Shady Girl Taemin’s Story (Part 2)

Tittle : Shady Girl Taemin’s Story Part 2
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Friendship

Main Cast :

  • Choi Sulli
  • Lee Taemin

Support Cast :

  • Choi Siwon
  • Park Jiyeon

Semoga sampai sini ceritanya masih diminati ya ^_^

Happy Reading

Shady Girl Taemin's Story by Dha Khanzaki

===Part 2===

*Sulli POV*
Cobaan pertamaku sudah lewat. Tapi kenapa harus muncul satu lagi cobaan baru? Di saat Taemin sudah mulai melupakan sosok Sun Hee Eonni, dia harus terpesona kembali pada satu sosok gadis yang tidak sengaja ia temui.
Semudah itu kah cinta berpindah? Aku rasa kali ini Taemin hanya terbawa suasana. Iya. Aku yakin itu.

—–o0o—–

*Author POV*

Suasana di sebuah hotel ramai oleh orang-orang yang datang untung menyaksikan satu sejarah penting bagi 2 insan yang saling mencintai. Yaitu pengucapan ikrar pernikahan. Tepat sekali, hari itu, tepat di taman hotel yang indah itu dilaksanakan pesta pernikahan dari putri seorang pemilik perusahaan kontruksi terbesar di Korea. Lee Dong Il.
Pria tua itu menangis terharu melihat putrinya bersanding di depan altar sana setelah mengucapkan ikrar sehidup semati bersama suami sahnya, Choi Siwon. ia pernah berjanji akan menikahkan Sun Hee dengan Siwon saat ia sembuh. dan akhirnya janjinya itu baru bisa terlaksana pada musim semi. Musim di mana bunga-bunga mulai bermekaran indah. Sama seperti cinta Sun Hee dan Siwon yang bersemi indah di hari paling bahagia. Mereka sekarang tengah saling menukar cincin pernikahan.

Sulli melirik ke arah Taemin yang duduk di sampingnya dengan wajah bahagia yang dibuat-buat. Tidak tega? Tentu saja. ia pernah merasakan hal yang sama ketika Eunhyuk menikah dulu.
“Permen?” Sulli mengulurkan sebungkus permen pada Taemin. Hal yang sama seperti yang pernah Taemin lakukan untuknya dulu. Taemin selalu bilang kalau permen bisa membuat mood lebih baik.
Taemin tersenyum kecut. Tapi tetap mengambilnya juga. “Gomawo” ucapnya datar. Berikutnya ia bangkit lalu berjalan pergi menjauhi aula tempat upacara dilaksanakan.
“Taemin!!” seru Sulli tertahan. Ia hendak menyusul tapi tidak mungkin. upacara pernikahan belum selesai. Akhirnya ia kembali duduk dan pandangannya fokus ke depan.

Sun Hee tersenyum menatap Siwon yang kini sudah resmi menjadi suaminya. tak pernah ia sangka, bahwa cinta yang dulu hanya menjadi angan-angannya bisa menjadi kenyataan. Meskipun harus melalui perjalanan panjang yang penuh dengan airmata, ia rela jika akhirnya akan bahagia juga. siwon balas tersenyum. Tangan mereka saling menaut satu sama lain. Ia tak percaya, akhirnya bisa sampai pada jenjang ini juga.
“Nah, pengantin pria dipersilakan mencium pengantin wanita.” Ucapan pendeta membuyarkan fokus mereka. Siwon melirik pada Sun Hee lagi. gadis itu hanya menatapnya tanpa berkata apapun. Tanpa menunggu aba-aba, Siwon menarik pinggang Sun Hee mendekat lalu menautkan bibirnya pada bibir Sun Hee yang lembut. Mereka saling berciuman mesra di iringi tepuk tangan orang-orang yang menyaksikan. Sulli ikut bertepuk tangan. Ia tersenyum tulus untuk kakak tercintanya itu. tapi di sisi lain ia juga mencemaskan Taemin. Ia menoleh ke arah belakang mencari sosok sahabatnya itu. sayangnya sosok Taemin tak terlihat. Kemana dia?

—-o0o—

Seorang gadis terlihat kebingungan dan sesekali menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan seperti mencari sesuatu. Keadaan lobi hotel yang ramai membuatnya beberapa kali tersenggol oleh orang-orang yang berpapasan dengannya.
“Aish, tempatnya di mana sih??” dengusnya jengkel, aksennya terdengar asing. Ia membenarkan posisi tas tangannya yang melorot. Sesekali mengibaskan rambut panjangnya yang dicat kecokelatan ke belakang.

Bruuukkk..

Lagi-lagi, karena tindakan cerobohnya ia kembali menabrak seseorang. Tapi dampak dari tabrakan itu mengakibatkan dirinya dan seorang namja yang di tabraknya jatuh memalukan di tengah lobi yang penuh orang itu.
“Auchh..” Taemin mengerang merasakan bokongnya sakit akiban berbenturan langsung dengan lantai marmer yang keras.
“Ah, dear..It’s hurt!!” omel gadis yang menabraknya seraya mengusap bagian pantatnya.

Taemin bangkit lebih dulu. meskipun gadis ini yang salah tapi ia memilih menolongnya.
“Are you okay?” tanya Taemin dengan bahasa Inggris mengingat tadi yeoja ini menggumamkan kata-kata dalam bahasa Inggris. Ia mengulurkan tangannya. Yeoja itu meraih uluran tangan Taemin lalu bangkit dengan sedikit bantuan dari Taemin.
“Tidak apa-apa. sedikit sakit sih, tapi tidak membuatku patah tulang” cerocosnya dengan bahasa Korea yang fasih. Taemin agak melongo. Rupanya dia orang Korea. Tapi kenapa penampilannya seperti orang asing begitu?
Yeoja itu tersenyum lalu membuka kacamata hitam yang dipakainya. Taemin baru tahu kalau ternyata yeoja ini sebaya dengannya dan dia memiliki mata yang indah. cantik. Rambutnya halus dan panjang. Ia memakai mini dress yang membuatnya tampak feminim.

“Kau tidak apa-apa?” pertanyaan gadis itu membuyarkan lamunan Taemin. Ia segera menggeleng.
“Aku pria kuat.” Akunya bangga. Yeoja itu mengulurkan tangan.
“Senang bertemu denganmu. Namaku Park Jiyeon. Usiaku 19 tahun dan aku kemari untuk berlibur. Kau?” ucapnya dengan senang hati memperkenalkan diri.
Taemin buru-buru menjabatnya. “Aku Lee Taemin. Usiaku 20 tahun dan aku kemari untuk…menghadiri acara pernikahan teman kakakku.” Ucap Taemin terbata.
Gadis bernama Jiyeon itu terkesiap takjub. “Wedding party? Wew, bolehkah aku melihatnya? Sepertinya menyenangkan..” serunya girang. Taemin menggaruk bagian belakang kepalanya.
“Erghh, boleh saja sih. Kajja, anggap saja kau pergi bersamaku.”
“Ah, kau memang baik. Ayo!!”

Taemin tidak mengerti kenapa ia bisa cepat akrab seperti ini dengan yeoja yang baru ia kenal beberapa menit lalu. Apa mungkin ia sudah terpesona padanya sejak pandangan pertama?

—o0o—

*Sulli POV*
Aku sungguh mencemaskannya. Dia menghilang ketika pesta pernikahan kakakku. Kepalaku mencarinya ke sana kemari. Aku takut Taemin melakukan sesuatu yang konyol seperti menjatuhkan dirinya dari lantai teratas hotel ini atau menabrakkan dirinya pada mobil yang melintas di jalan raya. Ah, pikiranku berlebihan.
Dia memang bodoh tapi tidak setolol itu melakukan tindakan seperti bunuh diri.
Aku kembali merasakan kecemasan yang berlebih. Aku seperti takut kehilangan. Entahlah. Dan akhirnya kecemasan ku itu terjawab saat aku melihat Taemin berdiri di sana, bercanda tawa dengan gadis yang tak di kenal tanpa menyadari aku di sini sedang menatapnya dengan hati hancur.

—-o0o—-

*Author POV*
Hal yang pertama kali Sulli syukuri adalah Taemin masih baik-baik saja. ia hampir berpikir Taemin kesal dan melampiaskannya pada hal-hal konyol. Tapi, Sulli heran karena Taemin tidak sendirian. Dia bersama dengan seorang gadis yang cantik. Siapa dia?
“Taemin!! Aku pikir kau kemana rupanya ada di sini!!” Sulli menderap ke hadapan Taemin. Mereka menolehkan kepalanya dengan kompak.
“Oh, Sulli. Kenalkan, dia Jiyeon. Jiyeon, ini sahabatku, Sulli.” Taemin dengan polosnya mengenalkan teman barunya itu pada Sulli dan tidak menyadari tatapan gadis itu yang menajam ke arahnya. Jiyeon menyadari ada rasa tidak suka dalam diri gadis bernama Sulli ini kala menatapnya. Tapi ia mencoba tersenyum.
“Aku Park Jiyeon.”
“Choi Sulli.” Ucap Sulli singkat. Ia kembali menatap Taemin. “Sekarang ikut aku. Eunhyuk Oppa mencari-carimu sejak tadi.”
“Maaf. Tapi jika aku pergi Jiyeon dengan siapa? dia baru kembali dari Inggris dan tidak memiliki teman satupun di Korea. Begitu kan?” tanya Taemin pada Jiyeon.
“Eh, iya..” Jiyeon mengangguk ringan. Setidaknya itu lah yang ia ceritakan pada Taemin tadi.

Sulli memutar bola matanya, kenapa Taemin mencemaskan gadis bernama Jiyeon itu sih? Menyebalkan sekali.
“Ya sudah, dia boleh ikut!!”
Taemin tersenyum. Ia mengajak Jiyeon mengikutinya dan Sulli untuk bergabung dengan yang lain.

—-o0o—-

“Kenalkan Umma, dia Jiyeon..teman baru-ku.” Ucap Taemin saat ia mengenalkannya pada Umma. jiyeon tersenyum ramah. Lalu memperkenalkan dirinya. Umma agak terkesima melihat Jiyeon. Ia melirik Taemin.
“Dia pacarmu? Cantik sekali.”
Taemin mendadak gugup. “Umma, sudah kubilang dia temanku!!”

Sulli mengerucutkan bibirnya. sekali lagi tatapannya pada Jiyeon menajam. Ia tidak suka sekali pada gadis itu!!! apa bagusnya? Dia hanya…cantik dan feminim. Itu saja. lalu?
“Eh, bolehkah aku tahu siapa yang menikah sekarang?” tanya Jiyeon penasaran.
“Dia kakakku. Kenapa?” jawab Sulli cuek. Jiyeon menoleh.
“Kakakmu? Benarkah?” matanya terbelalak lebar. Sulli agak risih dengan reaksinya. Entah kenapa.
Jiyeon menoleh kembali pada pengantin yang sedang menerima ucapan dari orang-orang.
“Kakakmu cantik sekali..” lirihnya.
Sulli mendengus. “Bukan yang wanita. Tapi yang laki-laki. itu kakakku!!”

Kali ini Jiyeon lebih kaget lagi. ia agak memekik ketika mendengarnya. “Benarkah???”
Aish, kenapa sebenarnya dengan gadis ini? Jangan-jangan dia terpesona pada kakaknya??
Jiyeon menepuk tangannya. “Ah, benar juga. kau Choi Sulli kan? Ah..kenapa aku baru sadar ya..”
“Bolehkah aku memberikan selamat padanya?”
Sulli terkesiap. Untuk apa? Jiyeon lancang sekali.
“Tentu saja. ayo..” Taemin lebih dulu menarik Jiyeon pergi sebelum Sulli menjawab.

Taemin mengajaknya ke hadapan Siwon dan Sun Hee. walaupun sebenarnya ia tidak mau, tapi berkat Jiyeon rasa kesalnya sudah tidak ada lagi. ia bisa tersenyum bahagia di depan Sun Hee.
Sun Hee mengerjap senang melihat Taemin datang bersama seorang gadis. “Wah, siapa dia Taemin? Yeojachingumu?”
“Perkenalkan, dia temanku. Park Jiyeon” ucap Taemin. Sun Hee menjabat tangan Jiyeon sementara gadis itu mengucapkan selamat untuknya.
“Ya, kau playboy cilik! Lalu mau kau kemanakan Sulli?” Protes Siwon mengingat Sulli sudah cukup lama bersama Taemin. Tak disangka Taemin memiliki bakat seperti Eunhyuk juga. pintar merayu wanita.
“Hyung..sudah kubilang Sulli dan aku hanya bersahabat.”

Jiyeon memberi salam pada Siwon. ia menjabat tangan namja itu dan terkesiap saat melihat sesuatu melingkar di jari tangannya. Siwon menatap Jiyeon heran karena di rasa gadis ini menjabat tangannya terlalu lama.
“Jiyeon.” Panggil Taemin. Jiyeon mengangkat wajahnya ke arah Siwon, tatapan sendunya membuat Siwon terkesiap kaget.
“Cincin ini. Indah sekali..” lirihnya. “Oppa mendapatkannya di mana?” Terkejut, Siwon menarik kembali tangannya dan melihat cincin apa yang dimaksud gadis ini.
“Ini? Ini bukan apa-apa. kau beli di toko-toko pun pasti ada.” Elaknya. Mana mungkin ia bilang pada gadis yang baru saja ditemuinya kalau cincin ini adalah pemberian ibu kandungnya dulu.
“Bohong.” Sela Jiyeon. “Itu tidak ada di toko. Melainkan warisan turun-temurun dari keluarga.”

Siwon merasakan seluruh bulu romanya menegang. Sebenarnya siapa gadis ini? Kenapa ia bisa tahu? sun Hee dan Taemin menatap keduanya bingung namun mereka tidak berkata apapun.
“A-ada apa?” tanya Sun Hee bingung. terlebih ia khawatir melihat ekspresi Siwon yang mendadak pucat. Siwon tidak mendengar ucapan Sun Hee karena ia terfokus menatap Jiyeon dalam-dalam. Apa ia pernah bertemu dengan gadis ini sebelumnya? Rasanya, wajahnya pernah ia lihat sebelumnya.
“Kenapa kau bilang begitu? Apa kita saling kenal?”
“Ani..” Jiyeon menggeleng. Ia mengangkat tangannya “Karena aku juga memiliki cincin yang sama”
Siwon melotot ketika ia mendapati cincin serupa dengannya melingkar di tangan Jiyeon. Bagaimana bisa..
“Kau..siapa sebenarnya???”
“Aku akan menjelaskannya. Mungkin tidak sekarang dan tidak di tempat ini. Selamat atas pernikahannya, aku permisi.” Jiyeon membungkukkan badannya kemudian berlari bahkan Taemin pun dilewati olehnya.
“Loh, Jiyeon..” Taemin bingung dengan hal yang baru saja terjadi. Ia berlari mengejar Jiyeon namun sosok gadis itu tidak terlihat lagi. ia menghilang dengan begitu mudahnya seperti asap.

—-o0o—-

“Taemin, kau kenal siapa dia?” tanya Siwon buru-buru ketika acara pernikahan itu telah selesai. Kedatangan gadis itu membuatnya tidak bisa tenang. mendadak muncul dengan memperlihatkan cincin yang sama? Apa maksudnya?
Taemin menggeleng. “Maaf Hyung. Tapi kami baru bertemu hari ini di lobi hotel. Dia bilang dia datang dari Inggris dan kemari untuk liburan. Em, apa Hyung mengenalnya?”
Siwon balas menggeleng. “Justru itu. aku juga bingung. wajahnya terasa familiar tapi aku tidak ingat pernah lihat di mana.” Ia menoleh pada Taemin. “Jika kau bertemu dengannya lagi, kabari aku. Ok!!”
“Em!!”

—-o0o—-

*Sulli POV*
Akhirnya badai pertama datang. Kedatangan gadis bernama Jiyeon itu membawa petaka bagi kehidupanku. Kakakku selalu penasaran dengan sosoknya, baginya gadis itu seperti mengingatkannya akan sesuatu. Begitupun Taemin. Setiap hari aku selalu direcoki tentang rasa penasarannya pada Jiyeon. Aish, memang siapa sih dia? Lagipula apa bagusnya Jiyeon di banding diriku?

—-o0o—-

*Author POV*
“Ho, kenapa Siwon Hyung tidak tinggal di rumahmu?” tanya Taemin bingung. ia baru saja mendengar cerita dari Sulli bahwa tadi pagi kakaknya itu memindahkan barangnya. Mulai hari ini dia akan tinggal bersama Sun Hee di rumahnya yang besar itu.

Sulli mendesah tapi tetap fokus pada bukunya. “Itulah yang ingin kuketahui. Biasanya kan istri yang ikut suaminya. bukan sebaliknya.”
Taemin mengangguk-anggukan kepalanya. “Pasti Paman Lee yang meminta Siwon Hyung tinggal bersamanya. Ia mana mungkin merelakan Sun Hee Nuna pergi dari rumah lagi. paman kan sudah tua. Pasti ingin ada yang menemani.” Taemin menyimpulkan hipotesanya sendiri. tapi memang begitulah kenyataannya.
“Huh, kalau aku harus seperti Siwon Hyung, tidak mau deh. Bagaimanapun aku akan meminta istriku nanti tinggal bersamaku dan Umma. mana rela aku meninggalkan Umma sendirian.” Ucap Taemin dengan mata menerawang ke depan.
“Siapa juga yang mau. aku juga tidak mau meninggalkan orang tuaku sendirian.” Keluh Sulli. Taemin mengerutkan kening lalu menoleh.
“Aku kan tidak bilang akan menikah denganmu.”

Eh.. Sulli baru tersadar bahwa ia baru saja mengucapkan isi hatinya yang terdalam. Gawat, sekarang Taemin sedang menatapnya dengan alis bertautan. Sulli celingak-celinguk tidak jelas pertanda ia gugup.
“Bukan itu maksudku. Aku juga tidak mau menikah denganmu!!” ucap Sulli keceplosan. Aduh, ia kembali salah bicara! Ia tidak bermaksud mengatakannya. Taemin mencibir pelan saat mendengarnya.
“Yah, lagipula aku juga tidak mau menikah denganmu. Siapa yang mau menikah dengan gadis sepertimu yang tidak anggun, feminim, dan mempesona. Ah, aku lebih ingin memiliki istri seperti Park Jiyeon. Dia sangat cantik, feminim, dan anggun. Aish, kapan ya aku kembali bertemu dengannya..”
Deg..Sulli merasa jantungnya terpukul benda keras ketika mendengar Taemin menyebut gadis pengacau itu lagi.
“Stop Taemin!! Aku sudah bosan mendengar ceritamu tentang gadis itu!!” keluh Sulli. Ia menutup buku kuliahnya dengan mood buruk. Kesal yang menyerang membuat Sulli melangkah lebih dulu meninggalkan Taemin.
“Hei..kau ini kenapa sih!!” Taemin tidak mengerti. Apa dia salah bicara? Ia buru-buru menyusul Sulli.
“Jiyeon kan memang anggun. Lantas apa aku salah?” Taemin bingung sekali kenapa Sulli marah setiap ia menyebut nama gadis itu. sulli berhenti melangkah lalu membalikkan badan. Ia memelototi Taemin sambil berkacak pinggang.

“Kau salah! Kenapa sih kau ini tidak bisa menganggapku? Aku ini temanmu dan aku ini wanita!! Aku…” Sulli buru-buru mengatupkan bibirnya ketika kata keramat itu hampir saja terucap. Ia hampir saja mengatakan ‘aku menyukaimu, Lee Taemin pabo!’.
“Apa? katakan yang jelas!!” paksa Taemin. Sulli memalingkan pandangannya ke arah lain. Tapi sesaat kemudian ia mengerjap ketika melihat sebuah pengumuman di papan mading kampus.
“Taemin, lihat, itu pengumuman apa?”
Sulli menderap ke depan papan pengumuman itu dan Taemin mengikutinya karena tertarik juga. baru ia tiba di samping Sulli, gadis itu lebih dulu memekik senang.
“Huwa..Prom night!! Taemin, sebentar lagi akan ada pesta untuk menyambut ulang tahun kampus kita yang ke 40!!” seru Sulli sambil mengguncang lengan Taemin di sampingnya. Taemin tidak tertarik sama sekali dengan hal semacam ini. Ia hanya menguap sambil menggaruk kepalanya.
“Hanya pesta dansa di malam hari? apa bagusnya.”

Sulli menepuk pundak Taemin kencang, membuat namja itu meringis.
“Auch, sakit bodoh!!” teriak Taemin.
“Kau ini benar-benar bodoh! Pesta dansa. Orang-orang akan datang memakai tuxedo dan gaun malam lalu berdansa bersama diiringi musik romantis. Aigoo..aku tidak sabar.” ia menautkan kedua tangannya di depan dada dan pandangannya menerawang ke atas. Membayangkan hal-hal menakjubkan yang bisa saja ia alami saat pesta nanti.
“Dan lihat, Taemin!! Kita boleh mengajak siapapun ke pesta dansa!” Sulli melirik penuh minat pada Taemin sambil berdoa dalam hati Taemin akan mengajaknya ke sana.

Lagi-lagi Taemin hanya menguap. “Ah, aku tidak ingin datang. Malas.”
“Hee..” Sulli melemaskan bahunya. Ia tak percaya Taemin tidak menyukai pesta dansa seperti ini.
“Ayolah Taemin..aku ingin datang.” Paksa Sulli setengah memohon.
“Aigoo..kenapa tidak datang sendiri saja!”
Sulli menepuk bahu Taemin lagi. “Mana ada gadis yang datang ke pesta dansa tanpa pasangan!!” ia tak habis pikir. Apa Taemin tidak pernah mengajak gadis sebelumnya ke pesta dansa? Oh, tentu saja tidak pernah. Bukankah satu-satunya gadis yang dikenal Taemin hanya dirinya?
“Datang saja dengan yang lain.”

Taemin melengos meninggalkan Sulli. Gadis itu menghentakkan kakinya tapi tetap menyusul Taemin juga.
“Tapi..” Sulli terdiam lagi. taemin menoleh, saat mendapati Sulli berwajah putus asa, ia mengerjap seakan tersadar sesuatu.
“oh, aku tahu!!” serunya. Senyum di wajahnya merekah indah. ia tertawa kecil membuat Sulli merengut bingung.
“Kenapa tertawa??”
“Kau..” Taemin menunjuk Sulli sambil menahan tawa. “Kau pasti tidak percaya diri karena tidak akan ada yang mengajakmu. Iya kan!! Hemmpfftt—“ Taemin menutup mulutnya cepat saat tawanya hampir saja meledak.
Sulli mengerucutkan bibirnya. ia kesal sekali!! Sangat kesal!! Hatinya bergemuruh cepat dan amarahnya meletup-letup.
“LEE TAEMIN!!!” Teriak Sulli kencang. Otomatis teriakannya itu membuat semua kegiatan orang-orang di sekitar mereka berhenti. Semua mata tertuju pada dua orang yang berdiri di tengah koridor itu.

“E..” Taemin merasakan ada aura aneh di sekitar Sulli karena saat ini gadis itu menatapnya dengan tatapan membunuh. Ia mundur selangkah untuk mengambil napas. Dekat-dekat Sulli membuatnya seperti tercekik. Sepertinya, gadis itu benar-benar tersinggung dengan ucapannya.
“Kau..” ia menggeram. Sulli mengangkat wajahnya, menatap Taemin dengan ekspresi yang benar-benar sulit di jabarkan. Yang pasti, siapapun yang melihat pasti yakin sebentar lagi akan ada badai yang menyerang Taemin.
“KAU BENAR-BENAR MEREMEHKANKU, LEE TAEMIN!!!” teriak Sulli lagi.
“Huwa…” Taemin memundurkan dirinya beberapa langkah. Orang-orang pun ikut terkejut. bahkan ada beberapa orang yang inisiatif bersembunyi dan ada juga yang sudah melarikan diri.
Mata gadis itu menyala-nyala emosi. “Lihat saja, kau akan menyesal!! Aku akan membawa seseorang ke pesta itu dan kau akan menangis karena menyesal tidak mengajakku!!” teriak Sulli lagi.
Taemin membelalakkan matanya. apa maksudnya? Ia akan menangis? yang benar saja. ia bukan bayi berusia satu tahun lagi. jadi maksudnya Sulli sedang menantangnya, begitu?
“Oh, jadi kau memantangku Choi Sulli?” seru Taemin seraya berkacak pinggang. “Baik, lagipula aku sudah memiliki seseorang yang akan kuajak ke pesta.”
Sulli terperangah. Bibirnya mengatup rapat-rapat dan tangannya mengepal erat.
“Siapa? memang ada gadis yang ingin bersamamu??”
“tentu saja. aku akan mengajak Jiyeon!!!”
“Mwo???” Sulli menarik napas lalu menghembuskannya dengan cepat, berkali-kali. “Baik. Jadi kau benar-benar menantangku! FINE!!!” di akhir kalimat Sulli kembali berteriak lalu ia menginjak kaki Taemin.
“Awww!!!” pekik namja itu. ia melirik tajam pada Sulli yang melengos dengan menghentakkan kakinya cepat. Orang-orang di koridor sampai inisiatif menyingkir saat Sulli melewati mereka. Taemin kemudian pergi ke arah yang berlawanan dengan Sulli. Orang-orang tercengang melihat kejadian itu.

Sejak saat itu, seisi kampus geger dengan bertengkarnya dua sahabat paling tersohor sekampus. Sulli dan Taemin terkenal dengan kemampuan mereka dalam berbagai bidang. Sulli pintar dalam hal akademis dan beberapa bidang seni. Sementara Taemin dia terkenal dalam bidang olahraga. Dan yang orang-orang ketahui, mereka berdua sangat akur dan tidak pernah terlihat bertengkar apalagi seheboh tadi.

Sekarang, baik Taemin maupun Sulli bergerak sendiri-sendiri saat di sekolah.

—-o0o—

Ini sudah hampir seminggu Taemin tidak berbicara dengan Sulli. Sebenarnya, ia merasa kehilangan juga dengan ketidak hadiran Sulli di sisinya. Biasanya gadis itu selalu mengomel dan berkoar-koar tentang berbagai macam hal pada dirinya. Tapi sekarang, hidupnya serasa sepi. Ia menghela napas yang terasa berat. Apa ini? Ternyata bertengkar tidak sebaik yang ia kira. Kalau begini siapa yang akan membantunya lagi? membantu mengerjakan tugas, menghiburnya saat sedang sedih, atau meneriakinya saat ia berbuat hal konyol. Ah, ia rindu sosok Choi Sulli.
Apa ia harus meminum alkohol lagi untuk menghilangkan pusingnya? Tidak, tidak..itu ide bodoh! Taemin mengangkat kepalanya saat ia tak sengaja melihat sosok seseorang yang ia kenal di dalam sebuah kafe.
“Park Jiyeon!!” desisnya senang. entah kenapa kabut dalam dirinya menghilang begitu saja ketika melihat sosok itu. senyumnya melebar dan tanpa babibu lagi kakinya melangkah memasuki kafe itu, untuk menemuinya.

Gadis itu sedang melamun. Ia bertopang dagu dan tangannya ia sandarkan di atas meja. Sebuah buku catatan terbuka di atas meja tepat di hadapannya. bahkan minuman yang ia pesan pun gelasnya sudah mulai mengembun. Sepertinya ia terlalu lama merenungkan sesuatu.
“Hai..” sapa Taemin agak terengah. Jiyeon mengangkat kepalanya. ia mengerjap senang.
“Hai. Lee Taemin, right?” serunya. Taemin mengangguk lalu menarik kursi di hadapan Jiyeon dan menjatuhkan diri di atasnya.
“Sedang apa di sini? Kulihat tadi kau hanya melamun?”
“Oh..” Jiyeon segera menutup buku yang terbuka di hadapannya. “Aku hanya sedang memikirkan sesuatu. Oh, mana sahabatmu yang bernama Choi Sulli itu.” ia baru sadar tidak melihat gadis yang selalu menatapnya dengan mata tidak suka itu.
Taemin mendesah berlebihan. ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. “Kenapa semua orang bertanya hal yang sama. Memang aneh kalau aku tidak bersama Sulli?” ia sudah cukup bosan mendengar pertanyaan serupa dari teman-temannya di kampus.
“Tidak aneh.” Sela Jiyeon sambil tertawa ringan. “Aku hanya merasa di mana ada Taemin pasti ada Sulli. Begitulah.”
“Begitukah? Ah, mungkin orang-orang sudah terbiasa melihatku bersama Sulli.”
“jadi, kemana dia?” tanya Jiyeon penasaran. Ia menatap Taemin intens dengan senyum manis. Otomatis Taemin merasa gugup. Ia menegakkan tubuhnya lalu berdehem.
“Kami bertengkar.”

Sesaat Jiyeon terdiam. “Mwo???” serunya kaget. “Kenapa? padahal kalian kan..sahabat karib. Benar begitu?”
“Yah, terkadang kami memang sering begini. Jadi, tak perlu di khawatirkan.” Taemin mengibaskan tangannya bermaksud membuat Jiyeon tidak menunjukkan ekspresi kaget lagi.
Namja itu kemudian mengerjap saat ia teringat pada kata-kata Siwon.
“Oh iya..Siwon Hyung bilang ingin bertemu denganmu. Dia bilang, jika aku bertemu denganmu lagi, aku harus memberitahumu.”
“Siwon?” tanya Jiyeon.
“Itu..kakaknya Sulli yang kemarin menikah itu..”
“Ah..” Jiyeon menepuk tangannya. “kenapa? bukankah kita baru bertemu kemarin??”
Taemin mengendikkan bahunya. “Mana aku tahu. Siwon Hyung tampak penasaran sejak bertemu denganmu waktu itu. memang ada apa?” kali ini ia penasaran sekali. Mungkin pertanyaannya terkesan lancang. Tapi mulutnya bergerak begitu saja dan sepertinya Jiyeon juga tidak terlalu keberatan.

Gadis itu menghela napas. “Kau ingin tahu? aku yakin kau akan terkejut jika mendengarnya.”
Taemin menggeleng yakin. “Tidak.”
Jiyeon menatap Taemin dengan matanya yang bulat. “Kemungkinan, Choi Siwon itu kakakku.”

Siiinngg…

Suasana sepi saat Jiyeon mengatakannya. Taemin membulatkan matanya, mulutnya menganga dan tubuhnya membeku.
“Mwoooooooooo!!!!!!”

To be continued..

49 thoughts on “Shady Girl Taemin’s Story (Part 2)

  1. omoo,,, gmn bs siwon kknyaa jiyeon…
    ehh ituu sunhee kgk cemburu ap qloo siwon mikirinn jiyeon mluu…pdahal kann mreka bru nikahh…
    shrusnyaa nikmati waktu berdua donkk…
    knp sihh taemin gg pka ak prasaan sulli…
    gg sbr onn nunggu kelanjutannyaaa….

  2. Kyaa …. Jangan sampe deh taemin suka sama jiyeon
    Aku tidak rela kalo taemin sampe suka sama jiyeon
    Taemin hanya untuk sulli
    Ditunggu kelanjutannya thor🙂 (y)

  3. Dede taemin… Aduhh kenapa bikin sulli marah?? Aaiiisss author tambahhin dede minho dong.. Biar deket ama sulli juga #jiwa minsul kambuh# kekekekkee tapi kalo siwon kakaknya jiyeon, nanti nama siwon park siwon kedengarannya lucu hehehe saya tunggu part slanjutnya trimkasi

  4. kkyaaa. . .
    Sulli cemburu gara* taemin deket ama jiyeon, terus jiyeon ngomong ke taemin kalau dia adik nya siwon. bikin penasaran ajja.. >_<
    ditunggu part selanjutnya. . .
    Gomawooo….:-)🙂

  5. waaaaa eonniii tbahh seru keren,sperti x park jiyeon akan m’rbut smua milik sulli,sprti x serruuu!!q tnggu crita slnjutt x yaaa ,,,ttp smngat aq ttp stia m’mbaca ff eonni!!!

  6. aku bkan readers bru min..
    aq ganti id yg sblum’a riska pratiwi skrg jdi ini id’a..
    heheh biar author’a tw..

    malang bgd sich nasib’a sulli,, taemin kpan sdar sich ttg prasaan’a sulli.. ???
    d’tunggu another story’a siwon oppa thor.

  7. akhirnta disini siwon menikah juga,di part ni byk yg buat q penasaran,pa jiyeon tu bnr adik kandung siwon,perasaan sulli yg mendalam pa kan terbalas???q tunggu next partnya!!!

  8. wowowow..,
    tetep masih ngerasa gimana gitu kalau baca ff main castnya taemin.., aku masih aja merasa taem masih kecil dan polos., padahal dia udah gede sekarang.., image maknaenya dia gak pernah luntur deh.
    dan makin seru nih kayaknya., hehe ntar ada minho juga aja, buat bikin taemin cemburu ma sulli, hehe
    deng deng deng sepertinya misteri keluarga asli siwon bakal terbongkar nih.

  9. As always deh thor, shady girls semua ceritanya buat aku senyum2 gajelas haha, ada cerita yg sadnya juga, lengkap deh. Lanjut thor next part^ yuuhuuuuuu~

  10. Mwooooooooo!!!!!!!…. #yakk Taemin teriakanmu itu telat sekali…😄
    Park Jiyeon adik Wonppa, my hubby….!!!!
    OOooohhh…. pantesan wktu lht cin2 Wonppa dia bilang itu simbol keluarga….
    Tpi, bner ga sih???? Aaaaahhhhh… penasaran Chingu… ^^
    Tpi bknny Wonppa g mw lht masa laluny lgi… trs gmna dong??

  11. Hah,jd jiyeon itu adik kandung’y siwon oppa???trz gmn reaksi sulli y klo tw adik kandung’y siwon oppa adalah jiyeon???????hmm..smkin penasaran..

  12. jangan sampai taemin sama jiyeon,
    taemin-sulli itu the best couple in shady girl
    jangan” jiyeon adik kandungnya siwon?
    aku gak tega sama sulli kalo emang siwon kakak kandungnya jiyeon
    udah pasti perhatian siwon juga ke jiyeon
    poor sulli

  13. Jjeeng~Jjjeenngg dugaan gue baner pasti adek nya siwon yang ilang

    hahaha couple lg berantem, Taemin awas aja belom liat sulli pake dress kan. Pasti nnti terpesona dan yah mungkin nangis kejer hahaha

  14. Taemin jangan sampai suka sama Jiyeon dong >_< kaya'nya Jiyeon memang benar adik Siwon deh,karna Siwon kan bukan kakak kandung Sulli ! Jadi ada kemungkinan benar kalo Siwon kakak Jiyeon,tapi gimana sama Sulli ?

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s