Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 14)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 14
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre :Romance

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Eunhyuk a.k.a Lee Hyukjae

Lama juga author gak posting FF. Makasih atas partisipasi temen-temen semua. yang sudah baca dan yang sudah komentar, makasih banyak. maaf kalau ceritaku masih banyak kekurangan.
Follow twitter author yah,, @julianingati23 jangan lupa ^_^

Happy Reading ^_^

Shady Girl Eunhyuk's Story by Dha Khanzaki3

—-o0o—–

Satu minggu sudah terlewati tanpa keberadaan Mira di sisinya. Eunhyuk tampak begitu kacau. Ia lebih banyak melamun. Dan untungnya, itu tidak berpengaruh pada kestabilan perusahaan.
“Ada apa dengan direktur?” tanya salah satu pegawai saat melihat presdir mereka tampak aneh. Tidak seperti biasanya. Penampilannya lebih senewen.
“Tidak tahu. mungkin bertengkar dengan istrinya..” bisik yang lain.

Eunhyuk membanting pintu ruang kerjanya dengan kencang. Mengagetkan beberapa orang yang melintas di sekitar sana dan juga sekretarisnya. Namun tak ada yang berani menggerutu. Mereka cukup diam.

“Mira..kau sebenarnya kemana..” batin Eunhyuk cemas. Setiap malam selama 7 hari penuh ia tak henti-hentinya memikirkan keadaan istrinya yang pergi dari rumah itu. Segala macam upaya sudah ia lakukan. Bahkan kemarin ia menelepon sahabat Mira, Ryeowook. Namun namja itu sepertinya juga tidak mengetahui keberadaan Mira.

Di tengah kesengsaraannya itu, ada satu hal yang membuatnya mampu tersenyum. Yaitu kenyataan bahwa Mira sedang mengandung anaknya. Ia tidak menyangka bahwa kejadian malam itu akan membuahkan hasil. Beberapa bulan ke depan akan ada tangis bayi yang menghiasi rumahnya. Maka dari itu, sekarang juga Mira harus di temukan dan dibawa pulang kembali agar angan-angannya itu terwujud.

—o0o—

“Wookie-ah.. aku bosan. Aku ingin sekali jalan-jalan..” keluh Mira. ryeowook menoleh meskipun ia sedang sibuk membaca buku.

Sudah hampir satu Minggu Mira menginap di apartementnya. Sebenarnya ia tidak keberatan sama sekali. Malah jika Mira mau tinggal di sana selamanya pun tak masalah. Hanya saja, Ryeowook merasa Mira tidak bahagia. Sepertinya, dia merindukan suaminya. terlihat jelas karena setiap kali Ryeowook menyinggung Eunhyuk, ekspresi Mira berubah. Kemarin suaminya sempat menelepon, dari nada suaranya namja itu terdengar panik dan takut. Tapi berhubung Mira sudah memintanya agar tidak mengatakan keberadaannya pada Eunhyuk, Ryeowook memilih tutup mulut.

“Jalan-jalan? Baiklah tunggu, aku ambil jaket dulu..” ucap Ryeowook seraya bangkit. Ia menepis lamunannya.

Selama Ryeowook pergi bersiap-siap, Mira kembali menunduk. Sebenarnya, selama satu minggu ini entah sudah berapa kali ia melirik jam dan kalender. Ia berharap sekali Eunhyuk akan datang menjemputnya. Tapi nyatanya, sampai detik ini pun namja itu tidak mencarinya sama sekali. Entah kenapa hatinya sesak lagi. Mungkin ini pengaruh bayi. Ia sering dengar bahwa sebagian besar ibu hamil pasti perasaannya menjadi lebih sensitif dari wanita yang tidak hamil.

“Ayo berangkat..” ucapan Ryeowook membuyarkan lamunannya. Mira tersenyum. Ia bangkit sambil memakai syal. Sekarang sudah memasuki musim gugur. Jadi udara mulai dingin.

—o0o—

“Taemin lihat.. sepatu ini bagus sekali..” Sulli menarik-narik lengan sweter Taemin saat mereka jalan-jalan di Myeongdong. Sulli menatap sepatu stiletto yang terpajang di etalase toko. Wajahnya tersenyum cerah. Betapa manisnya jika ia memakai sepatu itu. Pasti akan banyak laki-laki yang jatuh cinta padanya nanti.
“Jangan tersenyum begitu. Mengerikan..” sindir Taemin ngeri. Sulli berhenti menyunggingkan senyumnya. Ia lantas menegakkan badannya lalu menatap sahabatnya itu dengan sengit.
“Kenapa? keberatan? Pokoknya aku ingin beli sepatu itu” putus Sulli.
Taemin menatap Sulli dari ujung rambut hingga kaki, lalu menggelengkan kepalanya.
“Ck ck ck.. kau tidak pantas pakai sepatu ‘wanita’ seperti itu. Kau lebih pantas pakai itu.” Taemin dengan wajah ‘tanpa dosa’nya menunjuk pada sepatu tomkins yang terpajang di sudut etalase. Sulli menggeram tertahan. Segera saja tanpa menunggu lama, tangan ramahnya itu sudah mendarat di kepala Taemin.

Pletak!

“Auuwww..” pekik Taemin. Pukulan Sulli terasa sakit. Kenapa sih semua yeoja tidak bisa di ajak bercanda masalah sepele seperti ini?
“Ya! Kau ini sama saja dengan Hyung. Suka sekali menganiayaku!” protes Taemin.
“Siapa suruh kau berkata seperti itu padaku? Kau tahu, aku juga wanita. Aku ingin tampak feminim dan cantik di hadapan para pria. Kau ini.. sama saja seperti Oppa.. memperlakukanku seperti anak kecil.” Sifat manja dan cengeng Sulli mulai kambuh kembali. Kini gadis itu sedang merajuk.
“Hei, aku kan hanya bercanda..” ucap Taemin merayu. Bahaya jika Sulli sampai marah. Nanti ia tidak punya teman lagi.

Saat sedang asyik-asyiknya bercanda, tiba-tiba saja Taemin melihat sosok seseorang yang sangat dikenalnya. Ya, tidak salah lagi. Yang dilihatnya sekarang memang Kim Mira, kakak iparnya. Tapi ada apa ini? Kemana kakaknya? Mira malah bersama dengan namja lain.
“bukankah itu kakak iparmu..” ujar Sulli saat melihat ke arah yang sedang diperhatikan Taemin sekarang. Tangan namja itu mengepal erat. Bagaimana Taemin tidak marah, kalian tahu pemandangan apa yang sedang dilihatnya?

Mira sedang menggandeng namja itu! Dan mereka tampak bahagia. Mira tertawa senang saat namja itu melontarkan leluconnya.

“aigoo.. sedang apa dia? Mengapa bersama namja lain??” Sulli pun merasa geram. Ia tidak rela jika pujaan hatinya dipermainkan seperti ini.
“Oh, jadi ini alasannya kenapa Hyung tampak berbeda akhir-akhir ini..” lirih Taemin dingin. Ia ingat sekali. Saat mengunjungi rumah kakaknya beberapa hari lalu, ia mendapati kakaknya dalam keadaan mengerikan. Penampilannya berantakan, bahkan ia tampak lebih kurus. Seperti orang yang tidak pernah makan selama satu bulan. Dan saat ia tanya kemana perginya Mira, dengan wajah linglung Eunhyuk mengatakan bahwa Mira sedang pergi ke rumah keluarganya. Sekarang Taemin paham alasannya. Hyungnya itu pasti merasa sakit hati karena tahu istrinya selingkuh.
“Sialan! Memang kurang bagus, tampan dan kaya apa Hyung-ku. Kenapa mau-maunya dia bersama namja kurus seperti itu..” geram Taemin. Ia sudah tidak tahan lagi. Segera saja ia mengejar Mira dan namja itu di antara ramainya orang-orang yang berlalu lalang di sana.

“Nuna!!” teriak Taemin.

Tak perlu waktu lama sampai akhirnya ke dua orang itu menoleh. Raut wajah Mira berubah ketika melihat Taemin kini berdiri di hadapannya. Ia terkejut.
“Taemin…” lirih Mira. ia segera melepaskan tangannya yang melingkar pada lengan Ryeowook.
Mata namja itu menyipit. Sekilas tampak kilatan marah dalam mata Taemin.
“Nuna, jadi kau selingkuh di belakang Hyung selama ini.” Ucapnya dingin. Mira terkejut. selingkuh???
“Aku tidak selingkuh..” bela Mira panik. memang benar kok..
“Bohong! Nuna mungkin bisa membohongi Hyung. Tapi Nuna tidak bisa membohongiku. Hah, sekarang aku paham kenapa Hyung begitu kacau. Ternyata Nuna penyebabnya.” lirih Taemin di iringi senyum sinis.
“Hei,jangan asal tuduh ya..” sela Ryeowook. “Mira itu..”
“Diam kau! Aku tidak sedang bicara denganmu!” tegas Taemin dengan mata melotot. Baik Mira maupun Ryeowook terkejut melihatnya. Taemin benar-benar marah. Setelah Ryeowook bungkam, ia kembali menatap Mira dengan wajah dingin.
“Sudah, mulai sekarang sebaiknya Nuna jauh-jauh dari Hyung!” setelah mengatakan kalimat kejam itu, Taemin membalikkan dirinya lalu pergi. ia segera menarik Sulli yang dari tadi hanya menonton saja.

“Taemin..” langkah kaki Mira yang hendak mengejar adik iparnya itu terhentikan karena Ryeowook menahan tangannya.
“Sudahlah Mira.. kau kejar pun percuma saja. dia sudah terlanjur salah paham.”
“Lalu aku harus bagaimana..”
“Loh? Bukankah ini yang kau inginkan? Kau ingin menjauh dari suamimu kan? Mungkin dengan mengira kau selingkuh? Dia tidak akan mencarimu..” ucap Ryeowook. Setengah hatinya mengiyakan perkataan Ryeowook. Namun sisi lainnya menyatakan penolakan. Mana mungkin ia meningkari keinginan separuh hatinya bahwa ia ingin kembali pada Eunhyuk. Dan ego-lah yang selalu menang. Akhirnya Mira memutuskan mengikuti sisi hatinya yang pro dengan ucapan Ryeowook.
“Kau benar..” lirih Mira menyerah. Ryeowook mengajaknya pulang. Dan Mira menyempatkan diri menoleh ke arah Taemin pergi tadi. dalam lubuk hatinya, ia berharap apapun yang akan dikatakan Taemin pada Eunhyuk nanti, namja itu tidak akan beralih membencinya.

—o0o—

“Taemin, apa kau tidak merasa namja tadi itu mirip dengan seseorang? Aku seperti pernah melihat sebelumnya.” Ucap Sulli di tengah-tengah perjalanan pulang. Taemin yang tengah sibuk menyetir menoleh.
“Jinjja?” ia juga sebenarnya merasakan hal yang sama. Sekarang ia harus memutar otaknya, kira-kira pernah bertemu di mana ya??

“Aaahhhh..” mendadak saja Taemin memekik seraya mengerem mobilnya mendadak. Sulli hampir saja terbentur dasbor mobil. Untung saja ia memakai sabuk pengaman.
“Ya! Kau membuatku kaget saja! kenapa berteriak tiba-tiba sih..” Sulli mengusap dadanya. Jantungnya hampir saja copot.
“Aku ingat. Kita memang pernah bertemu dengannya. Waktu itu, di klub malam saat kau mabuk!!” ucap Taemin. Sulli menepuk tangannya. Ia juga ingat. Karena sebelum mabuk ia memesan satu botol wine pada namja itu. Bukankah dia seorang bartender?
“benar sekali. Aku ingat..”

Taemin menepuk setir mobil. Ia kesal. “Jadi Nuna menduakan Hyung hanya demi seorang bartender??? Ya ampun, seleranya rendah sekali.” Lirih Taemin. Sulli bergidig ngeri mendengar Taemin berkata dengan mata menyala-nyala seperti itu.
“Jika dia memang berniat berselingkuh harusnya cari yang lebih hebat dari kakakku! Robbert Pattinson misalnya, atau Prince Harry yang jelas-jelas 2 kali lipat lebih hebat dari Hyung..” lanjut Taemin. Mendengarnya Sulli sekarang justru ingin sekali menjitak Taemin. Aigoo, adik bodoh mana yang berani mengatai kakaknya sendiri.
“Kau ini..Eunhyuk Oppa lebih baik dari Pangeran Harry sekalipun!” bela Sulli. Taemin mendelik.
“Itu menurutmu! Pokoknya aku harus memberitahu Hyung..” dengan semangat menggebu taemin kembali menstarter mobilnya. Hari ini ia akan menemui Eunhyuk.

—o0o—

Malam itu, Eunhyuk menatap sedih fotonya bersama Mira saat berjalan-jalan di Jepang. Padahal biasanya, hanya dengan melihat foto itu bibirnya sudah menyunggingkan senyum lebar. Tapi entah kenapa kenangan indah itu kini seakan menjadi pil pahit yang harus ditelannya.

“HYUUUNNGG”

Lengkingan teriakan adiknya menggema bersamaan dengan pintu depan yang digedor-gedor. Eunhyuk mengerang kesal. Kenapa malam-malam begini membuat keributan seperti itu sih! Dengan enggan Eunhyuk menyeret kakinya menuju pintu depan.

“Apa!!” bentak Eunhyuk jengkel begitu pintu terbuka. Dengan wajah sama Taemin menyerobot masuk ke dalam rumah. Taemin berbalik menatapi kakaknya.
“Hyung, sekarang aku paham kenapa kau berantakan seperti ini..” ujar Taemin prihatin sambil menatap Eunhyuk dari ujung rambut hingga kaki.
Eunhyuk menaikkan alisnya. “Kau tahu? hah, jangan sembarangan menebak!!” lengos Eunhyuk. Ia melewati Taemin. Sekarang ia sedang tidak ada mood menghadapi omong kosong adiknya. Mana mungkin Taemin tahu masalahnya.
“Mira Nuna berselingkuh. Iya kan..” seru Taemin membuat langkah Eunhyuk otomatis terhenti. Eunhyuk membalikkan badan.
“Mwo? Selingkuh? Apa maksudmu???” apa telinganya tidak salah dengar? Mana mungkin Mira selingkuh. Jelas sekali Taemin sedang asal tebak sekarang.

Taemin kesal sekali dengan sikap ‘pura-pura bodoh’ kakaknya. Ia lantas menderap mendekati Eunhyuk dan memasang wajah prihatin.
“Sudahlah Hyung, kau tidak perlu menyembunyikannya dariku lagi. Aku sudah tahu kok. Tadi aku melihat Mira Nuna berjalan dengan seorang pria. Cih, licik sekali. Sudah mendapatkan kakakku malah berselingkuh dengan pria lain..” cibir Taemin.
“Kau jangan bercanda! Mira tidak mungkin selingkuh!!” bentak Eunhyuk jengkel. Adiknya ini benar-benar sok tahu. tapi tunggu dulu.. sesaat kemudian Eunhyuk mengerjap saat berhasil mencerna kata-kata adiknya.
“Tunggu.. kau bilang tadi bertemu dengan Mira???” tanya Eunhyuk memastikan. Taemin mengangguk.
“Iya. Sudah kubilang dia sedang bermesraan dengan seorang pria..”

Eunhyuk tidak peduli. Ia segera mencengkram bahu Taemin. “Dimana? Kau melihatnya di mana??”
Taemin yang kaget diperlakukan begitu menjawabnya dengan suara terbata. “di di Myeong dong, Hyung”
Pikiran Eunhyuk melayang-layang. Ia membayangkan pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi masyarakat Seoul itu. “Myeong dong.. aku harus ke sana..” lirih Eunhyuk pada dirinya sendiri. “Tadi kau bilang Mira bersama dengan seorang namja? Seperti apa dia???” tanya Eunhyuk buru-buru. sekarang ia sudah tidak sabar lagi. Tak peduli Mira selingkuh atau tidak, yang pasti sekarang dia memiliki sedikit harapan untuk menemukan istrinya itu.
“dia kurus.. em..ah, sulit sekali di jelaskan. Yang kuingat dia adalah bartender sebuah klub malam..” ucap Taemin.
Mendengar kata ‘bartender’ seketika Eunhyuk teringat pada Ryeowook, sahabat Mira yang memang bekerja sebagai bartender di klub malam.
“Ryeowook..” ucapnya setengah menggeram. Seharusnya ia tahu dari awal bahwa satu-satunya tempat yang bisa di datangi Mira adalah tempat namja itu. Tapi kenapa kemarin saat di tanya namja itu menjawab tidak tahu?? apa mungkin sengaja??? Ah, yang penting ia harus segera mencari Ryeowook dan menanyakan kebenarannya.

“Hyung, kau mau kemana???” teriak Taemin bingung karena Eunhyuk segera berlari ke luar rumahnya, meninggalkannya sendiri di sana.

—o0o—

Ryeowook sedang sibuk meracik berbagai macam minuman pesanan pelanggan di klub malam itu saat tiba-tiba ada yang datang menggebrak meja bar di hadapannya.

Brakkk!

Tentu saja tindakan orang aneh itu sukses membuat sebagian pengunjung klub menoleh ke arah barista. Tapi karena suara musik yang mengalun jauh lebih menarik untuk di dengarkan, jadi ke adaan bisa kembali normal dengan cepat.

“Kau..” seru Ryeowook mengenali sosok di depannya.
“Bisa-bisanya kau sesantai ini setelah membohongiku..” lirih Eunhyuk tajam. Ekspresinya sulit di deskripsikan. Namun siapapun yang melihat pasti tahu bahwa namja itu sedang marah besar. Ryeowook tersenyum sinis membalas tatapan tajam Eunhyuk.
“Kau memang pantas mendapatkannya, Tuan Lee. Siapa suruh kau menyakiti Mira, sahabat yang sudah kujaga lebih dari sepuluh tahun.”
Eunhyuk berusaha sekuat tenaga menahan kepalan tangannya yang bisa saja melayang kapan saja. “Kau..minta kuhajar rupanya..” ucap Eunhyuk tajam, dingin,dan dalam.
“Lakukan saja. aku tidak takut, Tuan.” Jawab Ryeowook. Ia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya yang tertunda dan mengacuhkan Eunhyuk.

Oke, kali ini Eunhyuk tidak akan mengeluarkan emosinya. Jika ia mengikuti sisi jahat hatinya, Ryeowook semakin tidak mau memberitahukan informasi apapun. Lebih baik ia bersikap sememelas mungkin.
“Kumohon, Ryeowook-ssi. Bekerja samalah denganku. Kau tahu betapa tersiksanya aku selama seminggu ini? Aku terus mengkhawatirkan kondisi Mira. dan sekarang, di saat aku tahu titik terang keberadaannya, kau tidak mau menolongku??” lirih Eunhyuk dengan ekspresi terluka.

Benar saja, Ryeowook menghentikan kegiatannya. Ia beralih memperhatikan Eunhyuk. Penampilannya memang kacau. Wajahnya tampak lelah dan pucat. Jelas sekali bahwa namja itu memang memikirkan Mira. ia menghela napas.

“Bukan aku tidak ingin membantumu, Eunhyuk-ssi. Tapi aku sudah berjanji pada Mira..” ucap Ryeowook akhirnya. Ia tidak tega. Lebih baik ia melanggar janjinya pada Mira daripada harus memisahkan sepasang suami istri. Apalagi mengingat Mira sedang mengandung saat ini.


Sekarang mereka sedang berada di luar klub. Karena di sana suasananya lebih tenang. mereka bisa berbicara dengan bebas.
“Kau tahu, saat datang ke tempatku, Mira tampak sekacau dirimu sekarang.” Ryeowook mengawali ceritanya. Eunhyuk membayangkan sosok Mira dengan kondisi hati hancur dan sedih.. ya ampun.. ia semakin merutuki dirinya sendiri.
Ryeowook menoleh pada Eunhyuk yang sedang menyesali diri. “Kau juga tahu, dia menangis.”

Eunhyuk mengangkat kepalanya. seketika ia tercengang mendengar bahwa Mira menangis. omona.. ia ingat sekali perkataan Mira..

Jika aku sampai menangis, itu artinya… aku benar-benar sakit hati..

Apa sesakit itu kah perbuatannya pada Mira waktu itu? Sampai membuat gadis yang sulit menangis itu meneteskan air mata..

“Sejujurnya aku terkejut melihat Mira menangis.. karena terakhir kali ia menangis saat kematian kedua orang tuanya. Kau tahu kan? Ia menangisi orang yang sangat ia sayangi. Itu artinya, kau sangat di sayangi olehnya..” lanjut Ryeowook lagi. Meskipun dalam hati ia menyesal sekali mengatakan kalimat itu.

Sekarang Eunhyuk bisa merasakan sakit hati Mira malam itu. Ia sangat menyesal. Ia harus menemui istrinya lalu meminta maaf. Jika sampai Mira tidak memaafkannya, berlutut pun ia rela.
“Dimana Mira sekarang?” tanya Eunhyuk tak sabar.
“Di apartementku. Jemputlah dia. Aku tahu Mira pun pasti merindukanmu..” ucap Ryeowook sambil menepuk pundak Eunhyuk.

Sepertinya Eunhyuk sudah salah menilai Ryeowook. Buktinya, setelah ia mencurigai macam-macam namja itu tetap saja sebaik ini.. baiklah, lain kali ia akan membalas kebaikan Ryeowook hari ini. Tanpa berkata apa-apa, Eunhyuk segera berlari menuju apartement namja itu.

—o0o—

Mira sedang menonton tv sambil memakan satu kotak eskrim. Saat film sedang berada di part seru-serunya, terdengar bel. Mira melirik jam.
“siapa tamu yang datang jam segini?” Mira yakin bukan Ryeowook. Namja itu pasti sedang sibuk bekerja sekarang.

Mira beranjak lalu membuka pintu.

“Mira..”

Mata gadis itu terbelalak lebar. Jantungnya mendadak saja berhenti berdetak saat iris matanya menangkap sosok yang sangat di kenalinya. Eunhyuk.
“Oppa.. kenapa kau bisa di sini?” lirih Mira terbata. Eunhyuk tidak mengatakan apa-apa karena detik itu juga ia segera menarik Mira ke dalam pelukannya. Tubuh Mira kaku dalam pelukan Eunhyuk. Tentu saja, ia terlalu kaget untuk bereaksi. Terlalu takut untuk bergerak. Ia masih meyakinkan dirinya bahwa ini bukanlah mimpi. Eunhyuk benar-benar berada di sini, sedang memeluknya sekarang.

“Akhirnya aku melihatmu juga..” lirih Eunhyuk dengan suara bergetar. Dipeluknya Mira erat erat seakan takut bahwa yang tubuh yang tengah direngkuhnya itu bisa menghilang kapan saja. ini kenyataan. Ia memang sedang memeluk Mira. kalau bisa ia ingin selamanya seperti ini. Ia tidak mau melepaskan pelukannya sama sekali. Ia takut jika melepaskannya, Mira akan pergi lagi dari hidupnya. Cukup seminggu saja Mira menghilang dan mengacaukan hidupnya.

“Oppa.. sesak..” desis Mira pelan. Eunhyuk mengerjap. Ia lupa bahwa Mira sedang mengandung. Pelukan eratnya bisa membahayakan anak mereka.. secepatnya ia melepaskan dekapannya meskipun tidak rela.

Eunhyuk menatap Mira dengan mata sendunya. Mira tidak berani menatap Eunhyuk secara langsung. Ia justru memandang ke arah lain.
“aku senang kau baik-baik saja..” desis Eunhyuk sambil menatap lekat-lekat wajah Mira.
“bagaimana Oppa tahu aku di sini? Apa dari Taemin?”
Eunhyuk menggeleng. “aku tahu dari Ryeowook.” Jawabnya, tetap tidak mengalihkan perhatiannya dari Mira.
“Mwo? Ah, dia mengkhianatiku rupanya..” desah Mira.

Karena Mira masih enggan menatap wajahnya, terpaksa Eunhyuk menangkup wajah istrinya itu dengan kedua tangannya lalu menghadapkannya ke depan, tepat ke arahnya.
“Kenapa kau pergi menginggalkanku? Bukankah aku sudah bilang agar jangan pergi.” ucap
Eunhyuk serius. Jelas sekali ia cemas sekaligus takut.
Mira terdiam sesaat. Bibirnya sudah bergetar menahan tangis. “Karena Oppa yang menyuruhku pergi..”

Eunhyuk menggeleng cepat. Mira benar-benar salah paham. “Aku sedang mabuk saat itu sehingga aku tidak bisa berpikir normal” sekarang tangan Eunhyuk berganti memegangi tangan kanan Mira lalu mengarahkannya tepat ke pipinya sindiri. Mira terkesiap dengan tindakat Eunhyuk. Apa maksudnya??

“Jika aku berbuat salah atau membuatmu sakit hati karena tindakanku, pukul saja aku. Aku lebih rela kau melampiaskan semua amarahmu padaku daripada kau meninggalkanku sendiri. Itu jauh lebih menyiksaku.” Jelas Eunhyuk. Matanya sudah berkaca-kaca. Ia serius dengan ucapannya.

Mira mengerjapkan matanya berkali-kali. Etah ia harus terharu atau bagaimana menanggapinya. Benarkah?? Eunhyuk benar-benar tidak ingin ia pergi???

“Harusnya Oppa menjemputku dari awal..” Lirih Mira akhirnya setelah beberapa detik mereka saling diam. Eunhyuk terkesiap. Mira terlihat sama terlukanya.
“Kau tahu Oppa, selama seminggu ini aku terus berharap Oppa datang menjemputku.. kenapa baru sekarang??” suaranya sudah memberat. Matanya pun sudah berkaca-kaca. Mira cepat-cepat menunduk sebelum airmatanya jatuh.
“Mianhae.. aku tahu aku salah. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Percayalah..jadi kau mau kan kembali??”

Mira mengangguk lalu tersenyum. Siapa yang tidak luluh di saat suaminya memintanya kembali dengan kondisi seperti ini. Sebagai istri pun ia tidak tega.
“tentu saja aku harus kembali. Lihat Oppa, seminggu tidak ada aku, kau kacau sekali..” tangannya beralih mengusap pipi Eunhyuk.
Gantian Eunhyuk yang tertawa. “Ini semua karena dirimu..”

Setelah itu, Eunhyuk membantu Mira membereskan barang-barangnya. Untungnya Mira tidak membawa banyak barang. Hanya satu tas tangan saja. setelah itu Eunhyuk menelepon Ryeowook bahwa ia sudah membawa Mira pulang.

—o0o—

“Ah, Oppa..aku belum memberitahu mu bahwa aku..”
“Kau hamil kan..” potong Eunhyuk namun tetap fokus menyetir mobil. Mira terkesiap.
“Darimana Oppa tahu?”
“Aku melihat surat keterangan dari rumah sakit..”

Mira menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi. Rupanya Eunhyuk sudah tahu. karena itukah dia panik mencarinya.
“tapi aku penasaran, kapan Oppa melakukannya padaku?” tanya Mira. eunhyuk menelan ludah dengan susah payah mendengarnya. Aduh, bagaimana ia menjelaskannya?
“Itu..kau tidak ingat? Waktu Taemin menginap di rumah.. waktu itu kau mabuk..dan..yah kau tahulah..aku juga tidak bisa menahan diriku sendiri.. jadi..begitulah..dan saat aku tersadar, semuanya sudah terlanjur terjadi.” Jelas Eunhyuk terpatah-patah. Bulir keringat dingin mengaliri pelipisnya. Sial! Ia gugup sekali..

Mira memiringkan kepalanya mencoba mengingat. Ah.. ia ingat.. waktu itu mereka kan memang tidur sekamar. Dan Mira ingat ia menenggak minuman yang rasanya aneh. Jangan-jangan itu wine.. karena biasanya, Mira tidak pernah bisa mengingat kejadian selama ia mabuk.
“Pantas saja, pagi itu badanku pegal semua..” lirih Mira. ia sekarang tahu mengapa pagi itu ia bangun terlambat, lalu seprei ranjang tampak kusut padahal kalau tidur ia tak banyak bergerak, dan yang terakhir, ia merasakan ada yang aneh dengan badannya.

Eunhyuk cengengesan tak jelas mendengar penuturan Mira. aigoo.. rupanya malam itu memang pengalaman pertamanya. Kalau tidak, Mira tidak mungkin sepolos itu.
“Em, tapi aku bingung kenapa bajuku masih utuh..” tanya Mira lagi.
Aish.. eunhyuk mengutuki dirinya lagi. Kenapa Mira masih juga membahas hal itu..
“Itu karena aku memakaikan padamu lagi. Kau takut kau akan meninggalkanku jika tahu aku ‘menyentuhmu’ tanpa izin” jelasnya tanpa memandang Mira.

Untungnya Mira tidak marah. Gadis itu hanya menangguk pelan.
“Kau tidak marah? Bukankah dengan begitu aku sudah melanggar perjanjian?” tanya Eunhyuk takut-takut. Mira mendengus.
“Untuk apa. Toh sudah terlanjur terjadi..lagipula..” Mira tersenyum sambil mengusap perutnya. “Aku senang karena di sini ada calon bayiku..”
“bayi kita..” ralat Eunhyuk ikut tersenyum.

Eunhyuk merasakan kebahagiaan yang tak terkira hari ini..dan ia hanya berharap ini akan bertahan hingga akhir..

To be continued…

83 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 14)

  1. Huahaha ternyata memang pas hyukie matiin lampu itu terjadi tohh kkk~

    Akhir’a balik lgi kkk~

    Tinggal masalah byunghee+hyoyeon+eomma’a hyuk..

    Next..😉

  2. akhirnya ketemu juga hyuk am mira🙂
    smoga hyoyeon kagak ganggu lagy -_-
    tp gimana perkembangan kasus taemin , kenapa gg sembuh” seh amnesia nya -_-

  3. hiks terharu… ;______;
    tapi itu taemin kudu dikasih pencerahan.. jangan sampe dong dia salah paham terus.. dan masalah sama pak walikota kapan mau kelarnya? dan taemin kapan ingetnya?? T^T

  4. Eunhyuk ngejemput Mira juga, aduduh senyum2 sendiri nih sweet banget.. Ampe lupa sama kasusnya Taemin xixixi
    Yu ah cus ke part selanjutnya.

  5. Ah akhirnya mereka berbaikan & bersama kembali… Chukkae untuk Mira and Eunhyuk karna akan segera mendapatkan calon bayi mereka,btw Eunhyuk tokcer juga ya ? Baru sekali ngelakuin langsung berbuah ?

  6. Skrg baikan lg,,syukurlah Mira gk marah,,mlh trkesan jd manja smnjak dnytakan hamil… Eunhyuk jg trlihat bhgia bgt stlh tau Mira hamil…slmat ya abang Hyuk

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s