Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 7)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 7
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance, Married Life

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Eunhyuk a.k.a Lee Hyuk Jae

Support Cast :

  • *Find by yourself*

No Comment deh. Happy Reading aja ^_^

Shady Girl Eunhyuk's Story by Dha Khanzaki5

—-o0o—–

“Apa maksud Umma?! Upacara pernikahan akan tetap berlangsung..” cerocos eunhyuk begitu mereka hanya tinggal berdua di salah satu ruangan yang ada di gedung itu. Seolah tak mau dengar, Umma berbalik menatap putra sulungnya itu dengan pandangan setengah sinis setengah marah.
“Kenapa kau tidak bilang kalau calon istrimu itu pelayan restoran?!” mata Umma yang biasanya dipenuhi kelembutan kini sirna tak berbekas. Hanya menampakkan aura kemarahan seperti seseorang yang dendam karena baru saja dibohongi dan dikhianati.

Eunhyuk menahan emosinya untuk tidak balas berteriak pada Umma. “Umma, itu..” Eunhyuk terdiam sejenak. “Bukankah Umma sudah setuju? Aku kira Umma sudah tahu sebelumnya..” suara Eunhyuk di buat sehalus mungkin.
“Itu karena Umma pikir gadis bermarga Kim yang Taemin ceritakan adalah dia!” bentak Umma, seketika membuat Eunhyuk membulatkan matanya—terkejut.
“Taemin bilang gadis itu adalah putri walikota!!” tambah Umma tetap tidak mengurangi itensitas marahnya.

Kali ini Eunhyuk benar-benar dibuat menganga—terkejut, tak percaya, dan bingung—terhadap ucapan Umma yang terakhir.
“Jadi, Umma pikir Mira adalah Hyo Yeon begitu?” ucapnya dengan suara tercekat.
“Ah, benar! Hyo Yeon!!” teriak Umma.
“Umma tahu ini dari Hyo Yeon?” tanya Eunhyuk tercengang. Mendadak hatinya sakit. Entah kenapa. tapi ia tidak suka.
“Itu tidak penting. Pokoknya Umma ingin kau membatalkan pernikahan segera!!” geram Umma sambil melipat tangan di depan dada. Eunhyuk mengusap dadanya menghadapi sifat egois Ummanya. ia harus berpikir jernih.

“Umma sudah gila? Apa Umma tidak berpikir berita buruk yang akan beredar jika aku mendadak me mbatalkannya? Gosip-gosip buruk dari media bisa berakibat fatal pada saham SJ Group!!” ucap Eunhyuk. Ia terpaksa bertindak sadis dengan menggunakan Perusahaan yang sudah dibangun susah payah oleh Almarhum Appanya sebagai kartu As. Dan benar saja, Umma langsung terdiam. Membisu.
Eunhyuk kembali melanjutkan argumennya. “Apa Umma juga tidak memikirkan bagaimana pandangan orang pada keluarga kita nanti? Lalu bagaimana dengan Mira? Apa Umma tidak memikirkan bagaimana perasaannya?”

Umma seolah kehilangan kata-katanya. Eunhyuk merasa sedikit lega. Setidaknya ia tahu bahwa Umma adalah orang dengan gengsi tinggi. Ia selalu menuntut kesempurnaan di depan orang lain. Dan bagaimana pandangan orang terhadap keluarga, itulah yang terpenting bagi Umma selama ini.
“Lalu kenapa kau tidak mengatakan sejak awal bahwa dia adalah pelayan restoran??” Umma tetap tidak mau menyerah rupanya.
“Memang kenapa kalau dia pelayan restoran? Apa itu sangat memalukan?!”
“Gadis dari keluarga bawah sepertinya hanya akan memanfaatkan dirimu!” Umma menghela napas sejenak sementara Eunhyuk terdiam. Ia sadar kok mengapa Umma seprotektif ini. Sebagai seorang ibu, ia tidak mau putranya dimanfaatkan oleh gadis yang tidak sepantasnya. Pada dasarnya Umma melakukan itu karena menyayanginya.

“Umma tahu dia cantik, maka dari itu bisa meluluhkanmu dengan mudah..” ucap Umma mengingat Eunhyuk itu senang sekali berkencan dengan banyak gadis. Eunhyuk mengulum senyum saat mendengarnya. Perlahan ia berjalan mendekati Ummanya.
“Umma percaya padaku. Mira gadis baik-baik.”
Kini Umma menatap Eunhyuk serius. “Apa kau mencintainya?”

Deg..deg…deg…

Mendadak saja jantung namja itu berdetak dua kali lebih kencang. Tak hanya itu, rasa gugup pun tiba-tiba menyerangnya. Apa ini? Ia kebingungan setengah mati.
“Em, aku.. ingin sekali hidup bersamanya..” ucap Eunhyuk meragukan. Hal ini kembali membuat Umma kesal.
“Umma tetap tidak setuju!!”
Eunhyuk menggeram. Susah sekali membuat Umma luluh. “Tapi aku tidak akan membatalkan upacara pernikahan hari ini!!” putusnya.
Umma melayangkan tatapan tajam. “Itu terserah padamu. Menikahlah. Tapi jangan harap Umma akan berlaku baik pada istrimu.” Ucap Umma dengan suara rendah, tajam, dan dingin.
“Umma..” Eunhyuk mencoba mengejar Umma yang sudah terlanjur pergi. sekarang ia berada dalam situasi terjepit. Perasaannya campur aduk. Dilema, bingung, kesal, semuanya campur aduk menjadi satu. hanya ada 2 pilihan yang bisa ia laukan saat ini. Yang pertama adalah ia menuruti keinginan Ummanya membatalkan pernikahan dan melihat wajah kecewa Mira. Atau ia meneruskan pernikahan namun ia harus membiarkan Mira mengalami penderitaan karena Umma tidak mungkin menerimanya.

“Eunhyuk.. sekarang saatnya.. Pendeta dan tamu sudah menunggumu di Aula.” Kalimat yang dilontarkan Sungmin itu membuat Eunhyuk kian dilema. Bagaimana ini? Eunhyuk memejamkan mata sejenak lalu menghela napas. Akhirnya ia menetapkan satu pilihan paling egois sepanjang masa.
“Baik Hyung. Ayo..”

Ia membiarkan sifat egoisnya mendominasi. Ia akan tetap menikahi Kim Mira dan ia tidak akan membiarkan gadis itu menderita karena didiamkan Ummanya.

—o0o—

Akhirnya sampai tiba upacar pun Eunhyuk tidak bisa tenang. di depan altar, berkal-kali Eunhyuk melirik Ummanya yang bermuka masam. Ia cemas sekali setelah mendengar ucapan Ummanya yang terakhir. Bagaimana nasib Mira nanti?
“Lihat, Eunhyuk gugup sekali.” Bisik Siwon malah menggoda Sulli. Mereka duduk di bangku barisan ke dua.
“Shut up!!”

Matanya kini teralih pada sosok Hyo Yeon. Gadis itu duduk di barisan paling depan. Dia hanya duduk, menatapnya dengan pandangan datar. Namun entah kenapa Eunhyuk tidak berani menatap matanya. Ia merasa bersalah. Ia bisa merasakan bagaimana kondisi psikologis Hyo Yeon sekarang. Gadis itu pasti marah, dendam, dan membencinya. Namun yang membuat Eunhyuk takjub adalah bahwa gadis itu tetap menyempatkan diri untuk datang.

Mendadak terdengar mars pernikahan mengalun. Eunhyuk tersadar kemudian segera menegakkan tubuhnya. Pintu aula terbuka dan muncullah sosok wanita bergaun putih perlahan masuk di dampingi ole Tuan Lee—Appa Donghae.
*Eunhyuk meminta tolong pada Tuan Lee untuk menjadi pengiring pengantin karena Mira sudah tidak memiliki orang tua dan Appa Eunhyuk sudah lama meninggal*

Di tempatnya berdiri, Eunhyuk terpaku. Melihat Mira berjalan dengan anggun. Ia sangat penasaran bagaimana wajah gadis itu. Pasti sangat berbeda melihatnya dengan make up dan seluruh aksesori pengantin. Tapi Eunhyuk tidak bisa melihat karena wajah calon istrinya itu karena ditutupi kain putih tipis transparan.

Seulas senyum terbit saat Tuan Lee menyerahkan tangan Mira padanya.
“Gomawo, ahjussi.” Ucap Eunhyuk pada Tuan Lee.
“Semoga kalian berdua bahagia.” Senyum Eunhyuk tak kunjung hilang bahkan setelah ia membawa Mira untuk berdiri di sampingnya. Menunggu pendeta membacakan kalimat ikrar yang akan mengikat mereka ke dalam hubungan suci seumur hidup.

Eunhyuk menghela napas. Ia harus kuat. Ia yakin ini adalah keputusan terbaiknya.

Tanpa Eunhyuk sadari, sebenarnya Mira sedang melirik padanya sejak tadi. Wajahnya murung melihat Eunhyuk tampak tidak yakin bersanding bersamanya di depan altar. Mendadak ia ingin sekali menangis. seandainya kedua orang tuanya masih ada, mungkin segalanya akan berbeda sekarang. Meskipun ia menikah dengan Eunhyuk, kondisinya tidak akan seburuk sekarang.

“Apa kau bersedia?”

Mira terkesiap ketika mendengar pendeta mengucapkan kalimat itu di akhir setelah ia mengucapkan kalimat-kalimat ikrar pernikahan. ia menoleh pada Eunhyuk dengan jantung berdebar. Ia takut Eunhyuk akan berkata ‘tidak’.

Eunhyuk semula ragu, namun ia menghela nafas kemudian menjawab dengan mantap. “Aku bersedia” ucapnya tegas namun lembut. Tamu lain di belakang bersorak gembira mendengarnya. Namun tidak Umma dan Hyo Yeon, serta beberapa tamu yeoja yang tadi menangisi pernikahan Eunhyuk.

Fuiiih.. Mira lega sekali. Ia seperti mendengar bacaan vonis hakim bahwa ia terbebas dari segala macam hukuman.

“Dan kau apa bersedia menerima Lee Hyuk Jae sebagai suamimu baik senang ataupun susah, sakit atau pun sehat, bersedia bersama selamanya hingga ajal memisahkan kalian.”

Kali ini Eunhyuk menoleh pada Mira yang kepalanya tertunduk. Ada apa dengannya? Apa Mira bermaksud menolak?

“Aku bersedia..” tak di sangka Mira menjawabnya. Eunhyuk tersenyum lebar. Syukurlah ketakutannya tidak terbukti.

“Sekarang pengantin pria dipersilakan mencium pengantin wanita..”

Eunhyuk menarik tubuh Mira agar berhadapan dengannya. Sebenarnya ini yang ia tunggu dari tadi. Ia ingin sekali melihat bagaimana wajah Mira yang tertutup kain cadar transparan ini. Tangannya terulur membuka kain itu.

Deg deg deg..

Demi apapun, Eunhyuk tidak akan pernah siap melihat pemandangannya sekarang. Jika ia tidak ingat ia berada di depan altar dan ratusan pasang mata tengah menyaksikan mereka, ia mungkin sudah menerkam gadis di depannya detik itu juga. *singa kaleee* *Author ganggu yah?* *reader: banget!!*

Mira sangat cantik sekarang. Ia bingung harus menjabarkan seperti apa. Yang pasti Eunhyuk sangat terpesona melihatnya dari jarak sedekat ini.

Di tatap intens seperti itu oleh Eunhyuk, membuat Mira menundukkan kepalanya. semburat merah merona tampak di pipinya. Eunhyuk makin gemas. Akhirnya ia memutuskan untuk mendekat. Mira sudah menutup matanya.

“Aish.. aku tidak mau lihat adegan ini..” ucap Sulli. Ia langsung menarik tangan Siwon dan memeluk tangan kakaknya itu. Menyembunyikan wajah agar tidak melihat adegan paling menyesakkan menurutnya. Siwon hanya terkikik dengan sikap childish Sulli.

Mendadak saja Eunhyuk menghentikan gerakannya saat jaraknya dengan wajah Mira tinggal beberapa centi lagi. Dari ekor matanya ia melihat Hyo Yeon memandang penuh dendam ke arahnya. Eunhyuk mengurungkan niatnya untuk mengecup bibir Mira, dan beralih mengecup kening istrinya saja.

Antara kecewa dan tidak, Mira menanggapi tindakan Eunhyuk tadi. Sekarang ia makin yakin bahwa Eunhyuk tidaklah mencintainya.

“Aku akan menciummu. Tapi tidak di depan banyak orang seperti ini.” Bisik Eunhyuk ketika melihat raut kecewa Mira.
“O—“ Mira membulatkan matanya mendengar hal itu. Apa ia terlihat kecewa tadi? Namun senyuman Eunhyuk sekarang mampu membuatnya bungkam. Ia tidak peduli Eunhyuk menyukainya atau tidak asalkan Mira selalu melihat Eunhyuk tersenyum seperti ini. Karena entah kenapa, rasanya begitu menenangkan.

—o0o—

“Akh, pegal sekali..” keluh Eunhyuk sambil memijat pelan pundaknya. Acara resepsi sudah selesai beberapa saat lalu. Semua tamu sudah pulang terkecuali beberapa teman dekatnya.
“yakin masih punya tenaga untuk malam ini?” goda Kibum sambil menepuk pundak Eunhyuk.
“Aish, itu tidak perlu ditanya!” kelakar Eunhyuk tak mau kalah. Kibum tersenyum sambil melirik pada Jarin.
“Oh, iya.. kalau begitu kami pamit dulu ya. Sudah malam. lagipula aku tidak mau mengganggu malam pertamamu.” Kyuhyun pamit pulang bersama Hyun Jung. Eunhyuk mengangguk sambil tersenyum. Tak hanya Kyuhyun dan Kibum yang pulang, Siwon dan Donghae pun pamit pulang. Sungmin malah sudah pulang sejak tadi karena Minki tertidur pulas karena lelah.

Sekarang di tempat itu tinggal dirinya dan beberapa orang yang ditugaskan membereskan sisa-sisa pesta.
“Hyung..” Taemin mendekati Eunhyuk.
“Ah, kau antar Umma pulang sekarang. Dia pasti sudah lelah.” Titah Eunhyuk. Taemin menggaruk kepalanya gusar, sepertinya ada yang ingin dibicarakan.
“Anu Hyung, itu..” Taemin ragu untuk melanjutkan.
“Apa?”
“Mobilku.. kapan selesai sih? Memang rusaknya sangat parah? Ini sudah hampir 2 bulan loh..kok belum selesai diperbaiki juga.” Ucapnya dengan wajah memelas.
Eunhyuk membatu. Aigoo, bagaimana menjelaskannya pada Taemin?
“Begini, Taemin..” Eunhyuk menepuk pundak Taemin “Bagaimana kalau Hyung membelikanmu mobil baru? Modelnya sama persis. Hyung janji” usul Eunhyuk. Daripada Taemin terus menanyakan mobilnya yang hilang itu.
“tidak mau!!” tolak Taemin tegas. Loh, dibelikan mobil baru kenapa tidak mau? batin Eunhyuk super heran.
“Ini bukan masalah baru atau tidak Hyung. Masalahnya itu mobil yang kudapat setelah hasil kerja keras. Dan itu juga mobil pertamaku. Rasanya tidak akan sama jika Hyung membelikanku mobil baru.” Seru Taemin kesal. Ekspresi Taemin mendadak berubah sendu. “Memangnya mobilku benar-benar tidak bisa diperbaiki lagi? Rusak parah, begitu?”
Mau tidak mau Eunhyuk mengangguk. “sangat parah” ucapnya kaku. Untungya Taemin tidak curiga sama sekali. Ia menghela napas berat.
“baiklah Hyung, kalau begitu aku pulang. Selamat bersenang-senang malam ini..” ucap Taemin lunglai.

Sebenarnya Eunhyuk tidak tega membohongi adiknya seperti ini. Lihat saja, sekarang bahkan melangkah pun Taemin tidak semangat seperti biasanya. Aigoo.. lalu apa yang harus ia lakukan?

Eunhyuk kemudian mengajak Mira pulang ke rumah mereka. Hari sudah semakin larut. Ditambah rasa capek yang tak di kira melanda mereka berdua. pikirkan saja, seharian menerima pernyataan selamat dari ratusan tamu yang hadir. mira sampai bingung, Eunhyuk sebenarnya memiliki berapa banyak kenalan sih? Kenapa tamu yang hadir banyak sekali dan terus ramai hingga malam?

“Kau lelah kan? Lebih baik kau mandi duluan saja.” ucap Eunhyuk sambil menyerahkan handuk bersih pada Mira.
“aku masih lelah. Kau duluan saja Eunhyuk-ssi.” Ucap Mira kaku. Ia duduk di tepian ranjang yang sudah di hiasi oleh ratusan kelopak bunga mawar.
Eunhyuk mengangkat alisnya. “Eunhyuk-ssi? Jangan panggil aku dengan sebutan formal lagi. Aku suamimu sekarang. Panggil aku Oppa.”
Mira membuka mulutnya hendak membantah, namun karena terlalu lelah ia memutuskan untuk mengalah. “Baiklah, Oppa..”

“Anak manis..” eunhyuk mengusap kepala Mira yang masih terdapat tiara di atasnya. “baiklah, aku akan mandi duluan..” putusnya sambil masuk ke kamar mandi.
Mira memutuskan duduk di depan meja rias dan mulai membuka macam-macam aksesori yang melekat ditubuhnya. Tiara, anting, kalung, gelang, namun saat akan membuka cincin pernikahan, Mira berhenti. Ia menatap sejenak cincin pernikahan itu. Tatapannya kosong. Mira menggeleng lalu melepaskan cincin itu agar bisa melepaskan sarung tangan yang dipakainya. Setelah itu baru ia kembali memakai cincin yang dipakaikan Eunhyuk saat pernikahan tadi.

Cklek..

Suara pintu kamar mandi terbuka. Eunhyuk muncul dari sana dengan rambut basah dan wangi sabun tersebar ke seluruh penjuru ruangan. Matanya melirik sosok Mira tengah duduk di depan meja rias membelakanginya. Susah payah Eunhyuk menahan nafsunya sendiri. Bagaimana tidak, Mira tidak menyadari bahwa gaun nya yang menunjukkan punggung mulusnya itu tereskpos jelas di depan matanya. Aish.. ini godaan terbesar dalam hidupnya. Padahal ia ingin melewati malam ini dengan selamat.
*Hyuk: hei thor! Terus gimana ama malem pertama gue! #ngancem pake golok#*
*Iye ampun baaanggg.. g jadi deh, ralat*

“Mira..” lirih Eunhyuk sambil mendekat. Mira menoleh. Namun saat melihat Eunhyuk hanya memakai handuk untuk menutupi daerah bawahnya, buru-buru ia memalingkan muka.
“em, Oppa.. cepat kau pakai baju. Ini sudah malam. kau bisa masuk angin” ucap Mira gugup. Eunhyuk tersenyum senang mendengarnya. Hahahah.. ternyata dia gugup juga. Berarti ia bisa mengambil celah malam ini.
“untuk apa? Bukankah kita akan…” kalimat Eunhyuk menggantung. Sekarang ia malah menatap Mira dengan wajah seduktif.

Oh, rupanya kau ingin bermain-main denganku.. batin Mira.
Lihat saja siapa yang akan kalah nanti.

“Akan apa, Oppa?” tanya Mira tak mau kalah. Eunhyuk mengerjap. Loh, kenapa Mira tidak gugup lagi dan kenapa malah dirinya yang jadi gugup? Sialan!
“em, itu..” Eunhyuk gelagapan tak jelas.

“Aish.. kenapa gaun ini sempit sekali. Oppa, apa kau bisa membantuku membukanya?” ucap Mira sambil pura-pura kesulitan membuka gaunnya. Tindakan Mira itu membuat Eunhyuk kian kebingungan, panik. Meskipun ia sudah sering menghadapi wanita, namun lain ceritanya jika berhadapan dengan situasi seperti ini. Ia berduaan saja di kamar bersama wanita yang sudah menjadi istrinya. Aigoo… bagaimana ini?
“Mi-Mira..sebaiknya kau lakukan saja di kamar mandi. Aku, aku tidak bisa melakukannya.” Ucap eunhyuk gugup sambil mendorong Mira. Alhasil gadis itu tersenyum menang tanpa Eunhyuk sadari.

Hehehe.. benar kan, kau sudah kalah Tuan Lee.. batinnya.

Setelah Mira masuk kamar mandi, Eunhyuk mengelap keringat dingin yang mendadak mengaliri pelipisnya. Sial! Kenapa ia jadi pengecut seperti ini? Buru-buru ia memakai pakaian kemudian keluar dari kamarnya.

—o0o—

“Oppa, bisa kau tanda tangani ini?” tanya Mira sambil menyerahkan beberapa berkas pada Eunhyuk. Namja itu sedang menikmati secangkir kopi kesukaannya di balik meja kerja di ruang kerjanya saat tiba-tiba saja Mira muncul dan menunjukkan dokumen entah-apa-itu padanya.
“Apa ini?” tanya Eunhyuk bingung. ia melirik Mira yang sudah memakai piyama sama sepertinya—hadiah dari Umma sebelum Umma tahu kalau Mira dari kalangan bawah—gadis itu tampak cantik. Bahkan Eunhyuk lebih suka Mira dengan penampilan polos—tanpa mike up—seperti ini.
“Itu surat perjanjian.” Ucap Mira singkat, membuyarkan lamunan Eunhyuk.
“surat perjanjian apa?” Eunhyuk buru-buru melihat dengan teliti. Seketika ia mengerjap kaget setelah membacanya.

“APA MAKSUDMU???” pekiknya. Mira tidak menunjukkan reaksi apapun. Ia menjadi Mira yang dingin dan tenang.
“Aku ingin Oppa menandatanganinya. Sekarang.”
“Tapi, kalau aku menandatanganinya, itu artinya aku tidak boleh melakukan ‘itu’ padamu? Kenapa? kau istriku sekarang. Kenapa kau melakukan hal ini pada suamimu sendiri? Kau ingin menyiksaku???!” teriaknya kesal.

Mira tercekat. Ia pun sebenarnya tidak ingin membuat surat perjanjian seperti ini. Sebagai seorang istri, ia tahu apa kewajibannya. Harus melayani suaminya. tapi ia tidak bisa melakukannya jika Eunhyuk tidak mencintainya.
“Aku hanya ingin melindungi diriku, Oppa. Aku tahu Umma tidak merestui kita. Karena itu, aku ingin berjaga-jaga. Jika seandainya aku hamil, aku tidak mau anakku nanti diperlakukan tidak baik seperti Umma memperlakukanku.” Jelas Mira dengan suara berat. Eunhyuk seketika tercengang. Jangan-jangan..
“Mira, jangan bilang kau mendengar pembicaraanku dengan Umma..” ucapnya tak percaya. Mira tidak menjawab ataupun mengangguk. Gadis itu hanya terdiam dengan sorot mata terluka. Dan itu bisa diartikan sebagai ‘iya’.
“Kumohon, Oppa, tanda tangani saja. jika Umma sudah bersedia menerimaku atau kau sudah mencintaiku, maka kuanggap perjanjian ini tidak akan berlaku lagi.” Ucap Mira. Airmata tampak menggenang di pelupuk matanya.

Eunhyuk tergetar hatinya. Ternyata Mira sudah tahu semuanya. Sekarang tidak ada pilihan lain baginya, Eunhyuk mengambil dokumen itu lalu menandatanganinya.
“Jika ini membuatmu tenang, aku akan melakukkannya.” Ucap Eunhyuk sambil menyerahkan dokumen itu kembali. Ia memilih memalingkan pandangannya ke arah lain. Ia tidak sanggup menatap Mira.
“gomawo Oppa..” Mira kemudian pergi meninggalkan Eunhyuk.

Setelah Mira pergi, Eunhyuk menggeram seorang diri. “sial!! Kenapa kau jadi pengecut, Lee Hyuk Jae!”

Sekarang, haruskah ia menyesal dengan keputusannya sendiri? Ia tahu Mira melakukan ini karena hingga detik ini, Eunhyuk belum pernah mengatakan ‘saranghae’ padanya.

To be continued..

63 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 7)

  1. Akhirnya mrk nikah jga, kirain tdi pas di altar si hyuk lebih milih eommanya dri pda Mira. Tau”nya enggak. Baguslah mrk udah nikah. Tindakan mira dgn membuat perjanjian itu cukup bagus, cmn itu untung buat dia, gk buat Hyuk. #PoorHyukOppa

  2. Meski mereka menikah tetep aja rumit !! Eunhyuk-ah .. Apa kau masih punya rasa terhadap mantanmu? Penasaran.
    Cus ah ke part selanjutnya.

  3. Akhirnya pernikahan’nya tetap berlanjut,tapi mungkin akan menjadi sangat rumit ? Karna eomma Eunhyuk tidak menyukai Mira & Hyo Yeon yg akan membalas dendam kepada Mira !!! Blm lgi masalah Taemin & walikota ?

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s