Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 11)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 11
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Eunhyuk a.k.a Lee Hyukjae

Support Cast :

  • Lee Taemin

Sesuai dengan permintaan readerdeul, author posting deh part 11 secepatnya.
Jangan lupa follow twitter author ya.. @julianingati23.

Yuk baca bareng-bareng ^_^

Shady Girl Eunhyuk's Story by DhaKhanzaki

—o0o—-

“Apa yang sudah kukatakan tentang kekerasan??” ucap Eunhyuk sembari bolak-balik berjalan di hadapan Taemin yang bersimpuh sambil menundukkan kepalanya. Ia selalu mengulang pertanyaan yang sama setiap kali Taemin melakukan kesalahan terlibat perkelahian.
“Kekerasan itu dilarang apapun alasannya..” cicit Taemin takut-takut. Nyaris tak terdengar. Sekarang ia menyesal karena memilih menghindari Umma. Nyatanya ia malah masuk ke kandang singa.
“Bagus kalau kau ingat!! Lalu kenapa kau terus mengulanginya?!  kau tidak tahu bahwa kau hampir saja tewa—“ Eunhyuk mengatupkan mulutnya segera saat menyadari ia hampir saja memberitahukan peristiwa pengeroyokan itu pada Taemin.
“Jeosonghamnida..” untungnya Taemin tidak menyadari ucapan Eunhyuk. Ia menundukkan kepalanya berkali-kali sebagai tanda penuh penyesalan. Mira segera bangkit. Ia harus menyelamatkan Taemin.
“Sudahlah Oppa.. lagipula Taemin kan sudah menyesal.” Mira terpaksa menarik Eunhyuk kembali duduk di kursinya tadi. Kemudian ia menoleh pada Taemin.
“Kau pasti belum makan, kan? Ayo kemari.” Ajak Mira. taemin mengangguk. Dengan semangat ia duduk di salah satu kursi.

—o0o—

“Hyung..” panggil Taemin. Ia menghampiri Eunhyuk yang tengah sibuk menelaah data perusahaannya.
“ada apa lagi?”
“aku hanya ingin bilang.. Hyung, aku senang kau menikahi Mira Nuna. Dia benar-benar baik.”
Eunhyuk berhenti membaca setumpuk data di hadapannya begitu mendegar ucapan Taemin. Seulas senyum manis terbit di bibirnya.
“tentu saja. aku ini pintar sekali mencari istri.” Ujarnya bangga. “Kenapa baru sekarang bilang begitu?”
“Karena aku baru merasakan kebaikannya hari ini.” Ujar Taemin. Dia duduk di samping Eunhyuk. Ia ingin bertanya namun ragu. “Hyung, sebenarnya ini konyol, tapi…apa aku pernah bertemu dengan Mira Nuna sebelumnya??”

Eunhyuk terdiam, lebih tepatnya merenung. Taemin menanyakan hal ini, apa mungkin ingatannya sudah mulai pulih? Oh, bukankah itu bagus.
“Kenapa? merasa pernah melihat di suatu tempat?”
Taemin dengan tegas menggeleng. “tidak. Tapi aku perasaanku mengatakan iya. Aneh bukan”
“Kau perlahan pasti menemukan jawabannya. Tak perlu dipikirkan.” Eunhyuk mengacak-acak rambut Taemin.

“aisshh.. oh, iya.. Hyung.. apa kau tidak memperhatikan? Nuna makin kurus dari yang terakhir kulihat. Apa Hyung tidak tahu? seharian Nuna terus bekerja tanpa henti. Membereskan rumah, mencuci, memasak.. dan..” Taemin menghentikan kalimatnya ketika menyadari pandangan Eunhyuk memucat. Kakaknya tercengang.
“Apa kau bilang?” nada bicara Eunhyuk tiba-tiba saja meninggi. Waduh, Taemin buru-buru meralat ucapannya.
“Eh, itu.. maksudku, Hyung.. kau seharusnya mengajak Nuna jalan-jalan. Setidaknya itu bisa sedikit menjadi obat lelah untuknya.. em.. sudah yah Hyung.. aku sudah mengantuk. Bye..” Taemin langsung lari terbirit-birit menuju kamarnya—kamar yang ditempati Mira di hari biasa—sebelum ia mendengar bentakan atau teriakan lagi dari mulut kakaknya.

Sebenarnya Eunhyuk tidak berniat sedikitpun untuk membentak Taemin. Ia lebih terkejut mendengar penuturan adiknya tentang Mira. jadi itu yang membuatnya tampak pucat setiap hari? melakukan pekerjaan rumah? Ayolah, siapa yang tidak lelah membersihkan rumah sebesar rumahnya seorang diri?

—o0o—

Mira sedang duduk di sisi tempat tidur di kamar Eunhyuk. Ia canggung. Malam ini terpaksa mereka tidur bersama karena tidak mungkin tidur sendiri-sendiri. Nanti Taemin bisa curiga. Saat mendengar pintu terbuka, Mira buru-buru bangkit. Eunhyuk masuk perlahan ke dalam kamarnya.
“Kau di sini rupanya.” Ucap Eunhyuk.
“Em, Oppa.. jika kau keberatan, aku bisa tidur di sofa. jadi, jangan khawatir..” Mira mengambil satu bantal dan hendak keluar kamar. Namun ia kalah gesit. Eunhyuk lebih dulu menutup pintu.
“Siapa bilang aku keberatan? Kita tidur bersama. Lagipula kita sudah suami-istri kan??”

Ia baru akan membuka mulutnya lagi namun Eunhyuk lebih dulu memegang tangannya dan menariknya duduk di tepi tempat tidur.
“Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Dan aku janji aku akan membiarkanmu tidur di sini sementara aku di luar. Jadi, kau tidak perlu secanggung ini.” Ucap Eunhyuk menyadari tangan Mira kaku dalam genggamannya. Takut-takut gadis itu menatap Eunhyuk.
“Malhaebwa..”
“Kau harus jujur, apa kau bahagia selama menikah denganku?” Eunhyuk bertanya serius sekarang. Bahkan ia menggenggam erat tangan Mira. gadis itu terbelalak kaget selama beberapa detik. Ia buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain.
“Aku bahagia..” jawabnya pelan.
“benarkah? Kalau begitu tatap aku..” Eunhyuk menyentuh dagu Mira dan mengalihkan wajahnya ke depan—tepat ke arahnya.
“Sekarang kau bisa menjelaskan kenapa kau tampak pucat akhir-akhir ini?”

Mira menggigit bibirnya, gugup. “Aku sehat”
“apa ada masalah yang kau sembunyikan? Oh, atau kau merasa terbebani dengan sikapku?” entah kenapa Eunhyuk merasa sedih saat mengatakannya. Jika Mira memang tidak bahagia bersamanya lalu apa yang harus ia lakukan? Melepaskannya? Tidak, itu tindakan gila.
Perlahan Mira menggeleng. “Aku baik-baik saja. sudah kubilang, aku hanya kurang asupan gizi saja.”
“Oh, jangan bilang kau sedang hamil..” tebak Eunhyuk asal. Mendadak saja ia tersenyum lebar. Perkataan Eunhyuk justru membuat Mira kesal lalu menarik tangannya.
“Hamil apa? Kita bahkan melakukannya saja tidak!! Oppa lupa bahwa ada surat perjanjian itu!!” Mira bangkit dari duduknya dan berkata dengan suara menggebu. Cara bercandanya benar-benar tidak lucu.
“Iya aku tahu. Kau tidak perlu membentakku seperti itu. Eh, mau kemana..” Eunhyuk kaget karena Mira bergerak meninggalkannya. “Bukankah kita akan tidur sekamar? Kau ingin taemin curiga???”
“Siapa yang mau pergi? aku haus” Mira tanpa bertanya dulu langsung menuangkan cairan dalam botol yang ada di nakas samping tempat tidur ke dalam gelas.

Eunhyuk terperanjat melihat Mira meneguk perlahan air dalam botol itu. Ia memekik segera.
“Aa—jangan diminum!!” teriaknya. Ia berlari kilat bermaksud mengambil gelas dari tangan Mira. namun gagal, karena saat ia tiba di samping Mira, isi gelas itu sudah kosong.
“ah..segarnya. tapi kenapa rasanya aneh?” tanya Mira polos. Eunhyuk menggaruk kepalanya frustasi. Tentu saja aneh. Itu kan Wine yang memiliki kadar alkohol tinggi. Batinnya dalam hati. Apa Mira tidak tahu.. bukankah beberapa waktu lalu ia pernah mabuk berat?
“memang ini apa??” tanya Mira. ia bersendawa beberapa saat kemudian. Pipinya yang putih mulai merona. Eunhyuk tercengang. Aisshh.. efeknya sudah mulai muncul!!
“A—bukan apa-apa..” Ucap Eunhyuk langsung merebut botol dan gelasnya saat Mira hampir saja menuangkannya kembali.
“Wae?? aku ingin minum itu lagi..” rengeknya karena Eunhyuk menyimpan minuman berbahaya itu ke dalam lemari. “Ayolah..beri aku..”

Mira mulai bertingkah tidak normal. Sepertinya dia mulai mabuk. Aish.. ini salahnya meletakkan wine-nya sembarangan.
“Jangan. Itu tidak baik untuk kesehatanmu.. sebaiknya kau tidur sekarang. Aku akan tidur di luar. Mengerti..” ucap Eunhyuk halus sambil mendudukkan Mira di atas tempat tidur. ia hendak pergi namun tangan Mira lagi-lagi menahannya.
“Apa lagi???” tanya Eunhyuk. Bukan apa-apa. Ia tidak yakin bisa mengendalikan diri jika dihadapkan dalam situasi seperti ini. Nanti bisa-bisa ia melakukan apa-apa pada Mira.

“Jangan pergi, jebaalll” ucapnya manja sambil menunjukkan ekspresi aegyeo-nya. Eunhyuk meneguk ludahnya dengan susah payah. Keringat dinginnya mulai muncul. Sungguh, ia sangat terpesona melihat Mira dalam ke adaan setengah sadar seperti ini.
Mira bangkit lalu memeluk leher Eunhyuk. Gadis itu benar-benar cari mati. Eunhyuk mati-matian menahan nafsunya agar tidak menyerang Mira detik ini juga.
“Mi—mira..sebaiknya kau tidur..” ucap Eunhyuk gugup setengah mati. Ia mencoba melepaskan pelukan Mira di lehernya.
“Shireo..ayo tidur bersamaku..” pintanya dengan nada manja. Kau benar-benar cari mati rupanya, Kim Mira.. batin Eunhyuk. Tindakan Mira ini lambat-laun bisa membangkitkan sisi ‘liar’ dalam dirinya.

Eunhyuk memberanikan diri menatap mata Mira yang benar-benar memohon padanya—karnea pengaruh dari alkohol. Eunhyuk akhirnya menyerah. Ia menatap serius pada manik mata Mira.
“Tapi kau jangan menyesal nanti..” ucapnya sambil membelai pipi Mira. gadis itu mengangguk pelan lalu menyandarkan kepalanya pada dada Eunhyuk.

Deg deg deg..

Eunhyuk menyadari jantungnya berdebar kencang. Apakah ia akan melanggar perjanjian itu malam ini? Entahlah…

Dengan perasaan gugup dan hasrat yang sudah lama ia simpan, Eunhyuk membaringkan perlahan Mira di atas tempat tidurnya. Lalu menyelimuti tubuh mereka berdua dengan selimut.
“Setelah ini, berjanjilah tidak akan pergi meninggalkanku..” ucap Eunhyuk sambil mendekap tubuh Mira. dalam keadaan antara sadar dan tidak, Mira mengangguk. ia balas memeluk Eunhyuk.
“I promise..” lirihnya.

Eunhyuk menarik ujung dagu Mira mendekat ke arahnya kemudian mencium bibir gadis itu dengan lembut. Tangannya semakin erat memeluk Mira sementara tangannya yang lain meraih remote dan dengan memencet salah satu tombolnya lampu kamar itu otomatis padam.

Tidak ada yang tahu apa yang terjadi di dalam sana.

—o0o—

Mira terjaga pagi itu. Ia menarik selimut karena merasakan udara dingin menyerang kulitnya. Matanya perlahan terbuka dan mengerjap beberapa kali menyesuaikan diri dengan sinar matahari yang mulai terang.
“Omoo…” ia terkesiap bangun lalu memandang sekeliling. Sejak kapan ia tertidur? Mira melirik jam. Ia lebih terkejut lagi ketika mengetahui waktu sudah menunjuk angka 10. Ya ampun.. ia ketiduran.. lalu siapa yang menyiapkan sarapan untuk Eunhyuk dan Taemin?

“Ah, eunhyuk Oppa!!”

Mira menoleh ke sampingnya. Tidak ada. Apa mungkin sudah berangkat ke kantor? Ia segera bangkit lalu membereskan tempat tidur yang entah kenapa kusut sekali. Apa ia banyak bergerak sewaktu tidur? em, mungkin saja. mira tidak terlalu merisaukannya. Lagipula tidak mungkin terjadi sesuatu. Buktinya pakaiannya masih utuh.

Setelah membersihkan diri, Mira kembali ke kamarnya di lantai bawah. Rupanya Taemin sudah tidak ada di sana. Ah, kembali lagi ke rutinitas biasanya. Membersihkan rumah.

Ddrrrttt drrrttt..

Ponselnya bergetar. Mira berhenti mengepel sejenak. ia melirik jam. Baru jam 1 siang. Siapa yang menelepon siang-siang begini???
“Yeoboseo..” ucapnya santai.
“Chagii..”
Aish..rupanya Eunhyuk yang menelepon. “ada apa?”
“Kau baik-baik saja kan?” tanyanya cemas. Namun Mira mendengar suara kikikan pelan di balik nada bicaranya yang khawatir.
“Iya. Tentu saja. kenapa memang?” Mira agak curiga.
Eunhyuk berdehem. “Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Bisakan kau bersiap-siap sekarang? Kunci semua pintu dan jendela sebelum pergi. aku tunggu di depan kantor.”
“Memang mau kemana?” mendengarnya Mira kian menaruh rasa curiga.
“Sudah turuti saja. dan…dandanlah yang cantik..” ucapnya dengan nada misterius. Setelah itu sambungan terputus. Mira mendengus. Lagi-lagi memerintah seenaknya. Mira segera menyelesaikannya lalu bersiap-siap menemui Eunhyuk dan rencana anehnya itu.

—o0o—

“Aish..kau benar-benar menepati ucapanku dengan tampil secantik ini.” Puji Eunhyuk saat Mira baru saja turun dari taksi. Seruannya itu berhasil membuat sebagian orang yang ada di sekitar mereka menoleh. Eunhyuk memang selalu mengagumi Mira seperti apapun. Dia selalu tampil cantik di matanya.
“Oppa..kau membuatku malu.” Lirih Mira sambil membenarkan posisi tas tangannya yang melorot. “Lagipula kita mau ke mana sih??”
“Ikut saja..” Eunhyuk menarik Mira masuk ke dalam mobilnya.

“Loh..kenapa kita ke bandara??” Mira heran karena sekarang mereka berhenti tepat di depan bandara Internasional Incheon. Eunhyuk mengeluarkan 2 koper dari dalam bagasi dan menyerahkan satu pada Mira.
“Mau apa lagi? Kita akan berlibur.”
“He? Berlibur???” tentu saja Mira kaget. Tanpa ada angin maupun hujan, mendadak saja Eunhyuk mengajaknya pergi ke bandara untuk berlibur???
“Kenapa Oppa tidak bilang sebelumnya..aku kan belum bersiap-siap..”
“tenang.. keperluanmu semuanya ada dikoper itu..” Eunhyuk melirik koper yang ada di tangan Mira sekarang.
“Kajja.. nanti kita ketinggalan pesawat..” Eunhyuk melenggang dengan tenang memasuki bandara. Mira segera mengejarnya.
“Tunggu dulu, Oppa.. aku masih tidak mengerti. Kenapa kita berlibur? Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu di kantor??”

Eunhyuk berhenti melangkah mendengar rentetan kalimat dari mulut Mira. ia menatap istrinya itu dengan ekspresi tenang.
“Karena kulihat kita berdua sama-sama butuh hiburan. Aku sudah cukup pusing dengan pekerjaan kantor yang tak ada habisnya dan kulihat kau juga tampak yah..butuh liburan. Jadi sekarang di sini lah kita..” jelas Eunhyuk dengan sabar.
Perlahan-lahan, setelah Mira mencerna dengan baik maksud Eunhyuk, ia tersanjung. Jadi Eunhyuk melakukan ini untuknya?
“Begitu.. baiklah, aku tidak akan protes lagi. Tapi, kita akan berlibur ke mana??”

Bukannya menjawab Eunhyuk justru menyerahkan 2 lembar tiket pesawat.
“Kita akan ke Jepang. Ke wilayah Kansai, tepatnya Osaka dan Kyoto.” Ucap Eunhyuk sambil tersenyum. Ia menunggu reaksi Mira. benar saja, awalnya gadis itu terkejut. tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
“Apa..Osaka..Kyoto..Jepang..KYAAAA—“ Mira memekik kencang sambil berjingkrak-jingkrak.. ia benar-benar bahagia. Tak di sangka ternyata impiannya selama ini bisa terwujud juga.
“Mi—mira, tenang..” Eunhyuk mencoba menenangkan Mira karena sekarang mereka mulai menjadi pusat perhatian.
“benarkah kita akan ke sana..oh my.. dari mana Oppa tahu aku ingin sekali pergi ke Jepang???” seru Mira dengan wajah berseri. Eunhyuk sungguh gembira melihatnya.
“Aku pikir, karena kau sangat menyukai masakan Jepang, mungkin tidak ada salahnya jika aku mengajakmu ke sana..”
“Tidak..Oppa tidak salah sama sekali. Kalau begitu, ayoo..” dengan semangat Mira menarik tangan Eunhyuk memasuki bandara. Diam-diam, tanpa sepengetahuan Mira, Eunhyuk tersenyum senang.

Apakah aku sudah berhasil meluluhkan hati Mira?

—o0o—

“Oppa.. sejak kapan kau menyiapkan ini?”

Eunhyuk menoleh. Sekarang mereka sedang ada di dalam pesawat. Perjalanan menuju Bandara Kansai cukup lama. tidak tanggung-tanggung, Eunhyuk membeli tiket untuk kelas eksekutif. Jadi mereka bisa duduk dengan tenang nyaman.

“Em..sekitar beberapa hari lalu..” akunya bohong. Padahal baru tadi malam ia meminta pegawainya memesan tiket penerbangan ke Jepang. Dan pagi tadi ia di bantu Taemin diam-diam menyiapkan akomodasi saat Mira masih tertidur.
“oh..” untungnya Mira percaya saja.

“Aku tidak pernah menyangka akhirnya bisa ke Jepang juga. Sudah hampir 5 tahun aku menabung untuk persiapan trip ke Jepang tapi tidak jadi karena uangnya terpakai untuk pengobatan Taemin—eh..” Mira buru-buru mengatupkan bibirnya. dalam hati ia mengumpat karena sudah kelepasan bicara.

Ucapan Mira membuat Eunhyuk terdiam sesaat. Tentu saja ia terkejut. bagaimana tidak, secara otomatis Mira sudah menjelaskan darimana sebenarnya uang 20jt won itu berasal.
Eunhyuk menatap Mira dengan wajah tercengang dan takjub. “Jadi..uang itu..bukan hasil dari ‘melayani’ tamu VVIP???” ucapnya pelan. Mira tak berani menatap Eunhyuk. Aish..ini kah rasanya saat ketahuan berbohong?? Tidak nyaman sedikitpun. Malah ada rasa gugup bercampur takut.
“Ya..kira-kira begitu..” jawab Mira kaku. Ia memilih menatapi awan yang berarak di luar sana.
“Aaa—sudah kuduga Mira-ku memang gadis baiikkk!!” seru Eunhyuk refleks memeluk Mira. gadis itu sampai membelalakkan matanya. lee Hyuk Jae..siapa suruh kau memelukku! Geram Mira dalam hati.
“Aish..lepaskan Oppa..” Mira memberontak dalam dekapan Eunhyuk.
“Tidak mau..” namja itu malah mengeratkan pelukannya hingga akhirnya Mira menyerah dan memilih diam. Tangan Eunhyuk mengusap-usap rambut panjang Mira dengan lembut.
“Aku sudah tahu kau adalah gadis baik..jadi jangan coba berbohong padaku lagi..” bisiknya pelan. Tidak ada yang bisa Mira lakukan. Bagaimana lagi, ia sudah terlanjur ketahuan. Mira hanya menggembungkan pipinya.

“Ngomong-ngomong.. menabung hingga 20 jt won hanya untuk ke Jepang???” tiba-tiba Eunhyuk mengalihkan pembicaraan. Ia berhenti memeluk Mira.
“Aku berencana mendaki gunung Fuji dan tinggal di Jepang.” Aku Mira. entah kenapa ia bisa bicara sejujur ini. Padahal pada Ryeowook saja ia tidak bisa mengatakannya.
“Nde..tinggal di Jepang? Fuuhh—untung tidak jadi..” Eunhyuk menghela napas lega.
“wae???”
“Karena jika kau jadi, aku mana bisa menikah denganmu.”

Blusshh..

Wajah Mira merona seketika. Ya ampun, hanya karena Eunhyuk mengatakan itu mengapa ia merasa wajahnya memanas seperti ini???
“Dan kau tidak akan menjadi manusia gunung nantinya..” Lanjut Eunhyuk mengacaukan suasana. Namja itu terkekeh senang. Mira langsung mencubit lengannya.
“awww—“
“rasakan!! Siapa suruh menghina cita-citaku!” dengus Mira. ia bersedekap diam.
“Aku kan hanya bercanda Mira sayang..” rajuknya mencoba merayu.
“Jangan merayuku!!!”

—o0o—

“Kyoto..I’m here!!” teriak Mira begitu mereka turun dari shinkansen di Station JR Kyoto.
“Jangan teriak begitu sayang.. orang-orang memperhatikan kita..” ucap Eunhyuk sampai geleng-geleng kepala. Bukan jengkel yang ia rasakan, tapi senang. Ia bahagia karena bisa melihat Mira sesenang ini.

Mira merenggangkan tubuhnya. Ia menghirup udara Kyoto yang sejuk.
“Kau tahu Oppa, Kyoto adalah ‘kampung halaman’ bagi seluruh warga Jepang.” Lirih Mira sambil menutup matanya menikmati angin yang membelai kulit.
“aku tahu. hari sudah hampir malam. sebaiknya kita bergegas ke hotel” ucap Eunhyuk. Ia segera menyetop taksi.

@Mume Hotel

“Selamat datang, Tuan, Nyonya. Apa anda sudah melakukan reservasi sebelumnya?” tanya resepsionis hotel itu ramah dalam bahasa Inggris.
“Reservasi atas nama Lee Hyuk Jae dari Korea.” Jawab Eunhyuk lebih dulu. resepsionis itu memeriksa daftar pesanan kamar dan menemukan nama Eunhyuk.
“Anda memesan kamar untuk paket bulan madu? Benar?” tanya resepsionis itu. Eunhyuk kelabakan tak jelas sementara Mira tercengang.
“Tunggu, Honeymoon??” Mira menoleh pada Eunhyuk meminta jawaban segera. Namja itu menggaruk kepalanya tak jelas.
“Err.. itu. Hanya sekedar yah..tidak penting lah..” sial! Bagaimana menjelaskannya.. lagipula ia meminta pegawainya memesan kamar biasa..kenapa malah memesan paket untuk bulan madu?? Ia dikerjai!

“sudahlah, kita pakai saja. aku sudah lelah.” Eunhyuk memasang tampang memelasnya. Seketika Mira luluh karena tidak tega. Ia kembali menoleh pada resepsionis yang sejak tadi menatap mereka bingung.
“Iya. Benar..” ucap Mira tertahan.. kalau bukan tempat umum mungkin ia sudah mengomel.
“baiklah, ini kunci kamar Anda. Selamat malam..” ucapnya lalu membungkukkan badan—kebiasaan kebanyakan orang Jepang.
“Arigatou..” Mira balas membungkukkan badan. Eunhyuk lebih dulu menyambar kunci berbentuk kartu itu sebelum Mira memilih melakukan tindakan gila seperti membuangnya ke tempat sampah.. ia segera menarik koper lalu berjalan pergi mendahului Mira.

Mira memperhatikan punggung suaminya dengan tatapan curiga. Aish.. jangan-jangan Eunhyuk sudah merencanakan sesuatu..

To be continued…

72 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 11)

  1. akhirnya kebongkar juga uang 20 juta won itu drimana
    dan aigooo mira baik banget berarti ya ngerelain tabungannya buat biaya taemin
    kira” eunhyuk pnya maksud apa ya ???
    hihi penasaran😀
    next

  2. Suamiku daebak iiihhh bisa menahan diri ^^
    Wkwkwk di kerjain sama sekertaris sendiri suami gue#plak
    akhirnya? terjawab sudah uang 20 juta won

  3. Masa iya mira gk bisa cium bau wine itu sprti apa, apa lgi dgn kadar alkohol tinggi pasti cukup menyengat baunya. Mungkin mira terlalu haus kali yach(?) huhaha,., kirain tdi hyuk mau bawa mira ke paris, t’nyata di bawa ke jepang,.,

  4. btw eonn sejauh ini kok belum ada tindakan dari kim byung hee sama hyoyeon sih?
    bukannya mereka kek dendam banget sama mira?

  5. Akhirnya ketauan juga uang 20jt won itu dari mana ternyata dari tabungannya Mira. Cie-cie yg lagi honeymoon happy ya semoga gak ada gangguan.
    Cus ah ke part selanjutnya.

  6. Masih penasaran masa ? Apa Eunhyuk jadi melakukan itu kepada Mira,tapi kalo iya kenapa Mira masih memakai baju lengkap ? Atau jangan” setelah melakukan itu,Eunhyuk oppa langsung memakaikan kembali pakain Mira :v kalo emang begitu tapi kenapa Mira kg berasa apa” ya :3

  7. Apa Mira gk nyadar Hyuk udh nglakuin itu ke Mira,, ap dy gk krasa ya bdannya sakit atau gmn gtu?? Kliatannya biasa aja hehehehe

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s