Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 13)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 13
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main cast :

  • Kim Mira
  • Eunhyuk a.k.a Lee Hyukjae

Support cast :

  • Kim Hyo Yeon
  • Kim Ryeowook

Heheheh.. author seneng deh FF ini masih banyak yang minat juga. makasih atas komennya.
Maaf ya buat typo dan ketidaknyamanan lainnya.

Yuk baca bareng ^_^

Shady Girl Eunhyuk's Story by Dha Khanzaki3

—o0o—

2 bulan sudah Hyo Yeon tidak bertemu Eunhyuk. Sampai hari ini ia masih tidak bisa melupakan sosok Eunhyuk dalam ingatannya. Entah sudah berapa namja tampan dan kaya yang Appanya kenalkan, namun tak ada satupun yang bisa membuatnya tertarik. Mungkin, ia sudah terlalu menyukai namja itu.

Hyo Yeon hari ini berniat untuk mengunjungi Eunhyuk di kantornya. Saat hendak membuka pintu mobilnya, Hyo Yeon tertarik pada sebuah mobil yang terletak di sudut garasi yang luas itu. Mobil itu di tutupi seluruhnya oleh kain berwarna gelap. Hyo Yeon menyingkapnya sedikit. Ia agak terkesiap. Sebuah mobil konvertibel berwarna merah dengan kap terbuka.

“Ha? Sejak kapan Appa suka mobil kap terbuka seperti ini?” Hyo Yeon bingung. setahu dirinya, Appanya—Kim Byung Hee—tidak menyukai mobil ‘anak muda’ seperti ini. Appanya lebih suka mobil mewah sejenis sedan atau coupes.
“Ah, mungkin ini mobil titipan temannya..” ucap Hyo Yeon asal. Memang sudah beberapa kali teman Appanya menitipkan mobil di sini. Ia segera bergegas pergi sebelum hari semakin siang.

—o0o—

“Ah..”

Mira menyandarkan dirinya pada pinggiran meja makan begitu ia merasa pusing kembali. Padahal ia baru saja mengerjakan beberapa pekerjaan rumah. Biasanya tidak selelah ini.

“Aku harus periksa ke dokter..” lirihnya. Mira bergegas membereskan sisa pekerjaan dan bersiap-siap ke rumah sakit.

@Seoul General Hospital

“Apa kau makan teratur akhir-akhir ini?” tanya Kibum sambil memeriksa denyut nadi Mira. Eunhyuk yang menyuruhnya datang menemui dokter itu jika ia merasa tidak enak badan. Mira tahu dokter Kim Kibum adalah sahabat suaminya.
“Iya” ucap Mira yakin. Ia mendadak was-was. Ada apa gerangan?
Kibum memeriksa bola mata Mira lalu meminta Mira membuka mulutnya.
“Apa ada keluhan lain selain cepat lelah? Misalnya mood yang cepat berubah atau mendadak saja kau seperti menginginkan sesuatu?” tanya Kibum lagi. Mira memikirkan hal-hal yang di alaminya akhir-akhir ini.
“Ah, ada..” Mira mengerjap. “Sejak beberapa minggu lalu, aku selalu merasa mual dan pusing. Perutku juga terasa sakit dan seperti ada yang melilit. Dokter, apa ada penyakit aneh yang kuidap?”

Kibum tersenyum. Ia meminta Mira melakukan serangkaian tes lab. Mira sempat takut. Jangan-jangan ia memang mengidap penyakit berbahaya.

“bagaimana?” tanya Mira was-was. Kibum malah tersenyum. Ia berdiri lalu mengulurkan tangan.
“Selamat Nyonya Lee, kau akan menjadi ibu.”

 

“MWOOO??????” Mira berteriak keras. Kaget? Sangat malah. Ia tak percaya dengan telinganya sendiri. Benarkah tadi yang dikatakan Kibum?
“Apa maksud dokter??” serobot Mira. ia butuh kejelasan yang sebenar-benarnya.
“Kau hamil Nyonya Lee Mira. hasil lab menunjukkan bahwa kau tengah mengandung 3 minggu..” Kibum menyerahkan berkas beramplop cokelat pada Mira. “aku tahu kau terlalu senang.” Ucap Kibum menyalah artikan reaksi Mira.

Dengan tangan gemetar, Mira menerima amplop itu. Ia ingin melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Matanya terbelalak lebar. Benar ternyata. Dalam kertas itu menunjukkan bahwa dirinya positif hamil. Rumah sakit tidak mungkin melakukan kebohongan.

“Kalau begitu, aku pamit dok.. terima kasih..” Mira menundukkan kepalanya.
“Ah, kau pasti tidak sabar ingin memberitahu Eunhyuk kan?”
Mira hanya tersenyum kecil menanggapinya. Ia berjalan lunglai di lorong. Pikirannya kosong. Ia benar-benar bingung. bagaimana caranya ia hamil? Bukankah mereka belum pernah melakukan ‘itu’ sebelumnya?

“Tunggu, jangan-jangan dia diam-diam menyentuhku saat aku tidur..” Mira mengerjap saat tersadar. Jika ia tidak ingat pernah melakukannya, bisa saja diam-diam Eunhyuk melakukannya saat ia sedang tak sadar. Tapi kapan????

—o0o—

Lagi-lagi Eunhyuk tersenyum. Entah sudah ke berapa kali. Kejadian-kejadian indah saat di Jepang dulu masih terngiang-ngiang dengan jelas di otaknya. Beberapa pegawainya sampai terheran-heran melihat tingkah aneh presdirnya. Terlebih karena mereka sedang berada di tengah rapat.
Ia menatap layar ponsel yang menampilkan fotonya dan Mira saat di Kinkaku-ji. Mereka tampak seperti sepasang suami istri pada umumnya. Eunhyuk merangkul bahu Mira dan gadis itu tersenyum manis pada kamera.
“Yeppeo..” lirihnya.

Setelah rapat selesai, Eunhyuk bermaksud pulang. Ia ingin mengajak Mira makan siang.
“Eunhyuk Oppa..”

Eunhyuk mengangkat kepalanya. ia sangat terkejut ketika melihat Hyo Yeon berjalan menghampirinya. Aduh..di saat seperti ini kenapa Hyo Yeon harus datang?? Eunhyuk harus bersikap biasa saja. tidak boleh terpancing dengan perasaan yang sedang ia coba lupakan.

“Hyo Yeon.. tumben kau datang.”
Gadis itu tersenyum. Ia masih secantik seperti yang terakhir dilihat. Tampaknya Hyo Yeon baik-baik saja. syukurlah.
“Apa Oppa punya waktu? Aku ingin mengajakmu makan siang.” Ajaknya. Aish, bagaimana ini? Ia berencana mengajak istrinya makan siang.
“Em, itu..baiklah.” apa yang sudah ia ucapkan? Kenapa ia bisa setuju begitu saja tanpa bisa menolak? Mungkinkah ia masih menyimpan perasaan khusus pada gadis di hadapannya ini?

Akhirnya mereka makan di restoran Perancis favorit Hyo Yeon. Eunhyuk ingat tempat ini. Restoran ini adalah tempat Mira bekerja. Suasananya masih sama. Mendadak saja ia jadi merindukan gadis itu..

“Bagaimana kehidupanmu setelah menikah, Oppa..” tanya Mira di sela-sela makan mereka. Eunhyuk berhenti menikmati steak di hadapannya. Ia mengangkat kepalanya menatap Hyo Yeon yang duduk di seberang. Ia tertawa pelan.
“Ku kira kau tidak peduli lagi padaku.” Ucap Eunhyuk sambil lalu. “Kenapa selama 2 bulan ini kau sepertinya menghindariku.”
Hyo Yeon mendesah. Ia meneguk sampanye-nya. “Aku sedang menenangkan diri.”
“Oh, begitu. Kau tenang saja. aku dan Mira bahagia.”

Kini Hyo Yeon menatap Eunhyuk baik-baik. “Apa Oppa yakin?” tanyanya sinis. Eunhyuk kembali menatap gadis itu.
Hyo yeon tersenyum sinis. “Tentu saja. lelaki mana yang peduli pada mantan kekasihnya di saat ia sudah memiliki istri.” Mata Hyo Yeon mulai berkaca-kaca. Hal ini membuat Eunhyuk bungkam.
“Oppa tahu, selama 2 bulan ini hidupku serasa berakhir. Kau pasti tidak merasakannya, iya kan. Kau sudah bahagia. Apa pentingnya perasaanku bagimu.” Ucapnya.
“Hyo yeon.. kau kenapa?”

Hyo yeon tak mempedulikan sikap Eunhyuk yang mulai panik. “Aku sangat mencintaimu Oppa. Dan aku tahu kau juga mencintaiku. Hubungan di antara kita sudah berjalan lebih dari 3 tahun. Dan dalam waktu beberapa hari saja kau sudah berpaling pada gadis bernama Mira itu lalu mencampakku dan akhirnya memilih menikah dengannya? Oppa pikir aku tidak hancur saat mendengar kau akan menikah dengan gadis lain? Padahal sebelumnya aku sudah sangat yakin bahwa kita saling mencintai. Kau mencampakkanku tanpa mengatakan padaku sebelumnya? Oh my..” Hyo yeon berhenti mengeluarkan keluh kesahnya karena kini ia meneteskan air mata.

Gadis itu benar sekali. Eunhyuk pun merasa kalau dirinya sangat keterlaluan. Menikahi Mira yang baru dikenalnya selama beberapa hari dan mencampakkan gadis yang sudah mengisi hatinya lebih dari 3 tahun. Hyo Yeon pantas marah. Dia pantas membencinya. Dan ia pantas dimaki. Kini Eunhyuk hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.

“maaf..” hanya satu kata itu yang bisa Eunhyuk katakan. Ia bahkan tidak sanggup untuk menatap mata gadis itu seperti biasanya.
“Aku tidak butuh permintaan maafmu. Aku hanya ingin meminta penegasan darimu.” Tegas Hyo yeon dalam. “Jawab satu pertanyaanku..” pintanya. Eunhyuk mengangguk lemah.
“tanyalah..” ucapnya pasrah.
“Apa Oppa mencintai istrimu?”

Deg deg deg..

Apa aku mencintai Mira?? eunhyuk mendadak merasakan seluruh tubuhnya membeku. Ia bingung sekali. Apa ia mencintai istrinya???

Mendadak otaknya kosong. Ia tidak tahu. sekarang, saat berhadapan dengan Hyo Yeon mendadak hatinya goyah. Ia ragu. Eunhyuk tidak bisa membohongi hatinya bahwa masih ada nama Hyo yeon dalam hatinya. Lalu bagaimana dengan Mira??? mencintai? Tentu saja. seorang suami harus mencintai istrinya. Tapi..

Hyo Yeon melihat Eunhyuk begitu kebingungan. Ia merasa lega. Karena itu artinya, ia masih memiliki tempat di hati namja itu.
“Jika Oppa masih mencintaiku, aku siap menyambutmu di saat kau bercerai dengan istrimu nanti.” Ucap Hyo Yeon di akhir kalimatnya. Setelah itu, Hyo Yeon bangkit dan melenggang keluar meninggalkan restoran. Eunhyuk termenung sendiri.

—o0o—

Setelah capek merenung sendirian di taman kota, akhirnya Mira kembali ke rumah dengan perasaan bingung. ia masih belum bisa menemukan jawaban atas pertanyaannya. Kapan ia melakukannya dengan Eunhyuk? Ia harus bertanya padanya malam ini.

“omo..”

Mira mengerjap kaget begitu menemukan ada Eunhyuk di ruang tengah rumahnya. Sekarang kan masih sore. Tumben suaminya itu sudah pulang. Tapi ada apa dengannya? Dia tampak kacau. Rambutnya berantakan. Dan bajunya tampak kusut.

“Oppa kau kenapa?” tanya Mira khawatir. ia bermaksud memegang kening Eunhyuk namun ia kaget karena Eunhyuk menepis tangannya.
“Pergilah! Biarkan aku sendiri!” ucapnya setengah membentak. Mira benar-benar terkejut. baru kali ini ia dibentak penuh emosi oleh Eunhyuk. Dia pasti sedang ada masalah.

“Kenapa? ada masalah?” tanya Mira sehalus mungkin. Eunhyuk tidak menjawab. Mira semakin penasaran. Tidak biasanya ia melihat Eunhyuk sekalut ini. Pasti terjadi sesuatu yang komplek.

Mira melirik pada layar laptop yang ada di meja. Seketika ia sadar. Itu kah yang membuat Eunhyuk begitu kacau?
“Apa ini karena Hyo Yeon?” tanya Mira. ia melihat banyak sekali foto suaminya bersama Hyo Yeon di layar laptop itu. Mendadak saja hatinya jadi perih.

Mendengar nama Hyo Yeon disebut, Eunhyuk menggeram lalu menutup layar laptopnya dengan gerakan cepat dan penuh emosi.
“Ini tidak ada hubungannya denganmu!!” teriak Eunhyuk keras. Mira mundur satu langkah karena kaget. Sekarang hatinya semakin perih. Apa salahnya? Mengapa Eunhyuk semarah ini? Ia sesak.. napasnya tercekat tepat di tenggorokan.
“Ja—jadi, Oppa masih mencintainya hingga detik ini?” tanya Mira tajam. Ia sendiri tidak mengerti mengapa ia bisa sesakit ini. Apa karena ia sedang hamil hingga ia menjadi sangat sensitif?
“sudah kubilang ini tidak ada hubungannya denganmu!!!” bentak Eunhyuk lagi.

“Tidak ada hubungannya? Lalu aku ini siapa bagimu? Aku hanya pajangan di rumah ini? Oppa tidak ingat bahwa aku ini istrimu? Apakah salah jika istrinya bertanya jika suaminya sendiri masih menyimpan foto mantannya?” Mira menahan diri untuk tidak berteriak. Namun nada suaranya mulai meninggi.
Eunhyuk menggeram tertahan.
“Lalu kenapa Oppa menikahiku bukannya menikahi Hyo Yeon? Sebenarnya apa tujuan menikahiku? Apa hanya karena rasa kasihanmu pada nasibku yang malang itu? Atau karena Oppa ingin balas budi padaku karena sudah membantu pengobatan Taemin?? Apa itu??”

“CUKUP MIRA!!!!”

Seketika aliran kata-kata gadis itu terhenti. Kini hatinya benar-benar hancur. Matanya sudah berkaca-kaca. Ia tidak mengenali sosok di hadapannya sekarang. Dia bukan Eunhyuk suaminya.
“Jika kau tidak suka, silakan pergi..” lirih Eunhyuk tajam.

Mira terkejut bukan main mendengar kalimat pengusiran dari Eunhyuk. Ia mencengkram erat amplop cokelat yang di genggamnya.
“Baik, jika Oppa memintaku pergi. aku akan pergi” tanpa menunggu waktu, gadis itu segera berlari menuju kamarnya, membiarkan Eunhyuk kembali merenung seorang diri.

“hiks hiks..”

Mira terkejut menyadari ada buliran airmata jatuh dari sudut matanya. ia menangis!!!
Tangannya perlahan meremas baju bagian dadanya. Perih, sesak..sampai rasanya ingin mati. Mira merasa ia bisa mati jika hatinya terus sakit seperti ini.

Sekarang ia baru tahu ternyata selama ini Eunhyuk memang tidak menyukainya. Namja itu menikahinya dengan motif balas budi atau rasa kasihan saja. mira menatapi amplop cokelat di tangannya. Harusnya ia bertanya hari ini. Tapi jika begini ke adaannya, sepertinya ia harus mengurungkan niatnya. Eunhyuk tidak perlu tahu bahwa ia hamil. Benar. Ini adalah anaknya. Jika Eunhyuk menceraikannya nanti, Mira memutuskan untuk membesarkan anak dalam kandungannya seorang diri.

“aku harus pergi dari sini.” Lirihnya. Mira bangkit. Ia mengambil beberapa baju dan memasukannya ke dalam tas kecil. Ia meninggalkan ponsel pemberian Eunhyuk, menanggalkan semua perhiasan yang pernah di berikan namja itu untuknya. Saat Mira ingin melepas cincin pernikahan mereka, napasnya kembali tercekat. Tetes air mata kembali jatuh melewati pipinya. Haruskah ia melepaskannya?

Namun egonya berkata lain. Biarkan ini menjadi kenangan mereka. Ia akan tetap memakainya.

“semoga kau baik-baik saja Oppa.. dan terima kasih sudah menjagaku selama ini.” Lirih Mira dengan berat hati. Diam-diam ia keluar dari rumah. Eunhyuk tentu saja tidak menyadarinya. Ia terlalu sibuk sampai tidak menyadari bahwa istrinya itu pergi dari rumah.

—o0o—

“Mira.. apa yang kau lakukan malam-malam begini???” seru Ryeowook kaget. Saat pulang bekerja, ia menemukan Mira tertidur di depan apartementnya. Ryeowook berjongkok sambil memegang pipi gadis itu. Aish, dingin sekali. Sudah berapa lama ia menunggu di luar dan di cuaca sedingin ini??? Segera saja Ryeowook membawa Mira ke dalam rumah.

Gadis itu mengerjap saat ia merasakan bau harum menusuk hidungnya. Ia terbangun.
“Oh, kau sudah bangun..” seru Ryeowook dari arah dapur. Mira melirik meja di hadapannya. Ada secangkir teh hijau dan beberapa potong donat. Mira merasa perutnya keroncongan.
“makanlah. Aku tahu kau pasti lapar.” Ryeowook tersenyum sambil meletakkan sepiring nasi goreng Kimchi di depan Mira. gadis itu mengerjap. Mendadak saja ia merasa terharu. Ternyata sahabatnya itu tidak berubah. Tetap memperlakukannya sebaik ini.

“Huwe..Wookie-ah..” tiba-tiba Mira meneteskan air mata dan menangis kencang. Tentu saja namja manis itu panik setengah mati.
“Aigoo.. kau kenapa Mira..” Ryeowook pontang-panting mengambil tissue lalu duduk di sampingnya. Seumur-umur ia baru melihat Mira menangis lagi. Terakhir kali ia melihat Mira menangis saat kematian kedua orang tuanya. Pasti terjadi masalah besar.
“Hiks..kau baik sekali.. hiks.. aku..” Mira kembali menangis. ryeowook segera memeluknya. Ia mengusap-usap rambut Mira dengan lembut.
“Ada masalah apa? Kau bertengkar dengan suamimu?” tanya Ryeowook halus. Mira mengangguk sambil terus sesenggukan.
“Jinjja? Kau bertengkar? Namja itu benar-benar..” Ryeowook bangkit lantas mengambil ponselnya. Ia ingin sekali marah pada Eunhyuk. Tega-teganya dia menyakiti yeoja semurni Mira.
“Kau mau apa?” tanya Mira panik sambil meraih ponsel dari tangan Ryeowook.
“aku ingin memarahi suamimu! Dia jahat sekali. Kalian baru menikah 2 bulan tapi dia sudah berani menyakitimu. Tentu saja aku kesal!”
“Kumohon, Wookie-ah.. jangan beritahu dia aku ada di sini.. jebal.” Mohon Mira dengan sungguh-sungguh.
“Tentu saja aku tidak akan membertahunya! Biar saja dia kalang kabut mencarimu nanti.!”

Mira duduk lemas di atas sofa. percuma, Eunhyuk tidak mungkin mencarinya. Karena namja itu sudah memintanya untuk pergi. ryeowook tersenyum hangat pada Mira, bermaksud memberikannya semangat.
“Jika kau ada masalah, jangan sungkan-sungkan mencariku. Karena aku akan selalu membantumu kapanpun kau minta” ucap Ryeowook sambil menepuk pundak Mira. gadis itu mengangguk dengan tatapan terluka. Ryeowook makin yakin bahwa memang telah terjadi masalah besar.
“Nah, sekarang, apa kau bisa mangatakan apa masalahmu?”

“Mwo? Kau hamil??” teriak Ryeowook kaget. Setelah mendengar curhatan gadis itu, ia terkejut bukan main. Ia melirik perut Mira yang masih datar itu. Ia tercengang. “Jadi, di dalam perutmu itu ada anak dari Eunhyuk???” serunya tak percaya.
Mira mengangguk lemah. “Begitulah. Tapi Oppa tidak tahu” ucapnya sambil mengusap perutnya. Hatinya perih kembali mengingat saat-saat Eunhyuk membentaknya. Mira melewatkan bagian dimana ia tidak tahu kapan ia ‘di sentuh’ oleh suaminya. mana mungkin ia menceritakannya pada Ryeowook.

“Aigoo, aku bingung harus senang atau sedih. Tapi, selamat ya…” ucap Ryeowook tulus. Namja itu memang sahabat sejatinya. Akhirnya Mira bisa tersenyum.
“Gomawo..”

“tapi kau harus memberitahukan suamimu. Dia berhak tahu kehamilanmu. Tidak mungkin kan kamu menyembunyikan hal ini selamanya. Lagipula, justru di saat seperti ini seorang istri yang sedang mengandung sangat membutuhkan perhatian suaminya.”

Mira merenung. Ucapan Ryeowook memang tidak salah. Tapi, jika ia harus kembali ke rumah itu, ia takut.. entah kenapa ia takut sekali. Masih jelas dalam bayangannya betapa menakutkannya Eunhyuk saat sedang marah. Hatinya sakit mengingat suaminya itu ternyata masih menaruh hati pada gadis lain. Ia memang tidak memiliki tempat dalam hati Eunhyuk.

“Biarkan saja.” lirih Mira dengan kepala tertunduk. Ia pun bingung harus melakukan apa sekarang. Tidak mungkin juga ia tinggal selamanya di rumah Ryeowook. Ia tidak mau merepotkan sahabatnya itu. Ia juga tidak mungkin kembali ke rumah paman dan bibinya. ia takut membahayakan janin yang sedang di kandungnya. Bagaimana ini.

“Kau tenang saja Mira-ah. Aku akan membantumu. Kau jangan terlalu banyak pikiran. Tidak baik untuk bayimu.”

Mira mengangguk. Sesaat ia terdiam menatapi wajah Ryeowook.

“Wae?” namja itu bingung di tatap begitu.
“Aku lapar..” lirih Mira sambil mengusap perutnya. Ryeowook tertawa.
“Kalau begitu makanlah. Bukankah aku sudah membuatkan nasi goreng untukmu?”

Mira menggeleng tegas. “Aku ingin makan bulgogi buatanmu..jebal..” ucapnya manja. Ryeowook paham. Sepertinya ini yang di sebut dengan mengidam. Ia harus menuruti semua keinginan Mira.
“Baiklah, aku buatkan..” Ryeowook bangkit dan berjalan ke dapur.
“gomawoooo..” seru Mira senang.

—o0o—

Pagi itu, Eunhyuk terbangun dari tidurnya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali lalu memandang sekeliling tempatnya berada. Ya ampun, ternyata ia ketiduran di sofa. matanya melirik jam dinding yang tertempel di dinding di depannya. Omona!! Sudah jam 9.. ia terlambat pergi kerja!!

Eunhyuk beringsut bangun lalu berlari menuju kamar mandi. Ia belum tersadar bahwa Mira sudah tidak ada di sana. Baru setelah ia mandi dan selesai berpakaian, ia baru ingat bahwa sejak tadi ia tidak melihat istrinya. Mendadak ia bingung. tumben Mira tidak membangunkannya?

“Mira sayang..” panggilnya saat ia menginjak lantai dapur. Ini aneh, di dapur pun tidak terlihat sosoknya. Meja makan pun masih kosong melompong. Padahal biasanya pasti sudah penuh dengan hidangan untuk sarapan.
“Mungkin dia juga ketiduran” batinnya. “Oh, atau mungkin dia sakit???” tersadar akan hal itu, ia segera berlari menuju kamar Mira.

Saat memasuki kamar istrinya, kadar keheranannya bertambah tinggi. Bahkan kamarnya pun begitu rapi. Kemana Mira??? eunhyuk hendak menutup pintu ketika sudut matanya melihat ponsel Mira tergeletak di tempat tidur dan juga perhiasan yang biasa dipakai Mira bertebaran di atasnya. Mendadak saja Eunhyuk merasakan firasat buruk. Ia segera mendekat.
“Kenapa ini? Sebenarnya Mira pergi ke mana???” ia mulai panik. Ia melihat tas istrinya pun sudah tidak ada dan pintu lemari terbuka sedikit. Matanya terbelalak. Jangan-jangan…

Eunhyuk segera membuka lemari itu dan ia terkejut mendapati baju Mira dalam lemari itu dalam ke adaan berantakan. Otaknya segera menarik kesimpulan.
“Ya Tuhan! Jangan bilang Mira pergi dari rumah!” serunya panik. “Kenapa?? kenapa ia pergi???”

Bersamaan dengan kebingungan besar yang melanda dirinya, dalam memori otaknya berkelebat beberapa kejadian. Saat ia kalut semalam, setelah bertemu dengan Hyo Yeon ia menenggak banyak sekali minuman beralkohol. Itu yang membuatnya tidak bisa berpikiran jernih. Samar-samar ia mengingat Mira datang dan mencoba bertanya padanya. Namun ia malah membentak Mira dan menyuruhnya pergi.

Ingat! Sekarang ia ingat semua.. jadi, Mira benar-benar pergi karena ia yang menyuruhnya???

“Andwae.. andwae!!!!! Mira…” Eunhyuk berteriak panik lalu segera berlari ke luar. Lupakan soal pergi ke kantor. Itu tidak penting sama sekali di saat keadaan gawat seperti ini. Eunhyuk segera mengendarai mobilnya keluar untuk mencari Mira meskipun ia tidak tahu harus kemana.

“Mianhae..mianhae..” Eunhyuk terus mengucapkan kata itu. Sungguh, semalam ia sedang berada di luar kendali. Apa yang di ucapkannya sama sekali bukan keinginan sesungguhnya. Mira.. kenapa kau menganggap serius ucapanku??? Lirihnya. Mira pasti sangat tersinggung sampai pergi meninggalkan rumah seperti ini.

Akhirnya seharian itu Eunhyuk mencari Mira ke seluruh penjuru kota dan tidak menemukannya di manapun. Ia pulang ke rumah dengan perasaan kacau balau. Perasaannya benar-benar kacau. Ia sangat frustasi dan merasa bersalah. Pakaiannya sudah kusut dan ia tidak peduli. Ia bahkan tidak bisa sedetik pun berhenti memikirkan bagaimana ke adaan istrinya. Ia merasa sudah gagal menjadi seorang suami.

“Eunhyuk pabo!! Tidak seharusnya kau luapkan kekesalanmu pada Mira!! dia tidak tahu apapun..” eunhyuk tak henti-hentinya menyalahkan diri sendiri. Ia bahkan melupakan untuk mandi dan makan. Seharian ini ia tidak makan sama sekali. Ia tidak peduli. Karena sekarang ia sangat mengkhawatirkan Mira.

Eunhyuk meneteskan air mata penyesalan. Ia duduk di atas kasur di kamar istrinya. Matanya melirik pada sebuah amplop cokelat yang tergeletak di dekat kakinya. Apa itu? Eunhyuk menghapus air matanya lalu membuka amplop itu kemudian membaca isinya. Hmm.. ternyata sebuah surat keterangan dari rumah sakit. Apa mungkin Mira sakit??

Seketika, beberapa detik setelah membaca berkas itu, matanya kembali terbelalak lebar. Kertas itu pun jatuh begitu saja dari tangannya.
“Po-positf hamil?? Jadi.. Mira hamil..” ucapnya tak percaya. Antara senang dan sedih.. ia senang karena ternyata ia akan menjadi ayah sebentar lagi. Dan sedih karena ternyata Mira pergi dalam kondisi hamil muda..

Mendadak saja rasa bersalahnya kian membesar. Ia mengutuki diri sendiri yang tidak bisa mengontrol emosinya. Seandainya ia tahu ini lebih awal… Eunhyuk yakin tadi malam Mira pasti bermaksud memberi tahukannya tentang ini.

“Miraaaa…” teriaknya frustasi malam itu.

To be continued…

95 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 13)

  1. yaaaah eunhyuk baca part diakhir ini nyesekkin bgt,,, hyuk ilang kontrol cuma gara2 dengerin isi hati hyo yeon sampe ngebentak Mira tanpa sadar gt miris bgt sih padahal Mira mau ngasih tau klo dia hamil
    sekarang nyeselkan eunhyuk setelah tau mira pergi + dlm keadaan hamil…

  2. Eunhyuk oppa jahat dech kasihan Mira odhl ia berusaha u menyayangi dan mencintai hyukjae oppa apa adanya tp gara2 satu masalah lain hyukjae oppa menyuruh Mira pergi.. Mira ceroboh hasil pemeriksaan kehamilannya ditinggal pasti eunhyuk oppa akan mencari Mira smp dapat

  3. konflik baru… Oke eonni brhsil ngebuat aku kesel sma hyo yeon. Bagus eonni…
    Ryeowook oppa bnar2 sahabat sejati.
    Mira sabar ya… Dan untuk eunhyuk oppa knp hatimu hrs goyah..??!! Kenapa…???!!!

  4. Hyoyeon juga sih nihh yg gga mau sadar klo hyukie dah punya keluarga ..

    Hyukiee lagi-__-” bisa”nya dy mabukk-__-”

    Ada typo thorr diatas ..

    Next..😉

  5. sediiiih part ini nguras emosi dan airmata T.T
    gak suka sama sikapnya eunhyuk , dia itu plin plan banget pabo hyuk !!!
    harusnya dia gak ngebentak mira kayak gitu T.T
    aigooo baru dpet kabar bahagia mira hamil terua eunhyuknya malah gitu T.T
    dan si hyo yeon itu sumpah menyebalkan sekaliiiii

  6. Q sebel ma qm bang,kenapa ma mira?kenapa harus mbentak mira.? Nd kenapa harus bgung ma prasaan setelah yg terjadi slam ini

  7. sebelum nya salam kenal eoni ,,, aku tau eoni pasti gx bakall ngebales komen lina ,,, tapi lina tau eoni baca komen lina ,, aku gx bakall kritik semua ff eoni ,,, mungkin lina juga terlalu bissa dalam dunia internet cuma bissa ngeritik sedikit tentanx ff eoni lina cuma nyaranin kalo eoni bikin ff selesaiin satu** jangan eoni biarin semua ff eoni terlewat begitu aja lina juga ngerti mungkin eoni punya kpribadiaan sendiri ,,, selamat juga nya eoni atass pernikahan semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan marohmah ,,, ^_^

  8. Dasar iblis *Huaa* coba loe gak muncul hyo pasti ini semua gak terjadi??
    Kasian Mira nanggug beban penderitaan lagi x__×
    *aaa kenapa suami ke 2 gue jadi labil sih* nyesel kan udah marah2 n biarin bumil pergi*hyukie

  9. Aaiisshh jinja? Oppa hyuk tega amat sama mira. Memang penyesalan tu gk dtg di awal oppa. Yg sabar yach mira, biarin aja tu oppa hyuk, biar dia sadar dgn isi hati nya sendiri, kalo dia itu cinta sama mira.

  10. aigooo hyukjae kok setelah bertemu Hyo Yeon hyukjae jadi marah2 sama mira. padahal mira bertanya baik2. malah diusir. hyukjae jahat banget siiiiihhhhh

  11. Kunyuk pabo! Kenapa bisa bingung sama perasaanmu sendiri?
    Hyoyeon juga kenapa ganjen amat sama kunyuk.. emang gak malau apa gangguin suami orang

    Maaf eonn aku terlalu baper (bawa perasaan) bacanya heheh😀

  12. Ini semua gara” Hyo Yeon !!! Kesel sama Eunhyuk kenapa bersikap seperti itu kepada Mira ? Part ini sungguh menguras emosi,gw sampe nangis sesugukan masa😥

  13. Skrg bru sadarkan klo abang Hyuk cinta ama Mira???
    Ah slh sndri udh pnya istri mlh msi nyimpen foto mantan… Skrg Mira prgi jd nyselkan???

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s