Another Story In Cherry Blossom // We Make It Happen

Another Story In Cherry Blossom

Judul : We Make It Happen
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance, Married Life, NC 21
Length : Oneshot

Main Cast :

  • Park Jeyoung
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Lee Donghae – Song Raeseok couple
  • Lee Eunhyuk – Lee Eunri couple
  • Kim Kibum – Park Heerin couple
  • Choi Siwon – Kae Nichan couple

Warning : Disarankan bagi yang belum membaca FF Cherry Blossom untuk membacanya terlebih dahulu karena ini adalah kelanjutan dari FF itu. Ditakutkan temen-temen tidak mengerti jalan ceritanya.

Happy Reading ^_^

We Make It Happen by Dha Khanzaki

====Oneshot====

“Saranghae”
“Nado saranghae”

Cinta adalah kata yang sangat ajaib bukan? Cinta bisa mempersatukan dua karakter yang sama sekali berbeda. Seperti Kyuhyun dan Jeyoung. Akhirnya pada malam itu mereka saling menyatakan cinta setelah menikah beberapa bulan lamanya karena dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Pada awalnya mereka tidak saling mencintai. Jeyoung hanya tahu Kyuhyun adalah murid terpopuler di kampus tempatnya kuliah sementara Kyuhyun tidak mengenal Jeyoung sama sekali.

Jeyoung tahu, ia akan mudah jatuh cinta pada pria dengan karakter seperti Kyuhyun. Entah dengan pria itu karena Jeyoung tahu suaminya itu masih menyimpan perasaan cintanya untuk orang lain yaitu sahabatnya, Kae Nichan. Gadis itu hampir saja menjadi perusak rumah tangganya namun anggapannya itu salah. Kyuhyun memilih untuk bersamanya dan melupakan masa lalunya.

“Tangkap aku kalau bisa!!” Jeyoung berteriak kencang. Ia berlari menghindari Kyuhyun yang mencoba menangkapnya.
“Kau janji jika aku menangkapmu kita akan melakukannya malam ini!!” teriak Kyuhyun.
“Jika kau bisa—akkkhhh..” tepat di saat Jeyoung selesai mengatakannya, tangan panjang Kyuhyun sudah melingkari tangannya dan mereka terjatuh di atas pasir pantai dengan Kyuhyun di atasnya.

Sejenak suasana hening. Jeyoung tidak bisa bergerak ataupun berkata karena matanya terpaku mata hitam Kyuhyun yang tepat berada di atasnya. Cahaya rembulan mempertegas wajah tampan suaminya. Wajah putih yang terbias sinar keperakan bulan membuatnya tampak misterius, mempesona, dan seksi. Mengingatkannya pada tokoh vampir rupawan dalam buku karangan Stephanie Meyer. Oh tidak, Jeyoung merasakan jantungnya berdebar dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Ini memang selalu terjadi di saat Kyuhyun menatapnya seperti sekarang. Jangan sampai pria itu menampilkan seringaian khas miliknya sebab ia tahu tidak akan tahan lagi.

“I’ve catched you. Kau harus menepati janjimu, Youngie,” bisikan suara rendah Kyuhyun menggelitik telinganya. Jeyoung hanya bisa memejamkan matanya saat Kyuhyun mendekatkan wajah ke arahnya. Ia kira akan terjadi perang bibir kembali ternyata Kyuhyun hanya ingin menempelkan kening mereka saja, pria itu seolah ingin menghirup banyak-banyak feromonnya.
“Kyu..” Jeyoung membuka matanya menatap Kyuhyun.
“Ya?”
“Bagaimana kalau kita kembali ke resort saja? Di sini dingin dan aku tidak mau orang lain sampai melihat apa yang kita lakukan sekarang.”
“Memang apa yang kita lakukan?” Kyuhyun malah bertanya jahil. Jeyoung mengerjapkan matanya beberapa kali karena terkejut.
“Orang akan mengira kita sedang berbuat mesum!” Jeyoung membelalakkan matanya agar Kyuhyun paham situasi mereka. Pria itu mendesah kalah. “Baiklah. Lagipula tempat ini juga kurang nyaman. Ayo kembali ke resort.”

Mereka bangkit bersama. Kyuhyun tersenyum, membuat pipi gadis di sampingnya merona malu. Pria itu mengapit tangan Jeyoung dan mereka kembali ke resort tempat mereka menginap.

—o0o—

Kyuhyun dan Jeyoung sedang berlibur sebenarnya. Resort di tepi pantai itu juga milik dari Eunhyuk, sahabat Kyuhyun. Mereka tidak menyangka sama sekali liburan pertama mereka membuahkan kisah manis untuk mereka.
“Omo..” Jeyoung berhenti melangkah ketika mereka tiba di lobi.
“Ada apa?”
Jeyoung mengendikkan dagunya ke suatu arah dan Kyuhyun mengikuti arah itu. Sekarang ia baru tahu pemandangan apa yang membuat istrinya itu terkesiap takjub.
“Wah, wah, wah..apa yang terjadi?” Kyuhyun bertanya iseng pada Donghae dan Raeseok yang baru memasuki lobi dari arah lain. Mereka tertangkap sedang bergandengan tangan sambil mengobrol mesra. Donghae maupun Raeseok menoleh. Mereka sama-sama kaget melihat Kyuhyun dan Jeyoung ada di depan mereka.
“Donghae baru saja melamarku,” ujar Raeseok dengan pipi merona. Ia tampak sangat gembira. Jeyoung terkejut bukan main. Ia menatap dua orang itu dengan mata berbinar bahagia, seolah tertular rasa gembira yang sama seperti yang dirasakan Donghae-Raeseok.
“Donghae, kau hebat sekali!!” serunya kagum. Donghae hanya tersenyum ketika pandangan semua orang tertuju padanya.
“Raeseok, kau harus berhati-hati. Ikan asin itu bisa saja menjadi buas jika sudah mendapatkan apa yang dia mau. Kau harus cepat kembali ke kamarmu,” ujar Kyuhyun dengan nada menyindir. Jeyoung lekas menyikutnya.
“Jangan goda mereka,” desisnya lalu mengalihkan pandangan kembali pada Donghae dan Raeseok. “Selamat untuk kalian.”
“Kalau begitu kami kembali dulu,” Kyuhyun menarik Jeyoung pergi sebelum dia terlanjur terlibat dalam obrolan panjang dengan sahabatnya, Raeseok.

Kyuhyun segera menutup pintunya begitu tiba di kamar sementara Jeyoung melepaskan sweternya lalu menyampirkannya di punggung sofa.
“Jinjja, badanku kotor oleh pasir.” Keluhnya saat sadar ada sisa-sisa pasir menempel di baju dan kulitnya. Sepasang tangan tiba-tiba melingkari pingangnya, membuat Jeyoung sedikit terkejut meskipun tahu sang pemilik adalah suaminya sendiri. Ia belum terbiasa dengan sikap impulsif Kyuhyun. Ia menoleh pada Kyuhyun yang kini tengah menyandarkan dagu di bahunya.
“Kau tidak lupa kan rencana kita saat masih di pantai tadi?” desahnya sambil menghembuskan nafas hangat di leher Jeyoung. Gadis itu tersenyum kecil. Kedua tangannya terangkat mengusap tangan Kyuhyun di perutnya.
“Rencana apa?” ia mencoba membalas sikap jahil Kyuhyun saat di pantai. Ia ingin Kyuhyun tahu bagaimana rasanya. Ia kira Kyuhyun akan mengerang lalu mengeluh. Dugaannya salah besar. Pria itu justru mengerakan pelukannya.
“Jangan pura-pura lupa!” bisik Kyuhyun lalu mengecup lehernya beberapa kali. Jeyoung seperti tersengat listrik ketika sentuhan bibir Kyuhyun mengenai kulit lehernya. Matanya refleks menutup, menikmati perlakuan romantis yang baru dirasakannya. Rupanya begini sensasi yang ditimbulkan ketika seorang pria mencumbu. Rasanya mengairahkan dan menimbulkan gejolak asing yang menjalari sekujur tubuhnya.

“Enghh..” desahan pertama keluar dari mulut Jeyoung, melesat begitu saja tanpa sadar.
“Suaramu seksi sekali,” desah Kyuhyun. Ia penasaran bagaimana reaksi yang ditimbulkan seandainya ia mencumbu bagian tubuh Jeyoung yang lain. Ciumannya perlahan naik ke pipi istrinya, tidak buru-buru namun setiap sentuhannya begitu menggebu hingga akhirnya penjelajahan mendarat di bagian yang paling menggairahkan, bibir merah cherry-nya.
Jeyoung harus membalikkan tubuhnya untuk mengimbangi ciuman Kyuhyun. Kedua tangannya dengan sigap melingkar di leher suaminya membuat pergelutan itu semakin panas dan penuh emosi. Jeyoung sendiri merasa takjub dan tidak percaya ia bisa seliar ini. Namun seperti api yang mendidihkan air, ciuman Kyuhyun telah membakar gelora dalan dirinya. Mereka sibuk saling melumat untuk mencari siapa pemenangnya. Jeyoung yang merasa kalah lebih dulu menjauhkan wajah.
Keduanya saling menatap dengan nafas tersengal-sengal. Entah siapa yang memulai, detik berikutnya mereka tertawa secara serempak.
“Lihat bibirmu sampai memerah seperti ini,” ucap Jeyoung seraya mengusap bibir Kyuhyun.
“Aku tak percaya kau akan seliar ini. Well, bagaimana kalau kita teruskan saja?” Kyuhyun mengerlingkan matanya ke arah ranjang yang terlihat dari tempat mereka berdiri. Wajah gadis itu memanas. Jantungnya berdebar sendiri bila membayangkan hal apa yang akan terjadi kelak di atas tempat tidur itu. Mereka akan berhubungan intim untuk pertama kalinya di sana.
“Kita tidak mungkin tidur dengan tubuh penuh butiran pasir bukan?” ujar Jeyoung pelan.
“So?”
“Aku harus mandi terlebih dahulu. Kau juga.”

Kyuhyun memiringkan kepala mempertimbangkan apakah akan mengikuti saran Jeyoung ataukah langsung menarik istrinya itu ke tempat tidur tanpa mempedulikan kondisi mereka. Namun mungkin pasir itu akan menjadi pengganggu karena itu Kyuhyun tersenyum dan mengangguk.
“Baiklah. Kita mandi setelah itu..” Kyuhyun sengaja menggantungkan kalimatnya untuk menggoda Jeyoung. Gadis itu langsung menyembunyikan wajahnya karena malu. Perlahan ia melepaskan diri dari dekapan suaminya.
“Kalau begitu aku mandi duluan,” gumamnya lalu berjalan pergi ke kamar mandi.

Jeyoung berdiri menghadap cermin besar yang ada di kamar mandi, melepas perlahan-lahan pakaiannya. Ia tidak percaya akan tiba saatnya ia menjadi pengantin yang sesungguhnya. Meskipun pernikahan mereka sudah berjalan beberapa bulan lamanya, ini pertama kalinya mereka melakukan ritual suami-istri yang sesungguhnya. Jeyoung tidak tahu seperti apa rasanya karena itu ia berdebar-debar.
Matanya memperhatikan pantulan tubuhnya sendiri dari cermin. Tubuhnya mungkin akan diperlakukan semena-mena oleh Kyuhyun nanti. Ia yakin sensasinya pasti akan sama seperti saat Kyuhyun menciumi lehernya, atau mungkin lebih dari itu. Ah, ia tidak sabar menantikannya.

“Youngie..”
Jeyoung terkejut bukan main ketika ia melihat Kyuhyun masuk ke kamar mandi dari pantulan cermin. Serta merta Jeyoung menarik selembar handuk untuk menutupi tubuhnya yang hanya terbalut pakaian dalam.
“Kenapa masuk? Aku belum selesai mandi!” omelnya panik.
“Aku pikir kita bisa mandi bersama. Menunggumu mandi rasanya lama sekali,” ucapnya santai seraya melepaskan pakaiannya. Jeyoung mengkeret ke dekat shower room ketika Kyuhyun melakukan itu. Ia belum siap melihat tubuh telanjang suaminya.
“Kyaa..” Jeyoung segera membalikkan badan saat Kyuhyun melepaskan penghalang terakhirnya.
“Kenapa kau sepanik itu?” Kyuhyun bingung sekali melihat Jeyoung begitu panik padahal mereka sama-sama tahu cepat atau lambat pasti akan saling melihat tubuh polos masing-masing.
“Aku belum siap Kyu..” lirih Jeyoung. Kyuhyun ingin sekali tertawa melihat reaksi lugu istrinya. Jelas sekali Jeyoung tidak berpengalaman dalam bidang ini. Sebenarnya Kyuhyun juga merasakan gugup yang sama, hanya saja ia mencoba untuk menahannya mati-matian.
“Waeyo? Cepat atau lambat kau akan melihat tubuh telanjangku begitu juga aku melihat tubuh telanjangmu.” Ujar Kyuhyun melangkah mendekati Jeyoung. Ia segera memeluk tubuh istrinya itu dari belakang. Ia merasa luar biasa ketika bisa merasakan kulitnya bergesekan dengan kulit lembut Jeyoung. Sial, siapa sangka rasanya senikmat ini. Andaikan handuk ini tidak ada mungkin kenikmatannya akan berkali-kali lipat.
“K-Kyu..” Jeyoung kaget saat tangan suaminya memegang ujung handuk yang melingkari tubuhnya. Ia ingin mencegah namun ciuman Kyuhyun di lehernya membuat usahanya gagal total. Tubuhnya tersentak merespon sentuhan itu. Ia merelakan Kyuhyun melepas handuknya.

“Huwaa.. nice bra & underwear..” serunya membuat Jeyoung malu. Kyuhyun menatapnya dengan penuh minat, terutama bra berenda warna merah muda dan tanpa tali yang dikenakannya. Jeyoung sendiri harus mengalihkan perhatiannya dari sesuatu milik suaminya di bawah sana. Jantungnya seperti melonjak-lonjak setiap kali tanpa sengaja ia menoleh ke arah bawah.
“Aku lepaskan..” ucap Kyuhyun. Sepertinya pria itu sejak awal tidak meminta izin padanya karena sebelum Jeyoung menjawab, tangan pria itu dengan sigap melingkari tubuhnya untuk melepas kaitan bra yang dipakainya. Udara dingin langsung menyapa kulitnya ketika penghalang itu terlepas.

Gairah Kyuhyun terpancing sempurna kala ia melihat payudara sintal itu menggantung indah, menggodanya untuk menyentuh benda itu.
“Ahhh..” kepala Jeyoung seketika mendongak dan mulutnya sibuk mendesah saat Kyuhyun dengan cekatan menggunakan mulut dan tangannya menggodai dadanya.
“Kyuuu..” baru begini saja ia sudah tidak sanggup berdiri lagi. Tangannya langsung memeluk erat leher Kyuhyun saat pria itu menyedot kuat puncak payudaranya. Ia terengah karena terlalu sering mendesah. Ia kesulitan nafas setiap kali Kyuhyun mendaratkan ciumannya di titik-titik sensitif.

Kini penjelajahan Kyuhyun turun ke perutnya dan semakin turun hingga akhirnya tiba di depan daerah kewanitaannya. Jeyoung hanya bisa menyaksikan itu dengan hati berdebar. Bahkan saat Kyuhyun mendongak menatapnya lalu tersenyum, jeyoung merasa sangat yakin menyerahkan dirinya pada suaminya kapanpun Kyuhyun memintanya. Ia rela Kyuhyun membuatnya tidak terbalut apapun lagi.
“Ini bahkan lebih indah lagi,” gumam Kyuhyun. Jeyoung mendesah kala tangan Kyuhyun menyentuh permukaan kemaluannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Apa yang akan dilakukannya? Jeyoung mengerjapkan mata ketika Kyuhyun mendekatkan wajah lalu mengecup lembut daerah itu. Tubuhnya bergetar sekaligus merinding. Jeyoung entah harus berpegangan pada apa begitu ciuman Kyuhyun bergerak di sekitar pinggulnya, menelusuri sepanjang pahanya hingga pangkal ke dekat daerah kewanitaannya.
“Ahhh..” kepalanya bergerak kepayahan menerima serangan bertubi-tubi dari Kyuhyun. Ia menundukkan kepala melihat apa yang diperbuat oleh Kyuhyun sampai ia merasa setidakberdaya ini. Kyuhyun terlihat begitu menikmati menciumi daerah kewanitaannya.

Jeyoung refleks merapatkan kakinya saat Kyuhyun menggunakan lidahnya menjilat bagian itu namun dengan tangannya Kyuhyun berhasil mencegah hal itu terjadi. Kesempatan itu justru digunakan olehnya untuk melebarkan kaki Jeyoung, bahkan menyampirkan sebelah kaki istrinya itu ke bahunya agar ia bisa menikmati daerah berbau khas itu dengan leluasa.
“Ahhh..andwae—hhh..” Jeyoung mengigit bibirnya sendiri karena ia nyaris menjerit begitu lidah Kyuhyun merangsang titik sensitifnya, tubuhnya menggeliat dan bergetar sampai-sampai tangan suaminya ikut bekerja memegangi pinggangnya.
“Kyu..kita harus mandi..” ujar Jeyoung susah payah. Ia mencoba membuat Kyuhyun berhenti merangsangnya.
“Kau benar. Ayo..” Kyuhyun berdiri tegak, mengecup bibirnya sekilas. Dalam sekali sentak Kyuhyun berhasil menarik tubuhnya masuk ke dalam shower room dan detik berikutnya sekujur tubuhnya sudah tersiram air hangat yang meluncur dari shower di atas mereka.

Pasir yang menempel di kulit tubuh mereka luruh bersama air. Jeyoung mengira Kyuhyun akan membiarkannya mandi namun rupanya tidak. Yah, lelaki mana yang akan tahan melihat wanita telanjang di depannya terlebih wanita itu adalah istri yang dicintai.
“W-wait a second..” ujar Jeyoung ketika Kyuhyun tiba-tiba menyudutkannya ke dinding kaca shower room.
“Tak perlu takut, kita akan bersenang-senang bukan?” rayu Kyuhyun. “Aku ingin memandikanmu..” bisiknya. Jeyoung benar-benar tidak bisa memberontak lagi ketika bibir Kyuhyun membungkam bibirnya. Suaminya melahap bibirnya dengan semangat sembari mencoba menekan-nekan benda keras di selangkangannya pada pusat tubuhnya.
“Ahh..” desahan Jeyoung tertahan. Tubuh rampingnya terhimpit di antara dinding kaca dan tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun menuangkan sabun cair pada puff sampai berbusa lalu menggunakan kesempatan itu untuk meraba sekujur tubuh Jeyoung seraya menyabuninya. Jeyoung tersenyum, ia membiarkan tubuhnya yang dilumuri busa itu diraba-raba tangan suaminya, termasuk ketika Kyuhyun meremas dadanya.
“Kini giliranmu,” ujar Kyuhyun seraya menyerahkan puff penuh busa itu pada tangan Jeyoung. Gadis itu mengerjapkan mata lalu dengan wajah tersipu ia menyabuni tubuh Kyuhyun. Ia agak ragu ketika hendak menyabuni pusat tubuh Kyuhyun.
“Jangan ragu, pegang saja..” Kyuhyun mengarahkan tangannya untuk memegang kemaluannya. Jeyoung mengerjap ketika tangannya menyentuh benda milik laki-laki itu. Kyuhyun bahkan membuatnya memegang bagian itu lalu mengurutnya. Ia malu sendiri, rasanya aneh sekali ketika tubuh Kyuhyun itu digenggam olehnya.
“Jika kau malu, kau boleh melakukannya sambil memandangiku,” ujar Kyuhyun seraya menarik dagu Jeyoung agar memandangi wajahnya. Kyuhyun benar, dengan memandangi wajah tampan suaminya, Jeyoung merasa lebih bisa melakukan tugasnya dengan baik. Ia mengikuti instingnya sendiri dalam memperlakukan tubuh Kyuhyun yang digenggamnya.
“Ahhh..yeah, youngi..” Kyuhyun seketika mendongak menahan nikmat. Kedua tangannya bertahan memeluk tubuh Jeyoung.
“Apa rasanya senikmat itu?” tanya Jeyoung takjub. Ia tidak tahu efeknya akan sedahsyat ini. Padahal ia hanya mengurutnya saja.
“Tentu saja—hhh..lebih cepat—hhh..” Kyuhyun meminta dengan suara terputus-putus. Jeyoung segera mengabulkan keinginan suaminya.

Kini ia lebih terpaku menikmati ekspresi tersika Kyuhyun. Mungkin seperti inilah ekspresinya tadi saat Kyuhyun melakukan hal yang sama pada organ intimnya. Ia tertarik menatapi leher Kyuhyun yang jenjang di depan matanya, jakun suaminya itu bergerak naik-turun karena berkali-kali menelan ludahnya. Ia sangat tergoda dan tidak bisa menahan diri untuk mengecup daerah itu. Gantian Kyuhyun yang mengerang frustasi saat bibir lembut Jeyoung mengecup lehernya. Ia sungguh tidak tahan, ingin segera membenamkan diri di dalam tubuh Jeyoung dan menikmati sensasinya.
“Sudah, kita selesaikan saja ini secepatnya.” Kyuhyun menarik tangan Jeyoung dari pusat tubuhnya lalu menyalakan air shower kembali untuk membersihkan tubuh mereka. Kyuhyun sungguh tidak sabar. Ia mengambil handuk kering lalu mereka sama-sama mengeringkan diri. Setelah itu Kyuhyun tidak mau membuang waktu sedetikpun segera menggendong istrinya keluar dari kamar mandi.

—o0o—

Jeyoung kini sudah berbaring di atas ranjang dengan Kyuhyun yang sibuk menciumi seluruh tubuhnya. Ia sibuk melenguh dan mendesah meskipun terkadang Kyuhyun membungkam mulutnya dan mengajaknya berperang lidah. Tangannya mengait di sela-sela jemari Kyuhyun.
“Youngie, apakah kau siap? Kita akan sama-sama memasuki dunia yang benar-benar baru. Aku tidak ingin melewatinya dengan hatimu yang masih ragu-ragu.” Ujar Kyuhyun lembut. Bagaimana ia tega menolaknya di saat Kyuhyun dengan semangat menekan-nekan selangkangan mereka sampai dirinya mengerang nikmat?
“Ayo kita buat hal itu terjadi. Kita capai dunia baru itu bersama.” Bisik Jeyoung. Kyuhyun tersenyum bahagia. Ia mengecup kening Jeyoung lembut. Dengan hati berdebar Jeyoung melebarkan kakinya, memberikan akses masuk untuk Kyuhyun.
Pria itu tersenyum, sambil berbisik ia berkata. “Kau sungguh seksi, kau tahu.”
Hati Jeyoung berbunga-bunga menerima pujian seperti itu. Bersamaan dengan Kyuhyun mengecup lehernya, Jeyoung merasakan desakan di bagian kemaluannya. Benda keras milik Kyuhyun sepertinya sedang berusaha menerobos masuk. Ia mencengkram bahu Kyuhyun menahan sensasinya. Ia kesulitan bernafas, sungguh.
“Ahhhhh..” jeritnya tertahan. Kyuhyun menopang tubuhnya dengan kedua tangan yang ia tumpukkan di atas ranjang. Ia yakin ia adalah tamu pertama Jeyoung karena itu sulit sekali baginya mencoba untuk membenamkan diri.

Jeyoung menatap Kyuhyun yang sedang berkonsentrasi dengan wajah penuh haru. Pria ini sedang berusaha, ia juga harus menahannya hingga tuntas. Ia ingin sekali dimiliki oleh pria ini seutuhnya karena itu ia rela menyerahkan tubuhnya untuk pria ini.
“Ahhhhhh…” Jeyoung kembali tersentak saat ia merasa selaput daranya sobek. Kyuhyun berhasil menanamkan tubuhnya dan merenggut keperawanannya. Jeyoung seketika memeluk tubuh Kyuhyun dengan setitik airmata jatuh di sudut mata.
Kyuhyun terengah namun tersemat senyum indah di bibirnya, “Senang mengetahui aku yang pertama untukmu.” Ujarnya bangga. Kyuhyun mengecupi seluruh wajah istrinya dengan penuh rasa sukacita. “Sebab ini juga yang pertama kali untukku. Aku tidak tahu rasanya akan sebahagia ini.”
Kyuhyun tidak tahu kata apa yang harus ia jabarkan untuk situasi yang dialaminya sekarang. Ia tidak pernah merasa bergairah sekaligus gembira seperti ini. Tubuh Jeyoung bekerja dengan baik menjepit tubuhnya di dalam sana. Ia ingin tahu lebih jauh sensasi seperti apalagi yang akan didapatnya ketika ia menggerakkan tubuhnya. Kyuhyun kembali memposisikan tubuhnya untuk memulai tahap berikutnya.
“Apa kau siap?”
“Untuk?”
“Tentu saja, making love chagi..” ujar Kyuhyun. Belum Jeyoung menjawab pria itu sudah menggerakkan tubuhnya, membuat Jeyoung mengerang kaget.
“Pelan-pelan, ini pertama kalinya untukku.” Ucapnya. Jeyoung tidak terbiasa dengan sentakan nikmat yang tiba-tiba.
“Baiklah,” jawab Kyuhyun.

Detik berikutnya, Kyuhyun mulai menggerakkan tubuhnya perlahan-lahan, menikmati sensasi saat dinding-dinding tubuh Jeyoung bergesekan dengan miliknya.
“Ahhhh..” desahan keduanya bertemu. Jeyoung maupun Kyuhyun sama-sama menikmati pergerakan itu. Tak bisa dipungkiri, seks adalah hal paling menakjubkan yang mereka lakukan. Ia merasa menyesal karena baru bisa merasakan ini sekarang padahal ia bisa saja mendapatkannya saat malam pertama mereka dahulu.
Lambat laun gerakan Kyuhyun mulai dipercepat karena ia juga penasaran bagaimana rasanya. Oh tidak, ia merasa hampir gila saat tubuhnya menggenjot tubuh Jeyoung sementara istrinya itu mendesah-desah dan tangannya membuat seprei ranjang berantakan.
“Youngie..Ohhh..” Kyuhyun tidak kuasa menahan pemandangan di depannya. Kedua payudara Jeyoung berguncang, putingnya yang mencuat tegang merangsangnya untuk menggoda bagian itu kembali. Ia menggunakan tangannya meremas dada sintal Jeyoung yang menganggur.
“Ahhh..ahhhh..” Jeyoung seperti melayang tinggi saat tubuhnya menegang kemudian ledakkan itu kembali terjadi. Sementara itu Kyuhyun semakin leluasa bergerak karena cairan itu memudahkan lajunya. Ia merasa hampir sampai karena itu gerakannya semakin menggila.

“Aaaaahhhhhh..”
Lenguhan panjang terlontar bersamaan dengan tibanya mereka di puncak. Tubuh keduanya sempat menegang, lalu kembali melemas beberapa detik berikutnya. Kyuhyun mendesah lega setelah cairannya keluar beberapa kali di dalam lindungan hangat tubuh Jeyoung yang mengurutnya kuat. Tenaganya seperti habis, ia jatuh memeluk tubuh berkeringat istrinya meskipun tidak sampai menindihnya. Ia merasa sangat puas.
Jeyoung baru merasakan lega yang membuatnya lelah namun nikmat seperti ini. Tubuh bawahnya terasa hangat karena sperma Kyuhyun yang masuk ke dalam rahimnya. Ia masih menormalkan pernapasannya saat tubuh Kyuhyun jatuh menimpanya. Pria itu menahan tubuhnya sendiri dengan sikunya agar tidak terlalu menindihnya. Mereka berdua sama-sama kelelahan, namun bahagia terbukti dari senyum simpul yang tersemat di bibir keduanya.
“Sekarang aku paham..” Jeyoung berkata dengan suara rendah, Kyuhyun mengangkat kepalanya untuk menatap wajah istrinya. “Kenapa berhubungan intim baru dilegalkan ketika dua orang manusia sudah menikah, kurasa itu adalah hadiah istimewa untuk mereka yang sudah berjanji hidup bersama dalam ikatan suci. Jika dilakukan sebelum menikah, seks tidak akan istimewa lagi. Bukankah begitu?” Dia tersenyum lembut untuk suaminya dengan tangan mengusap keningnya yang dibanjiri keringat.
“I think so,” jawab Kyuhyun setuju. Ia kembali menyapa bibir mungil Jeyoung yang begitu menggodanya.

—o0o—

Kyuhyun kini tengah menonton tv bersama istrinya, tetap di ranjang mereka dan keduanya sama-sama tidak mau repot memakai pakaian mereka kembali. Kyuhyun membiarkan Jeyoung menyandar di dadanya sementara ia memeluk pinggang istrinya.
“Geli..” ujar Jeyoung saat tangan jahil Kyuhyun menggodai puncak dadanya. Berkat ulah Kyuhyun itu ia tidak bisa menonton dengan tenang.
“Youngie, kau ingin memiliki anak berapa?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Jeyoung melonjak kaget. Kenapa tiba-tiba bertanya soal anak?
“Em, dua saja cukup.”jawabnya cepat. “Wae?” Jeyoung mendongak menatap wajah Kyuhyun karena pria itu tidak merespon kembali ucapannya.
“Tidak, tiba-tiba saja aku terpikir mungkin akan menggembirakan jika kita bisa memberi cucu secepatnya.”
“Ho, wae? Memangnya ayah ibumu meminta itu? Orang tuaku tidak mengatakan apapun.”
“Aniyo..bukan seperti itu..” Kyuhyun diam kembali. Jeyoung merasa ada yang tidak beres karena ekspresi suaminya terlihat janggal. Kyuhyun tampak bingung dan ragu.
“Kenapa? Ada apa sebenarnya?” Jeyoung cemas. Kyuhyun menatap matanya langsung, membuat Jeyoung yakin ada sesuatu yang penting yang ingin diutarakannya.
“Youngie, aku sempat membayangkan tentang anak saat kita melakukannya tadi. Aku merasa sangat gembira karena bisa melihat dirimu atau diriku dalam sosok anak-anak kita. Aku, ingin sekali kita memiliki anak. Bagaimana menurutmu?”

Jeyoung merasa lega ternyata itu yang membuat mendung di wajah suaminya. Ia kira ada hal yang lebih gawat dari itu. Sebagai jawaban ia tersenyum lalu menggenggam kedua tangan Kyuhyun.
“Tentu saja aku juga menginginkannya. Tapi kita tidak bisa menentukan kapan anak akan datang pada kita. Itu urusan sang Pencipta. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa.”
Kyuhyun tersenyum lebar. “Kalau begitu aku boleh berusaha keras, bukan?”
“Apa maksudnya?”
“Bukankah kita ingin cepat memiliki anak? Ayo kita lakukan lagi..”
Jeyoung melebarkan mata mendengarkan ucapan mesum suaminya sendiri. Bukannya ia tidak mau tapi apakah Kyuhyun tidak lelah? Mereka baru melewatinya satu jam yang lalu.
“Aigoo, kau tidak lelah?” tanyanya heran. Kyuhyun menyeringai dan dalam satu kali gerakan Jeyoung sudah berbaring di bawahnya.
“Tidak. Jadi, kita bisa…” ucapnya menggantung. Kyuhyun merapatkan selimut mereka agar tidak kedinginan sementara mereka memulai kembali apa yang baru saja terlewat. Jeyoung memeluk punggung Kyuhyun saat dirinya kembali dipenuhi oleh tubuh Kyuhyun.
“Saranghae..”
“Nado..”

“Unghhh..” itulah desahan yang terdengar sayup-sayup dari kamar mereka.

—o0o—

“Hmmffttt.. apa yang terjadi padamu Lee Hyukjae?”

Kyuhyun dan yang lainnya harus menahan tawa ketika melihat pipi namja itu tampak memerah saat mereka sarapan bersama pagi itu. Eunhyuk menekuk wajahnya antara sebal dan malu. Alih-alih menjawab, ia lebih memilih memakan kembali pie strawberrynya.
“Sepertinya lebih bijak jika kita bertanya pada Lee Eunri,” ujar Kibum. Eunri, gadis yang duduk di samping Raeseok itu tidak berniat memberikan komentar. Ia tahu semua orang kini sedang memandangnya ingin tahu. Sambil menggerutu akhirnya ia menjawab.
“Dia hampir saja berbuat mesum padaku semalam,” desisnya. Eunhyuk memang hampir saja membuatnya kehilangan kesuciannya. Ia memang mencintai pria itu tapi tidak seharusnya miliknya yang berharga direnggut sebelum waktunya.

“Mwooooo?” Kyuhyun, Donghae, Siwon dan Kibum serentak berseru kaget lalu tawa mereka meledak kemudian.
“Hahahhaha…pantas saja. kau pasti ditampar oleh Eunri, benar bukan!!” seru Donghae puas.
“Diam kau Ikan Mokpo!” Eunhyuk menatap tajam sahabatnya yang paling polos itu.
“Itu akibatnya jika kau tidak bisa menjaga diri,” sahut Siwon tenang, tawa yang tadi menguar sudah sirna di wajah tampannya. Sementara Kyuhyun hanya menyeringai sambil menggeleng lemah.
“Ternyata Eunhyuk si Perayu tetaplah seorang amatiran,” gumamnya. Eunhyuk sebenarnya ingin membalas ucapan tajam Kyuhyun si Lidah Iblis namun ia tidak menemukan kalimat yang bagus karena itu mulutnya kembali dikatupkan. Ia hanya bisa memelas pada Eunri.
“Chagiya, kenapa kau membeberkannya pada mereka?”
“Itu untuk pembelajaranmu. Lain kali jika ingin menyentuhku, nikahi aku dulu.” ujar Eunri sambil mengusap pipi Eunhyuk lembut.

“Itu sinyal dari Eunri bahwa ia ingin segera dinikahi.” Ujar Nichan yang sejak tadi diam saja. Eunhyuk dan Eunri seketika memerah malu. Eunhyuk memang sudah melamarnya namun entah kapan kejelasan pernikahan mereka. Donghae dan Raeseok juga ikut saling pandang. Sementara Jeyoung sejak tadi diam saja, masih terngiang kejadian semalam. Karena Kyuhyun tampak biasa saja sejak mereka bangun tadi pagi, ia pun memutuskan untuk bersikap seolah tidak terjadi apapun.

“Chagiya..kapan kau akan melamarku?”

Suasana hening itu mendadak pecah oleh ocehan polos Heerin. Kibum yang duduk di sampingnya terkejut lantas menoleh.
“Waeyo?”
“Aku hanya penasaran..” ujar Heerin lalu tersenyum. Kibum mendesah, ia balas tersenyum untuk kekasih tercintanya itu.
“Lihat saja, itu akan menjadi kejutan untukmu.” Ucapnya lembut, membuat mata gadis di sampingnya berbinar-binar gembira.
“Jinjja? Aku suka sekali kejutan! Gomawo chagiyaaa!!” Heerin bergelayut manja di lengan Kibum.
“Ya, ya!! Kalian ini selalu merasa dunia milik berdua..” protes Eunhyuk. Belum hilang kekesalannya sekarang Kibum sepergi sengaja membuatnya iri sementara yang lain hanya menggeleng-gelengkan kepala maklum. Kibum dan Heerin memang selalu seperti itu.

Jeyoung melirikkan kepalanya pada Nichan yang duduk di seberangnya. Gadis itu adalah cinta masa lalu suaminya, sekarang sedang berakrab ria dengan Siwon. Meskipun Kyuhyun sudah berkata tidak akan pergi meninggalkannya, tapi tetap saja ia merasa cemas. Nichan sangat cantik sedangkan ia..
“Kenapa kau tidak menghabiskan makananmu? Apa steaknya tidak enak?”
Jeyoung menolehkan pandangannya pada Kyuhyun yang menatap cemas. Perhatiannya kemudian turun pada makanannya yang baru habis seperempat.
“Aku tiba-tiba tidak berselera makan.” ujar Jeyoung singkat. Kyuhyun mengerjapkan mata.
“Tunggu, apa mungkin kau hamil?” serunya membuat semua perhatian tertuju pada mereka. Jeyoung yang terkejut dengan semua mata yang mengarah padanya segera menepis ucapan suaminya sendiri.
“Ha-hamil apa?” tukasnya dengan senyum aneh.
“Hei, wajar bukan jika wanita yang sudah menikah hamil.” Sahut Donghae.
“Kau sungguh hamil, Youngie?” tanya Raeseok gembira.
“Aku tidak hamil..” ujar Jeyoung yakin. Bagaimana bisa hamil sementara benihnya saja baru ditanam semalam.

—o0o—

Sekarang adalah hari terakhir mereka liburan di Pulau Jeju. Jeyoung menatap indahnya kilau air laut dari tempatnya duduk sekarang. Kyuhyun dan yang lainnya sedang asyik bermain voli. Ia tidak terlalu pandai berolahraga karena itu ia memilih diam di bawah rindangnya pohon.

“Boleh aku duduk di sini?”
Jeyoung terkejut saat mengangkat kepalanya ia melihat Nichan, tersenyum ramah di depannya dengan dua gelas minuman di tangannya.
“Boleh,” Jeyoung tidak memiliki alasan untuk menolak. Lagipula Nichan tidak pernah berbuat jahat padanya. Gadis itu sangat baik dan ramah meskipun dulu sempat menjadi ancaman baginya.
“Untukmu,” Nichan memberikan satu gelas minuman yang di bawanya pada Jeyoung setelah mereka duduk bersebelahan.
“Gomawo.”
“Apa Kyuhyun sudah mengatakan padamu?” tanya Nichan tiba-tiba. Jeyoung terkesiap.
“Mengatakan apa?”
Nichan menoleh padanya lalu tersenyum penuh arti. “Kyuhyun sangat mencintaimu.”
Jeyoung lagi-lagi tersentak kaget. Ia tidak bisa berkata apapun karena ia yakin Nichan belum menyelesaikan kalimatnya. Gadis itu kini menatap lurus ke arah pantai. “Bohong jika aku berkata tidak pernah mencintainya. Aku sangat mencintainya tapi aku sangat bodoh karena waktu itu menolaknya. Aku pergi melarikan diri dari Kyuhyun. Mungkin saat itu dia sakit hati sekali sehingga ketika aku kembali, dia mengejutkanku dengan berita pernikahannya.”
Nichan seperti sedang mengenang memori-memori berharganya saat mengatakan itu. Terdapat raut sesal, marah, bingung, senang, dan frustasi dalam ekspresinya. Jeyoung tiba-tiba teringat, pertama kali ia melihat Nichan memang di hari pernikahannya dengan Kyuhyun. Suaminya itu tampak terkejut namun senang.
“Kyuhyun sepertinya ingin sekali menghukumku. Dia selalu sengaja memperlihatkan kemesraannya denganmu di depanku dan aku akui itu berhasil. Aku pikir Kyuhyun melakukannya untuk membuatku kembali padanya. Karena itu kemarin aku meminta Kyuhyun kembali padaku dan meninggalkanmu. Namun jawaban pria itu mengejutkanku, sangat..”

Jeyoung bisa merasakan luka dari setiap kata-kata Nichan. Ia sebenarnya tidak sanggup mendengarnya namun ia tidak bisa lari. Ia ingin tahu cerita cinta Kyuhyun dari sudut pandang Nichan.
“Kyuhyun menolakku dan berkata dia tidak akan pernah meninggalkanmu. Saat itulah aku yakin selama ini aku memang salah paham. Kyuhyun tidak pernah sekalipun mencintaiku..” gadis itu terdiam selama beberapa saat. Untuk mengurangi ketegangan dia meneguk minumannya.
“Maaf aku jadi bercerita seperti ini padamu, Park Jeyoung..”
“Gwaenchana..” sahut Jeyoung cepat. Ia tak keberatan sama sekali mendengarkan cerita Nichan. Ia sudah terbiasa mendengar cerita serupa dari mulut Raeseok dan Eunri. Ia menatap gelas di tanganya ragu. Ia penasaran sekali pada satu pertanyaan dan berniat menanyakannya jika diberi kesempatan.
“Boleh aku bertanya sesuatu?”
“Emm..”
“Dulu, kenapa kau menolak Kyuhyun?”
Nichan tersenyum, entah apa maksudnya. “Pria itu salah mengenaliku. Dia berkata jatuh cinta padaku karena suatu kejadian namun orang yang dimaksud olehnya sama sekali bukan aku.”
“Apa?” Jeyoung tidak mengerti sama sekali maksud ucapannya.
“Jika kau ingin tahu lebih jelasnya, kau bisa bertanya pada suamimu sendiri.”
“Oh, ne..” ucap Jeyoung. Baiklah, mungkin lain kali ia akan menanyakannya pada Kyuhyun.

Setelah obrolan itu ia merasa bisa menganggap teman pada Nichan, seperti ia memperlakukan Raeseok, Eunri, dan Heerin. Gadis itu lebih menyenangkan dari yang diduganya dan siapa sangka ternyata Nichan sangat menyukai adiknya, Minwoo. Bukan menyukai dalam arti yang sesungguhnya, tapi lebih pada menganggap Minwoo seperti seorang adik yang menggemaskan. Ia juga baru tahu Siwon diam-diam menyukai Nichan sejak lama. Gadis itu yang bercerita sendiri tanpa ia tanya. Berita baiknya Nichan mulai berusaha menerima Siwon meskipun pasti akan membutuhkan proses yang lama. Jeyoung yakin Nichan bisa karena Siwon adalah pria yang sangat baik. Yah, mereka sama-sama baik.

—o0o—

Liburan pun berakhir dan mereka harus kembali ke Seoul. Jeyoung terperanjat bangun dari tidurnya ketika menyadari waktu keberangkatan pesawat mereka tinggal satu jam lagi.
“Aarrrghhh..” pekiknya panik. Ia segera membangunkan Kyuhyun yang masih tertidur.
“Kyu..ireona..kita harus bergegas sebelum pesawat kita lepas landas!!”
“Aku masih mengantuk Youngie, biar saja pesawat itu pergi. Kita bisa memesan tiket penerbangan berikutnya. Kau ikut tidur saja sini..” Kyuhyun menarik Jeyoung untuk tidur kembali di sampingnya. Jeyoung mengeluh dalam hati, ini salahnya karena membiarkan Kyuhyun menguasainya hingga malam. Mereka jadi kelelahan dan tidur lebih lama dari biasanya.
“Chagi, di Seoul kita masih bisa melakukannya bukan?” tanya Kyuhyun.
“Tentu saja. Kita hanya tinggal berdua di rumah. Tidak perlu cemas. Karena itu ayo cepat bangun. Teman-teman pasti sudah menunggu di lobi!!”
“Baik, kalau begitu ayo kita mandi bersama!!” Kyuhyun bangkit, dengan tubuh yang tak terbalut apapun ia menggendong istrinya ke kamar mandi.

“Cho Kyuhyuun!!!” Jeyoung berseru panik karena jika Kyuhyun sudah mengajaknya mandi bersama, hal yang seharusnya hanya sebentar bisa menjadi sangat lama.

===The End===

212 thoughts on “Another Story In Cherry Blossom // We Make It Happen

  1. Hiatt xD kyu mesum amat elah xD udah tau trlambat bngun masi mau mndi bareng xD emng mau ngapain sih kok jdi lama mandinya? ‘-‘ *plak
    kasian si unyuk ditabok enri xD

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s