan ini saat mereka bertemu kembali. Kyuhyun tertular tawa Jeyoung. Terlebih ia bahagia melihat gadis yang amat dirindukannya bahagia ketika bersamanya. Ia memandangnya penuh arti.
“Kau tidak pernah bercerita tentang suara indahmu.”

Tawa Jeyoung langsung terganti oleh semburat merah muda di kedua pipinya, “Kau tidak pernah bertanya.”
Kyuhyun memiringkan kepalanya, “Kenapa kau tidak menjadi penyanyi saja?”
Jeyoung tersanjung mendengar pertanyaan itu dari Kyuhyun. Dengan sangat menyesal ia harus memberikan jawaban yang sama untuk pertanyaan seperti itu, “Papa tidak mengizinkan.” Ia sedih jika harus membahas hal ironi ini.
“Ah,” Kyuhyun meringis, “Sayang sekali. Kau memiliki bakat yang sangat menjual—menurut istilah Sajangnim yang kupinjam.”

Jeyoung memaparkan senyum yang membuat Kyuhyun berdesir. Gadis itu menerawang jauh ke depan, “Meskipun aku memiliki bakat menyanyi, tetapi aku tidak memiliki kuasa untuk menjadikannya sebagai profesi. Aku tidak memiliki keberuntungan sepertimu.” Senyumnya sedikit meredup, “Aku sangat mengagumi orang-orang yang bisa membuat hobi mereka menjadi profesi.”
“Apa aku termasuk di dalamnya?” Kyuhyun tiba-tiba berharap. Ia menanti jawabannya dengan cemas.
Jeyoung menoleh, “Tentu saja.”
“Lalu kenapa kau berkata tidak mengidolakanku saat di konferensi pers?”

Jeyoung tiba-tiba kehilangan kata-kata. Pertanyaan itu sukses menelak hatinya. Ia tahu akan tiba saatnya Kyuhyun mengajukan pertanyaan itu. Namun ia tidak tahu kapan, “Aku hanya memberikan jawaban terbaik untuk kita.”
“Terbaik?”
“Ya, eh..” Jeyoung menjilati bibirnya dengan gugup, “Aku tidak ingin masalah apapun mengganggu karirmu karena itu..” ia kebingungan memilih kata yang tepat.
“Karena itu kau berbohong dengan mengatakan kau bukan fansku demi menyelamatkan karirku?” sambung Kyuhyun. Gadis itu tidak menjawab, hanya menatap Kyuhyun lekat dengan sorot mata penuh emosi.

Kyuhyun menghela napas berat, “Tidak hanya kau yang menderita karena keputusan itu. Tetapi aku juga.” pria itu langsung menggenggam tangannya. Sentuhan lembut itu mengalirkan desiran hebat ke seluruh pembuluh darah Jeyoung. Hatinya bergetar. Tersentuh oleh kesungguhan Kyuhyun.
“Aku tidak ingin kau pergi lagi. Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu tetap bersamaku?”

Jeyoung tercekat oleh kebahagiaan mendengar kata-kata itu. Ada satu yang ingin kudengar. Batin Jeyoung. Aku ingin kau mengatakan bahwa kau menyukaiku.
Mereka berdua saling memandang. Seolah lupa bahwa sejak tadi ada kamera yang menyorot.

Kyuhyun memang tidak peduli. Ia sudah memohon pada Lee Sooman dan PD acara untuk menyetujui skenario yang ia ajukan. Ia ingin memakai acara itu untuk menyatakan perasaannya pada Jeyoung. Ia ingin semua orang tahu. Semua orang mungkin akan mengira ini hanya bagian dari akting. Tetapi hanya Kyuhyun dan Jeyoung yang tahu bahwa ini bukanlah akting, semua ini sungguhan.

“Katakan sejujurnya tentang perasaanmu terhadapku.” Dengan suara bergetar Jeyoung berkata. Kyuhyun mengedipkan matanya berkali-kali. Ekspresi kaget Kyuhyun membuat Jeyoung merona malu. Ia tahu permintaannya tadi adalah sesuatu yang mengejutkan. Namun hanya satu hal itu yang ingin ia ketahui dari Kyuhyun. Bagaimana perasaan Kyuhyun terhadapnya. Jika Kyuhyun tidak memiliki perasaan apapun maka ia bisa menyerah diam-diam.
Tiba-tiba Kyuhyun tersenyum. Ia menarik tangan Jeyoung ke mulutnya lalu mencium lembut jari-jari tangannya. “Aku mencintaimu.”

Rasa bahagia dan lega merasuki sanubari Jeyoung saat itu. Inilah pernyataan yang sangat ingin ia dengar. Kalimat pelepas dahaga. Kata-kata yang hanya ada dalam mimpinya selama ini akhirnya ia dengar juga. Kelopak matanya berat oleh airmata. Tanpa bisa dicegah ia menangis terharu.
“Jeyoung..” Kyuhyun terkejut melihat gadisnya menitikkan airmata. Ia berniat menghapus airmata itu namun tangannya yang terjulur digenggam oleh Jeyoung. Mencegahnya sebelum sempat menyeka airmata di pipinya.
“Jangan hentikan aku. Biarkan aku menangis.” Jeyoung menggelengkan kepalanya ringan. Bibirnya memperlihatkan senyum yang indah, “Ini adalah luapan rasa bahagiku. Dahulu kalimat itu hanyalah mimpi di siang bolong bagiku. Aku tidak tahu dan tidak pernah mempersiapkan diri untuk mendengarnya. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan yang pasti sekarang aku sangat bahagia dan lega.”

Senyum Kyuhyun mengembang. Ia sempat takut kata-katanya menyinggung perasaan Jeyoung. Tetapi setelah mendengar hal itu, ia merasa lega. “Maaf, apa selama ini aku sudah membuatmu bertanya-tanya?”
Jeyoung mengusap airmatanya, “Ya. Kau selalu bersikap manis selama ini. Aku kebingungan menyimpulkan arti dari sikapmu. Apakah kau menyukaiku atau tidak? Aku tidak mau salah paham dan berharap terlalu banyak padamu.”

Kyuhyun tahu hal itu. Selama ini pun ia merasa sikapnya terlalu berlebihan. Ia menyukai gadis ini sejak pertama kali bertemu. Tetapi tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya. Akhirnya ia memutuskan untuk bertindak sesuai dengan skenario, bahkan nyaris berlebihan. Tak heran jika Jeyoung salah paham. Ia hanya tidak menyangka Jeyoung tersiksa dengan kelakuannya.
“Maaf, aku bukan pria yang peka.” Kyuhyun menggenggam tangannya kembali, “Jadi, kau mau menjadi pasanganku?”
Jeyoung tertawa, “Aku tebak ini juga bagian dari aktingmu?”
Kyuhyun mengendikkan bahu, “Terserah kau mengartikannya.” Ia sedikit membungkukkan badannya lalu berbisik, “Bagiku semua lebih dari sekedar akting. Aku sungguh-sungguh.”

Keduanya tersenyum. Kyuhyun memeluk Jeyoung. Kali ini tidak ada keraguan lagi di hatinya. Ia merasa benar dan lega. Inilah jalan keluar yang ia pilih. Ia berharap keputusannya tidak akan merugikan siapapun. Kyuhyun tidak ingin kehilangan Jeyoung. tetapi ia juga tidak ingin merugikan agensi yang sudah membesarkan namanya. Ia juga ingin memberitahu kepada dunia tentang perasaannya, tetapi ia tidak mau orang-orang menghujat Jeyoung. Karena itu ia memutuskan mengungkapkan perasaannya lewat acara ini. Biarlah orang-orang berpikir ini hanyalah akting. Bagi Kyuhyun maupun Jeyoung, itu ungkapan perasaan yang sesungguhnya.

—o0o—

“Shin Jeyoung, kau berhutang penjelasan padaku!”

Malam itu Jeyoung dihadang oleh Nichan di apartementnya. Ia tidak akan heran. Siapapun akan berseru seheboh sahabatnya setelah melihat kejadian siang tadi saat ia tampil. Kyuhyun yang tiba-tiba saja muncul bersama rombongan kru WGM lalu membawanya pergi menjadi perbincagan hangat di kampus. Bahkan menjadi trending topik di beberapa sosial media.
“Bisakah kau duduk manis sementara aku bercerita?” ujar Jeyoung sabar.

Nichan langsung menyerbu sofa ruang tengahnya lalu duduk bersila di sana. Jeyoung tersenyum simpul lalu mendudukkan dirinya di sofa seberang Nichan. Ia menarik napas sebelum bercerita. Ia tidak tahu harus memulainya darimana.

“Kyuhyun berkata acara WGM akan dilanjutkan.” Ujar Jeyoung pertama-tama. Nichan membelalakkan mata.
“Kau serius? Jadi tadi sungguh-sungguh untuk syuting WGM?”
“Ya, begitulah. Aku sendiri baru diberitahu hari ini.” Jeyoung tersenyum simpul. Ia menceritakan semuanya pada Nichan. Tentang pernyataan Kyuhyun sampai pertemuannya dengan PD untuk membahas tentang skenario baru yang sudah dibuatnya. Ia tidak bisa menolaknya kali ini. Bukan berarti ia berkeinginan menjadi terkenal, tetapi jika ia memiliki kesempatan untuk menunjukkan perasaannya tanpa dihujat orang lain kenapa tidak.
“Aigoo, romantisnya!” Nichan menepuk tangan gembira, “Jadi Kyuhyun memutuskan mengajakmu berpacaran di depan kamera dan berpura-pura sedang berakting untuk mengelabui seluruh warga Korea! Betapa cerdiknya dia!!”

Jeyoung tidak bisa menyembunyikan pipi merahnya. “Kau membuatku seperti penipu saja. Aku hanya tidak mau muncul skandal lagi.”
“Itu tindakan nekat dan brilian Jeyoung! Kau bisa berpacaran dengan pria yang kau cintai tanpa dicurigai orang! Hahahaha, aku tahu Cho Kyuhyun pria yang jenius! Ah, aku iri sekali.”

Jeyoung menghembuskan napas lega. Menurutnya inilah jalan keluar terbaik. Ia tidak tahu bagaimana dirinya jika Kyuhyun tidak muncul di pesta kelulusan tadi. Mungkin hidupnya akan terus suram.
“Sekarang tidak ada alasan bagimu untuk bermuram durja lagi.” Nichan merangkulnya.
“Ne. Terima kasih.” Jeyoung merangkul sahabatnya penuh kasih sayang.
“Untuk apa?”

Untuk jasamu. Terima kasih karena sudah memasukkan aplikasiku ke acara WGM. Batin Jeyoung. “Segalanya,” akhirnya hanya kata itu yang terucap.

“Sudah kukatakan kau akan berterima kasih padaku.”

Jeyoung hanya tertawa. Yeah, siapa yang menyangka. Ia melepaskan pelukannya lalu tersenyum pada sahabatnya itu. “Sekarang giliranku menjodohkanmu dengan Jihoon Oppa.”

Nichan mengerjapkan matanya. Kilat kegembiraan berkelebat di retina mata gadis itu, “Jinjjayo? Kau tidak boleh menarik kata-katamu lagi!!”

—o0o—

Jeyoung mulai menjalani kegiatan syuting WGM bersama Kyuhyun. Acara yang hampir dihentikan itu kembali ditayangkan dan seperti biasanya, hasilnya berakhir dengan rating tinggi. Masyarakat berpikir akting Jeyoung dan Kyuhyun alami sekali. Mereka hanya sampai pada pemikiran segala yang terjadi di acara itu hanyalah bagian dari skenario. PD sudah menegaskan itu sejak awal. Meskipun pada kenyataannya, Jeyoung dan Kyuhyun tidak berakting sama sekali. Mereka benar-benar menjalin hubungan di luar pengetahuan orang-orang.

Mereka bisa kencan di manapun tanpa takut digunjingkan orang-orang. Semuanya akan mengira mereka sedang berada di tengah syuting. Terkadang Kyuhyun lebih suka menghabiskan waktu kencan mereka di dorm bersama member Super Junior lain. Meskipun mereka ramah dan menyenangkan, tetap saja Jeyoung merasa kaku setiap kali berada di tengah-tengah mereka. Tetapi itu bukan masalah sama sekali selama Kyuhyun ada di sana, melindunginya.

Kyuhyun merasa sangat nyaman bersama Jeyoung. Hidupnya menjadi lebih bahagia dan menyenangkan. Ia harus berterima kasih pada Ayah Jeyoung yang sudah memungkinkan semua ini terjadi. Pria itu sudah merestui hubungannya karena sadar itulah yang terbaik untuk putri kesayangannya. Lee Sooman pun sudah tidak mempermasalahkan hubungannya dengan Jeyoung lagi selama SM Entertainment baik-baik saja. Oh tentu, bahkan semakin beranjak naik semenjak Jeremy Shin menanamkan modal di sana.

Syuting WGM tidak mungkin berlangsung selamanya. Akan tiba saat dimana semuanya akan berakhir. Dua bulan berlalu dan syuting pun berakhir. Semuanya terlihat bahagia karena acara itu berlangsung sukses dari episode awal sampai akhir. Ya, semuanya kecuali Jeyoung. Gadis itu duduk sendirian di sudut sementara yang lain bersenang-senang sambil menikmati macam-macam makanan dan minuman. Kyuhyun menghampirinya.

“Kau tampak tidak bersemangat.” Kyuhyun memberinya segelas jus. Semua kru tahu Jeyoung dan Kyuhyun menjalin hubungan. Tetapi semuanya sepakat untuk menutup mulut dan bersikap profesional.
Tarikan napas Jeyoung yang pelan dan wajah sedihnya membuat Kyuhyun cemas, “Kenapa?” tanyanya lagi.
“Syuting akan berakhir.” Desah gadis itu pelan.
“Ya. Jika ada awal selalu ada akhir.” Jawabnya sambil mengangkat bahu. “Jeyoung, kau tidak perlu takut. Hubungan kita akan tetap sama.” Kyuhyun menggenggam tangannya. “Tidak akan sama.” Jeyoung menggeleng, “Kita tidak bisa terlihat terus bersama setelah syuting ini berakhir atau skandal akan kembali mencuat. Aku tidak mau mimpi buruk itu terjadi lagi.”

Kyuhyun bisa merasakan kecemasan di dalam hati Jeyoung. Ia membuka mulut untuk mengatakan sesuatu tetapi mengurungkannya. Sial, ia bahkan tidak tahu kalimat apa yang bisa menghibur Jeyoung.
Sebenarnya, kegelisahan yang sama pun sempat membuatnya tidak bisa tidur selama seminggu terakhir. Syuting berakhir itu artinya berakhir pula kesempatannya bisa bersama Jeyoung tanpa terkena gosip miring.
“Kita tidak bisa bergandengan tangan dengan bebas lagi. Kau tidak boleh lupa bahwa kau adalah Kyuhyun Super Junior.” Ungkap Jeyoung sedih, “Kau memiliki banyak penggemar yang tidak akan menyukai kebersamaanmu denganku. Ini tidak mudah. Kita akan hidup masing-masing seperti sedia kala.”

Kyuhyun merenung. Ia tidak mau hal itu terjadi. Jeyoung dan dirinya kembali seperti dulu seolah tidak terjadi apapun? Tidak mungkin. Apa kebahagiaannya dengan Jeyoung hanya ada selama WGM itu berlangsung dan setelah itu mereka hanya sebatas penggemar dan idolanya? Ia harus melakukan sesuatu.
“Pasti ada jalan, aku yakin.” Kyuhyun meremas tangannya. Ia memutar otaknya untuk mencari jalan keluar.

“Oi Kyu, kau tidak ingin tambah soju-mu?” Manager Kyuhyun berseru. Dia sedang berbagi Soju dengan PD dan kru lainnya. Kyuhyun tersenyum singkat lalu menggeleng.
“Aku harus menjaga agar otakku tetap jernih!” balas Kyuhyun santai. Tiba-tiba ia mendapatkan ide bagus. Jalan keluar dari masalah ini.
“Jeyoung.” ia menoleh pada gadis yang sedang murung di sampingnya.
“Apa?”
“Setelah syuting ini apa yang akan kau lakukan?”
“Aku?” Jeyoung menoleh, memiringkan kepalanya. Ia mencoba mengingat-ingat rencana yang ia susun sebelum lulus kuliah dahulu. “Aku belum merencanakan apapun.” Akunya jujur. Ia belum memutuskan akan melakukan apa. Entah bekerja di perusahaan Ayahnya atau lebih tepatnya ia tidak tahu akan berkarir di bidang apa.
Seringaian Kyuhyun melebar dengan sendirinya, “Aku mendapat ide bagus untukmu. Solusi untuk masalah kita.”
“Apa itu?”
“Kita menikah.”

Apa? Jeyoung terkejut bukan main mendengarnya. “Kau gila? Ide itu akan menimbulkan skandal yang lebih besar lagi.”

Kyuhyun menepis pikiran Jeyoung dengan gelengan kepala, “Itu ide yang sangat bagus agar kita bisa bersama tanpa ada yang menuduh macam-macam lagi.” Kyuhyun merasa idenya sangat bagus dan kreatif. Memang sudah lama ia memikirkan ini. Hatinya sudah terpaut seutuhnya pada Jeyoung sejak awal dan semakin hari semakin kuat hingga akhirnya tidak bisa berpaling lagi. Ia harus mengikat Jeyoung dalam hidupnya. Hanya ini satu-satunya jalan agar tidak ada yang memisahkan mereka lagi.
Entah mendapatkan kekuatan darimana, tiba-tiba kyuhyun bersemangat. Ia mengeratkan genggaman tanganya.

“Tidak ada jalan lain. Ini satu-satunya.”

Jeyoung membelalakkan mata. “Tuan Cho. Kau—“ kata-katanya tak pernah berhasil diselesaikan karena Kyuhyun telah menutup bibirnya dengan ciuman yang lembut, menggebu dan penuh hasrat. Matanya terbelalak. Jantungnya berdetak tak terkendali seperti gelombang kencang yang tiba-tiba mengombang-ambingkannya ke tengah samudera. Jeyoung tiba-tiba kehilangan kendali atas dirinya. Entah sejak kapan kedua tangannya melilit leher Kyuhyun, ia tidak tahu. Ia sudah lupa pada segalanya karea pria ini.

Kyuhyun menjauhkan wajahnya tepat sebelum Jeyoung kehabisan napas. Pipinya merona saat mendapati Kyuhyun menatapnya lembut. Bahkan setelah ciuman intens tadi, pria ini masih bisa mengendalikan dirinya dan tersenyum?
“Bagaimana? Kau mau menikah denganku?”

Napasku. Jeyoung lagi-lagi kehilangan oksigennya. Mungkin hanya dalam mimpi ia akan mendengar pertanyaan itu keluar dari bibir Kyuhyun. Tetapi ini kenyataan. Ia tahu saat ia mencubit dirinya sendiri.
“Aku..” Jeyoung terbata. Astaga, bahkan bibirnya pun berkhianat. Ia tidak bisa mengucapkan apa yang ada di otaknya dengan benar. Akhirnya ia memilih kalimat yang membuatnya terlihat bodoh, “Kau tidak romantis, melamarku dalam suasana seperti ini?” ia memalingkan wajah memerahnya.

Kyuhyun tertawa sambil melihat ke sekeliling, “Tidak ada yang akan menguping pembicaraan kita. Semuanya sibuk dengan urusan masing-masing.”
“Bu-Bukan itu maksudku..”
“Aku ingin jawaban tegas. Sekarang. Kau menerima lamaranku maka kita akan menikah tak lama lagi. Kau menolak maka semua yang terjadi di antara kita menjadi sia-sia.”

Jeyoung tersentuh. Oh, demi Tuhan. Bagaimana mungkin aku menolakmu. Batin Jeyoung. Perasaan ini sudah tumbuh sejak lama sekali. Entah sejak kapan rasa kagumnya berubah menjadi cinta. Ia sendiri tidak tahu. Tak ada yang lebih membahagiakan dibandingkan cinta yang tidak bertepuk sebelah tangan dan kini pria yang ia cintai mengajaknya tinggal bersama seumur hidup? Mengizinkan Jeyoung menyandang marganya?

Gadis itu terdiam. Bukan membisu karena tidak bisa berkata-kata melainkan diam karena terharu. Jeyoung menahan tangisnya. Ia sudah cukup sering terlihat konyol. Ia tidak mau terlihat semakin konyol.

“Jeyoung..” Kyuhyun menyentuh pipinya untuk menghapus lelehan bening di pipinya. Ia bahkan tidak sadar ia menangis. Kyuhyun tidak pernah bermaksud membuat gadis yang dicintainya menangis seperti ini.
“Jika kau..”
“Ya,” kata-kata Jeyoung membuat Kyuhyun mengerjap. “Aku bersedia menikah denganmu.”
“Terima kasih Tuhan,” Kyuhyun mendesah puas. Senyumnya melebar.
Tiada kalimat yang paling melegakan bagi Kyuhyun selain kalimat itu. Tanpa membuang waktu Kyuhyun menarik Jeyoung ke pelukannya. Menyelubungi gadis itu dalam kehangatan yang membuat Jeyoung nyaman.
Jeyoung menyandarkan pipinya di dada Kyuhyun. Samar-samar ia bisa mendengar jantungnya yang berdetak cepat. Ia bahagia karena apa yang ia rasakan pun dirasakan Kyuhyun. Ia tak menyangka karena hal yang dahulu hanyalah mimpi, berubah menjadi kenyataan.

—o0o—

JEYOUNG POV

“Sudah kuduga, kau sangat cantik dengan gaun pengantin model mermaid!”

Nichan tersenyum padaku dari cermin. Pipiku merona malu dengan sendirinya. Mengikuti pandangan kagumnya aku menatap diriku sendiri di cermin. Ya, hari ini aku akan menikah. Seperti yang pernah Kyuhyun janjikan, kami akan menikah setelah semua persiapan yang dilakukan begitu cepat, hati-hati, dan rahasia.
Pernikahan yang akan terjadi jauh dari jangkauan media. Kyuhyun dan aku sepakat untuk menyembunyikan pernikahan ini hingga waktunya nanti tiba. Aku tidak ingin seperti sebelum-sebelumnya. Kedekatan kami dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab. Meskipun begitu, aku tetap bahagia. Senyumku tidak pernah selepas ini dan ketika pandanganku jatuh pada gaunku, airmataku tak bisa kubendung lagi.

“A-a, di hari bahagia ini tidak boleh ada airmata.” Nichan memperingatkanku. Aku segera menyeka airmata ini.
“Aku tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi padaku. Menikah dengan seorang Cho Kyuhyun?” hingga detik ini aku masih tidak mempercayainya. Rasanya seperti mimpi. Bertemu dengan Kyuhyun karena acara WGM dan berakhir dengan bersatunya perasaan kami.
“Aku tahu sayang, aku juga tidak menyangka keisenganku berdampak baik untukmu.”

Aku tertawa, “Kau benar. Seharusnya aku berterima kasih padamu.”
“Jangan begitu. Aku cukup berterima kasih karena kau mau membuatku tampak luar biasa di depan Jihoon Oppa..” Wajah Nichan memerah. Aku hanya tersenyum mengingat hubungan Nichan dan Jihoon Oppa berjalan ke arah yang lebih baik. Yah, siapa yang menyangka kakakku tercinta itu tertarik pada Nichan. Aku tidak perlu bersusah payah menjodohkan mereka.
“Bersyukur juga karena Papa dan Lee Sooman akhirnya mengizinkan Kyuhyun menikahiku.”

Cukup sulit untuk meyakinkan kedua pria tua itu pada awalnya. Mereka menentang dengan keras terutama Lee Sooman. Tak hanya itu, Papa pun harus berpikir selama seminggu untuk memberiku izin menikah. Dengan berkaca-kaca dia berkata belum bisa melepaskanku hidup bersama seorang pria. Aku berhasil meyakinkannya bahwa aku akan sering-sering mengunjunginya terutama pada akhir pekan. Papa memelukku erat dan berkata padaku semoga aku hidup bahagia. Lee Sooman memberikan izin dua hari kemudian. Dengan wajah suramnya ia memberikan izin Kyuhyun menikah dengan syarat tak ada satupun wartawan yang tahu. Dia tidak mau pernikahan salah satu member Super Junior bisa membuat saham agensinya merosot. Aku tak peduli selama dia tidak menghalangi kebahagiaan kami.
“Oh Tuhan, aku sangat berbahagia untukmu!” Nichan memelukku dengan erat.

“Jeyoung, saatnya sudah tiba.” Ibuku muncul di balik pintu. Aku tersenyum melihat wajahnya bersinar dengan kebahagiaan sejati. Aku tahu dia menahan mati-matian agar tidak menangis di depanku. Tetapi tetap saja hati seorang ibu tidak bisa berbohong. Ibuku menangis melihatku berdiri di depannya dengan gaun pengantin dan buket bunga yang indah.

“Eomma..” lirihku sambil menggenggam tangannya. “Kumohon jangan menangis.”
“Aku tidak percaya, putri kecilku akhirnya menikah.” Gumamnya sambil menyeka airmata itu. Aku memeluknya erat. “Aku mencintaimu, Eomma. Terima kasih sudah melahirkanku. Entah bagaimana aku membalas kasih sayang yang sudah kuterima selama ini.”
“Baiklah nona-nona. Sudah cukup acara peluk-pelukannya. Pemberkatannya akan dimulai sebentar lagi.” Jihoon Oppa menginterupsi kami. Aku dan Eomma tertawa. Nichan membantuku mengangkat ekor gaunku yang panjang dan berat.

Tiba-tiba aku diserang rasa gugup yang tak pernah kurasakan ketika aku berjalan menuju tempat pemberkatan. Tempat itu hanya dipenuhi oleh kerabat dekat aku dan Kyuhyun, juga member Super Junior lain. Mereka duduk di barisan depan dengan wajah gembira. Semuanya menoleh ketika aku tiba di sana dan tersenyum. Aku mendapat kekuatan dari senyum mereka. Pandanganku lalu tertuju pada seseorang yang berdiri di depan altar dengan senyum memikat dan tuksedo hitam menatap lurus ke arahku. Cho Kyuhyun.

Mars pernikahan menggema. Papa mengulurkan tangannya padaku dan aku mengapitnya.
“Sekarang saatnya, nak.”
Aku tersenyum dan mengangguk. Ya. Ini memang saatnya. Aku berjalan perlahan menggenggam buket bunga di tangan kiriku dan tanganku melingkar di lengan kekar Papa. Terpancar kebahagiaan di wajahku saat aku pelan-pelan melewati orang-orang yang menatapku dengan kagum. Ibuku, kedua orang tua Kyuhyun, Ahra Eonni, Oppadeul Super Junior, Jihoon Oppa, Nichan, dan beberapa kerabat kami dan tidak lupa juga Lee Sooman Sajangnim. Dan yang paling kucintai berdiri menantikanku di depan sana.

Aku akan menikah dengannya hari ini.

Pria yang semula hanya muncul dalam mimpiku sebentar lagi akan menjadi milikku untuk selamanya.

“Lama aku menantimu. Akhirnya kau tiba.” Kyuhyun berbisik ketika aku tiba di depannya. “Kau sangat cantik dengan gaun itu.” senyumnya tidak pernah gagal memengaruhi detak jantungku. Aku masih juga limbung setiap kali mata berbinarnya menatapku. Pipiku merona.
“Kau bilang tubuhku akan terlihat seperti papan jika mengenakannya.”
“Benarkah?” Kyuhyun mengangkat alisnya, “Itu hanya alasan agar aku tidak terlihat begitu berminat pada dirimu.”
Jinjja, pria ini masih saja sama seperti pria menyebalkan yang kukenal seperti pertama kali kami bertemu. Tetapi kata-katanya membuatku hangat dan berdebar. Aku sangat mencintainya.

Kami menikah sungguhan hari itu. Tidak ada kamera yang menyoroti ikrar kami dan tidak ada pula skenario yang harus kami ikuti. Aku benar-benar mengucapkan janji suci begitu pun Kyuhyun. Ciumannya pun sangat nyata dan aku bisa merasakan banyaknya cinta Kyuhyun untukku.

Akhirnya, cinta kami bersatu.

~~~

147 thoughts on “Because WGM, You’ll Be Mine !! (Part 12-END)

  1. Akhirnya selesaii !!! \(^▽^)/
    Senangnya kalo Jeyoung & Kyuhyun hidup’a happy ending gini (づ⌣ど)
    Cinta yang penuh perjuangan berakhir dengan happy ending itu sesuatu banget, buat hidup lebih ‘indah😄
    Jangan lupa sequel / after story / prolog / drable / dll’nya ya eon ( ื▿ ืʃƪ)

    Love from yor reader ! ♡

  2. rasanya itu…. bahagiaaaaaaaaa banget. walopun ancaman ayahnya jeyoung waktu itu nggak seakurat yang aku bayangin, tapi masih berpengaruh besar. ciye… udah nikah ciye… seneng deh. jalan berkerikil udah mereka lalui bersama, sekarang udah lewat jalan tol. keren. i love you ;^)

  3. Speechless🙂 thor WOW feelnya dapet banget sumpah berasa aku jadi Shin Jeyoung dan kebetulan marganya sama wkwkwkw :v *modusAh Shin Jae ra imnida😀 author yg kyeopta kapan kapan pake nama ku ya :p *modusKuadrat

    Okehh sekian terima Kyuhyun
    *gone

  4. Waaah happy ending jg!! Turut berbahagia jg atas pernikahan bnerannya, hehe~
    Pokonya bner2 daebak, lnjut bc epilog’ny,, fighting!!

  5. jiah😥 kya!! >,,< tiba-tiba nongol terus nyanyi bareng jeyoung , aish itu impian gua T,T kapan yak kewujud -,- pas baca ,yang kyu nyanyi bareng jeyoung ntu bacanye jingkrak2 kan , teriak histeris, terus senyum2 gaje, deg2 gan gajelas -,- ini efek sampng baca ff ini yak eon? hhaha😀

    NICE ! suka banget ff ini ^^ neomu neomu daebak ^^

  6. Akhirnya selesaii !!! \(^▽^)/ Senangnya kalo Jeyoung & Kyuhyun hidupnya happy
    ending gini… Cinta yang penuh perjuangan berakhir dengan happy ending itu sesuatu banget,
    buat hidup lebih ‘indah dan berwarna’
    Jangan lupa sequel / after
    story / prolog / drable /
    dll’nya ya eon

  7. Kyaaa~ maap baru bisa di komen part terakhir yaa😀. Endingnyaaa saya sukaaaaaa~~ aduhh, authornya mana nih? Harus tanggungjawab karna udah buat saya senyum2 sendiri :v
    Good thor!! Aaaa~~ Sukses selalu untuk semua ffnya :*

  8. Hhhuaaa~~~Ffiuhh akhinya kyu-ji impian mereka kenyataan ><
    aigoo~~Sweet banget deh kyu dr adegan di kampus sampe nikah..
    semoga langgeng terus, dan wartawan jangan sampe ada yang tau :p *berabe*

  9. 😐 hmmm masih banyak masalah yang belum terselesaikan << menurut saya.
    Seperti, hanya 5% kru tv akan merahasiakan hubungan asli mereka. Karena saya tau benar seperti apa kru tv itu.
    Terus, pernikahan sembunyi-sembunyi bukan menyelesaikan masalah, malah menambah masalah.
    Mungkin itu yang saya pikirkan :v

  10. hmmm akhirnya berakhir juga kesedihan yang dialami kyuhyun dan jeyoung.
    mudah2an fans kyuhyun bisa menerima kehadiran jeyoung di hidup kyuhyun.

  11. Akhirnya mereka bersatu dan merried betulan. Senangnya…..
    Ceritanya seru dan ga trlalu banyak konflik yg berat jd ga bikin pusing pala baby hehe…
    Ditunggu ff yg lainnya ya saeng…. semangat

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s