Another Story In Shady Girl (Kyuhyun’s Story) // Hyun Jung Vs Sherry

Tittle : Hyun Jung Vs Sherry
Another Story In Shady Girl Kyuhyun’s Story
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life, NC 21

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Na Hyun Jung

Support Cast :

  • Kim Kibum
  • Cho Jarin as Kyuhyun’s sister

Hehehe.. maaf kalau di temukan Typo yah. Jangan kecewa kalau di part ini belum ada aegy. Kyuhyun-Hyunjung belum punya baby ampe Shady Girl Heechul’s Story. Nah, Di Yesung’s Story kemungkinan mereka baru punya aegy. Jadi ditunggu aja yah.
Ah, satu lagi. Kalau encenya gak hot, maaf yah. Author sekali lagi suka cerita romance tapi terkadang otaknya suka teracuni hal-hal berbau ence. hehehe *ketauandeh.
Shady Girl Kyuhyun versi terlarang pasti muncul lagi dengan tema dan judul yang berbeda ^^. Ditunggu kritik dan sarannya.

Happy reading..

Another Story In Shady girl - Hyunjung vs Sherry by Dha Khanzaki

—-o0o—-

Author POV
Pernikahan pasangan Cho Kyuhyun dan Na Hyun Jung yang digelar dengan sangat meriah dalam tema pesta kebun itu sudah berakhir sekitar dua jam yang lalu. Kini keduanya sedang beristirahat di dalam kamar Kyuhyun di rumahnya. Hyun Jung duduk di tepi tempat tidur dengan perasaan bahagia yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata apapun. Ia tidak menyangka bahwa dirinya akan sampai pada tahap ini. Dan ia lebih tidak menyangka bahwa pria yang berhasil membawanya ke tahap ini adalah Cho Kyuhyun—tipe laki-laki yang tak pernah disangka mampu membuatnya jatuh cinta seperti orang gila.
Sebagai seorang gadis yang selalu diperlakukan berlebihan oleh keluarganya, Hyun Jung tidak pernah merasakan bahagia menjalin hubungan bersama kekasih saat dirinya masih di bangku sekolah menengah. Ayahnya yang overprotektif dan kakaknya—Yesung—yang tak kalah over membuatnya sulit sekali menjalin kisah cinta. Bahkan hingga usianya menginjak 22 tahun pun, mereka tidak berubah sama sekali. Entah sudah berapa banyak laki-laki yang mencoba mendekati Hyun Jung sudah disingkirkan oleh mereka. Hyun Jung tahu mereka melakukan itu karena mencintainya tapi tetap saja menyebalkan.
Semuanya tetap sama hingga akhirnya dia bertemu dengan Kyuhyun, pria berpenampilan nyentrik dan tak terduga dan ternyata sosok itu mampu membuat kedua pria paling dicintainya bungkam berkat kemampuan hebat di balik penampilannya yang berantakan. Cho Kyuhyun adalah dosen termuda di universitas tempatnya kuliah. Selain itu juga seorang CEO perusahaan game terbesar di Korea. Hyun Jung menemukan sosok baik hati dalam diri Kyuhyun. Itulah hal mendasar yang membuatnya jatuh cinta padanya.

“Kenapa tersenyum begitu?”
Lamunan Hyun Jung terpotong mendengar suara berat yang didengarnya dari arah kamar mandi. Ia bahkan tidak menyadari bahwa tadi ia sedang tersenyum. Ia hanya sadar bahwa senyum itu mulai terbit tatkala matanya menangkap sosok Kyuhyun yang baru saja selesai mandi.
“Hanya terkenang masa lalu,” ungkapnya sambil mengangkat bahu. Hyun Jung terdiam menatapi pria yang sudah resmi menjadi suaminya beberapa jam lalu seperti orang yang baru saja melihat roket secara langsung. Takjub.
“Kuharap bukan masa lalu tentangku, karena dulu aku memang sangat memalukan,”
Dahulu, tak ada seorang pun yang mau melirik Kyuhyun karena penampilannya yang serampangan. Namun semenjak Kyuhyun mengubah gaya penampilannya, sudah terhitung ratusan gadis yang menatapi bahkan menyatakan ketertarikannya secara terang-terangan. Hyu Jung terkadang geram akan hal itu tapi sekarang ia tak perlu cemas karena Kyuhyun hanya miliknya seorang.
“Bukan, Oppa tenang saja,” Hyun Jung terdiam lagi menatapi tubuh mengagumkan Kyuhyun.
Sejujurnya, Hyun Jung tidak terlalu aneh saat melihat pria yang tak berpakaian sehabis selesai mandi, ia sering melihat pemandangan itu di rumah. Namun malam ini Hyun Jung mendapati jantungnya membentur dadanya dengan kencang melihat Kyuhyun hanya memakai handuk yang menutup area pribadinya saja. Pipinya memerah dan tak perlu waktu lima detik untuk sadar bahwa Kyuhyun tidak memakai apa-apa lagi di balik handuk itu.
“Kau sudah mandi?” Kyuhyun bertanya lagi sambil mengambil beberapa helai pakaian dari lemari, lalu menoleh pada istrinya untuk memberikan senyuman. Hyun Jung harus menahan nafas saat melihatnya karena bagaimanapun, Kyuhyun yang dilihatnya sekarang jauh lebih mempesona daripada Kyuhyun sebelumnya. “Sudah,” ucapnya terbata lalu menundukkan kepala untuk menyembunyikan wajah malunya.
Hyun Jung merasakan kasur bergoyang dan ia menyadari Kyuhyun sudah duduk di sampingnya dengan pakaian lengkap. Kepalanya sudah tertoleh ketika ia menyadari Kyuhyun sedang mendekatkan wajah padanya.
“Kau wangi sekali,” desahnya sambil menghirup aroma tubuh Hyun Jung sedekat mungkin. Kyuhyun tidak bercanda soal wangi tubuh Hyun Jung. Baru kali ini ia menghirup bau tubuh wanita dan sangat menyukainya.Hyun Jung merasakan tubuhnya menjadi kaku karena Kyuhyun kini sedang mengecupi lehernya. Ia berdebar-debar. Apa malam ini mereka akan ‘menghabiskan malam’ bersama di atas ranjang pengantin mereka?
“Te-tentu saja, Oppa. Aku sudah mandi,” gurau Hyun Jung. Tangannya yang semula terkulai di sisi tubuhnya mulai naik berpegangan erat pada pundak Kyuhyun agar tidak terdesak jatuh dengan mudah karena ulahnya.
Tadi saat Kyuhyun sedang mandi Hyun Jung memang sengaja melakukan persiapan jikalau Kyuhyun ingin menyentuhnya malam ini. Wajar saja mengingat sekarang malam pertama mereka.
Kyuhyun berhenti lalu menjauhkan wajahnya, menatap Hyun Jung dengan ekspresi jenakanya. “Kau mempersiapkan semua ini untuk menyambutku? Manis sekali,” Kyuhyun mencubit pipi Hyun Jung gemas. Hyun Jung menoleh, menatap wajah Kyuhyun yang hanya tersenyum penuh arti menatapnya.
“Kenapa menatapku begitu?”
“Aku hanya tidak menyangka akhirnya kita menikah,” Kyuhyun menarik tangan Hyun Jung lalu mengaitkan jari-jari mereka, berusaha memberikan kesan seintim mungkin.
“Siapapun tidak akan menyangkanya,” Hyun Jung mengusap pipi Kyuhyun dengan tangan satunya yang bebas lalu terkekeh merasakan kelembutan kulit Kyuhyun di tangannya.
“Wae?”
“Aku sungguh tak habis pikir Oppa, kau hebat sekali bisa menyembunyikan wajah setampan ini selama beberapa tahun dari dunia,”

Kyuhyun ikut terkekeh mendengarnya. Hyun Jung terkesiap kaget ketika Kyuhyun mendorongnya hingga jatuh terlentang di tengah ranjang. “Karena aku ingin wajah tampanku hanya dimiliki oleh istriku,” bisiknya, ikut berbaring di samping Hyun Jung. “Lagipula mana ada anak keluarga Cho yang jelek. Mereka semua dilahirkan untuk dikagumi semua orang,” tambahnya sambil menarik pinggang istrinya mendekat. Kyuhyun sudah lama menginginkan ini, tidur sambil menyandarkan kepalanya di pundak istrinya.
“Itu artinya, selama kau ke kantor atau kemanapun nanti kau harus memakai penyamaran untuk menyembunyikannya,” ucap Hyun Jung bercanda sambil mengusap kepala Kyuhyun lembut dan sesekali menghirup rambutnya yang segar beraroma mint.
“Tidak ada gunanya, karena dunia sudah terlanjur tahu siapa aku sebenarnya. Hanya saja sayang, aku sudah menjadi milikmu saat itu.”

Kyuhyun tersenyum mengingat betapa histerisnya karyawati yang bekerja di kantornya terutama Sunny, sekretarisnya yang bahkan sampai seminggu ke kemudian masih menganga takjub setiap kali melihatnya. Sementara karyawan laki-laki hanya menatapnya iri. Kyuhyun tidak mengerti, bagaimana mungkin pengaruh perubahannya begitu besar? Apa dulu—sebelum bertemu dengan Hyun Jung—penampilannya tak lebih dari manusia paling kumal di dunia? Oke, dia harus berterima kasih pada istrinya ini karena mampu membuat benaknya berpikir untuk mengubah diri.
Hyun Jung gadis yang rendah hati dan sederhana. Segala tindakannya mampu membuat Kyuhyun selalu berhati-hati agar tidak melakukan hal yang membuatnya sakit hati. Kyuhyun sangat mencintainya, lebih dari apapun. Sekarang perhatiannya teralih pada Hyun Jung yang memejamkan mata, turun ke bibirnya yang merah muda, lalu ke dadanya yang terbalut lingerie tipis berwarna jingga dan bra warna hitam berenda. Payudara sedang Hyun Jung menyembul malu-malu membuat Kyuhyun terangsang. Sesuatu berdesir hebat dalam dirinya. Sepertinya ini yang disebut ‘gejolak ingin bercinta’ seperti yang pernah dikatakan Eunhyuk temannya.

Tanpa diperintahkan, tangannya sudah terulur menyentuh bagian atas dadanya yang terlihat menggoda, mengusapnya perlahan. Lembut, kulit Hyun Jung yang lembut dan mulus membuatnya semakin tertarik untuk mengeksplorasi bagian tubuh Hyun Jung yang lain. Bukankah Hyun Jung sudah menjadi istrinya?
Hyun Jung terkesiap lalu membuka matanya merasakan tangan Kyuhyun menyusup masuk ke dalam branya.
“Ahhh..” tubuhnya seperti tersengat listrik ketika dirasakannya tangan Kyuhyun menyentuh puncak dadanya, membuatnya menegang. Hyun Jung menggeliat geli karena tangan lihai Kyuhyun kini mengelus, meremas, dan menekan-nekan dadanya. Kepalanya mendadak kosong dan perutnya limbung. Ia menoleh pada Kyuhyun yang tampak menikmati hal itu.

Kyuhyun mengulum senyum mendapati Hyun Jung menatapnya dengan wajah menahan gairah. Sepertinya dia sudah terangsang. Kyuhyun menarik tangannya dari dada Hyun Jung.
“Sekarang malam pertama kita. Izinkan aku menyentuhmu,” Kyuhyun sedikit mengangkat tubuhnya untuk menggapai bibir merah Hyun Jung yang bergetar hendak mengatakan sesuatu.
Semua kalimat yang ingin dikatakan Hyun Jung tertelan kembali oleh ciuman Kyuhyun. Ciuman yang begitu menggebu dan penuh kasih sayang. Pelan namun Hyun Jung merasakan gairah yang meluap-luap dari cara Kyuhyun melumat bibirnya dan mengajak lidahnya berperang.
“Oh, sial!” umpat Kyuhyun mendengar Hyun Jung mendesah ketika ia mengecapi kulit leher Hyun Jung perlahan-lahan. Kyuhyun tak ingin melewatkan sesenti pun tubuh Hyun Jung. Istrinya menggeliat dan bibirnya terus mendesah-desah frustasi. Kyuhyun diam sejenak ketika penjelajahannya tiba di dada Hyun Jung. Membiarkan Hyun Jung sekedar menarik nafas setelah terengah-engah menikmati cumbuannya.
“Kenapa berhenti?” tanya Hyun Jung heran karena kini Kyuhyun menyandarkan kepalanya pada dadanya.
“Aku ingin mendengar detak jantungmu,” bisiknya. “Senang mengetahui jantungmu berdebar cepat seperti milikku,”
Hyun Jung tersenyum. “Kau lucu sekali. Tentu saja karena aku mencintaimu,”
“I know,” Kyuhyun bangkit lalu kembali mencium Hyun Jung dengan membabi buta. Kini ia tidak akan selembut tadi.

Kyuhyun membuat Hyun Jung kewalahan mengimbangi cara bercumbunya. Kyuhyun baru tersadar ketika Hyun Jung mencengkram bajunya meminta berhenti. Ia melepaskan Hyun Jung dengan berat hati, membiarkannya menarik nafas.
“Kau-hhhh..terlalu—hh bersemangathh” desah Hyun Jung sambil mendudukkan dirinya di atas ranjang. Kyuhyun tertawa.
“Maaf, aku terlalu bersemangat,” dia mendekati Hyun Jung, mengulurkan tangannya menyentuh lingerie tipis yang dikenakannya.
“Kuturunkan?” tanya Kyuhyun meminta izin. Hyun Jung mengangguk sambil tersenyum simpul.
Kyuhyun menarik kain tipis itu lalu meloloskannya dari tubuh Hyun Jung. Kini, ia harus menelan ludahnya susah payah melihat tubuh mulus terawat Hyun Jung yang hanya tertutup bra hitam berenda dan underwear senada saja. Suasana kamar yang hanya di terangi oleh sinar bulan dari jendela yang tak tertutup gordin membuat kulit putih Hyun Jung tampak seperti porselen. Mulus seperti menggoda Kyuhyun untuk mengusapnya. Ditambah senyum manis menggoda di wajahnya. Kyuhyun harus menahan diri agar tidak langsung meniduri Hyun Jung detik itu juga. sekarang Kyuhyun mencoba membuka underwear Hyun Jung berikut bra yang melapisi dadanya. Detik berikutnya terpampanglah tubuh naked Hyun Jung di depannya.

Hyun Jung malu untuk kali pertamanya ia tampil di depan pria dalam kondisi tanpa busana. Tapi ini Kyuhyun, suaminya. Tentu saja ia tidak boleh malu. Tapi tetap saja Hyun Jung duduk melipat kakinya untuk menyembunyikan daerah kemaluannya.
“Oppa, kau harus buka bajumu juga,” ucap Hyun Jung dengan pipi merona. Kyuhyun baru sadar kalau dirinya masih mengenakan pakaian lengkap. Ia lalu mengangkat kausnya dibantu Hyun Jung lalu melemparkan baju itu begitu terlepas. Celananya pun kini sudah tertanggal. Mereka sama-sama naked sekarang. Kyuhyun menyadari Hyun Jung memerah malu ketika melihat ke arah selangkangannya.
“Oh maaf. Sepertinya adikku sudah tidak sabar,” canda Kyuhyun menyadari batang tubuhnya sudah mengeras siap bertanding malam ini.

Hyun Jung tersadar detik berikutnya ia sudah terbaring di atas ranjang dengan Kyuhyun menindih tubuhnya. Kulit mereka saling bergesekan. Sensasi yang ditimbulkannya mampu membuat seluruh syaraf di tubuhnya meremang. Hyun Jung mendesis halus merasakan bagian bawah tubuhnya bergejolak.
“Ouuhhh..” Hyun Jung menjambak rambut Kyuhyun karena merasakan sengatan nikmat yang luar biasa ketika mulut Kyuhyun mengulum puncak dadanya penuh semangat. Tangannya yang lain meremas bagian satunya, memperlakukannya sama rata.
“Ahh..Oppa,” Hyun Jung melengkungkan punggungnya saat Kyuhyun menghisap kuat payudaranya. Kyuhyun puas sekali melihat Hyun Jung tak berdaya seperti ini. Bulir-bulir keringat sudah mengaliri pelipisnya. Kyuhyun pun merasa kulitnya sudah lembab.
“Hyun Jung,” panggil Kyuhyun seraya melebarkan pahanya. Hyun Jung mengerjapkan matanya berkali-kali lalu menatap Kyuhyun.
“Beberapa bulan kemudian, mungkin aku akan sibuk dengan pekerjaanku,” Kyuhyun menjelaskannya perlahan-lahan dengan tangan yang bergerak mengusap perut rata Hyun Jung. Gadis itu menggeliat dan desahannya terdengar lagi.
“Oh yaahhh,” Hyun Jung merasa tersiksa sekali karena harus berpikir saat tubuhnya dirangsang oleh Kyuhyun.
“Kau tak apa-apa jika sering kutinggalkan sendiri?” Kyuhyun perlahan menyusuri bagian yang mampu membuat jantungnya berhenti berdetak. Adrenalinnya terpacu melihat bagian intim Hyun Jung yang ditutupi bulu-bulu halus. Daerah itu sudah basah, memanggil-manggil Kyuhyun untuk memasukinya.
“Memang kau akan kemana—aaoouuhhh..” Hyun Jung mendongkakkan kepalanya karena Kyuhyun tiba-tiba saja memasukkan satu jari ke dalam lubangnya.
“Aku harus melakukan persiapan peluncuran game terbaruku di Jepang,” Kyuhyun tidak memasukkan jarinya terlalu dalam, hanya sedikit saja untuk menggoda cairan Hyun Jung agar keluar. Demi memudahkan jalannya. Nyatanya tindakan usilnya itu justru membuat Hyun Jung mendesah tak terkendali, sesekali menjerit nikmat.
“Aasshhhhh…Enngghhh..”
“Desahanmu, aku sangt menyukainya,” Kyuhyun tersenyum puas sambil menahan paha Hyun Jung yang refleks merapat.
“Kau jahat, aaahhh..” kepala Hyun Jung terangkat, lalu terhempas kembali ke bantal. Ia terengah setelah cairannya keluar. Rasanya lega.

Kyuhyun terkesan atas apa yang berhasil dicapainya. Ia berhasil membuat Hyun Jung orgasme? Kyuhyun langsung membungkukkan tubuhnya untuk mencium area itu. Hyun Jung baru saja lega setelah pencapaiannya harus kembali mendesah-desah. Demi apapun, rasanya nikmat sekali. Ia seperti melayang ke angkasa ketika Kyuhyun menggunakan mulut dan lidahnya untuk mengecapi dan menghisap bagian tersensitifnya.

Hyun Jung menundukkan kepalanya melihat kepala Kyuhyun bergerak begitu semangat bermain dibawahnya. Ia memegang kepala Kyuhyun, menahannya agar tidak berhenti. Tubuhnya bergetar dan rasanya tenaganya terkuras habis padahal permainan baru seperempatnya. Hyun Jung terhempas kembali ke bumi saat merasakan bibir Kyuhyun di bibirnya.
“Ahhhh!!!!” tangan Hyun Jung langsung memeluk punggung basah Kyuhyun meraskan sakit menjalari bagian kemaluannya. Apa itu? ada sesuatu yang memaksa masuk ke dalam tubuhnya. Ia menggigit bibirnya kuat merasakan perihnya saat benda keras itu memaksa melesak ke semakin dalam lalu ditarik keluar kembali.
“Hyun Jung, kau mau menahannya sebentar?” Tanya Kyuhyun lembut. Sejujurnya ia tidak tega melihat wajah menahan sakit istrinya. Hyun Jung melirik ke bawah sejenak dan baru sadar bahwa yang menerobos barusan adalah kejantanan Kyuhyun. Ia menatap suaminya kembali.
“Aku milikmu, malam ini dan selamanya,” Hyun Jung tersenyum sambil membelai kening Kyuhyun untuk meyakinkannya. Kyuhyun mengecup keningnya lembut. Setelah Hyun Jung mulai tenang, Kyuhyun mulai mengangkat pinggulnya lalu mendesak masuk kembali dalam satu hentakkan.
“Aahhhhh!!”
Kyuhyun merasakan kuku Hyun Jung mencakar punggungnya. Sedikit perih namun ia yakin tidak sesakit yang dirasakan Hyun Jung.
Hyun Jung ingin menangis rasanya. Sesuatu telah merobek selaput daranya di dalam sana. Kini, dirinya tidak lagi menyandang status perawan. Ia terengah setelah menjerit kesakitan. Kyuhyun sengaja tak bergerak untuk memberikan Hyun Jung kesempatan menyesuaikan diri.
“Gwaenchana?” tanya Kyuhyun cemas. Hyun Jung mengangguk.
“Mulai bergerak saja, Oppa.”
“Kau yakin?”
“Em, aku menantikannya,”
Kyuhyun tidak tahu harus bagaimana lagi memperlakukan Hyun Jung karena istrinya ini selalu berhasil membuat cintanya bertambah besar. Kyuhyun memeluk tubuh ramping Hyun Jung, menautkan bibir mereka kembali sementara pinggulnya perlahan bergerak.

Detik berikutnya, Hyun Jung seperti terseret ombak yang menjatuhkannya ke dasar laut yang indah. Membuatnya sulit bernafas, namun gelombang nikmat yang ditimbulkannya mampu memudarkan memori-memori dalam otaknya. Ternyata begini rasanya. Ia memang selalu mendengar cerita tentang sensasi saat dua organ intim saling bergesekan dari teman-temannya yang pernah mengalaminya. Mereka mengatakan kau akan lupa sesaat ketika proses itu berlangsung dan benar. Hyun jung tidak sanggup memikirkan apapun selain mendesah dan memejamkan mata kuat-kuat. Tangannya mencengkeram lengan suaminya dengan kencang.

Kyuhyun mengecup Hyun Jung berkali-kali setelah itu beralih mempermainkan payudarannya yang berguncang seiring hentakkannya. Hyun jung menarik tengkuk Kyuhyun lalu menghisap lehernya seperti vampir. Kyuhyun melenguh atas perlakuan Hyun Jung. Balasannya adalah tempo gerakannya yang semakin cepat.
“Ahhh..ahhh..lebih cepat…” racau Hyun Jung sambil menciumi pipi Kyuhyun.
Kyuhyun mengabulkannya. Jeritan-jeritan Hyun Jung terdengar lebih kencang dan Kyuhyun yakin ia sudah menyentuh titik rangsangnya di dalam sana. Maka dari itu Kyuhyun lebih sering menghentak titik itu, ia senang mendengar Hyun Jung menjerit frustasi dan menciumnya dengan ganas sebagai pelampiasan.
“Enghhh..” Kyuhyun menggeram merasakan kedutan dinding kewanitaan Hyun Jung memijat kuat tubuhnya. Detik berikutnya Kyuhyun merasakan daerah itu menghangat lalu basah oleh cairan kewanitaan istrinya. Miliknya pun berkedut dan gerakannya justru semakin mudah. Dihujamkan olehnya dalam-dalam ketika dirinya mulai bisa mencapai puncak itu.
“Ooohhhhh..” Kyuhyun memeluk Hyun Jung erat dan membuat tubuh mereka benar-benar menempel satu sama lain ketika cairannya tumpah di dalam sana. Hyun Jung melenguh merasakan lelehan hangat menyatu ke rahimnya. Semuanya kabur, Hyun Jung merasa tubuhnya melayang.
Senyum di wajah Kyuhyun terbit. Dia mengusap peluh yang berjatuhan di wajah Hyun Jung lalu menciumi seluruh wajahnya.
“Tonight is the great night in mylifetime, gomawo.” bisik Kyuhyun lalu mengistirahatkan kepalanya di bahu Hyun Jung. Mereka terengah dan saling meraup udara sebanyak-banyaknya.
“Cheonmayo,” Hyun Jung menoleh, lalu mereka berciuman sebagai penutup pergulatan panjang malam itu.

—o0o—

Saat bangun keesokan harinya, Hyun Jung mendapati tubuhnya pegal-pegal dan ranjang tempat peraduan mereka sudah tak berbentuk lagi. Ya ampun, apa semalam mereka bermain begitu brutal? Kyuhyun sudah tidak ada di ruangan itu dan Hyun Jung harus bangun meskipun rasanya masih lelah. Ia menarik lingerie yang ditemukannya lalu memakainya.
Hyun Jung membuka jendela, membiarkan udara pagi membelai kulitnya.
“Hari pertama sebagai Nyonya Cho,” lirihnya dengan senyum mengembang. Hyun Jung bergegas membereskan tempat tidur, mengganti sepreinya—sudah sedikit kotor oleh keringat dan cairan-cairan percintaan mereka. Melihat noda darah di seprei ia tersenyum kembali. Oh my, detik ini dia bukan lagi gadis perawan. Pria itu sudah merenggutnya semalam. Hyun Jung menepis pikiran melanturnya dan membereskan pakaian yang berserakan di sekitar ranjang.
“Ho, rajin sekali,”
Hyun Jung menoleh dan tersenyum pada Kyuhyun yang masuk ke kamar setelah membersihkan diri. Pemandangan yang sama seperti yang ia lihat semalam sebelum semua hal indah itu terjadi.
“Pagi,” Hyun Jung menghampiri Kyuhyun, melingkarkan tangannya di leher pria itu lalu mencium bibirnya yang segar dan basah. Kyuhyun menikmati morning service istrinya dengan senang hati. Tangannya langsung menarik pinggang Hyun Jung, mengusapi daerah yang bisa dijangkaunya dengan penuh gairah.
“Do you want morning sex, honey?” tanya Kyuhyun sambil mengerlingkan mata.
“If you want it,” Hyun Jung mengendikkan bahunya. Tergantung jika Kyuhyun masih mau dia tidak bisa menolaknya.
Kyuhyun menyeringai, “It’s my pleasure,”
Hyun jung terkejut ketika Kyuhyun mengangkat tubuhnya dengan mudah, lalu membawanya ke arah ranjang mereka. “Omo, chakkanman!! Aku belum mandi Tuan Cho!!” serunya panik saat menyadarinya.
“Tak apa,” Kyuhyun menidurkan Hyun Jung lagi di tengah ranjang dan bersiap menelanjangi tubuh Hyun Jung dengan tatapannya. Ia benar-benar tidak bisa menahan hasratnya lagi melihat Hyun Jung hanya terbalut kain tipis tanpa bra dan celana dalam. “Kau selalu tampak cantik di mataku,” gombalnya membuat Hyun Jung tertawa geli.
“Kau sudah pintar merayu,”
“Tidak apa-apa. Aku mempelajarinya untukmu,” Kyuhyun menyentuh ujung kain tipis dan bersiap melepaskannya dari tubuh Hyun Jung ketika terdengar suara pekikan tertahan dari arah pintu masuk. Keduanya refleks menoleh ke arah pintu.
“Jarin!!” seru Kyuhyun kaget melihat adiknya berdiri kaku di ambang pintu. Dia tampak salah tingkah. Hyun Jung segera mendorong Kyuhyun lalu merapikan mengambil pakaian yang lebih layak untuk dikenakannya.
“Mianhae, aku tidak bermaksud mengganggu. Aku hanya ingin berpamitan dengan kalian tapi tak apa. Aku akan menunggu sampai kegiatan kalian selesai,”
Kyuhyun turun dari ranjang dengan kening berkerut, “Memang kau mau kemana?”
“Kau sudah menikah, chokobi. Mana mungkin aku terus tinggal bersamamu di sini. Aku akan pindah.”
“Kenapa? kami tidak keberatan kau tinggal di sini,” ucap Hyun Jung.
“Ya, kau memang. Tapi aku yakin kakakku tidak,” balasnya sambil melirik Kyuhyun yang menggaruk kepalanya.
“Kau akan pulang ke rumah?” tanya Kyuhyun. Dia memakai bajunya lalu mengikuti Jarin keluar kamar.
“Tidak, aku akan pindah ke rumah dokter Kim,”
“MWOOOOOOOOO!!!!”
Jarin spontan menutup telinganya saat teriakan histeris Kyuhyun terdengar. Dia memutar bola mata melihat Kyuhyun menatapnya seperti dia baru mengatakan bahwa dunia akan kiamat besok.
“Kau, bagaimana bisa memutuskan hal tak bertanggung jawab begitu!!” teriak Kyuhyun. Hyun Jung mengulum senyum. Sikap Kyuhyun mulai mengingatkannya pada kakak laki-lakinya—Yesung.
Jarin mengibaskan tangan tak peduli, “Kau tenang saja. Aku bisa menjaga diri. Lagipula kekasihku itu tidak mungkin tidak mungkin menyentuhku sembarangan,”
Kyuhyun meremas rambutnya frustasi, “Bukan itu maksudku, bodoh! Aku justru mencemaskan Kibum! Dia pria polos dan kau gadis yang lebih ganas dari singa. Bagaimana jika sahabatku yang tak peka akan cinta itu kau rayu lalu kalian..ah tidak tidak, kau tidak boleh pindah ke rumahnya!”
“Paboo!!” Hyun Jung memukul kepala kakaknya dengan koran yang dipegangnya.
“Auch..” Kyuhyun meringis “Yeobo,” keluhnya pada Hyun Jung yang segera mengusapnya.
“Kau seharusnya mencemaskanku bukan sahabatmu! Dasar kakak tak berperasaan! Baik, aku akan benar-benar pergi dari rumah ini!” Jarin tersinggung karena Kyuhyun selalu berlaku seperti ini. Ia menarik koper besarnya ke arah pintu sambil menghentak-hentakkan kaki. Masanya tinggal di rumah ini sudah habis. Kyuhyun sudah membawa istrinya ke rumah karena itu ia harus menyingkir dan rumah Kibum adalah pilihan pertamanya.
“Bye Chocobi, Hyun Jung-ah..” Jarin melambaikan tangannya sebelum keluar lalu menutup pintu.
“Dia pergi. Akhirnya dia pergi!!!” Kyuhyun berteriak histeris lalu memeluk Hyun Jung melampiaskan kesenangannya. Hyun Jung sampai memekik kaget karena ulahnya. Ia tertawa geli karena Kyuhyun menciumi seluruh wajahnya dengan lembut.
“Ya! Aku belum benar-benar pergi!!” Jarin berteriak kaget saat kembali masuk ke rumah mendapatkan pemandangan yang membuatnya terbelalak.
Hyun Jung yang terkejut lantas mendorong Kyuhyun agar berhenti menciumnya. “Jarin, kau belum pergi?” herannya bercampur panik.
“Ada yang ketinggalan,” Jarin melenggang pergi mengambil tas tangannya yang masih tergeletak di atas sofa ruang tamu. Ia menoleh kembali sebelum benar-benar menutup pintu.
“Sekarang, kalian boleh melakukan apapun sesuai keinginan kalian!”
Kyuhyun memastikan adiknya itu sudak masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan area rumahnya. Setelah mobil Jarin tidak tampak lagi, Kyuhyun menyunggingkan senyum lebar lalu mengunci pintu rumahnya. Dia menghampiri Hyun Jung yang menatapnya heran.
“Adikmu sudah pergi?”
“Em. Tidak ada lagi yang akan mengganggu kita,”
Hyun Jung mendelik bingung dan detik berikutnya ia terkesiap kaget karena Kyuhyun tiba-tiba mengangkat tubuhnya dari lantai.
“Oppa, apa yang kau lakukan?!” tegurnya tak mengerti.
“Kita lanjutkan yang tadi, kali ini tidak akan ada yang mengganggu,” Kyuhyun mengedipkan matanya.
“Mwo??” Hyun Jung mengerjapkan matanya berkali-kali namun tidak menolak sama sekali saat Kyuhyun membawanya ke kamar mereka.

—o0o—

Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang ketika Hyun Jung bangun dari tidurnya. Ia memaksakan dirinya bangun lalu sedikit meringis ketika merasakan pergerakan otot-otot di tubuhnya yang terasa kaku. Kepalanya cepat menoleh pada pria yang masih terlelap di sampingnya. Dia yang sudah berlaku semena-mena sampai membuatnya seperti biskuit yang diremukkan. Aish, jinjja. Siapa yang menyangka ia menikahi pria yang memiliki stamina seperti monster macam Cho Kyuhyun. Ketika memperhatikan kondisi kamar tempatnya berada pun Hyun Jung harus kembali mendesah. Ia bahkan baru mengganti seprei tadi pagi dan kamar ini baru dibereskan. Sepertinya ia harus mengulanginya sekali lagi.
“guk, guk,”
Hyun Jung berhenti menguap lalu menoleh pada seekor anjing Shin Tzu yang berlari menghampiri kasur tempatnya berada. Itu adalah Sherry, anjing Kyuhyun yang dicintai sama besarnya seperti Kyuhyun mencintai game. Anjing lucu dengan bulu lebat terawat itu duduk di samping ranjang, menatapnya dengan mata hitamnya.
“Aigoo, kau pasti lapar,” Hyun Jung menoleh pada Kyuhyun yang masih asyik berselancar di dunia mimpi. Sepertinya tugas ini harus ia lakukan sendiri.

Kyuhyun baru bangun sekitar setengah jam kemudian. Menemukan Hyun Jung tak ada di sampingnya, ia terkejut. Kyuhyun segera bangun dan mencari istrinya itu. Hatinya baru terasa lapang ketika menemukan Hyun Jung sedang duduk di teras belakang dekat kolam renang dengan Sherry di pangkuannya.
“Bulumu halus sekali, Kyuhyun Oppa pasti sering membawamu ke salon,” ucapnya senang. Hyun Jung menyisir bulu lebat Sherry dengan sisir khusus yang ditemukannya di dekat kotak makanan Sherry yang ada di lemari bawah tangga. Sepertinya Kyuhyun memang menyimpan semua alat perawatan anjing kesayangannya di sana. Sherry kelihatan nyaman berbaring di pangkuan Hyun Jung.
“Hyun Jung-ah, aku mencari-carimu ternyata kau ada di sini,” Kyuhyun berjalan cepat menghampiri istrinya, mengecup kening Hyun Jung sebelum duduk di kursi kosong yang ada di sebelahnya.
“Darimana Oppa mendapatkan Sherry?” Hyun Jung bertanya penasaran. Kyuhyun menengadahkan kepalanya mengenang sesuatu. Pertanyaan Hyun Jung membuat memorinya berputar kembali pada kejadian beberapa tahun lalu ketika neneknya meninggal dunia.
“Sherry kudapat sebagai hadiah dari mendiang nenekku. Beliau memberikanku anak anjing untuk menyemangatiku yang baru saja kembali dari Amerika,” kenangnya lirih. Hyun Jung terdiam menatapi wajah Kyuhyun seolah mengingat memori yang lebih berharga dari berlian. Melihatnya saja, membuat Hyun Jung paham bahwa Sherry lebih dari sekedar hewan peliharaan biasa.
Kyuhyun menoleh pada Hyun Jung, “Kau tahu bukan, aku membangun perusahaanku tanpa bantuan siapapun. Semua kumulai dari nol. Terkadang aku merasa sendiri. beruntung aku memiliki Sherry yang selalu menemaniku. Menjadi teman untukku. Teman yang setia,”
“Dengan kata lain, Sherry sudah menjadi bagian dari dirimu. Mengapa di namakan Sherry? Aku rasa itu salah satu jenis wine,” pikir Hyun Jung. Kyuhyun tertawa mendengar Hyun Jung bisa menebaknya dengan benar.
“Kau benar. Aku memberinama Sherry ketika sedang menikmati wine itu.”
Hyun Jung mendengus, “Dasar penggila wine,” ia menyadari Sherry bergerak dari pangkuannya lalu berpindah ke kaki Kyuhyun. “Anak baik, nanti aku akan membawamu ke salon untuk meni pedi seperti biasa,” gemas Kyuhyun sambil mengusap-usap kepalanya. Anjing lucu itu menggonggong senang seperti memahami apa yang dikatakan Kyuhyun. Sepertinya Sherry memang suka dimanjakan. Wajar saja, anjing betina.
“Ke salon? Berapa kali biasanya Oppa membawanya ke salon?” Hyun Jung takjub sekali dengan perlakuan Kyuhyun pada Sherry.
“Em, sekitar sebulan dua kali,” Pikir Kyuhyun mengira-ngira. “Jika aku ada waktu, mungkin sekitar tiga atau empat kali dalam satu bulan,” ujarnya yakin. Hyun Jung berseru takjub.
“whua, pasti banyak sekali biaya yang sudah kau keluarkan untuk Sherry,” ia tahu perawatan untuk hewan lebih mahal dibandingkan perawatan di salon kecantikan wanita. Suaminya benar-benar sesuatu. Sepertinya ia tahu, Kyuhyun jika sudah menyayangi sesuatu, akan memperlakukan apapun yang disayanginya dengan baik. Entah kenapa, melihat Kyuhyun begitu memanjakan Sherry, dirinya merasa cemburu.

Saat menoleh pada istrinya, Kyuhyun terhenyak mendapati wajah muram Hyun Jung. Ia berpindah duduk ke samping Hyun Jung, mengecup pipinya berharap bisa menghilangkan ekspresi itu. Hyun Jung menoleh sadar.
“Kau tidak perlu cemburu pada Sherry. Bagaimana pun kau yang terpenting dalam hidupku mulai sekarang.”
“Rasanya kekanakan jika aku cemburu pada hewan peliharaanmu,”
“Oh ya, lalu kenapa wajah yang kutemukan terlihat suram?” Kyuhyun menaikkan tangannya mengusap tengkuk Hyun Jung.
“Kau salah lihat,” Hyun Jung tersenyum tipis, “Oppa tidak pergi bekerja?” tanya Hyun Jung ketika Kyuhyun mendekatkan wajahnya untuk mencium bibirnya.
Kyuhyun berhenti, lalu menaikkan alisnya sebelah. “Mana ada pengantin baru yang langsung bekerja sehari setelah pernikahan. Perusahaanku tidak akan bangkrut meskipun aku tidak masuk selama sebulan,” setelah mengatakannya Kyuhyun benar-benar menempelkan bibir mereka. Bibir Hyun Jung adalah material termanis yang pernah ia rasakan di bibirnya. Kyuhyun memang tidak pernah mencium wanita sebelumnya. Namun ia tahu milik Hyun Jung lebih menggairahkan dari siapapun. Karena itu ia tidak pernah bosan menyapa bibir Hyun Jung. Kenyataan bahwa Hyun Jung sudah menjadi miliknya secara utuh, membuat Kyuhyun begitu bebas dan gembira karena bisa menyentuh Hyun Jung kapanpun dan dimanapun dia menginginkannya.

—o0o—

Hyun Jung menunggu di dekat taman sementara Kyuhyun pergi mencari minuman untuk mereka. Sore itu Hyun Jung mengajak Kyuhyun jalan-jalan dengan Sherry sebagai pelengkap mereka. Hyun Jung asyik membaca buku tentang cara-cara membuat kue ketika suara Kyuhyun memanggilnya.
“Ini ice cream kesukaanmu,” Kyuhyun menyerahkan satu cone es krim rasa melon pada Hyun Jung. Ia duduk di samping istrinya itu lalu menyandarkan kepalanya pada pundak Hyun Jung.
“Seharusnya kita lebih sering bersantai seperti ini,” gumam Kyuhyun sambil menatap langit sore yang sudah mulai menjingga. Kyuhyun memeluk pinggang Hyun Jung meresapi kehangatan tubuhnya dan sesekali menghirup feromon Hyun Jung yang dominan beraroma jasmine. Hyun Jung hanya tersenyum karena ia terlalu serius melihat-lihat berbagai macam jenis kue yang ingin sekali ia praktekan di rumah nanti. Oh ya, ada satu hal yang ingin sekali ia katakan pada Kyuhyun. Selagi ada waktu sebaiknya ia katakan saja.
“Oppa, aku ingin sekali—“
“Sherry mana?” ucapan Hyun Jung terpotong karena Kyuhyun tiba-tiba saja terperanjat bangun menyadari anjing kesayangannya itu menghilang dari peredarannya. Hyun Jung ikut tersadar bahwa Sherry memang tidak ada di manapun di sekitar mereka.
“Sherry!!” serunya ikut bangkit. Tanpa aba-aba mereka berdua berlarian mencari Sherry. Tak sulit sebenarnya menemukan Sherry. Anjing itu adalah anjing Shih Tzu dan Kyuhyun yakin sekali jarang ada orang yang memilikinya dikarenakan harganya yang di atas rata-rata anjing biasa. Bulu-bulunya yang lebat menjuntai hingga kaki membuat Sherry terlihat seperti seekor singa kecil yang memakai gaun bulu.

Hyun Jung panik ketika dirinya tak menemukan Sherry di manapun. Bagaimana ini? Anjing yang begitu berharga bagi suaminya hilang. Dan itu karena kelalaiannya.
“Bagaimana Hyun Jung? Kau menemukannya?” tanya Kyuhyun panik ketika mereka bertemu kembali. Hyun Jung menggeleng lemah.
“Shit!!” Kyuhyun mengumpat tanpa sadar. Hal itu membuat Hyun Jung seperti tersudut dan telah menjadi seorang penjahat. Ia tak pernah melihat Kyuhyun semarah dan sepanik ini. Hatinya mencelos jatuh dan pandangan matanya mengabur.
“Mianhae Oppa, ini salahku.”
“Bukan salahmu Hyun Jung. Kita bisa mencarinya lagi, kajja!!” Kyuhyun memeluknya sekilas lalu kembali pergi mencari anjingnya yang pergi entah kemana itu. Hyun Jung menatap nanar punggung Kyuhyun yang pergi jauh meninggalkannya. Kyuhyun, meninggalkannya.

—o0o—

Sherry tak ditemukan ketika Kyuhyun pulang ke rumah pada jam sembilan malam. Hyun Jung menantinya dengan cemas di rumah. Kyuhyun berjalan gontai dan Hyun Jung segera menghampirinya.
“Bagaimana Oppa?” Cemas Hyun Jung. Kyuhyun mengusap kepalanya dengan senyum tipis di bibir. Itu jelas senyum putus asa. Pikir Hyun Jung.
“Gwaenchana. Sherry pasti bisa ditemukan,” Kyuhyun melepaskan jaketnya lalu melangkah ke ruang makan untuk mengambil air. Ia meneguknya dengan pikiran kosong. Sherry-nya hilang. Anjing yang sudah menjadi temannya selama beberapa tahun hilang. Kyuhyun bahkan tidak bisa berpikir jernih lagi.
“Sherry,” Kyuhyun menggumam tanpa sadar tangannya menggenggam erat gelas di genggaman. Hyun Jung meringis iba melihatnya. Ia merasa sangat bersalah dan bertanggung jawab atas hilangnya Sherry.
“Oppa, kau harus makan terlebih dulu. Aku sudah memasak makan malam untukmu,” Hyun Jung membimbingnya agar duduk di meja makan. Memang benar Kyuhyun memakan masakannya. Tapi ekspresinya tidak menunjukkan bahwa ia menikmatinya. Kyuhyun masih memikirkan Sherry.
“Bagaimana kalau Sherry ternyata tertabrak mobil di suatu tempat? Atau tersesat lalu diterkam anjing liar lain?” gumam Kyuhyun pada diri sendiri. Hyun Jung tidak tega melihat suaminya begitu putus asa seperti sekarang.
“Kita pasti bisa menemukannya.”
“Aku tidak pernah menyangka Sherry akan hilang. Teman yang selalu ada sejak lima tahun yang lalu sekarang menghilang,” Kyuhyun seperti orang kehilangan arah. Hyun Jung bisa merasakan sakit itu. tanpa disadari airmatanya merebak. Bagaimanapun dia yang menyebabkan semua ini.
“Mianhae Oppa,” isak Hyun Jung. “Andai sore tadi aku memperhatikan Sherry, mungkin dia tidak akan menghilang. Maafkan aku. Aku bersalah,” akhirnya tangis Hyun Jung meledak, tak bisa dibendung lagi. Hyun Jung merasa amat bersalah atas kejadian ini. Dia yang membuat mendung di wajah suaminya. Seharusnya ia tidak bertindak ceroboh.

Kyuhyun tercengang menyadari Hyun Jung menangis. Ia kalang kabut bangkit dari tempat duduknya, lalu memeluk Hyun Jung berharap tangisannya mereda.
“Gwaencana. Kita bisa menemukannya pasti. Kau tidak perlu menangis, Hyun Jung sayang, aku tidak menyalahkanmu. Sungguh,” Kyuhyun mengusap punggungnya. Kepanikan menggelayuti sekujur tubuh Kyuhyun. Ia tak bermaksud sama sekali menyalahkan Hyun Jung ataupun membuat istrinya ini menangis.
“Tapi melihat wajahmu aku tahu kau sangat menyalahkanku,” Hyun Jung mencengkeram erat pundak Kyuhyun sebagai tumpuannya.
“Aigoo, kau salah paham. Aku justru menyalahkan diriku sendiri, bukan dirimu,” Kyuhyun mengangkat kepala Hyun Jung lalu menciumi wajah Hyun Jung setidaknya airmata itu bisa berhenti mengalir. Sungguh, Kyuhyun tidak bermaksud menyalahkan Hyun Jung. Tidak ada pikiran sama sekali bahwa Hyun Jung adalah penjahat yang sudah membuat Sherry menghilang.
“Sekarang berhenti menangis, kumohon. Aku tidak tahu harus melakukan apa untuk menghentikannya,” Kyuhyun memohon pada Hyun Jung. Tatapannya memelas. Ia benar-benar merasa bersalah sudah membuat Hyun Jung sedih.

Hyun Jung berhenti menangis. Hanya isakan kecil yang masih tersisa. Kyuhyun mendesah selega-leganya. Ia menundukkan kepalanya sambil memegang pundak Hyun Jung dengan erat.
“Aku berjanji pada Ayahmu tidak akan membuatmu menangis tapi di hari pertama setelah pernikahan kita aku sudah melanggar janjiku. Aku tidak sanggup menatap wajahmu tanpa rasa bersalah pada ayahmu, Hyun Jung-ah.”
Hyun Jung mengerjap mendengarnya. Ia tidak tahu bahwa Kyuhyun membuat janji aneh-aneh dengan ayahnya. Tentu saja Hyun Jung tahu konsekuensi apa yang harus diterima Kyuhyun jika sampai melanggarnya.
“Aku tidak menangis lagi Oppa, lihat,” Hyun Jung menghapus airmatanya cepat. “Aku hanya merasa menyesal sudah menghilangkan Sherry,”
“Sherry tidak perlu kau cemaskan. Kita masih bisa mencarinya besok.”
“Kalau begitu angkat kepalamu Oppa,”
Kyuhyun menggeleng.
“Oppa, jangan seperti anak kecil,” Hyun Jung mencoba mengangkat kepala Kyuhyun. Ia menghembuskan nafas berat melihat Kyuhyun begitu sedih dan menyesal.
“Maaf karena kau sudah menikahi pria kekanakan sepertiku,” lirihnya. Hyun Jung menggeleng cepat lalu memeluk Kyuhyun.
“Sudahlah,” kali ini gantian Hyun Jung yang harus menenangkan Kyuhyun. Malam itu, mereka habiskan bersama dalam ketenangan dan saling memahami satu sama lain meskipun masalah hilangnya Sherry tetap menjadi permasalahan utama.

—o0o—

“Cho Jarin!!!!”

Beberapa hari setelahnya, Kyuhyun membentak adik perempuan satu-satunya itu dengan kejengkelan yang tak terelakkan lagi. Siapa yang menyangka, ternyata berhari-hari Kyuhyun panik mencari anjingnya, Jarin-lah pelaku yang harus disalahkan karena Sherry berada bersama Jarin di rumah kekasihnya, Kibum.
Jarin yang merasa tak bersalah hanya mengendikkan bahu tak peduli, “Dia rindu padaku, Chocobi. Aku juga bingung karena tiba-tiba dia sudah duduk di dekat mobilku saat aku akan mencuci mobil dua hari lalu.”
“Lalu kenapa kau tidak menghubungiku!!!” Kyuhyun menunjuk-nunjukknya kesal. Ia menghentakkan kaki menghampiri Jarin lalu mengambil Sherry yang sejak tadi nyaman di pangkuannya. Hyun Jung menundukkan kepala pada Kibum yang menonton adegan itu dengan santai.
“Maaf sudah membuat keributan pagi-pagi begini,” ujarnya. Kibum mengibaskan tangan.
“Jangan sungkan. Lagipula sudah terbiasa kakak beradik itu saling mendebat satu sama lain,”
“Aku tidak ingin mengganggumu dan istrimu, Chocobi!” debat Jarin jengkel. “Jika kau bulan madu nanti jangan pernah memintaku untuk menjaga Sherry!!”
Kyuhyun mengatupkan bibirnya rapat-rapat merasa kalah debat melawan Jarin. Memang benar, jika dia berbulan madu dengan Hyun Jung nanti tidak mungkin dirinya meninggalkan Sherry di rumah sendirian. Harus ada yang menjaganya dan Jarin lah yang ada di posisi pertama sebagai tempat penitipan. Kyuhyun menyipitkan matanya lalu mendesis kesal, “Rotten girl,”
“Siapa peduli,” Jarin meleletkan lidahnya.
“Gara-gara ulahmu Hyun Jung-ku menangis tempo hari,” Kyuhyun mendengus lalu menghampiri Hyun Jung yang duduk tenang di ruang tamu rumah Kibum.
“Syukurlah Sherry sudah ditemukan. Aku lega sekali.” ujar Hyun Jung dengan senyum mengembang. Kyuhyun tertegun melihat senyum Hyun Jung. Seperti mengingatkannya pada tangisan Hyun Jung malam itu. lagi-lagi rasa bersalah itu menghinggapinya.
“Maaf sudah membuatmu menangis tempo hari,” ujarnya tulus. Hyun Jung mengangguk.
“Gwaenchana. Sudah, jangan bahas itu lagi,” Kyuhyun mengecup kening Hyun Jung lembut, menimbulkan rasa iri pada dua pasang mata yang memperhatikan tindakannya dari seberang ruangan.

“Ya, Cho Kyuhyun. Jika ingin bermesraan lakukan di rumahmu!!” bentak Jarin kesal. Kyuhyun menoleh, balas meleletkan lidah pada adiknya itu.
“Kau iri hati karena tidak bisa mendapatkannya dari Kibum, bukan?”
Jarin tersulut emosi mendengarnya, “Chocobi kau!! Chagi, katakan padanya kalau kau sering menciumku!!” protesnya pada Kibum.

Kim Kibum yang selalu menghadapi situasi apapun dengan tenang hanya tertawa pelan menanggapi omelan Jarin.
“Akan kuberikan sebanyak apapun yang kau mau jika kita sudah menikah nanti,”
Kyuhyun menahan tawa sementara Jarin mendengus sesebal-sebalnya.
“Kibum, kau harus berhati-hati pada adikku. Dia bisa menjadi seganas singa jika sudah ‘terpancing’. Kau bisa habis ditelannya sampai ke tulang-tulang,” ledek Kyuhyun puas. Jarin menahan diri agar tangannya tidak melayangkan vas bunga yang ada di dekatnya ke wajah kakaknya yang tampan tapi menyebalkan itu.
Kibum meletakkan tangannya di dagu, “Hmm, mungkin akan bagus jika aku bisa membuat Jarin hamil. Mungkin dengan begitu Appa dan Eomma bisa mengizinkanku menikah.”

Kyuhyun, Jarin, dan Hyun Jung terperangah mendengar perkataan Kibum yang diucapkan dengan santai dan tanpa ada beban sama sekali itu. Kim Kibum sudah gila! Pikir Kyuhyun. Tinggal bersama adiknya selama beberapa hari pasti membuatnya stress berat hingga Kibum mampu mengatakan kalimat yang tidak mungkin diucapkan seorang yang selalu berpikir logis dan penuh perhitungan sepertinya.
“Omo, chagiya..” Jarin berseru takjub.
“Tunggu, Kibum. Jangan lakukan itu! Aku tahu kau pria baik-baik jadi jangan melakukannya. Kau bisa dicincang uri Appa jika sampai melakukan sesuatu pada Jarin sebelum waktunya!” Kyuhyun jelas menolak ucapan Kibum. Sebagai seorang kakak sekaligus kawan yang baik Kyuhyun tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Kibum nanti bila berhadapan dengan Ayahnya yang sangat protektif pada Jarin.
“Kau tidak akan melakukannya kan?” Hyun Jung ikut-ikutan memasang wajah memohon.
“Kau akan melakukannya kan?” Jarin justru sangat menantikan tindakan ekstrem yang akan Kibum lakukan agar pernikahan impiannya terjadi.

Kibum tertawa lepas melihat ekspresi orang-orang di depannya. Ketiga orang yang menunjukkan raut yang berbeda itu kini merengut bingung melihat reaksi Kibum.
“Aigoo, kalian ini,” Kibum mengusap airmatanya lalu berdiri tegak. “Aku masih waras, tentu saja. Aku juga tahu akan menghancurkan Cho Corp jika sampai menyentuh Jarin di luar batas kewajaran. Jadi jangan cemaskan hal itu, Cho Kyuhyun. Aku akan menjaga adikmu seperti dia berlian mahal yang sangat berharga. Percayalah adikmu berada di tangan yang aman dan selama dia di sini, aku tidak akan menyentuhnya secara berlebihan.”
“Ah, melegakan,” desah Kyuhyun. Dia melirik tajam pada Jarin yang mengerucutkan bibir. “Ya, Cho Jarin! Kibum sudah berjanji. Jadi jika terjadi sesuatu padamu itu artinya kau yang menyerang Kibum lebih dulu!”
“Arraseo!!!” tegas Jarin jengkel setegas-tegasnya. Kyuhyun mengangguk puas lalu pamit pergi. Namun sebelum benar-benar pergi, Jarin menahan Hyun Jung sementara Kyuhyun memarkirkan mobil.
“Ini untukmu,” ucapnya menyerahkan kantong kertas berisi sesuatu. Hyun Jung menatapnya heran.
“Apa ini?”
“Itu minuman untuk menyuburkan kandungan. Aku mendapatkannya dari dokter Kim.”
Hyun Jung melebarkan matanya lalu menatap adik iparnya itu dengan pandangan yang sulit dijabarkan. “Aku juga ingin cepat dapat keponakan,” ujar Jarin menambahkan. Hyun Jung tersenyum kemudian.
“Gomawo,” ia memandang Jarin kembali, “Tapi, aku bingung kenapa kau enggan menyebut nama pacarmu sendiri. Kenapa memanggil Kibum dengan sebutan seformal itu?” tanya Hyun Jung heran. Sejak mengenal gadis itu, tak pernah sekalipun Hyun Jung mendengar Jarin memanggil nama pada Kibum. Jarin memanggil Kibum dengan sebutan Dokter Kim.
Jarin meringis, “Namanya mengingatkan pada seseorang yang tak mau kusebut,” ujarnya sambil mengibaskan tangan. Pandangan Jarin melembut, “Tolong jaga kakakku. Aku tahu terkadang dia merepotkan jika sedang sedih. Aku takjub sikapnya sampai membuatmu menangis.”
“Itu karena dia mencemaskan anjing kesayangannya. Aku paham.”
“Tapi tidak sepanik saat melihatmu menangis,” tambah Jarin sungguh-sungguh. Hyun Jung mengerjap.
“Kau tidak tahu betapa panik dan sedihnya dia ketika melihat kau marah padanya sambil menangis. Dia menangis tersedu-sedu sepanjang malam dan aku tidak bisa tidur karena harus menenangkannya,” cerocos Jarin mengenang masa lalu *baca Shady Girl Kyuhyun’s Story*
“Dia memang pria paling aneh sepanjang sejarah. Aku sampai detik ini tidak paham bagaimana bisa kakakku menjadi orang yang terkadang kekanakan, sulit ditebak, aneh, pemalas, namun juga bisa menjadi sangat diandalkan, romantis, dan kuat jika memang dia mau. Percayalah, Chokobi sangat mencintaimu. Lebih dari cintanya pada Sherry dan aku sekalipun.”

Hyun Jung tertawa mendengar penjelasan panjang dari Jarin. Dia mengangguk lalu memeluk adik iparnya itu sekali lagi. “Terima kasih atas semuanya.” Bisiknya.
“Hyun Jung sayang..” ketika Kyuhyun memanggil, Hyun Jung melepaskan pelukannya lalu menghampiri mobil suaminya yang sudah terparkir di dekat pintu gerbang. Dia melambaikan tangan pada Kibum dan Jarin yang berdiri di depan pintu masuk.

—o0o—

“Apa Jarin membeberkan semua rahasiaku padamu? Kulihat kalian berbincang seru tadi,” tanya Kyuhyun sambil memandangi wajah Hyun Jung dari dekat. Sinar lampu meja yang menerangi wajah memerah Hyun Jung selalu membuatnya gemas. Kyuhyun kembali menyapa bibir merah Hyun Jung, mengajaknya bermain untuk ke sekian kali malam itu.

Mereka bergumul mesra di balik selimut tanpa sehelai benang pun yang menghalangi. Entah sudah berapa kali Hyun Jung mendesah halus ketika Kyuhyun bergerak kencang di dalam tubuhnya. Tubuh keduanya sudah bermandikan peluh namun tak ada niatan untuk berhenti. Semua yang mereka lakukan terlalu nikmat, menyenangkan, dan membuat ketagihan. Kyuhyun membalikkan posisi mereka, kini Hyun Jung yang ada di atasnya.
“Bukan hal penting,” Hyun Jung menyentuh wajah Kyuhyun dengan jari-jarinya. Kyuhyun memejamkan mata, menikmati perlakuan Hyun Jung. Tangan lihai itu kini menelusup ke sela-sela rambutnya dan Hyun Jung menurunkan tubuhnya, bertumpu pada sikutnya yang ada di sisi kepala Kyuhyun. Bibirnya ia dekatkan pada bibir Kyuhyun, mencoba membisikkan sesuatu.
“Saranghae,” ucapnya dengan suara serak, lalu melumat bibir Kyuhyun perlahan. Kyuhyun tertawa tertahan, membuat Hyun Jung menjauhkan wajahnya.
“Wae?” tanyanya bingung.
“Kau sengaja membuat suasana romantis untuk mengatakan itu? Aigoo..” ucapnya dengan wajah innocent.
Hyun Jung mendengus jengkel lalu memukul dada Kyuhyun. “Huh, dasar pria tidak romantis! Arraseo, aku memang tidak bisa berlaku romantis. Jadi kau merasa sombong karena sudah melamarku dengan cara yang superromantis?” Hyun Jung hendak bangkit namun Kyuhyun dengan sigap memeluknya membuat Hyun Jung jatuh menimpa tubuhnya.
“Ah,” Hyun Jung memekik tertahan. Kyuhyun membaringkan Hyun Jung di sampingnya sambil tetap memeluk tubuhnya agar tidak ada jarak yang memisahkan lagi.
“Naega wae?? Kenapa sekarang menatapku seperti itu??” gerutu Hyun Jung malu karena Kyuhyun menatapnya seolah dirinya adalah Miss Universe yang sedang melenggang di atas catwalk sambil mengenakan bikini.
Kyuhyun menaikkan sudut bibirnya, seringaian khas yang selalu muncul di saat ia sudah mendapatkan ide brilian. Seringaian itu justru membuat Hyun Jung berdebar kencang karena di saat itulah, pesona paling mematikan Kyuhyun menguar.
“Aku hanya terpikir tentang sesuatu,” ucapnya.
“Apa?”
“Aku akan memberitahunya setelah ini,” Kyuhyun meraup bibir Hyun Jung untuk ke sekian kalinya, kali ini Kyuhyun menciumnya sampai Hyun Jung memohon ampun. Tubuh bagian bawah mereka yang masih menyatu pun kembali bergerak seriringan dengan desahan Hyun Jung yang tak terkendali.

“Nado saranghae,” bisik Kyuhyun.

Malam itu, sepertinya malam penuh kemenangan bagi seorang Cho Kyuhyun.

The End.

125 thoughts on “Another Story In Shady Girl (Kyuhyun’s Story) // Hyun Jung Vs Sherry

  1. duh deeeeeek~ wakakakakakakakaka tadinya saya kira kyu bakal marah2 nggak karuan sherry ilang…. ternyata eh ternyataa~ duh deek~😄 saya salah sangka😄

  2. DAEBAKK!! CHO KYUHYUN (。ノω\。) gw pengen jadi Hyun Jung o(*////▽////*)q . Author!!! You are the best!!! ☆ *:… o (≧ ▽ ≦) o:… * ☆ I do! Like romance story with NC wkwkwkwkwk #plakk

  3. Duhh romantis nya ini pasangan ^,^
    gue kira hyunjung bakal di omelin gara2 sherry ilang.
    tau2 nya enggak, bagus lah..
    Ada apa tuh kyu ngeluarin jurus andalan nya*hhmmm

  4. Kyuhyun oh kyuhyun -_-‘ nc nya bikin nganga yang baca sumva deh. Gue bacanya ampe merinding, kaku, pegel linu, masuk angin gimana gitu *apadeh😄 FFnya keren, authornim nya benar-benar berbakat nulis ff NC nih jadi nge fans gua *ceileh. Bagus thor, konfliknya juga diluar dugaan kirain gue dia bakalan marah-marah ama anjingnya gegara ngerusak malem pertamanya😄 Oke dah #Keepwritingauthornim !!!

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s