Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 4)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 4
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Eunhyuk a.k.a Lee Hyukjae

Support Cast :

  • Lee Sungmin
  • Lee Taemin
  • Choi Sulli

Hohoho.. author lagi mood nih jadi tiap hari posting FF di sini.
Masih penasaran kan ama kelanjutan FF ini? untuk kekurangannya mohon maaf yah, pasti banyak ketidaknyamanan dalam FF ini seperti typo, cast yang gak sesuai atau apa deh macem-macem. But overall, author tetep ngucapin makasih yang sebesar-besarnya buat yeorobeun yang tetep setia baca FF ini apalagi kalo ampe komen *hug atu-atu

Happy Reading ^_^

Shady Girl Eunhyuk's Story by Dha Khanzaki

—-o0o——

“Mian, Umma..kemarin..” Eunhyuk menjauhkan ponselnya dari telinga begitu lagi-lagi Ummanya mengomel gara-gara kemarin ia lupa menjemput Ummanya di bandara.
“Bagaimana kau ini. Umma jadi meminta Taemin menjemput padahal dia sedang kuliah! Kemana saja kau kemarin??”
“Aku kemarin ada pekerjaan penting Umma..” jelas Eunhyuk berbohong. Dalam hati ia meminta ampun pada Tuhan bahwa kali ini ia terpaksa berbohong pada ibunya sendiri.
“Lalu sekarang kau di mana? Jangan bilang ada di kantor! Sekarang hari sabtu dan Umma tahu kau libur.”
Eunhyuk gelagapan sendiri. Sebenarnya sekarang ia berada di halaman parkir kantor kepolisian Seoul. Sedang menunggu Sungmin, Mira, serta Taemin kembali dari sana.
“Aku..”
“Apa? Kau sedang berkencan?? Jangan bermain-main lagi, Eunhyuk-ah. Usiamu sudah 27 tahun dan kau harus segera menikah!! Umma malu terus ditanyai oleh keluarga kapan kau menikah” Eunhyuk kembali memutar bola matanya begitu sang Ibu kembali membahas masalah pernikahan.
“Bilang saja sebentar lagi. Apa sulitnya?” ucap Eunhyuk enteng. Namun ternyata Umma menanggapinya secara serius.
“Benarkah?? Dengan siapa? Apa gadis bermarga Kim itu?” tanya Umma antusias. Eunhyuk meneguk ludahnya sendiri menyesali diri karena sudah asal bicara.
“Begitulah, Umma.. ah, temanku sudah datang. Kalau begitu sudah ya.. nanti aku akan meneleponmu lagi.” Eunhyuk buru-buru menyudahi pembicarannya begitu matanya menangkap sosok Sungmin, Mira, Taemin, dan Sulli berjalan keluar dari kantor polisi.

“Bagaimana?” tanya Eunhyuk tak sabar. Sungmin menepuk pundak Eunhyuk sambil tersenyum.
“Berdoa saja semoga polisi bisa cepat menemukan penjahatnya.” Bisik Sungmin karena ia tidak mau Taemin mendengar. Taemin hanya tahu bahwa ia kecelakaan. Tidak lebih.
“Hyung, kalau begitu kami pamit dulu ya..” ucap Taemin. Sulli membungkuk ramah pada Eunhyuk.
“Annyeong Oppa.. sampai bertemu lagi..” Sulli sebenarnya tidak ingin pergi jika tidak ditarik Taemin. Ia tidak rela. Padahal baru beberapa menit bertemu dengan pujaan hatinya itu.

Setelah Taemin dan Sulli pergi, Sungmin ikut pamit karena ia masih ada pekerjaan lain. Menyisakan Eunhyuk dan Mira berdua saja. Eunhyuk memperhatikan penampilan Mira dari ujung rambut hingga kaki. Ia agak terkejut melihat Mira dalam balutan busana kasual khas orang-orang kantoran sana. Ia bisa-bisa menyaingi Dana—sekretarisnya yang cantik dan sexy itu.
“Eunhyuk-ssi, sepertinya aku harus pulang. Dengan begini urusan kita sudah selesai, bukan. Aku tidak memiliki hutang apapun lagi padamu.” Ucap Mira canggung karena risih diperhatikan Eunhyuk. Namja itu pun tersadar seketika dari lamunannya.
“Ah.. iya..” sesaat kemudian ia mengerjap. “Tunggu, hutang? Aku yang berhutang padamu, Mira-ssi. Bukan sebaliknya.” Ralatnya. Apa Mira tidak ingat sudah menyumbangkan uang 20jt won miliknya dengan Cuma-Cuma untuk pengobatan Taemin?
“Jadi, jika kau memang tidak ingin berurusan denganku lagi, biarkan aku…loh..Mira-ssi!!” Eunhyuk terkejut karena begitu ia menolehkan kepalanya lagi Mira sudah berjalan pergi meninggalkannya. Hatinya dongkol sekali. Mengapa balas budi saja susahnya seperti ini. Lantas ia mengejar gadis itu.

“Mira-ssi, aku akan mengikutimu terus jika kau terus mengelak.” Ancam Eunhyuk dan ia serius dengan perkataannya. Mira seolah tidak peduli. Mendadak ia menghentikan langkahnya.
“Silakan, Eunhyuk-ssi. Itupun jika kau memang kuat.” Tambahnya dengan wajah datar dan dingin. Eunhyuk mengerutkan keningnya. Jelas sekali ia tidak paham.

—o0o—

Omona…jadi ini yang dimaksud kalimat Mira siang tadi? Tahu begini Eunhyuk tidak akan nekad mengikuti semua kegiatan yang dilakukan gadis itu. Ia memilih pergi bermain bersama teman-temannya ataupun berkencan dengan Hyo Yeon.

Apa ini? Hiking???

Eunhyuk tidak percaya bahwa sekarang ia sedang mengikuti Kim Mira memanjat gunung. Bayangkan, seorang gadis-yang-dari-luar-tampak-bagai-boneka sepertinya memiliki hobi ekstrem semacam ini? Dalam mimpi pun Eunhyuk tidak pernah menyangka akan bertemu dengan gadis seperti ini.

“Aigoo..bisakah kita berhenti sejenak, Kim Mira..” rengek Eunhyuk dengan wajah memelas. Kakinya sudah pegal sedari tadi dipakai mendaki lereng gunung yang lumayan terjal. Mira berdiri jauh di depan Eunhyuk.
“Kau bilang akan mengikuti, Tuan Lee” seru Mira setengah mengejek. Ia menyunggingkan evil smirknya melihat Eunhyuk sudah kelelahan setengah mati. Sebenarnya dalam hati terbersit sedikit rasa iba pada namja itu. Tuan muda sepertinya pasti jarang sekali melakukan kegiatan-kegiatan berat seperti mendaki gunung. Tapi bukannya Mira sudah memperingatkan sejak awal dan salah namja itu sendiri kenapa keras kepala mengikutinya.

Saat bilang ia akan pergi berkemah, dengan semangat Eunhyuk berkata ingin pergi juga. Mira memang tidak bilang berkemah setelah mendaki gunung. Tapi toh, dia namja. Pasti kuat.
“Eunhyuk-ssi, jika kau tidak segera berjalan, aku akan meninggalkanmu!!” seru Mira.
Eunhyuk mengerang pelan. Sudah tidak ada jalan untuk pergi. ia sudah melangkah sejauh ini. Meskipun lelah, Eunhyuk memaksakan diri tetap mendaki demi menyusul Mira. Bukannya tidak kuat, ia hanya sudah lama tidak melakukan kegiatan di alam bebas seperti ini.
“Mira.. tunggu aku…” pinta Eunhyuk dengan napas tersengal. Kakinya sudah sakit karena ia setengah berlari menyusul Mira. Eunhyuk tidak habis pikir melihat Mira tetap semangat dan tak tampak lelah. Pasti karena Mira sudah terbiasa.
Tahu begini ia tidak akan membawa banyak perlengkapan tidak penting di dalam tas ransel yang sedang dibawanya kini.

“Ah..akhirnya sampai juga…” seru Eunhyuk lega. Ia membaringkan tubuhnya di atas rerumputan yang ada di kaki gunung itu. Keringatnya mengucur banyak dan ia membiarkan angin sejuk pegunungan menormalkan kembali suhu tubuhnya yang memanas.

Setelah ia merasa hidup kembali,  Eunhyuk beringsut duduk dan kepalanya menoleh kiri kanan mencari sosok Mira. Rupanya gadis itu sedang berdiri di atas batu di sudut dataran. Matanya terpejam membiarkan rambutnya yang di kuncir ekor kuda terbang terbelai angin. Beberapa saat Eunhyuk tertegun mengamatinya. Hingga akhirnya Eunhyuk merasa ada yang berdesir di hatinya begitu matanya melihat sudut bibir Mira membentuk sebuah senyuman.

Mira merasa jiwa raganya begitu tenang begitu paru-parunya terisi udara sejuk pegunungan. Menikmati pemandangan gunung dari ketinggian seperti ini bisa memberikan spirit tertentu untuknya. Karena itulah Mira sangat suka kegiatan mendaki gunung. Meskipun hanya seorang diri, ia selalu melakukannya. Dan biasanya Ryeowook selalu setia menemani.
“Mira, jika kau berdiri di sana kau bisa jatuh..” suara Eunhyuk mengganggu relaksasinya. Mira membuka matanya perlahan lalu membalikkan badan. Ia lupa kalau sekarang ia pergi bersama Eunhyuk.
“Bagaimana, Tuan. Apa kau sudah lebih baik?” sindir Mira. Eunhyuk berdehem dan menegakkan tubuhnya.
“Tentu saja. mendaki gunung bukan hal sulit.” Ucapnya sombong. Mira ingin tertawa mendengarnya. Lalu kenapa tadi dia kelimpungan begitu? Mira segera menjauh dari sisi tebing dan duduk di atas bebatuan yang ada di sana. Pandangannya menelisik ke pemandangan sekitarnya yang hijau, penuh pepohonan dan rumput-rumput liar. Eunhyuk ikut duduk di depannya.
“Kau memang suka Hiking, Mira-ssi?” tanya Eunhyuk mencairkan suasana.
Mira mengangguk. “Mendaki gunung bisa menghilangkan penatku” ucapnya. “Ah, kau mau minum? Aku membawa Mugicha..” ucap Mira sambil mengeluarkan termos dari dalam ranselnya.

Eunhyuk mengangguk saja ketika Mira menuangkan Mugicha (teh dari gandum khas Jepang) ke dalam cangkir kertas yang di sodorkannya. Eunhyuk menyesapnya dengan mata sesekali melirik Mira yang tampak diam. Gadis itu sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Ia melamun.
“Ekhem, Mira-ssi..” Eunhyuk mendadak saja berseru. Mira menoleh dengan tatapan bertanya.
“Boleh aku bertanya sesuatu?” tanyanya ragu.
“Em” Mira mengangguk sambil menyeruput tehnya.
“Kemarin, saat kau tertidur di depan rumah, aku lihat kau di usir oleh seseorang. Apa dia adikmu?” tanya Eunhyuk pelan dan tenang. Mira mendelik ke arahnya. Eunhyuk baru menyadari bahwa perkataannya barusan secara tidak langsung sudah memberitahukan bahwa tempo hari dirinya memang menguntit Mira. Buru-buru ia meralat.
“Eh, itu..aku hanya penasaran.” Kilahnya mengalihkan pandangan ke arah lain. Ia tidak sanggup menerima tatapan tajam dari gadis itu.

Dan kabar baiknya ternyata Mira memilih menghela napas. “Dia Jang Seo Ri. Anak paman dan bibiku.” Ucapnya singkat. Eunhyuk mengangguk.
“Jadi kau tinggal bersama sepupumu. Memang kemana orang tuamu?”

Eunhyuk mengumpat dalam hati karena berikutnya ia melihat wajah sedih Mira. Pertanyaannya pasti salah.
“Kedua orang tuaku sudah tewas.” Ucapnya pelan. Eunhyuk melebarkan matanya, kaget. Bibirnya terbata.
“Mi-mira-ssi, mian..”
“Mereka tewas karena peristiwa kebakaran di rumahku 10 tahun yang lalu.” Tambah Mira memotong ucapan Eunhyuk. Namja itu dibuat tercengang kembali.
“ke-kebakaran??” tanyanya tak percaya. Kini entah harus dengan pandangan apa ia menatap Mira. Iba? Oh, tentu saja.
“Aku selamat karena saat kejadian, aku sedang pergi hiking dengan teman-temanku di klub hiking..” kenang Mira dengan pandangan menerawang. Kenangan itu tak pernah ia lupakan.

Saat ia pulang, betapa terkejutnya ia menemukan di depan rumahnya mengumpul banyak sekali orang dan petugas pemadam kebakaran. Dan orang tuanya di temukan tewas terbakar di dalam rumah.

Eunhyuk mengerjapkan matanya melihat Mira mulai berkaca-kaca. Ia kira Mira akan menangis namun ternyata tidak. Gadis itu menghela napas kembali lalu menatapnya dengan wajah dingin.
“Itulah sebabnya aku suka mendaki gunung. Aku selalu berharap begitu kembali, orang tuaku masih ada menantiku di rumah.”
Namja itu terdiam beberapa saatnya menatapi wajah cantik Mira. Banyak sekali pertanyaan berkelebat dalam otaknya, namun ada satu pertanyaan yang paling mengusik hatinya. Ia harus bertanya atau ia akan menyesal selamanya.
“Mira-ssi, aku ingin bertanya lagi..” Eunhyuk menyiapkan hati dulu sebelum bertanya lagi.
“Uang untuk pengobatan Taemin..kalau boleh tahu, kenapa kau tidak ingin aku mengembalikannya?”

Kali ini reaksi Mira agak berbeda dari sebelumnya. Ia tercengang dan gugup. Hal ini membuat Eunhyuk kian menaruh rasa curiga. Jangan-jangan Mira mendapatkan uang itu dengan cara yang tidak-tidak.
“Sudah kubilang, kau tidak perlu sungkan, Eunhyuk-ssi” alih-alih menjawab, Mira malah mengatakan kalimat yang sudah berkali-kali diucapkannya. Jelas sekali ia sedang mengelak.
“Jawab dengan jelas Mira-ssi. Atau aku akan berpikiran bahwa itu adalah uang hasil dari mencuri di rekening orang lain.” Ucap Eunhyuk ngawur. Bukankah yang bisa membobol rekening orang lain hanya seorang hacker handal? Lain ceritanya jika Mira memang jago dalam hal IT seperti Kyuhyun.
“Jika memang begitu keadaannya, dengan sangat terpaksa aku harus mengembalikannya baik kau suka atau tidak. Aku tidak akan terima adikku diobati dengan menggunakan uang haram.”
Mendengar ucapan Eunhyuk Mira sungguh tersinggung. Hatinya sesak. Tapi ia mencoba untuk tidak memperlihatkannya.
“Aku hanya ingin beramal” ucap Mira.
“Iya. Tapi tidak padaku. Jika memang ingin beramal, berikan uangmu pada anak-anak di panti asuhan”

Benar dugaan Mira sebelum-sebelumnya. Orang kaya sepertinya pasti akan merendahkan orang kalangan bawah sepertinya. Jika sudah begini, biarlah Eunhyuk menganggapnya ‘rendahan’.
“Kau tahu kan aku bekerja di klub malam?”
“Iya, lalu apa hubungannya?”
“Itu uang yang kudapat dari hasil ‘melayani’ tamu VVIP di klub itu.” Ucap Mira datar dan dingin. Sesaat Eunhyuk membeku seperti patung. Matanya melebar dan mulutnya setengah menganga. Ia benar-benar syok mendengar penuturan Mira. Gadis itu tersenyum pahit melihat reaksi Eunhyuk. Sudah ia duga akan begini.
“Kau tentu tahu maksudku. Aku ini bukan gadis baik-baik. Karena itu, jangan dekat-dekat denganku, Tuan. Aku tidak pantas mendapatkan perhatian darimu.”

Eunhyuk masih sibuk dengan pikirannya ketika Mira memutuskan berdiri dan membereskan barang-barangnya. Hari sudah mulai gelap dan ia harus turun gunung sebelum tengah malam.
“Eunhyuk-ssi. Kita harus pulang sekarang.”
Dalam keadaan linglung, Eunhyuk mengangguk kemudian mengikuti Mira kembali pulang.

Selama perjalanan turun gunung, tak ada obrolan yang mereka lakukan. Masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Aku tidak percaya dengan ucapannya.” Batin Eunhyuk dengan pandangan menyipit menatap punggung Mira. “Jika memang dia seburuk yang diucapkannya, kenapa dia tidak menggodaku sejak awal? Bukankah aku ini kaya dan tampan?” *narsis mode:on*

Bukan maksud Eunhyuk ingin digoda oleh Mira atau semacamnya, namun ia hanya heran. Mira bilang ia mendapatkan uang sebanyak itu dari hasil ‘melayani’ tamu VVIP? Kenapa dia juga tidak digodai? Apa karena dirinya kurang menarik untuk digoda?

Dan nappeun yeoja mana yang rela menyumbangkan uang sebanyak itu untuk pengobatan orang yang tidak dikenalnya. Eunhyuk yakin kali ini Mira sedang berbohong. Gadis itu tampak acuh tak acuh bahkan saat digodai oleh teman-temannya tempo hari. ya, gadis itu pasti berbohong.

“Nah, Lee Hyuk Jae-ssi..kau hanya perlu mengantar sampai sini saja..”

Eunhyuk bersikeras ingin mengantar Mira hingga komplek sekitar rumahnya. Dan sekarang begitu berada di depan gang menuju rumah gadis itu, Eunhyuk berhenti karena Mira melarangnya mengantar hingga depan rumah.
“Wae?”
“Tidak perlu.. aku..”

“ITU DIA!!”

Baik Eunhyuk maupun Mira kaget mendengar suara beberapa orang berteriak ke arah mereka. Mira membelalakkan matanya melihat paman dan bibinya berlari ke arahnya. Lalu dengan brutal menahan Mira.
“Hei-hei..tunggu” pinta Eunhyuk untuk melepaskan cengkraman tangan 2 orang itu pada Mira. Ia tidak mengerti sedikitpun.
“Siapa kau? Pergi, tidak perlu ikut campur urusan kami” ucap Paman Mira, Jang Min Han.
“Tapi apa yang akan kalian lakukan pada Mira!!”

Tidak ada yang menghiraukan Eunhyuk. Mereka malah menyeret gadis itu ke hadapan sebuah mobil mewah yang terparkir di ujung jalan sana. Eunhyuk berlari mendekat.
“Lihat Tuan, dia gadis yang kumaksud..” ucap Paman pada pria tua yang baru saja keluar dari mobil. Pria itu menarik dagu Mira agar bisa melihatnya dari dekat. Mira tampak enggan dan meronta-ronta.
“Diam kau!” bisik bibinya sambil mencengkeram tangan Mira lebih erat. Gadis itu meringis kesakitan. Eunhyuk kebingungan melihatnya. Ia segera mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang.

“baik, bawa dia!!”
“Kyaaaa!!!” Mira menjerit dan meronta ketika orang-orang suruhan orang tua itu memaksa Mira memasuki mobil. Eunhyuk kian panik.
“Ya!!! Mira!” teriaknya sambil mengejar mobil yang mulai berjalan pergi itu. Ia segera menghampiri 2 orang yang tadi memaksa Mira.
“Kalian! Katakan Mira akan dibawa kemana!!!” bentak Eunhyuk.
“Apa urusanmu? Mira sudah kami jual pada orang itu..” ucap Paman tanpa dosa. Eunhyuk membulatkan matanya.
“Apa katamu? Dijual!!!!! Kalian ini manusia atau monster? Tega-teganya menjual Mira seperti menjual anjing!!” teriak Eunhyuk namun tak digubris mereka.
“Terserah apa katamu. Yang pasti kita terbebas dari hutang.” 2 orang itu tampak senang dan beranjak pergi. amarah Eunhyuk sudah naik hingga mencapai titik tertinggi. Ia segera menyusul paman dan bibi Mira itu.
“Katakan, Mira akan dibawa kemana!!”
“Itu bukan urusanmu!”

Eunhyuk kehabisan akal. Ia mencengkram tangan Jang Min Han dengan tatapan membunuh.
“Katakan atau kalian akan kulaporkan pada polisi..”
Jang Min Han mengerang kesakitan. Ia pun melirik istrinya yang ikut ketakutan. “Dia.. dia akan dibawa ke Busan..”
“Busan???” Eunhyuk segera melepaskan cengkramannya lalu memencet nomor yang sudah dihapalnya diluar kepala.

“yeobseo” sahut orang itu di ujung sana.
“Garry, tolong cari tahu pemilik dari mobil berplat xxxxxxx. Dia sekarang menuju ke Busan.” Ucap Eunhyuk pada Garry, salah satu staf IT kebanggaannya. Ia tahu Garry pandai mencari informasi.

—o0o—

“Pak, mobil dengan plat xxxxxx itu adalah milik dari salah seorang komisaris di perusahaan Soul G. Menurut pantauan dari satelit dan beberapa cctv yang terdapat di sepanjang jalan menuju Busan, mobil itu berhenti tepat di salah satu villa miliknya di sana.” Jelas Garry dari telepon. Sekarang Eunhyuk sedang berada di mobil ferrari miliknya, mengemudi dengan kecepatan sedang ke arah Busan.
“tolong kirim alamatnya ke ponselku. Dan terima kasih.” Ucap Eunhyuk lalu melepaskan headset yang menempel di telinganya. Ia mendesis geram.
“Perusahaan Soul G? Perusahaan pertambangan besar itu? Sialan!! Apa yang akan orang itu lakukan pada Mira!”

Sejak menyaksikan dengan kepalanya sendiri Mira di bawa paksa ke dalam mobil, Eunhyuk sudah tidak bisa tenang lagi. Pikirannya terus dihantui bayangan menderita Mira yang meronta-ronta, ekspresi meringisnya saat dicengkram ahjuma tadi, dan wajah ketakutan Mira ketika diangkut paksa ke dalam mobil. Sial!! Dia bisa gila jika membayangkan bagaimana keadaan Mira saat ini.

—o0o—

“Dandani dia!!” perintah pria berusia 40 tahunan itu pada pelayan wanita di villa mewahnya itu. Mira hanya bisa duduk bersimpuh di atas lantai dengan perasaan campur aduk. Sejujurnya ia takut dan kebingungan. Akan diapakan dirinya?

Hatinya benar-benar sakit. Paman dan bibinya serius menjualnya pada pria hidung belang itu. Sekarang berapa uang yang mereka pinjam dari pria tua di depannya?

Pelayan itu dengan patuh meminta Mira agar berdiri kemudian membawanya ke sebuah kamar untuk berganti pakaian.
“Maaf, tapi baju ini untuk acara apa?” tanya Mira takut-takut melihat gaun malam dengan model sexy yang ditujukan pelayan itu agar dipakainya.
Pelayan itu tampak ragu untuk bilang. “Anu, nona. Kemungkinan Tuan akan mengajak Anda ke acara makan malam.” ucapnya takut-takut. “Sekarang kumohon Nona untuk memakainya.”
Mira sebenarnya enggan. Namun ia tidak ingin menyusahkan pelayan itu dan memakainya. Benar dugaannya. Gaun malam ini terlalu pas di tubuhnya. Bahkan memperlihatkan belahan dadanya. Mira menutupi bagian itu dengan tangannya.
Siapapun tolong aku.. batinnya.

To be continued..

72 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 4)

  1. huaaaah~ agak bingung di bagian awal.. terlalu tiba2 disana/i.. sampe mikir apa saya salah baca chap.. LOL tapi terus akhirnya mudeng.. kkkkkkk😄

  2. Hihhh jahat bner sih tu paman n bibi!!#geram
    pengen gue bom aja tuh rumah nya?
    ya ampun semoga mira gak di apa2-in , suami ke 2 ku slamtkan mira#plakk

  3. nostalgia boleh kan thor ma’af komen acak, bcanyapun acak hehehehe and than mian bru bsa ninggalin jejak skarang yg dlunya hanya jd tukang SR. moga author mau nerima ma’af dri saya.

  4. Bibi dan pamannya mira jahat bangett, padahal kan mrk jga punya anak cewe kalo hal itu sampa t’jdi sama seo ri gmn.? Mrk terima gk. Karma tu b’laku lho.,., smga aja Hyuk bisa selamatkan Mira, dan aku b’harap Mira gk kembali lgi ke rmh bibi dan pamannya,

  5. kasihan sekali minra disiksa sama paman dan bibinya.
    ayo hyuk selamatkan mira.
    paman dan bibi mira memang kejam dan jahat.

  6. duh rasanya pingin ngelempar bola basket ke paman n bibinya mira keras”😡 masa tega”nya ngejual mira ke om” gajelas gitu

  7. paman dan bibinya benar” jahat maksimal
    orang serakah dan tamak kayak mereka gk akan pernah puas kalo dikasih lebih
    semoga hyuk cepet nolongin mira

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s