Because WGM, You’ll Be Mine !! (Part 2)

Tittle : Because WGM, You’ll Be Mine !! (Part 2)
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Shin Je Young
  • Cho Kyuhyun

Heheh..di sini masih pake sudut pandang Je Young meskipun ada satu sudut pandang Kyuhyunnya.

Typo masih ada, cerita maaf kalau mulai ngaco, dan maaf juga kalau bahasanya gak ngena di hati.

Happy Reading ^_^

because WGM by Dha Khanzaki

—-o0o—–

Apa ada yang tahu, saat apa yang paling membuat tubuh bergetar dan keringat dingin terus mengucur di tengkuk? Tepat sekali! Yaitu detik-detik sebelum pernikahan. Aku tahu ini hanya bagian dari skenario. Tapi tetap saja nanti kami akan berdiri berhadapan bersama di depan altar dengan pakaian pengantin, saling mengucapkan janji suci.

Lututku rasanya lemas. Entah sudah berapa kali aku meminum obat penenang untuk menghilangkan rasa gugup yang menyiksa.
“Kau sudah siap?” suara dari salah satu kru mengagetkanku. Aku mengangguk kikuk lalu berusaha berdiri dengan gaun yang tidak sama dengan yang kupakai saat prewedding dulu. Kyuhyun benar, aku akan memakai gaun model mermaid. Sebelum keluar, aku memandangi diriku di cermin besar yang ada di dress room. semoga aku tidak akan terlihat seperti papan di kamera nanti.

Nichan kali ini ikut melihat jalannya syuting. dia membantuku saat berjalan karena gaun model pas badan ini membuat langkahku sedikit terhambat. Aku tersenyum–seperti yang kubaca di skenario, lalu berjalan penuh percaya diri ke arah Kyuhyun yang berdiri di depan altar. Pernikahan ini hanya dihadiri oleh kedua orang tua kami saja–namanya juga pura-pura.

Kyuhyun menatapku cukup lama saat aku tiba di depannya. Caranya melihatku sungguh membuatku salah tingkah. Akibatnya, aku tersandung saat akan menaiki dua anak tangga sebelum kakiku menginjak altar. Tubuhku rasanya seperti di sengat listrik karena Kyuhyun menyangga tubuhku yang hampir ambruk di lantai. Dengan tenang dia membantuku kembali berdiri tegak. Dia bahkan tidak menyadari pipiku yang merona kemerahan.

kami mengucapkan ikrar pernikahan lalu dilanjutkan dengan acara menukar cincin. Kyuhyun mengecup keningku dan di saat itu aku mendengar pekikan iri dari mulut beberapa kru wanita dan Nichan. ah, Shin Je Young..usahakan jangan pingsan detik ini juga.

Setelah acara pernikahan yang romantis, kami di ajak oleh para Kru untuk syuting di rumah baru. Rumah dengan bentuk minimalis namun tetap indah. Ada jendela dengan beranda kecil di lantai dua. Rumah yang cantik. Kuharap aku bisa benar-benar tinggal di sini.
“Dagumu bisa jatuh jika terus menganga seperti itu.” Kyuhyun mencolek daguku. Aku terkesiap sadar bahwa sejak tadi mulutku terbuka mengagumi arsitektur rumah ini.
Dia terkekeh senang melihatku panik tak jelas.
“Kau suka rumah ini?” tanyanya kemudian.
“Tentu saja. Ini rumah idamanku.” ungkapku kagum dengan tangan menangkup di depan dada.
“Cha, aku kita ” Kyuhyun mengambil tas yang kubawa kemudian kami melangkah masuk ke dalam rumah ‘kami’. Aku terkesiap melihat bagian dalam rumah yang belum benar-benar tertata rapi. kardus-kardus berisi perabotan masih tergetak di sudut ruangan. Apa kami harus membereskannya? Tunggu, kenapa sejak tadi aku sering memakai kata ‘kami’? Aku merasa sudah benaran menikah dengan pria itu.

“Ini kamar kita, Youngie..” Kyuhyun membuka salah satu pintu. Aku ikut berdiri di sampingnya. Mataku melebar melihat kondisi kamar tidur yang belum tertata dengan benar. Kasur berukuran King size itu belum dilapisi seprei, korden di jendela berlum terpasang, dan beberapa perabotan kayu masih ditutupi kain.
“Kita akan tidur bersama di sini.” Kyuhyun melirikku. dia mendekat “pasti hangat..” dia berkata dengan penekanan penuh pada kata ‘hangat’. Aish, jinjja.. pria ini benar-benar tahu cara membuat gadis salah tingkah.
Aku memalingkan wajah tersipuku. “Ki-kita harus membereskan semua ini. Kajja..”

Aku berjalan masuk ke dalam kamar sambil mengumpati diri agar tidak tersipu-sipu dengan sangat mudah. Bisa-bisa aku habis dijahili oleh pria jelmaan setan itu.

Kami mulai membereskan barang-barang. Dimulai dari memasang seprei, gorden, membenarkan letak barang-barang sampai merapikan perabotan.
“Youngie, kecoa!!!” Kyuhyun tiba-tiba saja menyerukan nama binatang yang paling kubenci ketika aku membereskan pajangan di ruang tengah. Aku menoleh ka arah samping dan terkejut karena binatang menjijikan itu ada di bahuku.
“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!”
Panik. Aku sangat panik sampai-sampai menjerit kencang lalu buru-buru menyingkirkan benda itu dari pundakku dengan perasaan bercampur geli, jijik, dan kesal. Kudengar suara tawa Kyuhyun meledak. Tangannya yang terasa kekar dan besar itu mengelus puncak kepalaku dan sebelah tangan yang lain melingkari tubuhku. Tunggu dulu.
Aku mendongakkan kepalaku ke atas. Mataku membelalak menyadari sejak tadi Kyuhyun memeluk tubuhku!! Aku..ada..dipelukan..Kyuhyun..Super..Junior.
“Youngie, gwaenchana?” aku mengerjap satu kali, dua kali, tiga kali sampai akhirnya benar-benar tersadar. Kyuhyun tampak panik melihatku mematung.
“Aku tidak apa-apa.” suara yang keluar di tenggorokanku terasa jauh dan kecil. Apa? Shin Je Young kehilangan suaranya karena terlalu gugup dalam pelukan Cho Kyuhyun !!
“Syukurlah..” Kyuhyun melepaskanku kemudian. Aku terdiam di tempat. Jantungku..jantungku berdetak tak terkendali. Oh Tuhan, ini tidak benar. Seharusnya aku tidak merasakan hal ini. Tidak semestinya aku jatuh hati pada..pada Cho Kyuhyun.
“Youngie..aku lapar. bagaimana jika kita makan malam dulu.” suara Kyuhyun kembali mengagetkanku.
“Kau ingin makan apa?” Kulihat Kyuhyun mengangkat gagang telepon, meminta masukan dariku. Fokus Shin Je Young!! sekarang bukan saatnya berpikir yang tidak-tidak. sekarang saatnya aku melaksanakan tugas karena kau sudah menandatangani kontrak sebagai istri Cho Kyuhyun!
“Aku bisa memasak untukmu. Jika kau mau.” Akhirnya aku berhasil berkata juga. Kyuhyun terkejut mendengar ucapanku.
“Kau bisa, memasak???” tanyanya terkejut sekaligus heran. Aku mengangguk. dan saat inilah aku merasa tiba waktuku untuk menunjukkan sedikit keahlianku padanya.

—o0o—

Kyuhyun POV

Shin Je Young, gadis sederhana bermata almond yang kini berstatus sebagai ‘istriku’. Saat pertama kali melihatnya aku bertanya-tanya apa bagusnya dia sampai lulus dari sekian ribu gadis yang mengirimkan aplikasi untuk mengikuti acara ini. Aku sampai bertanya pada manager Hyung mengenai ini dan dia hanya tersenyum sambil berkata :
“Kau tahu alasannya jika sudah bersamanya nanti.”
Aku tidak paham untuk beberapa hari, hingga detik ini aku memahami maksudnya. Shin Je Young, benar-benar gadis yang langka. Dia pernah mengatakan–secara tidak sengaja–bahwa dia adalah fansku. Tapi mengapa dia tidak terlihat histeris, agressif, atau gugup seperti orang gila? Aku justru merasa Je Young kerap kali canggung dan menatapku rasa tidak nyaman dan bersalah di wajahnya. Apa dia takut padaku? Aku bukan buaya yang akan menerkamnya, bukan?

“Hei, sampai kapan kau akan memasak? Cacing diperutku sudah berdemo, nih!!” gerutuku sambil mengetuk-ngetukkan sumpit pada piring yang masih kosong. Je Young menoleh panik.
“Sebentar lagi…”
Aku merasa lucu melihatnya dengan apron berenda warna pink–aku yakin Sungmin Hyung suka apron jenis ini–dan sibuk berkutat dengan wajan, spatula, dan pisau di dapur sana. Ini benar-benar seperti suasana kehidupan rumah tangga yang selalu kuimpikan. hanya saja aku tidak tahu jika gadis beruntung yang akan kulihat di dunia nyata adalah dia.
“Maaf, apakah bisa bantu aku menata makanan itu di meja?” dia memintaku ragu-ragu dengan pandagan mengarah ke beberapa piring yang sudah terisi makanan di dekat rak piring.
“Oke, itu bukan tugas sulit.” aku bangkit lalu mengambil piring-piring itu lalu menatanya di atas meja makan. “Ada lagi yang bisa kubantu?”
“Tidak. sekarang duduklah yang manis. Kita tinggal menunggu sup ini matang saja.”
Aku mengerucutkan bibir namun tetap menurut. perutku keroncongan namun aku tidak berani menyentuh makanan itu sebelum Je Young duduk bersamaku di meja ini.
“Wah, baunya sedap. sepertinya masakannya lezat!!” aku berseru saat Je Young membawa panci sup lalu meletakkannya di atas meja.

gadis itu duduk di seberangku dengan wajah tersipu. Dia tidak berkata apapun, hanya menyendokkan nasi ke dalam mangkukku, lalu memberikannya padaku. Dia juga memberikan beberapa lauk padaku.
“Ah, mashita..” ucapku,kali ini aku tidak berbohong. Masakannya memang enak.
“Sepertinya kau memang sudah siap menjadi seorang istri!” tambahku dengan mulut penuh.
Aku kembali melihat wajah tersipunya. Entah kenapa aku mulai menyukai ekspresi itu. dia terlihat sangat menggemaskan.
“Youngie, sepertinya sekarang aku mulai menyukai wajah tersipumu.”
“Uhuk-uhuk..”
Aku tersentak kaget karena sedetik setelah ucapanku terlontar, Je young tersedak makanan yang dikunyahnya. Dengan panik kuulurkan segelas air padanya. apa ucapanku terdengar aneh sampai Je Young seterkejut ini? Bukankah seharusnya dia akan lebih tersipu?
akhirnya, karena Je Young tersedak cukup lama syuting terpaksa di tunda.

Acara makan sudah selesai. syuting berlanjut ke ‘bed scene’. jangan berpikir ini seperti ‘bed scene’ pada umumnya. Kami hanya di suruh untuk berdiskusi sebelum akhirnya tidur bersama–hanya pura-pura dalam satu ranjang yang sama.
“Kau biasa tidur di sebelah mana?” tanyaku pada Je Young yang sedang membereskan bantal-bantal. ketika pandangannya menoleh ke arahku, dia sempat terdiam selama beberapa detik. Mungkinkah dia terpesona? Tentu saja. Cho Kyuhyun super Junior tidak pernah gagal mempesona para gadis.
Hanya beberapa detik saja dia terpaku karena detik berikutnya Je Young mengerjapkan mata, lalu berpaling ke arah lain.
“Aku-aku biasa tidur di sebelah kiri.”
“kalau begitu aku akan tidur di sebelah kanan.” sebenarnya aku juga biasa tidur di sebelah situ, namun aku akan mengalah untuk Je Young. biasanya aku tidak suka mengalah.
kami sama-sama beranjak ke posisi masing-masing. Je Young merebahkan tubuhnya di sampingku. Dia terlihat tenang. sebaliknya, mengapa aku yang gemetar gugup begini? Apa mungkin karena ini pertama kalinya seumur hidup aku tidur dengan seorang gadis di ranjang yang sama. Oh tidak, Cho Kyuhyun.. kendalikan dirimu!!

Je Young POV

Mungkin saja Kyuhyun menganggapku begitu tenang padahal di sampingku berbaring pria yang terkenal namun tidak begitu kukenal. Aku menoleh ragu pada Kyuhyun yang justru terlihat kaku dan gugup. Alisku bertautan. Kulihat wajahnya begitu tegang dan ia berkali-kali menelan ludahnya dengan cepat.
“Youngie..boleh aku bertanya sesuatu?” aku terkesiap ketika Kyuhyun mendadak menoleh menatapku, menangkap basah diriku yang tengah menatapnya.
“Boleh.”
“Sejujurnya aku belum mengenalmu dengan baik. Kau memiliki berapa saudara?”
Aku juga sadar akan hal itu. selama kurang lebih syuting WGM selama 4 hari, kami belum benar-benar saling mengenal satu sama lain.
“Aku tinggal sendiri di apartement. sementara ibu dan ayah tinggal di daerah Daegu sementara kakakku dia berada di Seoul juga namun tidak tinggal denganku.” jelasku sambil menatap langit-langit kamar, sama seperti yang dilakukan Kyuhyun. suasana canggung ini sungguh membuatku gugup.
“Kakakmu perempuan?”
“Bukan, kakakku laki-laki.”
“aku punya kakak perempuan.” serunya.
“Aku tahu. Semua Sparkyu juga tahu.” selaku membuat senyum Kyuhyun redup kembali. dia mengerucutkan bibir dan itu membuatnya terlihat lucu.
“Apa kau tahu aku tinggal di Nowon?”
Aku mengangguk.
“Aku tidak suka sayuran!”
Aku mengangguk lagi. dia mulai menyebutkan semua tentangnya mulai dari keluarga, kesukaannya, sampai kebiasaannya yang kuyakin semua orang sudah tahu. akhirnya dia menyerah lalu mendengus.
“Kalau begitu kau sudah tahu semuanya tentangku. bukankah Sparkyu semuanya tahu.” cibirnya dan entah kenapa sepertinya Kyuhyun merajuk karena kecewa aku sudah mengetahui semua tentangnya.
“Bukannya itu bagus. Semua orang tahu tentangmu.”
“Tapi aku tidak suka, Youngie..aku ingin kau tahu sesuatu tentangku yang tak diketahui orang lain!!!’ debatnya jengkel. Hallo, Cho Kyuhyun. untuk apa kau memaksakan sesuatu yang ganjil seperti itu? Memang kenapa kalau aku sesuatu tentangnya yang tak diketahui orang lain? membuatku berharap saja. Jika begini aku bisa menginginkan hal yang mustahil padamu. Bagaimana jika sampai aku mengharapkan kau menyukaiku? bukankah itu lebih berbahaya.

Kami bertatapan satu sama lain dan tidak ada percakapan sama sekali setelahnya. Suasana canggung ini berakhir saat sutradara meneriakkan kata ‘cut’ dan kami mengerjap bersamaan setelahnya. Ya ampun, hampir saja aku lupa bahwa kami sedang dalam proses pengambilan gambar sejak tadi. Beberapa kru mulai berjalan mendekati kami dan Kyuhyun beranjak lebih dulu dari tempat tidur. Aku menoleh ragu pada punggungnya yang menjauh. Entah kenapa aku merasa sedih. Kebersamaanku dengannya tak lebih dari sebuah skenario di depan kamera. Di dunia nyata, tidak mungkin aku bisa menjangkau tempat di samping bintang terkenal sepertinya. Seharusnya aku tahu hal ini dan tak memikirkan apapun. Hatiku bergemuruh sakit saat menyadari kenyataan pahit itu.

“Nah, pengambilan gambar hari ini berakhir sampai sini. Besok kita akan mulai syuting kembali. Sekarang syuting selesai.” Ucap sang sutradara di iringi seruan senang dari semua kru.
Aku hanya bisa menghela napas lega. Meskipun di sisi lain aku sedih karena itu artinya pertemuanku dengan Kyuhyun berakhir sampai sini. Kuperhatikan pria itu sudah menghilang entah kemana. Mungkin ada jadwal berikutnya. Aku maklum karena bintang besar sepertinya pasti memiliki segudang jadwal syuting.

Sebelum aku beranjak pulang, hatiku kembali merengut sedih. Aneh, aku merasa mata ini berat padahal aku yakin tidak ada satupun hal yang patut kutangisi. Ini dunia nyata Shin Je Young, inilah yang sesungguhnya terjadi. Aku hanya wanita biasa. Tak sepantasnya menginginkan sesuatu yang bukan milikku.
Cho Kyuhyun, bolehkah aku berharap sesuatu yang mustahil darimu? Seperti, kemungkinan kau melihatku meskipun hanya sebagai teman biasa, bukan sebagai fans yang kebetulan tersasar dalam kehidupanmu lalu dilupakan begitu saja seperti angin.

Pandanganku sudah mengabur ketika tiba-tiba saja sebuah boneka kelinci ada di hadapanku. Mataku mengerjap beberapa kali dan aku perlahan mengangkat kepalaku. Kali ini aku dibuat terkejut lagi. Kyuhyun mendadak berdiri di hadapanku dengan tangan memegang boneka itu. Dia menatapku dengan raut yang tak bisa kubaca.
“Sekarang aku sudah menemukan sesuatu yang tak diketahui semua Sparkyu,” gumamnya sambil menggoyangkan boneka itu di hadapanku. Aku masih dilanda kebingungan hingga tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mulutku.
“Apa?” tanyaku mengambang. Aku terlalu larut menatapi wajah bintang di hadapanku. Pikiran dan mulutku menjadi sedikit tidak sinkron.
“Aku tahu kau menyukai boneka kelinci,” lirihnya lalu menyerahkan boneka itu padaku. Menatapku sebentar dengan senyum yang membuat jantungku hampir jatuh dari tempatnya. Setelah itu dia mendekat dan aku rasakan jutaan volt listrik menyetrum tubuhku di saat yang bersamaan. Aku mengerjapkan mata berkali-kali dan kuyakinkan diriku bahwa aku tidak sedang bermimpi. Kyuhyun sekarang sedang memelukku!!
“See ya tomorrow,” bisiknya sebelum berbalik pergi lalu menghilang di ujung lorong. Sungguh, rasanya.. aku tidak bisa merasakan diriku menapaki bumi lagi.

Kudekap boneka pemberiannya dengan erat. Jantungku berdebar kencang dan aku sudah tidak sanggup berdiri lagi. Aku yakin, malam ini aku tidak akan bisa memejamkan mata.

—o0o—

Keesokan harinya,

Syuting kembali berlanjut. Kini aku bersiap-siap dengan pakaian santai dan memperhatikan beberapa kru yang sibuk menata setting. Pengambilan gambar kali ini dilakukan di halaman depan rumah yang sudah disewa sebagai ‘rumah’ aku dan Kyuhyun. Ketika seorang penata rias sedang membenarkan ikat rambutku, sudut mataku melihat Kyuhyun datang bersama managernya. Pria itu langsung melambai padaku saat matanya berhasil menemukanku di antara para kru yang berlalu lalang.
Aku yakin, detik ini juga seluruh tubuhku merona malu. Melihat senyumnya kembali membuatku terlempar pada kejadian tak terlupakan semalam. Sepertinya perasaan itu hanya kualami sendiri saja karena Kyuhyun tidak mungkin merasa gugup dan tak bisa tidur sepertiku. Baginya, memeluk seorang wanita bukanlah hal istimewa.
“Istriku sudah siap syuting rupanya,” guraunya ringan, membuat beberapa orang yang ada di sekitar kami tertawa geli.
“Dia sudah datang bahkan sebelum alat-alat kami pasang di lokasi,” ucap penata rias yang kini sedang membereskan peralatan make-up di sampingku.
“Jinjja yo? Ah, kau sangat rajin.” Kyuhyun melemparkan senyum itu padaku lagi. Aku segera menundukkan kepala untuk menyembunyikan pipiku yang mendadak memanas. Pria ini benar-benar suka membuat orang berdebar. Tak heran banyak sekali Sparkyu yang jatuh pingsan saat melihatnya tersenyum.
“Istriku memang harus begitu,” dia kembali bergurau. Ya Tuhan, jangan biarkan aku pingsan di sini. Karena sepertinya jantungku berdetak semakin cepat dan kepalaku berkunang-kunang.
“Berhenti menggodanya Kyu! Kau tidak lihat dia merona malu begitu!” managernya menepuk lengan Kyuhyun. Pria itu berhenti menatapku lalu beralih menatap managernya.
“Kau menggangguku saja, Hyung!” gerutunya.
“Diam, ikut aku. PD ingin berbicara denganmu!” Managernya menarik Kyuhyun pergi dari hadapanku.
Aku cepat-cepat menarik dan membuang nafas untuk menormalkan kembali dadaku yang sesak karena gugup.
“Kau pasti sangat mengidolakannya, sampai gugup begini,” canda penata rias disampingku, setelah itu pergi membawa kopor berisi make-upnya.
Mengidolakannya? Ya, benar sekali, aku sangat mengidolakan Kyuhyun Super Junior. Tapi, mengapa hatiku kembali gusar dan sedih? Seolah-olah penata rias tadi baru saja memperingatkanku bahwa Kyuhyun adalah superstar dan aku fansnya. Tidak ada alasan bagi Kyuhyun untuk memperlakukanku berbeda.

Syuting di mulai setengah jam kemudian. Kali ini aku dan Kyuhyun akan mengambil adegan di halaman depan. Kami akan mencuci mobil bersama dan PD bilang, adegan saat mencuci mobil harus tampak natural dan romantis. Dia pasti bercanda. Mana bisa aku bersikap ‘natural’ di saat ada Kyuhyun di hadapanku?
Tepat seperti dugaanku, aku berkali-kali hampir terpeleset saat menangkap Kyuhyun sedang tersenyum padaku. Aish, jinjja!!
Aku menggosok bagian depan mobil agak cepat. Hal ini disebabkan oleh Kyuhyun yang berdiri di sampingku.
“Shin Je Young, mobilku bisa lecet jika kau menggosoknya secepat itu!” gerutuan Kyuhyun mengagetkanku. Aku cepat menatapi tanganku yang memegang spons penuh busa dan mengerjap. Apa aku sudah melukai mobil mewah ini?
“Hahahhahahhaha….” tiba-tiba tawa kencang meledak dari arah sampingku. Kyuhyun tertawa puas sampai memegang perutnya. Aku menoleh padanya dengan raut bingung. apa yang ditertawakannya sih? Aku sudah panik karena takut merusak mobilnya dia malah tertawa.
Tiba-tiba saja tangannya yang belepotan sabut itu mendarat di pipiku. Aku terkejut saat Kyuhyun mencubit pipiku gemas dan aku merasakan seluruh syaraf di tubuhku bereaksi karena sentuhan ringannya.
“Kyaaa..pipiku,” untuk mengalihkan kegugupan, aku memekik saat sadar pipiku jadi terkena busa yang berasal dari tangan Kyuhyun.
“Kalau begitu aku bersihkan,” Kyuhyun dengan entengnya menyemprotkan air padaku.

“Kyaaaaa….” aku berlari mengambil selang air yang lain lalu balas menyemprotkan padanya. tanpa sadar, bukannya memandikan mobil kami malah bermain air hingga basah kuyup. PD juga sepertinya ikut menikmati permainan ini karena aku tidak mendengar suara ‘cut’ ataupun ‘NG’ dari mulutnya. Kyuhyun mencoba menyemprotkan air padaku lagi namun ketika kakinya satu langkah mendekatiku, selang air mencekal kakinya hingga keseimbangannya goyah dan sesuatu yang tak diduga pun terjadi.

Bruuukkk…

Semuanya berlalu begitu cepat. Ketika Kyuhyun terjatuh menimpa tubuhku hingga kami jatuh bersamaan menyentuh tanah, aku hanya mendengar pekikan kaget dari beberapa Kru yang melihat.
“Omooooo…!!!!” Dan bersamaan dengan jeritan itu, punggungku terasa sakit. Aku membuka mata yang menutup secara refleks ketika terjatuh tadi dan jantungku hampir berhenti berdetak karena aku sadar, jarak antara wajahku dan Kyuhyun terlalu dekat. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya dan aku bisa melihat pantulan diriku sendiri di bola matanya yang jernih. Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan ketika Kyuhyun pun menatap diriku sekarang ini?

“CUT!!!”

Suara teriakan PD membuat kami tersadar. Kyuhyun lebih dulu mengerjapkan mata lalu buru-buru bangkit saat sadar sejak tadi ia terus berada di atasku. Aku melakukan hal yang sama setelahnya. Para Kru terlihat senyum-senyum tidak jelas melihatku yang salah tingkah setelah kejadian tadi. Aku sangat malu. Iseng, aku melirik Kyuhyun ingin tahu bagaimana reaksinya. Ia sekarang sedang bergurau dengan mangernya sambil mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kering.
“Wahhhh.. aku yakin episode pertama kali ini ratingnya akan tinggi,” komentar PD itu sambil menghampiriku.
“Good jobs, girl!” serunya sambil menepuk pundakku. Aku hanya tersenyum kikuk dan bergegas mengganti bajuku untuk adegan berikutnya. Ketika PD bertanya apakah aku ingin melihat rekaman adegan tadi, aku menolak mentah-mentah dengan alasan malu. Mana mungkin aku berani melihatnya. Dan aku tidak bisa membayangkan bagaimana tanggapan para ELF ketika melihatnya. Shin Je Young, bersiaplah menjadi santapan empuk para sasaeng fans.

Syuting selesai ketika jam menunjukkan pukul sembilan malam. sebelum pulang PD mengatakan padaku bahwa episode perdana akan tayang hari minggu nanti dan dia memperingatkanku agar jangan melewatkannya. Aku justru ingin berpura-pura lupa dan tidak melihatnya. Owh, bahkan sampai sekarang aku ragu apakah mengikuti acara ini adalah keputusan yang tepat atau tidak.

–o0o–

“Tentu saja kita harus menontonnya!” seruan Nichan mengagetkanku. Untung orang-orang di kelas sudah bubar. Hanya tinggal aku dan dia saja.
“ah, aku tidak sanggup. Aku akan pulang ke rumah orang tuaku di Daegu saja,” elakku sambil menyampirkan tas di pundak.
“Wae? kau harus lihat! dan aku tidak sabar menanti bagaimana reaksi fans-fans fanatik Kyuhyun. hihiihi, Shin Je Young, bersiaplah…”
Aku merinding roma mendengar ucapan Nichan. Terserahlah. Aku hanya terharap semoga lebih banyak komentar positif dibandingkan komentar negatif.
“Jangan menakutiku, Choi Nichaaann!!” seruku panik. Aku segera bergerak keluar dari kelas, meninggalkan Nichan yang tertawa puas.

Sebenarnya, hatiku saat ini terasa kosong. Hari ini tidak ada jadwal pengambilan gambar hingga esok hari dan di saat jeda seperti inilah aku merasa ada yang kurang. Tentu saja, aku tidak bisa bertemu dengan Kyuhyun selain karena alasan syuting.

Langkahku terhenti ketika telingaku mendengar suara Kyuhyun dari toko elektronik di sampingku. Dari luar, aku melihat sebuah televisi menayangkan salah satu Music Video dari Super Junior. Tatapanku berubah sendu. Lihat Shin Je Young, orang yang kau sukai adalah seseorang yang sangat sulit kau jangkau.
Tanpa sadar, tanganku meremas bajuku tepat di bagian dada. Entah kenapa, di sini rasanya perih dan sakit. Salahkah jika aku jatuh cinta pada idolaku sendiri?

To be continued.

103 thoughts on “Because WGM, You’ll Be Mine !! (Part 2)

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s