Another Story In Shady Girl [Siwon’s Story] // Sweetest Touch

Another Story In Shady Girl Siwon’s Story

Tittle : Sweetest Touch
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life, NC 21

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Lee Sunhee

Nah, akhirnya Another Storynya Siwon terbit juga yah. Di sini Sunhee-Siwon lagi bulan madu yah.. ceritanya juga gak terlalu panjang-panjang amat. Yang belum cukup umur jangan baca ya soalnya ini full ence.

Hati-hati untuk typo. Happy reading ^_^

Another Story In Shady Girl - Sweetest Touch by Dha Khanzaki

===Oneshot===

“Sunsetnya indah bukan?”

Sunhee menolehkan pandangannya dari sinar jingga matahari terbenam ke arah Siwon, pria tampan yang sangat ia cintai dan kini ia boleh berbangga memamerkannya pada dunia bahwa pria tampan berlesung pipi itu adalah suaminya. Apa perlu ia menjabarkan seberapa banyak ia mencintai Siwon? Rasanya tidak perlu karena itu akan menghabiskan banyak waktu. Siwon merespon senyumnya dengan meraih pinggang Sunhee dan menariknya ke dekatnya.
“Senyummu lebih indah dibandingkan sunset itu,” bisik Siwon lalu mengecup bibirnya singkat dan tindakan itu menimbulkan desiran yang mendebarkan hati Sunhee. Ia mengabaikan tubuhnya yang agak mengigil berkat belaian angin sore, terlebih karena tubuh moleknya hanya terbalut pakaian tipis saja. Ia justru merasakan kehangatan menjalar ke seluruh badannya dampak dari sentuhan hangat Siwon di bibirnya.
“Saranghae,” desah Sunhee, agak tersendat karena Siwon mengulum bibir bawahnya sedikit menggebu. Siwon melepaskan bibirnya, lalu memamerkan senyum manis yang membuat Sunhee mabuk kepayang.
“Me, too,” bisik Siwon lalu mengecup kelopak matanya satu persatu. Setelah itu mereka kembali menikmati suasana senja yang tenang.

Suhee meletakkan kepalanya di bahu Siwon sementara tangannya sejak tadi membelit di lengan suaminya. Mereka duduk di atas sofa yang terletak di beranda kamar yang menghadap ke laut lepas. Keadaan pantai yang sunyi menjadikan suasana semakin romantis.
“Bisakah kita memulai sekarang?” gumam Sunhee dengan pandangan lurus ke arah pantai. Deburan ombak terdengar riuh rendah dari kejauhan.
“Mulai apa?”
First night kita, untuk apa kita berbulan madu kemari jika tidak menikmatinya?” Sunhee mengangkat kepalanya menatap wajah Siwon dari samping, pipinya merona kemerahan di terpa sinar lembayung. Siwon menoleh dengan senyum melekat di bibirnya, membuat Sunhee terhempas jatuh ke dalam pesona yang mengguncang hatinya.
As your wish, sweetheart..” tanpa menunggu jawaban dari Sunhee, Siwon segera mengangkat tubuh istrinya lalu membawanya masuk ke dalam kamar pengantin mereka. Kamar yang sudah didekorasi sedemikian rupa dan seluruh ruangan itu dipenuhi aromaterapi yang membuat jiwa dan raga relaks. Mereka saling melempar senyum sepanjang perjalanan dan sesekali menyapa bibir masing-masing.

Perlahan-lahan, Siwon membaringkan Sunhee di tengah ranjang yang ditaburi oleh kelopak mawar. Siwon memposisikan tubuhnya di atas Sunhee, berusaha agar tidak menindihnya.
“Enghh..” Sunhee mendesah ketika tangan Siwon merayap di sepanjang dada turun ke perut dan berlabuh di atas daerah di antara pahanya yang masih tertutup kain. Sunhee memejamkan mata dan kepalanya mendongak saat tangan Siwon menyusup masuk ke sela celana dalamnya, dan jari-jari panjang Siwon menyentuh lipatan daerah intimnya dengan gerakan menggoda.
“Aahhh..” bagai tersengat listrik, sekujur tubuh Sunhee bergetar kemudian menegang selama beberapa saat merasakan jari Siwon masuk ke lubang surganya. Tangannya menggapai bantal tempat kepalanya bersandar, lalu mencengkramnya kuat tatkala jari Siwon bergerak keluar masuk secara perlahan. Ia menggeliat dan pikirannya melayang kemana-mana. Ia hanya merasa nikmat.
“Ahhh..nghhh..” Siwon benar-benar menggodanya. Kenapa tidak lepaskan saja seluruh bajunya lalu mereka masuk ke tahap inti. Kenapa Siwon justru membuatnya mendesah kencang di saat mereka baru saja masuk tahap pemanasan?
“Oppa…hhh..” Sunhee terengah engah karena lelah mendesah dan ia merasakan desakan di bagian bawah tubuhnya, sesuatu seperti ingin meledak dari dalam dirinya.

Siwon tidak mengatakan apapun, cukup menikmati ekspresi tersiksa yang kentara di wajah Sunhee. Tangannya yang semula menopang tubuhnya bergerak mengusap titik-titik peluh yang muncul di pelipis Sunhee. Gadis itu membuka mata dan pandangan mereka bertemu. Siwon tersenyum dan Sunhee hanya menatapnya sayu, seolah memohon agar Siwon tidak menyiksanya terlalu lama. Sunhee tidak tahu bahwa pandangan itu membuat Siwon justru terangsang. Tubuhnya ikut menegang dan gerakan tangannya di daerah intim Sunhee justru semakin cepat.
“Ooohh..” Sunhee mendesah kencang, nyaris menjerit penuh kenikmatan sementara kepalanya mendongak dan tubuhnya menggetar hebat. Siwon membungkukkan badannya untuk meraup bibir Sunhee yang sudah membuka menguarkan lenguhan-lenguhan penuh gairah. Mereka kembali bercumbu liar. Tangan Sunhee beralih ke leher Siwon, sesekali menjambak rambut halusnya untuk menyalurkan nafsu Sunhee yang tertahan ciuman suaminya.
“Ahhhhhh…” akhirnya, Sunhee bisa mencapai puncaknya dan Siwon segera mencabut jarinya dari bawah sana. Jarinya basah oleh cairan kewanitaan Sunhee dan ia tersenyum lalu mengemut jarinya sendiri, ingin mengecapi bagaimana rasanya. Sunhee memandang tindakan Siwon dengan dada naik turun. Ia terengah sementara tubuhnya lelah. Siwon memeluk tubuh Sunhee sambil mencium seluruh wajahnya perlahan-lahan. Gadis itu sedikit melenguh karena tubuh kekar Siwon menindih tubuhnya. Untuk pertama kalinya, Sunhee bisa merasakan dada bidang Siwon yang penuh otot bersentuhan dengan kulit halusnya yang masih tertutup pakaian.

Sunhee memandang wajah tampan Siwon yang tersenyum puas melihatnya dengan wajah terangsang.
“Kau suka?” tanyanya dengan suara serak yang justru terdengar seksi di telinga Sunhee. Susah payah Sunhee mengangguk di antara pikiran kaburnya dan tubuh terangsangnya. Ia melingkarkan tangannya di leher Siwon, memaksa Siwon agar mendekatkan wajah ke arahnya.
“Sangat suka, bisakah kau melakukan lebih?” tepat setelah mengatakannya, Sunhee langsung meraup bibir basah Siwon. Mereka sibuk berciuman, menggebu dan berusaha untuk mendominasi satu sama lain. Siwon menyelipkan tangannya ke bawah punggung Sunhee dan gadis itu mengangkat sedikit punggungnya memberikan kemudahan untuk Siwon. Ia merasakan jari-jari Siwon dengan cekatan melepaskan kaitan branya, lalu meloloskan benda itu dari tubuhnya.
“How beautiful.”
Sunhee mengulum senyum melihat wajah bergairah Siwon melihat tubuh atasnya yang tak terbalut sehelai kain pun.
“Kau juga harus melepaskan benda ini,” Sunhee menarik-narik kaus yang dipakai Siwon. Dengan buru-buru Siwon segera melepaskan seluruh kain yang melekat di tubuhnya, membiarkan tubuh atletisnya kini tak terbalut satu benang pun dan Sunhee harus bertahan agar tidak menganga takjub melihat tubuh sempurna Siwon tampak kian menakjubkan diterpa sinar senja.

“Kenapa memandangku begitu, chagi? Kau tidak pernah melihat pria telanjang sebelumnya?” tanya Siwon lembut dengan nada menggoda. Sunhee mendudukkan tubuhnya, ia menggeleng perlahan.
“Ini pertama kalinya aku melihat pria dewasa tak berbusana, rasanya..aku takut..” aku Sunhee dan kini pandangannya jatuh ke bagian selangkangan Siwon. Jantungnya berdebar kencang melihat benda itu berdiri tegak seolah menantangnya. Sunhee menggelengkan kepala. Untuk apa ia takut. Bukankah wajar saja jika seorang istri melihat tubuh telanjang suaminya?
Siwon tersenyum geli, ia bisa merasakan kegugupan Sunhee lantas mendekat perlahan ke arahnya, ia mengecup kilat bibir Sunhee.
“Agar kau tidak terlalu gugup, sebaiknya kau juga lepaskan semua bajumu. Dengan begitu kita adil bukan?” ucapnya memandang Sunhee lurus. Sunhee mengerjap, ia memandang dirinya sendiri yang hanya memakai celana dalam saja. Ia menatap mata Siwon kembali lalu mengangguk.
“Bukankah sekarang adalah saat-saat terindah untuk kita?” yakinnya. Siwon mengangguk dan Sunhee membiarkan Siwon menyentuh celana dalamnya lalu menarik benda itu agar terlepas dari tubuhnya. Kini mereka sudah sama-sama telanjang bulat dan Siwon terpaku beberapa saat melihat betapa indahnya tubuh Sunhee.

Siwon tahu Sunhee pernah menjadi seorang model karena itu ia tak terkejut jika Sunhee memiliki tubuh yang ramping dan proporsional, ditambah kulit yang mulus dan terawat. Tapi ia tidak menyangka jika hanya melihatnya tanpa busana saja, desiran-desiran hebat seketika menyerang seluruh syaraf tubuhnya dan jantungnya bertalu cepat. Sungguh efek yang dahsyat.
“Aku benar-benar tidak sabar menantikan saat dimana kita akan bersatu, seperti Yin dan Yang,” ucap Siwon pelan, namun penuh gairah. Sunhee merasakan pipinya merona dan ia lebih percaya diri tampil di depan Siwon dengan tubuh polos. Siwon suaminya bukan? Mereka menikah karena saling mencintai meskipun harus melalui proses yang sangat panjang.

Sunhee harus merasakan bagaimana lelah dan sakitnya menanti cinta yang tak pasti. Siwon sudah mencintai gadis lain ketika ia datang ke dalam kehidupan Siwon. Sosok Siwon yang baik hati, tegar, dan suka menolong itu membuat Sunhee sabar menunggu Siwon dalam ketidak pastian. Beruntunglah ia bisa meraih cinta Siwon tanpa harus memaksa Siwon agar jatuh cinta padanya.
“Kalau begitu, jadikan aku milikmu malam ini..” ujar Sunhee, tangannya membelai lembut pipi Siwon, menelurusi rahangnya yang kokoh lalu merambah menyentuh hidung mancungnya dan terakhir, menyentuh bibir tipis Siwon yang tampak memanggil Sunhee untuk menciumnya.
Siwon yang sudah terbakar gairah dalam satu gerakan cepat menarik Sunhee ke atas pangkuannya kemudian ia menyerang bibir Sunhee. Siwon memeluk tubuh polos Sunhee dengan satu tangannya sementara tangan lain membelai tengkuk Sunhee dengan gerakan seduktif. Sunhee pun tak mau kalah. Ia menggunakan kedua tangannya meraba dada Siwon yang penuh dengan otot terlebih perut ber-ABSnya. Bibir mereka tetap saling bertaut, kepala mereka terkadang dimiringkan ke kiri atau kanan untuk mencari posisi yang nyaman tanpa melupakan tangan mereka yang bergerak meraba tubuh telanjang masing-masing. “Enghh..” Siwon mendengar Sunhee mendesah tertahan saat ia melesakkan lidahnya memasuki mulut Sunhee. Terjadilah perang lidah dan Sunhee merasa kalah dalam hal ini. Ia terpaksa menarik kepalanya menjauh untuk menarik nafas yang hampir habis.

“hhhh..hhh..Tak kusangka seorang Choi Siwon memiliki bakat berciuman panas seperti ini. Aku hampir mati, Tuan Choi. Kau lupa nafasku tidak sepanjang milikmu?” protes Sunhee terengah-engah. Meskipun begitu bibirnya tetap tersenyum.
“Kulihat kau sangat menikmatinya,” balas Siwon dan tangannya mengusap bibir Sunhee yang memerah. Ia terlihat menjengit saat Sunhee bergerak dari atas pangkuannya, dan Sunhee pun ikut melenguh nikmat. Mereka menyadari bagian kemaluan mereka saling bergesekan ketika Sunhee bergerak. Keduanya saling bertatapan lalu tertawa.
“Ya ampun, Oppa. Bisakah kau menenangkan adikmu sejenak?” ucap Sunhee di sela tawanya.
“Jangan salahkan dia. Salahmu sendiri kenapa membangunkannya.”

Sunhee melirik bagian itu sejenak lalu kembali menatap Siwon. “Mau kumanjakan?” tanya Sunhee sambil mengerling. Siwon belum sempat menjawab namun tangan Sunhee dengan cekatan merenggut miliknya. Siwon menjerit tertahan dan ia hampir terjengkang jatuh terlentang jika kedua sikunya tidak lekas menahan berat tubuhnya sendiri.
“Sunhee…ahhh..” gantian Siwon yang mendongakkan kepala dengan desahan tak henti-hentinya keluar dari mulutnya. Tangan Sunhee benar-benar ahli memanjakan bagian sensitifnya. Sunhee terkadang mengurutnya dengan pelan lalu cepat, menimbulkan sensasi yang luar biasa bagi Siwon. Ia merasa luar biasa dan tubuhnya seperti melayang ringan di angkasa. Ia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Siapa tahu jika seks memang nikmat seperti ini. Eunhyuk benar rupanya. Sahabatnya itu terkadang memberinya berbagai tips ketika sedang bercinta dan Siwon tidak paham dari mana datangnya ide Eunhyuk itu. Eunhyuk hanya mengatakan bahwa ia sering melakukan hal yang sama pada istrinya. Benar-benar gila.
“Apa rasanya senikmat itu?” tanya Sunhee penasaran melihat Siwon begitu kepayahan menikmati servicenya. Siwon mengangguk tak tahan dan akhirnya ia jatuh terlentang. Sunhee terkikik geli. Ia yang semula hanya mengangkangi Siwon kini duduk di atas pahanya. Sebenarnya ia tidak terpikir akan melakukan ini, hanya saja ia pernah melihat film biru yang memperlihatkan adegan semacam ini dari salah satu temannya saat masih di Amerika. Itu bukan film biru biasa, film itu dibuat sendiri oleh teman Amerikanya itu. Sunhee berpikir tidak ada salahnya mempelajari itu. Mungkin ia bisa mempraktekannya suatu hari dengan suami sahnya dan terbukti, itu berguna saat ini. Ia tak menyangka efeknya akan sama seperti dalam film yang ditontonnya.
“Aku penasaran bagaimana reaksimu jika aku melakukan ini.”
Siwon mengangkat wajahnya sebentar untuk melihat apa yang dilakukan Sunhee namun detik berikutnya pikirannya langsung mengabur karena apapun yang dilakukan Sunhee padanya benar-benar nikmat. Siwon hanya melenguh merasakan kejantanannya masuk ke dalam sesuatu yang hangat, mungkin itu mulut Sunhee, entahlah.
“Sunhee..hhh..cukup.hh..” perintah Siwon tak kuat. Gairahnya sungguh terbakar habis dan kini ia ingin sekali menikmati tubuh Sunhee. Ia menarik tubuh Sunhee yang tetap sibuk di selangkangannya, menarik jatuh tubuh Sunhee di atas tubuhnya lalu mencium bibir Sunhee ganas dan liar.
Sunhee terkejut, tentu saja karena detik berikutnya Siwon membalikkan tubuh mereka. Kini Sunhee merasa berat ditindih oleh tubuh Siwon. Suaminya itu tidak berlama-lama menikmati bibirnya. Sekarang Sunhee bebas mendesah begitu ciuman Siwon turun ke lehernya.
“Ahh..Ahhh..” kedua tangan Sunhee digenggam erat oleh Siwon sehingga ia tidak bisa melakukan apapun. Sepertinya Siwon ingin menguasai permainan seutuhnya. Sunhee hanya bisa mengaitkan kakinya ke pinggang Siwon agar selangkangan mereka menempel, itulah satu-satunya hal yang bisa ia lakukan untuk melampiaskan gairah tertahannya.
“Enghhh..” perhitungan Sunhee rupanya salah karena ia justru merasakan gejolak hebat lain ketika daerah intimnya bertemu dengan benda keras milik Siwon. Siwon malah tersenyum dan sengaja menekankan pinggulnya membuat Sunhee menjerit.
“Ooohhh..Oppa..berhenti..” pintanya dengan suara seksi.

Siwon tidak mempedulikan permohonan Sunhee. Kini bibirnya sudah mencapai payudara Sunhee yang berukuran sedang. Sunhee yang terengah dan basah oleh keringat menatap apa yang akan dilakukan Siwon terhadap dirinya.
“Oppa, hari sudah mulai gelap, kau tidak ingin menutup jendela?” tanya Sunhee sambil mengusap kening Siwon yang basah. Suaminya itu menoleh ke samping dan menyadari matahari sudah terbenam. Kini keadaan kamar semakin remang-remang karena satu-satunya lampu yang menyala hanyalah lampu meja di samping tempat tidur. Namun cahaya kekuningan memenuhi ruangan justru membuat suasana lebih sensual, dan bergairah. Wangi aromaterapi pun bercampur dengan aroma lain yang berasal dari sepasang manusia yang memadu kasih di atas ranjang pengantin mereka.
“Apa kau kedinginan?” tanya Siwon cemas. Ia menoleh pada gordin jendela yang berkibar diterpa angin sore. Siwon yang tidak mau istrinya sakit, bangkit dari ranjang lalu menutup jendela. ia membuka gordin agar masih bisa menikmati pemandangan pantai. Setelah itu ia naik ke atas ranjang kembali.

“Jika kau lapar, kita bisa berhenti untuk makan malam.” ucap Siwon sambil membelai pipi Sunhee yang kemerahan. Sunhee memegang tangan Siwon lalu mengecupnya lembut.
“Haruskah kita mengacaukan malam pertama kita? Sebaiknya kita selesaikan dulu baru makan malam.” pandangan Sunhee kembali teralih pada pusat tubuh Siwon yang sudah berdiri, “Lagipula aku kasihan pada burung tekukurmu,” candanya sambil tersenyum jahil. Siwon tergelak dan ia kembali memposisikan dirinya di atas Sunhee.
“Sepertinya kau yang tidak sabar,” Siwon mengecup lepas bibir Sunhee beberapa kali.
“Aku masih bisa menahannya, sebenarnya. Lagipula sayang sekali kita menginap di villa pribadi keluargamu jika tidak menikmati pemandangan indahnya dan hanya mendekam di dalam kamar.”
“Kita masih bisa melakukannya besok. Malam ini aku sudah menyewamu selama semalam penuh.” Sunhee melingarkan tanganya di leher Siwon. “Jadi kita tidak akan keluar kamar sebelum matahari terbit esok hari.”
Siwon mendesis ngeri, “Aigoo, sepertinya aku harus rela kelaparan semalaman.”
“Ya! Sebenarnya kau mau tidak bermalam denganku di sini?” protes Sunhee sambil menepuk dada Siwon.
“Tentu saja aku mau, istriku. Bukankah mulai saat ini setiap malam aku pasti tidur di satu ranjang yang sama denganmu.”
“Jangan membual saja, buktikan—ahhh..” Sunhee tak sempat melanjutkan kalimatnya karena Siwon memberikan serangan mendadak padanya. Pinggang Siwon yang sejak tadi terjebak di antara kedua pahanya, tiba-tiba saja turun menekan selangkangannya.
“Nappeun. Beri aku aba-aba dulu!” protes Sunhee terengah.

Siwon menatap Sunhee cukup lama, menimbulkan rasa malu dalam diri Sunhee. “Kenapa tiba-tiba diam, Tuan Choi?” ucapnya gugup. Siwon tidak mengatakan apapun lagi saat bibirnya kini menyambangi leher Sunhee, menghisap beberapa bagiannya seperti vampir. Sunhee yakin besok pasti akan ada bercak-bercak kemerahan di sana.
“Ahh..em..” tangan Sunhee yang semula diam saja di tengkuk Siwon turun meraba punggung Siwon yang basah oleh keringat, lalu menyentuh butt Siwon dan meremasnya gemas. Siwon tersentak kaget. Ia mengangkat wajahnya menatap Sunhee yang tersenyum jahil.
“Oke, aku tidak akan bermain-main lagi Nyonya Choi,” ucapnya penuh dendam. Tak menunggu lama Siwon menenggelamkan kepalanya di atas dada Sunhee, memainkan kedua benda kenyal itu dengan begitu lihainya. Sunhee menggelengkan kepalanya dan ia berkali-kali menggeliat ketika lidah Siwon menjilat-jilat puncak payudaranya hingga menegang. Mulut Siwon bergerak lincah mengulum dan sesekali menghisap dadanya bahkan tangannya pun ikut meremas bagian yang lain.
“Enghhh..” kedua tangan Siwon dengan intens memijat dadanya sampai Sunhee merasa selangkangannya berkedut. Siwon seperti ingin memakan kedua payudaranya saat mulut suaminya itu berusaha meraup puncak dadanya. Sunhee hanya bisa mendesah, menggeliat, dan tangannya merabai tubuh Siwon sejauh yang ia bisa. Ciuman Siwon kini turun perlahan ke perutnya. Ia menggelinjang ketika Siwon menggunakan lidahnya untuk menggodai lubang pusarnya. Membuat perutnya basah oleh saliva Siwon.

Bulu kuduk Sunhee meremang tatkala penjelajahan Siwon tiba di daerah kewanitaannya. Siwon duduk di antara paha Sunhee untuk menahan agar Sunhee tidak merapatkannya kembali. Siwon merasa takjub melihat bagian itu sudah basah dan tampak menggairahkan. Ia bahkan sadar kini adiknya benar-benar berdiri. Siwon mengecup lutut Sunhee dan perlahan-lahan semakin mendekat ke pangkal pahanya. Ia menghembuskan nafasnya sejenak di bagian intim Sunhee dan Sunhee menggeliat merespon.
“ahhhhhh..ahhhh..” Sunhee refleks memeluk kepala Siwon merasakan benda lunak dan basah menyentuh daerah intimnya. Sunhee merasakan lonjakan gairah yang tak terkendali terlebih ketika benda itu menjilatinya naik turun. Ia menggeliat, mendesah, dan kakinya refleks merapat namun segera di tahan oleh tangan Siwon.
“Enghhh..” Sunhee mengigit bibirnya. Pandangannya mengabur dan ia hanya bisa melampiaskannya dengan mengacak rambut Siwon.
“Oppa..hhh…ahh..” punggung Sunhee terangkat lalu terhempas lagi karena ulah lidah Siwon yang memaksa masuk ke dalam lubangnya. Tangan Siwon menahan pinggang Sunhee yang bergerak gelisah dan sesekali meremas payudara Sunhee.

Sunhee merasakan pusat tubuhnya berkedut. Rasanya ia ingin mengeluarkan semua gairahnya yang tertumpuk. Ia ikut meremas dadanya sendiri sementara Siwon tetap asyik mengecupi dirinya di bawah sana.
“Ahhh..” Sunhee terengah dan lega ketika ia berhasil mencapai puncaknya. Siwon bangkit dan mengecup bibir Sunhee liar. Ia memeluk tubuh lelah Sunhee yang tampak mengkilat oleh peluh. Ia sedikit mengangkat pinggulnya, memposisikan diri di tempat yang benar. Sambil menatap Sunhee, ia berkata.
“Saranghae, yeobo. Percayalah padaku, kita bisa melewati ini bersama.”
Sunhee mengangguk. Ia siap melewatinya asal bersama Siwon. Meskipun mungkin rasanya akan sedikit sakit karena ini pertama kalinya tubuhnya kedatangan tamu asing, ia siap. Siwon mengecup bibirnya perlahan bersamaan dengan batang tubuhnya yang melesak masuk ke dalam tubuh Sunhee.
“Enghh…” Sunhee menahan nafasnya merasakan selangkangannya begitu ngilu ditembus benda keras milik suaminya. “Ahhh..” Ia melenguh dan tangannya mencengkram, nyaris mencakar lengan berotot Siwon. Matanya memejam rapat. Ia memaksa membuka mata demi menatap wajah Siwon. Kening suaminya berkerut menandakan Siwon sedang berkonsentrasi dan wajahnya basah oleh keringat.
Siwon ikut memandang mata Sunhee dan bibir mereka saling tersenyum. Senyum itu membuat Sunhee melupakan semuanya. Ia baru tersadar kembali saat milik Siwon tertanam seutuhnya. Sunhee menarik nafas dalam-dalam, perasaan lega menyusup ke dalam sanubari. Ia tahu malam ini, ia resmi menjadi milik Choi Siwon seutuhnya.

Siwon tidak memberi jeda untuk Sunhee menikmati masa-masa tubuh keduanya menempel sempurna karena Siwon langsung menggerakan pinggulnya naik turun. Rasa sakit Sunhee sempat terasa untuk beberapa saat tetapi detik-detik berikutnya yang menjalar di sekujur tubuh Sunhee justru kenikmatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Samar-samar ia melihat ada darah menempel di kejantanan Siwon. Itu pasti bukti keperawananya telah terenggut. Sunhee gembira sekali mengetahuinya.

Desahannya menguar tanpa bisa dikontrol sementara Siwon asyik mengulum dadanya penuh nafsu.
“Ahhh…” Sunhee menjerit ketika gerakan Siwon menggila. Ia tidak bisa memikirkan apapun lagi selain wajah Siwon dan gerakan tubuh Siwon di dalam tubuhnya.
“Oppa..hhh..hh..”
“Ne, sayang..” balas Siwon kini sibuk menciumi lehernya.
“Bisakah~hhh..lebih cepat..hh..”
Siwon mengabulkan keinginan Sunhee. Ia bergerak cepat sampai-sampai ranjang tempat mereka bercinta menderit dan seprei berantakan. Tubuh Sunhee berguncang, begitupun dada Sunhee yang membuat Siwon tergoda untuk meremasnya. Mereka berciuman kembali karena Sunhee menarik tengkuk Siwon lalu meraup bibirnya.

Siwon berbaring di samping Sunhee, membalikkan tubuh Sunhee agar membelakanginya lalu menyatukan kembali tubuhnya dari belakang. Sunhee mendesah kencang dan sebelah kakinya diangkat oleh Siwon agar pergerakannya lebih lancar. Tangannya ikut memegang pahanya yang terangkat sementara tangannya yang lain menggenggam erat seprei. Siwon menciumi punggung Sunhee dengan tangan yang satunya memijat payudara Sunhee dari belakang.

Sunhee tidak tahu berapa kali mereka mengganti posisi dan kini posisi sudah kembali seperti awal, dengan Siwon berada di atasnya. Tubuh keduanya sama-sama berpeluh dan Sunhee mulai lelah.
“Sedikit lagi, hhh..” Siwon bergerak liar dan Sunhee berkali-kali menjerit karena Siwon berhasil menyentuh titik rangsangnya di dalam sana. Detik berikutnya, ia merasakan sesak karena tubuh Siwon terasa membesar dan berkedut.
“Ahhh..” Sunhee melenguh reda merasakan dirinya dan Siwon mencapai puncak di saat yang bersamaan. Siwon membaringkan tubuhnya perlahan di atas tubuh Sunhee yang terengah pasca hubungan intim mereka. Ia mengecup bibir Sunhee berkali-kali sementara Sunhee hanya menikmatinya. Ia lebih merasa takjub ketika aliran hangat masuk memenuhi rahimnya. Senyumnya terbit. Malam ini, mungkin saja sel telur dalam rahimnya terbuahi dan ia mengandung. Ia tidak sabar menantikan saat itu tiba.
“Sunhee..” panggil Siwon dengan nafas tak teratur. Kini siwon sudah berbaring di sampingnya dan tubuh polos mereka terbalut selimut tebal.

Sunhee menoleh, ia memberikan senyum terbaiknya pada Siwon. “Ada apa?”
“Malam yang luar biasa. Terima kasih.” Gumamnya membuat senyum Sunhee semakin melebar.
“Kau selalu mendapatkannya kalau kau mau,” Sunhee membelai sepanjang garis wajah tampan Siwon, yang menurut Sunhee malam ini tampak jauh lebih menawan dari biasanya.
Siwon hanya tersenyum tapi tangannya sejak tadi terus mempermainkan puncak dadanya. Sunhee tidak keberatan sama sekali, ia justru menghadapkan tubuhnya lalu memeluk Siwon.
“Oppa masih lapar?” tanyanya. Siwon cepat menggeleng.
“Aku terlalu lelah untuk makan. Kita tidur saja, oke?” Siwon merapatkan selimutnya sampai menutupi leher Sunhee kemudian ia memeluk istrinya, berbagi kehangatan. Mereka terlelap dalam posisi saling memeluk malam itu.

—o0o—

Pagi yang indah untuk menikmati sarapan di sebuah paviliun terbuka yang menghadap ke laut lepas. Siwon tersenyum memandang Sunhee yang makan dengan lahap sementara angin membuat rambut panjangnya melambai-lambai. Gaun putih selutut dengan model tangan panjang dan leher tinggi terbuat dari bahan brokat itu membuat Sunhee seperti Putri Josephine, permaisuri Napoleon Bonaparte yang terkenal itu.
“Apa makanannya tidak enak Tuan?” tanya salah seorang pelayan cemas melihat Siwon hanya diam memandangi istrinya. Sunhee berhenti makan, kepalanya terangkat menatap Siwon yang mengerjap lalu buru-buru menyuapkan sepotong daging ke dalam mulutnya.
“Ini enak sekali, terima kasih,” ucap Siwon. Pelayan itu tersenyum lalu meletakkan poci teh berikut gelasnya di atas meja, membungkukkan badan lalu pergi.

“Kau kenapa Oppa?” Sunhee bingung melihat tingkah ganjil Siwon. Apa penampilannya pagi ini aneh?
“Ani, aku hanya terkesima pada pemandangan di sini. Ayahmu sungguh pintar memilih lokasi untuk villanya.” Siwon menatap ke sekeliling dengan canggung. Sunhee ikut mengedarkan pandangan ke sekitar yang di dominasi taman yang ditata cantik, ala kebun di area Istana Versailes, Perancis.
“Sebenarnya Appa lebih suka menghabiskan liburannya di Villa yang terdapat di Kepulauan Karibia. Kami jarang sekali berlibur kemari karena tempat ini penuh kenangan Appa bersama Eomma..” Sunhee terdiam sejenak ketika ia menyebut mendiang ibunya yang sudah meninggal. Siwon langsung membisu melihat wajah sedih Sunhee. Siapa yang tidak rindu pada ibu yang sudah lama tidak ditemui? Seseorang yang amat mencintainya bahkan sampai rela menukarkan nyawa demi kehidupan putri tersayangnya. Ya, Eomma Sunhee meninggal karena kecelakaan dan mendonorkan jantungnya untuk Sunhee yang kala itu menderita penyakit jantung stadium akhir.
“Eomma sangat menyukai taman di sini,” gumam Sunhee menatap kosong taman bunga yang dihujani sinar matahari pagi itu.
“Ya, dan kita juga suka tempat ini,” Siwon menggenggam tangan Sunhee, mencoba memberikan istrinya kekuatan. Sunhee tersenyum karena ia pun sadar, sekencang apapun ia bersedih, Eommanya tidak akan kembali. Tapi ia tidak perlu cemas karena di dalam dirinya, Eommanya masih hidup. Jantung yang sekarang berdetak di dalam dirinya adalah jantung Eommanya.
Sunhee memejamkan mata sejenak lalu menghirup nafas dalam-dalam. Ia akan hidup demi ibunya yang sudah pergi.
“Tentu saja. Bukankah karena itu kita memilih berbulan madu kemari?”

—o0o—

Setelah sarapan Sunhee mengajak Siwon berjalan-jalan menggunakan sepeda menelusuri daerah di pinggiran Kota di negara Spanyol itu. Mereka bersenang-senang sepanjang hari dan berhenti di sebuah benteng tua yang ada di atas bukit. Siwon duduk di salah satu undakan batu yang menghadap ke laut. Dari sini pemandangan laut lebih luar biasa lagi. Ia melirik pada Sunhee yang asyik memotret sana-sini. Sementara Sunhee sibuk mengabadikan gambar, Siwon mengeluarkan buku sketsa yang dibawanya lalu menggambar sosok cantik Sunhee yang kini sedang duduk di salah satu meriam tua yang sudah berkarat.

Sunhee tidak sadar Siwon sedang membuat sketsa dirinya karena ia terlalu sibuk merenungkan banyak hal. Ia merasa dirinya paling beruntung karena bisa mendapatkan cinta Siwon di detik-detik terakhir masa putus asanya. Ia merasa hidupnya akan berakhir karena penyakit jantung menggerogoti tubuhnya seperti belatung. Tapi siapa yang menyangka ternyata Tuhan masih memberinya umur panjang, dan bisa merasakan kebahagiaan yang tiada tara karena akhirnya berhasil menyatu dengan pria yang sangat dicintainya, Choi Siwon.

Ia menoleh pada Siwon dan baru sadar sejak tadi Siwon terus berkutat dengan buku sketsanya. Jangan-jangan Siwon kembali membuat sketsa dirinya. Sunhee berjalan cepat menghampiri Siwon dan dia tersenyum melihat dirinya ada di atas buku sketsa.
“Apa aku sangat photogenic sampai kau menggambarku secantik ini?” Sunhee memeluk leher Siwon.
“Aku tidak memiliki objek lain yang bisa kugambar. Karena itu aku menggambarmu,” Siwon memberikan sentuhan akhir untuk sketsanya. Sunhee melonjak senang lalu mengambil buku sketsa Siwon.
“Ini untukku?”
“Ya, kau boleh memilikinya..”
Sunhee tersenyum, ia akan melengkapi koleksi sketsa dirinya yang dibuat Siwon. Ini adalah sketsa yang ke-sepuluh.
“Hmm..apa kakakku memberimu gaji tinggi untuk setiap desain yang kau buat?” tanya Sunhee menatap Siwon penasaran. Siwon adalah salah satu arsitek di perusahaan konstruksi yang dipimpin oleh kakak laki-laki Sunhee—Lee Donghae. Sunhee tahu bakat Siwon sebenarnya lebih dari cukup untuk modal Siwon membuat perusahaannya sendiri. Tapi Siwon berkata dia sudah nyaman bekerja di perusahaan LD Corp, perusahaan milik keluarganya.
“Ya, cukup untuk menghidupi kita berdua dan keluarga kecil kita nanti,” ujar Siwon santai. Ia lalu menarik Sunhee ke dalam pelukannya.
“Kenapa? Kau keberatan gajiku tidak sebesar gajimu sebagai model?”
“Anii!!” Sunhee menggeleng cepat. “Aku tidak keberatan kita hidup sederhana, di rumah yang sederhana, dan bersama membangun keluarga yang penuh kehangatan. Hmm..pasti menyenangkan..”
Siwon ikut membayangkan hal itu. Benar, pasti sangat menyenangkan hidup bersama di rumah mereka sendiri meskipun hanya berupa rumah yang sederhana. Tidak perlu tergantung pada siapapun, hanya mencoba saling melengkapi satu sama lain.
“Tapi, sepertinya Appa tidak akan mengizinkan kita pindah ke rumah lain. Appa pasti menyuruh kita tinggal bersamanya,” ucap Sunhee. Ia ingat dengan jelas ucapan Ayahnya yang menegaskan bahwa Sunhee dan Siwon harus tinggal bersamanya, tidak boleh tidak.
“Appa mertua pasti tidak ingin melewatkan masa pensiunnya sendirian, chagi. Pahamilah.” Ucapnya sambil mencium pelipis Sunhee.

“Oppa, ayo kita abadikan momen ini,” Sunhee menarik Siwon ke sisinya. Siwon langsung merangkul istrinya dan ia mengecup pipi Sunhee saat jepretan suara kamera terdengar.
“Omo..” Sunhee terkesiap sendiri melihat hasilnya. Ia menoleh cepat pada Siwon yang meleletkan lidah. Sunhee mencium bibirnya cepat dan Siwon tidak tahu bahwa adegan itupun dipotret Sunhee.
“Ya!!” Siwon mengejar Sunhee yang berlari lebih dulu. Mereka saling kejar-kejaran dan kemudian berhenti setelah Siwon berhasil menangkapnya. Mereka terjatuh di atas rerumputan dengan Siwon berada di atas tubuhnya. Sunhee tersenyum merasakan nafas Siwon menerpa wajahnya. Hanya beberapa senti saja jarak yang memisahkan wajah mereka.
“Kau pikir bisa kabur dariku? Aku juara lari jarak jauh saat masih sekolah,” pamernya.
“Ne, aku tahu,” gumam Sunhee.

Siwon melihat awan hitam menggulung di langit, ia segera bangkit lalu mengajak Sunhee pulang sebelum hujan terlanjur turun. Namun saat mereka tinggal lima puluh meter lagi tiba di villa, hujan lebat mengguyur daerah itu. Sunhee dan Siwon tiba di villa dalam keadaan basah. Beberapa pelayan bergegas menghampiri mereka dengan lembaran handuk kering.
“Oppa kau harus mandi air hangat agar tidak masuk angin,” ucap Sunhee sambil memberikan handuk hangat untuk Siwon.
“Kau juga,” Siwon menyelubungi tubuh basah Sunhee dengan handuk yang diberikan Sunhee tadi. Ia berjalan ke kamar untuk mengganti bajunya.

Sunhee meletakkan segelas susu panas dan donat yang baru dibakar di atas nakas kamar. Ia menatap ke arah luar jendela, hujan turun deras sekali. Perhatian Sunhee teralih ketika mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Ia mengintip dari celah pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Ia mengerjapkan mata melihat Siwon sedang berendam di dalam bathtub yang cukup luas sambil bersenandung.

Ckiitt..

Siwon menoleh sementara Sunhee terkesiap karena tanpa sadar ia membuat pintu menderit terbuka.
“Kenapa berdiri di situ?” tanya Siwon heran. Sunhee menegakkan tubuhnya canggung.
“Maaf, tadi aku…”
“Kalau ingin ikut berendam, aku tidak keberatan. Bathtub ini luas, ayo..”
Pipi Sunhee seketika merona kemerahan. Ia tidak pernah menyangka Siwon akan menawarkan hal itu padanya. Ia menatap Siwon dengan tatapan penuh minat. Ia tidak pernah merasakan mandi bersama pria yang dicintainya. Jantungnya berdebar kencang hanya memikirkannya saja.
“Ba-baiklah,” Sunhee sudah memutuskan untuk ikut berendam. Sepertinya menyenangkan. Lagipula tubuhnya mulai menggigil kedinginan. Mungkin keadaannya bisa menjadi lebih baik jika berendam dalam air hangat. Sunhee melepas satu persatu pakaiannya lalu berjalan mendekati bathtub.

Siwon menggeser duduknya memberi tempat untuk Sunhee. Istrinya itu melangkah masuk ke dalam bathtub, lalu menenggelamkan sebagian tubuhnya hingga sebatas dada.
“Hangat bukan?” ucap Siwon. Sunhee mengangguk. Siwon mungkin tidak menyadari debaran jantungnya yang semakin terpacu cepat. Ia bahkan tidak berani menoleh ke arah Siwon di sampingnya. Dengan gugup Sunhee membasahi lehernya dengan air hangat, mencoba mengabaikan Siwon. Tubuhnya semakin menegang saat ia menyadari Siwon mendekat, tangannya bahkan sudah melingkar di pinggang Sunhee dan ia terpaksa mendesah begitu bibir Siwon mendarat di lehernya.
“Oppa..shh..” tangan Sunhee menggenggam tangan Siwon yang menyentuh dadanya di bawah air. Siwon mengabaikan erangan istrinya karena ia mendadak dipenuhi gairah seperti semalam. Ia menarik dagu Sunhee lalu melumat bibirnya berharap hal itu bisa merangsang nafsu Sunhee. Rencananya itu berhasil, Sunhee merangkak naik ke atas pangkuannya dan kini Siwon terpaksa mendongakkan kepala untuk mengimbangi ciuman Sunhee. Kepala Siwon bersandar pada pinggiran bathtub sementara tangannya menjelajahi seluruh tubuh istrinya yang terasa licin oleh air.
“Nghh…” Sunhee melepaskan tautan bibir mereka, terdiam menatap mata Siwon dari jarak sedekat ini. Suaminya tersenyum menatap sorot matanya yang sayu. Manik mata Sunhee seolah mengatakan bahwa ia juga menginginkan apa yang Siwon inginkan. Mereka kembali bercumbu dalam kungkungan gairah. Sementara bibir mereka saling melumat, Siwon mengangkat pinggul istrinya lalu melesakkan kejantanannya yang sudah menegang ke dalam tubuh Sunhee.
“Ahh..” Sunhee melenguh, refleks membuat ciuman mereka terlepas. Ia mengistirahatkan kepalanya sejenak sebelum kemudian sibuk mendesah begitu Siwon membantunya menaik turunkan pinggulnya. Siwon baru melepas tangannya dari pinggang Sunhee setelah istrinya itu bisa bergerak sendiri.
“Aku tidak tahu..kita bisa melakukannya sambil berendam..” ucapan Sunhee terpatah-patah karena ia sibuk bergerak.
“Tentu saja bisa..” Siwon menciumi tengkuknya. Ia tahu Sunhee tidak memiliki stamina lebih karena sekarang istrinya itu tampak kelelahan. Siwon membalikkan posisi dan ia mempercepat segalanya.

Sunhee mendesah lega setelah mampu mencapai puncak bersama. Ia memeluk tubuh Siwon yang basah. Air terasa tidak lagi hangat di saat tubuh mereka mengeluarkan panas setelah kelelahan. Siwon mengecup pelipis Sunhee berkali-kali sebagai luapan kasih sayangnya.
“Kita selesaikan acara mandi ini sebelum kita terlanjur kedinginan,” ucap Siwon mengajaknya bangkit untuk membersihkan diri di bawah guyuran air shower. Setelah selesai, mereka bergegas keluar lalu berpakaian. Susu yang disiapkan Sunhee sudah mulai dingin begitupun donatnya. Siwon malas melakukan apapun lagi. Dia memilih duduk di atas tempat tidur sambil menonton tv. Sunhee muncul dengan piyama motif serupa seperti yang dipakai Siwon.
“Kemana saja? Ayo temani aku di sini,” Siwon menepuk tempat di sampingnya. Sunhee segera meloncat ke atas tempat tidur dan ikut bergelung di bawah selimut bersama Siwon.
“Ah, nyamannya..” seru Sunhee girang sambil bersandar pada dada Siwon.
“Donat?” Siwon menawarinya sepotong donat dengan selimut krim keju. Sunhee mengambil donat itu lalu melahapnya. Sejujurnya ia memang lapar. Mereka menikmati sisa hari itu sambil menonton tv.
“Tanganmu dingin sekali,” Saat Siwon menggenggam tangan istrinya, ia terkesiap karena tangan Sunhee yang dingin. Siwon menggenggamnya erat sampai tangan itu kembali hangat. Sunhee sangat menyukai sikap Siwon yang romantis seperti ini. Ia berkali-kali dibuat terkesima sendiri. Sunhee tertarik pada sebuah cincin yang melingkar di jari kelingking Siwon.
“Oppa, cincin apa ini?” tanyanya heran. Sebenarnya pertanyaan itu sudah ada sejak Sunhee pertama kali melihatnya. Siwon tidak selalu terlihat memakainya. Sunhee menebak itu pasti cincin yang sangat penting. Siwon menatap tangannya cukup lama sebelum menjawab.
“Oh, ini entahlah. Menurut panti asuhan tempat aku tinggal dahulu, cincin ini memang sudah ada sejak aku ditinggalkan di sana.” Ucapnya dengan pandangan menerawang. Sunhee tertegun menatap ekspresi Siwon sekarang.

Sunhee tahu cerita masa lalu Siwon dari orang tua Siwon—yang ternyata bukan orang tua kandungnya. Siwon adalah anak angkat keluarga Choi. Meskipun begitu keluarga angkat Siwon sudah dianggap lebih dari keluarga kandung. Siwon sangat menyayangi kedua orang tua angkatnya dan juga adik perempuannya—Sulli. Siwon tidak pernah mau mencari tahu keberadaan orang tua kandungnya. Entah apa alasannya. Namun ketika ditanya, Siwon hanya menjawab bahwa ia bukan orang yang akan mencari siapapun yang sudah membuangnya. Sebaliknya ia akan mencintai siapapun yang bersedia membagi cinta mereka untuknya.
“Kalau kuperhatikan, dari bentuknya sepertinya ini cincin lambang keluarga,” gumam Sunhee.
“Kau berpikir begitu?” balas Siwon acuh tak acuh.
“Em. Kami juga memiliki satu. Ini..” Sunhee memperlihatkan kalung dengan liontin berbentuk ukiran dengan lambang L di tengahnya. Siwon kenal lambang itu karena Donghae pun mempunyai satu yang persis sama.
“Itu pasti lambang keluarga kandungmu, Oppa. Kau mau aku membantu mencarinya? Siapa tahu kau penasaran ingin tahu seperti apa rupa mereka—“
“Sayang..” potong Siwon sambil mengecup bibir Sunhee, “Aku sudah sangat gembira dengan kehidupanku sekarang. Cukup dengan orang tuaku, Sulli, dan sekarang ditambah kau, Appa-mu, Leeteuk Hyung, Donghae, Haebin dan si kecil Haeyoung. Lihat, betapa lengkapnya hidupku tanpa harus ditambah oleh orang tua kandungku yang tidak jelas keberadaannya. Sudahlah, kau tidak perlu mencemaskan itu semua.”
Sunhee mengatupkan bibirnya menatap Siwon, “Aku hanya takut kau merasa kesepian,” jelasnya dengan tatapan sendu.
“Siapa bilang, aku sudah memilikimu,” Siwon memeluknya erat dan Sunhee tertawa geli.

—o0o—

Masa bulan madu Sunhee-Siwon berakhir juga. Kini mereka bersiap meninggalkan villa yang sudah menjadi saksi bisu pengalaman indah keduanya setelah pesta pernikahan megah yang digelar minggu sebelumnya.
“Ayo Sunhee,” ucap Siwon setelah semua koper ia masukkan ke dalam mobil. Sunhee masih termenung di depan villa itu setelah berpamitan pada semua pekerja di villanya. Ia pasti akan merindukan tempat ini. Mungkin ia baru bisa kembali lagi ke sini setelah ia memiliki anak kelak.

Di pesawat, Sunhee melihat-lihat foto-foto selama mereka berbulan madu yang masih tersimpan di dalam memori kamera digitalnya.
“Mwo??’ Sunhee terperanjat melihat sebuah foto yang membuat matanya membulat kaget. Ia menoleh pada Siwon yang sibuk membaca buku, jelas tidak menyadari ekspresinya.
“Kapan dia mengambilnya?” gumamnya heran. Bagaimana bisa ia melihat dirinya sendiri dalam foto sedang duduk di beranda kamar, memandang ke arah laut. Yang membuat Sunhee memerah malu adalah kondisi dirinya hanya dalam balutan baju panjang tipis dan memperlihatkan bra dan underwearnya. Ah, jika ini sampai dilihat orang lain, ia bisa gila. Ia harus menghapus gambar ini.
“Ya, jangan dihapus!!” Siwon mengambil kamera dari tangan Sunhee sebelum dia menghampus gambar itu.
“Choi Siwon, itu pornografi namanya! Bagaimana bisa aku difoto dalam kondisi pakaian minim begitu?!”
“Ini namanya seni. Jarang sekali aku melihat istriku sendiri dalam pakaian seksi seperti itu. Harus diabadikan!” ujar Siwon lalu menyembunyikan kamera itu di dalam saku jasnya. Sunhee tidak percaya dengan telinganya sendiri. Ia hampir menganga begitu tahu ternyata suaminya memiliki hobi mesum semacam ini.
“Choi Siwon, hapus foto itu..” paksa Sunhee tidak mau terima. Ia mencoba mengambil kamera dari dalam saku jas Siwon.
“Ya! Ini pesawat Choi Sunhee, jangan membuat keributan!!”
“Aku tidak peduli, pokoknya gambar itu harus dihapus!!” Sunhee mencondongkan tubuhnya membuat Siwon terpojok di sudut kursi. Siwon langsung saja memeluknya lalu mencium bibirnya dalam. Seluruh gerakan Sunhee terhenti dan ia terdiam. Siwon menjauhkan wajahnya sejenak.
“Jika kau masih berisik, pramugari akan datang dan mengganggu acara romantis kita. Karena itu, kau harus diam. Oke?”
Sunhee mengangguk terhipnotis sorot mata Siwon. Detik berikutnya, mereka kembali tenggelam dalam ciuman panjang yang memabukkan. Tak ada satu pun yang menyadari apa yang Sunhee dan Siwon lakukan karena penumpang yang lain sedang terlelap dalam tidurnya.

Moment yang tepat bukan?

==The End==

103 thoughts on “Another Story In Shady Girl [Siwon’s Story] // Sweetest Touch

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s