Show Me Your Love (Part 4)

Tittle : Show Me Your Love Part 4
Genre : Romance
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young

Main Cast :

  • Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
  • Lee Eunri

Support Cast :

  • Find by yourself

ada yang kangen juga gak ama FF ini? Buat yang baru baca ini adalah FF Before Story dari FF Cherry Blossom. Di sini khusus menceritakan awal mula Eunhyuk-Eunri jadian.

So, check this out ^o^

Show Me Your Love by Dha Khanzaki1

====Part 4====

“Kenapa memandangiku seperti itu? Kau baru sadar aku sangat keren dan mempesona?” ucap Eunhyuk dengan pandangan tetap mengarah ke depan. Eunri mengerjapkan mata berkali-kali menyadari kebodohannya telah membangkitkan rasa percaya diri yang berlebihan dalam diri Eunhyuk. Ia tertawa pelan, menyindir.
“Percaya diri sekali. Cih..” Eunri lalu memalingkan wajahnya ke luar jendela, malas sekali menanggapi ocehan namja itu. Sesekali Eunri mengutuk dirinya sendiri karena telah terlena sementara pada namja itu.
“Ya.. Lee Eunri.. kau marah?” rengek Eunhyuk
“Tidak” Eunri tetap tidak mau memandang Eunhyuk
“Kalau begitu jangan lihat ke sana.. lihat aku lagi.. melihatku jauh lebih menyenangkan daripada melihat pemandangan membosankan di luar sana.”

Mulai lagi narsisnya!! Batin Eunri. Dengan malas ia menolehkan pandangannya pada Eunhyuk yang kemudian tersenyum manis dan kembali memandang ke depan.

“Ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu.” Ucap Eunri
“Apa?” tanya Eunhyuk dihiasi senyuman andalannya.
“Kenapa kau menciumku tempo hari?”
Eunhyuk menoleh, “Tentu karena aku menyukaimu.” Ucapnya enteng
Jawaban Eunhyuk malah membuat Eunri menghela napas untuk ke sekian kalinya.
“kenapa? Kau tidak puas dengan jawabanku?”
Eunri menggeleng. “Aku hanya aneh. Semudah itukah kau menyatakan rasa sukamu pada seorang gadis?”
Eunhyuk tidak menjawab. Hatinya sedikit terpukul atas pernyataan Eunri.
“kenapa? Memang itu salah?”
“Tidak. Tapi, jika kau terlalu mudah untuk mengatakannya, aku ragu itu tulus atau tidak, itu serius atau tidak, dan itu benar-benar rasa suka atau bukan. Jangan-jangan.. kau hanya memanfaatkannya untuk tujuan tertentu.”
Eunhyuk menelan ludah dan genggaman tangannya pada setir semakin mengencang. Bagaimana mungkin Eunri mengatakan hal itu. Apakan dia mengetahui tentang taruhannya dengan Kyuhyun? Ah tidak mungkin.. eunhyuk buru-buru menggelengkan kepalanya menepis anggapan itu. Eunri mana mungkin tahu. Yang tahu kenyataan itu hanya ia, Kyuhyun, Donghae, Siwon, dan Kibum.. benar.. hanya mereka..

“kenapa diam? Perkataanku benar kan?” Eunri menyelidik karena reaksi Eunhyuk yang mencurigakan.
“Tentu saja salah. Aku memang menyukaimu kok..” Eunhyuk cengengesan kemudian setelah mengucapkannya. Membuat Eunri semakin mencurigainya.
“Ah, kita sudah sampai. Ayo turun..” Eunhyuk mengalihkan pembicaraan. Ia segera turun dari mobil kemudian membukakan pintu untuk Eunri.

Eunhyuk memperhatikan Eunri yang berjalan beberapa langkah di depannya. Entah kenapa, kini perasaannya berantakan. Tak bisa dipungkiri jika ia mendekati Eunri memang ada motif dibaliknya, yaitu taruhan itu. Dan ia juga tidak bisa menghindari bahwa hatinya memang sebagian sudah terisi oleh gadis itu.
“Eotte..” ia resah sendiri lalu mengacak pelan rambutnya.

—o0o—

“Oh, tuan Hyukjae..” Eunhyuk menegakkan badannya mendengar suara seseorang memanggilnya. Kang Jae Min, Manager hotel ini datang menghampirinya dengan wajah berseri.
Eunhyuk tersenyum ramah lalu menundukkan kepalanya sebentar, ia menoleh pada sosok Eunri yang sudah menghilang masuk ke dalam sebuah ballroom, kemudian ia kembali menatap namja paruh baya di depannya.
“Annyeong, ahjussi..” sapa Eunhyuk
“Ada apa kemari? Tidak biasanya tuan kemari sendirian. Bukankah biasanya bersama nyonya atau pak Presdir” ucapnya. Yah.. yang dimaksud Presdir di sini adalah ayahnya Eunhyuk sendiri. Yang merupakan pemilik dari hotel ini..
“Oh, aku sedang menemani temanku. Ku dengar di sini akan diadakan acara fashion show.”
“Benar. Michele Lee sudah menyewa tempat ini untuk acara fashion show tahunannya. Dia benar-benar perancang yang hebat. Padahal seminggu lagi acaranya akan dimulai. Tapi hotel sudah penuh oleh semua tamu undangan yang akan melihat acara itu”
Eunhyuk mengangguk. “Apa Nuna juga kemari? Bukankah dia ikut ambil bagian juga”
“Tentu. Nona sudah ada sejak tadi di ballroom.”
“Oh, kalau begitu aku permisi, aku ingin melihatnya dulu.”
“Silahkah, tuan..”

—o0o—

Ruangan yang sangat luas itu Kini sudah disulap menjadi arena untuk fashion show. Termasuk catwalk yang didekorasi dengan begitu mewah dan elegan. Cocok dengan tema fashion show kali ini.
“Putriku..” ucap Ms. Lee, Eomma Eunri yang tengah sibuk mengatur model-modelnya yang sedang latihan di atas catwalk memekik senang melihat kehadiran putri semata wayangnya itu.
“Eomma..” eunri segera memeluk Eommanya.
“Tumben kamu kemari. Biasanya Eomma ajak pun kau selalu malas.”
“aku hanya ingin lihat. Dan seperti biasa, selalu mengesankan” eunri tersenyum dan kembali memeluk Eommanya itu.
“Eomma, apa Appa akan datang?” tanya eunri penasaran. Ia kemudian menatap wajah Eommanya.
“Eomma mengundangnya kan.”

Ms. Lee terdiam, raut mukanya tampak ragu. Namun kemudian ia tersenyum tipis seraya mengelus rambut putrinya. “tentu saja dia akan datang. Eomma sudah mengundangnya.”
Eunri tersenyum gembira. “Aku senang mendengarnya”
“Tentu saja.” Ms. Lee berbohong demi menyenangkan putrinya itu.

Orangtua Eunri memang mempunyai hubungan yang kurang baik sejak beberapa tahun yang lalu. Mereka memutuskan tinggal berpisah namun tetap dalam status mereka sebagai suami istri. Ini kesepakatan mereka bahwa tidak akan ada kata perceraian kecuali salah satu dari mereka meninggal. Ini semua demi eunri. Dan Eunri hanya tahu bahwa ayahnya itu sedang ditugaskan di luar negeri. Dia tidak tahu bahwa mereka sedang bertengkar.

“Wuah.. Lee Si Young memang sangat anggun..” kagum Eunri yang berdiri di salah satu sisi catwalk memperhatikan model yang tengah melintas dengan anggun di atas catwalk.
“Tentu saja. Dia Nunaku.”
Eunri menoleh. Sejak kapan Eunhyuk ada di sampingnya? Bukankah tadi ia menghilang? Ia kira eunhyuk sudah pulang.
“Kau.. belum pergi?” tanya eunri heran.
“Kenapa? Kau tidak suka aku ada di sini?” Eunhyuk melipat kedua tangannya di depan dada.
“Bukannya begitu. Kukira kau pulang. Lalu kenapa tadi kau menghilang?”
“Aku ada urusan sebentar. Ah, Nunaaa…” eunhyuk melambaikan tangannya seraya berteriak memanggil Si Young yang telah selesai latihan. Gadis itu tersenyum manis, kemudian menghampiri mereka. Eunri kembali gugup jika berhadapan dengan yeoja yang lebih tua darinya itu.
“Oh,kalian berkencan di sini?” takjub Si Young melihat adiknya bersama dengan yeoja yang tempo hari ditemuinya.
“Aniyo..” ralat Eunri sambil mengibaskan tangannya. Namun Eunhyuk segera merangkul bahunya dan tersenyum manis.
“Iya. “ jawab Eunhyuk. Eunri melotot pada namja yang sudah lancang ini tapi Eunhyuk tidak menanggapinya.
“kau cari mati ya..” gumam Eunri pelan.
“Ani.. diamlah.. “ bisik Eunhyuk. Si Young tersenyum penuh arti melihat adiknya dan Eunri terlihat begitu mesra.
“Ara. Nuna di sini sudah mengganggu kalian kan..” ledek Si Young.
“Bukan Eonni.. kau salah paham..”

“Wah, ada apa ini. Si Young, Eunhyuk..”
Eunhyuk dan Si Young menoleh bersamaan karena mendengar suara orang yang dikenalinya.
“Appa..” seru mereka bersamaan. Eunhyuk dan Si Young segera menghampiri Appanya.
“Appa di sini? Aku kira sedang ada di Shanghai.” Ucap Si Young sambil menggelayut manja di lengan Appanya.
“Appa sudah kembali tadi. Dan menyempatkan diri mampir kemari karena kudengar kau ambil bagian dalam fashion show ini. Kau tahu, Ms. Lee ini adalah hoobae Appa ketika kuliah dulu.” Jelas Appanya.
“Jinjja? Wah, ternyata dunia begitu sempit.” Komentar Si Young seraya tersenyum manis.
“Oh, Tuan Lee,. Mereka anak-anakmu..” ucap Michele Lee, yang kebetulan memang tengah mengobrol dengan pria itu, Lee Hyun Soo.
“Betul. Dia Si Young dan itu Eunhyuk..” ucapnya mengenalkan anak-anaknya.
“Ah, jika Si Young aku kenal. Dan dia putramu. Aish, dia tampan sekali.” Ms. Lee memuji Eunhyuk.
“Kamsahamnida..” Eunhyuk menundukkan kepalanya
“Ah, dan dia putriku..” lanjut Ms. Lee mengenalkan Eunri pada Tuan Hyun Soo.
“Wah, tak kusangka anakmu sudah sebesar ini. Dulu ketika melihatnya dia masih balita..” ucap Tuan Hyun Soo
“Annyeong, Lee Eunri imnida…” Eunri membungkukkan badannya sebentar lalu tersenyum ramah. Tuan Hyun soo menangguk dan menepuk-nepuk pundak Eunri.
“Appa, kau tahu, putramu dan putri nyonya Lee itu berpacaran.” Ucap Si Young sambil melirik Eunhyuk dan Eunri dengan pandangan menggoda.

Seketika hal itu membuat keduanya tersentak kaget. Tak terkecuali para orang tua.
“Benarkah.. wah.. kalau begitu kalian harus kami nikahkan..” ucap Tuan Hyun Soo setengah bercanda seraya tergelak.
“Iya.. ternyata jodoh Eunri sedekat ini..” Ms. Lee malah ikut meledek putrinya. Eunri tidak mampu menjawab apapun. Ia terlalu malu untuk mengeluarkan suaranya. Jadi ia hanya menunduk dan Eunhyuk pun hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
“hehehehe… Eunri, bagaimana ini? Orang tua kita sudah merestui kita.. kita harus benar-benar menikah..” ucap Eunhyuk sambil cengengesan. Eunri mendengus kesal.
“Itu.. Entahlah..” balas Eunri. Ia tersenyum manis di hadapan orang tuanya. Tapi dalam hati, ia mengutuk Eunhyuk kenapa malah memperkeruh masalah.

–o0o—

“kenapa kau tidak pulang dengan memakai mobil mewahmu itu? Kenapa malah ikut naik bis bersamaku?” tanya Eunri heran. Sekarang mereka tengah berada di kursi paling belakang bis. Eunri tidak bisa pulang bersama Eommanya karena Eommanya itu masih ada pekerjaan yang harus dirampungkan. Jadi ia pulang sendiri dan kali ini, ia sangat menolak untuk di antar Eunhyuk.
Namun entah setan apa yang merasuki namja itu, eunhyuk malah rela meninggalkan mobil mewahnya itu di hotel sementara ia mengikuti Eunri yang pulang menaiki bis.
“Aku ingin mencari pengalaman saja. Sepertinya menyenangkan naik bis. Apalagi bersamamu.” Eunhyuk malah menggombal. Dan sayangnya Eunri tidak bersimpati akan hal itu.
“Pengalaman, ah, aku hampir lupa. Anak seorang pemilik resort dan hotel bintang lima sepertimu mana pernah berdesakan di dalam bis seperti ini.” Sindir Eunri. Bukannya merasa tersindir Eunhyuk justru mengangguk setuju.
“Benar. Appa memang tidak pernah mengijinkanku naik kendaraan umum. Maka dari itu dia membelikanku mobil mewah yang tadi kukendarai.” Ucapnya tanpa bermaksud menyombongkan diri. Memang begitu kenyataannya.
“Cih, jadi ini sindrom tuan muda.. sombong dan narsis” cibir Eunri.
“yah.. dengan begini aku juga bisa merasakan bagaimana rasanya naik bis. Donghae sering cerita.. naik bis itu menyenangkan di banding mengendarai mobil sendiri.” Ucapnya sambil menerawang. Eunri kali ini melihat ekspresi yang berbeda dengan tadi. Kali ini Eunhyuk terlihat seperti orang yang mengharapkan sesuatu.. tapi hal itu tidak pernah ia rasakan, dan sangat ingin dirasakannya. Eunri menyadari kini ia sedang memandangi Eunhyuk lagi. Ia segera menepis pikirannya sendiri.
“Donghae? Dia sering naik bis ke kampus..?” Eunri mengalihkan pertanyaan, ah bukan. Ia sedang mengalihkan perasaannya yang mulai campur aduk dengan pertanyaan lain.
“Iya. Kau tahu, dia dilahirkan dalam keluarga kaya raya. Sama seperti Siwon, Kibum dan Kyuhyun. Tapi dia tidak pernah mau memamerkan kekayaannya pada orang lain. Bahkan dia berangkat ke sekolah pun naik bis. Bukan memakai mobil yang selalu terparkir di garasi rumahnya itu.” Ucap Eunhyuk panjang lebar. Ia lalu menghela napas. “Hmm.. kadang-kadang aku tidak memahami jalan pikirannya.”

Eunri tertawa pelan melihat eunhyuk yang begitu antusias ketika menceritakan sahabatnya.
“Kenapa tertawa? Ceritaku ada yang lucu?” tanya Eunhyuk heran. Eunri menggeleng.
“Ani. Aku hanya sedikit kagum padamu. Kau begitu bangga terhadap sahabatmu. Dan menyayangi mereka tentunya” ucap Eunri.
“Loh, kau juga punya sahabat kan. Kau juga pasti menyayangi mereka.”
“Tentu saja. Kami bersahabat sudah sejak SMP. Tapi..” Eunri memiringkan kepalanya heran.
“Aku baru tahu kalau Jeyoung dan Donghae itu bertetangga. Kenapa dia tidak pernah cerita ya..”
“Ah, kau tak perlu heran. Donghae memang sangat tertutup soal keluarganya. Aku saja tidak pernah berkunjung ke rumahnya. Jeyoung tidak menceritakan soal Donghae, mungkin karena si ikan itu tidak ingin jeyoung menceritakan tentangnya pada orang lain..”
“Begitukah?” Eunri tidak yakin
“Tentu saja. Ketika kau mengenal seseorang, kau tidak mungkin tahu semua hal tentang orang itu.” Eunri kali ini menoleh karena suara Eunhyuk terdengar berbeda. Enhyuk menatap Eunri kemudian tersenyum
“ Setiap orang memiliki rahasia masing-masing yang tidak ingin diketahui orang lain.” Tambahnya. Entahlah, tapi Eunri merasakan hal yang berbeda ketika menatapi mata Eunhyuk begitu kalimat itu selesai. Ia sangat nyaman melihat ke dalam mata Eunhyuk yang berbinar itu. Oh Tuhan, dia sudah gila..
“Termasuk kau..?” tanya Eunri, masih dalam posisi yang sama, memandang lurus ke mata jernih itu. Eunhyuk mengangguk
“Termasuk aku.” Ucapnya singkat.

Mereka saling terdiam untuk beberapa saat. Sampai akhirnya dering telepon Eunri membuyarkan suasana sepi di antara keduanya.
“Yeobseo..” Eunri menempelkan ponsel di telinga kanannya.
“Eunri.. hiks.. hiks.. jebal.. datang kemari..” Mata Eunri melebar seketika dan jantungnya berdegup kencang. Bagaimana ia tidak kaget, di telepon Jeyoung menangis sesenggukan memintanya untuk menemuinya. Diulangi.. ia mengangis!!
“Kamu kenapa Youngie? Araseo, aku ke sana sekarang, kamu ada di mana?” cecar Eunri panik. Jeyoung menjelaskan tempat keberadaanya dengan suara terbata di selingi isak tangis.

“Ada apa?” tanya Eunhyuk heran melihat Eunri mendadak panik seperti orang yang baru kehilangan uang 1 juta won.
“Youngie.. ada sesuatu terjadi padanya. Eunhyuk, aku pergi duluan. Annyeong..” Eunri segera meminta supir bus untuk berhenti dan segera turun setelahnya. Eunhyuk segera menyusul Eunri ikut turun juga. Namun ketika ia akan meminta penjelasan, Eunri buru-buru menyetop taksi dan pergi. Meninggalkan Eunhyuk sendiri yang kini berdiri mematung dengan tampang super bingung. Apa yang terjadi.?

—o0o—-

Eunri memutar kepalanya ke sekitar taman yang kini ditapakinya. Ia mencari-cari sosok Jeyoung. Perasaan panik terus berkecamuk di hatinya. Akhirnya ia menemukan juga sahabatnya itu. Ia sedang menangis di tepian kolam air mancur yang ada di tengah taman.
“Youngie..” Eunri memegangi pundak sahabatnya itu yang terasa bergetar. Jeyoung menoleh, ya Tuhan.. eunri mengerjapkan matanya kaget. Keadaannya tampak mengerikan. Matanya tampak bengkak. Dan masih terdapat sisa-sisa lelehan airmata di pipinya.
“Ada apa ini? Kau menangis seberapa lama sampai seperti ini?” cecar Eunri cemas. Ia mengeluarkan tissue dari dalam tasnya, kemudian mengelap airmata di pipi Jeyoung dengan hati-hati.
“Eunri.. hiks.. hiks..” jeyoung masih terisak juga.
“Ne.. ceritakanlah pelan-pelan. Aku akan mendengarkan dengan sabar.” Eunri mengusap-usap punggung jeyoung untuk membuatnya tenang.
“Yoochun.. hiks..”
“ya, kenapa dia..”
Jeyoung kembali meneteskan airmata. Ia kemudian memeluk Eunri. “Ternyata dia sudah punya kekasih..” ucapnya dengan suara serak.
Eunri mematung. Omona, sahabatnya ini kembali patah hati. Ternyata benar kata Eunhyuk, Park Yoochun memang sudah mempunyai pacar.
“Ara.. sudah jangan menangis lagi..” Eunri tidak tahu harus bilang apa lagi. Jeyoung terlalu sering menangis karena patah hati. Dan kali ini ia tidak tega untuk berkomentar.
Eunri melepas pelukan Jeyoung. “ kau menyukainya?” tanya Eunri
“Entahlah.. sepertinya aku memang mulai menyukainya. Tapi.. tadi setelah bertemu dengan appa, Yoochun menceritakan padaku bahwa ia sudah mempunyai pacar. Entah kenapa hatiku ini sakit sekali mengetahuinya.”
“Ne. Sekarang lupakan Yoochun. Jangan pikirkan dia lagi. Masih banyak di luar sana namja yang lebih baik darinya.”
Jeyoung mengangguk dan mulai mengusap Airmatanya. “ Maaf ya,.. aku memintamu datang kemari hanya untuk menenangkanku. Aku sudah menelepon raeseok, tapi ponselnya tidak bisa dihubungi.”
“Tidak apa-apa. Sekarang kita pulang.” Ajak Eunri. Sesaat ia menghela napas. Untung bukan hal gawat yang terjadi. Jeyoung hanya patah hati dan mengangis…. lagi…

Hal ini memang sering kali terjadi. Entahlah, kisah cinta Jeyoung selalu tidak beruntung. Ya ampun, ia juga tidak mau kisah cintanya berakhir menyedihkan seperti itu.

–o0o–

Eunri mendesah di ambang jendela rumahnya, ia hanya memandangi langit malam yang tidak berbintang sedikitpun. Tak ada hal kompleks yang dipikirkannya.
“Kau belum tidur?” Eommanya datang menghampiri. Eunri bangkit dari posisinya dan duduk normal.
“Aku belum mengantuk. Eomma tidak tahu ya kalau aku ini insomnia.”
Eomma tersenyum lalu mendekat untuk membelai kepala Eunri. “Hmm.. Eomma tidak tahu kalau kau menjalin hubungan dengan putra Tuan Lee.” Ucap Eomma lembut. Eunri menoleh.
“Ya ampun Eomma, percaya ucapan Si Young Eonni? Dia sudah tertipu candaan adiknya sendiri.” Keluh Eunri.
“Benarkah? Eomma tidak merasa ucapan Si Young salah. Sepertinya di antara kalian memang ada sesuatu.”
“Tidak ada yang terjadi kok..”
“Hmm.. padahal kalian sangat akrab loh waktu kecil.” Ucap Eomma. Dengan cepat Eunri menoleh.
“Waktu kecil? Aku tidak ingat.”
“Benar kok. Eomma punya fotonya.”

Eomma mengajak Eunri melihat lihat album foto lama yang di simpan diruang kerja Eommanya. Perlahan Eomma membuka halaman pertama dari album itu. Memperlihatkan sebuah foto sepasang balita berusia kira-kira 8 bulan sedang bermain di rumput taman. Mereka sangat menggemaskan.
“Itu aku? Dan Eunhyuk?” tanya Eunri tidak percaya. Eomma mengangguk.
“Kalian lucu kan..”

Tidak ada satu patah pun keluar dari mulut Eunri. Ia melihat foto yang lain, ada beberapa foto yang diambil ketika ia masih balita. Dan beberapa juga bersama Eunhyuk kecil. Tentu saja ia tidak ingat. Mana mungkin ia mengingat semua yang terjadi ketika ia kecil.

@@@

Eunhyuk gelisah sendiri di kamarnya. Pikirannya terpusat pada kejadian siang tadi. Bagaimana ini.. sepertinya saat ini ia telah membohongi dirinya sendiri. Kebersamaannya dengan Eunri akhir-akhir ini telah mengubah hatinya. Ia teringat ucapan ayahnya di hotel tadi.
“Benarkah.. wah.. kalau begitu kalian harus kami nikahkan..”
Hal itu sangat mengganggu ketentraman hatinya. Jika Eunri tahu kalau motif awal dia mendekatinya hanya karena taruhan itu, apa mungkin yeoja itu akan tetap memperlakukannya dengan baik? Ia jadi sangat cemas.

Hatinya terus gusar. Ia lantas meraih ponselnya yang tergeletak di atas tempat tidurnya. Ia ingin menelepon pencetus awal dari taruhan itu. Yah, siapa lagi kalau bukan namja ter-evil sedunia, Cho Kyuhyun.
“Yeobseo” jawab suara berat di ujung sana.
“Ya! Kenapa lama sekali mengangkat teleponnya! Kau sedang bermain game lagi hah!” cerocos Eunhyuk.
“Hah? Ya, Unyuk! Kau pikir ini jam berapa? Tentu saja aku sedang tidur tadi..”

Eunhyuk melirik jam dinding dekat lemarinya, waktu menunjukkan pukul 01.44. omona.. kenapa dia tidak sadar kalau hari sudah selarut ini.
“Oh, mianhae.. aku tidak tahu kalau ini sudah malam”
“Sekarang apa maumu?” terdengar suara Kyuhyun menguap. Eunhyuk benar-benar telah mengganggu tidur seseorang.
“Ini tentang taruhan kita..”
“Bukankah kau sudah berhasil. Lalu apa?”
“Itu.. kita akhiri saja. Ne.. karena…” Eunhyuk menahan kata-kata yang sudah di ujung lidah. Ia masih ragu untuk mengucapkannya.
“Hmmm.. cepatlah.. aku mengantuk..” paksa Kyuhyun
“Sepertinya.. aku jatuh cinta pada Eunri…” ucap Eunhyuk akhirnya… “Jatuh cinta yang sesungguhnya…”

Seketika suasana hening..

Eunhyuk merasa di ujung sana begitu sepi dan tidak terdengar suara sama sekali. Hei, apa Kyuhyun sebegitu syoknya mendengar pernyataannya barusan?
“Kyuhyun…Cho Kyuhyun.. kau masih ada di sana kan? Aku tahu perkataan ku tadi membuatmu kaget. Aku yang mengatakannya pun bingung.” Cerocos Eunhyuk.
Tapi di ujung sana tetap saja hening. Kyuhyun belum juga mengeluarkan suaranya. Kening Eunhyuk akhirnya berkerut bingung. Tunggu… jangan-jangan…
“YAA!!! CHO KYUHYUN!! KAU KETIDURAN LAGI HAHHH!!!” teriak Eunhyuk.

@@@

“Dengarkan aku! Kalian diam saja di luar gerbang sana… Jangan buntuti aku sampai ke dalam kampus. Arra..!!” perintah Kyuhyun pada bodyanguard yang pagi ini pun tetap mengawalnya hingga kampus. Pria-pria berjas itu mengangguk mengerti dan kembali ke mobil. Sementara Kyuhyun menggelengkan kepalanya kesal. Eommanya sudah sangat keterlaluan. Memang usianya sudah berapa sampai harus dikawal bodyanguard segala. Untung sampai saat ini orang-orang masih tahu diri untuk tidak mengejeknya.

“Cho Kyuhyuuun..”

“Oke, siapa sekarang siapa lagi yang mengganggu hari tenangku…” gerutu Kyuhyun. Ia membalikkan badannya dengan kesal. Mendadak sebuah pukulan mendarat di kepalanya.
“Ya!!!” bentaknya jengkel. “Apa salahku monyet mesum!!” ia melotot pada orang yang sudah dengan lancang memukul kepalanya yang sangat berharga itu.
Eunhyuk memperlihatkan raut wajah yang tidak kalah horor dengan Kyuhyun. Ia berkacak pinggang. “Kenapa kau semalam tidak menghiraukan teleponku dan malah keenakan tidur!!”

Kyuhyun hanya mendengus. “Siapa suruh kau mengganggu mimpi indahku.” Ia diam sebentar. “Memang semalam kau bercerita apa?”
“Sudahlah, lupakan. Aku malas bercerita lagi padamu.” Eunhyuk berlalu meninggalkan Kyuhyun dengan langkah cepat.
“Ya.. kau ini. Begitu saja marah!!” teriak Kyuhyun sambil menyusulnya.
@@@

“Ah, mianhae Youngie.. kemarin aku sibuk membantu Eommaku..” ucap Raeseok sambil menangkupkan kedua tangannya meminta maaf pada Jeyoung. Kemarin ketika Jeyoung meneleponnya ia menonaktifkan ponselnya. Mereka bertiga sekarang sedang berjalan menyusuri lorong kampus.
“Gwaenchana.” Ujar Jeyoung memperlihatkan ekspresi ‘aku baik-baik saja’
“Tapi sekarang kau tidak apa-apa kan.. ah.. andai kemarin aku mengaktifkan ponselku, aku pasti bisa menghiburmu..” Raeseok kembali menyesali tindakannya.
“Sudah kubilang tidak apa-apa.”
“Tapi Minwoo bilang semalam kau kembali menangis..” ucap Eunri.
“Minwoo? Ah.. dasar anak itu..” ujar Jeyoung sebal pada tingkah usil adiknya.
“Tenang saja.. laki-laki di dunia ini kan bukan hanya Yoochun.. aku yakin kau pasti bisa menemukan orang yang bisa benar-benar mencintaimu suatu hari nanti..” hibur Raeseok.
“Iya.. dunia ini kan tidak selebar daun tomat” ujar Eunri. *daun kelor maksudnya kali yah*
Jeyoung mengangguk-angguk paham.. “Yah.. aku juga berpikir begitu semalam.” Ia kemudian tersenyum.
“Lalu Eunri, bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan Eunhyuk?”

Eunri menghentikan langkahnya seketika. “Hubunganku dengan Eunhyuk?”
Jeyoung dan Raeseok mengangguk cepat dengan raut penuh keingin tahuan. Eunri jadi gugup sendiri.
“Em.. bagaimana ya.. aku sendiri bingung…” senyum tipis mengembang di bibirnya. “Aku akui dia namja yang baik walau terkadang sikapnya agak berlebihan..”
“Terus.. apa masalahnya?” tanya Jeyoung
“Iya. Kalian kan sudah resmi berpacaran.” Tambah Raeseok.
Ada sesuatu yang bergemuruh saat Eunri mendengar kata ‘berpacaran’. Kemudian ia menghela napas. “Entahlah.. aku hanya merasa Eunhyuk tidak tulus menyukaiku..”
“Hee??” seru jeyoung dan Raeseok bersamaan. Bingung.
“Iya.. terkadang aku merasa dia tulus menyukaiku. Tapi di saat yang lain juga aku merasa dia hanya berpura-pura. Entahlah. Ini membingungkanku.”

“Kalau begitu mintalah ketegasan padanya.” Celetuk Jeyoung.
“Ketegasan?” ulang Eunri.
“Benar. Tanyakan sekali lagi apa dia benar-benar menyukaimu atau tidak.” Timpal Raeseok.
“Tapi aku sudah pernah memintanya.” Ujar Eunri.

Ketiganya sempat terdiam. Dulu sebelum Eunhyuk mengumumkan hubungan mereka Eunri memang sempat meminta Eunhyuk agar membuktikan cintanya pada Eunri tapi sampai saat ini Eunri masih belum merasa Eunhyuk sudah menepati janjinya.

“Lalu bagaimana perasaanmu padanya?” tanya Jeyoung lagi. Eunri tersentak. Bagaimana perasaanya? Omo.. ini memang belum pernah dipikirkannya.
Eunri diam dan pandangannya menerawang. Jeyoung dan Raeseok saling berpandangan heran.
“Aku tidak tahu..” ujar Eunri dengan raut wajah yang sulit di jelaskan. Ia baru tersadar ada satu pertanyaan yang belum dijawab oleh hatinya.

Apa yang dirasakannya terhadap Eunhyuk?

To Be Continued

24 thoughts on “Show Me Your Love (Part 4)

  1. Aigo, FF ini yang aku tunggu-tunggu tapi aku koq merasa part ini pendek ya. Aku kira dipart ini taruhan Hyuk akan terbongkar, belum ternyata.

    Pada tanggal 30/08/13, Dha Khanzaki’s Fanficti

  2. hai thor…..reader baru ni….:)
    aku tunggu ff ini lama banget…akhirnya recent juga….
    ceritanya kurang panjang thor…..
    cepet recent ya….banyak yang nungguin
    keep writing…..:)

  3. hoh.. iyakan .. c playboy chun😡 *timpukin* :*

    hyuk.. ungkapin perasaan k eunri .. daan nikaahh kekeke :p toh sama” saling suka kan XP

  4. Omo,,,hyukie!!!!
    Mesti buru2 bgi tw Eunri ttg prsaan mu yg sbnr ny,,ntar mlah eunri dengar dr org lain tp dgn brita yg lain pula….

    Thor,kyk ny ide crita d otak ny bnyak bgt ya?!
    Sehari az bsa share ff lbih dr 1..
    Author,,,,DAEBAK!!!:

  5. ~Eunri tuch sbenarnya jga ska kn sma unyuk tp g nyadar ma prasa’anya ja , keke ^^
    ~gmn ntr klau msalah truhannya i2 keb0ngkar kira2 eunri marh g ea,. Pdhal i2 truhan kn g berarti apa2, orng unyuk jga dri awal udh suka bneran ma eunri syangnya ja kelama’an bwt nyadarinnya,.*lem0t

    ~Huuft udh pnsaran ma klnjutannya,. Keep writing th0r, aq tunggu ea, jngan lma2,. *Pletak, g sbaran bnget,

  6. Hmmm..qra” klo eunri tw niat awal’y enyuk oppa bwt dktin dy gra” taruhan sm kyu gmn y reaksi’y????penasaran sm part slnjt’y…

  7. Kalo taruhan itu kebongkar gimana? apa reaksi eunri?
    sebenernya mereka saling suka tapi belum nyadar aja ama perasaan nya ckckck

  8. Nah loh kalo Eunri tau Eunhyuk nembak Eunri karna taruhan gimana tuh ? Walau sebenarnya Eunhyuk memang suka Eunri & Kyuhyun ingin membantu Eunhyuk… Tapi caranya itu loh salah !

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s