I Hate You, But.. (Part 7)

Tittle : I Hate You, But Part 7
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance, Married Life
Length : Chaptered

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Kim So Eun

Support Cast :

  • Lee Donghae
  • Cho Kyuhyun
  • Park Eun Ji
  • Cho Yoo Hee

Maaf ya kalau posting ini lama. Ada yang kangen gakkk???? Author mewanti-wanti untuk temen-temen menyiapkan tabung oksigen karena akan ada hal yang mengagetkan di part ini.

Happy Reading ^_^

I Hate You But by Dha Khanzaki

====Part 7====

Pesta yang diselenggarakan keluarga Choi memang selalu menarik perhatian seperti biasanya. Kali ini perhelatan yang diselenggarakan di hotel berbintang yang menjadi aset berharga dari keluarga Choi dihadiri kaum sosialita Korea. Tuan Choi memang memiliki relasi yang begitu kuat dengan para bangsawan Korea.
“Kenapa kalian tiba lama sekali, pestanya sudah dimulai sejak lima belas menit lalu,” keluh Eomma Siwon ketika mendapati putra dan menantunya di pesta itu. So Eun dan Siwon saling melirik satu sama lain, pandangan penuh arti.
“Mianhae, tadi ada sedikit gangguan,” terang Siwon dengan senyum manisnya. Ia menelusupkan tangannya di sela jari So Eun lalu menggandengnya masuk. Eomma hanya menggelengkan kepala dengan bibir tersenyum gembira melihat kedua anaknya tampak mesra.

“Oppa, apa ini pesta ulang tahun perusahaan? Banyak sekali orang yang hadir,” So Eun berbisik sambil melihat-lihat ke sekitar. Banyak beberapa wajah pesohor negeri yang dikenalinya karena sering muncul di televisi dan hal itu membuatnya gugup.
“Bukan. Ini pesta ulang tahun Ayahku,” ucapnya membuat So Eun berhenti melangkah. Siwon menoleh pada istrinya yang mendadak diam. Mungkin So Eun terkejut begitu tahu ini hari penting Ayahnya.
“Maaf baru mengatakannya padamu, aku tahu kau belum menyiapkan kado bukan? Appa pasti akan mengerti,” ujar Siwon lembut sambil menyampirkan helai rambut So Eun ke belakang telinganya. Namun nyatanya anggapan Siwon salah.

Raut tegang So Eun bukan disebabkan karena ia terkejut hari ini hari ulang tahun Appa Siwon melainkan karena tepat di hadapan mereka kini berdiri sosok yang menjadi pengganggu utama rumah tangganya. Park Eun Ji.
“Kau mengundang Eun Ji ke pesta ini?” lirih So Eun gamang. Siwon mengerutkan kening lalu menoleh ke arah yang kini menjadi fokus perhatian istrinya. Matanya melebar kaget. Eun Ji memang berada di sana dan itulah hal yang membuatnya heran. Setahu dirinya, Appanya sangat membenci Eun Ji dan tidak mungkin juga gadis itu berada di pesta ini. Lalu apa yang sedang dilakukannya sekarang?
“Tidak, aku yakin Appa tidak mungkin mengundangnya. Dan aku juga tidak merasa mengundang Eun Ji. Kami tidak saling mengontak sejak aku masuk rumah sakit waktu itu,” jawab Siwon heran. Mereka tersentak bersamaan ketika pandangan Eun Ji mengarah pada mereka dan gadis itu tersenyum. Siwon menggenggam erat tangan So Eun dan mendekatkan tubuhnya dengan gadis itu saat Eun Ji perlahan berjalan menghampiri mereka.
“Hai, senang bertemu kalian,” sapanya ramah.
“Bagaimana kau bisa datang ke pesta ini?” tanya Siwon serius. Eun Ji tertawa pelan melihat cara bicara Siwon yang sinis padanya. Sepertinya So Eun berhasil memperdaya Siwon. Terlihat jelas dari cara pria ini menatapnya. Ada raut benci dan tidak suka dalam sorot mata Siwon. Dua emosi yang tak pernah Eun Ji lihat sebelumnya. Setidaknya pria ini tidak pernah memberikan ekspresi itu untuknya.
“Kau lupa teman priaku tidak hanya dirimu? Leeteuk-ssi yang mengajakku datang ke pesta ini.” Ucapnya dengan nada sedikit angkuh.
Siwon mengangguk. Ia hampir melupakan satu fakta bahwa Park Eun Ji adalah wanita cantik yang bisa mempesona pria manapun yang diinginkannya. Tentu saja tidak sulit baginya untuk merayu pria lain agar mengajaknya datang ke pesta.
“Apa tujuanmu datang kemari?”
“Owh, tuan Choi. Aku tak pernah melihatmu semarah ini. Apa yang terjadi? apa karena istrimu sudah mempengaruhimu?” sindir Eun Ji sambil melirik So Eun yang sejak tadi diam. Eun Ji sedikit terhenyak oleh tatapan So Eun padanya. Seperti mengasihani. Apa maksudnya? Apa itu strategi So Eun untuk membuatnya tertekan?
“Jika kau datang untuk menggangguku. Sebaiknya kau pergi,” ucap Siwon. Dia menarik So Eun pergi. So Eun mendesah lega karena tidak perlu menatap Eun Ji lagi. Ia tidak bisa menatap Eun Ji tanpa ada rasa bersalah di hatinya.
“Aku tak percaya akan begini akhirnya, Tuan Choi. Kau pintar sekali memberi harapan palsu pada wanita. Apa istrimu sekarang pun akan menjadi korbanmu selanjutnya?” ucap Eun Ji dingin, berhasil menghentikan langkah Siwon. Pria itu terkejut, sama seperti So Eun yang mengeratkan pegangannya pada Siwon. Mendadak hatinya dilanda rasa cemas. Ia takut sekali Siwon akan terpengaruh Eun Ji dan kembali padanya.

Siwon sempat menatap Eun Ji marah. Tetapi sosok Eun Ji membuatnya tersadar bahwa dirinya memang sempat memberi harapan palsu pada Eun Ji. Itu sebelum ia diberi hukuman berat oleh Tuhan. Semuanya terucap sebelum ia sadar bahwa perasaannya pada Eun Ji bisa terhapus oleh rasa cintanya pada So Eun. Siwon tidak tahu pada dirinya akan terpikat pada kepribadian So Eun yang terlalu berbeda dari imajinasi wanita impiannya.
Eun Ji memang memiliki segalanya yang Siwon mau dari seorang wanita, karena itu ia tertarik pada Eun Ji. Tetapi ketika So Eun masuk ke dalam hidupnya, Siwon menemukan sesuatu yang berbeda dalam diri gadis itu. Sesuatu yang sempat dibencinya namun ternyata menjatuhkannya ke dalam oase indah yang disebut cinta.
“Maafkan aku, Eun Ji. Aku tahu aku salah. Tetapi, aku mohon untuk sekarang lupakan aku dan apapun yang terjadi antara kita di masa lalu. So Eun adalah masa depanku sekarang dan aku hanya ingin menjalani sesuatu yang direstui orang tuaku,” jelas Siwon sepelan dan sehalus mungkin. Ia bersiap menerima apapun reaksi Eun Ji malam ini dan benar saja, keterkejutan tergambar dalam wajah cantik Park Eun Ji. Rahang gadis itu mengeras dan tangannya mengepal erat.
“Kau memintaku melupakan kenangan kita? Semudah itu kau memintaku melakukannya? Kau pikir itu akan semudah merobek kertas kotor yang penuh coretan yang menulis di lembaran yang baru? Aku tidak akan melakukannya. Kita lihat saja, siapa yang akan kalah nanti,” Eun Ji mengatakannya dengan suara terguncang. Gadis itu berbalik pergi sambil berusaha mempertahankan pose anggunnya.
Siwon membuang nafas berat sementara So Eun mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Sudut hanya tersentuh mendengar ucapan Eun Ji. Sejujurnya, Eun Ji tidak salah sepenuhnya. Gadis itu hanya korban saja. Benar apa yang Eun Ji katakan. Menghapus kenangan yang sangat berarti tak semudah merobek kertas kotor dan menggantinya dengan yang baru. Jika dirinya menjadi Eun Ji, mungkin saat ini ia akan melakukan hal yang sama dengan Eun Ji.

—o0o—

So Eun merasa sangat asing di tengah pesta karena tak ada yang dikenalnya selain Siwon dan keluarganya. Sekarang Siwon sedang mengobrol dengan beberapa rekan bisnisnya dan ia tersudut di pojok ruangan seorang diri. Menatap bosan orang-orang yang berbincang hangat di sekitarnya. Ia menyesap sampanye namun meringis kemudian.
“Uh, rasanya tidak enak,” ia lalu meletakkan kembali gelas berisi cairan kekuningan itu. Ia memutuskan untuk menghampiri Siwon dan bergabung dengan perbincangan membosankan di banding didiamkan di sudut ruangan seperti obat nyamuk. Tetapi baru beberapa langkah ia terhenti karena sosok di hadapannya menghalangi. Ketika kepalanya mendongak untuk melihat wajah di depannya, ia terkejut.
“Donghae Oppa,” lirihnya tak percaya. Donghae memperlihatkan senyum manis khas miliknya lalu memberi salam.
“Aku senang bertemu dengan seseorang yang kukenal di tengah pesta membosankan ini,” ucapnya.
“Kau datang sendiri?” tanyanya karena dilihatnya Donghae tak bersama siapapun.
“Aku datang bersama Hyung,” dia menoleh pada kakak laki-lakinya yang sekarang sedang mengobrol dengan beberapa orang.
“Kenapa tidak mengajak kekasihmu?” canda So Eun mencoba mencairkan suasana. Donghae menatapnya lurus.
“Tidak mungkin. Kekasihku sudah menikah dengan pria lain,” ucapnya tanpa bermaksud menyinggung So Eun sedikitpun karena memang begitu kenyataannya. Namun So Eun langsung serba salah menanggapinya.

Sudut mata Siwon tanpa sengaja melihat istrinya berbincang dengan pria bernama Lee Donghae yang dilihatnya tempo hari. Rasa curiganya muncul karena So Eun tampak salah tingkah setelah Donghae berkata sesuatu. Siwon terpaksa menyudahi obrolan dengan beberapa rekan kerjanya lalu menghampiri istrinya.
“So Eun,” baru Siwon memanggil istrinya orang lain ada yang lebih dulu memanggil namanya.
“Hei, Choi Siwon!!!” teriakan itu cukup untuk membuat Siwon, So Eun, dan Donghae menoleh ke arah sumber suara. Siwon terkesiap melihat pria yang berjalan menghampirinya dengan wajah ceria.
“Cho Kyuhyun,” ucapnya lalu merangkul sahabatnya itu sekilas. “Lama tidak jumpa. Kau jarang terlihat akhir-akhir ini.”
“Kau saja yang terlalu sibuk. Oh, dia pasti istrimu. Kau belum memperkenalkannya padaku secara resmi,” ujar Kyuhyun saat pandangannya teralih ke arah So Eun. Siwon segera menarik So Eun ke dekatnya.
“So Eun, dia sahabatku, Kyuhyun. Kyuhyun, ini So Eun, istriku.” Mereka berjabat tangan sambil saling memperkenalkan diri. Siwon merasa tertarik pada gadis yang berdiri di samping Kyuhyun.
“Hei, dia istrimu?”
Kyuhyun terkesiap bahwa sejak tadi dirinya lupa memperkenalkan wanita yang ada bersamanya. “Bukan, dia adikku Yoo Hee. Baru saja kembali dari kuliahnya di Swiss.”
“Hallo semua, aku Yoo Hee. Cho Yoo Hee,” Gadis bernama Yoo Hee itu tersenyum lalu menyalami Siwon dan So Eun. Ketika dia mengulurkan tangannya pada Donghae, pria itu hanya menatap tangannya. Tidak berniat menjabatnya sama sekali. Yoo Hee yang menyadari respon tak ramah Donghae segera menarik tangannya lagi.
“Kenapa kau tidak mengajak istrimu?” tanya So Eun heran. Kyuhyun mendesah sambil tersenyum.
“Kakak ipar sibuk dengan kegiatan amalnya. Mungkin akan kembali akhir tahun ini,” ucap Yoo Hee lebih dulu. Kyuhyun mengangguk membenarkan.
“Astaga, kau harus segera mencari istri baru yang lebih mencintai dirimu dibanding kegiatan amalnya,” gurau Siwon namun cepat disikut oleh So Eun. Menurutnya ucapan Siwon tadi itu tidak sopan. Bagaimana jika Kyuhyun tersinggung karena ucapannya.
“Ah, sulit sekali jika sudah terlalu mencintainya. Bukankah begitu, Nyonya Choi?” Kyuhyun melirik So Eun yang langsung terperangah mendengar penuturannya. So Eun sempat tertegun beberapa saat sebelum akhirnya tersenyum hangat.
“Tak peduli ruang dan waktu atau jarak yang jauh memisahkan, cintamu padanya tidak akan pernah berkurang. Itu kan maksudmu?” balasnya.
“Bingo!” Kyuhyun menjentikkan jarinya puas. Yoo Hee dan Siwon langsung berdecak bersamaan sementara Donghae terdiam. Apakah itu perasaan yang ada dalam hatinya untuk So Eun?
“Wah, kalian benar-benar cocok. Senang sekali berfilosofi,” celetuk Yoo Hee.

Donghae merasa dirinya tidak diperlukan dalam diskusi seru keempat orang itu. Ia lantas memisahkan diri dan beranjak lunglai ke arah balkon untuk menghirup udara segar. Mendadak saja paru-parunya sulit sekali memompa udara. Setibanya di balkon yang sepi dari keramaian pesta, Donghae menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Dia merenung menatap langit tanpa awan.
Kenapa rasanya takdir tidak ada yang berpihak padanya? Terlalu banyak masalah yang datang sampai ia tidak yakin masih sanggup untuk berdiri. Donghae rasanya ingin menjatuhkan diri ke danau es sampai seluruh tubuhnya membeku. Dengan begitu ia tidak perlu merasa sakit lagi.
“Aku tahu bagaimana sakitnya hati yang terluka,”
Donghae menoleh mendengar suara dari arah sampingnya. Seorang gadis tak dikenal tiba-tiba saja berdiri di sana. Gadis itu menoleh ke arah Donghae dan ia menyadari ekspresi mereka serupa. Sepertinya gadis ini baru saja patah hati.
“Dikhianati itu menyakitkan bukan?” tambahnya karena Donghae tak kunjung menyahut. Akhirnya, setelah diam cukup lama Donghae menjawab.
“Akan menyakitkan jika kau tidak mencoba merelakannya,” ia menengadahkan kepalanya ke langit. Mengharap menemukan bintang jatuh sehingga ia bisa mengajukan satu permohonan. Ia berharap agar bisa merelakan So Eun bahagia bersama Siwon.
“Lalu, apakah kau sudah mencoba untuk rela? Apakah hatimu juga sudah rela?”

Donghae merasa ada yang aneh dengan cara bicara gadis ini. Ia menatap curiga gadis di sampingnya. Gadis itu terlalu banyak bicara untuk orang yang baru saja bertemu.
“Siapa kau?”
“Ah, aku lupa memperkenalkan diri. Aku Park Eun Ji,”
“Lee Donghae,” Donghae menjabat tangan Eun Ji karena merasa tidak ada yang salah kalau hanya berkenalan. Namun tetap saja ia merasa curiga dengan gelagat Eun Ji.
“Kau tahu, aku adalah wanita yang dicampakkan Choi Siwon karena dia lebih memilih menikah dengan Kim So Eun dibanding diriku hanya karena Ayahnya membenciku,” cerita Eun Ji tanpa ragu, membuat Donghae kembali terkejut. Cukup mendengar nama Siwon dan ‘dicampakkan’ cukup membuatnya paham maksud wanita ini mengajaknya berbicara tadi.
“Kau,”
“Aku tahu kau menyukai Kim So Eun. Ekspresimu yang menjelaskan segalanya,” tambah Eun Ji semakin membuat Donghae membulatkan mata. Tanpa sadar dia menggeram. Jadi wanita ini dengan lancang memperhatikan gerak-geriknya tadi.
“Jadi apa tujuanmu mengajakku berbicara?”

Eun Ji merasa tertarik dengan sosok Donghae karena pria ini merespon dengan cepat maksud dibalik obrolan mereka. So Eun ternyata bodoh sudah mencampakkan pria sepertinya. Secara fisik, Donghae tak kalah tampan dengan Siwon. Apa yang membuat So Eun lebih memilih Siwon dibanding pria ini?
“Aku ingin mengajakku bekerja sama, bagaimana. Jika kita berhasil kau bisa mendapatkan So Eun sementara aku mendapatkan Siwon.” Eun Ji mengajukan penawarannya. Donghae tersentak dan ia sempat terlena oleh tawaran Eun Ji. Ia memang ingin So Eun kembali pada dirinya. Terbayang dalam benaknya wajah bahagia So Eun dan kata-katanya bahwa gadis itu mencintai Siwon. Donghae memang ingin So Eun bersamanya. Namun ia tidak ingin membuat gadis itu bersedih jika berpisah dengan Siwon. Donghae cepat menepis pikiran itu. Ia tidak boleh egois.
“Terima kasih atas tawaranmu tapi aku tidak tertarik sedikitpun. Aku lebih memilih diriku menderita dibanding So Eun yang menderita.”
Donghae membalikkan badannya membuat Eun Ji terperanjat kaget. Sebelum dia benar-benar pergi, Donghae menoleh kembali pada Eun Ji.
“Jika kau memang benar-benar mencintai Choi Siwon, kau tidak akan menghancurkan kebahagiaannya.”
“What,” Eun Ji mencoba mencegah Donghae pergi namun terlambat. Sekarang, dia berdiri sendirian di balkon dengan dada bergemuruh. Bahkan pria tadi pun enggan membantunya mendapatkan Choi Siwon? Apa yang terjadi dengan semua orang? Mengapa semua hal seolah berpihak pada Kim So Eun? Mengapa tak ada yang memihak padanya??

Tak ada cara lain. Satu-satunya cara hanyalah memberi pelajaran pada Kim So Eun!!

—o0o—

“Kenapa diam?” Siwon penasaran karena So Eun terus terdiam sekembalinya dari pesta tadi. Ia melonggarkan dasinya lalu meletakkannya di atas nakas samping televisi. So Eun berdiri diam sambil menuangkan air. Hanya saja pikirannya melayang kemana-mana. Dia bahkan tidak sadar bahwa air yang dituangkannya ke cangkir sudah meluber membuat Siwon berseru kaget.
“Chagi, airnya!” Siwon mengambil teko air yang digenggam So Eun lalu meletakkannya di atas meja. Dengan heran ia memandang So Eun berharap istrinya itu memberikan penjelasan.
“Kau kenapa? Sejak pulang dari pesta kau terus melamun,” Siwon melingkarkan tangannya di pinggang So Eun. Mencoba memandang lebih dekat wajah cantiknya.
“Entahlah, tiba-tiba saja aku memikirkan Eun Ji.” Jelasnya murung. Rasa senang Siwon hilang seketika begitu mendengar nama Eun Ji. Keningnya berkerut menatap So Eun.
“Kenapa? Eun Ji bukanlah sesuatu yang harus kau pusingkan sekarang. Bukankah aku sudah mengatakannya tadi di pesta bahwa aku telah memilihmu,” hibur Siwon. So Eun menggeleng lemah lalu melepaskan pelukan Siwon perlahan. Dia berjalan menuju ruang tengah, tepatnya ke arah jendela besar yang menampilkan pemandangan malam yang indah.
“Bukan itu. Sejujurnya aku berpikir Eun Ji tidak sepenuhnya salah. Dia menjadi begitu karena merasa diperlakukan tidak adil.” Ucapnya sambil memandang bintang dengan raut cemas. Siwon mendesah lalu menghampiri So Eun, kembali memeluknya dari belakang.
“Lalu, apa yang ingin kau lakukan? Kau ingin aku kembali padanya?” gurau Siwon. So Eun menoleh dengan mata menyipit. Siwon tertawa melihat reaksinya.
“Aku hanya bercanda,” ujarnya sambil mengedipkan mata. So Eun mendengus. Saat seperti ini masih sempat-sempatnya bergurau.
“Sebenarnya apa yang membuatmu cemas?” Siwon bertanya ulang.
“Aku hanya berpikir, bagaimana jika mengajak Eun Ji berteman denganku? Mungkin dia tidak akan merasa dikhianati,”

Siwon terperanjat mendengar ide itu. Jika So Eun benar-benar melakukannya, entah bagaimana reaksi Eun Ji. “Kau serius?”
So Eun mengangguk cepat. “Firasatku mengatakan, Eun Ji membutuhkan teman berbagi dan aku siap menjadi temannya.”
“Aigoo.. istriku ini memang baik,” Siwon mengecup pipinya dan tangannya semakin memeluk erat pinggang So Eun. “Tapi ada satu hal yang kau lupakan nona..” bisiknya. So Eun menegakkan tubuhnya yang mulai tegang berkat ulah Siwon.
“Apa?” So Eun menelan air liurnya dengan susah payah karena Siwon kini dengan sengaja menyampirkan rambut tergerainya lalu mengecup tengkuknya lembut.
“Ayahku tidak menyukai Eun Ji. Dan aku yakin dia akan menolak jika sampai kau berhubungan dengannya.”
“Jinjja? Wae? kupastikan Appa tidak akan tahu,” So Eun mulai memejamkan mata menikmati perlakukan Siwon di lehernya.
“Dia pasti tahu. Tidak ada informasi yang bisa kau sembunyikan darinya.” Siwon membalikkan tubuh So Eun menghadapnya, lalu menatap lurus iris mata cokelat miliknya.
“Dan aku tidak menjamin Eun Ji mau menerima pertemananmu.” Ujar Siwon secara perlahan mendorong So Eun mundur.
“Kalau begitu kau juga harus mencoba berteman dengan Lee Donghae,” So Eun memekik karena begitu ia menyelesaikan kalimatnya, Siwon mendorongnya hingga jatuh terbaring di atas sofa. Pria itu menatapnya tajam.
“Aku tidak suka ide itu. Lee Donghae, sekali musuhku tetap musuhku,” tegasnya seraya mendekatkan wajahnya. So Eun mendapati jantungnya berdebar kencang kembali.
“Lee Donghae pria baik. Aku jamin dia pasti bersedia berteman denganmu,” kekeuh So Eun dengan suara bergetar karena Siwon semakin merapatkan tubuhnya.
“Oh ya? Mungkin dengan begitu kau memiliki waktu luang untuk berselingkuh dengannya,” bisik Siwon tepat di sudut bibir So Eun. Gadis itu sudah menutup matanya karena gugup.
“Aku tidak akan berselingkuh, tuan pencemburu. Dan berhenti mengajakku berdebat karena Lee Donghae.”

Siwon mengecup bibir So Eun cepat, menghentikan aliran kata-kata gadis itu. “Aku tahu kau tidak akan berani melakukannya. Kau sangat mencintaiku.” Ucapnya lalu mengecup lepas bibir ranum istrinya. So Eun tertawa geli karena Siwon kembali bersikap narsis.
“Dasar Tuan narsis!” ledek So Eun di sela ciuman Siwon. Pria itu menjauhkan wajahnya, menatap So Eun dengan ekspresi takjub.
“Mwo? Tadi kau bermuram durja sekarang tertawa meledekku. Rasakan akibatnya!” Siwon kembali membenamkan bibirnya di bibir So Eun. Mereka saling berperang untuk mengetahui siapa pemenangnya sampai terdengar dering ponsel menyela aktivitas mereka. So Eun menjauhkan wajahnya lalu menoleh ke arah ponselnya yang berbunyi nyaring.
“Ada telepon. Mianhae Oppa, aku harus mengangkatnya.” So Eun mendorong Siwon pelan lalu beranjak dari sofa sambil merapikan bajunya yang mulai berantakan. Siwon mendengus sebal sambil mengumpat dalam hati. Orang bodoh mana yang menelepon pada larut malam seperti ini?
So Eun meraih ponsel yang berkedi-kedip lalu menempelkannya ke telinga.
“Yeobseo,” So Eun mendengarkan baik-baik seseorang yang berbicara di ujung sana dan detik berikutnya matanya melebar kaget. Dia menoleh pada Siwon dengan wajah tegang. Siwon mencium bau masalah lantas bergegas mendekati So Eun.
“Apa yang terjadi?” cecarnya.
“Arraseo. Aku akan segera ke sana,” setelah menutup pembicaraan, So Eun menoleh pada Siwon dengan wajah cemas bercampur panik. “Donghae Oppa, dia kecelakaan.” Lirihnya menahan tangis. Siwon terperanjat.
“Mwo??”

—o0o—

So Eun berlarian di lorong rumah sakit di tengah malam. Siwon ikut berlari di samping So Eun dengan perasaan yang campur aduk. Setelah menerima telepon dari pihak rumah sakit, tanpa pikir panjang So Eun segera pergi ke rumah sakit. Bahkan tidak mempedulikan Siwon yang terus bertanya sepanjang perjalanan.
Setibanya di depan ruang IGD, So Eun memelankan langkahnya karena di tempat itu sudah ada keluarga Donghae. Ibu, Ayah, dan kakak laki-lakinya.
“So Eun, kau di sini?” ucap Donghwa, kakak Donghae. Hanya dia satu-satunya di keluarga Lee yang menerima So Eun dengan tangan terbuka. Sementara Ibu dan Ayah Donghae, seperti biasa langsung memalingkan wajah. So Eun merasakan tubuhnya menciut. Kecemasannya sejak tadi seperti tersedot habis oleh perlakuan dingin orang tuan Donghae.
“Apa Lee Donghae baik-baik saja?” tanya Siwon menggantikan istrinya yang mendadak menundukkan kepala.
“Dia sedang ditangani dokter ahli di dalam. Kami harap dia baik-baik saja,” kembali Donghwa yang menjawabnya. Siwon mengajak istrinya duduk sejenak di bangku panjang yang tersedia di depan ruang itu. Dia merangkul pundak So Eun berharap mampu mengurangi perasaan cemasnya.

Sambil menunggu mereka mendengar latar belakang kecelakaan Donghae. Kabarnya setelah pulang dari pesta, Donghae mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kepalanya begitu penuh oleh masalah sampai tidak menyadari bahwa mobil yang dikemudikannya mengarah ke lajur lain hingga pada akhirnya menabrak mobil lain yang melaju dari arah sebaliknya. Mobil yang dikemudikan Donghae terguling dan menabrak trotoar jalan.
So Eun menutup mulutnya. Ia tak kuasa menahan tangis membayangkan kondisi Donghae akibat kecelakaan itu. Detik berikutnya pintu IGD terbuka, muncul seorang suster menghampiri mereka dengan wajah panik.
“Apa ada di antara kalian yang bergolongan darah O? Pasien kehilangan banyak darah sehingga membutuhkan donor.”

Ayah dan ibu Donghae berpandangan bingung begitupun Donghwa. Tidak ada satupun di antara mereka yang berdolongan darah O.
“Aku.” Tiba-tiba So Eun berkata. Semua orang menoleh padanya dengan wajah terkejut. “Golongan darahku O. Aku akan menyumbangkan darahku untuknya,”
Siwon tercengang dengan keputusan tiba-tiba So Eun, “SO Eun,” lirihnya. So Eun tak peduli. Yang dipikirkannya hanyalah menolong Donghae. Suster segera membawa So Eun ke ruangan terpisah untuk diambil darahnya.
Berkat donor darah dari So Eun, Donghae akhirnya bisa terselamatkan. So Eun mendesah lega dan Siwon mendekapnya erat karena kini, istrinya itu mulai merasakan efek pusing dan limbung karena darahnya berkurang.
“Minum ini,” Siwon memberikan minuman penambah darah yang didapatkannya dari suster. So Eun meminumnya sambil sesekali mendesah lega. Donghae selamat. Itu yang penting.
“Ah, kau ini benar-benar. Mengapa kau melakukan banyak hal pada mantan pacarmu sendiri?” gumam Siwon sambil terus mendekapnya.
“Donghae Oppa pria yang benar-benar baik. Mungkin itu alasanku,”
“Huh, lagi-lagi.” Siwon merasa dirinya kalah baik dari Donghae. “Tapi aku heran, kenapa tidak ada satupun dari keluarganya yang bergolongan darah O? Justru dirimu yang bergolongan darah sama.” Celetuknya. So Eun mengerjapkan mata sadar akan keanehan tersebut. Ia menatap Siwon intens.
“Mungkinkah Donghae anak tiri mereka?” lanjutnya. So Eun tidak menjawab karena dalam otaknya berkelebat berbagai macam pertanyaan. Memang suatu fakta yang aneh jika seorang anak memiliki golongan darah yang berbeda dengan kedua orang tuanya. Seingatnya Donghae tidak pernah melakukan operasi pencangkokkan sumsum tulang belakang karena hanya itulah satu-satunya kemungkinan yang membuat golongan darah seseorang berubah.
“Mungkin Donghwa Oppa tahu jawabannya.” So Eun bangkit meninggalkan Siwon yang meneriaki namanya. Ia harus mencari seseorang yang bisa menjawab rasa penasarannya.

Langkah So Eun terhenti ketika ia melihat ayah dan ibu Donghae duduk bersama di depan ruang rawat Donghae. Mereka tampak gelisah. Ayah Donghae sampai mengusap wajahnya berkali-kali.
“Sudahlah Appa, Eomma yakin rahasia ini tidak mungkin terbongkar.” Eomma Donghae mengusap pundak suaminya.
“Tapi bagaimana pun, kita tidak mungkin menyembunyikan fakta ini selamanya. Suatu hari mungkin akan terbongkar kenyataan bahwa Donghae bukan anak kandung kita.”

Deg.

Tubuh So Eun menegang. Rupanya benar, Donghae bukan anak kandung keluarga Lee. Dengan badan gemetaran So Eun tetap menguping pembicaraan mereka.
“Dan bagaimana bisa kita membiarkan anak itu mendonorkan darahnya?” seru Tuan Lee membuat So Eun mengerutkan kening. Rasa benci pria itu belum berkurang dan So Eun penasaran apa alasannya.
“Harus bagaimana lagi, hanya gadis itu yang bergolongan darah sama dengan Donghae kita. Bagaimanapun, mereka berasal dari ayah yang sama.”
So Eun menutup mulutnya ketika ia hampir saja memekik kaget setelah mendengar ucapannya barusan. Apa telinganya tidak salah dengar? Kenyataan Donghae adalah bukan anak kandung keluarga Lee cukup membuatnya terkejut. Lalu kenyataan apa lagi ini? Tuan Lee baru saja berkata bahwa Lee Donghae dan dirinya memiliki ayah yang sama? AYAH YANG SAMA!!!
So Eun merasa kakinya sudah tidak mampu menopang berat tubuhnya lagi. Perlahan ia jatuh terduduk di atas lantai rumah sakit yang dingin dan airmata mengalir deras dari pipinya. So Eun menutup mulutnya dengan kedua tangan agar isakan itu tidak terdengar. Pikirannya mengelana pada kenangan-kenangan pahit di masa lalu.
Sekarang, ia tahu alasan mengapa Ayahnya menolak hubungannya dengan Donghae.
Sekarang, ia tahu alasan mengapa Ayahnya jatuh sakit ketika ia bertanya perihal Donghae.
Sekarang, ia tahu alasan mengapa Ayah Donghae begitu membencinya.
Alasannya karena mereka BERSAUDARA?!

====To Be continued====

147 thoughts on “I Hate You, But.. (Part 7)

  1. beneran mengejutkan ini singdemiO_o pantesan ajaaaa kedua appa itu menolak hae-so eun…
    tp haeppa bener-bener orang baik :”) bahkan saat eunji minta kerjasama dia menolak dgn tegas aaah ailapyu oppa ><

  2. OH MY GOD !! BERSAUDARA ???
    Mianhae baru cantolin komend di mari ..
    INI MEMBUATKU SHOCKK !! Sampai-sampai aku teriak ngga sadarkan diri *toeeennnggg*

  3. Eunji tl0ng jangan jd gadis jahat.
    D0nghae oppa emang pri baik hati.

    q bner2 sy0k tau d0nghae nd so eun kakak ade.

    skrang gliran alesan kelurga choi knpa gak suka ma eunji

  4. Ternyata donghae saudaraan dgn SoEun , pantas aja pas Eunji menawarkan rencana jahatnya . Donghae menolaknya mentah” . Mungkin itu firasat hati saudara kandung yg menyayangi saudari kandung nya dgn tulus.

  5. gak nyangka banget so eun sama donghae sodara ???
    sempet curiga dari awal pasti ada sesuatu tapi gak nyangka kalo mereka punya ayah yang sama
    tapi lee dong har beneran baik banget , keren abis pas nolak permintaan eun ji so cool ^^
    makin penasaraaaan

  6. haaah so eun sma haeppa bersaudara
    gmna critanYa kk bsa gtu
    bNr ja walau mreka udh ptus mreka tetap care n baik stu sma sama lain
    wahh pnsran crita slanjutnyaaa

  7. Lho? Maaf, setahu saya wlaupun gol darah ayah ibu donghae bukan O bisa saja gol darah donghea O soal.a di gol drah A / B skalipun ada pembawa gen O. Mian author-nim bukan mksud mndikte, atau mungkin gol drah ortu.a donge itu AB? author-nim jawab aku!!! Aku penasaran….!!!

    Author-nim ff mu kerreeeeen!!! So sweeet! Problem dan feel.a itu nyataa!!!

  8. oh my,trnyta mrk brsaudara???!!!pantesan aja..tp?jd pnsaran knp mrk bs trpisah pdhal mrk brsaudara??keren bgt..konfliknya mulai menegangkan…😉

  9. Omo!! ini bener2 bikin gue bingung pertamanya ortu haeppa masa darah nya gak ada yang sama? end bener kan tebakan gue kalo haeppa pasti bersaudara sama so eun *omo * shock attack seketika
    Bagusa suami ku haeppa kamu menolak ajakan si iblis itu *ketawa evil

  10. Dibuat dag dig dug der baca part ini. Banyak kejutannya. Dan yg plng pengejutkan itu scane terakhir. Donghae So eun BERSAUDARA ???!!!

  11. Whaaat???? Ini kabar mengejutkan bangeeet….
    Lah trus kenapa donghae bisa ada di keluarga lee????
    Astagaaaa, trus kenapa donghae gak dianggap sm appa kandungnya sendiri???

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s