Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 12 – B)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 12 B
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

Masih betah kan? hati-hati ama Mr Typo yang bisa berkeliaran kapan aja dan di mana aja. Semoga ceritanya gak ngebosenin yah. Gak kerasa tinggal beberapa episode lagi buat nyampe episode final.
Follow twitter author yuk @Julianingati23 ^_^

Happy Reading..
Shady Girl Eunhyuk's Story by DhaKhanzaki

—–o0o——-

“Yak! Kim Mira, kau benar-benar tidak merasa menyesal sudah membuat punggungku kesakitan, Hah!”

Eunhyuk terus mengoceh sementara Mira mengacuhkannya dan memilih berjalan mendahuluinya. Mira mendengar dengungan di belakangnya sebagai angin lalu saja. toh jika Eunhyuk sudah capek, dia pasti akan menyerah juga.

Siiingg…

Mira merengutkan kening. Aneh sekali, kenapa Eunhyuk tidak mengoceh juga? Apa namja itu benar-benar sudah kelelahan? Mira menoleh.. omo.. apa yang dia lakukan???
Eunhyuk malah merajuk. Dia berjongkok di atas trotoar sambil menuliskan sesuatu dengan ranting. Mulutnya mengerucut. Aish, kenapa dia bertingkah seperti anak kecil begitu?
“Hiks, istriku sudah tidak peduli lagi padaku..” lirihnya. Mira menahan tawanya.
“Ya! Umurmu sudah berapa, Tuan Lee? Jangan permalukan dirimu sendiri di tempat asing begini..”
“Biar saja. toh tidak ada yang peduli.” Sindirnya. Mira melemaskan bahunya.
“baiklah, sekarang aku menyerah. Aku menyesal, Oppa. Mianhae. Jadi bisakah sekarang Oppa bangun?”
Eunhyuk menunjukkan seringaian lebar 2 senti miliknya mengetahui Mira mengalah.
Ia mengulurkan tangan, lalu memasang tampang aegyeo. “bangunkan..”
“Aigoo..” Mira tidak habis pikir, ternyata seorang Presdir sepertinya bisa bertingkah kekanakan juga. Ia lantas menarik Eunhyuk bangun.
“Hehehe.. sekarang aku lapar. Bisa kita beli sesuatu?” tanya Eunhyuk sambil mengusap perutnya.
“Bagaimana kalau Taiyaki?” Mira menunjuk sebuah kedai kecil yang menjual kue bakar berbentuk ikan itu.

“Ah, perutku kenyang!” seru Eunhyuk pelan. Mereka sekarang duduk di bangku sebuah taman.
“tentu saja. Oppa menghabiskan 10 taiyaki.” Sindir Mira. Eunhyuk tertawa pelan. Tadi ia memang lapar sekali. Jadi tanpa sadar sudah menghabiskan bagiannya dan sebagian jatah Mira.

“Jadi, kau sudah sadar kan? Aku ini jodohmu?”
Mira berhenti mengunyah. Ia menoleh pada Eunhyuk yang entah sejak kapan sudah menatapnya. “Jodoh? Ah, soal tadi? bukankah Oppa yang sengaja menarikku agar bisa mencapai batu konyol itu?” tuduh Mira. memang begitu kok kenyataannya.
“Itu karena kau berbelok..” sanggah Eunhyuk gelagapan. “Aku tidak mau kau sampai terjerembab ke semak belukar itu.”
“eh, belok?” Mira agak terkejut. aneh. Dia berjalan lurus kok..
“Benar. Makanya aku luruskan. Pokoknya aku tidak mau tahu. kau itu sudah jadi istriku sekarang. Jadi secara otomatis kita berjodoh.” Eunhyuk tetap kekeuh pada pendiriannya. Namun, ucapan Eunhyuk membuat Mira sedikit tersadar.

Ia sempat berjalan belok, mungkin saat itu ia sedang memikirkan tentang Eunhyuk dan Hyo Yeon. Dan mendadak saja ia merasakan ada tangan yang menariknya. Tuhan, apa itu artinya Eunhyuk bukan jodohnya?

Lamunan Mira terpotong karena terdengar suara ramai di jalan utama Kyoto. Mereka menoleh bersamaan. Jalan utama tampak penuh oleh kerumunan orang. Seperti sedang ada parade atau karnaval.

“Ada apa ini?” tanya Mira dalam bahasa Jepang pada salah satu orang di tepi jalan.
“Oh, sekarang sedang ada Gion Matsuri, nona..” ucapnya ramah. Mira mengangguk. Oh, pantas saja. baru saja lewat iring-iringan orang membawa sebuah kendaraan beroda yang sudah dihias sedemikian mewah dengan berbagai macam benda keagamaan dan karpet yang didatangkan langsung dari tiongkok lalu ditarik oleh banyak orang. Rupanya sekarang festival gion itu sedang memasuki prosesi Yamaboko. Prosesi ini di yakini bisa menarik segala jenis penyakit menular yang kemungkinan ada di antara warga. Karena itu, jika prosesi ini telah selesai, Yamaboko—kendaraan beroda yang telah di hias—itu harus dibongkar agar penyakit yang sudah tertarik tidak menyebar kembali.

“Eh, awas..” Eunhyuk segera menarik Mira karena ia hampir saja jatuh tersungkur karena di senggol orang. Tanpa sengaja mereka saling berpelukan. Sesaat mereka memang tidak sadar, namun beberapa detik kemudian Mira terperanjat sadar. Ia mencoba berontak namun Eunhyuk mencegah Mira melakukannya.
“Bolehkan sebentar saja?” tanyanya. Mira terpaku dengan ekspresi Eunhyuk yang tersenyum tulus padanya. Akhirnya ia terdiam. Dan membiarkan Eunhyuk memeluknya di sini, di tempat umum dimana—pasti—banyak orang yang memperhatikan mereka.

—o0o—

Hari ketiga..

“Berhenti tersenyum, Oppa. Itu mengerikan.” Ucap Mira malas karena sejak keluar dari hotel, Eunhyuk tak henti-hentinya tersenyum. Tahu kenapa?

Karena Mira akan mengajaknya ke distrik Gion. Tempat Okiya—tempat melatih para penari dan seniwati a.k.a Maiko—dan House Tea bibi Mira berada. Eunhyuk sudah tidak sabar ingin menonton pertunjukkan Maiko.

Distrik Gion memang salah satu kawasan di Kyoto yang masih mempertahankan kesan tradisional baik dari segi bangunannya maupun suasananya.

“Mira! bibi tidak percaya kau sudah sebesar ini..” seru Yume Aizuki, bibi Mira ketika mereka sudah sampai di sana.
“Ohayou, bibi Aizuki” Mira membungkukkan badannya.
“dia..” Bibi Aizuki melebar takjub melihat Mira datang bersama seorang pria.
“Dia suamiku..” ucap Mira sambil menarik Eunhyuk berdiri di sampingnya.
“wah.. kau sudah menikah?? Dia tampan sekali..” puji bibi Aizuki. Eunhyuk tersanjung.
“namaku Lee Hyuk Jae..” ucap Eunhyuk sambil menundukkan kepalanya.
“Ayo masuk..” ajak bibi Aizuki. Mereka masuk ke dalam bangunan rumah khas Jepang itu.

Benar dugaan Mira. Eunhyuk bersama tamu lain terus berseru senang dan takjub ketika salah seorang Maiko menari dan yang lainnya memainkan musik. Tak bisa dipungkiri, para Maiko didikan bibinya itu semuanya cantik dan seniman sejati.

“bagaimana? Menarik pertunjukannya?” tanya Mira setengah berbisik. Dia sih sejak tadi sibuk menikmati Anmitsu dan teh hijau sementara Eunhyuk sibuk menikmati pertunjukkan sambil sesekali meneguk sake.
“hah? Oh, tentu saja..” ucap Eunhyuk senang. Aish.. ini benar-benar menjengkelkan!!

—o0o—

“Kenapa kau cemberut, Mira sayang? Lihat, kita dapat oleh-oleh kue Manju dari bibi Aizuki. Dia benar-benar baik..” ucap Eunhyuk. Senyum lebar 2 sentinya masih melekat hingga detik ini. Sepertinya Eunhyuk tidak menyadari Mira yang terus menekuk wajahnya sejak tadi.

Entah kenapa, melihat Eunhyuk begitu semangat melihat gadis-gadis penari tadi, dadanya terasa sesak dan pedih. Omo, apakah ia cemburu?

“Tidak. Aku senang jika kau senang, Oppa..” ucap Mira entah kenapa nada bicaranya malah terdengar ketus. Eunhyuk mengulum senyumnya. Ia tahu sejak keluar dari rumah teh tadi, Mira terus cemberut. Jelas sekali istrinya ini cemburu.
“Kau tahu Maiko bernama Hime tadi? hmm.. dia benar-benar anggun dan cantik. Apalagi permainan Koto-nya benar-benar indah.” Eunhyuk malah sengaja menyulut api. Benar saja, Mira menghentikan langkahnya. Ia mendelik tajam.
“Kalau begitu kenapa Oppa tidak menikah dengannya saja.” ucapnya sinis.
“Aigoo.. sejak kapan istriku ini jadi pencemburu..” ucap Eunhyuk dengan seringaian lebar khas miliknya. Mira mengerjap. Ia sadar, sikapnya ini berlebihan. Lantas ia memalingkan wajahnya.
“Sudahlah. Ini hari terakhir kita di Kyoto. Aku tidak ingin moodku buruk. Sekarang bagaimana kalau kita ke..” Mira memilih memperhatikan pamflet lagi. Eunhyuk hanya menatapi istrinya itu dengan senyum manis. Aish.. sepertinya sudah terjadi sesuatu pada hatinya. Kenapa ia jadi berdebar-debar begini ya?
“bagaimana kalau kita ke Nijo castle, setelah itu kita ke Kuil Ryoanji, lalu ke Fushimi Inari Taisha, aku ingin melihat senbon torii yang terkenal itu. Terakhir, kita ke Kyoto Tower. Aku jamin ini akan sama indahnya dengan Namsan Tower..” oceh Mira tanpa berhenti untuk sekedar mengambil napas.
“wow wow wow..pelan-pelan Mira sayang” potong Eunhyuk. Jika Mira terus bicara seperti itu, Eunhyuk takut Mira akan lupa bagaimana caranya bernapas. Benar, Mira langsung saja berhenti bicara.
Sekali lagi, Eunhyuk memamerkan senyumnya. “Kita mulai dari yang paling dekat. Kajja..” Benar. Ini hari terakhirnya di Kyoto. Karena besok, mereka akan menghabiskan liburan di Osaka. Hari ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

—o0o—

Hari ke empat..

“Osakaaaa….” Mira kembali berteriak begitu mereka turun dari shinkansen dan sekarang berada di Stasiun Osaka.
“Apa setiap kali datang ke kota baru kau selalu meneriakkan nama kota itu?” ucap Eunhyuk. Mira tidak mempedulikan ocehan Eunhyuk. Ia hanya terlalu senang.
“Sekarang kita akan ke mana?”
“Kita cari hotel untuk menginap dulu. setelah itu kita pergi jalan-jalan. Oke?”
“Oke!!”

Eunhyuk bosan dengan suasana hotel mewah berbintang. Ia ingin menikmati suasana tradisional Jepang. Karena itu ia sengaja menginap di sebuah penginapan tradisional yang ada di sekitar Kanal Dotonbori. Setelah meletakkan koper dan membersihkan diri sejenak, Mira sudah tidak sabar, ia ingin sekali menjelajah kota Osaka. Terutama mengunjungi bangunan paling terkenal di sana. Osaka Castle.

@Osaka Castle

Baru memasuki gerbang Otemon saja, mulut Mira sudah setengah menganga menyaksikan keindahan istana yang berada di ujung paling sebelah utara daerah Uemachi itu. Lokasinya berdiri di tanah yang lebih tinggi dari wilayah sekitarnya membuat kastil Osaka menjadi ikon kota itu.
“Indahnya. Aku ingin sekali tinggal di tempat seindah ini..” celetuk Mira mengagumi arsitektur istana ini dari dekat.
“Mau kubuatkan satu? aku bisa kok seperti Shah Jehan yang rela menghabiskan biaya puluhan milyar demi membangun gedung mewah untuk istrinya.” Ucap Eunhyuk berniat menggombal. Namun nyatanya Mira malah berkacak pinggang. Alisnya saling bertautan dan ia tidak suka dengan gagasan Eunhyuk tadi.
“Mwo? Jadi Oppa mendoakanku cepat mati? Oppa tidak tahu kalau Taj Mahal itu adalah sebuah makam supermegah untuk mengenang istri tercinta Shah Jehan?”

Skak matt!!

Eunhyuk mati kutu seketika. Owh, ia lupa kenyataan yang satu itu. Bukannya membuat Mira melayang tinggi nyatanya malah membuat Mira tersinggung. Hyuk Jae paboo!!
“Ah, benar juga.” Ucap Eunhyuk menahan malu. Tahu begini ia tidak perlu sok-sokan menggombal.

—o0o—

Banyak sekali obyek wisata yang bisa mereka nikmati di Osaka. Eunhyuk dan Mira tak henti-hentinya tersenyum dan bercanda ria. Mereka mengunjungi Akuarium Osaka, Osaka Sky Building, juga Den Den Town. Daerah itu terkenal sebagai Akihabara-nya Osaka. Banyak toko elektronik berjejer sepanjang jalan daerah itu. Eunhyuk juga membelikan Mira ponsel baru karena menurutnya ponsel milik Mira sudah lama dan fungsinya mulai menurun. Kali ini untungnya Mira tidakk menolak karena ia pun merasa butuh ponsel baru.
“Lihat, kita pakai gantungan yang sama.” Ucap Eunhyuk sambil memperlihatkan 2 gantungan berbentuk kelinci.
“Oppa, aku pikir ini sedikit norak.” Ucap Mira.
“Aigoo.. itu sepertimu, Mira sayang. Lucu dan menggemaskan..” ucap Eunhyuk sambil mencubil kedua pipi Mira. gadis itu hanya menggembungkan pipinya kesal.
“Baiklah, ayo kita pulang..”

Dan sialnya, saat mereka pulang, turun hujan deras hingga mau tidak mau mereka berlari sampai menemukan taksi yang akan membawa mereka ke penginapan.

“Sial, bajuku jadi basah semua..” ucap Eunhyuk saat mereka tiba di penginapan.
“Siapa suruh berlari menerjang hujan seperti tadi..” ucap Mira. ia berterima kasih saat pegawai penginapan memberi mereka handuk bersih.
“Tuan, Nyonya, Anda bisa berendam di pemandian air panas kami.” Tambah pegawai itu.

Eunhyuk mengerjap senang. Wow, siapa sangka di penginapan ini di sediakan pemandian air panas. Ia melirik Mira.
“chagi, ayo kita berendam. Badanku kedinginan. Aku butuh kehangatan..” ucapnya setengah merengek.
“Ayo. Lagipula aku juga ingin berendam.”
Namja itu hampir tidak mempercayai telinganya sendiri saat Mira setuju begitu saja. omo.. dalam hati Eunhyuk berharap semoga ini adalah pemandian campuran.

“MWOOO!!” teriak Mira. ia merapatkan kimono mandinya saat melihat papan di depan pemandian itu bertuliskan ‘pemandian campuran’. Dan pasti tahu artinya. Pemandian ini bebas dimasuki baik perempuan ataupun laki laki. lain halnya dengan Eunhyuk. Dia malah tersenyum girang. Yes.. serunya dalam hati.
“Kenapa? ayo masuk.” ajaknya semangat.
“Shireo!” tolak Mira mentah mentah. Ia berniat pergi tapi tangan Eunhyuk lebih dulu menariknya masuk. mira awalnya ingin menjerit. Namun saat melihat pemandian itu kosong, Mira mengurungkan niatnya.
“Fuihh. Untung kosong..” ucapnya.
“Benar. Itu artinya, hanya kita berdua. ayo masuk, eh, buka handukmu dulu..” ucap Eunhyuk melirik nakal handuk kimono yang di pakai Mira. ia bisa membayangkan pemandangan indah yang akan ia lihat jika Mira benar-benar menanggalkannya. *woi, mesum lo*
“Kajja masuk..” Eunhyuk menarik Mira agar ikut masuk ke dalam kolam berisi air panas itu. Namun Mira memberontak. Dan terpaksa Eunhyuk menariknya hingga….

Bruggg…

Eunhyuk terpeleset lantai yang basah, ia terjatuh. Dan sialnya, Mira ikut terjatuh kembali menimpa tubuhnya—lagi. Namun ada yang berbeda.. karena sekarang.. entah bagaimana caranya, bibir Mira mendarat tepat di atas bibir suaminya sendiri. Omo..
Keduanya sempat kaku beberapa detik. Begitu menyadari kondisi memalukan ini, Mira segera menjauhkan tubuhnya dan memekik.
“Kyaa—mmpfftt” pekikan Mira terhenti karena Eunhyuk membekap mulutnya dengan tangan.
“Ssssst.. jangan membuat keributan, chagi. Ini sudah malam.” bisik Eunhyuk. Mira memberontak kesal. Setelah berhasil lepas, Mira menatap tajam Suaminya itu.
“dengar, yang tadi itu, sungguh. Aku tidak sengaja. Jadi, jangan pernah berpikir macam-macam tentang yang tadi..” ucap Mira cepat. Ia segera berbalik namun Eunhyuk kembali menahannya.
“wae? kenapa aku harus melupakannya? Itu kan menyenangkan chagi.. ciuman langsung darimu..hhmm..haruskan kau sering memberikanku ci—awww!!!!” kini giliran Eunhyuk yang memekik kencang karena kakinya di injak tanpa ampun oleh Mira. setelah melakukan kebrutalan itu, Mira melenggang pergi.
“yak!” teriak Eunhyuk. Ia mengejar Mira. gadis itu benar-benar… berapa banyak sih tenaganya?

—o0o—

“Oppa, aku takjub.. kenapa banyak sekali gadis muda yang memakai yukata..” Mira menatap beberapa remaja putri yang berlalu lalang di sekitar mereka menggunakan Yukata. Mereka tampak sangat cantik dan bersinar. Sekarang mereka sedang berada di sekitar Kanal Dotonbori. Menikmati beberapa kuliner di sepanjang kanal itu.
“Kau tidak tahu? sekarang bulan Juli” ucap Eunhyuk enteng sambil menikmati kue dorayaki kesukaan doraemon itu. Mira mengerutkan kening.
“Lalu?”
“Sekarang adalah hari Tanabata.”
“Tanabata..” Mira mengerjap. Kedengarannya seperti sebuah perayaan besar. habis, Osaka hari ini tampak berbeda.

“Di Jepang, setiap awal musim gugur selalu di adakan festival bintang atau Tanabata. Di rayakan secara besar-besaran menandakan pergantian musim dan untuk mendoakan arwah leluhur dan keberhasilan panen..” jelas Eunhyuk. Lagi-lagi Mira di buat kagum. Dan sekarang ia tidak akan bertanya darimana Eunhyuk tahu. itu pasti karena Eunhyuk adalah CEO SJ Group.

Tiba-tiba saja Mira ingin sekali menghadiri festival itu..
“Bagaimana kalau malam ini kita datang ke perayaan itu?” usul Mira.
“Wah, ide bagus..”

Mira merenung sesaat. Ia ingin sekali seperti gadis-gadis Osaka tadi, pergi ke perayaan menggunakan Yukata..

—o0o—

“Mira kemana sih? Kenapa lama sekali?” gerutu Eunhyuk sambil mondar-mandir di depan penginapan. Mira tadi memintanya menunggu di depan. Dan ia menghilang entah kemana.

“Oppa..”

Akhirnya Mira datang juga. Dengan kesal Eunhyuk membalikkan badan dan mengeluarkan banyak omelan.
“Kau ini kenapa la—“ Eunhyuk menghentikan kalimatnya karena matanya kini tak lepas menatap sosok yang hampir tak dikenalinya. Matanya membulat dan mulutnya sedikit terbuka. Ia tercengang. Atau lebih tepatnya terpesona.

Bagaimana mungkin, kini Mira tampil dalam balutan Yukata berwarna biru muda dengan motif bunga sakura kecil. Eunhyuk memperhatikan penampilan Mira secara keseluruhan dari atas hingga bawah. Rambut panjangnya di gulung ke atas lalu di hiasi dengan khanzashi. Beberapa helai rambut yang pendek jatuh di sisi wajahnya. mira juga memakai anting-anting.

“Kenapa Oppa? Aku tampak aneh ya?” Mira tersipu malu. Aish, lucunya. Eunhyuk buru-buru menggeleng.
“Kau bahkan sangat cantik. Aku sampai tidak yakin kalau kau ini istriku. Kau yakin bukan bidadari yang diusir dari kayangan?” ucap Eunhyuk.
“Oppa menggombal lagi..”
“Ah, tidak penting. Sekarang ayo pergi..” Eunhyuk menggandeng tangan Mira. mereka berjalan menuju tempat diadakannya perayaan Tanabata itu.

—o0o—

Perayaan itu ramai sekali. Banyak stand yang menjajakan berbagai macam kuliner khas Osaka. Ada juga stand pernak-pernik, segala macam aksesori untuk menunjang perayaan dan berbagai jenis permainan. Mira tak henti-hentinya berdecak kagum. Benar kan, kebanyakan perempuan yang datang hampir semuanya memakai yukata. Ia sudah beberapa kali membeli takoyaki. Eunhyuk sebenarnya ingin makan. Tapi berhubung itu terbuat dari gurita, Mira melarangnya.

Mereka melewati salah satu kuil terkenal di sekitar perayaan itu. Mira mendadak saja tertarik melihat beberapa pasangan menulis sesuatu di atas kertas lalu di gantungkan pada ranting pohon bambu.
“Oppa, kita ke sana yuk.” Mira menarik Eunhyuk mendekat.

Mereka berdiri tepat di depan sebuah bambu yang rantingnya sudah penuh dengan kertas yang di gantung oleh orang-orang yang isinya sebuah harapan.
“Kita bisa menulis harapan kita di kertas ini lalu di gantungkan. Oppa, ayo kita tulis juga.” Ucap Mira. ia mengambil satu kertas dan mulai menulis sesuatu. Eunhyuk malas sekali. Untuk apa? Toh, semua yang ia inginkan sudah ia dapatkan.
“Oppa, kau tidak menulis?” tanya Mira setelah ia selesai menggantungkan kertasnya pada ranting bambu. Kertas di tangan Eunhyuk masih putih bersih.
“aku tidak punya permintaan. Semua yang kuinginkan sudah kudapatkan.” Ucap Eunhyuk acuh tak acuh.
“Mana mungkin tidak ada. Semua orang di dunia ini pasti punya harapan. Sekalipun dia seorang raja.” Ucap Mira. eunhyuk seketika sadar. Tunggu, ada satu hal yang ia harapkan saat ini. Eunhyuk menulis sesuatu dengan semangat. Lalu menggantungkannya. Mira mengerjap.
“Wah, apa yang Oppa tulis?” Mira bermaksud melihat. Namun Eunhyuk segera menariknya pergi.
“Jangan dilihat. Nanti tidak akan terkabul..” ucap Eunhyuk santai.

Mira jadi penasaran. Kira-kira apa ya yang ditulis Eunhyuk?

Mereka sekarang berdiri di tepian sungai. Duduk di sana sambil menatapi langit dan indahnya perayaan dari kejauhan.

“Kau lihat bintang vega di sana..” Eunhyuk menunjuk salah satu bintang paling cerah di langit yang berada di rasi bintang Lyra. Mira mengangguk.
“Legenda Tanabata mengatakan bahwa bintang vega adalah jelmaan dari sosok putri Orihime. Dia adalah putri dari raja langit yang cantik dan pandai menenun. Konon, putri Orihime jatuh cinta pada seorang pengembala sapi bernama Hikoboshi. Kau lihat bintang itu” Eunhyuk menunjuk bintang cerah yang berada di rasi bintang Aquila. “Itu bintang Altair. Dia adalah jelmaan dari Hikoboshi.”
“Lalu..” Mira sangat tertarik dengan cerita Eunhyuk.
“Mereka saling jatuh cinta. Karena Hikoboshi rajin bekerja, raja langit mengijinkan Putri Orihime menikah dengan Hikoboshi. Namun karena pernikahan itu, Putri tidak lagi menenun dan Hikoboshi tidak lagi menggembala. Hal tersebut membuat raja langit marah dan memisahkan mereka. Suami istri itu hidup berjauhan di pisahkan oleh sungai Amanogawa atau galaksi bimasakti. Sepanjang tahun, mereka saling merindukan. Hanya bisa menatap satu sama lain dari kejauhan. Hingga akhirnya raja langit memberikan satu kesempatan bagi mereka untuk bertemu. Hanya satu kali dalam setahun. Yaitu pada tanggal 7 bulan 7. Sehingga orang-orang di sini merayakan pertemuan putri Orihime dan Hikoboshi dengan diadakannya festival bintang atau Tanabata ini.”

Mata gadis itu berbinar senang mendengar cerita Eunhyuk. “Cerita yang romantis sekaligus menyedihkan..” ucapnya. “Aku tidak bisa membayangkan betapa rindunya Orihime dan Hikoboshi saat keduanya dapat bertemu.” Pandangan Mira kini menerawang ke langit. Ke dua bintang itu tampak cerah dan kilauan cahayanya sampai membentuk busur. Mungkin itu adalah jembatan yang dipakai oleh Orihime dan Hikoboshi untuk bertemu.
“Beruntung sekarang cuaca cerah.” Ucap Eunhyuk. Mira menoleh.
“Jika turun hujan, aku tidak bisa membayangkan betapa sedihnya mereka karena sungai Amanogawa meluap dan mereka tidak bisa bertemu.” Ucapnya setengah bercanda. Namun Mira malah menanggapinya serius. Jangan sampai terjadi. Jika iya, berarti mereka berdua harus bertemu satu tahun kemudian.

Mendadak Mira merenungkan diri, apakah kisahnya akan berakhir sama seperti Putri Orihime? Mengingat Umma tidak menginginkannya sebagai menantu di keluarga itu. Aish.. mengapa ia mendadak cemas begini ya?

Eunhyuk menyadari kegundahan di wajah istrinya. Ia lantas menarik Mira agar duduk tepat di sampingnya.
“Tenang saja, aku akan berusaha agar kisah kita tidak setragis mereka.” Lirih Eunhyuk. Mira mendongkakkan kepalanya ke arah Eunhyuk. Ia bisa melihat tatapan tulus dari namja itu. Benarkah??
Mira tersenyum perlahan. “Aku percaya..” ucapnya.

Astaga.. kenapa Eunhyuk mendadak kaku begini? Senyum Mira benar-benar menghipnotisnya. Eunhyuk menyentuh pipi Mira perlahan. Dan kali ini gadis itu tidak menghindar.
“Mira..”
“Ya?”

Chuu—

Siapa yang sangka, mendadak saja Eunhyuk mendekatkan wajahnya kemudian mengecup bibirnya dengan lembut. Kaget? Tentu saja. Mira kaget. Ini bukan ciuman ‘kecelakaan’ seperti kemarin malam atau ciuman ‘paksaan’ seperti waktu itu di teras rumah. tapi.. Eunhyuk benar-benar menciumnya dengan lembut dan tanpa paksaan. Anehnya, Mira tak bisa melakukan apapun. Ia terlalu lemah dan tak berdaya.

“oppa kau sudah melanggar perjanjian..” ucap Mira begitu Eunhyuk menjauhkan dirinya.
“Aku tahu” jawab Eunhyuk sambil tersenyum tulus. Ia tidak peduli Mira akan marah atau memukulnya. Yang pasti, Eunhyuk hanya ingin Mira tahu bahwa baginya, Mira sudah menjadi bagian terpenting yang tidak boleh hilang.

Mereka saling bertatapan cukup lama. hingga akhirnya Mira memilih mengalah. Tidak ada gunanya marah, toh sudah terjadi. Lagipula, tadi ia sempat menikmatinya. Dan yang lebih parah.. jantungnya sekarang tak henti-hentinya berdebar kencang. Omo.. apa mungkin.. ia mulai jatuh cinta pada Eunhyuk????

di tempat lain, 2 lembar kertas yang di gantungkan pada ranting bambu itu berkibar-kibar di tiup angin. di atasnya bertuliskan sebuah harapan..

Ku harap Mira benar-benar Jodohku..–Eunhyuk–

Aku harap pernikahanku dengan Eunhyuk Oppa bisa bertahan selamanya..–Mira–

*To be continued…*

 

Masih penasarankah dengan lanjutannya? tunggu di postingan berikutnya…

pai pai…

79 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 12 – B)

  1. aigooo neomu kyeopta ,
    pasangan ini so sweeet sekaliii bikin ngiri aja dehh
    author detail banget ngejelasinnya ,
    mulai dri tempat” di jepang legenda makanan
    it’s so detail .
    makin suka sama couple ini , dan aku harap keinginan mereka terkabul ^^

  2. Wow … menurut aku ini adalah cerita shady girl yg terbaik, bukan mksud aku bilng yg lain buruk . Tpi ga tau knpa bca yg ini tuh sngat mengesankan, dan disini jga aku bnyak tau tentang jepang . Dan yg aku lebih suka karakter eunhyuk dsini lebih dewasa, wahh kayak’y kalau author yg bikin ff semua cast aku jdii suka . Wahhhh daebak😀

  3. Woahhhh Romantisnya,, emng gk salah deh Hyuk d juluki penakluk wanita,,skrg aja Mira udh mulai luluh trhdp smua prhatian Hyuk…

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s