Shady Girl Eunhyuk’S Story (Part 16)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 16
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Conflict

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Eunhyuk a.k.a Lee Hyukjae

Support Cast :

  • Lee Taemin
  • Kim Hyoyeon

akhirnya, tinggal menunggu part akhir aja nih. Klimaks cerita ada di episode ini dan episode mendatang tinggal anti klimaksnya aja. Follow twitter author yuukkk.. @Julianingati23.

Yuk kita baca bareng-bareng ^_^

Shady Girl Eunhyuk's Story by Dha Khanzaki3

—-o0o—–

“Nuna, kau yakin tidak ada yang sakit?” tanya Taemin cemas. Dia membantu Mira duduk. Tadi, begitu Mira tersadar dari pingsannya, Taemin begitu senang.
“Iya. Kau sendiri? Tidak ada yang terluka kan?” tanya Mira lebih khawatir lagi. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada adik iparnya itu.

Taemin berpindah duduknya di hadapan Mira. awalnya yeoja itu tidak mengerti atas tindakan Taemin. Mendadak saja Taemin menundukkan kepalanya.
“Taemin, apa yang kau lakukan??” Mira panik. Ia tidak paham apa maksud tindakan Taemin itu.
“Nuna, ini adalah bentuk permintaan maaf dan ucapan terima kasihku..” lirih Taemin masih menundukkan kepalanya.
“Untuk??”
“Maaf karena aku sudah mencurigaimu macam-macam. Sekarang aku paham Nuna tidak mungkin mengkhianati Hyung. Dan terima kasih..karena Nuna sudah menyelamatkanku dulu. tanpa pertolongan darimu aku tidak akan selamat waktu itu..”

Mira mengerjapkan mata mendengar ucapan Taemin. “Kau tahu darimana? Atau oh..Taemin..apa ingatanmu sudah pulih??”
Taemin mengangguk tegas. “Sudah. Berkat Tuan Kim brengsek itu aku berhasil mengingatnya kembali..” Taemin mengepal erat tangannya saat menyebut nama Tuan Kim. “Seandainya aku tahu dari awal..aku tidak akan membiarkannya.”
“Siapa itu Tuan Kim? Jadi dia dalang dari penculikan ini?” tanya Mira. Taemin kembali mengangguk.
“Kim Byung Hee. Dia seorang walikota dan ayah dari Hyo Yeon Nuna. Dia melakukan ini karena Hyung sudah mencampakkan putrinya.”

Mira tidak begitu ingat seperti apa wajah Kim Byung Hee. Tapi sepertinya nama itu memang sudah tidak asing lagi di telinganya. Oh, bukankah itu adalah orang yang ditemuinya di kantor Eunhyuk waktu itu?
“Tapi, masa hanya karena alasan sedangkal itu?”
“Bukan. Alasan utama Tuan Kim membawa kita kemari adalah karena kasus sebelumnya di pabrik tua itu. Nuna, tanpa sengaja aku melihat bisnis ilegalnya di sana dan karena itu lah anak buahnya ingin membunuhku.”

Kejadian hari itu pun teringat kembali. Masih segar dalam ingatannya saat ia mendengar suara jeritan seseorang dan di saat itu pula ia melihat seorang pemuda tengah dikejar belasan orang pria.
“Tapi Taemin, apa yang kau lakukan di sana? Tidak mungkin kan kau sengaja memata-matai mereka?”
“Aku tersesat. Mungkin hari itu adalah hari sialku. Lalu apa yang Nuna lakukan di sana?”

Mira terdiam. “Pabrik itu, dulunya adalah pabrik milik keluargaku. Tapi sudah bangkrut karena di kelola oleh tangan yang salah..”
“Ah, mianhae..” Taemin tidak enak sudah mengingatkan Mira pada kenangan buruknya.
“Gwaenchana. Sekarang satu-satunya yang harus kita cemaskan adalah bagaimana caranya keluar dari tempat ini. Pikir Mira sambil memperhatikan sekelilingnya. Tidak ada jalan keluar, yang ada hanya jendela kecil yang cukup untuk keluar masuk kucing. Pintu juga hanya ada satu.

“Nuna, sebenarnya aku sudah ada satu cara..” ucap Taemin. Dia membisikkan Mira strategi yang sudah dipikirkannya sejak tadi.
—o0o—

Eunhyuk bolak-balik sejak setengah jam lalu. Teman-temannya sampai pusing melihat Eunhyuk secemas ini. Sekarang sudah lewat 1 hari sejak istrinya dan Taemin menghilang kemarin. Kyuhyun, Siwon, Donghae dan Siwon juga sudah kehabisan kata-kata untuk menenangkan Eunhyuk. Sementara Kibum dia terlalu sibuk menangani pasien di rumah sakit sehingga tidak bisa menemani Eunhyuk di kantornya.

“Hyung, apa sebenarnya yang dilakukan polisi? Mengapa tidak ada kabar juga!!!” Eunhyuk menoleh pada Sungmin dengan nada meninggi.
“Sabarlah Lee Hyuk Jae! Mencari orang di Seoul itu tidak semudah menemukan ikan lele di kolam ikan koi! Jadi duduk dan tenanglah!!” tegas Sungmin.
“Sungmin Hyung benar. Berdoalah semoga mereka baik-baik saja.” ucap Siwon di iringi anggukan yang lain.

Akhirnya setelah di nasihati macam-macam Eunhyuk mau juga duduk meski tetap gelisah.
“Aku memiliki firasat buruk tentang ini. Bagaimana mungkin aku tidak panik..” lirih Eunhyuk hampir putus asa. Ia takut. Sejak melihat pintu rumah terbuka dan ia tidak menemukan Mira di manapun, ia sangat takut. Entah apa yang ia takutkan, tapi hatinya tidak pernah bisa tenang semenjak kemarin.
“Aku akan melakukan sesuatu. Apa Mira membawa ponsel?” tanya Kyuhyun seraya bangkit.
“Mira meninggalkan ponselnya..” ucap Eunhyuk lemas. Ia kemudian mengerjap. “Mungkin Taemin bawa.” Ia lalu menatap Kyuhyun. “Kau bisa melakukan sesuatu??” Eunhyuk hampir saja melonjak senang. Kyuhyun mengangguk. Ia segera mengeluarkan satu alat aneh dari dalam tasnya lalu menyambungkannya dengan laptop Eunhyuk.

“Kau mau apa?” tanya Donghae penasaran. Terkadang memang ada-ada saja ide professor muda itu. Kyuhyun masih konsentrasi menyambungkan kabel ke laptop.
“Aku akan mencari keberadaan mereka dari sinyal ponsel dengan cara menyadap satelit komunikasi.” Ucapnya. Eunhyuk segera bangkit dan mendekati Kyuhyun.
“Bungsu.. kau memang jenius.” Seru Eunhyuk sambil mengacak-acak rambut Kyuhyun. “Kau bahkan lebih hebat dari Garry.” Ucapnya.
“Huh, kalau begini baru saja memuji..” cibir Kyuhyun. dia mulai bekerja. Butuh beberapa waktu lamanya untuk menemukan kode dari sinyal ponsel Taemin. Ia hanya berharap ponsel Taemin dalam keadaan menyala.

—o0o—

“Nuna, kau siap?” tanya Taemin sambil berbisik. Mira mengangguk. Mereka sudah siap di posisi masing-masing. Tali yang mengikat mereka sudah dilepas secara diam-diam oleh Mira. karena gadis itu sudah biasa dengan tali temali.

Taemin dan Mira berdiri di sebelah pintu di sisi kiri dan kanannya. Taemin mengangkat tongkat bisbol yang ia temukan di gudang sedangkan Mira memegang sebuah pajangan dari kayu. Untuk memulai aksinya, namja itu terlebih dahulu mengambil napas.

Mira mengangguk memberikan isyarat bahwa ia siap. Taemin memulai misi pertama mereka.
Dia sengaja membuat keributan dengan menjatuhkan semua benda-benda di gudang hingga menimbulkan suara gaduh.
“Ada apa di dalam!!” teriak seorang penjaga dari luar. Taemin segera bersiap di posisi saat terdengar suara engsel pintu yang dibuka.

Buukkk!!

Bersamaan dengan penjaga itu masuk, Taemin segera memukul bagian punggungnya hingga penjaga naas itu jatuh pingsan di lantai. Mira dan Taemin segera ber high-five setelahnya.
“Ayo kita keluar, Nuna..sebelum penjaga-penjaga itu mulai berdatangan.” Ucap Taemin. Mereka segera pergi dari gudang itu. Baru saja berjalan beberapa langkah, ada beberapa pria yang datang ke arah mereka dan Mira dengan cekatan menarik Taemin memasuki ruangan di samping mereka.

“hampir saja..” desis Taemin. Mira melihat ke arah jendela ruangan itu. Ia seketika mendapat ide.
“Taemin, aku rasa aku punya cara untuk kabur..” ucap Mira. begitu melihat ke arah luar jendela, Taemin tersenyum. “Kita bisa keluar dari sini.”

Beruntung sekali, ruangan yang mereka masuki adalah sebuah kamar yang memiliki beranda yang langsung menghadap ke jalan. Dan di sana ada sebuah pohon yang bisa mereka jadikan jembatan untuk kabur sekaligus melewati pagar pembatas yang menjulang tinggi itu.

“akh, sial! Jendela dan pintunya terkunci!!” teriak Taemin kesal saat mengecek pintu dan jendela di sana. Mira menarik Taemin dari depan pintu. Ia lalu menarik satu penjepit rambut tipis yang ada di kepalanya dan melakukan trik di lubang kunci pintunya.

Cklek..

Mira tersenyum puas setelah berhasil membuka pintunya.
“Huwa.. Nuna, kau memiliki bakat menjadi perampok kelas kakap..” seru Taemin kagum seraya mengacungkan jempol.
“Ini bukan saatnya untuk memuji, ayo lekas pergi sebelum ada yang menyadari..”

Taemin mengikuti Mira menaiki pohon yang ada di samping beranda itu lalu dengan perlahan menyebrang melalui pohon yang besar itu melewati pagar dan turun perlahan. Mira mendesah lega setelah berada di luar pagar. Taemin pun turun dari pohon dan ikut mendesah lega.

“Nuna, kita berhasil!!” teriak Taemin. Dia sangat bahagia karena berhasil kabur dari penjara itu. Huh, lihat saja, setelah ini ia akan melaporkan tindakan Kim Byung Hee pada polisi.

“Mereka kabur!!” teriak para penjaga itu saat melihat Taemin dan Mira sudah berada di luar pagar. Mereka segera berlari.
Tak lama para penjaga itu mulai berada di belakang mereka. Beberapa kali orang-orang itu melancarkan tembakan dan untungnya tidak ada yang terkena. Taemin maupun Mira berteriak meminta tolong dan tak ada yang bertindak menolong mereka karena orang-orang pikir ini adalah bagian dari syuting.

Sementara itu di rumah sakit…

“Mwo? Kabur katamu? Tangkap mereka!! Dan jika tertangkap, jangan segan-segan untuk membunuh mereka!!” bentak Kim Byung Hee tertahan saat mendengar ucapan pengawalnya dari telepon. Ia tidak bisa berteriak karena Hyo Yeon masih terbaring lemah di tempat tidurnya. Setelah menutup telepon, ia segera melempar teleponnya hingga hancur berkeping-keping.
“Kurang ajar..” geramnya dengan rahang bergemeretak. Bagaimana bisa mereka berdua kabur dengan penjagaan seketat itu???

—o0o—

“Oh..ketemu!!” teriak Kyuhyun. Eunhyuk, Siwon, Donghae, dan Sungmin yang sudah lelah menunggu sejak 2 jam lalu langsung mengerjap senang mendengar seruan Kyuhyun. mereka segera berkerumun di sekitar namja itu.
“Ada di mana?” Eunhyuk yang paling tidak sabar. kyuhyun melihat layar laptop dengan serius.
“Dia ada di daerah Seong-Dong. Oh, sepertinya Taemin menelepon seseorang atau..” Kyuhyun melihat rentetan nomor yang muncul di layar laptop. Ia mengerjap.
“KANTOR POLISI!!!” teriak Kyuhyun. eunhyuk mencengkram ujung meja kerjanya.
“Apa kita bisa mendengar apa yang mereka bicarakan??” tanya Eunhyuk panik. Ia takut sekali sekarang.
“tentu. Sebentar..” Kyuhyun segera menyambungkan dengan speaker dan memasukkan kode-kode tertentu agar bisa menyadap apa yang dibicarakan Taemin.

Pak..tolong kami..kami sedang di kejar-kejar pria bersenjata pak..tolong..

“Hah? Kami? Berarti Taemin tidak sendiri!!” seru Sungmin.
“Pria bersenjata!!!” seru Siwon dan Donghae bersamaan. Samar-samar terdengar suara letusan pistol dan itu semakin membuat Eunhyuk tak sabar dan panik. Ia mencengkram baju Kyuhyun. sementara Sungmin segera menelepon polisi untuk meminta bantuan.
“Lakukan sesuatu, bungsu!!”
“Sabar dan dengarkan pembicaraan mereka.

Posisi kalian di mana sekarang?
Terdengar suara polisi.

Entahlah..aku bahkan tidak tahu ini dimana. Ah, kami sudah melewati sebuah patung anjing perunggu. Kumohon datanglah..karena nyawa kami benar-benar terancam…

Wajah Eunhyuk menegang karena kali ini ia mendengar suara Mira. aigoo.. Mira benar-benar bersama Taemin! Dan apa katanya? Nyawa mereka terancam??

“HYUNG!! PANGGIL INTERPOL SEKARANG JUGA!!” Teriak Eunhyuk benar-benar panik. Ia segera bergegas pergi ke tempat Taemin dan istrinya berada. Daerah Seong-dong.

—o0o—

Sekarang Taemin dan Mira bisa bernapas lega karena sudah berada di tepian jalan raya. Mereka bisa saja segera menyetop taksi untuk pulang.

“Kau lihat 2 orang itu? Tabrak saja mereka..” perintah seseorang yang ada di samping kursi kemudi. Orang yang ada di balik kemudi mengangguk paham. Orang yang ada di samping supir itu tersenyum misterius. Baru saja ia mendapat perintah dari Kim Byung Hee bahwa jika menemukan 2 orang itu lagi langsung bunuh saja mereka. Baiklah, sekarang ke dua orang itu sudah berada di depan mata. Tinggal menabraknya saja.

Taemin dan Mira bersiap untuk menyebrang saat lampu lalu lintas sudah menunjukkan warna merah. Taemin melangkah lebih dulu di sertai dengan beberapa orang yang ikut lewat. Dan tak di sangka ada sebuah mobil sedan melesat cepat ke arah mereka padahal lalmpu sedang hijau.

“Kyaaa..” beberapa pejalan kaki yang menyeberang langsung berlarian panik menghindar dan karena yang dituju adalah Taemin dan Mira, mobil itu mengarah tepat ke arah 2 orang itu.

Mira menyadari ada yang aneh segera mendorong Taemin jauh-jauh dari dekatnya. Taemin terjungkal jauh kedepan sementara Mira segera menghindar dan..

Brakkk..

Tubuh Mira terjungkal jatuh karena bagian sisi mobil menabraknya.

“NUNA!!!” Teriak Taemin.

Orang-orang memekik kaget melihat kejadian mengenaskan itu dan kekacauan pun terjadi, karena lampu sudah hijau, beberapa mobil yang mulai melaju membuat mobil yang sudah menabrak tadi tidak bisa menghindar dan terjadilah kecelakaan beruntun di sana. Mobil sedan naas itu terbanting ke arah sisi jalan dan segera menabrak pohon.

Taemin segera menghampiri tubuh Mira yang tergeletak di sisi jalan.
“Nuna..Kau tidak apa-apa??” cecar Taemin panik. Mira kesadarannya mulai menipis. Yeoja itu menangis sambil memegangi perutnya. Perhatian Taemin teralih pada bagian perut Mira. ia mengerjap kaget saat melihat di bagian bawah tubuh Mira mengalirkan darah. Bulu kuduk Taemin meremang dan wajahnya memucat.
“Nuna..kau terluka parah..Nuna bertahanlah..Siapapun..tolong kami..” teriak Taemin pada orang-orang yang mulai berkerumun di sekitar mereka. Taemin menangis dan ia mulai panik saat yeoja dalam dekapannya itu kehilangan kesadarannya.

“NUNAAAA!!!” teriak Taemin panik.

—o0o—

Firasat buruk Eunhyuk terjawab sudah ketika ia mendapat telepon dari polisi bahwa orang-orang yang dilaporkan hilang itu berada di rumah sakit sekarang. Eunhyuk segera memutar balikkan mobilnya ke arah rumah sakit yang disebutkan polisi tadi.

Sesampainya di rumah sakit, Eunhyuk di ikuti teman-temannya segera berlari menuju ruang IGD. Dia mendengar bahwa salah seorang antara adik dan istrinya ada yang terluka.

Semoga keduanya baik-baik saja..batin Eunhyuk.

“Mira..Taemin..” teriak Eunhyuk begitu berada di depan ruang IGD. Taemin bangkit dari duduknya begitu menyadari kedatangan Taemin. Wajahnya lusuh dan pucat. Langkah Eunhyuk perlahan semakin pelan. Lututnya serasa lemas dan bergetar. Jika Taemin berdiri di hadapannya, berarti yang sekarang berada di ruang IGD adalah..

Taemin menangis di hadapan Eunhyuk. “Hyung, Nuna..”
“Kenapa Mira?” tanya Sungmin lebih dulu melihat Eunhyuk terpaku di tempatnya berdiri.
“Nuna ditabrak mobil. Dan sekarang dia..” Taemin menunduk. Ia tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.

Siwon dan Sungmin buru-buru menenangkan Taemin yang sudah menangis tersedu-sedu. Sementara Eunhyuk masih berdiri kaku. Kakinya semakin lemas. Eunhyuk hampir saja terjatuh di lantai jika tidak segera di tahan Kyuhyun dan Donghae.
“Sabarlah. Semoga Mira tidak apa-apa.” Ucap Donghae menenangkan. Eunhyuk tak berkata apapun. Dia hanya menatap pintu ruang IGD dengan tatapan kosong.
“Mira-ku..Mira-ku ada di dalam sana..” lirihnya hampa. Perlahan matanya mulai berkaca-kaca. Dan bulir bening itu pun jatuh bergulir mengaliri wajahnya.

Tak lama berselang, Umma datang bersama Sulli. Melihat Taemin baik-baik saja dan tak kurang satu apapun, Umma segera menghambur memeluknya.
“Taemin putraku..Umma sangat bersyukur kau tidak apa-apa..” seru Umma.
“Huh kau membuatku khawatir saja, Taemin pabo..” ucap Sulli lega. Namun bukannya tersenyum, Taemin malah semakin sedih.
“Aku memang tidak apa-apa, tapi Nuna..” Taemin melirik ke arah pintu ruang IGD dan Eunhyuk masih setia menunggu di sana. Wajahnya 2 kali lebih cemas dari kemarin.

“ini sudah hampir 2 jam! Apa yang sebenarnya dilakukan dokter di dalam??” teriak Eunhyuk bingung bercampur gelisah.
“Eunhyuk, tenanglah. Berdoa saja agar Mira baik-baik saja.” ucap Umma menenangkan. Sebagai seorang ibu, ia tidak tega melihat anaknya terus dirundung kecemasan seperti ini. Dalam hati, ia pun terus memanjatkan doa agar menantunya, serta calon cucunya selamat dan baik-baik saja. eunhyuk menurut dan diam setelah mendengar nasihat Umma. Dia berdiri bersandar pada tembok dan tak henti-hentinya berdoa.

Sebagai seorang suami, Eunhyuk merasa dirinya tak berguna dan telah gagal menjaga istri serta calon anaknya. Jika sampai terjadi sesuatu nanti, Eunhyuk tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri.

Lampu ruang IGD mati pertanda operasi sudah selesai. Semua orang segera berhambur mendekati pintu ruang IGD saat pintu mulai terbuka. Beberapa dokter dan asisten mereka keluar lalu melepaskan masker yang dipakai oleh mereka.
“Bagaimana keadaan istri saya, pak?” tanya Eunhyuk tak sabar. jika tidak di tahan Sungmin dan Ummanya, mungkin Eunhyuk sudah menghambur masuk ke dalam ruang IGD itu.
“Pasien baik-baik saja. dia hanya terluka di beberapa bagian. Tapi..” Dokter menunjukkan wajah penuh penyelesaian. Eunhyuk semakin mengeratkan cengkramannya pada tangan Sungmin.
“Tapi apa?” tanya Umma cemas.
“Kami sudah berusaha melakukan prosedur darurat, namun kami tidak bisa menyelamatkan bayi yang ada dalam kandungan pasien. Dengan kata lain, pasien mengalami keguguran. Kami turut berduka cita, tuan, nyonya..” ucap Dokter itu sambil menundukkan kepalanya.

Eunhyuk tercengang. Ia tak percaya dengan kalimat yang baru saja menyambangi telinganya itu. Keguguran.. calon bayi-nya..anaknya..
“Mira..bayi kita..” lirih Eunhyuk dan ia tak bisa menahan airmatanya lagi.

Tidak hanya Eunhyuk, bahkan yang lainnya juga. Umma sampai memeluk Sulli dan meneteskan airmata. Namun yang terlihat paling syok di antara mereka adalah Taemin. Dia benar-benar tidak tahu jika Mira sedang mengandung saat bersamanya. Kalau begitu kini ia mengerti kenapa Mira mengeluarkan banyak darah waktu itu..

Taemin terjatuh lemah di lantai. Dia menangis penuh penyesalan. “Hyung..bunuh saja aku..aku sudah menghilangkan nyawa calon anakmu Hyung..aku pantas mati..” isak Taemin.

Ini adalah kali keduanya ia menghilangkan nyawa orang yang dekat dengannya. Dulu, saat Appanya meninggal pun, itu karena dirinya. Taemin terlibat perkelahian hingga mengharuskannya berhadapan dengan kepolisian. Saat itu Appa yang menderita penyakit jantung kaget dan meninggal karena terkena serangan jantung.

Sulli segera memukul Taemin yang menangis meraung-raung. “Bodoh!!! Jika kau mati aku berteman dengan siapa!!” ia ikut menangis sambil mencoba membantu Taemin berdiri.

Eunhyuk terlalu syok hingga tidak bisa mendengar suara apapun lagi. Telinganya seolah tuli dan seluruh indera di tubuhnya mati rasa. Hanya satu berita baik dari kejadian ini. Mira baik-baik saja.

—o0o—

Setelah dipindahkan ke ruang rawat biasa, Eunhyuk terus duduk di tepi ranjang dan tangannya menggenggam erat tangan Mira yang dingin. Pandangannya begitu lekat ke arah wajah istrinya yang pucat. Padahal ini sudah lewat 2 hari namun Mira belum juga menunjukkan tanda-tanda dia akan siuman.
“Aku sudah lelah menggenggam tanganmu seperti ini, Mira sayang. Bangunlah. Kau tidak sedang menakutiku kan? Kau tidak berniat pergi bersama bayi kita kan?” tanya Eunhyuk dengan suara tercekat.

Ia tidak sanggup melihat Mira terus menutup matanya seperti ini. Ia sangat merindukan wajah ceria, dingin, jutek, marah, sedih, melamun, dan segala ekspresi Mira yang pernah dilihatnya dulu. ia sangat rindu hingga setiap malam ia terus memimpikan Mira.

Kali ini Eunhyuk tidak akan melepaskan begitu saja pelaku yang sudah menculik dan menabrak Mira. polisi sudah menyelidikinya, termasuk orang-orang yang menabrak Mira. kini kedua orang itu sedang di rawat di rumah sakit dan mengalami patah tulang karena menabrak pohon.

“Hyung, aku tahu siapa dalang di balik semua ini..” aku Taemin pada Sungmin dan Eunhyuk saat mereka berbincang di sofa yang ada di ruang rawat mira.
Sungmin mengerjap senang. “Benarkah? Siapa dia?”
“Kim Byung Hee. Walikota termasuk appa Hyo Yeon Nuna.” Jawab Taemin dingin. Ia masih ingat ekspresi terakhir dari pria itu. Dan sekarang rasa bencinya kian membesar.

“KIM BYUNG HEE!!” teriak Eunhyuk. Sekarang ia tahu motif apa yang menyebabkan orang itu berbuat kasar pada Taemin dan Mira. pasti karena Hyo Yeon.
“Dia pasti menangkap kalian karena aku sudah menyakiti Hyo Yeon, benar?” tanya Eunhyuk geram.
“Separuh benar. Dan separuhnya tidak.” Ralat Taemin.
“Maksudmu?”
“Hyung, kau ingat hari saat aku dikeroyok preman waktu itu? Di pabrik, aku melihat Tuan Kim dan transaksi penjualan senjata api ilegal di sana. Karena ketahuan, mereka berniat untuk membunuhku. Dan beruntung waktu itu Nuna datang menolongku. Itu adalah motif utama Tuan Kim menangkapku kembali. Dia tidak mau bisnis ilegalnya itu di ketahui orang lain.” Jelas Taemin panjang lebar. Sungmin maupun Eunhyuk saling berpandangan. Sungminn mengangguk paham. Ia segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi polisi.
“Taemin, apa ingatanmu sudah kembali?” tanya Eunhyuk kemudian. Taemin mengangguk.
“Semua berkat penculikan ini..” balasnya bangga.

Sungmin mendekati mereka dengan wajah bingung. “Bagaimana ini? Polisi tidak bisa sembarangan menangkap jika tidak ada bukti jelas. Kalian tahu kan, Kim Byung Hee adalah orang berpengaruh di kota.” Ucap Sungmin setengah panik.
“Aku punya bukti!!” teriak Taemin. Ia baru sadar tentang foto waktu itu.
“Hyung, bukankah aku pernah mengirimkan beberapa foto padamu?”
Eunhyuk mengerutkan kening bingung. “Foto??”
“Itu, di hari aku di keroyok..” seru Taemin tak sabar.

“Ahhh!!” Eunhyuk teringat sekarang. Waktu itu ia memang tidak sempat melihat foto itu karena sudah terlalu lelah. Jadi itu adalah foto penting.
“Waktu itu aku mengirimkannya karena aku ingin kau tahu bahwa calon mertuamu itu tidak sebaik yang kau kira, Hyung. Itu foto penting karena aku memotret Kim Byung Hee lengkap dengan senjata ilegal dan anak-anak buahnya yang menghajarku.”
Sungmin menepuk pundak Eunhyuk cepat. “Mana foto itu. Kita bisa menggunakannya sebagai bukti.”

Eunhyuk terdiam, ia sedang berusaha mengingat-ingat.
“jangan bilang Hyung sudah menghapusnya.” Ucap Taemin curiga. Eunhyuk menggeleng.
“Bukan tapi aku bingung ponselku yang waktu itu ada di mana. Fotonya ada di ponsel yang hilang itu..” seru Eunhyuk panik. Waktu itu saking lelahnya Eunhyuk melempar ponselnya entah kemana. Aish, jika tahu akan begini, harusnya ia segera mencetak foto itu saja.
“Kita bisa mencarinya di rumahmu sekarang!!” seru Sungmin. Akhirnya Sungmin dan Eunhyuk bergegas pergi sementara Taemin menjaga Mira.

—o0o—

Hyo Yeon tersenyum pada Appanya saat Appanya itu menyuapinya makan. Setelah selesai, Tuan Kim mengusap kepala putrinya dengan sabar.
“Appa sangat bersyukur karena masih bisa melihatmu, sayang..”
“Aku juga..” ucap Hyo Yeon. Melihat Appa yang begitu menyayanginya, membuat Hyo Yeon melupakan rasa sakitnya terhadap Eunhyuk. Ia seolah lupa semuanya. Baiklah, sekarang ia harus melupakan Eunhyuk dan mulai hidup untuk melindungi Appanya saja.

“Permisi..”

Tiba-tiba saja beberapa orang polisi masuk. kim Byung Hee berdiri sementara Hyo Yeon heran.
“Ada apa?” tanya Kim Byung Hee heran. Salah satu dari polisi itu menunjukkan sebuah surat padanya.
“Kami datang untuk menangkap Anda atas tuduhan penculikan, penganiayaan, percobaan pembunuhan, dan perdagangan senjata api ilegal” ucap polisi itu tegas. Kim Byung Hee mengerjap kaget. Tentu Hyo Yeon juga.
“Ini fitnah! Aku tidak ada sangkut pautnya dengan semua itu!”
“Tapi kami memiliki bukti akurat yang memberatkan Anda. Jadi mohon maaf, sekarang juga Anda kami tahan” polisi itu segera memasangkan borgol pada kedua tangan Kim Byung Hee.

“Tunggu pak, Appa-ku tidak mungkin melakukan itu.” Sergah Hyo Yeon seraya bangkit. “Siapa yang sudah memfitnahnya?”
“Tuan Lee Hyuk Jae yang melaporkan ini. Dan karena tindakan Tuan Kim menyebabkan istri Tuan Lee terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Permisi..”

Hyo Yeon terpaku. Dia bergantian menatap polisi dan ayahnya. Apalagi setelah mendengar penuturan polisi tadi, mendadak tubuhnya semua seperti batu, kaku.
“Hyo Yeon..percayalah pada Appa..” mohon Tuan Kim. Hyo Yeon menggeleng lalu memalingkan wajahnya.
“Kau bukan Appaku. Appa tidak mungkin berbuat jahat. KAU BUKAN APPA-KU!!” teriaknya sambil menutup telinga.
“polisi, kumohon bawa dia dari hadapanku!!”
“Hyo Yeon..” pekik Tuan Kim tak tega melihat wajah sedih putrinya.

Hyo Yeon tak menyangka Appanya akan berbuat sejahat itu. Ia menangis sekencang-kencangnya hari itu. Perasaannya bercampur aduk. Dan ia tidak mengerti harus percaya pada Appanya atau tidak.

To be continued..

78 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’S Story (Part 16)

  1. Bener2 konflik. Semua terbongkar… Bagus. Rasa penasaran ku sdikit lenyap.
    Sedih EunRa hrs kehilangan bayi mereka… Semua gara2 byung hee, kau pasti akan mendapatkan balasan nya.

  2. Ck! Giliran dah ketauan aja nyesell..

    Yg sabar ya hyuk-ra kan bisa bikin lagi kkk~

    Next part end ya??

    Oia khusus shady girl hyukie ini temen’a jarang nongol lho, pas genting doank mereka nongol apa lgi kyak’a yg paling ruet cerita’a itu si hyukie..

  3. poor mira-eunhyuk , harus kehilangan aeginya T.T
    gara” si byung hee !! baguslah dia udh dibawa sama polisi
    dia harus dapet hukuman berat !
    tapi jdi sedikit kasian sma hyo yeon
    next to ending

  4. Yah itu akibatnya jadi napeun saram tuang kim byung hee dan aku berduka cita dengan keadaan mira T.T eonniekudu tanggung jawab nih nagis kejer di chapter ini hueee T.T

  5. Huuuaaa.. Part ini bikin aku nangis eonnie bener2 menguras air mata. Syukur juga itu Tuan Kim di tangkap polisi hhuhuhu dan semoga Mira baik-baik saja.
    Cus ah ke part selanjutnya.

  6. Konflik’nya sudah terbongkar semua & akhirnya kim byunghee masuk penjara !!! Tapi bagaimana dengan ponsel’nya apakah ketemu ? Semoga Mira cepat sadarkan diri

  7. Klo udah kthuan nyselkan???
    Skrg mslhnya udh tratasi,, smg stlh itu Mira cpt sdar,,,trnyata Hyo Yoen orgnya baik jg ya,,mesti agk keras kpla n manja…bda bgt dgn ayahnya…

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s