Shady Girl Siwon’s Story (Part 11-End)

Tittle : Shady Girl Siwon’s Story Part 11
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance Sad

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Lee Sunhee

 

Jinjja.. akhirnya tiba juga di part end. Gak nyangka yah. Seharusnya Author bikin syukuran nih soalnya ini Seri Shady Girl yang ke-6 yang selesai bentar lagi masuk seri yang ke 7.. *tebar confetti. Kira-kira siapa yah main Castnya???

Yah udah Happy Reading dan jangan lupa follow twitter author yah, @julianingati23 ^_^

Shady Girl Siwon's story by Dha Khanzaki12

===Part 11===

Selama kurang lebih lima belas menit, yang dilakukan Siwon hanya terdiam. Dalam hatinya berkecamuk macam-macam perasaan. Kalut, bingung, takut, gelisah, dan bimbang. Ia tahu tanpa diminta pun ia akan menikahi Sun Hee. tapi tidak saat ini dan dalam kondisi seperti ini. Jika ia mengabulkannya, sama saja dengan ia membenarkan kondisi Sun Hee yang tidak memiliki harapan hidup lagi. Tidak, itu sama sekali tidak benar. Sun Hee pasti bisa sembuh.

“Oppa, kau tidak ingin menikahiku?” tanya Sun Hee cemas. Ia melihat keraguan dengan jelas dalam sorot mata Siwon.
Siwon tersentak dalam keheningan pikirannya sendiri. Ia mendongkak menatap mata sedih Sun Hee.
Singkirkan pikiran mu saat ini, Choi Siwon! yang harus kau lakukan sekarang adalah membuatnya tenang dan bahagia.
Dengan hati sedih, Siwon memaksakan seulas senyum. Kepalanya mengangguk perlahan. “Aku pasti menikahimu.”

Pelan-pelan, senyum Sun Hee yang sudah lama ia rindukan terukir di wajah pucatnya. Sudah ia duga, kebahagiaan Sun Hee memang sudah menjadi obat penenang hatinya. Terbukti dengan melihat senyumnya saja, beban yang sejak tadi menghimpitnya menguap seperti es yang terpapar sinar matahari.

“Tunggu aku” ucap Siwon seraya bangkit. Sun Hee tidak mengerti. Ia hanya memperhatikan Siwon yang berbalik pergi kemudian membawa sesuatu yang cukup besar. seperti sebuah lukisan.
“Apa itu?” tanya Sun Hee bingung. Siwon berdiri tepat di hadapan Sun Hee dan gadis itu tidak bisa melihat jelas karena Siwon menyembunyikannya di belakang tubuh.

Siwon kembali memamerkan senyum manis dan lesung pipi membuat Siwon nampak makin mempesona. Membuat Sun Hee kembali merasakan debaran yang menyenangkan. Bukan debaran yang membuatnya mengerang kesakitan.

“Kau tahu apa ini?” tanyanya. Sun Hee memiringkan kepala sedikit, ia berpikir.
“Lukisan, maybe.”
Siwon menggeleng. “Hampir” ia kemudian menarik benda itu ke hadapannya. lalu menghadapkannya tepat ke depan mata Sun Hee. “Bagaimana menurutmu?”

Sun Hee membelalakan matanya. mulutnya melebar takjub melihat apa yang tergambar di atas kanvas itu.
“I Itu..” bibirnya terbata dan tangannya terangkat menunjuk kanvas. “Itu aku?”
Siwon mengangguk. “Tepatnya sketsa dirimu.” Tambahnya.

Sun Hee mengatupkan bibirnya kehabisan kata-kata. Ia tidak pernah merasa setakjub ini dalam hidupnya. Ia tidak pernah menyangka akan diberi kejutan seperti ini. Dalam mimpipun ia tidak pernah berharap Siwon akan melukiskan sketsa dirinya.

Dalam sketsa hitam putih Siwon, dirinya tengah berdiri di antara bunga tulip. Wajahnya tersenyum riang dan matanya melirik pada seekor kupu-kupu yang hinggap di atas telapak tangannya. Kapan ia pernah berekspresi seperti itu? Siwon bahkan melukiskannya dengan jelas. Bunga, senyumnya, kupu-kupu, meskipun hanya berupa goresan pensil yang menghasilkan warna hitam, putih, dan abu-abu, namun semua kombinasi ketiga warna itu menghasilkan gambar yang menakjubkan. dia benar-benar seniman. Ia tampak luar biasa dalam sketsa itu.

“Oppa, kapan ini..”
“Saat kita bersama-sama kemari waktu itu. kau ingat, waktu itu aku membuat sketsa di sini.”

Sun Hee ingat hari itu. waktu itu ia memang melihat Siwon membuat sebuah sketsa rumah yang indah. Tapi ia tidak tahu jika Siwon juga membuat Sketsa dirinya.
“Ini, boleh untukku?” tanya Sun Hee dengan mata berkaca-kaca.
“Tentu saja.”

Sun hee mendekapnya erat. Sketsa ini akan menjadi hartanya mulai detik ini. Siwon sekarang berlutut di hadapan Sun Hee. menatap mata gadis itu lekat-lekat.
“Aku bisa membuat sketsa itu setiap hari dengan kau sebagai fokus utamanya. Tapi, kau harus tetap di sisiku. Kau harus berjanji tidak akan meninggalkanku.”
“Oppa, sudah kubilang, jangan meminta hal yang mustahil”
“Ini bukan hal mustahil.” Tepis Siwon sungguh-sungguh. Sorot matanya penuh pengharapan.
“Aku yakin mukjizat itu ada. Meskipun harapan mu sembuh hanya satu berbanding satu juta, aku yakin kau masih bisa menjadi yang 1 itu. kumohon jangan menyerah”

Sun Hee menunduk. Tanpa bisa ditahannya, airmata itu menetes jatuh begitu saja. jika ia boleh berharap, ia juga ingin sekali sembuh. Ingin sekali.

Siwon berdiri, ia berjalan ke arah rumpun bunga krisan yang mekar indah di samping mereka, lalu memetik salah satu kuntumnya. Ia kembali lagi di hadapan Sun Hee.
“Kau tahu kan, bahasa bunga dari krisan ungu?”
Sun Hee terdiam. Melihat reaksinya membuat Siwon yakin gadis ini pasti tahu.
“Kuberikan ini untukmu”
Sun Hee mengambilnya. Tanpa berkata apapun, ia mendekap kuntum bunga itu ke dadanya, memejamkan mata dan berdoa.

Tuhan, aku ingin sembuh.

Siwon tersenyum melihat Sun Hee tersenyum di sela doanya yang khusyuk. Kepalanya terdongak ke arah langit yang masih terang. Ia ingin Sun Hee sembuh.

Sun Hee berdoa cukup lama. apa ia meminta banyak hal pada Tuhan? Pikir Siwon karena Sun Hee tetap pada posisinya. Tapi kemudian ia terperanjat saat ia merasa ada yang aneh. Dan benar saja, perlahan tangan Sun Hee yang semula mendekap erat bunga itu perlahan terkulai jatuh ke sisi tubuhnya, membuat bunga krisan ungu itu jatuh ke tanah begitu saja.

Siwon terbelalak kaget. “Sun Hee!!!” teriaknya. Ia memegang tangan Sun Hee. dingin. Mendadak saja rasa panik yang luar biasa menyerangnya seperti petir yang menyambar tanah dalam tempo beberapa detik.
“Sun Hee!!” teriaknya lagi karena kini, ia tidak merasakan denyut nadi gadis itu sama sekali.

—-o0o—-

Pemandangan di sebuah pemakaman selalu sama. Dingin dan kelabu. Aura suram kerap kali menyelimuti saat seseorang di antar ke dalam tempat peristirahatan terakhirnya.

Siwon merapatkan jasnya sebentar, menghela napas yang mulai berasap karena suhu udara kian menurun. Pemakaman di pertengahan musim dingin? Tidak ada yang menginginkan hal itu.

Kerumunan orang berbaju hitam itu satu persatu meninggalkan area pemakaman. Siwon bukanlah orang terakhir yang ada di sana. Ia melirik sebentar pada sosok yang masih berdiri tenang di sana, menatap nisan yang baru saja terpasang di sana dengan wajah sedih yang mendalam.

Lee Dong Il masih berdiri di sana, menatap untuk terakhir kalinya batu pusara orang yang paling ia cintai.

“Apa tidak apa-apa kita tinggalkan Tuan Lee di sana?” tanya Siwon tak tega. Donghae yang berdiri di samping Siwon—matanya masih sembab dan pipinya tampak kemerahan karena semalaman namja itu terus menangis—menepuk pundak sahabatnya.
“Tenang saja, Appa orang yang sangat tegar.”
“Tapi..” Siwon masih ragu.
“Aku tahu, sebenarnya Appa yang merasa sangat kehilangan atas kejadian ini” ucapnya sedih.

Siwon menoleh pada Donghae. namja ini kembali berkaca-kaca.
“Mianhae. Aku hanya mencemaskannya” ucap Siwon. ia mendongakkan kepalanya ke arah langit yang kelabu. Ia yakin malam nanti salju kembali turun.

Kau lihat Sun Hee, ternyata ada orang yang rasa cintanya padamu melebihi aku.

Sekarang sudah bukan saatnya lagi untuk menangis. Ia menghela napas kemudian berjalan mengikuti Donghae yang sudah lebih dulu meninggalkan tempat itu.

—-o0o—-

Air mata itu kembali menetes. Ia sangat sedih karena tidak bisa mengantar orang yang paling di sayanginya ke tempat peristirahatan terakhir.

“Umma..” lirih Sun Hee. ia menundukan kepalanya dalam. Ia sangat menyesal karena ia tidak bisa melihat wajah terakhir Ummanya dengan kondisinya sekarang. Setelah operasi transplantasi jantung beberapa hari yang lalu, keadaannya masih terlalu lemah untuk bergerak. Lagipula Kibum—dokter yang ditugasi menanganinya—belum mengizinkannya keluar dari ruang rawat.

Benar, entah ini mukjizat atau musibah. Tapi dengan seizin Tuhan ia bisa mendapatkan donor jantung. Tepat sehari setelah ia pingsan di greenroof waktu itu, dokter menyatakan Sun Hee harus segera menjalani operasi. Jantungnya sudah tidak bisa menjalankan fungsinya seperti biasa. Jika kondisi itu terus berlanjut, maka Sun Hee bisa kehilangan nyawanya kapan saja.

Dan di saat semua orang putus asa karena tidak ada donor jantung untuk Sun Hee, Donghae berseru panik karena ia menerima telepon dari polisi bahwa mereka menemukan Umma tewas dalam kecelakaan mobil di jalan raya. Tentu saja hal itu membuat semua orang panik. Dan yang paling syok mendengar kejadian ini adalah Tuan Lee.

Pria tua itu berdiri kaku setelah melihat jenazah mantan istrinya di ruang khusus jenazah. Rasa sesal, sedih, dan kalut bercampur menjadi satu. bagaimana pun, wanita itu adalah satu-satunya wanita yang ia cintai seumur hidup. Dan sekarang, kondisi yang ia lihat adalah, tubuh wanita itu sudah kaku dan tidak bernyawa. Dunia serasa runtuh di bawah kakinya.

Polisi menemukan sepucuk surat dalam tas istrinya lalu menyerahkannya pada Tuan Lee. Dengan tangan bergetar, pria itu membukanya.

Hari ini salju kembali turun.
Dengan rasa putus asa karena tidak bisa menemukan cahaya dalam kegelapan, aku berdoa. Jika Tuhan memberiku satu permintaan, hanya satu yang akan kuajukan.

Ku harap Sun Hee bisa sembuh.

Hatiku sangat sakit melihatnya menderita. Sebagai seorang ibu, aku merasa tidak berguna. Aku hanya mengurus putra putriku, suamiku dalam beberapa tahun saja. selebihnya, aku menghabiskan hidupku dalam ketidak pastian.

Malam ini aku kembali menangis saat mendengar dari dokter Sun Hee tidak bisa disembuhkan kecuali ia mendapatkan donor jantung. Sementara donor untuknya tidak ada. Tuhan, kenapa kau memberikan cobaan seberat ini pada kami?

Aku sudah membicarakan satu kemungkinan dengan dokter Kim. Jika seandainya terjadi sesuatu padaku yang menyebabkan aku kehilangan nyawa, aku ingin memberikan jantungku untuk Sun Hee. biar saja dia hidup lebih lama di dunia ini. Melihat betapa indahnya tempat ia berpijak sekarang dengan mata, hati dan pikirannya sendiri.

Akan kulakukan apapun untuk membuat anak-anakku bahagia. Putriku sembuh dari sakitnya, putraku bahagia bersama istri dan cucuku. Dan suamiku, kuharap dia selalu mencintaiku meskipun rasanya itu tak mungkin. terlalu banyak kesalahan yang kulakukan padanya. aku tidak berhak meminta lebih selain rasa bencinya padaku.

Ingatlah, meskipun suatu hari aku tidak ada di sisi kalian, tidak bisa menemui kalian meskipun kalian meminta sambil menangis, aku tetap akan mengawasi kalian dari jauh. Dari tempat paling indah yang sudah Tuhan siapkan untukku.

Tuan Lee menangis saat selesai membacanya. Ia baru menyadari sebenarnya selama ini ia sangat merindukan kehadiran istrinya. Sudah lama ia ingin mengatakan itu namun selalu terhalang oleh rasa gengsi dan malu. Sekarang, yang tersisa hanya penyesalan yang mendalam. Istrinya itu sudah kembali pada Tuhan dan tidak akan pernah ia lihat lagi.

“Aku tidak akan menganggapmu sudah pergi. aku hanya akan berpikir kau sedang pergi jauh. Seperti sebelumnya. Karena bagiku, kehadiranmu tetap terasa.” Ucapnya berat.

—-o0o—-

Sun Hee selamat berkat donor jantung dari ibunya sendiri. Siapa sangka jika sekarang jantung yang berdetak dalam dirinya adalah detak jantung ibu yang amat ia cintai. Sun Hee memegang dadanya, merasakan jantung itu berdetak teratur dan membuatnya bisa melihat matahari terbit di keesokan harinya.
“Umma..” ia terisak kembali. Meskipun ia ingin hidup, tapi ia tidak mau kehilangan satu orang terpenting bagi dirinya.

Siapa sangka jika mimpinya waktu itu menjadi kenyataan.

#Flashback#

Terakhir kali yang diingatnya adalah ia memeluk Siwon dengan erat seusai pertunjukkan perdana drama musikalnya. Setelah itu, semuanya berubah gelap dan ia bermimpi.

Dalam mimpi, ia bertemu dengan Umma di padang bunga mawar putih. Memang indah dan wangi semerbak memenuhi udara di sekitarnya.
“Sun Hee..”
Tubuhnya berbalik mendengar suara familiar mengalun dari arah belakang. bibirnya tertarik naik membentuk senyuman kala matanya menangkap sosok Umma dalam balutan gaun putih. Entah kenapa Umma terlihat jauh lebih muda dari usianya.
“Umma..” Sun Hee menderap lalu memeluk Ummanya dengan erat. Seperti mimpi, ia merasa hal ini terlalu nyata untuk di anggap mimpi. Ia bisa merasakan dengan jelas hangat tubuh Ummanya. dan wangi khas yang selalu ia cium bila ia memeluk Ummanya saat kecil dulu terhirup batang hidungnya.

“Sun Hee..” suara Umma terdengar begitu merdu di telinganya. Sun Hee mendongak.
“Umma ingin kau sembuh, sayang. Jangan menyerah dengan penyakitmu dan percayalah pada keajaiban” ucapnya. Sun Hee mengerut tak mengerti.
“Umma tidak bisa melihatmu tumbuh dewasa, menikah, menjadi ibu, dan kemudian menjadi seorang nenek. Mianhae..”
Sun Hee merasa ada yang tidak beres dengan ucapan Umma. “Apa maksudnya? Aku tidak mau Umma pergi mendahuluiku. Biar aku saja yang pergi mendahului Umma”
“Tidak boleh. Kau ini egois sekali. Kau ingin Umma sedih karena kehilanganmu dan kau tidak mau sedih karena ditinggal Umma?”
Sun Hee terkekeh, meskipun itu bukan lelucon sama sekali. “Aku memang egois. Dan kurasa itu tidak salah.”
“Berjanjilah untuk tetap hidup bahagia meskipun Umma tidak ada. Kau ganti mengurus Appamu yang egois itu, dan Oppamu yang keras kepala”
“Umma, ucapanmu terdengar seperti surat wasiat.”

Umma tersenyum. “Kuberikan bunga ini untukmu” Umma mengulurkan satu tangkai mawar putih untuk Sun Hee.
“Mawar putih melambangkan cinta abadi. Percayalah, Umma akan selalu mencintai kalian. Hingga napas Umma terhenti, jantung Umma tidak berdetak lagi, dan nyawa Umma sudah pergi meninggalkan raga untuk selamanya.”

Sun Hee merasakan bulu romanya meremang dan semakin menjadi saat Umma melepaskan pelukannya, berbalik pergi kemudian. Mata gadis itu terbelalak.
“Umma..!!” ia sudah berteriak sekencang mungkin dan berusaha mengejar. Namun anehnya tubuhnya tidak bisa digerakkan dan seperti tuli, Umma tidak menoleh sama sekali. Ia menangis kencang. Ia takut. Entah kenapa. ia takut sekali. Dan perlahan Umma menghilang di telan kabut. Lalu hal pertama yang dilihatnya adalah langit-langit kamar rumah sakit. sun Hee mendesah lega, ternyata hanya mimpi.

Ia menoleh ke arah samping tempat tidurnya. Ia melihat kakak iparnya, Haebin menatap riang dengan wajah bahagia ke arahnya. Saat itu pula, ia teringat mimpinya dan menangis. ia berkata pada Haebin bahwa ia ingin bertemu Umma. ia hanya ingin memastikan bahwa Umma tidak pergi dan masih ada di dunia ini. Ia ingin memastikan bahwa mimpinya salah. Itu hanya mimpi.

Tak lama, akhirnya ia bertemu Umma juga. rasa senangnya memuncak dan ia segera menangis seraya merangkul Umma erat erat. Ia merasakan sekarang ia tidak bermimpi. Ia memang sedang memeluk Umma. dan ia merasa sangat lega.

Saat itulah Sun Hee menceritakan pada Umma tentang mimpinya. Dan reaksi Umma tenang sekali, dengan aura keibuan ia mengusap rambutnya dengan lembut.
“Sun Hee, itu hanyalah mimpi. Jangan terlalu dipikirkan”
“Tapi Umma, Umma benar-benar tidak akan meninggalkanku kan?”
Umma mengangguk untuk meyakinkan wajah khawatir putrinya. “Iya. Setidaknya bukan hari ini.”
“Umma!!”
“Meskipun mimpi itu memang menjadi nyata” potong Umma menghentikan aksi protes Sun Hee. ia menggenggam erat tangannya. “Kau harus berjanji untuk tetap hidup bahagia meskipun Umma tidak ada. Kau ganti mengurus Appamu yang egois itu, dan Oppamu yang keras kepala”

Sun Hee mengerjap. Bahkan kata-kata yang di ucapkan Umma pun sama. Detik itu juga, ia menangis kencang. Ia merasa, mimpinya akan menjadi nyata. Karena itu ia tidak ingin sembuh. Lebih baik ia mati saja daripada melihat ibunya yang meninggalkannya.

#Flashback end#

“Sun Hee”

Sebuah suara mengagetkannya. Ia menoleh cepat berharap yang memanggil adalah Ummanya. tapi ternyata bukan. Yang memanggil adalah Siwon. namja yang ia cintai dengan sepenuh hati. Namja itu tersenyum. Ia agak ragu saat melangkah memasuki ruang rawatnya.
“Kau sudah baikan?” tanyanya. Sun Hee segera menyembunyikan foto ibunya di bawah selimut lalu mengangguk.
“Lebih baik dari kemarin”
Siwon tidak berkomentar lagi. ia menyerahkan satu buket mawar putih pada Sun Hee.
“Ku harap ini bisa membuatmu jauh lebih baik.”

Sun Hee terdiam menatap bunga itu baik-baik. Matanya kembali mengabur, bunga mawar putih membuatnya teringat pada Umma. airmata itu tanpa izin kembali menyeruak keluar dari ekor matanya.
“Loh, loh..kenapa menangis??” Siwon langsung panik. Ia segera merengkuh wajah Sun Hee dengan telapak tangannya dan menghapus airmata itu menggunakan jempolnya.
“Sungguh, aku tahu kau sedih. Tapi jangan menangis. ini membuatku..bingung.” ia tidak melarang Sun Hee menangis. hanya saja ia tidak tahu cara yang tepat untuk menghibur Sun Hee kembali. Sekarang masih masa duka bagi keluarga Lee Dong Il. Satu orang berhasil di selamatkan, namun satu orang yang lain harus pergi. siapapun tidak akan bisa menerimanya dengan mudah. Sedari tadi ia sudah berapa kali melihat Donghae menangis dalam pelukan Haebin. Dan Tuan Lee yang duduk diam di depan altar mendiang istrinya. Ia tidak mau Sun Hee mengalami hal serupa.

“Mianhae..hajiman, kematian Umma membuatku tersadar satu hal.” Ujar Sun Hee di sela isakan tangisnya. “Ternyata, selama ini aku sudah menyia-nyiakan keberadaan Umma. mengapa selama Umma masih ada di dunia ini tidak pernah sekalipun terpikir olehku untuk berada di sisinya? Dan sekarang, saat menyadari Umma sudah tidak ada, aku sangat merindukannya.”

Siwon merengkuh tubuh Sun Hee ke dalam pelukannya. Ia tidak pernah tahu arti kehilangan ibu itu seperti apa. karena ia tidak pernah memikirkan soal itu. yang ia tahu adalah ia memiliki ayah dan ibu yang menyayanginya meskipun mereka hanya orang tua angkat. Dan ia tidak tahu apakah orang tua kandungnya itu masih ada atau tidak.

Akhirnya, seharian itu ia hanya menemani Sun Hee hingga gadis itu istirahat dengan tenang.

—-o0o—-

Seminggu setelahnya, Kibum baru mengizinkan Sun Hee keluar dari rumah sakit meski dalam pengawasan yang ketat. Sun Hee sengaja memilih hari ini karena di luar langit begitu cerah. Salju tidak turun semalam.

Hari ini ia pergi di temani Siwon untuk berjiarah ke makam sang ibunda.

Dengan sorot mata meredup, Sun Hee memandangi nisan Ibunya yang tampak indah karena terhiasi salju tipis. Sun Hee tidak berniat menyingkirkan salju itu. ia berpikir itu akan menjadi pemanis dan ia yakin Umma menyukainya. Umma sangat suka warna putih. Dan mawar putih adalah bunga favoritnya. Dan sekarang ia meletakkan bunga itu di atas pusara sang bunda.
“Umma, seperti yang Umma bilang. Mawar putih melambangkan keabadian cinta. Aku percaya. Umma mencintai kami melebihi kami mencintaimu. Maaf selama ini aku mengabaikan cintamu, Umma. dan hanya ini yang bisa kuberikan untuk menyalurkan perasaanku saat ini. Dan cinta kami padamu tidak akan pernah hilang. Umma tetap nenek, ibu, dan istri terbaik untuk kami.”

Untuk terakhir kalinya Sun Hee menangis di depan makam ibunya. Setelah ini ia akan berjanji hidup bahagia. Seperti yang Umma bilang padanya.

“Hatimu sudah tenang?” tanya Siwon saat perjalanan pulang.
Sun Hee mengangguk. Ia semakin merengkuh lengan hangat Siwon. “Sangat tenang, Oppa.” Ucapnya pelan, lebih terdengar seperti bisikan. Sambil berjalan, ia menyandarkan kepalanya pada pundak Siwon.
“Oppa, terima kasih untuk bunga krisan yang kau berikan dulu.” ucap Sun Hee membuat langkah Siwon terhenti. Sun Hee mendongak menatap manik mata namja itu.
“Kau sudah memberiku kekuatan untuk sembuh. Dan Tuhan mengabulkan doaku.”
Siwon tersenyum. Ia menarik pinggang Sun Hee agar mendekat ke arahnya, bermaksud mempersempit jarak di antara mereka berdua.
“My Pleasure, Lee Sun Hee” ucapnya.

Mereka berpandangan selama beberapa saat dan tidak ada yang menyadari siapa yang memulai untuk mendekatkan wajah mereka satu sama lain. Yang mereka sadari adalah sekarang, jarak di antara mereka hanya tinggal beberapa senti lagi. Sun Hee menutup mata, kemudian mengecup ringan sudut bibir namja itu.
“Nona Lee, sudah kubilang kan untuk menghilangkan kebiasaan Amerika-mu” bisik Siwon. jarak di antara mereka kian menyempit. Sun Hee mengendikkan bahunya.
“who’s care”
“Fine, rupanya kau memang ingin kusadarkan.” Siwon merengkuh lebih erat pinggang Sun Hee dan tanpa berkata apa-apa lagi segera mengunci bibir gadis itu dengan ciumannya yang lembut dan hangat. Sun Hee menyambutnya dengan suka cita.

Takdir itu memang sebuah rahasia. Tak ada yang bisa menebaknya. Meskipun sudah berada di ujung tanduk dan merasa ia tidak memiliki harapan lagi untuk berbalik, keajaiban tetap terjadi. Entah takdir yang berubah, atau keinginannyalah yang mampu mengubah takdir. Tapi ia yakin, di balik semua rasa bahagia yang ia dapatkan sekarang, selalu ada tangan Tuhan yang selalu membuat segalanya terjadi.

Hidupnya terus berlanjut dan ia bisa meraih cinta. Sekarang ia tidak akan ragu untuk berkata:

“Tuan Choi, kau berjanji jika aku sembuh kau akan menikahiku” ucap Sun Hee.
Siwon tersenyum. Ia mengecup Sun Hee lagi lalu menatapnya lekat. “Kau ingin menikah kapan? Besok? Atau hari ini?” godanya.
Sun Hee tersenyum lebar. “Bagaimana kalau detik ini juga?”
“Kalau begitu ayo” Siwon menariknya pergi dengan semangat.
“Kita mau kemana Tuan Choi!!” tanya Sun Hee bingung.
“Kita akan ke gereja dan menikah di sana!!!” seru Siwon.
“Mwo???????????”

Meskipun ia berpikir itu ide gila, namun Sun Hee harus mengakui tidak ada hal yang membuat seseorang gila dalam sekejap kecuali cinta.

Di tempat lain, tepatnya di sebuah kamar rawat rumah sakit..terdapat satu tangkai bunga krisan ungu yang di letakkan di dalam kanvas bening berisi air. Di dekat kanvas itu terdapat secarik kertas bertuliskan sebuah kalimat.

Terima kasih untuk seseorang yang sudah memberikanku kekuatan untuk tetap hidup.
Seseorang yang memberikanku keingingan kuat untuk kembali sehat.
Choi Siwon, jeongmal gomawo.

S.

—o0o—

Menunggu.. satu kata yang tak bosan untuk ku ucapkan. Menyebalkan memang. Tapi hanya ini lah yang bisa kulakukan agar aku bisa mendapatkan cinta. Menunggu hingga bertahun-tahun lamanya, itu tidak masalah jika pada akhirnya dia akan beralih untuk mencintaiku…–Siwon–

Terkadang cinta itu melelahkan. Tapi percayalah, engkau akan rela melakukan apapun untuk mendapatkannya. Sekalipun harus menunggu dia melupakan cinta masa lalunya dan beralih mencintaiku.. –Sun Hee–

—Shady Girl Siwon’s Story End–

143 thoughts on “Shady Girl Siwon’s Story (Part 11-End)

  1. yeeee akhirnya happy ending😀
    tapi sedih banget baca part ini, 4 part terakhir bikin aku nangis dan yang terakhir ini sukses bikin banjir bandang air mata😥 *apa sih lebay*
    sedih banget pas eommanya meninggal, sempet berpikir yang meninggal itu sun hee pas baca yang di pemakaman T.T
    ini shady girl tersedih dan feel nya bener dapet banger thor aku kebawa sedih ampe beneran nangis sesek baca part terakhir😥

    dua jempol deh buat author yang bikin shady girl🙂
    jinjja DAEBAK
    oke ditunggu semua series shady girlnya ^^

  2. aku suka ceritanya….
    ini perasaanku aja atau memang benar kayaknya ada unsur sunshine becomes you disini..
    soalnya itu novel favoritku, maaf kalau salahhh..
    senengg..
    merasakan ending yang berbeda untuk penderita penyakit jantung stadium akhir…
    maaf banget ya kalo komentarku membuat tersinggung thorr
    fighting..

  3. oh..author., pnter bgt sich bikin cerita., perasaan di aduk2., mlai dr rasa lelah menunggu, rasa sakit, rasa khlangan lalu brakhr dg bhagia untk mrka..
    daebak!

  4. shady girl versi siwon itu tipe yang klasik.. tapi justru itu daya tariknya..
    tiap cerita punya kekhasan masing2.. donghae’s story tipe marriage-life (maap lupa sebutan pastinya).. sungmin juga marriage-life tapi versi yang lebih dewasa, dengan bawa konflik anak.. kimbum lebih ke girl power ala chick.. kyuhyun versi manis remaja yang bisa bikin senyum2.. eunhyuk tipe romance-action dan pake alur dikit lebih rumit… dan terakhir siwon ini, ini gaya klasik yang nyenengin..
    makasih author buat ceritanya yang bener2 keren… saya nggak akan mempermasalahkan soal author yang seneng banget bagi2 typo, EYD, dan masalah teknis itu😄
    yang penting bagi saya adalah cerita2 ini kena banget… ;_____; dan nggak ada bosen kok saya bacanya.. saya seneng banget..
    oke udah waktunya tidur biar bisa bangun sahur… makasih untuk ceritanya.. dan besok pasti saya nyambung k seri shady girl yang lain2..😄

  5. aku emng ngak ksh koment dr awal cerita. maaf bgt author :’) dan aku hbisin ini crita hari ini jg..
    dan…. ff ini benar2 DAEBAK! !!! Aku nitikin air mata bacanya. feel nya dpt bgt. sukses trus ya thor🙂

  6. *Hhhhuuuuaaa mengharukan sangatt
    Akhirnya sun hee sembuh tp kasian eomma nya harus tiada dan memberikan jantung nya u/ sun hee, gomawo eomma memang kasihbsayang seorang ibu tidak ada habis nya..
    Gomawo wonppa yang selalu ada dan memberi kekuatan u/ sun hee eonni sembuh.. dan bersama mu selalu ><. akhirnya happy end ^^

  7. Ya ampunnnn author konfiknya kompleks banget…….
    Apa banget ini mataku becucuran air mata mulai dari versi donghae kyuhyu terus ini
    Kamu berbakat banget thor saluttt saluuuttttt keep writing yaa tep semangat😀

  8. Suka dari part 1 sampe part ini…^^
    Mianhe aku telat,,, aku udah jarang buat baca.. jadi baru sempet sekarang..
    Buku baca ff yg lain ne??
    Ngobrak abrik(?) ff ini eonn

  9. Woahhh FF shady girl versi siwon paling mewek dehh😀
    Huaaaaaaaaaa gw nangis masa😀
    keren dahhh authr yeee🙂
    Hehehee d tunggu kelnjutan FF Dangerous Boy😀

  10. Daebak! I love ‘Shady Girl Series’
    kirain yang mau ndonorin jantungnya Tiffany… ahahh ngawur Aku.

    Author.. eequest Another Storynya Dua Hae yah?? heheh
    DongHae-HaeBin… maksudnya. ditunggu nih…
    kayaknya… Part 8 I am crazy because of You udah terbit. meluncur kesana dulu lah…

  11. Daebak! I love ‘Shady Girl Series’ kirain yang mau ndonorin jantungnya Tiffany… ahahh ngawur Aku. Author.. eequest Another Storynya Dua Hae yah?? heheh DongHae-HaeBin… maksudnya. ditunggu nih… kayaknya… Part 8 I am crazy because of You udah terbit. meluncur kesana dulu lah…

  12. Sebenarnya aku bingung..
    Untuk mengatakan ini happy ending..
    Karena disatu sisi sunhee dan donghae kehilangan ibunya..

    Tapi tetap keren ko..

  13. Akhir yg mngharukan skligus mmbhgiakan,,, trnyata yg meninggal ibunya Sunhee…
    Psti Tuan Lee trluka bgt,,pas trkirny kn brtngkar dlu ama Tuan Lee stlh itu ibu Sunhee prgi tuk slm2nya…….
    Tp Happy Ending buat Siwon n Sunhee

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s