Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 10)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 10
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Lee Hyukjae

Support Cast :

  • Lee Taemin

Eunhyuk’s Story kepanjangan gak sih? enggak kan? Hehhe.. moga-moga masih betah aja nih. Kita lanjut ke part 10. Setelah ini ampe seterusnya, ceritanya bakal makin nguras emosi.

Soal amnesia Taemin, ato ponsel Eunhyuk yang entah kemana itu menjadi rahasia tersendiri ampe akhir. Author sendiri lupa naro hape Eunhyuk di mana *nyari ke kolong meja*

Makasih buat readerdeul yang masih betah ngunjungin blog ini terutama baca semua FF author *terharu* meskipun banyak yang ceritanya masih abal-abal, bahasa seenak gue, dan Mr Typo berkeliaran *hug atu-atu* semua kekurangan author itu tertutupi oleh komentar kalian semua. Maaf kalau belum bisa author balas satu persatu. Hatur Nuhun.

Cukup sekian kata sambutannya. Happy Reading ^_^

Shady Girl Eunhyuk's Story by DhaKhanzaki

—o0o—-

Setelah hari itu, Eunhyuk tidak pernah protes lagi saat Mira mulai menyibukkan diri sebagai ibu rumah tangga. Setiap pagi menyiapkan sarapan untuknya, mengantarnya hingga depan rumah, dan setiap malam ia selalu menemukan Mira tertidur di sofa dengan ekspresi lelah. Setiap kali melihatnya, Eunhyuk hanya bisa menghela napas.
Ting tong..

Mira sedang menonton tivi sambil mengepel lantai ruang tamu saat bel berbunyi. Siang begini siapa yang datang bertamu? Mira setengah berlari untuk membuka pintu.
“Eunhyuk-ah..”

Umma berseru riang sambil menyebut nama anaknya begitu pintu terbuka. Namun saat melihat yang membuka adalah orang lain, senyum itu hilang seketika.
“kau ternyata.” Ucapnya setengah sinis.
“Umma..” lirih Mira. Ia tersenyum lalu membungkukkan badannya. Pandangan Umma tetap tidak berubah terhadapnya. Umma sepertinya belum menerimanya sebagai menantu.
“Tumben Umma kemari.”
“Memangnya kenapa? tidak boleh?” tanggap Umma tetap sinis. Mira menggigit bibirnya, ia salah bicara.
“Maaf, bukan begitu maksudku, Umma..”
“Kau membiarkan orang tua sepertiku diluar begini?” potong Umma sarkastis. Mira mengerjap. Ia buru-buru membukakan pintu lebar-lebar. Dan membiarkan Umma masuk.

“Mana Eunhyuk?” tanya Umma sambil memperhatikan ke adaan rumah.
“dia ada meeting dengan kliennya di Gangnam.”
Umma menoleh bingung. “Hari sabtu begini? Bukankah seharusnya dia libur?”
“E—itu..” Mira juga tidak tahu kenapa. bagaimana ia menjelaskannya pada Umma?

“Aish.. mengapa di sini kotor sekali? Kau tidak pernah membersihkan rumah!!” bentak Umma saat melihat ada sekumpulan debu di sudut ruangan. Mira menoleh. Aigoo, itu kan debu yang belum sempat ia bereskan tadi.
“Dan kenapa kursi-kursi di sini tidak tertata rapi! Sebenarnya apa yang kau kerjakan seharian ini? Kau bermalas-malasan di rumah????” tuduh Umma. Mira terpaku. Mendadak hatinya terasa sesak begini.

Belum ia menjelaskan pada Umma sudah menuduhnya macam-macam.. padahal tadi Mira sedang merapikan ruang tamu. Namun terganggu karena Umma datang mendadak.
“Baik, Umma. Akan aku bereskan.” Mira bergegas membereskan sofa-sofa yang besar itu ke posisinya semula. Umma tidak memperhatikan Mira dan bergerak menuju dapur. Ia melihat isi kulkas. Sebenarnya Umma ingin marah kembali namun saat melihat dapur beserta isi kulkas tersusun rapi, mulutnya bungkam. Ia menoleh kembali pada menantu-yang-belum-diakuinya itu. Mira tampak kelelahan namun tetap melakukan pekerjaan berat itu tanpa membantah. Entah kenapa Umma merasa bersalah.

“Umma ingin minum apa?” tanya Mira melihat Umma bengong di dapur. Umma membuang muka ke arah lain.
“Teh hijau saja.” ucapnya acuh sambil duduk di salah satu kursi meja makan. Mira segera membuatkan teh hijau. Setelah itu meletakkannya di depan Umma.

Umma hanya meliriknya sekilas, lalu kembali memasang sikap acuh tak acuh. Mira mencoba untuk tetap sabar.
“Apa Umma ingin makan sesuatu? Memang tidak ada makanan. Tapi aku bisa membuatkannya.” Tawar Mira.
“Kalau begitu buatkan Umma Kimchi jjigae.”

Mira bergegas menuju dapur. Ia sibuk membuat sesuatu di dapur. Umma kembali menghela napas. Menghadapi semua sikap sinisnya, kenapa gadis itu masih tetap tahan dan tersenyum?
Apa mungkin dia memang gadis baik seperti yang Eunhyuk ucapkan?

Umma mencium bau harum. Begitu tersadar, ia melihat semangkuk sup kimchi di hadapannya. Ya ampun, sudah berapa lama dirinya melamun?
“Silakan di cicipi, Umma..” ucap Mira. Umma mengambil sendok dan sekedar mencoba kuahnya. Enak.. batinnya.

Mira menatap Umma dengan perasaan was-was. Umma sempat terdiam sesaat. Namun kemudian ia meletakkan sendoknya dengan keras.
“Kenapa Umma? Apa tidak enak?” tanya Mira cemas.
“Aku tidak suka pedas. Kenapa sup ini pedas sekali!!” ucapnya lalu bangkit.
“Selera makanku hilang. sebaiknya aku pulang. Lagipula Eunhyuk tidak ada di rumah.”

Sekali lagi Mira menahan hatinya yang mendadak sesak. Seperti menerima penolakan. Ia mengangguk lemah.
“Aku akan mengantar Umma hingga depan.”
“Tidak perlu. Ah, kulihat banyak sekali ikan dan udang di dalam kulkas.”
“Itu..”
“Kau tidak tahu? eunhyuk alergi makanan laut!!” Umma mendadak saja membentaknya lagi. Mira tentu saja kaget. Ia tidak tahu sama sekali. Lagipula eunhyuk tidak pernah mengatakannya. Pikirannya melayang kembali pada saat mereka berdua makan di restoran Jepang.
“Aku..”
“Bagaimana jika alerginya kambuh saat ia memakannya? Apa kau mau bertanggung jawab???” cecar Umma. Mira bungkam sama sekali. Ternyata Umma benar-benar tidak menyukainya sampai-sampai ia dimarahi seperti ini. Umma melenggangkan langkahnya keluar dari rumah itu tanpa pamit lagi.

Mira menatap kepergian Umma dengan hati sesak. Ia membereskan sup kimchi yang hanya sedikit dicicipi oleh Umma dan teh yang tidak diminum sedikit pun. Selama membereskan semua itu, pikirannya terus mengelana.
Apa Umma sebegitu bencinya, hingga enggan mencicipi semua yang ia hidangkan?
Apa salahnya selama ini? Mungkinkah karena status sosialnya?

—o0o—

Dari hari ke hari, Eunhyuk memperhatikan Mira semakin kurus saja. apa dia tidak pernah makan? Memang selama ini apa yang ia lakukan di rumah?

“Mira..”
“Hmmm..”

Eunhyuk mengerutkan keningnya. Ia sekarang sedang sarapan sementara Mira sibuk membuat susu strawberry untuknya. Setelah itu Mira meletakkan susu di hadapan Eunhyuk.
“Duduklah. Aku pusing melihatmu mondar mandir seperti itu” Eunhyuk menarik tangan Mira dan mendudukkannya di kursi. Gadis itu menurut.
“Apa??” Mira bingung karena kini Eunhyuk malah menatapnya dengan alis bertautan. Ia bereaksi ketika tangan Eunhyuk terulur menyentuh pipinya.
“Kau sakit?” tanyanya serius. Mira mengerjapkan mata berkali-kali.
“Tidak.”
“tapi kenapa aku merasa kau semakin kurus ya? Apa kau kurang makan akhir-akhir ini?” kini tangannya mengusap-usap pipi Mira.
“ah, mungkin karena aku kurang makan buah.” Jawab Mira asal, mengalihkan kegugupannya. Padahal memang benar kecurigaannya seratus persen benar. Eunhyuk menarik tangannya.
“Harusnya kau banyak makan buah! Lihat wajahmu pucat sekali.” Eunhyuk meminum susunya. “Jangan aku saja yang kau perhatikan kesehatannya. Kau juga.”

Mira mengangguk dengan kepala tertunduk. Eunhyuk bangkit lalu mengecup kening Mira—seperti yang biasa ia lakukan akhir-akhir ini sebagai ucapan terima kasihnya—lalu bersiap pergi bekerja. Mira menghela napas berat. Bagaimana mungkin ia bisa makan dengan nyaman sementara pikirannya terus tertuju pada sikap Umma yang terus menolaknya?

“Aku pergi kerja. Kau jangan lupa makan.” Titah Eunhyuk sebelum pergi. hanya anggukan yang Mira lakukan. Yah, harus bilang apa lagi..

—o0o—

Brakkk!!

Mira meletakkan buku tabungannya dengan kencang di atas meja di hadapan teller bank itu.
“ada yang salah, Nyonya?” tanya teller itu bingung. Mira mendesah sebal, lalu kembali melihat angka di buku tabungannya.
“Ini pasti pekerjaan dia..” lirihnya antara lelah, jengkel, dan sebal menjadi satu.

Sebenarnya hari ini ia bermaksud mengecek saldo tabungannya. Namun siapa sangka saat melihat jumlah uang yang tertera di sana, ia kaget sekali. Uangnya bertambah banyak dari yang terakhir kali ia lihat. Siapa lagi yang bisa melakukan ini kalau bukan Lee Hyuk Jae? Mira hanya memberitahukan nomor rekeningnya pada suaminya itu. Dan itupun dilakukan karena Eunhyuk memaksa.

“Bisa Oppa jelaskan apa maksud semua ini?” Mira meletakkan buku tabungannya di hadapan Eunhyuk yang sedang sibuk di balik meja kerjanya. Namja itu melirik sekilas lalu kembali sibuk.
“Kau jauh-jauh datang ke kantor hanya untuk berdebat soal sepele seperti ini, chagi..” ucapnya sok mesra kembali. Hal itu selalu Eunhyuk lakukan di hadapan orang lain.
Mira memutar bola matanya. “Sepele? Oppa tahu berapa jumlah uang di rekeningku sekarang???” ucap Mira setengah kesal. Namun ia tetap bisa menahan emosinya. Kali ini eunhyuk mengangkat kepalanya dari depan laptop lalu menatap Mira.
Hanya 80 jt won?” jawabnya enteng. Seolah jumlah itu tidak ada artinya sama sekali.
Exactly!!” tegas Mira kesal. “Kenapa Oppa melakukannya? Apa untuk mengganti uang 20 jt won yang terpakai waktu itu? Sudah kubilang Oppa tidak perlu melakukannya. Sekarang ambil kembali uang 80 jt dalam rekeningku!!”

“Mwo??” Eunhyuk tercengang. Sekarang ia sungguh tidak paham dengan jalan pikiran Mira. Istri bodoh mana yang menolak uang pemberian suaminya sendiri?
“Aku tidak sedang mengganti uang pengobatan Taemin! Itu adalah tugasku sebagai suamimu! Aku memberimu nafkah, Mira. Kenapa kau masih menolak juga???”
“Nafkah? 80 juta? Itu terlalu besar!”
“wajar saja kan! Kau ini istri dari CEO SJ Group! Kau belum sadar betapa kaya suamimu? Seharusnya uang yang kuberikan jauh lebih besar dari itu. Apa kau tidak memikirkan apa kata orang jika tahu dalam rekening istriku hanya 200 ribu won? Orang akan berpikir aku ini suami yang pelit!!” Eunhyuk tidak suka penolakan. Kenapa Mira ini tidak pernah bisa mengerti sih statusnya sekarang? Tanpa sadar ia jadi ikut tersulut emosi.
“Aku tidak peduli. Ambil kembali uangnya!!”

Eunhyuk mengusap wajahnya dengan sambil menahan emosinya sendiri. Harus bagaimana ia memperlakukan Mira..
“Pokoknya aku tidak mau! anggap saja itu adalah uang belanja selama 3 bulan!”
“1 bulan 20 jt? Apa Oppa sudah gila? Itu terlalu banyak.”
“Ya sudah terserah padamu ingin dipakai untuk apa. Yang pasti aku tidak akan mengambilnya kembali!” Eunhyuk merajuk. Jika Mira tidak mau mengalah, untuk apa ia ikut mengalah?
Mira mendengus, ia mengambil tabungannya kembali lalu pergi sambil menghentak-hentakkan kakinya. Saat membuka pintu ruangan, Mira terkejut karena ternyata ada beberapa pegawai yang tertangkap basah sedang menguping. Mereka langsung membubarkan diri dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Mira tak mempedulikannya langsung berjalan pergi.

“Hoo..lihat tingkahnya..kekanakkan sekali. Harusnya dia bersyukur aku beri uang banyak.” Tanpa sadar Eunhyuk ikut mendengus juga. Inilah keanehan terbesar yang ia bingungkan selama menghadapi Mira. Gadis itu seolah menghindari kenyataan bahwa suaminya adalah orang penting. Bahkan dia selalu menolak jika Eunhyuk berniat membelikan hadiah mahal untuknya. Padahal dulu—gadis-gadis yang pernah dikencaninya—tidak menolak sedikitpun saat ia membelikan mereka hadiah. Mengapa Mira yang berstatus sebagai istrinya menolak mentah mentah?

Oh..Eunhyuk mengerjap. Mira pasti kepikiran kata-kata Ummanya waktu itu. Aish…

—o0o—

“Jika aku butuh uang aku pasti akan bilang padanya. Kenapa dia malah mentransfer uang ke rekeningku????” keluh Mira jengkel. Ia tidak jadi membeli keperluan rumah. Malah nyasar masuk ke sebuah toko kue yang cukup ramai di datangi remaja putri. Jika ia sedang kesal, pelariannya selain memukul sesuatu, ia juga memakan banyak-banyak makanan manis.

“Loh, kau ini istri Eunhyuk Oppa kan???” tanya sesorang yang berdiri di balik counter cake.
Mira mengerutkan keningnya. Rasa-rasanya ia memang pernah melihat gadis ini.
“Nugu???” Mira ragu otaknya benar-benar ingat.
“Aku Hyun Jung. Istri Kyuhyun Oppa, teman suamimu.” Ucapnya ramah. Mira menepuk tangannya seolah baru saja teringat.
“Ah, benar. Maaf aku hampir saja lupa.” Mira ingat sekarang. Saat pernikahan tempo hari, memang Eunhyuk mengenalkan beberapa orang temannya.
“tak kusangka kau datang kemari. Ingin kue apa?” tanyanya ramah. Mira menatap sekeliling toko itu kemudian kembali pada Hyun Jung.
“Ini tokomu?”
“Iya. Aku senang membuat kue. Lagipula Kyuhyun Oppa tidak keberatan.” Ucapnya senang. Mira mengangguk pelan. Beruntungnya mempunyai suami pengertian seperti itu.
“Aku ingin black forest saja.” ucap Mira.

“ini dia..” Hyun Jung meletakkan beberapa potong black forest dan secangkir teh di hadapan Mira. Lalu ikut duduk di depannya.
“Kau sedang sedih ya?” tebaknya. Lamunan Mira buyar seketika begitu mendengarnya.
“Sedih?”
“Em. Dari tadi kulihat kau melamun dan terus menghela napas.”

Hyun Jung menatap Mira baik-baik dan Mira pun bukan tipe yang bisa menyembunyikan perasaannya lama-lama jika terus di tatap seperti itu.
“Aku hanya sedang bingung.” ucapnya dengan ekspresi menerawang. “Aku tidak mengerti jalan pikiran Eunhyuk Oppa. Dia memperlakukanku secara berlebihan. Aku tidak boleh ini lah, itu lah harus begini lah.. dan dia selalu melakukan hal yang sebenarnya tidak perlu dilakuan. Itu membuatku bingung dan tertekan.”
Seusai mendengar cerita Mira, Hyun Jung tertawa pelan. Mira tidak mengerti mengapa Hyun Jung malah tertawa begitu.
“Mira-ssi, itu tandanya Eunhyuk-ssi sangat menyayangimu.”

Eh, Mira terdiam. Menyayangiku??? Tanyanya lagi dalam hati.

“Semua suami yang menyayangi istrinya memang seperti itu. Kyuhyun Oppa juga terkadang menjengkelkan. Tapi aku justru suka saat ia sedang rewel. Karena itu artinya dia sangat memperhatikanku.”

Untuk beberapa saat, Mira kembali merenung. Sikapnya memang agak berlebihan. Mungkin. Sebaiknya ia menghentikan kebiasaannya berburuk sangka pada orang.
“begitu ya..” ucapnya masih dengan raut bingung. Hyun Jung mengangguk
“sudah, sekarang makan saja kue-nya. Ini hadiah dariku.”

—o0o—

Saat kembali ke rumah, ia dibuat terkejut melihat sosok laki-laki muda berjalan mondar mandir di depan pintu rumah. Awalnya Mira ingin menegur. Namun begitu menyadari itu adalah Taemin, ia mengurungkan niatnya.
“taemin, kenapa kau kemari?” tanya Mira heran. Taemin menunjukkan wajah memelasnya.
“Nuna, bisakah kau menolongku???” tanyanya takut-takut. Mira mendekatinya buru-buru.
“Apa?”
Ragu-ragu Taemin menunjukkan tangannya yang terluka—entah luka apa. Tapi sepertinya tergores benda tajam. Luka ditangannya cukup besar hingga mengalirkan banyak darah.
Mira kaget bukan main. Cepat-cepat ia membawa Taemin ke dalam rumah untuk mengobatinya.
“kau ini, sekarang kenapa lagi??” ucap Mira khawatir sambil mensterilkan luka dengan alkohol dan air hangat. Taemin meringis saat lukanya terkena alkohol.
“Anu, aku terlibat perkelahian lagi. Tanpa sengaja tanganku tergores pisau yang dibawa lawan” ucapnya sambil menundukkan kepala. Mira membuka mulut ingin memarahi Taemin, namun tidak jadi.
“Lalu kenapa tidak cepat-cepat ke rumah sakit? Kau pasti sudah menunggu lama di depan pintu. Iya kan???”

Taemin menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Aku tidak berani, Nuna. Di rumah sakit pasti aku ditanyai dan ujung-ujungnya pihak rumah sakit akan menghubungi keluarga. Nanti aku dimarahi Hyung lagi. Dia kan seram jika sudah marah-marah.”
Mendengarnya Mira menahan senyum. Taemin, taemin.. meskipun dia nakal, ternyata dia benar-benar patuh pada Eunhyuk.
“dan aku tidak mau membuat Umma cemas.” Tambah Taemin lagi. Mira tersenyum tipis. Ia mengoleskan obat merah, lalu membalut lukanya dengan perban.
“baiklah, Nuna paham. Lagipula Eunhyuk Oppa melakukan itu pasti karena mengkhawatirkanmu. Dia sangat menyayangimu, kau tahu.” ucap Mira halus sambil menggenggam erat tangannya.

Deja vu..

Taemin tercengang. Tadi saat Mira menggenggam tangannya entah kenapa seperti mengingatkannya pada masa lalu. Apa ini pernah terjadi sebelumnya? Tidak mungkin.

“Kenapa?” Mira bingung karena mendadak Taemin seperti kebingungan.
“Ani..” Taemin menggelengkan kepalanya cepat. Mendadak saja ia teringat kata-kata yang pernah di ucapkan Eunhyuk waktu itu.
Kau tidak ingat siapa dia?
Apa mungkinkah Mira memang seseorang yang pernah ia temui sebelumnya? Seseorang yang ia anggap tidak penting padahal penting sekali. Hm..
“Nuna, apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Taemin. Ia benar-benar penasaran.

Sesaat Mira sempat terpaku. Ia tak menjawab pertanyaan Taemin malah memilih melanjutkan membereskan peralatan pengobatan ke dalam kotak P3K. Kebungkaman Mira membuat Taemin agak curiga.
“Hanya perasaanmu saja..” ucap Mira sambil lalu.
“Benarkah?”
“Em”
Taemin mengendikkan bahunya. “Oh, Ya Nuna.. bolehkah aku menginap di sini malam ini?”
“Eh..”
Taemin ragu-ragu mengusap tengkuk lehernya. “Aku takut pulang. Umma pasti bertanya macam-macam jika melihat lukaku ini. Dan aku tidak bisa berbohong pada Umma..”

Untuk sesaat Mira berpikir. Kasihan juga Taemin jika tidak di tolong. Ia kemudian mengangguk.
“baiklah. Kau boleh menginap di sini.”
Mata Taemin melebar senang. “Jinjja yo.. Jinjja..Jinjja..” serunya. Ia sampai melonjak senang. Mira ikut senang melihatnya.
“Aaaa..Nuna memang yang terbaikkk…” Taemin langsung memeluk Mira saking senangnya.

—o0o—

Eunhyuk pulang seperti biasa. Namun sekarang ada yang berbeda. Entah kenapa ia merasa agak canggung jika harus bertatap muka dengan Mira. sekali lagi ia merasakan ada getaran aneh yang mengaliri setiap sendi di tubuhnya begitu matanya menangkap sosok Mira tengah sibuk di dapur menyiapkan makan malam.

Menyadari suaminya sudah pulang, Mira menyambutnya dengan senyum—seperti biasa.
“Oppa sudah pulang?”
Eunhyuk terkesiap. Ia berusaha tampil rileks. Melihat Mira bersikap biasa padanya membuatnya makin canggung.
“Makan malam sudah siap. Oppa ingin mandi dulu atau..”
“Kita makan saja dulu..” potong Eunhyuk. Ia segera duduk di kursi tempatnya biasa. Sambil makan, sesekali ia melirik Mira yang bersikap seolah tidak terjadi apa-apa siang tadi.
“Itu, em..kau sudah tidak marah lagi kan?” Eunhyuk takut-takut saat mengatakannya. Mira menggeleng, senyum itu tak kunjung lepas dari wajahnya.
“sudahlah, lupakan. Lagipula aku yang salah. Seharusnya aku tidak bersikap kekanakan.”

Perasaan Eunhyuk begitu lega seperti baru saja menyelesaikan masalah rumit. Entah kenapa senyuman Mira memang sangat berarti bagi moodnya.
“Kau benar-benar istri terbaik. Em..” Eunhyuk terdiam kembali. Ia ragu ketika hendak mengutarakan isi pikirannya.
“apa?”
“Boleh aku memelukmu?” ucapnya dengan raut setengah memelas. Cukup lama Mira terdiam sebelum akhirnya mengangguk memberikan izin Eunhyuk memeluknya. Namja itu tampak senang dan mengeser duduknya mendekati Mira.

“Ekhem..”

Baik Eunhyuk maupun Mira sama-sama terdiam. Siapa itu yang berdehem? Mengganggu acara orang lain saja. Eunhyuk menoleh perlahan ke arah suara. Matanya melebar begitu menangkap sosok Taemin berdiri dengan wajah tak berdosanya. Hei, sejak kapan Taemin datang ke rumahnya

“Eh, Maaf. Aku mengganggu ya???” ucapnya canggung seraya menggaruk kepala. Eunhyuk menggeram tertahan. Bukan karena Taemin mengganggunya. Tapi ia bingung kenapa Tamin berada di rumahnya.
“Kenapa kau ada di sini?” tanyanya bingung. taemin lagi-lagi menggaruk kepalanya. sesekali ia mencuri pandang pada Mira meminta bantuan.
“Anu, Hyung. Aku ingin menginap di sini malam ini.”
Eunhyuk mengerutkan keningnya. “Kenapa? kau bertengkar dengan Umma?”
“Ani~” Taemin melayangkan tatapan ‘minta tolong’ pada Mira. buru-buru Mira menginterupsi saat menyadarinya.
“Begini..Taemin tangannya terluka karena tadi terlibat perkelahian…”

Belum selesai Mira menjelaskannya, Eunhyuk sudah menoleh pada Taemin dengan pandangan mematikan.

“KAU!!” bentak Eunhyuk kencang. Taemin mundur satu langkah. Sudah ia duga Eunhyuk akan meneriakinya seperti ini. “SUDAH BERAPA KALI HYUNG BILANG, JANGAN TERLIBAT PERKELAHIAN!! KEKERASAN ITU DILARANG!!”

Mira buru-buru menenangkan Eunhyuk dengan menahan pundaknya saat namja itu berniat bangkit dari duduknya—pasti dia ingin melakukan sesuatu pada Taemin.
“Oppa, dengarkan ak—“ Mira menghentikan kalimatnya karena Eunhyuk menepis tangannya. Namja itu bangkit lalu berjalan mendekati Taemin.
“duduk bersimpuh!!” perintahnya kejam. Taemin mengangguk pasrah lalu menuruti perintah Hyungnya. Ia benar-benar duduk bersimpuh di tempatnya berdiri. Mira kebingungan melihat situasi yang ada di hadapannya ini. Apa yang sebenarnya tengah terjadi???

To be continued…

*Adegan Eunhyuk Nyuruh Taemin bersimpuh adalah adegan favorit author di Shady Girl. Makanya author munculin lagi di sini. Hehehhehehehhehehehehehhe*

70 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 10)

  1. wakakakakakakakakaka saya suka saya suka! bayangin eunhyuk bengok2 terus taemin gemeter ketakutan!! lutunaa~ :v

  2. Aaisshhh,., eommanya hyuk knp sich jahat bangett, apa coba susahnya terima mira jdi mantunya. Hahahaha,., untungnya si taemin cmn di suruh duduk bersimpuh.,. Tdinya aku kirain si hyuk mau tampar taemin.,.,

  3. iya kak aku juga suka scene kalo taemin udah duduk bersimpuh sambil dinasehatin eunhyuk bgtu kkk~ btw maap yah baru sempet komen disini soalnya bingung mau komen apa *bow🙂

  4. a… jadi flashback ke shady girlnya siapa sih aku lupa..
    pokok pas taemin habis berantem gara” appanya diejekin temenya taemin trus ujung”nya berantem trus kunyuk marah dan nyuruh taemin duduk bersimpuh😀 *ngomong apaan sih?* /jangan dihiraukan hahah/

  5. Aduh Eunhyuk eomma sifatnya bikin menguji kesabaran aja.
    Aku juga suka eonnie, bagian Taemin bersimpuh xixixi cus ah ke part selanjutnya.

  6. Gk nygka Eunhyuk syg bgt trhdp Mira,,,hrusnya Mira mnydri itu???
    Taemin ada2 aja,,bru aja smbuh eh trlibat prkelahian lg,,,ya wjar aja Eunhyuk marah,,tp marahnya krn sking sygnya…

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s