Shady Girl Siwon’s Story (Part 9)

Tittle : Shady Girl Siwon’s Story Part 9
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance sad

Main Cast :

  • Choi Si Won
  • Lee Sun Hee

Author lama yah posting FFnya? Ini dikarenakan author dilarang deket-deket lappy ama Eomma selama sakit.. Sekarang mumpung di beri kesehatan author curi-curi waktu buat posting ^_^

Bentar lagi tamat loh Shady Girl ver Siwon’nya. Jadi jangan bosen ikutin yah. Buat yang request FF Shady Girl Leeteuk, tenang aja pasti ada kok.. Buat yang request Another Story In Shady Girl versi Kibum, maaf belum bisa soalnya Kibum-Jarin belum menikah. Paling-paling bisanya NC 17 aja *wkwkwkk*. Buat yang minta Another Story versi cast yang belum ada cerita Shady Girlnya, author belum bisa penuhin *mianhae*. Harus ada Shady Girlnya dulu baru another storynya, harap dimaklumi ^_^

jangan lupa siapin tissue ya. Happy reading.

Shady Girl Siwon's story by Dha Khanzaki12

===Part 9===

“Pergi!!” teriak Tiffany lagi karena Siwon masih tetap berdiri di tempatnya. Malah menatapnya seolah-olah Tiffany mengucapkan kalimat dengan bahasa asing yang tak dimengertinya.
“Tapi bukankah kau yang mengundangku kemari?”
“Itu dulu! sekarang kau harus pergi ke sana!! Cepat pergi sebelum aku memanggil security!”

Siwon mundur. Ia menoleh kiri dan kanan karena beberapa orang mulai menatap curiga padanya. mereka menganggap Siwon adalah sasaeng fans yang bisa saja melukai Tiffany.
“Baiklah, aku akan pergi..” putusnya. Bukannya takut, hanya saja ia merasa tidak ada gunanya lagi berada di sini jika Tiffany saja mengusirnya pergi.

—-o0o—–

Berdiri di depan gedung teater tempat pertunjukkan Sun Hee berlangsung, tidak membuatnya gembira sedikitpun. Siwon malah merasa seperti orang bodoh yang termakan omongan semua orang. Sampai detik ini ia masih heran dengan perubahan sikap orang-orang. Donghae yang tadinya cerewet berubah menjadi sangat cerewet dan menyebalkan, lalu Sulli yang tadinya tidak pernah memelototi dan memaksanya berubah menjadi gadis galak. Ia bahkan masih tidak percaya adiknya itu bisa berkacak pinggang sambil berbicara dengan nada tinggi padanya.

Kemudian, yang paling mengherankan adalah Tiffany. Ia sangat mengenal gadis itu. Tiffany adalah seseorang yang lemah lembut dan tidak pernah berteriak padanya. tadi ia sampai kaget mendengar teriakannya.

“Tuan, Anda ingin menonton juga?” tanya seorang penjaga yang berdiri di depan pintu masuk aula teater. Siwon mengerjap. Ia baru sadar sekarang ia sudah berada di dalam gedung teater itu dan berdiri tepat di pintu masuk aula teater.
“Ah, iya..” ucapnya kikuk. Baiklah, sudah terlanjur datang kenapa harus pergi lagi. Ia merogoh saku celananya, mengeluarkan selembar tiket yang sudah lecek di beberapa bagian.
Penjaga itu mendesah pelan saat menerimanya kemudian menatap Siwon dengan wajah prihatin.
“Kau datang sangat terlambat, Tuan..pertunjukkannya akan selesai setengah jam lagi.” Ucapnya seperti mengucapkan turut berbela sungkawa.

Siwon mendecak jengkel. “Aku tahu. tapi terima kasih sudah mengingatkan. Apa aku boleh masuk? Dan aku sangat berterima kasih jika kau melarangku masuk. jadi aku memiliki alasan jika nanti seseorang berniat membunuhku.” Ucapnya cepat dalam satu tarikan napas. Ia terengah setelah mengeluarkan seluruh keluh kesahnya. Penjaga itu hanya melongo sesaat, mungkin kaget karena pertama kalinya menangani pria secerewet Siwon. Tapi buru-buru tersenyum ramah.
“Maaf Tuan, tapi saya tidak ingin disalahkan atas kematian anda nanti” candanya, tangannya terulur membukakan pintu teater kemudian. “Silakan menikmati pertunjukkan”

Akhirnya ia menonton juga. dengan langkah terseret kakinya melangkah memasuki aula teater itu. ia takjub sesaat melihat seluruh kursi di aula seluas itu terisi penuh. Apa pertunjukannya memang menakjubkan? Siwon mencari tempat duduk sesuai dengan tiket yang didapatkannya. Penerangannya sangat minim dan karena seluruh pencahayaan di arahkan ke panggung. Ia melihat beberapa wajah yang dikenalinya duduk dengan wajah berdecak kagum. Bahkan Donghae dan istrinya sampai menitikkan air mata. Aish, sekarang bukan waktunya memperhatikan hal yang tidak penting seperti itu. ia harus menemukan tempat duduknya dan menikmati pertunjukkan yang sudah mencapai detik-detik terakhir.

Siwon menjatuhkan dirinya di atas kursi yang berada di barisan ke tiga dari depan itu. di tempatnya duduk panggung tampak begitu menakjubkan. tempatnya sangat strategis. Oh, tentu saja. Sun Hee pasti memberikan tempat duduk paling strategis untuknya. Dan tujuannya sudah sangat jelas, tidak lain agar ia terpesona padanya.

Saat perhatiannya tertuju ke arah panggung seutuhnya, Siwon baru menyadari adegan memang sudah mencapai babak terakhir. Ia melihat Sun Hee—yang mengenakan gaun putih indah selutut, seperti yang dipakai para penari balet utama dalam pertunjukkan drama Swan Lake—tengah menangis dengan posisi duduk di tengah-tengah panggung, kepalanya tertunduk dalam dan tangannya diletakkan di dada.

Kemudian turunlah butir-butir salju membuat suasananya tampak sedih, dingin, dan memilukan. Di tambah alunan lagu Moonlight Sonata yang menjadi musik latar membuat orang-orang yang menyaksikannya menitikkan airmata. Bahkan ada yang menangis tersedu-sedu. Seolah-olah, membuat semua orang ikut terhanyut dalam kesedihan sang tokoh utama.

Siwon memang tidak mengerti ceritanya, namun..melihat Sun Hee di bawah lampu sorot membuatnya tergugah. Ia mungkin sudah ikut tenggelam dalam peran yang dibawakan Sun Hee. ekspresi gadis itu, gerakan tubuhnya, dan suaranya mampu membuat tubuhnya kaku. Tak lama ia merasakan pandangannya mengabur dan dari sudut matanya mengalir sesuatu yang hangat. Ia menangis. ini aneh sekali. Sekarang ia paham kenapa orang-orang menangis melihatnya. Akting Sun Hee sangat menakjubkan.

Butiran salju yang turun semakin bertambah banyak dan membuat Sun Hee seperti tertutup olehnya, lalu muncul beberapa penari memakai kostum serba putih menari indah mengelilingi Sun Hee dan cahaya menyilaukan pun muncul dari panggung. Efek yang sangat menakjubkan. hal itu membuat orang-orang tidak bisa melihat dengan jelas. Dan saat cahaya itu menghilang, sosok Sun Hee yang tadinya memakai kostum putri itu berubah. Ia memakai kostum menyerupai bebek dan duduk terkulai lemah di lantai panggung. Ia menarikan sebuah tarian yang menyiratkan kesedihan dan di akhir gerakannya, turun daun-daun kering mengakhiri drama itu.

Tepuk tangan bergemuruh di aula teater tatkala pertunjukan berakhir. Siwon menghapus aliran airmata dari pipinya lalu berdiri memberikan standing applaus seperti yang lainnya. Sial, ia dibuat menyesal karena tidak melihat drama sejak awal.
Kemudian dari panggung muncul para pemain. Mereka tersenyum melambaikan tangan pada penonton lalu membungkukkan badannya bersama-sama. Tapi di panggung ia tidak melihat Sun Hee. loh, kemana sang tokoh utamanya?

—o0o—

Sun Hee merasakan kakinya gemetar seusai menarikan tarian terakhir tadi. maka dari itu ia segera berlari ke ruang riasnya untuk menelan obat. Ia merasakan tenaganya kembali hilang saat akan membuka tutup botol itu. ia hampir saja menangis karena tidak bisa membukanya. Beruntung seseorang segera mengambil alih botol itu lalu membantunya membuka.

“Omo..” Sun Hee terbelalak kaget saat melihat Tiffany Hwang berdiri di hadapannya. dengan wajah datar, gadis itu menarik telapak tangan Sun Hee lalu menjatuhkan satu butir obat ke atas telapak tangannya. Mulut gadis itu bergetar. Antara bingung dan kaget.
“Minumlah.” Sahut Tiffany “Kau membutuhkannya”
Sun Hee tergagap panik. “Anu, ini hanya obat pusing. Tidak meminumnya pun tidak apa-apa.”
Tiffany tersenyum. Ia menyadari Sun Hee sedang berusaha menyembunyikan rasa paniknya.
“Kau harus. Lihat wajahmu pucat pasi begini”

Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Sun Hee. ia menelan obat itu dengan patuh lalu meneguk air.
“Pertunjukkanmu tadi, sangat mengesankan.” Tiffany memecah keheningan dengan suara lembutnya. Sun Hee mendongakkan kepala menatap gadis itu.
“Gomawo..” jawabnya disertai senyum tipis.
“Aku yakin semua orang terpesona. Termasuk Siwon.” Tambahnya lagi. Sun Hee beraksi begitu nama Siwon disebutkan. Seulas senyum pun terbit. Tadi ia memang sempat melihat sosok Siwon di bangku penonton. Ia sangat senang mengetahui Siwon tidak mengikuti kata-katanya sendiri.
“Kukira dia tidak akan datang.” Gumam Sun Hee.
“Itu tidak mungkin. dia sesungguhnya ingin sekali datang hanya saja ia termakan gengsinya sendiri.”

Sun Hee kembali menatap Tiffany. Ia sekarang mengerti kenapa Siwon menyukai Tiffany. Gadis itu, ucapannya mampu membuat hati siapapun tenang.
Tiffany mendesah berat. “Akhirnya, sekarang aku tidak memiliki beban apapun.” Ia menarik napas sejenak. “Kuserahkan Siwon padamu. Aku jamin di hatinya tidak akan ada lagi diriku. Karena dia sudah terpesona padamu.” Ia memperlihatkan senyumnya lagi sebelum membalikkan badannya lalu melangkah pergi.

“Ah,” Tiffany melupakan sesuatu. Ia membalikkan badan lagi saat berada di ambang pintu.
“Semoga kita bertemu lagi.”
Ucapan yang sederhana itu membuat Sun Hee terkesiap. “Kita mungkin tidak bisa bertemu lagi.” Jawabnya lemah dengan kepala tertunduk.
“Tidak..” potong Tiffany. Sun Hee menoleh menatap wajah tenang gadis itu.
“Kita pasti bertemu lagi.” Ucapnya penuh penekanan pada setiap kata. Sun Hee terbelalak dan saat ia ingin membalas ucapan Tiffany, gadis itu sudah menghilang.

Tak lama setelah itu beberapa orang berhambur masuk ke ruangannya. Mereka membuat suasana gaduh dengan memberikan ucapan selamat dan rangkaian bunga untuknya.
“Selamat ya”
“Pertunjukkanmu bagus sekali.”
“Kau tahu, aku tidak berhenti menangis terutama di akhir pertunjukkan”
“Kau sangat mempesona di atas panggung sana.”
“Wah, kau hebat sekali”
Sun Hee hampir tidak bisa menyimak semua ucapan yang terdengar tumpang tindih itu karena terucap di saat yang bersamaan. Ia tertawa melihat Donghae, Haebin, Leeteuk, Appanya, dan yang lain tampak puas dengan pertunjukkannya.
“Terima kasih semuanya.” Ucap Sun Hee penuh rasa terima kasih.

Ia memperhatikan satu persatu orang yang ada di ruangan itu. Kyuhyun, Eunhyuk, Kibum, bersama pasangan masing-masing. Lalu ia juga melihat Sungmin, istrinya, dan Minki ada juga Taemin dan Sulli, adiknya Siwon. Tapi..mana Siwon? Bukankah tadi dia datang ya?
“Kenapa Eon? Mencari Siwon Oppa?” Sulli bisa menebak raut heran Sun Hee rupanya.
“Ah, bukan begitu.” Elak Sun Hee.

Berhenti berharap Lee Sun Hee, meskipun datang.. namja itu tidak mungkin mau menemuinya.

—o0o—

Sun Hee sudah bersiap pulang. Tas berisi perlengkapannya di bawakan oleh Donghae. Haebin berjalan di sampingnya sambil menggendong Hae Young. Sementara yang lain sudah pulang sejak tadi. ia sudah meminta pada kakak dan kakak iparnya itu agar jangan memperlakukannya seperti orang sakit. jadi, yah..mereka bertingkah seperti tidak ada apapun yang terjadi.

Langkah Sun Hee terhenti tepat saat mereka menginjak lobi gedung teater itu. matanya membulat, terkejut melihat sosok tidak asing di depannya.
“Choi Siwon Oppa..” dadanya berdesir kencang. Ia hampir tidak percaya karena akhirnya bisa bertemu dengan Choi Siwon juga.

Haebin dan Donghae saling berpandangan. Donghae tahu adiknya ini ingin sekali berbicara dengan Siwon. Ia segera memberikan isyarat pada istrinya untuk pergi lebih dulu.

“Oppa..” Sun Hee membuka mulutnya kembali setelah Donghae dan Haebin pergi.

Siwon tampak gelisah. Ia mengusap tengkuknya pelan. “Hai” ucapnya kaku.
“Aku senang ternyata Oppa datang.” Sun Hee menunjukkan sikap seolah-olah tidak ada yang terjadi. Hal itu membuat Siwon merasa bersalah. Selama beberapa hari terakhir ia sudah bersikap seperti anak-anak yang merajuk.
“Em, itu..pertunjukkanmu tadi bagus sekali. Aku sangat terkesan” ucapnya canggung.
“Benarkah? Gomawo..” Sun Hee tak bisa memungkiri rasa bahagia dalam dirinya meluap tak terbendung lagi. Ia menggigit bibirnya. “Jadi, Oppa tidak marah lagi padaku? Karena itu kan Oppa datang?”
Siwon terdiam. Melihat ekspresi Sun Hee sekarang membuatnya sedih dan merasa kian bersalah.
“Ne, aku tidak marah lagi.” Ia memaksakan seulas senyum agar Sun Hee percaya.

“Sungguh?” Sun Hee menatap Siwon dalam-dalam. Mencoba memastikan namja ini tidak sedang membohonginya. Ia tidak peduli Siwon berbohong atau tidak. Tapi ia senang sekali karena Siwon bersedia bicara lagi dengannya. Ia tidak bisa membendung perasaan bahagianya lagi, dengan gerakan cepat ia memeluk tubuh Siwon dengan segenap tenaga. Membuat namja itu kaget dan hampir saja terjungkal ke belakang. untung ia kuat.
“Gomawo, Oppa. Aku senang sekali mendengarnya..” ucap Sun Hee tulus. Siwon masih kaku. Ia belum bisa bergerak ataupun membalas pelukan Sun Hee.
“Lee Sun Hee, sudah kubilang berapa kali kau harus hentikan kebiasaan Amerika-mu itu..” desis Siwon gugup. Ia harus bagaimana?
“Aku tidak peduli. Siwon Oppa, kau tahu kan aku sangat mencintaimu..” ucapnya.

Mata Siwon melebar. Jantungnya berdetak tak terkendali. Sun Hee menyatakan perasaannya lagi. Dan bagaimanapun, ia tidak mungkin tidak memiliki perasaan apapun pada gadis ini.
“Aku..” Siwon menelan ludahnya berkali-kali. Ia baru menyadari perasaan apa yang ada dalam hatinya saat ini. “Aku juga menyukaimu..” ungkapnya. Perasaan lega langsung terasa kala kata itu berhasil terucap.

Sun Hee tidak mendengar perkataan Siwon. telinganya seperti tuli dan ia hanya mengulum senyum dan menyandarkan tubuhnya pada Siwon sambil memeluknya erat.

Entah berapa lama Sun Hee memeluknya. Jantungnya berdebar kencang merasakan kehangatan tubuh gadis itu. ia tidak peduli orang-orang mulai menjadikannya tontonan menarik karena yang terpenting sekarang adalah rasa nyaman yang didapatnya. Iya, ia memang mencintai gadis ini.

Suasana di antara mereka cukup hening. Malah terlalu hening.
“Sun Hee..” panggil Siwon. gadis yang sedang memeluknya itu tidak bereaksi. Siwon mengerutkan kening.

Mendadak saja, ia merasakan pelukan Sun Hee mulai mengendur dan tubuh gadis itu hampir saja ambruk ke lantai jika Siwon tidak buru-buru menangkapnya. Ia terkesiap kaget karena sekarang Sun Hee tidak sadarkan diri. Wajahnya pucat pasi.
“Sun Hee!!!!” teriaknya panik. Ia menepuk-nepuk pipi gadis itu yang terasa dingin di tangannya. Ia semakin panik dan kebingungan. Tubuhnya bergetar hebat. Ia menoleh pada orang-orang yang mulai berkerumun.
Siwon dengan tangan bergetar segera mengambil ponsel lalu menelepon rumah sakit untuk mengirimkan ambulans segera.
“Sun Hee, kumohon sadarlah!! Apa yang terjadi denganmu??” cecarnya. Namun, Sun Hee tak kunjung bereaksi juga. tubuhnya kaku seperti mayat.

—o0o—-

Pohon-pohon sudah mulai gundul kehilangan daunnya. Udara semakin dingin karena sudah memasuki awal musim dingin. Siwon menatap sendu pemandangan di hadapannya. salju turun semalam. Membuat tanah terselimuti warna putih yang indah dan berkilauan tertimpa sinar mentari pagi. Pandangannya teralih pada sosok Sun Hee yang terbaring lemah di atas ranjang. Selang infus tertempel di tubuhnya. Sejak hari itu, Sun Hee belum sadarkan diri lagi. Dan waktu sudah terlewat 3 minggu sejak ia pingsan seusai pertunjukkan.

Ia kembali duduk di kursi samping tempat tidur. tangannya terulur menggenggam telapak tangan Sun Hee. senyumnya terbit, meski hanya seulas senyum pahit. Karena sebenarnya ia ingin menangis melihat ke adaan Sun Hee.
“Sun Hee, bagaimana kabarmu? Apa mimpimu terlalu indah sampai kau tidak ingin bangun?” tanyanya. Tak ada reaksi berarti. Mata gadis itu tetap menutup sama seperti 3 minggu yang lalu.

Siwon menunduk menahan airmata yang membendung. Ia ingat sekali betapa terkejutnya ia saat mendengar Sun Hee mengidap penyakit jantung stadium akhir.

#Flashback#

“Apa???” teriak Tuan Lee mendahului Siwon. mereka baru saja mendapat kabar dari Kibum tentang kondisi Sun Hee.
“Pe-penyakit jantung stadium..akhir..” ucapnya lemas dengan ekspresi tercengang.

Tuan Lee duduk lemas di atas kursi tunggu yang ada di depan ruang IGD. Wajah rentanya tampak terkejut dan putus asa. Tersirat dengan rasa sedih dan menyesal yang amat besar. ia menangis.
“Sun Hee, anakku..kenapa kau juga harus mengalami nasib serupa?? Maaf..ini semua karena Appamu..” Tuan Lee menyalahkan dirinya sendiri. Yang paling patut di persalahkan atas kondisi Sun Hee sekarang adalah dirinya. Ia yang sudah menurunkan penyakit itu pada putrinya sendiri.
“Appa..sudahlah.” Donghae menenangkan Appa. Ia sendiri tidak menyangka Sun Hee akan drop secepat ini. Mungkin karena kelelahan. Mengingat jadwal latihan dramanya begitu menyita waktu dan tenaga.

Siwon terlalu terkejut hingga sekarang ia berdiri kaku seperti patung, menatap nanar pintu ruang IGD dengan nanar. Benarkah? Siapapun katakan ia sedang bermimpi sekarang. Gadis itu tampak sehat dan enerjik. Selalu tersenyum dan bertingkah normal. Tidak mungkin gadis seperti itu mengidap penyakit parah.

Siwon menggelengkan kepalanya cepat. Ia tidak mau percaya. Ia bahkan baru saja mengakui perasaannya. Dan apa tadi Kibum bilang? Kemungkinan hidupnya tidak akan lama lagi jika tidak segera mendapatkan jantung baru?

#Flashback end#

Airmata itu akhirnya menetes juga. seandainya ia bisa memutar waktu kembali, ia tidak akan menyia-nyiakan setiap detiknya saat Sun Hee masih bisa berdiri tegak, tampak sehat, dan selalu tersenyum hangat padanya.

Aku tidak mau ditinggalkan lagi. Batinnya berteriak kencang. Cukup orang tua kandungnya saja yang meninggalkannya sendirian, lalu Tiffany. Ia tidak mau sampai Sun Hee pun pergi meninggalkannya.

Andai ada yang bisa dilakukannya untuk membantu Sun Hee. ia bisa saja memberikan jantungnya untuk Sun Hee, hanya saja..setelah itu ia tidak bisa bersama dengan gadis ini lagi. Tapi itu lebih baik daripada ia yang ditinggalkan. Lagi.

“Kau harus istirahat, Choi Siwon.”

Sebuah suara membuyarkannya. Ia mengangkat kepalanya ke arah pintu. Ia berdiri lalu membungkukkan tubuhnya sebentar melihat Tuan Lee masuk.
“Istirahatlah. Sun Hee biar aku yang menjaga”
“Baik, Tuan.”
Siwon tidak mungkin melawan Tuan Lee. Ia memang butuh istirahat setelah selama beberapa hari terus berada di rumah sakit.

Ia menghirup udara segar pagi itu yang dingin. Jaket panjang yang dikenakannya tak membuat tubuhnya terasa hangat. Tetap saja udara dingin berhasil menelusup sela-sela baju.

Ia duduk di salah satu kafe sambil menikmati secangkir kopi panas dan beberapa potong waffle. ia sesekali menatap ke luar jendela. Pikirannya menerawang pada saat-saat ia bertemu Sun Hee dulu. gadis itu sering kali mengatakan sudah mengenalnya sejak lama. tapi kapan? Ia tidak ingat kenangan apapun tentang Sun Hee. ia memang tipikal orang yang tidak suka mengenang masa lalu. Terlebih jika masa lalu itu menyakitkan untuk di ingat.

“Kau dengar berita pengeroyokan tadi pagi? Katanya itu terjadi di sekitar sini..”

Siwon tanpa sengaja mendengar obrolan beberapa gadis yang duduk di meja sebelahnya. Sejak tadi mereka memang berisik sekali dan ia sedang dalam situasi yang tidak mempedulikan apapun.

Tapi, pengeroyokan? Mendengar itu membuatnya teringat satu hal yang hampir saja terlupa karena hal itu terjadi lama sekali. Tiba-tiba di telinganya terngiang-ngiang suara teriakan seseorang yang menangis.

Jebal, kembalikan…

Ah..hari itu!!! ia ingat!!

#Flashback#

Siwon tersenyum senang karena hari ini ia diterima masuk tim inti basket sekolah. Ia pulang dengan perasaan gembira sambil sesekali bersenandung. Kakak kelasnya bilang jarang sekali ada murid kelas satu yang di terima jadi pemain inti. Dan itu membuatnya sangat bangga.

Hari ini ia pulang naik bus karena supir yang biasa menjemputnya sibuk menjemput Umma-nya di kantor. Jadi terpaksa ia harus berjalan dulu ke halte untuk menunggu bus yang mengarah ke rumahnya.

Namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena ia mendengar suara tangisan seseorang.
“Jebal, kembalikan…”

Ia segera berlari ke arah asal suara dan menemukan seseorang, sepertinya yeoja karena ia memakai rok, menangis dan kondisinya sudah kotor. Kemungkinan di keroyok oleh beberapa pria yang sekarang mengelilinginya.

Darahnya mendidih. Ia tidak suka melihat seseorang di aniaya seperti ini. Ia sudah berjanji pada diri sendiri tidak akan pernah berkelahi lagi semenjak diadopsi. Tapi, ia tidak bisa hanya berpangku tangan melihat orang lain di rampas haknya.

Ia segera menghajar orang-orang itu. tak butuh lama, mereka segera lari kalang kabut. Siwon menoleh pada orang itu. dia masih terkulai lemah di tanah.

“Kau tidak apa-apa?”ia mengulurkan tangan. Siwon memperhatikan wajahnya yang tampak lusuh itu. ternyata memang seorang perempuan. Meskipun rambutnya pendek, tapi tidak bisa menutupi wajah cantiknya. Dia terlalu cantik untuk ukuran namja. Lagipula dia memakai rok.
“Tidak apa-apa..”
Siwon melihat kepalanya penuh dengan debu dan ada darah mengalir dari pelipisnya.
“tapi lihat kau terluka..” ia mengusap kepala gadis itu lalu mengeluarkan sapu tangan.
“Pelan-pelan..” ringisnya saat Siwon mencoba membersihkan darah di pelipisnya itu.
“Ah, mian. Sebaiknya kau lakukan sendiri.” Siwon menyerahkan sapu tangannya pada gadis itu.
“Gomawo..” ia terus menundukkan kepalanya. entah kenapa.

Siwon bingung, tapi sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman melihat gadis ini terlihat gugup. Ah, pasti dia terpesona padaku. Pikirnya. Aku tampan sih. Tambahnya lagi.
“Kau ku antar pulang. Rumahmu di mana?”
Mendengar pertanyaannya gadis itu kembali mengangkat kepala. “A-aku tinggal di ujung jalan ini..”

Rupanya sudah dekat. “Ah, kalau begitu sudah dekat. Tidak apa-apa kan kalau kutinggal? Aku masih ada urusan.” Memang benar. Sekarang jadwal adiknya pulang dari sekolah asramanya. Jadi ia tidak sabar ingin segera pulang.
“Oh, ne..”

Ia membalikkan badannya dan berjalan pergi dengan langkah penuh percaya diri.

“Chakkaman!!” langkahnya terhenti mendengar teriakan yeoja itu.
“Kenapa?”
“Boleh aku tahu siapa namamu?”

Ah, benar kan! Dia sudah sepenuhnya terpesona padaku. Pikirnya narsis. Siwon memamerkan senyum terbaiknya lalu berkata.
“Choi Siwon” jawabnya ringan. Lalu kembali membalikkan badannya dan pergi.

#Flashback end#

Siwon mengerjap. Benar juga! jadi yeoja yang waktu itu di tolongnya. Sun Hee? rumah Donghae memang berada tak jauh dari lokasi pengeroyokan itu. tepat seperti yang gadis itu bilang, rumah Donghae memang berada di ujung jalan itu. tidak salah lagi. Itu memang Sun Hee!!

Siwon mengepal tangannya erat. Kenapa baru tersadar sekarang? Pantas saja, ekspresi Sun Hee sangat sedih saat menanyakan apa ia mengingat gadis itu atau tidak.

Ah, hari itu..

Siwon kembali teringat kejadian di taman bunga yang ada di rumah Tuan Lee. Saat Sun Hee dengan tiba-tiba menciumnya.

Gomawo..

Ia terkesiap dan refleks berdiri dari duduknya. Mungkinkah.. Sun Hee berterima kasih untuk kejadian hari itu?

“Aku harus kembali!!” benar, ia harus kembali ke rumah sakit sekarang.

—-o0o—-

@Seoul General Hospital

Haebin sekarang menggantikan Appa menjaga Sun Hee. Ia meletakkan satu vas bunga mawar putih di atas nakas samping tempat tidur. Ia tahu Sun Hee menyukai bunga juga, sama sepertinya.
“Lihat, meskipun sekarang musim dingin tapi aku masih bisa menemukan bunga yang segar loh. Ini khusus untukmu. Karena itu kau harus cepat siuman, ne.” Ucap Haebin. ia duduk di kursi samping lalu memijat-mijat kaki gadis itu agar peredaran darahnya tetap lancar. Jadi jika sewaktu-waktu—dan pasti—Sun Hee siuman, ia tidak akan kesulitan berjalan.

Hatinya sesak, Haebin berusaha tidak menangis. melihat Sun Hee terbaring seperti ini mengingatkannya pada Umma-nya dulu. sesaat sebelum dinyatakan oleh dokter mengalami ganguan jiwa, Umma sempat tak sadarkan diri selama beberapa hari. apalagi saat Tuan Lee jatuh pingsan di hadapannya dulu. tubuhnya gemetaran selama satu hari penuh. Ia pun sekarang merasakan ketakutan yang sama.

Ia menatap sendu wajah pucat Sun Hee. ia sekarang tahu alasan Sun Hee ingin sekali dijodohkan. Ia takut tidak memiliki waktu lama untuk meraih cintanya.

Waktu itu ia bilang Sun Hee tidak berani karena memiliki rasa rendah diri. Oh, tentu saja bukan itu. Sun Hee pasti takut ia tidak memiliki waktu yang banyak. Sun Hee sudah putus asa. Bukan karena usahanya tidak membuahkan hasil, tapi karena ia tidak memiliki waktu untuk berjuang seperti orang normal lainnya.

“Andai aku sadar lebih awal. Aku pasti akan membantumu. Maafkan aku sudah pernah memintamu menyerah, Sun Hee. mungkin jika kau melakukannya…” Haebin mengatupkan bibirnya segera. Ia tidak boleh berpikiran yang tidak-tidak.

Haebin mengerjap karena merasakan tangan Sun Hee bergerak. Ia cepat menatap wajah gadis itu. benar saja, matanya yang tertutup perlahan membuka.
Haebin melonjak senang dari tempat duduknya. Senyumnya melebar dan ia tidak sabar menanti gadis itu bereaksi.
“Sun Hee..kau sudah siuman!!”
Dengan gerakan lemah, Sun Hee menatap Haebin. “Eonni..” lirihnya. Matanya yang redup itu berbinar kala melihatnya. Haebin segera memencet tombol di dekat tempat tidur untuk memanggil dokter.
“Syukurlah kau..” Haebin terisak. Ia senang sekali akhirnya bisa melihat Sun Hee membuka matanya lagi.
“Ul-ji-ma” ucapnya terpatah. Meskipun tidak memiliki tenaga sama sekali tangannya berusaha terulur pada Haebin. namun akhirnya tangannya kembali terhempas ke tempat tidur. ia merasa tidak bertulang.

“Eonni..bo-leh-kah a-ku me-min-ta se-su-atu?”
Haebin mengangguk cepat. “Katakanlah..”
“A-ku i-ngin ber-te-mu se-se-o-rang”
“Siapa? siwon? baik, akan aku telepon dia”
Sun Hee menggeleng lemah. “Bu-kan di-a” Sun Hee terdiam sejenak, dengan mata berkaca-kaca ia membuka mulutnya lagi. “A-ku rin-du pa-da Umma. A-ku i-ngin ber-temu de-ngannya..”

Apa? Umma? Maksudnya, Umma Donghae? Umma nya yang itu? bagaimana ini? Haebin tidak tahu Umma ada di mana sekarang???

To be continued..

*ayo ayo.. dua part lagi sebelum ending ^_^*

78 thoughts on “Shady Girl Siwon’s Story (Part 9)

  1. Seberapa pun kita berusaha kuat, tapi kita pasti punya titik lemah… Begitu pula dengan Sun-Hee dia berusaha kuat, tapi tubuhnya tak bekerja sama dengannya, dan tumbanglah dia. Meski begitu, mudah2n eomma merasakan firasat, ikatan batin apa yang sedang terjadi pada anak perempuannya.

  2. air mata buat part sebelumnya belum abis, sekarang udah nangis lagi baca part ini T.T
    jebaaaal sun hee jangan meninggal, happy ending jebaaal T.T
    kok berasa aneh yah sama perkataannya tiffany yang bilang ‘pasti bertemu lagi’ pastinya pake penekanan gitu kayak yang menyiratkan sesuatu gitu
    ah dripada nebak” mending baca next partnya

  3. #Aigoo gak kuattt liat sun hee jatoh pingsan pas siwon blg dia suka sama sun hee..
    bertahan eonn, eonn pasti kuat dlu eonn kuat kan ya walaupun eonn sakit.. eonn itu orang yang tegar dan gak mau ngerepotin orang yang eonn sayang..
    eonn semoga kuat dan bisa terus bersama wonppa.. aku gak kuat liat kalo sampe sad ending thor ><

  4. Skrg Siwon sudh ingat kjdian dlu mnolong Sunhee wkt dkroyok preman2… Knp Siwon hrus trlmbat mnydrinya…skrg bru mnysalkan..
    Sunhee smngaaaaaattt

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s