Shady Girl Siwon’s Story (Part 1)

Tittle : Shady Girl Siwon’s Story Part 1
Genre : Romance
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Lee Sun Hee a.k.a Cheryl Lee

Support Cast :

  • Tiffany Hwang
  • Lee Donghae
  • Cho Kyuhyun
  • Kim Kibum
  • Eunhyuk
  • Leeteuk

Hai hai hai… Setelah bersemedi di Gunung Halimun akhirnya author balik lagi nih bawa FF Shady Girl dengan Siwon Oppa sebagai cast utamanya. Diharapkan cerita ini memuaskan hati temen-temen semua deh. semua kritik, komentar, dan saran author terima tapi tidak untuk bash. Kamsahamnida ^_^

Yuk kita baca bersama ^_^

Shady Girl Siwon's Story by DhaKhanzaki

Menunggu.. satu kata yang tak bosan untuk ku ucapkan. Menyebalkan memang. Tapi hanya ini lah yang bisa kulakukan agar aku bisa mendapatkan cinta. Menunggu hingga bertahun-tahun lamanya, itu tidak masalah jika pada akhirnya dia akan beralih untuk mencintaiku…-Siwon–

Terkadang cinta itu melelahkan. Tapi percayalah, engkau akan rela melakukan apapun untuk mendapatkannya. Sekalipun harus menunggu dia melupakan cinta masa lalunya dan beralih mencintaiku.. –Sun Hee–

—o0o—

Namsan Tower. Sudah bertahun-tahun namja itu selalu datang di saat yang sama, pada tanggal yang sama hanya untuk menunggu seseorang. Tak terkecuali tahun ini.

Udara dingin tak menyulutkan niatnya untuk berhenti berdiri di bawah sebuah lampu taman, seperti sebelum-sebelumnya. Meskipun ia harus merelakan kakinya pegal karena berdiri terlalu lama, ia rela. Hanya satu hal yang di harapkannya setiap tahun. Gadis itu akan datang dan menepati janjinya..
Siwon merapatkan coat panjang yang dipakainya. Sekalipun ia harus mengigil kedinginan di pertengahan musim gugur menjelang musim dingin ini, ia tidak peduli. Semangatnya sudah terlalu besar dan membara. Sudah lima kali ia melirik jam sejak menunggu di sana setengah jam lalu.

“Tahun ini pasti datang..aku yakin..” entah ia bicara dengan siapa, ia hanya ingin meyakinkan diri sendiri.

Ia tersenyum lebar dan terus menoleh ke sekitarnya berharap menemukan sosok yang amat dirindukannya itu.

Dari jauh, berdiri seorang gadis yang menatap kegigihan Siwon dengan pandangan sendu. Bahkan setelah beberapa tahun berlalu Siwon masih setia menunggu di tempat itu setiap tahunnya? Entah kenapa hatinya sedih sekali.

“Kenapa dia tidak bisa melupakannya?” lirihnya sedih.

Siwon sudah menunggu lebih dari dua jam. Sosok Tiffany belum juga muncul. Senyum yang sejak tadi tersungging manis di bibirnya perlahan memudar seiring bertambahnya kekecewaan di dalam dirinya. Hatinya mencelos. Rupanya, tahun ini Tiffany Hwang pun melupakan janjinya. Dengan langkah gontai Siwon berjalan pergi dari tempat itu.

Tahun ini pun ia kembali kecewa.

—o0o—

Hening. Kondisi Siwon saat ini tidak jauh berbeda dengan anak autis. Meskipun teman-temannya sibuk mengobrol, bercanda, dan tertawa bersama namun semua keributan itu tidak sanggup mengeluarkan Siwon dari ‘dunianya’.

Mata namja itu terus tertuju pada surat undangan reuni sekolah yang diterimanya 2 minggu lalu. Sejak menerimanya, setiap malam ia tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak karena terlalu senang menanti datangnya hari itu. Tapi setelah kejadian di Namsan Tower kemarin, perlahan semangatnya meredup kembali. Dalam hati ia masih merasa amat kecewa mengingat Tiffany tidak kembali datang tahun ini. Apa gadis itu memang sudah melupakan janji yang dibuat mereka sebelum lulus perguruan tinggi itu?

“Kau tampak tidak sehat.” Tegur Kibum yang duduk di sampingnya seraya menepuk pelan pundak Siwon.

Sayangnya Siwon tetap diam pada posisinya. Namja itu seolah berubah menjadi patung. Donghae, Eunhyuk, dan Kyuhyun saling berpandangan heran. Hari ini Siwon tampak aneh.

“Hei, kau akan datang ke acara reuni SMU kan?” tanya Eunhyuk
“Kau akan pergi dengan siapa?” kini Donghae yang bertanya.
“Hei Choi Siwon!!” Kyuhyun agak berteriak memanggil nama namja itu.

Tak ada satupun dari ucapan teman-temannya yang masuk ke dalam telinga Siwon. Dia benar-benar menjadi autis. Dalam otaknya yang sederhana itu berkelebat satu memori paling berharga dalam sejarah hidupnya.

#Flashback #

“Benarkah? Kau akan pergi ke Inggris??”

Siwon terkejut. Ia tanpa sengaja mendengarkan percakapan antara Tiffany dan temannya saat ia akan menuju kelas Donghae. Ia sangat sibuk mengurusi skripsinya dan sekarang ia mendengar Tiffany akan pergi ke Inggris?? Untuk apa? Bukankah mereka sebentar lagi akan lulus?

Tiffany mengangguk tegas. Wajahnya pun memancarkan aura bahagia. Sementara Siwon masih berdiri di tempatnya, mendengarkan apapun yang akan Tiffany ucapkan dari jauh.
“Setelah lulus nanti, aku akan membantu Pamanku di Kedutaan Inggris sana.”
“Oh, kau diterima sebagai atase? Wah..chukkae.”
“Gomawo..”

Perlahan Siwon menundukkan kepalanya. tubuhnya melemas tak bertenaga. Bagaimanapun, mendengar kabar Tiffany akan pergi ke luar negeri membuatnya syok. Mengapa gadis itu tidak mengatakan apapun padanya? Mungkinkah kedekatan mereka selama ini tidak berarti?

Selama dekat dengannya—itu artinya sudah berjalan hampir 4 tahun—Tiffany tidak pernah mengatakan apapun tentang pergi ke Inggris dan menjadi seorang Atase. Ia memang tahu sebagian keluarganya adalah seorang Diplomat. Ia kira gadis yang dicintainya diam-diam itu akan menjadi seorang artis terkenal. Mengingat sekarang saja Tiffany sudah menjadi artis muda yang digilai banyak namja.

Jika memang Tiffany akan ke luar negeri, itu artinya tidak akan ada kesempatan baginya untuk menyatakan cinta terpendamnya. Harus ia katakan sekarang juga atau menyesal selamanya. Mengingat waktu kelulusan tinggal beberapa bulan lagi.

Siwon membatalkan niatnya untuk menemui Donghae. ia memilih mendekati Tiffany sebelum gadis itu menghilang.

“Hwang Mi Young..” panggil Siwon. Tiffany menoleh. Melihat sosok Siwon mendekatinya, gadis itu tak bisa menyembunyikan senyum indah yang mampu membuat hati setiap namja luluh lantak bila melihatnya.

“Hm..Tuan Choi, bukankah sudah kubilang agar tidak memanggilku dengan nama itu” ucapnya setengah mengeluh namun bibirnya tetap tersenyum. Siwon tersenyum tipis. Senyum yang bagi yeoja lain sangat mempesona namun entah kenapa tidak ampuh sedikitpun di mata Tiffany.
“Mianhae.” Siwon lupa kalau sekarang gadis di hadapannya ini lebih familiar dengan nama Tiffany Hwang—nama british-nya.
“Bisakah kita bicara?” Siwon mengajukan pertanyaan dengan tampang serius. Memang dasarnya Tiffany pribadi yang easy-going, gadis itu mengangguk dengan mudahnya. Mereka berjalan bersama menuju atap gedung kampus, tempat favorit mereka berdua menghabiskan waktu bersama untuk sekedar berbagi cerita.

Sejak SMA, mereka sudah berteman dekat. Entah siapa yang memulai. Sejak itu pula mereka selalu bertemu dan bercakap-cakap. Siwon yang saat itu masih sangat polos, jatuh cinta pada gadis ceria dan baik seperti Tiffany. Tak dapat di pungkiri, saat SMA Tiffany adalah murid yang populer sama sepertinya. Namun ada satu masalah. Yaitu Siwon terlalu takut untuk mengatakan perasaannya. Ia terus memendam rasa sukanya hingga detik ini.

Dan kini, saatnya ia memusnahkan ketakutan itu.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Tiffany halus. Gadis itu berdiri di dekat pagar tinggi yang membatasi atap gedung itu. Angin sejuk mampu membelai rambutnya yang hitam panjang.

Siwon sempat terpana menyaksikan keagungan Tuhan tercetak jelas di wajah Tiffany. Bagaimana mungkin Tuhan sebaik ini memberikan segala keindahan pada makhluk ciptaan-Nya. Namun secepat kilat Siwon menggeleng lalu berdehem. Ia sedang berusaha menormalkan kembali detak jantungnya yang mendadak mengencang.

“Setelah kelulusan, ku dengar kau akan pergi ke Inggris..” sahut Siwon senormal mungkin. Tiffany menghentikan senyumnya lalu menoleh. Ekspresinya tampak jelas ia terkejut.
“Kau tahu? ah—secepat itukah berita menyebar..” lirihnya seraya mendesah. Siwon mendekat lalu berdiri di samping Tiffany, menyandarkan tubuhnya pada pagar pembatas.
“Kau lupa kalau kau itu artis terkenal? Banyak sekali gosip beredar tentangmu di kampus..” ucap Siwon bohong. Padahal ia tahu karena baru saja ia menguping pembicaraannya.
“benar juga..” Tiffany sedikit menyunggingkan senyum.

“Kenapa harus ke Inggris? Memang kau tidak ingin tinggal di Korea dan meneruskan karirmu sebagai artis?”

Tiffany tidak langsung menjawabnya. Ia terdiam sejenak. keraguan jelas tertera di wajah cantiknya.
Siwon penasaran, apa yang membuatnya sebingung itu?
“A-aku..aku ingin mengejar cita-citaku..” jawabnya tidak meyakinkan.
“Cita-cita? Kau ingin menjadi diplomat juga? Bukankah kau tidak mau maka dari itu kau menjadi artis?” Siwon tidak mengerti. Ia ingat betul Tiffany pernah mengatakan hal itu. Dia tidak ingin menjadi diplomat, karena itu memilih masuk ke dunia entertain. Dunia yang sangat bertentangan dengan dunia politik seperti yang digeluti keluarganya.
“Bukankah masih belum terlambat untuk mengubah haluan hidup? Lagipula, aku sudah lelah menjadi artis..” aku Tiffany, masih terdengar meragukan.

Baiklah, memaksa menjelaskan yang sesungguhnya pun sepertinya tidak akan berhasil. Sekarang Siwon hanya menghela napas dan mencoba mempercayai Tiffany saja.
“Yah, apapun yang kau putuskan..aku selalu mendukungmu..” ucap Siwon sambil menepuk pundak gadis di sebelahnya itu. Wajah ragu Tiffany perlahan berganti dengan ekspresi lega.
“Aku tahu kau namja yang sangat pengertian, Siwon-ah..”

Sekarang saatnya..batin Siwon. Tekadnya sudah bulat. Ia akan mengucapkannya detik ini juga.

“Ada apa? Masih ada yang ingin dikatakan?” Tiffany heran karena saat ini Siwon menatapnya serius.

Sebenarnya, ada perasaan gugup dan lututnya terasa lemas. Ayolah Choi Siwon, berhenti bertindak pengecut dan katakan ‘saranghae’ pada gadis yang kau cintai ini. Batinnya menguatkan.

“Tiffany Hwang..aku—aku..” Siwon berkali-kali menelan ludahnya dan mengusap wajahnya karena terlalu gugup.
“Iya..” gadis itu masih sabar menanti.

Sial! Kenapa jantungku berdebar kencang begini!! Teriak Siwon dalam hati.

“Aku menyukaimu. Kukatakan dengan setulus hati bahwa aku mencintaimu..” kala kalimat itu mengalir dengan mulus dari mulutnya, ada perasaan lega menjalar dalam hati namja itu. Sekarang matanya tertuju pada wajah Tiffany yang tampak terkejut. gadis itu membulatkan matanya dan mulutnya sedikit menganga.
“Choi Siwon..kau..padaku..kita..” ucapnya kaku. Siwon mengangguk tegas.
“Sejak kapan?” potong tiffany saat Siwon hendak membuka mulutnya.
“Sejak kita SMU” aku-nya malu-malu.

Gadis itu terdiam beberapa saat dan Siwon memaklumi hal ini.

“Maaf kalau pernyataanku mengganggu. Tapi jika aku tidak mengatakannya sekarang, aku takut aku akan menyesal seumur hidup”

Tiffany menghela napas berat. Baginya ini pun pernyataan yang sangat memberatkan. Ia tidak menyangka kalau Siwon menyukainya sejak mereka pertama kali dekat. Yaitu saat SMU dulu. omona..lalu apa yang harus ia lakukan sekarang? Bukannya ia tidak menyukai Siwon, tapi..ada satu hal yang membuatnya tidak bisa membalas pernyataan namja itu.

“Siwon-ah..” ucap Tiffany pelan. Namja itu menoleh. Ia sangat tidak sabar menanti jawaban Tiffany. Apapun keputusannya, ia akan menerima hal itu dengan lapang dada.
“Aku..ini sangat mendadak. Maaf..” Tiffany menundukkan kepalanya berkali-kali. Tentu saja hal ini membuat Siwon kebingungan. Apa yang harus dimaafkan? Oh, apakah mungkin..
“Aku belum bisa menjawab perasaanmu sekarang. Bolehkah aku memikirkannya lebih dulu?” tanya Tiffany serius.

Siwon terbelalak. Jadi, dengan kata lain, ia harus menunggu? Ia tentu harus menghormati keputusan Tiffany. Maka ia akan menunggu sampai Tiffany menjawab.

“Kapan kau akan menjawab perasaanku?”

“Setelah aku yakin.”

“Baiklah, kalau begitu datanglah ke Namsan Tower tanggal 23 nanti. Aku akan menunggumu dan jawaban darimu, Tiffany Hwang.” Putus Siwon.

Tiffany mengangguk.

dan seperti yang sudah terjadi, pada tanggal 23 di tempat yang dijanjikan..Hari itu Tiffany Hwang tidak datang untuk menjawab pernyataan Siwon karena gadis itu memutuskan pergi Ke Inggris dan melanjutkan kuliahnya di sana.

Kecewa? Tentu saja. lebih dari apapun ia sangat kecewa. Namun dibalik semua rasa kecewanya itu, masih terselip harapan bahwa Tiffany akan datang ke tempat itu, pada tanggal yang sudah dijanjikan sebelumnya. Karenanya, setiap tahun pada tanggal yang sama Siwon selalu berdiri di bawah Namsan Tower menanti kedatangan gadis yang amat ia rindukan.

#Flashback end#

Siwon menghela napas setelah seluruh memorinya tentang Tiffany Hwang terulang di otaknya seperti film yang selesai di putar. Terkadang ia menyesali tindakan sia-sia yang dilakukannya selama beberapa tahun terakhir ini. Namun bayangan indah yang ia lewati bersama Tiffany dulu mampu membuat rasa sesalnya menguap seperti asap.

“HEI, CHOI SIWON!!!!”

“Huwaaa!!”

Namja itu mengerjap kaget mendengar teriakan tiba-tiba tepat di telinganya. Keseimbangannya goyah dan ia jatuh dengan menyedihkan dari kursi.

Bruggh..

Teman-temannya terkejut melihat Siwon terjatuh. Insiden kecil itu menimbulkan suara gaduh hingga membuat beberapa orang di kafe tempat mereka berada menoleh. Kyuhyun sang pelaku hanya meringis seolah bisa merasakan sakit yang dialami Siwon. Sementara Siwon sendiri mengaduh di lantai sambil berusaha bangun.

“Dasar kau Evil! Kau kan bisa tidak perlu berteriak di telingaku!” teriak Siwon. Kyuhyun cengengesan tidak jelas.
“Mian. Habis kau kupanggil berkali-kali tidak menyahut. Aku takut kau mendadak autis tadi.” ucapnya dengan muka innocent. Siwon mendengus sebal dan kembali duduk di kursinya. Ia melirik Kibum, Eunhyuk dan Donghae berusaha menahan tawanya.
“Tertawalah. Jangan ditahan.” Ujar Siwon dingin. Dia membenarkan jas yang dipakainya.

“Memang tadi kau sedang memikirkan apa?” tanya Eunhyuk tak habis pikir.

Siwon terdiam. Sial..gara-gara Eunhyuk bertanya, nama Tiffany Hwang kembali terngiang-ngiang di telinganya.
“Jangan bilang kau memikirkan Tiffany Hwang..” tebak Donghae. siwon menoleh dengan ekspresi kaget. Namja itu mengibaskan tangannya.
“Tak perlu memasang wajah kaget begitu. Aku tahu kemarin kau juga menunggu gadis itu kan? Kau selalu seperti ini setiap tahun. Apa tahun ini dia juga tidak datang?”

Siwon menghela napas berat. Dengan tindakannya itu secara tidak langsung memberikan jawaban ‘iya’. Teman-temannya tahu. siwon selalu seperti ini jika menyangkut masalah Tiffany. Mereka terkadang tidak mengerti kenapa Siwon bisa begitu setia menanti hal yang tidak pasti seperti itu.

“Aku memang menunggunya. Seperti biasa.” Jawabnya enteng. Bertentangan dengan isi hatinya yang hancur berantakan.
“Aigoo..Tuan Choi, kau harus berpikir tentang cinta baru. Menanti hanya membuat fisik dan mentalmu lelah.” Usul Kibum.
“Jika aku bisa, aku ingin seperti itu. Seperti kalian. Bisa menemukan cinta tanpa harus menunggu terlalu lama. tapi..untuk yang ini..aku tidak bisa..” ucapnya murung.
“Bukankah kau tidak suka dilupakan? Mungkin saja Tiffany hwang memang melupakanmu. Sudahlah, mulai sekarang menyerah saja.” Eunhyuk menepuk pundak Siwon, memberinya semangat. Ia pun tidak tega jika melihat sahabatnya terus seperti ini.

Siwon kembali menghembuskan napasnya. “Begitukah?” ia malah kembali bertanya.

“Tentu saja!!” tegas ke empat temannya bersamaan.

“Ini sudah lebih dari 5 tahun.” Serobot Kyuhyun. “bahkan jika makanan sekalipun, 5 tahun sudah terlalu lewat masa kadaluarsanya”

Siwon merenungi ucapan Kyuhyun yang dirasa ada benarnya. Ia mengangguk tak peduli.
“Sepertinya aku memang harus melupakannya.” Siwon kembali melirik kartu undangan yang tergeletak di atas meja.
“Apa dia akan datang ke pesta reuni itu?” ucapnya lirih.
“Meskipun datang, kau jangan menatapnya. Anggap saja di antara kalian tidak ada apapun.” Sahut Donghae.
“Oh, atau bagaimana kalau kau membawa pasanganmu ke pesta itu?” usul Eunhyuk.

Deg.

Siwon mengerjap seolah baru menyadari sesuatu. Pasangan?? Iya, itu dia!! Itu jawaban yang paling masuk akal untuk mengeluarkannya dari penantian bodoh ini.

Ia menepuk tangannya. “Benar juga! Aku bisa membawa pasanganku!” serunya semangat. Namun beberapa detik kemudian senyumnya menghilang. “Eh, tapi.. aku mengajak siapa???” tanyanya bingung.

Siwon menatap nanar teman-temannya yang menunjukkan ekspresi bingung juga. Donghae, Kyuhyun, dan Eunhyuk sudah menikah. Kibum meskipun belum menikah tapi setidaknya ia bisa mengajak Ja Rin, pacarnya. Bahunya melemas putus asa. Baiklah, sebaiknya ia harus memikirkan gagasan lain sebelum ia kembali gila karena masalah ini.

“Mungkin aku akan datang sendiri” putusnya.

—o0o—

“Oppa..aku bingung, sebenarnya baju ini hadiah dari siapa?” ucap Haebin bingung sambil memandangi sepasang sepatu rajutan, topi rajutan, baju, dan celana. sudah 3 kali dalam bulan ini selalu datang paket ke rumahnya yang berisi hadiah berupa baju bayi. Dan ajaibnya, semua ukurannya pas sekali untuk Hae Young.

Donghae membenarkan jaketnya lalu mengambil kunci mobil.
“Sudah, jangan dipikirkan. Mungkin dari Umma. Bukankah Umma sudah biasa mengirimkan baju untuk Youngie kita.” Suaminya itu nampak tak peduli. Tapi ini sangat mengganggu bagi Haebin. masalahnya, baju-baju ini semuanya merupakan merek terkenal yang hanya di jual di luar negeri.
“Tapi..” Haebin berniat membantah kembali namun diurungkannya. Ia memilih melanjutkan kegiatannya mendandani putranya.
“Aigoo, jagoan kecilku ternyata sangat tampan..seperti Appanya.” Donghae gemas sekali pada anaknya sendiri. Setelah selesai di dandani, ia segera menggendong putranya.
“Aku membawa Hae Young duluan ke mobil. Kau menyusul secepatnya, oke. Kita sudah hampir terlambat. Tidak mungkin kan kita membiarkan Appa menunggu.”

Haebin segera membereskan semua keperluan pangeran ciliknya itu ke dalam tas. Lalu menyusul Suaminya yang sudah lebih dulu ada di mobil.

—o0o—

@Kediaman Lee Dong il

Seorang gadis berdiri mematung di depan pintu gerbang tinggi sebuah rumah yang besar dan luas. Ia tampak ragu ketika hendak melangkah memasukinya.

“Apa mereka akan menerimaku?” batinnya ragu. Ia berniat membalikkan badannya untuk pergi ketika ia melihat sebuah mobil melaju mendekati gerbang. Pontang-panting ia segera berlari untuk menyembunyikan diri di balik semak-semak. Membiarkan mobil itu melaju masuk ke dalam gerbang.
“Itu pasti mobilnya..” gadis itu kembali keluar dari persembunyiannya. Ia melirik ke dalam gerbang. Menyaksikan seseorang, ah tidak..2 orang keluar dari mobil itu.

“Aigoo..ternyata dia memang sudah memiliki anak..” desisnya saat melihat Donghae keluar bersama istrinya yang menggendong seorang anak kecil.

“Hm..apa aku masuk saja?”

Sebenarnya akan terjadi kehebohan besar di rumah itu jika ia benar-benar masuk. sebaiknya ia kembali saja ke rumah ke dua-nya di Amerika sana. Tapi jika kedatangannya di sini sia-sia? Untuk apa dia kembali setelah pergi selama bertahun-tahun?

Baiklah, sebaiknya aku masuk! tekadnya sudah bulat. Akhirnya ia memberanikan diri melangkah masuk.

“Mwo?? Nona…” seru Security yang berjaga di depan rumah saat mengenali kedatangan gadis itu.
“Oh, kau masih mengenaliku rupanya..” serunya ceria. Security itu mempersilakan ia masuk dengan ramahnya.
“Selamat datang kembali, nona.” Ucapnya sopan seraya membungkukkan badannya lalu membukakan gerbang. Ia senang sekali ternyata penjaga itu tidak melupakannya. Sesekali ia mengagumi rumah yang ia rindukan itu. Segalanya tak ada yang berubah sejak ia pergi beberapa tahun lalu. Ia sejenak berhenti lalu menghirup udara untuk mengisi paru-parunya. Ah..aromanya bahkan masih sama seperti dulu. ia tersenyum simpul.

Sesampainya di depan pintu rumah, ia menghela napas pelan.

Ting tong..

Ia berdiri tegak menunggu seseorang membukakan pintu. Tak lama pintu dibuka. Menampilkan wajah yang juga ia rindukan.

“Leeteuk Oppa!!” serunya riang seraya melambaikan tangannya.

Reaksi yang berbeda justru di perlihatkan Leeteuk. Namja itu jelas sekali terkejut dan mulutnya menganga lebar.

“K-kau..” serunya terpatah-patah. Keterkejutan Leeteuk tak berlangsung lama. perlahan namja itu tersenyum lebar.
“Lee Sun Hee!! Kau kembali!!” serunya keras.
“Oppa..aku rindu..” gadis bernama Sun Hee itu berlari lalu menghambur memeluk Leeteuk.
Tak lama mereka saling berpelukan Leeteuk lebih dulu melepaskannya.
“Kenapa baru kembali sekarang? Kemana saja kau selama ini? Ayo masuk. tuan pasti senang jika melihatmu” Leeteuk segera mempersilakan Sun Hee masuk.

Sun Hee terkejut. “Oppa..aku boleh masuk??”

Leeteuk menghentikan langkahnya. “Tentu saja. ini rumahmu, kan?”

Gadis itu menautkan jari tangannya. Ia tampak ragu dan rona takut jelas terlihat di wajahnya. Leeteuk paham maksudnya. Ia masih hapal kebiasaan gadis itu kala ragu ataupun takut.

“Kau takut tuan Lee akan menendangmu keluar, begitu?”

Gadis itu mengangguk. Tak beranjak sedikitpun dari tempatnya berdiri.
“Dia tidak akan melakukannya.” Ucap Leeteuk menenangkan. “Karena dia, Appamu.”
Sun Hee mengangkat kepalanya, menatap Leeteuk dengan ekspresi penuh harap.
“Benarkah? Oppa yakin?”
“Tentu saja. ayo masuk.”

Sun Hee mengangguk lalu mulai melangkah memasuki rumah. Namun beberapa langkah kemudian, ia menghentikan langkahnya.
“Lalu bagaimana dengan Donghae Oppa? Apa dia juga masih marah padaku?”
“tidak mungkin Sun Hee, dia adalah kakakmu.”

Baiklah..entah Leeteuk hanya bermaksud menenagkannya atau memang ia yang terlalu berpikir terlalu jauh. Akhirnya Sun Hee memutuskan untuk mengikuti Leeteuk masuk menemui keluarganya.

Saat memasuki ruang keluarga, Sun Hee menemukan sosok Tuan Lee, Donghae, dan seorang yeoja yang tidak dikenalinya sedang menggendong bayi di pangkuannya.

“Maaf mengganggu, tapi lihat siapa yang datang..” ucap Leeteuk. Seketika perhatian semua orang tertuju padanya dan Sun Hee. Donghae yang lebih dulu bereaksi.

“Sun Hee!!!” serunya. Donghae memperlihatkan senyumnya. Ya ampun..ia tak menyangka bisa bertemu dengan adiknya yang sudah lama menghilang.

Gadis itu melambaikan tangannya kikuk.

“Annyeong, Oppa..” Sun Hee kemudian menolehkan pandangannya pada Tuan Lee.
“Appa..” ucapnya ragu sambil perlahan mendekati Tuan Lee. Pria itu bersedekap sambil memperlihatkan wajah dinginnya. Tidak ada senyum ataupun ekspresi menyambut seperti yang ditunjukkan Donghae dan Leeteuk.

“Untuk apa kau kembali?” tanyanya dingin.
Sun Hee menundukkan kepalanya takut. “Appa..”

“ANAK YANG SUDAH KABUR DARI RUMAH TIDAK PERLU KEMBALI LAGI!!!!” teriak Tuan Lee membahana.

Haaaa!!!!

Semua orang terkejut mendengar pekikan Tuan Lee yang keras dan menuntut itu.

Sun Hee menundukkan kepalanya takut. Ia sudah menduganya. Lalu selanjutnya apa yang harus ia lakukan? Jika begini jadinya, bagaimana dengan tujuannya datang kemari?

Bukankah ia kembali untuk mengambil hati Choi Siwon? Pria yang sudah mencuri hatinya belasan tahun yang lalu itu?

To be continued..

84 thoughts on “Shady Girl Siwon’s Story (Part 1)

  1. Wah donghae oppa pny adik yg sdh lama pergi dari rumahnya, jangan2 dari kecil Sun Hee sdh suka sama Siwon oppa.. Sebaiknya Siwon oppa mendengarkan apa kata teman2nya u melupakan Tiffany Hwang

  2. aku baru inget donghae punya adik pntesan pas donghae nikah dlu yg dtg cuma umma nya aj, g taunya sun hee pergi dari rmh.
    lngsung baca lg deh kyanya bklan seru lg…

  3. Sabar bgt siwon menunggu tiffany. Donghae pnya adik ???
    Ini ff sepertinya menceritakan tntng kesetian menunggu orang yg disayangi. *pendapat ku*
    Keep writing and hwaiting eonni.

  4. Oh my. kasian bgt nampyeon gue siwon oppaa😦 udah oppa! lupain aja fany! inget gue masih ada buat lo wkwkkk.
    wae sunhee kabur dr rmh?? daebak nih ff nya🙂 pnasaran

  5. Sudah saia duga itu ade’a hae..
    Ck! Appa’a hae becanda’a keterlaluan deh..

    Yg ngirimin baju buat haeyoung itu sunhee berarti ..

    Next..😉

  6. ya ampun nie beneran bakal complocated bgt degh >_<
    siwon selama 5 tahun nunggu tiffany -_-
    dan sun hee slama 6 tahun menyukai siwon , mereka sama" nunggu donk , cocok degh (y)

  7. wah ternyata main cast cewe di siwon story itu adiknya dong hae,
    aku inget di shady girl donghae diceritain kalau ibu sama adiknya dong hae pergi dari rumah tapi adiknya gak diceritain lagi dan cuma ibunya yang diceritain
    dan seinget aku gak diceritain juga kenapa sun hee kabur dari rumah.
    wah makin penasaran jadinya, apa siwon bakal berpaling dari penantiannya sama tiffany hwang?
    aigooo author selalu bikin penasaran sama kisah shady girlnya
    mending lanjut baca aja deh daripada tebak”an mulu hihi ^^
    authoooor jjang😀

  8. eeeeh???? butuh flashback… >/////< maksudnya, kenapa bisa suka sama siwon?? kenapa bisa sunhee tau kalo siwon selalu ngetem di namsan tower tiap tanggal 23 entah bulan keberapa.. kenapa bisa dia kabur dari rumah??? waaaaaaaaaack~ ini kayaknya model yang mainin perasaan lagi deh.. ;_____;

  9. Ya, ampun. Kenapa aku baru baca?.
    Aduuuh….
    Aku baru tau ni ff, cerita awal udah….
    Mmmmm…. ??????
    Yuk ah, mau k part brikut y.
    *Yang penting ngg silent reader*

  10. Lho? Jadi sun hee adiknya dongek? Lho kok? Kok bisa kenal siwon? Dan itu belasan tahun yg lalu??
    Eehh.. eonnie ini baru chapter pertama aku baca dan aku sudah disuguhi kekepoan dan ketidak pahaman disini heheheh mian😀 mungkin aku mesti baca lanjutannya dulu *yaiyalah pea’*

  11. Jadi Sun Hee adiknya Donghae ? Loh ko bisa ? Jadi selama ini Sun Hee Kabur kenapa ? Udh sedikit mengerti sama alurnya,ceritanya bertepuk sebelah tangan ! Sun Hee suka sama Siwon tapi Siwon’nya suka sama Tiffany ? Benar” Rumit,kayanya yg bakal jadi couple Siwon di reuni nanti Sun Hee deh

  12. Pas baca shady girl kirain siwon dan tiffany pernah mencintai dengan sangat dalam..jadi pas chingu bilang siwon mau di pasangkan dengan sun hee jadi agak gak terima…tapi setelah baca part 1 ini kayak nya memang lbih cocok siwon sama sun hee dari pada tiffany

  13. Ksian ya Siwon d ksi hrpan gk psti ama Tiffany??? Klo gk suka ya bilang aja lngsung…
    Qu gk nygka Donghae pnya adik,,, n dy kbur dri rmh jg.. Jd yg bkal jd psngan Siwon yg ssungghnya adlh Lee Sun Hee,,,yg slm ini udh mmndam rasa cinta utk Siwon…dan Namja itu tdk mnydrinya…krna sllu mnghrpkan Tiffany…

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s