Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 12 A)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 12 A
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Eunhyuk / Lee Hyukjae

Hai hai.. author datang lagi bawa FF ini.
Part 12 spesial menceritakan Honeymoon Eunhyuk-Mira. Yuk kita baca bersama aja deh.

Shady Girl Eunhyuk's Story by DhaKhanzaki

——o0o——–

“Ah..tubuhku remuk rasanya..” Eunhyuk segera menghempaskan dirinya ke atas ranjang empuk di hotel itu. Mira hanya menghela napas sampil meletakkan kopernya di samping nakas samping tempat tidur.

Sementara Eunhyuk sibuk menyibukkan diri di kasur, Mira beralih beranjak ke balkon hotel. Ia ingin tahu seperti apa pemandangan hotel itu.
“Huwa…daebakk..” pekik Mira membuat Eunhyuk langsung bangun lantas menoleh cepat ke arah Mira yang berdiri di dekat pagar balkon.
“wae??” namja itu segera berlari ke samping Mira. sesaat ia bingung kenapa Mira sampai memekik heboh. Namun beberapa detik setelahnya ia ikut takjub menatap pemandangan di sana meski tidak sampai berteriak.

Sekarang di Kyoto memasuki akhir musim panas sehingga pohon-pohon di sana daunnya mulai berubah warna. Perpaduan antara warna hijau, kuning, merah, dan oranye di tambah atap bangunan khas kota Kyoto membuat pemandangan tampak menakjubkan. apalagi lampu mulai menghiasi kota karena hari sudah menjelang malam.

“Kau tampak senang..” lirih Eunhyuk. Perhatiannya kini teralih pada Mira. gadis itu menanggapinya dengan anggukan ringan tanpa menolehkan kepalanya.
“boleh aku tanya, kenapa kau ingin sekali tinggal di sini?”
Kali ini Mira menoleh mendengar pertanyaan eunhyuk.
“Ibuku orang Jepang.” Jawab Mira singkat. Eunhyuk sedikit membelalakkan matanya. baru kali ini ia mengetahuinya. Sejenak Eunhyuk seakan disadarkan, bahwa selama ini ia memang tidak tahu apa-apa tentang Mira.
“Benarkah? Kalau begitu kau punya keluarga di sini?”
“tentu saja. keluarga besar dari ibuku ada di Tokyo. Tapi di Kyoto ada bibiku yang tinggal di daerah Gion. Dia pemilik House Tea dan Okiya. Kau tahu kan Oppa, tempat di mana kau bisa melihat para Maiko menampilkan keterampilannya.”

“M-a-i-k-o??” seru Eunhyuk lagi-lagi melebarkan mata takjub. Untuk yang ini ia semangat sekali. Sekilas bayangannya terlempar pada pemandangan gadis-gadis penari cantik yang akan ia saksikan di sana. Ia terkekeh pelan membayangkannya.
Mira memutar bola matanya, malas. Ia bisa membaca isi otak pria di hadapannya hanya melihat ekspresinya saja. ‘dasar namja!’ batinnya jengkel.
“bagaimana kalau kita mengunjungi bibimu?” ujar Eunhyuk semangat.
“baik. Tapi singkirkan dulu otak mesummu itu!!” teriak Mira jengkel. Eunhyuk terkekeh melihat Mira pergi sambil menghentakkan kakinya. Ia tahu, gadis itu sedang cemburu.

—o0o—

“Aish..kenapa udaranya dingin sekali??” keluh Mira. malam ini ia tidak bisa tidur sama sekali. Sesekali Mira melirik Eunhyuk yang sudah tertidur pulas di sampingnya, entah sejak kapan. Mungkin ia lelah karena hampir 1 jam berdebat tentang tidur dalam satu ranjang dan berakhir dengan kemenangan di pihak Eunhyuk. Jadilah sekarang, mereka tidur dalam satu ranjang. Tapi jadinya ia malah tidak bisa tidur. bagaimana tidak, selimut dikuasai seutuhnya oleh namja itu—secara tidak sadar. Kini Mira tidur meringkuk sambil memeluk tubuhnya sendiri membelakangi suaminya.

“Dingin ya??” tiba-tiba sebuah bisikan halus berhembus di telinganya. Otomatis Mira merinding dan sempat mengira itu ulah hantu. Namun sesaat kemudian ia sadar itu suara Eunhyuk setelah ia merasakan helaan napas namja itu di tengkuknya.
“Oppa, kau mengagetkanku!!” gerutu Mira kaku dan gugup tanpa menoleh ke belakang.
“Kalau memang dingin, kenapa tidak menarik selimutnya?” lirihnya tak menanggapi gerutuan Mira.
“aku takut kau tidak bisa tidur sepertiku.”
“Hm..lagi-lagi..” dengus Eunhyuk. Terkadang ia kesal pada sifat Mira yang satu ini. Terlalu segan padanya. Padahal ia sekarang berstatus suaminya—bukan orang lain.
“Aku jadi tidak bisa tidur kalau kau tidak bisa tidur” Eunhyuk melingkarkan tangannya pada pinggang Mira. “begini, apa sudah hangat?” tanyanya.

Deg deg deg..

Mendadak jantungnya bertalu-talu kencang. Dasar namja ini… dia sudah melanggar surat perjanjian itu. Batin Mira gugup.
“sudah hangat?” tanya Eunhyuk lagi karena Mira tak kunjung menjawab. Tubuh gadis itu terasa kaku dalam pelukannya. Seulas senyum kemenangan tertera di bibir Eunhyuk. Yes, langkah pertama… sukses..
“oh, ne..” akhirnya Mira menjawab meski dengan nada canggung.
“Bagus, sekarang ayo kita tidur..” Eunhyuk menarik selimut lalu menyelubungi tubuh mereka berdua.
“Good night, istriku..”
“…..”
Senyum itu kian mengembang. Ia suka jika Mira dalam kondisi seperti ini. Sekarang ia bisa tidur. semoga perlahan-lahan Mira mulai terbiasa dengan sikapnya ini dan melupakan surat perjanjian itu..

—o0o—

Hari Pertama..

Setelah sarapan di restoran hotel, eunhyuk segera mengajak Mira berjalan-jalan. Tepatnya ke sebuah paviliun paling terkenal di Kyoto. Kinkaku-Ji, sebuah kuil paviliun berlantai 2 yang seluruh dindingnya di lapisi emas. Orang-orang setempat menyebutnya Rokuonji atau Kuil Taman Rusa.
“wow, benarkah itu terbuat dari emas??” lirih Mira takjub. Eunhyuk mengangguk
“tentu saja. jika tidak, kenapa di sebut golden pavilion..” ucapnya. Ia sih tidak terlalu takjub. Dulu ia sempat jalan-jalan kemari saat masih duduk di bangku SMP. Ia lebih memperhatikan keadaan sekitar. Taman, kolam, pohon, dan bunga-bunga yang menghiasinya masih tetap sama seperti dulu.
“Huh, aku kan hanya penasaran.” Mira mendengus pelan. “Apa ini dibuat untuk menunjukkan cinta sesorang pada pasangannya?”
“Ini bukan Taj Mahal, Mira sayang..” ucap Eunhyuk pelan. Ia ingin sekali mencubit pipinya karena Mira berceloteh kalimat yang lucu. Mira mendelik kesal. Lagi-lagi Eunhyuk mengacaukan moodnya.
“Ini dibangun sebagai villa peristirahatan untuk Shogun Ashikaga Yoshimitsu. Jadi bukan bangunan ‘pernyataan cinta’ seperti yang kau pikirkan..”
“Oh..” mulut Mira membulat paham. Ia takjub juga. Darimana Eunhyuk tahu semua ini?
“Bagaimana Oppa tahu?”
“Aish, istriku ini lucu sekali. Kau tidak ingat aku ini pemilik SJ Tv? Hal sekecil ini tentu aku harus mengetahuinya.” Ucapnya enteng. Padahal bukan itu, dulu dia kan memang pernah kemari.
“Ah, iya. Aku lupa.” Ucapnya datar. Ia lantas kembali memfokuskan diri mengagumi keseluruhan dari pemandangan di sekitar kuil itu. Benar-benar mengagumkan.
“Mira.. ayo kita berfoto..” Eunhyuk mengeluarkan sebuah kamera digital dan meminta salah satu pengunjung di sana untuk memfoto mereka berdua dengan latar kuil itu.

Setelah itu perjalanan mereka lanjutkan menuju Ginkaku-Ji. Serupa dengan Kuil Paviliun Emas, hanya saja kuil itu dindingnya dilapisi oleh perak. Keduanya tak kalah indah.

“Masih ingin mengunjungi tempat lain? Atau kita mencari makan dulu?” tanya Eunhyuk. Mira melirik pamflet tempat wisata favorit di Kyoto sekali lagi.
“aku ingin ke Kyoto Imperial Palace. Setelah itu kita cari makan. Oke???” ucap Mira sambil memasang tampang memohon. Eunhyuk mencubit pipinya, ia sudah tidak tahan karena sejak tadi Mira terus memunculkan ekspresi menggemaskan.
“Tanpa perlu memasang tampang memohon pun aku pasti akan mengabulkan permintaanmu, chagi..” ucap Eunhyuk. Ia kembali menggenggam tangan Mira. dan menariknya pergi.

—o0o—

“Hmm.. ittadakimasu..” seru Mira sambil menepuk tangannya. Ia kemudian mengambil sumpit dan mulai menikmati satu set hidangan makan siang di restoran.
Eunhyuk tersenyum tipis. “Kau benar-benar sudah seperti orang Jepang.”
Mira tidak menjawab karena sekarang mulutnya penuh dengan potongan tempura. Eunhyuk hendak menyuapkan tempura ke mulutnya namun terhenti karena mendadak Mira memekik.
“andwae!!”
Eunhyuk berhenti menyuapkan tempura. Ia menatap Mira heran. “Kenapa?”
“Oppa jangan makan itu. Tempura itu dibuat dari udang. Bukankah Oppa alergi seafood??” Mira segera mengambil tempura udang dari tangan Eunhyuk dan menggantikannya dengan chicken katsu.
Eunhyuk agak tercengang. “Darimana kau tahu?” tentu saja ia kaget. Di dunia ini, hanya Ummanya dan teman-teman terdekatnya saja yang tahu. ia tidak ingat pernah memberitahu Mira hal ini.
“Eh, itu..”
“apa dari Umma?” selidik Eunhyuk dengan nada menyelidik.
“Bukan kok..”
Melihat gelagat Mira yang mencurigakan, Eunhyuk semakin yakin kalau Mira memang mengetahuinya dari Umma.
“Kapan Umma datang ke rumah? Apa sejak dia datang kau berubah? Apa karena itu kau tampak..kelelahan?” Eunhyuk terus merecoki Mira dengan rentetan pertanyaan tanpa memberikan Mira kesempatan untuk menjawab. Gadis itu hendak membuka mulutnya namun lagi-lagi Eunhyuk memotong.
“Karena kau ingin menyangkal, aku anggap itu iya. Umma memang pernah datang dan Umma pasti mengatakan sesuatu yang ‘menyinggungmu’. Benar kan?”

Benar sekali! Ingin rasanya Mira berteriak dan menumpahkan semua kekesalan yang sudah lama ia pendam pada namja yang berstatus sebagai suaminya ini. Namun amarah itu masih tetap mampu menahannya. Ia masih waras untuk tidak berteriak di tempat umum. Apalagi di tempat asing. Ia cukup meletakkan sumpitnya. Ekspresi Eunhyuk berubah menyadari perubahan sikap Mira. sekarang ia agak takut. Sepertinya Mira mulai tersulut emosinya.

“Sekarang kita sedang liburan, Oppa. Kumohon jangan kacaukan suasana dengan membahas hal itu. Waktu kita di sini masih 4 hari lagi. Dan aku tidak mau melewati wisataku dengan mood yang buruk.” Ucap Mira dingin. Eunhyuk seketika bungkam. Dari nada bicaranya, cukup membuat Eunhyuk paham bahwa gadis itu sedang menahan diri untuk berdebat.
“Arraseo. Sekarang, kita lanjutkan makan saja..”

Eunhyuk menyesal sudah membuat suasana menjadi buruk. Sekarang mereka makan dalam diam. Padahal sebelumnya suasana sudah cukup hangat. Ini semua karena dirinya yang tidak bisa membaca sifat Mira.

—o0o—

Hari ke dua..

“Sampai kapan kau akan mendiamkanku, Mira sayang??” ucap Eunhyuk entah untuk yang ke berapa kali. Mereka sekarang berada di Kuil Kiyomizu-dera, sebuah kuil buddha kuno yang dibangun lebih dari 1000 tahun yang lalu.

Eunhyuk sangat frustasi. Semenjak ia membahas perihal Ummanya kemarin, Mira seolah-olah merajuk. Ia tidak banyak bicara, hanya menjawab jika di tanya. Dan lebih banyak diam. Raut wajahnya memang tidak memperlihatkan bahwa ia marah. Tapi lebih memperlihatkan bahwa ia sedih.
Jika Eunhyuk memiliki telepati, ia ingin sekali membaca isi pikiran istrinya ini. Terlebih seperti apa isi hatinya. Mira terlalu sulit ditebak. Terkadang ia sedih, namun mulutnya berkata bahwa ia bahagia. Terkadang ia tampak tegar, padahal dalam hati ia menangis. dan yang lebih ingin diketahuinya, apakah Mira bahagia menikah bersamanya? Ataukah diam-diam gadis itu mulai berpikir ingin meninggalkannya?

Banyak sekali yang ingin ia tahu tentang Mira. bahkan hingga detik ini Eunhyuk masih tidak mengerti mengapa Mira bisa baik dan keras kepala dalam waktu yang bersamaan. Ia selalu menolak semua barang mahal dan sejumlah uang yang ia berikan. Dan Mira menolak ketika Eunhyuk ingin membalas semua kebaikannya? Ia sungguh tidak mengerti!!!

Mira berdiri di tepian pagar pembatas menatapi kota Kyoto dari ketinggian. Eunhyuk masih setia berdiri di sampingnya dan terus mendesak agar gadis itu berhenti merajuk. Bisa-bisa ia gila jika terus didiamkan seperti ini.
“baiklah, aku mengalah. Aku bersalah dan aku minta maaf.” Ucap Eunhyuk. Ia benar-benar kalah. Lebih baik Mira memarahinya habis-habisan daripada mendiamkannya seolah dia ini hanyalah patung Kitsune.
“Kau tidak salah. Waktu itu Umma memang datang ke rumah.” Akhirnya setelah hampir 18 jam hubungan di antara mereka mendingin, Mira angkat bicara juga. Namun pengakuan Mira itu membuat Eunhyuk mengerjap kaget.
“Sudah ku duga.” Lirih Eunhyuk. “Apa ucapan Umma membuatmu tersinggung? Aku mewakili Umma meminta maaf padamu. Kau tentu tahu Umma pasti tidak akan merasa terganggu sudah berbuat tidak menyenangkan padamu. Dan Umma tidak akan mengucapkan maaf sebelum ia memiliki rasa kasih sayang” Eunhyuk menggenggam tangan Mira dan menatap mata gadis itu lekat lekat.
“Sekarang jujur padaku, apa kau marah? Apa kau kesal? Apa kau merasa tidak bahagia menikah denganku? Jika iya, katakan. Dan jangan pernah menangis di belakangku. Kau tahu aku lebih baik melihatmu berteriak dan menangis meraung-raung di depanku daripada aku tahu kau berpura-pura bahagia namun nyatanya kau diam-diam menangis.”

Mira tersenyum tipis—senyum penuh luka. Ia menahan diri untuk tidak menangis dan Eunhyuk bisa melihat mata gadis itu sudah berkaca-kaca. Namun ia bisa merasakan kesungguhan dari tatapan Mira.
“Oppa, aku tidak marah. Kesal? Tentu saja. tapi itu hanya sementara. Dan soal aku bahagia bersamamu, apa Oppa tidak bisa merasakannya? Jika aku tidak bahagia, aku akan pergi dari rumah.” Ucap Mira polos, membuat Eunhyuk menyunggingkan senyum lepas. Ia bahkan terkekeh pelan menyadari ucapan Mira ada benarnya juga.
“Dan asal Oppa tahu, aku tidak akan menangis jika aku masih bisa menahan emosiku. Jika aku sampai menangis, itu artinya..” Mira terdiam sesaat. Tampak perubahan ekspresi di wajahnya. terlihat jelas karena Eunhyuk merasakan ada emosi yang ia tahan—sama seperti emosi yang pernah dilihatnya saat menyelamatkan Mira dari tangan hidung belang dulu.

Jika aku sampai menangis, itu artinya..

“Aku benar-benar sakit hati”

Eunhyuk mengerjapkan mata berkali-kali. Darahnya berdesir kencang dan jantungnya berdebar keras. Jika di pikir sekali lagi, ia memang tidak pernah melihat Mira menangis. bahkan saat dulu hampir ‘di sentuh’ oleh pria hidung belang itu pun, sebagian wanita pasti akan menangis meraung-raung. Tapi dia tidak. Eunhyuk sempat mengira Mira memiliki kelainan karakter, tapi ternyata..

“sekarang Oppa tidak perlu mencemaskan apapun lagi. Oke.”
“Dan kau juga tidak perlu sungkan lagi padaku. Aku ini suamimu. Namja yang pasti akan menemani hidupmu sampai akhir. Jadi..”
“Apa Oppa yakin?” tanya Mira memotong. Eunhyuk menoleh. Maksudnya apa?
Mira melirik Eunhyuk yang tampak kaget.
“Apa Oppa yakin aku ini adalah takdirmu? Atau Oppa adalah takdirku?”
“Apa maksudmu?” nada bicara Eunhyuk menajam. Ia benar-benar tidak suka ucapan Mira yang terdengar meragukannya.
Mira tersenyum tipis kemudian kembali menatapi pemandangan Kota Kyoto dari ketinggian.
“Entah kenapa aku merasa ragu. Bukankah Oppa menyukai gadis bernama Hyo Yeon itu?” ucap Mira dengan pandangan menerawang.

Aish..Kenapa Mira malah mengungkit-ungkit Hyo Yeon di saat seperti ini? Dan kenapa pula ia berkata kalau dirinya menyu—tunggu! Menyukai Hyo Yeon???? Eunhyuk terbelalak. Jadi Mira tahu hal itu?

“Mira..” Eunhyuk ingin menjelaskan sesuatu. Namun sekali lagi Mira memotong kalimatnya.
“Aku bahkan masih tidak mengerti kenapa Oppa menikahiku.” Mira mengendikkan bahunya. Oke, kali ini ia benar-benar tidak bisa menahan diri.
“cukup! Aku ini takdirmu, Lee Mira!!” geramnya sambil berkacak pinggang. Mira menaikkan satu alisnya.
“Kenapa Oppa percaya diri sekali?”
“Kau ingin tahu jawabannya? Ikut aku..” Eunhyuk menarik Mira tergesa menuju bagian belakang kuil utama. Di sana ada Kuil Jishu-jinja yang dikenal dengan Dewa Perjodohan. Di depan kuil itu terdapat 2 buah batu yang di kenal sebagai Batu Buta dan Batu Peramal Perjodohan.

Eunhyuk berdiri tepat di dekat Batu Peramal Perjodohan. Ia menatap Mira yang bingung dengan serius.
“kau lihat tanda itu?” Eunhyuk menunjuk batu yang berjarak 100 meter dari tempat mereka berdiri. Mira merengut tak mengerti.
“Iya, lalu?”
“Kau berjalan dari sana kemari. Dengan menutup mata. Aku akan menunggu di sini. Jika kau sampai di depanku, itu artinya aku memang jodohmu. Namun jika kau berbelok, itu artinya, kita tidak berjodoh” ucap Eunhyuk serius.
“Mwo?” Mira tidak percaya Eunhyuk meyakini mitos konyol seperti itu. Ia pikir Eunhyuk adalah namja modern yang tak akan percaya takhayul.
“Cepat..” Eunhyuk mendorong Mira dengan tidak sabar.
“Tapi..”
“Jangan membantah..cepat..” Eunhyuk mengibaskan tangannya menyuruh Mira pergi. akhirnya dengan perasaan rela tidak rela, Mira berjalan pelan menuju titik tepat jarak 100 meter dari tempatnya berdiri hingga batu itu. Ia menghela napas, baiklah. Jika memang dengan ini bisa membuktikan mereka berjodoh atau tidak, ia akan melakukannya. Mungkin dengan cara ini Tuhan memberikan jawaban atas semua pertanyaannya selama ini.

Apakah keputusannya menikah dengan Eunhyuk itu benar?
Konon kabarnya menurut penduduk setempat, untuk menguji kesetiaan hati pada pasangan atau untuk mengetahui apa pasangan itu berjodoh atau tidak, mereka akan mencoba batu peramal cinta. Salah satu dari pasangan harus berjalan sepanjang 100 meter menuju batu tersebut dengan menutup mata atau memejamkan mata sampai tepat di depan batu peramal. namun bila arah kaki orang tersebut tidak tepat menuju batu peramal cinta atau melenceng jauh maka hatinya masih memikirkan orang lain dan kemungkinan terbesar, mereka tidak berjodoh.
Ia berdiri menghadap Eunhyuk yang berada jauh di depannya. Perlahan Mira mulai melangkahkan kaki dengan mata terpejam.
Eunhyuk bersedekap di ujung yang lain dengan hati was-was. Ia tidak pernah setegang ini sebelumnya. Rasanya sama seperti ketika ia menunggu Mira berjalan menuju altar waktu itu. Langkah Mira kian mendekat dan selama ini ia tetap berjalan lurus. Eunhyuk tersenyum.

Tapi perlahan senyumnya hilang karena Mira mulai berjalan membelok walaupun sepertinya gadis itu tidak sadar. Eunhyuk menegang. Kenapa? padahal jaraknya tinggal beberapa langkah lagi.
“Andwae!!!” teriak Eunhyuk kencang. Saking paniknya ia berlari lalu menarik Mira hingga akhirnya mereka melewati batu itu bersama.
“Kyaaa..” Mira memekik kaget karena keseimbangan mereka mulai goyah dan keduanya jatuh menimpa semak-semak yang ada di samping batu itu.

Krosak..kkk..

Orang-orang sesama pengunjung kuil sempat menoleh melihat tingkah lucu mereka. Ada beberapa yang sempat tertawa.

Sakit, malu, dan jengkel. Itu lah yang Mira rasakan sekarang. Gara-gara tingkah Eunhyuk, kini mereka jadi pusat tontonan pengunjung kuil.
“Mira..bisakah kau bangun? Punggungku sakit..” lirih Eunhyuk membuyarkan lamunan Mira. ia seketika tersadar dan segera menoleh menatap wajah Eunhyuk yang kini berjarak beberapa senti darinya. Dan ia juga terkesiap, karena ternyata kini dirinya tengah menindih tubuh Eunhyuk!! Pantas saja namja ini meringis kesakitan.
“Mianhae..” Mira segera bangkit. Lalu membantu Eunhyuk berdiri. Namja itu memegangi daerah pinggangnya. Untung tadi mereka jatuh ke semak-semak. Coba jika jatuh menimpa batu juga. Entahlah bagaimana nasib Eunhyuk sekarang.
“Sakit ya?” tanya Mira cemas ia memegangi pinggang Eunhyuk bermaksud memeriksa. Namun namja itu malah tersenyum mesum.
“Bilang saja ingin menyentuhku. Aku bisa memberikannya malam ini kalau kau mau..” ucapnya dengan wajah menggoda. Tak bisa dipungkiri Mira merasakan wajahnya memanas. Namun sesaat kemudian ia menggeram kesal begitu mendengar Eunhyuk terkekeh puas. Jadi tadi ia hanya dipermainkan?
“Dasar namja mesum!!” pekik Mira sambil menepuk keras pinggang Eunhyuk lalu berbalik pergi. Eunhyuk sempat meringis kesakitan. Pukulan Mira benar-benar mematikan!

To be continued..

54 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 12 A)

  1. Wah hampir aja mrka gk brjdoh,,klo aja Eunhyuk gk cpt2 mnghmpiri Mira… Hahaha Hyuk sllu aja cari ksmpatan d saat2 ygtak trduga….

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s