Shady Girl Ryeowook’s Story (Part 4)

Judul : Shady Girl Ryeowook’s Story Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Tiffany Hwang
  • Kim Ryeowook

Support Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Sunny

 

Happy Reading ^_^

Shady Girl Ryeowook's Story by Dha Khanzaki

====Part 4====

Ryeowook mengamati ekspresi terpukul Tiffany dengan perasaan khawatir. Sejujurnya ia tidak bermaksud membuat gadis di hadapannya itu sedih. Setelah beberapa saat terdiam dalam pikiran masing-masing, Tiffany akhirnya angkat bicara juga.
“Aku tak percaya, pada akhirnya semua usaha yang kulakukan sia-sia” lirihnya. Namja itu terkesiap kaget sekaligus bingung. usaha apa?
Tiffany dengan tatapan menerawang, mulai menceritakan cerita masa lalunya. Di mana cintanya pada Cho Kyuhyun berawal.

#Flashback#

*Tiffany POV*

Saat itu, musim semi di tahun keduaku sebagai siswi SMU. Aku seperti biasa, membawa bekal makanan buatan sendiri ke sekolah karena sepulangnya dari sekolah nanti aku harus ke kantor agensi untuk berlatih. Sekarang adalah masa penjejakkan untuk mewujudkan cita-cita yang kuimpikan sejak kecil. Menjadi seorang artis.

Hari ini pun seperti biasanya, aku sudah duduk manis di kursiku. Kelas saat ini cukup sepi. Semua orang pergi ke kafetaria untuk makan siang. Aku membuka dengan semangat bekal yang berisi salad dan beberapa potong sandwich—menu bekal favoritku.
“Ah, mashita..” Aku berseru senang. padahal makanan belum dicicipi sama sekali. Samar-samar dari arah depan terdengar suara-suara berisik. Seorang namja duduk dua bangku di depanku. Aku lupa siapa namanya. Dia adalah murid khusus yang naik 1 tingkat lebih awal. Seharusnya sekarang dia adalah hoobae-ku. Tapi karena kejeniusan yang dimilikinya—menurut gosip yang beredar—dia bisa langsung duduk di bangku kelas 2 SMU. Ah, aku malas berhubungan dengan orang aneh sepertinya. Sepanjang yang kuketahui, dia itu hanya anak lelaki yang aneh dan sulit dipahami. Penampilannya selalu berantakan dan pekerjaannya hanya bermain game. Aku tidak mengerti darimana kejeniusannya itu berasal.

“Ah, menyebalkan!!!!” umpatan-umpatan kecil terdengar keluar dari mulutnya dan bunyi halus yang berasal dari permainan gameboy yang ada di tangannya sedikit mengganggu. namun tak begitu kupedulikan karena detik ini aku lebih peduli pada perut ku yang berbunyi nyaring.
“Ahh..sialll..” itulah teriakan terakhir yang kudengar sebelum akhirnya, entah bagaimana caranya tiba-tiba saja sesuatu jatuh tepat di atas bekal makananku!!
“Kyaaaaa!!!!” Aku menjerit kaget karena mendadak bekal yang belum disentuh sama sekali tertimpa benda aneh berwarna hitam yang sering di pegang para pecinta game. Benda ini..benda ini sudah mengacaukan bekal makan siangku! Aku mengangkat kepala dengan cepat ke arah seseorang di depan sana, yang kini tengah mengacak rambutnya yang jelas sekali berantakan itu. pasti dia pelakunya!! Siapa lagi penggila game di kelas ini selain dia. Tanpa membuang waktu aku segera menderap ke arahnya.

“Yaaaakkk!!” aku menggebrak mejanya kasar dengan amarah menyala-nyala. Mataku melotot dan kedua tanganku berada di pinggang. Aku tak peduli orang mengira gadis cantik, anggun, ramah, dan baik hati seperti ku ternyata bisa naik pitam juga. Yang jelas aku tidak bisa memaafkan siapapun yang sudah mengacaukan bekal makan siangku.
“Kau! Gara-gara ulahmu, Bekalku jadi begini!!!” aku meletakkan bekal makan siangku berikut gameboy miliknya yang masih tetap bertengger manis di dalam kotak bekal. Namja ini sempat terbelalak. Dia mengangkat kepalanya ke arahku dan saat itulah aku baru sadar kalau pria aneh ini mempunyai wajah innocent. Dia terlalu polos untuk pria remaja yang duduk di bangku kelas dua SMU.
“Mianhae. Aku tidak bermaksud.” Wajah memelasnya entah kenapa mampu membuatku kehilangan suara selama beberapa detik. Kuakui penampilannya yang senewen dan tidak menarik sama sekali itu lebih mendominasi. Tapi aku seperti melihat sisi lain dari dalam dirinya yang mempesona. Entah kenapa. mungkin karena aku menyukai pria-pria jenius sepertinya?
“Sekarang bagaimana aku bisa makan siang..sandwichku..” mataku berkaca-kaca saat menatap sandwich yang agak kotor dan tidak berbentuk karena tertimpa gameboy itu. seperti kota Hiroshima yang kacau balau setelah terhantam bom atom.
“Aku harus membuangnya” Aku baru akan membalikkan tubuh saat kurasakan tangannya menahan sikuku.
“Tunggu!!”

Aku menoleh ke arahnya, ekspresinya menunjukkan bahwa ia merasa bersalah.
“Apa?” aku tidak mengerti dengan tatapannya. Ia berdiri canggung lalu mengusap tengkuknya.
“Anu, itu..” tanpa berbicara apapun dia mengambil kotak bekal dari tanganku lalu menyuapkan satu potong sandwich ke mulutnya. Aku menganga kaget melihat semua tingkahnya. Mulutku terbuka ingin mengeluarkan sepatah kata namun tidak ada yang keluar sama sekali dari tenggorokanku. aku hanya melihat dia mengunyah sandwich ku lalu menelannya. Aku masih terpaku di tempat. Sekarang ia menatapku dengan senyum menyungging manis di bibirnya.
“Ah, mashita..kenapa mau kau buang..” ucapnya dengan wajah polos. Aku mengejrap tanpa bisa membalas kata-katanya. Namja ini..namja ini membuatku speechless!!
“Ini enak??” akhirnya hanya kata itu yang berhasil keluar. Aku memang belum mencicipinya. Jadi, sandwich buatanku ini, enak?
Dia mengangguk lalu mengulurkan tangannya. “Aku Cho Kyuhyun. maaf sudah membuat bekal makan siangmu rusak”
Senyumnya seolah membiusku. Aku sekarang tidak peduli lagi pada penampilannya yang berantakan ataupun sifat anehnya. Sepertinya aku gadis bodoh yang sudah jatuh cinta pada pria sepertinya. Pria yang membuat hatiku tersentuh.

Kuulurkan tangan untuk menjabatnya. “Gwaenchana. Namaku Hwang Mi Young”
“Aku tahu” ucapnya singkat.
“Kau tahu?” aku takjub. Tak kusangka dia memperhatikanku juga.
“Iya. Sahabatku, Eunhyuk. Dia selalu membicarakanmu” ucapnya ringan. Eunhyuk? Ah, aku ingat namja itu. Dia dari kelas sebelah. kemarin pun dia belum menyerah juga merayuku. But, whatever.
“Oh iya, bagaimana sebagai gantinya kau makan saja bekalku..” ucapnya sambil merogoh sesuatu dari dalam tas. Aku mengerjap ketika ia menyodorkan kotak bekalnya padaku. Namja sepertinya membawa bekal? Hmfft… aku ingin tertawa rasanya, namun kutahan.
“Kau membawa bekal? Hmmfft..” kubungkam cepat mulut dengan kedua tangan. Dia mendengus sambil menggembungkan pipinya.
“Aku tahu ini konyol. Tapi Umma memaksaku membawa bekal. Dan aku sudah mencoba menjadi anak baik dengan membawa bekal yang disiapkannya. Meskipun, yah..aku malu” ucapnya tanpa malu menjelaskannya padaku. Otomatis tawa yang kutahan hilang begitu saja. entah kenapa, penjelasannya membuatku iri. Umma tidak pernah melakukan itu padaku. Orangtuaku terlalu sibuk dengan pekerjaannya di kedutaan. Dan aku, tinggal sendirian di rumah.

Sejak saat itulah, aku mulai mengenalnya..dan jatuh cinta. Setiap ada waktu, di sela kesibukanku sebagai artis aku meluangkan waktu untuk mengobrol ataupun memperhatikannya bermain game. Dia mengatakan padaku bahwa cita-citanya menjadi seorang programmer professional dan membangun perusahaan game sendiri. aku suka sekali pada namja yang memiliki semangat untuk sukses sepertinya.

Sudah beberapa kali aku berniat menyatakan perasaanku pada Kyuhyun. tapi selalu gagal. Salah satu penyebabnya karena aku tidak berani dan..yeoja tomboy itu.. Lee Sun Hee. entah gadis itu muncul dari mana. Setiap kali pertandingan basket, dia selalu muncul di bangku penonton dan berlari menghampiri Kyuhyun saat jeda pertandingan.
“Sial, lagi-lagi gadis itu. sebenarnya apa keinginan dia sih?” gerutuku di bangku penonton. Sekarang sedang jeda pertandingan. Aku berdiri dari bangku dan bersiap menghampiri Kyuhyun dengan sebotol air di tangan. Namun langkahku terhenti saat aku kembali melihat gadis itu berdiri di samping Kyuhyun, memberikan sebotol air padanya. aku menggeram dan ada yang bisa kulakukan selain menatap iri ke arah mereka. Sekarang, apa yang harus kulakukan pada botol air ini?
Aku melihat seseorang yang duduk di pinggir lapangan. Keringatnya bercucuran dan sepertinya dia kehausan. Lebih baik kuberikan air ini padanya saja.
“Chogi..”
Dia menoleh mendengar suaraku. Aku tersenyum seramah mungkin lalu mengulurkan botol air ini padanya. dia tercengang sesaat saat melihatku mengulurkan air untuknya. Namun beberapa saat kemudian dia mengambilnya.
“Gomawo..” ia menundukkan kepala sekilas. Aku tersenyum singkat lalu kembali ke bangku penonton. Masih menatap iri pada Kyuhyun yang tetap bersama dengan gadis tomboy itu.

Ya tuhan, kapan aku bisa menyatakan perasaan ku padanya? semenjak Kyuhyun selalu bersama gadis tomboy bernama Sun Hee, aku sulit sekali mendekati mereka. Di samping aku mulai sibuk dengan kegiatan artisku—tentu saja semakin membuatku populer di sekolah—selain itu juga muncul lagi seorang namja bernama Choi Siwon. entah kenapa dia suka sekali mendekatiku dan mengajakku berbicara. Sejujurnya aku tidak keberatan. Dia anak yang sangat baik dan sopan. Di tambah kenyataan bahwa Siwon adalah sahabat Kyuhyun.
Bahkan hingga aku lulus SMU, aku masih juga belum memberitahukan perasaanku padanya. aku agak heran karena Cho Kyuhyun tidak pernah menyadarinya. Padahal sudah banyak sekali petunjuk yang kuberikan agar dia tahu perasaanku. Saat hari valentine aku memberikan cokelat untukya, terkadang aku juga memberikan bekal untuknya. Tapi, kenapa pria dengan tingkat kejeniusan tinggi sepertinya tidak kunjung juga merespon? Dia memperlakukanku sama seperti memperlakukan gadis lainnya.

Suatu hari, aku pernah bertanya padanya. aku ingin tahu seperti apa gadis yang disukainya. Dan jawaban yang dilontarkannya sungguh membuatku terkejut.
“Aku berharap gadis yang bisa kucintai nanti adalah seseorang yang hebat. Dia bukan tipe pemberontak sepertiku, dia seseorang yang bisa membuatku bangga saat bersamanya. Dan aku harap, gadis itu selalu memiliki waktu untukku”
Apa maksudnya? Bukankah itu berarti aku bukan tipe gadis yang diidamkan olehnya? Pekerjaanku sebagai artis sudah pasti membuatku tidak bisa terus memiliki waktu dengannya. Dan aku memang seorang pemberontak. Aku tidak mau mengikuti keinginan ayah dan ibuku menjadi atase dan memilih menjadi artis. Lalu, apa yang harus kulakukan untuk membuatnya terkesan?

Saat kuliah, aku belajar sekeras mungkin agar bisa mengimbangi kemampuan belajar Kyuhyun yang menakutkan. Aku ingin sejajar dengannya. Namun Kyuhyun terlalu jauh melampauiku. Dia bisa lulus S1nya lebih cepat dariku dan melanjutkan kuliah di luar negeri. Aku benar-benar tidak bisa mengejarnya. Kyuhyun terlalu jauh dari jangkauanku. Hingga akhirnya aku mendengar dia melanjutkan kuliahnya di Universitas Oxford, Inggris. Aku menerima tawaran Orangtuaku menjadi atase di sana. Dan melupakan janjiku pada Siwon demi mengejar Cho Kyuhyun. ternyata, ketika aku tiba di Inggris dan mencarinya, tidak pernah ada mahasiswa di sana yang bernama Cho Kyuhyun. dan barulah aku tahu Kyuhyun bukan kuliah di Inggris..melainkan di Amerika Serikat.
Bodohnya aku..aku menyia-nyiakan diriku sendiri untuk hal yang tak berguna. Kutinggalkan karirku sebagai artis di Korea dan memilih jalur yang tak kuinginkan sama sekali. Dan pada akhirnya, tidak ada satu hal pun yang kudapat selain penyesalan. Aku terjebak dalam dunia yang tak kusukai demi Cho Kyuhyun..

#Flashback end [Tiffany POV end]#

“Jadi semua hal yang kau lakukan selama lima tahun terakhir hanya untuk pria itu?” tanya Ryeowook begitu Tiffany selesai bercerita. Gadis itu masih duduk termangu di tempatnya. Ia menganggukkan kepala lemah.
“Ironis sekali bukan” gumamnya dengan senyum tipis, menertawakan kebodohan dirinya sendiri. Ryeowook bingung harus menunjukkan reaksi seperti apa. ia bingung. bersimpati, jelas. Kasihan, tentu saja. gadis cantik sepertinya mampu membuat diri sendiri terjebak dalam hudup yang tidak disukainya hanya untuk cinta?
Memang, hal abstrak seperti cinta bisa membuat seseorang bodoh. Bukankah itu juga yang dilakukannya selama sepuluh tahun terakhir? Mencintai satu orang saja. setia pada satu orang saja. bodohnya.

“Aku sangat bersemangat saat kembali kemari. Namun di pesta tadi, dengan gamblangnya dia mengatakan bahwa dirinya telah menikah. Bisa apa lagi aku” Tiffany melemaskan bahunya. Lalu menyentuh kaki gelas cocktail yang sejak tadi tidak di pegangnya, menariknya mendekat.
“Kalau boleh tahu, siapa namja itu?” Ryeowook lupa dengan namja yang membuat gadis sepertinya uring-uringan.
“Cho Kyuhyun” Tiffany menjawabnya dengan enggan.
Ryeowook terdiam sejenak. Tiffany memang sering sekali menyebut nama ini dan entah kenapa nama itu sangat tidak asing di telinganya. Tapi, di mana ia pernah mendengarnya?
“Istrinya, apa kau mengenalnya?”
Tiffany mengangguk lalu menyeruput sedikit minuman keemasan itu. “Namanya Na Hyun Jung”
Namja itu terkesiap selama beberapa saat. Otaknya yang cemerlang entah kenapa bekerja lebih lambat dari keong emas. Tunggu, Na Hyun Jung, Cho Kyuhyun, ahhhh!!!!
“Maksudmu, Cho Kyuhyun, dia dosen di Universitas Seoul???” seru Ryeowook heboh tiba-tiba. gadis itu menoleh kembali dengan mata terbelalak lebar. Hampir saja ia tersedak cocktail yang tengah di seruputnya.
“Kau mengenalnya??” tanyanya histeris. Ryeowook mendengus lalu bersedekap.
“Dia dosenku..” ucapnya singkat, dan malas.
“Apa??” kali ini Tiffany berteriak kaget bercampur histeris. “Apa kau bilang? Cho Kyuhyun, dosen di Universitas Seoul? Bagaimana bisa?” ia baru mendengar kenyataan itu. sejauh yang ia tahu, Cho Kyuhyun seorang CEO sebuah perusahaan game.
“Tentu saja bisa. Dia jenius, kau ingat. Cho Kyuhyun menjadi professor termuda di Universitas itu. dan Na Hyun Jung—istrinya—dia adalah sahabatku di kampus. Kami teman satu fakultas”

Tiffany masih dengan wajah tercengangnya menatap Ryeowook dari ujung rambut hingga kaki. “Ryeowook-ssi, berapa usiamu? Kau masih menjadi seorang siswa?”
Ryeowook memutar bola matanya “Aku mahasiswa S2, Tiffany-ssi. Jadi jangan remehkan aku..” ujarnya jengkel. Oh.. gadis itu mengangguk. Kalau begitu wajar saja. tapi sungguh kenyataan yang tak di sangka. Ternyata Ryeowook adalah murid dari Cho Kyuhyun? kenapa dunia ini sempit sekali.
“Mianhae..aku hanya..terkejut..” ucapnya ringan. Sesaat ia merenung. Cho Kyuhyun, sekarang benar-benar sudah menjadi seseorang yang mengagumkan. Menjadi dosen dan CEO di usia muda? Tidak semua orang bisa melakukannya. Namun, orang mengagumkan sepertinya sudah menjadi milik orang lain. Beruntungnya yeoja bernama Hyun Jung karena berhasil memikat hati Cho Kyuhyun.

Sudut lain hatinya masih tidak mau menerima kenyataan bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan. Mustahil. Seorang Tiffany Hwang yang berlatar belakang seorang artis papan atas ditolak namja? Ia yakin topik itu akan menjadi tertawaan orang banyak jika sampai tersebar luas.
Ryeowook menghela napas melihat Tiffany lagi-lagi memperlihatkan wajah sedihnya. “Sebenarnya, Tiffany-ssi. Aku juga pernah mengalami hal serupa” akunya. Tiffany tersentak dari lamunannya lalu menoleh cepat dengan raut kaget.
“Jinjja yo?” ia mengamati Ryeowook.
“Iya” Ryeowook kembali ke tempatnya semula dan duduk di samping Tiffany. Ia menuangkan wine ke dalam sloki dan dengan pandangan menerawang, ia mulai bercerita. Kini giliran ia yang menceritakan kisahnya. Ia pun ingin seseorang mendengar isi hatinya yang terdalam. Sisi dirinya yang terluka karena cinta pada orang lain.
“Dia sahabatku. Dan aku jatuh cinta padanya.”
Tiffany mendengarkannya dengan seksama sambil menopang dagu.

Ryeowook tersenyum tipis. “Sejak pertama kali bertemu dengannya, kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, aku sudah menyukainya. Dia gadis yang cantik dan enerjik. Dan dia pun bisa menerimaku meskipun saat itu keadaanku sangat memprihatinkan. Aku hanya hidup sendirian di Korea. Dan dia yang menjadi temanku satu-satunya waktu itu. saat kedua orang tuanya meninggal, tiba giliranku untuk menjaganya. Kami tumbuh bersama. Dan aku semakin mencintainya. Bukan sebagai sahabat, tapi sebagai seorang wanita. Namun beberapa waktu berselang, ada seorang namja yang dengan berani ingin menjaganya seumur hidup dan dia menerimanya. Saat itu, dengan hati terluka aku tersenyum di hadapannya, mengatakan bahwa aku baik-baik saja dan bahagia melihatnya bahagia bersama namja lain. Detik itu juga, cinta yang selama ini kujaga pupus begitu saja” jelasnya panjang lebar.

Tiffany tertegun mendengar penjelasan Ryeowook mengenai kisah cintanya. Astaga, ini lebih menyakitkan. Lebih dari sepuluh tahun hidup bersama, tumbuh besar bersama, ternyata orang yang dicintainya lebih memilih bersama namja lain?
“Apa kau sudah pernah mengatakan perasaanmu pada gadis itu?” tanya Tiffany dengan wajah iba.
Ryeowook menggeleng “Itu kesalahan terbesarku. Karena takut merusak persahabatan, aku lebih memilih diam. Aku terlalu pengecut untuk mengakui perasaanku padanya” gumamnya sedih.
Tiffany terenyuh hatinya. Tanpa sadar, ia lega di saat yang bersamaan. Ia lega karena ternyata ada orang lain yang senasib sepenanggungan dengannya. Hingga ia bisa berbagi cerita bersama.
“Lalu apa yang kau lakukan setelahnya, untuk mengobati hatimu?” tanya Tiffany. Ia sangat butuh saran itu. ia ingin tahu apa yang Ryeowook lakukan untuk mengobati hatinya yang terluka.
“Aku hanya meyakinkan diri bahwa aku bahagia pernah mencintainya. Dan takdir untukku, bukanlah dirinya”
“Sesederhana itu? apa itu membuatmu lebih baik?”
“Tentu saja” Ryeowook mengangguk lalu meneguk wine yang sejak tadi menganggur di tangan. “Kau pun harus mencobanya, Tiffany-ssi. Jalanmu masih panjang. Satu kali patah hati bukanlah akhir dari dunia” tambah Ryeowook.

Tiffany tersenyum tipis. ia membenarkan ucapan Ryeowook. Satu kali patah hati bukanlah akhir dari dunia. Lagipula karirnya masih bisa dilanjutkan. Mungkin dengan kembali menjadi artis terkenal bisa membuka jalan asmaranya kembali.
“Kau benar. Kalau begitu, mari kita sama-sama lupakan masa lalu dan membuka lembaran baru..” ucap Tiffany sambil mengangkat gelas cocktail tinggi-tinggi. Mengajak Ryeowook untuk bersulang. Namja itu tersenyum.
“Untuk lembaran baru..” tambahnya lalu bersulang. Mereka saling meneguk minuman dalam gelas masing-masing. Setelah itu dalam keadaan setengah mabuk mereka kembali berbagi pengalaman seputar asmara mereka.

“Hah, jadi katakan siapa yeoja beruntung yang kau sukai itu..” Ucap Tiffany sambil menuangkan wine kembali ke dalam gelas. Ia sudah mabuk.
“Apa dia Hyun Jung??” tanyanya.
“Bukan. Dia Kim Mira. Kau kenal Lee Hyuk Jae, CEO SJ tv itu? dia suami Mira..” jawab Ryeowook dengan pikiran campur aduk. Ia pun sudah mabuk.
“Ah, Eunhyuk maksudmu.. aku kenal.. dulu entah sudah berapa kali dia merayuku..” racau Tiffany mengingat masa-masa SMUnya.
“Lalu siapa itu Choi Siwon..” tanya Ryeowook sambil meneguk gelas ke sepuluh wine-nya.
“ah, dia hanya salah satu pria yang sudah menyatakan perasaannya padaku..”
“Hah, tapi kenapa waktu itu kau sangat panik karena mengingkari janjimu dengannya???”
“Jinjja yo? Aku hanya tidak enak karena sudah melupakan janji..”
“Dasar pendosa..” racau Ryeowook. Pandangannya mulai berkunang-kunang. Namun ia masih cukup waras untuk pulang dari kediaman gadis itu karena malam sudah sangat larut.
“Tiffany-ssi, aku harus pulang..” Ryeowook baru akan bangkit dari kursi tinggi ketika tangan Tiffany menahan kedua bahunya agar tetap duduk.
“Jangan kemana-mana.. jebal..temani aku..” racau gadis itu. kedua pipinya yang putih sudah merona kemerahan.
“Temani apa??”
“Temani…” dengan kesadaran yang kian menipis, Tiffany turun dari kursi tinggi yang didudukinya. Berjalan perlahan ke arah Ryeowook lalu memeluk pinggang namja itu.
“Temani aku tidur..” bisiknya manja.
“Mwo???” otak Ryeowook yang pening mendadak saja pulih saat mendengar racauan itu dari mulut Tiffany. Menemani tidur? aigoo…
“Tidak, Tiffany-ssi. Kau sudah mabuk. Aku harus pulang..” Ryeowook berusaha melepaskan tangan Tiffany yang melingkar di pinggangnya.
“Jebal..” rengek gadis itu dan sekarang ia dengan manjanya menyandarkan kepalanya pada dada Ryeowook.
“Aish, Tiff—-“ aliran kata-kata yang keluar dari mulut namja itu terhenti begitu saja karena tiba-tiba saja Tiffany membungkamnya dengan sebuah kecupan hangat. Tepat di bibirnya. Ryeowook mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia kaget begitu merasakan benda lembut menempel di bibirnya. jadi, ini rasanya di cium? Bukannya segera melepaskan diri, Ryeowook justru mulai menikmati ciuman itu dan mulai meladeninya. Entah itu karena pengaruh alkohol, atau karena ia merasa nyaman. Namun yang bisa ia pastikan sekarang adalah, dadanya berdesir hebat menerima setiap pergerakan bibir Tiffany yang lembut di bibirnya.
“Tiffany-ssi!!” Ryeowook tersadar bahwa semua yang dilakukannya salah. Ia segera menjauhkan wajahnya meskipun sepertinya Tiffany enggan menyudahi.
“Enghh..” gadis itu sudah mabuk berat. Ia harus segera memindahkan Tiffany sebelum gadis ini bergerak lebih jauh. Ryeowook turun dari kursi tinggi lalu memapah gadis itu ke kamarnya. Ia sudah tahu di mana letak kamar gadis ini.

“Brukkk”

Ia menyelimuti gadis itu setelah berhasil membaringkannya di ranjang. Sesaat ia terdiam melihat wajah damai gadis itu saat terlelap. Ada apa ini? Mengapa jantungnya berdebar kencang? Dan diam-diam ia meraba bibirnya sendiri, ia tak percaya bahwa beberapa saat yang lalu ia baru saja berciuman, dengan gadis ini.

—–o0o—–

Tik tok tik tok tik tok

Jarum jam terus berpindah hingga sekarang menunjuk tepat pukul 7. Alarm ponsel Tiffany berbunyi nyaring. Membuatnya tersentak bangun lalu meraba-raba kasur di sampingnya. Matanya yang masih tertutup begitu enggan terbuka seperti di lem oleh lem superkuat.
“Mana ponselku?” gumamnya bingung ketika tidak menemukan ponselnya di sisi kanannya. Akhirnya ia membalikkan tubuhnya ke sisi kiri lalu mulai meraba-raba. Namun ia merasa ada yang aneh saat menggerakkan tangannya di sana. Ia seperti menyentuh sesuatu yang hangat..sesuatu yang bernapas dan berdetak. Matanya seketika terbuka. Ia menoleh cepat ke arah samping kanannya. Seketika matanya melebar.

“KYAAAAAAAA!!!!!!”

Tiffany beringsut bangun lalu memundurkan dirinya sendiri hingga terpojok di sudut tempat tidur. seluruh tubuhnya bergetar ketika ia menyadari namja bernama Ryeowook itu tengah tertidur di sampingnya dalam kondisi bertelanjang dada. Seluruh tubuhnya bergetar. Apa yang sudah mereka lakukan semalam?
“Yakk!! Kau bangun…!!” Tiffany mengguncang tubuh Ryeowook dengan tangannya. Ia meminta penjelasan atas kondisi yang didapatkannya saat ini. Namja itu menguap sejenak sebelum akhirnya beringsut bangun.
“Ada apa?” tanyanya bingung.
“Kau, apa yang kau lakukan semalam, hah!! Kenapa kita tidur satu ranjang dan kau..kenapa kau hanya bertelanjang dada???” teriaknya sambil menunjuk-nunjuk Ryeowook seperti penjahat.

Ryeowook yang masih setengah tersadar menatap dirinya sendiri. “Oh ini, bukankah semalam kau muntah di bajuku? Tentu saja aku melepaskannya..” jelasnya. Tiffany terdiam. Benarkah?
Semalam, setelah Ryeowook menidurkan Tiffany di ranjang, mendadak saja gadis itu bangun karena mual. Ryeowook membantunya bangun dari tempat tidur namun terlambat, Tiffany terlanjur muntah dan membasahi bajunya. Terpaksa ia melepaskan kemeja yang dipakainya setelah ia berhasil menidurkan Tiffany kembali. Dan ia pun tidak mungkin pulang dalam kondisi bertelanjang dada. Ia memutuskan tidur di samping Tiffany. Namun tidak ada apapun yang terjadi setelahnya.
“Kau bohong!!” teriak Tiffany tak percaya. “Kau yakin tidak melakukan sesuatu padaku!!”
“Aish..” Ryeowook mengacak-acak rambutnya yang sudah berantakan. “Kau ini sungguh menyusahkanku! Jika memang aku melakukan apa-apa padamu, lalu kenapa pakaianmu masih utuh?” kelakarnya agar Tiffany percaya. Gadis itu terdiam, lebih tepatnya memperhatikan kondisi dirinya sendiri. memang pakaiannya masih utuh tapi bukankah itu tidak menjamin tidak ada apapun yang terjadi.

Tiffany menyipitkan matanya menatap Ryeowook yang bangkit dari tempat tidur, keluar kamarnya.
“Yak!! Jika sampai terjadi sesuatu padaku, aku akan memintamu bertanggung jawab!! Aku akan mengugatmu!!” teriak Tiffany ikut bangkit dan mengejar Ryeowook. Ia menemukan namja itu sedang memakai kembali kemeja yang sudah kering. Semalam ryeowook mencucinya dan mengeringkannya.
“Mau kemana kau??” cecar Tiffany. Ia belum selesai bicara. Ia masih tidak bisa terima kejadian tadi.
“Aku ingin pulang. Terus berada bersamamu bisa membuat keberuntunganku habis” ucap Ryeowook acuh tak acuh. Ia memilih menghindari gadis cerewet seperti Tiffany. Ia bahkan bingung sebenarnya siapa yang dirugikan di sini.
“Keberuntungan habis?” seru Tiffany sinis.
“Ne. Aku selalu sial jika bersamamu. Kau bahkan tidak ingat hal buruk apa yang kau lakukan padaku..”
“Mwo??? Ya, apa maksud ucapanmu!!”

Ryeowook berhenti berjalan saat langkahnya sudah mendekati pintu rumah. “Kau tidak ingat apa yang kau lakukan padaku semalam?” tanyanya dengan mata menyipit.
Tiffany terdiam, tepatnya berpikir. Memang apa yang sudah terjadi semalam?
“Ah, sudahlah, lupakan..” Ryeowook tidak memaksa Tiffany untuk ingat. Lebih baik ia pulang saja.
“Eh, tapi tunggu!!” Tiffany kembali mencegahnya.
“Itu…” Tiffany terdiam. “Terima kasih, kau sudah mengantarku dengan selamat ke rumah. Kemarin..”
Ryeowook menyipitkan matanya. “Hanya itu?”
Tiffany mengerjap. “Tidak. Tidak hanya itu..aku juga ingin minta maaf karena sudah merepotkanmu..” ucapnya kaku. Mendadak saja ia gugup karena Ryeowook terus mengamatinya dengan tatapan menyelidik.
“Wae? apa ada yang harus kuucapkan lagi?” Tiffany mulai merasa risih.
Ryeowook berhenti menatapi Tiffany. Ia mengangguk singkat lalu kembali membalikkan badan.
“Ah.. tunggu..” Tiffany kembali teringat satu hal.
“apa?” Ryeowook menghentikan langkahnya.
“Bagaimana kau tahu kode rumahku?”
“Oh, itu..” Ryeowook diam sejenak. “Bukankah itu tanggal lahirmu?” ucapnya kemudian lalu kembali berjalan pergi. ah, benar juga. bukankah namja itu pernah melihat kartu identitsasnya.
Tiffany masih berdiri di ambang pintu rumahnya. Pikirannya masih gamang. Ia seperti seonggok tubuh tak bernyawa. Ia hanya menatap kepergian Ryeowook dengan perasaan campur aduk.

Kira-kira apa yang terjadi semalam ya?

—o0o—

Tiffany hari ini mulai bekerja kembali sebagai seorang artis. Ia melakukan berbagai macam pemotretan, dan syuting untuk beberapa produk kecantikan dan syuting film terbarunya. Sepertinya patah hati membuat moodnya lebih baik. Aneh memang. Tapi entah kenapa ia merasa begitu ringan. Tak ada lagi hal yang menjadi bebannya saat ini.
“Cut!!” sutradara berteriak mengakhiri syuting hari ini. Tiffany segera duduk di kursinya untuk melepas lelah.
Sudah beberapa hari ini ia tidak bertemu dengan Ryeowook. Sejujurnya ia masih merasa ada yang mengganjal.
“aku sudah gila!!” teriaknya jengkel. Lebih baik ia segera pergi sebelum pikirannya menjadi gila. Setelah berpamitan pada sutradara dan seluruh kru syuting, ia segera memacu mobilnya.

Hari masih sore dan ia yakin rumah masih sepi karena sepupunya itu sibuk bekerja di studio untuk melakukan pemotretan. Kira-kira kemana ya ia bisa pergi?
“Apa ke klub?” Tiffany buru-buru menepis pikiran itu. kenapa ia terpikir untuk menemui Ryeowook di klub? Bukankah klub malam itu baru dibuka pukul 8 malam?
“Ah, aku mengunjungi Cho Kyuhyun saja..”
Ia tersenyum sumringah saat teringat pada pria itu. dengan semangat Tiffany membelokkan setirnya ke arah QC Corp, perusahaan game terbesar yang dibangun oleh Kyuhyun.

—-o0o—-

@QC Office Building

Kyuhyun sedang asyik bermain game sore itu. ia tidak ada jadwal rapat, bertemu klien, ataupun mengajak Sherry—anjing Shih Tzu miliknya—ke salon. Seluruh gerakannya terhenti ketika ia mendengar suara ketukan pintu ruang kerjanya.
“Masuk..” teriak Kyuhyun, tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar tv Plasma 40 inch yang ada di depannya.
“Permisi, Presdir. Ada yang ingin bertemu denganmu..” ucap Sunny, sekretarisnya.
“Siapa?” tanya Kyuhyun, tetap asyik bermain game.
“Nona Tiffany Hwang..”

Brakkk…

Kyuhyun terkejut mendengar nama itu. tanpa sadar stik game yang dipegangnya terjatuh. Dia menoleh pada seseorang yang berdiri di ambang pintu ruang kerjanya.
“Annyeong, Cho Kyuhyun..” sapa Tiffany dengan senyum mengembang.
“Hwang Mi Young..” desis Kyuhyun kaget. Ia berdiri kaku melihat gadis itu perlahan menghampirinya.
“Apa aku mengganggu?” tanya Tiffany ramah.
“Tidak..” jawab Kyuhyun cepat. Ia mengambil jas yang tergeletak begitu saja di atas sofa lalu kembali memakainya.
Tiffany memperhatikan penampilan Kyuhyun secara ke seluruhan. Ia takjub, Kyuhyun sekarang jauh lebih tampan dan rapi di banding terakhir kali dilihatnya. Apa, perubahan yang terjadi padanya karena pengaruh cinta? Hebat sekali yeoja bernama Hyun Jung itu. bisa mengubah Kyuhyun menjadi seperti ini.

==To be continued==

35 thoughts on “Shady Girl Ryeowook’s Story (Part 4)

  1. eonniiiii maap maaap sedikiiit aja bukannya maksud nge bash tiff-wookie cumaaaa kok agak gmn gt eon kl d bayangin wookie agak agresif hihi lucuuuu sih tapiii ini baruu dan lain dr yg lain. biasanya kan wookie itu d gambarkan kalem ><

  2. Omo ! Jangan bilang tiffany ♍a̶̲̥̅̊υ̲̣ ganggu rumahtangganya kyuhyun-hyunjung
    Author kalo nanti tiba leeteuk story pasangin teukie oppa sama yuri ªªªJjjjª kann yuri ΒēĻ☹♍ ada pasangannya dan merek juga sering ketemu dikantor jadi bisalah dibikin cinlok😉

  3. Aduhhhh tiffani mo ngapai c dtng ke kantor kyuhyunnnn!!!!!
    Jgn smp hyun jung dtng ke tmpt yg sm jga bsa2 perang dunia”!!😛
    Next chapter jgn lm2 y!!!😛

  4. Ehm, ada urusan apa ya kira-kira sampai Tiffany mau ketemu sama Kyuhyun…

    Mudah2an sih ga jadi masalah di rumah tangga Kyuhyun..

    Whoooaa, ternyata dunia itu sempit, ketemunya sama orang2 yang berhubungan sama masalalunya tiff.. Hehe

  5. Disini pada galau ria nasib mereka sama,cinta bertepuk sebelahtangan perjuangan mereka sungguh daebak dlm cinta sampai melakukan hal yg dibenci q salut sekali..

  6. OMG tiffany kisseu ryewook o.O
    apa itu first kiss mereka b2 ???
    eyy sebenernya siapa seh appa nya ryewook ????
    dan mau ngapain ya tiffany ke kyuhyun ???

  7. Enak ya jd kyu hyun ceo tpi santai cuma disini,kalo d ff laen kyaknya dia sbuk bgt.
    mw qm ke kantor kyu tifany? Haduh,.
    ryeowook dah ada gtar2

  8. katanya ketidakberuntungan adalah keberuntungan terbesar.. jadi ryeowook, tiffany hwang mungkin adalah keberuntungan terbesarmu…😄 /ngakak guling2/

  9. kisah cinta nya sama yaa ><
    Kadian wookie di sosor tiffany tp gak inget tiffany nya?
    awas aja tiffany ganggu rumah tangga kyu*GueBom entar

  10. Mrka brdua jd akrab krna mrsa senasib hehehe…
    Sprtinya Kyu shock d kunjungi oleh Tiffany??? Mgkn krna Kyu tau Tiffany mmndam rasa pdnya???

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s