Shady Girl Siwon’s Story (Part 3)

Tittle : Shady Girl Siwon’s Story Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Lee Sunhee

Support Cast :

  • Lee Donghae
  • Kim Kibum
  • Cho Kyuhyun
  • Eunhyuk
  • Choi Sulli

Yoi, author cantik balik lagi bawa FF SG Siwon bagian ketiga.  Sekali lagi author kasih tahu buat nyiapin tissue. Part ini memang belum sedih tapi part-part mau ke akhir dijamin banjir airmata *kalau feelnya dapet

Oke, dari pada lama-lama Happy Reading aja ^_^

Shady Girl Siwon's Story by DhaKhanzaki

—o0o—

Sun Hee tersenyum simpul mengingat pertemuannya pertama kali dengan Siwon. Meskipun sebenarnya itu adalah kenangan yang tidak menyenangkan, namun bagi Sun Hee, kejadian hari itu tidak bisa ditandingi oleh kenangan seindah apapun.

“Rupanya itu cinta pada pandangan pertama..” desah Haebin. Entah kenapa hatinya ikut berbunga mendengar kisah cinta Sun Hee. Apalagi jika melihat ekspresi gadis itu sekarang. Di dunia ini, memang tidak ada ekspresi yang lebih indah daripada ekspresi orang yang sedang jatuh cinta.

“Setelah itu aku baru tahu bahwa namja bernama Choi Siwon itu adalah teman kakakku. Oppa sering mengajak teman-temannya main ke rumah. Tapi, karena aku terlalu malu, aku tidak pernah berani menampakkan diriku secara langsung di depan Siwon Oppa. Aku hanya bisa melihatnya dari jauh.” Sun Hee menundukkan kepalanya kembali. Mengingatnya saja mampu membuat dadanya sesak.
“Owh..” Haebin memandang Sun Hee dengan perasaan iba.
“Padahal aku juga sengaja masuk SMU yang sama agar bisa melihatnya setiap hari. tapi ternyata..”
“Ternyata?”
Sun Hee menoleh dengan wajah memelas. “Dia menyukai gadis bernama Tiffany Hwang. Aku tahu Tiffany Hwang itu adalah gadis paling sexy, cantik, berbakat, dan populer di sekolah. Dia bahkan sangat feminim. Mengetahuinya saja aku langsung drop.”

“Karena itu kau tidak berani mendekati Siwon?” tanya Haebin.
Sun Hee mengangguk lemah. “Aku tidak berani mengatakan perasaanku pada siapapun. Donghae Oppa saja tidak tahu. aku terlalu takut, Eonni.”
“Hmm..kau bukan takut. Tapi itu namanya perasaan rendah diri.” Ujar Haebin. jelas saja kalimat itu membuat hati Sun Hee seperti tertimpa ratusan ton batu.

Rendah diri??? Itu adalah kalimat yang paling menyedihkan di dunia! Jika ia merasa rendah diri, itu artinya ia sudah membuat diri sendiri tampak menyedihkan, begitu kah???

“Aku..rendah diri??” Sun Hee syok. Ini tidak mungkin. Kakak iparnya ini pasti bercanda. Sudut hatinya membenarkan anggapan itu. Tapi ia memiliki satu alasan kenapa ia tidak berani.

“Orang yang ketakutan, akan memilih menghindar obyek yang ditakutinya. Bukan memperhatikannya dari jauh lalu mengaguminya diam-diam.”
Benar sekali! Selama ini ia memang bertingkah seperti itu. Sun Hee menautkan jari-jarinya. Ia gugup dan takut. Perasaan takut yang sudah menghantuinya selama beberapa tahun terakhir. Rasa takut yang jarang orang biasa rasakan. Ia meremas tangannya sendiri.

Haebin merasakan keanehan sikap yang diperlihatkan Sun Hee. sepertinya gadis ini menyembunyikan sesuatu. Tapi ia enggan menanyakannya.

Sun Hee menggeleng keras. Ia tidak rendah diri!!

“I-itu tidak mungkin!!” elaknya seraya berdiri. “Di Amerika, aku berhasil menjadi model terkenal dengan bayaran tinggi. Aku tidak mungkin menderita rasa rendah diri!!”

Haebin mengerjap-ngerjapkan matanya, terkejut. “Omo..model??? benarkah??”
“Tentu saja, bahkan wajahku ini sudah dua kali menghiasi sampul majalah People”
Mata Haebin melebar kembali. Majalah People? Bukankah itu majalah paling terkenal di Amerika sana?
“Jinjjayo? Lalu kenapa sekarang kau tidak muncul saja di hadapan Siwon, lalu katakan kau menyukainya? Aku yakin Siwon Oppa tidak akan menolak.” Ucap Haebin. ia gemas sekali pada Sun Hee. Jika memang keadaannya sekarang jauh dari menyedihkan, mengapa masih juga pakai cara konyol seperti perjodohan?

Sikap percaya diri yang ditunjukkan tadi menguap saat ia mendengar nama Siwon lagi. Ia melemaskan bahunya.
“Seperti yang Eonni bilang kan, Siwon Oppa menyukai gadis lain. Sulit bagiku untuk mengatakannya jika di hatinya masih ada orang lain. Aku pasti akan ditolak mentah-mentah!”

Sun Hee kembali duduk di samping Haebin. “Aku sangat mengenal Siwon Oppa, Eonni. Aku tahu dia adalah namja setia. Dia tidak akan berhenti mencintai sebelum akhirnya ia sadar bahwa ia sudah dikhianati.”
“Karena itu kah, kamu meminta Appa menjodohkanmu? Kau melakukannya karena putus asa? Kau merasa Siwon tidak mungkin menyukaimu?”
Sun Hee mengangguk namun wajahnya tampak tidak yakin. Ia kembali menautkan jarinya. “Aku sudah terlalu lama mengagumi Siwon Oppa. Dan aku tidak memiliki cara bagus untuk mendapatkan hatinya. Selain cara—menurut Donghae Oppa—gila.” Ucapnya terbata.

Haebin menghela napas di akhir ia mendengarkan keluh kesah Sun Hee. ia menghadapkan tubuhnya ke arah gadis itu lalu memegang kedua pundaknya.
“Katakan, apa kau berubah dari tomboy menjadi sefeminim ini karena Siwon?”
Sun Hee mengangguk.
“Kriteria gadis yang disukai Siwon Oppa seperti Tiffany. Gadis cantik, feminim, berbakat dan seksi” ucapnya enteng.
“Kau berubah karena ingin masuk ke dalam kriteria gadis idaman Siwon?”
“Iya, Eonni. Itu sudah jelas kan.” Gumamnya sambil memutar bola mata.
“Kalau begitu, apa lagi yang membuatmu ragu? Raihlah cintamu dengan cara terhormat. Dekati Siwon dengan baik. Bukan dengan cara gila seperti perjodohan. Bagaimana jika dia menolakmu? Kau hanya akan menjadi bahan tertawaan, Sun Hee.”

Gadis itu merenungi ucapan Haebin. memang ada benarnya juga.

“Tapi, bukanlah Eonni menyuruhku menyerah? Siwon Oppa adalah namja golongan ketiga, ingat.”
“Benar juga. tapi, jika kau memang ingin mengikuti nasihatku..itu artinya perjuangan mu selama ini sia-sia belaka.”

Sun Hee terdiam kembali, kali ini ia tampak terpukul. Aish, mengapa pembicaraan ini sangat membingungkan?? Padahal ia merasa yakin saat ia memutuskan kembali ke Korea.

—o0o—

Uhuk uhuk!!

Siwon tersedak air minum saat makan malam bersama keluarganya. Buru-buru Siwon menatap nanar orang tuanya bergantian. Ia baru saja mendengar sebuah berita mengejutkan dari mulut Appanya.

“Aish, Oppa..elap mulutmu dulu..” Sulli mengulurkan serbet untuk Siwon melihat mulutnya belepotan dengan air yang baru saja dimuntahkannya. Jelas sekali dia terkejut.

“Tadi Appa bilang apa? Perjodohan??”

Tuan Choi—Appa Siwon—mengangguk. Pria itu menyesap kopinya sejenak lalu melanjutkan perkatannya yang sempat tertunda karena Siwon tersedak tadi.

“Teman Appa menawarkan anaknya untuk dijodohkan denganmu. Bagaimana? Appa tidak akan memaksamu. Katakan saja jika kau memang keberatan.” Ucap Appa bijaksana.

Siwon mendesah berlebihan. entah ini adalah berita baik atau kabar buruk. Tapi saat ini ia tidak berminat dengan perjodohan. Pikirannya sudah disibukkan dengan tugas-tugas kantor, lalu ditambah lagi dengan masalah reuni SMU berikut Tiffany Hwang. Jika sampai di tambah hal tidak penting seperti itu, ia yakin tak lama lagi ia pasti gila.

“Aku menolak, Appa” putusnya tegas. Tuan Choi tampak terkejut.
“Kenapa secepat itu memutuskan? Kau bahkan tidak tahu calonmu kan?”
Siwon bangkit dari tempat duduknya. “Tidak perlu. Lagipula aku tidak berminat untuk ikut perjodohan. Permisi” ia melangkah pergi meninggalkan ruang makan.

“Ya, Choi Siwon! Apa kau tahu calon mu itu adalah Lee Sun Hee!! dia anak Tuan Lee Dong Il, bukankah kau bekerja di Perusahaannya??” teriak Appa. Tapi sepertinya Siwon tidak mendengar karena sudah terlanjur pergi.

Tuan Choi mendesah. Ia tak percaya anaknya akan menolak. Padahal ini adalah lamaran yang bagus.
Umma ikut mendesah juga.
“Ia bahkan tidak mau mendengar dulu siapa calonnya.” Umma menggeleng lemah.
Sulli tidak paham sama sekali dengan masalah yang di bahas sekarang. Memang apa hebatnya gadis itu? Ia malah senang Oppanya tidak menyetujui hal kolot yang seharusnya sudah dilenyapkan di abad milenium seperti ini.
“Ngomong-ngomong, Sun Hee itu seperti apa?” Sulli bertanya seperti orang konyol.

—o0o—

Sebenarnya saat menolak tadi Siwon merasa tidak enak. Sejak diadopsi di keluarga ini hampir 20 tahun yang lalu, ia bertekad tidak akan membuat orang tua angkatnya kecewa. Tapi apa yang dilakukannya hari ini? Ia sudah melanggar janjinya itu. Lagipula, siapa juga yang setuju tentang perjodohan? ia tidak akan melakukan ritual konyol itu seperti yang Donghae atau Kyuhyun lakukan. Menikah karena perjodohan. ia ingin seperti Eunhyuk ataupun Kibum. Mereka bertemu cinta atas usaha sendiri.

Nah, kembali ke permasalahan sebenarnya. Mengingat acara reuni sekolah itu, membuat kepalanya kembali pusing.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Benarkah aku harus melupakan Tiffany meskipun dia datang pada acara ini?” dia kembali tenggelam dalam masalah yang sama.

Jalan keluarnya tidak akan muncul sebelum ia memutuskan mencari pasangan yang akan ia ajak pada acara reuni nanti. Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memikirkan solusi yang bagus atas kebingungannya ini.
“Ah, aku bisa mengajak Sulli!” Siwon teringat adiknya. Bukankah bagus jika ia membawa Sulli sebagai pasangannya?
Tapi Siwon buru-buru menggeleng. “Tidak, tidak. Nanti bagaimana aku mengenalkannya? Dia kan adikku. Cari yang lain.” Siwon kembali merebahkan tubuhnya. Sekarang ia menatap langit-langit kamarnya memikirkan beberapa teman wanita yang cukup dekat dengannya. Aish, sial! Bukankah ia tidak memiliki banyak teman wanita?? Begitu menyadarinya Siwon mengacak rambutnya sendiri.
“Ah, Yuri!” Siwon mengerjap senang begitu teringat pada sekretaris Donghae yang cantik dan seksi itu. “Benar juga. ajak saja dia. Tapi..” ia ragu kembali. Bagaimana jika Yuri menolak karena sudah memiliki namja chingu? Aish, bodohnya..
“Lebih baik aku bertanya pada teman-teman dulu.” Siwon beranjak dari tempat tidur lalu menyalakan laptopnya. Ia ingin berkomunikasi dengan teman-temannya lewat saluran webcam. Memang sudah menjadi kebiasaan mereka berkomunikasi satu sama lain melalui webcam jika ada masalah yang ingin dibicarakan mendadak.

“Yuri? Kau ingin mengajaknya?” tanya Donghae. wajahnya di layar laptop terlihat kaget. Siwon mengangguk.
“Tunggu, siapa itu Yuri?” tanya Eunhyuk bingung. Nama itu terdengar asing di telinganya.
“Dia sekretarisku.” Jawab Donghae enteng.
“Bagaimana? Apa aku boleh mengajaknya?” Siwon meminta jawaban Donghae segera.
“Aku sih tidak masalah. Tapi kudengar dia sudah memiliki pacar.”
“NDEE!!!” Siwon memekik kaget. Ia langsung menghempaskan dirinya ke sandaran kursi.
“Kalau begitu jangan dia.”

“Memang kau tidak memiliki teman lain begitu?” setelah cukup lama diam, akhirnya Kibum angkat bicara juga. siwon menggeleng lemah.
“Bagaimana kalau Sunny?” usul Kyuhyun. siwon mengerjap langsung menatap Kyuhyun di layar laptopnya. Namja itu terlihat asyik bermain game. Dari kejauhan tampak anjingnya tertidur di sofa yang ada di belakangnya.
“Siapa Sunny?”
“Dia sekretarisku. Menurutku dia cantik.” Ucapnya acuh. “Tapi tidak secantik Hyun Jung-ku sih.” Tambahnya sambil menyeringai lebar. Siwon, Donghae, Eunhyuk yang mendengarnya segera mencibir pelan sementara Kibum hanya tersenyum seraya geleng-geleng kepala.
“Sebenarnya aku juga ingin menyarankan Sooyoung padamu.” Ujar Kibum menginterupsi. Kepala Siwon cepat berputar ke arah Kibum.
“Dia saudaramu?”
Kibum menggeleng. “Dia salah satu perawat yang membantuku.”
“Apa dia masih single?”
Kibum mengangkat bahunya. “Aku tidak tahu. em, akan kutanyakan besok.”

Siwon menghempaskan tubuhnya kembali. Jika terus seperti ini ia tidak akan menemukan teman untuk ke pesta nanti.
“Kalau dengan Dana, dia sekretarisku. Kau mau?” tanya Eunhyuk. Siwon menoleh ke arah temannya itu. Sebelum ia membuka mulut, Eunhyuk buru-buru menggelengkan kepalanya.
“Ah, tidak. Dia akan menikah sebentar lagi. Aku bahkan sudah menerima undangannya.” Eunhyuk memperlihatkan sebuah surat undangan. Aish, ia benar-benar lupa.
“Kalau begitu jangan bilang!” dengus Siwon. Ia menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi. Kepalanya sudah pening dan ia bisa gila jika terus seperti ini.

“Jika kau pergi dengan Sun Hee, apa kau mau?” tanya Donghae memecah keputus asaan Siwon. Namja itu menoleh malas. Ia tidak yakin ini pun adalah saran yang baik.
“Siapa itu Sun Hee? pegawaimu, sepupumu, ah atau yeoja yang baru kau kenal kemarin?” tebaknya asal. Ia sudah tidak berminat lagi.
“Kau tidak ingat siapa dia?” tanya Donghae bernada datar. Kali ini berhasil membuat Siwon terenyak dari duduknya.
“Apa dia orang yang kukenal?”
Donghae mengangkat bahu. “Aku tidak tahu pasti. Apa mendengar namanya saja kau tidak ingat?”

Siwon serta yang lainnya menunjukkan ekspresi penasaran. Hal ini membuat Donghae menunjukkan raut kecewa. Ternyata di antara teman-temannya tidak ada satupun yang mengingat Sun Hee, adiknya.

“Dia adikmu, kan?” tebak Kyuhyun. donghae mengerjap. Tunggu, jadi masih ada satu orang yang ingat.
“Dongsaeng????” seru Siwon, Kibum, dan Eunhyuk berbarengan. Mereka kaget. Entah karena baru pertama kali dengar atau mereka benar-benar lupa.
“Tunggu, Donghae. memang kau punya adik?” tanya Kibum bingung.
“Aku tidak pernah melihatnya.” Sela Eunhyuk. Sementara Kyuhyun tetap adem ayem bermain game di rumahnya sana.

Siwon sendiri terdiam. Ia lupa kalau Donghae memiliki adik. Ia memang pernah melihat seseorang yang sepertinya lebih muda dari Donghae setiap kali mengunjungi rumahnya. Tapi bukankah…
“Loh, bukankah adikmu itu namja ya?” ucap Siwon. Iya, tidak salah lagi. Dulu ia sering melihat anak laki-laki berkeliaran di sekitar rumah kala ia dan yang lainnya bermain ke rumah Donghae.
Donghae menghela napas. “Sun Hee memang tomboy. Hanya saja, dia itu perempuan.”

“Heee!!! Jadi anak laki-laki itu Sun Hee, yeodongsaeng-mu?” seru Siwon di iringi tatapan kaget yang lainnya.
Exactly. Kau mau pergi ke pesta dengannya?”
Pikiran Siwon masih melayang-layang. “Memang dia sudah kembali? Bukankah kau pernah bilang adikmu pergi dari rumah?”
“Tepat hari ini.”

Siwon terdiam. Ia bepikir. Loh, tidak ada salahnya kan pergi dengan adik Donghae. ia yakin Sun Hee pasti tidak akan keberatan jika di minta pergi bersamanya. Dan semoga saja Sun Hee tidak memiliki teman kencan.

—o0o—

3 hari lagi..

Acara reuni sekolah itu tiga hari lagi. Siwon semakin cemas saja. ia terus mondar-mandir di ruang kerjanya. Padahal banyak sekali proyek yang harus ia selesaikan hari ini. Bisa-bisa Donghae mengomelinya lagi seperti sebelum-sebelumnya.

Berbeda dengan Siwon, Sun Hee hari ini senyumnya mengembang lebar. Sesuai dengan yang sudah di ucapkannya kemarin, jika Appa-nya mau menjodohkannya dengan Siwon maka ia akan melakukan apapun yang di minta Appa-nya. Dan di sinilah ia sekarang, berdiri di lobi perusahaan L.D Corporation untuk memulai hari pertamanya bekerja sebagai Marketing Manager.

Ada yang membuatnya sesemangat ini. Yaitu Berita baik yang ia terima dari Haebin. kakak iparnya itu mengatakan bahwa Siwon bekerja sebagai Manager proyek-proyek besar sekaligus arsitek untuk perusahaan keluarganya itu.

“Siwon Oppa, aku datang..” lirihnya lalu dengan anggun berjalan melewati lobi.

Orang-orang sempat memperhatikan setiap langkah yang dibuatnya. Tidak ada kesan angkuh di wajah ramahnya. Meskipun rambutnya pirang dan gaya berbusananya ke barat-baratan, namun wajahnya murni wajah orang asia kebanyakan.

Drrrtttt drrttt..

Saat berjalan menyusuri lorong menuju ruang kerjanya, ponsel dalam saku blazernya bergetar. Sun Hee segera menjawab sebelum getarannya mengganggu keseimbangannya saat berjalan.
“Hallo..”
“Oh, Miss Cheryl Lee..” seru seseorang dengan aksen Amerika di ujung sana, menyebut nama yang ia pakai di Amerika. Sun Hee membelalakkan matanya. langkahnya kakinya terhenti.
“Mr Kim ! Bagaimana kau tahu nomor Korea-ku?” tanya Sun Hee heran. Raymond Kim atau Kim Rae Shik adalah salah satu produser drama musical terkenal dari Korea yang sukses di Amerika. Jadi tidak heran jika Sun Hee bisa akrab dengannya. Saat di Amerika sana, Sun Hee sudah beberapa kali ikut terlibat dalam drama musical yang di gagas Mr Kim. Dan ia heran kenapa pria itu bisa tahu nomornya.
“Kehebohan apa lagi yang sedang kau buat sekarang, Miss Lee? Kau tahu managermu pontang-panting di sana begitu kau memutuskan kembali ke tanah airmu.” Ucapnya dengan bahasa Korea yang sudah terpengaruh bahasa Inggris.

Sun Hee tersenyum kecil bila ingat manager yang sudah membantunya mewujudkan cita-citanya menjadi model dan aktris itu. Ia sudah mengatakan baik-baik bahwa ia tidak akan meneruskan pekerjaan melelahkan itu lagi. Harusnya managernya sudah mengerti.
“Tidak apa-apa. Lagipula aku tidak akan kembali ke Amerika.”
“Oh, jadi kau akan menetap di sini? Lalu bagaimana dengan karirmu?”
“Aku memutuskan berhenti. Kenapa? oh, jangan bilang Anda sekarang berada di Korea dan berniat mengajakku bergabung di drama terbaru Anda?” tebak Sun Hee bercanda.
Terdengar nada terkejut keluar dari mulut Mr. Kim “Tentu saja Miss Lee. Kau harus ikut drama terbaruku. Ini adalah pertunjukkan pertamaku di Korea”

Gadis itu berhenti menyunggingkan senyum manis. Raut wajahnya menegang.
“Aku, entahlah.”
“Come on, bakat cemerlangmu itu jangan di sia-siakan. Datanglah ke kantorku jika kau punya sudah memutuskan bergabung. Jika tidak, kau hanya perlu menghubungiku.”
“Aku akan berusaha memikirkannya. Terima kasih sudah mengajakku, Mr Kim.”

Seusai berbicara, Sun Hee kembali menghela napas. Seandainya Mr Kim tahu alasannya kembali kemari dan keluar dari dunia yang sudah membesarkan namanya itu. Tanpa sadar ia mencengkram ponsel di tangannya.

Aku harus sabar.. aku harus sabar..

Sun Hee mengambil napas panjang lalu menghembuskannya berkali-kali. Ia mempercepat langkahnya menuju ruang kerja.

“Oh, Proyek di Incheon? Akhir tahun ini akan selesai.”

Lagi-lagi langkahnya terhenti. Tubuhnya mendadak kaku mendengar suara orang yang dikenalinya. Bahkan suara ini setiap malam selalu mengganggu mimpinya. Mana mungkin ia lupa. Sun Hee membalikkan tubuhnya perlahan. Senyumnya mengembang melihat seseorang yang amat ia nantikan selama ini berjalan di depannya. Oh dear..Choi Siwon berada di depannya! Namja itu tengah sibuk berbicara di telepon dan berjalan cepat ke arahnya! Dan lihat, setelah beberapa tahun tidak bertemu, dia sudah menjadi namja yang super tampan dan keren!! Eotteohke????

Sun Hee panik. Namun sebagai model professional, ia harus bisa tetap tampil anggun dan elegan.

“Choi Siwon-ssi..”

Ha! Sun Hee segera menutup mulutnya saat tanpa sadar mulutnya memanggil nama Siwon. Merasa di panggil, Siwon menghentikan langkahnya lalu menoleh. Alisnya bertautan begitu matanya menangkap sosok gadis tak di kenal berdiri tegak dengan wajah gembira.
“Maaf, apa kita saling kenal?” tanya Siwon heran. Ia menatap baik-baik wajah Sun Hee. tapi tetap saja ia tidak mengenalnya.

Sun Hee mengerjap senang mendengar suara merdu Choi Siwon. Ia ingin menangis rasanya bisa bercakap-cakap lagi dengannya setelah waktu lewat 10 tahun sejak hari kelam itu.

“Agasshi, apa aku mengenalmu?” entah kenapa Siwon malah penasaran. Gadis di depannya itu hanya menatapnya dengan mata berbinar-binar. ia merasakan gadis itu perlahan berjalan mendekatinya dan anehnya, ia justru tidak bisa bergerak dari tempatnya berdiri.
“Choi Siwon-ssi!!” seru gadis itu lagi seraya bergerak memeluknya. Siwon terkejut bukan main. Jelas saja, dipeluk tiba-tiba oleh gadis yang tak di kenal siapa yang tak kaget?
“Ya, ya, ya! Kau siapa! Lancang sekali memelukku tiba-tiba” bentak Siwon berusaha melepaskan pelukan Sun Hee.
“Kau tidak mengenalku? Di Amerika aku terkenal sebagai model. Nama panggungku Cheryl Lee.” Ucapnya bangga.

Model? Di Amerika? Who’s care. Yang menjadi masalah adalah sikap tidak sopannya tadi yang memeluk tiba-tiba. apa itu budaya yang ia bawa dari Amerika sana?

“Siapa yang peduli, nona. Tadi kenapa kau memelukku sembarangan! Kau kira aku kakakmu?”

Sun Hee serasa terpukul. Choi Siwon, galak sekali. Tapi sikapnya tadi memang sedikit berlebihan.
“Maaf, aku menyesal sekali.” Sun Hee membungkukkan badannya. “Tapi, apa Anda benar-benar tidak mengenalku?” tanyanya.
Siwon berhenti memasang tampang tidak suka. Dengan tegas ia menggelengkan kepala. “Tidak. Aku tidak mengenalmu, nona.” Siwon menatap serius. Gadis di hadapannya menundukkan kepalanya sejenak lalu mengulurkan tangannya.
“Namaku Lee Sun Hee. aku adik dari Lee Donghae.” ucapnya. Akhirnya, Sun Hee bisa mengenalkan diri secara resmi juga pada Siwon.

Awalnya namja itu tertegun menatapi Sun Hee. namun begitu sadar bahwa nama itu sudah tidak asing lagi, ia mengerjap.
“Oh, kau..jadi kau Lee Sun Hee!!” seru Siwon.
“Iya.” Sun Hee mengangguk pelan. Ia kaget dengan perubahan sikap Siwon.
Siwon menatap Sun Hee baik-baik dari ujung rambut hingga kaki. Rasanya ia tidak percaya bahwa gadis cantik di depannya ini adalah Lee Sun Hee yang dulu tampak seperti laki-laki. dia benar-benar sudah berubah total.
“Senang bertemu denganmu lagi, Sun Hee-ssi.” Siwon menjabat tangan Sun Hee. ekspresi terkejutnya belum hilang. “Tak kusangka sekarang kau berubah total”

“Mwo?” gumam Sun Hee kaget. “Anda tahu aku dulu seperti apa?”

Siwon mengangguk. “Kau dulu tomboy sekali kan? Aku kira dulu adik Donghae itu laki-laki. ternyata..” siwon segera mengatupkan bibirnya karena ia tahu yang baru saja ia ucapkan itu kalimat yang tidak pantas.
“Maaf”

Sun Hee mengibaskan tangannya cepat. “Animnida. It’s okay. Aku sudah terbiasa mendengarnya.” Ia tidak mau Siwon salah paham dengan ekspresinya.
“Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan di sini?”
“Aku mulai bekerja hari ini.”
“Jinjja? Wah, kenapa Donghae tidak bilang??” Siwon berkacak pinggang. “Ah, karena kau baru di sini…bagaimana jika aku mengajakmu berkeliling gedung?” tawar Siwon. Oh, tentu saja. siapa yang ingin menolak.
“Tentu Siwon-ssi. Ayo..” Sun Hee mengalungkan tangannya ke lengan Siwon.

Aish, gadis ini benar-benar lancang!! Desis Siwon dalam hati. Siwon melepaskan tangan Sun Hee.

“Tunggu, Sun Hee-ssi. Bisakah kau menghilangkan kebiasaan Amerika-mu dulu. mengapa kau bisa mudah sekali memeluk dan menggandeng pria yang baru dikenal?”
“Ah, mian.” Sun Hee menundukkan kepalanya lagi. Ia sangat menyesal. Memang benar, terlalu lama tinggal di Amerika ia jadi dengan mudahnya melakukan ‘skinship’ dengan laki-laki.

Siwon kali ini berjalan lebih dulu sebelum Sun Hee kembali melakukan hal-hal lancang lainnya.

Dalam hati, Sun Hee tersenyum dan memanjatkan banyak syukur karena akhirnya Tuhan memberikannya kesempatan juga untuk berbicara dan bertemu Siwon sekali lagi. Ia memandang sosok belakang namja itu dengan tatapan penuh arti. Ia akan merekam seluruh kenangannya bersama Siwon. Karena ia tidak tahu sampai kapan ia akan melihat wajah tampannya itu.

—-o0o—

“ini adalah tempat paling indah di kantor. Presdir suka sekali dengan taman yang dipenuhi berbagai macam bunga. Hanya saja beliau ingin ada taman di atap gedung. Jadi, dibuatlah ini..” ucap Siwon memperlihatkan greenroof atau taman di atap gedung itu pada Sun Hee. ia tidak ingin menyombongkan diri bahwa taman ini adalah hasil rancangannya.

Sun Hee berjalan menyusuri taman itu. Ia tersenyum. “Ternyata Appa tidak membenci Umma..” desisnya senang. Siwon menoleh.
“Maaf,” selanya.
“Sebenarnya Appa tidak terlalu suka bunga. Tapi karena Umma sangat menyukainya, Appa jadi senang melihat taman penuh bunga” Sun Hee tersenyum kembali dan tangannya terulur mengusap kuncup bunga tulip yang belum mekar. Mengingat kenyataan kedua orang tuanya sudah bercerai membuatnya sulit bernapas. Namun, setelah melihat taman ini, entah kenapa ia rasanya senang sekali. “Aku yakin Appa membangun ini untuk mengingat Umma”

Siwon tertegun melihat wajah bahagia Sun Hee. ia ikut senang jika hasil rancangannya ternyata membuat orang lain bahagia.

Sun Hee mencabut satu tulip kuning yang sudah mekar. Ia menghirup wanginya sekilas.
“Siwon-ssi..kau tahu, bahasa bunga dari tulip kuning?” tanya Sun Hee tanpa memandangnya. Siwon menoleh lalu menggeleng.
“Aku tidak tahu.”

Raut wajah gadis itu tampak meredup. Entah kenapa hal itu membuat Siwon tidak nyaman.
“Itu artinya, cinta bertepuk sebelah tangan” gumamnya. tulip kuning itu terjatuh begitu saja dari tangan Sun Hee. Siwon mengerjap. Mendadak saja jantungnya berdebar kencang karena teringat cintanya pada Tiffany.
“Apa kau pernah merasakannya, Siwon-ssi?” tanya Sun Hee datar. Ia mencoba menenangkan gejolak dalam dirinya.

Siwon terdiam.

Sun Hee tersenyum tipis. “Pasti belum pernah. Iya kan?” ia lalu memandang Siwon, ingin tahu reaksinya.

Namja itu masih diam. Sejenak ia menghela napas lalu tersenyum. “Tentu saja tidak. Siapa yang mau cintanya bertepuk sebelah tangan. Ahhaha..” Siwon sengaja tertawa untuk menyembunyikan dadanya yang bergemuruh itu.

Sun Hee ikut tertawa hambar. “Iya ya..namja tampan sepertimu tidak mungkin mengalaminya”

Entah apa yang membuatnya kesal, tapi Siwon tidak suka jika ada orang yang menyinggungnya soal cintanya pada Tiffany. Meskipun Sun Hee tidak tahu, tapi ini sangat menjengkelkan!! Tangannya mengepal erat. Baiklah, jika memang ini satu-satunya jalan. Lagipula, bukankah Donghae sudah mengusulkan ia untuk mengajak adiknya ke pesta reuni sekolah itu?

“Lee Sun Hee..”
“Ne?” Sun Hee menengok ke arah Siwon. Namja itu kini sedang menatapnya serius. Mendadak saja Sun Hee merasakan tubuhnya membeku. Tatapan Siwon seperti membuat kaku seluruh otot di tubuhnya. Omona..ternyata pesona Choi Siwon dimatanya belum berubah sedikitpun. Namja itu tetap mengagumkan.

“Aku tahu ini lancang mengingat kita pertama kali bertemu. Tapi, maukah kau menemaniku pergi ke pesta hari minggu nanti?”

“What? Pe-pesta?” Seperti mendengar kabar menggembirakan, rasanya ada perasaan bahagia yang meledak dalam dirinya. Choi Siwon mengajaknya pergi ke pesta di hari pertamanya bertemu? Tuhan..apa ini adalah jawaban dari doanya selama ini?

Ia selalu memimpikan bisa pergi bersama pria pujaannya itu meskipun hanya sekedar jalan-jalan di taman. Dan ini apa katanya tadi? pesta? Oh, tentu saja. tidak ada alasan baginya untuk menolak. Kesempatan seperti ini hanya akan datang sekali seumur hidup.

“Tentu saja Siwon-ssi. Aku mau!!” seru Sun Hee senang. Ia berlari menghampiri Siwon.

Namja itu mengerjap. He? Semudah itukah? Ia kira meminta gadis ini menemaninya akan sangat sulit.

“Kau mau? semudah itu?” Siwon bertanya-tanya dengan wajah tercengang.
“Tentu saja. aku tidak bisa menolak ajakan namja setampan dirimu, Siwon-ssi” jawab Sun Hee sedikit berjingkrak senang.
“Oh, ne..” ucapnya canggung. Ada apa sebenarnya dengan adik Lee Donghae ini? Apa terlalu lama tinggal di Amerika membuatnya seaneh ini?

Aish, sepertinya akan terjadi hal menakjubkan di pesta nanti. Mendadak saja Siwon merasakan firasat aneh.

To be continued

61 thoughts on “Shady Girl Siwon’s Story (Part 3)

  1. wah jinjjayaa sun hee karakternya diluar imajinasiku pas aku baca mulai dari part 1😮
    dan baru ini liat dongek beneran jadi oppa yg baik wkwkw😀

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s