Because WGM, You’ll Be Mine !! [Part 6]

Tittle : Because WGM, You’ll Be Mine !! Part 6
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Jeyoung
Genre : Romance

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Shin Jeyoung

Support Cast :

  • All Member Super Junior

 

Happy Reading^_^

because WGM by Dha Khanzaki

===Part 6===

*Author POV*

“Kenapa tidak diangkat?”

Ni Chan menatap Je Young heran karena lagi-lagi ia tidak mengangkat ponsel yang berbunyi nyaring untuk yang ke sekian kalinya.
“Ah, bukan hal yang penting,” Je Young menjawab karena ia tahu yang baru saja menelepon adalah Kyuhyun. Semenjak kejadian kemarin, ia terus saja menghindari kontak dengan Kyuhyun. Beruntung tidak ada syuting selama dua hari karena itu ia tidak perlu bertatap muka dengan Kyuhyun untuk beberapa lama.
Je Young tidak tahu harus menunjukkan sikap seperti apa jika bertemu dengan Kyuhyun nanti. Kejadian memalukan kemarin benar-benar membuatnya malu dan ia yakin tidak akan bisa menyembunyikan sikap canggungnya lagi. Ah, itu benar-benar berita buruk.
Untungnya Ni Chan sama sekali tidak memperpanjang pembicaraan itu. Tetapi dia justru menanyakan hal yang membuat Je Young berdebar kencang.

“Sekarang penayangan WGM episode kedua. Kau tidak ingin menontonnya Youngie?”

Hampir saja ia lupa bahwa hari ini episode kedua akan tayang. Sampai detik ini ia masih ragu antara harus menontonnya atau tidak.
“Sepertinya aku tidak akan melihatnya,” putus Je Young. Lebih baik tidak karena jika ia menontonnya, kejadian malam itu pasti terngiang-ngiang kembali.
“Waeyo? Pasti akan seru.”
“Ne. Aku tidak meragukannya. Tapi aku harus menemani Oppaku pergi mencari barang-barang untuk Event terbarunya,” Je Young terpaksa menggunakan kakaknya sebagai tameng. Tadi pagi kakaknya memang sempat menelepon dan memintanya ikut.
“Oh, sekarang kakakmu mengorganisir acara apa?”
“Entahlah, sepertinya acara ulang tahun. Karena yang berulang tahun adalah perempuan, jadi kakak meminta bantuanku.”
Kakak laki-lakinya adalah pemilik dari Event Organizer besar. Meskipun memiliki banyak anak buah yang bisa disuruhnya, namun kakaknya itu lebih suka melakukannya sendiri.
“Ngomong-ngomong, aku sudah lama tidak bertemu kakakmu. Boleh aku ikut??” Ni Chan menggelayutkan tangannya di lengan Je Young manja. Salah satu alasan yang membuat Ni Chan betah bersahabat lama-lama dengan Je Young karena dia tertarik dengan kakak laki-laki Je Young itu.
“Em, ajak atau tidak ya..” Je Young memikirkannya.
“Ayolah, jebal..” wajah aegyeo sengaja dipasangnya berharap Je Young luluh. Namun Je Young justru meleletkan lidahnya sambil tertawa usil.
“Tidak!”
“Mwo, ya Shin Je Young! inikah balas budimu setelah aku membuatmu menjadi istri Cho Kyuhyun???” teriaknya mengejar Je Young yang lari lebih dulu.

—o0o—

*Kyuhyun POV*

Gadis ini benar-benar membuatku gila! Sudah sepuluh kali aku mencoba meneleponnya hari ini tapi lagi-lagi dia memutuskan sambungan. Ah, jinjja. Dia membuatku merasa sangat bersalah. Aku harus meminta maaf karena jika tidak, aku tidak akan pernah bekerja dengan benar. Hyungdeul protes padaku karena tidak terlalu fokus saat perform tadi. Baiklah, satu-satunya cara yang tersisa adalah aku harus bertemu dengannya.

Sekarang, lihatlah aku. Aku berada di dalam mobilku di pelataran kampus Inha University, kampus tempat Je Young kuliah. Seharusnya sekarang aku sedang tidur cantik di kasurku yang empuk di dorm. Namun bayang-bayang wajah terluka Je Young yang terakhir kali kulihat tidak sanggup membuatku menutup mata. Aku akan langsung terjaga ketika memori itu terngiang.

“Kapan dia datang?” aku sudah tidak sabar lagi menunggu. Aku yakin kuliahnya sudah selesai sekarang. Sejak tadi mataku terus memindai puluhan gadis yang berlalu lalang di luar sana berharap Je Young ada di antara mereka.Tidak akan ada yang mengenali diriku karena topi dan kacamata hitam yang kukenakan.
Aku hampir melompat dari tempat dudukku ketika melihat Je Young muncul dengan langkah cepat. Wajahnya tersenyum dan aku yakin sekarang senyum itu tertular di wajahku. Hatiku gembira melihat sosoknya. Setelah dua hari tidak bertemu dengannya akhirnya aku mendapati diriku bisa bernafas lega. Aku tidak percaya bahwa ketidakberadaan dirinya bisa membuat hidupku kacau balau dan aku seperti bernafas dengan alat bantuan pernafasan dengan campuran udara yang salah. Aku lega karena tidak perlu menderita lagi. Sekarang yang kulakukan adalah menghampirinya.

“Je—“ aku hampir meneriakkan namanya ketika kulihat Je Young menghampiri mobil lain yang terparkir tak jauh dari tempatku berada. Mataku melebar karena kulihat seorang pria turun dari mobil itu. Itu belum cukup menyiksaku karena berikutnya kulihat Je Young memeluknya lalu tersenyum manis, senyum yang tak pernah diperlihatkannya padaku. Rahangku mengeras dan aku mengepalkan tangan tanpa sadar. Siapa pria itu? Yang ingin kulakukan sekarang adalah menarik Je Young dari hadapan pria itu dan membawanya lari. Aku tidak suka melihat Je Young bersama pria lain. Aku benci.

Aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan dan di saat Je Young ikut masuk ke dalam mobil, tubuhku membeku. Mulutku kelu dan aku hanya mampu membuka mulut tanpa mengeluarkan kata-kata. Shin Je Young-ku akan dibawa kemana oleh pria itu!! Tanganku terangkat menunjuk mobil yang kini melaju meninggalkan pelataran kampus.
“Aku harus mengikuti mereka!!” aku segera membuka pintu mobil dan kulajukan mobil seperti mengejar maling. Aku tidak akan melepaskan Shin Je Young dengan mudah begitu saja. Tanpa sadar aku mencengkeram setir mobil yang kugenggam.

Mobil pria itu berhenti di daerah pusat kerajinan di Insadong. Aku memarkirkan mobilku tak jauh dari mereka. Aku melihat mereka keluar dari mobil dan aku tidak berpikir panjang lagi untuk mengikuti mereka. Aku penasaran apa yang akan mereka lakukan. Mungkinkah mereka sedang berkencan? Jika kuperhatikan penampilan pria itu tidak seperti orang korea pada umumnya. Rambutnya kecokelatan dengan garis wajah kebarat-baratan. Tunggu dulu, kenapa aku memperhatikan pria bermasalah itu? Lebih baik aku percepat jalanku agar tidak kehilangan mereka.

Aku merapatkan hoodie yang menutup kepalaku agar tidak ada yang mengenali. Tak lupa juga aku memakai masker. Meskipun orang akan melihatku seperti orang yang menderita penyakit flu parah, I don’t care!
Je Young berjalan di samping pria itu sambil mendengarkan apapun yang dikatakannya. Mereka masuk ke dalam sebuah toko pernak-pernik wanita. Omo, mungkinkah pria itu ingin membelikan sesuatu untuk Je Young?

Saat kuinjakkan kaki ke dalam toko, pemandangan yang kulihat benar-benar membuatku sakit mata. Semua yang ada di sini didominasi warna pink. Aku yakin Sungmin Hyung akan sangat menyukainya. Tapi bukan itu masalahnya. Aku mencari-cari Je Young dan pria itu dan kutemukan mereka sedang berdiri di deretan dekorasi untuk pesta. Aku mencoba menajamkan telinga untuk mendengar apa yang mereka perbincangkan.
“Menurutmu ini bagus?”
“Kurasa motif mawar lebih bagus.”
“Ah, aku tahu mengajakmu adalah pilihan yang tepat!”
Kuperhatikan selera Je Young mirip sekali dengan selera Nuna. Pantas saja Nuna bisa memilih dengan tepat kalung yang cocok untuk Je Young. Mereka tertawa kemudian dan aku benar-benar ingin menarik Je Young.

“Tuan, kau ingin memilih cat kuku warna apa?”

Aku terkesiap ketika pramuniaga tiba-tiba bertanya padaku. Aku menoleh panik pada deretan cat kuku yang ada di hadapanku. Sejak kapan aku berdiri di sini? Seingatku tadi aku berdiri di deretan aksesoris wanita.
“Em, warna pink mungkin bagus,” gumamku mengambil asal satu botol cat kuku warna pink. Aku tidak mau dicurigai sebagai penguntit atau lebih parahnya, ada yang mengenaliku. Aku melihat Je Young dan pria itu pergi meninggalkan toko dan aku segera mengikutinya.
“Tuan, kau harus membayar ini!”
Ah, benar-benar merepotkan! Aku membayar lalu mengambil benda yang kubeli tadi dengan buru-buru sambil memperhatikan ke arah Je Young pergi. Secepat kilat aku mengejar mereka kembali.

Aku yakin Hyungdeul pasti menertawakanku jika melihatku sekarang. Aku selalu membanggakan diri bahwa semua wanita pasti jatuh cinta padaku dan aku tidak perlu susah payah mengejar makhluk yang disebut perempuan. Namun lihat aku sekarang. Aku bertingkah seperti penguntit karena gadis yang kusukai bersama pria lain. Aku tertawa sendiri menyadari aku sudah jatuh cinta padanya. Karena itu, setelah semua ini terjadi aku tidak akan menyerahkan Je Young pada siapapun.

Tempat terakhir yang dikunjungi Je Young dan pria itu adalah toko perhiasan. Aku hanya bisa memperhatikan diam-diam dari luar toko. Aku berusaha menahan diriku agar tidak tiba-tiba muncul lalu memukul pria itu karena kini dia sedang mencoba memakaikan sebuah anting-anting pada Je Young. Asal kau tahu dia itu gadisku! Seenaknya saja menyentuh sembarangan! Entah pada siapa aku menggerutu.

Setengah jam kemudian mereka sudah menyelesaikan acara belanja dan kembali menaiki mobil. Kuikuti mereka kemanapun mereka pergi dan aku mengeryit ketika mobil pria itu memasuki area sebuah gedung serbaguna. Apa yang akan mereka lakukan di sana?
Aku turun dari mobil setelah melepaskan penyamaran. Aku yakin gedung ini aman dari fans fanatik dan sejenisnya. Aku sudah tidak tahan lagi melihat Je Young terus bersama pria itu. Kupercepat langkahku dan ketika aku sudah tiba di dekat mereka, aku menarik tangan Je Young.

Je Young menoleh dan ketika matanya bertabrakan dengan mataku, aku menemukan raut terkejutnya.

—o0o—

*Je Young POV*

“Kita akan bertemu dengannya sekarang,” ucap Ji Hoon Oppa. Aku tidak menolak ketika dia mengajakku bertemu dengan gadis yang menyewa jasa EO kakak. Kami sedang mengobrol seru ketika tiba-tiba saja seseorang menarik tanganku, membuat tubuhku membalik ke arahnya. Mataku melebar kaget karena di hadapanku kini berdiri sosok Kyuhyun. Cho Kyuhyun ada di hadapanku! Aku harap aku tidak sedang bermimpi sekarang.
“Apa yang kau lakukan di sini?” aku bertanya heran. Kyuhyun tidak menjawab karena dia kini menatap tajam Ji Hoon Oppa. Ada apa dengannya?

“Siapa kau?”

Aku mendengar seseorang bertanya dengan suara tajam. Aku sadar itu adalah suara kakakku. Dia balas menatap Kyuhyun tajam lalu melepaskan tangan Kyuhyun dari tanganku.
“Aku Cho Kyuhyun.”
“Kau siapanya Je Young? Kenapa kau tiba-tiba muncul lalu menarik dia seenaknya?”
Kyuhyun tampak terkejut karena kakak sepertinya tidak mengenalinya. Tentu saja. Kakak tidak terlalu suka mendengarkan lagu-lagu dari boyband Korea dan dia selalu saja mengatakan aku kekanakan karena mengidolakan magnae dari salah satu member boyband papan atas Korea.
“Aku suaminya!”
“MWO!!!!!” tanpa sadar aku dan kakakku memekik bersamaan.
“Shin Je Young apa maksudnya ini? Kenapa kau tiba-tiba sudah memiliki suami? Kapan kau menikah dan kenapa aku tidak tahu!!” Ji Hoon Oppa menodongku dengan serentetan pertanyaan dan aku hanya menganga menatap Kyuhyun yang bersedekap dengan seringaian puas di bibirnya. Pria ini cari mati! Dia tidak tahu watak kakakku.
“Bukan, dia bukan suamiku! Kyuhyun-ssi, jangan bicara sembarangan!” tegurku geram.
“Bicara sembarangan apa? Aku memang suamimu setidaknya sampai acara We Got Married selesai! Aku hanya ingin menjauhkanmu dari pria ini. Aku tidak suka kau berdekatan dengannya!”
Pria ini! Mengapa mengatakan hal tak bertanggungjawab seperti itu di hadapan kakakku?!
“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Ji Hoon Oppa berbicara dengan nada tinggi. Aku mencoba menenangkan Oppaku yang sangat menyeramkan jika sudah marah. “Oppa,”
“Lagipula siapa yang kau sebut ‘pria ini’, aku adalah kakak kandung Shin Je Young. Kenapa aku tidak boleh berdekatan dengannya?!!”
“Apa!!!!!!” Kyuhyun melotot mendengar ucapan kakakku. Kini dia memandangku lekat seperti meminta jawaban. Aku mengangguk mengiyakan. “Dia Oppaku. Bukankah aku pernah bercerita bahwa aku memiliki kakak laki-laki. Dia orangnya.”
Kyuhyun menunjukku dan kakakku dengan wajah tercengang, “Tapi kalian tidak mirip sama sekali.”
“Ceritanya panjang,” aku mengibaskan tangan. Yang aku cemaskan sekarang adalah kakakku. Lihat wajahnya, sekarang justru Kyuhyun yang merasa terintimidasi dengan tatapan tajam kakakku.
“Siapa namamu tadi?”

“Ji Hoon, kau sudah tiba,”

Kami menoleh bersamaan ke arah seorang yeoja yang berjalan menuju ke arah kami. Sepertinya aku kenal perempuan itu tapi di mana ya?
“Nuna?” aku menoleh ke arah Kyuhyun yang takjub melihat wanita yang berjalan ke arah kami. Nuna? Wanita ini, ah!!! Bagaimana bisa aku melupakan wajah Cho Ahra! Aku ingat sekarang. Dia adalah kakak perempuan Kyuhyun. Tapi, bagaimana dia bisa kenal dengan kakakku?
Kakakku berhenti memelototi Kyuhyun dan beralih ke arah Ahra. “Aku ingin mengecek kelengkapan pesta. Bukankah acaranya dua hari lagi?”
Aku dan Kyuhyun menoleh bersamaan ke arah Ji Hoon Oppa.
“Nuna, kau mengenalnya?”
“Jadi, gadis yang berulang tahun,”
Aku dan Kyuhyun saling pandang karena berbicara di saat yang bersamaan. Ahra Eonni menoleh pada Kyuhyun dan baru menyadari keberadaannya.
“Omo Kyuhyun-ah, kau ada di sini?” serunya, mendekat ke arah adiknya lalu memeluknya sekilas. “Kau tidak pulang selama seminggu dan ternyata kita bertemu di sini. Siapa yang menyangka. Apa yang kau lakukan di sini?”
“Tunggu, Ahra. Kau mengenal pria ini?” Ji Hoon Oppa menginterupsi. Ia mengerutkan keningnya bingung.
“Bukankah aku sudah pernah bercerita bahwa aku memiliki adik seorang artis? Dia adikku,” Ahra Eonni mengenalkan dengan bangga Kyuhyun pada kakakku. Wajah kaget kakakku semakin kentara.
“Jadi dia artis?” serunya menunjuk Kyuhyun. Gantian Kyuhyun yang terkesiap. Mungkin dia kaget karena Ji Hoon Oppa tidak mengenalinya. Jantungku berdebar kencang ketika Ahra Eonni mengalihkan perhatiannya padaku. Aku tersenyum seadanya.
“Kau siapa?”
“Oh dia adikku, Shin Je Young.” kakakku lebih dulu mengenalkanku. Aku mengangguk lalu mengenalkan diri.
“Shin Je Young? Namanya mirip dengan istri virtualmu Kyu,” aku terkejut ketika Ahra Eonni bertanya pada Kyuhyun dan pria itu tampak salah tingkah. Dia menatapku kembali lalu berseru menyadari sesuatu pada diriku. Jangan-jangan dia mengenaliku.
“Kyu, kalung itu kan..”
Aku refleks memegang kalung yang kupakai. Aku lupa melepaskan kalung yang diberikan Kyuhyun.
“Ah, ternyata dia benar-benar istri virtualmu,” Ahra Eonni terkekeh sambil menyikut adiknya. Kakakku sepertinya tidak suka dengan topik pembicaraan ini. Wajahnya kembali menegang. Mulutnya sudah terbuka hampir mengatakan sesuatu namun Ahra Eonni menginterupsi.
“Ji Hoon, sepertinya kita harus meninggalkan adik-adik kita karena harus ada hal penting yang kubicarakan.” Ahra Eonni mengajak pergi kakakku.
“Kita bicarakan ini nanti,” bisik kakakku sebelum pergi. Aku ingin menahannya tapi tangan Kyuhyun menahan tanganku lebih dulu. Aku menoleh pelan-pelan padanya. Menyadari Kyuhyun menatapku tajam, jantungku berpacu dua kali lebih cepat.
“Ada yang ingin kubicarakan, ikut aku!!”

Aku tahu bahwa akan terjadi sesuatu yang besar ketika tangan Kyuhyun menarik tanganku pergi.

—o0o—

Saat ini, aku berada di dalam mobil Kyuhyun. Aku terus menarik nafas lalu menghembuskannya dengan cepat. Aku gugup sekali. Sudah lima menit kami saling diam tanpa ada yang berniat membuka pembicaraan lebih dulu. Aku tidak suka suasana ini.
“Kenapa kau tidak menjawab panggilan teleponku?”
Suara rendah Kyuhyun menyentakkanku untuk beberapa saat. Aku mengalihkan pandanganku ke depan, menghindari tatapan matanya.
“Jika kau masih marah padaku karena kejadian itu, aku minta maaf. Sampai detik ini aku masih memikirkan bagaimana bisa tanganku berada di—yah—di tempat yang tak seharusnya.”
Aku menyadari Kyuhyun menatapku lekat dengan wajah penuh permohonan maaf. Aku menarik nafas panjang karena tidak enak sudah menyusahkan Kyuhyun sampai dia meluangkan waktunya di sela jadwal yang padat hanya untuk meminta maaf padaku. Memang ada yang harus dijelaskan dan sekaranglah saatnya. Setelah mengumpulkan keberanian aku memandangnya.
“Aku tidak marah padamu, sungguh,” ucapku. Kyuhyun sepertinya akan berkata namun aku kembali menyela, “Saat itu aku terlalu terkejut karena untuk pertama kalinya ada pria yang menyentuhku meskipun seharusnya aku tahu kau tidak sengaja. Dan maaf jika selama dua hari ini aku menghindari panggilan telepon darimu.” Aku menarik nafas sejenak untuk menghilangkan gugup. “Aku hanya tidak yakin akan bertindak benar jika bertemu denganmu karena aku sangat canggung dan malu. Maaf, aku wanita yang masih berpikir tradisional.”

Selama beberapa saat, keheningan kembali tercipta dalam mobil ini. Aku memainkan ujung bajuku untuk mengurangi rasa gugup di dada. Ayolah, katakan sesuatu Cho Kyuhyun!
Tak kusangka aku mendengar kekehan pelan dari mulutnya. Apa yang ditertawakannya? Jadi ia pikir pengakuanku tadi sangat lucu? Dasar pria tidak berperikemanusiaan!
“Kau benar-benar kelinci putih-ku yang manis dan lucu!!!” Kyuhyun mencubit pipiku gemas. Aku melotot padanya karena tidak mengerti sama sekali kenapa Kyuhyun seceria ini. Menyadari tatapanku Kyuhyun menghentikan kekehannya dan tersenyum lembut dan aku tahu, berlama-lama menatap sorot mata Kyuhyun yang meneduhkan bisa membuatku terseret masuk pesonanya. Namun itulah kesalahan yang paling manis. Aku tidak keberatan tenggelam dalam sorot matanya saat ini.
“Ah, kau membuatku merasa sangat bersalah Shin Je Young. Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku seperti baru saja melakukan kejahatan. Aku tidak bisa bekerja dengan benar karena terus mencemaskan dan bertanya-tanya tentang keadaanmu,” Kyuhyun meraih tanganku, “Terima kasih sudah memaafkanku,” aku melebarkan mata ketika Kyuhyun mengecup tanganku seperti yang sering kulihat di drama televisi. Hatiku berdesir hebat dan pipiku memanas karenanya. Kyuhyun tersenyum padaku sebagai penutup aksi dramatikalnya.
“Seingatku sekarang tidak ada jadwal syuting WGM,” gumamku sambil memalingkan wajah tersipuku. “Kenapa kau bersikap seromantis ini?”

Kyuhyun tertawa lalu kembali mengecup tanganku, “Anggap saja ini fan service.” Ia mengerlingkan mata dihiasi seringaian mautnya. Kembali juga sosok Cho Kyuhyun yang usil namun mempesona.
“Aku akan berpura-pura tidak terjadi apapun hari itu dan perlahan-lahan kita akan melupakannya karena itu kau jangan marah lagi padaku. Aku tidak suka.”
“Kenapa?” tanyaku penasaran. Kali ini Kyuhyun salah tingkah. Dia mengusap tengkuknya dengan gerakan pelan.
“Jika kita sama-sama canggung, itu akan mengganggu proses syuting!!”
Jadi itu alasannya. Aku kira dia sampai repot-repot menemuiku untuk meminta maaf karena dia..oh tidak! Itu tidak mungkin. Cho Kyuhyun tidak mungkin menyukaiku.
“Lalu, apa yang kau lakukan di gedung ini? Tidak mungkin kau mengikutiku kan?” sebenarnya aku sudah bertanya-tanya sejak Kyuhyun muncul di hadapanku dan Ji Hoon Oppa.
Kyuhyun terperanjat kaget, “Tentu saja tidak! Aku datang karena Nuna! Dia memintaku melihat persiapan pesta ulangtahunnya.”
Aku merasa agak janggal dengan pengakuannya karena seingatku, Ahra Eonni terkejut melihat keberadaan Kyuhyun di sana. Itu tidak terlihat seperti seorang adik yang datang karena undangan kakakknya.

“Oh iya. Sekarang penayangan episode kedua WGM. Kau ingin melihatnya?” ucapan Kyuhyun kembali membuatku teringat hal itu.
“Kau ingin melihatnya?” tanyaku dengan alis terangkat.
“Tentu saja. Ayolah, pasti seru. Kali ini kita menonton di dormku.”
“Mwo??”
Sebelum aku sempat protes, Kyuhyun sudah melajukan mobilnya.

—o0o—

*Author POV*

Je Young tahu jika hari ini dia mengambil foto lalu mempostingnya di akun jejaring sosial miliknya, dipastikan ELF di seluruh dunia akan berdecak iri melihatnya. Namun di sisi lain ia juga tahu itu adalah cara bunuh diri paling cepat karena ia bisa diburu fans fanatik Super Junior detik itu juga. Je Young harus berusaha membawa dirinya agar tidak berteriak histeris saat dirinya menginjak dorm Super Junior. Kyuhyun tidak bercanda ketika mengajaknya ke dorm Super Junior.
Kajja masuk, maaf sedikit berantakan,” gumam Kyuhyun sambil meletakkan sandal rumah di hadapan Je Young.
Gadis itu masih terpaku di depan pintu, menganga takjub melihat hal di hadapannya sekarang. Ia terus mengedarkan pandangannya ke sekitar, mencoba mengingat-ingat setiap sudut tempat tinggal para member Super Junior itu.
“Oh, Kyu. Kau mengajak istrimu kemari????”
Je Young menoleh ke arah dapur terbuka dan ia langsung membungkukkan badannya ketika melihat Ryeowook ada di sana. Ia lebih terkejut lagi ketika menemukan member Super Junior lain pun ada di dorm. Mereka menyambutnya ramah. Ia menoleh pada Kyuhyun yang sedang sibuk menyiapkan segara keperluan mereka untuk menonton mulai dari camilan sampai minuman ringan.
“Kau tidak bilang member lain ada di rumah,” bisik Je Young panik ketika tiba di samping Kyuhyun. Pria itu menoleh ke sekitar lalu tersenyum tanpa dosa.
“Maaf aku lupa.”

Je Young bergerak-gerak gelisah di tempatnya. Menyadari hal itu Kyuhyun langsung menariknya duduk di sofa yang menghadap ke sebuah tv plasma 40 inch. Sepertinya Kyuhyun tidak peduli pada member SJ lain yang mulai ribut membicarakan dirinya dan Je Young. Kyuhyun berdecak lalu bangkit menghadap Hyungdeulnya.
“Kalau kalian ingin menonton juga, lakukan dikamar masing-masing. Terima kasih.” Ucapnya. Je Young terkesiap lalu menoleh pada Member SJ lain yang terkejut mendengar ucapannya.
“Kenapa begitu? Menonton bersama lebih baik.” tukas Shindong bingung.
“Hyuungg..” Kyuhyun berdesis sambil menyipitkan matanya. Hyungdeulnya yang paham arti dibalik tatapan tajam Kyuhyun serta merta meninggalkan tempat mereka dan masuk ke kamar masing-masing. Ia tersenyum puas lalu kembali duduk di samping Je Young dengan nyaman.
“Kenapa kau mengusir Oppadeul?” tanya Je Young superbingung.
Kyuhyun mengendikkan bahu. “Agar kita lebih nyaman menonton, sudah jangan pedulikan. Kita menonton saja.” Je Young yang tak memiliki kata-kata bantahan akhirnya pasrah saja menonton acara itu berdua dengan Kyuhyun.

Sejak awal acara itu diputar, Kyuhyun sudah beberapa kali mencoba menarik perhatian Je Young yang terlalu fokus menonton acara itu. Ia menggeser duduknya mendekati Je Young dan berniat merangkul pundaknya namun terinterupsi karena tiba-tiba saja Sungmin muncul.
“Maaf, aku meninggalkan ponselku di meja makan,” ucap Sungmin. Setelah mengambil ponselnya Sungmin kembali ke kamarnya. Kyuhyun kira Sungmin akan menjadi yang terakhir mengganggunya namun anggapannya salah. Setiap ia mencoba untuk merangkul, memeluk, ataupun memegang tangan Je Young pasti Hyungdeulnya datang dengan alasan yang bermacam-macam. Ada yang ingin ke kamar mandi—terpaksa melewati ruang tengah tempat mereka menonton—ada yang mengambil buku yang terletak di atas stereo set, dan ada juga yang beralasan mengambil makanan anjing yang tertinggal di rak sepatu depan. Kyuhyun yang yakin ini hanya akal-akalan Hyungdeulnya saja, tidak bisa menahan diri lagi.
“Aaaaaa—stopppp!!! Sekarang mau apa lagi!!!” teriak Kyuhyun dan kali ini Donghae yang menjadi korban teriakannya. Donghae terlihat serba salah dan tangannya menunjuk kulkas dua pintu yang terletak di dekat dapur.
“Aku haus Kyu. Jusku tertinggal di sana,” kilah Donghae dengan wajah innocent. Kyuhyun menggeram frustasi lalu menderap membuka pintu kulkas, mengambil botol jus yang dimaksud Donghae lalu memberikannya pada pria itu.
“Nih minumanmu dan sekarang kembalilah ke kamar!!! jangan ganggu aku lagi!!” Kyuhyun mendorong Donghae sampai ke kamarnya lalu menutup pintu kamar itu dengan kencang. “Huh, ada apa sih dengan mereka semua?” dengusnya jengkel sekaligus heran.

Akhirnya karena insiden itu hingga acara berakhir Kyuhyun tetap tidak bisa menyentuh Je Young sama sekali.

—o0o—

Je Young mendengar pintu apartementnya diketuk dengan brutal oleh seseorang. Ia melirik jam yang ada di ponselnya lalu mengerang karena waktu baru menunjukkan pukul 8 pagi. Siapa yang mengganggunya pagi-pagi begini? Ia memaksakan diri turun dari tempat tidur sambil sesekali menguap. Ketika pintu dibuka, Ni Chan langsung menerobos masuk dan nyaris membuatnya terjatuh karena senggolannya.
“Ada apa Ni Chan?” tanya Je Young heran setelah menutup pintu. Ia terkejut karena Ni Chan menariknya duduk di salah satu kursi meja makan lalu meletakkan majalah yang sudah terbuka di depannya.
“Youngie, kau harus lihat ini!!” cecarnya dengan wajah tegang. Je Young mengucek matanya terlebih dahulu sebelum melihat berita apa yang membuat Ni Chan datang mengganggunya pagi-pagi begini.
“MWOOOO!!!!” Je Young berteriak superkaget ketika matanya berhasil menangkap judul artikel majalah di depannya.

BIG SCANDAL! KYUHYUN SUPER JUNIOR DAN ISTRI VIRTUALNYA TERTANGKAP SEDANG BERCUMBU MESRA DI RUANG RIAS DI SELA KESIBUKAN SYUTING WE GOT MARRIED!!!

Sekujur tubuh Je Young membeku membaca berita ini. Ia tidak bisa membantah kebohongan berita ini karena dilengkapi beberapa foto dirinya dan Kyuhyun sedang berciuman. Je Young tidak akan pernah lupa. Ini adalah foto di saat dirinya mencium Kyuhyun untuk memastikan apakah Kyuhyun menyukainya atau tidak. Pikirannya pening dan ia hampir saja jatuh pingsan. Untung Ni Chan segera menyadarkannya.
“Da-darimana berita ini berasal?” lirihnya dengan suara berat dan lemah. Ni Chan menggeleng tidak tahu.
“Paparazzi selalu ada dimanapun, Youngie.” Desahnya iba. Ia memegang kedua pundak Je Young lalu menatapnya serius.
“Hari ini kau jangan pergi kemanapun karena aku yakin, kau pasti akan menjadi santapan empuk awak media. Arraseo!!!”

Je Young mengangguk lemah dan tabloid yang digenggamnya jatuh ke lantai. Mendadak tubuhnya lemas tak bertenaga. Pikirannya melayang pada hari-hari selanjutnya yang kelam. Hidupku, berakhir detik ini juga. Batinnya.

To be continued..

118 thoughts on “Because WGM, You’ll Be Mine !! [Part 6]

  1. dimulai dengan insiden kutek pink (kasihin aja ke sungmin buat nambah koleksi pink2nya..😄 )
    terus imej jatuh terjun bebas dihadapan kakak ipar.. akhirnya digangguin oleh kakak2 super jahil sampe gagal mesra2an… puncaknya jeyoung terlalu polos buat nyadar sikap blingsetan kyu.. LMAO😄
    hoalah~ jadi niatnya nichan meh pedekate sama kakaknya jeyoung toh.. kkkkk lutunaa~😄
    dan terus itu, gimana ceritanya paparazi udah nemuin aja.. >.<

  2. Huwaaaa ko bisa sih adegan itu tersebar?? Wahh siapa nih yang bocorin ke media?? Ukh, jeyoung sabar yaa hidupmu akan sangat beratt stelah scandal itu.. semangatt
    Keren eon, tapi masih ada beberapa cara pnulisan yng kurang bagus.. ^^

  3. OMG ini konflik mulai terasa..
    aah oppadeul bener2 bikin ketawa, bayangin kyu jadi paparazi sama kayak pas di mamamia hahahaha,..

  4. wkwkwk Kyu gimana rasanya bilang kk ipar ‘Pria Inu’ Pasti langsung speechles yakk hihihi
    dasar magnae, lagian gak selidikin dulu main asal nebak aja -___- *cemburu nya serem*

    Aigoo kasian di kerjain ama hyung2 buat ber dua’an hihihi..
    Tapi paling menyedihkan lagi, Je young n Kyu gosip nya bener2 deh, itu siapa yang nyebarin foto nya @,@

  5. Sudah saya tebak pasti entar ada salah sangka sama kakaknya :v terus part sebelumnya saya juga berpikir ‘entar kalau ketauan paparazzi baru tau rasa.’ eh beneran ketauan :v
    apakah di part selanjutnya kyu akan menjelaskan semuanya kepada media? Kita lihat.

  6. Waaaahh BIG SCANDAL trnyata ada yg tahu kejadian itu dan knp pas je young mencium kyuhyun bkn yg sebaliknya. Gmn dong nasib je young….
    Lucu ya oppadeul suju adaaa aja alesannya buat Ganggu kyuhyun. Semangat je young….kyuhyun..

  7. Emang ya yang namanya paparazi selalu muncul.di mana pun ,, kayanya neraka bagi je young di serang fans kyuhyun ,, malunya kyuhyun cemburu sama kakaknya je young

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s