Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 6)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 6
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Eunhyuk a.k.a Lee Hyuk Jae

Support Cast :

  • Lee Taemin
  • Choi Sulli
  • Kim Ryeowook
  • Lee Sungmin
  • All cast in Shady Girl Story serial

Author baru sempet posting sekarang nih. Maaf yah. Padahal author yakin bisa posting tiap hari.
Komentar-komentar temen-temen semua bikin author seneng dan semangat buat lanjutin. Jeongmal gomawo *bow.
Shady Girl Eunhyuk Story agak panjang dibanding Shady girl sebelum-sebelumnya. tapi tak akan sepanjang Donghae’ Story kok. Dan setelah ini bakal dilanjut ama Shady Girl Siwon’s Story. Tenang aja, semua cast di FF ini pasti ada storynya. Leeteuk, Heechul, Hangeng, Yesung, ampe Henry pasti ada storynya. So, ditunggu aja yah ^_^

warning :
Typo bertebaran

Happy reading ^_^

Shady Girl Eunhyuk's Story by Dha Khanzaki5

———-o0o———-

“Choi Sulli, berhentilah minum!!” Taemin berusaha merebut gelas yang hampir diteguk isinya oleh Sulli. Ia hampir frustasi saat berusaha mencegah Sulli minum—ini terjadi karena Sulli sedang patah hati mendengar Eunhyuk akan menikah sebentar lagi.
“Biarkan aku, Lee Taemin!” tangkis Sulli lalu merebut kembali sloki dari tangan Taemin kemudian mengisinya lagi dengan anggur berwarna bening.
“Terserah kau saja!” bentak Taemin menyerah. Tapi ia tetap setia menunggu Sulli menyelesaikan acara ‘pelarian’nya. Sesekali ia mendunduk malu begitu mendapat lirikan aneh dari orang-orang di klub malam elit yang biasa dikunjungi Eunhyuk itu. Tentu saja, jarang-jarang ada seorang pelajar datang ke klub mewah seperti itu.

“Oppa.. kau jahat, hiks..aku sudah mengejarmu sejak aku masih SMU hiks.. tapi kenapa kau tidak pernah menyadari perasaanku..” oceh Sulli. Taemin mendesah, ini pasti karena pengaruh alkohol. Sulli sudah resmi mabuk.
“Sulli, ayo pulang. Siwon Hyung bisa membunuhku jika melihatmu begini..”

Namun lagi-lagi Sulli menepis tangannya. “Diam kau! Aku sedang berusaha melupakan rasa sakit hatiku..” ucap Sulli kali ini ia meneguk wine itu langsung dari botolnya. Sesaat kemudian ia mengeryitkan kening menyadari isinya sudah kosong.
“Ahjussi..aku minta satu botol soju lagi..” ucap Sulli melantur. Bartender yang kebetulan adalah Ryeowook itu mengerutkan kening. Sebenarnya ia sedang dalam kondisi tidak baik—ia sangat sedih mendengar berita pernikahan Mira dan Eunhyuk dari koran-koran—namun Ryeowook tetap memaksakan seulas senyum.

“Maaf, nona..tapi di sini hanya ada wine dan minuman beralhohol lain. Kalau ingin soju nona bisa mendapatkannya di swalayan depan klub.”
“Mwo??” gumam Sulli seolah tak mendengar. Wajahnya sudah kemerahan. Melihat kondisinya mengingatkan Ryeowook pada kondisi Mira beberapa hari lalu.
“Tuh, dengar kan, sebaiknya kita pulang..” ajak Taemin.
“Shireo..” kembali Sulli menepis tangan Taemin. “aku masih sedih Taemin-ah..” dalam keadaan setengah sadar gadis itu terisak. Taemin sudah kehabisan kesabaran.

“SADARLAH CHOI SULLI!!! EUNHYUK HYUNG AKAN SEGERA MENIKAH!! BERHENTILAH MENGEJARNYA!!” tanpa sadar Taemin membentak hingga seluruh orang di sekitar mereka menoleh. Secara tidak langsung membuat Taemin dan Sulli menjadi tontonan. Ryeowook tersentak kaget mendengarnya.
“Tunggu, jadi, kau patah hati karena Lee Hyuk Jae akan menikah?” tanya Ryeowook. Taemin menoleh menatap bartender di hadapannya.
“Kau mengenal Hyung-ku?”
Ryeowook mendesah berlebihan. “Siapa yang tidak tahu. beritanya di muat di tabloid dan koran” padahal ia tidak peduli sama sekali jika seandainya saja calon istri Lee Hyuk Jae bukanlah Mira, sahabatnya.
Taemin malah ikut-ikutan mendesah, bahkan ia duduk lemas di bangkunya.     “Hyung benar-benar membuat keributan. Aku sendiri tidak tahu dia akan menikah secepat ini dengan yeoja yang baru dikenalnya beberapa hari. huh, apa yang sebenarnya dipikirkan Hyung” tanpa sadar Taemin malah curhat pada Ryeowook.

Namja itu pun merasakan keanehan yang sama. Semua ini terlalu mendadak. Lagipula kenapa ia tahu berita ini melalui tabloid? Dan mengapa Mira tidak mengatakan padanya sebelumnya? Apa mungkin…. Mira hamil??? Tidak tidak.. itu gagasan yang sangat salah. Ia tahu benar sifat Mira.

“Sulli, ayo kita pulang..” bujuk Taemin. Lamunan Ryeowook buyar dan perhatiannya kembali terfokus pada sosok Sulli yang sedang dibujuk Taemin.
“Biar aku saja..” ucap Ryeowook bermaksud menawarkan diri. Akhirnya ia membantu Taemin membopong Sulli pulang.

—o0o—

“Di sini saja, Eunhyuk-ssi.” Ucap Mira. Eunhyuk menoleh padanya.
“Kau yakin?”
“Aku bisa menemuinya sendiri. Kembalilah ke kantor.” Mira kemudian keluar dari mobil. Eunhyuk menghela napas kemudian mengangguk.
“kalau sudah selesai, hubungi aku. Aku akan menjemputmu, arra. Aku tidak akan membiarkan calon istriku pulang tanpa pengawalan. Ingat, pernikahan kita 5 hari lagi.” Ucap Eunhyuk memperingatkan. Tak lupa juga ia mengedipkan matanya. Mira hanya mendesah pasrah. Mengapa ia bisa memutuskan menikah dengan namja setengah genit sepertinya ya?
“setelah urusanmu selesai, hubungi aku.” Ulangnya karena Mira tak kunjung menjawab ucapannya.
“Arraseo!!” jawab Mira akhirnya. Eunhyuk tersenyum manis kemudian menjalankan mobilnya pergi meninggalkan Mira di depan sebuah restoran. Gadis itu masih mematung ditempatnya hingga mobil Eunhyuk benar-benar tak terlihat. Benaknya mengelana, benarkah ia akan menikah dengan pria itu?

Mira memasuki restoran itu dengan perasaan sedikit berantakan. Pandangannya mengedar mencari sosok seseorang. Ia mencoba menguatkan hatinya begitu melihat orang itu duduk di bangku yang ada di sudut ruangan.
“Wookie-ah..” ucap Mira menyapa namja yang sudah menunggunya itu. Ryeowook tampak mengangkat kepalanya kemudian tersenyum dengan senyuman manis miliknya. Mira duduk di hadapan Ryeowook. Ekspresinya dibuat setenang mungkin.
“Lama sekali.” Keluh Ryeowook jujur.
“Maaf, tadi aku baru selesai fitting baju pengantin dan mencoba cincin pernikahan jadi…” Mira menghentikan kalimatnya begitu sadar ada perubahan ekspresi di wajah sahabatnya itu. “Begitulah..”
Ryeowook mendesah, ia merasa tidak enak hati sudah membuat Mira menghentikan ceritanya. “Selamat atas pernikahanmu.” Ucapnya dengan suara tercekat. Namun senyum itu masih melekat di mukanya. Mira memandang Ryeowook dengan tatapan yang sulit dijabarkan. Entah kenapa ia merasa amat bersalah.
“Maaf, Wookie-ah. Aku tidak memberitahumu sebelumnya. Ini terlalu mendadak. Jadi..” lagi-lagi aliran kata-kata Mira terhenti karena mendadak Ryeowook menggenggam tangannya. Dengan tatapan lembut namja manis itu tersenyum padanya.
“Tidak perlu merasa bersalah. Aku bahagia jika kau pun bahagia..” ucapnya yang entah kenapa sudah membuat Mira lega luar biasa. Ia sangat bersyukur ternyata Ryeowook tidak marah padanya.
“Benarkah? Jadi, kau merestuiku?” tanya Mira tak percaya. Ryeowook dengan bodohnya mengangguk.
“Apa hakku melarangmu menikah? Sejujurnya aku senang karena akhirnya kau menemukan seseorang yang bisa menjagamu, membahagiakanmu, dan menjadi tempat bernaung bagimu seumur hidup.” Saat mengatakannya, Ryeowook menyumpah dalam hati ia tidak akan menyesal ataupun menarik kata-katanya. Ini semua demi Mira. Ia lakukan demi Mira. Gadis itu berhak bahagia dan ia harus mengabaikan hatinya yang pedih seperti tertusuk ribuan jarum.

Ingin sekali rasanya Mira menangis detik itu juga mendengar penuturan Ryeowook. Hari ini, ia sungguh sangat bersyukur karena memiliki sahabat sepengertian Ryeowook. Tidak ada orang lain yang bisa menandinginya sebagai sahabat yang sempurna di mata Mira.
“Asalkan kau berjanji akan bahagia bersamanya, aku rela memberikan tanganmu pada namja itu.” Ucap Ryeowook lagi.
“Dengan begini, tugasku menjagamu akan teralihkan pada suamimu.” Ryeowook pernah berjanji pada kedua orang tua Mira bahwa ia akan menjaga Mira sampai Mira menemukan takdirnya. Meskipun dalam hati Ryeowook selalu berharap bahwa ialah takdir itu, namun sepertinya Tuhan berkehendak lain.

Detik itu juga, Kim Mira menundukkan kepalanya dan menangis—terharu.
“Selamanya kau adalah sahabatku yang terbaik, Wookie-ah”
Ryeowook tersenyum pahit mendengarnya. Ia mencoba mengabaikan hatinya yang sesak dengan tersenyum. “I know”

—o0o—

Di hari pernikahan…

Umma Eunhyuk tampak yang paling bersemangat. Ia menyambut setiap tamu yang datang. Acara pernikahan CEO dari SJ Group adalah berita terhangat pekan itu. Banyak tamu yang diundang dan datang pula beberapa media untuk meliput jalannya acara. Semua hal di tata dengan begitu sempurna dan mewah. Mulai dari dekorasi, souvenir, sampai hidangan yang disajikan.

Saat memasuki aula tempat pemberkatann akan dilaksanakan, pandangan Kim Byung Hee langsung tertuju pada sosok Taemin. Namja berbahaya yang sewaktu-waktu bisa menjadi bom napalm untuk dirinya dan bisnis ilegalnya. Beruntung Taemin mengalami amnesia. Tapi siapa yang bisa menebak kapan Taemin akan kembali teringat kejadian hari itu? Maka dari itu sekarang ia menyempatkan diri untuk melihat secara langsung kondisi dari Taemin—satu-satunya orang yang harus ia cemaskan.

Lain dengan Kim Byung Hee, Hyo Yeon tampak menggeram pelan menatap foto prewedding Eunhyuk dan gadis bernama Kim Mira itu terpampang jelas di pintu masuk Aula.
“Jadi kau yang bernama Kim Mira? Beraninya merebut Eunhyuk dariku.” Lirihnya dengan tatapan tajam.
“Huweee.. aku tidak menyangka Eunhyuk Oppa benar-benar menikah..”
“Iya.. padahal aku sudah mengincarnya sejak dulu..”
“aku bahkan sempat berharap akan menikah dengannya…”

Pandangan Hyo Yeon tertoleh pada beberapa gadis yang bersedih ria di belakangnya. Mereka menangisi Eunhyuk yang akan menikah beberapa jam lagi. Sepertinya gerombolan gadis itu adalah kumpulan orang-orang yang pernah dikencani Eunhyuk. Cih, Hyo Yeon berdecak sebal. Aku tidak akan membuat diriku sendiri tampak menyedihkan seperti mereka. Batinnya. Sekarang perhatiannya tertuju pada Umma Eunhyuk yang sedang menyapa beberapa tamu kemudian menghampirinya.

“Nyonya Lee, selamat atas pernikahan Eunhyuk..” ucap Hyo Yeon pada Umma Eunhyuk. Tentu saja melihat yeoja cantik seperti Hyo Yeon Umma mengerutkan keningnya. Jangan-jangan dia salah satu yeoja yang pernah dikencani putranya.
“Terima kasih. Kau temannya?”
Hyo Yeon tersenyum. “Aku Kim Hyo Yeon. Dan hubungan kami lebih dari sekedar teman. putramu pernah berjanji akan menikahiku. Namun tak kusangka dia menikahi wanita pegawai restoran seperti gadis itu.” Ucap Hyo Yeon. Umma tampak terkejut. ia baru mendengar hal ini.
“Pegawai restoran?”
Hyo Yeon terperangah, pura-pura. “Ahjuma, jangan bilang kau tidak tahu? Kim Mira adalah pelayan restoran.” Ucap Hyo Yeon pura-pura kaget. Ia sengaja memasang tampang ngeri. Seolah terpengaruh, Umma mulai berpikir macam-macam.
“Kenapa Eunhyuk tidak bilang? Umma kira gadis itu adalah putri walikota..” lirihnya. Hyo Yeon terkejut.
“Jadi, ahjuma mengira calon menantumu itu adalah putri walikota? Sepertinya Ahjuma benar-benar salah paham. Putri walikota itu adalah aku..” ucap Hyo Yeonn bangga.

Umma mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya ia sadar kesalahan yang sudah ia lakukan. Ia salah paham mengira Mira adalah putri walikota—seperti yang pernah dikatakan Taemin, bahwa calon istri Eunhyuk itu bermarga Kim dan dia putri seorang walikota.
“Apa kau bermarga Kim? “ tanya Umma dengan wajah tercengang. Hyo Yeon dengan tegas mengangguk. “Aku Kim Hyo Yeon. Ayahku adalah walikota Kim Byung Hee..”

Bahu Umma turun—lemas. Ia benar-benar sudah melakukan kesalahan fatal dan kenapa baru mengetahuinya di hari sakral begini? Salah sendiri kenapa tidak bertanya-tanya sebelumnya? Pantas saja Eunhyuk tampak kaget karena tiba-tiba saja ia setuju.
“Aku harus bicara dengan Eunhyuk!!!” serunya menahan emosi. Hyo Yeon mengulum senyum melihat raut wajah penuh amarah wanita tadi. Sepertinya pesta pernikahan akan batal. Ia tahu sifat Umma Eunhyuk—meski belum pernah dikenalkan oleh Eunhyuk padanya—bahwa Ummanya itu termasuk golongan yang tidak menyukai persilangan kasta. Artinya, ia tidak suka bila anak-anaknya berhubungan dengan orang-orang dari kalangan bawah. *ini salah satu faktor kenapa Eunhyuk temennya kaya semua*

Bahkan Taemin saja hanya memiliki satu teman—Sulli—karena hanya gadis itu yang dianggap pantas dan sederajat menjadi temannya.

—o0o—

Mira duduk dengan gelisah di depan meja rias. Ia menatap pantulan dirinya sendiri dari cermin. Penampilannya sudah disulap begitu cantik dengan balutan gaun pengantin dan tiara di atas kepalanya. entah sudah berapa kali ia melirik jam—menunggu waktu upacara yang tinggal 2 jam lagi.

“Ekhem..”

Mira mengangkat kepalanya dengan cepat ke arah pintu. Dari sana masuk seseorang yang amat dikenalnya.
“Haebin-ah..” Seru Mira seraya berdiri. Wajah cemasnya berganti keceriaan yang tak terkira. Ia benar-benar tidak menyangka bisa bertemu Haebin lagi setelah sekian lama. ini kejutan yang menyenangkan. Setidaknya setelah Haebin berhenti bekerja di klub malam itu.
“Mira..” Haebin setengah berlari kemudian memeluknya. “Selamat atas pernikahanmu..”

Alis gadis itu terangkat sebelah. “Bagaimana kau tahu aku menikah hari ini?” dalam hati ia senang.. karena setidaknya ada orang yang bisa ia ajak bicara setelah selama beberapa saat lalu ia gugup setengah mati. Tidak ada orang yang dikenalnya selain Eunhyuk dan keluarganya.
“Eunhyuk Oppa yang memberitahuku..”
“Eunhyuk??” tanya Mira. Ia tidak tahu kalau Haebin mengenal Eunhyuk.
“Em..” Haebin teringat saat ia bertemu dengan Eunhyuk beberapa saat lalu.

#Flashback#

“wah, Oppa habis dari mana? Rapi sekali..” ujar Haebin saat bertemu dengan Eunhyuk di kantor suaminya—Donghae. seperti biasa, Haebin selalu mengantarkan makan siang untuk suaminya sambil membawa Hae Young, putranya.
“Sehabis fitting baju pengantin dengan calon istriku..” jawab Eunhyuk super bangga. Donghae hanya geleng-geleng kepala sambil mengajak anaknya bermain-main dipangkuannya.
“Oh iya.. Bukankah sebentar lagi Oppa akan menikah, selamat ya.. calon istrimu seperti apa? Pasti cantik.” Goda Haebin.
Eunhyuk tersenyum misterius sambil menyipitkan matanya. “Aku yakin kau pasti kenal.”
*Mira pas denger kalimat ini dari Haebin bergidig ngeri*
*Hyuk: apa sih lo thor!*

“Jinjja? Siapa namanya???”
Eunhyuk memamerkan gummy smile andalannya. “Namanya Kim Mira”

Haebin mencoba mengingat-ingat nama itu. Sesaat kemudian ia mengerjap.”Omo.. Kim Mira.. Kim Mira yang itu..” Haebin sampai beranjak dari tempat duduknya. Ia senang sekali bahwa Eunhyuk akan menikah dengan orang yang dikenalnya.
“Iya. Kim Mira yang dulu bekerja bersamamu di klub.”

#flashback end#

“bukankah kalian pertama kali bertemu di klub saat Eunhyuk Oppa menolongku dulu?”
Samar-samar Mira mengingat kejadian yang sudah lama berlalu itu. Saat itu Eunhyuk mengantar Haebin yang syok karena hampir diperkosa oleh salah satu tamu. *baca Shady Girl*
Mira mengangguk-angguk. “Oh, pantas saja aku seperti pernah melihatnya..”

“Tapi kau jahat, Mira..” ucap Haebin tiba-tiba.
“Loh???”
“Kamu sudah berbohong padaku..” keluh Haebin. “Kau bilang kau bekerja di klub diam-diam karena tidak ingin menyusahkan keluargamu yang terbelit hutang. Tapi nyatanya malah sebaliknya. Kau yang dipaksa mereka bekerja di sana. Kau bahkan hampir saja dijual.” Cerita Haebin dengan wajah terluka. Mira terperangah. Mendadak ia gugup dan takut.
“Ba-bagaimana kau tahu??”
“Eunhyuk Oppa..”

Haebin memang mendengar kisah bagaimana Eunhyuk bisa berpikir untuk menikah dengan Mira dari namja itu. Saat mendengar semuanya, Haebin sampai menitikkan airmata. Ternyata kisah hidup Mira jauh lebih menyedihkan dibanding hidupnya dulu.
“Oh..dia..” gumam Mira. Karena Haebin sudah terlanjur tahu, harus bagaimana lagi.
“tapi sekarang aku paham. Kau berbohong agar orang lain tidak memandang rendah keluargamu, kan?” ucap Haebin dengan wajah lembut. “Aku tahu Kim Mira memang gadis yang sangat baik.”

Baru kali ini Mira dipuji seperti itu. Ia sangat terharu. Sungguh. Ia ingin menangis namun ditahannya.
“Kau pantas mendapatkan Eunhyuk Oppa..” ucap Haebin sambil mengelus pundak Mira. Kini Mira hanya menatap Haebin dengan perasaan haru.
“Dia itu benar-benar namja yang baik. Meskipun playboy dan tidak suka dikalahkan, namun eunhyuk oppa sangat menyayangi keluarganya. Dia juga setia kawan dan tidak akan segan-segan membantu temannya yang kesulitan. Jika Eunhyuk Oppa sudah memiliki obsesi terhadap sesuatu, dia tidak akan pernah berhenti sampai mendapatkannya.” Jelas Haebin dengan mata berbinar.
“Mengapa kau menjelaskannya padaku?”
“Karena aku ingin meyakinkanmu bahwa keputusanmu menikah dengannya itu tepat..”

Mereka terdiam sesaat sambil tersenyum.

“Kau juga jahat padaku” gantian Mira yang mengeluh.
“Mwo?” Haebin membelalakkan matanya.
“Bukankah aku pernah bilang untuk mengunjungiku di klub?”
Haebin menepuk jidatnya sendiri. “aigoo.. aku lupa. Lagipula sekarang aku sibuk mengurus Hae Young..”
Mira mengerjap. “Dia..”
“Dia putraku yang berusia 6 bulan..” ujar Haebin senang. Setiap kali mengingat putranya ia selalu ingin mencubit sesuatu. Gemas.
“wah, selamat ya.. maaf aku telat mengatakannya.” Mira benar-benar tak menyangka Haebin sudah memiliki anak.
Haebin mengusap pundak Mira sekali lagi. “Gwaenchana. Lagipula kau tidak tahu kan. Oh iya.. semoga bahagia, Mira.”

—o0o—

Sementara itu di Aula..

“Haebin kemana sih? Kenapa tega meninggalkanku dan Hae Young??” oceh Donghae sebal. Sekarang dia sedang menggendong putranya. Kyuhyun yang mendengar hal itu segera mencibir meskipun sekarang ia sedang sibuk bermain dengan PSP.
“baru ditinggal istri sebentar saja sudah mengomel..” celetuknya. Buru-buru Hyun Jung mencubit pelan lengan suaminya begitu melihat Donghae menatapnya dengan mata setajam belati.
“Aw..” ringis Kyuhyun
“Tidak boleh begitu, Oppa juga suka mengomel kalau kutinggal sebentar..”
“Hehehe.. aku kan takut kamu meninggalkanku, chagi..” bisik Kyuhyun sambil memeluk pinggang istrinya, mesra.
“Jih, dasar pengantin baru!!” Donghae balas mencibir.

“Sudah, sini Hae Young aku saja yang gendong..” ucap In Sung—istri Sungmin—mengambil alih Hae Young dari gendongan Donghae. ia kemudian duduk di sebelah Kibum san Jarin yang asyik bermain dengan Minki—anak Sungmin. Siwon sedang berbincang bersama Taemin dan adiknya, Sulli yang hingga detik ini masih cemberut.
“sudah, ini bukan akhir dari dunia kok..” hibur Siwon seraya merangkul pundak Sulli. Gadis itu semakin menekuk wajahnya. ia mendengus sebal berkali-kali.
“Benar kata siwon Hyung. Kau tenang saja. kan masih ada aku..” Taemin mulai menyombongkan diri lagi.
“Memang kau kenapa!!” bentak Sulli kesal.
“aku kan sahabatmu!!” balas Taemin membentak. Seketika mereka kembali menjadi perhatian seluruh tamu. Siwon segera melerai sebelum terjadi perang dunia.
“Em, Taemin, mana Eunhyuk?”
“Hyung dari tadi terus mengobrol dengan Sungmin Hyung.”

Di lain tempat…

Sungmin berdiri berhadapan dengan Eunhyuk di balkon gedung itu yang dekat dengan taman. Eunhyuk mengerutkan kening kaget setelah mendengar penuturan Sungmin mengenai kasus adiknya.
“Polisi beranggapan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang turut andil dalam kasus ini.”
“Maksudmu?” eunhyuk tidak paham.
“Pada hari kejadian, seluruh kamera CCTV sepanjang jalan menuju TKP mati secara bersamaan sehingga polisi tidak bisa mendeteksi pelakunya. Aku curiga ada oknum tertentu yang sengaja melakukannya karena tidak ingin keberadaannya di ketahui.”
“Jadi ada kemungkinan pengeroyokan Taemin ada hubungannya dengan kasus yang lebih besar?” Eunhyuk mengerjap.
Sungmin mengangguk pelan. “Jika bukan, mana mungkin Taemin dikeroyok oleh orang-orang tak dikenal”

Eunhyuk mengepalkan tangannya ingin meninju sesuatu—apa saja. “sekarang lebih masuk akal. Hanya orang yang berkedudukan tinggi yang memiliki wewenang mematikan seluruh CCTV di jalanan.”
“Itu baru dugaan saja..” potong Sungmin menenangkan.
Pandangan Eunhyuk menerawang. “Aku jadi penasaran apa yang sebenarnya dilihat Taemin malam itu. Apa Mira tahu sesuatu? Dan yang paling membingungkan adalah hilangnya mobil Taemin. Kira-kira mobil itu di mana?” gumamnya.

“Eunhyuk-ah..”

Pikiran Eunhyuk buyar begitu terdengar suara Ummanya. “Oh, Umma..” serunya melihat Ummanya berjalan cepat ke arahnya. Senyum di wajah Eunhyuk memudar saat menyadari ekspresi Umma. Dia terlihat marah. Hei, ada apa ini?
“Ada sesuatu yang ingin Umma bicarakan. Ikut Umma!!” ucapnya setengah membentak.

Deg.. mendadak Eunhyuk merasakan firasat buruk.

“Tapi Umma, upacara akan segera dilangsungkan..” Eunhyuk melirik jam tangannya. Sungmin pun ikut was-was melihatnya.
Umma menatap Eunhyuk dengan mata menyala-nyala. “Jangan membantah!! Karena kemungkinan, tidak akan ada upacara pernikahan hari ini!”

“Mwo!!”

Eunhyuk maupun Sungmin sama-sama terperanjat. Terkejut.

To be continued..

66 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 6)

  1. Bapak sama anak sama2 jahat ye aduduh jangan sampe batal dong pernikahannya kalau btal Mira bkal sakit hati pastinya.
    Cus ke part selanjutnya.

  2. Trjd kslahphaman mmpelai wanita,,,skrg ibu Hyuk mnysal dgn kcrobohannya mrestui prnikahan Hyuk n Mira… Smga prnikahannya tdk batal,, apapun yg trjdi prnikahannya hrus brlangsung…kekekeke

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s