Show Me Your Love (Part 3)

Tittle : Show Me Your Love Part 3
Author : Dha Khanzaki
Genre : Romance, Married Life

Main cast :

  • Lee Eunri
  • Eunhyuk a.k.a Lee Hyukjae

Support Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Kim Kibum
  • Choi Siwon

Masih inget ama FF ini gak? Maaf ya kalau author postingnya lama. soalnya agak-agak males sih ngedit lagi FF yang udah lamaaaaaaa…

Maaf ya kalau banyak typo, cerita gak bagus, dan bahasa yang dipake seenaknya gue

Happy reading ^_^

Show Me Your Love by Dha Khanzaki1

——o0o——-

Eunhyuk meregangkan pelukannya. Kini ia menatap Eunri dalam-dalam. Wajahnya sangat dekat. Eunri bahkan bisa merasakan hembusan nafas Eunhyuk membelai wajahnya. Ia gugup sekali. Ia bahkan tidak berani menatap mata Eunhyuk yang hanya berjarak 10 centi di depannya.
Eunhyuk tersenyum manis pada Eunri.
Sementara Eunhyuk menatapnya, Eunri semakin gugup. Dari jarak sedekat ini, perlahan Eunri terkesima. Lee Hyukjae, ternyata sangat tampan dan mempesona. Debaran jantungnya kian tak terkendali. Otaknya pun mulai lumpuh.
“Saranghae Eunri..” gumam Eunhyuk sekali lagi.
Sial! Dalam kondisi begini Eunri semakin tidak bisa mengendalikan pikirannya. Sepertinya Eunhyuk sudah benar-benar membuat otaknya mati rasa dengan senyuman dan segala tindakannya.
“Ka kau bohong” lirih Eunri tak percaya. Sekuat tenaga ia berusaha agar otaknya berpikir jernih.
Eunhyuk tersenyum manis. “Never. I do Love you..” nada bicara Eunhyuk terdengar meyakinkan. Eotteohke..
Eunhyuk mendekatkan wajahnya, ia benar-benar ingin mencium Eunri saat itu juga. Dan Eunri pun tidak sanggup menolaknya. Ia sudah terpedaya.
Hidung mereka sudah bersentuhan dan Eunri bisa merasakan nafas Eunhyuk memburu. Akh.. Ini tidak bisa di cegah lagi.. Eunri menutup matanya, gugup. Eunhyuk tersenyum dengan sikap Eunri. Akhirnya dia benar-benar menempelkan bibirnya di bibir Eunri. Hanya menempel. Setelah itu mengecupnya ringan.
Jantungnya terasa jatuh dari tempatnya semula. Eunri sempat terlena beberapa saat. Bagaimana mungkin ia membiarkan pria yang tidak dikenalnya melakukan hal ini? Eunri tersadar beberapa detik kemudian. Ia segera mendorong Eunhyuk jauh-jauh.
“Kau.. Kau benar-benar jahat Lee Hyukjae!” teriak Eunri. Matanya berkaca-kaca. Tanpa aba-aba ia lari dari rumah itu.
“Omo! Eunri..” Eunhyuk mengejar Eunri hingga ke luar rumah. Tapi sepertinya keadaan tidak mengizinkannya bertemu Eunri. Sosoknya sudah tidak terlihat dimanapun. Ia mengerang kesal lalu meninju kepalan tangannya ke sebuah pohon yang berdiri tak jauh di dekatnya.
“Siaaaaaal!!!”

—o0o—

Eunri berlari tak tentu arah. Ia kemudian berhenti di sebuah taman dan bersandar pada salah satu pohon sakura. Eunri merasa tubuhnya bergetar hebat. Hyukjae.. Sudah merebut first kissnya!!

Andwae, apa yang harus kulakukan..? Batin Eunri. Salah. Semua yang terjadi hari ini tidak benar! Namja itu hanya berbohong. Mana mungkin dia menyukainya. Sejak kapan semua itu terjadi?

Dan yang paling lucu dari semua ini adalah..Hatinya.. Kenapa ia merasa berdebar-debar? Dan pikirannya kacau balau. Apa mungkin ia juga jatuh cinta pada Eunhyuk?? Bodoh.. You’re stupid! Eunri memaki dirinya sendiri.

Lalu apa yang sedang berkecamuk dalam hatinya sekarang? Rasa senang, sedih, bingung, ragu, tak percaya, kaget, bahagia, gugup, semuanya berbaur menjadi satu.

@@@

Eunri berjalan linglung saat menelusuri sepanjang lorong Kyunghee University. Pikirannya kembali terlempar pada pernyataan Eunyuk kemarin. Lee Hyukjae menyukainya? Rasanya mustahil..
“Gomawo. Benar tidak apa-apa?” Eunri mengangkat kepalanya supermalas. Dan sekarang ia tengah melihat Jeyoung sedang berbicara dengan seorang namja dengan wajah bercahaya. Dia segera menghampiri sahabatnya itu setelah pria yang berbincang dengannya tadi pergi.
“Siapa dia?” tanya Eunri semangat. Sesaat kegalauannya hilang.
“Park Yoochun” jawab Jeyoung dengan wajah berbinar.
“Aish, dia pasti menyukaimu,” goda Eunri sambil menyikutnya. Pipi Jeyoung memerah.
“Mollayo. Tadi dia bertanya padaku perihal Appa. Dia anak departmen drama.”
“Hmm, modus aja kali”
Jeyoung mengendikkan bahu meski rasa senang terus menghinggapi dirinya, “Yah, kuharap beneran sih. Look, marga kita aja sama-sama Park. Mungkinkah kita berjodoh?”
“Maybe” Eunri dan Jeyoung tertawa. Tiba-tiba Raeseok datang menghampiri mereka dengan wajah gembira.
“Tadaa” serunya sambil memperlihatkan buku pada kedua sahabatnya.
“The Hobbit?” tanya Eunri bingung saat membaca judul buku tebal yang dibawa Raeseok.
“Bukannya itu karyanya J.R.R Tolkien juga?” jeyoung menambahkan.
“Kalian tidak bertanya kenapa aku bisa dapat buku ini?”
Eunri dan Jeyoung berpandangan. “Kok bisa?” tanya mereka bersamaan.
“Kalian tahu, buku ini Choi Siwon yang memberikannya. Dia bilang ini sebagai tanda maaf atas kejadian aku jatuh waktu itu. Tapi darimana dia bisa tahu aku suka karya J.R.R. Tolkien?”
Eunri mengangkat bahu dan Jeyoung hanya geleng-geleng kepala. Itu misteri lain yang harus dipecahkan Song Raeseok.

—o0o—-

Istirahat, @kantin
Eunhyuk melirik ke arah meja tempat Eunri dan teman-temannya. Lalu ia kembali melirik satu namja yang sudah terbukti kejahatannya. Kyuhyun.
“Hei, evilKyu, kau serius dengan rencana aku mendekati Eunri? Kemarin aku sudah mencobanya tapi gagal” bisik Hyuk seolah tidak ingin ada yang tahu.
“Tentu saja. Taruhan tetap taruhan. Sudah, cepet sana rayu dia lagi!” perintah Kyuhyun dengan mata melotot. Siwon hanya menebar senyum melihat ekspresi Eunhyuk yang super memelas. Kibum juga tidak berkomentar banyak. Tapi ia terkejut melihat Donghae yang terus melamun memandangi ke satu titik. Kemana lagi kalau bukan ke arah Song Raeseok! Dia benar-benar jatuh cinta pada yeoja itu.
“Ya! Lee Donghae, hei” Kibum menggoyang-goyangkan tangannya. Donghae mengerjap dan tersadar lagi. Ia menoleh pada Kibum.
“Ne, ada apa?” tanyanya linglung.
“Ya! Jika kau memang menyukainya, cepat dekati bodoh! Jangan hanya memandang dari jauh!” tegur Kibum geregetan. Ini memang sudah jadi penyakit Donghae. Dia selalu takut untuk mendekati yeoja yang ia suka. Alasannya sederhana, takut ditolak. Padahal jika melihat segi fisik dan materi, ia keren dan kaya. Mana ada sih yeoja yang bisa menolaknya. Hanya yeoja bodoh yang melakukan itu.
“Sudah, sekalian dengan si Unyuk saja, kebetulan sekali yeoja yang kalian suka bersahabat,” ujar Siwon.
Eunhyuk bangkit. “Iya kau benar. Aku juga memiliki alasan untuk mendekati Eunri. Ayo Ikan! Sekalian aku ajari cara menakhlukan yeoja itu,” Eunhyuk menarik Donghae dari tempat duduknya dan Kyuhyun, Siwon serta Kibum hanya menyaksikan ulah mereka dari tempat duduknya.
“Eh, Kyu. Kau serius ingin Eunhyuk berpacaran dengan Eunri? Apa alasannya?” tanya Siwon. Kyuhyun tersenyum evil.
“Aku hanya ingin mengerjainya”
“Dan permainan bilyard kemarin, untung kau menang. Kalau tidak, kau yang harus berpacaran dengan Eunri dan kehilangan mobil Ferrari kesayanganmu,” Kibum tertawa pelan saat ingat kejadian tempo hari di basecamp.

*Flashback*

“WHAA! Aku kalaaah!!” teriakan histeris menggelegar di tempat berkumpulnya lima sekawan itu. Eunhyuk frustasi sambil mengacak-acak rambutnya sementara Kyuhyun menyeringai. Siwon dan Kibum hanya memandang kasihan pada Eunhyuk.
“Mobil Ferrari-ku.. Aku tidak jadi memilikinya..” Sesalnya dengan gaya super lebay. Kyuhyun melengos. Aktingmu buruk Tuan Hyukjae! Batinnya.
“Geurae, janji tetap janji. Aku ingin dalam tempo satu minggu kau harus bisa menakhlukan hati Eunri. Arasseo!”
Eunhyuk terduduk lemah di samping Donghae dan mengangguk pelan. Mendadak ia bersemangat.
“Jangankan 1 minggu, 1 hari saja aku bisa!” serunya yakin sambil mengepalkan tangan.
*flasback end*

Satu hari menakhlukan Eunri? Pendusta! Ini sudah hari ke-3 tapi Eunhyuk bahkan belum berhasil mengajak Eunri bicara.

Raeseok sibuk membaca novel pemberian Siwon, sedangkan Eunri asyik makan jajangmyun sambil mengobrol dengan Jeyoung yang terus berkutat dengan Laptopnya. Tanpa sadar ada 2 makhluk mendekat.
Yang menyadari lebih dulu kehadiran 2 makhluk itu tentu saja Eunri, karena Jeyoung tetap asyik berkutat dengan laptopnya dan Raeseok terlalu sibuk untuk mengangkat kepalanya dari buku pemberian Siwon.
“Mwo? Kau!” seru Eunri tanpa sadar. Eunhyuk, namja yang sudah mencuri first kiss-nya muncul bersama namja yang tempo hari bertemu dengannya di rumah Jeyoung, ya, namanya Lee Donghae.
“Hai” ucap Eunhyuk canggung sambil mengangkat sebelah tangannya. Hei, ini bukan dirinya! Bersikap canggung pada wanita bukanlah kebiasaannya! Ini salah. Donghae mencuri pandang pada Raeseok, namun gadis itu tidak menyadarinya. Ia sedang membaca buku. Dan, tunggu, ia kenal buku itu. Sekilas ia berhasil membaca judul bukunya. The Hobbit.
“Oh, Lee Donghae!” Jeyoung berseru melihat Donghae berdiri di dekat mejanya.
“Eh, Park Jeyoung. Hai..” jawabnya ramah. Eunhyuk menautkan alisnya, heran. “Kau mengenalnya?”
“Ne. Dia tetanggaku”
“Oh,” Eunhyuk tidak bisa menyangkal. Maklum, ia tidak pernah main ke rumah Donghae. Karena bocah itu tidak pernah mengajak siapapun ke rumahnya. Sekalipun Kibum, sepupunya sendiri.
“Ada perlu apa?” Eunri bertanya pada Eunhyuk. God! Eunhyuk jadi lupa untuk apa tujuannya ke sana. Demi langit dan bumi, kenapa ia jadi namja bodoh jika ada di hadapan Eunri!
“Ah!” Eunhyuk tiba-tiba mendapat ide. Ia memegang bahu Donghae.
“Aku ingin mengenalkan temanku pada kalian” jawabnya asal.
“Mwo?” Sang empunya menoleh kaget. Dan 2 gadis di hadapan mereka hanya mengerutkan kening. Sementara Raeseok tetap sibuk membaca buku.
“Aku sudah mengenalnya. Dia Lee Donghae, kan? Kami bertemu di rumah Jeyoung tempo hari” ucap Eunri dengan tatapan seolah bilang ‘kau bodoh Lee Hyukjae’.
“Iya kah?” Eunhyuk kaget.
“Dia benar,” Donghae membenarkan.
“Dan aku juga sudah tahu dia Lee Donghae” timpal Jeyoung.
Eunhyuk menggaruk belakang kepalanya. Waduh, ia dibuat mati kutu detik itu juga.
“Ah, tapi nona ini belum!” seru Eunhyuk ketika melihat Raeseok. Donghae tersenyum lebar. Dalam hati ia mendukung Eunhyuk agar bisa membuatnya berkenalan dengan Raeseok.

“Hei, nona” panggil Eunhyuk. Ia tahu gadis ini adalah ‘yeoja sasaran’ Donghae. Karena dari tadi sahabatnya itu memandanginya diam-diam. Raeseok mengangkat wajahnya dari buku. Pandangan matanya bertemu sesaat dengan Donghae. Tapi namja itu buru-buru mengalihkan pandangannya. Raeseok heran melihat tingkahnya.
“Wae?”
“Kenalkan, dia Lee Donghae, sahabatku. Dan aku Lee Hyukjae atau Eunhyuk”
Raeseok sempat kebingungan, namun ia cepat menjabat tangan Donghae dan Eunhyuk bergantian.
“Aku Song Raeseok”
“Wah, nama yang indah.” ucap Eunhyuk dengan nada merayu dan membuat Raeseok menunduk malu. Donghae melirik tajam pada Eunhyuk. Namja genit ini, awas jika sampai bidadariku diembat juga! Batin Donghae.
“Boleh kami ikut bergabung?” tanya Eunhyuk.
“Tentu” jawab Jeyoung ramah.
“Youngie, kenapa membiarkan mereka bergabung?” protes Eunri pelan.
“Wae? Kau punya masalah dengan mereka?”
Eunri berpikir. Benar, ia tidak punya masalah apapun pada Eunhyuk, dan Donghae.
“Geurae”
Eunhyuk bergerak mengambil tempat di sebelah Eunri. Sebenarnya Donghae ingin di situ karena tepat berada di samping Raeseok juga. Jadi ia memilih duduk di samping Jeyoung. Dan untungnya, ia berhadapan dengan Raeseok.

“Wae? Kenapa senyum seperti itu padaku? Katakan, kau masih waras kan?” tanya Eunri curiga karena Eunhyuk senyum misterius padanya.
“Ani” Eunhyuk hanya menggeleng. “Aku sedang memandangimu. Kau tahu, kau itu sangat cantik jika sedang kesal” Eunhyuk mulai mengeluarkan jurus gombal gembelnya. Bukannya Eunri yang kaget tapi malah Jeyoung dan Raeseok. Keduanya melayangkan tatapan yang sama pada Eunhyuk yang jika di tafsirkan: ‘You’re crazy!’ Donghae cekikikan dan Eunri langsung menjitak kepala Eunhyuk.
“Hei.. Appo! Memang salah aku bilang gitu?” tanya Eunhyuk bingung.
“Salah! Apa tujuanmu bilang begitu padaku?” sewot Eunri
“Huh, caramu merayu membuatku merinding” balas Jeyoung sambil bergidik ngeri.
“Iya. Sekarang sudah bukan jamannya menggombal lagi!” sambung Raeseok.
“Mwo? Lalu apa yang mesti kulakukan?”
“Nih, seperti Choi Siwon. Dia memberiku buku. Dia tahu apa yang kusukai!”

Donghae terbelalak melihat buku yang di pegang Raeseok. Jadi itu pemberian Siwon?
“Mwo? Siwon, Choi Siwon maksudmu? Dia yang memberikannya padamu?” Eunhyuk tidak percaya. Ajaib sekali Siwon memberikan hadiah pada yeoja.
“Tentu saja”
“Hoi, Siwon sahabatku! Aku tahu benar sifatnya. Aku rasa dia punya hati padamu” ujar Eunhyuk dan membuat Donghae melotot cepat padanya.
“Jinjja? Kau bisa beritahu sifatnya seperti apa!” Raeseok antusias sekali. Donghae jadi agak terpuruk melihat reaksi Raeseok.
“Oh, tentu..” seru Eunhyuk, namun sesaat kemudian ia ingat pada Donghae. Sahabatnya itu sudah tampak muram. “Em, tapi nanti saja ya.. Atau kau bisa bertanya pada Donghae. Dia lebih tahu soal Siwon”
“Benarkah?” Raeseok kini memandang Donghae dgn mata berbinar. Membuat yang ditatap menjadi salah tingkah.
“Em, boleh” ujar Donghae canggung.
Eunri tersenyum. Dia bisa melihat dari sikap namja itu kalau dia memiliki perasaan pada Raeseok. Jeyoung juga tersenyum. ‘Fighting Hae!’ batinnya.
“Nah, pertama-tama sampaikan rasa terima kasihku padanya. Dia bisa tahu buku ini favoritku. Aku benar-benar senang” jelas Raeseok dengan wajah cerah.
Donghae mematung ditempat duduknya. Ia melirik Jeyoung dengan tatapan sedih sekilas.
“Ne, akan ku sampaikan” balasnya lemas tapi tetap tersenyum manis.
Ia menunduk dan bergumam pelan. ‘Tapi buku itu aku yang membelinya!’. Jeyoung mengusap punggung Donghae pelan. Ia tidak tega lama-lama melihat Donghae yang selalu kesulitan dalam masalah cinta. Sama sepertinya.
Yah, tempo hari Donghae datang ke rumah Jeyoung untuk bertanya tentang Raeseok. Apa yang disukainya, yang dibencinya, dan segala hal tentangnya. Setelah tahu, Donghae memutuskan membeli novel itu. Tapi ia ragu ketika akan memberikannya pada Raeseok. Dan kebetulan Siwon kebingungan akan memberi apa untuk yeoja yang ditabraknya sebagai permintaan maaf. Donghae dengan senang hati menyarankan Siwon memberikan Novel itu pada Raeseok, yeoja yang dimaksud. Secara tidak langsung masalah Donghae terselesaikan. Namun sekarang ia menyesal. Karena ternyata Raeseok suka pada Siwon.

—o0o—

“Ingat Hyuk, waktumu hanya seminggu..” Kyuhyun mengingatkan Eunhyuk ketika ia akan bangun dari tempat duduknya. Jam kuliah sudah berakhir dan orang-orang mulai meninggalkan kelas. Kyuhyun menyeringai pelan sebelum ia pergi keluar kelas.
“Dasar setan tengik! Lihat nanti jika aku sudah berhasil menakhlukan Eunri!” teriak Eunhyuk. Kibum ikut bangkit dari duduknya.
“Good luck bro, aku pulang duluan ya”
“Mwo, mau kemana?”
“Kencan bareng Heerin dong!” Kibum nyengir lebar lalu melenggangkan kakinya meninggalkan Eunhyuk.
“Aish!” Eunhyuk menggaruk kepalanya, frustasi. Bagaimana caranya ia menakhlukan Eunri jika ia selalu canggung dan pikirannya mendadak tidak karuan jika dekat-dekat dengan yeoja itu?

Eunri, Jeyoung dan Raeseok kaget mendengar bentakan seorang namja di area parkir. Mereka menoleh serempak. Eunri hanya memutar bolamatanya malas ketika tahu itu adalah suara Cho Kyuhyun. Siwon dan Donghae yang berdiri di samping namja itu hanya geleng-geleng kepala.
“Wow, itu Choi Siwon!” seru Raesok senang.
“Sudah jangan perhatikan. Namja itu memang agak gila” Eunri menarik Raeseok dan Jeyoung pergi.
“Siapa? Siwon?” tanya Rae
“Bukan. Cho kyuhyun” jawab Eunri malas.
“Kyuhyun?” tanya Jeyoung bingung.
“Ne. Dia sama gilanya dengan Eunhyuk!”
Raeseok dan Je Young mengangguk paham. Saat itu Park Yoochun datang menghampiri mereka terutama Jeyoung.
“Hai..” sapanya dengan senyuman manis. Jeyoung balas tersenyum malu.
“Hai, Yoochun..” jawab Rae dan Eunri.
“Ada apa?” tanya Jeyoung
“Em, anu, ini tentang tugas akhir semester. Aku ingin mewawancarai Appamu, Park Jungsoo. Apa boleh?” Yoochun ragu ketika mengatakannya.
“Tentu saja boleh. Kapan? Aku akan bilang pada Appaku”
“Jinjja? Kalau bisa hari ini juga”
“Aku bisa mengantarmu ke tempatnya bekerja. Aku yakin jam segini Appa sedang tidak sibuk”
“Kajja” Yoochun meraih tangan Jeyoung. Membuat gadis itu malu. Setelah berpamitan pada Rae dan Eunri, mereka berdua pergi.
“Aish, aku iri pada Jeyoung. Yoochun namja yang tampan” ucap Raeseok iri. Eunri mengangguk setuju.
“Aku harap Yoochun tidak membuat Youngie kecewa..” gumam Eunri.

“Annyeong Lee Eunri..” Eunhyuk mendadak muncul dan berbisik di telinga Eunri. Tentu saja hal ini membuat gadis itu melonjak kaget.
“KYAAA!! Apa yang kau lakukan Lee Hyukjae!!” bentak Eunri sambil memukul-mukul pelan pundak Eunhyuk.
“Aduh, ampun!” Eunhyuk meronta-ronta memohon ampun.
“Aish, Eunri.. Kasihan dia..” Raeseok mencoba menghentikan Eunri. Akhirnya Eunri berhenti memukuli Eunhyuk. Dia melotot pada namja itu.
“Sekali lagi kau mengagetkanku seperti tadi, kupastikan saat itu nyawamu akan melayang ke kayangan sana!” ancam Eunri.
“Arra!” Dalam hati Eunhyuk mengutuk dirinya sendiri karena hampir saja membangunkan macan yang tengah tertidur. Tapi ia tadi sempat melihat Yoochun bersama temannya Eunri.
“Yoochun tadi ngapain?”
Eunri mendelik tajam “Apa urusannya denganmu?”
“Ya! Yoochun sepupuku! Wajar dong aku ingin tahu!” bela Eunhyuk. Kenapa sih yeoja ini selalu sinis padanya?

Tampak raut kaget di wajah Eunri dan Raeseok.
“Wah, Youngie beruntung.. Eunhyuk, kau bisa kan bantu temanku biar jadian dengan Yoochun” ujar Raeseok.
Eunhyuk garuk-garuk kepala, bingung. “Boleh sih. Tapi Yoochun kan menyukai Kwon Yuri. Anak departement tari”
“NDE!!” Teriak Eunri dan Raeseok bersamaan. Wajah mereka pucat bersamaan.
“Gimana ini.. Youngie pasti patah hati lagi..” seru Raeseok panik. Eunri juga kebingungan sendiri. Ia harus memberitahu Jeyoung!

—o0o—

“Ya! Kubilang jangan ikuti aku!” seru Eunri sambil memandang tajam ke arah Eunhyuk. Namja itu sejak pulang malah mengikutinya. Sekarang mereka berada di taman kota. Tempat yang paling disukai Eunri karena banyak pohon sakura di sana.
“Aku tidak mengikutimu. Aku hanya ingin kamu pulang ke rumah dengan selamat” sanggah Eunhyuk.
Eunri memutar bola matanya malas. Daripada berdebat, lebih baik ia lanjutkan perjalanannya.
“Hei, kamu belum jawab pernyataanku waktu itu” ucap Eunhyuk sambil menjajarkan langkahnya dengan Eunri.
Gadis itu berhenti melangkah, ia menatap Eunhyuk bingung.
“Pernyataan apa?”
“Itu, ketika aku bilang ‘saranghae'”

Kalimat Eunhyuk sukses membuat Euri teringat kejadian di rumah Eunhyuk dulu. Wajahnya pasti sudah semerah tomat.
“Ah, itu..” Eunri jadi kelabakan sendiri. Otaknya sibuk menyusun kalimat yang mesti diucapkannya.
“Kau, kau bohong kan! Waktu itu kau hanya ingin menggodaku saja, iya kan!” tuduh Eunri. Tangannya menunjuk-nunjuk muka Eunhyuk seolah namja itu maling.
“Aniyo.. Aku berkata jujur. Aku memang menyukaimu..” Eunhyuk mendekat dan Eunri melangkah mundur. Ia cukup trauma, takut Eunhyuk tiba-tiba akan mendekap dan menciumnya lagi. Badan Eunri bergetar. Eunhyuk meraih kedua tangan Eunri. Menatap binar mata yeoja itu dengan tulus.
“Maukah kau menjadi yeojachinguku?” pinta Eunhyuk sungguh-sungguh. Lagi-lagi, Eunri dibuat kaget. Dadanya berdebar tak karuan.
“Tapi..” Eunri ragu. Ia takut Eunhyuk hanya berbohong padanya. Atau mempermainkannya saja. Atau yang lebih parah, hanya menjadikannya bahan taruhan saja.
“Tatap mataku Lee Eunri jika kau tidak percaya. Aku tidak berbohong. Aku benar-benar mencintaimu dan ingin menjadi namjachingumu” jelas Eunhyuk.

Eunri dibuat dilema. Perlahan ditatapnya mata Eunhyuk yang meneduhkan itu. Ia mencoba menelisik dalam-dalam. Mencari setitik kebohongan yang mungkin saja terselip di antara sorot matanya. Namun, sekuat apapun ia berusaha, tetap tidak menemukannya. Apa kini Lee Hyukjae sungguh-sungguh? Eunri memalingkan pandangannya.
“Wae?” Eunhyuk keheranan
“Aku hanya tidak yakin” jawab Eunri tanpa menatap Eunhyuk. “Di luar sana banyak yeoja yang lebih cantik dariku. Tapi kenapa kamu malah menyukaiku. Ini aneh.”
Eunhyuk menggeleng. “Tentu saja tidak aneh. Cinta itu memang sesuatu yang sulit ditebak. Sampai saat ini pun aku bingung kenapa bisa menyukaimu. Tapi satu yang kuyakini, Lee Eunri..” Eunhyuk menarik napas sejenak. Eunri berdebar mendengar kata-kata Eunhyuk barusan.
“Saat ini, detik ini, setiap berada di sisimu, atau kau berada di sisiku, aku sangat bahagia. Rasanya seluruh dunia bisa kumiliki jika kau bersamaku” lanjut Eunhyuk.

Sungguh, Eunri luluh detik ini juga. Lututnya terasa lemas dan rasanya ia ingin jatuh ke tanah.
Eunhyuk menahan tangan Eunri agar dia tidak jatuh.
“Gwaenchana?” Eunhyuk jadi cemas. Wajah Eunri memucat dan mulut yeoja di hadapannya ini bergetar. Omo, dia pasti syok berat.
“Ne. Aku tidak apa-apa”
“Jadi, gimana? Kamu menerimaku?”
Eunri menatap Eunhyuk lagi. Serius. Membuat Eunhyuk gugup setengah mati.
“Jika kamu bisa menunjukkan padaku bahwa kamu tidak main-main dengan perasaanmu, aku akan menerimamu” ucap Eunri. Mendengar kalimat itu, hati Eunhyuk lega dan perasaan bahagia membuncah. Seolah seluruh jiwanya ingin meledak.
“Jinjja yo?! BANZAI!!” Teriak Eunhyuk senang seraya melompat kegirangan.
Yes yes yes.. Yang pertama diingatnya adalah memberitahu Namja Evil tentang misinya yang berhasil diselesaikan.
Tapi tunggu, bagaimana dengan Eunri? Eunhyuk menoleh pada gadis itu. Omo, ke mana dia? Eunri menghilang! Padahal tadi masih ada di sampingnya.
“Lee Eunri.. Hoi.. Kemana kau..” panggil Eunhyuk. Pandangannya ia edarkan ke seluruh penjuru taman. Dan kakinya bergerak mencari sosok Eunri. Tapi tetap tak ditemukan juga.
“Akh, kemana perginya!” Eunhyuk mengacak rambutnya. Frustasi.

===o0o===

Kyuhyun sedang bermain game di ruang tengah rumahnya yang besar saat ponselnya berdering. Tapi ia tidak kunjung menjawabnya.
“Kyu, ponselmu berdering. Cepat angkat!” ujar Sungmin, Eommanya. Ia yang sedang konsentrasi membaca majalah ‘People’ jadi terganggu dengan dering ponsel Kyuhyun yang sangat nyaring.
“Sebentar Eomma, ini sedang klimaksnya!” seru Kyuhyun.
“Kyuhyun..” Balas Sungmin lagi dengan nada yang lebih tinggi. Menyadari hal itu Kyuhyun menoleh. Huaa.. Tampang Eommanya sudah lebih menyeramkan dari Bloddy Marrie!
“Araseo!” Kyuhyun meraih ponselnya dan menjawabnya sambil beranjak dari tempat itu. Ia tidak mau Eommanya menguping semua pembicaraannya.
“Apa Hyuk! Kau mengganggu aja!” protes Kyu. Ia berada di teras samping rumahnya.
“HOI EVIL, denger baik-baik! Aku berhasil menakhlukan Eunri hari ini!!!” teriak Eunhyuk di ujung sana. Kyuhyun sampai harus menjauhkan ponselnya sejenak.
“Ho, kau berhasil, Chukkae..” jawab Kyuhyun biasa saja.
“Lalu?” tanya Eunhyuk. Kyuhyun mengerutkan kening.
“Lalu apa maksudmu?”
“Iya, setelah ini apa?”
“Ya kamu jadian ama dia, semua selesai dan aku cuma bisa bilang Chukkae..” jawab Kyuhyun ringan.

Hening… Suasana sepi sejenak.

Eunhyuk sadar sesaat kemudian. “YAAK! Dasar EVIL!! Jadi selama ini kau hanya mempermainkanku!!” teriaknya kencang. Kyuhyun kembali menjauhkan ponsel dari telinganya. Kyuhyun menghela napas berat.
“Hoi Unyuk!! Jangan munafik! Kau menaruh hati pada yeoja itu! Sudah bagus aku membantumu walaupun caranya sedikit sadis!” ujar Kyuhyun mencoba menjaga agar nada suaranya tidak terkesan membentak.

Eunhyuk terdiam. Ia ingin menyanggah hal itu namun sisi hatinya mengatakan ia memang menyukai Eunri.
“Siapa bilang! Memang kau cenayang yang bisa membaca isi hati orang!” Eunhyuk malah menuduh yang tidak-tidak.
“Aku tahu kok. Cepat atau lambat kau juga pasti sadar” ucap Kyuhyun lalu sambungan telepon terputus tiba-tiba.
“Loh, loh, hoi! Bocah tengik, aku belum selesai!!” bentak Eunhyuk jengkel sambil menatap sangar ponsel di tangannya. Ia ingin menelopon lagi tapi bocah evil itu mematikan ponselnya. Eunhyuk menggeram.
Sejenak ia teringat perkataan Kyuhyun tadi. Anak itu bilang kalau dirinya menyukai Eunri.. Mana mungkin.. Yang tahu apa yang dirasakannya kan dirinya sendiri. Bukan orang seperti namja evil itu..

===o0o===

“Lee Eunri..” panggil Eunhyuk sambil berlari ke arah yeoja cantik yang sedang berjalan dengan teman-temannya. Eunri menghela napas. Sejak kejadian di taman itu, hari-hari setelahnya Eunhyuk menyatakan diri pada dunia kalau mereka berdua berpacaran. Eunri sebenarnya sudah menolak. Tapi bukan Lee Hyukjae namanya jika tidak bisa mendapatkan wanita yang disukainya.
“Kalau gitu kita pulang duluan ya..” Jeyoung pamit dan menarik Raeseok pergi.
“Hihi, teman-temanmu pengertian ya..” ucap Eunhyuk sambil cengengesan. Eunri tidak menjawab. Dia kan belum menerima Eunhyuk sepenuhnya. Anak ini saja yang pedenya setinggi langit.
“Kajja, kita pulang!” Eunhyuk menarik tangan Eunri pulang. Dan sekali lagi, Eunri tidak mampu menolaknya

“Bagaimana kalau kau mengganti Margamu” ucap Eunhyuk membuat Eunri kaget. Mereka sekarang sedang berjalan di koridor Kyung Hee University menuju lapangan parkir.
“Untuk apa?”
“Nanti jika kita menikah, margamu tetap Lee. Kan tidak lucu”
Eunri mendelik tajam. “MEMANG SIAPA YANG MAU MENIKAH DENGANMU!!” teriak Eunri tepat di telinga Eunhyuk. Namja itu sampai menutup telinganya sesaat.
“Kita pasti menikah. Aku jamin.. Nama kita bahkan mirip. Eunri dan Eunhyuk.. Bukankah ini artinya kita berjodoh?” Eunhyuk terus mengoceh. Eunri malas mendengarkan.
“Eh, awas!!” teriak Eunri karena Eunhyuk berjalan tidak memperhatikan jalan di depannya.

Brukkk!!

Eunhyuk naasnya menabrak tiang penyangga di sisi Koridor.
“Auch.. Appo..” Eunhyuk ambruk ke lantai sambil memegang kepala dan bahunya.
“Omo..” Eunri segera menghampiri Eunhyuk lalu membantunya berdiri.
“Mana yang sakit?” Eunri benar-benar mencemaskan Eunhyuk. Tapi namja ini tersenyum misterius dan memanfaatkan kesempatan ini.
“Bahuku.. Kepalaku juga..” Eunhyuk memasang wajah menderita.
“Jinjja? Kita harus ke rumah sakit. Atau ke klinik saja. Ayo aku antar” Eunri memapah Eunhyuk yang pura-pura lemah sampai ke klinik.

@Klinik
Dr. Da Hae baru selesai memeriksa Eunhyuk.
“Bagaimana Dok? Tidak ada yang parah kan?” tanya Eunri.
Dr. Da Hae menuliskan beberapa resep obat. “Tidak apa-apa. Terbentur tembok tidak akan membuat tulangnya patah”
Eunri menghela napas. Eunhyuk panik. “Ah, dokter, tapi bahuku terasa sakit” Eunhyuk meringis sambil memegangi bahunya.
“Jangan bohong Lee Hyukjae, kau tidak apa-apa” Eunri mengambil tasnya dan pergi. Hah, sepertinya ia sudah ditipu mentah2 oleh Eunhyuk.

“Aish, dia pergi lagi” Eunhyuk segera menyusul Eunri.
“Mau kemana?” Tanya Eunhyuk ketika sudah berada di sampingnya.
“Ke Jewel Palace Hotel. Melihat persiapan fashion show Eommaku”
“Kuantar ya”
“Tidak usah. Kau kan sedang sakit”
“Tidak. Aku sudah baikan ko”
Eunri berhenti. Tatapannya menajam, “Tadi kau bilang bahumu sakit!”
Eunhyuk kelabakan. “itu, aku cuma bercanda” Dia cengengesan mengakui kebohongannya.

“Sudah kuduga.” Eunri mendesah jengkel, ia kembali berbalik namun tangan Eunhyuk dengan cekatan meraih tangannya dan menariknya masuk ke dalam mobilnya.
“Ya!! Memang aku mau diantar olehmu?” Eunri bergerak hendak keluar dari mobil Eunhyuk dan lagi-lagi gerakannya kalah cepat. Eunhyuk menahan bahunya dengan sebelah tangan, membuat Eunri tetap di tempat duduknya.
“Sudah kubilang, aku akan mengantarmu” ulang Eunhyuk.
“Shireo!” Eunri tetap bersikukuh dengan pendiriannya.

Eunhyuk menyipitkan matanya, menatap mata Eunri dengan tajam. Perlahan badannya mendekat, ia merapatkan posisi wajahnya dengan wajah Eunri. Otomatis Eunri memundurkan kepalanya hingga terpojok di sandaran kursinya.
“Kau mau apa? Menciumku seenaknya lagi?” ucap Eunri tepat di hadapannya. Nada bicaranya dibuat sok kuat padahal dalam hati ia gugup sekali. Detak jantungnya berpacu lebih kencang. Oh Tuhan, siapa yang tidak gugup jika berada dalam posisi sedekat ini dengan namja.. terlebih namja seperti Eunhyuk.

Senyum misterius merekah di bibir Eunhyuk. “menciummu seenaknya? Ayolah Eunri, kau juga pasti menikmatinya. Iya kan..” ucapnya menyindir.
“Mwo? Ya!! Jangan bicara seenaknya! Minggir, aku ingin keluar!” tangan Eunri yang lebih lemah dari Eunhyuk itu mencoba mendorong tubuhnya. Tapi apalah daya, eunhyuk jauh lebih kuat dari dirinya. Bahkan usaha Eunri yang sudah maksimal tidak mampu menggerakkan eunhyuk yang tetap di posisinya.
“Menyerah sajalah chagi,” Eunhyuk menyeringai, membuat Eunri bergidik ngeri. Ia lebih mendekatkan wajahnya lagi hingga Eunri bisa merasakan deru napas Eunhyuk di wajahnya sendiri.
“Jangan berani bergerak apalagi pergi, atau aku akan menciumu sekarang juga.” Ancamnya.
Mendengar kalimat menakutkan itu tentu Eunri terpaksa menurut. Ia tidak bergerak sedikitpun.
Eunhyuk memasangkan sabuk pengaman pada Eunri. Setelah terpasang, ia menjauh dari Eunri, menutup pintu mobil dan berjalan memutar dan duduk di balik kemudi, tepat di sebelah Eunri.
“Sekarang kita pergi.” Eunhyuk mulai menstarter mobilnya.

Eunri menghela napas yang sejak tadi ditahannya. Sekaligus ia menyesuaikan kembali debarannya yang mengencang. Oh tidak.. apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya? Ia menoleh sebentar pada namja di sebelahnya. Lee Hyukjae, sebenarnya kau orang yang seperti apa? Batin Eunri.

To be continued.

28 thoughts on “Show Me Your Love (Part 3)

  1. Asikkkk akhirnya setelah sekian lama menunggu show me your love di publish juga😀
    youre fanfic always cool and ddaebakk..😉
    next part jangan lama lama eonni~

  2. Yang paling kutunggu adalah saat dimana HyukJae ketahuan menjadikan Eunri bahan taruhan.

    Pada tanggal 10/08/13, Dha Khanzaki’s Fanficti

  3. kyuhyun niat y bagus mau nyatuin eunhyuk n eunri tapi cara y ekstrim,,, semoga aja eunri ngak tau awal mula eunhyuk nembak dia krn apa…
    eunhyuk sih ngak sadar perasaan y ke eunri j kyuhyun yg bertindak deh..
    donghae patah hati cwe yg diauka malah suka sama siwon..

  4. aigoo..tnyata kyunie wlwpn evil” jg ttp y pngn setia kawan bkti’y dy mw bantuin eunhyuk bwt dptin eunri wlwpn cara’y emank sdkt aneh..hahahahahahaha

  5. Sungmin jadi Eomma nya Kyu, Heechuljadi Eomma Je Young, Ϟƍƍαќ kebayang gimana muka-muka Eommanya..wkwkwk
    Eunri tuch ibaratnya jinak-jjinak merpati, pura-pura benci padahal suka..ayo Hyuk truskan perjuanganmu mendapatkan hatinya Eunri..

  6. Tuh Kan Eunhyuk Jadian Sm Eunri Karena Kalah Taruhan Sm Si EVIL!!
    Truz Eunri Gmna Donk,Ya Ampun Kasian Banget Eunri Klo Sampai Dia Bener2 Suka Sm Eunhyuk. Dasar KYUHYUN TITISAN IBLIS!! Semoga Eunri Gk Patah Hati Ke depannya

  7. huahaha, hyukie baru sadar klo dy permainin ma kyu kkkk~

    yah jeyoung dah ke pedean trnyata yoochun cuma mau deketin appa’a doang..

  8. hohoho magnae evil walau cara mu sadis. tapi berguna juga bagi hyukie yang belom menyadari apa2??
    jd mereka pacaran gak thor?
    terus nasib haeppa ku gimana?*huwaaa

  9. Evilkyu berguna juga😀 tapi tetap saja caranya itu loh salah,masa dengan taruhan ? Gimana kalo Eunri tau bahwa Eunhyuk menembaknya karna taruhan,dan akhirnya salah paham

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s