Shady Girl Heechul’s Story (Part 6)

Tittle : Shady Girl Heechul’s Story Part 6
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance, Married Life, NC 21
Length : Chaptered
Twitter : @julianingati23

Main Cast :

  • Sung Youngjae
  • Kim Heechul

Support Cast :

  • Henry Lau

 

 

Hallo, temen-temen tercinta, author balik lagi *lambai-lambai* masih betah kah baca FF-FF di sini? Semoga gak bosen ya, ^_^

Happy Reading ^_^

Shady Girl Heechul by Dha Khanzaki

========Part 6========

Ting tong

Heechul tersentak kaget mendengar suara bel berbunyi, “Young Jae, buka pintunya!!” teriaknya. Sesaat tidak ada jawaban dari gadis itu. apa mungkin gadis itu merajuk karena penolakannya barusan? Yang benar saja. Kekanakan sekali. Akhirnya setelah bel kedua berbunyi, Heechul menyerah lalu bangkit untuk membuka pintu sambil menggerutu.

Langkahnya terhenti karena saat beberapa langkah lagi ia mencapai pintu, tangan lain lebih dulu memutar kenop pintu lalu membukanya.
“Young Jae,” desisnya menyadari tindakan cekatan gadis itu karena di saat yang bersamaan, ia teringat kata-kata Kangin ketika di kantornya tadi.
“Minta bantuannya agar kau bisa merasakan cinta. Kebanyakan pria akan menemukan kembali inspirasinya saat dirinya bisa merasakan cinta.”

Heechul berdiri di tempatnya. Menatap Young Jae yang membuka pintu dengan perasaan campur aduk.

—o0o—

Mendengar bel, Young Jae bergegas membukakan pintu. Ia menyadari Heechul ada di dekatnya saat itu namun ia mencoba untuk tidak mempedulikannya.
“Ingin bertemu dengan si—Eun Ri?” ucapan Young Jae terhenti ketika ia melihat atasannya berdiri di depan pintu dengan tangan berlipat. Gadis itu sama terkejutnya dengan Young Jae.

Eun Ri menatap Young Jae dari ujung rambut hingga kaki.
“Kenapa kau ada di sini?” tanya Young Jae terbata. Eun Ri tak menjawab. Dengan mata menyipit ia menolehkan pandangan pada Heechul yang berdiri di belakang Young Jae.
“Aku hanya mampir sejenak,” Eun Ri membungkukkan badannya saat bertatapan dengan Heechul, “Aku Choi Eun Ri. Senang bertemu denganmu.”

Heechul hanya diam menatap Eun Ri untuk beberapa saat. Setelah termangu kemudian dia berjalan hingga dirinya ada di samping Young Jae.
“Kau siapa? Maksudku, kau temannya Young Jae?” Heechul buru-buru merendahkan suaranya menyadari ia terlalu ketus.
“Aku rekan kerjanya.”
“Oh,” Heechul menoleh pada gadis di samping kirinya yang kini buru-buru menundukkan kepala. Pria itu mendesis gemas lalu kembali menatap Eun Ri.
“Aku suaminya. Ada perlu apa kemari?” Young Jae terkejut karena kini ia melihat Heechul tersenyum pada Eun Ri. Ajaib, seorang Kim Heechul tersenyum seperti itu.

Eun Ri yang terlalu kaget tidak menjawab pertanyaan Heechul. Ia kembali menatap Young Jae dengan raut takjub, “Rupanya ucapanmu benar. Aku kira kau hanya bercanda ketika mengatakan kau adalah istri Heechul.”

Young Jae mendengar nada kalah dari ucapan Eun Ri. Perlu diketahui sejak dua tahun lalu Eun Ri memang selalu mengumbar-umbar tentang rencana pernikahannya dengan Yesung–kekasihnya–namun tak kunjung terlaksana hingga detik ini. Sepertinya ia syok karena Young Jae yang sebelumnya tak pernah ada kabar memiliki pacar, bisa menikah cepat. Dengan pria seperti Kim Heechul pula.
“Eun Ri, jika kau datang untuk mewawancara Heechul, dia sudah menolak. Jadi—”
“Young Jae, kau harus bawa suamimu besok ke kantorku. Aku tidak peduli apapun alasannya!” Eun Ri menyela ucapan Young Jae. Gadis itu terbelalak kaget dan tak sempat membantah karena Eun Ri segera pergi dari tempat itu.

“Eun Ri tunggu!!!” bagaimana ini? Salahnya juga mengapa mengajukan diri saat rapat tadi. Ia menghela napas, lalu membalikkan diri pada Heechul yang menatapnya dengan tangan berlipat. Sudah jelas dia mendengar semua yang Eun Ri ucapkan barusan.
“Jangan dipikirkan. Aku akan mencoba untuk membujuk Eun Ri,” Young Jae mencoba agar ekspresi Heechul tidak sedatar sekarang.
“Aku bisa membantumu.”

Young Jae menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap Heechul yang sudah mengeset ekspresinya menjadi normal. Mimik itu justru membuatnya terkejut. Heechul mau membantunya? Bukankah tadi dia menolaknya mentah-mentah? Bagaimana bisa berubah haluan dalam durasi beberapa menit saja?
“Waeyo?”

Heechul mendekat. “Asal kau mau membantuku, maka aku akan membantumu juga.”
Tubuh Young Jae menegang. Bibirnya tiba-tiba menjadi kelu menyadari kini jarak mereka sudah terkikis habis. Heechul berdiri tepat di hadapannya.
“Membantu apa?”

Mata Heechul menatap tepat ke matanya. Hal itu mempengaruhi detak jantung Young Jae. Gadis itu menundukkan kepalanya gugup.
“Bantu aku mendapatkan inspirasiku.”

Kepala Young Jae terangkat cepat, alisnya bertautan karena ia tak mengerti maksud perkataan Heechul. Aku yakin gadis bodoh ini tidak mengerti. Batin Heechul gemas. Karena itu ia melanjutkan perkataannya.
“Kau bilang aku harus jatuh cinta untuk mendapatkan inspirasiku bukan?” tangannya yang lincah itu memainkan helai rambut Young Jae yang jatuh di sisi wajahnya, membuat gadis itu dengan susah payah mencoba agar tidak jatuh pingsan. Terlebih karena ekspresi aegyeo yang dilihatnya di wajah Heechul. Pria ini, pria ini…
Young Jae mengangguk kaku.
“Karena itu, maukah kau membantuku untuk jatuh cinta?”
“Ne?” Young Jae terkejut bukan main. Matanya melebar sempurna. Sepertinya ia harus memeriksakan diri ke dokter besok. Karena detik ini, ia menyadari jantungnya hampir berhenti berdetak karena ucapan Heechul.

Heechul mengerjap senang menyalahartikan jawaban Young Jae tadi, “Jadi kau mau???” serunya tak percaya, seperti anak SD yang mendapatkan juara pertama di kelas.
“Aku senang sekali ternyata kau menyetujuinya. Kalau begitu sampai nanti malam, Young Jae.” Heechul menarik wajahnya, lalu mengecup keningnya lembut. Setelah itu ia melenggang pergi sambil menyenandungkan lagu tidak jelas.

Sementara itu, Young Jae berdiri terpaku di tempatnya layaknya patung. Apa yang terjadi tadi? Heechul baru saja mencium keningnya?
Detik berikutnya, ketika ia menyadari segala hal yang terjadi, ia mendapati kesadarannya menghilang dan ia jatuh pingsan.

—o0o—

Young Jae mengerjapkan matanya ketika terjaga dari tidurnya. Ia menoleh ke sekeliling dan menyadari dirinya sudah berada di kamar.
“Kau sudah bangun?” kepalanya tertoleh ke arah pintu. Heechul masuk ke dalam kamarnya sambil membawa segelas air dan obat. Ia menundukkan kepalanya malu karena tertangkap dalam kondisi memalukan tadi.

Heechul duduk di tepi tempat tidurnya, “Tadi kenapa pingsan mendadak? Kau benar-benar membuatku kaget,” Ia menyerahkan gelas air dan obat ke tangan Young Jae.
“Apa kau yang memindahkanku?” tanya Young Jae ragu tapi tetap menelan obat itu.
“Tentu saja. Siapa lagi! Kau kira ada Superman yang mendadak datang lalu memindahkanmu kemari, pabo!” Heechul menyentil keningnya gemas. Young Jae meringis.
“Aw, kenapa kau suka sekali menyentil keningku. Itu sakit!”
“Salah sendiri kenapa menjadi wanita ceroboh! Lagipula, bagaimana bisa kau pingsan semudah itu? Fisikmu lemah sekali.”

Young Jae mendumel dalam hati. “Memang ini karena siapa? aku tidak mungkin berkata bahwa aku pingsan karena syok setelah dicium olehnya.”
Heechul tidak menyadari Young Jae yang menatapnya tanpa henti. Dia diam sejenak lalu ragu-ragu menatap Young Jae kembali. “Kau jadi bukan membuatku merasakan jatuh cinta?”

Jantung Young Jae kembali berhenti berdetak. Kegugupan itu pun datang menyerangnya seperti banjir bandang. Young Jae mendapati dirinya mencengkram ujung selimut.
“Maksudmu, kau ingin berpacaran denganku, begitu?” tanya Young Jae ragu. Kali ini Heechul yang tersentak kaget.
“Berpacaran denganmu?”
“Ne. Bukankah kalau kau ingin belajar mencintai kau harus berpacaran dengan seseorang?”

Heechul terdiam. Dia tidak pernah memikirkan ide satu ini. “Tapi kenapa harus berpacaran di saat status kita sudah suami isteri?”
“Ah, benar juga. Lalu, aku harus mengajarimu dengan cara apa? Cinta itu sesuatu yang bisa kau dapat jika kau benar-benar tertarik pada satu orang.”

Untuk beberapa detik lamanya, mereka terdiam. Sepertinya hanya karena inspirasi Heechul sudah bertindak terlalu jauh. Heechul menggelengkan kepalanya cepat. Benar, ia salah menuruti ucapan Kangin untuk meminta bantuan pada Young Jae. Tapi hanya gadis ini yang ia bisa meminta tolong. Ia tidak mau meminta tolong pada gadis-gadis pintar yang Eommanya pernah perkenalkan dulu. Mereka tidak lebih dari gerombolan wanita yang cerewet dan banyak maunya. Setidaknya, Young Jae bukan gadis seperti itu.

“Aku bodoh. Maaf, otakku sedang kacau karena tertekan. Lupakan permintaanku tadi.” Heechul bangkit namun tangan Young Jae menahannya. Pria itu menolehkan kepala ke arah yeoja yang kini menatap ragu matanya.
“A-aku bisa menolongmu jatuh cinta,” lirih Young Jae gugup.
“Kau yakin? Dengan cara apa?” Heechul kembali duduk di tempatnya.

Young Jae menundukkan kepala ragu-ragu. Dia menatap ke segala arah asal tidak menatap Heechul.
“Jangan buat aku penasaran! Cepat katakan.” Desak Heechul tak sabar. Young Jae menepis pikiran gila yang sempat terlintas dalam pikirannya. Tidak, ia tidak boleh berpikir yang aneh-aneh sekarang. Tapi, tak bisa dipungkiri pria ini memang sudah membuat hatinya bergetar hebat. Dan berkat ciuman tadi, Young Jae sadar bahwa ia mulai menaruh hatinya pada pria ini. Pria yang tak dimengertinya sama sekali.
“Aku bisa membuatmu merasakan cinta, jika kau mau melakukan satu hal padaku,” ucap Young Jae setelah yakin. Tidak ada salahnya. Mereka sudah berstatus sebagai suami-isteri.
“Apa?”
“Cium aku lagi,”

Heechul terkejut, dia melemparkan tatapan itu pada Young Jae yang serius balas menatapnya. Gadis ini, apa karena benturan saat pingsan membuat saraf di otaknya putus? Jika tidak bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu dengan mudahnya?
“Kau yakin itu cara yang tepat?”

Young Jae mengangguk menjawab pertanyaan ragu Heechul, “Jika aku bisa merasakan cinta juga, mungkin dewa inspirasi juga menyinggahiku,” lirihnya. Mereka saling memandang untuk melihat sejauh mana kesungguhan masing-masing. Heechul lebih dulu memalingkan pandangan, ia merasa kalah.

Heechul menghembuskan nafas, entah apa maksudnya. Young Jae tahu bahwa apa yang sudah ia katakan keliru. Meminta Heechul menciumnya? Itu terdengar seperti wanita murahan.
“Demi karya spektakuler, aku akan melakukannya,” Heechul menyentuh dagu Young Jae lalu menariknya mendekat. Tanpa aba-aba bibir Heechul yang lembut menempel di bibir Young Jae. Mata gadis itu sempat melebar karena terkejut. Tak pernah disangka sedikit pun bahwa begini rasanya dicium seorang Kim Heechul. Ia merasakan jantungnya hampir meledak dan bunyi petasan terdengar di telinganya.

Heechul terbawa suasana. Gairahnya mulai tersulut mendapati Young Jae merespon dengan baik ciumannya. Tangan gadis itu sudah melingkar di lehernya dan ia memeluk lembut pinggang Young Jae, merapatkan jarak mereka.
Perasaan apa ini? Heechul merasa ada sesuatu yang melonjak-lonjak di hatinya. Mengapa rasanya aliran darahnya mengencang, begitupun irama jantungnya. Heechul menjauhkan wajahnya untuk sekedar menarik nafas. Ia memandangi wajah Young Jae yang sayu dan sama terengahnya dengan dirinya.

Aku bisa merasakannya. Batin Heechul. Dan aku ingin merasakan lebih.
Young Jae terkesiap saat sadar dirinya sudah terbaring di atas tempat tidur dengan Heechul di atasnya. Pipinya kembali memanas.
“Sung Young Jae, apa kau ingin meneruskan ini?” lirih Heechul. Tangannya mengusap halus pipi Young Jae yang merah merona.
“Teruskan ke arah mana?” gumam Young Jae malu. Heechul terkekeh pelan melihat kepolosan Young Jae.
“Lihat saja kita lanjutkan ini ke arah mana,” Heechul mengecup Young Jae lagi, kali ini lebih menggebu dari sebelumnya. Oke, selamat datang di dunia baru, Sung Young Jae.

—o0o—

Dunia baru yang disinggahi Young Jae sekarang adalah tempat terindah yang membuatnya lupa pada dunia tempatnya dilahirkan. Ia tidak tahu bahwa pria yang akan membawanya masuk ke dunia ini adalah Kim Heechul. Ia tidak pernah menyangkanya sama sekali.
Matanya memejam erat, tangannya melingkari tubuh kekar berpeluh sementara bibirnya mengeluarkan kata-kata yang provokatif. Heechul sepertinya tidak peduli meskipun teriakan frustasinya semakin menguar intens, pria itu tetap konsisten pada aktivitasnya membuat Young Jae melayang tinggi.

Suara decapan ciuman kerap kali terdengar di sela desahan dan suara lain yang membangkitkan gairah siapapun.

Young Jae menyisipkan jari-jarinya menyisiri rambut lebat Heechul saat sentakan gairah melonjak tinggi melambungkan jiwanya. Desahannya menggila ditambah gerakan bibir Heechul yang menari menggoda puncak dadanya. Matanya sudah tidak bisa fokus memandang satu titik, malah mengabur. Pikirannya baru bisa fokus kembali saat bibir merah Heechul kembali memagut bibirnya. Mereka berciuman panas dan penuh gairah entah untuk yang keberapa kali. Young Jae sendiri tidak tahu bahwa dirinya bisa terbakar seperti ini. Semua yang sedang terjadi terasa panas, menggairahkan, sekaligus seperti candu yang membuatnya menginginkan lebih.

“Engh..Young Jae…” geraman halus Heechul terdengar tatkala tangan Young Jae tak lagi diam, kini bergerak menelusuri kulit telanjang yang bisa dijangkaunya. Rupanya Heechul menggeram ketika Young Jae ikut menggerakan pinggulnya sebagai pengimbang gerakannya, membuat kenikmatan yang dirasakan keduanya bertambah dua kali lipat.
“Ah..” Young Jae mendongakkan kepalanya tatkala bibir Heechul mengukir jejak-jejak di lehernya dengan gerakan seduktif. Ia tersesat, bingung harus melakukan apa. Hanya satu hal yang ia tahu. Ia bisa melihat puncak yang didaki untuk dicapai. Rasanya ia akan sampai. Seluruh tubuhnya berkontraksi dan menegang sementara hentakan Heechul semakin menggila. Sepertinya dia pun merasakan hal yang sama.

“Aaaahhh..”

Lenguhan kencang terdengar bersahutan di saat yang sama. Heechul memeluk erat tubuh menegang Young Jae dengan perasaan sukacita karena akhirnya bisa merasakan indahnya sebuah surga dunia. Young Jae melemaskan tubuhnya dan ia diam-diam tersenyum ketika kehangatan yang asing memasuki rahimnya di dalam sana. Keduanya terengah di sela heningnya malam. Hanya terdengar suara tarikan napas di ruangan yang sudah dipenuhi hawa panas itu.

“Gomawo, Young Jae..” kecupan manis mendarat di kening Young Jae yang berkeringat. Heechul tersenyum lalu bangkit dari atas tubuhnya.
Young Jae melenguh sedikit ketika penyatuan tubuh mereka terlepas dan ia merasa sedikit kehilangan. Ia menoleh pada pria yang kini berbaring di sampingnya. Merasa luar biasa karena pria ini sudah membuatnya menjadi wanita dewasa malam ini. Ia tidak bisa disebut perawan lagi karena pria ini sudah merenggutnya beberapa saat lalu. Tanpa sadar ia mengulurkan tangannya membelai pipi Heechul, bermaksud menarik perhatian pria itu agar memandang padanya.
“Ada apa?” Heechul bertanya lembut setelah kepalanya menoleh. Young Jae tidak menjawab apapun, hanya mendekat lalu mengecup bibirnya lembut.

Hal itu membuat Heechul agak terkejut namun ia menikmatinya, malah membalasnya dengan lebih menggebu.
“Apa ada sesuatu yang kau rasakan?” bisik Young Jae perlahan menjauhkan wajahnya. Heechul melebarkan mata. Ia memegang dadanya sendiri untuk mengetahui apa ada yang salah dengan cara kerja jantungnya, tidak ada. Meski begitu ia merasakan desiran menyenangkan menyelubungi seluruh tubuhnya saat ini.
“Kau sudah merasakan apa itu cinta?” tanyanya lagi, penasaran. Heechul memandang lekat sorot mata hitam Young Jae dengan lembut. Bibirnya tak berucap sepatah katapun, hanya tangannya bergerak menarik pinggang gadis itu mendekatinya hingga tidak ada jarak sama sekali yang tersisa.

Young Jae harus memejamkan matanya menikmati sengatan listrik ketika kulit tak terlapisi kain mereka bergesekan. Ia kembali kesulitan bernapas ketika sesuatu yang menegang mendesak-desak pusat tubuhnya.

“Aku tidak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta,” bisik Heechul dengan suara yang begitu rendah, tepat di telinganya. Bibir pria itu sesekali mengecup bagian belakang telinganya yang lebih sensitif di bandingkan titik manapun di tubuhnya kecuali daerah pribadinya. Young Jae harus menggigit bibir di tengah desakan gairah sementara tangan Heechul bergerak turun menelusuri pinggangnya dan berhenti di pahanya.
“Tapi aku tahu aku bahagia sekarang. Sangat bahagia,” saat itulah Heechul merenggangkan sedikit celah di kakinya dan sesuatu yang menegang kembali menerobos pertahanan tubuhnya.
Lenguhan Young Jae terdengar lagi. Desakan itu sungguh memabukkan. Young Jae tidak tahu bagaimana rasanya bisa secandu ini. Ia tidak bisa mengatakan apapun lagi di saat Heechul kembali menyerangnya dengan sentakan-sentakan yang membuat mulutnya mendesah, mengerang, dan menjerit frustasi.

Kenapa hatinya bisa luluh lantak hanya karena perlakuan pria ini? Jinjja, ia sungguh tidak bisa melakukan apapun lagi. Ia hanya sadar bahwa sekarang, ia rela menerima apapun yang dilakukan pria ini terhadapnya atas dasar cinta.

—o0o—

“Ini kantor tempatmu bekerja?” tanya Heechul dengan nada meremehkan. Kepalanya mendongak menatap gedung tinggi menjulang di depannya. Sesuai janji, Heechul mau diwawancarai oleh majalah Ri-Bon setelah ia menemukan inspirasinya dan benar, pagi tadi Heechul telah menyelesaikan satu sketsa cincin untuk Tiffany. Ajaib sekali.
“Ne. Ayo masuk.” Young Jae bersemangat sekali hari ini. Dalam otaknya sudah terbayang mesin jahit baru yang akan diterimanya jika Heechul benar-benar diwawancarai nanti.

Heechul sebenarnya malas. Tapi sebagai seorang pria mana mungkin ia tidak menepati janji. Karena itu ia pasrah saja saat Young Jae menariknya masuk untuk menemui Eun Ri, gadis yang datang ke rumahnya tempo hari.
“Nanti Eun Ri akan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana dan yang perlu kau lakukan hanya menjawabnya. Santai saja,” terang Young Jae ketika mereka masuk ke dalam lift bersama.
“Cih, anak kecil yang baru belajar makan sendiri juga tahu. Bisakah kau mengatakan yang lain? Kau terlihat seperti anak SD yang diminta pidato di acara pembukaan sekolah. Berhentilah gugup.” Keluh Heechul. Young Jae mengangguk lalu merapikan rambutnya yang agak berantakan. Heechul benar. Terhitung dari mereka berangkat, dirinya bertingkah aneh. Entahlah, Young Jae sering merasa tak terkendali, gugup, dan resah jika bertatapan dengan Heechul sejak malam itu.

“Maaf. Aku akan mengendalikan diri.” Young Jae akhirnya berdiri kaku di samping Heechul, menunggu lift sampai pada lantai terdapat kantor Eun Ri.
“Kau bertingkah aneh sejak malam itu. Waeyo? Kau menyesal?” selidik Heechul mulai curiga. Padahal tak ada yang perlu dicemaskan. Toh mereka melewatinya tanpa beban sama sekali. Tapi kenapa Young Jae bertingkah seperti ini? Membuat orang salah paham saja.
“Aniyeo..” Young Jae mengibaskan tangannya cepat. Bersamaan dengan itu dentingan lift terdengar dan pintu terbuka. Mereka berjalan keluar bersamaan. Orang-orang yang ada di sekitar lorong tempat mereka lewat melongo kaget melihat Sung Young Jae bersama pria yang bersamanya.

“Ssst.. lihat itu..bukankah itu Kim Heechul?”
“Betul. Jadi Young Jae berhasil mengajaknya?”
“Astaga, mereka sungguh suami isteri?”
“Mustahil, bagaimana bisa?”

Orang-orang itu berbisik-bisik dengan suara yang masih bisa didengar oleh Young Jae. Gadis itu mengusap tengkuknya gugup sementara Heechul tak peduli.
“Lalu kenapa? kau takut hamil?” Heechul melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda. Young Jae menoleh cepat ke arah Heechul dengan raut tercengang. Bukan hanya dirinya yang terkejut tapi juga beberapa orang yang mendengar.
“Hamil?” seru mereka bersamaan.

“Ya ampun Sung Young Jae, kau hamil?” entah darimana asalnya mendadak Henry muncul di depan mereka. Heechul menatap heran pria itu sementara Young Jae mengibaskan tangan cepat.
“Bukan begitu. Jebal jangan bicara sembarangan,” Young Jae memelas panik pada Kim Heechul yang mendecak tak peduli. Dia lebih penasaran pada Henry yang menatap istrinya, menuntut penjelasan.

“Siapa dia?” tanya Heechul sedikit curiga sambil mengendikkan kepalanya pada Henry.
“Maaf aku lupa memperkenalkan diri. Aku Henry Lau, sahabat baik istrimu di sini,” Henry mengulurkan tangannya menyadari tatapan curiga Heechul. Pria itu menjabat tangan Henry dengan alis terangat.
“Sahabat?”
“Ne. Aku tahu segala hal tentang Young Jae. Jadi jika kau ingin tahu sesuatu tentangnya, bertanyalah padaku,”
“Henry,” bisik Young Jae mencoba memperingatkan Henry agar tidak terlalu blak-blakan pada pria bernama Kim Heechul karena kini, ekspresi Heechul mirip singa yang siap mengamuk.
“Oh, begitu,” gumam Heechul dengan nada tidak suka, “Lalu apa yeoja ini memang bodoh sejak awal?”

Henry dan Young Jae tersentak kaget mendengar pertanyaan Heechul.
“Ya, dia memang sudah seperti ini sejak dulu,” Henry mengusap tengkuknya bingung. Heechul berdecak sekali lagi.
“Di mana tempat wawancaranya?!” dia berjalan pergi. Henry menoleh pada Young Jae yang menghembuskan napas berat. Ia menatapnya iba.
“Young Jae, kau harus bersabar menghadapi jenis pria sepertinya,” Henry menepuk pundak Young Jae yang melemas.
“Ne. Kau tak perlu mengasihaniku.”
“Kau tahu, jenis karakter seperti Kim Heechul jika sudah jatuh cinta, pasti tidak akan melepaskan cintanya lagi. Kau tenang saja.” hiburnya. Young Jae memandang Henry untuk beberapa saat, ucapannya membuat Young Jae terpikir satu hal : Apa Heechul mencintainya?

“Ya, Sung Young Jae! Ppalli! Aku bisa tersesat di kantormu yang luas ini!!” teriakan Heechul membuat Young Jae tersadar. Ia bergegas menghampirinya sebelum Heechul merajuk dan tidak mau melakukan sesi wawancara.
“Kau menyukai pria tadi?” sinis Heechul.
“Hah? Henry? Tidak,” Young Jae memiringkan kepala, heran atas pertanyaan Heechul.
“Kau terlihat senang.”

Young Jae berhenti berjalan. Tatapan matanya menajam menatap Heechul. “Kau cemburu, Tuan Kim?”
“Haaahhh?” Heechul mendelik tidak suka. “Untuk apa cemburu padamu?”
“Kalau begitu kenapa bertingkah aneh sejak bertemu Henry? Aku tahu Henry itu pria yang manis dan ramah. Kau tahu, dia itu sepupu Tiffany Hwang!! Dan aku, tidak menaruh perasaan padanya selain perasaan sebagai teman.”
Heechul menoleh, lalu melotot pada Young Jae. “Aku tidak butuh penjelasanmu!” bentaknya. Young Jae merengut bingung. Kalau begitu tidak perlu marah-marah. Batinnya. Menghadapi Heechul bisa membuatnya terserang hipertensi.

—o0o—

Young Jae menatap sesi wawancara Heechul dengan Eun Ri dengan perasaan berdebar. Untunglah segalanya berjalan lancar dan pria itu tidak membuat ulah. Eun Ri pun tampak senang. Heechul justru lebih sering memperlihatkan pesonanya di depan wanita lajang seperti Eun Ri. Huh, dasar namja! Batin Young Jae.

“Bisa kau ceritakan moment saat kalian pertama berjumpa dan bagaimana kalian saling jatuh cinta lalu memutuskan menikah?” tiba-tiba Eun Ri mengajukan pertanyaan yang mengejutkan Heechul maupun Young Jae.
“Hei, ini tidak ada dalam daftar pertanyaan,” gumam Young Jae panik. Dia mengintip kembali lembaran pertanyaan yang diberikan Eun Ri tadi.

Heechul mengerutkan kening sejenak lalu menatap Young Jae dengan mata membulat. Young Jae buru-buru mengibaskan tangan meminta agar Heechul tidak menjawabnya. Eun Ri benar-benar penasaran rupanya. Heechul balas menatap Eun Ri yang memandangnya dengan ekspresi menantang. Dia membenarkan jasnya lalu menghela napas.
“Kami bertemu tepat dua bulan lalu,” gumam Heechul. Young Jae berhenti bergerak-gerak gelisah lalu beralih menatap Heechul yang dengan tenang menjawab pertanyaan Eun Ri. Wajahnya tampak menerawang, seperti mengenang sesuatu.
“Saat itu aku sedang berdiri tenang di sisi trotoar, menatap jalanan berharap menemukan inspirasi dan saat itulah aku melihat Young Jae datang. Dia berjalan anggun di depanku dan saat itulah aku merasa jatuh cinta padanya.”

Eun Ri tertegun mendengar jawaban Heechul sementara Young Jae ingin muntah sekali rasanya. Ia tahu dengan benar cerita sebenarnya dan yang Heechul katakan jelas berbanding terbalik dengan yang sesungguhnya terjadi. Heechul menoleh pada Young Jae lalu memamerkan seringaian liciknya. Young Jae berdecak.
“Apanya yang berjalan anggun. Jelas-jelas aku menabraknya dan membuat cincinnya jatuh ke got,” dumelnya sendiri. Untung di ruangan itu hanya ada mereka bertiga. Dipastikan tidak akan ada yang mendengar ocehan Young Jae.

“Semudah itu?”

“Ne. Cinta itu sesuatu yang ajaib bukan? Aku bahkan tidak menyangka akan memikirkan pernikahan saat bertemu dengan istriku. Namun ada satu hal yang pasti ketika aku bertemu dengannya,” Heechul menarik nafas sejenak, “Aku yakin pilihanku tidaklah salah.”

Young Jae tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari sosok Heechul sedetik setelah Heechul mengatakannya. Kata-katanya, mampu membuat detak jantung Young Jae berhenti tiba-tiba. Young Jae berharap Heechul tidak sedang bersandiwara saat mengucapkannya. Karena sebenarnya, memang itu yang ia inginkan dari Heechul. Lubuk hatinya ingin sekali mendengar Heechul berkata bahwa dia tidak salah memilih menikah dengannya.

—o0o—

“Jika terus berbohong hidungmu bisa panjang seperti pinocchio,” ucap Young Jae ketika wawancara telah usai. Heechul membenarkan penampilannya lalu menoleh pada Young Jae.
“Oh ya? Jadi kau harap yang tadi kuucapkan itu betulan? Berhenti bermimpi Sung Young Jae,” Heechul menyentil kening yeoja itu.
Bedebah tengik ini. Geram Young Jae antara marah dan gemas. Ingin sekali ia menjambak rambut Heechul karena beraninya mempermainkan perasaan tulus Young Jae. Pria ini tidak tahu saja bahwa hati Young Jae berbunga-bunga berkat pengakuannya. Rupanya itu tak lebih dari sekedar sandiwara.

—o0o—

Young Jae memakai dengan percaya diri gaun hasil rancangannya sendiri. Ia menoleh pada mesin jahit baru yang dibelinya dua hari lalu. Berkat itu, gaun pengantin untuk Tiffany Hwang pun akan lebih mudah diselesaikan.

Sekarang dirinya hanya bersiap-siap untuk menghadiri acara pernikahan Kibum-Jarin. Setelah yakin penampilannya sempurna, ia keluar kamar sambil menenteng high heelnya yang belum sempat dipakai.
“Huh, pria itu selalu berdandan lebih lama dari wanita,” gerutu Young Jae ketika melirik ke arah pintu kamar Heechul yang masih tertutup sambil mengenakan high heelnya.
“Pria mana yang kau maksud?”

Young Jae melompat kaget dari tempat duduknya lalu menoleh histeris ke arah Heechul yang sudah rapi dengan tuxedo hitam yang dikirimkan Eomma kemarin. Lihat, pria ini pintar sekali membuat wanita jatuh pingsan. Dia tampak sangat tampan. Ah, biasanya juga Kim Heechul memang selalu terlihat tampan.
“Kau sudah selesai?” Young Jae terbata. Bagaimana bisa dia berbicara normal saat di hadapannya kini berdiri pria tampan seperti Heechul?

Heechul menatap penampilan Young Jae dari atas hingga kaki. Selera fashionnya patut diacungi jempol, Heechul akui itu. Young Jae pantas menjadi seorang desainer. Tapi, ada satu yang kurang dari penampilannya ketika pandangan Heechul jatuh ke arah leher Young Jae yang tak dihiasi aksesori apapun.
“Tunggu sebentar,” Heechul menghilang kemudian, entah ada urusan apa.

Young Jae mendesah karena ia yakin jika Heechul pergi pasti akan lama. Sudah tidak ada waktu lagi. Mereka bisa ketinggalan moment penting pernikahan Kibum.
“Pakai ini,”
Young Jae mengerjap ketika sadar Heechul menyodorkan sebuah kotak padanya. Meskipun ragu Young Jae tetap mengambil kotak itu lalu membukanya. Ia berdecak kagum ketika melihat isi kotak itu adalah sebuah kalung dan anting-anting yang indah. Kepalanya mendongak menatap Heechul takjub.
“Ini untukku?”
“Siapa bilang. Aku hanya meminjamkannya padamu. kembalikan padaku lagi jika sudah selesai.” Ujarnya ketus. Ada ekpresi berbeda yang Young Jae dapat dari wajah pria ini. Heechul terlihat gugup. Aneh sekali.
“Oke oke.” Young Jae mengambil kalung itu lalu mencoba memakainya.

Namun ia kesulitan mengaitkan kalung itu. Heechul yang gemas mengambil alihnya.
“Sini kupakaikan!” dengan sabar Heechul memakaikan kalung di leher Young Jae. Menatap tengkuk gadis ini membuat debaran jantungnya tak terkendali lagi. Heechul memejamkan matanya rapat-rapat mencoba menepis pikirannya yang mulai kacau.
“Selesai. Kajja, kita harus cepat berangkat.” Heechul berjalan cepat lebih dulu meninggalkan Young Jae yang panik. Dia bahkan belum selesai memakai high heelsnya.
“Tunggu, Kim Heechul-ssi!!!”

===To be continued===

~See you at the next part~

183 thoughts on “Shady Girl Heechul’s Story (Part 6)

  1. Eeiiii~ hee oppa #colekheeppa
    Kkkkkk
    Knp jadi malu2 gtu oppa..
    (っˆヮˆ)っ ┣┫aɑ.. ┣┫ɑɑ.. ┣┫ɑa.. ┣┫ɑɑ..
    Next dlu

  2. Wooo eun ri miris amat,, sering ngumbar mo married 2taon lalu tpi smpe sekarang dy lom married, malah youngjae duluan..

    Cieee yg abis malem pertama..

    Heechul tetep aja ketus..

    Next..😉

  3. huaaaa gak kecepetan tuh mereka ?? hehe
    tapi suka bener sama pasangan ini lucuuuu
    kenapa gak saling bilang suka aja sih mereka
    dasar pasangan aneh hehe
    next next

  4. hiiiiaaaaa….. cinta yg mulai bersemiiiii wkwkwkwkwkwk ….pasangan yang lucu…. berantem mulu…tp lama2 ada cinta….

  5. Couple satu ini gue suka banget thor! gemes gue liat bang chullie sok galak padahal selalu gugup wkwkw
    di tambah young jae polos bener >< aaaa seru bangett! kyk nya heechul oppa udah jatuh cinta tp koq gak mau ngaku sih???
    Sabar young jae nnti itu perhiasaan buat kamu dan di bikinin yang paling special deh ama bang chullie! dan gak akan ngelepasin kami

  6. lama2 juga heechul bakalan jatuh cinta sama young jae. heechul ada maunya aja baik giliran ga ada maunya malah bersikap dingin.

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s