Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 9)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 9
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Eunhyuk a.k.a Lee Hyukjae

Support Cast :

  • Find by yourself

Masih betah kan baca FF ini? Maaf ya kalau author lebih fokus nyeritain Eunhyuknya daripada kasus Taeminnya *namanya juga Eunhyuk’s Story, kalau mau Taemin doang ntar aja tunggu Taemin’s Story^_^*
Perlahan-lahan kasus ini bakal terungkap kok meskipun di akhir-akhir. Jadi tetep ikutin yah. kalau ini udah selesai kita lanjut ke Siwon’s Story ^_^

Maaf kalau seandainya masih banyak typo yang membuat reader-deul ‘kagok’ waktu bacanya *bow*

Happy Reading ^_^

Shady Girl Eunhyuk's Story by Dha Khanzaki5

—o0o—

“Ah, aku lupa beli detergen!!” Mira kembali mendorong troli yang sudah terisi penuh oleh keperluan rumah ke arah rak berisi berbagai macam merek detergen. Ia sedang menimbang-nimbang ingin membeli yang mana saat ponselnya berdering.

“Yeoboseo..” Mira mengangkatnya tanpa melihat lebih dulu siapa yang menelepon.
“Chagiii..”
Eh..suara cempreng siapa ini yang lancang memanggilnya chagi? So mesra sekali. Mira melirik layar ponsel. Ia mendesah, ternyata suaminya toh..
“Iya, Oppa..” ucapnya sambil memutar bola mata.
“Bisakah kau datang ke kantorku? Ada yang ingin kubicarakan.” Ucapnya semangat. Mira menaikkan alisnya.
“Kenapa tidak bicara di telepon saja? aku sedang sibuk.”
“Sibuk???? Nyonya Lee, sudah kubilang kan jangan mengerjakan apapun. Rumah terlalu besar untuk kau bereskan seorang diri!! Aku tidak mau mendengar penolakan, pokoknya kau harus datang. Mengerti!“
“tapi—“ tuuuutttt…

Mira menatap ponselnya jengkel. “Mentang-mentang dia suamiku jadi bisa seenaknya??? Huuh.. dia pikir aku melakukan ini semua untuk siapa..” keluhnya. Namun tak ada alasan mengelak, Mira segera mendorong troli belanjaannya ke arah kasir dan membayarnya. Setelah itu bergegas menuju kantor suaminya. namun langkahnya terhenti. Mira menatapi penampilannya sendiri dari pantulan kaca super market.
“Huh, aku harus ganti baju dulu.” gumamnya lemas.

—o0o—

@ SJ Group Head Office

Mira turun dari taksi membawa 2 kantong belanjaan yang cukup besar. saat akan memasuki kantor, ia ditahan oleh security yang berjaga di depan pintu masuk.
“Maaf nona, kami harus memeriksa barang bawaan Anda dulu” ucap salah satu security langsung memindai seluruh tubuh Mira dengan alat pendeteksi logam. Huh, aku bukan teroris! Memang penampilanku tampak mencurigakan ya? Keluh Mira dalam hati. Dan ia mencoba bersabar.
“Silakan, nona.” Ucapnya setelah yakin Mira tidak membawa senjata api atau semacamnya.

Wajar saja pengamanan gedung ini begitu ketat. Mengingat SJ Group adalah perusahaan besar dan sangat berpengaruh bagi perekonomian Korea.

“Em, di mana ruangan Tuan Lee Hyuk Jae?” tanya Mira seramah mungkin pada resepsionis di depan lobi.
“Ada di lantai 9, nona.”
“Ah, terima kasih..tapi..” Mira menatap resepsionis di hadapannya dengan wajah memelas.
“Ya, ada yang bisa dibantu nona?”
“Apa aku bisa titip ini sebentar??” Mira menyerahkan 2 kantong belanjaan yang dibawanya. Tanpa menunggu persetujuan resepsionis itu, Mira segera berlari pergi dan menghilang setelah masuk lift.

—o0o—

Mira merapikan penampilannya sendiri di dalam lift. Rambutnya yang berantakan ia rapikan, bajunya yang sedikit kusut pun ia rapikan. Ia tidak boleh membuat Lee Hyuk Jae malu di depan para pegawainya.

Ting..

Lift terbuka padahal belum mencapai lantai 9. Ada 2 orang pria masuk ke dalam lift. Mira terpaksa menggeser dirinya.

Mira merasa 2 orang pria di sampingya seperti menatapnya sejak tadi. Mira memberanikan diri melirik. Pria-pria itu langsung memalingkan wajahnya.
“Ehm.. nona.. apa kau artis baru yang akan tampil di SJ Tv?” tanya salah satunya. Mira memandangi dirinya sendiri. Memang ia terlihat seperti artis?
“Maaf, tuan. Tapi bukan.” Ucap Mira. Setelah pintu lift terbuka di lantai sembilan, Mira segera berjalan keluar sebelum ditanyai macam-macam lagi. Sepanjang ia berjalan menuju ruangan suaminya pun beberapa pegawai kantor sempat menatapnya. Entah dengan pandangan seperti apa.
“fuuuhh.. ada apa sih dengan pegawai kantor ini? Mengapa mereka menatapku seperti itu?” jengkelnya.

Begitu sampai di depan ruangan suaminya, Mira segera masuk. ia sudah tidak nyaman terus ditatap dengan pandangan aneh orang-orang. Ia segera menghampiri seorang yeoja yang sedang duduk di balik mejanya. Mira yakin itu adalah sekretaris Eunhyuk.
“Maaf, Tuan Lee Hyuk Jae—“
“Yeobo..”
Ucapan Mira terpotong oleh seruan Eunhyuk. Mira menoleh. Ia melihat Eunhyuk berdiri di ambang pintu ruang kerjanya.
Buru-buru Mira menghampirinya. “Oppa, sebenarnya ada masalah apa? Aku sampai kemari..”
“kenapa baru datang?” ucap Eunhyuk sok mesra. Ia mengecup pelipis Mira sekilas lalu menariknya masuk. Mira kebingungan menghadapi sikap berlebihan Eunhyuk.
“Ada yang ingin bertemu denganmu.” Bisik Eunhyuk. Sebelum Mira menjawab, terdengar seruan seseorang.
“Oh, kau pasti Nyonya Lee..”

Mira tertoleh pada sosok pria memakai jas resmi yang di apit oleh 2 orang bodyguard di belakangnya.
“Dia Kim Byung Hee, walikota.” Ucap Eunhyuk menyadari kebingungan Mira.
“Ah, aku Kim Mira.” Ucap Mira sambil menjabat tangan Kim Byung Hee.
“Senang bertemu denganmu. Dan selamat atas pernikahanmu.”
“Terima kasih, Tuan.” Mira tersenyum kikuk. Ia bingung harus bersikap seperti apa saat menghadapi kolega suaminya. Mira melirik 2 bodyguard di belakang Kim Byung Hee. Kenapa rasanya Mira mengenal salah satu dari mereka? Tapi mungkin hanya perasaannya. Mira buru-buru menepis pikirannya sendiri.

Orang yang ditatap Mira itu menyadari ada yang aneh. Seketika ia terkesiap lalu berbisik pada Kim Byung Hee.
“Tuan, gadis itu..” bisiknya. Meskipun hanya berupa isyarat, Kim Byung Hee segera mengerti.
“Ah, ternyata benar dugaanku..” balasnya berbisik juga. Ia buru-buru berdehem.

“Tuan Lee, sepertinya makan kita harus di tunda lain waktu. Aku ada acara setelah ini. Mohon maaf sekali.” Sesal Kim Byung Hee. Matanya diam-diam mengamati gadis yang sudah menjadi incarannya sejak pertama kali melihat di pernikahan kemarin.
“Oh, tidak apa-apa. Masih ada lain hari.” ucap Eunhyuk. Ia mengantar Kim Byung Hee hingga ke depan ruangannya setelah itu kembali masuk.

—o0o—

“Kau yakin dia gadis yang menolong Taemin?” tanya Kim Byung Hee serius saat berjalan menuju lift.
“saya yakin seratus persen, tuan. Tapi sepertinya dia tidak menyadari tadi.” Ucap salah satu bodyguardnya. Kim Byung Hee memasang wajah sinis. Sebenarnya kedatangannya kemari memang ingin memastikan kabar yang ia terima dari bawahannya. Bahwa wanita yang dinikai oleh Lee Hyuk Jae adalah wanita berbahaya yang sudah menolong saksi utama.
“Awasi dia terus. Jika dia menunjukkan gerak-gerik mencurigakan yang bisa membahayakan kita, tangkap dia.” Ucapnya.
“baik, Tuan”

—o0o—

“Oppa memintaku kemari hanya untuk menerima ucapan selamat??” tanya Mira buru-buru begitu Eunhyuk menutup pintu ruang kerjanya. Eunhyuk ingin balas ucapan Mira namun terhenti saat ia melihat wajah Mira tampak kusut dan ada keringat mengalir di sekitar pelipisnya.
“Kau berlari dari rumah kemari?” tanya Eunhyuk heran. Ia mengeluarkan sapu tangan dari jasnya.
“Mau apa???” Mira memasang posisi waspada saat Eunhyuk mulai mendekat. Eunhyuk tidak peduli dengan sikapnya malah menarik tangan Mira agar mendekat.
“Jangan curiga dulu. aku ingin mengusap keringatmu.” Eunhyuk mengelap keringat di sekitar wajah Mira dengan lembut.
“Huh, bikin kaget saja.” desis Mira jengkel sekaligus lega. Ia masih takut Eunhyuk akan menciumnya mendadak seperti tadi pagi. Tidak hanya melanggar perjanjian, tapi juga bisa membuat perasaannya kacau balau secara bersamaan.
“Wae? kau takut aku menciummu lagi?” tanya Eunhyuk lebih dulu setelah selesai mengusap keringat di wajah Mira.
“Bukan begitu—-“
“Sssttt..” potong Eunhyuk buru-buru membungkam mulut Mira dengan telunjuknya—lagi.
“Aku lapar. Kau temani aku makan siang. Oke.” Eunhyuk menarik tangan Mira keluar dari ruang kerja. Ia berpamitan pada sekretarisnya bahwa ia akan pergi makan siang.

“dia sekretarismu?” tanya Mira memecah keheningan saat mereka berjalan menuju lift. Sebenarnya Mira canggung sekali berjalan berdampingan dengan Eunhyuk. Apalagi dengan saling bergandengan tangan. Eh, ralat! Tangan digandeng begini. Orang-orang yang berpapasan dengan mereka tampak berbisik. Membuat Mira tidak nyaman.
“Siapa? Dana? Iya” mendadak saja Eunhyuk menghentikan langkahnya. Ia menatap Mira seakan baru menyadari sesuatu. Matanya menyipit.
“ah, jangan bilang kau cemburu?” tanyanya seperti detektif menanyai pelaku pembunuhan. Tubuh gadis itu kaku.
“ Tenang saja, tidak ada apa-apa di antara kami berdua.” lanjut Eunhyuk membuat Mira melemasan kembali tubuhnya yang sempat membeku tadi.

Mira ingin sekali menjitak kepala Eunhyuk atas kenarsisannya yang berlebih itu. Ia kan hanya bertanya.
“aku tidak cemburu.” dengus Mira melangkah lebih dulu ke dalam lift saat pintunya terbuka. Eunhyuk tersenyum tipis. Di dalam lift sudah ada beberapa orang dan mereka tampak menundukkan kepalanya melihat Eunhyuk. Bahkan ada yang inisiatif memberikan ruang untuknya. Eunhyuk membalasnya dengan senyuman. Ia kemudian melirik Mira yang tampak kesal.
“Jika kau marah, itu artinya kau benar-benar cemburu.” Bisik Eunhyuk. Mira meliriknya tajam. Huh, lebih baik di diamkan saja. percuma berdebat.

“Huh, kenapa panas sekali. Pasti karena ruangannya penuh orang” lirih Mira sambil mengipasi dirinya. Ia lalu menyampirkan rambut panjangnya ke bahu kanan. Hingga bahu kirinya yang memakai baju tanpa lengan itu terekspos jelas. Beberapa pria di belakang Mira sampai berbisik-bisik penuh minat melihatnya. Eunhyuk yang menyaksikannya entah kenapa menggeram sendiri. Aish, jangan bilang ia sedang cemburu sekarang. Bagaimanapun Mira adalah istrinya. Tak sepantasnya orang lain bebas menikmati sesuatu yang seharusnya hanya untuknya.

Eunhyuk mengulurkan tangannya merangkul bahu Mira dan menariknya mendekat. Ia melirik tajam pada beberapa pria yang dengan nakal memperhatikan istrinya tadi. Mereka langsung ciut di pelototi oleh sang atasan dan segera menundukkan kepalanya, takut.
“Oppa!!” Mira tidak nyaman dengan tingkah eunhyuk sekarang. Apa dia tidak malu berbuat begini di depan banyak pegawainya?
“biarkan saja. siapa suruh lancang menatap istri orang.” Ucap Eunhyuk enteng. “Pokoknya jangan jauh-jauh dariku!! Mengerti!!” titahnya seperti diktator saja. mira mendengus lagi. Apa boleh buat. Ia harus menuruti semua perkataannya.

Ting..

Pintu lift terbuka. Eunhyuk menariknya keluar buru-buru. ia benar-benar sudah lapar. Ia ingin segera makan..

“ssst.. siapa yang bersama dengan presdir?”
“Bukankah itu istrinya?”
“Oh, jadi dia..”
“Hmm..pantas presdir bersedia menikah dengannya. Dia cantik..”
“Gadis itu pasti sudah menggoda presdir”
“Iya. tapi lihat gayanya. Berlebihan.”

Mira menundukkan kepalanya mendengar bisikan-bisikan dari beberapa pegawai yang mereka lewati. Ia menyesal sudah datang. Padahal tadi dirinya menyempatkan diri untuk membeli baju baru tapi tetap saja di cemooh. Mira mencoba menarik tangannya namun Eunhyuk malah mengeratkan genggamannya.
“Jangan dengarkan mereka. Anggap saja angin lalu.” Ucap Eunhyuk. Mira mengerjap. Omo, apa eunhyuk juga mendengar bisikan pegawainya tadi? Aish.. dia pasti sangat malu. Mira mengutuk dirinya sendiri karena sudah membuat Eunhyuk kehilangan wibawanya di hadapan pegawainya sendiri. Mira melirik diam-diam ke arah wajah Eunhyuk di sebelahnya. Aigoo..kenapa ekspresinya tampak marah begitu? Benar bukan.. dia pasti kesal karena Mira sudah mempermalukannya.

“tunggu!” cegah Mira saat mereka akan keluar dari gedung. Tak menghiraukan tatapan bingung Eunhyuk, Mira segera berlari menuju resepsionis untuk mengambil belanjaan yang ia beli tadi.
“Apa itu???” Eunhyuk tercengang melihat Mira membawa 2 jinjingan besar. Mira tidak menjawab. Ia langsung memasukkan barang belanjaannya ke dalam bagasi mobil Eunhyuk yang sudah terparkir di depan gedung.

“Katakan, apa itu tadi??” cecar Eunhyuk karena rasa penasarannya belum terjawab. Mira menolehkan kepalanya pada namja yang sudah duduk di balik kemudi itu. Ia menghela napas sebelum menjawabnya.
“Itu, keperluan rumah yang kubeli untuk satu bulan ke depan.” Ucapnya mencoba sebiasa mungkin dan bersiap-siap mendapatkan amukan dari Eunhyuk.
Yang ada Eunhyuk malah memelototkan matanya. “Mwo?? Sebanyak itu??? Kau..” Eunhyuk menunjuk Mira, dia membuka mulutnya untuk mengucapkan sesuatu namun dipotong oleh Mira.
“Aku tahu. aku salah lagi kan. Baik, aku minta maaf.” Mira menundukkan kepalanya.
“Bukan!” bentak Eunhyuk kesal. Ia bergantian menunjuk Mira dan belanjaan yang diletakkan di bagasi mobilnya.
“Kau belanja pakai uang dari mana?! Aku kan belum memberimu..” ucapnya dengan nada tinggi. Mira memutar bola matanya,
“Tentu saja dengan uangku, Oppa. Lalu uang siapa lagi..”

Eunhyuk mencengkram erat kemudi di hadapannya. Ingin rasanya ia mencubit pipi Mira.
“Siapa suruh kau belanja menggunakan uangmu!!!” teriak Eunhyuk membuat Mira kaget setengah mati.
“Memang salah ya?” tanya Mira takut. Dibentak begini siapa yang tidak kaget.
“SALAH!” bentaknya lagi. “Sudah kubilang aku tidak suka berhutang. Lagipula biaya untuk keperluan rumah itu tanggung jawabku!! Kenapa kau seenaknya menggunakan uangmu lagi??? Aishhhh.!!!” Eunhyuk mengacak-acak rambutnya kesal. Ia benar-benar tidak mengerti bagaimana jalan pikiran Mira. Sudah cukup ia berhutang 20 juta won pada Mira. Eunhyuk tidak mau hal itu terulang kembali.
“Lalu aku harus bagaimana?”
“Mana struk belanjamu? Biar aku ganti uangnya!” Eunhyuk benar-benar tidak ingin Mira membuang-buang uang untuk keperluan hidup mereka. Biar dirinya saja yang menanggung semua biaya hidup mereka berdua dan keluarganya.

Menghadapi sifat Eunhyuk yang sulit ditebak, Mira jadi jengkel. Ia lantas mengeluarkan struk belanja di supermarket tadi pada Eunhyuk.
“Nih! Kau puas Tuan Lee..” ucap Mira dengan nada sinis. Eunhyuk tersenyum lalu mengelus kepala Mira.
“Bagus, anak manis. Lain kali jangan diulangi lagi, oke. Jika kau butuh uang, jangan ragu untuk memintanya padaku. Karena kau sudah menjadi tanggung jawabku sekarang, maka seluruh biaya hidupmu aku yang menanggungnya.” Ucap Eunhyuk lembut. Tak ada komentar dari mulut Mira, ia duduk bersedekap dan melayangkan pandangannya ke arah luar jendela.

Eunhyuk sadar sikapnya tadi sedikit berlebihan. Lantas ia mengulurkan tangannya untuk mengusap kepala Mira lagi.
“Maaf. Apa ucapanku tadi terlalu kasar?”
“Tidak. Aku sudah terbiasa dibentak.” Ucap Mira dengan nada tajam dan tidak menatap Eunhyuk.
Sepertinya aku melakukan kesalahan lagi. Batinnya. Namja itu mengalihkan perhatiannya pada baju yang dipakai Mira. Sebuah mini dress dengan model tali spageti berwarna putih.
“Em, lain kali kalau ingin ke kantorku jangan mengenakan pakaian ini lagi.” Ucap Eunhyuk membuat Mira menolehkan pandangannya kali ini.
Ekspresi namja itu serius. Ah, Mira tahu kenapa.
“baik. Maaf sudah membuatmu malu di hadapan para pegawaimu..” nada bicaranya kini lebih rendah dan penuh penyesalan. Omo..bukan itu maksudnya.. pikir Eunhyuk. Ia yakin Mira sudah salah paham.
“Bukan..” ralat Eunhyuk. “Aku tidak suka melihat pegawai namja tadi menatapmu seperti singa lapar yang baru menemukan daging segar. Aku tidak suka. Lagipula kenapa baju ini? Apa kau tidak memiliki baju lain yang lebih tertutup?”
Mira mendelik sebal. Mulai lagi sifat cerewetnya kambuh.
“Banyak. Tapi semuanya tidak cocok jika kupakai kemari. Bisa-bisa…” Mira menghentikan kalimatnya. “aku malah lebih mempermalukanmu..aku bahkan sampai membeli baju ini dulu sebelum kemari.” cicitnya hampir tak terdengar. Namun bukan berarti Eunhyuk tidak mendengarnya. Ia bahkan seolah tersadarkan begitu mendengar Mira mengucapkan kalimat tadi.

Astaga.. itu artinya, Mira berdandan begini agar tidak membuatnya malu?

“Ah..aku lupa, bukankah aku belum pernah membelikanmu baju baru..” Eunhyuk mengerjap. Kemana saja ia selama ini? Sejak memutuskan menikah dulu hingga detik ini, Eunhyuk belum pernah membelikan Mira apapun. Ah, suami macam apa. Bahkan memberinya uang saja tidak.
Mira menoleh panik.
“Bu—bukan begitu maksudku”
“ssstttt..” Eunhyuk mengangkat tangannya meminta Mira berhenti mengoceh. “Kita beli baju untukmu dulu, setelah itu kita cari makan” putusnya sambil menggerakkan mobilnya. Meskipun Mira sudah menolak berkali-kali pun tetap saja jika seorang Lee Hyuk Jae sudah memutuskan, tak ada yang bisa menghalanginya.

Sepanjang perjalanan, Mira tidak henti-hentinya merutuk dalam hati. Bagaimana ini, ia tidak mau dibilang memanfaatkan kekayaan suaminya—seperti yang dibilang Umma waktu itu.

—o0o—

“Pilihkan baju untuk istriku. Jangan terlalu mewah tapi tetap menampilkan sisi anggunnya.” Ucap Eunhyuk pada pegawai di butik langganannya. Mira merengut pasrah saat dirinya di tuntun oleh pegawai itu untuk mencoba beberapa model baju sementara Eunhyuk tersenyum mengamatinya dari jauh.

Berkali-kali ia dibuat termangu ketika melihat Mira keluar dari bilik ganti menggunakan busana yang dipilihkannya. Ah, benar-benar cantik. Pikirnya. Seperti saat ia pertama kali menatap wajah Mira di rumah sakit dulu.

Setelah membeli beberapa baju, tas, dan sepatu, Mira pikir mereka akan langsung pulang. Ternyata Eunhyuk mengajaknya mampir ke toko perhiasan.
“Oppa, sekarang mau apa lagi???” tanya Mira agak kaget.
“Membelikanmu aksesori.” Jawabnya enteng. Pegawai toko membelikan sapaan hangat pada mereka berdua.
“Apa ada anting-anting yang cocok untuk istriku ini??” tanya Eunhyuk dengan senyum andalannya. Pegawai toko itu sempat tersipu dan memberikan rekomendasi beberapa pasang anting yang modelnya indah.
“Kau suka yang mana?” tanya Eunhyuk. Mira menggeleng keras. Bukannya tidak suka. Tapi semua ini terlalu mewah dan mahal. Ia tidak mau membuat Eunhyuk mengeluarkan banyak uang hanya untuk memberikannya aksesori mahal seperti ini.
“Tidak suka semuanya? Aigoo, istriku memiliki selera tinggi rupanya.” Eunhyuk malah salah menanggapi reaksi Mira. Ia meminta pegawai toko itu memperlihatkan koleksi perhiasan yang lain.
“Bukan itu maksudku Oppa…” ucap Mira setengah merengek. “Sebaiknya kita pergi saja.” pintanya. Eunhyuk tersenyum manis sambil mencubit pipi Mira.
“Baiklah..”

Di kira Eunhyuk paham. Ternyata akhirnya ia tetap membelikan satu set perhiasan untuk Mira.

Dalam mobil, Mira tidak sanggup melirik kantong belanjanya hari ini bersama Eunhyuk. Ia tidak bisa membayangkan berapa banyak uang yang sudah Eunhyuk keluarkan hari ini.
Umma benar-benar akan menganggapku memanfaatkan harta suami jika melihat ini semua..batinnya.

“Sekarang kita cari makan” suara Eunhyuk membuyarkan lamunannya.
“Kau ingin makan di mana?” tanyanya. Eunhyuk melirik restoran yang mereka lewati sepanjang perjalanan.
“Bagaimana kalau restoran Perancis?” tawar Eunhyuk. Eh, Mira menggeleng cepat. Jangan. Di sana harga masakannya mahal.
“Kau tidak suka juga? Hmm..padahal Hyo Yeon suka sekali.” Gumam Eunhyuk tanpa sadar. Ia buru-buru meralat ucapannya saat melihat Mira menatapnya dengan ekspresi aneh.
“Apa kau punya rekomendasi?”
Mira tersenyum manis. “Bagaimana kalau restoran Jepang?”

—o0o—

“Tak kusangka seorang Kim Mira menyukai masakan Jepang.” Ucap Eunhyuk saat melihat Mira begitu menikmati Sukiyaki di tengah meja mereka. Sedangkan ia hanya menikmati satu porsi yakisoba dan sushi.
Mira meneguk teh hijaunya. “Ini lebih enak dibandingkan masakan Perancis..” ucapnya dengan wajah berseri. Mendadak saja Eunhyuk terdiam. Ia memperhatikan pipi mulus Mira yang tampak merona dan menggembung karena mulutnya penuh dengan makanan.
“Loh, kenapa Oppa tidak makan?” Mira heran saat melihat makanan di hadapan Eunhyuk masih utuh. Bukannya menjawab, Eunhyuk malah tersenyum aneh seraya menatap Mira intens.
“Kim Mira, boleh aku menciummu?” tanyanya sukses membuat Mira tersedak.
“Ya!!”

Teriakan Mira membuat sebagian tamu di restoran itu menoleh. Menyadari dirinya menjadi pusat perhatian, Mira memelankan suaranya.
“Apa maksudnya itu!!” bentaknya tertahan.
“Habis, kamu terlihat menggemaskan. Aku kan jadi..”

Kreeekkk..

Eunhyuk menghentikan ucapannya begitu mendengar ada suara seperti kayu yang remuk atau pun patah. Matanya teralih pada sumpit yang dipegang Mira. Omoooo…Eunhyuk membulatkan matanya. sumpit yang ada di tangan gadis itu sudah patah menjadi 2 bagian. Perhatiannya teralih pada wajah Mira yang menggeram—menahan emosi.
“E—eh..aku hanya bercanda tadi.. jangan dianggap serius..” Eunhyuk berusaha mengalihkan amarah Mira dengan mengganti sumpit yang patah itu dengan yang baru.
“Ayo, kita lanjutkan makan.” Daripada melihat Mira mengamuk, lebih baik ia memakan yakisoba yang sudah dingin.

Mira menghembuskan napasnya. Sebenarnya ia bukan bermaksud menakuti Eunhyuk dengan tindakannya tadi. Itu spontan terjadi karena ia gugup dan takut. Saat Eunhyuk mengatakan ingin menciumnya tadi, mendadak saja jantungnya berhenti berdetak. Dan untuk menghilangkan kegugupannya itu, tanpa sengaja Mira malah membentak dan mengancamnya..

Diam-diam Eunhyuk memperhatikan Mira yang kembali melanjutkan makannya. Sekarang ia yang lega. Keringat dingin sampai detik ini masih mengalir di pelipisnya. Jujur saja ia masih takut dengan reaksi Mira. Baru kali ini ia melihat yeoja bereaksi seperti itu saat ia mengatakan kalimat yang seharusnya romantis itu. Padahal biasanya yeoja akan tersipu malu dan menunjukkan sikap manis. Dan justru sikap Mira tadi menimbulkan desiran aneh di hatinya.

Sepertinya, Mira memang berbeda dengan gadis pada umumnya.

—o0o—

“Kau sedang apa lagi??”

Eunhyuk bingung, malam-malam begini apa yang dilakukan Mira? Gadis itu masih sibuk di dapur. Entah melakukan apa.
“Kau tidak perlu memasak makan malam. aku masih kenyang ko.” Eunhyuk menghampirinya. Langkah nya terhenti. Ia melihat Mira sedang sibuk menata belanjaannya tadi ke dalam kulkas.
“Bukankah itu bisa kau lakukan besok?” ucap Eunhyuk lagi. Mira menoleh.
“Jangan khawatirkan aku. Oppa tidur saja. bukankah besok Oppa ada jadwal kerja?” jawabnya santai. Eunhyuk menyandarkan dirinya pada meja makan, dari situ ia memperhatikan Mira yang masih ‘khusyuk’ dengan kegiatannya. Melihatnya Eunhyuk jadi berpikir. Mungkin Mira sudah terbiasa melakukan ini semua di rumah paman dan bibinya dulu. lihat saja, ia tidak canggung sama sekali. Jika seandainya ia menikah dengan Hyo Yeon, apa gadis itu akan melakukan semua yang Mira lakukan hari ini? Sepertinya belum tentu.

“Hei..” tanpa sadar Eunhyuk memanggil Mira. Gadis itu menoleh.
“Ya?”
“Bukankah sudah kubilang jangan membuat dirimu seperti pembantu di sini. Sudah, sekarang pergi tidur saja.”

Mira menutup pintu kulkas setelah menyelesaikan kegiatannya. Ia lalu beranjak menuju tempat cuci piring. Eunhyuk jengkel karena sepertinya Mira tidak mendengarkan perkataannya. Sekarang dia malah sibuk mencuci piring.
“Aku tidak menjadikan diri sendiri pembantu, Oppa. Kenapa kau ini tidak mengerti.” Ucap Mira. Eunhyuk melipat kedua tangannya, tidak mengerti.
“Aku tidak mengerti.” Tanggapnya dengan kening mengerut.
“Mungkin Oppa terbiasa menghadapi gadis yang senang bermanja-manja padamu” ucap Mira dan kalimat itu sukses membuat Eunhyuk bungkam. Ia seratus persen benar.
“Tapi aku tidak seperti mereka. Kau tahu kenapa, Oppa?”
Eunhyuk menatap punggung Mira dengan ragu. “Molla”
“Karena aku istrimu” jawabnya singkat. Eunhyuk mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia paham sedikit meskipun tidak sepenuhnya mengerti. Ia menatap Mira kembali. Benar..Mira itu adalah istrinya. Sudah sewajarnya mengabdi seperti ini padanya.
“Aku melakukan pekerjaan seperti ini karena aku ini istrimu, Oppa. Tugasku adalah mengatur keperluan rumah tangga kita. Menyiapkanmu sarapan, melakukan pekerjaan rumah tangga dan…em..” Mira terdiam sejenak saat ia memikirkan tentang ‘pelayanan’ lain yang seharusnya ia lakukan sebagai seorang istri “jadi Oppa tidak perlu sungkan dengan semua yang kulakukan. Aku tidak keberatan sediki—“ aliran kata-kata Mira terhenti bersamaan dengan sepasang tangan hangat melingkari pinggangnya.

Tubuhnya kaku. Tak bergerak sedikitpun. Ditambah lagi jantungnya berdebar begitu kencang. Ia bahkan tidak berani menolehkan kepalanya karena ia tahu siapa yang melakukan ini.
“Gomawo..”
Mira merinding begitu merasakan bisikan Eunhyuk tepat di telinganya. Bukan hanya itu, deru napasnya yang hangat pun terasa membelai tengkuknya.
“aku sangat tersanjung dengan ucapanmu tadi. Maaf sudah menyusahkanmu dengan kata-kataku sebelumnya..” suara Eunhyuk begitu pelan dan lembut, membuat Mira terenyuh dan merasakan kelembutan pelukan suaminya. perlahan ia mulai rileks, tidak setegang tadi.

Eunhyuk memejamkan matanya seraya mengeratkan pelukan. Dalam hati ia bersyukur menikahi Mira. Dia benar-benar gadis baik, dewasa, mandiri, dan biasa. Selama dekat dengannya, Mira tidak pernah menuntut apapun padanya. Meskipun ia tidak meminta, Mira tetap melakukan semua hal yang sepatutnya seorang istri lakukan untuk suaminya. Mira memang tidak suka bermanja-manja dan memakai segala benda mewah di tubuhnya. Tapi entah kenapa, justru hal ini yang membuat Eunhyuk selalu berdebar-debar setiap kali melihat senyumnya.

“Baiklah, aku tidak akan terlalu mengekangmu lagi. Tapi jika kau lelah, kau tidak perlu memaksakan diri. Arra.” Eunhyuk melepaskan pelukannya lalu pergi ke kamar, hendak tidur. namun baru beberapa langkah, ia kembali lagi.
“Apa?” Mira heran Eunhyuk tidak jadi pergi. namja itu memegang pundak Mira, kemudian mendekatkan dirinya.

Chuu—

Gadis itu membeku kembali. Meskipun kali ini Eunhyuk hanya mengecup keningnya, tapi ada sensasi aneh ketika ia merasakan keningnya dicium begitu lembut oleh Eunhyuk.
“ini adalah bentuk rasa terima kasihku” ucapnya. Eunhyuk membalikkan badannya dan benar-benar pergi.

Seperginya Eunhyuk, Mira tetap diam di tempatnya. Untung saja namja itu tidak menyadari detak jantungnya yang mengencang. jika terus seperti ini, Mira takut akan jatuh cinta pada suaminya sendiri.

To be continued..

65 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 9)

  1. Hmmmm,., akhir part yg wauw,., so sweet bangett, andai aja eommanya hyuk tau kalo Mira tu bkn tipe cewe yg suka memanfaatkan cowo kaya. Aaisshhh,., gk sabar pengen cepat” kejahatan ayahnya hye yeo terungkap…

  2. Part ini sweet dah antara Mira&Eunhyuk❤ penasaran juga tuh sama pak walikota ngerencanain apa buat Taemin dan Mira.
    Cus ah ke part selanjutnya.

  3. Bruntungnya kau Hyuk pnya istri yg bgtu prhtian dan gk suka mnuntut,,, ah bhy dtg ,,Mira udh mulai d mata2i oleh anak buah Kim Byung Hee…. Brhati2lah Mira????!!!

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s