Shady Girl Taemin’s Story (Part 1)

Tittle : Shady Girl Taemin’s Story Part 1
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, friendship

Main Cast :

  • Lee Taemin
  • Choi Sulli

Support Cast :

  • Eunhyuk
  • Kim Ryeowook

Hai hai… sekarang main castnya giliran uri Taemin. Happy reading aja deh.

Shady Girl Taemin's Story by Dha Khanzaki

===Part 1===

*Sulli POV*
Percaya pada kalimat ‘Sahabat jadi cinta’? aku iya. Pada awalnya aku tidak yakin aku mencintai sahabatku itu. sebelum satu kejadian membuatku tersadar akan perasaan yang sebenarnya sudah lama ada namun segan untuk kuakui. Namun, semenjak kejadian itu, aku baru menyadari bahwa selama ini yang kucintai hanya dia, sahabatku. Lee Taemin.

Sial sekali, aku jatuh cinta pada pria kekanakan, bodoh, manja, keras kepala, dan sok kuat seperti dia. Namun seperti itulah cinta. Aku dibutakan oleh segalanya. Aku tak peduli. Yang kutahu adalah aku senang melihatnya ada dalam jangkauanku.

And the story begin…

.

.

.

#Flasback, beberapa tahun lalu#

*Author POV*

Taemin merasa sangat bahagia. Kali ini bisa dibilang merupakan titik awal masa pendewasaan bagi dirinya. Oh, tentu saja. sekarang ia adalah remaja berusia 15 tahun. Duduk di bangku kelas 1 SMU dan mulai di anggap sebagai pria dewasa.

Tapi ternyata, menjadi murid SMU tidak semudah yang ia bayangkan. Sulit sekali mencari teman terlebih karena Umma mewanti-wantinya agar jangan sembarangan memilih teman. Dan sekarang beginilah yang terjadi, ia selalu sendiri. di antara 30 murid yang ada di kelasnya, tidak ada satu orang pun yang bersedia menjadi temannya. Mereka menganggap Taemin adalah siswa yang aneh. Tapi Taemin tidak terlalu peduli akan hal itu. dia tidak rugi kok. Yah, hanya hari-harinya di sekolah tidak menyenangkan. Itu saja.

“Perhatian, kali ini kita kedatangan murid baru” ucap Guru. Sontak pengumuman singkat itu membuat seisi kelas ribut. Tapi tidak untuk Taemin. Kabar ini tidak membuatnya bahagia sedikitpun. Ia yang duduk di pojok kelas dekat jendela hanya duduk diam menopang kepalanya dengan tangan yang bertumpu di atas meja. Pandangannya menengadah ke arah langit yang cerah ceria.

“Ayo, perkenalkan dirimu.” Ucap guru lagi saat sosok murid baru itu berdiri di depan kelas.
Sejenak murid baru itu membungkukan badannya dan tersenyum ramah. “Annyeong haseyo. Choi Sulli imnida, bangapseumnida..” sapanya halus, khas seorang putri yang dididik tatakrama dengan baik.

Seketika, kelas menjadi hening. Hampir setiap orang di ruangan itu terpana melihatnya. Murid baru bernama Choi Sulli itu sangat anggun, dengan rambut panjang bergelombangnya yang tampak berkilau saat diterpa sinar matahari, tubuh proporsional bak model-model kaliber dunia dan kulit seputih susu. Tak lupa juga wajah cantik yang bisa memikat siapapun menjadi pelengkap yang membuatnya tampak sempurna.

“Sulli ini adalah lulusan dari Perguruan St. Maria. Kalian tahu kan, sekolah khusus perempuan yang terkenal itu. tapi dia memutuskan keluar dari perguruan itu dan masuk SMU campuran.” Jelas sang guru di iringi anggukan paham oleh anak muridnya.
“Kenapa ingin masuk SMU campuran? Padahal itu sekolah yang bagus loh, bukan sembarangan orang yang bisa masuk ke sana.” Tanya tanya seorang murid perempuan yang penasaran.
Sulli tersenyum sesaat, lalu menjawab. “Aku hanya ingin mencari pengalaman baru” pandangannya mengedar ke seisi kelas karena ingin mengenal wajah teman-teman barunya dan berakhir pada seorang namja yang duduk di pojokan kelas. Yang membuatnya tidak bisa melepaskan pandangan dari namja itu adalah karena dia sibuk memandangi sesuatu di luar jendela.
“Sesuatu yang tidak mungkin aku dapatkan jika terus sekolah di sekolah khusus perempuan.” Ucapnya tanpa sadar terus memandangi namja itu. entah apa yang membuatnya tertarik.
“Ah, pasti namja chingu!!” teriak murid pria yang duduk di bangku belakang disusul oleh teriakan dan siulan dari murid lain.
“Wah, kalau begitu denganku saja!! aku jomblo!!”
“Ani, sepertinya lebih cocok denganku!!”
“tidak, denganku!!!”

Suasana menjadi ribut. Terpaksa guru harus menenangkannya. “Sudah tenang! Choi Sulli, kau bisa duduk di bangkumu. Itu, di sebelah Taemin.”
“Taemin?” tanya Sulli bingung. guru menengok pada sosok Taemin yang masih anteng dengan dunianya.
“Lee Taemin!! Sudah ibu bilang beberapa kali untuk tidak melamun selama jam pelajaran!!!” teriak guru itu. Taemin tersentak. Ia menoleh ke depan kelas, dan saat itu lah mata mereka saling bertatapan.

Sulli merasa ada getaran aneh menjalari sekujur tubuhnya. Entah apa namanya. Tapi getaran itu rasanya menyenangkan.

Karena Taemin hanya mengangguk pelan, Sulli segera berjalan ke arah bangku yang ada di samping bangku Taemin. Ia menundukkan kepalanya sejenak sambil tersenyum. Tapi reaksi Taemin sungguh di luar dugaan. Ia balas tersenyum singkat lalu kembali menoleh ke arah luar jendela.

Saat istirahat tiba, ia berjalan sendirian ke kantin. Semua orang kembali terpesona saat melihatnya. Lama-kelamaan ia merasa risih karena tatapan beberapa namja seperti sedang mengintimidasinya. Setelah mengambil makanan pesanannya, Sulli duduk di bangku kosong yang ada di sudut kantin. Tempat yang jauh dari keramaian. Ia makan seorang diri. Ia hampir menangis karena tidak kuat merasa begitu sendirian di tengah keramaian seperti ini namun semuanya buyar saat ia mendengar suara seseorang dari arah samping.

“Choi Sulli?”

Sulli mengangkat kepalanya lalu menoleh ke arah sisi dirinya, matanya melebar kala sosok Taemin tertangkap matanya.
“Kau mau permenku? Ini bisa membuat mood-mu lebih baik” tawarnya seraya menyodorkan sebungkus permen. Sulli menerimanya dan tak lupa juga menggumamkan terima kasih. Ini adalah kali pertamanya mereka bercakap-cakap.

“Hei!!” Sulli terkejut ketika mendengar suara seseorang. Langkahnya menelusuri lorong terhenti dan ia ragu apakah harus membalikkan badan atau tidak.
“Kau murid baru yang di desas desuskan itu ya?”

Sulli merasa ada aura mencurigakan saat beberapa namja yang sepertinya kakak kelas itu menyeringai menghampirinya. Tubuh Sulli mengkerut takut dan kepalanya tertunduk. Koridor sepi dan ia takut mereka akan melakukan sesuatu yang tidak baik padanya. Ia memutuskan pergi namun terlambat, beberapa orang itu sudah berdiri mengelilinginya.
“Aih, nona ini memang manis sekali. Kau pasti putri dari keluarga bangsawan.” Ucap salah seorang di antara mereka dan dengan lancangnya mencolek dagu Sulli.
“Jebal, biarkan aku pergi Sunbae..” lirih Sulli takut. Tapi mereka malah tertawa menanggapi ketakutan Sulli. Mereka semakin mendekat. Membuat langkah Sulli mundur perlahan dan tidak ada jalan kabur lagi karena punggungnya membentur tembok.

—-o0o—-

Taemin memakan tekun eskrimnya sambil berjalan menuju perpustakaan. Bukan untuk membaca. Tapi ia ingin menumpang tidur di sana *Lee Shin banget, numpang tidur di perpus* namun langkahnya itu tersendat ketika ia samar-samar mendengar suara jeritan perempuan. Taemin curiga. Ia segera mempercepat langkahnya mencari sumber suara. Ia tercengang ketika melihat beberapa kakak kelas tengah mengganggu Sulli, anak baru itu. terlebih mereka sedang mencoba melecehkan Sulli. Tidak bisa diampuni!

Taemin melangkah lebar nyaris berlari. Begitu tiba di depan mereka, tanpa menunggu waktu Taemin melayangkan tinjunya pada salah satu Sunbae itu yang sedang mencoba menyentuh Sulli.
“Akh!!” pekik pria itu diiringi bunyi keras saat ia terpelanting jatuh. Teman-temannya terbelalak kaget, tak terkecuali Sulli.
“Yak! Kau anak kelas satu, beraninya pada seniormu!” tanpa basa-basi, orang-orang yang berjumlah enam itu segera mengeroyok Taemin. Namja itu tidak kuasa melawan enam orang sekaligus. Sulli menjerit ketakutan. Ia segera berlari mencari bantuan. Saat itu kebetulan ia bertemu salah seorang guru dan meminta tolong padanya.

Alhasil, guru itu berhasil membekuk senior brutal yang tadi mengganggu Sulli. Namun keadaan Taemin saat itu tidak bisa dibilang baik. Sekujur tubuhnya penuh dengan lebam dan dari sudut bibirnya mengalir darah. Sulli terpaku di tempatnya berdiri. Seumur hidup, ia tidak pernah melihat namja terluka seperti itu demi menolong dirinya. Ia segera membantu Taemin menuju klinik sekolah.

“Arrhhgg..pelan-pelan!!” Omel Taemin saat Sulli secara tidak sengaja menekan terlalu keras bagian lukanya.
“Mianhae..” Sulli segera menghentikan aksinya. Lebih baik ia menunggu dokter sekolah saja kembali. Tadi dia pergi untuk mengambil plester dan air hangat.
Taemin melirik pada Sulli. “Kau tidak apa-apa?” tanyanya setengah khawatir. Sulli mengangguk.
“Tapi kamu..” Sulli tidak tega menjelaskan kondisi Taemin. Bagaimana ya, jauh dari kata baik-baik saja.

Taemin melirik ke arah tubuhnya sendiri yang penuh memar. “Ah, ini biasa. Aku sudah sering seperti ini.”
Sulli terbelalak kaget. Ia tak menyangka ternyata saat ini ia sedang berhadapan dengan nappeun namja. “Kau sering berkelahi?”
“Ani. Lebih tepatnya aku sering sekali di hajar. Bukan menghajar.” Ucap Taemin enteng. Sulli meringis mendengarnya. Ia jadi ingin tahu kehidupan Taemin seperti apa.
“Oh iya, kita belum berkenalan secara resmi.” Ucap Taemin. Ia mengulurkan tangannya.
“Lee Taemin. Senang berkenalan denganmu.”
Sulli menatap ragu tangannya. Namun ia mencoba meyakinkan diri bahwa tidak ada salahnya berteman. Akhirnya ia menyambut uluran tangan Taemin.
“Choi Sulli imnida..”

Setelah itu mereka mengobrol tentang banyak hal. Sulli tidak menyangka ia bisa akrab dengan namja begitu mudahnya. Sebab ia tidak pernah berbicara dengan namja sebelum ini. Namja yang ia kenal hanya Ayahnya, Siwon—kakak angkatnya—dan beberapa pegawai yang kerja di rumahnya. Itu saja.

“Aku ingin bicara dengan orangtuamu. Bisakah kau memanggil ayah atau ibumu.” Ucap wali kelas Taemin, Ms. Hong sesaat setelah Taemin di obati oleh dokter sekolah. Taemin tersentak. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain, tepatnya ke arah Sulli.
“Umma sibuk di kantor. Sementara Appa, dia sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.” Ucapnya datar. Sulli mengerjap, sekarang ia melihat ekspresi sedih Taemin. Ia baru tahu kalau Taemin sudah tidak memiliki Appa. Mendadak ia merasa prihatin.
Ms Hong pun tampak diam. “Kalau begitu kau memiliki wali? Saudara atau siapapun?”

Taemin baru memalingkan wajahnya lagi ke arah wali kelasnya. “Ada. Aku punya Hyung. Tapi..” ekspresi Taemin mendadak berubah memohon. “Jebal, jangan telepon dia. Hyung itu galak sekali. Aku bisa di suruh duduk bersimpuh seharian.”
“Bagus kalau begitu.” Ms Hong bangkit. “Aku akan menghubunginya.” Ucapnya seraya pergi.
“Bu!!!” teriak Taemin panik.

“Memang kenapa dengan kakakmu?” tanya Sulli tak mengerti setelah Ms Hong tidak ada. Taemin sekarang tampak frustasi. Bahunya melemas dan tubuhnya melunglai.
“Kau tidak tahu betapa menyeramkannya kakakku. Dia jadi semakin tegas setelah menggantikan posisi Appa sebagai kepala keluarga”
“Aku tidak mengerti. Tapi tidak mungkin dia sampai menyakitimu kan? Aku juga mempunyai satu Oppa. Tapi, dia sangat baik padaku.”

Suasana tidak membaik ketika Eunhyuk datang. Benar saja, kakak Taemin itu segera menyuruhnya bersimpuh dan mengakui kesalahannya.
“Apa yang sering kukatakan padamu tentang kekerasan!” ucapnya tegas seperti seorang sipir penjara. Taemin dalam posisi bersimpuh, menunduk malu dan mengumpat pelan tidak bisa berbuat apa-apa. ia bahkan malu mengangkat kepalanya dan memperlihatkan wajahnya pada Sulli. Gadis itu pasti berpikir macam-macam.
“Kekerasan dilarang apapun alasannya” cicit Taemin patuh. Sulli membulatkan matanya takjub. Ia bergantian memandangi Taemin dan Eunhyuk dengan tatapan kagum, bingung, prihatin, dan salut.

Tanpa sadar, Sulli baru tahu arti lain dari kasih sayang seorang kakak pada adiknya. Yaitu memberikan pengarahan bila adiknya salah. Mendadak, muncul rasa kagum dalam dirinya terhadap Eunhyuk. Ia bisa mendidik Taemin dengan cara yang mengagumkan. Bahkan ia tidak pernah mendapatkannya dari Siwon.

Sejak saat itu, Sulli mulai mengagumi Eunhyuk, dekat dengan Taemin, dan perlahan ia tahu bahwa kakak mereka berteman baik satu sama lain. Sejak itu pula, persahabatan mereka di mulai.

Sulli yang feminim pun perlahan mulai terpengaruh oleh gaya Taemin yang santai dan kasual. Ia jadi jarang memakai rok, memotong rambut panjangnya hingga tinggal sebahu, dan tidak pernah memakai high heels lagi. tanpa ia sadari, semua yang Taemin lakukan mampu membuatnya berubah. Sulli yang semula lemah lembut seperti putri pelan-pelan menghilang digantikan oleh Sulli yang baru.

#Flashback end#

*Sulli POV*
Pada awalnya aku berpikir dekat dengan Taemin karena aku tertarik pada Eunhyuk Oppa, kakaknya. Namun lambat laun, perasaanku itu salah. Aku merasa, suasana hati saat aku gagal mendapatkan Eunhyuk Oppa berbeda ketika mengetahui Taemin ternyata menyukai yeoja lain.
Aku sempat frustasi ketika Eunhyuk Oppa memutuskan untuk menikah. Dan Taemin mati-matian menghiburku. Dan saat Taemin bertemu kembali dengan Sun Hee Eonni, yeoja yang membuat Taemin tertarik, rasanya berbeda. Aku tidak rela itu terjadi. Sungguh..rasanya sangat berbeda. Aku pun bingung mengapa.
Ketika Eunhyuk Oppa menikah, aku hanya sedih. Seperti perasaan terluka karena boneka yang diinginkan sudah terlanjur dibeli orang lain. Tapi saat aku tahu hati Taemin sudah dimiliki yeoja lain. Rasanya aku tidak rela. Aku tidak rela!!!

—-o0o—–

*Author POV*
Malam sudah semakin larut. Tapi tidak di dalam kelab khusus orang-orang elite itu. suara musik semakin malam semakin menggebu mengiringi insan-insan kaya raya menghilangkan stressnya. Tak terkecuali 2 orang remaja yang kebetulan bergabung di antara mereka.
“Berhentilah minum Lee Taemin!!!” teriak Sulli frustasi. Ia merebut sloki yang sedang Taemin coba teguk isinya. Namja itu wajahnya sudah kemerahan dan mulai kehilangan kesadarannya. Padahal ia baru meneguk 3 sloki vodka. Sudah bisa ditebak, Lee Taemin adalah seorang peminum buruk! Berbanding terbalik dengan kakaknya, Eunhyuk.
“Ayo kita pulang, Umma mencemaskanmu tahu!” Sulli mencoba meraih tangan Taemin karena tidak tahan melihat namja ini terus melampiaskan stressnya pada minuman terlarang itu. ponsel namja itu sudah berdering puluhan kali namun tergeletak begitu saja di atas meja bar tanpa di sentuh. Sulli awalnya ingin menjawab namun tangannya terus ditepis Taemin.
“Jangan di jawab!!” tegasnya dengan wajah mabuk.
“Tapi kau sudah mabuk Lee Taemin!” ucap Sulli berusaha sabar. tapi lagi-lagi tangannya di tepis Taemin. Namja itu tidak mempedulikan ajakannya pulang dan menoleh kembali kepada Ryeowook, sang bartender yang sejak tadi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Taemin yang labil.
“Hyung! Aku minta satu gelas lagi!” seru Taemin seraya mengacungkan gelasnya yang kosong. Sulli memasang tampang memohon pada Ryeowook berharap namja itu tidak memberikan minuman lagi pada Taemin. Untungnya ia paham.
“Maaf, Taemin-ssi. Tapi di kelab kami ada aturan batasan minum untuk remaja di bawah umur sepertimu” kilahnya beralasan. Peraturan konyol dari mana itu? “Lagipula aku bisa dibunuh kakakmu nanti jika terus memberikan minuman keras itu padamu.” Tambahnya mengingat Eunhyuk itu sangat menyeramkan jika sudah marah. Ia kenal baik namja itu karena Eunhyuk sering berkunjung ke sana bersama beberapa rekan bisnisnya.
Sulli mengangguk tegas. Ia sangat bersyukur dengan begini ia memiliki alasan menarik Taemin dari sana.
“Aku tidak peduli! Pokoknya aku harus mabuk!” ucap Taemin. Kepalanya sudah beberapa kali terantuk ke meja bar. Ia sudah mabuk berat masih ingin juga minum.
Ryeowook menoleh ke arah Sulli. “Sekarang apa masalahnya? Ia patah hati?”
Sulli mengendikkan bahu, antara iya dan tidak. “Begitulah. Sepertinya.” Ucapnya. Dalam hati ia jengkel karena pada kenyataannya Taemin memang sedang patah hati.

Taemin terisak pelan. “Hiks..Sun Hee Nuna..kenapa kamu..hiks..padahal aku sudah mencoba menjadi pria hebat..hiks kenapa..” racau Taemin. Kepalanya sudah bersandar pada meja bar seutuhnya dan matanya pun sudah terpejam. Tapi tetap saja masalahnya tidak hilang juga. malah semakin menghantui otaknya.
Sulli menggeram. Ia mencengkram erat gelas minuman itu lalu meletakkannya dengan keras di atas meja bar. Dengan gerakan cepat ia menarik bahu Taemin yang terkulai, membuatnya duduk tegak. Ryeowook mengerjap kaget melihatnya.
Sulli menatap tajam Taemin yang dalam keadaan setengah sadar. “SADARLAH LEE TAEMIN!! SUN HEE EONNI AKAN MENIKAH DENGAN OPPAKU!! BERHENTILAH MENGHARAPKANNYA!!!” teriaknya kencang, membuat beberapa orang di sana sempat menoleh ke arah mereka.
“Agasshi, tenanglah..” ucap Ryeowook.

Sulli sebenarnya tidak tega melihat Taemin menderita begini setelah mendengar kabar bahwa Sun Hee, yeoja yang ia sukai akan menikah dengan Siwon, kakaknya sendiri. tentu saja, siapa yang tidak sakit hati. Menyukai sekian lama ternyata orang yang disukainya malah memilih orang lain.
“Bukankah kau juga pernah mengatakan hal serupa saat aku mabuk karena Eunhyuk Oppa akan menikah dengan Mira Eonni? Kau memintaku melupakannya, iya kan??? Dan sekarang kau harus melupakannya juga!!! yeoja bukan hanya Sun Hee Eonni di dunia ini! Ingat itu Lee Taemin pabo!!” teriaknya sambil mengguncang-guncang bahu Taemin. Namja itu tak bergeming. Malah saat Sulli melepaskan tangannya dari pundak namja itu, tubuh Taemin ambruk begitu saja ke lantai.
Ryeowook dan Sulli sama-sama kaget.
“Taemin!” teriak Sulli panik. Ia menepuk-nepuk pipi namja itu. syukurlah, Taemin hanya pingsan karena pengaruh alkohol.
“Dia tidak apa-apa?” tanya Ryeowook ikut panik setelah ia berdiri di samping Sulli.
“Aku akan membawanya pulang.” Ucap Sulli. Ia mencoba membopong tubuh Taemin yang tidak ringan sedikitpun.
“Biar kubantu” Ryeowook mengambil alih tubuh Taemin. Dengan sangat mudah ia memapah Taemin ke depan kelab, menyetop taksi dan memasukkan tubuh Taemin ke jok belakang taksi.
“Gomawo, Ryeowook Oppa..” ucap Sulli sopan. Ia segera naik ke dalam taksi.

“Taemin pabo! Kan sudah kubilang jangan mengharapkan hal yang tidak mungkin” desis Sulli saat dalam perjalanan pulang. Kepala Taemin di sandarkan pada pahanya. Ia bisa melihat raut lelah terpatri jelas di wajah Taemin. Taemin memang sangat polos dan bodoh. Tidak jauh beda dengan dirinya.

—-o0o—-

“Aigoo, gomawo Sulli-ah. Kau sudah repot-repot mengantar anak bodoh ini kembali ke rumah.” Ucap Eomma senang. ia segera meminta beberapa pembantu untuk membawa Taemin yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri ke kamarnya.
Sulli membungkukkan tubuhnya. Karena Taemin sudah pulang dengan selamat, maka ia harus pulang atau salah satu di antar Appa, Eomma, atau Oppanya akan memberikannya ceramah pagi esok hari.
“Kalau begitu aku pamit, Eommanim” Sulli sudah terbiasa memanggil ibu Taemin itu dengan sebutan Eommanim. Itu karena Eomma Taemin sendiri yang memintanya. Sulli sudah di anggap sebagai anaknya sendiri karena ia tidak memiliki anak perempuan.
“Loh, kenapa pulang? Sekarang sudah larut malam. anak gadis tidak baik keluyuran malam-malam. sebaiknya kau menginap saja di sini. Biar Eomma yang mengabari kedua orang tuamu.” Usul Eomma. Sulli mengerjap kaget.
“Tapi..”
“A a..Eomma tidak suka di bantah. Ayo masuk. biar Bibi Jung yang menunjukkan kamar padamu. Eomma ingin melihat kondisi Taemin dulu.”
Sulli tidak membantah. Eomma memang benar, ia takut jika harus pulang lewat tengah malam seperti ini. Siapa tahu nanti ia akan dicegat oleh hantu, perampok, atau alien di tengah jalan? Memikirkannya saja mampu membuatnya merinding roma.
—–o0o—–

“Loh, Eomma belum tidur?” tanya Sulli. Ia baru selesai mandi dan bermaksud ke dapur untuk mengambil minum ketika mendapati Eomma masih di sana.
“Eomma ingin membuatkan susu untuk Taemin. Kau tidur saja duluan” ucapnya.
“Ani, Eomma saja yang tidur duluan. Susu ini biar aku yang antar. Eomma pasti lelah.”
“Terima kasih. Kalau begitu tolong ya..”
Sulli mengangguk senang. Ia membawakan susu itu ke kamar Taemin yang ada di seberang kamar tempat ia menginap sekarang. Ia buka pintunya perlahan.
“Taemin..” panggilnya pelan. Lampu kamarnya masih menyala. Ia melihat Taemin terbaring di atas tempat tidurnya tapi namja itu terjaga. Sepertinya dia baru saja sadar dari pingsannya.
“Kau sudah baikan? Ini ada susu untukmu” Sulli meletakkan gelas itu di atas nakas samping tempat tidur.

Taemin masih linglung. Ia perlu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekarang. Rupanya alkohol tidak membuatnya lebih baik. Buktinya sekarang otaknya dua kali lebih berat dan berputar-putar cepat di banding sebelumnya. Lain kali ia tidak akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang melampiaskan kekesalan pada alkohol. Tidak enak rasanya.
“Kepalaku cenat cenut.” Aku Taemin seraya bangkit. Ia duduk bersandar pada kepala ranjang. Dengan mata agak menyipit ia menatap Sulli.
“Kau belum pulang?” tanya Taemin serak. Ia mengambil susu lalu meminumnya. Ah, perasaannya jauh lebih baik sekarang.
Sulli mengangkat bahunya. “Sekarang sudah terlalu malam. Eomma juga melarangku pulang dan memintaku menginap” ia melirik tajam ke arah Taemin. Berkacak pinggang di depan namja itu. “Memang kau pikir semua ini gara-gara siapa???”
Taemin meletakkan gelas kosong ke atas nakas lalu mengangkat tangannya yang lain meminta Sulli berhenti cerewet.
“Arraseo. Maaf kalau aku menyusahkanmu”
“Bagus kalau kau sadar. Jadi, kau janji tidak akan mengulanginya?”
Taemin menggeleng tegas. “Tidak mau. aku kapok. Sepertinya aku tidak seperti Hyung dalam beberapa hal. Hmm..aku harus mencari alternatif lain kalau aku sedang kesal.”
“Akan kubantu cari solusinya.” Sulli berbalik ke arah pintu tapi Taemin memanggilnya.

“Choi Sulli..”

Sulli berhenti, membalikkan tubuhnya ke arah Taemin. “Apa?”
Taemin tampak salah tingkah. Ia menggosok bagian tengkuk lehernya. “Em, maaf. Boleh aku minta bantuanmu?” tanyanya.
“Bantuan?”
“Ne. Malam ini, temani aku tidur. kau mau kan?”
Sulli membelakakan matanya. ditemani tidur?? ditemani tidur?????????? Rupanya Taemin masih terpengaruh alkohol!!
“Lee Taemin, kau pikir aku yeoja murahan? Tidak mau!!!!”
“Arrgghh..Choi Sulli, jebal..kau kejam sekali!!”
Sulli membalikkan badan, lalu membanting pintu dengan kencang. Jelas sekali ia tersinggung dengan ucapan Taemin.
Sementara Taemin hanya terpaku. Memang ajakannya tadi salah? Taemin bermaksud meminta Sulli mengusap kepalanya hingga ia tertidur. Sebenarnya ia sering meminta hal itu pada Eomma. Tapi berhubung Eomma sudah tidur, ia akan meminta Sulli yang melakukannya. Tapi ternyata gadis itu menolak. Yah..sepertinya malam ini ia tidak akan bisa tertidur.
Karena jika ia sedang dalam keadaan tertekan, hanya itu yang bisa membuatnya tenang. tidur dengan kepalanya diusap lembut oleh seseorang.

To be continued..

58 thoughts on “Shady Girl Taemin’s Story (Part 1)

  1. Bnr2 gk d sangka Taemin suka ama Sunhee Nuna… Kmren Sulli yg patah hati,,skrg gliran Taemin….
    Wkwkwkw Sulli slh phm dkiranya Taemin mau mcm2 pdhlkn hnya mnta bantuan???

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s