Because WGM, You’ll Be Mine !! (Part 10)

Tittle : Because WGM, You’ll Be Mine !! Part 10
Author : DHA KHANZAKI a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance

Main Cast :

  • Shin Jeyoung
  • Cho Kyuhyun

 

Dha’s Speech :
Yeiii.. udah nyampe part sepuluh berarti tinggal 2 part lagi menuju tamat ^_^ Lagi-lagi FF ini juga bakal ending. Kuharap temen-temen gak bosen yah baca FF di site ini meskipun masih banyak banget kekurangannya.

Happy Reading ^_^

Because WGM You'll Be Mine !! By Dha Khanzaki

===Part 10===

AUTHOR POV

Shin Jeyoung merasa tidak sanggup lagi untuk menampakkan dirinya di muka umum semenjak skandal itu meluas di media. Bagaimana tidak? Hampir semua orang selalu menggunjingkan namanya ke mana pun ia pergi. Mungkin tidak akan seheboh ini jika tidak melibatkan artis sefenomenal Kyuhyun Super Junior.

Tidak hanya kupingnya yang panas, tetapi hatinya pun sakit karena secara otomatis berita itu telah membuatnya dibenci oleh ribuan penggemar Kyuhyun dan tak sedikit di antara mereka yang terang-terangan menunjukkan kebenciannya.

“Ini sudah keterlaluan, meskipun mereka membencimu tidak seharusnya mereka melakukan ini.” Desah Nichan antara kesal dan jijik ketika pagi itu dia kembali menemukan Jeyoung terpaku di depan lokernya yang penuh dengan percikan darah yang berasal dari tikus yang mati.

“Mereka bahkan tidak memikirkan nyawa tikus yang mereka mutilasi ini,” Nichan menutup hidung dan mulutnya dengan scarf, sedikit menjauh karena bau busuk bangkai itu mulai menyebar. “Kau harus melaporkan ini pada Dekan, Jeyoung.”

Jeyoung masih termangu seperti patung, pandangannya kosong tetapi siapapun bisa melihat betapa sakit hatinya saat ini, “Tidak perlu,” lirihnya lalu menutup loker dengan gerakan pelan. Tanpa berkata apapun lagi ia pergi meninggalkan Nichan dengan langkah gontai. Melakukan sesuatu pun percuma karena siapapun pelakunya tidak akan pernah berhenti menerornya hingga masalah berakhir.

Sambil berjalan pelan, Jeyoung bisa mendengar suara bisikan yang berasal dari orang-orang yang dilewatinya. Mereka berbicara pelan dan sesekali mendelik sinis padanya. Jeyoung merasa malu sekaligus sedih. Seandainya ia bisa meninggalkan telinganya di rumah, ia tidak akan sesakit ini.

Masalah besarnya adalah, ia tidak tahu bagaimana meredakan skandal yang terlanjur membesar seperti api yang dituangi minyak tanah. Mungkin rasa malu masih bisa ia tanggung, tetapi bagaimana dengan reputasi Kyuhyun atau orangtuanya? Entah apa yang akan dilakukan SM Entertainment pada Kyuhyun dan ia pun hanya bisa pasrah seandainya ia mendapat hukuman berat dari kedua orangtuanya.

Jeyoung ingin menangis, tetapi ia takut mendengar cemoohan dari orang-orang yang melihatnya dan bagaimana mungkin ia tertawa di tengah masalah seperti ini.

Ketika masuk kelas, ia langsung menjadi pusat perhatian dan secepat itu pula orang-orang memalingkan wajah seolah dirinya adalah sesuatu yang menjijikan untuk dipandang. Untuk pertama kalinya ia benar-benar ingin berlari dan menenggelamkan dirinya sendiri ke air laut.

Aku akan terpuruk jika aku tidak menguatkan diriku sendiri. Batin Jeyoung. Berkat keyakinannya itu Jeyoung duduk di kursinya dengan hati sedikit tenang. Sejak skandal itu kembali meruncing satu-satunya yang dicemaskan Jeyoung hanyalah Cho Kyuhyun.

—o0o—

Kyuhyun mulai lelah dan bosan pada wartawan yang terus mengikutinya dan mengajukan pertanyaan yang sama. Apa benar kau menjalin hubungan dengan Shin Jeyoung? Ingin sekali Kyuhyun menyembur mereka dengan berkata; tanyakan saja pada orang yang sudah meng-upload video itu!

Untungnya hingga kini Kyuhyun hanya menjawab semua pertanyaan itu dengan senyuman hangat lalu pergi bersama member Super Junior lain.

“Mereka benar-benar gigih. Ini sudah hampir seminggu semenjak video itu diunggah di internet,” ujar Manager sambil melirik para artisnya yang duduk di kursi belakang van. Tidak ada satu pun dari mereka yang berkomentar semenjak naik mobil setelah menghindari kerumunan wartawan. Semuanya dilakukan demi menghargai Kyuhyun yang sejak tadi terus diam melamun. Wajahnya tampak sekeras batu sedingin es.

“Kau sudah menghubungi Jeyoung? Bagaimana keadaannya?” Donghae inisiatif bertanya. Dia cemas sekali melihat kondisi Kyuhyun—sudah seminggu ini pria itu tidak tidur pulas dan tidak berselera makan. Member lain hanya saling pandang melihat Kyuhyun tidak merespon pertanyaan Donghae.

“Kyu,” Eunhyuk menepuk pundaknya, barulah Kyuhyun tersentak sadar.

“Ne, Hyung..” gumamnya linglung. Eunhyuk memandangnya dengan alis terangkat, tak pernah Kyuhyun bersikap seaneh ini. Jika itu terjadi artinya masalah besar ini sangat mengganggunya.

“Jeyoung, bagaimana keadaannya?” ulang Donghae sabar. Kyuhyun memandang ponselnya sedih.

“Dia tidak menjawab telepon atau pun sms dariku,” ia nyaris putus asa ketika mengatakannya. Seminggu yang lalu ia dibangunkan dari tidur nyenyaknya oleh suara teriakan Sungmin dan dipaksa melihat sebuah video saat ia masih belum sadar sepenuhnya. Awalnya ia pikir itu video dewasa atau semacamnya tetapi ketika menyadari dalam video itu terdapat dirinya dan Jeyoung tengah berciuman, ia langsung terjaga.

Bagaimana bisa? Batinnya berteriak kaget. Matanya terbelalak. Tak perlu ditanya pun ia tahu kapan tepatnya hal itu terjadi. Kyuhyun merutuki diri detik itu juga. Tentu saja, saat itu mereka baru selesai syuting WGM, paparazzi pasti ada di sana tanpa ia sadari. Bagaimana ia bisa seceroboh itu?

Serta merta Kyuhyun menghubungi Jeyoung dan ia semakin frustasi ketika Jeyoung tidak kunjung menjawab panggilannya. Kyuhyun ingin sekali mengetahui kabarnya dan menanyakan apakah gadis itu sudah melihat video ini.

“Aku tidak tahu bagaimana keadaannya. Aku mengkhawatirkannya.” Kyuhyun harus menahan sakit di hatinya agar tidak terlihat dalam ekspresinya. Ia merasa goyah dan tidak memiliki pijakan ketika tidak tahu bagaimana keadaan gadis itu.

“Dia pasti bisa melewatinya. Dia pernah menghadapi situasi yang sama seperti ini bukan?” ucap Manager tenang, ia tidak sadar sama sekali dengan tatapan menusuk Kyuhyun karena menyepelekan perasaan Jeyoung. “Yang perlu kau cemaskan adalah karirmu di Super Junior.” Kata-kata terakhir itu membuat Kyuhyun dan member Super Junior lain tercengang. Suasana di dalam van mendadak berubah tegang.

“Katakan Sajangnim tidak akan mengeluarkan Kyuhyun dari Super Junior,” seru Shindong ngeri. Manager tidak menjawab sementara wajah Kyuhyun memucat. Kini menggema di telinganya apa yang dikatakan Lee Sooman ketika skandal yang sama terjadi sebelumnya.

“..jika kau sampai membuat ulah kembali, aku akan mengeluarkanmu dari Super Junior..”

“Andwae!” Kyuhyun menggeleng menepis pikiran buruknya. Kepanikan tersiratnya itu bisa terbaca oleh member Super Junior yang lain.

“Kyu, jangan menakuti kami!” ujar Eunhyuk. Wajahnya sama pucatnya dengan jaket putih yang ia pakai. Kyuhyun tidak menjawab, hanya menunduk menatap ponselnya. Ia bertanya-tanya kapan pemimpin SM Ent itu akan meneleponnya dan ketakutannya itu terjawab ketika suara dering ponsel menggema, membuat semua orang di dalam van melonjak kaget.

“Yeobseo,” manager mengangkat ponselnya yang berbunyi. Semua orang memandangnya tegang, mencoba menebak siapa yang sedang berbicara dengannya.

“Oh Kyu,” Manager menoleh pada Kyuhyun dan disambut pandangan bertanya pria itu. “Baik, aku mengerti. Akan kusampaikan padanya. Kami akan tiba di sana dalam tiga puluh menit.”

“Ada apa Hyung? Apa itu Sooman Sajangnim?” seru Kyuhyun tak sabar begitu Managernya memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jaket. Dia memandang Kyuhyun sekilas lalu menghela napas berat.

“Ne. Dia memintamu datang ke kantornya. Ada yang dibicarakannya denganmu.”

“Apa?” suara Kyuhyun tercekat di tenggorokan. Tubuhnya menegang dan keringat dingin langsung membanjiri tengkuknya. Astaga, apa yang akan Sooman lakukan sekarang? Kyuhyun langsung lemas di kursinya.

Mungkinkah, ini adalah waktu terakhirnya bersama Boyband yang sudah membesarkan namanya itu?

—o0o—

JEYOUNG POV

Di sinilah aku berdiri sekarang. Tegang, sendirian, dan gugup setengah mati. Berbeda rasanya ketika dahulu aku hanya penggemar biasa. Berada di gedung SM Entertainment rasanya seperti memasuki surga karena aku memiliki kesempatan bisa bertemu dengan bintang idolaku. Namun pada kenyataannya, saat ini aku merasa seperti berada di dalam neraka. Tersiksa dan takut.

Aku bahkan seperti melangkah di atas beling yang bertebaran.

Entah apa yang diinginkan Lee Sooman dariku saat aku mendapatkan telepon dari asistennya dua jam yang lalu. Reaksi pertama dariku adalah, terkejut. Masalah yang membuatnya memanggilku untuk datang ke kantornya pasti berkaitan dengan Cho Kyuhyun. Aku tersenyum kecut, memang masalah apa lagi?

“Kau Shin Jeyoung? Sajangnim sudah menunggu di dalam,” Ujar asistennya ketika aku sudah tiba di depan ruangan yang kutuju. Aku bisa menyadari dia memindaiku dengan cara yang kurang sopan lalu tersenyum tipis. Rasa maluku tak bisa kusembunyikan lagi. Mungkin dalam hatinya dia mencibir tentang bagaimana gadis sepertiku pantas digosipkan dengan Cho Kyuhyun. Aku mengangguk sopan lalu berjalan menuju pintu.

Kuatkan dirimu. Aku menarik napas sekali lagi lalu membuka pintu besar yang akan membawaku menemui pemimpin tertinggi SM Ent. Tanganku bahkan gemetar. Tepat ketika aku membuka pintu, aku langsung menemukan sosok familiar itu duduk dibalik kursinya. Sibuk menelepon dengan raut serius dan ketika dia melihatku masuk, dia segera menyudahi pembicaraannya.

“Shin Jeyoung?” tanyanya sopan seraya mengangsurkan tangan begitu aku tiba di depannya. Aku segera menjabat tangannya.
“Ne.”
“Silahkan duduk.”

Dengan canggung aku duduk di kursi yang sudah ditunjuknya. Rasanya gugup sama seperti sedang wawancara universitas. Tanpa sadar aku meremas tanganku sementara Lee Sooman menatapku lekat, seperti sedang menimbang-nimbang sesuatu. Tubuh tegangku sedikit melemas ketika dia menghela napas.

“Tak kusangka, setelah melihatmu langsung aku segera memahami kenapa Kyuhyun bisa melanggar kata-kataku,” ucapnya dengan nada menyesal. Aku tersentak, kata-katanya langsung menusuk hatiku dan aku kehilangan kata-kata.

“Maaf,” responku seketika. Untuk apa aku meminta maaf?

“Kau pasti tidak akan lupa pada skandal sebelumnya bukan?” nada suaranya mendadak berubah, tidak lagi santai dan aku mulai menegang. “Aku sudah mengatakan bahwa aku akan mengeluarkan Cho Kyuhyun dari Super Junior jika terjadi skandal lagi.”

Deg. Aku kesulitan bernapas. Aku tidak berani menerka apa yang akan dia katakan. Kugenggam erat tanganku yang berkeringat.

“Dan sesuai dugaanku, memang terjadi lagi.” Pandangannya menusuk mataku. Aku masih tidak berani berkata-kata. Hanya duduk membeku seperti orang bodoh. Jantungku rasanya seperti diremas, dan airmataku mengumpul di pelupuk mata, membuat pandanganku kabur. Batinku berteriak, kumohon, jangan buat Kyuhyun dalam masalah.

“Kau tahu, skandal itu sudah menurunkan saham SM. Banyaknya sponsor yang menarik diri menimbulkan kerugian yang tak sedikit. Kau tahu, dengan semua kekacauan itu tak sulit bagiku memutuskan kontrak dengan Kyuhyun.”

Napasku tercekat dan kepalaku pening mendengarnya. Aku tidak tahu jika dampaknya akan sedahsyat itu. Jika dia ingin menuntutku, lakukan saja. Asalkan jangan sentuh Kyuhyun. Biarkan dia damai dengan grupnya. Aku ingin mengatakan itu tetapi kenapa mulut ini hanya bergetar dan tak bisa berucap apapun?

“Hajiman, aku tidak bisa melakukannya.”

Aku terkesiap dan memandangnya dengan raut lega. Benarkah? Kau tidak akan memecat Kyuhyun? Lee Sooman menajamkan pandangannya dan aku merasa dia akan menjatuhkan bom atom tepat di wajahku.
“Namun sebagai gantinya kau harus melakukan apa yang aku minta.”

Apa?

“Aku akan mengadakan konferensi pers untuk meluruskan masalah itu dan aku ingin kau mengatakan bahwa kau yang meminta Kyuhyun melakukannya. Kau terlalu gugup untuk melakukan adegan mesra sehingga kau meminta Kyuhyun menciummu, sebagai latihan.”

Dunia seperti runtuh tepat di bawah kakiku ketika Sooman mengatakannya. Itukah solusi yang dipikirkannya? Sekujur tubuhku membeku.

Apa dia tidak memperhitungkan dampak yang akan kudapat jika aku menuruti keinginannya? Apa dia ingin aku dihujat oleh ratusan fans Kyuhyun dan dicap sebagai wanita tidak benar oleh masyarakat? Dia kejam sekali memintaku melakukan hal itu. Hatiku perih, tetapi aku tidak memiliki kata-kata untuk menyanggahnya.

Sooman tidak menyadari reaksi penolakanku sama sekali. Tidakkah ia melihat ekspresiku seperti orang yang baru saja melihat kematian? Tentu saja tidak, dialah malaikat pencabut nyawanya. Dia bisa saja membunuhku pelan-pelan asalkan bisnisnya baik-baik saja.

“Bagaimana? Atau kau lebih memilih membiarkan aku mengeluarkan Kyuhyun dari Super Junior?”

Sial, dia tahu mantra yang bagus untuk mengancamku. Sebagai fans, membiarkan Kyuhyun dikeluarkan dari Super Junior sama saja dengan bunuh diri dan aku tidak bisa menghancurkan mimpi Kyuhyun menjadi seorang penyanyi.

Aku dilema. Semua masalah ini membuat kepalaku pening. Aku ingin keluar dari sini, aku ingin lari ketempat yang sepi lalu berteriak sekencang-kencangnya hingga beban hatiku terangkat semua.

“Konferensi Pers akan dilangsungkan tiga hari lagi. Selama itu pikirkanlah semuanya baik-baik dan kau tentu tahu jawaban apa yang aku inginkan.”

Tololnya, aku mengangguk dan pembicaraan pun selesai. Hatiku hancur lebur bersamaan dengan langkahku meninggalkan ruangan Lee Sooman.

Aku melangkah lemas saat keluar dari ruangan itu. Aku tidak tahu, aku bingung mana yang harus kupilih agar masalah ini selesai dan kami berdua baik-baik saja. Aku tidak ingin terjadi apapun dengan karir Kyuhyun, tetapi aku juga tidak mau menjadi bahan gunjingan masyarakat dan selamanya harus menutup mukaku dengan topeng karena malu. Dan aku tidak bisa membuat kedua orang tuaku malu. Apa salah mereka sehingga harus menanggung aib karena perbuatanku.

Aku menarik napas dan terasa nyeri di tenggorokanku. Ya Tuhan, apa yang harus kulakuan? Mataku mulai berat oleh airmata.

“Shin Jeyoung..”

Aku mengangkat kepala dan tak kusangka aku melihat Cho Kyuhyun di depanku. Kukerjapkan mataku berkali-kali berharap aku tidak sedang berkhayal karena saat ini pikiranku dipenuhi olehnya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Ketika aku merasakan tangan hangat Kyuhyun menyentuh pipiku, aku tahu aku tidak sedang bermimpi. Kyuhyun ada di depanku, menatapku cemas. Entah kenapa, aku merasa sesak. Tenggorokanku dipenuhi oleh rasa sakit yang membuatku ingin menangis. Oh, andai saja aku bisa mengatakan semuanya pada Kyuhyun, mungkinkah dia akan memberikanku solusi? Tetapi aku menahannya karena aku tahu kami menghadapi kesulitan yang sama.

“Tidak ada,” aku menampilkan senyum palsu lalu menundukkan kepala pada managernya yang berdiri di samping Kyuhyun. Dia tidak mengatakan apapun. Aku kembali menatap Kyuhyun dan kulihat Kyuhyun seperti menahan sesuatu. “Aku tidak akan mengganggumu, aku pamit.”

Kyuhyun terperanjat melihatku melewatinya. Seketika tanganku seperti disengat listrik ketika dia menangkap tanganku. Sentuhannya membuat airmataku memaksa keluar.
“Aku harus pergi,” ucapku, pandanganku mulai mengabur. Tahan dirimu, kau tidak boleh menangis di sini.

Kyuhyun terhenyak, aku yakin dia melihat perih di mataku. Dengan perlahan Kyuhyun melepaskan tanganku. “Maaf, aku hanya ingin menanyakan kabarmu.” Ucapnya pelan berusaha untuk tidak menyinggungku.
“Aku baik-baik saja,” tidak, aku sangat frustasi dan takut.
“Benarkah? Kuharap keberadaanmu di sini bukan karena sesuatu yang buruk.”
“Tidak. Hanya diskusi ringan. Kau tidak perlu mencemaskanku. Wartawan memang sedikit menggangguku tetapi aku sudah mulai terbiasa.”
“Begitukah?” Kyuhyun memandangku dalam seperti mencari kebohongan di mataku. Sungguh, aku baik-baik saja.

“Kyu, kita harus pergi.” Ucap manager membuat kami mengerjap. Kyuhyun menoleh ragu dan hal itu dimanfaatkan olehku untuk pergi. Aku tidak berani berpaling karena jika aku menoleh, aku tidak akan bisa menahan airmata lagi. Aku mungkin akan bertindak bodoh dengan lari kepelukannya dan menangis kencang. Tetapi hal itu tidak akan terjadi.

—o0o—

KYUHYUN POV

“Kyu, kau tidak ingin pizza?”
“Ada koleksi game baru untukmu. Kau tidak mau mencoba?”

Semua keributan yang Hyungdeul lakukan untuk menghiburku kuabaikan begitu saja. Aku terlalu hanyut pada televisi yang menayangkan berita tentang skandalku dan Jeyoung. Sajangnim benar, jika terus dibiarkan pers akan semakin mengarang cerita. Aku hanya mendesah, teringat kembali pada serbuan wartawan yang selalu menghadangku kemanapun aku pergi.

Tidak masalah untukku menghadapi mereka. Tetapi bagaimana dengan Shin Jeyoung? Hidupnya sudah cukup terganggu dengan mengikuti acara WGM sekarang ditambah dengan skandal ini yang semakin menjelekkan citranya di mata masyarakat. Kenyataan bahwa aku tidak bisa melakukan apapun untuk melindungi Jeyoung membuatku marah.

Terlebih karena siang tadi, Sooman sajangnim kembali memberiku peringatan, seharusnya dia tahu itu tidak akan mempan, tetapi peringatannya membuatku tidak bisa berkutik.

Flashback

“Konferensi pers akan diadakan tiga hari lagi. Bersiaplah.”

Aku terkejut mendengarnya. Secepat itukah dia mengambil tindakan? Baru seminggu yang lalu gossip ini tersebar di media.

“Waeyo? Tidakkah Anda merasa ini terlalu cepat?” serobot manager sebelum aku melayangkan isi pikiranku. “Media pasti akan berpikir Kyuhyun dan Jeyoung benar-benar menjalin hubungan”

“Memang benar menjalin hubungan bukan?” sela Sajangnim sambil melirikku. Aku mengusap tengkukku canggung. Sial, dia meng-skak matt ku di poin yang tepat.
“Lagipula tidak ada gunanya kita berdiam diri. Aku sangat mengenal para reporter. Semakin dibiarkan, mereka semakin mengarang cerita yang tidak-tidak. Menyambung-nyambungkan secuil fakta menjari cerita yang menarik minat banyak orang. Aku tidak bisa membiarkan artisku menjadi bulan-bulanan wartawan. Jadi kita harus membereskan masalah ini secepatnya.”

Manager menganggukkan kepalanya paham sementara aku tidak peduli sama sekali dengan apa yang dikatakannya. Aku lebih penasaran dengan apa yang dilakukan Jeyoung di gedung ini. Mungkin saja sajangnim tahu atau memang dia yang memanggilnya kemari.

“Anu, sajangnim,” aku menyela, “Kulihat tadi Shin Jeyoung kemari. Kau memanggilnya?”

“Oh, jadi kau bertemu dengannya,” dia menjawab acuh tak acuh, membuatku jengkel saja. Bagaimana bisa aku tidak bertemu dengan gadis yang kusukai? Aku bisa mengenalinya bahkan disaat dia memakai topeng.

“Ada sedikit masalah yang ingin kudiskusikan dengannya.” Ujarnya membuatku menegang. Masalah?

“Kau tenang saja, aku tidak menyakitinya dengan ancaman atau sejenisnya.” Dia menambahkan setelah melihat raut curigaku. Aku menajamkan pandangan. Tidak mengancam? Kalau begitu kenapa aku melihat Shin Jeyoung hampir saja menangis? Aku yakin dia sedang menyembunyikan sesuatu dariku.

Lee Sooman menghela napas lalu memandangku dengan raut serius. “Ini peringatan terakhir dariku, Cho Kyuhyun. Jika kau masih mencintai posisimu dalam Super Junior, jangan pernah kecewakan aku. Di konferensi pers nanti, katakanlah kau tidak memiliki hubungan apapun dengan Shin Jeyoung.”

Flashback end

Kalimat terakhir itulah yang membuatku—untuk pertama kalinya—ingin mencekik Lee Sooman dan mengancamnya agar menarik kata-katanya kembali.

“Sialan!!” kulempar benda apapun yang saat ini sedang kupegang hingga hancur berkeping-keping di lantai. Seketika suasana dorm menjadi sunyi senyap dan aku bisa merasakan tatapan semua orang menusukku dari segala arah. Aku tidak peduli. Aku benar-benar marah saat ini.

Bisa-bisanya pria tua itu menyuruhku mengakui pada dunia bahwa AKU TIDAK MEMILIKI HUBUNGAN APAPUN DENGAN SHIN JEYOUNG!! Dan dia berani mengancamku dengan hal kuno seperti ‘dikeluarkan dari Super Junior? Persetan dengan semua itu dan aku mengutuk siapapun yang sudah mengunggah video sialan itu di internet. Apa salahku sehingga dia ingin menghancurkan karirku dan hubungan cintaku?

“Kyu, kau merusak PSPmu..” seseorang berkata ngeri dan aku baru sadar yang kulempar tadi adalah ‘sahabat setia’ku.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kau tidak bisa menyimpan masalahmu seorang diri. Kau harus membaginya dengan kami.” Sungmin duduk di sampingku. Aku meremas rambutku. Entah sejak kapan kepalaku menjadi begitu berat. Sepertinya mereka benar, aku harus bercerita karena jika tidak, aku bisa gila.

“Hyung,” dengan wajah frustasi aku memandangnya. Tidak hanya Sungmin yang mendengarkan ketika aku bercerita, bahkan member lain pun ikut duduk di sekitarku, mendengarkan setiap detail kata-kataku tanpa ada yang berani menyela. Jika aku bukan seorang pria mungkin aku sudah menangis mengetahui betapa pedulinya mereka terhadapku.

“Aku tidak percaya masalahnya menjadi separah ini.” ujar Eunhyuk setelah aku selesai bercerita. Aku duduk lunglai menunggu apa komentar mereka. Aku harap mereka bisa memberiku jalan keluar.

“Media benar-benar mengira kalian menjalin hubungan. Bahkan ada yang mengatakan kalian sudah tidur bersama.” Sambung Siwon lalu menatapku penasaran, “Kalian tidak tidur bersama bukan?”

“Tentu saja kami pernah tidur bersama.” Aku tidak bohong tentang hal itu. Saat syuting WGM kami memang pernah menginap dan tidur di ranjang yang sama. Mereka tampak terpana, jelas mereka salah menangkap maksud kata-kataku dan aku malas membenarkan.

“Media juga mengatakan kalian akan menikah.” Donghae menatapku lekat, “Kenapa kau tidak memberitahu kami kau akan menikah?”

“Aigoo,” aku mengerang putus asa, jelas berita yang satu ini tidak benar. “Jika aku akan menikah kalian-lah orang pertama yang akan tahu.”

Mereka mengangguk paham. “Jadi, sebenarnya apa yang membuatmu semakin cemas. Jika ditelaah baik-baik sebenarnya ini hanya masalah waktu. Aku yakin wartawan akan melupakan skandal ini seiring berjalannya waktu. Kenapa Sooman sajangnim nekat mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan segalanya?” tanya Sungmin. Aku ingin sekali memeluknya karena aku pun memikirkan hal yang sama.

“Kudengar saham SM turun karena gossip ini.” lirihku menjawab, yang lain melongo menatapku maka aku melanjutkan, “Dia mengatakan sahamnya tidak pernah terjun bebas seperti sekarang. Dan banyak sponsor yang angkat kaki. Jelas SM dalam masalah besar dan semuanya karena diriku.”

Aku kembali terpuruk. Energiku seperti tersedot vacum cleaner berkekuatan tinggi sehingga untuk menarik napas saja aku tidak sanggup.
“Aku hanya melakukan satu kesalahan.” Gumamku dengan suara tercekat, “Aku jatuh cinta pada Shin Jeyoung. kenapa Tuhan memberiku hukuman seberat ini?”

Suasana semakin hening. Tak ada satupun yang bisa menjawab pertanyaanku.

—o0o—

AUTHOR POV

Tiga hari menjelang konferensi pers adalah tiga hari terberat dalam hidup Shin Jeyoung. Gadis itu tidak berselera makan, bahkan tidak mau keluar dari dalam kamarnya. Ia sengaja pulang ke rumah orang tuanya di Incheon untuk menenangkan diri. Tetapi bukannya pikiran tenang yang ia dapat, ia justru merasa tersiksa karena orangtuanya terus menanyakan kebenaran tentang gosip itu. Terutama Papanya.

Kini, Jeyoung mengurung diri di kamarnya dengan kepala bersandar pada bantal dan mata melelehkan airmata. Ia sudah lelah menangis, tetapi airmata itu seolah tidak bisa mengering.

Apa yang harus kulakukan? Aku ingin menyelamatkan Kyuhyun tetapi tidak berarti harga diriku harus dikorbankan. Aku tidak mau mempermalukan Papa dan Ibuku, juga Jihoon Oppa.

Itulah dilema yang dihadapinya selama dua hari ini. Ia masih belum bisa menentukan pilihan apa yang akan diambilnya.

“Jeyoung, buka pintunya nak..” pintu kamar kembali diketuk untuk ke sekian kalinya. Sejak pulang hingga sekarang Jeyoung tidak makan. Hanya keluar untuk mengambil minum setelah itu kembali hening. Tidak terdengar suara apapun selain isak tangis pelan. Orangtua mana yang tidak cemas melihat putrinya seperti itu?

“Dia tidak mau membuka pintunya.” Ucap ibunya di luar kamar. Ia membawa nampan berisi makan malam untuk Jeyoung dan air jeruk.

Sang Ayah, yang berdiri di samping istrinya hanya menggeram. Ia mengetuk pintu kamar Jeyoung, “Jeyoung, tak ada gunanya kau menangis. Masalah tidak akan selesai jika kau terus mengurung diri seperti ini. Ayo keluar, makan dan berdiskusilah dengan kami.” Ucapnya tenang namun tegas. Tidak ada jawaban dari dalam kamar.

“Papa, kau harus melakukan sesuatu.” wanita itu memandang suaminya cemas. Ia mengetuk pintu kamar sekali lagi. “Jeyoung sayang, kau bisa sakit jika tidak makan. Lupakan sejenak masalah itu dan keluarlah.”
Masih tidak ada jawaban juga. Pria paruh baya di sampingnya menggeram, lalu dengan langkah pasti pergi dari depan kamar putrinya.

Jeyoung masih di dalam, tidak memedulikan sama sekali suara seruan ibunya. Ia tidak mau membuat orang tuanya malu, tetapi ia membuat mereka mencemaskannya. Anak seperti apa sebenarnya dirinya? Tetapi ia terlalu bingung menghadapi tekanan seperti ini. Kata-kata Lee Sooman sungguh mengekangnya. Ia bahkan mengabaikan ponsel yang sejak dua hari lalu terus berdering. Ia tidak tahu siapa saja yang menelepon, dan ia tidak berharap Kyuhyun menjadi salah satu di antaranya, atau mungkin satu-satunya.

“Jeyoung..” kali ini suara Jihoon yang terdengar. Jeyoung tersentak, itu suara kakaknya. Ia refleks terbangun dari tempat tidurnya lalu memandang pintu. Satu-satunya orang yang ingin ia ajak bicara jika sedang gundah adalah kakaknya. Banyak sekali hal yang ingin ia bicarakan dengan Jihoon. Dia adalah seorang kakak yang bijaksana. Jeyoung tanpa membuang waktu bangkit lalu membuka pintu.

“Omona, syukurlah..” ibunya mendesah lega melihat Jeyoung membuka pintu lalu ia meringis iba saat mengetahui kondisi Jeyoung yang kacau balau. Jihoon sendiri meringis pelan.

“Kau sungguh berantakan. Sekarang kau tahu bukan, membiarkan dirimu sendirian hanya akan memperparah perasaanmu sendiri. Sekarang keluar dan curahkan semua kegundahanmu pada kami.” Dengan lembut Jihoon menggiring Jeyoung ke ruang makan. Jeyoung mendengus, di saat seperti ini mana bisa ia bercerita sambil makan.

—o0o—

Lee Sooman masih sibuk di ruang kerjanya. Seusai meeting membicarakan konsep album terbaru salah satu girl grup di bawah naungan agensinya, ia duduk lalu membaca beberapa konsep yang sudah diajukan. Meskipun begitu pikirannya tetap fokus pada penyelesaian masalah Kyuhyun. Ini tidak bisa dibiarkan, jika terus seperti ini Agensi yang sudah ia bangun susah payah bisa hancur berantakan. Ia mendesah keras, terlebih ketika mendengar suara pintu diketuk.

“Siapa!” bentak Lee Sooman kesal.

“Sajangnim,” asistennya berkata ragu, “Ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda.”

“Siapa orang sopan yang datang tanpa membuat janji denganku lebih dulu?” ujarnya marah. Ia tidak suka kedatangan tamu tak diundang. Asistennya tampak kebingungan.

“Anu Sajangnim, yang ingin menemui Anda adalah Tuan Jeremy Shin dari Shinhwa Company.”

“Apa?” Lee Sooman mengeryitkan keningnya. Rasanya perusahaan itu familiar di telinganya. Mungkinkah itu sponsor yang datang untuk menawarkan diri? Mengingat hal itu Lee Sooman segera meletakkan mapnya lalu berkata, “Persilakan dia masuk.” Jika benar bisa menjadi obat yang mujarab di saat genting seperti ini.

Seorang pria paruh baya masuk dengan langkah tenang. Tubuhnya tinggi tegap dan setelan jasnya yang rapi menunjukkan kedudukan tingginya dalam perusahaan. Lee Sooman bangkit lalu mengulurkan tangan.

“Lee Sooman, CEO SM Entertainment.”

“Jeremy Shin, CEO Shinhwa Company.” Mereka berjabat tangan dan Lee Sooman segera mempersilakannya duduk.

“Apa yang membawa Anda kemari? Kuharap Anda membawa kabar baik untuk kami.” Ujar Sooman ramah. Jeremy Shin tidak terpengaruh senyumnya sama sekali, bahkan dia menatapnya dengan pandangan dingin. Seketika senyum di wajah Lee Sooman menghilang. Rasanya ia familiar dengan raut wajah di depannya.

“Aku datang ke sini berkaitan dengan masalah putriku.”

“Putri anda?” Lee Sooman mengerutkan kening. “Apakah putri Anda menjadi trainee di sini?” itu mungkin saja mengingat ada beberapa trainee yang berasal dari keluarga kaya.

“Tidak, putriku bukan trainee di sini, tapi aku yakin kau pasti mengenalnya.”

“Oh, siapa?”

“Shin Jeyoung.”

Tubuh Lee Sooman membeku. Dia memandang lekat pria di sampingnya dan seperti lampu menyala di kepalanya, ia mengerjap. Pantas saja wajah pria ini seperti familiar. Tentu, wajahnya mengingatkan pada wajah Shin Jeyoung. Mereka mirip. Dan ternyata sekarang ia sedang berhadapan dengan Ayahnya?! Tiba-tiba saja ia kehilangan kata-kata. Ia tidak menyangka ternyata Shin Jeyoung, gadis yang tampak biasa saja itu adalah putri pemilik perusahaan besar?

“Jadi Anda Ayah dari Shin Jeyoung? Tak kusangka..” dia tertawa hambar. Jeremy Shin masih menunjukkan raut dingin. Sadar sekarang bukan saat yang tepat untuk bergurau, Lee Sooman berdehem. “Jadi, apa yang ingin Anda bicarakan tentangnya.”

“Putriku menderita, dan semua itu karenamu.”

“Apa?”

“Tidak perlu mengelak, aku tahu kau pasti sudah mengancamnya.”

“Maaf, Tuan. Tetapi aku tidak mengancam putrimu, aku hanya memperingatkannya untuk mengambil keputusan tepat di konferensi pers nanti. Anda tahu bukan, skandalnya dengan artis kami membuat agensi ini merugi besar.”

“Apa yang kau minta putriku lakukan?”

“Aku hanya memintanya untuk mengakui bahwa dia merayu Kyuhyun, eh, untuk latihan agar saat syuting tidak kaku.” Lee Sooman kesulitan menjelaskannya dan sesuai dengan dugaan, rahang Jeremy Shin mengeras. Dia menggebrak meja dengan satu tangannya, menimbulkan suara nyaring yang menggema ke seluruh ruangan.

“BERANINYA KAU MENYURUH PUTRIKU UNTUK MELAKUKAN HAL SERENDAH ITU!!” teriak Jeremy Shin geram. Sebagai orangtua ia tidak bisa menolelirnya. Pantas saja Jeyoung stress bukan main. Ternyata Lee Sooman menyuruhnya melakukan semua ini.

Lee Sooman terperanjat, pertama kalinya seumur hidup ada seseorang yang berani berteriak memakinya seperti ini.

“Tuan, tenanglah..” ujar Lee Sooman panik tetapi Jeremy Shin tidak peduli.

“Putriku adalah gadis yang polos dan penurut. Seumur hidupnya tak pernah ia mengecewakan kami sama sekali. Bahkan di saat masalah ini mengguncang hidupnya tak pernah sekali pun ia ingin membuatku dan ibunya khawatir. Kau tidak tahu bagaimana perasaan kami ketika melihatnya terpuruk, tak bisa makan dan hanya menangis sepanjang hari? Itu semua karena ulahmu. Karena ancaman tak bermutu-mu. Aku tebak, kau mungkin mengancam akan mengeluarkan Kyuhyun jika Jeyoung tidak menuruti permintaanmu?”

Lee Sooman terbelalak, bagaimana dia tahu? “Bukan seperti itu, ini..”

“Batalkan.”

“Apa?”

“Batalkan konferensi pers itu.”

“Tidak mungkin. Aku sudah menghubungi semua wartawan untuk datang di konferensi itu. Lagipula jika masalah ini terus berlanjut, kestabilan agensi ini akan terancam.”

“Kau tidak mau melakuannya? Kalau begitu aku yang akan mengancammu.” Jeremy Shin menajamkan tatapannya, “Dan tidak sulit bagiku untuk membuat SM Entertainment bangkrut.”

Wajah Lee Sooman seketika memucat.

To be continued

152 thoughts on “Because WGM, You’ll Be Mine !! (Part 10)

  1. Wadduuuhhh itu c bapak galak bgt
    mati kutu itu c om d gituin
    hmmmm
    tp ya kali2 mah musti ath d kasih pelajaran,biar ga seenaknya trus
    hehehe

  2. keren bgt eon.. aduh mkin penasaran sama kelnjutan crita ini.. daebak.
    eon next part jgn lma” ya..
    oh iya imtbb nya kpn dilnjut. udah gk sabar nich eon.
    eonni fighting!! oh iya posternya bkin gk than pngen cium kyuhyun ㅋㅋㅋㅋ

  3. woww,, gk nyangka ayah je young kaya raya. Rasain tuh kakek tua skali-kali diksih plajaran biar gk sllu suka seenak’y. Bru nyahokn udah bkin anak org mnderita. Ditunggu ya part slnjut’y, fighting !!! Oyeeehhhh…

  4. Itu beneran Kyu nge banting PSP’a o,O
    Kok serem banget sih ? Ckckc
    Ini ya yang nama’a cinta, k’sian Jeyoung !
    Kesiksa gara gara skandal TuT
    Jeyoung Appa juga serem bingit ewe
    Kenapa gag bilang dari awal kalo Jeyoung Appa punya perusahaan besar -3-
    Kirain Jeyoung orang yg sederhana doang, ehhh taunya…ANAK ORANG KAYA ! (๑•́ ₃ •̀๑)

    LANJUT EON !!
    Love from your reader ♡

  5. waduhhh…
    koq jd gawattt ginii yaa…
    smogaaa ayhnyaa jeyoung bs nyelamatinn mrekaa…
    viar mati kutuu tuu dii sooman..
    nyebelinn bangettt…
    hahaha… kapokk tuu sii sooman…
    gg nyangkaa loo jeyounh ituu anak dr pengusahaa kayaa..

  6. Daebak eon😀
    Kenalin, aku reader baru😀

    Fighting ya eon buat ngelanjutin ceritanya. Jangan lama-lama.
    Apalagi yang IMTBB😀

    pokoknya jempol deh buat FF nya eonni😀

  7. GAlak bgt bapaknya Je Young.. Lee Sooman aja Takut… Hihi
    Mdah”an dengan hadirnya papanya Je young bs mengurangi masalah.. Tp gmana klo papanya Je young ga setuju Kyu sm Je young pacaran? Bahkan ini bs lebih parah lg

  8. Whooaaaaaa
    Ga nyangka ternyataa.. Ternyataaaa jeyouung ituuuu Holaaang KAYAAaaaa
    Rasain lu soo maan!!!
    Huwaaaaaaa
    Kerenkereeen kereenn
    Ff eonni bikin aku nangis eonn.. Suer deh
    Pas bagian akhirnya bikiin ketawa seneng plus lompat2 girang kyk org gila akuu liat sooman dimarahiinn.. Rasaain luu soo maan :p aaahh seneng banget liat sooman dimarahin..😀
    Neeeext eonn.. Kajjaaa next
    IMTBB jugaaa yg part 20 nya eonn😀 wkwk

  9. akirnya di post juga!
    si om bener-bener mati kutu.
    berhubung next part udah ada sekalian minta ijin mau baca ya,,,
    ceritanya makin seru dan banyak kejutan!
    hwaiting!

  10. wah wah wah bner juga yaa ka jeyong klau bapak nya itu lebih kejam dari adolf hilter, hihihi😀

    gue ngakak pas bca klau muka sooman pucet, hahaha lucu kali ya😛

  11. wah..wah..makin rumit masalahnya?!
    tak pernah disangka ternyata Shin Je Young anak pengusaha yg paling berpengaruh bahkan Lee Sooman pun takut?! >_<

  12. ternyata je anak pengusaha hebat,, aq kira cewek biasa,,, aplg kn ada cerita bhw ibu x pngusaha toko kue,, hehehe,, bgs si sooman jd keder deh

  13. Ga tau knapa aq malah nangis😥 seharusnya yang jadi ceo tuh si youngmin si super duper nyebelin itu, ga bisa bayanginnnn

  14. Aku menitikkan air mata pd part ini. Sumpah thoooor feelnya dpt bgt. Sengsara bgt si jeyoung. Eeehh ternyata eh ternyata shin jeyoung anak org kaya? Ckckck tak kusangka.. Daebak thoooor..!! (y)

  15. nah loh .. suka deh sama appa’a jeyoung ..
    emang enak tuh soo man..
    biar tau rasa ..
    sedih lyat jeyoung seperti itu ..
    baca’a sampe mengeluarkan air mata .

  16. Appa is my hero, yeeeah!! Haha~
    Semoga dgn ancaman appa Jeyoung smuanya akn baik2 sj, tdk akn ada yg d korbankn,, dn smoga Kyu bs lngsng mngungkpkn prasaannya pd Jeyoung,, huft gga sabar baca next partnya^^ yo-yo Fighting!!

  17. huah~ ternyata jeyoung cheobol!!😄 puahahahahahahaha… aduh.. aku bayangin wajahnya pakde sooman.. >.< antara sebel sama kasian sih~ :3 tapi kalo di cerita ini, saya sebel… :3

  18. whoaaaa.. sungguh menarik
    shin jeyoung ternyata bukan yeoja biasa .. chaebol.. tapi yah baru terungkap.. aku kira ya emang mahasiswa biasa.. ternyata…. haduuh ga salah re-read lagi ^^

  19. whoaaa daeeebaaaakkm appa jaeyoung daeeebaaakkk!!!
    seandainya ada yg bs ngancem ceo sm yg baru kyak gitu….
    #abaikan
    *lanjut baca

  20. Sooman ada2 aja, siapapun wanita kalo di ancem begitu. apalagi di suruh milih kalo kayak begitu, pasti nangis lah, ngejatohin harga diri n menyebabkan aib bangett..

    Good job appa bntak terus tuh si sooman biar mati kutu!!! bikin jeyoung idup nya kagak tenang -___-
    lu mah enak sooman lenggang2 aja huhuhu

  21. appa jeyoung ……. jjang … keren sumpah
    kasian jeyoung apalagi dia yang paling menderita
    sooman emang perlu dikasih pelajaran biar kapok

  22. Kalau bicara soal saham dan kebangkrutan SM jadi keinget kasusnya Wu Fan yang bisa menurunkan saham SM drastis😐 mungkin itu masa kelas SM..
    Ah, bahas SM saya jadi lupa mau komen apa tadi -_-
    (Beberapa menit kemudian..)
    Saya tetep ga inget mau komen apa :v

  23. kasihan je young. untung jihoom datang. jadinya je young mau bercerita.
    rasakan itu lee soman. hahhahhaha kau salah mengancam orang
    sekarang kau sendiri yang diancam

  24. Ayah’nya jaeyeong galak ya ? Tapi kg nyangka kalau ayahnya jaeyoung. seorang CEO ! Kira” apa yg bakal dilakukan oleh ayahnya jaeyong ya ?

  25. Omo ternyata ayahnya je young org kaya jg,gak keliatan dr cara hidup je young yg sederhana.
    Soman ajuhssi emng egois gak lihat persaan kyu dan je young yg terluka😦

  26. Horeee….. I love u papa…..you are my angel wkwkwk
    Puas banget rasakan itu presdir lee makanya dont judge a book by cover ga taunya je young anak orang kaya. Aaahhh jd tenang lanjuuut

  27. Ya ampun ternyata je young anak orang kaya ,, soo man emang udah keterlaluan banget ,wajar tuan shin marah ,siapa sih yang bisa liat anaknya di ancam untuk mempealukan dirinya sendiri

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s