Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 15)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 15
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Lice

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Eunhyuk a.k.a Lee Hyukjae

Hhahah.. tinggal beberapa epidode lagi nih ke part akhir. semoga gak ngebosenin yah. Tetep ikutin FF ini ampe Shady Girl kelar semua yah..

Maaf untuk typo. Happy Reading ^_^

Shady Girl Eunhyuk's Story by Dha Khanzaki3

—-o0o—–

Pagi itu Eunhyuk mengajak Mira ke rumah Ummanya. karena siapa tahu setelah mendengar berita kehamilan Mira, mendadak saja tabiat Umma berubah.

“Apa?? Istrimu hamil??” seru Umma kaget. Mira dan Eunhyuk mengangguk pelan. Mira masih takut jika bertemu Umma.
Sesaat tak ada reaksi senang seperti kebanyakan orang tua pada umumnya. Mira sempat kecewa. Namun ternyata detik berikutnya Umma tampak menghela napas.
“Mira..” ucap Umma memanggilnya. Mira terkesiap. Ia segera mengangkat kepalanya.
“Iya..”
“Kau harus menjaga asupan makananmu dengan baik. Jangan terlalu lelah. Banyak makan buah-buahan dan perbanyak olahraga..” tak di sangka Umma malah memberinya nasihat. Awalnya Mira sempat bengong. Ia tak percaya.. apakah ini artinya Umma mulai menerimanya???
“ba-baik Umma..” seru Mira dengan wajah berseri. Tuhan.. apa ini berkah bagi ibu hamil??

Eunhyuk tersenyum lega. Dengan begini, mungkin Ummanya bisa menerima Mira perlahan-lahan. Sesampainya di rumah Eunhyuk segera menyuruh Mira beristirahat sementara ia akan memesan makanan. Selama kehamilan, Mira tidak boleh terlalu lelah. Dan di rumah mereka kini sudah ada satu pembantu.

“Oppa..” panggil Mira. eunhyuk segera menoleh. Sambil tersenyum, ia duduk di samping Mira.
“ada apa, Mira sayang? Kau ingin sesuatu? Katakan saja..” ucap Eunhyuk sambil merapikan poni Mira. yeoja itu menunduk sesaat. Ia tampak ragu.
“Bisa kah Oppa mengatakan ‘saranghae’ padaku??” pinta Mira ragu.

Seketika Eunhyuk terdiam. Aneh, kenapa ia mendadak kaku seperti ini? Bukankah hanya mengucapkan kata itu tidak sulit? Mira kecewa melihat Eunhyuk terdiam. Ia yakin Eunhyuk ragu karena namja itu masih menyimpan perasaannya pada Hyo Yeon.
“Baiklah, aku tidak akan memaksamu, Oppa..” Mira menarik tangan Eunhyuk lalu meletakkannya di atas perutnya sendiri.
“Aku hanya tidak ingin anak kita kekurangan cinta seperti ibunya..” ucap Mira. eunhyuk langsung diam. Melihat ekspresi Mira sekarang, siapapun pasti akan merasa iba.

Sesaat sebelum Mira bangkit dan pergi, ia sempat tersenyum. Senyum yang menenangkan. Mira tidak ingin membebani Eunhyuk. Tidak boleh.

Eunhyuk masih belum bergerak dari tempatnya duduk. Pikirannya melayang kemana-mana.
“Kenapa mengatakan ‘aku mencintaimu’ saja begitu sulit..” desisnya penuh penyesalan.

—o0o—

Semalaman, Eunhyuk memikirkan tentang perasaannya. Akhirnya, setelah mendapatkan keputusan bulat, ia segera menelepon Hyo Yeon dan mengajak gadis itu bertemu.

Di restoran Perancis itulah, Eunhyuk menunggu kedatangan Hyo Yeon. Ia harus mengatakan ini sekarang juga agar kehidupan pernikahannya dengan Mira bisa berjalan damai.

“Oppa.. kau sudah menunggu lama..” Hyo Yeon langsung duduk di hadapan Eunhyuk begitu datang.
“Tidak. Aku juga baru datang..”
Hyo Yeon tersenyum. Ia yakin Eunhyuk datang menemuinya pasti untuk mengatakan bahwa namja itu menyesal sudah meninggalkannya dan memintanya agar sabar untuk menunggu. Oke, jika Eunhyuk benar-benar memintanya begitu ia bersedia melakukannya.

“Apa yang ingin Oppa bicarakan. Oppa tidak mungkin mengajakku bertemu hanya untuk makan siang. Iya kan?” tebak Hyo Yeon.
Eunhyuk tersenyum hambar. “Kau memang pintar. Iya, ada yang ingin kubicarakan.”
“Apa itu?”
Namja itu menghela napas sejenak. “Hyo Yeon, aku sudah memutuskannya. Aku akan menjaga Mira. aku tidak akan berpisah dengannya. Jadi aku harap, kau jangan menungguku lagi.”

Gadis itu terpaku seketika. Senyumnya terhenti dan tubuhnya tampak kaku. Sudah jelas Hyo Yeon syok.
“Apa kau bilang?? Jadi maksudmu..kau lebih memilih Mira? kau mencintainya???” nada suara Hyo Yeon mulai meninggi.
Eunhyuk mengangguk. “Aku mencintainya, Hyo Yeon. Dan aku tidak bisa terus membuatnya sedih. Lagipula, saat ini istriku sedang mengandung. Aku tidak ingin membuat pikirannya terbebani. Maafkan aku.” Sesal Eunhyuk. Ia mengatakan ini dengan tegas.

“Lee Hyuk Jae!!” bentak Hyo Yeon keras. Eunhyuk tidak terkejut. ia yakin Hyo Yeon pasti akan marah. Ia sudah menyiapkan mental untuk menghadapi reaksi Hyo Yeon.
“Lalu apa artinya hubungan kita selama 3 tahun terakhir?? Kau mencintaiku, iya kan..” ucapnya menahan tangis.
Eunhyuk menatap Hyo Yeon serius. “Dulu mungkin iya. Tapi sekarang…tidak..”

Hyo Yeon benar-benar tak percaya dengan ucapan Eunhyuk. Tidak mungkin. Baru kali ini ia dicampakkan oleh pria. Ia tidak terima. Batinnya menolak kenyataan ini.

“Kau pembohong.” Hyo Yeon menahan emosinya. Mata gadis itu sudah berkaca-kaca.
“Aku tidak bercanda. Kuharap kau bisa menerimanya.”
“TIDAK!! Aku tidak akan percaya pada ucapanmu sekarang! Mana mungkin, aku, Kim Hyo Yeon di campakkan seorang namja!!” teriak Hyo Yeon. Gadis itu bangkit lalu berderap pergi keluar restoran.

Eunhyuk menundukkan kepalanya. “Maaf Hyo Yeon.. semua ini salahku. Aku sudah menyakiti hatimu dengan tindakanku selama ini..” ia sungguh menyesal karena tidak pernah bisa tegas terhadap perasaannya sendiri. Mungkin Hyo Yeon adalah gadis ke sekian yang disakiti olehnya.. semoga saja Hyo Yeon adalah yang terakhir.

—o0o—

Hyo Yeon syok berat. Ia terus menangis dan tidak memikirkan apapun lagi. Ia tidak ingin makan ataupun keluar rumah. Selama beberapa hari Hyo Yeon terus mengurung dirinya di dalam kamar.

“Nona..ini sudah hari ke 3. Kami mohon makanlah kali ini. Kami sangat mencemaskan kesehatan Nona..” ucap pembantunya dengan halus saat mengantarkan makan untuk Hyo Yeon.
“Biarkan saja! aku tidak ingin hidup lagi!” teriak Hyo Yeon dari dalam
“Nona..” lirih pembantunya.

“ada apa ini?” tanya Kim Byung Hee. Mendengar ucapan Hyo Yeon barusan, kecemasannya tersulut.
Pembantu itu memasang wajah takut dan khawatir.
“anu tuan..Nona sudah 3 hari ini terus mengurung diri di kamar.”
“apa?” Ia menyuruh body guard yang ada di belakangnya untuk mendobrak pintu kamar putrinya.
“Dobrak pintunya!!”

Prang…

Kim Byung Hee membulatkan matanya mendengar suara benda pecah dari kamar putrinya. Ia segera berteriak menyuruh pengawalnya itu agar bergerak cepat. Ia sangat mencemaskan keadaan putrinya. Ya Tuhan, ia tidak bisa membayangkan apa yang dilakukan Hyo Yeon di dalam. Ia tahu putrinya adalah anak yang nekat.

Brakk..

Akhirnya pintu pun berhasil didobrak. Kim Byung Hee mendahului pengawalnya masuk. ia mendapati kamar putrinya berantakan. Beberapa boneka sudah tak berbentuk lagi karena dimutilasi tanpa ampun. Tirai jendela pun sobek di sana sini. Dan banyak barang-barang berserakan di lantai.
“Hyo Yeon..” seru Kim Byung Hee panik saat menemukan putrinya menangis di pinggir tempat tidur. keadaannya sangat mengenaskan. Rambutnya berantakan dan bajunya tampak lusuh. Ia berhambur menghampiri Hyo Yeon.
“Kau kenapa nak???” cecarnya panik sambil merangkul bahu putrinya. Dengan mata sembab karena terlalu sering menangis, Hyo Yeon meneteskan air mata kembali.
“Eunhyuk Oppa tidak mencintaiku, Appa.. dia mencampakkanku..hiks.. Appa benar..perhatiannya selama ini hanyalah tata krama saja. dia tidak mencintaiku..” tangisannya pecah kembali.
“Eunhyuk..” desis Kim Byung Hee. Beraninya dia membuat Hyo Yeon seperti ini.

“Appa.. aku lebih baik mati saja..aku ingin menyusul Umma di surga..” lirihnya kemudian. Tentu saja ucapan Hyo Yeon membuat Appanya terkejut.
“Jangan berkata begitu.. jika kau pergi siapa yang menemani Appa di sini..” cecarnya panik. Hyo Yeon tersenyum. Ia mengangkat tangannya yang sudah tersayat pecahan gelas ke hadapan Appanya.
“Appa, tolong jangan selamatkan aku..” lirinya. Tak lama Hyo Yeon menutup matanya.

“Hyo Yeon!!!” teriak Kim Byung Hee panik. Segera setelah itu Hyo Yeon dilarikan ke rumah sakit. Putrinya masuk ke ruang IGD. Dia bolak-balik cemas. Tak lama dokter pun keluar.
“bagaimana keadaan putriku, dok..”
“Masa kritisnya sudah lewat. Beruntung dia segera dibawa kemari. Kondisi kejiwaannya menurun drastis akibat syok. Apakah pasien mengalami depresi atau semacamnya?”
“Dia sempat mengurung diri selama 3 hari. mungkin dia ada masalah dengan temannya.”
Dokter itu mengangguk. Lalu mengatakan bahwa Hyo Yeon harus menjalani perawatan di sini selama beberapa hari kedepan.
“baiklah. Tolong lakukan yang terbaik, dok. Dia putriku satu-satunya.”

Setelah dipindahkan ke ruang rawat biasa, Kim Byung Hee duduk termenung di samping tempat tidur putrinya dengan ekpresi dingin. Ia tidak akan membiarkan siapapun yang sudah membuat putrinya menjadi seperti ini.
“Lee Hyuk Jae..jadi ini yang kau inginkan? Menghancurkan hati putriku, itu artinya kau menggali kuburan untuk adikmu dan istrimu sendiri..” lirihnya tajam. Ya, ia harus membuat Eunhyuk menyesal sudah menyakiti Hyo Yeon.

—o0o—

“Oppa..aku ingin nasi goreng Kimchi buatanmu..” seru Mira siang itu. Eunhyuk baru saja duduk setelah tadi capek melayani ritual ‘ngidam’ istrinya yang mulai meminta yang aneh-aneh. Mira memasang puppy eyes-nya untuk meluluhkan hati Eunhyuk. Benar saja, namja itu segera bangkit.
“baiklah, aku menyerah putri..” ucap Eunhyuk. Meskipun ia lelah, tapi ia tidak keberatan mengabulkan semua keinginan Mira.

Ia segera meraih wajan lalu mulai memasak. Sebenarnya ia baru bisa memasak kemarin-kemarin. Karena Mira ingin masakan yang dibuat Eunhyuk, terpaksa Eunhyuk meminta Ummanya dan Ryeowook mengajarinya memasak. Mira ingin sekali tertawa melihat Eunhyuk begitu pasrah dengan permintaannya.

“Ini putri..makanlah.. setelah ini kau harus istirahat.” ucap Eunhyuk sambil mencium pipi Mira.
“Uh..tetap lebih enak buatan Wookie-ku..” Mira mengeluh setelah mencicipi nasi goreng ala Eunhyuk yang terasa agak aneh di lidahnya. Namja itu mendengus.
“Huh, aku kan baru belajar kemarin.” Ia bangkit untuk membuatkan Mira susu. Tapi rupanya susu untuk ibu hamil yang biasa di minum Mira habis.
“aish..kenapa harus habis sih?? Mira sayang..” Eunhyuk menghampiri Mira lagi. “Aku ke supermarket dulu. Kau bisa kan kutinggal sebentar?”
Mira mengangguk. “Tentu saja. aku bukan anak kecil lagi.”
“bagus. Kalau begitu aku pergi. jaga diri dan kunci rumah oke..” Eunhyuk mengecup kening Mira sebelum pergi.

—o0o—

“Aish..aku lupa.. susu yang biasa Mira minum yang mana ya??” Eunhyuk menimbang-nimbang 2 kotak susu ibu hamil di tangannya. Ia menyesal kenapa tidak pernah memperhatikan. Padahal tiap hari ia membuatkan untuk Mira.
“Bukannya biasanya yang itu ya..” ucap seseorang di samping Eunhyuk menunjuk pada susu di tangan kirinya. Eunhyuk mengerjap.
“ah, benar juga!!” Eunhyuk baru sadar sekarang. Tapi sesaat kemudian ia mengerjap. Lah, siapa yang memberitahunya tadi?? ia menoleh.
“Huwa..” pekiknya kaget.

Donghae dan Haebin serta si kecil Hae Young yang digendong Haebin sekarang berada di hadapannya.
“Kalian.. sedang apa di sini??” seru Eunhyuk.
“Belanja lah..” jawab Donghae. namja itu kemudian tersenyum. “bagaimana, jadi calon ayah itu tidak mudah kan??” ucapnya. Eunhyuk mengangguk lelah. Ia memang kewalahan mengurusi segala macam permintaan aneh Mira.
“eh, tapi bagaimana kalian tahu??” tanya Eunhyuk. Seingatnya ia belum memberitahukan kehamilan Mira pada teman-temannya.
“Dokter Kim yang memberitahu kami” kini Haebin yang menjawab. Dia tersenyum lebar. “Oppa, sebentar lagi kau akan menimang bayi selucu Hae Young..” ucapnya sambil mencubit pipi putranya sendiri.
Eunhyuk tertawa pelan. Sebenarnya ia sudah tidak sabar. ia ingin detik ini juga menimang bayi. Tapi mana mungkin kan, kehamilan Mira baru memasuki minggu ke 5.

—o0o—

Ting tong..

Mira menoleh. Siapa yang bertamu? Jika Eunhyuk tidak mungkin memencet bel. Dia kan tahu kode keamanan rumah. Mira segera beranjak membukakan pintu.
“Hyuunng..” seru Taemin. Namun senyum namja itu menghilang saat mendapati Mira berdiri di depannya.
“Nuna, kau kapan kembali? Memangnya sudah berbaikan dengan Hyung?” ucap Taemin sarkastis.
“Nuna tidak pernah bertengkar dengan Hyung-mu.” Ucap Mira halus. Namun Taemin melengos. Dia berbalik pergi. moodnya untuk menemui Eunhyuk sirna seketika. Rupanya Taemin masih marah padanya.

“Taemin..” teriak Mira sambil menyusul Taemin yang pergi. dia berjalan mengikuti Taemin di belakang. ia terus berusaha menjelaskan pada Taemin bahwa apa yang dilihatnya waktu itu tidak benar.

Mereka terus berjalan sampai tiba-tiba ada sebuah mobil van hitam berhenti di depan mereka. Beberapa pria berjas hitam turun dari mobil. Mira merasa ada aura mencurigakan dari wajah mereka. Tanpa aba-aba, orang-orang itu berdiri mengelilingi Mira dan Taemin.
“Mau apa kalian? Taemin, berdiri di belakangku..” perintah Mira. ia segera memasang kuda-kuda.
“Buat apa? Memang siapa mereka? Lawan saja.” tantang Taemin mengingat dia sudah sering sekali berkelahi.
“Taemin.. mereka bukan orang baik. Tampang mereka mencurigakan..” lirih Mira.

“tangkap mereka!!” ucap salah seorang dari mereka. Segera saja orang-orang berjas hitam itu maju untuk menangkap Taemin dan Mira.

Mira segera melakukan perlawanan. Mengingat dia sudah sabuk hitam karate, melawan beberapa orang pria seperti ini bukanlah hal yang sulit..
“Wow..” Taemin malah mengagumi aksi Mira. namun perlahan ia merasakan deja vu kembali. Sekelebat situasi yang serupa melayang-layang di depan matanya. ia seperti pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya.
“Taemin, lari..” teriak Mira. namun saat Taemin menolehkan pandangannya, seorang pria berjas memukul bagian tengkuk Taemin hingga namja itu jatuh tak sadarkan diri.

“Taemin..” teriak Mira kaget melihat Taemin ambruk di tanah. Kelengahannya itu di manfaatkan oleh pria-pria berjas untuk membekuknya. Dalam hitungan detik Mira sudah berhasil di takhlukan. Tangannya di ikat di belakang.
“Kalian, jangan sentuh adikku!!” teriak Mira saat orang-orang itu mengikat tubuh Taemin lalu membawanya masuk ke dalam van.
“tenang saja Miss, kau pun akan mengalami nasib serupa dengannya.” Ucap pria yang mengikatnya diiringi seringaian jahat.

Sebelum Mira sempat bereaksi, tiba-tiba saja ia merasakan sakit yang teramat sangat menimpa tengkuknya. Setelah itu pandangannya mendadak gelap dan hal yang terakhir di ingatnya adalah ia memegangi perutnya sebelum tubuhnya ambruk ke tanah.

—o0o—

“Mira sayang..” seru Eunhyuk saat menginjak teras rumah. Namun langkahnya terhenti ketika mendapati pintu rumahnya terbuka. Kantong belanja yang dipegangnya jatuh begitu saja. tanpa menunggu waktu, ia segera berlari ke dalam rumah. Pikirannya sudah melayang ke mana-mana. Hanya satu yang ia cemaskan, yaitu Mira. ia takut rumahnya ini kedatangan ‘tamu’ tak diundang.

“Mira..” teriak Eunhyuk panik. Ia berlari seperti orang kebakaran jenggot dalam rumahnya sendiri. Dan yang membuatnya sangat cemas adalah Mira tidak ditemukan dimanapun. Istrinya menghilang..
Eunhyuk panik seketika. Ia mondar-mandir tak jelas. “tenang Lee Hyuk Jae..mungkin Mira sedang ke minimarket sebentar..” Eunhyuk menyugestikan dirinya sendiri dengan segala pikiran positif. Ia duduk di kursi dapur dengan hati gusar. Kakinya tak mau diam.
“Mira..kau kemana sih..” Eunhyuk mengambil ponselnya lalu mencoba menelepon istrinya itu.

Tralilalila..

Eunhyuk menoleh ke arah sofa ruang tengah. Itu ponsel Mira.. eunhyuk berlari mengambilnya. Kecemasannya kian meningkat.
“Aish..Kenapa dia meninggalkan ponselnya sih..” jengkel Eunhyuk. Jika sudah begini apa yang harus ia lakukan???

—o0o—

Samar-samar Taemin merasakan ada cahaya mengusik matanya. ia sudah tersadar lalu mencoba membuka matanya. taemin mengerjap lalu berusaha bangun.
“Di mana ini??” tanyanya bingung. ia tidak mengenali tempatnya berada sekarang. Tapi sepertinya ini adalah gudang. Karena di sekitarnya banyak sekali benda bekas dan berdebu.

Ia menoleh pada sosok lain yang terbaring di sampingnya dalam kondisi terikat, sama sepertinya. Ia memperhatikan baik-baik.
“Mira Nuna..” pekiknya begitu tersadar. Karena tubuhnya terikat, Taemin sulit sekali bergerak.

“Oh, kau sudah sadar rupanya..” desis seseorang. Taemin menoleh ke arah pintu dan ia terkejut begitu mengenali pria yang sedang berdiri di depan pintu.
“Tuan Kim..” lirih Taemin tak percaya. Jadi, dalang dari penculikan ini adalah Kim Byung Hee? Walikota yang amat di segani di kotanya itu.
“Kau terkejut? seharusnya tidak. Karena aku yakin kau pasti sudah melihat bisnis ilegalku waktu itu.”

Taemin tidak mengerti dengan ucapan Tuan Kim. Ia mengerutkan kening.
“Apa maksud Anda?”
Tuan Kim menepuk tangannya. Ia lalu masuk dan duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
“Ah, aku lupa kalau kau itu amnesia..” lirihnya.
“Amnesia??” Taemin kaget sekali mendengarnya. Memang kapan dia amnesia?? Aish..semua ini sangat membingungkan! Mendadak saja kepalanya menjadi sakit.
“Kau pikir saat kau masuk rumah sakit karena kecelakaan lalu lintas?? Rupanya keluargamu sudah membohongimu..” tambah Tuan Kim seraya menyeringai.

Taemin tercengang lagi. Apa maksudnya? Memang apa yang sebenarnya terjadi??
Tuan Kim bisa membaca dengan jelas ekspresi bingung Taemin. Ia lantas menyeringai dan rasa dendam di hatinya itu kian membesar.
“Memang apa yang terjadi??” tanya Taemin.
“Kau pingsan karena dihajar oleh anak buahku.” Ucapnya santai.

Mata Taemin membulat. Di hajar? Anak buah? Bisnis ilegal? Seketika kepalanya terserang rasa sakit yang luar biasa.. Taemin memekik kesakitan. Namun di sela-sela rasa sakit yang menyerangnya, berkelebat berbagai macam kejadian yang sempat ia lupakan. Saat ia pulang dari ulang tahun Sulli, saat ia melamun dan salah arah, tersasar di pabrik tua, lalu menyaksikan orang-orang menyelundupkan senjata api. Iya.. dia melihat Kim Byung Hee ada di sana. Ia ketahuan dan berlari lalu di hajar, namun ada seseorang yang menolongnya, setelah itu kepalanya dipukul.. dan.. ia pingsan..

“ahhh..” pekik Taemin. Setelah ia mengingat semuanya, rasa sakit itu mendadak mereda. Ia menatap Kim Byung Hee dengan mata menyala-nyala.
“Tuan Kim, aku tidak percaya kau orang sebejat itu!” pekik Taemin. “Kau sudah melakukan kejahatan besar dan melukai orang lain. Lalu apa maumu sekarang? Membunuhku?”
“Ho, kau ternyata memang adik Lee Hyuk Jae. Berani sekali menantangku.” Hardik Tuan Kim.
“Kau tahu kenapa aku menangkapmu sekarang??” tanya Kim Byung Hee seraya bangkit.
Matanya menatap tajam Taemin.
“Karena Kakakmu sudah menghancurkan kebahagiaan Hyo Yeon. Dan aku tidak akan pernah memaafkannya. Karena itu, jika aku membunuh kalian berdua, Eunhyuk tidak akan berani macam-macam lagi.”

Tubuh Taemin kaku seketika. Jadi..jadi..sekarang karena Hyo Yeon??
“balas dendam bukan penyelesaian!!” teriak Taemin. “Jika kau melakukan ini, Hyo Yeon Nuna pasti akan membencimu!!” ia tahu karakter Hyo Yeon. Meskipun nekat dan sedikit angkuh, namun Hyo Yeon bukan tipe orang yang menyukai kekerasan. Seperti Eunhyuk.
“DIAM KAU!!” bentak Tuan Kim. “Kau tidak tahu keadaan Hyo Yeon sekarang. Dia berada di rumah sakit dan hampir saja meregang nyawa. Semuanya karena kakakmu yang sok hebat itu!!”

Tuan Kim menatap Mira yang masih pingsan. “Sepertinya bagus jika aku membunuhnya lebih dulu.” seringainya sambil mendekati Mira.
“JANGAN SENTUH NUNA-KU!!!” teriak Taemin. Langkah Tuan Kim terhenti. Taemin menatap pria itu dengan aura hitam yang kuat.
“Jika kau berani melakukannya, aku tidak akan segan-segan membunuhmu, Tuan..”

“kau berani juga rupanya..”

Brukkk..

Tuan Kim menendang Taemin hingga namja itu terjungkal dan menubruk tumpukan kardus di belakangnya.
“Tidak perlu khawatir, kau yang akan menyusul setelah aku membunuhnya..”
Taemin menggeram tertahan. Ia sudah memikirkan cara untuk melindungi istri kakaknya itu. Tapi Kim Byung Hee tak di sangka memilih melangkah keluar lalu meningalkan mereka. Pintu itu kembali di kunci dari luar. Taemin mendesah lega. Ia segera beringsut bangkit dan bersusah payah mendekati Mira.

“Nuna..Nuna..gwaenchana..” ujar Taemin cemas. Sesaat ia diam saat memandangi wajah Mira. sedetik kemudian ia terbelalak kaget. Ia ingat wajah ini. Wajah yang menyerupai boneka. Ya..seseorang yang sudah menolongnya waktu itu!!
“Nuna..jadi nuna yang menolongku..” Taemin hampir tak percaya. Mengapa ia tidak sadar selama ini? Oh, tentu saja. dia kan amnesia. Pantas saja Eunhyuk pernah mengatakan kalimat aneh.

Kau tidak ingat siapa dia?

Sekarang ia ingat..Mira adalah orang yang sudah menolongnya.

“Nuna.. sadarlah..” seru Taemin cemas. Ia ingin sekali memeluk Mira sekarang. Karena tanpanya, dia tidak akan hidup hingga detik ini.

Sementara itu di tempat lain..

Eunhyuk benar-benar khawatir sekarang. Di tambah lagi ia mendapat telepon dari Ummanya bahwa Taemin pun menghilang. Bahkan Sulli pun tidak tahu saat ditanyai perihal Taemin.
“Loh, bukankah dia kerumahmu ya, Oppa..”

Sulli malah mengucapkan kalimat itu saat di tanya. Sekarang Eunhyuk mengambil kesimpulan, mungkin saja terjadi sesuatu pada kedua orang itu. Tak mau khawatir terlalu lama, Eunhyuk segera melaporkannya pada polisi. Ia sangat khawatir jika Taemin mengalami kejadian seperti di pabrik tua itu. Mungkin saja kan orang-orang yang pernah menghajarnya datang mencari Taemin kembali.

“Sudahlah Oppa, tenang..” ucap In Sung mencoba menenangkan Eunhyuk. Sementara suaminya, Sungmin sedang berbicara dengan polisi.
“Mana mungkin aku tenang In Sung-ah..Mira sedang hamil. Jika dia memang bersama dengan Taemin, ah..aku tidak bisa membayangkannya..” Eunhyuk meremas rambutnya sendiri. Ia menyesal sudah meninggalkan Mira sendiri. Sekarang ia merasakan firasat buruk.

“Tuhan..tolong jaga istri dan adikku..” doanya.

To be continued..

77 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 15)

  1. Kenapa saia yg jadi parnoooo??

    Lah klo mira keguguran gimanaaa??

    Gillaaa jahat lho!!
    Si byung ini menyebalkan sangat..!!

    Next..😉

  2. kim byung hee emang jahat banget !! jadi pengen ngebejek bejek (bahasa apa itu? #abaikan)
    gak sanggup baca yg akhirnya hiks gmana sma aeginya mira itu ??
    baca part ini menegangkan sekaliii

  3. omo ayah si iblis mulai macem2..
    ahh gak terima ayo dong hyukie n kawan2 selamatka istri dan adik hyukie. .
    kasian apa lagi mira hamil*oh no*

  4. Syukur dech eommanya hyuk udah bisa nerima mira. Si hye yeon mati aja knp coba(?). Ni lgi bpknya hye yeon jdi org jahat amat, jdi pengen lihat dia membusuk di penjara krn ulahnnya. Doanya hyuk yg bagian akhir kurang satu, masa iya dia gk doain buat calon anaknya jga…

  5. aigooo…
    eomma akhirny luluh jg…
    chukae mira…
    hyukie oppa jd mkn sayang sma mira, tp sygnya blm bs blang saranghae…😦
    omonaaa, tuan kim bnr2 ngejalanin aksinya…
    aigoo…
    kejaaammmm…

  6. Wah.. aku kira di chapterini kunyuk nemuin hpnya yg pernah taemin kirimin foto” di gudang tua itu..ternyata belom T.T kenapa married lifenya kunyuk lebih susah dari shady girl dongek ya? Ato mungkin perasaanku doang wkwkw😀 ya udah deh mau lanjut dulu

  7. Eonnie.. Selamatkan Mira&Taemin harus mereka harus baik-baik saja ! Tuan Kim benar2 jahat dan kejam semoga sata dia turun jabtan dan Hyo Yeon tau siapa ayahnya sebenarnya.
    Makin penasaran cus ah ke part selanjutnya.

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s