Because WGM, You’ll Be Mine (Part 3)

Tittle : Because WGM, You’ll Be Mine Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Shin Je Young
  • Cho Kyuhyun

Ada yang kangen kah ama FF ini???? Author posting kelanjutannya loh. Kalau ada yang kangen, dibaca yah. Kalau yang enggak, boleh lewat ko ^^
Hati-hati typo ^^

because WGM by Dha Khanzaki

—o0o—-

Je Young POV

Aku seperti orang autis hari ini. Sejak bangun tidur tadi hingga detik ini yang kulakukan hanyalah memandangi layar ponsel. Aku penasaran, apa mungkin Kyuhyun meneleponku saat ia memiliki waktu luang?
“Ck,”
Aku mendecak saat sadar hal itu tidak mungkin. Seorang bintang hallyu sepertinya mana mungkin memiliki waktu luang dan meskipun iya, masih ada ratusan kegiatan lain yang jauh lebih penting yang ingin dilakukannya daripada sekedar menelepon seorang fans yeojanya. Sekarang perhatianku teralih pada jam dinding yang menunjukkan pukul satu siang. Baiklah, sudah waktunya aku melakukan kegiatan berguna yang lain.
Aku menyalakan kompor, lalu meletakkan panci berisi air di atasnya. Sambil bersenandung aku menunggu air mendidih untuk memasak ramyun.
Tralilalila..
Aish, tadi kutunggu-tunggu tidak ada yang menelepon. Sekarang ponselku berdering begitu saja. Sebaiknya kuangkat.
“Yeobseo,”
“Youngieee…”
Tubuhku mematung sepersekian detik pasca suara Kyuhyun terdengar menerjang telinga. Aku tidak bermimpi bukan?
“Iya?” suaraku terdengar ragu.
“Hari ini kau sibuk tidak?”
“Apa?” aku linglung sendiri. Aku memperhatikan kembali apa yang sedang kulakukan. Ah, aku sedang memasak air. Aku kembali ke dapur untuk melihat apakah air yang kumasak sudah mendidih atau belum.
“Tidak. Waeyo?”
“Em, aku akan ke rumahmu.”
“Hah? Aduuuuhhh…” aku terantuk meja karena terlalu kaget mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Seorang Kyuhyun Super Junior akan mengunjungi apartement sederhana Shin Je Young? Apa aku tidak salah dengar?
“Kenapa?” Kyuhyun bertanya panik mendengar aku mengaduh.
“Tidak apa-apa. Baiklah, jika ingin datang, datang saja. Tapi jangan kaget melihat apartementku. Pasti tidak sebagus apartementmu.” Ucapku setenang mungkin. Ah, semoga debaran jantungnya yang mengencang tidak terjiplak dalam suaraku.
“Oke!!!” serunya di ujung sana kemudian sambungan terputus. Aku menghela napas lalu kembali melanjutkan kegiatanku yang sempat tertunda. Memasak ramyun.

Ting tong..

Bel berbunyi di saat aku baru saja memasukkan ramyun. Siapa yang datang berkunjung? Nichan rasanya tidak mungkin karena aku tahu hari ini jadwalnya berbelanja.
“Tunggu sebentar,” aku bergegas lalu membukakan pintu. Mataku langsung melebar dan aku segera menutup mulutku agar pekikannya teredam. Bagaimana aku tidak terkejut saat aku membuka pintu, yang berdiri di baliknya adalah Kyuhyun!!!!  Cepat sekali. Bukankah tadi dia baru meneleponku?
“Youngie..!!” serunya sambil melambaikan tangan. Aku masih mengedip-ngedipkan mata mencoba memastikan apakah mataku ada kelainan atau tidak. Ternyata, ini kenyataan. Aku tidak sedang bermimpi.
“Kau kenapa Youngie? Jangan melihatku seolah aku ini hantu, dong.” Ucap Kyuhyun bercanda. Aku terkesiap dan cepat-cepat menormalkan kembali ekspresiku.
“Oppa, bagaimana kau tahu alamat ini?” tanyaku tergagap.
“Managerku yang memberitahukannya,” jawabnya enteng.
Aku tersanjung mendengar penuturannya. Benarkah dia sampai bertanya pada managernya tentang alamatku? Ah, pipiku mulai memanas lagi!
“Youngie, kau tidak sedang memasak sesuatu kan?” tanya Kyuhyun sambil mengendus-endus bau aneh yang tercium dari dalam apartementku. Mendengar kata ‘memasak’, aku langsung melebarkan mata. Aigoo, aku lupa!!!
“Aaaaaaa—“ pekikku panik. Tanpa mendengar seruan bingung dan kaget dari Kyuhyun, aku segera berlari ke dapur dan menemukan dapurku berantakan karena panci berisi ramyun yang sedang kumasak airnya meluber kemana-mana dan mematikan api kompor. Shin Je Young, kau gila!!! Untung saja tidak terjadi kebakaran di sini. Aku segera memindahkan panci itu ke tempat cuci piring lalu mengelap air yang meluber di sekitar kompor.
“Kau berniat membakar apartementmu?” Kyuhyun bertanya sambil menatap takjub apa yang sedang kulakukan. Aku malu sekali rasanya. Ketahuan sekali bahwa seorang Shin Je Young adalah gadis ceroboh. Dia kemudian melirik pada panci ramyun yang belum sempat ku apa-apakan. Seringaiannya muncul.
“Ah, kau pasti meniruku. Benar kan?” serunya senang. Aku mengerutkan kening bingung. Meniru apanya?
Tangan Kyuhyun menunjuk panci ramyunku. “Kau berniat membuat ‘Legenda Sungai Han’, seperti yang pernah kulakukan dulu.”
“Uhuk, uhuk…” aku terbatuk-batuk begitu Kyuhyun selesai mengucapkannya. Haaa.. lucu sekali. Aku langsung tertawa lepas.
“Untuk apa aku meniru musibah semacam itu. Hanya orang bodoh yang melakukannya.”
“Haa?” Kyuhyun berkacak pinggang. “Kau ingin mengatakan aku ini bodoh?” ucapnya tersinggung. Aku segera mengibaskan tangan panik.
“Bukan itu maksudku, aduh, Ya sudah, Oppa duduk dulu saja. Aku akan membereskan ini dulu.”

Setelah membereskan kekacauan di dapur, aku menghampiri Kyuhyun yang duduk di sofa dengan tenang. Pandangannya sejak tadi terus mengedar menelisik ke setiap sudut apartementku. Aku sampai bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang aneh di sini.
“Maaf, apartementku biasa saja.”
Kyuhyun menoleh lalu tersenyum, “Aku justru merasa tempat ini terlalu nyaman. Apa karena kau sehari-hari tinggal di sini?”
Aku segera menundukkan kepala untuk menyembunyikan pipiku yang memanas. Jantungku berdebar kencang lagi. Ya Tuhan, selamatkan aku dari kegugupan yang bisa membuatku mati kapan saja ini.
“Hari ini tidak ada kegiatan? Bagaimana bisa menyempatkan waktu datang kemari?” tanyaku setelah tenang. Kyuhyun menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa.
“Ya begitulah. Kebetulan hari ini adalah episode perdana acara kita. Aku ingin melihatnya bersamamu.”
Aku terkejut bukan main, “Melihatnya? Di sini?”
“Em,” jawabnya dengan wajah innocent. Dia tidak menyadari wajah kagetku. “Atau, kau ingin kita melihatnya bersama Hyungdeul di dorm?”
“Haaaa?” kali ini aku berteriak kaget. Kyuhyun sampai memundurkan duduknya hingga tersudut di ujung sofa. Matanya mengerjap berkali-kali melihatku lepas kendali untuk pertama kalinya. Lihatlah Shin Je Young, image-mu runtuh sudah di hadapannya. Dia pasti ilfil padaku.
“Maafkan aku,” kutundukkan kepalaku berkali-kali lalu menarik napas dan membuangnya cepat. Astaga, kenapa aku bisa segugup ini? Tapi, siapa yang tidak kaget saat di tawari masuk ke dorm Super Junior secara Cuma-Cuma? Aku yakin reaksi ELF lain pun akan sama sepertiku. Malah mungkin lebih histeris atau bahkan jatuh pingsan.
“Lebih baik aku menontonnya di sini saja,” aku yakin suatu hari aku pasti akan menyayangkan kesempatan langka bisa bertemu dengan member Super Junior lain tapi untuk saat ini, aku tidak boleh tamak. Cukup bertemu Kyuhyun saja, aku sudah gembira. Sangat gembira.
Kyuhyun memandangiku selama beberapa detik, seperti menyelidikiku. Sedetik kemudian, dia mengendikkan bahu pertanda tidak masalah. “Okay, no problem”

—o0o—

Sekarang, aku duduk dengan jantung berdebar di samping Kyuhyun. Dia memakan camilan yang tersedia di atas meja dengan santai. Sama sekali tidak menyadari situasiku. Syukurlah. Sekarang, aku sedang menonton penayangan perdana We Got Married edisi Kyuhyun dan aku. Aduh, aku penasaran bagaimana jadinya tampangku di layar kaca.
Dan hal pertama yang kurasakan saat melihatnya adalah, takjub. Aku seperti orang norak karena berkali-kali menganga tak percaya melihat diriku sendiri muncul di layar Tv. Aku bahkan sampai memerah malu saat adegan Kyuhyun melamarku ditayangkan.
“Youngie, kau tahu? Untuk adegan itu aku memikirkannya semalaman.” Bisik Kyuhyun yang kini sibuk menikmati eskrim. Aku menoleh, sedikit terkejut.
“Benarkah?”
“Iya. Bahkan Hyungdeul turut memberikan saran dan syukurlah hasilnya bagus.” Dia menyeringai setelahnya! pria ini benar-benar tahu cara membuatku berdebar tidak jelas. Aku segera mengambil sendok lalu menyendok ekskrim yang ada di dalam kotak di pangkuan Kyuhyun.
“Kau serius ingin membuat rating acara ini tinggi rupanya,” desisku entah bicara pada siapa. Dan membuatku diburu SPARKYU sedunia. Tambahku dalam hati.
“Bayaran kita akan naik jika ratingnya tinggi” ucapnya dengan kepala menengadah ke langit-langit. Mungkin membayangkan berapa banyak uang yang akan masuk ke rekeningnya.
Aku menundukkan kepala kecewa. Rupanya demi uang.
Kali ini adegan di televisi tengah menayangkan ketika kami melakukan pemotretan foto prewedding. Aku malu sendiri melihatnya. Bahkan aku tidak berani menengok ke samping untuk tahu bagaimana ekspresi Kyuhyun sekarang. Di layar, kami terlihat sangat romantis dan entah bagaimana reaksi fans-fans fanatik Kyuhyun menanggapi hal itu. Ketika kamera menampilkan fokus wajahku yang terkesima menatap Kyuhyun, wajahku kembali memerah malu. Aku menyendok kembali eskrim lalu memakannya untuk mengalihkan kegugupanku.
Ragu-ragu, aku menoleh ke arah Kyuhyun dan saat itulah aku hampir tersedak karena terkejut. Siapa yang menyangka rupanya Kyuhyun juga sedang menatapku. Dia bukannya fokus pada layar tv mengapa justru menatapku?
“Youngie,” tangannya entah sejak kapan sudah menyentuh pipiku. Aku mendapati diriku tidak bisa bergerak dan seperti tersengat listrik, bahkan bibirku tak mampu berucap. Aku tak bisa menjawab gumaman Kyuhyun tadi.
Tangannya kini merayap menyentuh tengkukku. Apa yang akan dilakukannya? Kenapa aku merasa Kyuhyun sekarang sedang mendekatkan wajahnya padaku? Apa yang akan dilakukannya?
Sedetik kemudian, aku merasakan sesuatu menempel di bibirku. Hanya berdurasi beberapa detik saja, itu menurutku. Aku tidak tahu berapa lama tepatnya karena saat itu juga otakku kosong melompong. Yang kutahu adalah sekarang Kyuhyun sedang menciumku dan aku memejamkan mata.
Ada rasa kehilangan ketika Kyuhyun menjauhkan wajahnya. Kami saling bertatapan untuk beberapa saat dengan ekspresi bermacam-macam. Aku melihat Kyuhyun salah tingkah, lalu mengusap tengkuknya dengan gerakan aneh.
“Mi-mianhae. Aku lepas kendali. Sebenarnya..sebenarnya..” dia tampak gugup sementara aku, rohku belum terkumpul sepenuhnya. Aku masih tersesat dalam fantasi indah yang membuatku lupa pada segalanya. Kyuhyun, kenapa kau melakukan ini?
Aku segera memegangi bibirku, “Gwaenchana,” gumamku pelan. Aku tahu Kyuhyun sebenarnya tidak bermaksud melakukan ini padaku.
“Tidak youngie,” Kyuhyun menundukkan wajahnya. “Sebenarnya, ketika kita melakukan sesi foto prewedding dulu, saat wajah kita berdekatan, aku ingin sekali menciummu. Aaaaghhh..” Kyuhyun menjerit tiba-tiba, membuatku kaget. Dengan panik dia duduk bersimpuh menghadapku lalu menundukkan kepalanya berkali-kali.
“Maaf, aku tidak akan melakukannya lagi. Jika kau ingin meminta pertanggungjawaban dariku, aku bersedia melakukannya.”
Aku langsung panik dan bingung. Bagaimana bisa aku membuat Kyuhyun Super Junior memohon-mohon seperti ini padaku?
“Tidak apa-apa. Aku menganggap ini adalah fan service.” Aku langsung menutup mulutku sementara Kyuhyun mengangkat wajahnya lalu menatapku dengan mimik terkejut. Aigoo, Shin Je Young bodoh.
“Oh, iya. Itu hanya fan service,” desisnya dengan nada lemah. Aku tidak tahu apakah ucapanku salah atau tidak, tapi kenapa aku merasa Kyuhyun seperti kecewa mendengar jawabanku?
Penayangan We Got Married episode pertama hanya sampai pada aku dan Kyuhyun ‘menikah’. Setelah itu akan berlanjut ke episode dua. Aku menghela napas lega karena dengan begini, kegugupanku berakhir. Aku hanya tinggal menghadapi fans-fans Kyuhyun yang mungkin akan melayangkan protesnya padaku.
Kyuhyun memutuskan untuk pulang. Tentu saja. Dia pasti pulang. Tidak mungkin tinggal lama di tempatku.
“Youngie, kau tidak penasaran apa alasanku datang kemari?” ucapnya tiba-tiba sebelum keluar dari rumahku. Aku terkejut. kenapa tiba-tiba dia bertanya begitu?
“Apa?”
“Itu karena aku..” Kyuhyun menatapku cukup lama sebelum melanjutkan ucapannya.

“Youngieeeeeeee!!!” tiba-tiba saja seseorang datang lalu memelukku. Aku sendiri terkejut dan tubuhku sampai terdorong ke belakang. Ah, siapa orang gila yang datang mengganggu? Apa dia tidak tahu betapa pentingnya ucapan Kyuhyun selanjutnya tadi?
“Penampilanmu luar biasa. Kyaaaaaaa…kau baru saja menjadi topik hangat di berbagai situs di dunia maya!!!” Nichan, sahabatku yang suka heboh itu berjingkrak-jingkrak senang sambil memperlihatkan layar ponselnya. Dia bahkan tidak menyadari bahwa sejak tadi Kyuhyun menatap kami dengan alis dinaikkan sebelah.
“Jinjja?” aku hanya bisa tersenyum kecil. Nichan baru menyadari sikap canggungku di sebabkan oleh orang asing yang berdiri di sebelahnya. Lantas dia menoleh.
“Aaaaaaa!!!!” Nichan langsung menjerit histeris melihat Kyuhyun ada di depannya. Heboh, dia menutup mulutnya. Dengan mata melotot padaku dia menunjuk-nunjuk Kyuhyun.
“Dia betulan Cho Kyuhyun???” serunya.
“Ne. Ssssttt..jangan buat keributan.” Aku langsung meminta Nichan memelankan volume suaranya. Nichan tanpa ragu menyambar tangan Kyuhyun lalu menjabatnya antusias.
“Aku Kae Nichan, aku penggemarmu. Dan kau tahu aku juga yang mendaftarkan istrimu ini ke acara WGM. Jika kalian sampai jadian, aku harus meminta komisi besar darimu.” Ucapannya yang ngawur membuatku kalang kabut menarik tangan Nichan lalu menyeretnya agar berdiri di sebelahku. Kyuhyun pun sepertinya terkejut karena dia melayangkan ekspresi tercengangnya padaku.
“Kami tidak jadian, Nichan. Dan hal itu tidak akan terjadi,” ucapku dengan bibir mencoba untuk tersenyum. “Kyuhyun Oppa punya selera sendiri terhadap seorang wanita,” tambahku. Kyuhyun menyunggingkan senyumannya mendengar jawabanku. Dia lalu melipat tangannya dan menatapku penuh arti.
“Oh ya? Dan kau tahu dengan jelas seperti apa wanita idamanku,” balasnya. Aku sempat terdiam selama beberapa detik, kembali terhipnotis oleh ekspresinya. Tuhan, sepertinya aku tahu maksud dari pepatah ‘tenggelam dalam sorot mata seseorang’.
“Baiklah, senang bertemu dengan mu, Nichan-ssi. Tolong jaga sahabatmu ini baik-baik. Terkadang, dia sering sekali berpikir lambat.” Kyuhyun melirikku dengan tatapan yang tak kumengerti maksudnya dan di saat yang bersamaan aku tersadar. Aku tidak begitu mendengar ucapannya karena yang kudengar hanyalah pekikan histeris Nichan.
“Siap laksanakan tugas, bos!!” serunya sambil memberikan hormat.
“Nichan,” bisikku malu. Aku menundukkan kepala canggung saat Kyuhyun mengucapkan salam lagi sebelum pergi. Saat dia pergi sambil melambaikan tangan, tanganku terangkat dengan sendirinya membalas lambaiannya. Kyuhyun terkekeh melihat tingkahku lalu melajukan mobilnya keluar dari kawasan apartementku. Setelah dia tidak terlihat lagi, barulah Nichan melancarkan serangannya yang bertubi-tubi padaku.
“Shin Je Young…kau harus ceritakan padaku apa yang baru saja Kyuhyun lakukan di sini!!!!” serunya heboh. Aku mendengus malas.
“Kau mulai bertingkah seperti wartawan lagi.”
“Aku tidak peduli. Kajja,” Nichan menarikku antusias ke dalam apartement dan di sanalah aku menceritakan semua yang terjadi tadi padanya—minus bagian Kyuhyun menciumku karena itu akan menjadi rahasia besarku dengannya.

“Hhhh..aku heran kenapa dia memutuskan datang kemari. Kau tahu dengan jelas bahwa tak ada waktu luang bagi bintang besar sepertinya,” ucap Nichan heran sambil memiringkan kepalanya. Aku mengangguk setuju. Itu juga yang menjadi pertanyaan besarku sejak Kyuhyun muncul di balik pintu apartement.
“Mungkin dia hanya ingin tahu reaksiku saja, kau tahu kan Kyuhyun itu paling suka menggoda orang.” aku asal memikirkan jawaban. Nichan menggeleng dengan wajah berkerut. Dia tidak menerima hipotesisku. Sepertinya dia masih memikirkan kemungkinan yang paling masuk akal.
“Ah, aku tahu!” mendadak Nichan berseru sambil menepukkan tangannya. Aku mengerjap kaget. Ah, membuat orang serangan jantung saja. Nichan melirikku dengan mata berbinar.
“Youngie, jangan-jangan Kyuhyun menyukaimu…” ujarnya dengan nada menggoda. Jelas saja pernyataan Nichan membuat jantungku serasa jatuh dari tempatnya. Itu malah hal yang lebih tidak masuk akal lagi.
“Tidak mungkin,” tukasku dengan wajah memanas malu. Aku menautkan jari-jariku dengan gelisah. Aku jadi kepikiran. Apa itu benar?
“Itu mungkin saja! satu-satunya alasan mengapa pria rela datang menemui seorang gadis di tengah jadwal hariannya yang padat, ya karena dia menganggap sang gadis begitu istimewa. Itu dia! Kyuhyun pasti menyukaimu!”
“Mungkin saja sih,” aku menerawangkan pandanganku ke langit-langit. Mencoba mengingat-ingat bagaimana ekspresi Kyuhyun saat memandangku. Kerap kali aku mendapati Kyuhyun salah tingkah dan tersenyum tidak jelas padaku. Tapi sungguhkah itu pertanda suka? Aku cepat menepis ide ini karena sekali lagi tidak mungkin seorang Cho Kyuhyun menyukai gadis biasa sepertiku. Aku terlalu biasa untuknya.
“Ah, tidak mungkin Nichan. Kau ini suka sekali membuat orang kegeeran.”
“Youngie, aku serius.” Dia masih kekeuh juga. “Siapapun bisa membaca ekspresi Kyuhyun saat melihatmu. Dia menyukaimu! Itu jelas sekali.”
Aku mengibaskan tangan menepisnya. “Lalu kenapa aku tidak menyadarinya?”
“Tentu saja seperti kata Kyuhyun, kau itu suka sekali berpikir lambat! Jika tak percaya, pastikan sendiri saat kau bertemu dengannya nanti,”
Pastikan sendiri?

—o0o—

Besoknya, timbul kehebohan pasca penayangan episode perdana WGM Kyuhyun. Teman-temanku yang menjadi penggemar Kyuhyun sejak lama mulai memberikan pandangan yang berbeda padaku. Sepertinya mereka sadar bahwa Shin Je Young yang ada di acara itu adalah aku.
“Shin Je Young, kau gadis yang menjadi istri virtual Cho Kyuhyun di WGM, kan?” salah satu temanku bertanya dengan nada sinis. Gawat, aku tahu dia seorang SPARKYU yang sangat fanatik. Aku hanya tersenyum tanpa menjawab apapun.
“Kau beruntung sekali. Aku sangat iri melihatmu bisa menjadi istri Cho Kyuhyun.” aku tersenyum lega ternyata ada yang menyambutnya ramah juga.
“Huh, aku tidak suka kau dekat-dekat dengan Kyuhyun Oppa kami!”
“Kau jangan terlalu berharap banyak Shin Je Young, itu hanya akting.”
“Jangan terlalu kegenitan pada Kyuhyun kami,” dan masih banyak lagi komentar-komentar yang kudengar seputar acara yang tayang kemarin. Ah, kupingku mulai panas. Aku tidak sanggup mendengar ratusan komentar lain yang terlontar sepanjang aku kuliah.
Tidak hanya mereka, tapi beberapa gadis yang sengaja datang ke kampusku untuk melihatku pun memberikan reaksi yang bermacam-macam padaku. Ada yang mencaci maki, memuji, bahkan ada yang terang-terangan menitipkan hadiah untuk Kyuhyun. Entahlah, aku merasa gugup dan bingung. Padahal ini kampus yang biasanya aku datangi tapi mengapa rasanya aku seperti baru menginjak tempat yang sama sekali asing? Kemana Nichan? Setidaknya jika dia ada aku tidak perlu secanggung ini.
Ponselku berdering. Aku menyingkir dari gerombolan orang yang ingin menginterogasiku untuk menjawab panggilan.
“Yeoboseo?”
“Jangan lupa datang untuk syuting. Lokasinya di rumah kemarin, kau tahu kan?” aku mengerutkan kening karena ini adalah suara yang tidak kukenali. Padahal aku yakin yang meneleponku adalah nomor Kyuhyun Oppa.
“Nuguseyo?” tanyaku bingung. Orang di ujung sana terdiam sejenak, samar-samar aku mendengar suara ribut.
“Hahah..kau tahu rupanya kalau aku bukan Cho Kyuhyun,” kekehnya senang. Gantian aku yang mengerutkan kening bingung. Rupanya memang bukan Kyuhyun. Lalu siapa?
“Maaf, aku Eunhyuk. Kau tahu kan?”
Aku hampir saja menjatuhkan ponsel karena kaget. Siapa dia bilang barusan? Eunhyuk? Maksudnya, Eunhyuk Super Junior? Aduh, bagaimana ini, bagaimana ini? Aku panik tidak jelas akhirnya.
“Yeobseo, yeobseo..” Eunhyuk memanggil-manggilku karena aku tidak menjawabnya lagi. Buru-buru kutempelkan ponsel kembali ke telinga. Setelah menarik nafas lalu menghembuskannya, aku menjawab.
“Ne, tentu saja aku tahu. Kemana Kyuhyun Oppa?”
“Dia ada di sampingku, tenang saja. Sejujurnya aku hanya penasaran pada gadis yang menjadi istri Uri Kyuhyun dalam We Got Married. Rupanya Kyuhyun memang tidak mengarang cerita. Suaramu saat di telepon terdengar merdu,” apa? suaraku merdu? Benarkah? Aku bahkan lebih terkejut dan penasaran. Benarkah Kyuhyun menceritakan sesuatu tentangku pada Oppadeul SJ?
“Dia menceritakan apa tentangku?” tanyaku gugup.
“Banyak sekali. Dia sepertinya senang bisa syuting denganmu. Setiap pulang syuting kami selalu menemukan Kyuhyun tertawa sendiri. Kau tidak berniat membuat Uri Kyuhyun gila kan?”
Aku terkekeh, entah kenapa. “Tentu saja tidak.”
“Ya sudah, aku tidak akan mengganggumu. Jangan lupa untuk datang ke lokasi syuting jam dua nanti ya!!!!” sambungan terputus detik itu juga. Aku tersenyum tidak jelas setelahnya. Sungguhkah Kyuhyun menceritakan tentangku pada member SJ lain? Ah, aku penasaran. Lebih baik kupastikan sendiri nanti saat kami bertemu di lokasi syuting.

—o0o—

Saat aku datang ke lokasi syuting yang sudah dipenuhi para Kru, tanpa komando aku mengedarkan pandangan mencari sosok Kyuhyun. Tapi sepertinya dia belum datang. Saat aku menyapa beberapa penata rias yang akan meriasku, PD Ahjussi menghampiriku.
“Lihat hasil tangan midasku kemarin? Kau pasti kaget melihatnya,” candanya. Aku kaget sekali karena sebagian besar Fans Kyuhyun menghardikku setelah melihatnya. Gerutuku dalam hati. Tapi nyatanya bibirku ini justru tersenyum manis.
“Yah, aku takjub.”
“Dan apa kau juga tahu? Ratingnya tinggi!” dengan bangga dia melebarkan salah satu halaman tabloid padaku. Astaga, tingkahnya benar-benar mirip Nichan. Apa benar dia seorang Produser Director? Aku hanya mengerjapkan mata melihat daftar rating acara televisi yang terpampang di hadapanku. Jelas sekali acara WGM menempati urutan pertama. Hah, sepertinya dia memang jago sekali membuat acara mampu mendapatkan rating tinggi.
“Kali ini pun kau harus bekerja keras. Kita semua juga akan bekerja keras.” PD Ahjussi menepuk pundakku sebelum pergi untuk mengecek kesiapan setting pengambilan gambar.

Ketika aku selesai di rias, dari cermin aku melihat sosok Kyuhyun masuk ke dalam ruangan. Dia melambaikan tangan padaku dan aku hanya membalasnya dengan menundukkan kepala. Dengan ramah dia menyapa beberapa penata rias yang langsung pergi setelah membereskan perlengkapan rias. Kini di ruangan ini hanya tinggal aku dan Kyuhyun saja. Kuperhatikan, dia semakin tampan saja bahkan dengan penampilan sederhana dan make up seadanya seperti itu. Dan aku menyadari suasana di antara kami begitu canggung.
“Em, kau tahu hari ini kita akan melakukan adegan berbelanja bersama kemudian membuat kue bersama?” Kyuhyun bertanya untuk memecahkan suasana sepi.
“Oh, ne. Aku sudah membaca scriptnya.” Aku merasa gugup sendiri. Kyuhyun mengusap tengkuknya.
“Tadi, Maaf ya. Aku tidak menyangka Eunhyuk Hyung akan merebut ponselku saat aku akan meneleponmu. Dia pasti bercerita yang tidak-tidak padamu.”
Aku kembali teringat kejadian tadi, “Ah, tidak juga. Eunhyuk-ssi hanya bilang kau sering bercerita tentangku. Apa itu benar?”
Kyuhyun mendadak salah tingkah, “Aniya, tidak seperti itu tepatnya. Aku hanya menceritakan kesan-kesan saat kita syuting. Itu saja.”
“Jinjja?” tanyaku menggodanya. Kyuhyun membasahi bibirnya berkali-kali. Aha, mungkinkah dia gugup. Aku jadi teringat perkataan Nichan tempo hari.
“Siapapun bisa membaca ekspresi Kyuhyun saat melihatmu. Dia menyukaimu! Itu jelas sekali. Jika tak percaya, pastikan sendiri saat kau bertemu dengannya nanti,”
Apa benar aku harus memastikannya sendiri? Tapi dengan cara apa? Saat aku masih memikirkan cara yang tepat, tiba-tiba terdengar suara PD yang mengintruksikan bahwa syuting akan dimulai.
“Ayo kita keluar sebelum PD itu mengamuk.” Kyuhyun berjalan lebih dulu menuju pintu namun aku memanggilnya.
“Tunggu,”
Kyuhyun berhenti lalu menoleh. Tangannya yang hampir memegang kenop pintu terhenti. Aku mendekatinya dengan pandangan fokus pada wajahnya. Jujur saja aku gugup sekali namun aku harus memastikan satu hal. Kyuhyun tampak bingung namun dia tetap diam di tempatnya. Malah balas menatapku sekarang.
“Oppa, boleh aku memastikan satu hal?” tanyaku ragu. Kini jarak antara aku dan dirinya hanya beberapa sendi saja. Aku berdiri tepat di hadapannya dan aku harus mendongakkan kepalaku. Aku lupa bahwa pria ini lebih tinggi dua puluh senti dariku.
“Memastikan apa?”
Aku tidak menjawabnya karena aku akan melakukan hal gila. Jika aku bilang, aku yakin Kyuhyun pasti akan kabur dan membatalkan syuting hari ini. Sepersekian detik berikutnya tanganku merengkuh wajah Kyuhyun dan kusentuhkan bibirku tepat di bibirnya. Kyuhyun terkejut, tentu saja. Begitupun diriku. Sebenarnya, inilah cara yang diusulkan Nichan kemarin. Dan aku tidak percaya aku akan mempraktekkannya.
Nichan bilang, jika saat kucium Kyuhyun menunjukkan reaksi penolakan, maka dia jelas sekali tidak menyukaiku. Maka akan kupastikan apakah itu benar atau tidak.
Benar saja, aku merasakan Kyuhyun mencoba untuk mendorong tubuhku dan detik berikutnya aku menjauhkan wajahku. Kami sama-sama terengah dan Kyuhyun menatapku dengan ekspresi yang sulit kutebak. Tapi ada satu mimik yang bisa kuartikan. Dia marah dan tak percaya.
“What are you doing?” ujarnya dengan nada tinggi dan bingung.
Diriku mencelos seutuhnya. Benar bukan, Kyuhyun memang tidak menyukaiku. Itu artinya, ciuman tempo hari tidak lebih dari sekedar fan service.

To be continued..

111 thoughts on “Because WGM, You’ll Be Mine (Part 3)

  1. Ya ampun,hati gw sakit bnget jaeyoung di bentak sama kyuhyun oppa… Gw harap kyuppa seperti itu karna terkejut,bukan karna dia tidak menyukai jaeyoung !

  2. Omg kok aku merasa sensasinya beda ya pas Kyuhyun jd Kyuhyun, sama Kyuhyun jd CEO atau pekerjaan yg lain selain jd dirinya sendiri. Kaya ada sakit2nya gitu liat dia romantis2an sm cewek lain ‘aih lebay’.. Andaikan aku jd shin jeyoung😀😀
    Neomu nice story, na joha!!

  3. Aku yakin sebenernya kyuhyun ngga mau bentak je young ,itu reaksi spontan terkejut aja menurutku ,, kalo di liat2 kayanya emeang bener kyuhyun suka sama je young

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s