Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 8)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 8
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast ;

  • Kim Mira / Lee Mira
  • Eunhyuk / Lee Hyukjae

Support Cast :

  • *Find By Yourself

Author balik lagi dengan FF yang sama. Baru part delapan nih. Masih ada sepuluh part lagi loh. Semoga temen-temen sabar yah nunggu sampe kasus Taemin bener-bener terungkap kap kap.

Maaf untuk typo, cerita gaje, ataupun bahasa yang digunakan seenaknya gue.

Happy Reading ^^

Shady Girl Eunhyuk's Story by Dha Khanzaki5

—-o0o—–

#Flashback#

Setelah puas berbicara dengan Haebin, Mira bermaksud mencari udara segar untuk menyiasati rasa gugupnya yang semakin besar. Langkahnya terhenti saat secara tidak sengaja telinganya menangkap suara Eunhyuk.
“Apa maksud Umma?! Upacara pernikahan akan tetap berlangsung..”
Apa, Umma? Mendadak dada Mira terasa sesak. Apa sebenarnya yang sedang di bicarakan Eunhyuk dan Ummanya?
“Kenapa kau tidak bilang kalau calon istrimu itu pelayan restoran?!”

Deg..deg…deg..
Jantung Mira kian berdebar. Matanya mengerjap beberapa kali. Setelah mendengar kalimat berikutnya, ia tahu inti sebenarnya permasalahan yang tengah dibahas. Di tambah lagi ia mendengar suara Umma penuh amarah.

Mira memasang telinganya baik-baik, ia sangat penasaran apa yang akan Eunhyuk ucapkan berikutnya.
“Umma, itu….”
Suara Eunhyuk terdengar ragu.
“Bukankah Umma sudah setuju? Aku kira Umma sudah tahu sebelumnya..” suara Eunhyuk di buat sehalus mungkin.
“Itu karena Umma pikir gadis bermarga Kim yang Taemin ceritakan adalah dia!”
Mira membulatkan matanya. apa maksudnya ini? Mana mungkin Taemin menceritakan tentangnya pada Umma. Bukankah anak itu tidak terlalu mengenalnya?
“Taemin bilang gadis itu adalah putri walikota!!”

Sesak..perih..mendengar Umma mengatakan kalimat itu benar-benar membuat Mira seolah baru saja di hempaskan dari langit yang ke tujuh. Jadi, hanya karena statusnya dari kalangan bawah Umma menyuruh Eunhyuk membatalkan pernikahan?
“Jadi, Umma pikir Mira adalah Hyo Yeon begitu?”
Ha? Siapa Hyo Yeon?? Jangan-jangan itu adalah gadis yang dicintai Eunhyuk.
“Ah, benar! Hyo Yeon!!” teriak Umma.
“Umma tahu ini dari Hyo Yeon?”
“Itu tidak penting. Pokoknya Umma ingin kau membatalkan pernikahan segera!!”

Mira sangat penasaran apa yang akan diucapkan Eunhyuk menanggapi sikap keras Ummanya.
“Umma sudah gila? Apa Umma tidak berpikir berita buruk yang akan beredar jika aku mendadak me mbatalkannya? Gosip-gosip buruk dari media bisa berakibat fatal pada saham SJ Group!!”
Buru-buru Mira menutup mulutnya. Kenapa Eunhyuk malah menggunakan perusahaannya untuk menggertak Ummanya?
“Apa Umma juga tidak memikirkan bagaimana pandangan orang pada keluarga kita nanti?” Ia sudah tidak tahan lagi. Ia ingin pergi. namun tertahan begitu Mira mendengar suara Eunhyuk kembali. “Lalu bagaimana dengan Mira? Apa Umma tidak memikirkan bagaimana perasaannya?”

Langkah Mira terhenti. Sesaat tidak terdengar suara apapun. Sampai akhirnya Umma kembali mengeluarkan suaranya.
“Lalu kenapa kau tidak mengatakan sejak awal bahwa dia adalah pelayan restoran??”
“Memang kenapa kalau dia pelayan restoran? Apa itu sangat memalukan?!”
“Gadis dari keluarga bawah sepertinya hanya akan memanfaatkan dirimu!”
Apakah dirinya terlihat begitu murahan hanya karena tidak memiki status? Mira memegang dadanya yang terasa semakin pedih.
“Umma tahu dia cantik, maka dari itu bisa meluluhkanmu dengan mudah..”
“Umma percaya padaku. Mira gadis baik-baik.”
Kepala Mira tertoleh, menatap dari pintu ruangan yang terbuka sedikit. Ia melihat Umma mulai menatap Eunhyuk dengan tatapan tajam.
“Apa kau mencintainya?”

Deg..deg…deg…

Jantung Mira rasanya hampir jatuh dari tempatnya. Ia sangat penasaran bagaimana jawaban Eunhyuk. Hatinya mencelos, terlebih ketika ia menyadari Eunhyuk tampak ragu. Mira yakin, Eunhyuk tidak akan mengatakan bahwa namja itu mencintainya.
“Em, aku.. ingin sekali hidup bersamanya..”
Benar dugaannya. Eunhyuk bahkan mengatakannya dengan suara canggung dan sikap kaku.
“Umma tetap tidak setuju!!”
“Tapi aku tidak akan membatalkan upacara pernikahan hari ini!!”
“Itu terserah padamu. Menikahlah. Tapi jangan harap Umma akan berlaku baik pada istrimu.”
Mira terkesiap. Ia buru-buru lari dari tempat itu begitu menyadari Umma melangkah keluar dengan wajah marah.

#flashback end#

“Andwae!!”

Mata gadis itu terbuka seketika bersamaan dengan tangannya yang terangkat seperti hendak meraih sesuatu. Dari pelipisnya mengalir keringat dingin. Mira baru saja bermimpi buruk. Ia menghela napas ternyata kejadian-kejadian yang tadi dilihatnya adalah mimpi belaka.

Pandangannya beralih ke sekeliling kamar lalu teralih ke arah jam.
“Omo, sudah jam 6!!” Mira segera beranjak dari kamar tamu tempatnya tidur semalam dan berlari cepat menuju kamar mandi. Semalam—meskipun sebenarnya itu adalah malam pertama mereka—Mira menolak untuk tidur bersama meskipun Eunhyuk sudah berkali-kali meyakinkan bahwa ia tidak akan menyentuhnya. Tapi yah.. siapa yang percaya. Jika wanita dan pria sudah tidur dalam satu tempat tidur yang sama, tidak menutup kemungkinan terjadi sesuatu, kan?

Meskipun ada surat perjanjian itu, Mira tidak akan melupakan kewajibannya sebagai seorang istri. Ia sengaja bangun lebih pagi bermaksud menyiapkan sarapan untuk Eunhyuk.
“Gawat, aku tidak tahu namja itu biasa sarapan dengan apa..” ia baru sadar hal kecil yang cukup penting itu. Mira terpaksa mengobrak-abrik isi dapur Eunhyuk untuk menemukan apakah ada sesuatu yang bisa ia masak untuk sarapan atau tidak. Namun siapa sangka jika lemari es dua pintu yang ada di dapur itu hanya di isi oleh air mineral dan beberapa kotak susu. Tidak ada sayuran atau pun buah.
“aigoo..kenapa lemari es sebesar ini di biarkan kosong melompong? Lalu selama ini dia makan apa?” keluh Mira. Ia membuka-buka hampir seluruh lemari di kitchen set itu dan hanya menemukan kopi, satu botol selai strawberry dan 2 bungkus ramyun.
“Huh! Mana bisa sarapan dengan itu semua!” hah.. terpaksa ia pergi membeli beberapa bahan makanan ke minimarket terdekat.

—o0o—

Eunhyuk mencium bau wangi makanan dari arah bawah. Matanya masih tertutup rapat dan ia juga belum sadar sepenuhnya.
“emh..pagi-pagi begini siapa yang memasak?” gumamnya setengah bangun. Karena masih mengatuk, Eunhyuk memutuskan kembali menarik selimut dan melanjutkan mimpinya.

Mira melirik jam kembali. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi dan Eunhyuk belum juga muncul. Aish.. apa namja itu ketiduran? Batin Mira. Memangnya dia tidak berniat pergi kerja hari ini?
“Ku bangunkan saja deh.” Putusnya kemudian beranjak menuju kamar Eunhyuk di lantai 2.

“Oppa..” panggil Mira sambil mengetuk pintu kamar Eunhyuk beberapa kali. Tidak ada jawaban. Hal ini semakin membuatnya yakin bahwa Eunhyuk masih berkelana di alam mimpi. Ia memutuskan untuk masuk. siapa sangka Eunhyuk tidur tanpa mengunci pintunya.

Keadaan kamar Eunhyuk gelap. Mira berjalan perlahan ke arah jendela dan membuka gordennya. Membiarkan cahaya matahari masuk. setelah itu ia melirik pada sosok pangeran yang sedang tertidur pulas di atas tempat tidurnya.
“sudah kuduga..” desisnya sambil berkacak pinggang. Mira mendekati Eunhyuk. Pelan-pelan ia duduk di sisi tempat tidur.
“Oppa.. bangun..ini sudah siang. Apa kau tidak ke kantor?” Mira mengguncang sedikit bahu namja itu.
“Aishh…aku masih mengantuk..” igau Eunhyuk lalu menarik selimutnya hingga sebatas leher. Mira mendesah berat. Harus dengan cara apa ia membangunkan Eunhyuk?
“Oppa.. bangun..” Mira sekali lagi mengguncang tubuh Eunhyuk namun tetap tidak ada reaksi. Kali ini Mira mengelus pelan pipi Eunhyuk.
“Oppa..bangun” Mira pun sengaja menghaluskan suaranya. Dan ajaib, Eunhyuk menggeliat lalu perlahan membuka matanya.

Eunhyuk mengerjapkan mata berkali-kali mencoba beradaptasi dengan cahaya matahari yang masuk dari jendela di belakan tubuh Mira. Eunhyuk menyunggingkan senyumnya dengan mata setengah terbuka. Tanpa sadar Mira membalas senyuman Eunhyuk.
“Aigoo..apa aku sudah ada di surga sekarang? Kenapa di hadapanku ada bidadari secantik ini..”
Blussshh..
Seketika saja kedua pipi Mira merona kemerahan. Terus terang saja ia malu dan tersanjung.
“sekarang sudah siang. Oppa, kau tidak ingin pergi kerja?”

“Kerja???” seketika saja Eunhyuk sadar seratus persen dan segera bangkit. Ekspresinya panik. “Jam berapa sekarang??” cecarnya.
“Jam 7.”
“Whuaaaaa—–“ teriaknya kencang. Mira sampai bangun dan menjauh. Ia kaget sekali.
“Aku ada rapat dengan para kolega jam 9. Aish..” Eunhyuk buru-buru bangkit dari tempat tidur kemudian lari terbirit-birit ke kamar mandi.
Mira menahan senyumnya melihat Eunhyuk yang pontang panting panik begitu. Ia lalu berjalan membuka pintu lemari Eunhyuk, memilihkannya baju untuk dipakai suaminya ke kantor hari ini dan meletakkannya di atas tempat tidur. tak lupa juga ia membereskan tempat tidur Eunhyuk setelah itu ia pergi.

“Untung ada Mira yang membangunkanku—“ ucapan Eunhyuk terhenti. Ia baru sadar kalau Mira sudah menjadi istrinya sekarang. Tentu saja membangunkannya adalah salah satu kewajiban sebagai istri. Tapi, sekarang bukan saatnya untuk berdebat dengan diri sendiri. Eunhyuk menyudahi kegiatan mandinya.
Begitu keluar kamar, ia melihat kamarnya sudah rapi dan ada setelan jas beserta dasinya di atas meja. Eunhyuk mengambilnya. Mendadak ia terharu sekali.
“Aigoo..Kim Mira..kau benar-benar sudah menjadi istriku..” gumamnya. jadi ini rasanya memiliki istri. Semuanya serba di siapkan. Eunhyuk ingat betul sebelum menikah jika ia terlambat bangun, tidak ada yang membangukan, menyiapkan baju dan membereskan kamarnya seperti ini. Ia harus berterima kasih pada Mira.

“Oppa, sarapan dulu..” ucap Mira saat Eunhyuk melintas dengan cepat melewati ruang makan. Eunhyuk kembali terdiam. Kali ini apalagi kejutan yang diperlihatkan Mira?
“Omo..bagaimana..” Eunhyuk tercengang melihat di atas meja makan yang biasanya kosong terhidang beberapa jenis masakan. Ia menatap Mira dengan pandangan tak percaya.
“Ini semua masakanmu?”
“tentu saja.” Mira menarik kursi agar Eunhyuk duduk. Dengan patuh eunhyuk duduk dan matanya tak bisa lepas dari berpiring-piring hidangan lezat di hadapannya. Ia kembali mendongak menatap istrinya.
“Tapi darimana semua bahannya? Isi kulkas kan kosong.” Ucapnya heran. Mira tersenyum. Ia meletakkan satu mangkuk nasi dan sumpit di hadapan Eunhyuk.
“aku belanja tadi pagi. Habis aku lihat di kulkas tidak ada apa-apa untuk kumasak.” Ucapan Mira terhenti karena melihat ekspresi diam Eunhyuk menatapnya.
“waeyo? Kau tidak suka ya? Baiklah, tidak akan kuulangi lagi.” Ucap Mira menyesal. Eunhyuk menggelengkan kepalanya cepat. Tebakan Mira salah besar.
“Aku suka sekali. Gomawoo..” ucapnya tulus dengan mata berbinar. Sebagai bentuk rasa terima kasih dan terharunya, Eunhyuk segera menyendokkan nasi dan beberapa potong daging ke mulutnya. Aigoo.. ia benar-benar ingin menangis rasanya. Selain masakan Mira memang lezat, ia tak menyangka ternyata kehidupan setelah pernikahan sungguh menyenangkan. Keberadaan Mira membuat hidupnya menjadi lebih mudah.

“Kenapa kau malah menontonku makan? Kau tidak makan?” sahut Eunhyuk melihat Mira hanya berdiri sambil menuangkan capucino untuknya.
“Oppa duluan saja. aku bisa nanti.” Jawab Mira dan berniat pergi ke dapur untuk mencuci piring. Namun Eunhyuk buru-buru menahannya.
“Aku tidak mau tahu. kau harus ikut sarapan bersamaku. Mengerti. Duduk!!” perintahnya menunjuk kursi yang ada di sisi sampingnya.
“Tapi..”
“Ikut sarapan denganku!!” Eunhyuk tidak menerima penolakan. Mira menghela napas lalu duduk dengan patuh sesuai perintah suaminya. ia mengambil nasi—hanya sedikit—kemudian mulai makan.

Suasana sempat hening. Dan eunhyuk berinisiatif memulai pembicaraan.
“Aku tidak tahu kalau kau pandai memasak” ucap Eunhyuk. “Masakanmu benar-benar enak” pujinya tulus. Mira belum berani menatap Eunhyuk langsung. Ia hanya tersenyum sambil tetap meneruskan kegiatan makannya. Aishh.. meliat senyum manis Mira membuat Eunhyuk ingin sekali mencubit pipinya itu. Menggemaskan sekali.
“di rumah paman dan bibi aku yang memasak, membereskan rumah, mencuci, dan memotong rumput di kebun” ucap Mira malu-malu.

Eunhyuk otomatis tercengang. “Mwo? Itu sih sama saja dengan pembantu!! Aish.. pokoknya di sini kau tidak boleh seperti itu. Arra. Tugas membereskan rumah, mencuci dan memotong rumput biar saja pembantu yang melakukannya. Aku menikahimu bukan untuk menjadikanmu pembantu!!” eunhyuk mendadak saja kesal. Entah kenapa. tapi ia tidak mau Mira mengalami nasib serupa di rumahnya ini. Gila saja, dia sudah menjadi Nyonya Lee. Tidak akan Eunhyuk biarkan Mira menderita di rumahnya.
“Lalu, tugasku apa?” Mira merengut. Ia tak percaya Eunhyuk akan melarangnya melakukan pekerjaan rumah.
“Tugasmu..” Eunhyuk memutar otaknya. “Kau cukup memasak untukku saja. mengerti!!” titahnya. Eunhyuk buru-buru meminum capucinonya kemudian beranjak sebelum mendengar suara protes dari Mira.
“Tapi itu membosankan, Oppa..” ucap Mira menyusul Eunhyuk yang berjalan cepat menuju pintu depan, ke arah garasi tempat beberapa mobil mewahnya terparkir. Eunhyuk membalikkan badannya.
“Jadilah anak manis Nyonya Lee, dan turuti perkataanku. Oh, iya..kau boleh pakai mobil manapun yang kau suka jika ingin pergi. kuncinya kuletakkan di laci meja di kamar. Ok” ucapnya. Mira hendak membuka mulutnya lagi namun terhenti karena Eunhyuk secara tiba-tiba membalikkan badannya kembali.
“ah, ada satu yang kulupakan.” Ucapnya dengan senyuman manis. Mira bingung. sebelum ia sempat bergerak, Eunhyuk memegang pundaknya sementara tangannya yang satu lagi memegang tengkuknya. Mendadak saja Mira tidak bisa bergerak. Bahkan saat Eunhyuk mendaratkan sebuah ciuman manis di bibirnya pun ia tidak sanggup pindah sesentipun dari tempatnya berdiri.
Sialnya Mira mulai terlarut oleh ciuman Eunhyuk walaupun ia tahu ini adalah pelanggaran perjanjian yang ia buat sendiri. Eunhyuk menyeringai di sela-sela ciumannya saat Mira sudah pasrah dan membalas perbuatannya. Tangannya berpindah memeluk pinggang Mira dan menariknya lebih dekat lagi. Aishh.. kenapa rasanya berbeda dengan yang pernah ia lakukan sebelumnya? Apa karena ini ia lakukan pada istrinya sendiri?

Mira sadar bahwa yang dilakukannya sudah kelewat batas, ia buru-buru mendorong tubuh Eunhyuk menjauh. Namja itu tersenyum manis sambil menatap Mira.
“Bagaimana rasanya Nyonya Lee? Manis bukan?” godanya. Mira mengatupkan mulutnya rapat rapat. Manis apanya!!!
“Tuan Lee, kau sudah melanggar su—mmpphhh” ucapannya terputus karena Eunhyuk kembali menciumnya tiba-tiba.
“Kau!!” geram Mira setelah ciumannya terlepas. Eunhyuk menunjukkan tampang innocentnya.
“what? Melanggar apa? Ah.. surat perjanjian itu? Bukankah di sana tidak tertulis bahwa aku dilarang menciummu?”
Mira terbelalak seolah menyadari kesalahan fatal yang sudah di buatnya. Memang di sana hanya tertulis Eunhyuk tidak boleh ‘menyentuhnya’.
“Tapi ini sama saja—“ lagi-lagi Eunhyuk membungkam mulutnya dengan kecupan ringan di bibirnya. Mira mulai kesal namun anehnya ia tidak sanggup untuk melawan.
“ah, jika aku tidak harus pergi kerja, aku bisa saja menyekapmu hari ini. Sial sekali..” ucap Eunhyuk dengan tatapan nakal. Ia pura-pura mendesah penuh penyesalan. “apa aku harus ambil cuti hari ini?” tanyanya.

Uuugghh…Mira ingin sekali memukul namja mesum di hadapannya ini. Setelah melanggar perjanjian bisa-bisanya ia mengatakan hal itu dengan enteng????
“Eunhyuk-ssi, kau—“
“Ssstttt..” potong Eunhyuk seraya meletakkan telunjuknya di bibir Mira.
“tenanglah. Jika kau tidak ingin aku menciummu lagi, maka jangan banyak bicara dan turuti perintahku. Arra..” setelah mengatakan itu Eunhyuk segera memasuki mobil ferarri kebanggaanya dan melesat meninggalkan Mira yang masih mematung di depan rumah.

“Aissshh!! Kim Mira pabo! Kenapa kau bisa kecolongan seperti itu sih!” umpatnya kesal pada diri sendiri. Kemana Kim Mira yang pandai bela diri? Harusnya tadi ia bisa saja membanting Eunhyuk ke lantai. Tapi tapi.. tapi.. kenapa ia tidak bisa?????

Akhirnya karena bingung harus melakukan apa, Mira membereskan rumah, mencuci piring kotor, dan berbelanja keperluan rumah yang lain. Masa bodoh dengan ucapan Eunhyuk tadi. Lagipula siapa yang tahan tinggal di rumah tanpa melakukan apapun?

—o0o—

Di balik meja kerjanya, Eunhyuk tertawa sendiri mengingat apa yang dilakukannya pada Mira tadi pagi. Tangannya bergerak merapa bibirnya sendiri. Aish.. benarkah tadi dia baru saja mencium Mira? Rasanya ada yang aneh. Ia jadi berdebar-debar dan hasratnya memuncak seketika. Eunhyuk memang tidak main-main saat ia bilang bisa saja menyekap Mira jika ia tidak bekerja. Tadi..mendadak saja Eunhyuk ingin sekali melakukan lebih.
“Aish..berhentilah berpikir mesum!” Eunhyuk menjitak kepalanya sendiri. Sekarang ia lebih teringat pada surat perjanjian yang ia tanda tangani malam sebelumnya. Seluruh tenaganya seperti terkuras habis saat ia melihat wajah terluka Mira.

“aku memang pantas mendapatkannya.” Lirih Eunhyuk diiringi senyum pahit. Ia tidak heran Mira membuat perjanjian seperti itu. Eunhyuk menikahinya secara tiba-tiba. dan gadis itu pasti sadar bagaimana statusnya dan pandangan orang terhadap dirinya jika ia sudah menjadi istri seorang CEO perusahaan besar. ditambah lagi sikap Umma yang mulai mengacuhkan Mira. Lihat saja, kemarin saat pernikahannya Umma tidak mengucapkan satu patah kata pun pada Mira. Umma benar-benar menunjukkan sikap tidak sukanya pada Mira. Namun gadis itu tetap tersenyum dan sabar menghadapi Umma. Eunhyuk sedikit lega mengetahui hal ini.

Sekarang yang harus ia lakukan adalah membujuk Ummanya agar menerima Mira.

Tok tok tok..

“Ya..” kepala Eunhyuk terangkat menuju pintu.
“Presdir..” muncul Dana—sekretarisnya dari balik pintu. Dia membungkuk sebentar sebelum mengatakan sesuatu.
“Ada tamu yang ingin menemui Anda..” ucapnya ramah.
“Oh, siapa?” Eunhyuk tidak merasa menunggu siapapun.

“Presdir Lee..” seorang pria masuk di iringi beberapa body guardnya. Eunhyuk terbangun dari duduknya mengetahui ada tamu agung mengunjungi kantornya siang-siang begini.
“Oh, Tuan Kim Byung Hee..” ucapnya. Eunhyuk segera menghampiri pria yang ia hormati itu dan menjabat tangannya. Ia tahu pria ini adalah walikota sekaligus ayah dari Kim Hyo Yeon, gadis yang selama ini dekat dengannya.
“Tak kusangka setelah pernikahanmu kemarin kau tetap masuk kerja. Kukira kau akan mengambil cuti untuk berbulan madu.” Canda Kim Byung Hee. Eunhyuk mendadak malu ditanyai seperti itu.
“Ah, bagiku bulan madu urusan kedua setelah pekerjaan kantor selesai.” Ucap Eunhyuk. Ia segera mempersilakan tamunya duduk dan meminta Dana menyiapkan minuman.
“Tumben orang sepenting Anda datang kemari.. ada urusan apakah?” tanya Eunhyuk.
“Aku sebenarnya datang mewakili putriku. Dia ingin mengucapkan selamat namun kegiatannya di kantor sangat sibuk. Kemarin dia datang ke pesta pernikahanmu bukan?”

Deg deg..

Eunhyuk mendadak tubuhnya membeku mendengar nama gadis itu. Senyumnya sedikit memudar dan rasa bersalahnya kembali timbul.
“Ah, iya. Tapi, kami tidak sempat mengobrol.” Eunhyuk mencoba sebiasa mungkin dan tidak menunjukkan perasaannya. Kim Byung Hee melihat perubahan ekspresi Eunhyuk itu. Dalam hati ia menggeram.
Kau benar-benar sudah mempermainkah hati putriku..
Namun dia tidak menunjukkannya dan hanya mengangguk.
“Aku pernah mendengar darinya bahwa dulu hubungan kalian sangat dekat.”
“Hah? Oh, tentu. Kami…teman..” ucap Eunhyuk meragukan.
“Kudengar adikmu mengalami kecelakaan..” ucap Kim Byung Hee. Eunhyuk menoleh, kaget.
“Anda tahu dari mana? Aku tidak memberitahukannya pada publik.” Ucap Eunhyuk yakin. Bahkan Ummanya saja tidak ia beritahu.
“Aku dengar dari kepala kepolisian Seoul” ucapnya enteng. Eunhyuk mengangguk, wajar saja sih. Seorang walikota sepertinya mengetahui hal ini.
“Bagaimana keadaannya sekarang?”
“Baik-baik saja. dia sudah kembali beraktivitas seperti biasa.”
“Syukurlah..” ucapnya. Dalam hati Kim Byung Hee tersenyum jahat.
“Tiba-tiba saja aku ingin bertemu dengan istrimu. Kemarin aku tidak sempat memberikan selamat padanya”
Eunhyuk kembali tersentak. Sebelum ia menjawab Kim Byung Hee keburu menyela.
“Bagaimana kalau kita makan siang bersama.” Ajaknya. Eunhyuk tidak enak hati menolak. Ia harus meminta Mira datang kemari.
“Sebentar. Akan kuminta dia datang.” Ucap Eunhyuk sambil mengeluarkan ponselnya. Kemudian ia bangkit dari duduknya, menjauh agar bisa berbicara dengan tenang pada Mira.

Saat Eunhyuk sibuk menelpon, diam-diam Kim Byung Hee menyunggingkan senyum misterius.
Kau terlalu polos, Lee Hyuk Jae.. dengan datangnya istrimu nanti, secara otomatis kau menggali lubang kuburan adikmu sendiri.

To be continued…

62 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 8)

  1. kim byung hee napeun saram!! aish aku jadi kepo semua masalah ini ntar ketahuannya kek gimana? dan yang tau siapa duluan? apa taemin nanti ingatannya kembali?
    ah.. udah lah aku banyak omong gini gabakal tau kalo nggak dibaca sampe end.. wkwkwk😀
    *mian banyak bacot eonn* heheh

  2. Ah so sweet Mira-Eunhyuk❤ pasti akhirnya mereka bkal tumbuh cinta, harus.
    Aduh pak walikota ngerencanain apa tuh? Penasaran dah.
    Cus ke part selanjutnya.

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s