Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 5)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 5
Author : Dha Khanzaki
Genre : Romance

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Eunhyuk a.k.a Lee Hyukjae

Support Cast :

  • Lee Taemin
  • Kim Hyo Yeon
  • other cast in Shady Girl Serial

Masih penasaran kannnn.. sesuai request author postingnya tiap hari *itu pun kalo sempet**disempet-sempetin*
hati-hati ama MR. Typo yah. banyak banget berkeliaran soalnya. Maaf juga kalo ceritanya makin gaje. So, daripada penasaran, Happy Reading ^^

Shady Girl Eunhyuk's Story by Dha Khanzaki5

—o0o—-

Jadi ini tempatnya? Batin Eunhyuk sambil menatapi bangunan mewah di depannya. Tapi ada acara apa ini? Banyak sekali orang berpakaian rapi datang. Pasti pria tua itu mengadakan pesta di rumahnya. Mendadak otak cemerlangnya terpikir ide untuk masuk ke sana.

“Maaf, anda siapa?” tanya pria berjas yang berjaga di depan saat Eunhyuk hendak masuk. semua tamu yang datang memang di tanyai identitasnya. Eunhyuk merapikan tuxedo yang dipakainya.
“Aku Lee Hyuk Jae, CEO dari SJ Group.” Ucapnya dengan wibawa. Pria berjas itu mengerutkan kening. Tampaknya dia tidak seterkenal seperti perkiraannya.
“Oh, Tuan Lee Hyuk Jae..” ucap seseorang memanggilnya. Eunhyuk menghela napas. Ternyata ada orang yang mengenalnya datang ke acara ini. Pria berjas itu membungkuk sebentar lalu mempersilakannya masuk.

Di dalam villa itu ternyata di penuhi orang. Kebanyakan adalah petinggi-petinggi di perusahaan besar. Eunhyuk tersenyum ramah pada beberapa orang yang dikenalnya. Tapi ia tidak peduli pada pesta, sekarang ia harus mencari Mira di salah satu ruangan di villa yang besar ini.
“Eunhyuk oppa..” langkah Eunhyuk terhenti ketika mendengar suara yeoja memanggilnya. Eunhyuk membalikkan badannya dan tersenyum pada seorang gadis bergaun putih menghampirinya. Ia lupa siapa gadis itu. Banyaknya gadis yang ia kencani membuatnya lupa pada nama-nama mereka.
“Aku tidak menyangka kita bisa bertemu di sini.” Ujar gadis-yang-tak-diketahui-namanya itu.
“Aku juga..” Eunhyuk tetap memperlihatkan sisi berkarismanya di depan para yeoja. Ia terpaksa meladeni gadis ini dulu sebelum mencari Mira. Tak lupa juga ia mengambil segelas sampanye agar terkesan menikmati pembicarannya dengan yeoja di hadapannya.

Saat hendak pergi, langkahnya lagi-lagi terhenti karena sudut matanya menangkap sosok seorang yeoja cantik, memakai gaun malam berwarna hitam melintas. Kepalanya berputar cepat pada sosok itu. Tidak salah lagi, itu pasti Mira!!! Ia berjalan agak cepat untuk mengikuti Mira. Matanya melebar kaget ketika ia melihat gadis tadi di gandeng seorang pria tua. Mereka sekarang mengobrol bersama dengan beberapa orang lagi. Eunhyuk memperhatikannya dari jauh. Memang Mira. Gadis itu memang Mira.

Tak ada yang dilakukan Mira. Gadis itu kebanyakan menunduk sambil meletakkan tangannya di depan dadanya. Sesekali ia tersenyum ketika di ajak bicara. Sesaat kemudian raut wajahnya berubah saat dengan nakal pria tua itu melingkarkan tangannya pada pinggang Mira.

Eunhyuk tanpa sadar mencengkram gelas wine yang dipegangnya. Ia tidak suka melihat Mira diperlakukan begitu. Pria tua itu sekarang mengajak Mira pergi. Eunhyuk buru-buru meletakkan gelasnya di meja terdekat kemudian menyusul mereka.

—o0o—

Pasrah, takut, dan bingung.
Itulah perasaan yang sekarang sedang berkecamuk dalam hati Mira. Ketika di seret oleh pria yang bahkan tidak ia tahu namanya itu ke dalam sebuah kamar, Mira tidak bisa berbuat apapun. Bahkan kemampuan karatenya tidak mempan karena ia terlalu takut. Ia takut akan diapa-apakan oleh pria mesum itu.

“Kyaaa..” Mira menjerit takut saat pria itu dengan tangan kekarnya menghempaskan Mira ke atas ranjang. Tuhan.. tolong aku.. teriaknya dalam hati.
“Kenapa kau bisa secantik ini, chagi..” ucapnya bak syair kematian di telinga Mira. Pria itu mulai membuka jas yang dipakainya dan mendekati Mira yang kian mundur hingga tubuhnya terbentur dasbor ranjang. Tubuhnya bergetar ketakutan. Ia harus melakukan sesuatu.
“tidak sia-sia paman dan bibimu menjualmu sebagai ganti uang yang mereka pinjam.” Ucapnya lagi.
“Kumohon, Tuan. Lepaskan aku..” pinta Mira memohon.
“A..a.. tidak mungkin chagi. Aku sudah mengeluarkan uang banyak untuk membelimu” tangannya mulai membelai tangan Mira yang terbuka. Pria itu menyeringai..
Tuhan..siapapun yang menolongku.. aku akan bersedia mengabdikan seumur hidupku padanya..batin Mira putus asa.

“Kyaaaaaa”

Eunhyuk mendengar suara jeritan itu lagi. Ia mempercepat langkahnya mencari keberadaan Mira di sekian banyak ruangan di lorong yang dilaluinya. Suara itu berasal dari ruangan yang ada di ujung lorong itu. Eunhyuk memutar kenop pintunya dengan brutal. Tapi sayang pintunya terkunci. Samar-samar Eunhyuk mendengar suara jeritan Mira dari dalam. Memang benar ini ruangannya. Eunhyuk mundur untuk mengambil ancang-ancang kemudian ia menendang pintu di hadapannya dengan sekuat tenaga.

Brakkk!!!!

pintu itu menjeblak terbuka. Eunhyuk menerobos masuk tanpa permisi. Dan pemandangan yang dilihatnya membuat Eunhyuk menggertakan rahangnya menahan emosi yang mendadak menyeruak. Haruskah ia menjabarkan bagaimana keadaan Mira saat ia melihatnya?

Tanpa ba bi bu Eunhyuk segera menarik pria itu dari atas tubuh Mira dan mendorongnya menjauh. Eunhyuk tidak mau repot-repot memukulnya karena tangannya akan kotor nanti. Ia segera menarik Mira dari sana sebelum orang tua itu menjerit memanggil anak-anak buahnya.

Mungkin Tuhan memberi mereka keberuntungan. Buktinya mereka selamat hingga ke depan rumah dan Eunhyuk segera membawa Mira ke mobilnya. Tanpa membuang waktu Eunhyuk segera melajukan mobilnya dari tempat itu.

Eunhyuk menepikan mobilnya tepat di tepian sebuah sungai. Sedari keluar dari villa tadi hingga detik ini, ia tidak berani memandang wajah Mira secara langsung. Entah apa yang dipikirkan gadis ini hingga diam membisu seperti patung.
Ekspresinya sulit terbaca. Perhatiannya kemudian teralih pada gaun Mira yang sudah robek di beberapa bagian dan gadis itu tampak kesulitan mempertahankannya agar tidak melorot. Eunhyuk membuka jasnya kemudian memberikannya pada Mira.
“Pakailah” ucapnya ketika Mira hanya menatapnya dengan ekspresi datar. Gadis itu mengambilnya. Eunhyuk melirik Mira kembali. Sekarang ia melihat tubuh Mira bergetar. Ia bisa merasakannya. Mira pasti ketakutan.
Perlahan Eunhyuk menarik tubuh Mira lalu memeluknya. Itu ia lakukan dengan maksud menenangkan perasaan Mira yang berantakan.
“Menangislah. Kau tidak perlu menahannya.” Bisik Eunhyuk pelan.

Eunhyuk kira Mira akan menangis meraung-raung. Namun tak disangka yang dilakukan Mira hanyalah menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Matanya berkaca-kaca dan wajahnya tampak begitu menderita. Entah kenapa Eunhyuk merasakan sakit yang sama. Ia tidak bisa membayangkan jika seandainya ia telat beberapa langkah saja. Mungkin Mira sudah habis di tangan pria hidung belang itu.
“Go-gomawo Eunhyuk-ssi..”

—o0o—

“Minumlah..”
Eunhyuk memberikan secangkir cokelat hangat pada Mira. Sekarang mereka duduk tenang di rumah Eunhyuk. Tidak mungkin kan Eunhyuk membawa Mira kembali ke rumah paman dan bibinya. Mira mengambilnya. Perasaannya sudah lebih tenang meskipun sisa-sisa airmata itu masih tampak di pipinya.

Sebenarnya banyak sekali yang ingin Eunhyuk ucapkan pada Mira. Namun emosi Mira yang masih labil membuatnya mengurungkan niat. Eunhyuk menatap Mira secara keseluruhan. Kini gadis itu duduk dengan pandangan menerawang.
“Aku tidak akan memaafkan mereka..” lirih Mira membuat perhatian Eunhyuk tertuju padanya. Wajahnya tampak dingin namun matanya menunjukkan dendam yang begitu besar. Eunhyuk mendekat.
“Balas dendam bukan penyelesaian.” Ujar Eunhyuk membuat Mira menoleh padanya.

Deg deg..

Saat mata mereka bertemu, baru kali ini Eunhyuk melihat sorot mata yang begitu sedih dan penuh luka. Dan itu membuat getaran aneh kembali menjalari jantungnya. Melihat iris mata itu membuat berbagai macam bayangan berkelebat dalam benaknya. Kenyataan bahwa ia berhutang pada Kim Mira yang sudah menyelamatkan nyawa adiknya, keprihatinannya pada kehidupan Kim Mira yang begitu menyedihkan, dan rasa tidak relanya melihat Kim Mira menunjukkan raut penuh dendam membuatnya berbuat hal yang tak dikiranya. Eunhyuk berlutut di hadapan Mira hingga mata mereka sejajar.

“Lalu, apa kau memiliki saran untuk menyelesaikan masalahku?” tanyanya sarkastis. Eunhyuk menggeleng perlahan sambil menggenggam tangan Mira.
“Ada..” ucap Eunhyuk. Tidak, ia sudah gila. Bagaimanapun yang ada di otaknya ini benar-benar ide gila.
Mata Mira menatapnya intens. Dan hal ini membuat Eunhyuk makin terhipnotis.
“Tinggalkan kehidupan lamamu dan mulailah hidup yang baru.” Ucap Eunhyuk sungguh-sungguh.
“Apa maksudmu?”
“Tinggallah bersamaku.”
“Mwo?” mata gadis itu membulat sempurna dan wajah cantiknya kaget luar biasa. Telinganya sendiri tidak percaya bahwa baru saja ia mendengar seorang Lee Hyuk Jae mengatakan kalimat tersebut.
Bukan hanya Mira, bahkan Eunhyuk pun tidak mempercayai lidahnya sendiri. Benarkah baru saja ia meminta Mira tinggal bersamanya?
“Maksudmu, aku tinggal di sini dan menjadi pembantumu?”
Eunhyuk menggeleng. “Bukan menjadi pembantu, tapi menjadi istriku. Dengan kata lain, menikahlah denganku.”

Sesaat tubuh Mira membeku. Matanya tak teralihkan sedetikpun dari retina mata namja di hadapannya. Ia sedang mencari-cari kebenaran. Apakah Eunhyuk bercanda atau memang serius. Hatinya bergetar saat ia menemukan keseriusan di sana. Mendadak terngiang ucapan saat ia putus asa di villa tadi.

Tuhan..siapapun yang menolongku.. aku akan bersedia mengabdikan seumur hidupku padanya..

Inilah saatnya ia menunaikan janjinya itu. Jika memang Eunhyuk bersedia menikahinya, apa ada alasan lain ia untuk menolaknya? Ia akan mengabdikan hidupnya pada orang yang sudah menyelamatkannya.

Entah berapa lama mereka saling bertatapan hingga akhirnya Eunhyuk tersentak melihat Mira menganggukkan kepalanya. ia bahkan lupa sudah mengatakan apa sebelumnya. Tuhan, ini pasti mimpi.

“Aku bersedia menikah denganmu..” ucap Mira kembali membuat Eunhyuk membulatkan matanya.
“Ka-kau setuju?” cengangnya.
Ekspresi Mira tetap datar seperti sebelumnya. “Aku percaya kau bisa mengubah hidupku.” Lirihnya. Eunhyuk seolah kembali tersihir. Ia bangkit lalu mengecup puncak kepala Mira. Tak ada respon dari gadis itu.
“Kita bicarakan besok pagi. Kau tidurlah dulu.” Eunhyuk kemudian pergi meninggalkan Mira.

—o0o—

“HYUUUUNNGGG!!”

Lengkingan suara teriakan Taemin membuat Eunhyuk terperanjat bangun hingga ia terjatuh dari tempat tidurnya sendiri.
“Aish, kenapa dia teriak-teriak sih pagi-pagi..” gerutu Eunhyuk sembari mengacak-acak rambutnya sendiri. Dengan langkah malas ia menghampiri adiknya yang menatapnya sangar di ujung tangga*kamar Eunhyuk ada di lantai 2*.
“Kenapa? kau tidak perlu membuat keributan di rumah orang pagi-pagi, Taemin!!” ujar Eunhyuk jengkel.
Taemin tidak mempedulikan wajah tidak suka kakaknya itu. Tangannya terangkat menunjuk ke arah sofa tempat Mira berbaring tidur.
“Kenapa yeoja itu ada di sini!!!” teriaknya. Eunhyuk mengikuti arah tangan Taemin dan terkejut. bukan terkejut seperti yang Taemin pikirkan. Tapi terkejut karena ternyata semalaman Mira tertidur di sana? Bukankah Eunhyuk sudah menunjukkan di mana letak kamar tamu?
“Mira..” lirih Eunhyuk seraya mendekati Mira. Gadis itu terlelap dengan damai meskipun Eunhyuk masih bisa melihat lelehan air mata di sudut matanya yang sembab.
“Oh, jadi namanya Mira” sindir Taemin yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping kakaknya. Eunhyuk mendelik tajam pada Taemin.
“Kau tidak ingat siapa dia?” tanyanya tak habis pikir. Taemin benar-benar tidak ingat pernah ditolong oleh Mira.
“Memang siapa dia? Kita bertemu di kantor polisi tempo hari, lalu?”
“Ah, sudahlah..” ujar Eunhyuk malas. Ia ke kamar tamu untuk mengambil selimut lalu kembali dan menyelimuti tubuh Mira. Taemin mengikuti Eunhyuk yang berjalan ke dapur.
“Memang dia siapa, Hyung? Apa aku mengenalnya?” cerocos Taemin terus mengikuti kemana pun Eunhyuk melangkah. Ucapan kakaknya tadi benar-benar mengganggu pikirannya.

Eunhyuk bersikap tak peduli. “Bukankah kau bilang tidak kenal?”
“Iya. Tapi aku merasa ada yang mengganjal setelah Hyung berkata aku tidak ingat siapa gadis itu..”
Eunhyuk berbalik menatap Taemin. “Nanti juga kau ingat sendiri. Dan oh iya..dia calon kakak iparmu.”
“Mwo!!!!!” Taemin berteriak kaget. Eunhyuk buru-buru menutup telinganya.
“Tak perlu berteriak bisa, kan..”

Pagi-pagi begini mendengar kalimat mengejutkan dari Eunhyuk siapa yang tak berteriak. Taemin tak habis pikir, apa yang ada dipikiran kakaknya ini? Mengapa tiba-tiba saja mengatakan gadis tadi adalah calon kakak iparnya?
“Lalu bagaimana dengan Hyo Yeon Nuna?” tanyanya heran. Super heran. Setahu dirinya, Eunhyuk hanya serius pada satu gadis meskipun tak dipungkiri kakaknya ini sudah merayu ratusan yeoja.
“Bukankah Hyung berkata akan mengajaknya ke jenjang yang lebih serius lagi?”

Mendadak saja Eunhyuk merasa hatinya terpukul batu besar begitu mendengar nama Hyo Yeon. Sial, ia melupakan satu hal penting. Bagaimana dengan Hyo Yeon? Seperti kata Taemin, ia memang sudah terlalu dekat dengan gadis itu.

“Akan aku katakan padanya nanti.” Ucap Eunhyuk sambil lalu.
“Hyung, kau tidak kasihan pada Hyo Yeon Nuna? Lagipula apa bagusnya Nuna yang tadi? Dia hanya… cantik.” Serobot Taemin tak mau menyerah. Eunhyuk kembali menatap wajah panik percampur heran adiknya.
“Kau benar-benar tidak ingat?” tanyanya lagi. Taemin mengerutkan keningya.
“Ingat apa?”
“Kalau begitu setuju saja. aku akan membicarakannya dengan Umma.”

—o0o—

“Serius??? Kau akan menikah????”

Eunhyuk tersenyum tipis menanggapi teriakan kaget teman-temannya. Baru saja ia mengucapkan keinginannya untuk menikahi Mira pada Donghae, Siwon, Kyuhyun dan Kibum. Teman-temannya hanya saling pandang, bingung.
“Kenapa cepat sekali. Kau tidak ingin kalah dariku yah?” celetuk Kyuhyun langsung mendapat lirikan tajam dari Eunhyuk.
“Kenapa mulutmu itu tidak pernah berkata manis sih, bungsu! Siapa yang tidak ingin kalah darimu??” Eunhyuk mengambil ancang-ancang untuk memukul Kyuhyun namun diurungkannya mengingat kini Kyuhyun sudah memiliki istri *apa hubungannya?*
“Aku jadi penasaran seperti apa calonmu.” Ucap Siwon
“Apa dia orang yang kami kenal?” tanya Kibum ikut penasaran. Eunhyuk menggeleng.
“Kalian sudah berpacaran berapa lama?” gantian Donghae yang bertanya.
“Em, entahlah. Kami bertemu secara tiba-tiba dan begitulah. Semuanya terjadi begitu cepat sampai-sampai aku sendiri bingung.”
“Yah.. asal kau bahagia, kami mendukungmu.” Siwon menyemangati Eunhyuk di susul anggukan temannya yang lain.
“Gomawo. aku akan memperkenalkan Mira pada kalian nanti.”

—o0o—-

Sebelum rencana mempertemukan Mira dengan teman-temannya, Eunhyuk harus mengenalkan Mira pada orangtuanya dulu. Eunhyuk pulang ke rumahnya bermaksud mengajak Mira—Eunhyuk menyuruh Mira tidak kembali ke rumah paman dan bibinya dan meminta Mira tinggal di rumahnya—untuk bertemu dengan Ummanya.

“Mira..” panggil Eunhyuk saat memasuki rumahnya.
“Eunhyuk-ah..” langkah Eunhyuk terhenti saat telinganya menangkap suara sang ibu. Benar saja, Eunhyuk menemukan ibunya sedang duduk di ruang tengah dan bahayanya, Mira duduk di hadapannya dengan kepala tertunduk—takut.
“Umma..” Eunhyuk segera menghampiri Umma.

Dikira Umma akan menyambutnya dengan senyuman hangat—seperti biasa. Tapi dugaannya salah. Ummanya mendelik dengan tatapan tajam, langsung membuat seluruh tubuh Eunhyuk membeku—kaku.
“Katakan, siapa gadis itu..” ucap Umma dingin. Matanya melirik Mira tajam.
“di-dia..” Eunhyuk gelagapan, gugup.
“Sudah Umma katakan beberapa kali agar tidak membawa gadis ke rumah—kecuali jika itu istrimu!!!!” bentak Umma emosi. Eunhyuk segera duduk di samping Umma berusaha menenangkannya. Berkali-kali ia mencuri pandang ke arah Mira yang tampak ketakutan untuk sekedar mengangkat wajahnya.
“Umma, dengarkan aku dulu.. dia.. Mira, adalah calon istriku..” ucap Eunhyuk akhirnya. Raut Umma yang tadinya menyeramkan mendadak saja berubah.
“Istri? Jadi dia gadis bermarga Kim itu?” tanya Umma sumringah. Eunhyuk mengangguk meski tidak mengerti. Memang benar Mira bermarga Kim. Tapi darimana Umma tahu? ah, apa mungkin Taemin yang mengatakannya. Umma yang terlampau senang segera menggenggam tangan Eunhyuk.
“Jadi, kapan kalian akan menikah?”
“I-itu..” Eunhyuk bangkit dan duduk di samping Mira. “Kapanpun Umma merestui kami—angkat kepalamu” bisik Eunhyuk pelan di akhir kalimatnya. Mira mengangkat kepalanya.
“Iya”

“Kyaaa.. Umma senang sekali. Baiklah. Kalau begitu kalian menikahlah secepatnya. Umma merestui kalian!!!!!”
“He??” Eunhyuk dan Mira berseru kaget bersamaan. Mereka saling pandang kemudian. Eunhyuk tidak menyangka jika Umma akan setuju semudah ini. Dalam hati Eunhyuk mengucap syukur. Namun entah kenapa di saat yang bersamaan ia pun merasa sedih.

Bagaimana ia menjelaskan ini pada Hyo Yeon?

—o0o—

Hyo Yeon meremas tabloid yang dibacanya penuh emosi kemudian melemparnya ke dalam tong sampah. Wajah cantiknya tertutup oleh aura emosi. Dadanya bergemuruh hebat melihat berita yang baru saja di bacanya tadi.

Bagaimana ia bisa tidak kesal? Saat ia membaca headline sebuah tabloid yang didapatkannya justru berita paling buruk sepanjang sejarah.

LEE HYUK JAE, CEO SJ GROUP AKAN MELANGSUNGKAN PERNIKAHAN AKHIR BULAN INI.

Pernikahan? Tentu bukan dengan dirinya. Jika dengan dirinya, tidak mungkin Eunhyuk tidak melamarnya sekarang juga mengingat akhir bulan hanya tinggal menghitung hari saja.

KIM MI RA
Hyo Yeon menggeram saat mengingat nama calon istri Eunhyuk. Siapa gadis itu? Kenapa dengan mudahnya bisa meluluhkan hati Eunhyuk? Sementara dirinya yang sudah berjuang hampir tiga tahun tidak mendapatkan apapun dan hanya mendapat kekecewaan serta pengkhianatan dari Eunhyuk?

“Awas kau Kim Mira!!” gertak Hyo Yeon sambil melempar gelas yang digenggamnya ke arah dinding. Alhasil suara benda pecah pun terdengar nyaring di ruang makan itu.

Kim Byung Hee—appa Hyo Yeon—yang menyaksikan putrinya begitu kesal perlahan menghembuskan napas tercekatnya. Ia tidak suka melihat Hyo Yeon putus asa seperti ini.
“Lee Hyuk Jae, kau berani membuat putriku sedih, kau akan tahu akibatnya.” Lirihnya. Kemudian ia menghampiri putrinya.

“Kau bilang namja itu mencintaimu. Lalu apa yang Appa lihat sekarang? Dia menikah dengan gadis lain.” Ucap Byung Hee dengan nada datar.
“Justru itu yang ingin aku tanyakan, Appa!! Aku yakin terjadi sesuatu di antara mereka.” Sesaat kemudian Hyo Yeon mengerjap.
“Mungkinkah Eunhyuk menghamili yeoja itu?” tanyanya pada diri sendiri. Buru-buru ia menggelengkan kepalanya, menepis pikiran bodohnya itu. “Eunhyuk bukan orang seperti itu. Jika memang benar hamil, pasti yeoja itu yang sudah merayunya kemudian menjebak Eunhyuk. Pasti..” akhirnya Hyo Yeon meyakini pendapatnya yang kedua. Pasti yeoja bernama Kim Mira itu yang sudah merayu Eunhyuk agar menikahinya..

To be continued…

72 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 5)

  1. Ciee Eunhyuk di cap pahlawan grgr nyelametin Mira, tpi bener2 serba cepat kawinnya wkwk dan ibu Eunhyuk pasti salah orang soalnya langsung setuju gtu sama2 punya marga KIM si.
    Cus ah ke part selanjutnya.

  2. Skrg mngkinkah doa2 Mira trkabulkan,,dgn menikahnya Mira n Hyuk ,,khdupannya bkal brubah bhgia,, ksian jg ya Hye Yoen udh brjuang 3 thn eh malah org yg bru dknal Hyuk yg d ajak menikah???

  3. orang baik mah jodohnya juga orang baik hyo yeon bukan ama kamu daa keluargamu yang penjahat itu
    nyonya lee salah paham nich ya dikiranya gadis kim itu mi ra padahal kim hyo yeon

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s