Because WGM, You’ll Be Mine !! (Part 4)

Title : Because WGM, You’ll Be Mine Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Shin Jeyoung
  • Cho Kyuhyun

Hai hai..inilah FF yang bener-bener mencerminkan keinginan terbesar author, yaitu jadi istri Cho Kyuhyun *ngarep pangkat sepuluh* karena author ngiler liat WGM Khuntoria, jadilah author ngayal bikin FF WGM juga, tapi ngasih kesempatan buat fans jadi istri virtual idolanya *gak papa meski cuma jadi istri virtual, author rela*

Ah,mulai ngoceh gak bener nih. Happy reading aja yah.
FF ini milik author, hasil jerih payah author. jadi jangan reposting tanpa seizin author apalagi memplagiat FF ini.

Because WGM, you'll be mine by Dha Khanzaki

====Part 4====

Kyuhyun POV

Seandainya ada kata yang lebih tepat untuk menjabarkan perasaanku saat ini, maka aku tidak akan sebingung sekarang. Apa yang baru saja dilakukan Shin Je Young padaku beberapa saat lalu sungguh di luar dugaan. Aku tidak pernah menyangka dalam dua puluh enam tahun hidupku, akan tiba saat dimana seorang wanita mencuri ciuman dariku lebih dulu.
“What are you doing?” bentakku panik padanya. kucengkeram erat kedua pundaknya untuk mengalihkan hentakan jantungku yang mulai abnormal. Gadis bermata almond ini meredupkan sorot matanya. Aku bisa melihat dengan jelas rona kecewa dalam manik jernih itu dan hatiku merasa sakit karenanya.
“Maaf. Tak akan kuulangi,” gumamnya lemah. Dia hampir membalikkan badan pergi namun kutahan pundaknya dan detik berikutnya, bibir kami kembali bertemu.

Aku tidak bisa berpikir jernih lagi sejak Je Young melakukannya. Segala tindakan yang dilakukannya mampu menghilangkan akal sehatku. Termasuk saat aku di apartementnya dulu.
Aku mendorongnya ke dinding. Tak kulepaskan pagutan bibirku dengannya. Maaf Shin Je Young, tapi kau yang membangkitkan sisi liarku. Aku menyukaimu sejak pertama bertemu hanya saja tak tahu cara yang tepat dan tak beresiko untuk mengungkapkan rasa ini padamu. Jika kau berpikir ini cara yang benar, baiklah akan aku beritahukan padamu.
“Engh—Kyu-Hyun-ssi..” Je Young berbicara dengan susah payah dan tangannya berusaha mendorong dadaku. Sepertinya dia mulai kehabisan nafas. Aku berniat menjauhkan wajahku ketika tiba-tiba saja terdengar suara benda jatuh yang sangat keras di sebelahku diiringi pekikan tertahan.

“Cho Kyuhyun!”

Aku tersentak, lantas menjauhkan wajahku. Baik aku dan Je Young menoleh bersamaan.
“Hyung!!!” aku memekik kaget ketika mendapati Hyungdeul berdiri di depanku dengan mata membelalak dan wajah tercengang kaget. Dari ekspresi mereka bisa kusimpulkan mereka melihat apapun yang kulakukan pada Je Young barusan.
Kulirik Je Young yang terbelalak kaget lalu dengan cepat memalingkan wajahnya ke arah lain. Pipinya tampak merah padam. Dia pasti malu sekali, atau mungkin terkejut karena bisa bertemu dengan member Super Junior yang lain.
“Apa yang kalian lakukan di sini?” aku lebih penasaran dengan alasan keberadaan mereka di sini. Seharusnya mereka sibuk dengan jadwal, tidak seharusnya mereka berada di sini memergoki aku dan Je Young yang tengah…
“Kyu, jadi ini yang kau lakukan di balik layar!” seru Donghae Hyung lebih dulu
“Aish, jinjja. Kau itu terlalu ganas atau apa sih. Tadi itu,” Eunhyuk Hyung dengan muka mesumnya menunjuk-nunjukku seperti penjahat. Cih, dari mimiknya aku tahu dia senang sudah melihat tontonan bagus.
“Gwaenchana?” Sungmin Hyung berjalan mendekati kami. Dia lebih mengkhawatirkan keadaan Je Young yang resah sekarang.
“Hyung, kalian mengganggu saja,” desisku kesal. Mereka tidak mendengarkanku rupanya, malah sibuk menginterogasi Je Young sekarang. Bagus, mereka sudah 100% penasaran pada gadis pasanganku di WGM.

“Namamu Shin Je Young kan?
“Umurmu berapa?”
“Wah, kau memang seperti yang dikatakan Kyuhyun,”
“Kau tinggal di mana?”
“Apa yang menarik dari Kyuhyun?”
Je Young kelabakan di serbu puluhan pertanyaan di saat yang sama. Dia terlihat panik dan gugup. Siapa yang tak gugup saat berhadapan dengan kami, Super Junior. Aku hanya memperhatikan bagaimana dia dengan tekunnya menjawab satu persatu pertanyaan dari Hyungdeul dan sesekali menoleh padaku meminta bantuan. Maaf saja, kau harus menyelesaikan masalah kecil itu sendiri, Youngie.
“Cukup, cukup.” Aku menarik Je Young ke dekatku setelah lama kelamaan tidak tahan juga mendengar pertanyaan yang tak ada habisnya.
“Kalian kenapa kemari?” aku menatap Hyundeul satu persatu. Mereka saling melempar pandangan yang mencurigakan.
“Kami penasaran. Jadi ingin datang ke sini untuk melihat syutingnya.” Ryeowook berkata lebih dulu. Ah, aku jadi menyesal sudah bercerita macam-macam pada mereka.
“Silakan saja. Tapi jangan interogasi istriku seperti itu. Dia jadi ketakutan.” ucapku kesal.
“Tenang saja. Kami hanya ingin melihat proses syuting kalian. Apa seromantis seperti di episode perdana?” Sungmin Hyung mengedipkan matanya padaku. Aku berdehem untuk menghindari kegugupan. Sial, jika di depan mereka mana bisa aku ‘berulah’ lagi. Bisa-bisa di dorm nanti aku diledek habis-habisan mengingat mereka semua memiliki dendam padaku dan selalu mencari cara agar bisa membuatku tak berkutik. Dan kali ini, mereka tahu apa yang membuatku diam. Gadis bernama Shin Je Young ini.

—o0o—

Je Young POV

Jantungku masih belum bisa berdetak normal pasca ‘serangan’ dahsyat Kyuhyun tadi. Sudah terhitung sepuluh kali aku menampar halus pipiku sendiri untuk memastikan semuanya bukanlah mimpi. Tanganku menyentuh sudut bibirku. Aku masih bisa merasakan bekas sentuhannya. Arrrghhh. Jadi apa maksud tindakannya tadi? Aku sempat mengira Kyuhyun membenciku karena mendorong tubuhku jauh-jauh namun detik berikutnya dia menarikku masuk ke dunia yang lebih indah dari negeri seribu satu malam. Pikiranku kosong. Yang aku ingat adalah sentuhan lembutnya di bibirku dan suara berisik yang membuat semua fantasiku buyar.
Apa itu artinya dia menyukaiku? Atau hanya memanfaatkan situasi saja?

“Youngie, kenapa kau memasukkan banyak sekali terigu ke troli kita?”
Suara Kyuhyun memecahkan lamunanku. Saat kulihat ke dalam troli, ucapannya benar. Aku terlalu banyak memasukkan kantong terigu ke dalam troli. Kyuhyun mengembalikan sebagian kemasan itu ke dalam rak lalu kami melanjutkan misi kami membeli bahan-bahan untuk membuat kue di supermarket.
Berkat kehebohan WGM episode perdana, syuting kali ini dipadati oleh fans-fans Kyuhyun yang penasaran ingin melihat secara langsung. Beberapa kru dan petugas keamanan sampai kewalahan untuk menertibkan mereka agar tidak mengganggu jalannya pengambilan gambar. Sedikit aku menoleh pada kerumunan fans Kyuhyun yang menunggu di luar supermarket ketika aku dan Kyuhyun sedang mengantri di kasir. Mataku membulat melihat berbagai macam papan bertuliskan komentar-komentar yang dibawa mereka. Sekilas aku membacanya sebagian.

Jangan ganggu Kyuhyun kami!
Menjauhlah dari Kyuhyun!
Kami menolak WGM
Shin Je Young harus disingkirkan!

Itu hanya sebagian kecil hujatan yang berhasil kubaca. Belum teriakan riuh rendah yang menyerukan nama Kyuhyun. Tapi beruntungnya, komentar negatif itu hanya sebagian kecil saja karena sebagian dari mereka sepertinya setuju-setuju saja Kyuhyun melakukan syuting WGM denganku.
“Lagi-lagi melamun,” aku kembali mengerjap kaget ketika pipiku merasakan sesuatu yang dingin. Aku sadar saat ini Kyuhyun menempelkan kaleng soda dingin pada pipiku.
“Oppa, kau usil!” gerutuku. Kekehan Kyuhyun terdengar.
“Kau terlihat makin jelek saat melamun. Kau lebih lucu jika sedang cemberut seperti ini.” Sekarang dia menusuk-nusuk pipiku dengan jari telunjuknya. Aish, jinjja! Dia mulai berulah di depan fans-fansnya. Apa Kyuhyun sengaja ingin membuatku diceburkan hidup-hidup ke kawah gunung oleh fansnya?
Lucunya, PD itu malah terlihat senang. Bagus, dia bersekongkol dengan Kyuhyun untuk membuatku sengsara. Apa bayaranku akan dinaikkan jika semakin banyak respon negatif yang kuterima? Ah, aku mulai memikirkan honor acara ini.

Setelah selesai berbelanja, kami melanjutkan syuting di rumah. Kali ini sesi membuat kue bersama. Berita bagusnya, aku suka sekali membuat kue meskipun Nichan berkali-kali muntah setiap kali memakan kueku. Aku takut kali ini kebodohanku terkuar ke publik.
“Kau pandai memasak, pasti pandai juga membuat kue,” ucap Kyuhyun sambil mengocok adonan. Hihih, dia tampak lucu dengan apron berenda seperti itu. Mirip seperti ahjuma penjual roti yang ada di depan rumahku.
“Yak, kau tertawa! Apa ada yang lucu dengan penampilanku?” tuduh Kyuhyun menyadari aku menutup mulutku menahan tawa.
“Jelas asumsimu salah sasaran, Tuan Cho. Tidak semua orang yang pandai memasak juga pintar membuat kue,” sahutku sambil memasukkan terigu ke dalam adonan yang sedang dikocok Kyuhyun. Karena Kyuhyun tidak menurunkan speed mixer di tangannya, alhasil terigu itu berterbangan ke mana-mana.
“Uhuk-uhuk..” aku dan Kyuhyun sama-sama terbatuk sementara orang-orang tertawa melihat kejadian ini. Aku tertawa kencang saat melihat wajah Kyuhyun belepotan oleh terigu. Itu membuatnya seperti badut di taman ria.
“Naega wae???” serunya bingung. Kyuhyun kelabakan mencari sesuatu untuk berkaca diri melihat sendiri apa yang membuatku tertawa begitu kencang. Aku memberinya cermin dan ketika Kyuhyun menatap pantulan dirinya sendiri di sana, dia memekik ngeri.
“Aigoo, wajah tampanku!”
Para Kru kembali tertawa, begitupun aku. Kyuhyun mencak-mencak sendiri sambil menggerutu dia berjalan ke arah wastafel lalu membasuh wajahnya. Aku memandang wajahku sendiri di cermin lalu menghela nafas lega karena penampilanku tak sekacau Kyuhyun.
“PD Hyung, kau akan memotong bagian tadi bukan? Aku tidak ingin menjadi bahan tertawaan seluruh negeri ketika episod ini tayang nanti,” ucap Kyuhyun sambil mengusap wajahnya dengan handuk kering.
“Tidak, itu akan menaikkan rating acara!” teriaknya puas sementara Kyuhyun mengerucutkan bibir kesal. dia menoleh tiba-tiba padaku.
“Shin Je Young, kau gantian yang mengocok adonan ini!” perintahnya bak mandor di proyek pembangunan. Aku menguatkan ikatan apron di pinggangku lalu mengambil alih mixer di tangan Kyuhyun.
“Tidak masalah,” Akan kutunjukkan keahlianku yang lain padanya. Aku sering melakukan ini. Ibuku membuka toko kue dan dia pandai sekali membuat kue meskipun yah, bakat itu tidak mengalir padaku. Aku sesekali bersenandung tanpa sadar. Beberapa menit setelahnya aku sadar keadaan di sampingku begitu sunyi senyap. Iseng aku menoleh dan terkejut saat tahu Kyuhyun menatapku sambil menopangkan dagu. Astaga jantungku hampir jatuh melihatnya.
“Ah, aku lupa mencampurkan bubuk cokelat,” aku mengambil botol berisi bubuk cokelat dengan gugup. Kyuhyun terkekeh melihat reaksiku. Huh, Tuan Cho kau puas membuatku salah tingkah begini? Dan kenapa juga aku lupa menguncir rambutku. Helaiannya benar-benar mengganggu. Berkali-kali aku menyampirkannya ke belakang tetapi tetap saja jatuh menghalangi pandanganku.

Kyuhyun tiba-tiba bergerak, entah apa yang dilakukannya. Mungkin merasa risih juga melihatku kesulitan sendiri. Aku sedang sibuk mengaduk adonan dan mencoba menuangkannya ke dalam loyang ketika tangan Kyuhyun tiba-tiba saja menyentuh tengkukku. Bulu romaku merinding merespon sentuhannya. Apa yang dilakukannya?
“Oppa, what are you doing?” tanyaku kaget dan gugup.
“Diam, aku sedang mengikat rambutmu,”
Aku mengerjapkan mata berkali-kali. Tersanjung sekaligus kaget dengan tindakan Kyuhyun yang diluar dugaan. Pria ini dengan ulet mengikat ekor kuda rambutku dan menahannya dengan ikat rambut berhiaskan kelinci yang lucu.
“Ahahahha.. kau mirip kelinci putih di film Alice in the Wonderland. Tinggal tambah jam kalung yang dilingkarkan di lehermu ini,” entah Kyuhyun berniat memuji atau meledekku yang pasti kini pipiku kembali memanas. Aku kira dia akan kemali ke tempatnya di samping rupanya Kyuhyun berniat membuatku semakin salah tingkah. Apa yang dilakukannya? Malah diam dibelakangku seperti ini. Aku bahkan tidak sanggup untuk menoleh ke samping karena nafas Kyuhyun yang berhembus teratur menerpa tengkukku. Bisa terjadi ‘kecelakaan’ kedua jika aku sampai menoleh.
“Rambutmu wangi, kau pakai shampo apa?”
Tuh, benar kan? Kyuhyun pasti kurang kerjaan sampai sempat-sempatnya menghirup wangi rambutku. Bukankah lebih baik dia membantuku membuat kue?
“I-itu, aku pakai shampo hadiah kakakku,” aku menyerahkan loyang yang sudah berisi adonan pada Kyuhyun. Dia terkesiap melihat aksi tiba-tibaku lalu tersenyum evil setelahnya. Aduh, dia pasti puas karena sudah membuatku salting tidak jelas seperti ini. Dasar setan tengik!

—o0—-

Kyuhyun POV

“Kyuhyuuun..”

Kami menoleh ketika mendengar suara ribut dari arah pintu masuk. Fokus kamera di arahkan pada gerombolan si berat eh maksudku Hyungdeul masuk dengan segala keributannya. Aku berdecak pasrah melihat mereka datang mengganggu hari tenangku lagi. Bahkan di lokasi syuting pun mereka tetap seheboh biasanya. Je Young tersenyum lalu membungkukkan kepalanya. Sempat-sempatnya, padahal tangannya sedang mencoba mengeluarkan loyang dari dalam oven.
“Youngie, awas itu panas.” Peringatku. Je Young buru-buru mengalihkan perhatiannya kembali pada kue yang sudah matang dan tinggal tunggu di hias saja.
“Wah, kami datang tepat waktu. Uri Kyuhyun dan istrinya sedang memanggang kue,” seru Eunhyuk Hyun sambil menghirup bau khas kue panggang yang menyebar di udara.
“Dari wanginya sepertnya lezat.” Timpal yang lain, entah itu siapa yang berbicara karena aku sibuk membantu Je Young yang kesulitan mengeluarkan kue dari loyangnya.
“Kyu, kau tak menyambut kami? Kami tamu di sini.”
“Ah ne. Youngie, kau siapkan minuman untuk mereka saja. Ini biar aku,” titahku. Seperti istri sungguhan, Je Young mengangguk patuh lalu bergegas menyiapkan bergelas-gelas minuman untuk Hyungdeul. Huh, padahal kasih air cucian piring saja. Toh mereka tidak akan menyadarinya jika benar-benar kehausan.
“Whuaa..terima kasih.” Seru Hyungdeul begitu Je Young meletakkan gelas-gelas minuman itu di atas meja. Detik berikutnya mereka langsung menyerang dengan brutal minuman dan makanan yang di sediakan di atas meja. Benar kan kataku.
Je Young tersenyum geli sambil menghampiriku. “Kukira para idol akan menjaga image mereka ketika di depan orang lain ternyata tidak,” ucapnya senang. Senyum simpulku muncul.
“Yah, begitulah mereka. Apa adanya.” Gumamku, “Eh, kue ini sudah dingin. Kau mau menghiasnya?”
“Tentu,” Je Young mengambil tempat berisi whipped cream dan bersiap mengoleskannya ketika suara Hyung deul kembali terdengar.
“Je Young, kami ingin sekali soju. Kau mau mengantar kami membelinya?”
Aish, kenapa mereka menggangu sih?
“Ne. Oppa, aku pergi dulu sebentar oke.” Je Young dengan polosnya mengiyakan. Tentu saja. Mana mungkin dia melewatkan kesempatan bisa bersama dengan member Super Junior lain terlebih sekarang dia pergi bersama Siwon Hyung. Aku menggerutu sendiri saat Je Young pergi membiarkankau sendirian di tengah kerumunan kakak-kakakku yang brutal itu.
“Kyu, kau mau kubantu?” Sungmin Hyung menghampiriku yang kesulitan mengoleskan cream ke atas kue.
“Oh, boleh. Aku bingung kue ini untuk apa. PD ada-ada saja.” keluhku sambil mengelap tangan yang belepotan cream dengan serbet dapur. Sungmin Hyung menoleh padaku dengan wajah tercengang kaget.
“Katakan kau bercanda Kyu. Kau tidak tahu?”
“Tahu apa?” cecarku curiga.
“Besok Shin Je Young ulang tahun. Karena itu PD berniat mengadakan pesta kejutan untuknya jam 12 malam nanti.”
“Mworago!!!!” pekikku membuat Hyungdeul yang lain menoleh. Aku tidak tahu hal ini. Aish, Kyuhyun pabo!
“Benar Kyu, karena itu taraaaaaa…” Shindong Hyung mengeluarkan berbagai macam hiasan pesta dari dalam tasnya. Begitupun yang lain.
“Kami akan membantumu membuat pesta kejutan untuknya. Karena itu kami menyingkirkan Je Young untuk sementara,” tegas Kangin Hyung. Aku tercengang menatapi satu persatu Hyung deul yang menatapku gembira. Omona.. entah apa yang harus kukatakan tapi mereka benar-benar membuatku kehilangan kata-kata. Lagipula aku bodoh sekali tidak mengetahui hal sederhana seperti ini. Aku menyesal karena dulu tidak membaca biodata Shin Je Young yang pernah disodorkan Manager Hyung.
“Baik. Karena sudah terlanjur. Hyung, bantu aku!” aku membungkukkan badan penuh permohonan pada mereka.
“Ah, jangan sungkan.” Teriak mereka dan aku bersama Hyungdeul mulai melakukan persiapan untuk pesta kejutan ulang tahun Shin Je Young. Aku harus protes pada Manager karena tidak memperingatkanku sebelumnya. Lihat aku seperti pria bodoh untuk beberapa saat tadi. Aku berhenti sejenak dari kesibukanku memasang dekorasi ketika teringat satu hal penting tentang pesta kejutan.
Aku merogoh ponselku di dalam saku lalu menelepon seseorang. “Nuna, kau bisa membantuku mencari sesuatu? Iya. Aku akan mengirimkan rinciannya padamu. Terima kasih sebelumnya.”
Nah, dengan begini semua persiapannya sempurna.

—o0o—

Je Young POV

Percaya atau tidak aku ingin sekali menjerit kencang sekarang karena detik ini aku sedang berada di dalam mobil bersama Choi Siwon!! Aku hanya terkejut dan gugup karena ternyata Oppa yang satu ini lebih tampan dari yang kulihat di televisi.
“Kau tahu swalayan yang menjual soju dekat sini?” tanyanya. Aku mengangguk kaku lalu menunjuk swalayan yang ada di depan sana.
“Di sana.”
Siwon Oppa tersenyum lalu menepikan mobilnya tepat di depan swalayan itu. beberapa orang sempat memekik terkejut ketika melihat kami berjalan keluar dari mobil dan masuk ke dalam swalayan di depan kami.
Aku melihat-lihat ke bagian mug sementara Siwon Oppa sibuk mencari-cari soju di deretan minuman. Aku tertarik pada mug dengan gambar little devil yang kulihat di antara deretan mug. Lucu sekali. Ekpresi kartun itu mengingatkan ku pada Kyuhyun saat dia sedang menyeringai. Tanpa pikir panjang aku mengambilnya, lalu memasukkan benda itu ke ranjang yang kubawa. Akan kuberikan ini pada Kyuhyun Oppa.

“Kyuhyun kami, sepertinya jatuh cinta padamu.”
“Uhuk-uhuk” aku tersedak minuman yang kuseruput ketika Siwon Oppa melontarkan hal mengejutkan padaku. Dia kelabakan memberiku tissue begitu pun aku. Hidung dan telingaku rasanya panas. Aku buru-buru mengelap air yang keluar dari mulutku lalu menatap kaget pria di sampingku ini.
“Bagaimana bisa Oppa mengatakan sesuatu yang tidak bertanggung jawab begitu?” ucapku. Aku tidak mau mengharapkan sesuatu yang mustahil. Aku capek terus berharap.
“Ini serius. Kuperhatikan setiap kali kami selesai tampil ataupun saat berada di dorm, aku selalu mendapati Kyuhyun tertawa tidak jelas sambil memandangi ponselnya. Dan kau tahu, dia bahkan memakai gantungan kelinci di ponselnya. Kelinci yang sama seperti yang kau pakai sekarang. Setahuku dia tidak suka kelinci”
“Aku harap Oppa hanya bercanda,” tepisku mencoba meredakan gemuruh dalam diri. Kyuhyun Oppa tidak menyukaiku. Mana mungkin.
“Ah, kau ini persis seperti yang dikatakan Kyuhyun. Lamban,”
“Mwo?” seruku tak terima. Jadi di belakangku Kyuhyun bercerita yang tidak tidak tentangku pada Oppadeul SJ? Huh, anak itu mengajakku perang rupanya.
“Bukan itu maksudku, yah, dia bercerita tentang mu dengan wajah berbinar. Hal itu membuat kami terheran-heran sekaligus senang. Shin Je Young, kumohon jangan buat sedih adik kecil kami. Dia mudah sekali terluka meskipun dari penampilannya terlihat sok tegar. Kelak, jika dia mencoba mengutarakan perasaannya padamu, berusahalah untuk percaya.”
Kali ini, aku terdiam mendengar ucapan Siwon Oppa. Aku tahu dia bukan tipe orang yang suka berbohong. Tapi, perkataannya yang tadi seperti dialog dalam drama. Terdengar manis tapi tak lebih dari sekedar akting. Kyuhyun mencintaiku? Bagaimanapun itu aneh. Kenapa? apa bagusnya diriku?
“Ah, aku lupa membeli kue beras!” Siwon Oppa mendadak memutar balik setirnya. Eh, kenapa tiba-tiba berbalik arah. Padahal sebentar lagi kita mencapai lokasi syuting. Lagipula untuk apa membeli kue beras segala?

—o0o—

Kami sampai ketika langit sudah berubah gelap. Siwon Oppa bertingkah aneh, padahal tidak perlu sampai membeli barang-barang tidak penting sampai menghabiskan waktu berjam-jam. Syuting jadi terganggu dan aku takut PD akan marah. Aku menggumamkan kata maaf pada beberapa kru yang terlihat biasa saja sementara Siwon Oppa sudah menghilang entah kemana sejak kami turun dari mobil.
“Syuting belum selesai bukan?” tanyaku pada PD yang tersenyum.
“Ne, Kyuhyun ada di dalam. Masuklah.” Aku mengangguk canggung sambil membawa kantong belanjaan berisi soju. Aku membuka pintu rumah lalu mengerut heran karena kondisi di sini benar-benar gelap. Loh, kemana Kyuhyun dan apa yang terjadi dengan lampu di rumah ini? Aku meraba-raba dinding mencoba mencari sakelar lampu ketika tiba-tiba saja lampu menyala. Aku memekik kaget dan mataku mengerjap ketika ledakan konfetti mengarah padaku diiringi teriakan kencang.

“Surprice!! Saengil chukkae!!!”

Omo.. apa ini?????
Mataku membulat sempurna dan aku yakin mulutku sudah menganga lebar melihat ruangan ini berbeda total dari ruangan yang kutinggalkan siang tadi. Dekorasi khas pesta terpasang di seluruh ruangan lengkap dengan balon warna warni yang tergeletak begitu saja di lantai. Oppadeul dengan semangat meniupkan terompet sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Aku tidak pernah merasa lebih bahagia dari ini. Seumur hidup inilah hal paling luar biasa yang kurasakan. Merayakan ulang tahun bersama dengan idolaku. Pria-pria hebat yang kuidolakan berkumpul di sini untuk menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Mataku berkaca-kaca dan tanganku terangkat menutup mulut. Aku terisak penuh haru detik berikutnya.
“Jeongmal gomawo..” lirihku tak kuat menahan rasa yang meluap-luap di hati. Siwon Oppa tersenyum puas melihatku seperti ini. Dia pasti sudah tahu semua ini dari awal dan sengaja membawaku pergi agar tidak melihat persiapan ini. Dan bodohnya, aku benar-benar lupa hari ini ulang tahunku. Shin Je Young, kau bodoh!
“Aigoo..” Oppadeul sibuk menghiburku sementara mataku menelisik ke setiap sudut ruangan mencari sosok yang tak kulihat di antara mereka. Kemana Kyuhyun?

“Saengil chukhahamnida..” suara merdu yang amat kukenal terdengar di belakangku. Aku membalikkan badan dan kali ini, jantungku rasanya benar-benar jatuh melihat pemandangan yang lebih luar biasa dari kejutan ini.
Kyuhyun muncul di depanku dengan kue ulang tahun di tangannya. Wajahnya tersenyum sambil terus bernyanyi untukku. Tahan Je Young, jangan pingsan sekarang. Aku memposisikan diri sekuat mungkin dan ketika Kyuhyun berada tepat di depanku, penerangan di ruangan ini mati. Yang menjadi sumber cahaya hanya lilin yang ada di tengah kue. Aku menatap lurus Kyuhyun yang terlihat begitu menakjubkan dengan jas rapi dan rambutnya di tata sedemikian rupa, membuatnya lebih luar biasa dari pangeran di negeri dongeng.
“Selamat ulang tahun, Shin Je Young. Terima kasih sudah bertahan hidup hingga detik ini,” ucapnya lalu memintaku untuk meniup lilin yang menyala di atas kue itu.
“Pria jahat,” lirihku pelan lalu menghapus airmata yang meleleh di pipi. Kyuhyun hanya tertawa lalu aku mencondongkan wajahku dan meniupnya setelah berdoa.
Tepuk tangan menggema di ruangan ini meskipun suasana kini menjadi gelap total. Aku mendengar kasak kusuk di sekitarku ketika tiba-tiba saja sebuah kecupan mendarat di pipiku. Aku mengerjapkan mata, terkejut. Siapa yang berulah di tengah kegelapan seperti ini?
Lampu menyala dan aku mendapai Kyuhyun berada dalam jarak yang dekat denganku. Omo, jangan-jangan pria ini tadi…
“Oppa kau tadi..” gumamku pelan. Kyuhyun tidak menghiraukan pandangan terkejutku karena kini dia melingkarkan tangannya di pinggangku. Apa yang akan dilakukannya?

Musik mengalun dan saat itulah aku sadar Kyuhyun sedang mencoba mengajakku berdansa. Dengan gugup aku berusaha mengikuti langkah kakinya dan aku yakin gaya dansaku akan terlihat aneh di kamera nanti. Sesekali aku melirik Oppadeul yang sibuk sendiri. Ada yang sibuk berdansa sendiri, ada yang asyik memakan hidangan yang tersedia di sana, bahkan ada yang sibuk membuat selca. Mereka sepertinya mencoba untuk tidak mempedulikan kami.
Dan sekarang, aku terjebak dalam situasi mendebarkan seperti ini dimana Kyuhyun Super Junior tengah memelukku dalam jarak yang teramat dekat, berdansa diiringi musik romantis. Semuanya terlalu indah. Tuhan, tolong jangan bangunkan aku.

To be continued

118 thoughts on “Because WGM, You’ll Be Mine !! (Part 4)

  1. Asek jey0ung enak sekali di keliling 0ppadeul yg tamvan, apalagi surprise kejutan drinya dari 0ppadeul dan kru ^^

    Dan sifat kyu disini bner2 karakternya di dunia nyata.

    Kirain waktu jey0ung cium kyu, kyu bakal marah ternyata malah bales dengan menximmnya jga > <°°

  2. Terasa cepet banget n.
    Oke, saya bisa menangkap bahwa ff ini adalah sebuah keinginan dari seorang fans. Dan itu sangat kerasa..
    Like this😀

  3. ngakak sendiri waktu kyu ngucapin ultah ke jeyoung ‘terima kasih sudah bertahan hidup hingga detik ini’
    apa2an kau cho~!!!gak da kata2 yg lebih romantis ap???
    dan untuk jeyoung KAU BENR2 BUATKU ENVY WALAUPUN ITU CMAN KAYALAN AUTHOR DOANG *HUWEEEE*
    NEXT AJA

  4. ach cho kyu main nyosor z tuh bocah
    ku kira kyu mrh bnran pi ternyta owch my good. .pi untung oppedoel dteng ckck seru x yh klo nyta ke gtu achhh mimpi z lh

  5. Waaah trnyata kyu marah krn ga trima dicium duluan Klo dia yg duluan cium boleh hehe….
    Aaaahh gmn rasanya ya ultah dirayain oleh semua member suju jd pengen jd je young. Romantic n sweet ceritanya. Next part

  6. Bener kan kyuhyun udah suka sama je young dari awal ,, senengnya jadi je young ulang tahun di rayain bareng idolanya ,, kira2 je young dapet kado apa ya dari kyuhyun

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s