Because WGM, You’ll Be Mine !! [Part 7]

Tittle : Because WGM, You’ll Be Mine Part 7
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance
Twitter : @julianingati23

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun ‘Super Junior’
  • Shin Jeyoung

Special Appearance :

  • Kim Myung Soo a.k.a L ‘Infinite’

FF lama balik lagi, ada yang kangen kah? FF ini tetep menceritakan kemesraan Kyu-Young couple selain FF Cherry Blossom, Promise, Hello My Charming Yeoja dan terakhir I Married The Bad Boy.

Yuk kita baca bareng-bareng ^_^

Because WGM, you'll be mine by Dha Khanzaki

===Part 7===

Author POV

Shin Je Young benar-benar merasa hidupnya berubah 180 derajat semenjak skandalnya dengan Kyuhyun menyebar di seluruh negeri bak virus sars. Hidupnya tidak lagi tenang dan damai seperti sebelumnya. Sekarang, hidupnya tak bedanya dengan hidup seorang narapidana di dalam penjara. Seluruh kegiatannya terganggu tak terkecuali syuting WGM. Puluhan wartawan dari berbagai majalah dan stasiun televisi terus memburu Kyuhyun maupun dirinya sejak berita itu menyebar luas.

“…sampai detik ini pihak SM Entertainment belum memberikan konfirmasi mengenai skandal yang menimpa Magnae Super Junior, Kyuhyun…”

Je Young mematikan televisi yang menampilkan berita terkini tentang pengembangan kasusnya. Ia menghela napas berat karena hingga detik ini dirinya pun belum menerima kepastian dari Kyuhyun. Sudah dua hari berlalu, sejak saat itu ia selalu menetap di apartement kecilnya seperti tahanan. Ia sengaja mengisolasikan diri dari dunia luar untuk sementara karena ia yakin, di luar sana pasti akan banyak bahaya yang diterimanya. Selain jadi bulan-bulanan wartawan, Fans Kyuhyun yang jumlahnya ratusan pun siap membunuhnya.

“Aku datang..” Nichan seperti biasa datang ke apartemennya membawakan makanan untuknya. Je Young menyambutnya dengan wajah yang semakin lama semakin ditekuk.
“Aku membawakan makanan kesukaanmu.” Ujar Nichan sambil meletakkan beberapa makanan di atas meja makan. Je Young ikut duduk di sana.
“Bagaimana perkembangan di luar sana?” tanyanya cemas.
“Huft, brutal, Youngie. Jika tidak ditahan sekuriti apartement ini, mungkin para wartawan sudah meringsek masuk. Tidak hanya itu, di kampus pun wartawan berkeliaran untuk memburu berita. Sebaiknya kau jangan masuk dulu sampai gosipnya mereda karena jika tidak, kau pasti akan dibully teman-teman kita yang menggilai Kyuhyun,” cerita Nichan panjang lebar. Je Young merengut sedih. Selera makannya sirna entah kemana mendengar cerita Nichan.
“Tapi aku harus masuk. Aku tidak mau ketinggalan mata kuliahku,” keluhnya sambil menatapi semangkuk jajangmyun yang masih mengepulkan asap di depannya.
“Sabarlah. Orangtuamu sudah tahu tentang hal ini?”
“Ya dan mereka marah besar padaku. Kupingku sampai panas karena diceramahi oleh Papa selama satu jam.” Nichan mendengar cerita Je Young dengan wajah yang dibuat-buat sedih. Sejujurnya ia merasa lucu sekali jika mendengar Je Young bercerita tentang kedua orang tuanya yang seringkali memperlakukannya seperti anak umur lima tahun.

“Omong-omong, apa Kyuhyun sudah meneleponmu?”
Je Young menggeleng lemah. “Dia sibuk. Untuk apa meneleponku?”
“Astaga, tentu saja dia harus.” Ucap Nichan kaget mendengar nada acuh tak acuh dari mulut Je Young. “Jika dia mencintaimu dia harus menanyakan kabarmu. Aku yakin dia pasti tahu darimana gosip itu berasal.”
“Mungkin dia belum tahu,” sahut Je Young, “Lagipula kurasa dia tidak mencintaiku..”

Ya, jika memang ucapan Nichan benar, Kyuhyun seharusnya sudah meneleponnya saat ini. Tapi lihat, ponselnya tak kunjung menyala bahkan setelah ia menunggu selama dua hari dengan hati cemas dan gelisah.

—o0o—

“Hyung, berikan ponselku!”

Kyuhyun memohon pada managernya untuk ke sekian kali agar ponselnya dikembalikan tetapi kuping sang manager seperti terbuat dari batu. Meskipun Kyuhyun sudah meminta sampai tenggorokannya sakit ponselnya tetap di tahan.
“Ini untuk keselamatanmu. Sampai gosipmu mereda, ponsel aku tahan.” Manager akhirnya memberikan vonis mati yang membuat Kyuhyun duduk lemas di kursi belakang mobil vannya. Member Super Junior lain hanya memandang Kyuhyun iba.

Dua hari yang lalu dorm Super Junior dihebohkan dengan tabloid yang menampilkan headline skandal Kyuhyun berciuman dengan Je Young di ruang rias—adegan yang tanpa sengaja disaksikan member lain juga—sejak saat itulah mereka dibuat kalang kabut oleh paparazzi yang ingin mengorek berita dari mereka. Pihak agensinya sendiri masih menyelidiki bagaimana berita itu di buat dan sekarang, Kyuhyun sedang dalam perjalanan menuju kantor SM demi memenuhi panggilan Lee Soo Man.
“Ada seseorang yang ingin kuhubungi.” Dengus Kyuhyun sambil menatap ke luar jendela.
“Siapa? orang tuamu? Bukankah kau sudah menghubungi mereka kemarin?”
“Bukan!!” geram Kyuhyun.
“Jika yang kau maksud Shin Je Young, lebih baik kau jangan menghubunginya dulu.”
Kyuhyun menoleh kaget. “Jangan mempedulikan? Dia hanya gadis biasa, Hyung. Bagaimana aku bisa duduk tenang di sini di saat Je Young harus merasakan kesulitan karena menjadi buruan para wartawan?!”
“Sudahlah Kyu,” Sungmin menenangkan, lalu menoleh pada manager. “Hyung, apa salahnya memberikan ponselnya. Lagipula percuma menahan benda itu di saat beritanya sudah menyebar seperti ini.”

Berkat ucapan Sungmin member lain jadi semangat untuk membantu Kyuhyun. Mereka memberikan pembelaan-pembelaan sampai akhirnya manager itu menyerah dan menyerahkan kembali ponsel Kyuhyun. Pria itu berseru senang seperti anak kecil yang diberi piala setelah memenangkan pertandingan.
“Ingat, jika ada telepon dari nomor yang tidak dikenal jangan diangkat karena kemungkinan besar itu dari wartawan!” peringatnya. Kyuhyun mengangguk berjanji. “Lagipula kau ini benar-benar tidak bisa menjaga sikap, bagaimana bisa kau mencium istri virtualmu di ruang rias itu?!”
Kyuhyun mendadak salah tingkah. Ia memandangi orang-orang yang kini ikut menatapnya ingin tahu. “E—itu.. ya! Kenapa kalian memandangiku seperti aku ini penjahat???”
Semua orang mengangguk secara bersamaan, membuat Kyuhyun menggeram kembali. “Fine, jika kalian berada di posisiku kalian pasti akan melakukan hal yang sama!” ucapnya terbata lalu memalingkan pandangan. Member lain sontak tertawa melihat tingkah Kyuhyun. Benar-benar mudah tertebak. Dari wajahnya saja tercetak dengan jelas kalimat ‘aku tergila-gila pada Shin Je Young’.

Setibanya di gedung SM, member lain segera pergi ke tempat latihan mereka sementara Kyuhyun bersama manager pergi menemui Lee Soo Man di ruangannya.
Kyuhyun tidak merasakan gugup ataupun takut ketika sudah berhadapan dengan CEO SM Entertainment itu meskipun kini hanya tertinggal mereka berdua di dalam ruangan, duduk berhadapan.

“Gosip itu, membuat saham kita turun 0,1 point.” Ucap Soo Man sajangnim mengawali pembicaraan ketika hanya tinggal mereka berdua di ruangan itu. Kalimat pertama Kyuhyun sudah diserang oleh informasi bahwa saham SM turun. Dari ekspresi Soo Man sajangnim Kyuhyun tentu tahu bahwa SM dilanda kerugian, berkat ulahnya.
“Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan ketika kau melakukan tindakan gegabah itu tapi aku tahu apa yang dipikirkan paparazzi. Itu adalah tambang emas yang akan membuat mereka kaya raya,” ucapnya lagi dengan tenang. “Aku memintamu kemari hanya ingin mengajukan satu pertanyaan.”
Kyuhyun merasakan dirinya menegang di tempat duduk. Ia menunggu ucapan Soo Man sajangnim dengan hati berdebar.
“Apa kau menyukai gadis yang menciummu dalam berita—siapapun dia?”

Kyuhyun membelalakkan mata. Tangannya bergetar, begitupun bibir dan hatinya. Apa yang harus dia katakan? Berbicara dengan pria tua di depannya tidak boleh sampai salah kata. Jika ia menjawab iya, mungkin saja Soo Man akan membatalkan kontrak dengan pihak WGM dan ia tidak akan bisa menemui Je Young lagi tapi jika ia bilang tidak, bagaimana ia harus menghadapi Je Young nanti?
“Aku…”
“Jika kau tidak, aku bisa segera menggelar konferensi pers yang menyatakan bahwa adegan itu hanya rekayasa. Kalian sedang melakukan salah satu adegan dalam WGM.” Potong Soo Man sajangnim membuat Kyuhyun kembali melebarkan mata. Kenapa pria ini suka sekali memutuskan sembarangan?
“Ya, jika itu keputusanmu sajangnim,” gumam Kyuhyun akhirnya mengalah.
Soo Man sajangnim menatap Kyuhyun baik-baik. “Aku berbuat begini karena kau salah satu anak didik kebanggaanku. Jadi jangan kau kecewakan kepercayaanku lagi karena jika kau sampai membuat ulah kembali, aku akan mengeluarkanmu dari Super Junior. Arraseo!”

Kyuhyun mengangguk kaku karena pikirannya kini kosong. Jika dia berulah lagi, dirinya akan dikeluarkan dari Super Junior? Itu hukuman yang terlalu kejam untuknya karena ia yakin, ia pasti akan melakukan kesalahan lagi.

—o0o—-

“Shin Je Young, ireona! Kau harus lihat berita pagi ini!!” Nichan berteriak sambil memaksa Je Young bangun padahal dia baru bisa terlelap dua jam yang lalu. Je Young memaksa membuka matanya yang masih terkatup rapat dan memandangi layar tv.
“Ada apa Nichan?” gumamnya sambil menguap. Bukannya menjawab Nichan justru memperbesar volume tv yang tengah menayangkan acara gossip.
“SM entertainment mengkonfirmasi skandalmu dengan Kyuhyun, dengarkanlah baik-baik!!”

Rasa kantuk Je Young seketika hilang entah kemana. Ia bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas duduk di samping Nichan, ikut memelototi layar televisi. Ia menahan nafasnya sendiri melihat Kyuhyun dan CEO SM Ent duduk berdampingan di depan meja yang dipenuhi mikrofon dengan label macam-macam. Wajah Kyuhyun terlihat pucat, seperti tidak tidur selama berhari-hari. Mendadak saja ia merasa cemas.
“Aigoo, Kyuhyun terlihat tidak sehat,” gumamnya. Nichan menyikutnya. “Kau jangan mencemaskannya, tapi cemaskan apa yang dikatakan Lee Soo Man!!” ujarnya tak habis pikir.

Ya, itu hanyalah rekayasa sutradara. Dalam salah satu episode memang direncanakan akan ada adegan semacam itu. Jadi yang teman-teman lihat diberita hanyalah salah satu dari latihan mereka.” Fokus kamera dipusatkan pada Lee Soo Man. Seketika wartawan kembali ribut melemparkan pertanyaan. Kini giliran sang PD acara WGM yang berkata.
Tidak,itu sama sekali tidak aneh. Bukankah banyak artis yang berlatih saat akan melakukan adegan ‘kissing’? yah, ini tentu bukan hal yang istimewa.”

Wawancara terus berlanjut namun sampai konferensi pers itu berakhir, Je Young tidak mendengar satu pun pendapat Kyuhyun. Pria itu hanya diam sepanjang acara berlangsung. Namun bisa dipastikan satu hal, gosipnya akan mereda setelah konfirmasi itu dan Je Young maupun Kyuhyun bisa melakukan aktivitasnya kembali secara normal.

“Whua..kau sekarang sudah bukan tahanan rumah lagi, selamat Je Young-ah..” Nichan memeluknya erat. Namun rupanya kabar gembira itu tidak membuat Je Young berseru gembira. Gadis itu hanya menghela nafas lega dan setelahnya diam, tenggelam dalam dunia sendiri. Ia bertanya-tanya. Kenapa Kyuhyun tidak mengatakan apapun saat konferensi? Bukannya ia berharap yang tidak-tidak, ia hanya ingin mendengar sendiri pendapat pria itu. Ia bahkan tidak mendengarkan suaranya selama beberapa hari ini. Je Young mengerjap, astaga, apakah ia merindukan pria itu?

—o0o—

Je Young POV

Besoknya aktivitasku sudah berjalan normal kembali. Meskipun masih ada saja yang iseng menghujatku dan membullyku di kampus. Untuk hal kecil seperti itu aku masih bisa menahannya tapi untuk memandangi ponsel seperti orang gila, aku tidak bisa. Aku terus mengingatkan diri bahwa aku tidak menunggu telepon dari siapapun, termasuk pria yang memiliki segudang jadwal seperti Kyuhyun.

“A-ha! Aku tahu kau akan merindukannya!” aku tersentak kaget karena Nichan memergokiku sedang menatapi foto Kyuhyun yang ku set menjadi wallpaper ponselku sendiri. Ponselku segera kumasukkan ke dalam tas untuk menyembunyikannya.
“Aku tidak merindukannya!”
“Huh, dasar aktris amatiran! Kau tidak bisa membohongiku!”
Aku mendengus sendiri, entah apa maksudnya namun yang pasti aku tidak mengiyakan ucapan Nichan. Memangnya siapa aku sampai harus merindukan Kyuhyun segala? Jika sudah rindu lalu apa yang terjadi? Rasanya tidak mungkin Kyuhyun akan tiba-tiba muncul di depanku.
“Kau tidak syuting WGM? Bukankah seharusnya syuting kembali dimulai?”
“Masih libur sampai minggu depan.” Gumamku malas. Nichan memandangiku seperti aku ini alien. Oke, sepertinya sikapku memang berlebihan akhir-akhir ini. Mungkin karena efek dibully oleh orang-orang.
“Daripada kau terus bertingkah seperti ini, lebih baik kau menemui pujaanmu saja.”
“Mwo??” aku terkejut. “Menemui siapa???”
“Pangeran Harry, tentu saja Kyuhyun. Sekarang dia pasti sedang mengisi acara musik di SBS tv. Kau datang saja kesana. Itu hanya saranku saja.” Nichan bangkit dari duduknya. “Jika kau ingin pergi, jangan lupa pakai penyamaran. Siapa tahu masih ada wartawan yang ingin memburu beritamu.”

Aku masih diam di tempat dudukku antara melakukan saran Nichan apa tidak. Aku dilema untuk beberapa saat. Baiklah, sepertinya aku kalah setelah bertengkar dengan pikiranku sendiri. Jika ini memang satu-satunya jalan untuk melepaskan kegelisahanku, aku akan pergi menemui Kyuhyun. Tak peduli orang akan memandangku bagaimana. Bukankah wajar saja jika seorang fans ingin bertemu dengan idolanya?

—o0o—

Setelah berdesak-desakan bersama penonton lain, akhirnya aku bisa juga masuk ke dalam studio untuk menonton acara musik dimana Super Junior akan tampil. Untuk sesaat tidak ada yang menyadari wajahku—tunggu, memang aku artis? Tentu saja mereka tidak menyadari siapa aku. Aku sengaja mengisi tempat di sudut yang tak terlihat.

“Super Junior!!!!!”

Ah, sekarang giliran Super Junior tampil!! Pantas saja sejak tadi lightstick warna biru safir menghiasi seluruh studio ini. Tak lama Super Junior tampil membawakan lagu terbarunya. Aku hanya bisa terkesima karena untuk pertama kalinya kegelisahanku lenyap setelah berhasil melihat wajah Kyuhyun secara langsung. Pria itu, tetap setampan seperti terakhir kulihat. Malah jauh lebih bercahaya. Memang di sanalah seharusnya tempat Kyuhyun berada. Di bawah terpaan lampu panggung, bernyanyi bersama grup kebanggaannya disertai oleh teriakan heboh para penggemar. Mengingatnya aku menjadi sadar diri. Shin Je Young, bukan siapa-siapa bagi Kyuhyun. Inilah alasan kenapa Kyuhyun tidak mengatakan apapun di konferensi pers kemarin. Dia bahkan tidak menelepon untuk menenangkanku.

Aku segera keluar dari studio setelah Super Junior tampil. Sekarang aku berjalan lunglai masih di dalam gedung SBS yang luas. Pikiranku penuh dengan Kyuhyun, Kyuhyun, dan Kyuhyun. semakin aku berusaha menepisnya, aku justru semakin memikirkannya. Eotteohke, aku harus bagaimana?

“Shin Je Young-ssi?”

Aku terkejut saat ada yang mengenaliku. Aku mengangkat kepalaku dan menemukan Manager Kyuhyun berdiri di depanku. Aku segera membungkukkan badanku.
“Annyeong haseyo,” mataku tertarik melihat tiga kantong berisi makanan dan minuman yang ada di kedua tangannya.
“Wah, datang untuk melihat Super Junior?” tanyanya. Aku hanya tersenyum kikuk tanpa menjawab apapun.
“Kebetulan sekali. Super Junior baru tiba di ruangannya setelah tampil. Kau mau mampir sebentar? Sekalian bantu aku membawa ini. Berat sekali.” Aku terkejut ketika dia menawariku untuk bertemu Super Junior. Tetapi manager itu sepertinya tidak peduli dengan pendapatku karena dia dengan seenaknya memberiku satu kantong berisi minuman dingin. Jika sudah begini mana tega aku menolaknya. Dia terlihat kesulitan membawa dua kantong yang lain.

Sepanjang perjalanan aku terus berdebar-debar. Apa yang akan kukatakan nanti jika bertemu Kyuhyun sedang kususun dalam otakku. Mungkin aku terlalu lama berpikir sampai tidak sadar sekarang aku berdiri di depan dress room Super Junior.
“Makanan datang!!”
Aku terkejut karena di sambut oleh suara teriakan saat masuk. Tak berhenti di situ, teriakan selanjutnya adalah datang dari Kyuhyun karena ia langsung mengenaliku yang mengekor di belakang manajernya.
“Shin Je Young!!”
Tubuhku membeku ketika mataku bertabrakan dengan pandangan kaget Kyuhyun. Aku buru-buru menguasai diri lalu membungkukkan badanku padanya.
“Bagaimana kau bisa kemari?” pertanyaannya membuat kepalaku kosong. Kata-kata yang sudah kususun hilang entah kemana.
“Aku yang mengajaknya kemari. Kebetulan aku bertemu dengannya di lorong.” Untung saja Managernya menyelamatkanku. Aku mengangguk mengiayakan.

Sementara member lain menikmati makanannya, aku dan Kyuhyun duduk di sofa yang ada di sudut ruangan. Tidak ada yang berniat membuka pembicaraan lebih dulu karena itu aku gugup. Kadarnya kian bertambah karena aku mendapati member lain mencuri-curi pandang pada kami atau malah mencuri dengar.
“Lama tidak bertemu,”
“Bagaimana kabarmu?”
Aku dan Kyuhyun saling pandang kaget karena kami berkata di saat yang hampir sama. Aku buru-buru memalingkan wajah lalu mengambil salah satu kaleng soda yang berjejer di atas meja dan membukanya dengan terburu. Alhasil, buih-buih dari dalam soda itu muncrat keluar membasahi sebagian baju, celana bahkan wajahku. Aku memekik kaget dan gelak tawa sontak terdengar di seluruh penjuru ruangan.
“Aigoo, Kyu kau jangan membuat istrimu gugup begitu..” entah siapa yang meledek yang pasti kini wajahku merah padam karena malu. Aku terus mengumpati diriku yang selalu ceroboh di tempat yang tidak seharusnya. Ini ketiga kalinya aku mempermalukan diriku di depan member Super Junior.
“Gwaencana?” tidak terlihat tawa atau senyum di wajah Kyuhyun. Dia lebih terlihat panik dan khawatir melihat keadaanku. Entah sejak kapan di tangannya kini ada sekotak tissue. Dia segera membantuku mengelap wajahku yang basah dan lengket oleh air soda.
“Bagaimana ini, bajumu kotor..” ucapnya panik. Aku yang terkena tumpahan soda kenapa dia yang panik? “Aku harus mencarikan baju ganti untukmu..”
“Kyuhyun-ssi kau tidak usah..” dia tidak mendengarkan perkataanku, malah sibuk meminta seorang coordi membawakan baju bersih untukku.

Tak lama Kyuhyun kembali duduk di sampingku. Senyum yang selalu kulihat di wajahnya kini kembali tersemat indah. “Kau sengaja datang menemuiku? Kau rindu padaku?”
“Hah?” tanyaku linglung. Karena terlalu terkesima dengan senyumannya aku tidak terlalu menyimak apa yang dia katakan.
“Kau merindukanku?” tanyanya lagi dengan nada gemas.
“Aku merindukanmu,” aku mengerjap bahwa tanpa sadar aku menyuarakan isi kepalaku, segera aku meralatnya. “Maksudku, aku merindukan penampilanmu di atas panggung. Karena itu aku datang.”
Senyum Kyuhyun semakin lebar. Aku tahu aku baru saja membangkitkan setan narsis dalam dirinya.
“Aku tahu, semua wanita merindukanku. Tapi aku tersanjung itu datang darimu. Kau tahu, aku juga merindukanmu..” gumamnya membuatku menoleh padanya.

Jantungku hampir saja jatuh atas penuturannya barusan. Aku hampir saja berharap banyak namun Kyuhyun kembali mengacaukan begitu kalimat berikutnya terucap.
“Aku rindu melihat wajah lucumu itu.. aish, kau bahkan mengenakan ikat rambut kelinci pemberianku!!”
Pria ini!!!! Tanganku sekarang gatal sekali ingin melemparnya dengan sesuatu. Di saat kupikir suasana sudah mulai melankolis dia mengacaukan segalanya! Serta merta aku membuka ikatan rambutku lalu memasukkan ikat rambut yang kupakai ke dalam tas.
“Loh, kenapa dilepas?”
“Agar aku tidak terlihat seperti kelinci di matamu!” gerutuku lalu berdiri. “Sepertinya aku harus pulang.”
“Cepat sekali??” komentar yang lain kaget.
“Waeyoo??” ucap Kyuhyun tidak terima. “Tunggu dulu sampai coordi datang membawa baju untukmu. Kau tidak mungkin pergi dengan pakaian kotor begitu kan?”
“Tidak apa-apa. Baju kotor ini masih bisa kuatasi dibandingkan kerumunan wartawan yang memadati apartementku beberapa hari lalu. Seseorang bahkan tidak menelepon untuk sekedar menanyakan kabarku.” Ocehku tanpa sadar. Beberapa detik setelahnya aku baru sadar sudah mengutarakan isi hatiku karena semua orang di ruangan itu tercengang menatapku. Aku segera menutup bibirku dengan kedua tangan.

“Je Young, itu..” Kyuhyun menatapku dengan wajah bersalah. Aku benar-benar tidak bisa berlama-lama di sini lagi. Aku harus pergi karena rasa malu yang membuncah tidak bisa kutahan lagi.
“Aku harus pergi..”
“Tunggu dulu!” Kyuhyun menahan tanganku. “Maaf tidak mengabarimu tempo hari. Saat itu ponselku ditahan oleh managerku. Aku benar-benar minta maaf. Aku tahu kau pasti merasa sangat cemas dan gelisah.” Kyuhyun menatapku sungguh-sungguh. Hatiku seketika luluh melihat ekspesinya. Aku selalu percaya padanya meskipun mungkin aku sedang dibohongi olehnya. Sebagai seorang fans, tidak sepatutnya aku membebani pikiran Kyuhyun. Setidaknya sekarang aku benar-benar lega setelah mendengar penjelasannya.

“Jadi, bagaimana kabarmu?” tanya Kyuhyun, dia bahkan tidak sadar sejak tadi terus menggenggam tanganku. Aku gugup sendiri karena dari sudut mataku Oppadeul mengulum senyumnya.
“Kabarku baik. Setidaknya konferensi pers itu membuatku berhenti dihujat oleh orang-orang.” Aku melihat wajah Kyuhyun memucat, “Tapi tenang saja. Sekarang hal itu sudah tidak terjadi lagi.” ralatku.
“Maaf sudah membuatmu kesusahan. Aku mungkin sudah terbiasa menghadapi wartawan tapi yakin kau pasti tidak.”
“Kau tidak salah soal itu,” gurauku disertai tawa kecil. “Aku harus pulang.” Ucapku. “Oppa, aku harus pulang,” ulangku karena Kyuhyun tak kunjung melepaskan tanganku. Seolah sadar, Kyuhyun kemudian melepaskan tanganku. Dia bersikeras ingin mengantarkanku sampai ke ujung lorong.

—o0o—

“Hati-hati dengan wartawan…” baru Kyuhyun mengatakan satu kalimat itu tiba-tiba saja ia menarik tanganku dan menyembunyikanku di balik tubuhnya. Kilatan kamera menyerang kami dan aku sadar bahwa beberapa wartawan sedang berlari ke arah kami.
“Lari!! Mereka biar aku yang menghadapi.” seru Kyuhyun menyuruhku. Aku tidak sempat berpikir apa-apa hanya membalikkan badanku lalu pergi. Entah aku pergi kemana.
“Nona, tunggu..ada yang ingin kami tanyakan!!”

Wartawan itu benar-benar gigih mengejarku bahkan sempat-sempatnya mengajukan penawaran padaku. Beberapa orang sempat kusenggol ketika berlari menghindari paparazzi. Nafasku mulai tersengal. Aku melihat gantungan dorong berisi baju-baju artis terletak di sudut lorong. Aku cepat-cepat menghampirinya lalu mendorongnya. Aku memberi salam pada beberapa kru tv yang lewat seolah-olah aku ini coordi kostum artis. Untung tidak ada yang menyadari. Aku buru-buru membuka salah satu ruangan dan masuk ke dalamnya. Aku menutup pintu cepat lalu kutempelkan telingaku di daun pintu. Ketika derap langkah wartawan itu menjauh, aku mendesah selega-leganya.

“Chogi..”
Sebuah tangan hinggap di pundakku membuat tubuhku menegang. Pelan-pelan kutolehkan kepalaku ke belakang.
“Omo!!” tanpa sadar aku memekik karena setidaknya ada beberapa orang laki-laki yang menatapku dengan berbagai ekspresi.
“Nuguseyo???” tanya salah satu dari mereka.
“Kenapa kau tiba-tiba masuk ke ruangan kami?”
“Kau tidak lihat tanda ‘staff only’ yang tertulis di depan pintu???”
“Jeosonghamnida..” ucapku menyesal sambil membungkukkan badanku berkali-kali. “Aku akan keluar segera.”

“Omo, Shin Je Young!! kau Shin Je Young bukan?”

Aku terkejut karena seseorang yang tadi menepuk bahuku mengenaliku. Apa skandal itu sudah membuat wajahku terkenal di antara artis juga?
“Kau tidak mengenaliku?” tanyanya lagi, terpaksa aku mengerutkan kening mencoba mengingat dia ini member dari boyband mana. Aku menggeleng kaku. Laki-laki di depanku dan yang lainnya terkejut.
“Hei, kau tidak tahu? Kami Infinite!!” aku menoleh pada member lain yang berkata, entah siapa namanya. Aku memang tahu Infinite namun aku tidak pernah memperhatikan member-membernya.
“Aku tahu tapi, aku tidak terlalu memperhatikan. Maaf..”

“Kau tidak mengenaliku?” tanya pria di depanku dengan wajah kecewa. Aku bertanya-tanya kenapa pria ini memaksa sekali ingin kukenali. Memangnya kenapa jika aku kenal dia atau tidak?
“Aku Kim Myung Soo,” ucapnya memperkenalkan diri tanpa kuminta.
“Lalu?” tanyaku bingung.
“Dulu saat SMP kita satu kelas.”
“Hah???” Kali ini aku terkejut. Tanpa aba-aba aku langsung mengamatinya dari atas hingga bawah. Pantas saja aku merasa seperti pernah mengenalinya. Rupanya dia Kim Myung Soo teman SMPku.

“Kau benar-benar berbeda. Aku sampai tidak mengenalimu. Bukankah dulu kau memakai kacamata, rambutmu botak, dan gigimu dikawa—mmffttthhh..” mulutku langsung dibekam sebelum aku menyelesaikan kalimatku.
“Jangan ungkit masa lalu, itu tidak baik,” gumamnya salah tingkah. Setelahnya aku seperti di serang wartawan karena hampir semua member Infinite menanyaiku soal masa lalu Myung Soo, atau sekarang mungkin lebih dikenal orang dengan sebutan L.
“Jadi kau Shin Je Young. L sering menceritakan tentangmu. Kudengar kau ikut WGM bersama Kyuhyun SJ?” ucap Sunggyu Oppa. Aku mengangguk meskipun agak heran mendengar Myung Soo sering bercerita tentangku.
“Aku adalah fans Shin Je Young. Kalian akan menjadi fansnya juga setelah mendengar suaranya. Dia sangat pandai menyanyi.” Ucap Myung Soo membuatku seperti terbang di awang-awang. Dia tidak perlu mengumbar bakatku seperti itu.
“Jinjjayo? Kenapa kau tidak menjadi penyanyi saja?”
Aku mengibaskan tanganku cepat. “Ayahku menolak. Lagipula aku tidak bakat menghibur orang.”

Aku melirik jam tanganku dan baru sadar sekarang sudah malam. aku menatap mereka satu persatu untuk berpamitan. “Sebenarnya sekarang aku sedang menghindari wartawan tapi aku harus pulang. Senang sekali bisa berbincang dengan artis seterkenal kalian.”
“Kalau begitu wartawan mungkin masih menunggu di luar sana. Bagaimana bisa kau keluar dengan selamat dari gedung ini?” Myung Soo menunjukkan wajah cemas yang sama seperti milik Kyuhyun. Aku dibuat termenung oleh ucapannya. Suasana hening sejenak.
“Ah, aku ada ide!!”

Lima belas menit kemudian penampilanku sudah berubah. Aku memakai baju kru tv dan rambutku memakai wig panjang berwarna pirang. Teman-teman Infinite bahkan membantu memberikan sedikit riasan padaku. Sentuhan terakhir, Myung Soo meminjamkanku kacamata dan topinya.
“Taraa..tidak akan ada yang menyadari kau Shin Je Young. Sekarang, Hyung..” ucapnya pada Leader infinite. “Mana kunci mobil van kita?”
“Mau apa kau?” tanyanya curiga.
“Aku akan mengantarnya pulang.”
“Yaa!! Lalu kami bagaimana?”
“Kalian bisa pulang setelah aku mengantarnya. Jebal, permintaan seumur hidup..” ucapnya dengan gaya berlebihan. Karena tidak tega, akhirnya Myung Soo mendapatkan apa yang dia mau.

Aku tiba di van dengan selamat berkat penyamaran ini. Aku sebenarnya ingin menolak tapi rasanya masih banyak yang ingin kutanyakan pada teman satu SMPku ini. Bukankah sulit sekali bertemu teman lama di dunia artis?
“Boleh kubuka penyamaran ini? Rasanya aneh.” Ucapku setelah duduk di kursi samping kemudi.
“Tentu saja.” ucapnya sambil menjalankan mobil. Aku segera melepas wig, topi, dan kacamata yang kukenakan. Begini lebih nyaman meskipun baju kru tv ini kebesaran untukku. Sepanjang perjalanan, kami bercerita banyak hal tentang masa-masa SMP, termasuk bertanya bagaimana bisa dia menjadi fansku.
“Aku pertama kali melihatmu tampil di festival musim panas, bukankah kita selalu mengadakan pertunjukkan seni di gedung olahraga? Saat itu aku melihatmu bernyanyi di atas panggung sambil memainkan gitar. Suaramu indah sekali. Sejak saat itu aku memutuskan menjadi fansmu dan karena suaramu juga aku ingin sekali menjadi penyanyi..” jelasnya panjang lebar. Aku tersenyum mendengarnya.
“Terima kasih..” hanya itu yang bisa kuucapkan karena rasa senang dan terharu yang kurasakan tidak bisa terungkap oleh kata-kata.

Tak terasa aku sudah tiba di sekitar apartementku. Myung Soo menghentikan mobilnya tepat di depan apartementku yang sudah sepi wartawan. Aku berpamitan padanya dan turun dari mobil. Aku melambai-lambaikan tanganku dan tak lama kemudian mobilnya menghilang.
Aku berjalan santai memasuki gerbang gedung apartementku sambil bersiul-siul.

“Sepertinya kau gembira,”
Aku hampir saja melompat kaget saat menyadari Kyuhyun berdiri di depanku. Aku mengusap dadaku yang berdebar kencang sambil menatap heran dirinya.
“Apa yang kau lakukan di sini malam-malam?” tanyaku bingung.
“Well, sama-sama..” ucapnya. Hei, itu bukan jawaban atas pertanyaanku. Sadar akan ekspresiku, Kyuhyun berjalan mendekat sambil menatapku tajam.
“Tadi aku sudah menolongmu dari para wartawan dan kau tidak berterima kasih padaku?” dia beralih menatap baju yang kupakai. “Kau bahkan menolak baju manis yang ingin kuberikan dan memilih baju jelek seperti ini? Dan tadi, kau di antar oleh siapa? bukankah itu mobil van milik Infinite??”

Aku hanya megap-megap mendengar rentetan pertanyaannya. Aku bingung harus menjawab yang mana dulu. Pada akhirnya aku hanya menghela nafas kalah.
“Baiklah, aku akan menjawabnya setelah kita berada di apartementku.”
Kyuhyun mengikutiku menuju apartement kecilku yang ada di lantai tiga. Beruntung tidak ada tetangga yang keluar di malam hari begini sehingga tidak ada yang menyadari kedatangan Kyuhyun. Pria ini juga cukup tahu diri dengan membungkam mulut cerewetnya selama kami dalam perjalanan ke sana. Ketika kami tiba di depan pintu apartementku, darah di seluruh tubuhku rasanya terhenti karena kini, di depan apartementku berdiri sosok Ayahku.
“Siapa?” tanya Kyuhyun sambil berbisik melihat wajahku memucat.
“Shin Je Young…” suara berat dan mencekam milik ayahku terdengar juga. Matanya yang setajam elang menatapku dan Kyuhyun bergantian seolah ingin menguliti kami dengan tatapannya.
“Papa..” lirihku terbata.

Aku tahu detik itu juga, hidupku akan berakhir di tangan Ayahku yang bahkan lebih menyeramkan dari siapapun di dunia ini.

===To Be Continued===

163 thoughts on “Because WGM, You’ll Be Mine !! [Part 7]

  1. Kasian je young abis nyelametin diri dr para wartawan, ketemu L infinite abis di anterin pulang ketemu magnae evil. setelah itu appa nya *omo* bener2 bikin jantung gusar itu hiwhiwhiw ><
    Duh.. lebih parah nya ada kyu? gimana itu nasib mereka di introgasi ama appa nya je young

  2. Kkk~ So Man tak akan semudah itu mendepak kyuhyun dari sj. kyu kan masih bisa menghasilkan banyak pundi-pundi buat perusahaan kkk~
    Nah! Kyu, sekalian minta restu. Kan udah ketemu tuh #eh

  3. kasihan je young dikejar2 wartawan terus untung dia nyasara di tempat infinite.
    dan lebih untung lagi dia punya teman diantara member infinite
    je young dalam bahaya, ayahnya pasti marah besar

  4. Haduuuh ksyaknya sejak ikut WGM hidup je young ga tenang ya meskipun dia jd dekat dgn byk artid bahkan myung soo pun ternyata teman sekolah bahkan fansnya dan sekarang…papanya??? Tp kok manggilnya papa bkn appa kayak kita aja orang indonesia (hidup indonesia!!)
    Penasaran lanjuuut

  5. Sepertinya myungsoo tertarik sama.je young ,, tetep ya apapun keputusan ada di tangan sooman yang ngga mau rugi ,,ayah je young mau ngapain tuh

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s