Shady Girl Heechul’s Story [Part 4]

Tittle : Shady Girl Heechul’s Story Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Kim Heechul
  • Sung Youngjae

Support Cast :

  • Tiffany Hwang

Warning : Typo bertebaran

Lama tak bersua teman-teman, adakah yang merindukan author *plak* maksudnya merindukan FF author. Makasih ya buat temen-temen yang masih setia menunggu. Author mendadak terserang penyakit writer’s block. Jadi mood, inspirasi, dan ide author lenyap entah kemana. Sekarang author sedang mencoba membangunnya kembali *rumah kaleee*

Nah, mumpung lagi mood author lanjutin FF yang terbengkalai. Yuk kita baca sama-sama ^_^

Shady Girl Heechul by Dha Khanzaki

===Part 4===

Kau sukses membuat adikmu menjadi orang yang tegar dan kuat, Kim Heechul. Tapi sebaliknya, kau justru menjadi pria yang lemah.

Heechul memandangi Young Jae tanpa mengedipkan mata sedetik pun. Ia sempat tercengang namun ekspresi itu tak berlangsung lama karena detik berikutnya Heechul kembali berdecak remeh.
“Masuk mobil! Kau tak berhak memberiku petuah!” bentaknya dengan mata melotot. Young Jae mengangguk takut. Ia cepat membuka pintu mobil lalu masuk ke dalamnya dengan gugup. Ia salah sudah menasihati pria kepala batu seperti Heechul.

Tanpa sepengetahuan Young Jae, sebenarnya Heechul mendadak merasa gelisah. Ucapan gadis itu ada benarnya. Ia memang sudah berlebihan memperlakukan adiknya sendiri. Sejak dulu, dirinyalah yang merasa diperlakukan tidak adil hanya karena penyakit asma yang dideritanya. Ia merasa marah, hanya saja tidak tahu harus melampiaskannya pada siapa.

Namun, sekalipun Heechul tidak pernah bermaksud untuk berlaku dingin pada Kibum. Ia hanya ingin adiknya menjadi lebih kuat karena sejak dulu ia tahu, Kibum seringkali diperlakukan seperti anak tiri dalam keluarganya sendiri. Ia juga kesal karena itu.

—o0o—

Pagi pertama tinggal bersama dengan ‘suami’, rasanya biasa saja bagi Young Jae. Tidak ada perbedaannya. Ia bangun lebih pagi karena sejak terjaga sejam yang lalu ia tidak bisa tertidur lagi. Dan sekarang, ia bosan.
“Waktu kerja masih lama.” gumamnya setelah melirik jam dinding. Kantor pasti masih kosong melompong di pagi seperti ini. Ia tidak mau ke sana lebih pagi karena kabarnya, di saat kantor kosong masih banyak hantu yang berkeliaran.

“Oh, kau sudah bangun?”

Young Jae menoleh karena ia mendengar suara pria itu. Saat tubuhnya berbalik, Young Jae hampir saja menjatuhkan cangkir berisi teh di tangannya karena pemandangan yang ia tangkap hampir saja membuat jantungnya jatuh.
“Ke-kenapa kau berkeliaran dengan penampilan begitu!!!” teriak Young Jae panik karena ia melihat Heechul berdiri di hadapannya hanya memakai celana panjang dan bertelanjang dada. Ini pertama kalinya seumur hidup Young Jae melihat perut abs seorang pria dengan jelas. Sesuatu di dadanya berdesir cepat. Rambutnya yang basah itu membuatnya tampak seksi dan menawan. Ah, aku bisa mati!!! Teriaknya dalam hati.

“Kenapa apanya? Ini rumahku. Aku bebas berpenampilan seperti apapun,” jawab Heechul acuh tak acuh sambil berjalan ke arah kulkas. Young Jae berdiri kaku di tempatnya. Tanpa sadar, arah pandangnya mengikuti kemana pun Heechul bergerak. Ini aneh sekali. Kenapa jantungnya berdebar kencang begini?
Young Jae semakin merasakan tubuhnya membeku ketika Heechul menghentikan gerakan tangannya saat membuka kulkas lalu beralih menatapnya.
“Sung Young Jae, kau..” lirihnya dengan wajah tersenyum manis.
“I-iya?” Young Jae bercicit gugup. Tangannya mulai bergetar tatkala ia melihat Heechul menutup pintu kulkas lalu berjalan ke arahnya. Apa yang akan dilakukan pria ini?
“Kau..” Heechul semakin mendekat, membuat Young Jae terpojok ke kitchen set di belakangnya.

Wanginya!! Young Jae bisa menghirup wangi sampo yang dipakai Heechul dari jarak sedekat ini. Sebenarnya apa yang akan dia lakukan? Sekarang Heechul malah mendekatkan wajahnya. Apa mungkin, Heechul berniat menciumnya?
Heechul ingin sekali tertawa melihat tingkah Young Jae yang lebih polos dari remaja usia 15 tahun. Rasanya menyenangkan bisa menggoda gadis ini. Ia mendekat lalu berbisik.
“Aku ingin tehnya, bolehkah untukku?”

Young Jae mengerjap lalu tersadar beberapa detik kemudian ketika Heechul beralih mengambil cangkir tehnya lalu meneguknya. Pria ini!!! Young Jae cepat mengusap dadanya yang berdebar kencang.
Heechul menatap Young Jae untuk beberapa saat. Menyadari hal itu, Young Jae balas menatap Heechul.
“Sekarang ada apa lagi?”
“Kau istriku, bukan?” tanya Heechul dengan alis terangkat sebelah. Young Jae terkesiap kaget.
“Ya,” jawabnya gugup.
“Kenapa kau tidak menyiapkan sesuatu untuk sarapanku? Buat sarapanku sekarang, ppalli!!”

Young Jae langsung bergidig ngeri. Ada satu hal kecil yang ia lupa ceritakan pada Heechul. Satu fakta kecil yang sebenarnya sangat memalukan bagi seorang wanita yang sudah ‘menikah.’ Ia memandang ragu Heechul.
“Sebenarnya, aku tidak bisa masak..,” cicit Young Jae takut. Heechul menajamkan pandangan mendengarnya. “Selama di rumah, Eomma tidak pernah mengizinkanku memasak di dapur jadi—“ ucapan Young Jae terhenti saat ia menyadari Heechul menatapnya dengan mata setajam elang. Jelas sekali ia tidak suka mendengar seorang istri tidak bisa membuat masakan untuk suaminya.
“Aku akan membuat sesuatu.” Young Jae segera berbalik bersiap menyiapkan sesuatu.

Dalam hati ia merutuki diri karena ketakutan melihat pandangan mata Heechul tadi. Pria itu menakutkan sekali. batinnya.
Heechul duduk di salah satu kursi meja makan dan memandang yeoja yang kini sibuk membuat sesuatu di dapur. Ia ingin tertawa melihat ekspresi Young Jae barusan. Sekarang, ia sudah menemukan titik lemah gadis itu.
“Ck, benar-benar gadis polos.” Lirihnya senang. “Hei, Sung Young Jae, jangan coba untuk membakar dapurku! Dan saat aku kembali nanti aku ingin di meja ini tersedia sarapanku!!” teriak Heechul. Setelah itu ia bangkit dan kembali ke kamarnya.

Gantian Young Jae yang berdecak sebal mendengar ucapan Heechul. Hari pertama, dirinya sudah dijajah oleh pria kejam itu. Entah besok apa yang akan terjadi. Daripada menggerutu tidak jelas, sekarang ia harus menyelesaikan masalah yang ada di depan mata.
“Aku harus memasak apa?” ia sekarang menyesal mengapa saat SMA dulu tidak pernah memperhatikan pelajaran PKK. Ia mengambil beberapa bahan masakan dari dalam lemari pendingin lalu mencari-cari resep masakan dari ponselnya.

Ting tong..

Young Jae sedang serius memotong wortel ketika bel pintu berbunyi. Ia mematikan kompor dulu sebelum bergegas menuju pintu.
“Annyeong Kim Heechulll!!” suara teriakan perempuan langsung menerjang begitu Young Jae membuka pintu. Baik dirinya maupun wanita yang berdiri di depan pintu itu terkejut dan saling menatap satu sama lain.
“Nuguseyo?”

Young Jae terkejut karena wanita ini lebih dulu bertanya. Seharusnya dirinya yang bertanya. Young Jae baru membuka mulut ketika wanita itu kembali memotong.
“Ah, kau pembantu barunya ya?” dia menyimpulkan sendiri karena melihat Young Jae memakai apron dan penampilannya sangat sederhana. Tentu saja ucapan itu sudah menyinggung Young Jae. Dirinya dikatakan pembantu? Siapa yang tidak marah.
“Kau sendiri siapa?” sungut Young Jae jengkel. Ia berkacak pinggang sambil memperhatikan penampilan perempuan di depannya. Gaun ketat rancangan designer terkenal dari Italia, sepatu heels cantik dan rambut panjang yang halus. Jelas sekali wanita di hadapannya bukan wanita biasa.
“Aku Hong In Hee, apa Heechul ada? Sudah beberapa kali aku mencoba menghubunginya tapi dia tidak pernah menjawab. Bagaimana ini, aku ada urusan sangat sangat penting dengannya.”

Young Jae tercengang sesaat mendengar aliran kata-kata yang begitu cepat dari perempuan glamor di hadapannya. “Oh, sebentar,” akhirnya Young Jae mengalah tanpa balas. Ia berjalan agak cepat hingga ke depan pintu kamar Heechul.
“Heechul-ssi, ada tamu.” Teriak Young Jae dari luar.
“Siapa?” balas Heechul.
“Seorang gadis bernama Hong In Hee.”
“Mwo? Usir dia, bilang saja aku masih tidur!!! Jika ada wanita yang datang mencariku, usir saja dia!!”

Hah? Young Jae lagi-lagi mengerjap bingung mendengar suara Heechul yang malas. Ia tidak bisa membantah lagi lalu kembali ke pintu depan untuk memberitahukannya.
“Heechul-ssi masih tidur di kamarnya. Jadi sebaiknya kau pulang saja, nona. Permisi.” Young Jae segera menutup pintu tanpa menunggu balasan wanita itu lagi. Samar-samar, dari luar ia mendengar gerutuan wanita tadi dan Young Jae hanya mengendikkan bahunya.

Young Jae hendak melakukan pekerjaannya yang tertunda ketika lagi-lagi bel berbunyi.
“Sekarang siapa lagi yang datang???” gerutunya namun tetap berjalan membuka pintu.
Kali ini pun sama, seorang wanita. Hanya saja penampilannya tidak seglamor wanita tadi. Wanita ini terlihat santai dengan kaus dan celana jinsnya.
“Apa Kim Heechul ada?” tanyanya setelah melepas kacamata hitamnya.
“Dia masih tidur.” Young Jae asal menjawab saja. Ia mulai tidak suka dengan kenyataan ini. Kenapa banyak sekali wanita yang datang mencari Kim Heechul?
“Tidak mungkin. Dia pasti sudah bangun. Aku yakin itu. Cepat panggilkan dia! Kau pembantu barunya ya?” sewot wanita asing ini.

Young Jae menggeram tertahan. Dia ini benar-benar bermulut tajam. Batinnya. Lagi-lagi aku dikira pembantu!!
“Heechul-ssi masih tertidur. Sebaiknya anda pulang saja.” Young Jae segera mendorong wanita yang mendesak ingin masuk itu lalu menutup pintunya.
“Yaaa!!! Aku tahu Kim Heechul sudah bangun! Cepat hadapilah aku selayaknya pria!!!” teriak wanita tadi sambil mengedor-gedor pintu. Dari tenaganya, Young Jae merasa wanita itu ingin menghancurkan pintu rumah.

Young Jae menutup telinga rapat-rapat lalu kembali ke dapur. “Huh, siapa mereka? Pagi-pagi sudah membuat keributan!!” keluhnya.
“Sarapanku sudah jadi?” tanya Heechul ketika kembali dengan pakaian kasualnya. Ini adalah hari kerja tapi Young Jae tidak mendapati tanda-tanda Heechul akan pergi bekerja dan sekarang pertanyaannya semakin jelas. Apa pekerjaan pria ini?

Heechul menjengit ngeri ketika melihat yang terhidang hanya roti bakar dan telur mata sapi. “Ini sarapanku?” ucapnya setengah protes.
“Iya. Aku hanya sempat membuat ini. Aku mungkin sudah membuat satu menu sarapan jika fans-fans wanitamu tidak datang mengganggu,” timpal Young Jae sambil menarik kursi untuk menikmati sarapan.
“Fans wanita,? Mereka bukan fansku. Mereka hanya sekumpulan wanita penghancur ketenangan,” ujar Heechul sambil lalu. Young Jae memperhatikan Heechul yang tanpa basa-basi memakan masakannya. Bukankah tadi dia protes dengan menu sarapan yang sederhana seperti itu? Kenapa dia makan dengan lahap sekali?
“Kau tidak pergi kerja?” suara Heechul membuat Young Jae tersadar bahwa sejak tadi dirinya memperhatikan pria yang tengah makan lahap itu.
“Aku akan pergi. Tenang saja.” ia diam sejenak, “Em, wanita-wanita tadi, mereka siapamu?”

Gerakan tangan Heechul terhenti. Pria itu mengangkat kepalanya lalu menatap Young Jae yang memandangnya ingin tahu.
“Bukan urusanmu!” timpalnya sadis. Young Jae mengerjap.
“Aku tahu bukan urusanku. Maaf sudah bertanya,” Young Jae mendengus lalu menikmati sarapannya. “Kenapa dia harus marah? Jika memang tidak ada apa-apa seharusnya tidak segeram itu.” gerutunya pelan.
Heechul mendecak mendengar Young Jae bersungut-sungut jengkel, “Lagi-lagi menggerutu sendiri…” lirihnya.

Tin tong..

Keduanya menoleh ke arah pintu begitu mendengar suara bel.
“Huh, lagi-lagi ada yang datang!!” keluh Young Jae. Heechul menoleh ke arahnya.
“Cepat bukakan.” Perintahnya. Young Jae bangkit dan berjalan ke arah pintu sambil menghentak-hentakkan kaki. Heechul tertawa kecil melihat tingkah kekanakan Young Jae.
“Apa benar usianya 29 tahun?” desisnya bingung.

Young Jae membuka pintu cepat dan dengan wajah jengkel.
“Kim Heechul-ssi—“ ia bersiap untuk mengeluarkan kalimat yang sama seperti pada dua wanita sebelumnya dan ketika matanya bertubrukan pada sosok yang berdiri di depan pintu, nafasnya tertahan seketika.
“Tiffany Hwang!!!” pekiknya dengan suara tertahan. Kebalikannya, gadis yang dipanggil Tiffany Hwang itu berseru takjub melihat wajah yang dikenalnya.
“Loh, Sung Young Jae!!!” Tiffany agak sangsi saat menyebutkan namanya karena takut salah mengenali. Tapi dia tidak mungkin melupakan wajah orang yang sudah pernah merancangkan gaun malam untuknya. Ditambah lagi, Young Jae adalah teman dari sepupunya, Henry Lau.
“Omonaa!!” Young Jae menutup mulutnya yang hampir memekik. Ia tak percaya, di hadapannya kini berdiri artis idolanya. Ia sudah cukup lama mengagumi sosok Tiffany karena gadis ini benar-benar figure yang sempurna untuk dijadikan objek rancangannya.
“Jadi, kau tinggal di sini? Ini rumahmu?” tanya Tiffany dengan senyuman hangat. Young Jae buru-buru menarik napas lalu menghembuskannya cepat. Aku tidak boleh gugup. Young Jae, tenanglah!!
“Be-begitulah.”

Tiffany memandang sekeliling lalu mengecek ponselnya dengan wajah bingung. “Tapi, Kibum tidak mungkin salah mengirimkan alamat padaku. Aku yakin sekali ini rumah dari Kim Heechul.”
Mendengar nama Heechul kembali disebut, Young Jae baru menyadari bahwa Tiffany sedang mencari sang tuan rumah. “Oh, tenang saja. Ini memang rumah Kim Heechul. Kau tidak salah alamat, Tiffany-ssi. Silakan masuk.” dengan polosnya, Young Jae mempersilakan Tiffany Hwang masuk begitu saja. Setelah membiarkan Tiffany duduk di kursi ruang tamu, Young Jae segera lari tergopoh-gopoh menghampiri Heechul yang tengah asyik menikmati sarapannya.
“Itu-itu di ruang tamu!!” Young Jae berkata dengan suara terbata. Tangannya menunjuk-nunjuk ke arah ruang tamu dengan gerakan tidak jelas. Astaga, kenapa aku jadi kaku dan lidahku serasa mati rasa begini? Keluh Young Jae dalam hati. Tentu saja Heechul mengerutkan kening bingung.
“Apa maksudmu?”

Young Jae berhenti sejenak, lalu menarik napas. Setelah tenang, ia mencoba berbicara perlahan-lahan meskipun ia ingin sekali menjerit saking senangnya.
“Ada tamu untukmu. Dia sudah kupersilakan duduk di ruang tamu.”
“Mwooooo???” Heechul memekik kaget. Ia bangkit dan dengan ekspresi murka ia memelototi Young Jae.
“Bukankah sudah kubilang agar tidak menerima tamu wanita manapun!!!!!” teriaknya kencang. Tiffany yang sedang duduk tenang di ruang tamu sampai melonjak kaget apalagi Young Jae yang berada tepat di depan Heechul. Gadis itu sampai menutup telinganya rapat-rapat.
“Tapi, dia Tiffany Hwang..” cicit Young Jae takut.
“Mau Tiffany Hwang atau apapun, chakkaman..!” Omelan Heechul terhenti sejenak. Pria itu menyadari bahwa nama yang baru saja disebutkannya tidak begitu asing. “Maksudmu, Tiffany Hwang artis terkenal itu?” serunya dengan wajah takjub. Young Jae mengangguk kaku. Ia pun ikut takjub melihat perubahan ekspresi Heechul.
“Kenapa tidak bilang dari tadi,” Heechul berseru lagi. Setelahnya, ia buru-buru merapikan penampilan. Tak lupa juga diambilnya cermin, lalu memperhatikan apakah di wajahnya yang tampan ada noda atau tidak. Begitu yakin segalanya sempurna, Heechul tersenyum.
“Ayo kita temui dia,”
Young Jae geleng-geleng kepala menyaksikan betapa ajaibnya pria yang kini menjadi suaminya itu. Ia bertanya-tanya, apakah ibunya tidak sedang sakit saat memilih Heechul sebagai menantunya?

—o0o—

“Jadi kau akan menikah sebentar lagi?” seru Heechul kaget begitu ia mendengar penuturan dari artis cantik yang duduk di hadapannya. Tiffany tersenyum hangat sambil menyesap tehnya. Mereka bertiga sekarang sedang berbincang hangat di ruang tamu. Heechul tadi hampir saja menyemburkan teh yang diminumnya ketika mendengar Tiffany akan menikah.

“Sekarang sedang dalam proses persiapan. Dan ketika aku membicarakan masalah ini pada Kibum, dia merekomendasikan dirimu. Dia mengatakan bahwa Hyungnya adalah seorang perancang perhiasan terbaik di Seoul. Dan aku mendengar banyak hal hebat tentangmu dari beberapa teman artis.” Jelas Tiffany. Heechul tersanjung mendengarnya sementara Young Jae mengerjap kaget. Ia membulatkan mulutnya begitu tahu Heechul ternyata bukan orang biasa. Pertanyaannya pun terjawab secara tidak langsung. Kim Heechul rupanya seorang designer perhiasan.

“Kau bertemu dengannya dimana?” Heechul langsung merubah ekspresinya ketika mendengar nama adiknya disinggung oleh Tiffany.
“Kami bertemu di rumah sakit. Sepupuku kebetulan dokter di Seoul General Hospital.”
“Kebetulan sekali.” ucap Heechul sambil lalu. Young Jae menyipitkan matanya curiga karena lagi-lagi Heechul memperlihatkan sikap dinginnya.
“Jadi, kau ingin rancangan seperti apa? ingin sesuai dengan konsep pernikahanmu?” tanya Heechul.
“Atau rancangan yang mewakili dirimu dan calon suamimu?” mendadak Young Jae ikut serta dalam pembicaraan ini. Heechul otomatis menoleh ke arahnya dengan pandangan ‘jangan ikut campur!’ Young Jae cepat mengalihkan perhatiannya sementara Tiffany tersenyum.
“Aku ingin cincin pernikahan yang membuatku merasa dicintai saat menatapnya,” ucap Tiffany. Heechul seketika mengerutkan keningnya. Cincin macam apa yang harus dirancangnya? Apa ada cincin yang membuat seseorang merasa dicintai saat menatapnya? “Apa kau bisa marancangkannya untukku?” tanya Tiffany penuh harap. “Aku sudah mengunjungi beberapa pengrajin tapi tidak ada yang mampu memenuhi harapanku,”

Heechul kembali tersentuh melihat ekspresi penuh permohonan Tiffany. Mendadak, semangatnya tersulut, “Tentu saja. Itu bukan hal sulit,” ia terdiam, “Beri aku waktu dua minggu,”
Tiffany melonjak senang. “Ah, aku tahu aku sudah datang ke tempat yang tepat!!” ia menoleh pada Young Jae kemudian. “Young Jae-ssi, apa kau juga bisa merancang gaun pengantin? Aku suka sekali gaun yang kau rancangkan untukku dulu. bagaimana jika aku juga sekalian memesan gaun pengantin padamu?”
“hah?” Young Jae tersentak kaget. Begitu pun Heechul. Ia baru tahu kalau Young Jae seorang designer juga.
“Gaun pengantin? Aku tidak pernah mencoba membuatnya. Bentuknya agak rumit sih..” Young Jae ragu untuk beberapa saat. Namun sisi hatinya mengatakan bahwa ini adalah batu loncatan untuk karirnya. Seharusnya ia menerimanya.
“Tapi untuk Tiffany-ssi, aku akan mencobanya.” Ucapnya agak ragu. Ia memandang Heechul yang sejak tadi menatapnya tanpa ekspresi. Aduh, bagaimana ini? Apa ini keputusan yang tepat?
“Terima kasih sudah mau membantuku. Kalian benar-benar pasangan yang luar biasa.” Ucap Tiffany senang. Young Jae dan Heechul saling pandang dengan raut tercengang.
“Pasangan?” ucap mereka bersamaan.
“Loh, jadi kalian bukan pasangan kekasih?” tanya Tiffany. Tadi ia sempat berpikir begitu karena mungkin saja Young Jae adalah kekasih Heechul karena itu ada di rumah pria ini.
“Bukan.”
“Iya,”

Mereka saling pandang kembali karena mengucapkan jawaban yang berbeda. Heechul menjawab iya sementara Young Jae bukan.
“Sebenarnya kami bukan sepasang kekasih,” tukas Heechul panik. Ia sendiri heran mengapa bisa sepanik ini saat membahas hal sepele semacam ini. Tiffany menatap bingung keduanya. Beruntung, gadis itu tahu batasan antara ingin tahu dan menjaga privasi. Akhirnya ia tidak mempertanyakan hal itu lagi.

—o0o—

“Sudah membuat sketsa desainnya?” Young Je bertanya saat Heechul sedang duduk merenung di sofa ruang tengah. Ia tertegun melihat Heechul begitu serius menatapi buku sketsa yang masih kosong di depannya. Sepertinya dia sedang berusaha keras mencari inspirasi.
“Jangan ganggu konsentrasiku. Aku sedang berusaha menemukannya!!” ucap Heechul sambil mengangkat tangannya meminta Young Jae menutup mulut.
Young Jae berjongkok di dekat Heechul duduk dan memperhatikan lembar sketsa yang masih putih bersih, lalu beralih menatap wajah Heechul yang tampak manis saat serius seperti ini.

“Ah, aku menyerah. Aku tidak bisa menggambarkan seperti apa cincin yang mampu membuat seseorang merasa dicintai hanya dengan menatapnya!!” mendadak saja Heechul berteriak lalu melempar pensil yang digenggamnya entah kemana.
“Sepertinya aku tahu alasannya,” ucap Young Jae seraya bangkit. Ia menghembuskan napas berat.
“Apa?”
“Kau tidak pernah jatuh cinta,” balas Young Jae dengan wajah prihatin.
Apa? Heechul terkesiap kaget. Tidak pernah jatuh cinta?
“Hal-hal semacam itu bisa kau temukan di saat kau tahu bagaimana rasanya jatuh cinta.”
“Tidak mungkin.” Heechul bersedekap tidak terima mendengar penuturan Young Jae. Ia mengambil kembali pensil yang tadi dijatuhkannya lalu mulai menggambar. Ia ingin membuktikan bahwa ia bisa membuat sketsa indah tanpa perlu perasaan hambar seperti ‘cinta’.

“Huh, dasar kepala batu!” desis Young Jae. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, ia penasaran juga. Ia penasaran segalanya tentang diri Heechul. Terlalu banyak hal misterius tentangnya. Pria ini terlalu sensitif tentang masalah adiknya, seenaknya bila menyangkut masalah perempuan, dan keras kepala jika menyangkut perasaan dirinya sendiri.
“Aish jinjja!! Otakku tumpul!!!” teriak Heechul frustasi sambil mengacak-acak rambutnya. Ia merobek lembaran kertas yang hanya berisi coretan-coretan tidak jelas tangannya. Young Jae menahan tawanya melihat tingkah Heechul.
“Kenapa kau tertawa? Memang kau sudah membuat sketsa gaun pengantinnya?”
Young Jae berhenti tertawa. “belum.” Ia berhenti tersenyum beberapa detik kemudian. Sepertinya ada satu hal penting yang ia lupakan. “Omonaaa!! Aku lupa kalau hari ini deadline-nya!! Aku harus menyerahkan sketsa design pada Eunri!!!” Young Jae berlari kalang kabut ke kamarnya.

===To be continued===

136 thoughts on “Shady Girl Heechul’s Story [Part 4]

  1. Huahaha kocak ya klo pasangan designer dah nemu jalan buntu wkwk~

    Ni couple gga kompak nihh, masa ditanya ma tiff yg satu jawab ‘ya’ yg satu jawab ‘bukan’-___-”

    Next..😉

  2. sama” designer dan sama” lucu
    kyaaaa aku suka couple ini >,<"
    gak sabar nunggu moment mereka deh
    oke oke mau lanjut dulu ^^

  3. Udah part 4.. baru komen hehe #nyengir
    knp aku malah ngerasa ni couple romantis ya.. hmm kaya.a ni paling klop deh jae-chul couple.. sama2 desainer.. sama2 aneh pula kkk
    Chul oppa nyebelin tp gemesin deh hihi

  4. couple yang unik kocak!
    1 desain cincin, yang 1 desain pakaian hihihi
    pengen deh kayak mereka ^,^
    Hayoo aku tunggu mereka jatuh cinta dan bisa lngsung buat deh hihihi

  5. Ngakak mereka kompak bilang iya bukan, saat tiffany tanya mereka pasangan kekasih atau bukan…. Ayo” buat deh tuh gmna cincinya nya. Hahaha…

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s