Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 3)

Tittle : Shady Girl Eunhyuk’s Story Part 3
Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : Romance

Main Cast :

  • Kim Mira
  • Eunhyuk a.k.a Lee Hyukjae

Support Cast :

  • Kim Hyo Yeon
  • Kim Ryeowook

Hem.. greget banget deh baca komen temen-temen semua di part sebelumnya. Author ampe ketawa-ketiwi gak jelas sampe di marahin bos nih *ketahuan kerja sambil online*
Masih penasaran gak nih? banyak juga yang heran kenapa Eunhyuk gak lihat hapenya aja ya biar semuanya jelas. Nah, itu misteri yang bakal kejawab kalau kalian tetep ngikutin Shady Girl Eunhyuk’s Story sampe tamat.

yuk daripada penasaran, kita baca bareng-bareng. dan maaf kalau sekiranya ada typo dan bahasa-bahasa yang seenaknya gue. ^_^

Shady Girl Eunhyuk's Story by Dha Khanzaki

—o0o—-

“Eunhyuk-ah..”

Namja itu menoleh mendengar seseorang memanggilnya. Padahal ia sedang serius mendengarkan penjelasan dari asistennya mengenai perkembangan stasiun televisi yang berada di bawah naungan perusahaannya.
“Oh, Kim Hyo Yeon..” Eunhyuk tersenyum hangat melihat gadis yang sudah lama tidak ditemuinya itu muncul. Hyo Yeon berlari kecil menghampirinya.
“Kau kemana saja? aku sudah mencari-cari mu sejak kemarin.” Ucapnya semanja biasa. Eunhyuk memberi instruksi agar asistennya pergi membiarkan mereka berdua.
Namja itu tersenyum seraya menarik Hyo Yeon mendekat. “Jadi, kau merindukanku?”
Hyo Yeon mengangguk manja. “Tentu saja Tuan Lee Hyuk Jae yang sok sibuk. Aku tidak menemukanmu di kantor kemarin,” ucapnya sambil memainkan dasi yang dipakai Eunhyuk.

Eunhyuk mengecup singkat pipi Hyo Yeon kemudian menggandeng tangannya. Gadis itu tampak senang.
“Kalau begitu kita pergi makan siang. Kau ingin makan di mana?”
“Bagaimana kalau di restoran khas Perancis?”

—o0o—

“Kyaa.. kau dengar? Katanya Lee Hyuk Jae akan makan di restoran ini..”
“Itu loh..CEO dari SJ Group. Kudengar dia sangat tampan..”

Mira menoleh. Lagi-lagi ia mendengar nama itu. Sekarang beberapa pelayan sedang meributkan Lee Hyuk Jae yang katanya akan makan di sini. Kenapa bisa tahu? oh tentu saja, karena setiap tamu yang akan makan di restoran ini harus melakukan reservasi lebih dulu. restoran ini adalah restoran terkenal yang menyajikan makanan khas Perancis sana. Tidak sembarangan orang bisa masuk dan makan di sana.

“Kim Mira, kau tahu Lee Hyuk Jae seperti apa? Kudengar dia sering ke klub orang-orang kaya tempat mu bekerja itu..” salah satu pelayan perempuan itu menanyai Mira. Gadis ini acuh tak acuh menanggapinya.
“Aku tidak tahu. terlalu banyak tamu yang datang ke sana.”
“Ah, sayang sekali. Apa dia benar-benar tampan seperti yang di gosipkan…”
“Kau lihat saja nanti. Bukankah dia akan kemari?”


“Kau suka dengan masakan Perancis ?” tanya Eunhyuk begitu tiba di restoran yang di maksud. The Royal Restaurant. Nama yang sederhana meskipun tempatnya terkesan elit. Apa yang membuat orang ingin makan di tempat ini saja sulit? Tadi mereka harus reservasi dulu sebelum bisa makan di sini.
Hyo Yeon menggandeng lengan Eunhyuk. “Di sini masakannya sungguh lezat. Kau akan suka” ucapnya. Mereka kemudian masuk bersama.

“Lihat.. itu Lee Hyuk Jae, aigoo, tampannya..” bisik pelayan di sana saat Eunhyuk dan Hyo Yeon masuk bersama dan menduduki salah satu kursi di sudut ruangan.
“Tapi dia bersama seorang gadis. Dan gadis itu cantik..”
“Kudengar dia putri walikota.”
“Benarkah? Huh, pantas saja..”

Mira hanya memutar bola matanya dengan malas. Ada apa dengan gadis-gadis di sini? Kenapa begitu meributkan kehidupan orang lain?
“Kim Mira.. layani tamu itu!” perintah Manager cerewet itu pada Mira. Padahal pelayan yang ribut tadi ingin sekali melayani Eunhyuk dan gadis yang bersamanya. Mira mengangguk patuh. Ia berjalan menghampiri mereka dengan buku menu di tangannya.

“Selamat datang di Royal Restaurant, Tuan, Nyonya. Anda ingin memesan apa?” tanya Mira sambil menyerahkan buku menu pada Eunhyuk dan Hyo Yeon. Eunhyuk tidak memperhatikan siapa pelayannya. Ia langsung fokus pada buku menu.
“kau ingin pesan apa?” tanya Eunhyuk pada Hyo Yeon.
Caille en Sarcophage, dan champagne.” Ucap Hyo Yeon langsung di catat oleh Mira. Eunhyuk bingung harus memesan apa. Semua makanan dalam bahasa Perancis. Ia tidak tahu mana yang enak.
“Aku juga sama saja. dan untuk minuman ku aku ingin segelas Cappucino…” Eunhyuk baru mengangkat wajahnya menatap sang pelayan. Matanya melebar seketika menyadari bahwa pelayan yang ada di depannya adalah Kim Mira.
“O…” mulutnya mengap-mengap hendak berucap tapi tak ada satu kata pun yang keluar.
“Pesanan anda akan tiba 15 menit lagi. Harap Anda menunggu..” Mira membungkukkan badannya kemudian pergi tanpa menghiraukan Eunhyuk yang panik melihatnya.

Hyo Yeon mengerutkan kening melihat tingkah aneh Eunhyuk. “Kenapa? kau mengenal pelayan tadi?”
“Hah? Tidak..” elak Eunhyuk. Ia kembali menenangkan dirinya. Biarlah urusan Mira dia tangani nanti. Sekarang Eunhyuk tahu satu tempat lagi di mana ia bisa menemukan gadis itu.

—o0o—

Malamnya, Eunhyuk kembali ke restoran Perancis itu bermaksud untuk menemui Mira. Namun siapa sangka ternyata gadis itu sudah tidak berada di sana. Eunhyuk mengerang jengkel. Harusnya ia datang lebih awal.

Artinya Eunhyuk harus mencari Mira di klub malam waktu itu. Benar. Tak membuang waktu, Eunhyuk segera melajukan mobilnya ke klub malam khusus orang-orang elit itu.

Musik sudah mengalun kencang ketika Eunhyuk menginjakkan kakinya di klub malam yang menjadi tempat favoritnya. Hari belum terlalu larut tapi klub sudah cukup ramai.
“Permisi, pelayan bernama Kim Mira ada di mana?” tanya eunhyuk langsung pada salah satu pelayan yang kebetulan melintas di hadapannya. Sebelum pelayan itu menjawab, terdengar suara seruan seseorang menyebut nama Mira.
“Kim Mira, aishhh!!!”
Suara itu berasal dari arah sampingnya. Eunhyuk menolehkan kepalanya. ia agak terkejut. tampak seorang pria sedang mencegah Mira meminum air di gelas berisi minuman berwarna kemerahan.
“Kau ini kenapa? berhentilah minum!!”
Eunhyuk perlahan mendekati mereka.
“Kim Mira-ssi” ragu-ragu Eunhyuk menyapanya. Dalam keadaan antara sadar dan tidak, Kim Mira mendongakan kepalanya.
“Kau siapa? Kau mengenalku?” tanyanya linglung. Pipinya yang putih tampak memerah. Aigoo, dia mabuk. Batin Eunhyuk dengan ekspresi meringis iba.
“Maaf, Tuan. Tapi dia mabuk..” ucap seseorang yang berdiri di balik meja barista. “Ada perlu apa dengannya?”
“Aku..” Eunhyuk bingung bagusnya mengatakan apa. “Hanya ingin bicara beberapa hal dengannya.”
“Oh…Yaak!! Kim Mira!! Kau mabuk!!” namja itu kaget karena Mira secara mendadak mengambil gelas minuman yang dipegangnya. Lalu meneguk isinya hingga habis.
“Wookie-ah..bisakan kau memasukkan sianida pada wine yang kuminum???”oceh Mira selayaknya orang mabuk. Eunhyuk bergidig ngeri. Sianida? Dia bisa mati jika meminum zat beracun itu meski hanya setetes.
“Kau gila! Aku bisa dipenjara jika melakukannya. Kau harus pulang. Tunggu, aku akan mengantarmu.” Namja yang dipanggil Wookie itu segera pergi entah kemana. Meninggalkan Eunhyuk berdua saja dengan wanita yang tengah mabuk.
Mira terus mengocehkan hal yang tak dimengerti oleh Eunhyuk.
“Apa aku tidak berhak bahagia? Sampai kapan mereka akan terus mempersulit hidupku?? Hiks.. aku ingin pergi..”
“Mira-ssi..kau tidak apa-apa?” Eunhyuk menyentuh pelan bahunya. Mira tiba-tiba saja terhuyung jatuh dari kursinya. Eunhyuk refleks menahan tubuh ringan gadis itu sebelum jatuh menyentuh lantai.
“Mira-ssi..Mira-ssi..” cecar Eunhyuk panik seraya menepuk-nepuk pipi Mira yang kemerahan.

“Mira!!” Ryeowook panik saat melihat Mira sudah terkapar di pelukan seorang namja tak dikenalnya. Tanpa aba-aba Ryeowook mengambil alih tubuh Mira dari pelukan Eunhyuk seolah tak mengizinkan namja itu menyentuh tubuh Mira.
“Maaf merepotkanmu Tuan. Kalau begitu kami pamit dulu..” Ryeowook agak kesulitan membawa tubuh Mira.
“Hei, kau mau kemana?” Eunhyuk menyusul mereka.
“Akan kubawa ke rumahku.” Jawab Ryeowook agak ketus. “Lagipula apa urusanmu?”
“sudah kubilang aku ada urusan dengan Mira. Jadi, biarkan aku ikut! Lagipula aku membawa mobil. Kau pasti kesulitan kan membopong tubuhnya seperti itu.”

Ryeowook tak punya pilihan lain. Akhirnya ia mengangguk meskipun sebenarnya ia enggan.

Setibanya di apartemen sederhana milik Ryeowook, Eunhyuk mendahului namja itu menggendong Mira keluar dari mobilnya. Namja manis itu menatap tajam Eunhyuk.
“Siapa suruh kau menggendongnya!”
“Mwo? Kau pasti kesulitan membuka pintu apartementmu. Lagipula aku tidak keberatan ko.” Sargah Eunhyuk. “Ppalli! Kau pikir ini tidak berat!!” Eunhyuk sebenarnya tidak merasa berat. Mira ternyata lebih ringan dari dugaannya. Ryeowook pun tidak menjawab lagi karena merasa ucapan namja itu ada benarnya. Ia segera berlari membuka pintu apartemennya kemudian mempersilakan Eunhyuk masuk.
“Tidurkan di kamarku.” Ucap Ryeowook sambil membuka pintu kamarnya. Eunhyuk patuh. Ia segera merebahkan tubuh lunglai Mira ke atas tempat tidur. tak lupa juga ia melepas sepatu dan syal yang dikenakan gadis itu setelah itu menyelimutinya.
Sejenak Eunhyuk memandang wajah terlelap Mira yang tenang namun tampak cemas itu.

Tanpa sadar tangannya terulur membelai pipi mulus Mira yang merona merah akibat pengaruh alkohol. Bibirnya tersenyum kecil menatap wajah Mira yang cantik kala tidur. gadis ini benar-benar seperti boneka. Rambutnya hitam panjang dengan gelombang di bagian ujung rambut, hidung bangir, bibir kecil dan tipis berwarna merah cherry, dan pipi yang putih sedikit chubby. Ah.. eunhyuk benar-benar gemas.

“Ya! Apa yang kau lakukan!” seru Ryeowook sambil menarik Eunhyuk menjauh dari sisi Mira. Eunhyuk mengerjap kaget.
“Aku hanya menyentuhnya sedikit. Memang salah?” Eunhyuk berkata seolah-olah tindakannya memang tidak melanggar hukum.
“Enak saja. tidak boleh! Sekarang kau pulang saja.”
“Shireo! Lagipula memang kau siapa? Kenapa tidak membawa Mira ke rumahnya! Kenapa membawanya kemari! Kau pasti ingin melakukan sesuatu padanya. Iya kan!” Eunhyuk balas mengatai. Kenapa ia jadi terbawa emosi begini?
“Aku Kim Ryeowook dan aku adalah sahabat Mira sejak kecil. Lalu kau siapa Tuan!!”
“Aku Lee Hyuk Jae, aku…em..ah! kenalan Mira!” ujar Eunhyuk. Ryeowook mencibir.
“Kenalan saja sudah bangga.”
“Pokoknya aku belum mau pergi sebelum berbicara dengan Mira.” Tegas Eunhyuk.
Ryeowook memutar bola matanya malas. “Kalau begitu tunggu di luar. Biarkan Mira istirahat.” Sebenarnya Eunhyuk tidak mau meninggalkan ruangan itu namun Ryeowook dengan lancang menariknya keluar.

Ryeowook berkacak pinggang sambil memperhatikan Eunhyuk dari ujung rambut hingga kaki.
“Wae? kenapa memandangiku seperti itu?” Eunhyuk balas memelototi Ryeowook. Ia merasa risih dengan tatapan namja di hadapannya itu.
“Katakan, kau menyukai Mira kan..” ujar Ryeowook dengan mata menyipit. Eunhyuk ingin tergelak rasanya mendengar kalimat itu.
“Hah? Menyukai? Untuk apa???”
“Lalu kenapa repot-repot menunggunya?”
“Sudah kubilang aku ada urusan dengannya. Kenapa kau ini cerewet sekali.”
“Pulanglah. Lagipula Mira tidak menyukai namja macam dirimu, Tuan. Dia menyukai namja yang manis dan baik sepertiku.” Ucap Ryeowook dengan nada mengusir. Eunhyuk tersinggung dengan sikap Ryeowook barusan.
“Tidak menyukai namja sepertiku? Aku kaya dan tampan. Mendapatkan Mira bukanlah hal yang sulit. Dan tenang saja, aku tidak tertarik padanya. Aku hanya ingin memintanya menjadi saksi untuk kasus adikku.”

Mendadak saja sikap acuh tak acuh Ryeowook berubah. “Saksi dalam kasus adikmu?”
Eunhyuk mengangguk sambil menghela napas berat. “Adikku dikeroyok sekelompok orang tanpa alasan yang jelas. Sekarang dia mengalami amnesia sehingga tidak bisa mengingat kejadian hari itu. Hanya Mira yang sudah menolong adikku yang bisa membantu penyelidikan polisi.”
“Begitu rupanya.” Ryeowook mengangguk pelan. “Tapi benar kau tidak menyukai Mira?”
Hadooh.. harus bagaimana lagi Eunhyuk menjelaskan agar namja ini paham.
“Aku tidak tertarik pada Mira! Lagipula memangnya itu masalahmu? Aku suka atau tidak terserah padaku.”
“Aku tidak suka ada pria jahat yang mendekatinya.” Ryeowook melengos pergi ke dapur begitu mengatakannya. Eunhyuk menelan ludah mendengarnya.
“Dasar namja ini…” ingin rasanya Eunhyuk menjitak namja tadi seperti yang sering ia lakukan pada Kyuhyun. *awas lo Hyuk, udah jahat ama suami aye*

—o0o—

Drrddrrrttt….

Eunhyuk terbangun dari tidurnya saat merasakan ponselnya bergetar. Ia mengerjap kan mata sambil menatap sekeliling tempatnya berada. Aigooo… ia tertidur di sofa di apartemen Ryeowook! Buru-buru ia menjawab panggilan masuk yang sudah membuatnya terbangun itu.
“Yeobseo..” ucapnya linglung..
“Eunhyuk-ah.. kau ini kemana! Umma kembali ke Korea kenapa tidak dijemput???” omelan cempreng Umma menusuk telinganya membuat Eunhyuk terperanjat bangun. Omona.. bagaimana mungkin ia lupa bahwa hari ini jadwal Ummanya pulang dari China??
Ia pontang-panting merapikan dirinya dan bergegas hendak pergi dari sana.

Ckleekk…

“Wookie-ah.. apa kau yang membawaku semalam??”

Eunhyuk menoleh mendengar suara serak yeoja. Dari pintu kamar tidur, muncul Mira dengan tampilan berantakan sambil mengucek-ngucek matanya. Eunhyuk terpaku. Mendadak niatnya untuk pulang hilang begitu saja saat melihat wajah polos gadis itu.
“wookie-ah..” panggilnya lagi. Rupanya Mira mengira Eunhyuk adalah Ryeowook.
“Anu..aku..”
Mira mengerjapkan matanya lagi. Begitu tersadar bahwa laki-laki yang dikiranya Ryeowook ternyata bukan, dia hanya mendengus.
“Maaf, aku kira kau temanku.” Ucapnya. Eunhyuk mendadak kaku. Ia hanya memperhatikan Mira yang berjalan melewatinya lalu bergerak menuju dapur. Gadis itu meneguk air yang ia ambil dari lemari es. Semuanya ia lakukan tanpa rasa canggung. Apa mungkin Mira memang sudah terbiasa menginap di apartement Ryeowook?
“Omo, Mira.. kau sudah bangun…” Ryeowook muncul dari kamar mandi. Namja itu sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk dan hanya memakai celana pendek saja.
“Kau yang membawaku kemari?” tanya Mira acuh tak acuh. Eunhyuk menyaksikan adegan itu dengan perasaan campur aduk. Kenapa ia merasa Mira dan Ryeowook tampak seperti sepasang suami istri?
“Em..lain kali jangan diulangi lagi, ok.. aku tidak suka melihatmu seperti malam kemarin.” Ryeowook mengusap kepala Mira dengan lembut. Eunhyuk kaget dan mulutnya menganga ingin protes namun tak ada satu kata pun yang keluar. Aigoo.. ia tidak suka melihat adegan itu.
“Wookie-ah.. aku lapar..” pinta Mira agak manja.
“Arasseo. Aku akan memasakkanmu sarapan. Tunggu ok..” Ryeowook mencubit pipi Mira kemudian pergi ke kamarnya. Saat melewati Eunhyuk, entah kenapa namja itu tersenyum penuh kemenangan padanya. Mendadak Eunhyuk geram sekali. Ia ingin meninju sesuatu.. lantas ia mendekati Mira yang sedang meneguk air dari botol.
“Kim Mira!!” ujarnya setengah membentak. Mira menoleh.
“Oh, Eunhyuk-ssi, apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya baru sadar. Eunhyuk benar-benar ingin mencubit pipi gadis itu. Apa dia benar-benar tidak ingat siapa yang sudah menggendongnya kemari malam tadi?
“Ada yang ingin kubicarakan denganmu..” ucap Eunhyuk langsung menarik Mira pergi. gadis itu tersentak saat Eunhyuk menariknya secara mendadak.

Di taman kecil depan apartemen Ryeowook, mereka berdiri berhadapan.
“Aku sudah susah-susah menunggumu dari kemarin. Kau tahu kan bahwa aku ini orang sibuk. Jadwalku menumpuk dan aku tidak memiliki waktu luang..” cerocos Eunhyuk penuh emosi. Mira mengangkat alisnya sebelah.
“Jika memang tahu jadwalmu padat dan kau tidak memiliki waktu, kenapa repot-repot menungguku?” tanya Mira jengkel. Meski sudah terbiasa menerima bentakan, namun Mira tetap tidak suka di bentak tiba-tiba seperti ini.
“Karena aku membutuhkan bantuanmu!!!” bentaknya lagi. Mira mengerutkan keningnya.
“Bantuan?”
“Iya. Tentang kasus adikku. Aku butuh bantuanmu sebagai saksi. Bukankah kau yang menemukan adikku?” tanya Eunhyuk. Mendadak raut wajahnya berubah menjadi penuh harap.
Mira mendesah pelan. Rupanya ia masih belum bebas dari kejadian waktu itu. “Baiklah. Aku akan membantumu.” Putusnya tanpa pikir panjang. Eunhyuk menoleh cepat. Ia tak percaya ternyata meminta bantuan pada gadis ini semudah membalikkan telapak tangan.
“Benarkah? Kau benar-benar ingin membantuku???” tanya Eunhyuk sambil membulatkan matanya. Mira kembali mengangguk. Membuat Eunhyuk ingin melonjak senang rasanya.

“Asal kau berjanji tidak akan menggangguku lagi.” Ucap Mira kemudian yang sukses membuat Eunhyuk menghentikan kegiatan selebrasinya.
“Wae??” tanyanya bingung.
“Hidupku sudah cukup kacau, Tuan Lee Hyuk jae. Jadi kau tidak perlu menambah daftar kekacauan hidupku dengan menggangguku setiap hari.” ucap Mira datar. Eunhyuk membatu.
“Tapi..”
“Kau setuju atau aku tidak akan membantumu.” Potong Mira. Eunhyuk tidak diberi kesempatan untuk berpikir. Tapi ia tahu prioritas utamanya sekarang adalah Taemin. Jadi mau tidak mau Eunhyuk mengangguk setuju.
“Baiklah. Pengacaraku akan datang menjemputmu dan mengantarkanmu ke kantor polisi.” Jelas Eunhyuk lemas. Ia mengangguk dan berniat pergi. namun mendadak ia membalikkan badan. “Dan perbaiki penampilanmu, Mira-ssi. Kau sungguh kacau.” Tambah Eunhyuk sebelum pergi.

Mira memandangi dirinya sendiri dan baru tersadar kalau penampilannya sangat kacau. Ia terkesiap.
“Omo..”

To be continued…

70 thoughts on “Shady Girl Eunhyuk’s Story (Part 3)

Your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s