Shady Girl Siwon’s Story (Part 7)

Tittle : Shady Girl Siwon’s Story Part 7
Genre : Romance, sad
Author : Dha Khanzaki

Main Cast :

  • Lee Sunhee
  • Choi Siwon

Support Cast :

  • Lee Donghae
  • Lee Taemin
  • Choi Sulli
  • Kim Kibum
  • Lee Sungmin

howdy pecinta FF sejagat dumay. Makasih udah nyempetin waktunya baca FF gaje saya. Kerja keras author tidak akan ada apa-apanya tanpa partisipasi dari para reader semua ^^

So, happy reading dan hati-hati pada typo..

Shady Girl Siwon's story by Dha Khanzaki12

====Part 7====

“Choi Siwon..Choi Siwon!!!” teriak Donghae frustasi.

Sudah 4 kali ia berteriak memanggil sahabatnya itu tapi tak kunjung ada respon. Siwon malah sibuk melamun di kursinya bahkan lima belas menit setelah rapat usai.

Siwon kembali menjadi autis. Dan kali ini gara-gara siapa?

Brakk!!!

Donghae sudah tidak bisa sabar lagi menghadapi sikap acuh tak acuh Siwon. Benar saja, suara gebrakan meja mampu membuat namja itu tersentak.
“Kau ini kenapa??” protesnya kaget atas tingkah Donghae.
“Harusnya itu kalimatku!!” teriak Donghae kesal. “Kau ini sebenarnya kenapa sih? Apa Tiffany sudah benar-benar mencampakkanmu? Sudah kubilang kan dari dulu agar berhenti melakukan hal yang sia-sia..kau ini..ckckck” ia mendesis pelan.

Siwon terkesiap. Ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Tiffany. Sejak beberapa hari lalu, saat gadis itu menyatakan diri menolaknya, ia sudah tidak memikirkan perasaannya pada gadis itu lagi. Justru yang menjadi masalah sekarang adalah…adiknya!! lee Sun Hee.

Sejak gadis itu menciumnya dan pergi begitu saja setelah mengucapkan terima kasih, Siwon tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ia masih tidak memahami maksud kata ‘gomawo’ itu. itulah penyebab mengapa ia jadi autis. Ia tidak bisa berpikir jernih sebelum tahu arti di balik kata itu. hatinya tidak akan pernah tenang sebelum mengetahuinya.

“Lupakan Tiffany. Bukankah masih ada Sun Hee.” Ucap Donghae. kali ini ia bereaksi saat mendengar nama Sun Hee. ia menoleh cepat.
“Benar juga. lalu, adikmu di mana sekarang? Aku tidak melihatnya di kantor hari ini?” Siwon menyadari ada satu yang kurang saat ia tiba di kantor. Sosok gadis itu tidak terlihat. Jangan bilang Sun Hee sedang mencoba menghindarinya? Atau malu setelah dengan lancang mencuri ciuman darinya?
Aish, dia gadis bodoh kalau memang melakukannya.
“Sun Hee sibuk dengan drama musicalnya. Kau tidak tahu?”
“Drama musikal?” Siwon kaget. Sun Hee tidak pernah menyebutkan hal itu.
“Iya. Penampilan perdananya minggu depan. Kau sungguh tidak tahu?”
Siwon menggeleng cepat. Ia justru baru mengetahuinya hari ini. Lee Sun Hee, kenapa dia menyembunyikan hal sebesar ini darinya?
“Aku tidak mendengar apapun darinya.” Siwon menundukkan kepalanya, ia memandangi sepatunya sendiri. Tak habis pikir kenapa Sun Hee tidak memberitahunya.

—o0o—

Suara tepuk tangan menggema di aula teater itu. Sun Hee bersama pemain dan semua orang yang ikut berperan dalam drama membungkuk pada penonton yang hanya beberapa orang itu. sekarang di lakukan latihan secara keseluruhan sebelum pertunjukan perdana minggu depan. Penonton itu sebagian adalah para sponsor pertunjukan dan tamu khusus dari sang produser sekaligus sutradara drama ini, Raymond Kim.

“Ah, aku masih tidak percaya kau tidak akan pernah tampil di Broadway lagi, Miss Lee.” Ucap Raymond Kim saat bertemu dengan Sun Hee di depan gedung teater. Gadis itu menundukkan kepala sejenak.
“Mianhamnida, sajangnim.”
“Yah, kau pasti punya alasan yang kuat. Oh, setelah ini kami akan makan siang bersama. Kau tidak ikut?” tanyanya karena melihat Sun Hee sudah bersiap hendak pergi.
“Aku ada acara..” ucapnya santai. Bersamaan dengan itu, ia melihat sosok Kibum melambai ke arahnya di depan sana. “Oh, dia sudah datang. Kalau begitu aku permisi dulu.” Sun Hee menundukkan kepalanya lagi lalu pergi.
“Ah, rupanya ada kencan..” gumam Raymond Kim senang melihat Sun Hee menghampiri seorang namja tampan.

“Dokter Kim, cepat sekali.” Seru Sun Hee senang begitu ia berada di depan namja itu. kibum tersenyum ramah. Mereka mulai berjalan bersama.
“Kebetulan sekali aku sedang tidak menangani pasien. Oh, apa obat yang kuberikan kau minum secara teratur?”
Sun Hee mengangguk. “Aku kan sudah berjanji.”
Kibum memberikan obat yang sudah di minta padanya. Sun Hee tidak mau datang ke rumah sakit lagi. Jadi dengan sangat terpaksa ia memohon pada Kibum agar membawakan obat itu untuknya dan membicarakan masalah kesehatannya di tempat lain. Bukan di rumah sakit.
“Kau yakin baik-baik saja? tidak ingin ikut terapi?” tanya Kibum khawatir. ia bisa melihat jadwal Sun Hee sangat padat.
“Aku masih sehat. Jadi jangan perlakukan aku seperti pasien yang sudah stadium akhir.” Ucapnya bercanda.
“Tapi kau kan..”
Sun Hee buru-buru mengangkat tangannya. “Aku masih sehat! Tidak ada yang perlu di cemaskan.”
“Baiklah, baiklah.” Kibum mengalah saja. tapi nanti jika sampai terjadi sesuatu, mau tidak mau, Kibum akan memaksa Sun Hee di rawat di rumah sakit.

Mereka berjalan menelusuri trotoar jalan Myeongdeong yang ramai.
“Dokter, bagaimana hubunganmu dengan Ja Rin-ssi. Baik-baik saja kan? Terakhir kali kulihat dia marah besar.”
Kibum tertawa tipis. Ia teringat pada kejadian beberapa minggu lalu. Saat Ja Rin merajuk dan dia harus meminta pengertian pacarnya itu dengan susah payah.
“Baik-baik saja, tentu. Tidak perlu di cemaskan. Ja Rin memang mudah sekali emosi. Tapi tidak akan lama.”
“Syukurlah. Aku takut kalian berpisah karena salah paham padaku.”
“Itu tidak akan terjadi.” Ucap Kibum santai. Sun Hee menoleh, ia menatap kagum pada Kibum yang sangat percaya diri.
“Oh, hebat sekali. Hubungan kalian sudah sejauh itu. sepertinya, baik Dokter maupun Ja Rin-ssi sama-sama saling mencintai. Romantisnya..”
“Tentu saja. kau tahu, perjuangan kami sangat panjang untuk bisa seperti sekarang ini.” Kibum tersenyum mengingat kejadian-kejadian yang dialaminya semasa bertemu Ja Rin dulu *baca Kibum’s Story ya*

“Sun Hee Nuna!!!!” teriak seseorang. Sun Hee dan Kibum menoleh bersamaan ke arah asal suara. Gadis itu menyipitkan matanya mencari sosok yang memanggilnya tadi. dari kejauhan, tampak seorang remaja putra dan putri berlari ke arah mereka.
“Nuna..ah, ternyata benar!!” teriaknya sumringah. “Sulli, sudah kukatakan dia Sun Hee Nuna, aku tidak mungkin salah mengenalinya!” serunya pada yeoja di sampingnya.

Jujur saja Sun Hee tidak ingat pernah melihat di mana. Tapi kemudian Kibum berseru lebih dulu.
“Loh, Taemin. Ada Sulli juga..”
“Hai, Kibum Hyung..” sapa Taemin. Mendengar hal itu Sun Hee baru benar-benar mengenali Taemin.
“Jadi, kau Taemin..Taemin yang dulu sering meminta di belikan eskrim??” seru Sun Hee. taemin mengangguk cepat meskipun rasanya agak memalukan.
“Aigoo..Taemin-ah..kau sudah besar sekarang. Dan..sudah memiliki pacar cantik seperti ini..” Sun Hee melirik Sulli. Gadis itu hanya diam menatapnya dengan pandangan yang sulit di jelaskan.
“Ah, Nuna, dia bukan pacarku. Oh, kenapa Nuna tidak memberitahuku kalau sudah kembali. Kau tahu Nuna, aku sangat merindukanmu.” Ucapnya semangat. Sun Hee bisa menyadari ada delikan tajam dari gadis di samping Taemin itu.

Sun Hee hanya mengangguk biasa, ia kemudian melirik gadis di samping Taemin itu. “Siapa namamu. Ini pertama kalinya kita bertemu.”
Sulli mengerjap kaget sesaat. Kemudian ia mengulurkan tangannya. “Choi Sulli imnida. Dan seperti yang Taemin katakan, kami hanya teman..” Sulli sengaja menekankan kata teman sambil mendelik tajam pada Taemin.
“Choi..” Sun Hee agak sensitif mendengar marganya sama dengan Siwon.
“Dia adiknya Choi Siwon..” ucap Kibum menyadari ekspresi Sun Hee.

Sulli mengangguk tegas, dan berdiri penuh percaya diri. Ia sekarang merasa bangga menjadi adik dari Choi Siwon. Entah kenapa. mungkin karena sekarang ia sedang berhadapan dengan yeoja yang menyukai kakaknya.
“Jadi kau adik Siwon Oppa? Wah..pantas cantik..” ujar Sun Hee kagum. Meskipun ia tidak menemukan kemiripan antara Siwon dan Sulli. “Tapi aku tidak tahu kalau Siwon Oppa punya adik. Dulu aku tidak pernah melihatmu.”
“Saat SD dan SMP aku sekolah di sekolah khusus putri yang dan tinggal di asrama. Jadi wajar saja jika Eonni tidak pernah melihatku.” Jelas Sulli.
Sun Hee mengangguk. “Ah, begitu rupanya.”

Hati Sulli semakin jengkel bila terus berlama-lama berada di sana. “Taemin, ayo kita pergi! bukankah kita ada tugas kuliah!!” Sulli langsung menggaet tangan Taemin, bermaksud mengajaknya pergi.
“Tapi aku baru bertemu Sun Hee Nuna..” tolak Taemin tegas. Sulli melototi namja itu.
Sun Hee menyadari ada suasana hitam menyeruak dari dalam diri Sulli. Ia tidak ingin menimbulkan masalah atau membuat Sulli dan Taemin bertengkar. “Gwaenchana..” lerainya. “Taemin, pergilah. Lagipula kamu kan bisa main ke rumah seperti dulu.”
Taemin melebarkan matanya. “Benarkah? Oke!!”

Sulli mendengus halus. Tanpa berkata apa-apa lagi dia segera menarik Taemin pergi meskipun namja itu terus melambai-lambaikan tangannya pada Sun Hee dan Kibum.

“Kau kenapa sih?” ujar Taemin saat mereka berada cukup jauh. Sulli masih menunjukkan raut tidak sukanya. Ia bersedekap.
“Jadi dia yang bernama Lee Sun Hee? apanya yang bagus?” desisnya pada diri sendiri. Ini pertama kalinya ia melihat sendiri gadis yang ingin dijodohkan dengan kakaknya dan gadis yang (mungkin) disukai Taemin. Ternyata tidak seheboh yang ia bayangkan. Dia hanya gadis biasa yang yah..cantik.
“Enak saja. Sun Hee Nuna itu sangat berjasa dalam hidupku. Dulu, saat dia masih tomboy, dia sering sekali menolongku. Sun Hee Nuna sangat pandai beladiri. Tapi dia tidak pernah mau mengajariku meskipun aku merengek sampai bersimpuh di depannya.”
Sulli terdiam sejenak, ia memandangi Taemin. “Jadi, karena itu kah kau sering berkelahi? Kau ingin jadi pria hebat, demi Sun Hee Eonni? Aigoo..” dengusnya kesal. Entah kenapa ia benar-benar jengkel pada Sun Hee.
“Bukan seperti itu!!” potong Taemin Sewot. Kenapa sih yeoja selalu cepat menyimpulkan tanpa mendengarkan sampai selesai dulu.
“Dulu aku sering sekali bermain dengan Nuna. Suatu ketika, saat kami pulang ada preman yang meminta uang pada kami. Nuna menyuruhku pergi dan menghadapi preman-preman itu sendirian. Bayangkan Sulli, Nuna masih SMP, menghadapi 5 pria dewasa. Tentu saja dia kalah meskipun Nuna pemegang sabuk hitam taekwondo. Saat itu aku benar-benar ketakutan. Aku merasa sangat tidak berguna. Kakiku gemetaran dan yang bisa kulakukan hanya menangis dan berlari mencari bantuan. Dan saat kembali, kau tahu bagaimana keadaannya? Bajunya kotor oleh tanah dan tubuhnya penuh luka. Aku menangis. dan Nuna terus menyakinkanku bahwa dia tidak apa-apa. orang bodoh pun tahu dia tidak baik-baik saja.” Taemin menghela napas berat. “Seandainya waktu itu aku lebih kuat. Mungkin Nuna tidak akan terluka separah itu.”

Sulli melihat berbagai macam ekspresi berkelebat dari sorot mata Taemin. Rupanya Sun Hee sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadiannya. Jelas sekali terlihat sahabatnya itu memiliki perasaan khusus pada Sun Hee. entah itu menyayangi Sun Hee sebagai Nuna, orang yang di hormati, atau mungkin..sebagai wanita. Dan selamanya, ia tidak akan bisa menembusnya.

Ia ingat sekali saat pertama kali bertemu dengan Taemin, namja itu sok kuat saat menolongnya yang di jahili oleh kakak kelas karena dulu ia adalah murid baru. Dan pada akhirnya, Taemin harus berakhir di klinik sekolah dan Eunhyuk memarahinya habis-habisan. Hari itu juga pertama kali ia tertarik pada Eunhyuk. Sulli tersenyum tipis mengingatnya.

“Tapi sekarang tak ada gunanya lagi..” Taemin mendesah. Ia menoleh pada Sulli. “Seperti yang Hyung selalu katakan, kekerasan itu dilarang apapun alasannya. Haebin Nuna juga menasihatiku agar berkelahi digunakan saat membela diri. Bukan unjuk kebolehan.”
Sulli gemas sekali pada ekspresi Taemin sekarang. Ia segera mencubit pipi tembem namja itu.
“Aigoo..uri Taemin sudah dewasa rupanya..”
“Choi Sulli!!”

—o0o—

“Jadi, menurutmu Dokter..kira-kira sampai kapan aku bisa bertahan?” tanya Sun Hee dengan suara tercekat. Mereka sedang duduk berhadapan di sebuah Kafe sambil menikmati secangkir kopi.
Kibum menghela napas, sebagai seorang dokter ia harus berkata jujur.
“Tergantung keputusanmu. Jika kau ingin sembuh, ikuti saranku untuk menjalani perawatan dan jika kau tidak mau..” Kibum berhenti sejenak. “Siap-siap untuk kemungkinan terburuk, Lee Sun Hee. kau bisa saja kehilangan hidupmu”
Sun Hee tertunduk, memandangi tangannya yang bergetar. “Separah itukah?” gumamnya. ia juga merasa akhir-akhir ini gejala penyakitnya semakin parah. Bahkan terkadang jika keadaannya drop, ia tidak bisa berdiri sama sekali. Seluruh tubuhnya seperti lumpuh. Beruntung orang-orang di rumah tidak ada yang menyadarinya.
Kibum memegang tangan Sun Hee, mencoba meyakinkannya agar ikut perawatan sebelum hal-hal buruk itu terjadi. Ia sudah tidak ingin ada yang mengalami nasib serupa seperti Yoona, sahabatnya. Gadis itu pun dulu meninggal karena enggan menjalani pengobatan. Dan ketika penyakitnya sudah parah, tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh dokter. Kematian hanya tinggal menghitung waktu. Dan Kibum tidak ingin hal seperti itu menimpa Sun Hee.
“Karena itu..”

“ Dokter Kim!!!”

Baik Kibum maupun Sun Hee terlonjak kaget mendengar suara teriakan seorang wanita. Wajah Kibum seketika memucat ketika matanya menangkap sosok Ja Rin, kekasih tercintanya. Gadis itu berdiri kaku dalam jarak beberapa meter di dekat mereka. Matanya melebar dan mulutnya bergetar seperti menahan tangis.

“Ja Rin..” Kibum berdiri. Gadis itu tidak mengatakan apapun. Ia melirik tajam pada Sun Hee, membuat gadis itu tersentak takut. Tak lama lalu angkat kaki segera dari kafe itu. kini Kibum benar-benar panik.
“Ja Rin!!!” teriaknya. Ia segera memandang Sun Hee bermaksud berpamitan untuk pergi, tapi ia lebih panik karena saat ini Sun Hee memucat dan tubuhnya bergetar menahan sakit.
“Lee Sun Hee, gwaenchana…” cecarnya panik. Ia segera merogoh ponselnya dari saku jas tapi tangan Sun Hee menahan tangannya.
“Tidak apa-apa Dokter. Aku baik-baik saja.” ucapnya terbata-bata. Napas gadis itu sudah tersengal.
“Tapi kau..”
“Aku tidak apa-apa dokter..kau pergilah, kejar Ja Rin atau hubungan kalian akan berakhir karena hal konyol seperti ini..” Sun Hee berusaha sekuat tenaga menahan sakit yang menderanya.
“Sun Hee-ssi..”
“Ka(pergi)!!!” Sun Hee sebenarnya berteriak namun anehnya yang keluar justru suara dengan volume sangat rendah dan malah terdengar serak.

Kibum berada di antara pilihan sulit. Ia tidak mungkin meninggalkan Sun Hee dalam keadaan seperti ini namun, jika di biarkan, bagaimana dengan Ja Rin? Ia tidak ingin kehilangan gadis itu.
“Baiklah, Sun Hee-ssi. Tunggu aku di sini, jangan kemana-mana. Aku akan tenangkan Ja Rin dulu. setelah itu, kita sama-sama ke rumah sakit dan kau harus menjalani perawatan setelah ini!!! Aku tidak terima penolakan!” setelah mengatakannya Kibum segera pergi.

Tangannya yang gemetaran itu berusaha mencari-cari botol obat dari dalam tasnya. Begitu menemukannya, Sun Hee segera mengeluarkan beberapa butir pil lalu meminumnya. Ia mendesah lega dan perlu beberapa saat sampai obat itu bereaksi dan meredakan rasa sakitnya. Badannya masih lemah untuk bergerak. Jadi ia perlu duduk tenang. tapi, ia tidak mungkin duduk terus di sana sampai Kibum datang. Pria itu pasti akan menyeretnya ke rumah sakit tanpa ampun. Ia harus pergi.

—o0o—

Ja Rin ingin menangis rasanya. Padahal ia berharap Kibum akan mengejarnya, tapi yang dilakukan pacarnya itu malah mengkhawatirkan keadaan Sun Hee. ia menggeram kesal, ternyata Sun Hee memang gadis gampangan. Bagaimana bisa dia pergi bersama Kibum setelah menyatakan cinta pada Siwon? Benar-benar gadis tidak tahu diri.

“Ja Rin!!”

Langkahnya terhenti saat mendengar suara teriakan Kibum di belakangnya. hanya sesaat karena kemudian ia kembali berjalan cepat.

“Ja Rin, tunggu biar kujelaskan!!” serunya semakin mendekat. Ja Rin merasa tangannya di cekal dan dengan cepat tubuhnya di balikkan. Matanya langsung bertatapan dengan wajah Kibum yang panik dan terengah-engah.
“Kau jangan langsung salah paham, Ja Rin. Ini tidak seperti yang kau pikirkan.” Ucapnya sungguh-sungguh.
“Lalu apa? berkencan diam-diam di belakangku? Jika bukan kenapa kau memegang tangannya dengan ekspresi penuh harapan. Bukannya pergi denganku kau malah mengisi waktu luang bersama gadis lain.”
“Kau sendiri kan yang bilang tidak bisa karena ada meeting dengan klien” Kibum membela diri. Hari ini juga dia berniat mengajak Ja Rin. Tapi ditolak karena alasan pekerjaan. Tentu saja, seorang direktur sepertinya pasti sibuk.
“Tapi meeting itu dibatalkan! Dan tadi aku juga ingin meneleponmu saat tidak sengaja melihatmu berduaan dengan Sun Hee, gadis menyebalkan itu!!” terlihat jelas bahwa Ja Rin masih jengkel pada Sun Hee karena gadis itu jauh lebih baik darinya. Bisa menjadi artis, cita-citanya yang tidak pernah bisa di wujudkan karena ia tidak memiliki bakat seni. Ia menatap tajam Kibum.
“Jadi, mulai sekarang…”
“Ja Rin-ah..kumohon..” mendadak saja Kibum menunjukkan ekspresi frustasinya. Membuat Ja Rin menelan kembali kata-kata yang hampir di ucapkannya.

Kibum sungguh frustasi. Ia sudah cukup di pusingkan dengan Ja Rin yang kekanakan. Jangan sampai masalah pekerjaannya pun membuatnya frustasi.
“Aku sedang dalam posisi sulit sekarang..” ucapnya. Suaranya kian melemah.
“Posisi sulit? Wae??” seru Ja Rin tak mengerti. Mendadak ia terkesiap, menyadari satu hal yang rasanya tidak mungkin.
“Kau menyukainya?? Iya begitu???” suara Ja Rin kian meninggi seiring dengan ekspresi Kibum yang tercengang.
“Bukan tapi..” Kibum berusaha mengenggam tangannya tapi Ja Rin menepisnya.
“Jangan sentuh aku sebelum kau menjelaskan semuanya, Kim Kibum-ssi!!!” teriaknya dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak mau hubungannya dengan Kibum berakhir konyol. Tapi jika Kibum memang memiliki perasaan khusus, apa yang harus ia lakukan?

Namja itu terdiam. Ia menatap Ja Rin dengan pandangan ‘tolong jangan buat aku menceritakan hal sebenarnya’. Tapi jika ia tidak mengatakannya, Ja Rin akan salah paham dan hubungan yang sudah di jalin dengan susah payah berakhir sia-sia.

Kibum menghela napas, hingga akhirnya ia terpaksa menceritakan masalah sesungguhnya pada Ja Rin.

“Mwo???” seru Ja Rin kaget. Ia buru-buru menutup mulutnya dengan kedua tangan saat Kibum selesai menceritakan hal yang terjadi antara dirinya dan Sun Hee. kibum menunduk lemah. Dalam hati ia meminta maaf pada Sun Hee karena tidak bisa menepati janji.
“Jadi, maksudnya..Lee Sun Hee menderita penyakit jantung stadium akhir?” ucapnya dengan suara bergetar. Kibum mengangguk.
“Tapi, bagaimana bisa??”
“Itu karena faktor keturunan. Tuan Lee juga dulu pernah menjalani operasi transplantasi jantung.”

Ja Rin merasa sangat bersalah karena sudah menuduh macam-macam. Kibum benar, ia memang kekanakan. Ia bisa melihat perasaan tertekan yang di alami pacarnya ini.
“Omo..kau pasti berat menyembunyikan hal ini seorang diri. Meskipun kau adalah dokter.” Ja Rin beralih mengusap tangan Kibum.
“Ja Rin, kau berjanji kan tidak akan mengatakannya pada siapapun? Ini permintaan Sun Hee.” Kibum menatap Ja Rin sungguh-sungguh.
“Tapi, bagaimana mungkin kita membiarkan orang sekarat begitu saja? Sun Hee bisa tumbang kapan saja.” cecarnya panik.
Mendadak ia teringat kondisi terakhir Sun Hee. ia segera berdiri.
“Lee Sun Hee. gawat!!!” Kibum secepat kilat pergi ke kafe tadi dan Ja Rin kini berlari mengikutinya.

Tapi sayang, ketika mereka tiba di kafe, sosok Sun Hee sudah tidak terlihat.

—o0o—

Sun Hee berjalan agak tertatih karena ia merasa kakinya gemetaran saat harus menahan beban tubuhnya. Bagaimana ini..perasaan cemas terus menghantui dirinya. Ia tidak mau jatuh di tempat umum seperti ini.

“Oh, Sun Hee!!”

Gadis itu menoleh, ia berusaha berdiri tegak ketika melihat Sungmin tersenyum hangat padanya dari balik jendela mobil.
“Sungmin Oppa!!!” serunya tampil senormal mungkin. Ia berjalan pelan tapi anggun hingga ke hadapan saudara sepupunya itu.
“Kau sedang apa?”
“Aku baru saja selesai latihan drama.”
“Jinjja? Kudengar dari paman kau akan tampil dalam drama musikal. Jadi itu benar.”
Sun Hee tersenyum kikuk. Sial!! Kakinya sungguh lemas dan ia merasa tubuhnya tak bertulang.
“kalau begitu bagaimana kalau kau mampir ke rumahku?”
“Nde?”
“Oh, ayolah. Kau tidak pernah berkunjung ke rumahku.”

Sun Hee tidak enak menolak tawaran Sungmin. Ia mengangguk dan terpaksa ikut Sungmin ke rumahnya. Mungkin ia tidak akan apa-apa.

Benar saja, obatnya bereaksi dan perlahan tenaganya sudah mulai terkumpul lagi. Sun Hee tersenyum dalam diam.

@kediaman Lee Sungmin

“Aish, jadi ini putrimu Oppa..” seru Sun Hee saat ia bertemu dengan Minki, putri Sungmin yang berusia 6 tahun. “Neomu yeppeo..” desisnya sambil mencubit pipi Minki.
“Eonni siapa?” tanya Minki polos. Dia baru saja pulang dari bermain. Minki sekarang sudah duduk di bangku sekolah dasar. Dan wajar saja gadis cilik itu tidak tahu, dulu saat Sun Hee memutuskan pergi, Minki masih dalam kandungan Taeyeon.
“Aku Lee Sun Hee Eonni. Minki-ya..kau pasti tahu Donghae Oppa kan?”
Minki mengangguk.
“Eonni adiknya!!!”
“Huwa…adik!! Minnie juga mau punya adik!!” serunya. Sun Hee tersenyum. Aish, dia benar-benar manis seperti Sungmin.

“Sering-seringlah main kemari.” Ucap In Sung sambil meletakkan minuman di meja. Sun Hee tersenyum pada istri Sungmin itu. ia sudah mendengar semua ceritanya dari Leeteuk. Taeyeon, ibu kandung Minki meninggal saat melahirkannya. kemudian Sungmin menikah kembali dengan In Sung *baca Shady Girl Sungmin’s Story*
“Gomawo, Eonni..” ucapnya. Ialu melirik pada perut In Sung yang membuncit.
“Eonni, berapa usia kandunganmu?”
In Sung duduk di samping Minki lalu mengusap perutnya. “Baru 5 bulan. Harus menunggu 4 bulan lagi sebelum lahir..” ucapnya senang. sun Hee tertawa pelan.
“Aish..Minki-ya..kau akan punya dongsaeng..Minki ingin adik laki-laki atau perempuan?”
“Perempuan. Biar bisa Minnie ajak main boneka.”
“Tapi sepertinya Minnie harus mengalah..karena adiknya itu namja..” sambung Sungmin. Ia kemudian bergabung setelah tadi sibuk sejenak dengan pekerjaan.
“He? Namja?” tanya Sun Hee bingung.

Sungmin tersenyum senang lalu menoleh pada In Sung.
“Kami sudah melakukan USG. Dan hasilnya menunjukkan jenis kelamin calon bayi kami itu laki-laki.”
“Aigoo.. jika benar, pasti akan tampan sepertimu Oppa..” seru Sun Hee senang.

Mereka membicarakan banyak hal. Dan Sun Hee merasa dadanya kembali sakit. ia permisi sejenak ke kamar mandi namun gagal, karena baru melangkah beberapa saja mendadak ia kehilangan keseimbangannya dan jatuh.

“Sun Hee!!” teriak In Sung dan Sungmin kaget. Minki yang kaget juga langsung memeluk ibunya. Sungmin lebih dulu bergerak. Ia membantu Sun Hee berdiri dan membawanya duduk kembali di kursi tempatnya tadi. sementara Sun Hee menegang. Ia tak percaya mendadak tenaganya seperti hilang tadi. dan ia tidak percaya bahwa ia akan jatuh di hadapan orang lain! Bagaimana jika kondisinya ketahuan??

“Gwaenchana?” tanya In Sung cemas. Ia kembali dari dapur membawa segelas air hangat untuk Sun Hee. wajah gadis itu pucat pasi dan mulutnya bergetar. Semuanya terjadi sangat mendadak. Apa yanb sebenarnya tengah terjadi? Sungmin segera mengambil air itu dan meminta Sun Hee meminumnya.
“Minumlah dulu..”

Sun Hee menurut. Ia meneguk air itu dengan susah payah. Mulutnya terbuka ingin mengatakan sesuatu.
“O-oppa..bisakah..ambilkan obatku..didalam tas..” ucapnya terpatah-patah. Sungmin buru-buru mengeladah tas Sun Hee dan ia menemukan satu kantong plastik berisi obat-obat rumah sakit.
“Ini apa? obat dari dokter? Kau sakit?” tanya Sungmin curiga. Sun Hee tidak menjawab. Ia hanya diam dan segera mengambil obat itu lalu menelannya lagi. Ia terlalu takut untuk bicara jujur.
“Oppa, Eonni, tolong jangan beritahu siapapun tentang yang terjadi hari ini.” Mohon Sun Hee sungguh-sungguh.

Sungmin dan istrinya saling berpandangan.
“Kenapa?”
Sun Hee menggeleng tanpa mengatakan apapun. Ia benar-benar memohon pada Sungmin dan In Sung.

Jika berita ini sampai di telinga Appa dan Donghae, entah apa yang akan mereka lalukan. Bisa saja mereka melakukan Sun Hee seperti orang yang akan mendekati kematian. Ia tidak mau diperlakukan seperti orang sakit.

Akhirnya, karena tidak tega Sungmin mengangguk.
“Kami tidak akan bilang. Asal kau memberitahu pada kami kondisimu sebenarnya.” Ucap Sungmin. Sun Hee menatap Sungmin dengan kesungguhan hati.
“Oppa..aku tidak bisa.”
“Jika kau tidak mau, aku juga tidak bisa menjamin untuk menyembunyikan ini dari Appamu.”

Sun Hee terdiam…sekarang bukan hanya jantungnya saja yang sakit. tapi juga hatinya. Kenapa Tuhan memberikannya cobaan sekejam ini? Ia tidak ingin mati cepat karena masih banyak hal yang ingin ia lakukan..tapi bagaimana mungkin ia berkompromi dengan Tuhan? Yang ia lakukan hanyalah berpikir nyata.

Jarak dirinya dengan kematian tinggal menghitung langkah.

Sun Hee meneteskan airmata, membuat Sungmin dan In Sung tercengang. Sungmin menoleh pada In Sung agar membawa Minki pergi. sepertinya ini bukan bahan pembicaraan yang pantas di dengar anak kecil.

“Jadi, katakan kau kenapa.” ujar Sungmin serius saat mereka tinggal berdua.
“Oppa..” Sun Hee terisak. “Mungkin aku tidak akan berumur panjang..” ucapnya dengan napas tercekat.

Sungmin terbelalak. Apa maksud ucapannya?
“Apa maksudmu, Sun Hee? kau tidak boleh bilang begitu!!!” serunya panik. Dengan tangannya yang lemah, Sun Hee mengacungkan botol obat kehadapan Sungmin.
“Botol ini..adalah obat untuk menyambung kehidupanku..”
Sungmin merebut obat itu dan membacanya. Ia kemudian terkesiap.
“I-ini..” ia menatap Sun Hee dengan mata melebar.
“Sun Hee, jangan bilang kau seperti paman..” Sungmin terdiam sejenak, ia tidak sanggup melanjutkannya.
Sayangnya Sun Hee mengangguk. “Dokter memvonisku menderita penyakit jantung stadium akhir.” Ia menatap nanar Sungmin. “Itu artinya, hidupku tidak lama lagi Oppa..” dari sudut mata gadis itu meleleh aliran bening yang membuat siapapun yang melihat seperti tersayat hatinya.

Sungmin terkejut bukan main. Ia tercengang. Botol obat yang dipegangnya terlepas begitu saja dari tangan.

To be continued..

74 thoughts on “Shady Girl Siwon’s Story (Part 7)

  1. Oh Jadi Sun Hee Itu Mengidap Penyakit Jantung Stadium Akhir?!
    Gmna Ya Reaksi Donghae Sm Appa Klo Tau Sun Hee Itu Sakit,Gmna Juga Reaksi Siwon Klo Tw Keadaan Sun Hee?!
    Jebal Wonppa Sadar Kek Jangan Mikirin Tiff Truz,Kasian Sun Hee

  2. 4orang aja yg udah tau klo sunhee sakit..

    Apa yg akan terjadi??
    Ya ambrukk hampir aja ki-rin ini putus karna salah paham..

    Next

  3. jadi sun hee sakit jantung stadium akhir ??
    huaaa kasian sun hee ?
    apa reaksi donghae sma appanya ya ?
    terus gmana siwon ?
    sedihnya mulai berasa ini T.T
    poor sun hee T.T

  4. Omonaa Kasian sun hee berusaha kuat pd hal dia lemah ><
    Gimana reaksi haeppa sama app kalo tau sunhee sakit.. semoga ada keajaiban dr tuhan agar sun hee sembuh gue gak mauuu baca aja udah nyeesss

  5. aigoo sesange kenapa hidup sun hee dibuat sulit banget disini eonn?😥 eonnie jahat banget bikin alur ceritanyaaa huee😥

  6. Klo emng pnykit turunan emng susah ya tuk dsmbuhknnya,,malah cpt brkmbang… Blm jg bhgia,,Sunhee udh d hdpkn dgn kmtian… Miris bgt c nasibnya,, knp dy gk ksi tau aja ayah n kkknya biar dy gk mnympan rasa skit itu sndrian….

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s